Wisuda 2026 (ISW)

Koordinator Perguruan Tinggi Islam Swasta Wilayah VIII, Mengapresiasi IAI Rawa Aopa Sebagai Salah Satu Perguruan Tinggi Tersehat

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses mengukuhkan 438 sarjana baru dalam rapat senat terbuka Wisuda Sarjana ke-VII Tahun 2026. Prosesi yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Ballroom Hotel Claro, Kendari, pada Rabu (10 Juni 2026).

Ratusan wisudawan tersebut berasal dari tiga program studi (Prodi), yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua Kopertais Wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua) Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D.; Sekretaris Kopertais Wilayah VIII AGH. Dr. Nur Taufik, M.Ag.; serta Bupati Konawe Selatan yang diwakili oleh Asisten III Setda Konsel, Suwardi, S.Pt., M.Si. Turut hadir jajaran Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, serta keluarga para wisudawan.

Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Al Asri sekaligus pendiri IAI Rawa Aopa, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan para wisudawan merupakan hasil kolaborasi dari kerja keras mahasiswa, dedikasi dosen, dan dukungan orang tua.

“Saya berpesan agar ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi benar-benar diamalkan untuk kemaslahatan umat. Jadilah sarjana yang berintegritas, berakhlak mulia, dan mampu menghadirkan solusi,” ujar Al Asri.

Senada dengan hal tersebut, Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, M.A., mengingatkan para lulusan bahwa gelar akademik membawa tanggung jawab sosial yang besar. Ia meminta alumni untuk terus menjaga integritas dan nama baik almamater di tengah masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi IAI Rawa Aopa dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah. Mewakili Bupati, Asisten III Setda Konawe Selatan, Suwardi, S.Pt., M.Si., mengajak para lulusan baru untuk bersinergi membangun daerah.

“Kami berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan, pelopor pembangunan, dan mitra pemerintah dalam mewujudkan Konawe Selatan yang maju dan sejahtera,” kata Suwardi.

Sementara itu, Ketua Kopertais Wilayah VIII, Prof. Dr. H. Hamdan Juhanis, Ph.D., dalam orasi ilmiahnya menyoroti tantangan berat di era transformasi digital dan globalisasi. Ia menekankan pentingnya lima modal utama bagi lulusan perguruan tinggi Islam agar tidak berhenti belajar setelah lulus.

“Dunia saat ini berubah sangat cepat. Kompetensi akademik saja tidak cukup. Jangan pernah berhenti belajar setelah diwisuda. Jadilah agen perubahan yang membawa manfaat,” tegas Prof. Hamdan, yang juga memuji perkembangan pesat IAI Rawa Aopa dalam meraih kepercayaan masyarakat Sulawesi Tenggara.

Dalam kesempatan yang sama Prof. Hamdan menyampaikan bahwa Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan salah satu perguruan tinggi tersehat di wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua). “Dengan mahasiswa yang mencapai 2000-an dan juga lulusan yang diwisuda hari ini, membuktikan bahwa keberadaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan bagian dari perguruan tinggi yang tersehat,” ungkap Prof. Hamdan.

Prosesi wisuda ke-VII ini ditutup dengan momen haru saat para wisudawan memberikan penghormatan kepada orang tua mereka. Momentum ini menandai langkah baru IAI Rawa Aopa dalam melahirkan generasi intelektual muslim yang siap mengabdi demi kemajuan bangsa dan agama.

Dokumentasi (ISW)

Pengumuman Terkait Dokumentasi Wisuda, Photo Ijazah, dan Pengembangan Repository

Rawaaopakonsel.ac.id, Lamooso – Dalam rangka pelaksanaan wisuda 2026, penerbitan ijazah, dan pengembangan repository bagi wisudawan dan wisudawati Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, disampaikan maklumat sebagai berikut:

Pertama, Calon wisudawan dan wisudawati mendapatkan nomor urut di Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan (atas nama Bapak Akbar Amina, S.Pd., M.Pd.).

Kedua, Untuk pelaksanaan wisuda, dokumentasi bagi lulusan, akan mendapatkan cetak photo sebanyak 2 lembar ukuran 10 R, dalam dua momentum yaitu pemindahan tali kuncir, dan penyerahan plakat/ijazah, masing-masing satu lembar, disertai file masing-masing.

Ketiga, Wisudawan dan wisudawati juga diminta untuk mempersiapkan photo ijazah di photographer yang sama (Iling Fotografer, tersedia dalam tautan Google Map dengan nama Iling Fotografer https://share.google/X1srCCqTcOCd2waHD.

Photo ijazah ini disampaikan untuk terpusat, supaya menjaga kualitas cetakan photo dan kriteria untuk penggunaan ijazah. Dimana sudah ada yang menyetorkan, tetapi kualitas kertas cetakan photo tidak memenuhi ketentuan kertas yang baik dan tahan lama. Sehingga diminta bagi yang sudah photo sekalipun tetapi tidak melalui Iling Fotografer untuk berphoto sekali lagi.

Keempat, Biaya keseluruhan sebesar Rp. 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) yang terpisah dari biaya wisuda.

Kelima, Adapun untuk photo bersama Bapak Ketua Dewan Pembina & Pendiri, bersama Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, dan juga bingkai, itu merupakan optional (pilihan) dan pembayaran langsung ke pihak fotografer.

Keenam, Pengambilan ijazah tidak dapat dilakukan kecuali salah satunya sudah melunasi biaya tersebut. Begitu pula dengan kriteria dan syarat lainnya yang ditentukan BAK (Biro Akademik dan Kemahasiswaan) IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Ketujuh, Untuk pembayaran dapat melalui salah satunya Bagian Keuangan (atas nama Ibu Fitri Tahang, S.Pd., atau melalui Ismail Suardi Wekke, Ph.D.), dengan mendapatkan tanda bukti penerimaan uang (kwitansi).

Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Lamooso, 8 Juni 2026

 

Ismail Suardi Wekke

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian

Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan

Binus (ISW)

Rintisan Kerjasama dengan BINUS University, Memenuhi Undangan Diskusi Terpumpun Penerbitan Buku

Rawaaopakonsel.ac.id, Bombana — Kolaborasi antar-perguruan tinggi kini tidak lagi sekadar dokumen formal di atas kertas, melainkan langkah taktis untuk mempercepat penyebaran ilmu pengetahuan. Menyadari urgensi tersebut, rintisan kerja sama strategis mulai dijajaki bersama Universitas Bina Nusantara (BINUS University). Langkah awal ini diwujudkan dengan menghadiri undangan Diskusi Terpumpun (Focus Group Discussion) yang berfokus pada pengembangan dan penerbitan buku ilmiah di Makassar.

Pertemuan ini menjadi jembatan penting untuk menyatukan visi akademik kedua institusi, khususnya dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi literatur yang berdaya saing global.

Membuka Kran Publikasi Lewat Diskusi Terpumpun

Diskusi terpumpun ini, juga sebuah ikhtiar ilmiah untuk memetakan potensi penulisan buku yang berbasis pada hasil riset terkini. Konsep kolaborasi yang digagas mengedepankan integrasi kepakaran. BINUS University, dengan reputasi global dan ekosistem digitalnya yang mapan, menjadi mitra strategis yang sangat potensial dalam mendorong hilirisasi riset menjadi bahan bacaan berkualitas.

Sinergi Akademik: penerbitan hasil riset menjadi buku populer-ilmiah adalah kunci agar hasil penelitian tidak mandek di perpustakaan, melainkan mampu mengedukasi masyarakat luas dan menjadi rujukan industri.

Dalam diskusi tersebut, dibahas berbagai peluang kerja sama, mulai dari joint writing (penulisan bersama), pendampingan sitasi, hingga pemanfaatan platform penerbitan yang memiliki jangkauan indeksasi luas. Fokus utama diarahkan pada penerbitan buku-buku interdisipliner yang mampu menjawab tantangan zaman, seperti tata kelola digital, literasi keuangan, dan inovasi sosial berbasis masyarakat.

Dampak Strategis Kemitraan

Dari perspektif ilmiah populer, kerja sama ini membawa dampak multi-dimensi bagi penguatan institusi:

Dimensi Kerja Sama Target Capaian Manfaat Nyata
Penerbitan Buku Monograf dan Buku Ajar Interdisipliner Meningkatkan angka publikasi bermutu dan memperkaya khazanah literasi.
Transfer Teknologi Pemanfaatan Ekosistem Digital Mempercepat adaptasi tata kelola knowledge management berbasis teknologi cloud.
Visibilitas Global Diseminasi Riset Bersama Menaikkan reputasi akademik institusi di kancah nasional maupun internasional.

Melalui rintisan kemitraan ini, proses transfer pengetahuan (knowledge transfer) diharapkan dapat berjalan lebih cepat. Buku yang dihasilkan nantinya tidak hanya ditujukan untuk konsumsi mahasiswa di ruang kelas, tetapi juga dirancang agar mudah dicerna oleh para praktisi, pembuat kebijakan, dan masyarakat umum selaku penerima manfaat inovasi.

Langkah awal yang diinisiasi lewat diskusi terpumpun ini menjadi fondasi kokoh bagi penandatanganan komitmen formal di masa depan. Semangatnya jelas: bergerak bersama, menulis bersama, dan mencerahkan bangsa melalui literasi yang kuat.

Wisuda (ISW)

Menuju Podium Kelulusan: Panduan Lengkap Jalur Sukses Calon Wisudawan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Momen yang dinanti akhirnya tiba. Setelah bertahun-tahun bergelut dengan tugas akhir, revisi tiada akhir, dan ujian pendadaran yang menguras emosi, gerbang kelulusan kini sudah di depan mata. Namun, sebelum Anda resmi memindahkan kuncir toga, ada satu fase krusial yang tidak boleh dilewatkan: birokrasi dan seremonial wisuda.

Agar langkah Anda menuju podium kelulusan berjalan mulus tanpa hambatan teknis, berikut adalah panduan taktis bagi para calon wisudawan dan wisudawati yang telah dirangkum dalam 6 langkah emas.

1. Selesaikan Urusan Finansial dan Administrasi

Langkah pertama dan paling fundamental adalah memastikan “rapor” Anda bersih di tingkat universitas. Pastikan seluruh kewajiban akademik, tunggakan keuangan, dan administrasi telah tuntas.

Segera lakukan konfirmasi dan pendaftaran di Biro Administrasi dan Keuangan (BAK). Mengabaikan poin ini bisa membuat nama Anda “tersangkut” di sistem, meskipun Anda sudah dinyatakan lulus secara akademik.

2. Amankan Nomor Urut Wisuda

Setelah urusan administrasi beres, langkah berikutnya adalah mendaftarkan diri ke Panitia Wisuda. Di tahap ini, Anda akan tercatat secara resmi sebagai peserta prosesi dan akan mendapatkan Nomor Wisuda. Nomor ini sangat penting karena menentukan posisi duduk Anda, urutan pemanggilan ke panggung, hingga pencetakan buku alumni.

3. Sesi Foto Ijazah (Catat Tanggalnya!)

Ijazah adalah dokumen seumur hidup, jadi pastikan foto Anda tampak prima dengan atribut toga lengkap. Sesi foto ijazah resmi dijadwalkan mulai 8 Juni 2026, tepat setelah pelaksanaan Istigasah Akbar di Kampus Lamooso.

Tips: Datanglah lebih awal dan siapkan penampilan terbaik Anda pasca-acara doa bersama agar proses pemotretan berjalan efisien.

4. Wajib Hadir Gladi Bersih

Sebuah prosesi yang agung membutuhkan latihan yang matang. Gladi bersih akan dilaksanakan pada 9 Juni 2026, mulai pukul 12.30 s.d. 18.00 WIB (menyesuaikan dengan tanggal wisuda Anda).

  • Kenapa ini penting? Anda akan dipandu mengenai simulasi alur masuk, sikap saat pemindahan kuncir toga, hingga simulasi menerima map ijazah.
  • Fasilitas Tambahan: Bagi Anda yang terlewat atau belum sempat melakukan foto ijazah pada hari sebelumnya, panitia membuka kesempatan kedua untuk berfoto di sela-sela agenda gladi bersih ini.

5. Hari-H: Hadir Tepat Waktu Sesuai Undangan

Saat hari H pelaksanaan wisuda, pastikan Anda hadir sesuai dengan waktu yang tertera pada undangan. Manajemen waktu yang baik adalah kunci. Datanglah lebih awal untuk menghindari kemacetan di sekitar area kampus dan menyempatkan diri melakukan registrasi ulang di lokasi. Jangan lupa membawa kartu undangan fisik Anda!

6. Pengambilan Ijazah dan Penyelesaian Administrasi Akhir

Setelah prosesi sakral selesai, Anda sudah sah menyandang gelar baru. Namun, lembar ijazah asli tidak langsung jatuh dari langit. Anda dapat mengambilnya melalui Staf Tenaga Kependidikan (Tendik) ataupun koordinator wilayah masing-masing.

Sebelum ijazah diserahkan, pastikan Anda telah menyelesaikan pembayaran biaya dokumentasi dan biaya repository sebesar Rp 250.000 (per orang).

Checklist Ringkas Calon Wisudawan

Untuk memudahkan Anda melakukan tracking, berikut tabel ringkasan yang bisa Anda simpan:

No Agenda Waktu / Tanggal Keterangan

1

Cleansing Administrasi Segera Biro Administrasi & Keuangan

2

Registrasi Panitia Segera Mendapatkan Nomor Wisuda

3

Foto Ijazah (Utama) 8 Juni 2026 Usai Istigasah Akbar, Kampus Lamooso

4

Gladi Bersih & Foto Susulan 9 Juni 2026 Jam 12.30 – 18.00 WIB

5

Prosesi Wisuda Sesuai Undangan Hadir tepat waktu

6

Pengambilan Ijazah Pasca-Wisuda Melalui Tendik atau Koordinator

sebesar (Biaya Rp 250.000)

Selamat mempersiapkan diri, calon wisudawan dan wisudawati! Nikmati setiap prosesnya, karena ini adalah babak penutup dari sebuah perjuangan panjang sekaligus gerbang awal menuju petualangan yang baru. Sampai jumpa di podium kelulusan!

FGD (ISW)

Undangan FGD, Mengawali Kerjasama IAI Rawa Aopa dengan STAI Sirojul Falah Bogor

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kolaborasi antarperguruan tinggi kini menjadi bagian dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi nasional. IAI Rawa Aopa Konawe Selatan terus berkomitmen memperluas jaringan kemitraan strategisnya di berbagai daerah. Langkah nyata kali ini diwujudkan melalui inisiasi kerja sama dengan STAI Sirojul Falah Bogor.

Sebagai momentum awal, kedua institusi sepakat untuk menggelar sebuah forum diskusi ilmiah. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) yang dirancang secara partisipatif. Pertemuan tersebut bertujuan untuk merumuskan ruang lingkup sinergi akademik yang berdampak luas.

Undangan FGD ini menandai komitmen bersama untuk bergerak menuju perguruan tinggi unggul. Melalui forum ini, para akademisi akan bertukar gagasan mengenai standar mutu kelembagaan. Kolaborasi lintas pulau ini diharapkan mampu meningkatkan daya sanding institusi di tingkat nasional.

Fokus utama diskusi akan diarahkan pada pengembangan riset bersama dan pengabdian masyarakat. Kedua kampus memiliki keunggulan lokal yang dapat saling melengkapi secara sinergis. Integrasi potensi ini menjadi modal penting untuk membangun reputasi akademik yang kompetitif.

Selain bidang penelitian, forum ini juga akan membahas peluang pertukaran mahasiswa dan dosen. Program tersebut penting untuk membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif dan dinamis. Pengalaman kolaboratif ini akan melahirkan lulusan yang memiliki daya sanding tinggi di dunia kerja.

Manajemen tata kelola berbasis digital turut menjadi agenda penting dalam pembahasan FGD ini. Penguatan sistem penjaminan mutu internal memerlukan adaptasi teknologi yang berkelanjutan dan terukur. Tata kelola yang modern menjadi prasyarat mutlak dalam mewujudkan kampus yang unggul.

Secara sosiologis, kemitraan ini menjembatani tantangan pendidikan antara kawasan barat dan timur Indonesia. Jarak geografis tidak lagi menjadi penghalang untuk saling meningkatkan kapasitas institusional. Forum FGD ini merupakan langkah strategis dalam memosisikan kedua kampus sebagai pusat keunggulan baru.

Kegiatan diskusi terpumpun ini dijadwalkan akan berlangsung dalam waktu dekat secara intensif. Seluruh pemangku kepentingan akademik dari kedua belah pihak diundang untuk berkontribusi aktif. Sinergi awal ini diharapkan menjadi fondasi kokoh untuk mencapai predikat unggul dan berdaya sanding.

Wisuda (ISW)

Panduan Persiapan Buat Wisudawan atau Wisudawati Dalam Mengikuti Wisuda 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Wisuda bukan sekadar acara seremonial memakai toga dan berfoto bersama keluarga. Momen ini adalah tanda bahwa perjalanan panjang sebagai mahasiswa telah sampai pada satu titik penting: pengakuan atas kerja keras, doa, dan perjuangan selama menempuh pendidikan. Karena itu, agar hari wisuda berjalan lancar dan tanpa hambatan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh seluruh wisudawan dan wisudawati Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan tahun 2026.

  1. Pastikan Nama Anda Sudah Terdaftar di Panitia Wisuda

Langkah pertama yang paling penting adalah memastikan nama Anda benar-benar sudah masuk dalam daftar peserta wisuda. Jangan hanya berasumsi bahwa semua proses administrasi otomatis selesai. Segera hubungi panitia wisuda untuk mengecek status pendaftaran sekaligus mendapatkan nomor urut peserta.

Nomor urut ini nantinya sangat penting karena berkaitan dengan posisi duduk, urutan pemanggilan, hingga kelancaran proses acara. Semakin cepat Anda memastikan data, semakin kecil kemungkinan terjadi kesalahan administratif di hari pelaksanaan.

  1. Siapkan Toga untuk Foto Ijazah dan Acara Wisuda

Toga bukan hanya pakaian resmi wisuda, tetapi juga simbol pencapaian akademik. Karena itu, pastikan toga sudah dipersiapkan jauh hari sebelum acara berlangsung.

Biasanya toga akan digunakan dalam dua kegiatan penting:

  • Foto ijazah dan dokumentasi resmi kampus.
  • Sesi utama acara wisuda.

Periksa kembali kelengkapan atribut seperti topi toga, medali, samir, dan ukuran pakaian agar nyaman digunakan. Jangan menunggu hari terakhir karena sering kali terjadi antrean atau keterlambatan pengambilan perlengkapan wisuda.

  1. Ambil Undangan sebagai Tanda Masuk

Undangan wisuda bukan hanya formalitas, tetapi juga menjadi tanda masuk resmi ke area acara. Oleh sebab itu, setiap peserta diwajibkan mengambil undangan dari panitia sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Selain untuk peserta, biasanya tersedia juga undangan bagi orang tua atau pendamping. Simpan undangan dengan baik dan hindari kehilangan karena hal ini bisa menyulitkan saat proses registrasi pada hari wisuda.

  1. Hadir Sehari Sebelum Wisuda untuk Mengikuti Yudisium Bersama dan Gladi Bersih

Banyak mahasiswa menganggap yudisium hanya acara tambahan. Padahal, kegiatan ini sangat penting karena menjadi bagian dari rangkaian resmi sebelum wisuda. Sekaligus juga gladi bersih, sehingga kegiatan wisuda nantinya berjalan tertib dan lancar.

Dalam yudisium, peserta biasanya akan mendapatkan:

  • Arahan teknis pelaksanaan wisuda.
  • Informasi tata tertib acara.
  • Gladi atau simulasi proses wisuda.
  • Pengumuman penting dari panitia dan pimpinan kampus.

Kehadiran sehari sebelum wisuda juga membantu peserta lebih siap secara mental dan teknis sehingga tidak bingung saat hari pelaksanaan.

  1. Selesaikan Pembayaran Biaya Dokumentasi

Momen wisuda adalah kenangan yang akan dikenang sepanjang hidup. Karena itu, dokumentasi menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Pastikan pembayaran biaya dokumentasi dilakukan melalui pengelola atau pihak resmi yang telah ditunjuk panitia.

Dokumentasi biasanya mencakup:

  • Foto resmi ijazah, wisuda dengan dua momen (pemindahan kuncir & penyerahan ijazah).
  • Album atau file digital kenangan wisuda.

Melakukan pembayaran tepat waktu akan membantu proses dokumentasi berjalan lebih tertib dan memudahkan distribusi hasil foto maupun video setelah acara selesai.

Panitia pelaksana juga memfasilitasi dokumentasi bersama keluarga, dan itu terpisah dari pembayaran biaya photo ijazah dan dokumentasi photo. Untuk keperluan ini, wisudawan atau wisudawati dapat memesan langsung di booth yang disediakan.

Penutup

Wisuda adalah puncak perjalanan akademik yang penuh perjuangan. Persiapan yang baik akan membuat momen ini menjadi pengalaman yang lebih nyaman, tertib, dan membahagiakan. Jadi, jangan menunda urusan administrasi, siapkan semua kebutuhan sejak awal, dan tetap jaga kesehatan menjelang hari besar nanti.

Selamat kepada seluruh Wisudawan dan Wisudawati Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan Tahun 2026. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama.

Profile (ISW)

Profile of Ismail Suardi Wekke, Ph.D., Vice Rector Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Ismail Suardi Wekke, Ph.D., serves as a dynamic force in modern academia, driving institutional excellence as the Vice Rector for Planning, Finance, and Personnel at Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Through his innovative integration of digital knowledge management and global partnerships, he continuously reshapes higher education to foster both academic autonomy and impactful community development.

Ismail Suardi Wekke, Ph.D.

Vice Rector for Planning, Finance, and Personnel | Director of Postgraduate Program

Ismail Suardi Wekke, Ph.D., is an academic leader, researcher, and consultant specializing in higher education management, regional development, and social innovation. Serving as the Vice Rector for Planning, Finance, and Personnel, as well as the Director of the Postgraduate Program at IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, he has been instrumental in driving institutional modernization and establishing strategic global networks.

Through an approach that bridges digital transformation with community engagement, his work redefines how modern higher education institutions operate and serve society.

Strategic Roles & Institutional Impact

1. Modernizing Higher Education Governance

At IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke champions an operational model that balances centralized operations with decentralized academic autonomy. This structural approach maximizes resource efficiency while giving individual academic departments the freedom to innovate. His governance strategies emphasize:

  • Digital Knowledge Management: Implementing cloud-based ecosystems and website-centric workflows to streamline institutional accreditation and internal operations.
  • Global Visibility: Promoting Open Science initiatives and advocating for the use of digital research identifiers (such as ORCID) to amplify the global footprint of local research.

2. Global Networks and Academic Alliances

Believing that modern universities must operate without borders, he actively fosters international partnerships across Southeast Asia and beyond. His leadership extends through multiple global designations:

  • President of BOLT (Balsamo Outreach for Learning and Teaching).
  • Research Fellow at INTI International University, Malaysia.
  • Distinguished Professor at North Bangkok University, Thailand.

These networks directly translate into tangible institutional collaborations, driving joint international conferences, student forums, and high-impact cross-border research initiatives.

3. Community-Centric Social Innovation

A core pillar of his philosophy is that higher education must serve as an active innovator within society. He frequently pioneers initiatives that transform community spaces into real-world learning laboratories, such as village-based developments and market-centered student learning hubs. By integrating Design Thinking into educational administration, he works to solve complex regional challenges while cultivating inclusive financial literacy through collaborative research partnerships.

Working Philosophy

“Higher education institutions should not exist as isolated ivory towers. True academic excellence is achieved when centralized, modern digital governance enables decentralized scholarly freedom, ultimately driving tangible innovation directly into the communities we serve.”

Asta Cita (ISW)

Pengumuman Simposium Asta Cita 2026, Penta Helix Partisipasi Pembangunan Menuju Indonesia Maju

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Dengan senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan YME, Allah SWT, kami umumkan pelaksanaan Simposium Asta Cita 2026 sebagai forum nasional yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan. Pertemuan ilmiah berskala besar ini dirancang khusus untuk merumuskan langkah taktis menuju visi Indonesia Maju. Seluruh rangkaian acara akan berfokus pada hilirisasi riset dan penyelarasan kebijakan pembangunan jangka panjang.

Tema utama yang diangkat tahun ini menekankan pentingnya implementasi kolaborasi lintas sektor yang inklusif. Gagasan tersebut dinilai sangat relevan untuk menjawab tantangan dinamika ekonomi global yang kian kompleks. Melalui integrasi pemikiran, simposium ini diharapkan mampu menghasilkan cetak biru transformasi yang adaptif.

Konsep Penta Helix dipilih sebagai roda penggerak utama dalam setiap sesi diskusi panel yang digelar. Sinergi ini menyatukan kekuatan kolektif dari unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media. Kelima pilar tersebut akan saling melengkapi untuk meruntuhkan ego sektoral dalam pembangunan nasional.

Partisipasi aktif dari seluruh elemen tersebut dinilai sangat krusial demi menciptakan inovasi yang berdampak nyata. Melalui ruang dialog yang setara, ide-ide segar dari masyarakat dapat langsung direspons oleh pembuat kebijakan. Pendekatan berbasis data ini diyakini mampu mempercepat pemerataan kesejahteraan di berbagai daerah.

Sejumlah artikel ilmiah populer dan hasil riset terapan mutakhir akan dipresentasikan secara komprehensif. Para pakar lintas disiplin ilmu dijadwalkan membedah peta jalan transformasi digital dan keberlanjutan lingkungan. Selain itu, strategi penguatan sektor pangan dan energi juga menjadi topik bahasan yang intensif.

Panitia pelaksana mengundang para peneliti, birokrat, praktisi industri, serta aktivis komunitas untuk berbagi gagasan solutif. Pendaftaran peserta dan pengumpulan abstrak karya tulis kini telah dibuka secara resmi melalui kanal daring. Proses seleksi akan dilakukan secara ketat oleh dewan penasihat ilmiah yang kompeten di bidangnya.

Rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari simposium ini nantinya akan diserahkan langsung kepada pemerintah pusat. Luaran konkret tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan ilmiah dalam menyusun regulasi yang berpihak pada publik. Dengan demikian, sains tidak hanya berhenti di laboratorium tetapi menjelma menjadi solusi konkret.

Agenda ini dijadwalkan berlangsung mulai dari pertengahan tahun di Juni 2026 secara hibrida untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Forum ini menjadi momentum emas untuk membuktikan bahwa sinergi horizontal mampu mengakselerasi kemajuan bangsa. Kehadiran seluruh elemen bangsa sangat diharapkan demi menyongsong era baru Indonesia yang mandiri.

Asta Cita (ISW)

Akselerasikan Pembangunan Nasional, IAI Rawa Aopa Matangkan Simposium Asta Cita 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus bergerak cepat dalam menginisiasi ruang strategis yang mempertemukan pemikiran akademis dengan kebijakan eksekutif. Sebagai langkah nyata, pimpinan perguruan tinggi tersebut mengadakan kunjungan dinas ke Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) serta Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama di Jakarta, Selasa (19/5/2026). 

Kunjungan ini berfokus pada koordinasi dan pematangan persiapan agenda akbar bertajuk Simposium Asta Cita 2026. Simposium ini dirancang khusus untuk menjadi wadah kolaborasi berkelanjutan antara sektor perguruan tinggi dan jajaran pemerintahan dalam mengawal program-program strategis nasional. Melalui forum ini, kontribusi pemikiran berbasis riset dari kampus diharapkan dapat langsung mengakar pada implementasi kebijakan publik.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh lagi menara gading yang berjarak dari realitas pembangunan. Menurutnya, Simposium Asta Cita 2026 didesain untuk menjembatani kepakaran para akademisi dengan kebutuhan taktis pemerintah dalam mengeksekusi visi pembangunan jangka panjang. 

Ismail juga menyampaikan bahwa sinkronisasi yang dilakukan bersama Kemensetneg dan Kementerian Agama menjadi modal penting untuk memastikan output dari simposium ini memiliki dampak kedinasan dan kenegaraan yang konkret. Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk memfasilitasi dialog yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan. 

Langkah koordinasi ke pusat pemerintahan ini, tambahnya, merupakan bukti keseriusan institusi dalam membangun ekosistem akademik yang responsif terhadap tantangan zaman serta mampu menyuplai rekomendasi kebijakan yang berbasis data ilmiah.

“Simposium ini merupakan manifesto dari tanggung jawab moral perguruan tinggi untuk mengawal agenda besar nasional secara saintifik dan aplikatif,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan di sela-sela kunjungannya di Jakarta.

Ismail juga menambahkan bahwa keterlibatan lintas kementerian menjadi kunci utama keberhasilan forum ini. “Kami mengapresiasi sambutan hangat dari pihak Kemensetneg dan Ditjen Pendis Kemenag, karena sinergi ini akan memastikan setiap pemikiran dari kampus mendarat tepat pada kebutuhan regulasi pemerintah,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, Ismail optimis forum ini akan melahirkan peta jalan kolaborasi yang kokoh. “Kami ingin memastikan bahwa Simposium Asta Cita 2026 menjadi titik balik penguatan kemitraan strategis yang nyata, di mana riset akademis bertransformasi menjadi solusi konkret bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

Pertemuan koordinasi ini diharapkan dapat memperkuat struktur kepanitiaan bersama dan mematangkan substansi materi yang akan dibahas, sehingga pelaksanaan Simposium Asta Cita 2026 mendatang mampu menghasilkan naskah akademik dan rekomendasi strategis yang aplikatif demi kemajuan bangsa.

SATU University (ISW)

Annoucement International Young Scholar Symposium on Accountancy, Management, and Business, Bandung-Andoolo; (3-5 June) 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – We are pleased to announce the International Young Scholar Symposium on Accountancy, Management, and Business. This prestigious global event brings together bright minds to share innovative research and insights.

Introduction

The International Young Scholar Symposium on Accountancy, Management, and Business is officially open for registration. This prestigious event brings together bright minds to share innovative research and insights.

A Premier Platform for Young Scholar

This symposium serves as an inspiring arena for university students and young scientists to showcase their brilliant ideas. It offers a dedicated space for the next generation of researchers to present their latest findings.

Event Details

The symposium will be hosted concurrently across two distinct locations. Sessions will take place in the vibrant cities of Bandung and Andoolo.

Conclusion: The Position of the Symposium

First and foremost, this symposium functions as a catalyst for knowledge dissemination and intellectual growth. It allows participants to exchange critical feedback and refine their research methodologies.

Additionally, the event acts as a powerful networking bridge connecting global peers and experienced mentors. These interactions help bridge the gap between academic theory and real-world business practices.

Ultimately, the symposium serves to inspire sustainable solutions for future global economic challenges. It empowers young leaders to drive meaningful change through evidence-based research.