ICERTP 2026 (ISW)

UMMA dan Dewan Pendidikan Kab Maros Persiapkan Menggelar ICERTP 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Universitas Muslim Maros bersama Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, dengan dukungan Universiti Kebangsaan Malaysia dan Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan akan menggelar kembali kegiatan International Conference on Educational Research and Teacher Practice (ICERTP) 2026.

Kegiatan yang sama, ICERTP telah dilaksanakan kali pertama, pada tahun sebelumnya dengan kehadiran mitra dari Tohoku University (Jepang), UCYP University (Malaysia), dan Necmettin Erbakan University (Turkiye).

Pelaksanaan ICERTP juga akan menyertakan sesi paralel menjadi ajang “Forum Literasi Keuangan Syariah” yang dilaksanakan bersama dengan perbankan dan juga institusi keuangan, diantaranya Bank Aladin Syariah, Koperasi Syariah Bakti Hurriyah, dan CIDES ICMI.

Komite Saintifik ICERTP, Ismail Suardi Wekke, yang juga Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, menyampaikan bahwa ini merupakan platform kerjasama yang menjadi fasilitasi Dewan Pendidikan Kab Maros bagi perguruan tinggi. “Tidak lagi sebatas perguruan tinggi di Maros saja, tetapi juga dengan perguruan tinggi regional Sulawesi Selatan,dan Asia Tenggara,” tutur Ismail.

Selanjutnya, kegiatan ICERTP akan diteruskan dengan agenda rutin yang juga menjadi wadah bagi penelitian kolaboratif. Sejak awal, ICERTP telah mendapatkan dukungan Tohoku University (Jepang) dan BOLT (mitra kolaborasi dalam pengajaran dan pembelajaran yang didirikan di Jepang).

“Terima kasih atas dukungan Universiti Kebangsaan Malaysia melalui Graduate School of Business, sehingga kegiatan ICERTP bisa terlaksana kembali tahun ini. IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, siap untuk menjadi bagian kegiatan ini dan turut menyukseskannya,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa,

Digital Thinking (ISW)

Pengumuman Workshop dan ToT Digital Thinking, Maros, 17 Maret 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Turikale – Kami mengundang pelaksana (panitia pelaksana dan panitia pengarah; dan mitra) pengabdian masyarakat untuk hadir di Maros. Acara ini akan dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2026 (14.00 – 18.30) bertempat di LPK Salewangang Indonesia, kegiatan akan diakhiri dengan buka puasa bersama dan dilanjutkan makan malam.

Fokus utama kita adalah memperkuat langkah-langkah pengabdian di lapangan. Kita akan belajar cara bekerja yang lebih efektif dan modern. Dunia saat ini sudah berubah ke arah serba digital. Pengabdian masyarakat pun tidak boleh tertinggal di belakang. Kegiatan ini bertujuan membekali Anda dengan pola pikir digital yang praktis. Anda akan belajar bagaimana teknologi mempermudah proses pemberdayaan warga.

Peserta akan dipandu memahami langkah-langkah integrasi teknologi yang tepat. Mulai dari perencanaan program hingga pelaporan hasil kerja secara sistematis. Tidak perlu khawatir dengan istilah teknis yang rumit. Semua materi akan disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipraktikkan.

Kegiatan ini didukung oleh PT. Solusi Teknologi Insani (STI) yang merupakan Google for Education partner. STI akan menjadi fasilitator dalam workshop ini, sekaligus akan menjadi mitra dalam implementasi lapangan saat kegiatan nanti. Kegiatan ini sebagai awal dalam kolaborasi antara industri, perguruan tinggi, organisasi kemahasiswaan, dan lembaga pendidikan dalam pengabdian masyarakat kolaboratif.

Sesi Training of Trainers (ToT) juga akan diadakan secara khusus. Tujuannya agar setelah kegiatan bisa mengajarkan kembali ilmu ini kepada rekan sejawat. Kita ingin menciptakan jaringan pengabdi yang melek teknologi di seluruh wilayah. Semangat kolaborasi adalah kunci utama kesuksesan acara ini.

Jangan lewatkan kesempatan berharga ini untuk meningkatkan kualitas pengabdian Anda. Mari jadikan program pengabdian kita lebih berdampak luas bagi masyarakat. Sampai jumpa di Maros untuk memulai transformasi digital bersama. Kami tunggu kehadiran dan kontribusi terbaik Anda.

Prodi Eksyar (ISW)

IAI Rawa Aopa Siap Menerima Mahasiswa Baru Program Studi Ekonomi Syariah

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyatakan kesiapannya untuk menjaring bibit unggul melalui pembukaan pendaftaran mahasiswa baru pada Program Studi Ekonomi Syariah. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan tenaga profesional yang memahami integrasi antara prinsip keterbukaan ekonomi global dengan nilai-nilai keislaman.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa persiapan sarana dan prasarana telah rampung dilakukan demi menunjang kenyamanan belajar. Ia menjelaskan bahwa pendaftaran tahun ini didesain lebih inklusif agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, prodi ini tidak hanya menawarkan teori, tetapi juga praktik keuangan sosial yang relevan dengan kebutuhan industri halal masa kini.

“Kami telah menyiapkan kurikulum yang adaptif terhadap perubahan teknologi finansial agar lulusan kami memiliki daya saing yang tinggi di pasar kerja,” ujar Ismail Suardi Wekke saat mendapatkan kabar bahwa Surat Keputusan dari Kementerian Agama telah diterima yayasan (Jakarta, 10 Maret 2026). 

Selain itu, ia menambahkan bahwa pihak kampus memberikan perhatian khusus pada pengembangan karakter mahasiswa. “Visi kami adalah mencetak sarjana ekonomi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang berlandaskan syariat,” tegasnya. 

Terkait aksesibilitas pendidikan, Ismail juga memastikan adanya kemudahan bagi pendaftar. “Pintu IAI Rawa Aopa terbuka lebar bagi seluruh calon mahasiswa yang memiliki semangat untuk memajukan ekonomi umat melalui jalur akademik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke memaparkan bahwa pihak rektorat saat ini tengah memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga keuangan syariah untuk memfasilitasi program magang mahasiswa. Hal ini sejalan dengan komitmen institusi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat lokal. 

Dengan dibukanya program ini, IAI Rawa Aopa optimis dapat berkontribusi signifikan dalam mencetak praktisi ekonomi yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi religius. “Kita siap menjadi bagian dalam ekosistem ekonomi syariah Indonesia, dan dunia muslim,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang lulusan Universiti Kebangsaan Malaysia.

Asia Tenggara (ISW)

Pengumuman: IAI Rawa Aopa Akan Siap Gelar Simposium Perguruan Tinggi Islam se-Asia Tenggara

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tengah bersiap menjadi bagian pertemuan akademisi regional dengan rencana penyelenggaraan Simposium Perguruan Tinggi Islam se-Asia Tenggara. Perhelatan akbar ini dirancang untuk memperkuat jejaring intelektual serta merumuskan arah pendidikan tinggi Islam dalam menghadapi tantangan global yang semakin dinamis.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa agenda ini selain sebagai sebuah wadah silaturahmi, juga sebuah ikhtiar besar untuk memposisikan institusi di kancah internasional. Beliau menegaskan bahwa simposium ini akan menjadi momentum bersejarah bagi IAI Rawa Aopa untuk menunjukkan dedikasinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berbasis pada nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.

“Kami berkomitmen menjadikan simposium ini sebagai jembatan kolaborasi bagi seluruh perguruan tinggi Islam di Asia Tenggara,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan di Jakarta (Selasa, 10 Maret 2026). Ia menambahkan bahwa sinergi antarlembaga pendidikan sangat krusial untuk menciptakan ekosistem akademik yang kompetitif. “Ini adalah langkah nyata kami dalam mendorong internasionalisasi kampus serta memperluas cakrawala berpikir mahasiswa dan dosen,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa persiapan teknis dan substansi materi sedang dimatangkan oleh tim internal agar acara dapat berjalan maksimal. Ia menyebutkan bahwa topik yang akan diangkat bakal menyentuh isu-isu kontemporer, mulai dari digitalisasi pendidikan hingga moderasi beragama di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, output dari pertemuan ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang berdampak luas bagi kebijakan pendidikan Islam di masa depan.

Dalam pernyataan penutup, Ismail Suardi Wekke mengajak seluruh elemen akademis untuk menyambut baik inisiatif ini sebagai peluang emas bagi daerah. “Kita ingin berpartisipasi bahwa dari Konawe Selatan, kita bisa memberikan kontribusi pemikiran yang signifikan bagi dunia Islam di Asia Tenggara,” pungkasnya penuh optimisme.

Jurnalistik (ISW)

Pesantren Jurnalistik, Amaliah Ramadhan dengan Belajar Menulis

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta –

Kegiatan Pesantren Jurnalistik menjadi kegiatan dalam mengisi agenda Amaliah Ramadhan, mengubah rutinitas ibadah menjadi lebih produktif dan kreatif. Alih-alih hanya berfokus pada hafalan teks keagamaan secara konvensional, para santri diajak untuk mengeksplorasi makna spiritualitas melalui untaian kata. 

Diprakarsai bersama Kreasi Communication dan Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, didukung oleh pelbagai media nasional, dilaksanakan kegiatan Pesantren Jurnalistik (daring). Insya Allah dilaksanakan, Ahad, 15 Maret 2026, Pukul 14.00 WIB (Jakarta).

Pesantren Jurnalistik (ISW)
Pesantren Jurnalistik (ISW)

Program ini mempertemukan kedalaman nilai-nilai Islam dengan keterampilan literasi modern, sehingga Ramadhan tidak hanya menjadi momen transformasi batin, tetapi juga ajang pengembangan kapasitas intelektual. Dalam kegiatan ini, para peserta dibekali dengan teknik dasar penulisan, mulai dari cara menentukan sudut pandang berita hingga seni merangkai opini yang berbobot. 

Belajar menulis di bulan puasa menuntut konsentrasi yang unik; di tengah rasa lapar dan dahaga, para santri dilatih untuk tetap tajam dalam berpikir dan jernih dalam menuangkan gagasan. Proses kreatif ini menjadi bentuk “tadabbur” masa kini, di mana setiap fenomena Ramadhan yang mereka lihat di sekitar dipotret ke dalam tulisan yang inspiratif dan informatif.

Selain teknik penulisan berita, Pesantren Jurnalistik juga menekankan pentingnya etika komunikasi atau adabul lisan dalam bentuk teks. Di era informasi yang serba cepat ini, santri diajarkan untuk menjadi penyaring berita bohong (hoaks) dan penebar narasi positif yang menyejukkan. Melalui bimbingan mentor, mereka memahami bahwa setiap huruf yang diketik adalah tanggung jawab moral yang harus dipertanggungjawabkan, selaras dengan semangat kejujuran yang diajarkan dalam ibadah shaum.

Hasil dari proses belajar ini biasanya dituangkan dalam bentuk karya nyata, seperti buletin Ramadhan, majalah dinding masjid, hingga konten kreatif di media sosial. Hal ini memberikan kebanggaan tersendiri bagi para santri saat melihat gagasan mereka dapat dinikmati dan bermanfaat bagi orang lain. 

Dengan menulis, pesan-pesan kebaikan yang mereka pelajari selama bulan suci tidak akan menguap begitu saja setelah Idul Fitri tiba, melainkan terdokumentasi secara abadi dan dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Pada akhirnya, Pesantren Jurnalistik dalam rangkaian Amaliah Ramadhan ini berhasil menciptakan generasi muda yang melek media dan religius secara bersamaan. 

Menulis menjadi sarana dakwah kontemporer yang sangat efektif di tangan para santri yang terampil. Dengan berakhirnya program ini, diharapkan kegemaran membaca dan menulis terus berlanjut sebagai gaya hidup, menjadikan literasi sebagai salah satu pilar utama dalam membangun peradaban Islam yang lebih maju.

Women in Science (ISW)

Pengumuman: Webinar Ramadhan “Women in Science”

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Prakarsa bersama Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan bersama Bank Syariah Nasional (Cabang kendari) melaksanakan inisiatif bersama Webinar “Women in Science”.

Bulan suci Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan sembari memperkuat nilai-nilai spiritual. Menanggapi semangat tersebut, kami dengan bangga mengundang Bapak/Ibu, rekan-rekan mahasiswa, dan pemerhati isu gender dalam dunia akademik untuk bergabung dalam Webinar Ramadhan bertajuk “Women in Science: Menyeimbangkan Intelektualitas dan Spiritualitas”. Acara ini dirancang sebagai wadah diskusi inklusif untuk merayakan peran penting perempuan dalam memajukan batas-batas ilmu pengetahuan.

Webinar ini bertujuan untuk menyoroti kontribusi luar biasa para ilmuwan perempuan dalam berbagai disiplin ilmu, mulai dari sains dasar hingga teknologi terapan. Kita akan mendengarkan kisah inspiratif tentang bagaimana mereka menavigasi tantangan di lapangan kerja yang sering kali didominasi oleh laki-laki, serta cara mereka menjaga integritas profesional di tengah tanggung jawab sosial dan domestik. 

Fokus utama kami adalah memberikan gambaran nyata bahwa keterlibatan perempuan dalam riset bukan hanya soal representasi, melainkan kebutuhan krusial untuk inovasi yang lebih beragam. Selain membahas aspek profesional, sesi ini juga akan menyentuh sisi spiritual yang relevan dengan suasana Ramadhan. Kita akan mendiskusikan bagaimana mengejar ilmu pengetahuan dipandang sebagai bentuk ibadah dan bagaimana nilai-nilai kesabaran serta ketekunan dalam riset selaras dengan esensi berpuasa. 

Para pembicara akan berbagi tips praktis mengenai manajemen waktu dan menjaga kesehatan mental agar tetap produktif selama bulan suci, sehingga peserta dapat meraih keberkahan ganda, baik secara intelektual maupun rohani. Acara ini akan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada akhir Ramadhan mendatang (Senin, 16 Maret 2026; Pukul 15.30-17.30 WITA). 

Kami telah menyiapkan panel pembicara yang terdiri dari akademisi senior, peneliti muda yang berdedikasi, serta praktisi industri yang akan dipandu oleh moderator berpengalaman. Peserta tidak hanya akan mendapatkan wawasan baru, tetapi juga kesempatan untuk memperluas jejaring profesional dan mendapatkan sertifikat elektronik sebagai apresiasi atas partisipasi aktif dalam diskusi yang mencerahkan ini.

Jangan lewatkan kesempatan berharga ini untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai peran perempuan dalam ekosistem sains global. Segera daftarkan diri Anda melalui tautan resmi yang tertera pada poster di bawah ini karena kuota peserta sangat terbatas. Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai langkah awal untuk menciptakan lingkungan akademik yang lebih setara, suportif, dan penuh berkah bagi seluruh ilmuwan di masa depan.

Nantinya, catatan dan hasil diskusi akan dipublikasikan melalui Penerbit Rawa Aopa Konawe Selatan https://penerbit.rawaaopakonsel.ac.id.

Istanbul (ISW)

Announcement: International Congress on Islamic Education, Istanbul, 5-7 November 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – We are pleased to announce the International Congress on Islamic Education, set to take place in the historic city of Istanbul from 5–7 November 2026. This landmark event will gather scholars, researchers, and educators from across the globe to explore the evolving landscape of pedagogical practices within the Islamic tradition. 

As we navigate an era of rapid technological and social change, the congress serves as a vital platform for synthesizing traditional values with modern educational demands, ensuring that Islamic education remains both authentic and relevant.

International Congress on Islamic Education: Istanbul, 5-7 November 2026

The theme for this year’s congress, “Bridging Tradition and Innovation,” focuses on how Islamic educational institutions can adapt to the digital age without compromising their foundational ethical principles. Participants will engage in deep dives into curriculum development, the role of artificial intelligence in the classroom, and the promotion of critical thinking within a faith-based framework. 

By fostering a dialogue between classical scholarship and contemporary science, we aim to provide a roadmap for nurturing holistic individuals who are equipped to contribute positively to global society.

Istanbul, a city that has served as a bridge between East and West for centuries, provides the perfect backdrop for this intellectual exchange. The venue will host a variety of keynote speeches, panel discussions, and interactive workshops designed to spark collaboration and cross-cultural understanding. Attendees will have the unique opportunity to network with leading figures in the field, share their latest research findings, and observe firsthand the diverse educational models currently being implemented in different Muslim-majority countries and minority contexts.

Key Areas of Focus

  • Curriculum Reform: Integrating STEM and the humanities into Islamic schools.
  • Ethics in Technology: Addressing the challenges of AI and social media in student life.
  • Teacher Training: Enhancing the pedagogical skills of educators in Madrasas and universities.
  • Identity Construction: Supporting youth in developing a confident identity in a globalized world.

We invite researchers and practitioners to submit their abstracts for presentation by June 30, 2026. Submissions may cover a wide range of topics, including historical perspectives on Islamic pedagogy, case studies on innovative school systems, or theoretical frameworks for moral education. All accepted papers will be published in the official congress proceedings, and selected works will be considered for a special edition of the International Journal of Islamic Educational Research.

Registration will be opened soon, with early-bird discounts available until the end of August. We encourage all who are passionate about the future of learning to join us in Istanbul for these three days of rigorous academic inquiry and spiritual reflection. Together, we can shape an educational future that honors our rich heritage while embracing the possibilities of tomorrow. We look forward to welcoming you to the heart of the world in November 2026.

ASEAN Symposium (ISW)

Announcement of ASEAN Symposium on Higher Education

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – The SEAAM and Institut Agam Islam Rawa Aopa Konawe Selatan has officially announced the upcoming ASEAN Symposium on Higher Education, scheduled to take place from September 24 to 25, 2026, in Jakarta, Indonesia. This landmark event aims to gather education practitioners, university rectors, and regional stakeholders to address the evolving landscape of tertiary education within the bloc. Under the overarching theme of “Digital Transformation, Sustainability, and Regional Harmonization,” the symposium serves as a critical platform for aligning national educational goals with the broader ASEAN Community Vision.

A primary focus of the 2026 symposium is the acceleration of the ASEAN Higher Education Space, a regional initiative designed to foster a more integrated and “borderless” academic environment. Discussions will center on the implementation of the ASEAN GEMS (Global Exchange for Mobility & Scholarship) platform, which seeks to simplify credit transfers and increase talent mobility for students and faculty across the ten member states. By standardizing quality assurance frameworks, the symposium intends to ensure that degrees earned in one ASEAN nation are recognized and valued throughout the entire region.

In response to the rapid rise of Artificial Intelligence and digital tools, a significant portion of the symposium will be dedicated to digital inclusivity. Leaders will explore strategies to bridge the digital divide that persists between urban centers and rural communities, ensuring that technology-enhanced personalized learning is accessible to all. The announcement highlights the importance of “future-ready” graduates, emphasizing that higher education must evolve to meet the shifting demands of the global labor market while maintaining the cultural identity and values unique to Southeast Asia.

Sustainability also takes center stage, with sessions planned to discuss how universities can lead the transition toward a green economy. The symposium will facilitate “mini-lateral” cooperation, encouraging partnerships between universities, industries, and governments to fund research on climate resilience and renewable energy. By integrating Sustainable Development Goals (SDGs) into the core curriculum, ASEAN aims to empower the next generation of leaders to tackle environmental challenges through innovation and regional solidarity.

The event concludes a series of preparatory policy dialogues and reflects the collective commitment of member states to build a resilient and competitive educational sector. As the Philippines prepares to host this gathering, the symposium is expected to culminate in the adoption of new strategic roadmaps that will guide regional education policy through 2030. This announcement reinforces the notion that higher education is not merely an academic pursuit but a fundamental pillar for the socio-economic growth and stability of the ASEAN region.

Fostering Colaboration (ISW)

IPRC 2026, Fostering Collaboration with 4 Countries

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – The 2026 International Postgraduate Research Conference (IPRC 2026) is set to be a landmark event for interdisciplinary academic exchange. Hosted by Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) on April 27-28, 2026, the conference theme is “Advancing Innovation through Interdisciplinary Collaboration: Transparency, Policy, and Political Discourse.”

Indeed, closely related series — the 2026 IPRC — is being co-organized by Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan and Institut Bisnis dan Keuangan Nitro (Makassar).

These platforms are specifically designed to bridge the gap between young researchers and established scholars across Asia and Eurasia, with a heavy emphasis on regional synergy between Japan, Thailand, Turkiye, and Malaysia.

Country Contributions & Collaborative Highlights

The following table outlines how these key nations are contributing to the 2026 research landscape and their specific collaborative links within the IPRC framework:

Country Key Research Contributions Collaborative Focus for 2026
Japan Interdisciplinary studies, language education, disaster mitigation, and human security Human Capital Exchange: Through programs like Wartec, Japan is funding the exchange of researchers.
Thailand Behavioral Sciences: Specialized in the intersection of indigenous wisdom and modern technology to enhance human well-being. Co-Hosting & Tradition: As a strategic partner of the IPRC colloquium series, Thailand (ALPS) provides the historical and structural backbone for the event.
Turkiye Public Policy & Governance: Focus on political discourse, transparency, and the socioeconomic impact of interdisciplinary research. Eurasian Bridge: Turkiye acts as a key contributor to the 2026 theme of “Policy and Political Discourse,” bringing Mediterranean and European academic perspectives to the Asian forum.
Malaysia Multidisciplinary Innovation: Strong focus on digital transformation, STEM, and sustainable “Green Technology” research. Regional Hub: Hosting major pitch events (e.g., Malaysia-Japan Fast Track Pitch) that align with IPRC goals to turn postgraduate research into industry solutions.

Key Thematic Pillars for 2026

The collaboration between these four nations at IPRC 2026 centers on three primary pillars:

  1. Interdisciplinary Innovation: Moving beyond “siloed” research. For example, combining Japan’s AI expertise with Thailand’s behavioral research to create more human-centric technology.
  2. Sustainability & Policy: Turkiye and Malaysia are leading discussions on how academic transparency can influence government policy, particularly in “Green Tech” and environmental governance.
  3. Digital Inclusion: Ensuring that the rapid advancement of technology in Japan and Malaysia does not leave behind the cultural and social values emphasized by researchers in Thailand and Turkiye.

Note for Researchers: Full paper submissions for the main IPRC 2026 conference open from January 2, 2026 to March 26, 2026, with a deadline of April 15, 2026.

AI (ISW)

International Seminar, Understanding AI and The Contemporary IT Development; Yogyakarta-Makassar-Andoolo (hybrid), 2-4 March 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan with a kind collaborative host from STEBI Al Muhsin Yogyakarta and Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam HMI Cabang Makassar Timur will conduct International Seminar.

The seminar will be run from Yogyakarta-Makassar-Andoolo (hybrid). The seminar gain a support from Universitas Jakarta, DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia, HMI Cabang Konawe Selatan, and Forum Anggota Mahasiswa Persatuan Insinyur Indonesia (FAM PII) Universitas Hasanuddin.