IMG-20260714-WA0008

Kerja Sama Akademik RI-India Diharapkan Meningkat Saat Kunjungan PM India

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Kunjungan resmi Perdana Menteri India ke Indonesia dinilai menjadi momentum krusial bagi sektor pendidikan tinggi di tanah air. Kalangan akademisi berharap momentum diplomasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mempertahankan sekaligus memperluas jaringan kerja sama akademik antara kedua negara yang telah terjalin erat selama ini.

Apresiasi dan sambutan hangat datang dari berbagai tokoh pendidikan, salah satunya Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke. Ia menilai kehadiran pemimpin pemerintahan India tersebut membawa angin segar bagi masa depan kolaborasi riset dan kebudayaan.

“Kami menyampaikan selamat datang yang sehangat-hangatnya kepada Perdana Menteri India di Indonesia. Kehadiran beliau adalah simbol kedekatan historis dan intelektual yang harus kita rawat bersama,” ujar Ismail Suardi Wekke saat dihubungi pada Selasa (14/7/2026).

Ismail menambahkan bahwa institusinya berkomitmen penuh untuk menjaga hubungan baik yang sudah terbangun. Dirinya menegaskan kesediaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk mempertahankan serta meningkatkan volume kerja sama, baik dalam bentuk pertukaran mahasiswa maupun kolaborasi riset keagamaan dan sains.

Menurut Ismail, perguruan tinggi di Indonesia harus bergerak aktif menjemput peluang ini. Sinergi dengan India dinilai sangat strategis mengingat negara tersebut memiliki perkembangan teknologi dan akademik yang sangat pesat.

“India adalah mitra strategis dalam dunia pendidikan global. Oleh karena itu, momentum kunjungan ini harus dimanfaatkan oleh perguruan tinggi di Indonesia untuk mereaktualisasi berbagai nota kesepahaman yang sempat tertunda,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia menyatakan bahwa hubungan bilateral di bidang pendidikan tinggi sering kali menjadi fondasi kuat bagi kerja sama ekonomi dan politik jangka panjang. Pihaknya menilai, beasiswa dari pemerintah India, seperti skema Indian Council for Cultural Relations (ICCR), terbukti telah mencetak banyak akademisi andal di Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga dilaporkan tengah mempersiapkan beberapa kesepakatan baru. Kerja sama tersebut diproyeksikan berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan digitalisasi kurikulum.

Menutup keterangannya, Ismail Suardi Wekke kembali menekankan pentingnya implementasi nyata pascakunjungan kenegaraan ini agar tidak berhenti di atas kertas saja. “Kami berharap kerja sama ke depan tidak sekadar seremonial. Harus ada implementasi nyata berupa joint research dan pengabdian masyarakat internasional yang berdampak langsung bagi kedua negara,” pungkas Ismail.

IMG-20260714-WA0003

Binus Business School Gelar Workshop Bersama IAI Rawa Aopa, Wujud Nyata Implementasi LoI

Rawaaopakonsel.ac.id, Tangerang – Dalam rangka menyambut perhelatan konferensi internasional, Binus Business School menggelar workshop khusus sebagai bagian dari rangkaian pre-conference. Acara strategis ini dijadwalkan berlangsung di Kampus Binus University Alam Sutera, Tangerang, pada Selasa, 14 Juli 2026.

Workshop ini menghadirkan akademisi, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., yang bertindak sebagai narasumber. Selain mengemban amanah sebagai Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, ia juga aktif sebagai Editor IGI Publisher serta tugas Distinguished Professor di North Bangkok University, Thailand. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan cakrawala baru bagi para peserta dalam memetakan riset kontemporer.
Penyelenggaraan workshop ini agenda akademik, juga wujud nyata dari komitmen kolaborasi yang telah dibangun sebelumnya. Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dari komitmen tertulis yang telah disepakati kedua belah pihak.

“Workshop hari ini merupakan implementasi nyata dari Letter of Intent (LoI) yang sudah ditandatangani antara Binus University dengan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan beberapa waktu lalu,” ujar Ismail di sela-sela persiapan acara. Lebih lanjut, Ismail menyampaikan pandangannya mengenai esensi dari kemitraan akademis yang sehat.

Ia menyatakan rasa apresiasi dan kesyukuran yang mendalam karena kerja sama ini dapat terus berlangsung secara berkelanjutan melalui platform konferensi yang inklusif. Menurutnya, keberlanjutan adalah kunci utama dalam membangun ekosistem akademik yang berdampak luas.

Sebagai editor jurnal dan akademisi, Ismail juga menyoroti pentingnya aksesibilitas ilmiah bagi seluruh lapisan akademisi. Ia menjelaskan bahwa forum-forum ilmiah global sudah semestinya meruntuhkan sekat eksklusivitas agar para peneliti dari berbagai daerah, termasuk Indonesia Timur, dapat saling bertukar gagasan secara setara.

“Kita memerlukan ruang-ruang akademik yang inklusif, di mana kolaborasi riset tidak lagi memandang batasan geografis institusi, melainkan fokus pada kualitas kontribusi ilmiah yang dihasilkan,” tegas Distinguished Professor North Bangkok University tersebut.

Di sisi lain, pihak Binus Business School menyambut baik sinergi ini. Workshop pre-conference ini dirancang khusus untuk membekali para peserta baik dosen maupun peneliti muda dengan metodologi mutakhir serta strategi publikasi di jurnal internasional bereputasi.

Menutup pemaparannya, Ismail berharap agar momentum workshop di Kampus Alam Sutera ini memicu lahirnya proyek riset bersama (joint research) yang lebih masif ke depan. Ia mengutarakan harapannya agar luaran dari workshop ini tidak berhenti pada dokumen presensi saja, melainkan bermuara pada publikasi kolaboratif yang diakui dunia.

“Saya berharap sinergi ini terus bergulir. Setelah workshop ini, target kita adalah melahirkan publikasi-publikasi berkualitas yang mampu menjawab tantangan bisnis dan sosial di tingkat global,” pungkas Ismail optimis.

Dengan terlaksananya workshop ini, hubungan kelembagaan antara Binus University dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan semakin solid, sekaligus menegaskan peran aktif keduanya dalam penguatan dampak pendidikan tinggi Indonesia.