Workshop (ISW)

Pasca ICOSBE 2026, Kolaborasi Binus Business School Berlanjut Dengan IAI Rawa Aopa

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo — Momentum usainya perhelatan International Conference on Sustainable Business and Entrepreneurship (ICOSBE) 2026 tidak lantas menyurutkan langkah sinergi antarperguruan tinggi. Binus Business School resmi melanjutkan kolaborasi strategisnya dengan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melalui gelaran Workshop Penerbitan Publikasi Pasca-Konferensi pada Senin (20/7/2026) yang dilaksanakan daring.

Kegiatan akademis yang berfokus pada pendampingan konversi makalah ilmiah menjadi bab buku berstandar internasional (book chapter) tersebut dipandu langsung oleh Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, yang bertindak sebagai moderator.

Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa forum ilmiah ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan dalam memperkuat tradisi riset di lingkungan perguruan tinggi swasta dan keagamaan.

“Kami ingin memastikan bahwa karya ilmiah yang dipresentasikan dalam ICOSBE 2026 tidak berhenti sebagai dokumen konferensi saja, melainkan berlanjut hingga menjadi karya kolektif berupa book chapter yang terindeks dan dapat diakses oleh publik global,” tegas Ismail usai kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail turut menegaskan pentingnya membangun ekosistem kolaborasi lintas kampus untuk mendongkrak reputasi akademis nasional.

“Kemitraan antara Binus Business School dan IAI Rawa Aopa adalah bukti konkret bahwa batas geografis dan bentuk kelembagaan bukan penghalang untuk melahirkan karya riset bereputasi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa luaran dari pelatihan ini dirancang khusus untuk memberi dampak langsung pada peningkatan rekam jejak publikasi para dosen dan peneliti.

“Melalui pendampingan terstruktur ini, kami menargetkan luaran berupa naskah berkualitas tinggi yang siap dipublikasikan oleh penerbit bereputasi internasional dalam kurun waktu dekat,” tambahnya.

Selain memberikan pernyataan secara langsung, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan gambaran teknis serta arah kebijakan dari kemitraan strategis ini. Ia mengungkapkan bahwa workshop konversi makalah ini dirancang untuk membantu para peneliti dalam menyusun argumentasi ilmiah yang lebih mendalam dan sesuai dengan standar penerbitan buku akademik global.

Lebih lanjut, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa tersebut menyebutkan bahwa kolaborasi pasca-ICOSBE 2026 ini akan dijadikan sebagai pilar utama dalam memperkuat program riset kolaboratif antara IAI Rawa Aopa dan mitra jejaring nasional maupun internasional. Ismail menggarisbawahi bahwa sinergi seperti ini penting untuk terus dirawat agar akademisi dari daerah memiliki ruang dan kesempatan yang sejajar di panggung karya ilmiah global.

Workshop yang berlangsung interaktif ini diisi dengan pemaparan strategi penyuntingan naskah, penyesuaian gaya selingkung penerbit internasional, hingga tips menembus penerbit berpenghargaan global. Sinergi ini diharapkan menjadi model kerja sama berkelanjutan dalam pengembangan kapasitas publikasi ilmiah di Indonesia.

Binus (ISW)

Rintisan Kerjasama dengan BINUS University, Memenuhi Undangan Diskusi Terpumpun Penerbitan Buku

Rawaaopakonsel.ac.id, Bombana — Kolaborasi antar-perguruan tinggi kini tidak lagi sekadar dokumen formal di atas kertas, melainkan langkah taktis untuk mempercepat penyebaran ilmu pengetahuan. Menyadari urgensi tersebut, rintisan kerja sama strategis mulai dijajaki bersama Universitas Bina Nusantara (BINUS University). Langkah awal ini diwujudkan dengan menghadiri undangan Diskusi Terpumpun (Focus Group Discussion) yang berfokus pada pengembangan dan penerbitan buku ilmiah di Makassar.

Pertemuan ini menjadi jembatan penting untuk menyatukan visi akademik kedua institusi, khususnya dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi literatur yang berdaya saing global.

Membuka Kran Publikasi Lewat Diskusi Terpumpun

Diskusi terpumpun ini, juga sebuah ikhtiar ilmiah untuk memetakan potensi penulisan buku yang berbasis pada hasil riset terkini. Konsep kolaborasi yang digagas mengedepankan integrasi kepakaran. BINUS University, dengan reputasi global dan ekosistem digitalnya yang mapan, menjadi mitra strategis yang sangat potensial dalam mendorong hilirisasi riset menjadi bahan bacaan berkualitas.

Sinergi Akademik: penerbitan hasil riset menjadi buku populer-ilmiah adalah kunci agar hasil penelitian tidak mandek di perpustakaan, melainkan mampu mengedukasi masyarakat luas dan menjadi rujukan industri.

Dalam diskusi tersebut, dibahas berbagai peluang kerja sama, mulai dari joint writing (penulisan bersama), pendampingan sitasi, hingga pemanfaatan platform penerbitan yang memiliki jangkauan indeksasi luas. Fokus utama diarahkan pada penerbitan buku-buku interdisipliner yang mampu menjawab tantangan zaman, seperti tata kelola digital, literasi keuangan, dan inovasi sosial berbasis masyarakat.

Dampak Strategis Kemitraan

Dari perspektif ilmiah populer, kerja sama ini membawa dampak multi-dimensi bagi penguatan institusi:

Dimensi Kerja Sama Target Capaian Manfaat Nyata
Penerbitan Buku Monograf dan Buku Ajar Interdisipliner Meningkatkan angka publikasi bermutu dan memperkaya khazanah literasi.
Transfer Teknologi Pemanfaatan Ekosistem Digital Mempercepat adaptasi tata kelola knowledge management berbasis teknologi cloud.
Visibilitas Global Diseminasi Riset Bersama Menaikkan reputasi akademik institusi di kancah nasional maupun internasional.

Melalui rintisan kemitraan ini, proses transfer pengetahuan (knowledge transfer) diharapkan dapat berjalan lebih cepat. Buku yang dihasilkan nantinya tidak hanya ditujukan untuk konsumsi mahasiswa di ruang kelas, tetapi juga dirancang agar mudah dicerna oleh para praktisi, pembuat kebijakan, dan masyarakat umum selaku penerima manfaat inovasi.

Langkah awal yang diinisiasi lewat diskusi terpumpun ini menjadi fondasi kokoh bagi penandatanganan komitmen formal di masa depan. Semangatnya jelas: bergerak bersama, menulis bersama, dan mencerahkan bangsa melalui literasi yang kuat.

Asera (ISW)

Integrasi Pembelajaran dengan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Asera, Konawe Utara

Rawaaopakonsel.ac.id, Asera – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat langkah strategisnya dalam pengembangan institusi melalui penguatan integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam kunjungan kerja yang dilaksanakan di wilayah Asera, Konawe Utara, kampus ini menekankan pentingnya menyatukan aspek pembelajaran di kelas dengan kegiatan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat agar dampak kehadiran akademisi dapat dirasakan langsung oleh warga lokal (Asera, Minggu, 10 Mei 2026).

Upaya ini dipandang sebagai langkah konkret dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi saat ini yang menuntut adanya relevansi antara teori akademik dengan kebutuhan praktis di lapangan. Dengan menjadikan Asera sebagai salah satu pusat kegiatan integratif, IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan keterampilan riset yang mumpuni.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan komitmen lembaga dalam mendukung penuh inisiatif ini. Menurutnya, integrasi ini merupakan kunci bagi perguruan tinggi untuk bertransformasi menjadi lembaga yang lebih produktif dan inovatif.

“Kegiatan di Asera ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari desain besar kami untuk memastikan bahwa setiap dosen dan mahasiswa mampu menerjemahkan hasil penelitian mereka ke dalam bentuk pengabdian yang solutif bagi masyarakat,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan di lokasi kegiatan.

Beliau juga menambahkan bahwa manajemen universitas telah menyiapkan alokasi sumber daya yang memadai untuk mendukung program-program lintas disiplin di Konawe Utara. Ismail menyatakan, “Kami telah merancang skema pendanaan dan dukungan sumber daya manusia yang terfokus agar integrasi pembelajaran dan pengabdian ini memiliki keberlanjutan serta standar mutu yang terjaga secara konsisten.”

Lebih lanjut, Ismail menekankan bahwa kolaborasi ini juga berfungsi sebagai laboratorium hidup bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi mereka secara riil. “Saya sangat berharap pola integrasi ini menjadi model percontohan bagi wilayah lain, di mana kampus hadir sebagai penyulut inovasi di tingkat pedesaan melalui riset-riset yang aplikatif,” tegasnya menutup pernyataan.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke secara tidak langsung menjelaskan bahwa penyelarasan antara kurikulum akademik dan fenomena sosial di Asera akan membantu mempercepat pencapaian akreditasi institusi yang unggul. Beliau menyampaikan bahwa data yang dikumpulkan melalui riset di lapangan harus segera dikonversi menjadi bahan ajar yang kontekstual bagi mahasiswa. Selain itu, Ismail menggarisbawahi bahwa efektivitas tata kelola keuangan kampus saat ini diarahkan untuk mendukung mobilitas dosen dalam menjalankan pengabdian masyarakat yang berbasis pada temuan-temuan ilmiah terbaru.

Ismail juga memberikan pandangan bahwa sinergi antara pihak kampus dan pemerintah daerah di Konawe Utara menjadi fondasi penting bagi keberhasilan program ini. Beliau menekankan perlunya keterbukaan akses informasi dan kemitraan strategis agar setiap rekomendasi dari hasil penelitian perguruan tinggi dapat diimplementasikan menjadi kebijakan publik yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Asera secara luas.

Langkah integrasi ini diharapkan mampu membawa IAI Rawa Aopa menjadi pelopor dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis wilayah di Sulawesi Tenggara. Dengan semangat kolaborasi, kegiatan di Asera ini menandai babak baru bagi kampus dalam mengoptimalkan peran intelektual demi kemajuan daerah.

Sultan Hasanuddin (ISW)

Perkuat Peran Regional di Sulawesi, IAI Rawa Aopa Ajukan Kemitraan Dengan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan berupaya memperkokoh eksistensinya di level regional Sulawesi dengan menginisiasi kemitraan strategis bersama pengelola Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Langkah ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan penyelenggaraan Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation (SHFRI) yang baru-baru ini digelar di lokasi yang sama, sebagai upaya mendekatkan dunia akademik dengan sektor layanan publik dan industri transportasi udara.

“Kita sementara menyiapkan sebuah kegiatan kolaboratif Celebes Summit on Education and Culture, yang diusulkan untuk dilaksanakan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin,” kata Ismail Suardi Wekke di Kampus Lamooso, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan usai mengikuti pertemuan koordinasi pimpinan dan yayasan.

Upaya penguatan peran regional ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa institusi pendidikan tinggi tidak hanya berfokus pada kegiatan internal kampus, tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi di fasilitas publik berskala internasional. Kehadiran forum riset tersebut membuktikan bahwa sinergi antara akademisi dan pengelola infrastruktur vital mampu melahirkan gagasan-gagasan segar bagi pembangunan wilayah di Indonesia Timur.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah bagian dari peta jalan besar institusi dalam memperluas kemitraan luar daerah. Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa Bandara Sultan Hasanuddin merupakan gerbang utama yang sangat strategis untuk mengimplementasikan hasil riset terapan secara nyata. Beliau juga menambahkan bahwa melalui kemitraan resmi yang diajukan ini, kedua belah pihak akan memiliki payung hukum yang kuat untuk menjalankan program-program inovasi berkelanjutan di masa depan.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke menjelaskan lebih lanjut mengenai visi besar di balik kerja sama ini. “Kami melihat Bandara Internasional Sultan Hasanuddin bukan sekadar tempat pemberangkatan dan kedatangan penumpang, melainkan ruang interaksi global yang membutuhkan sentuhan riset serta inovasi agar pelayanannya semakin unggul,” ujar Ismail. 

Ia juga menyampaikan antusiasmenya terhadap respon positif dari pihak pengelola bandara. “Langkah pengajuan kemitraan ini adalah wujud nyata IAI Rawa Aopa untuk keluar dari zona nyaman dan memberikan kontribusi langsung pada peningkatan kualitas ekosistem transportasi di Sulawesi,” tegasnya. 

Terkait kesuksesan forum yang telah berjalan, Ismail menekankan pentingnya tindak lanjut yang konkret. “Keberhasilan Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation kemarin hanyalah awal, dan kami berkomitmen agar gagasan yang lahir di sana segera bertransformasi menjadi aksi kolaboratif yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

Pihak universitas berharap dengan adanya penguatan peran ini, IAI Rawa Aopa dapat menjadi mitra utama bagi pengelola bandara dalam hal pengembangan sumber daya manusia maupun tata kelola berbasis pengetahuan. Ismail Suardi Wekke meyakini bahwa keterlibatan kampus dalam sektor strategis seperti penerbangan akan meningkatkan daya saing lulusan serta relevansi penelitian yang dilakukan oleh para dosen. 

Sinergi ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan, mengingat posisi Bandara Sultan Hasanuddin sebagai hub utama di wilayah timur Indonesia. “Terima kasih kepada pihak otoritas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang telah memberikan kesempatan untuk berkolaborasi dan juga mengembangkan ekosistem pendidikan melalui konektivitas bandara,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Ujian Skripsi (ISW)

Matangkan Persiapan Wisuda, IAI Rawa Aopa Gelar Ujian Skripsi

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa mempertahankan akselerasi akademik bagi para mahasiswa tingkat akhir. Sebagai langkah menuju prosesi wisuda yang dijadwalkan dalam waktu dekat, kampus hijau ini resmi menggelar rangkaian ujian skripsi atau munaqasyah bagi puluhan mahasiswa dari berbagai program studi (Sabtu, 9 Mei 2026).

Pelaksanaan ujian ini menjadi momentum penting dalam memvalidasi kompetensi intelektual mahasiswa sebelum menyandang gelar sarjana. Suasana khidmat menyelimuti ruang-ruang ujian, di mana para peserta mempresentasikan hasil penelitian mereka di hadapan dewan penguji.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah rutinitas akademik administratif. Beliau menyampaikan bahwa ujian ini adalah muara dari seluruh proses akademik yang telah ditempuh mahasiswa selama bertahun-tahun di bangku perkuliahan.

Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa pelaksanaan munaqasyah kali ini dilakukan dengan standar evaluasi yang ketat guna menjamin kualitas lulusan yang berdaya saing. Menurutnya, pihak rektorat berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap karya ilmiah yang diujikan memiliki kontribusi nyata, baik secara teoritis maupun praktis bagi masyarakat luas. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kelancaran ujian skripsi ini menjadi indikator kesiapan institusi dalam menyelenggarakan wisuda akbar yang akan menjadi tonggak sejarah baru bagi kampus.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke juga memberikan motivasi langsung kepada para peserta ujian agar tetap tenang dan percaya diri. “Ujian skripsi ini adalah ruang bagi kalian untuk membuktikan integritas akademik dan ketajaman berpikir yang telah diasah selama di IAI Rawa Aopa,” ujarnya saat meninjau lokasi ujian.

Ia juga menekankan pentingnya akurasi data dalam setiap naskah yang dipresentasikan mahasiswa. “Kami ingin memastikan bahwa setiap lulusan IAI Rawa Aopa memiliki standar penulisan karya ilmiah yang mumpuni dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral maupun intelektual,” tegas Ismail. Selain itu, ia menyampaikan harapan besarnya terhadap masa depan para calon wisudawan. “Segera selesaikan seluruh revisi pasca-ujian agar proses administrasi menuju wisuda tidak terhambat dan kalian bisa segera mengabdi di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Dengan tuntasnya gelaran ujian skripsi ini, IAI Rawa Aopa kini memfokuskan seluruh sumber daya untuk mematangkan persiapan teknis wisuda. Langkah ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kesiapan mental dalam menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.

IMG-20260428-WA0035

Kampus Nitro Jadi Tuan Rumah ICon-FiBank, Pererat Kerja Sama Akademik Lintas Benua

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Upaya memperkuat sinergi akademik lintas benua kembali ditegaskan dalam pembukaan International Conference on Finance and Banking (ICon-FiBank) yang berlangsung di Kampus Nitro, Makassar. Perhelatan bergengsi yang digelar secara hibrida pada 27-28 April 2026 ini mempertemukan para akademisi dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi ternama di Asia dan Eropa guna mendiskusikan transformasi sektor keuangan global.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan Pendidikan Fajar Ujungpandang, Dr. Ridwan Arif. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi internasional sebagai kunci bagi perguruan tinggi lokal untuk tetap relevan di tengah dinamika ekonomi global yang kian kompleks.

Kehadiran delegasi dari luar negeri, seperti Thailand, Turkiye, Jepang, dan Malaysia, menjadi bukti nyata bahwa Makassar telah menjadi titik temu strategis bagi diskursus intelektual di bidang perbankan dan keuangan.
Partisipasi institusi dalam negeri pun tidak kalah signifikan. Selain tuan rumah, tercatat delegasi dari Binus University dan mitra perguruan tinggi lainnya di Makassar turut hadir secara luring.

Salah satu keikutsertaan perguruan tinggi dalam konferensi ini IAI Rawa Aopa yang dihadiri Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Kehadiran beliau mempertegas komitmen institusi pendidikan di daerah untuk terlibat aktif dalam level internasional.

Dalam sebuah sesi diskusi, Ismail Suardi Wekke secara lugas menyatakan dukungannya terhadap forum ini. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan standar akademik nasional.

“Pertemuan lintas negara ini adalah jembatan bagi kita untuk menyelaraskan kurikulum dan riset keuangan dengan standar global yang berlaku saat ini,” ungkap Ismail.

Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa keterlibatan IAI Rawa Aopa merupakan bentuk nyata dari upaya kampus daerah untuk melakukan internasionalisasi demi mutu lulusan yang kompetitif. Menurutnya, ICon-FiBank dan IPRC menjadi momentum yang sangat tepat bagi setiap peserta untuk memperluas jejaring profesional yang melampaui batas-batas geografis negara.

Melanjutkan pandangannya secara lebih mendalam, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa integrasi antara perguruan tinggi di Asia dan Eropa akan membawa perspektif baru bagi pengembangan ekonomi syariah dan keuangan digital di Indonesia. Beliau berpendapat bahwa transfer pengetahuan yang terjadi selama dua hari ini akan memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan kebijakan keuangan di kampus masing-masing.

Lebih jauh, beliau meyakini bahwa kolaborasi semacam ini akan mempercepat proses transformasi digital di sektor perbankan nasional melalui adopsi praktik-praktik terbaik dari mitra luar negeri. Penyelenggaraan ICon-FiBank di Kampus Nitro ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi strategis yang aplikatif.

Dengan format hibrida, konferensi ini berhasil memfasilitasi dialog yang intens antara peserta yang hadir langsung di Makassar dengan para ahli yang terhubung secara daring dari berbagai belahan dunia, memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam ekosistem pendidikan tinggi di tingkat global.

Ponorogo (ISW)

Mulai Dengan Pelaksanaan Kegiatan Ngaji Artikel, IAI Rawa Aopa dan UIN Ponorogo Kini Tandatangani MoU dan MoA

Rawaaopakonsel.ac.id, Ponorogo –

Ponorogo – Mengawali langkah dengan kegiatan bernuansa akademik-religius melalui “Ngaji Artikel” selama bulan suci Ramadhan, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan kini memperkuat sinergi institusionalnya dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), serta Implementation Agreement (IA) yang berlangsung di Gedung Rektorat UIN Ponorogo pada Rabu, 22 April 2026.

Rangkaian acara ini tidak sekadar menjadi seremoni formalitas birokrasi. Setelah prosesi penandatanganan dokumen kerja sama usai, agenda langsung dilanjutkan dengan sesi Sharing Session yang melibatkan jajaran pimpinan dan staf akademika dari kedua belah pihak. 

Diskusi tersebut membahas berbagai peluang kolaborasi di bidang penelitian, pengabdian masyarakat, hingga pengembangan jurnal ilmiah yang sebelumnya telah diinisiasi melalui program Ngaji Artikel. “Salah satu bentuk pelaksanaan kegiatan yaitu perhelatan ICIS 2026 yang akan datang” ungkap Ismail Suardi Wekke.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa penandatanganan ini merupakan bentuk komitmen serius dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi Islam di wilayah Sulawesi Tenggara. Beliau menjelaskan bahwa kerja sama ini sengaja dirancang agar tidak berhenti pada dokumen di atas kertas saja, melainkan langsung menyentuh aspek teknis pelaksanaan kegiatan akademik. 

Ismail juga menambahkan bahwa pemilihan UIN Ponorogo sebagai mitra strategis didasari oleh kesamaan visi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul sekaligus memiliki kedalaman ilmu keislaman yang moderat. Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya keberlanjutan program. 

“Kerja sama ini adalah jembatan emas bagi kami untuk mengakselerasi kualitas publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa melalui pendampingan intensif dari para pakar di UIN Ponorogo,” tegas Ismail. 

Ia juga menyampaikan bahwa momentum Ramadhan dengan kegiatan Ngaji Artikel telah menjadi fondasi spiritual dan intelektual yang sangat baik sebelum kedua lembaga ini melangkah lebih jauh. Di akhir pernyataannya, Ismail menekankan, 

“Kami berharap implementasi dari MoA dan IA ini segera melahirkan karya-karya akademik yang berdampak luas, tidak hanya bagi kampus namun juga bagi masyarakat di Konawe Selatan.”

Kehadiran Pimpinan IAI Rawa Aopa di Bumi Reog ini disambut hangat oleh pimpinan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem akademik yang lebih dinamis, di mana pertukaran ide dan riset kolaboratif menjadi motor penggerak utama dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan di masa depan.

UIN Ponorogo (ISW)

Kerjasama UIN Ponorogo dengan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan: Dari Pelaksanaan Kegiatan ke Penandatanganan MoU

Rawaaopakonsel.ac.id, Ponorogo – Sinergi strategis dalam pengembangan tridharma perguruan tinggi kembali terwujud melalui kesepakatan kerjasama antara Universitas Islam Negeri (UIN) Ponorogo dengan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Langkah formal ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kolaborasi produktif yang telah diinisiasi sejak bulan suci Ramadhan lalu melalui kegiatan peningkatan kapasitas akademik bagi sivitas akademika.

Sebelum kesepakatan ini diresmikan dalam dokumen hukum, kedua belah pihak telah sukses menyelenggarakan program “Ngaji Penulisan Artikel” yang dilaksanakan sebanyak empat pertemuan secara daring. Antusiasme peserta dalam mendalami teknik penulisan karya ilmiah bertaraf internasional menjadi pemantik utama bagi kedua lembaga untuk mempermanenkan hubungan tersebut. 

Kini, komitmen itu dituangkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerjasama (MoA) yang mencakup berbagai aspek pengembangan institusi. “Kami baru saja tiba di Ponorogo, salah satu agendanya adalah penandatanganan MoU dan MoA atas pelaksanaan kegiatan yang sudah terselenggara,” kata Ismail Suardi Wekke, Senin, 21 April 2026 di Ponorogo.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, memberikan apresiasi tinggi atas tercapainya titik temu ini. Beliau menekankan bahwa formalisasi kerjasama ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan sebuah ikhtiar besar dalam membangun peradaban melalui tulisan. 

Menurutnya, kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari upaya meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam. Dalam pernyataannya, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya kontinuitas program yang telah berjalan sebelumnya. 

“Kegiatan Ngaji Penulisan Artikel yang kita mulai di bulan Ramadhan lalu adalah fondasi kokoh, dan MoU ini merupakan atap yang memayungi keberlanjutan tradisi intelektual kita ke depan,” ujarnya saat memberi keterangan sebelum kegiatan berlangsung. 

Ia juga menambahkan bahwa kesepakatan ini akan membuka pintu lebih lebar bagi dosen dan mahasiswa untuk saling bertukar gagasan tanpa terhalang jarak geografis. “Kami melihat UIN Ponorogo sebagai mitra strategis yang memiliki visi sejalan dalam memajukan literasi akademik di Indonesia Timur maupun Jawa,” tegas Ismail.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar penandatanganan MoA ini segera ditindaklanjuti dengan aksi-aksi nyata lainnya. “MoU dan MoA ini jangan sampai hanya menjadi dokumen di atas meja, tetapi harus menjadi penggerak bagi lahirnya karya-karya ilmiah yang bereputasi global,” tuturnya dengan penuh optimisme. 

Beliau meyakini bahwa dengan menyatukan potensi kedua kampus, tantangan digitalisasi dan standar publikasi ilmiah yang semakin ketat akan lebih mudah untuk dihadapi secara bersama-sama. Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa pihak IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk mengalokasikan sumber daya yang ada demi menyukseskan butir-butir kesepakatan yang telah ditandatangani. 

Ia menyampaikan pula bahwa sinergi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan akreditasi institusi melalui penguatan jurnal dan penelitian kolaboratif. Selain itu, Ismail memaparkan bahwa model kerjasama seperti ini sangat relevan untuk mempercepat transformasi perguruan tinggi keagamaan di daerah dalam mengejar ketertinggalan di bidang riset.

Melalui penandatanganan MoU dan MoA ini, UIN Ponorogo dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sepakat untuk terus memperluas jangkauan kerjasama, tidak hanya terbatas pada penulisan artikel, tetapi juga mencakup pertukaran dosen, pengabdian masyarakat lintas wilayah, hingga pengembangan tata kelola manajemen perguruan tinggi yang lebih modern dan akuntabel.

Pertemuan IFI (ISW)

IAI Rawa Aopa Rintis Rencana Kerja Sama Global Lewat Program Bahasa Prancis

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa mempersiapkan langkah strategis dalam memperluas jejaring internasional melalui pengembangan kelembagaan berbasis bahasa. Pada Jumat, 17 April 2026, pimpinan IAI Rawa Aopa memenuhi undangan pertemuan awal guna membahas rencana teknis terkait program pembelajaran Bahasa Prancis di lingkungan kampus dan juga sekolah & madrasah mitra.

Langkah ini merupakan tindak lanjut nyata dari upaya korespondensi yang telah dilakukan sebelumnya. Pada Selasa, 7 April 2026, pihak kampus telah melayangkan surat resmi kepada Institut Français Indonésie (IFI) sebagai permohonan kesediaan untuk menjalin kemitraan strategis. Kerja sama ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi civitas akademika untuk mengakses literatur global serta program-program pendidikan di Prancis, dan juga negara-negara frankofon.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing selain Arab dan Inggris kini menjadi kebutuhan mendesak. Beliau menyatakan bahwa Bahasa Prancis dipilih karena posisinya sebagai salah satu bahasa resmi diplomasi internasional yang akan memberikan nilai tambah bagi lulusan. 

Selain itu, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar kursus bahasa biasa, melainkan bagian dari desain besar transformasi institusi menuju standar global yang lebih kompetitif. Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa pihak rektorat berkomitmen penuh untuk mengalokasikan sumber daya yang diperlukan demi keberhasilan program ini. 

Beliau juga memaparkan bahwa sinergi dengan institusi dari Prancis dapat menjadi peluang untuk pengembangan kurikulum, penyediaan tenaga pengajar ahli, hingga standarisasi ujian kompetensi bahasa bagi mahasiswa dan dosen. Menurutnya, keberadaan program bahasa ini nantinya akan memperkuat posisi IAI Rawa Aopa sebagai pusat keunggulan akademik di Sulawesi Tenggara dan Indonesia Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menyatakan urgensi program ini bagi masa depan kampus. “Kami memandang bahwa keterbukaan terhadap budaya dan bahasa Eropa, khususnya Prancis, akan membuka pintu riset kolaboratif yang lebih luas bagi para dosen kami di kancah internasional,” ujarnya. 

Beliau juga menambahkan mengenai status surat permohonan yang telah dikirimkan ke IFI. “Surat yang kami kirimkan pada tanggal 7 April lalu adalah komitmen awal kami, dan hari ini kami menyampaikan terima kasih bahwa IFI merespon dengan kesediaan untuk mengundang kami menyampaikan apa yang menjadi identifikasi keperluan ataupun tujuan yang hendak dicapai,” tegas Ismail.

Menutup keterangannya, Ismail Suardi Wekke menyampaikan optimisme bahwa langkah ini semoga membuahkan hasil dalam waktu dekat. “Visi kami adalah menjadikan IAI Rawa Aopa sebagai institusi yang berakar kuat pada nilai lokal namun memiliki sayap yang mampu terbang tinggi di kancah global melalui kemampuan linguistik yang mumpuni,” pungkasnya.

Penelitian Kolaboratif (ISW)

Kolaborasi Riset Internasional, Peneliti IAI Rawa Aopa Sertai Penelitan bersama ITB dan Murdoch University

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa mempertahankan kemitraan di kancah riset global dengan melanjutkan agenda penelitian kolaboratif bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Murdoch University, Australia. Sebagai langkah pemantapan, tim peneliti dari IAI Rawa Aopa mengikuti pertemuan daring guna membahas progres serta langkah strategis pendalaman riset yang melibatkan lintas disiplin ilmu dan batas negara tersebut (Rabu, 15 April 2026).

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, memberikan apresiasi mendalam terhadap konsistensi tim peneliti. Dalam keterangannya, Ismail menegaskan bahwa sinergi ini merupakan jembatan bagi kampus untuk mencapai standar akademik internasional. Ia menyatakan bahwa pertemuan daring ini bukan sekadar rutinitas koordinasi, melainkan ruang krusial untuk menyelaraskan metodologi riset agar hasil penelitian nantinya memiliki dampak nyata bagi masyarakat lokal maupun literatur global.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya peran aktif dosen dalam kemitraan luar negeri ini. Ia berujar, “Kami berkomitmen penuh untuk mendukung setiap tahapan penelitian ini karena kolaborasi dengan institusi sebesar ITB dan Murdoch University adalah peluang emas untuk meningkatkan kapasitas intelektual sivitas akademika kita.” 

Ismail juga menambahkan, “Melalui diskusi intensif ini, kita ingin memastikan bahwa setiap data yang dikumpulkan di lapangan dapat dianalisis dengan standar global tanpa kehilangan kearifan lokal yang menjadi objek penelitian.” 

Dalam pernyataannya, ia menegaskan, “Keberlanjutan riset ini menjadi bukti bahwa IAI Rawa Aopa mampu bersaing secara saintifik di level internasional, dan kami akan terus mengawal proses ini hingga publikasi akhir.”

Secara teknis, Ismail juga memaparkan bagaimana pihak rektorat memberikan dukungan administratif dan finansial yang memadai demi kelancaran proyek ini. Ia menjelaskan bahwa manajemen universitas telah menyiapkan regulasi khusus yang memudahkan para peneliti dalam menjalankan tugasnya tanpa terkendala birokrasi internal. 

Menurutnya, keberhasilan riset kolaboratif ini nantinya akan menjadi modal besar bagi IAI Rawa Aopa dalam memperluas jejaring kerja sama dengan universitas-universitas top dunia lainnya di masa depan. Pertemuan daring yang berlangsung secara intensif tersebut menjadi wadah pertukaran gagasan antara para ahli dari Bandung, Perth, dan Konawe Selatan. 

Dengan fokus pada isu-isu strategis yang menyentuh kepentingan publik, penelitian ini diharapkan dapat melahirkan rekomendasi kebijakan yang berbasis data kuat serta memperkokoh posisi IAI Rawa Aopa sebagai bagian dari pusat keunggulan akademik di wilayah Sulawesi Tenggara.