Ketua Dewan Pembina Yayasan (ISW)

Peluang Beasiswa BDGS Brunei Darussalam 2026/2027: IAI Rawa Aopa Perkuat Implementasi MoU dengan UNISSA

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Pemerintah Brunei Darussalam melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bandar Seri Begawan resmi membuka pendaftaran Brunei Darussalam Government Scholarship (BDGS) untuk Tahun Akademik 2026/2027. Program ini menawarkan beasiswa penuh bagi siswa-siswi Indonesia untuk jenjang Diploma, Sarjana (S1), dan Magister (S2).

Pembukaan beasiswa ini menjadi momentum penting bagi civitas akademika, khususnya bagi keluarga besar IAI Rawa Aopa. Hal ini merupakan langkah nyata dalam menindaklanjuti Nota Kesepahaman (MoU) yang telah terjalin antara IAI Rawa Aopa dan Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA).

Melalui program BDGS, para lulusan maupun dosen memiliki peluang besar untuk melakukan mobilitas akademik di UNISSA, salah satu institusi mitra dalam program beasiswa ini. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi riset, pertukaran pelajar, serta peningkatan kualifikasi SDM di lingkungan IAI Rawa Aopa guna mewujudkan visi internasionalisasi kampus.

Pelamar juga dapat memilih institusi pendidikan tinggi terkemuka di Brunei, yaitu UNISSA (Universiti Islam Sultan Sharif Ali) sebagaimana telah ditandantangani 20 November 2025., 

Penerima beasiswa akan mendapatkan dukungan finansial yang komprehensif, meliputi:

  • Tiket pesawat kelas ekonomi pulang-pergi.
  • Pembebasan biaya kuliah secara penuh.
  • Tunjangan uang saku bulanan sebesar BND 500.
  • Fasilitas asrama, asuransi kesehatan, serta tunjangan lainnya.

Informasi Pendaftaran

Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi beasiswa pemerintah Brunei Darussalam. Pelamar diwajibkan membuat akun terlebih dahulu melalui tautan pendaftaran yang tersedia (https://www.mfa.gov.bn/Pages/scholarship.aspx).

Batas Akhir Pendaftaran: 15 Februari 2026

Perkuliahan dimulai: Juli/Agustus 2026

IMG-20260120-WA0023

Semester Tuntas, Mahasiswa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Masuki Masa Libur Akademik

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Seiring dengan berakhirnya kalender akademik semester ganjil, seluruh mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan kini memasuki masa libur panjang. Momentum ini diberikan setelah para mahasiswa menuntaskan seluruh rangkaian Ujian Akhir Semester (UAS) yang berlangsung dengan tertib dan kondusif dalam sepekan terakhir.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., usai menutup acara Ujian Akhir Semester (UAS) semester ganjil 2025/2026 menyampaikan bahwa masa libur ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras mahasiswa selama satu semester penuh.

Ia menekankan bahwa waktu jeda ini seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai masa berhenti belajar, melainkan kesempatan untuk pulang ke kampung halaman dan berinteraksi lebih dekat dengan lingkungan sosial.

Dalam keterangan, Ismail Suardi Wekke memberikan pesan mendalam kepada para mahasiswa agar mampu menjaga nama baik almamater di tengah masyarakat.

“Mahasiswa harus mampu menjadi cermin bagi institusi saat berada di luar kampus selama masa libur ini,” ujar Ismail Suardi Wekke di Hotel Zam Zam, Andoolo dalam rangkaian pelaksanaan UAS yang ditutup dengan sambutan Wakil Rektor.

Beliau juga menambahkan bahwa momen ini sangat berharga untuk merekatkan kembali hubungan emosional mahasiswa dengan orang tua masing-masing. “Gunakanlah kesempatan ini untuk berbakti dan mendampingi orang tua, karena doa mereka adalah keberkahan bagi studi kalian,” lanjutnya dengan tegas.

Terkait makna liburan itu sendiri, Ismail kembali menegaskan nilai filosofis di balik jeda akademik tersebut. Beliau berpesan secara langsung bahwa masa rehat ini adalah waktu yang tepat untuk memperkaya pengalaman di luar buku teks.

“Bukan hanya libur, tetapi bisa beraktivitas bersama keluarga dan masyarakat,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerja Rektorat IAI Rawa Aopa.

Selain pernyataan langsung tersebut, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi beberapa poin penting secara tidak langsung. Beliau menjelaskan bahwa pihak kampus sangat mengharapkan mahasiswa dapat terlibat aktif dalam kegiatan sosial ataupun keagamaan di lingkungan tempat tinggal mereka. Hal ini dianggap penting agar teori-teori yang didapatkan di bangku kuliah dapat mulai diimplementasikan dalam skala kecil di masyarakat.

Lebih lanjut, Wakil Rektor tersebut juga menginformasikan bahwa seluruh pelayanan administrasi di bidang keuangan dan kepegawaian akan tetap berjalan secara optimal untuk mempersiapkan semester berikutnya. Beliau mengingatkan mahasiswa untuk tetap memantau informasi mengenai registrasi ulang agar tidak terlambat saat perkuliahan kembali dimulai. Terakhir, Ismail menitipkan pesan bahwa liburan yang berkualitas adalah liburan yang mampu menyeimbangkan antara istirahat fisik dan pengembangan karakter di tengah keluarga.

Kini, suasana kampus IAI Rawa Aopa mulai nampak lengang seiring dengan banyaknya mahasiswa yang telah bertolak menuju daerah asal masing-masing. Pihak kampus berharap para mahasiswa kembali pada semester depan dengan semangat baru dan motivasi yang lebih tinggi untuk melanjutkan pendidikan mereka.

Ismail Suardi Wekke juga menguraikan konsep liburan terintegrasi.

“Tidak sebatas liburan, tetapi bisa menjadi kesempatan observasi kegiatan, ataupun penelitian dan pengabdian masyarakat,”, urai Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia).

Sebagai penutup, Ismail menegaskan bahwa saatnya nanti ketika perkuliahan dibuka kembali, maka mahasiswa dapat menjadikan hasil observasi itu ke dalam bagian diskusi dan perkuliahan.

“Mari gunakan masa-masa libur untuk tetap belajar dan berkarya. Sejatinya belajar bukan hanya di ruang kelas dan bangku kuliah,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga menyandang Distinguished Professor di North Bangkok University (Thailand).

IMG-20260118-WA0041

IAI Rawa Aopa Perkuat Struktur Organisasi: Rektor dan Pejabat Struktural Resmi Dilantik

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi melakukan penyegaran organisasi melalui pelantikan rektor beserta jajaran pejabat struktural baru untuk periode 2026-2030. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini menjadi tonggak penting dalam upaya transformasi kampus menuju institusi pendidikan tinggi Islam yang unggul di Sulawesi Tenggara, Sabtu (17/1/2026).

Acara yang dihadiri oleh seluruh civitas akademika dan pengurus yayasan ini menekankan pada penguatan tata kelola universitas, terutama dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kita berkumpul di aula kampus ini sebagai bagian dalam memperkuat kelembagaan perguruan tinggi,” kata ketua yayasan, Mardan, SkM., M.Si.

Kegiatan pelantikan diawali dengan Pelantikan Rektor, Dr. Basri Melamba, S.Pd., M.A., dan selanjutnya pejabat di lingkup IAI Rawa Aopa Kenawe Selatan, diantaranya wakil rektor, kepala biro, dan kepala bagian, serta ketua prodi, dan kepala lembaga.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian jabatan, melainkan langkah strategis untuk mempercepat visi besar kampus. Ismail mengungkapkan bahwa dalam dua tahun mendatang ditargetkan untuk transformasi kelembagaan ke universitas.

“Pelantikan hari ini adalah momentum bagi IAI Rawa Aopa untuk mempertahankan sistem manajemen yang transparan dan akuntabel di semua lini,” ujar Ismail saat ditemui seusai acara. Ia juga menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa setiap sen anggaran yang dikelola akan berorientasi sepenuhnya pada peningkatan mutu akademik dan fasilitas mahasiswa.

Lebih lanjut, Ismail menaruh harapan besar kepada jajaran yang baru diambil sumpahnya.

“Saya berharap para pejabat yang baru dilantik segera melakukan akselerasi program kerja, karena tantangan dunia pendidikan tinggi di era sekarang menuntut kita untuk bergerak lebih cepat dari biasanya,” tambahnya.

Selain memberikan pernyataan, Ismail Suardi Wekke turut menyoroti aspek profesionalisme di lingkungan kerja kampus. Ia menjelaskan bahwa pihak rektorat ke depannya akan mempertahankan pengawasan terhadap kinerja kepegawaian guna memastikan seluruh aparatur kampus bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.

Terkait kebijakan anggaran, Ismail menggarisbawahi bahwa perencanaan keuangan akan diprioritaskan untuk mendukung riset dosen dan pengabdian masyarakat sebagai bagian integral dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal ini diharapkan mampu mendongkrak reputasi akademik kampus di tingkat regional.

Menutup keterangannya, Ismail menyebutkan bahwa integritas pejabat struktural adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap IAI Rawa Aopa sebagai pusat pendidikan Islam di Konawe Selatan. Dengan formasi kepemimpinan yang baru ini, IAI Rawa Aopa optimis dapat meningkatkan status akreditasi dan memperluas jaringan kerjasama baik di tingkat nasional maupun internasional.

Jepang (ISW)

Fasilitasi Magang ke Jepang, IAI Rawa Aopa Tawarkan Bagian dari Merdeka Belajar

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus melakukan langkah progresif dalam meningkatkan kualitas lulusan melalui penguatan kerja sama internasional. Salah satu program unggulan yang kini tengah digalakkan adalah fasilitasi magang mahasiswa ke Jepang. Program ini tidak hanya sekadar praktik kerja, namun dirancang secara sistematis sebagai bagian integral dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memperpendek jarak antara dunia akademik dan kebutuhan industri global. “Kami berkomitmen untuk menyediakan jembatan bagi mahasiswa agar mereka bisa mencicipi atmosfer kerja di negara maju seperti Jepang,” ungkap Ismail Suardi Wekke sebagai pernyataan pertamanya.

Implementasi program ini dipastikan akan mempermudah mahasiswa dalam penyelesaian studi karena sistem konversi nilai yang jelas. Ismail Suardi Wekke menegaskan dalam pernyataan kedua bahwa melalui skema MBKM, pengalaman praktis yang didapatkan mahasiswa di luar negeri akan diakui sepenuhnya sebagai pemenuhan beban SKS, sehingga mahasiswa tidak perlu khawatir akan keterlambatan kelulusan selama menjalani magang.

Terkait teknis pelaksanaan, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa pihak kampus sedang menyusun regulasi pendukung agar sinkronisasi antara kurikulum prodi dengan aktivitas di lokasi magang dapat berjalan tanpa hambatan teknis. Beliau optimis bahwa rekognisi pengalaman internasional ini akan menjadi nilai tambah yang signifikan bagi portofolio akademik mahasiswa saat mereka menyelesaikan pendidikan nanti.

Lebih lanjut, program ini menitikberatkan pada pengembangan karakter dan etos kerja yang menjadi ciri khas industri di Negeri Sakura. “Magang ini merupakan laboratorium kehidupan bagi mahasiswa untuk mengadopsi kedisiplinan dan budaya kerja profesional yang sangat ketat,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Ia berharap sekembalinya dari Jepang, mahasiswa membawa pola pikir baru yang dapat memicu inovasi di daerah asal mereka. “Kita punya kesempatan belajar ke negara lain,” lanjut Ismail Suardi Wekke yang juga beberapa kali menerima undangan menyajikan makalah di Jepang melalui Tohoku University.

Sebagai penutup, Ismail Suardi Wekke dalam pernyataan menekankan pentingnya jejaring internasional dalam membangun karier di masa depan. “Di era disrupsi ini, memiliki ijazah saja tidak cukup; mahasiswa membutuhkan koneksi dan pemahaman lintas budaya untuk dapat bersaing di tingkat global,” lanjutnya.

Dengan adanya program ini, IAI Rawa Aopa memposisikan diri sebagai institusi yang tanggap terhadap dinamika global demi masa depan generasi muda Sulawesi Tenggara. “Awalnya Oxford, Cambdridge, dan lokasi-lokasi kampus masyhur hari ini berawal dari kampung juga. Maka, dengan aktifasi kegiatan ini, menjadikan Andoolo juga masyhur di pentas global,” pungkas Ismail.

Pelantikan Rektor (ISW)

Transformasi IAI Rawa Aopa: Perkuat Struktur Kelembagaan Melalui Pelantikan Rektor dan Direktorat Pascasarjana

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa tengah memasuki babak baru dalam sejarah perkembangannya. Seiring dengan pelantikan rektor (periode 2026-2030), institusi ini secara progresif menetapkan langkah strategis dengan mempersiapkan pembentukan Direktorat Pascasarjana (Sabtu, 17 Januari 2026) bersama dengan pelantikan rektor di aula kampus Andoolo. 

Langkah besar ini merupakan respon konkret terhadap meningkatnya permintaan akan akses pendidikan tinggi pada level magister. Sekaligus menjadi upaya institusi dalam memperkuat posisi tawarnya sebagai pusat keunggulan akademik di wilayah Sulawesi Tenggara.

Fokus utama dari pembentukan direktorat ini adalah melakukan akselerasi pada sistem penjaminan mutu dan standarisasi akreditasi. Melalui manajemen yang terintegrasi, Direktorat Pascasarjana bertugas untuk menyiapkan instrumen pembukaan program studi baru yang ketat secara kualifikasi, sehingga nantinya program-program magister yang dilahirkan mampu menjawab tantangan industri dan kebutuhan sosial-keagamaan masyarakat. 

Upaya ini dilakukan dengan memastikan seluruh kelengkapan administratif dan akademik memenuhi standar nasional pendidikan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah. “Kita menyiapkan pendidikan magister, dan segera mengajukan permohonan izin ke direktur pendidikan tinggi Islam di Kementerian Agama,” ujar Ismail Suardi Wekke, usai pelantikan.

Selain penguatan internal, direktorat ini dirancang untuk menjadi motor penggerak dalam membangun jejaring kolaborasi internasional. Di bawah kepemimpinan yang baru, IAI Rawa Aopa memproyeksikan transformasi menjadi universitas Islam. 

Begitu pula, perluasan kemitraan strategis dengan berbagai universitas ternama di luar negeri. Kolaborasi ini tidak hanya mencakup pertukaran mahasiswa atau dosen, tetapi juga difokuskan pada program riset bersama (joint research) yang mampu memberikan kontribusi pada pemecahan masalah global. Transformasi ini diharapkan dapat membawa atmosfer akademik internasional ke lingkungan kampus Rawa Aopa secara lebih intensif.

Aspek literasi ilmiah juga menjadi prioritas yang ditekankan dalam pengembangan struktur baru ini. Direktorat Pascasarjana berkomitmen untuk menciptakan ekosistem riset yang produktif dengan mendorong para dosen dan mahasiswa untuk aktif menghasilkan karya ilmiah yang kompetitif. Fokusnya adalah memastikan hasil-hasil penelitian dari IAI Rawa Aopa dapat menembus jurnal-jurnal bereputasi internasional. 

Dengan meningkatnya output publikasi ilmiah, institusi ini optimistis dapat mempercepat proses transformasi kelembagaan serta memberikan dampak nyata melalui inovasi pemikiran yang dihasilkan dari rahim akademis IAI Rawa Aopa. “Penambahan jumlah mahasiswa yang tetap stabil dan signifikan, menjadi pondasi yang kuat untuk menuju universitas,” kata Ismail Suardi Wekke.

Dalam momentum yang bersejarah ini, IAI Rawa Aopa secara resmi menunjuk Ismail Suardi Wekke, S.Ag., M.A., Ph.D. untuk menakhodai Direktorat Pascasarjana tersebut. Penunjukan beliau dinilai sebagai langkah yang sangat tepat mengingat latar belakang akademisnya yang mumpuni sebagai alumnus Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). 

Dengan pengalaman panjang dalam tata kelola pendidikan tinggi dan jaringan luas di tingkat regional Asia Tenggara, Ismail diharapkan mampu mentransfer nilai-nilai profesionalisme dan standar internasional ke dalam struktur pascasarjana yang sedang dirintis. Kehadiran beliau dipandang sebagai katalisator yang akan mempercepat visi IAI Rawa Aopa untuk tumbuh menjadi institusi yang berdaya saing global.

Pelantikan Rektor (ISW)

Pelantikan Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Periode 2026-2030

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi memulai babak baru kepemimpinan. Tokoh pendidik sekaligus budayawan Tolaki, Dr. Basrin Melamba, S.Pd., M.A., dijadwalkan melangsungkan prosesi pelantikan sebagai Rektor pada hari ini, Sabtu (17 Januari 2026).

Acara sakral tersebut digelar pukul 09.00 WITA bertempat di Kampus Andoolo IAI Rawa Aopa, Jalan Poros Andoolo-Kendari, Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan. Seebelum acara dimulai, Dr. Basrin Melamba mengonfirmasi kesiapannya untuk mengemban amanah tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan dukungan dan terima kasih bagi kerabat serta pihak-pihak terkait yang telah hadir menyaksikan momen penting ini.

“Alhamdulillah, pelantikan saya sebagai Rektor Institut Agama Islam Rawa Aopa berjalan lancar. Dalam kesempatan ini, kami sangat mengharapkan dukungan dan tegur sapa rekan-rekan sekalian,” ujar Dr. Basrin.

Terpilihnya Dr. Basrin bukan tanpa alasan. Beliau dikenal luas sebagai akademisi yang memiliki rekam jejak panjang di berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara. Selain dedikasinya di dunia pendidikan, ia merupakan salah satu tokoh sentral dalam pelestarian budaya Suku Tolaki. “Kita telah melaksanakan pemilihan melalui senat, dan senat merekomendasikan Dr. Basrin Melamba sebagai figur yang tepat,” kata ketua yayasan, Mardan, S.KM., M.Si.

Masyarakat Sulawesi Tenggara menyambut positif penunjukan ini. Kehadiran Dr. Basrin diharapkan mampu mempertahankan kondisi pembangunan sumber daya manusia. “Sekaligus merupakan kesempatan untuk mengupayakan peningkatan kualitas literasi budaya dan pendidikan agama di Sulawesi Tenggara,” demikian harapan Ketua Dewan Pembina yayasan yang juga pendiri, Al Asri, S.Pd.I, M.Si..

Dalam sambutannya, Dr. Basrin menekankan pentingnya sinergi kolektif untuk membangun IAI Rawa Aopa ke depan. Ia berkomitmen menjadikan institusi ini sebagai pusat keunggulan (center of excellence) yang berkontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap IAI Rawa Aopa dapat menjadi lembaga pendidikan tinggi yang unggul dan berperan aktif dalam pengembangan masyarakat Sulawesi Tenggara,” tegasnya.

Sebagai institusi yang berfokus pada integrasi ilmu agama Islam dan kearifan lokal, pelantikan ini diharapkan memperkuat posisi IAI Rawa Aopa di kancah global dalam partisipasi intelektual namun tetap berakar pada nilai-nilai kebudayaan daerah. “Selamat dan sukses, melalui pelantikan ini, akan menjadi kesempatan untuk mempertahankan posisi Rawa Aopa saat ini. Sementara itu, ada peluang untuk berinovasi dan membawa Sulawesi Tenggara sebagai bagian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkas Ismail Suardi Wekke Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kuangan, dan Kepegawaian, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang turut dilantik pada kesempatan tersebut..

Rawa Aopa (ISW)

Rawa Aopa: Dari Ekosistem Ekologis Menjadi Instrumen Keilmuan Global

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) merupakan hamparan lahan basah di Sulawesi Tenggara; ia adalah laboratorium alam raksasa yang menyimpan keanekaragaman hayati tak ternilai. Terletak di lima wilayah administratif, termasuk Kabupaten Konawe Selatan, taman nasional ini menjadi ikon geografis dan ekologis yang mendefinisikan karakter wilayah tersebut. 

Nama “Rawa Aopa” sendiri kini telah melampaui batas-batas biofisik, bertransformasi menjadi identitas bagi Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai simbol integrasi antara nilai spiritual dan kelestarian alam. Sehingga nama Rawa Aopa bukan saja terpatri dalam nama sebuah taman nasional, tetapi juga merupakan nama institusi keilmuan.

Secara ekologis, Rawa Aopa merupakan rawa air tawar terluas di daratan Sulawesi yang memiliki fungsi hidrologis vital bagi kehidupan masyarakat sekitarnya. Rawa ini berperan sebagai penyimpan cadangan air dan pengendali banjir alami yang menjaga keseimbangan ekosistem semenanjung tenggara Sulawesi. 

Dengan karakteristik gambut dan vegetasi khas seperti teratai serta hutan bakau pedalaman, kawasan ini menjadi rumah bagi berbagai spesies endemik yang tidak ditemukan di belahan dunia lain. Diantaranya, ada dua yang khas yaitu anoa dan rusa. 

Keanekaragaman fauna di TNRAW menjadi penyanggah yang memberikan nilai ilmiah tinggi. Kawasan ini merupakan habitat penting bagi burung migran serta satwa ikonik seperti Anoa (Bubalus sp.) dan Babirusa. 

Selain itu, burung Maleo yang legendaris juga kerap ditemukan bersarang di area ini. Kehadiran spesies-spesies ini menandakan bahwa Rawa Aopa adalah “jantung” bagi biodiversitas Wallacea yang harus dijaga keberlangsungannya demi ilmu pengetahuan masa depan.

Penggunaan nama “Rawa Aopa” oleh Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memiliki filosofi yang mendalam. Dalam perspektif akademis, pengambilan nama dari entitas lokal bertujuan untuk membumikan institusi pendidikan pada realitas lingkungannya. Sebagaimana rawa yang memberi kehidupan bagi ribuan spesies, perguruan tinggi ini diharapkan mampu menjadi sumber “mata air” ilmu pengetahuan dan kearifan bagi masyarakat di jazirah Sulawesi. 

Namun, cita-citanya, tidak hanya sampai di pulau Sulawesi, yang kadang dilekatkan pula celebes. Peran dan partisipasi global menjadi bagian dalam gerak langkah setiap saat. Jejaring kerjasama dan juga keikutsertaan dalam skala internasional, merupakan bagian dari wawasan akademik.

Integrasi nama ini juga mencerminkan konsep Eco-Theology atau ekoteologi dalam pendidikan Islam. IAI Rawa Aopa memikul tanggung jawab moral untuk menanamkan kesadaran lingkungan kepada para mahasiswanya. 

Dengan menyandang nama taman nasional tersebut, institusi ini secara implisit berkomitmen untuk menyelaraskan ajaran agama dengan aksi pelestarian alam, memandang bahwa menjaga Rawa Aopa adalah bagian dari manifestasi ketaatan kepada Sang Pencipta.

Dari sisi sosiologis, kehadiran IAI Rawa Aopa memperkuat kebanggaan identitas lokal masyarakat Konawe Selatan. Nama “Rawa Aopa” yang sudah dikenal secara internasional di kalangan peneliti lingkungan kini memiliki dimensi intelektual baru. 

Hal ini menciptakan sinergi antara konservasi alam dan pembangunan sumber daya manusia, di mana masyarakat tidak hanya melihat rawa sebagai sumber ekonomi fisik, tetapi juga sebagai simbol kemajuan pendidikan dan peradaban.

Tantangan ke depan bagi institusi ini adalah bagaimana mewujudkan nama besar “Rawa Aopa” dalam bentuk kontribusi nyata terhadap kelestarian taman nasional tersebut. Melalui riset-riset pengabdian masyarakat, IAI Rawa Aopa dapat menjadi jembatan antara kebijakan konservasi pemerintah dengan kearifan lokal penduduk setempat. Pendidikan agama yang inklusif terhadap isu lingkungan akan menjadi modal utama dalam mencegah degradasi lahan dan perburuan liar di kawasan tersebut.

Sebagai penutup, Rawa Aopa adalah warisan alam yang kini berkelindan dengan warisan intelektual. Nama tersebut mengingatkan kita bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak boleh melepaskan diri dari akar alamiahnya. 

Melalui IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, semangat pelestarian Rawa Aopa diharapkan terus menyala, menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara spiritual dan intelektual, tetapi juga peduli pada keberlanjutan bumi pertiwi. Dengan adanya IAI Rawa Aopa, maka keberagamaan dan keberislaman yang sudah dipegang erat, dipertahankan melalui instrumen ilmu pengetahuan.

Kampus (ISW)

Program Studi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mengelola empat program studi, yaitu:

  1. Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan gelar lulusan S.Pd.
  2. Program Studi Pendidikan Islam Usia Dini (PIAUD), dengan gelar lulusan S.Pd.
  3. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dengan gelar lulusan S.Pd.
  4. Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), dengan gelar lulusan S.H.

Saat ini, sementara menunggu Surat Keputusan (SK) persetujuan Kementerian Agama RI, untuk program studi Ekonomi Syariah dengan gelar lulusan S.E.

IMG-20260116-WA0038

Rintisan Kerjasama dengan BINUS University, Memenuhi Undangan Diskusi Terpumpun Penerbitan Buku

Rawaaopakonsel.ac.id, Bombana – Dalam upaya memperkuat ekosistem literasi dan publikasi ilmiah di tingkat nasional, sebuah langkah teknis diambil melalui inisiasi kerjasama dengan BINUS University. Langkah awal ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam undangan Diskusi Kelompok Terpumpun (Focus Group Discussion/FGD) mengenai strategi penerbitan buku yang berlangsung daring, Kamis (15/1/2025).

Pertemuan ini akan dijadikan sebagai wadah bagi para akademisi dan praktisi penerbitan untuk memetakan tantangan serta peluang dalam menghasilkan karya tulis yang berkualitas, inovatif, dan memiliki daya jangkau luas. Fokus utama diskusi mencakup integrasi teknologi digital dalam distribusi buku serta standarisasi mutu konten akademik.

Hadir dalam kesempatan tersebut, akademisi dan yang juga Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke yang turut dalam memberikan pandangannya mengenai teknis persiapan dalam penerbitan buku. Ismail menyampaikan terima kasih atas kesediaan FDCHT Bina Nusantara University (Indonesia) yang menjadi tuan rumah diskusi.

“Kerjasama dengan BINUS University ini merupakan langkah awal dalam mempertautkan potensi akademik dengan keahlian manajerial penerbitan yang modern. Kita tidak hanya bicara soal mencetak kertas, tetapi bagaimana gagasan-gagasan segar dari ruang kelas dan laboratorium dapat dikonversi menjadi literatur yang aksesibel dan diakui secara global,” ujar Ismail Suardi Wekke usai diskusi.

Beliau juga menambahkan bahwa melalui diskusi terpumpun ini, diharapkan lahir skema penerbitan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, terutama dalam mendukung program hilirisasi riset di Indonesia. Pada kesempatan yang sama Ismail memberikan uraian bahwa dengan penerbitan buku ini, bukan sekadar mendokumentasikan pemikiran, melainkan jembatan peradaban.

“Kita punya kesempatan untuk membawa catatan kita, tidak saja dari penelitian, tetapi juga dharma perguruan tinggi dari aspek pembelajaran dan pengabdian masyarakat,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan sebagai Research Fellow di INTI International University (Malaysia).

Diskusi ini juga menyoroti peran penting penerbit universitas (university press) dalam menaikkan indeks literasi nasional. BINUS University, dengan reputasi globalnya, dinilai sebagai mitra strategis yang tepat untuk mengembangkan model penerbitan buku yang mampu bersaing di kancah internasional.

Rintisan kerjasama ini direncanakan akan berlanjut pada kegiatan teknis yang mencakup kolaborasi penulisan, penyuntingan bersama, hingga distribusi karya ilmiah populer bagi masyarakat luas. Begitu pula, direncanakan satu kegiatan bersama ASEAN Symposium on Higher Education. Sebuah perhelatan perguruan tinggi Asia Tenggara yang akan dilaksanakan Maret sampai awal April 2026 di Jakarta dengan metode hybrid.

Seminar Proposal (ISW)

Sebelum Semester Ganjil Berakhir, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Laksanakan Seminar Proposal Skripsi Terintegrasi

BOMBANA – Menjelang penghujung semester ganjil tahun akademik ini, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses menyelenggarakan Seminar Proposal Skripsi Terintegrasi. Berbeda dari format akademik konvensional, kegiatan ini dilaksanakan secara langsung di lokasi pengabdian masyarakat di Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana (Kamis, 15 Januari 2026).

Langkah inovatif ini diambil untuk mendekatkan dunia akademik dengan realitas sosial di lapangan. Melalui integrasi ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memaparkan rencana penelitian secara teoretis, tetapi juga mampu memotret permasalahan nyata yang ada di tengah masyarakat Poleang Timur.

Seminar ini diikuti oleh jajaran dosen penguji dan mahasiswa tingkat akhir yang tengah mempersiapkan tugas akhir mereka. Integrasi antara seminar proposal dan pengabdian masyarakat bertujuan agar hasil penelitian mahasiswa nantinya memiliki relevansi tinggi dan memberikan solusi konkret bagi daerah setempat.

Wakil Rektor Administrasi Keuangan dan Kerjasama IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan pentingnya model integrasi ini dalam mencetak lulusan yang peka terhadap kondisi sosial.

“Pelaksanaan seminar proposal di lokasi pengabdian ini merupakan wujud nyata dari komitmen kampus untuk menyatukan pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami ingin memastikan bahwa riset yang dilakukan mahasiswa tidak hanya berhenti sebagai tumpukan kertas di perpustakaan, tetapi diawali dengan sentuhan langsung pada kemaslahatan umat di Poleang Timur,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Penyelesaian seminar proposal sebelum berakhirnya semester ganjil ini merupakan strategi institusi untuk mempercepat masa studi mahasiswa. Dengan tuntasnya tahapan ini, mahasiswa diharapkan dapat segera memulai penelitian lapangan pada semester genap mendatang tanpa kendala administratif yang menumpuk.

Masyarakat dan tokoh setempat di Poleang Timur menyambut baik kehadiran para akademisi ini. Mereka berharap hasil penelitian mahasiswa IAI Rawa Aopa dapat membantu pengembangan potensi desa, baik dari sisi keagamaan, pendidikan, maupun sosial ekonomi.