IMG-20260212-WA0035

Menuju Sentra Halal Sulawesi Tenggara, IAI Rawa Aopa Berpartisipasi Dalam Pelatihan di Universitas Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Depok – Universitas Indonesia (UI) secara resmi meluncurkan UI Halal Training Center sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem industri halal di Indonesia. Peresmian yang berlangsung di Kampus UI Depok ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan akademis, ditandai dengan penyerahan registrasi dari Sekretaris Utama BPJPH.

Dalam kesempatan ini, pimpinan dari Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan juga turut dalam pelatihan.

“Ini juga terkait dengan persiapan pendirian Pusat Halal di kampus kita,” kata Ismail Suardi Wekke.

Kehadiran IAI Rawa Aopa dalam momentum ini menandai keseriusan institusi tersebut dalam mengadopsi standar nasional dan internasional dalam pengelolaan sertifikasi serta pelatihan halal. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi kesempatan akselerasi pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di bidang penjaminan produk halal, khususnya untuk wilayah Sulawesi Tenggara.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, memberikan apresiasi mendalam terhadap langkah UI. Ia menyatakan bahwa peresmian UI Halal Training Center merupakan best practice bagi IAI Rawa Aopa yang saat ini sedang dalam tahap finalisasi persiapan pendirian unit serupa.

Menurutnya, sinergi antarperguruan tinggi sangat krusial agar standar halal tidak hanya menjadi syarat administratif, tetapi juga menjadi keunggulan kompetitif bangsa di kancah global. Ismail menambahkan bahwa melalui kemitraan ini, pihaknya berkomitmen untuk memastikan bahwa Pusat Halal IAI Rawa Aopa nantinya memiliki kurikulum pelatihan yang kredibel dan mampu menjangkau para pelaku usaha di daerah.

Dalam keterangannya secara langsung, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya integrasi akademik dalam industri halal.

“Peresmian UI Halal Training Center ini menjadi cetak biru bagi kami di IAI Rawa Aopa untuk segera menghadirkan fasilitas serupa yang terstandarisasi di Konawe Selatan,” ujar Ismail di sela-sela acara, Depok, Kamis (12/2/ 2026).

Ia juga menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah menyiapkan infrastruktur yang legal dan diakui secara nasional.

“Selain mendirikan lembaga, juga membangun ekosistem di mana akademisi dan praktisi halal bisa berkolaborasi secara profesional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar kerja sama ini terus berlanjut ke tahap implementasi teknis.

“Sinergi ini adalah langkah konkret kami untuk memastikan masyarakat di Sulawesi Tenggara mendapatkan akses pelayanan halal yang berkualitas melalui institusi pendidikan,” tambahnya.

Langkah IAI Rawa Aopa ini merupakan bagian dari transformasi institusi dalam merespons kebutuhan pasar dan regulasi pemerintah terkait kewajiban sertifikasi halal.

Dengan pendampingan dan pembelajaran dari unit yang telah mapan seperti milik Universitas Indonesia, diharapkan Pusat Halal IAI Rawa Aopa dapat segera beroperasi dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekosistem halal di Indonesia.

IMG-20260209-WA0029

Pusat Halal Rawa Aopa Segera Terbentuk, Pimpinan Kampus Perdalam Kompetensi di Universitas Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan turut mematangkan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem halal di Sulawesi Tenggara. Sebagai bentuk komitmen nyata, pimpinan kampus dijadwalkan akan mengikuti pelatihan intensif di Universitas Indonesia (UI) guna mempersiapkan pendirian Pusat Halal Rawa Aopa.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa lembaga yang akan dibentuk memiliki standar kompetensi yang diakui secara nasional dan mampu melayani kebutuhan sertifikasi serta edukasi halal bagi masyarakat luas.

“Kita sudah mendapatkan konfirmasi atas pendaftaran untuk menjadi peserta dalam pelatihan yang dilaksanakan Pusat Halal Universitas Indonesia,” ungkap Ismail di Jakarta, sebelum bertolak ke Kuala Lumpur, Senin (9/2/2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari visi besar kampus dalam mendukung kemandirian ekonomi umat. Beliau menyatakan bahwa kehadiran pimpinan dalam pelatihan di Universitas Indonesia adalah upaya untuk menyerap metodologi dan tata kelola pusat halal yang profesional.

Ismail Suardi Wekke menambahkan bahwa Pusat Halal Rawa Aopa nantinya tidak hanya menjadi lembaga administratif, tetapi juga pusat kajian yang mendalam mengenai produk halal di kawasan tersebut. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kolaborasi dengan institusi sekelas Universitas Indonesia akan memberikan landasan akademik yang kokoh bagi operasional pusat halal di masa depan.

Dalam penjelasannya, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus terkait urgensi program ini bagi institusi.

“Kami menyadari bahwa pendirian Pusat Halal memerlukan kesiapan sumber daya manusia yang mumpuni, sehingga pelatihan di UI ini menjadi kunci utama bagi jajaran pimpinan,” ujar Ismail saat berada di bandara Soekarno Hatta dalam persiapan menghadiri kegiatan di Universiti Kebangsaan Malaysia.

Ia juga menambahkan rincian mengenai fokus kegiatan tersebut dengan menyatakan, “Partisipasi kami di Universitas Indonesia adalah langkah awal untuk memastikan Pusat Halal Rawa Aopa memiliki kredibilitas tinggi dalam memberikan layanan sertifikasi nantinya”.

Menutup pernyataannya, Ismail menegaskan komitmen keberlanjutan dari program ini dengan berkata, “Setelah pelatihan ini selesai, kami segera merumuskan struktur organisasi dan program kerja teknis agar Pusat Halal Rawa Aopa dapat langsung beroperasi melayani UMKM di Sulawesi Tenggara”.

Upaya pengembangan ini dipandang strategis mengingat potensi produk lokal di Konawe Selatan yang membutuhkan pendampingan sertifikasi halal untuk menembus pasar yang lebih luas. Melalui kerja sama dan peningkatan kapasitas pimpinan di level nasional, IAI Rawa Aopa optimistis dapat menjadi pelopor dalam gerakan halal di wilayahnya.

Ke depannya, Pusat Halal Rawa Aopa diharapkan mampu bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga pelaku usaha, guna menciptakan ekosistem ekonomi syariah yang terintegrasi dan berkelanjutan.

IMG-20260208-WA0040

Pertahankan Kerja Sama Global, Pimpinan IAI Rawa Aopa Hadiri Youth Leadership Dialogue UKM 

Rawaaopakonsel.ac.id, Kuala Lumpur – Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dijadwalkan menggelar forum internasional bertajuk Youth Leadership Dialogue pada Rabu, 11 Februari 2026 mendatang.

 

Perhelatan yang akan berlangsung di Kampus UKM, Bangi, ini secara khusus mengundang jajaran pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan untuk berpartisipasi aktif dalam mendiskusikan masa depan kepemimpinan pemuda di kawasan Asia Tenggara.

 

Pihak IAI Rawa Aopa telah mengonfirmasi kehadiran mereka dalam agenda strategis tersebut. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan kesiapannya untuk bertolak menuju Malaysia guna memenuhi undangan dari salah satu universitas riset terbaik di Negeri Jiran tersebut.

 

Saat dikonfirmasi mengenai kepastian keberangkatan tim, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan singkat namun tegas bahwa rombongan pimpinan dipastikan akan turut serta dalam dialog tersebut.

 

“Insya Allah hadir,” ungkap Ismail saat ditemui di sela-sela aktivitas dalam workshop publikasi pasca konferensi di Jakarta, Ahad (8/2/2026).

 

Ismail Suardi Wekke menambahkan bahwa keterlibatan IAI Rawa Aopa dalam forum ini merupakan bagian dari komitmen kampus untuk memperluas jejaring internasional, terutama di tingkat regional Asia Tenggara. Ia menekankan bahwa dialog di UKM ini sangat penting karena kepemimpinan pemuda adalah kunci dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

 

Selain itu, Ismail menyampaikan bahwa melalui forum ini, IAI Rawa Aopa ingin menunjukkan kontribusi aktif perguruan tinggi dari daerah dalam kancah akademik internasional. Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Universiti Kebangsaan Malaysia akan memberikan perspektif baru bagi pengembangan kemahasiswaan di IAI Rawa Aopa.

 

“Kami memandang undangan ini sebagai peluang emas untuk mendiskusikan model kepemimpinan yang relevan dengan nilai-nilai lokal namun tetap memiliki daya saing global,” tutur Ismail yang juga alumni pendidikan doktor di Universiti Kebangsaan Malaysia.

 

Dalam keterangannya pada kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke menggarisbawahi pentingnya pertukaran ide antar-pimpinan perguruan tinggi dalam acara tersebut. “Kunjungan ini bukan sekadar menghadiri dialog, tetapi juga merupakan langkah konkret untuk menjajaki kerja sama penelitian dan pengabdian masyarakat antara IAI Rawa Aopa dan UKM di masa depan,” tegasnya.

 

IAI Rawa Aopa yang berlokasi di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, senantiasa melaksanakan langkah-langkah akselerasi dalam pengembangan sumber daya manusia. Sebagai kampus yang sedang berkembang di kawasan penyangga Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, partisipasi dalam Youth Leadership Dialogue di Bangi diharapkan mampu mempertahankan reputasi institusi sekaligus memberikan pengalaman internasional bagi jajaran pimpinan dan civitas akademika.

IMG-20260208-WA0024

Perkuat Sumber Daya Manusia, IAI Rawa Aopa Luncurkan Tawaran Program Beasiswa Kader Partai

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Partai Gerindra genap berusia 18 tahun pada Jumat (6/2/2026). Perayaan hari jadi partai berlambang kepala Garuda ini digelar dengan khidmat di berbagai wilayah, mulai dari kediaman Ketua Umum Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta, hingga ke daerah-daerah.

Di Sulawesi Tenggara, momentum ini dimaknai secara strategis oleh IAI Rawa Aopa untuk melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia lewat program beasiswa khusus bagi kader Gerindra di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Konawe Selatan.

IAI Rawa Aopa sendiri merupakan institusi pendidikan tinggi yang terletak di kawasan yang strategis dan kaya akan nilai historis serta ekologis, berdekatan dengan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai. Kampus ini fokus pada pengembangan nilai-nilai keislaman yang dipadukan dengan wawasan kebangsaan, menjadikannya mitra strategis dalam mencetak kader partai yang tidak hanya militan secara politik, tetapi juga terpelajar secara akademik.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung visi Presiden Prabowo Subianto untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Melalui kebijakan beasiswa ini, IAI Rawa Aopa membuka pintu seluas-luasnya bagi kader Gerindra untuk menempuh studi tingkat tinggi sebagai bekal pengabdian kepada masyarakat.
Dalam pernyataan resminya, Ismail Suardi Wekke menyampaikan tiga poin utama secara langsung.

“Kami memandang HUT ke-18 Gerindra sebagai momentum tepat untuk meluncurkan program Beasiswa Kesempatan Kuliah bagi para kader agar mereka memiliki kompetensi akademik yang mumpuni dalam mengawal kebijakan pemerintah,” tegas Ismail.

Ia juga menambahkan bahwa investasi terbaik bagi sebuah partai politik adalah investasi pada otak para kadernya, sehingga IAI Rawa Aopa siap menjadi kawah candradimuka bagi kader Gerindra di Sulawesi Tenggara. Lebih lanjut, Ismail menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara sektor pendidikan dan partai politik dalam mempercepat pembangunan daerah melalui jalur pendidikan formal.

Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan secara tidak langsung bahwa pemberian beasiswa ini bertujuan untuk memastikan setiap kader yang menjabat di struktur organisasi maupun legislatif memiliki basis keilmuan yang kuat. Beliau berharap agar para kader tidak menyia-nyiakan peluang emas ini untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan mereka di IAI Rawa Aopa.

Menurutnya, program ini juga dirancang untuk mensinkronkan program kerja partai dengan kajian-kajian ilmiah yang ada di lingkungan kampus, sehingga setiap kebijakan yang diambil kader di lapangan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.
Pesan penguatan kader ini sejalan dengan arahan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, yang dalam syukuran di Jakarta berpesan agar seluruh kader tetap bekerja keras, mawas diri, dan mendekatkan diri kepada rakyat. Prabowo menegaskan bahwa kader Gerindra harus menjaga kepercayaan publik dan tidak akan memberikan pembelaan bagi mereka yang melakukan perbuatan tercela.

Ahmad Muzani, yang juga Ketua MPR RI turut mengingatkan bahwa selama 18 tahun berdiri, cita-cita utama partai adalah melihat rakyat Indonesia tersenyum. Melalui akses pendidikan seperti yang ditawarkan oleh IAI Rawa Aopa, diharapkan kader-kader Gerindra dapat mewujudkan senyum rakyat tersebut melalui pelayanan yang lebih profesional dan berbasis pengetahuan.

Meski dirayakan secara sederhana karena rasa empati terhadap bencana alam di beberapa daerah, HUT ke-18 ini tetap dibanjiri ucapan selamat dari berbagai tokoh bangsa, termasuk karangan bunga dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Hal ini menunjukkan bahwa di tengah dinamika politik, persahabatan antar-tokoh bangsa tetap terjaga demi kepentingan nasional yang lebih besar.

IMG-20260208-WA0020

Sinergi Inovasi dan Teknologi: Langkah Strategis IAI Rawa Aopa Perluas Jejaring Publikasi Global Pasca Konferensi

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Gelaran International Conference on Technology, Innovation, and Management (ICTIM) 2025 yang berlangsung di Kampus BINUS @Alam Sutera menjadi momentum krusial bagi Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan untuk mempertegas eksistensinya di kancah akademik internasional.

Kehadiran delegasi dari Sulawesi Tenggara ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan inovasi teknologi dengan nilai-nilai berkelanjutan yang menjadi fokus utama konferensi tahun ini.

Konferensi ICTIM 2025 yang telah berlangsung mengusung tema Integrating Innovation and Technology for Sustainable Business and Societal Impact ini menjadi wadah bagi akademisi IAI Rawa Aopa untuk bersinergi dengan para pakar dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menekankan bahwa keterlibatan kampus dalam forum internasional merupakan bagian dari peta jalan transformasi institusi.

Beliau menyatakan bahwa partisipasi ini adalah ikhtiar nyata untuk membawa perspektif lokal ke ranah global, sekaligus menyerap perkembangan teknologi informasi terbaru untuk diterapkan di daerah.

“Kita diberi kepercayaan pasca konferensi untuk turut dalam menyiapkan publikasi bagi makalah yang sudah dipresentasikan,” kata Ismail Suardi Wekke di sela-sela kegiatan workshop publikasi pasca konferensi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/ 2026).

Ismail Suardi Wekke juga memberikan pandangan mendalam mengenai relevansi materi konferensi terhadap pengembangan sumber daya manusia di perguruan tinggi.

Ia menjelaskan bahwa adaptasi terhadap kecerdasan buatan dan manajemen modal manusia yang dibahas oleh para pembicara utama dalam konferensi yang berlangsung November 2025 di kampus Alam Sutera, seperti Prof. Peter John Wanner dan Prof. Koo Ah-Choo, sangat sejalan dengan kebutuhan tata kelola di IAI Rawa Aopa.

Menurutnya, manajemen kampus di era disrupsi digital menuntut fleksibilitas dan visi yang jauh ke depan agar tetap relevan dengan tuntutan zaman.

Lebih lanjut, dalam pernyataan yang sama, Ismail Suardi Wekke menegaskan komitmennya terhadap pengembangan riset kolaboratif.

“Kehadiran kami di ICTIM 2025 lalu dan juga kini dalam wroskhop publikasi pasca konferensi adalah jembatan untuk membangun kemitraan riset lintas negara yang akan memperkuat kualitas publikasi ilmiah dosen-dosen kami,” tegas Ismail.

Ia juga menambahkan poin penting mengenai peran teknologi dalam pemberdayaan masyarakat dengan berujar, “Inovasi teknologi harus mampu menyentuh level akar rumput, sehingga transformasi digital tidak hanya dirasakan di kota besar, tetapi juga menjadi solusi bagi pembangunan di Konawe Selatan”.

Menutup pernyataannya, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya keberlanjutan pasca-konferensi ini bagi institusinya.

“Kami tidak ingin berhenti pada presentasi saja; setiap gagasan yang lahir di sini harus dikonversi menjadi kebijakan akademik yang progresif di kampus,” ungkapnya dengan optimistis.

Semangat ini tercermin dari keikutsertaan akademisi IAI Rawa Aopa dalam pasca konferensi untuk menyiapkan publikasi. Sekaligus diharapkan dapat membawa dampak jangka panjang bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia Timur.

IMG-20260208-WA0012

Sinergi Akademik dan Pemikiran Tokoh: IAI Rawa Aopa Simak Rekam Jejak Yusril demi Masa Depan Hukum Tata Negara

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Perayaan ulang tahun ke-70 Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, berlangsung khidmat dengan peluncuran delapan buku rekam jejak pemikirannya di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2026).

Momentum bersejarah ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, yang secara khusus memberikan apresiasi terhadap kontribusi intelektual Yusril, terutama bagi pengembangan akademik dalam konteks Program Studi Hukum Tata Negara.

Acara yang dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini menjadi magnet bagi para tokoh hukum nasional. Terlihat hadir Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan, mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, hingga pengacara senior seperti Maqdir Ismail dan Todung Mulya Lubis.

Kehadiran pimpinan IAI Rawa Aopa dalam agenda ini juga sekaligus mempertegas komitmen institusi dalam menyerap gagasan-gagasan besar untuk diterapkan pada kurikulum Hukum Tata Negara di kampus mereka.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, yang hadir dalam acara tersebut menyatakan bahwa karya-karya yang diluncurkan merupakan rujukan berharga bagi dunia pendidikan.

Beliau menegaskan bahwa delapan buku tersebut akan menjadi sumber referensi primer bagi mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara di IAI Rawa Aopa guna mendalami dinamika ketatanegaraan Indonesia.

Menurutnya, pemikiran Yusril sangat relevan dengan visi IAI Rawa Aopa dalam mencetak kader hukum yang memiliki kedalaman akademik serta integritas nasional yang kuat.
Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan resminya mengenai relevansi buku ini bagi kampus.

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk apresiasi sekaligus upaya menjemput gagasan besar untuk memperkuat fondasi akademik di Program Studi Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa,” ujar Ismail.

Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa delapan buku ini bukan sekadar biografi, melainkan peta jalan hukum Indonesia yang sangat krusial untuk dipelajari oleh seluruh civitas akademika di Konawe Selatan. Sebagai penutup pernyataan langsungnya, Ismail menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk mengintegrasikan nilai-nilai pengabdian yang tertuang dalam buku tersebut ke dalam semangat belajar para mahasiswa di daerah.

Secara tidak langsung, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi pentingnya ketersediaan literatur digital gratis yang disediakan oleh pihak Yusril, karena hal tersebut sangat membantu aksesibilitas mahasiswa di pelosok daerah seperti di Konawe Selatan.

Ia berpendapat bahwa kemudahan akses e-book ini akan mempercepat transformasi pengetahuan hukum tata negara di lingkungan kampus IAI Rawa Aopa tanpa terkendala urusan biaya buku. Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar para dosen di Program Studi Hukum Tata Negara dapat membedah setiap bab dari delapan buku tersebut sebagai bagian dari pengayaan materi kuliah hukum kontemporer.

Yusril sendiri menjelaskan bahwa delapan buku yang ditulis oleh Prof. Dr. Hafid Abbas dan tim ini merangkum jejak perjalanannya selama setengah abad, mulai dari masa mahasiswa hingga perannya di pemerintahan saat ini.

Ia juga menekankan bahwa buku-buku tersebut tidak diperjualbelikan melainkan dibagikan secara gratis sebagai amal jariah intelektual yang bisa diunduh melalui situs resminya. Baginya, penyebaran ide jauh lebih penting daripada hak cipta, sehingga ia mengizinkan siapa saja untuk mencetak dan mendiskusikan isi buku tersebut demi kepentingan bangsa dan negara.

IMG-20260201-WA0002

Pimpinan IAI Rawa Aopa Berbagi Gagasan Solutif Masalah Pemuda di Pascasarjana UGM

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi tempat kegiatan diskusi pada Jumat (30/1/2026) saat ratusan pemuda berkumpul dalam Seminar Nasional bertajuk “Peran Strategis Pemuda dalam Kebijakan Sosial dan Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045”.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP) ini bekerja sama dengan Keluarga Alumni Pascasarjana UGM (KAPASGAMA) serta Sekolah Pascasarjana UGM untuk merumuskan langkah nyata pemuda dalam pembangunan nasional.

“Ruang Kolaborasi Pemuda adalah platform mempertemukan lintas profesi, sehingga inilah yang menjadi salah satu makna Yogyakarta sebagai kota pendidikan,” ujar Ismail Suardi
Wekke sebelum acara dimulai. Sebagaimana diketahui, Ismail Suardi Wekke, selain sebagai Komite Saintifik Asian Youth Forum (AYF) juga adalah Wakil Rektor di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Ketua Umum RKP DIY, M. Asruri Faishal Alam, dalam keterangannya menyoroti fenomena memprihatinkan yang tengah melanda generasi muda. Ia mengungkapkan bahwa saat ini remaja kian rentan terjebak dalam masalah sosial seperti kejahatan jalanan yang meresahkan, tindak kekerasan, hingga jeratan judi online.
Faishal menjelaskan bahwa seminar nasional yang digelar di UGM tersebut bertujuan untuk membangun ruang dialog konstruktif guna memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan dalam pembangunan sosial dan infrastruktur.

Selain itu, pengaruh buruk lingkungan dan media sosial turut memicu maraknya penyalahgunaan narkoba serta minuman keras yang menjauhkan pemuda dari harapan menjadi penerus bangsa. Menanggapi tantangan tersebut, Faishal menegaskan bahwa problematika ini merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.

Ketua Umum RKP DIY, M. Asruri Faishal Alam, berpendapat bahwa berbagai problematika yang menimpa remaja saat ini merupakan tanggung jawab bersama bagi seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mengatasinya.

Seminar ini dirancang sebagai ruang dialog konstruktif guna memperkuat posisi pemuda sebagai agen perubahan. Dengan mendorong keterlibatan aktif dalam sektor sosial, ekonomi, hingga infrastruktur, diharapkan generasi muda dapat mengalihkan energi mereka ke arah positif dan berkontribusi langsung bagi pembangunan daerah.

Diskusi ini diperkuat oleh kehadiran narasumber lintas sektor, mulai dari Ahmad Syauqi Suratno selaku Anggota DPD RI Dapil DIY, Ismail Suardi Wekke dari Scientific Committee Asian Youth Forum, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, hingga GM Bandara Internasional Yogyakarta Ruly Artha.

Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa salah satu instrumen utama kemajuan adalah pemeliharaan semangat gotong royong dalam setiap aktivitas kepemudaan sebagai warisan nilai luhur bangsa.

Ismail Suardi Wekke mengemukakan bahwa gotong royong merupakan salah satu instrumen penting bagi kemajuan bangsa yang harus terus diteruskan dalam berbagai aktivitas pemuda.

“Keberagaman latar belakang pembicara dalam paneli telah menjadi perspektif diskusi yang kaya,” kata Ismail Suardi Wekke saat ditemui awak media.

“Dalam kapasitas pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, kami menyampaikan terima kasih atas undangan ini. Ruang Kolaborasi Pemuda, sebagaimana namanya, juga telah menjadi ruang ekspresi bagi kami perguruan tinggi di timur Indonesia,” papar Ismail Suardi Wekke di sela-sela acara saat menyapa panitia dan menyampaikan apresiasi.

Acara yang diikuti oleh sekitar 300 peserta dari kalangan mahasiswa, pelajar, dan organisasi kepemudaan ini dibuka dengan sambutan dari Dekan Sekolah Pascasarjana UGM Prof. Ir. Siti Malkhamah serta Ketua KAPASGAMA Dr. H. Khamim Zarkasih Putro.

Keberagaman latar belakang peserta ini diharapkan mampu menciptakan perspektif diskusi yang lebih kaya, sehingga tercipta kolaborasi inklusif untuk mengawal arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

M. Asruri Faishal Alam menegaskan, “Mari bersama-sama seluruh elemen masyarakat, kita bangun dan rawat generasi muda dalam kerangka pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.”

IMG-20260127-WA0031

Kick Off Meeting dan FGD antara IAI Rawa Aopa dengan NITRO dalam Pelaksanaan ICON 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa menjalin sinergi strategis dengan Institut Bisnis dan Keuangan NITRO melalui agenda ICON 2026. Telah terlaksana daring kegiatan Kick Off Meeting dan Focus Group Discussion (FGD), Senin (26/1/2026).

Pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka mematangkan persiapan perhelatan internasional International Conference on NITRO (ICON) 2026 yang dijadwalkan menjadi agenda akademik penting kedua institusi di bulan April mendatang.

Dalam suasana diskusi yang produktif tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menekankan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar seremoni akademik saja.

Ia menyatakan bahwa pertemuan ini menjadi fondasi awal untuk menyatukan visi besar dalam mengangkat kearifan lokal ke panggung global melalui riset-riset yang berkualitas.

Menurutnya, sinergi antara IAI Rawa Aopa dan NITRO akan memberikan warna baru bagi penyelenggaraan ICON 2026, khususnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai luhur kemanusiaan dengan perkembangan bisnis dan keuangan modern. Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke secara tegas memberikan instruksi dan harapan besar terhadap tim teknis kedua belah pihak agar bekerja secara profesional.

“Kita harus memastikan bahwa seluruh instrumen pelaksanaan ICON 2026 telah siap secara matang, mulai dari manajemen tata kelola konferensi hingga output publikasi ilmiah yang akan dihasilkan nantinya,” ujar Ismail saat memberikan pengantar mengawali kegiatan tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa prakarsa dan kesediaan NITRO merupakan langkah untuk memperkuat jaringan nasional dan juga perluasan kerjasama internasional melalui konferensi.

“KIta akan berusaha semaksimal mungkin, sehingga kegiatan ini insya Allah sukses,” papar Ismail Suardi Wekke yang merupakan Co-Chair ICON 2026.

“Kerja sama ini adalah bukti komitmen kami untuk membawa IAI Rawa Aopa bertransformasi menjadi institusi yang inklusif dan progresif di mata dunia,” tegasnya dengan penuh optimisme.

Menutup pernyataannya, Ismail mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menjaga kualitas akademik selama proses persiapan berlangsung.

“Saya berharap dengan Kick Off ini melahirkan kerangka kerja yang solid sehingga ICON 2026 tidak hanya menjadi ajang pertemuan para pakar, tetapi juga memberikan solusi konkret bagi permasalahan masyarakat di era digital,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Ismail turut menjelaskan bahwa keberhasilan agenda internasional ini akan sangat bergantung pada bagaimana kedua institusi mampu mengelola sumber daya manusia dan dukungan finansial secara transparan dan akuntabel.

Melalui FGD ini, IAI Rawa Aopa dan NITRO berkomitmen untuk terus mengawal setiap tahapan persiapan demi memastikan standar kualitas internasional tetap terjaga hingga hari pelaksanaan nanti.

IMG-20260127-WA0018

Turun ke Boepinang, IAI Rawa Aopa Kawal Program Wajib Belajar 13 Tahun dengan Akses Pendidikan Bagi Guru

Rawaaopakonsel.ac.id, Boepinang – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyelenggarakan kegiatan perkuliahan lapangan yang terintegrasi dengan program pengabdian masyarakat di Boepinang, Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan bertajuk “Diskusi Akhir Semester bersama Mahasiswa dan Guru PAUD” ini salah satu fokus pembahasan pada upaya mendukung akselerasi program Wajib Belajar 13 Tahun di wilayah tersebut.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, bersama dosen, mahasiswa, puluhan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Boepinang (Bombana).

Sinergi antara akademisi dan praktisi pendidikan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih inklusif bagi anak usia dini di Bombana.

“Kita mengajak guru-guru PAUD bahwa dalam 4 tahun ke depan, semua guru yang masih lulusan sekolah menengah, sudah menyelesaikan pendidikan tingkat sarjana,” papar Ismail di awal acara diskusi.

Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa agenda ini selain sebagai kegiatan akademik, melainkan langkah nyata dalam menjalankan kesepakatan yang telah dibangun dengan pemerintah daerah.

“Kegiatan ini merupakan bagian integral dalam implementasi nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Bombana dengan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam memajukan sektor pendidikan,” ujar Ismail saat membuka diskusi.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kualitas pendidikan dari akar rumput, termasuk pada level PAUD. Ia menjelaskan bahwa melalui diskusi akhir semester yang melibatkan praktisi di lapangan, pihaknya ingin memastikan bahwa kurikulum yang diajarkan kepada mahasiswa selaras dengan tantangan nyata yang dihadapi para guru di Boepinang.

Menurutnya, keterlibatan dosen dan mahasiswa di tengah masyarakat merupakan manifestasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus terus dihidupkan.

“Dulu dalam satu masa, perguruan tinggi dipandang sebagai menara gading. Kini, kita perlu beranjak ke paradigma Menara Air,” komentar Ismail terkait dengan posisi perguruan tinggi kontemporer.

Dalam pemaparannya di hadapan para peserta, Ismail memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para pendidik di wilayah pesisir. “Kami berkomitmen untuk terus mendampingi para guru PAUD di Boepinang agar memiliki kompetensi yang mumpuni dalam menyambut program wajib belajar 13 tahun,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi ini akan terus berlanjut dalam bentuk pendampingan teknis dan pengembangan metode pembelajaran yang inovatif. Di sisi lain, Ismail turut menyoroti pentingnya peran strategis mahasiswa dalam mendorong perubahan sosial melalui pendidikan.

Ia menyatakan bahwa mahasiswa harus mampu menjadi jembatan informasi antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat di pelosok. Baginya, pengalaman lapangan ini menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan sosial sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Bombana.

Pertemuan tersebut ditutup dengan sesi dialog interaktif antara dosen dan guru PAUD mengenai kendala administratif dan pedagogis di lapangan. Ismail kembali menekankan bahwa integrasi pengabdian masyarakat ini menjadi bukti bahwa IAI Rawa Aopa hadir secara fisik dan pemikiran untuk kemajuan daerah.

“Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan bahwa tidak ada anak di Boepinang yang tertinggal dalam mendapatkan hak pendidikan dasarnya,” pungkas Ismail menutup pernyataannya.

IMG-20260127-WA0015

Perkuat Instrumen Inovasi Bersama CIDES-BRIN, IAI Rawa Siap Bergerak dalam Skala Lokal

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Center for Information and Development Studies (CIDES) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) melakukan kunjungan silaturahmi ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna membahas penguatan ekosistem dan pengembangan budaya riset di Indonesia. Pertemuan ini menjadi momentum krusial dalam menyelaraskan visi antara lembaga pemikir (think tank) dengan otoritas riset tertinggi di tanah air, Senin (26/1/2026).

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Kerjasama CIDES ICMI yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

Ismail menyatakan bahwa sinergi antara BRIN dan CIDES ICMI merupakan langkah strategis dalam memastikan setiap kebijakan pembangunan berbasis pada data dan kajian yang mendalam. Ia menilai bahwa riset tidak boleh berhenti di laboratorium, melainkan harus menyentuh sendi-sendi kebijakan publik demi kemaslahatan masyarakat luas.

Ismail Suardi Wekke mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi peneliti yang besar, namun tantangan utamanya terletak pada integrasi dan keberlanjutan budaya riset di tingkat institusi. Ia menyampaikan secara langsung bahwa kolaborasi ini menjadi jembatan bagi para cendekiawan untuk berkontribusi lebih konkret dalam memberikan solusi bagi permasalahan bangsa melalui pendekatan saintifik.

“Kita memerlukan keterhubungan yang kuat antara kebijakan nasional dan aktivitas intelektual di daerah agar inovasi dapat tumbuh secara merata di seluruh pelosok negeri,” tegas Ismail saat memberikan pernyataan usai pertemuan dengan BRIDA Konawe Selatan di Andoolo pada hari yang sama.

Lebih lanjut, Ismail menegaskan bahwa penguatan institusi pendidikan tinggi, khususnya di daerah, sangat bergantung pada dukungan infrastruktur riset yang disediakan oleh pemerintah pusat.

Ia secara lugas menyatakan, “IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk menjadi bagian dari ekosistem riset ini, sehingga perencanaan pembangunan di wilayah seperti Konawe Selatan dapat didasarkan pada nalar akademik yang kuat.”

Menurutnya, budaya riset harus dimulai dari keterbukaan dalam berkolaborasi dan kesiapan sumber daya manusia dalam beradaptasi dengan teknologi terbaru.

“Silaturahmi dengan Kepala BRIN ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah awal dari berbagai program aksi yang akan kita jalankan bersama ke depan,” tambah Ismail Suardi Wekke yang mengusulkan bagaimana keberadaan Akademi Tunas Cendekia yang dapat menjadi platform budaya riset di tingkatan sekolah dasar dan menengah.

Di sisi lain, Ismail juga menekankan bahwa CIDES ICMI terus mendorong agar hasil-hasil riset dapat diakses dan dimanfaatkan oleh para pengambil kebijakan secara inklusif. Ia meyakini bahwa dengan semangat kebersamaan, Indonesia dapat membangun kemandirian teknologi dan kedaulatan ilmu pengetahuan yang kompetitif di tingkat global.

Dalam rangkaian kegiatan di kesempatan yang berbeda, Ismail Suardi Wekke juga melakukan kunjungan ke Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Konawe Selatan. Pertemuan tersebut difokuskan pada diskusi mengenai peluang kolaborasi konkret antara IAI Rawa Aopa dengan BRIDA Konsel dalam pengembangan budaya riset lokal.

Kunjungan ini merupakan implementasi nyata dari semangat desentralisasi inovasi, di mana riset diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam menggali dan memaksimalkan potensi daerah demi kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Tenggara.