IMG-20260508-WA0051

Pimpinan dan Civitas Akademika IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Menyampaikan Duka Atas Wafatnya Haerul Saleh, Anggota BPK RI Asal Sulawesi Tenggara

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Kabar duka yang menyelimuti Sulawesi Tenggara atas wafatnya Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Haerul Saleh, memicu gelombang simpati dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari jajaran pimpinan dan segenap civitas akademika Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Pihak kampus secara resmi menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya tokoh nasional putra daerah terbaik asal Bumi Anoa tersebut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, mengungkapkan bahwa sosok Haerul Saleh merupakan figur yang memiliki dedikasi tinggi bagi bangsa, khususnya dalam pengawalan transparansi keuangan negara.

“Kami keluarga besar IAI Rawa Aopa turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Haerul Saleh. Sulawesi Tenggara kehilangan salah satu putra terbaiknya yang telah berkiprah di kancah nasional,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam keterangan resminya, Jumat (8/5/2026).

Ismail menambahkan bahwa rekam jejak almarhum, baik saat duduk di parlemen maupun sebagai anggota BPK RI, menjadi teladan bagi generasi muda di Sulawesi Tenggara, termasuk bagi para mahasiswa di IAI Rawa Aopa.

Segenap Civitas Akademika mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Keluarga yang ditinggalkan diharapkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi masa sulit ini.

Dedikasi Almarhum diharapkan terus menginspirasi pembangunan di Sulawesi Tenggara dan Indonesia pada umumnya.
Kepergian Haerul Saleh meninggalkan duka yang mendalam tidak hanya bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi institusi pendidikan yang melihat beliau sebagai sosok yang gigih dalam menjalankan amanah negara. Selamat jalan, Bapak Haerul Saleh.

IMG_20260508_143138

Bangun Kemitraan Akademik Internasional, IAI Rawa Aopa Gandeng UKM Malaysia dan STAI Al-Ittihad Cianjur

Rawaaopakonsel.ac.id, Malaysia– Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kolaborasi akademik lintas negara. IAI Rawa Aopa turut bermitra dalam pelaksanaan kunjungan strategis STAI Al-Ittihad Cianjur ke Graduate School of Business (GSB), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Rabu (6/5/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Bangi, Selangor, Malaysia, tersebut menjadi momentum penting dalam memperluas jaringan kerja sama perguruan tinggi keagamaan Islam swasta (PTKIS) Indonesia di tingkat internasional. Kunjungan ini juga merupakan implementasi sinergi antara STAI Al-Ittihad Cianjur dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai mitra strategis.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari peta jalan institusi dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan kolaboratif.

“STAI Al-Ittihad Cianjur merupakan salah satu mitra kerjasama perguruan tinggi kita di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Dalam kesempatan yang akan datang, kami merencanakan sebuah kolaborasi yang lebih luas dengan perguruan tinggi se-Jawa Barat,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam keterangannya usai pertemuan dengan GSB UKM, Kamis (7/5/2026).

Ia menambahkan, agenda di Malaysia tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diarahkan untuk merumuskan kesepakatan formal yang dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan akademik di Indonesia.

“Salah satu agenda ke depan bersama UKM adalah agar bisa mewujudkan kolaborasi di Indonesia dengan PTKIS Jawa Barat dan Indonesia secara umum melalui nota kesepahaman (MoU) yang komprehensif,” tambahnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan mencakup berbagai bidang, mulai dari pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, hingga peningkatan kapasitas dosen. Dengan melibatkan UKM sebagai salah satu universitas riset terkemuka di Malaysia, IAI Rawa Aopa berharap dapat menghadirkan standar pendidikan global dalam pengembangan institusi lokal, khususnya di Sulawesi Tenggara dan Jawa Barat.

IMG-20260507-WA0014

Binus University dan IAI Rawa Aopa Perkuat Kolaborasi Akademik Lewat Workshop Penulisan Ilmiah

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan –  Binus University menggelar workshop penulisan bab buku terindeks secara daring pada Kamis (7/5/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi Ismail Suardi Wekke sebagai pemateri utama.

Workshop ini diikuti sekitar 40 peserta dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti dengan target menghasilkan bab buku terindeks sebagai bagian dari penguatan budaya publikasi ilmiah.

Dalam pemaparannya, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya kemampuan menulis akademik yang terstruktur dan berkualitas untuk mendukung pengembangan keilmuan di lingkungan perguruan tinggi.

“Penulisan bab buku terindeks bukan hanya soal publikasi, tetapi juga upaya membangun tradisi akademik yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Ismail dalam kegiatan tersebut, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan, workshop ini merupakan bagian dari tindak lanjut kerja sama antara Binus University dan Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan yang sebelumnya telah menandatangani Letter of Intent (LoI) pada awal April 2026 lalu.

Menurutnya, kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah di Indonesia.

“Kerja sama ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, terutama dalam pengembangan riset dan publikasi akademik,” katanya.

Selain membahas teknik penulisan, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai strategi memilih tema yang relevan dan memiliki peluang untuk dipublikasikan dalam buku terindeks. Materi tersebut dinilai penting agar hasil karya akademik tidak hanya memenuhi standar ilmiah, tetapi juga memiliki kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Suasana workshop berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait proses penyusunan naskah hingga tahapan penerbitan. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman antara akademisi dan penulis dalam menghadapi tantangan publikasi ilmiah di era digital.

Selama workshop berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan terkait teknik penyusunan bab buku ilmiah, strategi publikasi, hingga tata kelola penulisan yang sesuai standar penerbitan terindeks.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan sesi tanya jawab selama kegiatan daring berlangsung. Para peserta berharap pelatihan semacam ini dapat terus dilaksanakan guna meningkatkan kapasitas akademik dan produktivitas publikasi ilmiah.

“Ini bagian dari kerja sama antara Binus University dengan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang sudah menandatangani LoI pada awal April lalu,” tutup Ismail Suardi Wekke.

IMG-20260506-WA0030

FKIP UHO dan IAI Rawa Aopa Teken Kerja Sama, Perkuat Kolaborasi Pendidikan di Sultra

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) bersama Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi menandatangani nota kesepakatan (MoA/PKS) dan Implementation Agreement (IA) sebagai bentuk penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi di Sulawesi Tenggara.

Penandatanganan yang berlangsung di Kendari ini menjadi langkah strategis dalam mendorong sinergi di bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat antara kedua institusi.

Dekan Fakultas Tarbiyah IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Mahrus Ali, M.Pd., menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen nyata untuk membangun kolaborasi berkelanjutan.

“Ini merupakan kolaborasi antara kampus di Sulawesi Tenggara yang diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Mahrus Ali dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).

Ia menambahkan, sinergi ini menjadi penting di tengah tuntutan peningkatan mutu lulusan dan kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pendokumentasian program pengabdian masyarakat yang selama ini dijalankan kedua kampus. Melalui kerja sama ini, berbagai program kolaboratif akan lebih terstruktur dan berdampak luas bagi masyarakat.

“Penandatanganan ini sekaligus menjadi bagian dari pendokumentasian kegiatan pengabdian masyarakat antara kedua institusi, sehingga ke depan program yang dijalankan bisa lebih terarah dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Kerja sama FKIP UHO dan Fakultas Tarbiyah IAI Rawa Aopa diharapkan mampu membuka peluang baru, baik dalam pertukaran akademik, riset kolaboratif, maupun implementasi program pemberdayaan masyarakat di wilayah Sulawesi Tenggara.

“Kami optimistis kerja sama ini akan menjadi fondasi kuat dalam menghadirkan inovasi pendidikan serta memperluas manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Tenggara,” tutup Mahrus Ali.

IMG-20260501-WA0023

IAI Rawa Aopa Ambil Peran di Sultan Hasanuddin Forum, Perkuat Daya Saing Riset Nasional

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation sukses digelar di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Rabu (29/4/2026). Forum ini menjadi momentum penting dalam mendorong akselerasi riset dan inovasi nasional melalui kolaborasi lintas lembaga dan wilayah.

Kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah kolaboratif untuk mempercepat hilirisasi riset serta pengembangan inovasi. Pemilihan lokasi di bandara dinilai strategis karena merepresentasikan konektivitas nasional dan sinergi antarpene­liti serta institusi dari berbagai daerah.

Keberhasilan penyelenggaraan forum ini tidak terlepas dari peran aktif Dewan Pendidikan Kabupaten Maros dalam kolaborasi berskala nasional. Keterlibatan tersebut mencerminkan komitmen dalam membangun ekosistem keilmuan yang inklusif dan dinamis.

Partisipasi IAI Rawa Aopa turut mempertegas peran perguruan tinggi daerah dalam mendukung kemajuan riset nasional. Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu melahirkan terobosan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan global.

Forum ini tidak hanya menjadi ruang pertemuan formal, tetapi juga berfungsi sebagai katalisator pertukaran gagasan antara akademisi dan praktisi. Fokus utamanya adalah memastikan setiap inovasi memiliki dampak nyata bagi pembangunan.

Komite Saintifik forum, Ismail Suardi Wekke, mengapresiasi peran Southeast Asian Academic Mobility (SEAAM) dalam mendukung kesuksesan kegiatan tersebut. Ia menilai capaian ini sebagai indikasi kebangkitan kedaulatan intelektual dari kawasan timur Indonesia.

“Forum ini melampaui ekspektasi dalam membangun konektivitas global bagi para peneliti, sekaligus membuka akses lebih luas terhadap jejaring akademik internasional,” ujar Ismail.

Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut terlihat dari kemampuan forum dalam menjembatani peneliti lokal ke jaringan global melalui peran strategis SEAAM, sehingga meningkatkan daya saing riset Indonesia di tingkat internasional.

Selain itu, Ismail menekankan pentingnya relevansi inovasi terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan riset tidak lagi diukur dari banyaknya teori, melainkan dari kontribusi nyata dalam menjawab tantangan pembangunan.

Dari sisi manajerial, ia juga menyoroti pentingnya tata kelola institusi yang kuat untuk mendukung riset berkelanjutan, termasuk transparansi perencanaan keuangan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di perguruan tinggi.

IAI Rawa Aopa, lanjutnya, berkomitmen mengadopsi model kolaborasi forum ini dalam perencanaan strategis kampus guna menciptakan ruang tumbuh optimal bagi dosen dan peneliti.

“Momentum ini harus segera ditindaklanjuti melalui penguatan sinergi lintas sektor agar hasil inovasi tidak berhenti pada tahap presentasi, tetapi diwujudkan dalam kerja sama konkret untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045,” kata Ismail.

IMG-20260429-WA0031

Kolaborasi Multinasional, NITRO dan IAI Rawa Aopa dan Tohoku Gelar PkM Kolaboratif Internasional di Maros

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Suasana Madrasah Aliyah Darul Ulum Ammessangeng, Maros, tampak berbeda pada Selasa, 28 April 2026. Rangkaian pelaksanaan International Conference on Finance and Banking (ICon-FiBank) secara resmi menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan skala internasional.

Agenda ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara institusi madrasah, perguruan tinggi, dan organisasi kemahasiswaan dalam memajukan kualitas pendidikan di daerah.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pakar dari dalam dan luar negeri. Selain melibatkan jajaran akademisi dari perguruan tinggi di Makassar, hadir pula delegasi dari IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Tak tanggung-tanggung, nuansa global kian terasa dengan kehadiran dosen dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Para delegasi luar negeri lainnya yang turut serta meliputi perwakilan dari Jepang, yang bergabung bersama mitra perguruan tinggi lokal lainnya.

Sementara itu, dosen dan mahasiswa secara bersama-sama turut hadir. Mereka menjalin kolaborasi dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat Kolaboratif Internasional dengan memilih madrasah sebagai lokasi. Panitia Pelaksana turut terlibat Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam, HMI Cabang Makassar Timur.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiasi ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran para akademisi lintas negara di tengah siswa madrasah bukan sekadar seremoni, melainkan upaya mentransfer energi akademik lintas negara.

Ismail menekankan pentingnya membangun jejaring sejak dini bagi para siswa agar mereka memiliki wawasan yang tidak lagi terbatas pada batas-batas administratif wilayah, melainkan global. Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan terkait dampak kegiatan ini bagi institusi. “Kolaborasi ini adalah jembatan emas bagi IAI Rawa Aopa untuk memperluas jangkauan pengabdian kami hingga ke level internasional melalui mitra di Maros,” ujarnya.

Ia kemudian melanjutkan bahwa kehadiran dosen dari Jepang dan Malaysia memberikan perspektif baru bagi para pendidik di madrasah. “Kami ingin memastikan bahwa inovasi keuangan dan perbankan yang dibahas di konferensi dapat membumi dan dipahami oleh generasi muda di tingkat sekolah menengah,” tambah Ismail dengan optimis.

Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke juga mengemukakan bahwa integrasi antara organisasi kemahasiswaan dan perguruan tinggi merupakan kunci keberlanjutan program pengabdian di masa depan. Ia berpendapat bahwa keterlibatan aktif mahasiswa dalam mendampingi delegasi asing akan mengasah kemampuan komunikasi internasional mereka.

Selain itu, Ismail memandang bahwa pemilihan Madrasah Aliyah Darul Ulum Ammessangeng sebagai lokasi kegiatan menunjukkan bahwa pendidikan agama dan sains modern dapat berjalan beriringan melalui dukungan kemitraan strategis global yang dibawa oleh jejaring ICon-FiBank.

IMG-20260428-WA0035

Kampus Nitro Jadi Tuan Rumah ICon-FiBank, Pererat Kerja Sama Akademik Lintas Benua

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Upaya memperkuat sinergi akademik lintas benua kembali ditegaskan dalam pembukaan International Conference on Finance and Banking (ICon-FiBank) yang berlangsung di Kampus Nitro, Makassar. Perhelatan bergengsi yang digelar secara hibrida pada 27-28 April 2026 ini mempertemukan para akademisi dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi ternama di Asia dan Eropa guna mendiskusikan transformasi sektor keuangan global.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan Pendidikan Fajar Ujungpandang, Dr. Ridwan Arif. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi internasional sebagai kunci bagi perguruan tinggi lokal untuk tetap relevan di tengah dinamika ekonomi global yang kian kompleks.

Kehadiran delegasi dari luar negeri, seperti Thailand, Turkiye, Jepang, dan Malaysia, menjadi bukti nyata bahwa Makassar telah menjadi titik temu strategis bagi diskursus intelektual di bidang perbankan dan keuangan.
Partisipasi institusi dalam negeri pun tidak kalah signifikan. Selain tuan rumah, tercatat delegasi dari Binus University dan mitra perguruan tinggi lainnya di Makassar turut hadir secara luring.

Salah satu keikutsertaan perguruan tinggi dalam konferensi ini IAI Rawa Aopa yang dihadiri Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Kehadiran beliau mempertegas komitmen institusi pendidikan di daerah untuk terlibat aktif dalam level internasional.

Dalam sebuah sesi diskusi, Ismail Suardi Wekke secara lugas menyatakan dukungannya terhadap forum ini. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan standar akademik nasional.

“Pertemuan lintas negara ini adalah jembatan bagi kita untuk menyelaraskan kurikulum dan riset keuangan dengan standar global yang berlaku saat ini,” ungkap Ismail.

Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa keterlibatan IAI Rawa Aopa merupakan bentuk nyata dari upaya kampus daerah untuk melakukan internasionalisasi demi mutu lulusan yang kompetitif. Menurutnya, ICon-FiBank dan IPRC menjadi momentum yang sangat tepat bagi setiap peserta untuk memperluas jejaring profesional yang melampaui batas-batas geografis negara.

Melanjutkan pandangannya secara lebih mendalam, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa integrasi antara perguruan tinggi di Asia dan Eropa akan membawa perspektif baru bagi pengembangan ekonomi syariah dan keuangan digital di Indonesia. Beliau berpendapat bahwa transfer pengetahuan yang terjadi selama dua hari ini akan memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan kebijakan keuangan di kampus masing-masing.

Lebih jauh, beliau meyakini bahwa kolaborasi semacam ini akan mempercepat proses transformasi digital di sektor perbankan nasional melalui adopsi praktik-praktik terbaik dari mitra luar negeri. Penyelenggaraan ICon-FiBank di Kampus Nitro ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi strategis yang aplikatif.

Dengan format hibrida, konferensi ini berhasil memfasilitasi dialog yang intens antara peserta yang hadir langsung di Makassar dengan para ahli yang terhubung secara daring dari berbagai belahan dunia, memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam ekosistem pendidikan tinggi di tingkat global.

IMG-20260427-WA0044

IAI Rawa Aopa Turut Mendorong Integrasi Riset Asia-Eropa dalam Forum ICon-FiBank di Kampus Nitro

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Kampus Nitro Makassar menjadi pusat perhelatan dunia akademik dengan diselenggarakannya International Conference of Finance and Banking (ICon-FiBank) 2026 yang berlangsung selama dua hari, 27-28 April 2026. Forum ini menghadirkan kolaborasi lintas benua antara perguruan tinggi dari Asia dan Eropa dalam format hybrid, memungkinkan partisipasi luas dari para pakar keuangan dan perbankan internasional meski berada di lokasi berbeda.

Acara resmi dibuka oleh Ketua Yayasan Pendidikan Fajar Ujungpandang, Dr. Ridwan Arif. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi internasional untuk menjawab tantangan ekonomi global yang kian kompleks. Kehadiran perwakilan dari berbagai negara ini menjadi bukti nyata bahwa institusi pendidikan tinggi di Indonesia semakin diakui sebagai mitra strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan di kancah global.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, turut memberikan kontribusi sebagai Komite Saintifik dalam forum tersebut.

Melalui serangkaian kegiatansebelumnya, Ismail menegaskan urgensi adaptasi institusi pendidikan.

“Konferensi ini bukan sekadar ajang kumpul akademik, melainkan jembatan konkret untuk menyatukan standar riset antara perguruan tinggi di Asia dan Eropa demi menghadapi disrupsi ekonomi,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi ini harus memberikan dampak langsung bagi kebijakan keuangan di tingkat lokal. “Kita harus memastikan bahwa setiap hasil pemikiran di ICon-FiBank mampu diterjemahkan menjadi solusi praktis bagi penguatan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan Timur Indonesia,” tambah Ismail.

Dalam kesempatan tersebut, ia pun menggarisbawahi peran penting teknologi dalam pendidikan dengan menyatakan bahwa pelaksanaan kegiatan secara hybrid membuktikan bahwa batasan geografis tidak lagi menjadi penghalang bagi pengembangan kapasitas sumber daya manusia di perguruan tinggi.

Selain memberikan pernyataan secara lugas, Ismail Suardi Wekke juga menyampaikan pandangannya mengenai arah pengembangan institusi ke depan. Ia menjelaskan bahwa kemitraan strategis dalam ICon-FiBank ini merupakan langkah awal bagi IAI Rawa Aopa dan institusi mitra lainnya untuk memperluas jangkauan publikasi ilmiah di tingkat internasional.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar pertukaran pengetahuan antara pakar dari Asia dan Eropa dapat memperkaya kurikulum keuangan di tanah air sehingga lulusan perguruan tinggi memiliki daya saing global. Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program kolaboratif semacam ini agar momentum kerja sama akademik tidak berhenti hanya pada seremoni konferensi, melainkan berlanjut dalam bentuk riset bersama yang konsisten.

Pelaksanaan ICon-FiBank 2026 yang paralel dengan IPRC 2026 ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekosistem riset yang lebih sehat dan integratif. Dengan dukungan penuh dari berbagai yayasan pendidikan dan tokoh akademik, Makassar kembali membuktikan posisinya sebagai simpul penting dalam diplomasi intelektual di kawasan Asia Tenggara.

IMG-20260422-WA0006

IBK NITRO Perkuat Sinergi Global, Siapkan Kolaborasi ICon-FiBank 2026 dan Pengabdian Masyarakat di Maros

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO semakin memantapkan langkah menuju perhelatan ilmiah internasional. Melalui kunjungan media ke Graha Pena pada Senin (20/4/2026), Panitia dan Komite Saintifik memaparkan kesiapan International Conference on Finance, Banking, and Kinship (ICon-FiBank) 2026 yang akan digelar secara kolaboratif.

Kegiatan ini merupakan prakarsa IBK NITRO yang dirancang berjalan paralel dengan International Professional Resources Conference (IPRC) 2026. Selain pertemuan ilmiah, agenda besar ini juga mencakup International Collaborative Community Service yang akan dilaksanakan di Kabupaten Maros sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat.

Komite Saintifik ICon-FiBank 2026, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa esensi dari kegiatan ini terletak pada kekuatan jejaring. “Kegiatan ini adalah kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan organisasi kemahasiswaan untuk menciptakan dampak akademik yang lebih luas,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada pers.

Ismail memaparkan bahwa jangkauan konferensi ini mencakup skala global. Ismail menyatakan bahwa para pembicara yang hadir melibatkan pakar mancanegara seperti dari Thailand, Turkiye, Malaysia, dan Jepang untuk memperkaya perspektif internasional.

Kehadiran para ahli dari lima negara tersebut diharapkan mampu membedah tantangan keuangan dan perbankan dari berbagai sudut pandang geopolitik.

Menjelang acara puncak, panitia telah melakukan serangkaian kegiatan pendahulu. Ismail mengungkapkan bahwa rangkaian webinar series telah terlaksana dalam dua sesi dan berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan panitia. Tren positif ini akan berlanjut pada agenda terdekat untuk merampungkan fase pemanasan diskusi.

“Besok kami akan memasuki sesi terakhir dari target tiga sesi webinar yang telah direncanakan sebagai pembuka menuju konferensi utama,” tambah Ismail mengenai jadwal kegiatan terdekat.

Tidak hanya berhenti pada diskusi di ruang sidang, ICon-FiBank 2026 juga memiliki misi sosial. Ismail menyebutkan bahwa integrasi konferensi dengan pengabdian masyarakat di Maros bertujuan agar hasil pemikiran akademis memiliki dampak nyata di masyarakat.

Hal ini selaras dengan semangat pengabdian lintas batas yang diusung oleh para kolaborator. Sebagai penutup, Ismail mengajak seluruh elemen untuk turut serta mengawal kesuksesan acara ini.

“Kami mengundang seluruh pihak untuk ikut menyukseskan agenda ini, karena ICon-FiBank bukan sekadar konferensi, melainkan jembatan inovasi bagi para peneliti dan praktisi,” pungkasnya.

 

IMG-20260417-WA0032

Gelar PBAK di Pasar Potoro, Rektor IAI Rawa Aopa Dorong Mahasiswa Baru Berperan di Masyarakat

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa memulai kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2026. Acara yang dipusatkan di kawasan Pasar Potoro ini dibuka langsung oleh Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, M.A., dengan dihadiri oleh jajaran civitas akademika serta tokoh masyarakat setempat, termasuk Lurah Potoro yang turut memberikan dukungan atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut, Jumat (17/4/2026).

Dalam sambutannya di hadapan mahasiswa baru, Dr. Basrin Melamba menekankan pentingnya membangun mentalitas pembelajar sejak dini. Beliau menyampaikan bahwa kecerdasan intelektual semata tidaklah cukup tanpa dibarengi dengan karakter yang kuat. Menurutnya, kunci keberhasilan dalam menempuh studi di perguruan tinggi terletak pada kedisiplinan dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi setiap dinamika akademik yang ada.

Rektor juga memotivasi para mahasiswa agar memanfaatkan waktu kuliah dengan sebaik-baiknya melalui sikap rajin dan tekun. Ia menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas moral. Pemilihan Pasar Potoro sebagai lokasi pembukaan pun memiliki filosofi tersendiri, yakni untuk mendekatkan institusi pendidikan dengan realitas sosial masyarakat sejak hari pertama mahasiswa menginjakkan kaki di dunia kampus.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, turut memberikan pandangan strategis mengenai pelaksanaan kegiatan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari ini. Dalam pernyataannya, Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa seluruh pembiayaan dan fasilitas pendukung PBAK telah dialokasikan secara transparan demi menjamin kenyamanan mahasiswa baru selama mengikuti proses pengenalan kampus.

Ia juga menyampaikan bahwa manajemen kampus tengah melakukan pembenahan infrastruktur digital untuk mendukung sistem administrasi yang lebih efisien bagi angkatan baru ini. Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa keterlibatan staf kepegawaian dalam acara ini merupakan bentuk dedikasi institusi dalam memberikan pelayanan prima sejak tahap orientasi.

Selain penjelasan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus mengenai etos kerja dan pengelolaan sumber daya kampus. “Kami telah menyusun kerangka anggaran yang fleksibel namun akuntabel agar setiap agenda pengembangan mahasiswa dapat berjalan tanpa kendala teknis,” tegas Ismail saat ditemui di lokasi acara.

Ia juga menambahkan, “Kehadiran mahasiswa baru adalah investasi masa depan bagi daerah, sehingga kami di jajaran wakil rektor memastikan seluruh hak administratif mereka terpenuhi secara cepat dan tepat.”

Menutup pernyataannya, Ismail menegaskan komitmen manajerialnya dengan berujar, “PBAK ini bukan sekadar seremoni, melainkan fondasi bagi kami untuk mengukur sejauh mana kesiapan sumber daya manusia internal dalam menyambut lonjakan jumlah mahasiswa tahun ini.”

Kegiatan PBAK 2026 ini diharapkan mampu menjadi gerbang awal bagi mahasiswa untuk mengenal nilai-nilai luhur IAI Rawa Aopa. Selama tiga hari ke depan, para peserta akan menerima berbagai materi terkait wawasan kebangsaan, kode etik mahasiswa, hingga strategi pembelajaran efektif yang akan dibawakan oleh para dosen dan praktisi pendidikan terkemuka.