ICLASH (ISW)

IAI Rawa Aopa dan IAI DDI Maros Siap Laksanakan ICLASH 2026, Didukung 11 Institusi dari 9 Negara

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersama IAI DDI Maros mengumumkan kesiapan mereka untuk menyelenggarakan konferensi internasional bergengsi bertajuk International Conference on Law, Accountability, Sustainability, and Halal (ICLASH) 2026. Perhelatan akademik ini mendapat dukungan penuh dari 11 institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset yang tersebar di 9 negara, mempertegas posisi kedua institusi dalam kancah intelektual global.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan rekognisi internasional terhadap institusi di daerah. Beliau menekankan bahwa kehadiran mitra dari sembilan negara tersebut membuktikan bahwa batas geografis bukan lagi penghalang dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan riset kolaboratif. 

Ismail menambahkan bahwa agenda ini juga menjadi momentum bagi para dosen dan peneliti lokal untuk mendiseminasikan hasil pemikiran mereka di panggung dunia. Terkait persiapan teknis dan dukungan manajerial, Ismail Suardi Wekke menegaskan komitmen institusinya dalam memastikan kelancaran acara tersebut. 

“Kami telah mengalokasikan sumber daya, baik dari sisi anggaran maupun personel, guna menjamin standar pelaksanaan konferensi ini setara dengan pertemuan ilmiah internasional lainnya,” tegas Ismail saat ditemui di ruang kerjanya (Jumat, 8 Mei 2026). 

“Insya Allah kita rencanakan di Oktober mendatang, sebagai bentuk kolaborasi dan juga s=momentum alih status STAI DDI Maros menjadi IAI DDI Maros, dimana sejak pelaksanakan ICLASH kali pertama merupakan rekan strategis,” ungkap Ismail.

Beliau juga menambahkan, “Dukungan dari sebelas institusi lintas negara ini adalah modal sosial yang sangat berharga bagi pengembangan program pascasarjana dan peningkatan akreditasi kami ke depan.” Lebih lanjut, Ismail menyampaikan optimisme tinggi terhadap luaran konferensi ini dengan mengatakan, “ICLASH 2026 bukan sekadar seremoni akademik, melainkan jembatan bagi lahirnya inovasi kebijakan yang berbasis pada hukum dan kemanusiaan.”

Sinergi antara IAI Rawa Aopa dan IAI DDI Maros dalam mengelola dukungan internasional ini diharapkan dapat menghasilkan konsorsium riset jangka panjang. Dengan melibatkan pakar dari berbagai latar belakang budaya dan yurisdiksi hukum, konferensi ini diprediksi akan menjadi salah satu forum diskusi paling berpengaruh di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2026.

IMG-20260508-WA0051

Pimpinan dan Civitas Akademika IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Menyampaikan Duka Atas Wafatnya Haerul Saleh, Anggota BPK RI Asal Sulawesi Tenggara

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Kabar duka yang menyelimuti Sulawesi Tenggara atas wafatnya Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Haerul Saleh, memicu gelombang simpati dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari jajaran pimpinan dan segenap civitas akademika Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Pihak kampus secara resmi menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya tokoh nasional putra daerah terbaik asal Bumi Anoa tersebut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, mengungkapkan bahwa sosok Haerul Saleh merupakan figur yang memiliki dedikasi tinggi bagi bangsa, khususnya dalam pengawalan transparansi keuangan negara.

“Kami keluarga besar IAI Rawa Aopa turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Haerul Saleh. Sulawesi Tenggara kehilangan salah satu putra terbaiknya yang telah berkiprah di kancah nasional,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam keterangan resminya, Jumat (8/5/2026).

Ismail menambahkan bahwa rekam jejak almarhum, baik saat duduk di parlemen maupun sebagai anggota BPK RI, menjadi teladan bagi generasi muda di Sulawesi Tenggara, termasuk bagi para mahasiswa di IAI Rawa Aopa.

Segenap Civitas Akademika mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Keluarga yang ditinggalkan diharapkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi masa sulit ini.

Dedikasi Almarhum diharapkan terus menginspirasi pembangunan di Sulawesi Tenggara dan Indonesia pada umumnya.
Kepergian Haerul Saleh meninggalkan duka yang mendalam tidak hanya bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi institusi pendidikan yang melihat beliau sebagai sosok yang gigih dalam menjalankan amanah negara. Selamat jalan, Bapak Haerul Saleh.

Rawa Aopa (ISW)

Civitas Akademika IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Sampaikan Selamat Penerimaan KMA Alih Status IAI DDI Maros

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Segenap civitas akademika Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang mendalam atas terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) mengenai alih status IAI DDI Maros. Momentum ini dipandang sebagai tonggak sejarah baru bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam di Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat jejaring akademik di tingkat regional (Jumat, 8 Mei 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja keras dan dedikasi panjang seluruh elemen di IAI DDI Maros. Beliau menegaskan bahwa perubahan status ini akan membawa dampak signifikan pada perluasan akses pendidikan dan peningkatan kualitas riset di lingkungan institusi tersebut.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke mengungkapkan bahwa keberhasilan IAI DDI Maros dalam meraih alih status menjadi sumber motivasi bagi perguruan tinggi lain di wilayah sekitarnya untuk terus melakukan pembenahan tata kelola. Menurutnya, transformasi institusi merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman dan memenuhi standar mutu pendidikan nasional yang semakin kompetitif.

Ismail Suardi Wekke juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarlembaga pasca-perubahan status ini. Ia meyakini bahwa dengan posisi yang baru, IAI DDI Maros akan semakin lincah dalam membangun kemitraan strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini diharapkan dapat mempercepat akselerasi inovasi pendidikan di Indonesia Timur secara berkelanjutan.

“Kami atas nama pimpinan dan seluruh civitas akademika IAI Rawa Aopa menyampaikan selamat yang setinggi-tingginya kepada IAI DDI Maros atas terbitnya KMA alih status ini yang menjadi bukti pengakuan atas kualitas tata kelola yang dijalankan selama ini.”

Lebih lanjut Ismail menyampaikan bahwa transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan tanggung jawab baru untuk meningkatkan standar layanan akademik dan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan di masyarakat.” Dalam kesempatan yang sama Ismail mengemukakan “Besar harapan kami agar momentum ini membuka pintu kolaborasi yang lebih luas antara IAI Rawa Aopa dan IAI DDI Maros dalam memajukan pendidikan tinggi Islam yang moderat dan inovatif.”

Ismail Suardi Wekke menyatakan bahwa pencapaian IAI DDI Maros dalam meraih status institut merupakan hasil dari komitmen kolektif seluruh elemen kampus dalam menjaga mutu pendidikan tinggi. Beliau menekankan bahwa dengan perubahan status tersebut, IAI DDI Maros diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi peningkatan daya saing lulusan di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya.

Ia juga menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa menyampaikan terima kasih selama ini atas keterbukaan IAI DDI Maros dalam menjalin sinergi lebih dalam di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat guna merespons dinamika sosial melalui perspektif akademik yang kuat.

IMG-20260501-WA0023

IAI Rawa Aopa Ambil Peran di Sultan Hasanuddin Forum, Perkuat Daya Saing Riset Nasional

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation sukses digelar di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Rabu (29/4/2026). Forum ini menjadi momentum penting dalam mendorong akselerasi riset dan inovasi nasional melalui kolaborasi lintas lembaga dan wilayah.

Kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah kolaboratif untuk mempercepat hilirisasi riset serta pengembangan inovasi. Pemilihan lokasi di bandara dinilai strategis karena merepresentasikan konektivitas nasional dan sinergi antarpene­liti serta institusi dari berbagai daerah.

Keberhasilan penyelenggaraan forum ini tidak terlepas dari peran aktif Dewan Pendidikan Kabupaten Maros dalam kolaborasi berskala nasional. Keterlibatan tersebut mencerminkan komitmen dalam membangun ekosistem keilmuan yang inklusif dan dinamis.

Partisipasi IAI Rawa Aopa turut mempertegas peran perguruan tinggi daerah dalam mendukung kemajuan riset nasional. Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu melahirkan terobosan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan global.

Forum ini tidak hanya menjadi ruang pertemuan formal, tetapi juga berfungsi sebagai katalisator pertukaran gagasan antara akademisi dan praktisi. Fokus utamanya adalah memastikan setiap inovasi memiliki dampak nyata bagi pembangunan.

Komite Saintifik forum, Ismail Suardi Wekke, mengapresiasi peran Southeast Asian Academic Mobility (SEAAM) dalam mendukung kesuksesan kegiatan tersebut. Ia menilai capaian ini sebagai indikasi kebangkitan kedaulatan intelektual dari kawasan timur Indonesia.

“Forum ini melampaui ekspektasi dalam membangun konektivitas global bagi para peneliti, sekaligus membuka akses lebih luas terhadap jejaring akademik internasional,” ujar Ismail.

Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut terlihat dari kemampuan forum dalam menjembatani peneliti lokal ke jaringan global melalui peran strategis SEAAM, sehingga meningkatkan daya saing riset Indonesia di tingkat internasional.

Selain itu, Ismail menekankan pentingnya relevansi inovasi terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan riset tidak lagi diukur dari banyaknya teori, melainkan dari kontribusi nyata dalam menjawab tantangan pembangunan.

Dari sisi manajerial, ia juga menyoroti pentingnya tata kelola institusi yang kuat untuk mendukung riset berkelanjutan, termasuk transparansi perencanaan keuangan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di perguruan tinggi.

IAI Rawa Aopa, lanjutnya, berkomitmen mengadopsi model kolaborasi forum ini dalam perencanaan strategis kampus guna menciptakan ruang tumbuh optimal bagi dosen dan peneliti.

“Momentum ini harus segera ditindaklanjuti melalui penguatan sinergi lintas sektor agar hasil inovasi tidak berhenti pada tahap presentasi, tetapi diwujudkan dalam kerja sama konkret untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045,” kata Ismail.

IMG-20260429-WA0031

Kolaborasi Multinasional, NITRO dan IAI Rawa Aopa dan Tohoku Gelar PkM Kolaboratif Internasional di Maros

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Suasana Madrasah Aliyah Darul Ulum Ammessangeng, Maros, tampak berbeda pada Selasa, 28 April 2026. Rangkaian pelaksanaan International Conference on Finance and Banking (ICon-FiBank) secara resmi menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan skala internasional.

Agenda ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara institusi madrasah, perguruan tinggi, dan organisasi kemahasiswaan dalam memajukan kualitas pendidikan di daerah.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pakar dari dalam dan luar negeri. Selain melibatkan jajaran akademisi dari perguruan tinggi di Makassar, hadir pula delegasi dari IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Tak tanggung-tanggung, nuansa global kian terasa dengan kehadiran dosen dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Para delegasi luar negeri lainnya yang turut serta meliputi perwakilan dari Jepang, yang bergabung bersama mitra perguruan tinggi lokal lainnya.

Sementara itu, dosen dan mahasiswa secara bersama-sama turut hadir. Mereka menjalin kolaborasi dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat Kolaboratif Internasional dengan memilih madrasah sebagai lokasi. Panitia Pelaksana turut terlibat Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam, HMI Cabang Makassar Timur.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiasi ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran para akademisi lintas negara di tengah siswa madrasah bukan sekadar seremoni, melainkan upaya mentransfer energi akademik lintas negara.

Ismail menekankan pentingnya membangun jejaring sejak dini bagi para siswa agar mereka memiliki wawasan yang tidak lagi terbatas pada batas-batas administratif wilayah, melainkan global. Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan terkait dampak kegiatan ini bagi institusi. “Kolaborasi ini adalah jembatan emas bagi IAI Rawa Aopa untuk memperluas jangkauan pengabdian kami hingga ke level internasional melalui mitra di Maros,” ujarnya.

Ia kemudian melanjutkan bahwa kehadiran dosen dari Jepang dan Malaysia memberikan perspektif baru bagi para pendidik di madrasah. “Kami ingin memastikan bahwa inovasi keuangan dan perbankan yang dibahas di konferensi dapat membumi dan dipahami oleh generasi muda di tingkat sekolah menengah,” tambah Ismail dengan optimis.

Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke juga mengemukakan bahwa integrasi antara organisasi kemahasiswaan dan perguruan tinggi merupakan kunci keberlanjutan program pengabdian di masa depan. Ia berpendapat bahwa keterlibatan aktif mahasiswa dalam mendampingi delegasi asing akan mengasah kemampuan komunikasi internasional mereka.

Selain itu, Ismail memandang bahwa pemilihan Madrasah Aliyah Darul Ulum Ammessangeng sebagai lokasi kegiatan menunjukkan bahwa pendidikan agama dan sains modern dapat berjalan beriringan melalui dukungan kemitraan strategis global yang dibawa oleh jejaring ICon-FiBank.

IMG-20260427-WA0044

IAI Rawa Aopa Turut Mendorong Integrasi Riset Asia-Eropa dalam Forum ICon-FiBank di Kampus Nitro

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Kampus Nitro Makassar menjadi pusat perhelatan dunia akademik dengan diselenggarakannya International Conference of Finance and Banking (ICon-FiBank) 2026 yang berlangsung selama dua hari, 27-28 April 2026. Forum ini menghadirkan kolaborasi lintas benua antara perguruan tinggi dari Asia dan Eropa dalam format hybrid, memungkinkan partisipasi luas dari para pakar keuangan dan perbankan internasional meski berada di lokasi berbeda.

Acara resmi dibuka oleh Ketua Yayasan Pendidikan Fajar Ujungpandang, Dr. Ridwan Arif. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi internasional untuk menjawab tantangan ekonomi global yang kian kompleks. Kehadiran perwakilan dari berbagai negara ini menjadi bukti nyata bahwa institusi pendidikan tinggi di Indonesia semakin diakui sebagai mitra strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan di kancah global.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, turut memberikan kontribusi sebagai Komite Saintifik dalam forum tersebut.

Melalui serangkaian kegiatansebelumnya, Ismail menegaskan urgensi adaptasi institusi pendidikan.

“Konferensi ini bukan sekadar ajang kumpul akademik, melainkan jembatan konkret untuk menyatukan standar riset antara perguruan tinggi di Asia dan Eropa demi menghadapi disrupsi ekonomi,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi ini harus memberikan dampak langsung bagi kebijakan keuangan di tingkat lokal. “Kita harus memastikan bahwa setiap hasil pemikiran di ICon-FiBank mampu diterjemahkan menjadi solusi praktis bagi penguatan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan Timur Indonesia,” tambah Ismail.

Dalam kesempatan tersebut, ia pun menggarisbawahi peran penting teknologi dalam pendidikan dengan menyatakan bahwa pelaksanaan kegiatan secara hybrid membuktikan bahwa batasan geografis tidak lagi menjadi penghalang bagi pengembangan kapasitas sumber daya manusia di perguruan tinggi.

Selain memberikan pernyataan secara lugas, Ismail Suardi Wekke juga menyampaikan pandangannya mengenai arah pengembangan institusi ke depan. Ia menjelaskan bahwa kemitraan strategis dalam ICon-FiBank ini merupakan langkah awal bagi IAI Rawa Aopa dan institusi mitra lainnya untuk memperluas jangkauan publikasi ilmiah di tingkat internasional.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar pertukaran pengetahuan antara pakar dari Asia dan Eropa dapat memperkaya kurikulum keuangan di tanah air sehingga lulusan perguruan tinggi memiliki daya saing global. Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program kolaboratif semacam ini agar momentum kerja sama akademik tidak berhenti hanya pada seremoni konferensi, melainkan berlanjut dalam bentuk riset bersama yang konsisten.

Pelaksanaan ICon-FiBank 2026 yang paralel dengan IPRC 2026 ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekosistem riset yang lebih sehat dan integratif. Dengan dukungan penuh dari berbagai yayasan pendidikan dan tokoh akademik, Makassar kembali membuktikan posisinya sebagai simpul penting dalam diplomasi intelektual di kawasan Asia Tenggara.

IMG-20260417-WA0011

Perkuat Sinergi Global, Dewan Pendidikan Maros Bersama IAI Rawa Aopa Gelar Pengabdian Masyarakat Internasional di Ammesangeng

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Dewan Pendidikan Kabupaten Maros akan menggelar program International Collaborative Community Service di Madrasah Darul Ulum Ammesangeng, Kabupaten Maros, pada 28 April 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi lintas negara yang melibatkan unsur pendidikan, organisasi kemahasiswaan, dan perguruan tinggi internasional.

Program tersebut diinisiasi bersama Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI) HMI Cabang Makassar Timur serta Badan Pengelola Latihan (BPL) HMI Cabang Makassar Timur. Selain itu, sejumlah perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri turut ambil bagian, di antaranya IBK NITRO Makassar, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Universitas Bina Nusantara Jakarta, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Tohoku University Jepang.

Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, Ismail Suardi Wekke, mengatakan kegiatan ini menjadi upaya memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dan masyarakat.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bentuk nyata kolaborasi antara kampus, organisasi kemahasiswaan, Dewan Pendidikan, serta dukungan Pemerintah Kabupaten Maros,” ujar Ismail dalam keterangannya, Jumat (16/4/2026).

Ia menjelaskan, kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mendorong pertukaran gagasan dan inovasi yang berdampak langsung bagi pengembangan pendidikan di tingkat lokal, khususnya di Madrasah Darul Ulum Ammesangeng.

“Melalui sinergi ini, kami ingin menghadirkan pertukaran ide dan inovasi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat dan satuan pendidikan,” katanya.

Lebih lanjut, keterlibatan perguruan tinggi dari Malaysia hingga Jepang dinilai sebagai langkah strategis untuk menghadirkan perspektif global dalam pembangunan pendidikan daerah.

“Kehadiran mitra internasional menunjukkan komitmen bersama untuk membawa wawasan global ke dalam penguatan kualitas pendidikan lokal,” tambahnya.

Kegiatan ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Maros dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui kemitraan strategis yang inklusif dan berkelanjutan.

IAI Rawa Aopa Siap Seret Penyebar Fitnah ke Dewan Pers: Itu Murni Pembunuhan Karakter

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara tegas memberikan bantahan keras terhadap gelombang pemberitaan miring yang menyudutkan institusi belakangan ini. Manajemen kampus menyatakan bahwa seluruh tuduhan yang beredar di media massa adalah kebohongan publik yang tidak memiliki dasar hukum dan merupakan upaya sistematis untuk merusak reputasi lembaga melalui fitnah.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi serangan informasi tersebut sebagai kampanye gelap. Menurutnya, apa yang disebarluaskan bukan lagi kritik, melainkan penyebaran berita bohong yang dirancang untuk mengelabui masyarakat.

“Apa yang berkembang di media terkait kejadian di Masjid Kampus IAI Rawa Aopa sepenuhnya adalah fitnah dan merupakan bentuk nyata dari pembunuhan karakter yang sengaja didesain untuk merugikan kami secara institusional maupun personal,” ujar Ismail saat memberikan klarifikasi resmi di kampus dalam persiapan pelaksanaan PBAK, Kamis (16/4/2026).

Ismail menegaskan bahwa seluruh operasional kampus, baik dari aspek keuangan maupun manajerial, berjalan transparan dan sesuai regulasi. Ia mencurigai ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mengembuskan kebohongan karena kebencian terhadap IAI Rawa Aopa.

“Kami tidak akan membiarkan martabat institusi ini diinjak-injak oleh narasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara faktual,” tegasnya.

Sebagai langkah nyata melawan fitnah ini, pihak rektorat tengah mempertimbangkan jalur hukum secara serius. Ismail juga menyayangkan lemahnya prinsip jurnalisme dalam pemberitaan tersebut yang tidak melakukan verifikasi (cek dan recek), sehingga justru menjadi corong bagi kebohongan publik.

“Pemberitaan yang ada dalam kaitan kejadian di Masjid Kampus sepenuhnya mengabaikan prinsip jurnalistik dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Secara prosedural, kami akan segera melapor ke Dewan Pers agar diambil tindakan tegas terhadap penyebaran fitnah ini,” pungkas Ismail.

IMG-20260414-WA0015

Menjelang IPRC dan ICon-FiBank 2026, Akademisi Didorong Kuasai Teknik Komunikasi Sains yang Inovatif

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Menjelang perhelatan akbar International Conference on Finance and Banking (ICon-FiBank) dan International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersama Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO terus memacu kualitas sumber daya manusianya, Selasa (14/4/2026) berlangsung daring.

Langkah ini diwujudkan melalui gelaran Webinar Series seri kedua yang dilaksanakan pada Selasa (14/4/2026). Forum ini secara khusus menyoroti vitalnya penguasaan komunikasi sains bagi akademisi yang akan berlaga di kancah internasional.

Fokus utama dalam pertemuan virtual ini adalah membedah strategi komunikasi sains sebuah keterampilan krusial yang sering menjadi titik lemah para peneliti. Peserta diajarkan untuk tidak hanya berkutat pada kompleksitas data, tetapi juga piawai dalam menyusun narasi yang mampu menyederhanakan temuan ilmiah tanpa mengurangi esensinya.

Melalui pembekalan teknik presentasi yang efektif, para akademisi didorong untuk memastikan bahwa gagasan mereka tidak berakhir sebagai tumpukan berkas laporan, melainkan mampu memberikan dampak nyata dan meyakinkan para pemangku kepentingan di panggung global.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, yang juga menjabat sebagai Komite Saintifik untuk kedua konferensi tersebut, menegaskan bahwa kecakapan retorika adalah instrumen vital bagi setiap pendidik.

“Seorang akademisi harus memiliki kemampuan menerjemahkan bahasa teknis penelitian ke dalam bahasa yang lebih membumi. Kegagalan dalam mengomunikasikan riset sama saja dengan menyembunyikan kebenaran ilmiah itu sendiri,” tegas Ismail dalam paparannya.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa konferensi internasional bukan sekadar ajang pertukaran jurnal, melainkan sebuah panggung diplomasi akademik. Di sini, reputasi institusi sangat bergantung pada kualitas presentasi para delegasinya. Persiapan mental dan teknis melalui webinar ini menjadi fondasi agar diseminasi riset dari Sulawesi Tenggara mampu tampil kompetitif di level dunia.

Ismail juga memberikan tips praktis mengenai estetika presentasi ilmiah. Menurutnya, setiap slide yang ditampilkan harus mampu bercerita secara visual sehingga audiens tidak merasa jenuh dengan deretan angka yang rumit.

“Komunikasi sains bukan sekadar berbicara, melainkan bagaimana kita mentransfer energi dan keyakinan atas temuan riset kita kepada audiens,” imbuhnya.

Menutup pernyataannya, ia optimis bahwa sinergi antara IAI Rawa Aopa dan IBK NITRO akan menjadi katalisator bagi akademisi lokal untuk berdiri sejajar dengan peneliti dunia. Dengan narasi sains yang kuat dan argumentatif, ICon-FiBank dan IPRC 2026 diprediksi akan menjadi tonggak baru bagi eksistensi intelektual Indonesia Timur di peta ilmu pengetahuan internasional.

IMG-20260413-WA0019

Luncurkan SMP Muhammadiyah 1, PDM Konawe Selatan Percepat Pembangunan Pusat Dakwah

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan –   Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Konawe Selatan menggelar kegiatan Halalbihalal yang dirangkaikan dengan peluncuran (launching) SMP Muhammadiyah 1 Konawe Selatan di Bike, Senin (13/4/2026).

Momentum ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung pembangunan daerah melalui sektor pendidikan dan dakwah.

Sekretaris PDM Konawe Selatan, Marham, S.Pd., menegaskan bahwa Muhammadiyah konsisten menjadikan budaya sebagai sarana syiar selama tidak bertentangan dengan prinsip tauhid. Menurutnya, PDM Konawe Selatan terus bersinergi dengan visi SETARA yang diusung pemerintah daerah.

Saat ini, pihaknya tengah merampungkan pembangunan Pusat Dakwah di Pallangga yang dirancang setinggi dua lantai, di mana lantai pertama diperuntukkan sebagai perkantoran dan lantai kedua sebagai masjid.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Konawe Selatan yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Ivan Hardiansyah, S.STP., MM.

Dalam sambutannya, Ivan menyampaikan permohonan maaf Bupati yang berhalangan hadir karena agenda lain yang tidak kalah penting. Ia menekankan bahwa kehadiran pemerintah daerah merupakan bentuk pengakuan atas peran aktif Muhammadiyah yang senantiasa bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah.

Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tenggara, Drs. H. Syamsul, M.Pd., dalam tausiahnya menyampaikan bahwa Halalbihalal merupakan momen kebangsaan yang menjadi ciri khas keislaman di Nusantara. Ia menjelaskan bahwa tema kegiatan ini bertujuan mempererat ukhuwah islamiyah serta persaudaraan dalam bingkai bangsa Indonesia.

Syamsul juga mengingatkan pentingnya menempatkan konteks silaturahmi dengan tepat dan senantiasa mendoakan kebaikan bagi pemerintah.

Turut memberikan pandangan dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke. Ia menekankan pentingnya integrasi antara lembaga pendidikan dan gerakan dakwah di daerah.

Ismail menyatakan bahwa kehadiran SMP Muhammadiyah 1 harus menjadi mercusuar kualitas pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman.

“Kehadiran sekolah baru ini bukan sekadar menambah jumlah institusi, melainkan bentuk nyata kontribusi kita dalam mencetak generasi unggul di Konawe Selatan,” tegas Ismail.

Ia juga menambahkan, “Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah akan mempercepat transformasi sumber daya manusia di wilayah ini.” Lebih lanjut, ia berpesan, “Kita harus memastikan tata kelola keuangan dan perencanaan sekolah ini dilakukan secara transparan agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.”

Dalam pernyataan Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa integrasi program antara IAI Rawa Aopa dan sekolah-sekolah di bawah naungan Muhammadiyah merupakan langkah strategis untuk keberlanjutan pendidikan. Ia juga mengungkapkan harapannya agar SMP Muhammadiyah 1 mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga kuat dalam pemahaman agama.

Selain itu, Ismail menekankan bahwa dukungan sarana prasarana yang memadai di Pusat Dakwah Pallangga akan menjadi kunci utama dalam menggerakkan roda organisasi ke depan.