IMG-20260712-WA0038

Jawa Barat dan Selangor Malaysia Perkuat Kolaborasi Ekonomi Melalui SIBS@ASEAN 2026, Sulawesi Diusulkan Jadi Pelaksana Bersama Tahun Depan

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Indonesia) dan Pemerintah Negara Bagian Selangor (Malaysia) resmi meluncurkan Selangor International Business Summit, SIBS@ASEAN 2026 Edisi Bandung. Pertemuan bisnis tingkat regional yang berlangsung selama dua hari di Bandung pada 9–10 Juli 2026 ini dihadiri oleh 425 delegasi, terdiri dari 225 delegasi asal Malaysia dan 200 delegasi dari Indonesia.

Forum strategis ini bertujuan untuk membuka peluang kerja sama perdagangan dan investasi bilateral, mendorong investasi di sektor industri, serta membangun kemitraan jangka panjang di tingkat ASEAN. Di tengah jalannya forum, kehadiran akademisi sekaligus tokoh pendidikan nasional, Ismail Suardi Wekke, memberikan warna baru pada arah kolaborasi regional ini.

Hadir langsung dalam acara tersebut, Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan mengapresiasi tinggi sinergi yang terbangun antara Jawa Barat dan Selangor. Tidak sekadar hadir, ia secara resmi mengusulkan agar Sulawesi dapat digandeng sebagai pelaksana bersama (co-host) untuk penyelenggaraan SIBS@ASEAN di tahun berikutnya.

Usulan ini dinilai strategis untuk memperluas jangkauan kerja sama ekonomi dan pendidikan ke wilayah Indonesia Timur, sekaligus membuka gerbang investasi baru yang lebih inklusif bagi Malaysia di sektor maritim, komoditas unggulan, dan pengembangan kapasitas SDM.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya atas terpilihnya Jawa Barat sebagai tuan rumah SIBS 2026. Ia menekankan bahwa Malaysia merupakan salah satu investor terbesar bagi Jawa Barat, dengan realisasi investasi mencapai Rp47 triliun dalam lima tahun terakhir, serta menyumbang 12,5% dari total kunjungan wisatawan mancanegara.

Menteri Besar Selangor, Dato’ Seri Amirudin Shari, juga berharap agar pertemuan ini melahirkan tindak lanjut nyata yang berkelanjutan dari para pelaku usaha kedua belah pihak.nSebagai wujud konkret, acara ini diwarnai dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) penting, di antaranya:Wanita Berdaya Selangor (WBS) dengan BAPPENAS, Tourism Selangor dengan Batik Air dan ASITA.Letter of Intent (LoI) antara GreatAsic Technology dan Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDeC).

Selain memaparkan potensi kawasan Rebana Metropolitan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Jabar Dedi Taufik serta Helmy Yahya, ajang SIBS@ASEAN 2026 kali ini juga menghadirkan Selangor Medical Tourism and Education Expo yang menampilkan 30 booth layanan kesehatan dan pendidikan tinggi, mempertegas bahwa kolaborasi ini tidak hanya bergerak di sektor industri, melainkan juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat serumpun.

IMG-20260712-WA0027

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Jadi Panggung NASA Space Apps Challenge 2026, Pacu Inovasi Global dari Daerah

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi menjadi salah satu pusat penyelenggaraan NASA International Space Apps Challenge 2026, kompetisi inovasi berbasis data terbuka terbesar di dunia. Rangkaian kegiatan akan berlangsung sejak Juni 2026 hingga November 2026, membuka peluang bagi mahasiswa, pelajar, peneliti, hingga komunitas teknologi di Sulawesi Tenggara untuk berkolaborasi menyelesaikan tantangan global menggunakan data terbuka milik NASA.

Penunjukan IAI Rawa Aopa sebagai mitra lokal menandai semakin besarnya peran perguruan tinggi di daerah dalam membangun ekosistem inovasi berkelas dunia. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga ruang kolaborasi lintas disiplin yang mempertemukan sains, teknologi, lingkungan, dan humaniora dalam merumuskan solusi nyata bagi berbagai persoalan global.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang juga bertindak sebagai Local Partner NASA Space Apps Challenge 2026, Ismail Suardi Wekke, mengatakan bahwa kepercayaan tersebut merupakan kesempatan besar bagi generasi muda Indonesia Timur untuk menunjukkan kapasitasnya di tingkat internasional.

“Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukan halangan untuk berinovasi di level dunia. Melalui ajang ini, mahasiswa dan komunitas lokal bisa langsung berinteraksi dengan tantangan global,” ujar Ismail Suardi Wekke saat ditemui awak media, Minggu (12/7/2026).

Menurut Ismail, panitia lokal telah menyiapkan berbagai tahapan pendukung agar peserta mampu bersaing secara optimal. Sosialisasi, lokakarya, pendampingan teknis, hingga pembentukan tim akan dilaksanakan secara bertahap sejak Juni hingga Oktober 2026 sebelum memasuki puncak hackathon internasional pada November mendatang.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan IAI Rawa Aopa tidak semata-mata menjadi tuan rumah penyelenggaraan, tetapi juga mendorong lahirnya budaya kolaborasi lintas disiplin ilmu. Data satelit dan berbagai sumber data terbuka NASA diharapkan mampu melahirkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari sektor pertanian, perubahan iklim, hingga mitigasi bencana.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peserta, pihak kampus akan membuka laboratorium komputer serta fasilitas jaringan internet selama rangkaian kegiatan berlangsung. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat proses inkubasi ide sehingga karya peserta memiliki daya saing saat dinilai oleh panel juri internasional.

Keikutsertaan IAI Rawa Aopa dalam NASA International Space Apps Challenge 2026 juga menjadi momentum penting bagi Sulawesi Tenggara untuk tampil sebagai salah satu pusat pengembangan talenta digital di Indonesia Timur. Melalui kolaborasi global ini, kampus berharap semakin banyak inovator muda yang lahir dari daerah dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian berbagai persoalan dunia berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Target kami bukan sekadar memenangkan kompetisi, melainkan menumbuhkan kultur riset berbasis data di Indonesia Timur. NASA menyediakan datanya, dan tugas kita adalah merumuskan solusi nyata untuk pertanian, iklim, hingga mitigasi bencana di sekitar kita,” tegas Ismail Suardi Wekke.

IMG-20260712-WA0001

Menjadi Penguatan Kapasitas Mahasiswa, Pimpinan IAI Rawa Aopa Berkunjung ke Jimly School

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Dalam upaya strategis meningkatkan mutu akademis dan memperluas daya saing mahasiswa di bidang hukum, pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melakukan kunjungan ke Jimly School of Law and Government di Jakarta. Kunjungan ini bertepatan dengan momentum penguatan sinergi nasional, Jumat (9/7/2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi langkah nyata institusi dalam mengadopsi model fasilitasi pembelajaran hukum yang aplikatif. Melalui jejaring strategis dengan lembaga pendidikan hukum terkemuka seperti Jimly School yang didirikan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, IAI Rawa Aopa berkomitmen membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa dalam menguasai praktik hukum kontemporer.

“Penguatan kapasitas mahasiswa tidak boleh hanya bertumpu pada teori di dalam kelas, melainkan harus diintegrasikan dengan ekosistem praktik profesional agar melahirkan lulusan yang berintegritas dan siap menjawab tantangan penegakan hukum di daerah maupun nasional,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Langkah IAI Rawa Aopa ini selaras dengan komitmen Kementerian Agama RI dan organisasi profesi dalam membangun ekosistem keadilan terpadu berbasis triple helix—menghubungkan dunia akademik, pemerintah, dan praktisi. Sinergi ini dirancang untuk memfasilitasi berbagai program berkelanjutan, mulai dari Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), program praktisi mengajar, magang klinis, hingga pembentukan klinik bantuan hukum.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, dalam berbagai kesempatan forum hukum nasional menegaskan pentingnya keterlibatan aktif perguruan tinggi keagamaan untuk melahirkan penegak hukum yang kompeten dan beretika tinggi. Bagi IAI Rawa Aopa, penjajakan dan kunjungan ke lembaga-lembaga bereputasi di Jakarta menjadi tonggak penting dalam mempercepat peningkatan mutu akademik.

Langkah ini sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai inovator sosial yang mampu mencetak lulusan berdaya saing global dengan basis nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal yang kokoh.

IMG-20260711-WA0007

Muktamar Al Washliyah Resmi Ditutup, Pimpinan IAI Rawa Aopa Sampaikan Selamat Bekerja kepada Ketua Umum Terpilih

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta Timur – Perhelatan akbar Muktamar Al Jam’iyatul Washliyah secara resmi ditutup pada Kamis malam (9/7/2026). Acara yang berlangsung khidmat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur tersebut berhasil melahirkan kepemimpinan baru yang siap membawa organisasi keagamaan ini menghadapi tantangan zaman.

Pasca-terpilihnya Ketua Umum yang baru, berbagai ucapan selamat dan harapan mulai mengalir dari berbagai tokoh akademisi dan praktisi pendidikan. Salah satunya datang dari Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang hadir langsung di lokasi acara.
Ismail Suardi Wekke menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kelancaran seluruh rangkaian muktamar.

Ismail menilai momentum ini sebagai tonggak awal bagi Al Washliyah untuk terus memperkuat kontribusinya di bidang pendidikan dan dakwah Islam di Indonesia. “Kami bersama-sama dengan civitas akademika IAI Rawa Aopa mengucapkan selamat bekerja kepada Ketua Umum terpilih. Semoga amanah besar ini dapat dijalankan dengan penuh integritas demi kemajuan umat,” ujar Ismail di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis malam (9/7/2026).

Lebih lanjut, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa tersebut juga menyatakan kesiapan lembaga pendidikannya untuk bersinergi. Menurutnya, kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan organisasi kemasyarakatan Islam seperti Al Washliyah sangat krusial dalam mencetak generasi muda yang unggul secara intelektual dan spiritual.

Sinergi ini dinilai penting agar program-program strategis kemasyarakatan yang dirumuskan dalam muktamar dapat diimplementasikan secara konkret di tingkat daerah, termasuk di Sulawesi Tenggara. Ismail menekankan bahwa tantangan keumatan ke depan akan semakin kompleks, terutama dalam menjaga moderasi beragama dan meningkatkan kualitas pendidikan.

“Dunia pendidikan dan organisasi Islam harus berjalan beriringan. Kami optimis di bawah nakhoda baru, Al Washliyah akan semakin progresif dalam menjawab tantangan zaman modern ini,” pungkasnya di akhir wawancara.
Penutupan muktamar ini menandai dimulainya babak baru bagi kepengurusan Al Washliyah. Acara yang berakhir menjelang tengah malam tersebut ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kesuksesan pengurus yang baru terpilih.

IMG-20260710-WA0040

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Suarakan Pentingnya Mutu Global di Selangor Business Summit

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Koridor kerja sama akademik antara Indonesia dan Malaysia memasuki babak baru. Melalui gelaran International Education Forum yang menjadi bagian dari rangkaian Selangor Business Summit, para akademisi dan pimpinan perguruan tinggi dari kedua negara berkumpul untuk merumuskan langkah strategis. Pertemuan tingkat tinggi ini berlangsung khidmat di Hotel Pullman Bandung pada Kamis, (9/7/2026).

Fokus utama dalam forum tersebut adalah pembahasan mengenai rencana tindak lanjut program gelar ganda (double degree) yang diharapkan dapat mempercepat peningkatan mutu lulusan di kedua negara. Hadir sebagai salah satu tokoh sentral, Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke.

Dalam pandangannya, Ismail menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan sebuah jembatan nyata bagi masa depan generasi muda.
“Program double degree ini adalah langkah konkret untuk menyatukan potensi akademik dua negara serumpun. Kita tidak hanya bertukar mahasiswa, tetapi juga menyelaraskan standar kompetensi global,” ujar Ismail di sela-sela acara.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa implementasi program ini harus segera dikonkretkan agar kurikulum antara perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia dapat saling melengkapi. Menurutnya, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sendiri berkomitmen penuh untuk menjadi bagian dari ekosistem pendidikan internasional ini demi membuka cakrawala baru bagi mahasiswa di daerah.

Forum ini juga dihadiri Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang bertindak sebagai pembicara panel. Dalam pemaparannya, Rektor IPDN menyoroti pentingnya integrasi ilmu tata kelola pemerintahan dengan wawasan internasional dalam menghadapi tantangan global yang kian kompleks.

“Transformasi pendidikan tinggi di era sekarang menuntut kita untuk keluar dari zona nyaman dan membangun jejaring lintas negara yang kokoh,” kata Rektor IPDN saat memaparkan materinya di depan forum.

Ia juga menambahkan bahwa lembaga pendidikan kedinasan seperti IPDN sangat terbuka terhadap kolaborasi strategis yang mampu memperkaya perspektif para praja, terutama dalam memahami tata kelola publik di tingkat regional ASEAN.
Pertemuan yang diinisiasi sebagai bagian dari Selangor Business Summit ini menghasilkan beberapa poin kesepakatan penting, termasuk pembentukan tim kerja bersama untuk merumuskan regulasi teknis double degree.
Menutup pernyataannya kepada media, Ismail Suardi Wekke mengingatkan bahwa tantangan terbesar berada pada tahap eksekusi pasca-forum.

“Tantangan kita ke depan adalah birokrasi dan penyelarasan kredit akademik. Namun, dengan semangat persaudaraan yang kuat di forum ini, saya optimis dokumen kerja sama ini akan segera mewujud jadi aksi nyata di ruang-ruang kelas,” pungkas Ismail optimis.

IMG-20260709-WA0020

YASDIC IMMIM Lantik Direktur dan Pimpinan Baru IMMIM Putri Minasatene, IAI Rawa Aopa Sampaikan Selamat Bekerja

Rawaaopakonsel.ac.id, Pangkep – Ketua YASDIC IMMIMt, Dr. Hj. Nur Fadjri Fadeli Luran, S.P., M.Pd., melantik Prof. Dr. Muzdalifah Muhammadong, M.Ag., sebagai Direktur Pondok Pesantren Pendidikan Al-Qur’an (PPA) IMMIM Putri Minasatene, Kabupaten Pangkep, Rabu (8/7/2026). Pada momen yang sama, turut dilantik Wakil Direktur dan Sekretaris Pondok Pesantren sebagai bagian dari penguatan struktur kepemimpinan lembaga untuk masa bakti 20262031.

Pelantikan ini menjadi momentum dalam keberlanjutan dan pengembangan PPA IMMIM Putri Minasatene. Pergantian kepemimpinan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat tata kelola pesantren, sekaligus mendongkrak kualitas penyelenggaraan pendidikan, pembinaan santri, serta pengembangan kelembagaan di bawah naungan YASDIC IMMIM.

Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pengurus YASDIC IMMIM Pusat, YASDIC IMMIM Cabang Pangkep, pimpinan pondok pesantren, serta sejumlah tamu undangan. Beberapa tokoh penting yang hadir di antaranya adalah Ketua YASDIC IMMIM Pusat Dr. Hj. Nur Fadjri Fadeli Luran, S.P., M.Pd., Direktur Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep yang baru dilantik Prof. Dr. Muzdalifah Muhammadong, M.Ag., Wakil Ketua YASDIC IMMIM Pangkep Drs. H.M. Rasyid Usman, Wakil Direktur Ponpes Modern Putri IMMIM H. Najmuddin Beta, Lc., serta Ketua YASDIC IMMIM Cabang Pangkep Hj. Munjiyah Mayangsari Taufik.

Secara legalitas formal, pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan YASDIC IMMIM Nomor 46/YASDIC-IMMIM/VII/2026 tentang Pengangkatan Direktur Pondok Pesantren Pendidikan Al-Qur’an IMMIM Putri Minasatene Pangkep Masa Bakti 2026–2031. Keputusan tersebut menjadi landasan hukum utama bagi jajaran kepemimpinan baru dalam menjalankan roda organisasi dan manajemen pesantren selama lima tahun ke depan.

Dengan nakhoda baru ini, PPA IMMIM Putri Minasatene diharapkan mampu terus mengintegrasikan sistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa sedikit pun mereduksi nilai-nilai Al-Qur’an dan ajaran Islam. Upaya penguatan mutu akademik, pembinaan karakter, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia akan menjadi prioritas kerja demi mewujudkan pesantren yang unggul, modern, dan berdaya saing tinggi.

Lebih dari sekadar agenda seremonial, pelantikan ini menandai komitmen kuat YASDIC IMMIM dalam memastikan kesinambungan kepemimpinan dan tata kelola kelembagaan yang profesional. Melalui sinergi yang solid antara yayasan, pimpinan pesantren, tenaga pendidik, dan seluruh elemen terkait, PPA IMMIM Putri Minasatene diproyeksikan dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi muslimah yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kapasitas kepemimpinan mumpuni untuk menghadapi tantangan masa depan.

Sehubungan dengan pelantikan itu, Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan menyampaikan selamat. Ismail juga mengemukakan potensi kemitraan diantara kedua institusi.

“Selain menyampaikan selamat disertai doa semoga tetap sehat dalam menjalankan tugas, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berkomitmen menjadi bagian dalam peningkatan mutu Pendidikan Islam,” Kata Ismail Suardi Wekke yang juga alumni Pesantren IMMIM Putra.

Menutup pernyataannya Ismail menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan juga menjalankan program Women in Education. “Ini boleh menjadi platform bersama seluruh institusi Pendidikan Islam, termasuk pesantren dan perguruan tinggi,” pungkas Ismail.

IMG-20260709-WA0004

Hadiri Pembukaan Muktamar Al Washliyah, Pimpinan IAI Rawa Aopa Komitmen Perluas Kerja Sama Akademik

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menghadiri upacara pembukaan Muktamar Al Washliyah yang berlangsung khidmat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Kehadiran ini sekaligus menjadi momentum penting bagi kampus untuk meneruskan perluasan kerja sama dengan jaringan Perguruan Tinggi Al Washliyah.

Acara pembukaan muktamar tersebut diresmikan langsung oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Ahmad Muzani. Dari IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Ismail Suardi Wekke.

Di sela-sela kemeriahan acara pembukaan, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa merupakan bentuk penghormatan sekaligus langkah strategis dalam membangun kedekatan institusional dengan keluarga besar Al Washliyah.

“Kami sangat bersyukur dapat hadir langsung dalam pembukaan Muktamar Al Washliyah ini, sebuah forum terhormat yang mempertemukan berbagai gagasan besar untuk umat dan bangsa,” ujar Ismail saat ditemui di lokasi pembukaan.

Ismail menjelaskan bahwa momen pembukaan ini menjadi jembatan yang sangat baik untuk saling menyapa dan meneruskan komunikasi sebagaimana telah berjalan selamat ini terkait kolaborasi akademik di masa depan. Dirinya juga menyatakan bahwa menghadiri forum nasional seperti ini memberikan ruang bagi IAI Rawa Aopa untuk menyelaraskan program-program pengembangan mutu pendidikan dengan dinamika kampus-kampus di bawah naungan Al Washliyah.

Lebih lanjut, Ismail menilai bahwa semangat kebersamaan yang terpancar dari pembukaan muktamar ini harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata, salah satunya melalui kemitraan strategis antarperguruan tinggi.

“Momentum pembukaan muktamar yang luar biasa ini harus kita tindak lanjuti dengan sinergi yang konkret, khususnya dalam upaya peningkatan mutu Tridharma Perguruan Tinggi,” kata Ismail menegaskan.

Ia berharap kehadiran IAI Rawa Aopa dalam pembukaan muktamar ini menjadi awal dari hubungan bilateral yang erat dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Pembukaan Muktamar Al Washliyah tahun ini berjalan sukses dengan dihadiri oleh ratusan delegasi, tokoh agama, serta akademisi dari berbagai penjuru tanah air. Kehadiran pimpinan IAI Rawa Aopa dalam seremonial pembukaan tersebut menegaskan posisi kampus asal Konawe Selatan ini yang siap bergerak aktif di kancah pendidikan tinggi nasional.

IMG-20260708-WA0070

Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Hadiri Promosi Doktor di UIII Guna Perluas Kemitraan

Rawaaopakonsel.ac.id, Depok – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus berkomitmen memperluas jejaring dan memperkuat tata kelola kelembagaan melalui sinergi antar-perguruan tinggi. Langkah strategis ini ditunjukkan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., yang menghadiri sidang promosi doktor di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, Selasa ( 7/7/2026).

Kehadiran ini sekaligus menjadi momentum penting dalam menjajaki perluasan kerja sama dengan UIII. Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kehadiran pimpinan IAI Rawa Aopa dalam forum akademik berskala internasional seperti di UIII merupakan bagian dari ikhtiar institusi untuk menyerap energi akademik serta mempererat hubungan kelembagaan dengan berbagai kampus top tanah air, termasuk UIII.

Menurutnya, kolaborasi lintas disiplin ilmu kini sudah menjadi keharusan bagi kampus berkembang di daerah. “Kehadiran kami di sini bukan sekadar menghadiri seremonial akademik, melainkan sebuah langkah nyata untuk merajut kemitraan yang lebih erat dengan UIII demi penguatan mutu kelembagaan kami di Sulawesi Tenggara,” ujar Ismail di sela-sela acara promosi doktor tersebut.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa salah satu fokus utama dari rencana perluasan kerja sama dengan UIII adalah pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan pemanfaatan teknologi untuk tata kelola kampus. Ia menilai bahwa UIII memiliki keunggulan yang sangat besar dalam inovasi teknologi, yang dapat diadaptasi oleh IAI Rawa Aopa dalam mewujudkan ekosistem kampus berbasis knowledge management.

Ia menambahkan bahwa transformasi kampus era digital memerlukan sentuhan transdisipliner, di mana nilai-nilai keagamaan dan sosial yang menjadi basis IAI Rawa Aopa dapat bersinergi dengan pendekatan sains dan teknologi yang dimiliki oleh ITB. Melalui perluasan kerja sama ini, diharapkan akan ada transfer pengetahuan, joint research, maupun penguatan tata kelola kepegawaian dan keuangan yang lebih modern.

“Kami melihat ruang kolaborasi yang sangat terbuka lebar, terutama dalam hal adaptasi teknologi informasi dan peningkatan kapasitas dosen melalui program-program strategis bersama ITB ke depan,” kata Ismail optimis.

Sidang promosi doktor di UIII ini dihadiri oleh sejumlah tokoh akademisi terkemuka dari berbagai komputer nasional, yang sekaligus menjadi ruang diskusi informal bagi pimpinan antar-perguruan tinggi dalam membaca arah pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
Menutup pernyataannya, Ismail menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan tidak boleh berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan global, melainkan harus aktif menjemput bola dengan membangun penta-helix collaboration demi kemajuan daerah.

“Melalui kolaborasi erat bersama UIII dan jaringan siber akademik yang inklusif, kami optimistis IAI Rawa Aopa akan bertransformasi menjadi pusat inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

IMG-20260706-WA0057

Gelar ASEAN Symposium on Higher Education di Jakarta-Bandung, SEAAM Sinergikan Kemlu RI dan Kampus Regional

Agenda.rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – South East Asia Academic Mobility (SEAAM) bersama Binus University mematangkan persiapan penyelenggaraan ASEAN Symposium on Higher Education yang dijadwalkan berlangsung pada 22–28 September 2026 mendatang di Jakarta-Bandung.

Sebagai bagian dari langkah strategis memperkuat muatan kebijakan dalam forum tersebut, SEAAM mulai membangun komunikasi intensif dengan pemangku kebijakan luar negeri.

Komite Saintifik SEAAM, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., melakukan kunjungan ke Kantor Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia di Jakarta pada Senin (6/7/2026). Kedatangan perwakilan SEAAM ini membawa agenda utama untuk mengundang Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kementerian Luar Negeri agar berkenan hadir dan memberikan pandangan strategisnya sebagai pembicara kunci dalam simposium bergengsi tersebut.

Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa kehadiran pengambil kebijakan luar negeri sangat krusial untuk memberikan arah baru bagi masa depan integrasi pendidikan di kawasan ASEAN. Kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai implementasi kerjasama perguruan tinggi Indonesia dengan Universiti Kebangsaan Malaysia.

“Kami berharap Kepala BSKLN Kemlu RI dapat memaparkan arah kebijakan strategis regional, sehingga perguruan tinggi di Asia Tenggara mampu merespons tantangan global secara selaras,” ujar Ismail saat ditemui di gedung Kemlu RI, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Usai pertemuan tersebut, Ismail juga menjelaskan bahwa simposium ini dirancang untuk tidak sekadar menjadi ajang diskusi akademik konvensional. Forum satu minggu di Bandung nanti akan diarahkan menjadi motor penggerak inovasi tata kelola dan mutu pendidikan tinggi di tingkat regional.

“ASEAN Symposium on Higher Education tahun ini dirancang sebagai platform dinamis yang mempertemukan pemikiran akademis dan praktisi kebijakan demi melahirkan peta jalan pendidikan tinggi yang adaptif,” lanjutnya.

Selain menggandeng Binus University sebagai mitra pelaksana utama di Indonesia, agenda internasional ini dipastikan akan memiliki daya jangkau yang lebih luas dengan keterlibatan aktif dari institusi mancanegara. SEAAM mengonfirmasi telah menjalin kemitraan erat dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) untuk memperkuat basis riset dan jaringan kolaborasi antarnegara selama simposium berlangsung.

Ismail menambahkan bahwa sinergi bilateral antara institusi Indonesia dan Malaysia dalam acara ini mencerminkan komitmen kuat untuk membangun ekosistem akademik yang inklusif di Asia Tenggara.

“Kolaborasi dengan Universiti Kebangsaan Malaysia mempertegas visi kami bahwa transformasi mutu pendidikan tinggi hanya bisa dicapai melalui kerja sama lintas batas yang konkret,” pungkas Ismail.

Melalui persiapan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor pemerintahan dan universitas papan atas regional, ASEAN Symposium on Higher Education di Bandung diharapkan dapat melahirkan rekomendasi-rekomendasi taktis bagi perkembangan dunia akademik di kawasan Asia Tenggara.

IMG-20260705-WA0036

Perluas Jejaring Strategis, Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Hadiri Seminar di SAPPK ITB

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus bergerak progresif dalam memperluas cakupan kerja sama akademis dan kelembagaan di tingkat nasional. Langkah strategis ini ditandai dengan partisipasi aktif pimpinan IAI Rawa Aopa dalam forum seminar ilmiah yang diselenggarakan oleh Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB), di Kampus ITB Ganesha, Bandung, Jumat (3/7/2026).

Kehadiran delegasi pimpinan ini bukan sekadar pemenuhan undangan akademis biasa, melainkan bagian dari cetak biru (blueprint) perluasan kemitraan strategis interdisipliner antara rumpun ilmu agama dan sains teknologi. SAPPK ITB, yang dikenal bereputasi tinggi dalam bidang perencanaan wilayah dan kebijakan publik, dipandang sebagai mitra ideal bagi IAI Rawa Aopa untuk mendorong akselerasi pembangunan serta tata kelola organisasi yang berbasis pada riset komprehensif.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa keterlibatan institusinya di ITB merupakan momentum krusial untuk menyerap inovasi tata kelola kelembagaan dan metodologi riset kontemporer. Pihaknya menyatakan tekad untuk menyelaraskan perspektif pengembangan institusi di daerah dengan pusat-pusat keunggulan akademik nasional.

“Kami berkomitmen penuh untuk membawa visi IAI Rawa Aopa melampaui batas-batas regional melalui kolaborasi erat dengan kampus bereputasi seperti ITB,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela kegiatan seminar.

Di tempat yang sama, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menambahkan bahwa implementasi nyata dari kehadiran ini akan langsung ditindaklanjuti dalam bentuk rancangan program konkret.

Ismail menekankan pentingnya adopsi knowledge management dan ekosistem tata kelola berbasis digital untuk menunjang mutu serta akreditasi kelembagaan di masa depan.

“Langkah awal pasca-seminar ini adalah menyusun formula kemitraan formal yang mencakup joint research dan pengembangan kebijakan publik lokal,” jelas Ismail Suardi Wekke yang juga menjabat sebagai Direktur Direktorat Pascasarjana IAI Rawa Aopa tersebut.

Pihak SAPPK ITB menyambut hangat kehadiran pimpinan dari Konawe Selatan ini.
Melalui perwakilan panitia seminar, SAPPK ITB menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif kolaboratif ini karena mereka melihat adanya potensi besar dalam mengintegrasikan pendekatan tata ruang dan kebijakan publik dengan kearifan lokal serta sosiologi keagamaan yang menjadi kekuatan utama IAI Rawa Aopa.

“SAPPK ITB senantiasa membuka pintu bagi sinergi interdisipliner yang mampu memberikan dampak nyata bagi tata ruang dan kemajuan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia,” ungkap salah satu pimpinan sidang dalam seminar tersebut.

Pertemuan intensif di lingkungan kampus legendaris ini diharapkan segera membuahkan nota kesepahaman formal (MoU) dan perjanjian kerja sama yang adaptif, guna memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor inovasi sosial sekaligus penggerak literasi di wilayah Sulawesi Tenggara.