IMG-20260712-WA0038

Jawa Barat dan Selangor Malaysia Perkuat Kolaborasi Ekonomi Melalui SIBS@ASEAN 2026, Sulawesi Diusulkan Jadi Pelaksana Bersama Tahun Depan

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Indonesia) dan Pemerintah Negara Bagian Selangor (Malaysia) resmi meluncurkan Selangor International Business Summit, SIBS@ASEAN 2026 Edisi Bandung. Pertemuan bisnis tingkat regional yang berlangsung selama dua hari di Bandung pada 9–10 Juli 2026 ini dihadiri oleh 425 delegasi, terdiri dari 225 delegasi asal Malaysia dan 200 delegasi dari Indonesia.

Forum strategis ini bertujuan untuk membuka peluang kerja sama perdagangan dan investasi bilateral, mendorong investasi di sektor industri, serta membangun kemitraan jangka panjang di tingkat ASEAN. Di tengah jalannya forum, kehadiran akademisi sekaligus tokoh pendidikan nasional, Ismail Suardi Wekke, memberikan warna baru pada arah kolaborasi regional ini.

Hadir langsung dalam acara tersebut, Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan mengapresiasi tinggi sinergi yang terbangun antara Jawa Barat dan Selangor. Tidak sekadar hadir, ia secara resmi mengusulkan agar Sulawesi dapat digandeng sebagai pelaksana bersama (co-host) untuk penyelenggaraan SIBS@ASEAN di tahun berikutnya.

Usulan ini dinilai strategis untuk memperluas jangkauan kerja sama ekonomi dan pendidikan ke wilayah Indonesia Timur, sekaligus membuka gerbang investasi baru yang lebih inklusif bagi Malaysia di sektor maritim, komoditas unggulan, dan pengembangan kapasitas SDM.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya atas terpilihnya Jawa Barat sebagai tuan rumah SIBS 2026. Ia menekankan bahwa Malaysia merupakan salah satu investor terbesar bagi Jawa Barat, dengan realisasi investasi mencapai Rp47 triliun dalam lima tahun terakhir, serta menyumbang 12,5% dari total kunjungan wisatawan mancanegara.

Menteri Besar Selangor, Dato’ Seri Amirudin Shari, juga berharap agar pertemuan ini melahirkan tindak lanjut nyata yang berkelanjutan dari para pelaku usaha kedua belah pihak.nSebagai wujud konkret, acara ini diwarnai dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) penting, di antaranya:Wanita Berdaya Selangor (WBS) dengan BAPPENAS, Tourism Selangor dengan Batik Air dan ASITA.Letter of Intent (LoI) antara GreatAsic Technology dan Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDeC).

Selain memaparkan potensi kawasan Rebana Metropolitan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Jabar Dedi Taufik serta Helmy Yahya, ajang SIBS@ASEAN 2026 kali ini juga menghadirkan Selangor Medical Tourism and Education Expo yang menampilkan 30 booth layanan kesehatan dan pendidikan tinggi, mempertegas bahwa kolaborasi ini tidak hanya bergerak di sektor industri, melainkan juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat serumpun.

IMG-20260712-WA0027

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Jadi Panggung NASA Space Apps Challenge 2026, Pacu Inovasi Global dari Daerah

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi menjadi salah satu pusat penyelenggaraan NASA International Space Apps Challenge 2026, kompetisi inovasi berbasis data terbuka terbesar di dunia. Rangkaian kegiatan akan berlangsung sejak Juni 2026 hingga November 2026, membuka peluang bagi mahasiswa, pelajar, peneliti, hingga komunitas teknologi di Sulawesi Tenggara untuk berkolaborasi menyelesaikan tantangan global menggunakan data terbuka milik NASA.

Penunjukan IAI Rawa Aopa sebagai mitra lokal menandai semakin besarnya peran perguruan tinggi di daerah dalam membangun ekosistem inovasi berkelas dunia. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga ruang kolaborasi lintas disiplin yang mempertemukan sains, teknologi, lingkungan, dan humaniora dalam merumuskan solusi nyata bagi berbagai persoalan global.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang juga bertindak sebagai Local Partner NASA Space Apps Challenge 2026, Ismail Suardi Wekke, mengatakan bahwa kepercayaan tersebut merupakan kesempatan besar bagi generasi muda Indonesia Timur untuk menunjukkan kapasitasnya di tingkat internasional.

“Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukan halangan untuk berinovasi di level dunia. Melalui ajang ini, mahasiswa dan komunitas lokal bisa langsung berinteraksi dengan tantangan global,” ujar Ismail Suardi Wekke saat ditemui awak media, Minggu (12/7/2026).

Menurut Ismail, panitia lokal telah menyiapkan berbagai tahapan pendukung agar peserta mampu bersaing secara optimal. Sosialisasi, lokakarya, pendampingan teknis, hingga pembentukan tim akan dilaksanakan secara bertahap sejak Juni hingga Oktober 2026 sebelum memasuki puncak hackathon internasional pada November mendatang.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan IAI Rawa Aopa tidak semata-mata menjadi tuan rumah penyelenggaraan, tetapi juga mendorong lahirnya budaya kolaborasi lintas disiplin ilmu. Data satelit dan berbagai sumber data terbuka NASA diharapkan mampu melahirkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari sektor pertanian, perubahan iklim, hingga mitigasi bencana.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peserta, pihak kampus akan membuka laboratorium komputer serta fasilitas jaringan internet selama rangkaian kegiatan berlangsung. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat proses inkubasi ide sehingga karya peserta memiliki daya saing saat dinilai oleh panel juri internasional.

Keikutsertaan IAI Rawa Aopa dalam NASA International Space Apps Challenge 2026 juga menjadi momentum penting bagi Sulawesi Tenggara untuk tampil sebagai salah satu pusat pengembangan talenta digital di Indonesia Timur. Melalui kolaborasi global ini, kampus berharap semakin banyak inovator muda yang lahir dari daerah dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian berbagai persoalan dunia berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Target kami bukan sekadar memenangkan kompetisi, melainkan menumbuhkan kultur riset berbasis data di Indonesia Timur. NASA menyediakan datanya, dan tugas kita adalah merumuskan solusi nyata untuk pertanian, iklim, hingga mitigasi bencana di sekitar kita,” tegas Ismail Suardi Wekke.