Prodi (ISW)

Mengenal Program Studi di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan Program Fasilitasi Studi Lanjut di Pascasarjana

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan berkomitmen menyelenggarakan pendidikan tinggi berkualitas yang mengintegrasikan nilai-nilai keIslaman, keilmuan, lingkungan, dan kearifan lokal. Berikut adalah program studi jenjang Sarjana (S1) beserta profil lulusannya:

1. Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Gelar Lulusan S.Pd.

Program studi ini mencetak pendidik dan tenaga kependidikan Islam yang memiliki kedalaman spiritual, keluasan ilmu, dan kecakapan pedagogis modern.

  • Profil Lulusan:

    • Pendidik Agama Islam: Guru PAI profesional di sekolah (SD, SMP, SMA/SMK) maupun madrasah (MI, MTs, MA).

    • Peneliti Bidang Pendidikan Islam: Pengembang model dan metode pembelajaran PAI berbasis inovasi.

    • Pengembang Bahan Ajar & Kurikulum: Penyusun materi pendidikan Islam berbasis media digital.

    • Konsultan & Edupreneur Pendidikan: Pengelola lembaga pendidikan Islam mandiri atau konsultan edukasi.

2. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Gelar Lulusan S.Pd.

Menyiapkan tenaga pendidik profesional yang fokus pada pengembangan tumbuh kembang anak tingkat dasar secara holistik.

  • Profil Lulusan:

    • Guru Kelas MI/SD: Pendidik utama yang terampil mengajar mata pelajaran umum dan keIslaman di tingkat dasar.

    • Pengembang Media & Alat Peraga Pembelajaran: Kreator sarana belajar interaktif untuk anak usia dasar.

    • Peneliti Pendidikan Dasar: Mengkaji dan mengembangkan teori serta praktik pembelajaran dasar.

3. Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Gelar Lulusan S.Pd.

Menghasilkan pendidik PAUD/RA yang berkarakter, kreatif, serta memahami tahap perkembangan fisik dan psikologis anak usia dini.

  • Profil Lulusan:

    • Guru/Pendidik PAUD, RA, & TK: Pengajar yang sabar, inovatif, dan memahami karakter dasar anak.

    • Pengelola/Pengembang Lembaga PAUD: Pengusaha dan manajer taman kanak-kanak/RA berbasis keIslaman.

    • Konsultan Tumbuh Kembang Anak: Pembimbing dan pendamping pendidik serta orang tua dalam pendidikan anak usia dini.

4. Program Studi Hukum Tata Negara (Siyasah Syar’iyyah), Gelar Lulusan S.H.

Membekali mahasiswa dengan keahlian di bidang hukum positif, hukum Islam, serta tata kelola pemerintahan dan politik Islam.

  • Profil Lulusan:

    • Praktisi Hukum: Pengacara, konsultan hukum, atau paralegal di bidang konstitusi dan tata negara.

    • Analis Hukum & Kebijakan Publik: Peneliti atau staf ahli lembaga pemerintahan, parlemen, dan non-pemerintah.

    • Aparat Hukum/Pemerintahan: Tenaga profesional di lingkungan Kementerian Agama, Badan Pertanahan, Lembaga Peradilan, dan instansi daerah.

5. Program Studi Ekonomi Syariah, Gelar Lulusan S.E.

Menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menguasai prinsip-prinsip ekonomi Islam, perbankan syariah, serta kewirausahaan berbasis nilai syariah.

  • Profil Lulusan:

    • Praktisi Lembaga Keuangan Syariah: Analis dan pengelola di Bank Syariah, BMT, Asuransi Syariah, serta lembaga zakat dan wakaf (BAZNAS/LAZ).

    • Entrepreneur/Pengusaha Muda Syariah: Pelaku bisnis mandiri berlandaskan etika dan hukum ekonomi Islam.

    • Analis Ekonomi Islam: Peneliti dan perencana ekonomi makro/mikro syariah.

Fasilitasi & Akses Keberlanjutan Studi Alumni (Program Pascasarjana), Termasuk Persiapan Melanjutkan ke Jenjang Pascasarjana

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan memfasilitasi para alumni untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi melalui jalur kemitraan, rekrutmen khusus, dan pendampingan akademik menuju jenjang Magister (S2) hingga Doktor (S3) pada berbagai bidang program studi:

  1. (Magister) Program Studi Pendidikan Agama Islam (S2)

    • Memperdalam keahlian akademik alumni lulusan PAI, PGMI, dan PIAUD dalam pengembangan kurikulum, kepemimpinan pendidikan, dan penelitian pendidikan Islam tingkat lanjut.

  2. (Magister) Ilmu Manajemen / Magister Manajemen (S2)

    • Menyiapkan lulusan Ekonomi Syariah dan program studi lainnya menjadi manajer, pimpinan lembaga, dan strategis bisnis yang profesional.

  3. Doktor Ilmu Manajemen (S3)

    • Fasilitasi dan rekomendasi riset bagi alumni magister untuk meraih jenjang tertinggi dalam tata kelola organisasi, bisnis, dan kepemimpinan manajerial.

  4. Doktor Ilmu Pemerintahan (S3)

    • Peluang studi lanjut bagi alumni rumpun Hukum Tata Negara dan kebijakan publik untuk mendalami kepemimpinan sektor publik, tata kelola pemerintahan daerah, dan analisis kebijakan strategis.

  5. Program Studi Hukum Jenjang Magister (LL.M.) dan Doktor (Ph.D.) – Universiti Sultan Zainal Abidin (Malaysia)

    • Akses dan fasilitasi bagi alumni (khususnya rumpun Hukum Tata Negara/Siyasah) untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister hukum (Master of Laws) dan doktor (Ph.D.) dengan fokus hukum internasional, hukum Islam, serta perbandingan hukum di Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia.

  6. Program Studi Interdisipliner Kelautan dan Pesisir Jenjang Magister (Master) dan Doktor (Ph.D.) – Universiti Malaysia Terengganu (Malaysia)

    • Kemitraan studi tingkat lanjut jenjang Magister dan Doktor untuk kajian interdisipliner sumber daya pesisir, kelautan, dan lingkungan hayati di Universiti Malaysia Terengganu, yang sangat relevan dengan pengembangan potensi wilayah pesisir dan kelautan regional.

  7. Doktor Studi Islam Peminatan Ekoteologi – UCYP University (Malaysia)

    • Program doktor (S3) Studi Islam dengan peminatan khusus Ekoteologi bekerja sama dengan UCYP University, Malaysia. Program ini memadukan kedalaman nilai-nilai keIslaman dengan perhatian terhadap pelestarian lingkungan, keberlanjutan ekosistem, serta isu-isu ekologi global.

  8. International Master in Security, Intelligence and Strategic Studies (Magister) – Dublin City University (Irlandia)

    • Program Magister Internasional dalam Studi Keamanan, Intelijen, dan Strategis di Dublin City University bersama Prof. Christian Kaunert. Mahasiswa akan mengkaji berbagai tantangan keamanan kontemporer, seperti terorisme, perang saudara dan konflik internal negara, migrasi massal, keamanan energi, keamanan siber, hingga kejahatan transnasional.

  9. Jaringan Doktoral EU-GLOCTER (EUropean GLOCal Counter-TERrorism Doctoral Network)

    • Program Doktoral Riset (Ph.D.) berskala global dalam jaringan EU-GLOCTER di bawah koordinasi Prof. Christian Kaunert. Program ini berfokus pada topik utama penanggulangan terorisme global Uni Eropa, keamanan, dan respon terhadap ancaman, yang melibatkan konsorsium universitas mitra dunia seperti Dublin City University (Irlandia), University of South Wales (Inggris), Metropolitan University Prague (Ceko), dan Rey Juan Carlos University (Spanyol).

Binus (ISW)

Usai Bertemu Pimpinan Binus University, IAI Rawa Aopa Nayatakan Kesiapan Melaksanakan ASEAN Symposium on Higher Education

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta — Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus melangkah maju dalam memperkuat kolaborasi akademik di tingkat regional. Bertempat di Kampus Binus at JWC Senayan, Jakarta, pimpinan IAI Rawa Aopa menggelar pertemuan strategis bersama pimpinan Binus University untuk mematangkan persiapan penyelenggaraan ASEAN Symposium on Higher Education, Senin (3/8/2026).

Kegiatan berskala internasional ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Binus University dan Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM), yang dirancang untuk menjadi wadah diskursus pengembangan serta transformasi pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara.

“ASEAN Symposium on Higher Education merupakan platform kerjasama antara perguruan tinggi di Asia Tenggara. Selain kesyukuran terhadap 11 tahun SEAAM bersama mintra-mitra perguruan tinggi, ini juga menjadi kesempatan mengukuhkan kerjasama perguruan tinggi selama ini. Kita juga menyongsong ASEAN Day yang akan diperingati pada akhir pekan ini,” tegas Ismail Suardi Wekke kepada awak media.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa yang juga bertindak sebagai Komite Saintifik SEAAM, Ismail Suardi Wekke, mengungkapkan bahwa pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam menyelaraskan visi antarlembaga demi menyukseskan simposium tersebut. Menurutnya, kolaborasi antar-perguruan tinggi di ASEAN merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan globalisasi pendidikan.

“Pertemuan hari ini membicarakan kerangka strategis dan kesiapan teknis pelaksanaan simposium. ASEAN Symposium on Higher Education bukan sekadar agenda akademis rutin, melainkan ruang kolaboratif untuk merumuskan arah tata kelola, inovasi riset, dan mobilitas akademik yang inklusif di Asia Tenggara,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela pertemuan di Senayan.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan IAI Rawa Aopa dalam konsorsium ini menegaskan komitmen kampus untuk terus berkontribusi aktif dalam jejaring internasional serta membawa isu-isu strategis pengembangan daerah ke panggung regional.

Simposium ini diharapkan dapat menghadirkan para akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan tinggi dari berbagai negara di ASEAN. Melalui diskusi terarah dan pertukaran gagasan, agenda ini ditargetkan mampu melahirkan rekomendasi konkrit bagi peningkatan mutu serta daya saing perguruan tinggi di kawasan.

IMG-20260714-WA0008

Kerja Sama Akademik RI-India Diharapkan Meningkat Saat Kunjungan PM India

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Kunjungan resmi Perdana Menteri India ke Indonesia dinilai menjadi momentum krusial bagi sektor pendidikan tinggi di tanah air. Kalangan akademisi berharap momentum diplomasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mempertahankan sekaligus memperluas jaringan kerja sama akademik antara kedua negara yang telah terjalin erat selama ini.

Apresiasi dan sambutan hangat datang dari berbagai tokoh pendidikan, salah satunya Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke. Ia menilai kehadiran pemimpin pemerintahan India tersebut membawa angin segar bagi masa depan kolaborasi riset dan kebudayaan.

“Kami menyampaikan selamat datang yang sehangat-hangatnya kepada Perdana Menteri India di Indonesia. Kehadiran beliau adalah simbol kedekatan historis dan intelektual yang harus kita rawat bersama,” ujar Ismail Suardi Wekke saat dihubungi pada Selasa (14/7/2026).

Ismail menambahkan bahwa institusinya berkomitmen penuh untuk menjaga hubungan baik yang sudah terbangun. Dirinya menegaskan kesediaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk mempertahankan serta meningkatkan volume kerja sama, baik dalam bentuk pertukaran mahasiswa maupun kolaborasi riset keagamaan dan sains.

Menurut Ismail, perguruan tinggi di Indonesia harus bergerak aktif menjemput peluang ini. Sinergi dengan India dinilai sangat strategis mengingat negara tersebut memiliki perkembangan teknologi dan akademik yang sangat pesat.

“India adalah mitra strategis dalam dunia pendidikan global. Oleh karena itu, momentum kunjungan ini harus dimanfaatkan oleh perguruan tinggi di Indonesia untuk mereaktualisasi berbagai nota kesepahaman yang sempat tertunda,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia menyatakan bahwa hubungan bilateral di bidang pendidikan tinggi sering kali menjadi fondasi kuat bagi kerja sama ekonomi dan politik jangka panjang. Pihaknya menilai, beasiswa dari pemerintah India, seperti skema Indian Council for Cultural Relations (ICCR), terbukti telah mencetak banyak akademisi andal di Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga dilaporkan tengah mempersiapkan beberapa kesepakatan baru. Kerja sama tersebut diproyeksikan berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan digitalisasi kurikulum.

Menutup keterangannya, Ismail Suardi Wekke kembali menekankan pentingnya implementasi nyata pascakunjungan kenegaraan ini agar tidak berhenti di atas kertas saja. “Kami berharap kerja sama ke depan tidak sekadar seremonial. Harus ada implementasi nyata berupa joint research dan pengabdian masyarakat internasional yang berdampak langsung bagi kedua negara,” pungkas Ismail.

IMG-20260630-WA0156 (1)

Tak Sekadar Digitalisasi, IAI Rawa Aopa Bangun Ekosistem Google untuk Menguatkan Mutu Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Lembaga Penjaminan Mutu memimpin percepatan transformasi digital melalui Workshop Ekosistem Google sebagai strategi memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi sekaligus memperluas kolaborasi dengan madrasah dan sekolah.

Konawe Selatan|rawaaopakonsel.ac.id– Transformasi digital kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi perguruan tinggi yang ingin tetap relevan di tengah perubahan zaman. Menjawab tantangan tersebut, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mengambil langkah progresif dengan memperkuat implementasi Ekosistem Google sebagai fondasi tata kelola akademik modern yang terintegrasi.

Melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), IAI Rawa Aopa menggelar Workshop Pemanfaatan Ekosistem Google dalam Mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai bagian dari strategi besar membangun budaya mutu, mempercepat transformasi digital, dan memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti).

Workshop ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi sivitas akademika, tetapi juga menjadi momentum memperkuat sistem kerja yang lebih efektif, kolaboratif, transparan, dan akuntabel melalui pemanfaatan Google Workspace dalam aktivitas pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Yang menarik, transformasi ini tidak berhenti di lingkungan kampus. Sebagai implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, IAI Rawa Aopa turut menggandeng madrasah dan sekolah sebagai mitra strategis untuk membangun ekosistem pembelajaran digital yang terintegrasi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan tata kelola pendidikan yang lebih modern sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan dari tingkat sekolah hingga perguruan tinggi.

Bagi IAI Rawa Aopa, digitalisasi bukan sekadar memindahkan pekerjaan ke platform daring. Lebih dari itu, transformasi digital merupakan perubahan budaya kerja menuju institusi pendidikan yang inovatif, adaptif, profesional, dan berbasis mutu.

Langkah ini sekaligus menegaskan posisi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai perguruan tinggi yang terus berbenah menghadapi era digital. Dengan memperkuat sistem penjaminan mutu dan mendorong inovasi berbasis teknologi, kampus ini optimistis mampu melahirkan lulusan yang unggul, kompetitif, dan siap menjawab tantangan masa depan.

Wisuda 2026 (ISW)

Ikhtiar Menjadi Perguruan Tinggi Inklusif dan Bekerja Untuk Kemanusiaan, IAI Rawa Aopa Luluskan Alumni Dari Pemeluk Kristen dan Hindu

Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang inklusif dan humanis. Hal ini dibuktikan secara nyata dalam rapat senat terbuka Wisuda VII Angkatan I yang digelar pada Rabu (10 Juni 2026), di mana perguruan tinggi Islam tersebut turut meluluskan 4 wisudawan non-Muslim, yakni dari pemeluk agama Kristen dan Hindu.

“4 Wisudawan tersebut menjadi bagian 438 lulusan yang dikukuhkan pada kesempatan hari ini,” papar Ismail memulai penjelasannya.

Langkah ini menjadi momentum bersejarah sekaligus bukti konkrit dari visi kampus yang tidak hanya fokus pada pendidikan keagamaan internal, tetapi juga membuka ruang seluas-luasnya bagi keberagaman dan kemanusiaan.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kelulusan mahasiswa dari latar belakang agama yang berbeda ini merupakan bagian dari ikhtiar panjang kampus untuk menjadi menara suar yang inklusif serta tidak lagi menjadi menara gading tetapi menjadi menara air.

“Hari ini kami membuktikan bahwa IAI Rawa Aopa tidak hanya bekerja untuk satu golongan, melainkan bekerja untuk kemanusiaan. Kelulusan alumni dari saudara-saudara kita yang beragama Kristen dan Hindu adalah wujud nyata dari ikhtiar kami menjadi perguruan tinggi yang inklusif,” ujar Ismail Suardi Wekke usai kegiatan wisuda yang bertempat di Hotel Claro, Kendari.

Ismail menambahkan, keberadaan mahasiswa non-Muslim di kampus berbasis Islam ini tidak mengurangi nilai-nilai akademik maupun spiritual masing-masing. Sebaliknya, hal tersebut justru memperkaya ruang dialektika dan menumbuhkan toleransi yang otentik di lingkungan akademik. Kampus, menurutnya, harus menjadi laboratorium sosial yang sehat bagi generasi muda.

Wisuda VII Angkatan I ini selain ritual pengukuhan gelar akademik, juga menjadi pesan kuat dari Sulawesi Tenggara kepada Indonesia tentang indahnya merawat kebhinekaan. Pihak rektorat berharap, para alumni—tanpa memandang latar belakang suku dan agama—dapat kembali ke masyarakat sebagai agen perubahan yang membawa misi kemanusiaan, kedamaian, dan kemajuan bangsa.

Dengan kelulusan angkatan ini, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan optimistis dapat terus memperluas kontribusinya dalam dunia pendidikan tinggi nasional yang ramah terhadap keberagaman, sekaligus mencetak sarjana yang siap mengabdi demi kemaslahatan masyarakat luas.

“Kami berutang budi kepada masyarakat khususnya Konawe Selatan, dan secar aluas masyarakat Sulawesi dan Indonesia Timur. Pelaksanaan wisuda ini, tidka lepas dari dukungan dan bantuan masyarakat. Sekaligus merupakan kepercayaan mereka dalam mendaftarkan keluarganya di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Wisuda (ISW)

Panduan Persiapan Buat Wisudawan atau Wisudawati Dalam Mengikuti Wisuda 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Wisuda bukan sekadar acara seremonial memakai toga dan berfoto bersama keluarga. Momen ini adalah tanda bahwa perjalanan panjang sebagai mahasiswa telah sampai pada satu titik penting: pengakuan atas kerja keras, doa, dan perjuangan selama menempuh pendidikan. Karena itu, agar hari wisuda berjalan lancar dan tanpa hambatan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh seluruh wisudawan dan wisudawati Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan tahun 2026.

  1. Pastikan Nama Anda Sudah Terdaftar di Panitia Wisuda

Langkah pertama yang paling penting adalah memastikan nama Anda benar-benar sudah masuk dalam daftar peserta wisuda. Jangan hanya berasumsi bahwa semua proses administrasi otomatis selesai. Segera hubungi panitia wisuda untuk mengecek status pendaftaran sekaligus mendapatkan nomor urut peserta.

Nomor urut ini nantinya sangat penting karena berkaitan dengan posisi duduk, urutan pemanggilan, hingga kelancaran proses acara. Semakin cepat Anda memastikan data, semakin kecil kemungkinan terjadi kesalahan administratif di hari pelaksanaan.

  1. Siapkan Toga untuk Foto Ijazah dan Acara Wisuda

Toga bukan hanya pakaian resmi wisuda, tetapi juga simbol pencapaian akademik. Karena itu, pastikan toga sudah dipersiapkan jauh hari sebelum acara berlangsung.

Biasanya toga akan digunakan dalam dua kegiatan penting:

  • Foto ijazah dan dokumentasi resmi kampus.
  • Sesi utama acara wisuda.

Periksa kembali kelengkapan atribut seperti topi toga, medali, samir, dan ukuran pakaian agar nyaman digunakan. Jangan menunggu hari terakhir karena sering kali terjadi antrean atau keterlambatan pengambilan perlengkapan wisuda.

  1. Ambil Undangan sebagai Tanda Masuk

Undangan wisuda bukan hanya formalitas, tetapi juga menjadi tanda masuk resmi ke area acara. Oleh sebab itu, setiap peserta diwajibkan mengambil undangan dari panitia sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Selain untuk peserta, biasanya tersedia juga undangan bagi orang tua atau pendamping. Simpan undangan dengan baik dan hindari kehilangan karena hal ini bisa menyulitkan saat proses registrasi pada hari wisuda.

  1. Hadir Sehari Sebelum Wisuda untuk Mengikuti Yudisium Bersama dan Gladi Bersih

Banyak mahasiswa menganggap yudisium hanya acara tambahan. Padahal, kegiatan ini sangat penting karena menjadi bagian dari rangkaian resmi sebelum wisuda. Sekaligus juga gladi bersih, sehingga kegiatan wisuda nantinya berjalan tertib dan lancar.

Dalam yudisium, peserta biasanya akan mendapatkan:

  • Arahan teknis pelaksanaan wisuda.
  • Informasi tata tertib acara.
  • Gladi atau simulasi proses wisuda.
  • Pengumuman penting dari panitia dan pimpinan kampus.

Kehadiran sehari sebelum wisuda juga membantu peserta lebih siap secara mental dan teknis sehingga tidak bingung saat hari pelaksanaan.

  1. Selesaikan Pembayaran Biaya Dokumentasi

Momen wisuda adalah kenangan yang akan dikenang sepanjang hidup. Karena itu, dokumentasi menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Pastikan pembayaran biaya dokumentasi dilakukan melalui pengelola atau pihak resmi yang telah ditunjuk panitia.

Dokumentasi biasanya mencakup:

  • Foto resmi ijazah, wisuda dengan dua momen (pemindahan kuncir & penyerahan ijazah).
  • Album atau file digital kenangan wisuda.

Melakukan pembayaran tepat waktu akan membantu proses dokumentasi berjalan lebih tertib dan memudahkan distribusi hasil foto maupun video setelah acara selesai.

Panitia pelaksana juga memfasilitasi dokumentasi bersama keluarga, dan itu terpisah dari pembayaran biaya photo ijazah dan dokumentasi photo. Untuk keperluan ini, wisudawan atau wisudawati dapat memesan langsung di booth yang disediakan.

Penutup

Wisuda adalah puncak perjalanan akademik yang penuh perjuangan. Persiapan yang baik akan membuat momen ini menjadi pengalaman yang lebih nyaman, tertib, dan membahagiakan. Jadi, jangan menunda urusan administrasi, siapkan semua kebutuhan sejak awal, dan tetap jaga kesehatan menjelang hari besar nanti.

Selamat kepada seluruh Wisudawan dan Wisudawati Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan Tahun 2026. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama.

Akreditasi (ISW)

Menengok Dapur Mutu Perguruan Tinggi: Penjelasan Terkait Akreditasi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Kita sampai pada era globalisasi dan kompetisi kerja yang kian ketat, memilih perguruan tinggi bukan lagi sekadar urusan “yang penting kuliah.” Ada satu indikator objektif yang wajib dipelajari oleh calon mahasiswa, orang tua, hingga elemen masyarakat: Akreditasi.

KMA RI (ISW)
KMA RI (ISW)

Salah satu institusi keagamaan yang sedang tumbuh di wilayah Sulawesi Tenggara adalah Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa — yang sebelumnya dengan nama institusi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Sebagai lembaga pendidikan tinggi satu-satunya di Konawe Selatan dan juga dalam pendiriannya sepenuhnya diprakarsai oleh masyarakat Konawe Selatan maka tugas strategisnya adalah mencetak sarjana humaniora, pendidikan, dan hukum Islam di daerah ini (dimana merupakan rumah bagi masyarakat Tolaki), maka muncul pertanyaan “bagaimanakah status penjaminan mutu atau akreditasi dari kampus ini”?

Mari kita bedah berdasarkan mekanisme penjaminan mutu nasional, baik dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) maupun Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).

Dua “Penjaga Gawang” Mutu: Peran BAN-PT dan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM)

Sebelum melihat data spesifik institusi, kita perlu memahami terlebih dahulu transformasi sistem akreditasi di Indonesia. Sejak bergulirnya regulasi baru mengenai pendidikan tinggi, sistem penilaian mutu kini terbagi menjadi dua poros utama:

  1. BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi): Lembaga ini berfokus pada penilaian akreditasi Institusi/Perguruan Tinggi secara makro (Akreditasi Institusi).
  2. LAM (Lembaga Akreditasi Mandiri): Lembaga yang dibentuk oleh masyarakat atau asosiasi profesi yang bertugas menilai mutu pada level Program Studi (Prodi) secara spesifik. Karena IAI Rawa Aopa merupakan perguruan tinggi keagamaan Islam, rumpun program studinya berada di bawah payung LAMDIK (untuk prodi kependidikan Islam) dan LAMGAMA yang baru saja melewati pelantikan Direktur Eksekutif,  AG Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya, MA (untuk prodi rumpun keagamaan non-kependidikan, syariah, dan ekonomi Islam).

Status Akreditasi Institusi IAI Rawa Aopa (Data BAN-PT)

Berdasarkan data resmi penjaminan mutu mutu pendidikan tinggi, peralihan bentuk dari Sekolah Tinggi (STAI) menjadi Institut (IAI) Rawa Aopa membawa konsekuensi pada pembaharuan administrasi sistem akreditasi.

  • Status Akreditasi Kampus: Secara institusional, kampus ini telah melewati proses pemenuhan syarat minimum akreditasi saat transformasi bentuk dan terus memelihara status akreditasi melalui mekanisme peringkat yang diakui oleh BAN-PT (dalam predikat Baik).
  • Fungsi bagi Mahasiswa: Akreditasi institusi dari BAN-PT ini menjadi jaminan hukum (legalitas) bahwa manajemen tata kelola organisasi kampus di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan telah memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti). Ini adalah jaminan konkrit bahwa ijazah yang dikeluarkan sah dan diakui negara.

Akreditasi Program Studi: Sentuhan Lembaga Akreditasi Mandiri

Jika institusi melihat rumahnya secara keseluruhan, maka akreditasi program studi (prodi) melihat isi dari setiap kamarnya. Di IAI Rawa Aopa, program studi yang tersedia diarahkan untuk mengisi kebutuhan guru agama, sarjana hukum Islam (syariah), serta ekonomi syariah di Sulawesi Tenggara.

Mekanisme akreditasi prodi di kampus ini mengikuti aturan klasterisasi:

1. Rumpun Tarbiyah / Keguruan (Melalui LAMDIK)

Untuk program studi seperti Pendidikan Agama Islam (PAI) atau prodi keguruan lainnya, penilaiannya tidak lagi dilakukan oleh BAN-PT melainkan oleh LAMDIK (Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan).

  • Indikator Penilaian: LAMDIK menilai aspek kelulusan mahasiswa, kompetensi pedagogik dosen, hingga kualitas praktik pengalaman lapangan (PPL). Prodi kependidikan di IAI Rawa Aopa dipastikan berada dalam status aktif dan terakreditasi untuk menjamin lulusannya dapat langsung bersaing dalam seleksi Guru ASN, PPPK, maupun guru profesional bersertifikasi.

2. Rumpun Syariah dan Ushuluddin (Melalui BAN-PT / LAM Keagamaan)

Untuk program studi non-kependidikan seperti Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyah) atau Ekonomi Syariah, penilaian mutunya berpatokan pada standar BAN-PT atau instrumen transisi keagamaan Islam. Aspek yang diuji mencakup kedalaman kurikulum fikih kontemporer, hukum positif di Indonesia, serta keterapannya di pengadilan agama maupun lembaga keuangan syariah.

Mengapa Data Ini Penting?

Bagi masyarakat Konawe Selatan dan sekitarnya, mengetahui bahwa IAI Rawa Aopa taat pada siklus akreditasi BAN-PT dan LAM memberikan tiga kepastian ilmiah:

  1. Akuntabilitas Kurikulum: Apa yang dipelajari mahasiswa di kelas bukan sekadar rancangan dosen lokal, melainkan kurikulum yang sudah lolos uji standar mutu nasional.
  2. Karier Masa Depan: Berbagai instansi pemerintah, BUMN, dan perusahaan swasta mensyaratkan bukti akreditasi prodi dan institusi saat pendaftaran kerja. Ketaatan IAI Rawa Aopa dalam memperbarui akreditasi menyelamatkan masa depan alumni.
  3. Fasilitas Pembiayaan: Status akreditasi yang sehat memungkinkan mahasiswa IAI Rawa Aopa untuk terus mengakses beasiswa negara, seperti beasiswa KIP-Kuliah dari Kementerian Agama (Kemenag).

Penutup

Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan manifestasi pendidikan tinggi yang terus berbenah secara mutu. Melalui pemenuhan dokumen evaluasi diri dan penilaian lapangan yang terekam di database BAN-PT serta Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) terkait, kampus ini membuktikan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi menara gading di tengah keindahan kawasan Rawa Aopa, melainkan menjadi motor penggerak intelektual yang legal, bermutu, dan kompetitif di Sulawesi Tenggara.

Layar BANPT (ISW)
Layar BANPT (ISW)

Informasi Teknis

Pendirian Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI, dengan nomor 332 tahun 2025, tertanggal 19 Maret 2025

Tercantum dalam KEPUTUSAN DIREKTUR DEWAN EKSEKUTIF BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI dalam NOMOR : 004/SK/BAN-PT/C/VI/2023, tertanggal tanggal 13 Juni 2023 ditandatagani Direktur Dewan Eksekutif BANPT, Prof. Ari Purbayanto, Ph.D.

Untuk program studi Pendidikan Agama Islam Nomor SK: 716/SK/BAN-PT/Ak-PKP/S/II/2022

Sementara Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini SK: 759/SK/BAN-PT/Ak-PKP/S/II/2022

Adapun Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah SK 760/SK/BAN-PT/Ak-PKP/S/II/2022

Jikalau mau melihat secara detail keaktifan IAI Rawa Aopa, dapat dilihat melalui tautan berikut ini: https://service.banpt.or.id/bianglala/bianglala.php 

Status aktif, dengan tanggal SK 2022-09-20 berstatus Baik, berlaku sampai dengan 2027-09-20.

ICLASH (ISW)

Conference Announcement: ICLASH in Maros-Andoolo, 14-16 October 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Alhamdulillah, by the grace and blessings of Allah, it is an honour to announce the International Conference on Law, Accountability, Sustainability, and Halal (ICLASH). This important event will take place from October 14 to 16, 2026. The conference will be held in two cities, Maros and Andoolo, Indonesia. Specifically, activities will center in Turikale, the capital of Maros, and Andoolo, the capital of South Konawe. Crucially, this event is integrated with community service programs to create a real local impact.

The main theme this year is “Synergizing Law, Accountability, and Sustainable Innovation for a Resilient Global Halal Ecosystem.” The event focuses on building a stronger halal industry. Participants will discuss how legal frameworks support sustainable growth. We will also explore new innovations in accountability. Every session aims to create practical solutions for global challenges.

This conference is a great collaborative effort. It is proudly organized by four key institutions. These are the Institut Agama Islam Darul Dakwah Wal Irsyad Maros and the Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan. The Dewan Pendidikan Kabupaten Maros is also a major partner. Finally, Universitas Muhammadiyah Barru joins as a co-organizer.

To accommodate everyone, the event will use a hybrid format. This system allows presenters and participants to join online. You can still easily participate even if you are outside of Maros and Andoolo during the event. It offers a unique platform for global networking and learning. Attendees can safely share their latest research, attend keynote speeches, and join interactive discussions from anywhere.

We warmly invite you to join us for this three-day event. Registration is now open for both presenters and participants. This year, we are proud to feature the Young Scholar Symposium on Law, Accountability, Sustainability, and Halal. This special session gives young scientists and researchers a great opportunity to gain an international stage. We look forward to welcoming you to this hybrid event this October!

Al Washliyah (ISW)

Pimpinan IAI Rawa Aopa Bertemu PW Al Washliyah Sulawesi Tenggara, Gagas Kolaborasi Nasional

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Momentum penerimaan mahasiswa baru, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memperkuat jejaring strategisnya dalam upaya pengembangan institusi dan pengabdian masyarakat. Di rangkaian buka puasa bersama, pimpinan IAI Rawa Aopa bertemu dalam silaturahmi dengan Pengurus Wilayah (PW) Al Washliyah Sulawesi Tenggara guna menggagas kolaborasi berskala nasional (Kendari, 24 Februari 2026). 

Pertemuan ini yang berlangsung di sekretariat Pengurus Wilayah Al Washliyah menjadi momentum penting bagi kedua belah pihak untuk menyinergikan potensi pendidikan tinggi dengan organisasi kemasyarakatan berbasis Islam.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan silaturahmi. Juga menjadi langkah lanjutan untuk merajut kerja sama yang lebih luas dalam bingkai pengembangan sumber daya manusia di Sulawesi Tenggara. 

Ismail menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan organisasi massa Islam untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Ia juga menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk membuka pintu bagi setiap inisiatif yang dapat mempercepat akselerasi kualitas pendidikan dan kesejahteraan umat melalui kemitraan strategis ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke secara eksplisit mengutarakan visi kolaboratifnya kepada awak media. “Kami melihat Al Washliyah sebagai mitra strategis yang memiliki akar sejarah kuat dalam pendidikan dan dakwah, sehingga sinergi ini diharapkan mampu melahirkan program-program inovatif yang berdampak nasional,” ujar Ismail. 

Ia juga menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa siap memberikan dukungan penuh, khususnya dalam hal peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan pengembangan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Kolaborasi ini harus menjadi mesin penggerak bagi kemajuan bersama, di mana kampus dan organisasi saling mengisi untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif,” pungkasnya.

Pertemuan yang berlangsung dalam rangkaian buka puasa ini hangat di Kendari ini diharapkan segera ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk mengukuhkan program kerja nyata di masa mendatang. Rencana penandatanganan MoU akan dilaksanakan di IAI Rawa Aopa Kampus Lamooso pada awal bulan Mei mendatang.

ICOBAR (ISW)

Hadir di ICOBAR 2026, IAI Rawa Aopa Sampaikan Apresiasi Kepada BINUS University

Rawaaopakonsel.ac.id, jakarta – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa menghadiri perhelatan International Conference on Biospheric Harmony (ICOBAR) 2026 yang diselenggarakan oleh BINUS University (Kamis, 5 Februari 2026) di Kampus Anggrek, Jakarta Barat. Dalam forum berskala internasional tersebut, IAI Rawa Aopa menyampaikan apresiasi mendalam atas kesediaan BINUS dalam kolaborasi riset.

Hadir, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah bagi perguruan tinggi di daerah untuk meningkatkan daya sanding di kancah global. Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa partisipasi dalam ICOBAR merupakan komitmen lembaga untuk terus belajar dari ekosistem akademik yang telah mapan seperti BINUS University.

“Kami sangat mengapresiasi ruang yang diberikan oleh BINUS University melalui ICOBAR 2026 ini sebagai jembatan bagi akademisi daerah untuk bertukar gagasan di level internasional,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela kegiatan. 

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antarperguruan tinggi sangat krusial dalam menghadapi tantangan keberlanjutan global. “Kehadiran kami di sini adalah bentuk nyata dari upaya IAI Rawa Aopa untuk menyelaraskan visi riset lokal dengan standar global yang diusung oleh BINUS,” tegasnya. 

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya keberlanjutan hubungan ini dengan menyatakan bahwa ICOBAR bukan sekadar konferensi, melainkan laboratorium ide yang inklusif. “Selain kepada panitia, kami juga mengapresiasi faculty member Binus yang telah bersedia bekerja bersama sehingga dua artikel kami diterima untuk dipresentasikan dalam konferensi ini,” tutur Ismail Suardi Wekke dalam jamuan makan malam yang berlangsung di tempat yang sama.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke juga menyampaikan bahwa pihak IAI Rawa Aopa mendapatkan kehormatan sehingga dapat dilibatkan dalam agenda sebesar ini. Ia menyebutkan bahwa pengalaman yang didapatkan selama konferensi akan menjadi bahan referensi dan pengembangan penting bagi pengelolaan riset di internal kampusnya ke depan. 

Selain itu, Ismail mengungkapkan harapannya agar kerja sama antara IAI Rawa Aopa dan BINUS University dapat berlanjut pada program-program penguatan sumber daya manusia yang lebih teknis. “Sampai pada titik ini, kita tetap berterima kasih. Semoga di masa dan kesempatan mendatang, BINUS tetap bersedia membuka ruang kerjasama kepada kami,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang dalam beberapa kesempatan sebelum menjadi komite saintifik konferensi di BINUS.

Konferensi ICOBAR 2026 sendiri dihadiri oleh ratusan peneliti dari berbagai negara. Kehadiran delegasi dari IAI Rawa Aopa diharapkan mampu memberikan perspektif baru, khususnya terkait kearifan lokal dalam menjaga ekosistem biosfer di wilayah Sulawesi Tenggara. Dengan adanya pernyataan dukungan dari pimpinan IAI Rawa Aopa, diharapkan hubungan kerja sama antara kedua institusi ini semakin solid dan memberikan dampak positif bagi perkembangan dunia pendidikan, terkhusus bagi IAI Rawa Aopa.