Akreditasi (ISW)

Menengok Dapur Mutu Perguruan Tinggi: Penjelasan Terkait Akreditasi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Kita sampai pada era globalisasi dan kompetisi kerja yang kian ketat, memilih perguruan tinggi bukan lagi sekadar urusan “yang penting kuliah.” Ada satu indikator objektif yang wajib dipelajari oleh calon mahasiswa, orang tua, hingga elemen masyarakat: Akreditasi.

KMA RI (ISW)
KMA RI (ISW)

Salah satu institusi keagamaan yang sedang tumbuh di wilayah Sulawesi Tenggara adalah Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa — yang sebelumnya dengan nama institusi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Sebagai lembaga pendidikan tinggi satu-satunya di Konawe Selatan dan juga dalam pendiriannya sepenuhnya diprakarsai oleh masyarakat Konawe Selatan maka tugas strategisnya adalah mencetak sarjana humaniora, pendidikan, dan hukum Islam di daerah ini (dimana merupakan rumah bagi masyarakat Tolaki), maka muncul pertanyaan “bagaimanakah status penjaminan mutu atau akreditasi dari kampus ini”?

Mari kita bedah berdasarkan mekanisme penjaminan mutu nasional, baik dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) maupun Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).

Dua “Penjaga Gawang” Mutu: Peran BAN-PT dan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM)

Sebelum melihat data spesifik institusi, kita perlu memahami terlebih dahulu transformasi sistem akreditasi di Indonesia. Sejak bergulirnya regulasi baru mengenai pendidikan tinggi, sistem penilaian mutu kini terbagi menjadi dua poros utama:

  1. BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi): Lembaga ini berfokus pada penilaian akreditasi Institusi/Perguruan Tinggi secara makro (Akreditasi Institusi).
  2. LAM (Lembaga Akreditasi Mandiri): Lembaga yang dibentuk oleh masyarakat atau asosiasi profesi yang bertugas menilai mutu pada level Program Studi (Prodi) secara spesifik. Karena IAI Rawa Aopa merupakan perguruan tinggi keagamaan Islam, rumpun program studinya berada di bawah payung LAMDIK (untuk prodi kependidikan Islam) dan LAMGAMA yang baru saja melewati pelantikan Direktur Eksekutif,  AG Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya, MA (untuk prodi rumpun keagamaan non-kependidikan, syariah, dan ekonomi Islam).

Status Akreditasi Institusi IAI Rawa Aopa (Data BAN-PT)

Berdasarkan data resmi penjaminan mutu mutu pendidikan tinggi, peralihan bentuk dari Sekolah Tinggi (STAI) menjadi Institut (IAI) Rawa Aopa membawa konsekuensi pada pembaharuan administrasi sistem akreditasi.

  • Status Akreditasi Kampus: Secara institusional, kampus ini telah melewati proses pemenuhan syarat minimum akreditasi saat transformasi bentuk dan terus memelihara status akreditasi melalui mekanisme peringkat yang diakui oleh BAN-PT (dalam predikat Baik).
  • Fungsi bagi Mahasiswa: Akreditasi institusi dari BAN-PT ini menjadi jaminan hukum (legalitas) bahwa manajemen tata kelola organisasi kampus di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan telah memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti). Ini adalah jaminan konkrit bahwa ijazah yang dikeluarkan sah dan diakui negara.

Akreditasi Program Studi: Sentuhan Lembaga Akreditasi Mandiri

Jika institusi melihat rumahnya secara keseluruhan, maka akreditasi program studi (prodi) melihat isi dari setiap kamarnya. Di IAI Rawa Aopa, program studi yang tersedia diarahkan untuk mengisi kebutuhan guru agama, sarjana hukum Islam (syariah), serta ekonomi syariah di Sulawesi Tenggara.

Mekanisme akreditasi prodi di kampus ini mengikuti aturan klasterisasi:

1. Rumpun Tarbiyah / Keguruan (Melalui LAMDIK)

Untuk program studi seperti Pendidikan Agama Islam (PAI) atau prodi keguruan lainnya, penilaiannya tidak lagi dilakukan oleh BAN-PT melainkan oleh LAMDIK (Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan).

  • Indikator Penilaian: LAMDIK menilai aspek kelulusan mahasiswa, kompetensi pedagogik dosen, hingga kualitas praktik pengalaman lapangan (PPL). Prodi kependidikan di IAI Rawa Aopa dipastikan berada dalam status aktif dan terakreditasi untuk menjamin lulusannya dapat langsung bersaing dalam seleksi Guru ASN, PPPK, maupun guru profesional bersertifikasi.

2. Rumpun Syariah dan Ushuluddin (Melalui BAN-PT / LAM Keagamaan)

Untuk program studi non-kependidikan seperti Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyah) atau Ekonomi Syariah, penilaian mutunya berpatokan pada standar BAN-PT atau instrumen transisi keagamaan Islam. Aspek yang diuji mencakup kedalaman kurikulum fikih kontemporer, hukum positif di Indonesia, serta keterapannya di pengadilan agama maupun lembaga keuangan syariah.

Mengapa Data Ini Penting?

Bagi masyarakat Konawe Selatan dan sekitarnya, mengetahui bahwa IAI Rawa Aopa taat pada siklus akreditasi BAN-PT dan LAM memberikan tiga kepastian ilmiah:

  1. Akuntabilitas Kurikulum: Apa yang dipelajari mahasiswa di kelas bukan sekadar rancangan dosen lokal, melainkan kurikulum yang sudah lolos uji standar mutu nasional.
  2. Karier Masa Depan: Berbagai instansi pemerintah, BUMN, dan perusahaan swasta mensyaratkan bukti akreditasi prodi dan institusi saat pendaftaran kerja. Ketaatan IAI Rawa Aopa dalam memperbarui akreditasi menyelamatkan masa depan alumni.
  3. Fasilitas Pembiayaan: Status akreditasi yang sehat memungkinkan mahasiswa IAI Rawa Aopa untuk terus mengakses beasiswa negara, seperti beasiswa KIP-Kuliah dari Kementerian Agama (Kemenag).

Penutup

Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan manifestasi pendidikan tinggi yang terus berbenah secara mutu. Melalui pemenuhan dokumen evaluasi diri dan penilaian lapangan yang terekam di database BAN-PT serta Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) terkait, kampus ini membuktikan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi menara gading di tengah keindahan kawasan Rawa Aopa, melainkan menjadi motor penggerak intelektual yang legal, bermutu, dan kompetitif di Sulawesi Tenggara.

Layar BANPT (ISW)
Layar BANPT (ISW)

Informasi Teknis

Pendirian Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI, dengan nomor 332 tahun 2025, tertanggal 19 Maret 2025

Tercantum dalam KEPUTUSAN DIREKTUR DEWAN EKSEKUTIF BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI dalam NOMOR : 004/SK/BAN-PT/C/VI/2023, tertanggal tanggal 13 Juni 2023 ditandatagani Direktur Dewan Eksekutif BANPT, Prof. Ari Purbayanto, Ph.D.

Untuk program studi Pendidikan Agama Islam Nomor SK: 716/SK/BAN-PT/Ak-PKP/S/II/2022

Sementara Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini SK: 759/SK/BAN-PT/Ak-PKP/S/II/2022

Adapun Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah SK 760/SK/BAN-PT/Ak-PKP/S/II/2022

Jikalau mau melihat secara detail keaktifan IAI Rawa Aopa, dapat dilihat melalui tautan berikut ini: https://service.banpt.or.id/bianglala/bianglala.php 

Status aktif, dengan tanggal SK 2022-09-20 berstatus Baik, berlaku sampai dengan 2027-09-20.

ICLASH (ISW)

Conference Announcement: ICLASH in Maros-Andoolo, 14-16 October 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Alhamdulillah, by the grace and blessings of Allah, it is an honour to announce the International Conference on Law, Accountability, Sustainability, and Halal (ICLASH). This important event will take place from October 14 to 16, 2026. The conference will be held in two cities, Maros and Andoolo, Indonesia. Specifically, activities will center in Turikale, the capital of Maros, and Andoolo, the capital of South Konawe. Crucially, this event is integrated with community service programs to create a real local impact.

The main theme this year is “Synergizing Law, Accountability, and Sustainable Innovation for a Resilient Global Halal Ecosystem.” The event focuses on building a stronger halal industry. Participants will discuss how legal frameworks support sustainable growth. We will also explore new innovations in accountability. Every session aims to create practical solutions for global challenges.

This conference is a great collaborative effort. It is proudly organized by four key institutions. These are the Institut Agama Islam Darul Dakwah Wal Irsyad Maros and the Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan. The Dewan Pendidikan Kabupaten Maros is also a major partner. Finally, Universitas Muhammadiyah Barru joins as a co-organizer.

To accommodate everyone, the event will use a hybrid format. This system allows presenters and participants to join online. You can still easily participate even if you are outside of Maros and Andoolo during the event. It offers a unique platform for global networking and learning. Attendees can safely share their latest research, attend keynote speeches, and join interactive discussions from anywhere.

We warmly invite you to join us for this three-day event. Registration is now open for both presenters and participants. This year, we are proud to feature the Young Scholar Symposium on Law, Accountability, Sustainability, and Halal. This special session gives young scientists and researchers a great opportunity to gain an international stage. We look forward to welcoming you to this hybrid event this October!

ICSHAIS (ISW)

Persiapan ICSHAIS 2026, Kolaborasi Perguruan Tinggi Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – ICSHAIS (International Conference on Social and Humanities Approach to Islamic Studies) telah menjadi agenda tahunan perguruan tinggi sebagai platform kolaborasi. Maka, tahun 2026 kali ini, juga dilaksanakan kembali sebagai bentuk keberlanjutan kegiatan tersebut.

Ismail Suardi Wekke dalam kapasitas Komite Saintifik di Jakarta (Ahad, 17 Mei 2026) menyatakan bahwa kini, sementara mempersiapkan kegiatan tersebut. “Terima kasih kepada semua pihak yang bersedia menjadi mitra selama ini, kita akan teruskan kemitraan ini,” kata Ismail Suardi Wekke, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

Sebagaimana diketahui bahwa ICSHAIS pada tahun 2020 pertama kali digagas bersama Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Dakwah Wal Irsyad (DDI) Makassar bersama dengan Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo. Sejak itu, dilaksanakan secara berkelanjutan.

Pada tahun 2021 dilaksanakan kembali di Turkiye. Selanjutnya, perhelatan 2022 dilaksanakan di Kuala Lumpur (Malaysia). Kemudian edisi 2023 dilaksanakan di Hatyai (Thailand). Adapun 2024 dilaksanakan di Maros (Yogyakarta, Indonesia). Pelaksanaan tahun lalu 2025, di Makassar. Untuk kesempatan yang akan datang 2026, akan dilaksanakan di kota yang akan ditentukan sesegera mungkin dengan perencanaan pada bulan September 2026.

“Sekali lagi, terima kasih kepada semua pihak yang telah  membantu atas terselenggaranya kegiatan ini, sehingga sejak 202o telah terlaksana dengan baik.” ungkap Ismai. Dalam kesempatan yang sama Ismail menyatakan bahwa telah berkomunikasi dengan pemrakarsa yaitu STAI DDI Makassar dan IAI Sultan Amai Gorontalo, untuk mendiskusikan peluang melaksanakan kembali penyelenggaraan pada tahun ini.

Kita akan segera mengundang mitra yang bersedia menjadi panitia bersama. “Untuk itu, mulai saat ini akami akan membentuk panitia dan segera mengumumkan kepada publik persiapan demi persiapan sehingga sebagaimana kesuksesan yang lalu, partisipasi publik akan tetap dipertahankan,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Workshop (ISW)

Sakinah Finance Gelar Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi di Jakarta, Perkuat Sinergi Akademik dan Industri

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Sakinah Finance sukses menyelenggarakan Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 16–17 Mei 2026, bertempat di Sofyan Hotel Cut Meutia, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Forum strategis ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari jajaran pimpinan perguruan tinggi, perwakilan sekolah, kepala madrasah, pelaku industri, hingga praktisi perbankan syariah dari berbagai daerah di Indonesia.

Pertemuan intensif ini dirancang untuk merumuskan langkah taktis dalam mengintegrasikan dunia akademik dengan dinamika industri modern. Melalui kolaborasi ini, diharapkan implementasi pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan mampu menjawab kebutuhan riil pasar serta tantangan literasi keuangan di tengah masyarakat.

Di sela-sela kegiatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, memberikan pandangan mendalam mengenai urgensi acara ini. Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi perguruan tinggi saat ini tidak bisa lagi diselesaikan dengan cara-cara konvensional yang bersifat eksklusif. Menurutnya, akselerasi mutu institusi hanya dapat dicapai melalui jalinan kemitraan yang kokoh dan berdampak luas dengan dunia usaha serta industri.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menguraikan bahwa skema Tri Dharma Perguruan Tinggi harus bertransformasi menjadi sebuah ekosistem yang bersifat inklusif. Ia menyampaikan pandangannya bahwa keterlibatan aktif dari sektor perbankan dan dunia sekolah akan mempercepat proses transfer pengetahuan sekaligus mempersempit kesenjangan antara teori akademik dan praktik di lapangan.

Pada akhir penyampaiannya, Ismail Suardi Wekke mengingatkan pentingnya menindaklanjuti forum ini dengan langkah-langkah yang konkret dan terukur. Beliau menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan serta pemikiran yang lahir di Jakarta ini akan menjadi fondasi kuat untuk melahirkan inovasi pengabdian masyarakat yang berbasis pada penguatan ekonomi umat di tingkat daerah.

Menutup pandangannya, Ismail Suardi Wekke memberikan penegasan langsung mengenai posisi strategis agenda yang diinisiasi oleh Sakinah Finance ini. “Workshop yang diinisiasi oleh Sakinah Finance ini merupakan momentum krusial bagi lembaga pendidikan tinggi untuk keluar dari menara gading dan mulai membangun jembatan kolaborasi yang riil dengan sektor industri,” ujarnya secara lugas di hadapan media.

Ismail Suardi Wekke juga menambahkan poin penting terkait relevansi kurikulum pendidikan tinggi di masa depan dengan keterlibatan mitra strategis. “Kita tidak bisa lagi menyusun peta jalan riset dan pengabdian masyarakat tanpa melibatkan perspektif perbankan dan madrasah, karena dari sanalah kebutuhan nyata masyarakat bermula,” kata Ismail menekankan pentingnya integrasi tersebut.

Sebagai penegasan komitmen kelembagaan, Ismail Suardi Wekke menyatakan kesiapan institusinya untuk mengawal hasil dari pertemuan dua hari ini agar dapat segera diimplementasikan secara nyata. “Kami di IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk mengonversi setiap gagasan dari workshop ini menjadi program kerja nyata yang berdampak langsung pada tata kelola keuangan dan kesejahteraan masyarakat di Konawe Selatan,” pungkasnya optimis.

Workshop yang berlangsung dinamis ini diisi dengan pemaparan materi dari para pakar ekonomi syariah, diskusi panel interaktif, serta sesi penyusunan program bersama. Kehadiran unsur sekolah dan madrasah dalam forum ini juga dinilai menjadi angin segar untuk memulai edukasi perencanaan keuangan syariah sejak usia dini secara terstruktur.

Bakti Sosial (ISW)

Perencanaan Kegiatan Bakti Sosial 2026 – Idul Adha 1447 H, Kolaborasi Kampus dengan Masyarakat

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Perayaan Idul Adha 1447 H menjadi momentum tepat untuk mempererat kedekatan akademisi dengan masyarakat luas. Kolaborasi nyata ini diwujudkan melalui perencanaan matang program bakti sosial terintegrasi menjelang hari raya. Mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mengasah empati langsung di lapangan.

Langkah awal dimulai dengan melakukan survei mendalam untuk memetakan wilayah yang dapat menjadi mitra bakti sosial. Data mengenai kondisi ekonomi dan distribusi hewan kurban dikumpulkan dari lapangan. Pendekatan ilmiah ini memastikan seluruh bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak yang maksimal.

Kesuksesan acara ini bertumpu pada transparansi pengelolaan dana yang dihimpun dari berbagai pihak. Kampus membuka peluang donasi bagi alumni, institusi mitra, serta masyarakat umum yang ingin berbagi. Sistem pelaporan keuangan dikelola digital dan diperbarui secara berkala demi menjaga kepercayaan para donatur.

Kolaborasi ini juga menghadirkan penyuluhan ilmiah dalam bidang Hukum Tata Negara. Dosen sekaligus memberikan pelatihan praktis kepada panitia masjid setempat dalam rangka penguatan institusi hukum masjid. Langkah preventif ini penting untuk menjamin kualitas daging yang aman dikonsumsi masyarakat.

Pihak kampus dan warga dapat mendiskusikan untuk meninggalkan kantong plastik sekali pakai dalam distribusi daging. Distribusi logistik dirancang menggunakan daun yang ramah terhadap lingkungan sekitar. Strategi hijau ini menjadi contoh nyata penerapan gaya hidup berkelanjutan di tingkat lokal.

Selain pembagian daging kurban, bakti sosial ini dimeriahkan dengan pengenalan layanan perbankan melalui Bank BSN. Dosen dan mahasiswa baik dari jurusan Hukum Tata Negara maupun Ekonomi Syariah diminta untuk memeriksa berdiskusi dengan warga masyarakat. Layanan ini mencakup fasilitasi pembukaan rekening di Bank BSN.

Setiap tahapan pelaksanaan kegiatan akan dicatat dan dianalisis sebagai bahan kajian ilmiah. Pengukuran kepuasan masyarakat dilakukan melalui pengisian kuesioner sederhana setelah seluruh rangkaian acara selesai. Hasil evaluasi ini menjadi cetak biru berharga untuk perbaikan program di tahun mendatang.

Kegiatan bakti sosial Idul Adha 1447 H ini membuktikan bahwa ilmu pengetahuan harus keluar dari kampus. Hubungan harmonis antara kampus dan masyarakat tidak boleh terputus saat program ini berakhir. Sinergi mulia ini diharapkan terus tumbuh menjadi pilar kekuatan sosial yang berkelanjutan.

Kita Bisa (ISW)

Tandatangani MoU Dengan Kita Bisa, IAI Rawa Aopa Siapkan Langkah untuk Implementasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menjalin kerja sama strategis dengan platform penggalangan dana dan kemaslahatan publik, Kita Bisa. Kerja sama tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang menjadi momentum awal bagi kedua belah pihak untuk bersinergi dalam berbagai program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. 

Pascapenandatanganan ini, institusi kampus langsung bergerak cepat menyusun langkah-langkah konkret demi memastikan implementasi program dapat berjalan secara efektif dan akuntabel. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar seremonial di atas kertas, melainkan sebuah langkah nyata untuk memperluas akses kebermanfaatan bagi civitas akademika dan masyarakat luas. 

Menurutnya, ekosistem digital yang dimiliki oleh Kita Bisa akan sangat membantu kampus dalam mengelola potensi filantropi Islam modern secara lebih transparan. “Kemitraan dengan Kita Bisa adalah jembatan inovatif untuk mengintegrasikan nilai-nilai akademis dengan aksi kepedulian sosial yang nyata,” ujar Ismail Suardi Wekke saat ditemui seusai acara penandatanganan Hotel Sofyan Betawi; Jakarta, 16 Mei 2026).

Ia juga menambahkan bahwa pihak rektorat dan seluruh jajaran terkait sedang mematangkan peta jalan agar seluruh klausul dalam dokumen kerja sama tersebut segera mewujud dalam program kerja di lapangan.

“Kami tidak ingin menunda waktu, sehingga minggu ini tim kerja khusus langsung dibentuk untuk merumuskan teknis pelaksanaan di sektor beasiswa dan pemberdayaan ekonomi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan optimismenya bahwa sinergi ini akan membawa dampak masif bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan finansial dalam menyelesaikan studinya.

“Melalui kolaborasi ini, kita membuka pintu peluang yang lebih luas bagi mahasiswa kurang mampu agar tetap bisa mengakses pendidikan tinggi berkualitas tanpa terkendala biaya,” pungkasnya.

Di sisi lain, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting bagi IAI Rawa Aopa untuk melakukan transformasi dalam tata kelola keuangan sosial institusi. Ia menekankan bahwa kehadiran platform digital seperti Kita Bisa akan memberikan transparansi yang lebih tinggi, sehingga tingkat kepercayaan publik dan akuntabilitas kampus dalam penyaluran bantuan dapat terus meningkat.

Terkait dengan kesiapan sumber daya manusia di internal kampus, Ismail menerangkan bahwa pihak manajemen perguruan tinggi akan segera menggelar lokakarya bagi staf perencanaan dan kemahasiswaan. Langkah ini dinilai sangat krusial agar personel yang ditunjuk memiliki pemahaman yang mendalam mengenai sistem kerja dan mekanisme program bersama yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Terakhir, Ismail juga menggarisbawahi bahwa program kerja sama ini nantinya akan diintegrasikan dengan kegiatan pengabdian masyarakat. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa dan dosen untuk terlibat aktif dalam merancang solusi kreatif atas permasalahan sosial yang dihadapi oleh masyarakat di sekitar wilayah Konawe Selatan.

Celebes Summit (ISW)

Pengumuman Kegiatan di Oktober yang Akan Datang, Celebes Summit on Education and Culture

Rawaaopakonsel,ac.id, Jakarta – SEAAM (Southeast Asia Academic Mobility), Universitas Muhammadiyah Barru, dan Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan dengan dukungan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dengan syukur mengumumkan penyelenggaraan Celebes Summit on Education and Culture yang akan datang. Acara kolaboratif ini dijadwalkan berlangsung pertengahan bulan Oktober untuk merayakan kekayaan budaya dan kemajuan akademis di pulau Sulawesi.

Pertemuan hybrid ini dirancang sebagai wadah strategis untuk mempertemukan para akademisi, praktisi budaya, dan pembuat kebijakan dari berbagai daerah. Melalui sinergi ini, diharapkan lahir inovasi baru yang dapat memajukan mutu pendidikan berbasis kearifan lokal di era digital.

Rangkaian kegiatan akan diisi dengan seminar internasional yang menghadirkan pembicara berkompeten di bidang edukasi global. Selain itu, para peserta juga dapat mengikuti lokakarya interaktif yang berfokus pada pelestarian tradisi dan seni khas Celebes.

Festival budaya mutakhir juga siap digelar guna menampilkan mahakarya seni, musik tradisional, dan pameran literasi bagi masyarakat umum. Kehadiran ruang ekspresi ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa bangga sekaligus mengenalkan identitas kultural Sulawesi kepada generasi muda.

Pendaftaran bagi peserta dan delegasi resmi kini telah dibuka melalui situs panitia pelaksana. Jangan lewatkan kesempatan berharga ini untuk menjadi bagian dari agen perubahan dalam masa depan pendidikan dan kebudayaan Indonesia. Untuk sementara pendaftaran dan kesediaan berkolaborasi dapat disampaikan ke STIT Al Chaeriyah Mamuju (mitra perguruan tinggi di Sulawesi Barat). 

Kita Bisa (ISW)

Wakili Perguruan Tinggi, IAI Rawa Aopa Tandatangani MoU Dengan Kita Bisa

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memperkuat capaian strategis di tingkat nasional dengan menjadi representasi dari puluhan institusi akademis dalam jalinan kerja sama strategis. Di sela-sela agenda Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Sakinah Finance, IAI Rawa Aopa secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan platform filantropi terkemuka, Kitabisa (Jakarta, 16 Mei 2026). 

Prosesi penandatanganan ini menjadi sangat prestisius lantaran IAI Rawa Aopa dipercaya untuk mewakili total 42 perguruan tinggi yang hadir dalam forum tersebut. Langkah kolaboratif ini diambil sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan implementasi pengabdian masyarakat dan digitalisasi pendanaan sosial di lingkungan kampus. 

Kehadiran Kitabisa sebagai mitra strategis dinilai membuka ruang inovasi yang lebih luas bagi perguruan tinggi untuk mengintegrasikan nilai-nilai akademis dengan aksi sosial nyata yang akuntabel dan berdampak luas. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah amanah besar bagi institusinya. 

Beliau menyatakan, “Penunjukan IAI Rawa Aopa untuk mewakili 42 perguruan tinggi dalam penandatanganan MoU dengan Kitabisa ini merupakan bentuk kepercayaan nasional sebagai apresiasi terhadap komitmen kita dalam memajukan Tri Dharma.” Ismail menambahkan bahwa integrasi antara sektor akademis dan platform filantropi digital mutakhir seperti Kitabisa akan menjadi katalisator penting bagi pembiayaan program sosial keagamaan serta riset yang berorientasi pada kemaslahatan publik. 

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya aksi nyata pasca-penandatanganan dengan menegaskan, “Kami tidak ingin kerja sama ini berhenti di atas kertas, sehingga setelah workshop ini selesai, kami akan segera merumuskan program konkret agar dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat luas dan sivitas akademika.”

Dalam penjelasannya yang lain, Ismail Suardi Wekke menguraikan bahwa sinergi yang diinisiasi bersama Sakinah Finance dan Kitabisa ini memuat cetak biru yang sangat relevan dengan tantangan modernisasi tata kelola keuangan sosial di lingkungan kampus. Beliau menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut dirancang untuk membuka akses yang lebih inklusif terhadap program-program beasiswa, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan tanggap bencana berbasis komunitas akademik. 

Pihaknya juga berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa kerangka kerja sama ini dapat menjadi pemantik bagi perguruan tinggi lain dalam mengadopsi sistem filantropi yang transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi modern. Di akhir keterangannya, Ismail menekankan bahwa IAI Rawa Aopa siap menjadi pionir sekalgus laboratorium percontohan dalam menyukseskan program-program sosial yang lahir dari kesepakatan besar ini.

Sinergi tripartit antara IAI Rawa Aopa, Sakinah Finance, dan Kitabisa ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem baru dalam dunia pendidikan tinggi, di mana kegiatan edukasi literasi keuangan syariah dapat berjalan beriringan dengan aksi solidaritas sosial yang terstruktur digital. Dengan penandatanganan MoU ini, 42 perguruan tinggi yang terafiliasi kini memiliki jembatan strategis untuk mengeskalasi program pengabdian masyarakat mereka ke skala yang lebih masif.

PPL (ISW)

Fakultas Tarbiyah IAI Rawa Aopa Melaksanakan PPL di 56 Lokasi Dengan Peserta 232 Mahasiswa

Rawaaopakonsel.ac.id, Sulawesi Tenggara – Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa secara resmi memulai agenda Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Terpadu tahun ini dengan skala yang cukup masif. Tercatat sebanyak 232 mahasiswa diterjunkan langsung ke tengah masyarakat yang tersebar di 56 lokasi berbeda. Program ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman komprehensif bagi calon pendidik dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan dan sosial yang semakin kompleks.

Sebagai bagian dari inovasi, praktik lapangan kali ini mengusung konsep PPL Terpadu. Dalam skema ini, para mahasiswa tidak hanya dituntut untuk melaksanakan praktik pembelajaran di kelas, tetapi juga diwajibkan mengintegrasikan aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara bersamaan. Pendekatan holistik ini bertujuan agar setiap kegiatan yang dilakukan di lokasi PPL memiliki dasar saintifik yang kuat sekaligus memberikan dampak nyata bagi pengembangan warga sekitar.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menekankan bahwa program ini merupakan pengejawantahan dari nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dijunjung tinggi oleh setiap sivitas akademika. Beliau menyatakan bahwa PPL Terpadu menjadi jembatan krusial antara teori yang didapatkan di bangku kuliah dengan realitas yang ada di lapangan kerja.

“PPL Terpadu ini adalah ruang bagi mahasiswa untuk membuktikan bahwa kompetensi pedagogik mereka bisa sejalan dengan kepekaan sosial,” ujar Ismail Suardi Wekke usai bertemu Dekan Fakultas Tarbiyah di kampus Andoolo (Selasa, 12 Mei 2026). Beliau juga menambahkan bahwa pelaksanaan di 56 lokasi ini menuntut fleksibilitas dan dedikasi yang tinggi dari setiap peserta. “Kami menitipkan nama baik institusi di pundak kalian, maka jadikanlah setiap interaksi di lokasi sebagai sarana dakwah dan edukasi yang santun,” tegasnya di hadapan ratusan mahasiswa.

Selain memberikan pesan langsung, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi pentingnya aspek penelitian dalam kegiatan ini. Beliau menjelaskan bahwa hasil observasi mahasiswa selama di lapangan harus mampu dikonversi menjadi data akademik yang bermanfaat bagi pengembangan kurikulum di masa depan. Menurutnya, melalui integrasi penelitian, mahasiswa diajak untuk berpikir kritis dalam memetakan masalah pendidikan di lokasi masing-masing.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar unsur pengabdian masyarakat tidak sekadar menjadi formalitas administratif belaka. Beliau berpendapat bahwa kontribusi mahasiswa harus dirasakan langsung oleh masyarakat setempat, baik melalui program penguatan keagamaan maupun pendampingan sosial lainnya. Dengan demikian, kehadiran IAI Rawa Aopa melalui para mahasiswa ini dapat menjadi solusi bagi berbagai tantangan yang dihadapi oleh sekolah maupun desa mitra.

Kegiatan yang melibatkan 232 mahasiswa ini diharapkan mampu menciptakan luaran yang berkualitas, baik bagi mahasiswa itu sendiri maupun bagi para pemangku kepentingan di 56 titik lokasi tersebut. Pihak rektorat memastikan akan terus melakukan pemantauan berkala guna menjamin kualitas pelaksanaan PPL Terpadu ini tetap berada pada standar akademik yang telah ditetapkan.

Workshop Tri Dharma (ISW)

Turut Hadir Dalam Akselerasi Ekonomi Syariah, IAI Rawa Aopa Jalin Kerjasama Dengan 42 Perguruan Tinggi

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tetap menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Langkah strategis ini dibuktikan melalui jalinan kerjasama monumental yang disepakati bersama 42 perguruan tinggi terkemuka. Kolaborasi berskala besar ini dirancang untuk mempercepat implementasi, riset, serta pengembangan sumber daya manusia di sektor ekonomi berbasis syariah demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, Jakarta, 16 Mei 2026.

Kegiatan Tri Dharma PT (ISW)
Kegiatan Tri Dharma PT (ISW)

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi besar kampus untuk tidak sekadar menjadi lembaga menara gading. Beliau menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah momentum krusial bagi IAI Rawa Aopa untuk mengambil peran aktif di garis depan dalam mempercepat pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah di wilayah Sulawesi Tenggara.

Sekaligus Ismail Suardi Wekke turut hadir dalam kegiatan Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta. Kegiatan yang menjadi wadah kolaborasi industri keuangan, dengan bersama-sama perguruan tinggi dan juga sekolah & madrasah.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa melalui aliansi akademik yang luas ini, perguruan tinggi akan bertindak sebagai laboratorium inovasi yang mampu melahirkan solusi-solusi praktis bagi tantangan keuangan Islam kontemporer. Pihak rektorat juga optimis bahwa penguatan sinergi antar-kampus ini secara otomatis akan mendongkrak kualitas tata kelola kelembagaan dan mutu lulusan, sehingga mereka siap bersaing di industri syariah global.

Kehadiran 42 perguruan tinggi dalam kesepakatan ini membawa angin segar bagi dunia akademis dan praktisi ekonomi Islam. Jaringan yang luas ini memungkinkan terjadinya pertukaran dosen, kolaborasi riset multisentris, hingga program magang mahasiswa yang lebih terstruktur di berbagai lembaga keuangan syariah.

Menutup penjelasannya, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan kuat mengenai urgensi dari implementasi nyata setelah penandatanganan berkas kerjasama ini selesai dilakukan. “Kami tidak ingin nota kesepahaman ini hanya berakhir di atas kertas formalitas belaka, melainkan harus segera diwujudkan dalam bentuk aksi nyata yang dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat luas,” tegas Ismail.

Beliau juga menambahkan bahwa tantangan ekonomi syariah ke depan semakin kompleks, sehingga membutuhkan pemikiran kolektif dari berbagai pakar lintas kampus. “Melalui sinergi masif bersama 42 perguruan tinggi ini, kita sedang membangun fondasi intelektual yang kokoh untuk mengawal transisi menuju sistem ekonomi yang lebih berkeadilan,” ujar Ismail optimis.

Di sela-sela kegiatan tersebut, Ismail Suardi Wekke mengajak seluruh civitas akademika untuk bergerak cepat menyusun program kerja turunan dari kesepakatan besar ini. “Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran program studi di IAI Rawa Aopa untuk segera merumuskan langkah taktis mingguan agar poin-poin kerjasama ini langsung berjalan efektif mulai bulan depan,” pungkasnya.