Acara Turnitin (ISW)

Ngabuburit with Turnitin, Pertemuan Terakhir: Ngabuburit Produktif dan Berintegritas

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Sore hari menjelang berbuka adalah waktu yang begitu membahagiakan. Energi mulai menurun namun semangat harus tetap terjaga. Mahasiswa, dosen, dan juga peneliti dapat berkumpul bersama untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat.

Kita dapat memilih untuk belajar bersama terkait orisinalitas karya tulis ilmiah. Momen ini menjadi ajang belajar sekaligus menunggu azan magrib tiba. Turnitin menjadi perangkat utama dalam sesi ngabuburit khusus ini.

Sesi terakhir dari dua sesi, akan dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2026, Pukul 14.00 WIB (Jakarta) – 15.00 WITA (Andoolo/Makassar) – 16.00 WIT (Papua/Wamena). Melalui aplikasi pertemuan zoom.

Ngabuburit with Turnitin adalah sebuah konsep kegiatan kolektif yang memadukan tradisi menunggu berbuka puasa dengan penguatan integritas akademik. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa dan peneliti untuk meninjau orisinalitas karya tulis mereka secara santai.

Fokus utamanya adalah mengubah waktu tunggu yang biasanya pasif menjadi sesi konsultasi naskah yang produktif. Melalui kegiatan ini, budaya jujur dalam menulis ditekankan sebagai bagian dari nilai-nilai kejujuran di bulan suci.

Salah satu tujuan agar peserta mengetahui letak kesalahan sitasi sebelum naskah tersebut dikumpulkan secara resmi. Teknologi digunakan sebagai alat bantu evaluasi diri yang objektif dan transparan.

Kegiatan ini sesi diskusi terkait dengan “Parafrase” yang interaktif. Kegiatan ini juga mengusung konsep pendampingan sebaya (peer-review) dalam membaca laporan hasil Turnitin. Peserta dapat saling memberikan masukan mengenai bagian tulisan yang perlu diperbaiki atau diperjelas sumbernya.

Pemahaman bahwa skor tinggi tidak selalu berarti plagiarisme akan dijelaskan secara mendalam dan mendetail. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan mahasiswa terhadap perangkat lunak pendeteksi kemiripan tersebut. Kerjasama antarpeserta diharapkan mampu menciptakan ekosistem akademik yang saling mendukung dan kompetitif.

Unsur spiritual tetap diintegrasikan ke dalam konsep ini melalui refleksi tentang integritas diri. Menjaga orisinalitas tulisan dimaknai sebagai bentuk kejujuran yang selaras dengan nilai-nilai ibadah puasa.

Peserta diajak menyadari bahwa karya yang berkah adalah karya yang dihasilkan dari pemikiran sendiri. Integritas akademik bukan sekadar aturan formal, melainkan prinsip moral yang harus dijaga selamanya. Konsep ini membangun karakter peneliti yang bertanggung jawab atas setiap kata yang ditulisnya.

Acara dirancang untuk menjadi bagian amaliah ramadhan. Konsep “Ngabuburit with Turnitin” ini diharapkan menjadi rangkaian kegiatan selama Ramadhan. Sebuah cara mengisi waktu-waktu Ramadhan untuk meraih kesuksesan akademik sekaligus keberkahan di bulan Ramadan.

“Kegiatan ini merupakan prakarsa bersama Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan dengan Turnitin Indonesia”

Ramadhan (ISW)

Seri Ngaji Penulisan Artikel, Pertemuan Kedua dengan Pokok Bahasan Terkait Artikel di Jurnal Scopus

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Upaya peningkatan kualitas publikasi ilmiah dosen di kancah internasional terus dipacu melalui kolaborasi lintas institusi. Memasuki pekan kedua, program “Seri Ngaji Penulisan Artikel” kembali digelar pada Jumat siang dengan fokus utama membedah teknik menembus jurnal bereputasi global yang terindeks Scopus. “Kita melaksanakan selama Ramadhan, sebagai jtihad dalam mengisi amaliyah Ramadhan,” papar Ismail di Andolo, Jumat 27 Februari 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring setiap Jumat selepas salat Jumat ini merupakan hasil sinergi strategis antara 20 perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang bekerja sama dengan Rumah Jurnal UIN Ponorogo. Pertemuan kedua ini menjadi momentum krusial bagi para akademisi untuk memahami standar ketat dan pola penulisan yang diinginkan oleh pengelola jurnal internasional.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menekankan bahwa publikasi di jurnal Scopus bukan sekadar mengejar angka kredit, melainkan bentuk kontribusi nyata ilmuwan Indonesia di level dunia. Menurutnya, dosen harus memiliki ketekunan ekstra dalam menghadapi proses penelaahan atau review yang seringkali memakan waktu lama dan melelahkan secara mental. 

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi seperti ini merupakan kunci utama dalam membangun ekosistem riset yang sehat dan berkelanjutan di tanah air. “Kita berupaya melaksanakan kegiatan Ngaji Penulisan Artikel selama Ramadhan sebagai upaya berjamaah,” kata Ismail Suardi Wekke yang didaulat menjadi pemateri pada pertemuan Jumat pertama. 

Dalam sesi penyampaian materi, Ismail megajak para peserta untuk mengenal spirit yang dapat mendorong dalam penulisan artikel. “Artikel yang layak masuk Scopus harus memiliki kebaruan atau novelty yang jelas serta metodologi yang mampu dipertanggungjawabkan secara universal,” tegas Ismail di hadapan ratusan peserta virtual. 

Ia juga mengingatkan agar penulis tidak mudah menyerah saat menerima penolakan dari editor jurnal. “Jangan menganggap penolakan sebagai akhir, tetapi jadikan catatan dari reviewer sebagai kompas untuk memperbaiki kualitas naskah Anda agar lebih tajam,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya integritas dalam menulis dengan menyatakan bahwa sitasi yang relevan dan penggunaan rujukan primer yang mutakhir adalah fondasi utama dari sebuah artikel berkualitas tinggi.

Program Seri Ngaji Penulisan ini direncanakan akan terus berlanjut dengan berbagai topik spesifik lainnya. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempersempit kesenjangan kualitas publikasi antarperguruan tinggi di Indonesia dan meningkatkan visibilitas riset nasional di mata dunia.

“Dengan kegiatan, kita berupaya untuk berjamaah. Sehingga bisa maju bersama-sama untuk pengembangan perguruan tinggi keagamaan Islam Indonesia,” pungkas Ismail Suardi Wekke di sela-sela bersama dengan tim Safari Dakwah Ramadhan kolaborasi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dengan Pengurus Wilayah Al Washliyah Sulawesi Tenggara.

FGD (ISW)

Laksanakan FGD Bersama Panitia Pelaksana, IAI Rawa Aopa Siapkan Seminar di Bulan Ramadhan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mulai mematangkan persiapan amaliyah Ramadhan dalam bulan suci melalui agenda akademik. Hal ini terlihat saat jajaran pimpinan rektorat bersama panitia pelaksana menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna merancang seminar yang rencananya akan dilaksanakan pekan depan (Rabu, 25 Februari 2026).

Kegiatan FGD ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke. Dalam pertemuan tersebut, Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa seminar ini selain sebagai agenda rutin, juga upaya institusi dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan khazanah keilmuan kontemporer. 

Beliau menjelaskan bahwa pemilihan tema dan narasumber telah dilakukan secara cermat agar pesan yang disampaikan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat. “Kita mendapatkan konfirmasi dari Tokyo City University, Jepang sebagai salah satu pembicara,” papar Ismail.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kesiapan manajerial dalam pelaksanaan kegiatan ini sudah mulai dipetakan agar seluruh rangkaian acara berjalan tanpa hambatan teknis. Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas unit di lingkungan kampus untuk memastikan syiar Islam melalui jalur pendidikan ini mencapai target audiens yang lebih luas, baik secara luring maupun daring.

“Seminar di bulan Ramadhan nanti dapat menjadi oase intelektual bagi mahasiswa dan masyarakat umum di Konawe Selatan,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan pengarahan dalam FGD tersebut. Beliau juga menambahkan diskusi khusus kepada panitia dengan menyatakan bahwa pihaknya ingin memastikan setiap sesi diskusi memiliki dampak nyata bagi pengembangan karakter mahasiswa. 

Selain itu, terkait aspek teknis, beliau berpesan agar panitia bekerja dengan semangat pengabdian mengingat momentum ini adalah bagian dari dakwah kampus di bulan mulia. Panitia pelaksana sendiri menyambut baik arahan tersebut dan berkomitmen untuk menyusun jadwal yang proporsional agar tidak mengganggu ibadah puasa para peserta. 

Dengan koordinasi yang intensif melalui FGD ini, IAI Rawa Aopa optimis seminar Ramadhan tahun ini akan menjadi salah satu program unggulan yang memperkuat posisi kampus sebagai pusat literasi keislaman di Sulawesi Tenggara. “Kita juga akan mengajak elemen mahasiswa dan pemuda, baik regional maupun nasional untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan ini,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Al Washliyah (ISW)

Pimpinan IAI Rawa Aopa Bertemu PW Al Washliyah Sulawesi Tenggara, Gagas Kolaborasi Nasional

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Momentum penerimaan mahasiswa baru, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memperkuat jejaring strategisnya dalam upaya pengembangan institusi dan pengabdian masyarakat. Di rangkaian buka puasa bersama, pimpinan IAI Rawa Aopa bertemu dalam silaturahmi dengan Pengurus Wilayah (PW) Al Washliyah Sulawesi Tenggara guna menggagas kolaborasi berskala nasional (Kendari, 24 Februari 2026). 

Pertemuan ini yang berlangsung di sekretariat Pengurus Wilayah Al Washliyah menjadi momentum penting bagi kedua belah pihak untuk menyinergikan potensi pendidikan tinggi dengan organisasi kemasyarakatan berbasis Islam.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan silaturahmi. Juga menjadi langkah lanjutan untuk merajut kerja sama yang lebih luas dalam bingkai pengembangan sumber daya manusia di Sulawesi Tenggara. 

Ismail menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan organisasi massa Islam untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Ia juga menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk membuka pintu bagi setiap inisiatif yang dapat mempercepat akselerasi kualitas pendidikan dan kesejahteraan umat melalui kemitraan strategis ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke secara eksplisit mengutarakan visi kolaboratifnya kepada awak media. “Kami melihat Al Washliyah sebagai mitra strategis yang memiliki akar sejarah kuat dalam pendidikan dan dakwah, sehingga sinergi ini diharapkan mampu melahirkan program-program inovatif yang berdampak nasional,” ujar Ismail. 

Ia juga menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa siap memberikan dukungan penuh, khususnya dalam hal peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan pengembangan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Kolaborasi ini harus menjadi mesin penggerak bagi kemajuan bersama, di mana kampus dan organisasi saling mengisi untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif,” pungkasnya.

Pertemuan yang berlangsung dalam rangkaian buka puasa ini hangat di Kendari ini diharapkan segera ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk mengukuhkan program kerja nyata di masa mendatang. Rencana penandatanganan MoU akan dilaksanakan di IAI Rawa Aopa Kampus Lamooso pada awal bulan Mei mendatang.

Community Service (ISW)

Usai Pertemuan Awal, IAI Rawa Aopa Memastikan Keikutsertaan dalam Pengabdian Masyarakat Kolaboratif Internasional di UNESCO Geopark Maros-Pangkep

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi dalam agenda Pengabdian Masyarakat Kolaboratif Internasional yang akan dipusatkan di kawasan UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep. Kepastian ini diambil setelah perwakilan pimpinan melakukan pertemuan awal guna mematangkan teknis keterlibatan kampus dalam pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi dan pariwisata berkelanjutan tersebut, Maros, 23 Februari 2026.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi kampus menuju Universitas Islam dengan mempertahankan kemitraan global. “Keikutsertaan kami dalam kolaborasi di Maros-Pangkep adalah wujud nyata dari implementasi tridarma perguruan tinggi yang melampaui batas-batas administratif wilayah,” ujar Ismail saat memberikan keterangan setelah pertemuan di Darul Ulum Ammesangeng, Maros. 

Ia menambahkan bahwa keterlibatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya strategis untuk menempatkan dosen dan mahasiswa dalam ekosistem riset serta pengabdian yang diakui secara internasional. “Kami ingin memastikan bahwa setiap personel yang dikirim memiliki output yang jelas, baik dalam bentuk publikasi ilmiah maupun dampak langsung bagi masyarakat lokal di kawasan Geopark,” tegasnya.

Selain itu, Ismail juga menjelaskan duduk perkara mengenai kesiapan aspek sumber daya manusia dan pendanaan. Ia menyampaikan bahwa pihak rektorat saat ini tengah melakukan pemetaan terhadap kepakaran dosen yang paling relevan dengan kebutuhan pengembangan masyarakat. “Termasuk bagaimana dosen-dosen dapat berpartisipasi dalam agenda-agenda lingkungan,” kata Ismail Suardi Wekke yang merupakan Komite Saintifik kegiatan ini. 

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya sinergi antarlembaga untuk memastikan program ini berjalan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada satu kali kunjungan saja. Ia juga mengungkapkan harapannya agar kolaborasi ini mampu memperkuat jejaring IAI Rawa Aopa dengan berbagai mitra internasional yang juga berfokus pada pelestarian warisan dunia UNESCO.

Program pengabdian kolaboratif ini diharapkan menjadi jembatan bagi IAI Rawa Aopa untuk memperkenalkan potensi lokal Konawe Selatan ke kancah global melalui pertukaran gagasan di Maros-Pangkep. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, kegiatan ini akan fokus pada pengembangan ekonomi kreatif dan edukasi lingkungan yang menjadi pilar utama dalam pengelolaan sebuah UNESCO Geopark.

Darul Ulum (ISW)

Announcement of International Community Service, @Darul Ulum Ammesangeng Home of UNESCO Geopark Maros-Pangkep

Rawaaopakonsel.ac.id, Ammesangeng – We are thrilled to announce the upcoming International Community Service program, hosted at the prestigious Darul Ulum Ammesangeng, located within the heart of the UNESCO Geopark Maros-Pangkep. This initiative brings together students, educators, and community leaders from across the globe to engage in meaningful cultural exchange and sustainable development. Tuesday, 28 April 2026.

Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam, Himpunan Mahasiswa Islam, Branch of East Makassar will serve the organizing committee. The collaborative community service will come together with IBK NITRO, BOLT, and Universiti Kebangsaan Malaysia. 

The collaboration reaches new heights with the official participation of the Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, which joins as a partner for this international program. Their involvement is instrumental, as it brings a dedicated focus to the social-religious pillar, ensuring that the community service efforts are grounded in spiritual values and social ethics. By integrating their expertise in Islamic studies and community development, IAI Rawa Aopa will play a role in facilitating interfaith dialogue and moral guidance, truly enriching the program’s holistic approach to serving the local population within the UNESCO Geopark.

Set against the backdrop of world-class karst landscapes, this program aims to bridge the gap between academic theory and real-world application while honoring the rich traditions of the South Sulawesi region. The core mission of this year’s service project is to foster environmental stewardship and educational empowerment. Participants will work side-by-side with local residents on various initiatives, ranging from ecological preservation workshops to English literacy programs for youth. 

By integrating global perspectives with local wisdom, we aim to create a lasting impact that preserves the unique biodiversity of the Geopark while providing the community at Darul Ulum Ammesangeng with new tools for a prosperous, interconnected future. Beyond the work itself, this program offers an unparalleled opportunity for cultural immersion. 

Darul Ulum Ammesangeng serves as a vibrant cultural hub where visitors can experience the profound hospitality and spiritual heritage of the local community. From exploring the ancient caves and towering limestone peaks of the Pangkep region to participating in traditional ceremonies, volunteers will gain a deep appreciation for the symbiotic relationship between the people and their majestic natural environment.

Collaboration is the heartbeat of this international endeavor. By partnering with local stakeholders and international organizations, we are building a network of global citizens dedicated to the UN Sustainable Development Goals. This program is not just a short-term visit; it is a commitment to a long-term partnership that values mutual respect and shared growth. We believe that through collective effort, we can protect our world’s natural wonders while uplifting the communities that call them home.

We invite all passionate individuals and institutional partners to join us in this transformative journey. Whether you are contributing your expertise in conservation, education, or social entrepreneurship, your presence will help make this International Community Service a landmark success. Together, we will leave steps of friendship and progress beneath the shadows of the Maros-Pangkep towers. Join us at Darul Ulum Ammesangeng, where global service meets timeless heritage.

Ngaji (ISW)

Ngaji Menulis Artikel Selama Ramadhan 1447 H, Inisiasi Rumah Jurnal UIN Ponorogo Bersama 20 PT dan Institusi Penerbit

Rawaaopakonsel.ac.id, Ponorogo – Menjadikan suasana Ramadhan menjadi momentum intelektual, Rumah Jurnal UIN Ponorogo resmi menginisiasi program “Ngaji Menulis Artikel”. Program kolaboratif ini menggandeng 20 Perguruan Tinggi (PT) dan institusi penerbit di seluruh Indonesia untuk mencetak karya ilmiah berkualitas sepanjang bulan suci 1447 H.

Sesi perdana sukses diselenggarakan secara daring pada Jumat 20 Februari 2026, menandai dimulainya rangkaian transformasi Rumah Jurnal dari sekadar pusat administrasi menjadi inkubator riset yang dinamis bagi akademisi.

Koordinator Rumah Jurnal UIN Ponorogo, Dr. Muhammad Hariri, menegaskan bahwa semangat utama dari agenda ini adalah sinergi.

“Kami fokus pada kolaborasi. Targetnya, jurnal yang dikelola UIN Ponorogo tidak saja maju sendiri, tetapi juga melangkah maju bersama dengan perguruan tinggi lainnya,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.

Melalui program ini, Rumah Jurnal bertindak sebagai ruang diskusi dua arah. Para peserta—yang terdiri dari dosen hingga mahasiswa tingkat akhir—diajak membedah “anatomi” artikel ilmiah secara mendalam, mulai dari perumusan abstrak yang tajam hingga teknik sitasi referensi mutakhir agar layak menembus jurnal bereputasi internasional.

Hadir sebagai narasumber sesi pertama, Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, memberikan apresiasi tinggi terhadap gerakan literasi produktif ini. Menurutnya, menulis adalah bentuk syiar ilmu yang tidak boleh terhenti oleh rasa lapar atau dahaga saat berpuasa.

Program “Ngaji Menulis Artikel” ini direncanakan berlangsung dalam empat sesi selama bulan Ramadhan. Harapannya, tradisi menulis ini akan terus terjaga dan menjadi budaya akademik yang melekat bahkan setelah bulan suci berakhir.

Dalam pemaparannya, Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa kolaborasi lintas institusi yang melibatkan 20 lembaga ini bukan sekadar angka seremonial. Menurutnya, sinergi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pondasi ekosistem publikasi ilmiah di Indonesia. Dengan menyatukan sumber daya dan perspektif dari berbagai kampus, hambatan-hambatan teknis dalam penulisan diharapkan dapat teratasi melalui transfer pengetahuan antarlembaga.

Lebih lanjut, Ismail mengingatkan para peserta bahwa esensi dari sebuah karya ilmiah tidak hanya terletak pada struktur teknis yang rapi, tetapi juga pada bobot manfaatnya. Ia menegaskan bahwa artikel yang dihasilkan dari program ini harus mampu memberikan dampak nyata dan menjadi solusi bagi persoalan di tengah masyarakat luas, bukan sekadar menjadi tumpukan teks di portal jurnal.

Momentum Ramadhan pun dinilai sebagai waktu yang sangat tepat atau “momentum emas” bagi para peneliti. Di tengah suasana puasa yang menuntut ketenangan, para dosen dan peneliti diajak untuk lebih fokus dalam memoles draf penelitian mereka. Ismail berharap program ini menjadi pemantik agar tradisi menulis tetap mengakar kuat dan terjaga konsistensinya, meski bulan suci telah berlalu.

Turnitin (ISW)

Ngabuburit with Turnitin, Belajar Bersama terkait Integritas Riset dengan Dukungan Teknologi di Bulan Ramadhan

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Kegiatan bertajuk “Ngabuburit with Turnitin” merupakan ikhitar dengan belajar bersama terkait “Integritas Riset dengan Dukungan Teknologi di Bulan Ramadhan” merupakan sebuah inisiatif akademik untuk mengisi waktu sebagai bagian amaliyah Ramadhan menjelang berbuka puasa dengan penguatan kapasitas intelektual. 

Program ini dirancang untuk menyatukan nilai-nilai spiritualitas Ramadhan, seperti kejujuran dan disiplin, dengan prinsip-prinsip etika ilmiah yang fundamental. Melalui forum ini, para akademisi dan peneliti diajak untuk merefleksikan kembali pentingnya menjaga orisinalitas karya sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam ekosistem pendidikan tinggi.

Dalam implementasinya, fokus utama diskusi diarahkan pada pemanfaatan teknologi Turnitin bukan sekadar sebagai alat pendeteksi kesamaan teks (similarity check), melainkan sebagai instrumen edukasi untuk meningkatkan kualitas penulisan ilmiah. Peserta akan mengeksplorasi mengenai teknik parafrasa yang benar, manajemen sitasi yang akurat, serta cara menginterpretasi laporan hasil pemindaian secara bijak. 

Integrasi teknologi ini diharapkan dapat meminimalisir praktik plagiarisme yang tidak disengaja sekaligus memperkuat standar integritas riset yang berlaku di tingkat internasional. Sinergi antara kegiatan rutin di bulan suci dan pengembangan profesionalisme ini diharapkan mampu melahirkan budaya akademik yang lebih sehat dan transparan. Dengan dukungan teknologi terkini, institusi dapat memastikan bahwa setiap publikasi yang dihasilkan memiliki kredibilitas yang tinggi dan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan. 

Pada akhirnya, semangat belajar bersama ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan visi institusi untuk mencetak peneliti yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga memiliki integritas etis yang kokoh.

Kegiatan sesi #1 akan dilaksanakan di Bulan Ramadhan pada tanggal 7 Ramadhan bertepatan dengan 24 Februari 2026, Pukul 14.00 WIB (Jakarta) 15.00 (Makassar/Maros), 16.00 WIT (Papua/Wamena).

Kegiatan dilaksanakan bersama Turnitin Indonesia dengan Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan dengan dukungan STAI DDI Maros, STAI DDI Pangkep, IAI DDI Sidrap, Institut Bisnis dan Keuangan NITRO (Makassar), IUCSRS – Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, NR Institute dan LTMI HMI Cabang Makassar Timur.

IPRC (ISW)

Announcement International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026, Makassar-Maros, 27-28 April 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – We announce the International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026, scheduled to take place on April 27–28, 2026. Set against the stunning backdrop of Makassar and Maros, Indonesia, this year’s conference invites postgraduate scholars from across the globe to share their ground-breaking research. 

This event serves as a platform for doctoral and master’s students with the faculty members to showcase their work, engage in interdisciplinary dialogue, and bridge the gap between academic theory and real-world application in an increasingly complex global landscape.

The two-day program is designed to foster deep intellectual exchange through a series of keynote addresses, oral presentations, and interactive poster sessions. Participants will have the unique opportunity to receive constructive feedback from seasoned academics and industry experts, helping to refine their methodologies and sharpen their findings. 

Beyond the formal sessions, the conference highlights the cultural and natural majesty of the region—from the historic streets of Makassar to the breathtaking karst landscapes of Maros—providing an inspiring environment for networking and collaborative discovery.

Submissions are now open for original research papers across a wide array of disciplines. Whether your work focuses on technology, social sciences, or sustainable development, IPRC 2026 offers the visibility and peer support necessary to elevate your academic career. We look forward to welcoming you to Makassar-Maros this April for an unforgettable exchange of ideas. It is a chance to connect with a vibrant community of researchers and explore the rich heritage of South Sulawesi. 

Registration is here: https://forms.gle/JWoCKmWEYSiw4yz67; (Registration is opened until 20 March 2026) It is open to everyone.