IMG-20260720-WA0052

Akselerasi Tri Dharma dari Pelandia: Kemitraan Global IAI Rawa Aopa dan Koperasi Teluk Ketapang untuk Transformasi Desa Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Desa Pelandia, Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan, menjadi titik awal penguatan kolaborasi internasional untuk mendorong transformasi desa berbasis pemberdayaan masyarakat. Memasuki paruh kedua tahun 2026, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menginisiasi kemitraan strategis yang mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah desa, dan jejaring ekonomi regional dari Malaysia, Senin (20/7/2026).

Kolaborasi tersebut ditandai dengan pertemuan antara Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, dan Pengerusi Koperasi Homestay Teluk Ketapang Malaysia, Md Azmi A. Azis, yang diterima secara resmi oleh Kepala Desa Pelandia bersama Sekretaris Kecamatan Buke. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kolaboratif dalam gerakan Transformasi Desa Indonesia.

Bagi IAI Rawa Aopa, kemitraan ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang dipadukan dengan riset dan jejaring internasional.

“Transformasi desa tidak boleh berhenti sebagai wacana di ruang-ruang seminar. Perguruan tinggi harus hadir sebagai penggerak perubahan yang bekerja bersama masyarakat,” tegas Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke.

Menurut Ismail, Desa Pelandia dipilih sebagai titik awal untuk membangun ekosistem pembangunan yang mengintegrasikan pengalaman internasional dengan potensi lokal. Kehadiran Koperasi Homestay Teluk Ketapang Malaysia diharapkan memperkaya praktik pengembangan ekonomi desa, khususnya pada sektor pariwisata berbasis masyarakat.

“Dari Desa Pelandia, kami ingin meletakkan batu pertama bagi ekosistem baru yang menghubungkan perspektif global dengan kearifan lokal. Pengalaman Koperasi Teluk Ketapang akan disinergikan dengan potensi masyarakat Kecamatan Buke sehingga pengetahuan benar-benar memberi manfaat langsung bagi warga,” ujarnya.

Sebagai lembaga yang berpengalaman mengembangkan community-based tourism, Koperasi Homestay Teluk Ketapang diproyeksikan mendampingi masyarakat dalam membangun tata kelola ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Pengerusi Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Md Azmi A. Azis, menekankan bahwa keberhasilan pembangunan desa sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif masyarakat sebagai pelaku utama.

“Warga desa harus menjadi pemilik saham utama dalam pembangunan daerahnya sendiri. Ketika masyarakat menjadi aktor utama, manfaat pembangunan akan dirasakan secara berkelanjutan,” katanya.

Kerja sama ini dirancang mencakup penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan pengelolaan akomodasi lokal, digitalisasi promosi potensi desa, hingga pendampingan kelembagaan bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi lokal. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing desa di tengah perkembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Inisiatif tersebut juga memperoleh dukungan penuh dari pemerintah setempat. Kepala Desa Pelandia bersama Sekretaris Kecamatan Buke menyatakan kesiapan menjadikan wilayah mereka sebagai laboratorium hidup bagi pengembangan riset dan pengabdian masyarakat.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan mitra internasional ini diharapkan melahirkan model pembangunan desa yang adaptif, berdaya saing, serta mampu menjadi referensi bagi pengembangan desa-desa lain di Indonesia.