Penelitian Kolaboratif (ISW)

Kolaborasi Riset Internasional, Peneliti IAI Rawa Aopa Sertai Penelitan bersama ITB dan Murdoch University

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa mempertahankan kemitraan di kancah riset global dengan melanjutkan agenda penelitian kolaboratif bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Murdoch University, Australia. Sebagai langkah pemantapan, tim peneliti dari IAI Rawa Aopa mengikuti pertemuan daring guna membahas progres serta langkah strategis pendalaman riset yang melibatkan lintas disiplin ilmu dan batas negara tersebut (Rabu, 15 April 2026).

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, memberikan apresiasi mendalam terhadap konsistensi tim peneliti. Dalam keterangannya, Ismail menegaskan bahwa sinergi ini merupakan jembatan bagi kampus untuk mencapai standar akademik internasional. Ia menyatakan bahwa pertemuan daring ini bukan sekadar rutinitas koordinasi, melainkan ruang krusial untuk menyelaraskan metodologi riset agar hasil penelitian nantinya memiliki dampak nyata bagi masyarakat lokal maupun literatur global.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya peran aktif dosen dalam kemitraan luar negeri ini. Ia berujar, “Kami berkomitmen penuh untuk mendukung setiap tahapan penelitian ini karena kolaborasi dengan institusi sebesar ITB dan Murdoch University adalah peluang emas untuk meningkatkan kapasitas intelektual sivitas akademika kita.” 

Ismail juga menambahkan, “Melalui diskusi intensif ini, kita ingin memastikan bahwa setiap data yang dikumpulkan di lapangan dapat dianalisis dengan standar global tanpa kehilangan kearifan lokal yang menjadi objek penelitian.” 

Dalam pernyataannya, ia menegaskan, “Keberlanjutan riset ini menjadi bukti bahwa IAI Rawa Aopa mampu bersaing secara saintifik di level internasional, dan kami akan terus mengawal proses ini hingga publikasi akhir.”

Secara teknis, Ismail juga memaparkan bagaimana pihak rektorat memberikan dukungan administratif dan finansial yang memadai demi kelancaran proyek ini. Ia menjelaskan bahwa manajemen universitas telah menyiapkan regulasi khusus yang memudahkan para peneliti dalam menjalankan tugasnya tanpa terkendala birokrasi internal. 

Menurutnya, keberhasilan riset kolaboratif ini nantinya akan menjadi modal besar bagi IAI Rawa Aopa dalam memperluas jejaring kerja sama dengan universitas-universitas top dunia lainnya di masa depan. Pertemuan daring yang berlangsung secara intensif tersebut menjadi wadah pertukaran gagasan antara para ahli dari Bandung, Perth, dan Konawe Selatan. 

Dengan fokus pada isu-isu strategis yang menyentuh kepentingan publik, penelitian ini diharapkan dapat melahirkan rekomendasi kebijakan yang berbasis data kuat serta memperkokoh posisi IAI Rawa Aopa sebagai bagian dari pusat keunggulan akademik di wilayah Sulawesi Tenggara.

UGM (ISW)

Perkuat Sinergi Akademik, IAI Rawa Aopa Gelar FGD Bahas Rencana Kerja Sama dengan UGM

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempertahankan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dan tata kelola kelembagaan. Langkah strategis terbaru diwujudkan melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) daring yang secara khusus membahas perencanaan kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta (Rabu, 15 April 2026). 

Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi IAI Rawa Aopa dalam memetakan potensi kolaborasi lintas institusi yang mencakup bidang tridarma perguruan tinggi. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari visi besar institusi untuk bertransformasi menjadi pusat keunggulan akademik di Sulawesi Tenggara. 

Menurutnya, UGM sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia memiliki ekosistem yang sangat relevan untuk menjadi mitra pendamping dalam pengembangan program-program strategis IAI Rawa Aopa ke depan. Dalam diskusi tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan mengenai urgensi pertemuan ini. “Kami menyadari bahwa untuk mencapai standar internasional, kolaborasi dengan institusi mapan seperti UGM adalah sebuah keharusan, bukan sekadar pilihan,” tegas Ismail. 

Ia juga menambahkan bahwa fokus utama dari kerja sama ini akan menyasar pada penguatan riset dan pengabdian masyarakat yang berdampak luas. “FGD ini merupakan langkah awal yang konkret untuk menyusun peta jalan kerja sama yang saling menguntungkan, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia di Konawe Selatan,” lanjutnya. 

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjalankan rencana tersebut dengan menyatakan bahwa semangat dari pertemuan ini adalah untuk memastikan potensi kolaborasi. Ismail juga menyampaikan beberapa poin secara tidak langsung terkait arah kebijakan kampus. Ia menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa saat ini tengah berupaya keras untuk melakukan sinkronisasi kurikulum dengan kondisi kontemporer masyarakat dan perkembangan zaman, sehingga pendampingan dari universitas besar akan sangat membantu. 

Ismail turut memaparkan bahwa melalui FGD ini, pihak kampus berharap dapat menyerap praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian yang transparan serta akuntabel dari UGM. Terakhir, ia mengungkapkan keyakinannya bahwa dengan adanya payung kerja sama ini, dosen-dosen di IAI Rawa Aopa akan memiliki peluang lebih besar untuk terlibat dalam proyek riset kolaboratif yang didanai secara nasional maupun internasional.

Kegiatan FGD ini dihadiri oleh kedua belah pihak IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan Universitas Gadjah Mada. Peserta mengajukan eksplorasi terkait dengan apa yang dapat dikolaborasikan. Diharapkan, hasil dari diskusi ini dapat segera diformalkan dalam waktu dekat agar program diseminasi pengetahuan, riset bersama, serta penguatan literasi hukum adat dapat segera dilaksanakan demi kemajuan daerah.

PBAK (ISW)

IAI Rawa Aopa Siap Gelar PBAK Akhir Pekan Ini, Fokus pada Pembentukan Karakter Mahasiswa

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menjadwalkan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa baru pada akhir pekan ini tertanggal 17-19 April 2026. Agenda tahunan tersebut dirancang sebagai gerbang utama bagi para akademisi muda untuk memahami ekosistem pendidikan tinggi di lingkungan kampus hijau tersebut (Rabu, 15 April 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa seluruh perangkat pendukung telah disiapkan secara matang. Beliau menegaskan bahwa panitia saat ini sedang melakukan sinkronisasi akhir guna memastikan seluruh alur kegiatan berjalan sesuai rencana tanpa kendala teknis yang berarti.

Dalam sela-sela persiapan, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus terkait tujuan utama dari pelaksanaan PBAK tahun ini. Berikut adalah pernyataan langsung beliau: “Kami ingin memastikan bahwa PBAK ini bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan fondasi awal bagi mahasiswa untuk mengenal nilai-nilai integritas dan intelektualitas yang dijunjung tinggi oleh IAI Rawa Aopa,” ujar Ismail saat ditemui di persiapan tempat pelaksanaan.

Lebih lanjut, beliau juga menyoroti pentingnya adaptasi teknologi bagi mahasiswa baru di era digital saat ini. “Mahasiswa baru harus segera bertransformasi dari pola pikir sekolah menengah ke pola pikir akademik yang kritis, sehingga mereka mampu menjawab tantangan zaman melalui riset dan inovasi sejak dini,” tambahnya.

Ismail pun menutup pernyataannya dengan pesan semangat bagi para peserta yang akan mengikuti prosesi tersebut. “Selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru di kampus perjuangan ini, mari jadikan akhir pekan besok sebagai langkah pertama untuk meniti jalan pengabdian bagi bangsa dan agama,” pungkasnya.

Selain memberikan arahan secara langsung, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan beberapa poin teknis dan filosofis terkait kebijakan kampus. Beliau menyampaikan bahwa pihak rektorat berkomitmen penuh untuk mengawal jalannya PBAK agar tetap berada dalam koridor edukatif dan jauh dari praktik perpeloncoan yang tidak produktif. Menurutnya, orientasi kampus harus diisi dengan pengenalan budaya literasi serta penguatan moderasi beragama bagi seluruh civitas akademika.

Ismail juga menginstruksikan kepada seluruh panitia pelaksana agar mengedepankan aspek pelayanan dan keramahan dalam menyambut para mahasiswa baru. Beliau berharap atmosfer kampus yang hangat dapat membantu proses adaptasi mahasiswa dari berbagai latar belakang daerah di Sulawesi Tenggara menjadi lebih cepat dan nyaman.

Terakhir, sang Wakil Rektor mengungkapkan bahwa pengelolaan anggaran untuk kegiatan ini telah dilakukan secara transparan dan akuntabel guna menunjang fasilitas terbaik bagi mahasiswa. Ia meyakini bahwa dengan perencanaan keuangan yang tepat, kualitas materi dan output dari PBAK ini dapat melahirkan generasi emas yang kompeten dan berkarakter unggul di masa depan.

Breaking News (ISW)

Terkait dengan Sorotan di Media Berhubungan Dengan IAI Rawa Aopa, Sepenuhnya Fitnah dan Pembunuhan Karakter

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi membantah berbagai pemberitaan miring yang menyudutkan institusi tersebut belakangan ini. Manajemen kampus menegaskan bahwa seluruh tuduhan yang beredar di media massa tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan cenderung mengarah pada upaya sistematis perusakan reputasi lembaga pendidikan tersebut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa pihaknya telah mencermati dinamika informasi yang berkembang. Menurutnya, serangan informasi yang dialamatkan kepada IAI Rawa Aopa bukan lagi sekadar kritik konstruktif, melainkan sudah masuk dalam kategori penyebaran berita bohong. 

Beliau menegaskan bahwa apa yang disorot oleh sejumlah pihak di media sepenuhnya adalah fitnah dan merupakan bentuk nyata dari pembunuhan karakter terhadap pimpinan maupun institusi secara keseluruhan. Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke secara lugas menyampaikan pembelaan terhadap integritas kampus. “Apa yang berkembang di media terkait IAI Rawa Aopa sepenuhnya adalah fitnah dan merupakan upaya pembunuhan karakter yang sengaja didesain untuk merugikan kami,” ujar Ismail saat memberikan klarifikasi resmi di kampus IAI Rawa Aopa. 

Ia juga menambahkan bahwa setiap langkah manajerial yang diambil selama ini selalu mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas sesuai dengan regulasi pendidikan tinggi yang berlaku. “Kami tidak akan tinggal diam melihat institusi ini dikerdilkan oleh narasi-narasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara faktual,” tegasnya dengan nada meyakinkan.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa seluruh operasional kampus, baik dari segi keuangan maupun kepegawaian, berjalan di atas rel aturan yang sah. Beliau menekankan bahwa tuduhan-tuduhan tersebut sengaja diembuskan oleh pihak tertentu yang tidak senang dengan kemajuan yang diraih oleh IAI Rawa Aopa dalam beberapa waktu terakhir. 

Ismail pun menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen kampus untuk membawa persoalan ini ke jalur hukum jika kampanye hitam ini terus berlanjut tanpa ada itikad baik dari pihak-pihak terkait. “Langkah hukum sedang kami pertimbangkan secara serius sebagai bentuk perlindungan terhadap marwah institusi pendidikan,” pungkas Ismail.

Dari pihak rektorat, Ismail Suardi Wekke meminta masyarakat dan para mahasiswa tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya. IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk tetap fokus pada peningkatan kualitas akademik dan pengabdian masyarakat, sembari memastikan bahwa kebenaran akan terungkap melalui proses yang objektif. 

Manajemen juga mengimbau media massa untuk lebih mengedepankan prinsip cek dan recek agar pemberitaan yang dihasilkan tidak menjadi sarana bagi pihak-pihak tertentu untuk melakukan pembunuhan karakter demi kepentingan sepihak. “Pemberitaan yang ada saat ini, tidak mengedepankan prinsip jurnalistik, sehingga sepenuhnya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Secara prosedural, kami akan melaporkan ke dewan pers, untuk diambil tindakan,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Webinar Series (ISW)

Perkuat Kapasitas Akademisi, IAI Rawa Aopa dan IBK NITRO Bedah Strategi Komunikasi Sains Menuju ICon-FiBank dan IPRC 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bekerja sama dengan Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO terus mematangkan persiapan menjelang perhelatan akbar International Conference on Finance and Banking (ICon-FiBank) serta International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026. Sebagai langkah menuju perhelatan tersebut, kedua institusi kembali menggelar Webinar Series seri kedua yang secara khusus menyoroti urgensi komunikasi publik bagi kalangan akademisi dalam mempresentasikan ide-ide inovatif mereka di kancah internasional (Selasa, 14 April 2026).

Fokus utama pada sesi kali ini adalah komunikasi sains, sebuah keterampilan yang seringkali menjadi tantangan bagi para peneliti dalam menyederhanakan kompleksitas data menjadi narasi yang mudah dipahami. Melalui forum ini, para peserta dibekali teknik presentasi yang efektif agar gagasan yang disampaikan tidak hanya berhenti sebagai tumpukan berkas laporan, namun mampu memberikan dampak nyata dan meyakinkan para pemangku kepentingan dalam berbagai forum ilmiah.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, yang juga Komite Saintifik kedua konferensi tersebut menekankan bahwa kemampuan berbicara di depan publik adalah instrumen vital bagi setiap pendidik. Beliau menyatakan bahwa seorang akademisi harus memiliki kecakapan dalam menerjemahkan bahasa teknis penelitian ke dalam bahasa yang lebih membumi agar manfaat ilmu pengetahuan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. 

Menurutnya, kegagalan dalam mengomunikasikan riset sama saja dengan menyembunyikan kebenaran ilmiah itu sendiri. Selain itu, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi bahwa webinar ini merupakan bagian dari ekosistem persiapan mental dan teknis sebelum para dosen terjun ke ajang ICon-FiBank dan IPRC mendatang. 

Ia menyatakan bahwa konferensi internasional bukan sekadar tempat bertukar jurnal, melainkan panggung diplomasi akademik di mana citra institusi dipertaruhkan melalui kualitas presentasi para delegasinya. Dengan persiapan yang matang melalui seri webinar ini, ia optimis kualitas diseminasi riset dari Sulawesi Tenggara akan semakin kompetitif di level global.

Lebih lanjut, dalam sesi tersebut Ismail Suardi Wekke menyampaikan beberapa poin kunci secara lugas kepada para peserta webinar. “Komunikasi sains bukan sekadar berbicara, melainkan bagaimana kita mentransfer energi dan keyakinan atas temuan riset kita kepada audiens,” tegas Ismail usai kegiatan. 

Ia juga menambahkan pernyataan penting mengenai esensi presentasi ilmiah dengan menyebutkan bahwa setiap slide yang ditampilkan harus mampu bercerita secara visual tanpa harus membuat audiens merasa jenuh dengan angka-angka yang rumit. Sebagai penutup pernyataannya, ia menegaskan, “Kita ingin ICon-FiBank dan IPRC 2026 menjadi momentum di mana akademisi lokal mampu berdiri sejajar dengan peneliti dunia melalui kekuatan narasi sains yang kuat dan argumentatif.”

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sosialisasi bagi para civitas akademika untuk terus mengasah kemampuan soft skills mereka. Dengan sinergi yang terjalin antara IAI Rawa Aopa dan IBK NITRO, persiapan menuju konferensi internasional tahun 2026 diprediksi akan semakin solid, sekaligus memperkuat posisi kedua institusi dalam peta pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia Timur.

Webinar (ISW)

Undangan Partisipasi Dalam Webinar Series Atdikbud di 15 Negara, dan Wakil Delegasi Tetap RI-UNESCO

Webinar Atdikbud (ISW)
Webinar Atdikbud (ISW)

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kolaborasi Atase Pendidikan dan Kebudayaan bersiap menggelar rangkaian kegiatan intelektual melalui Webinar Series Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud). Perhelatan yang dijadwalkan berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026 ini akan menghadirkan para diplomat pendidikan dari 15 negara serta Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO sebagai narasumber utama. 

Acara strategis ini rencananya akan disertai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang bertindak sebagai pembicara kunci untuk memberikan arah kebijakan pendidikan Indonesia di kancah global. “Terima kasih kepada Atdikbud yang telah memberikan kesempatan untuk partisipasi,” kata Ismail Suardi Wekke

Inisiatif besar ini mendapat apresiasi positif dari berbagai kalangan akademisi di daerah, termasuk dari Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa keterlibatan para Atdikbud dari 15 negara merupakan langkah konkret dalam memperluas cakrawala berpikir mahasiswa dan dosen di Indonesia. 

Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi jembatan emas bagi perguruan tinggi di daerah untuk memahami kondisi pendidikan internasional langsung dari para praktisinya di luar negeri. Selain itu, Ismail juga menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan pusat dengan implementasi di tingkat institut guna menyongsong digitalisasi pendidikan yang menjadi tema besar dalam rangkaian webinar tersebut.

Dalam sebuah sesi wawancara, Ismail Suardi Wekke memberikan penegasan terkait urgensi partisipasi aktif dalam agenda ini. “Kami melihat webinar series ini bukan sekadar rutinitas diskusi, melainkan momentum bagi kampus-kampus di pelosok untuk menyerap sari pati kebijakan global yang dibawa oleh para delegasi kita di UNESCO dan para Atase Pendidikan,” ujar Ismail dengan antusias. 

Ia juga menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk mendorong seluruh sivitas akademika agar terlibat penuh dalam setiap sesi. “Kehadiran dua menteri sebagai keynote speakers menunjukkan betapa krusialnya penyelarasan visi antara pendidikan dasar hingga tinggi dalam menghadapi tantangan sains dan teknologi di masa depan,” tegasnya. 

Lebih lanjut, Ismail memberikan pesan kuat bagi para pengelola pendidikan di daerah. “Jangan sampai peluang emas ini terlewatkan, karena akses informasi langsung dari 15 negara ini adalah modal sosial untuk pengembangan mutu sumber daya manusia kita di Konawe Selatan,” pungkasnya.

Rangkaian webinar ini diharapkan mampu menjadi platform untuk memperkuat jejaring internasional bagi lembaga pendidikan di seluruh pelosok tanah air. Dengan menghadirkan perspektif dari berbagai negara, mulai dari kawasan Asia, Eropa, hingga Amerika, para peserta akan diajak untuk membedah praktik terbaik (best practices) pendidikan yang dapat diadaptasi dalam konteks lokal Indonesia. 

Sinergi antara kementerian pusat, delegasi internasional, dan akademisi daerah seperti yang ditunjukkan oleh IAI Rawa Aopa menjadi bagian dari kunci keberhasilan transformasi pendidikan nasional yang berdaya saing global. “Sekali lagi, terima kasih kepada Atdikbud yang telah membuka peluang untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Matching Grant (ISW)

Meneruskan Kolaborasi Dengan UCYP University Malaysia, IAI Rawa Aopa Rencanakan Matching Grant

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus mempertahankan langkahnya di kancah internasional dengan memperpanjang kerja sama strategis bersama University College of Yayasan Pahang (UCYP) Malaysia. Kolaborasi yang telah terjalin lama ini kini memasuki babak baru melalui perencanaan program matching grant yang difokuskan pada penguatan riset dan pengabdian masyarakat lintas negara. Dilaksanakan sebuah kegiatan FGD daring di kedua institusi (Senin, 13 April 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa keberlanjutan kolaborasi ini merupakan manifestasi dari visi kampus untuk bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang kompetitif secara global. Menurutnya, sinergi dengan UCYP University dilaksanakan dengan upaya nyata dalam meningkatkan kualitas akademik melalui pendanaan riset bersama yang kompetitif.

Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa skema matching grant yang tengah dirancang akan menjadi stimulus penting bagi para dosen di kedua institusi untuk melakukan penelitian kolaboratif. Ia menyatakan bahwa melalui skema pendanaan bersama ini, IAI Rawa Aopa dan UCYP Malaysia berkomitmen untuk mendukung inovasi yang memiliki dampak langsung terhadap pengembangan keilmuan dan solusi bagi persoalan sosial di tingkat regional Asia Tenggara.

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya internasionalisasi kampus dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di masa depan. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan aktif dalam jaringan akademik luar negeri, seperti dengan Malaysia, akan membuka ruang pertukaran ide dan budaya kerja yang lebih luas bagi sivitas akademika. Hal ini diharapkan dapat memacu produktivitas publikasi ilmiah internasional yang menjadi indikator utama kemajuan sebuah perguruan tinggi.

Dalam keterangannya secara langsung, Ismail Suardi Wekke menyatakan, “Kolaborasi ini merupakan langkah konkret kami untuk memastikan bahwa IAI Rawa Aopa tidak hanya tumbuh di tingkat lokal, tetapi juga memiliki resonansi di tingkat internasional melalui kemitraan strategis dengan UCYP Malaysia.”

Ia juga menambahkan mengenai teknis pendanaan yang akan dikelola bersama. “Kami sedang merumuskan mekanisme matching grant yang transparan dan akuntabel, sehingga setiap sen investasi penelitian yang dikeluarkan oleh kedua belah pihak dapat menghasilkan output jurnal bereputasi yang berkualitas tinggi,” ujar Ismail.

Sebagai penutup perihal komitmen institusi, Ismail menegaskan, “Sinergi ini adalah jembatan bagi para dosen dan peneliti kami untuk mengeksplorasi isu-isu global bersama rekan-rekan di Malaysia, yang pada akhirnya akan memperkaya khazanah intelektual di kampus IAI Rawa Aopa.”

Diskusi (ISW)

Laksanakan Diskusi Terpumpun Daring, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan Satu University Siap Melaksanakan Kegiatan Kolaboratif

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat jejaring akademik berskala nasional. Langkah terbaru ditandai dengan pelaksanaan Diskusi Terpumpun (Focus Group Discussion) secara daring yang dilakukan bersama Satu University (Senin, 13 April 2026). Pertemuan daring ini menjadi babak baru bagi kedua institusi untuk menyelaraskan visi dalam berbagai program kolaboratif yang akan diimplementasikan dalam waktu dekat.

Sinergi ini bertujuan untuk menggabungkan keunggulan masing-masing lembaga dalam ranah pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Fokus utama diskusi mencakup pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri serta pertukaran sumber daya akademik untuk meningkatkan kualitas lulusan di wilayah Sulawesi Tenggara maupun secara nasional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa momentum ini merupakan langkah konkret dalam mempercepat transformasi kampus. Beliau menyatakan bahwa pertemuan daring ini bukan sekadar seremoni, melainkan fondasi kokoh untuk kerja sama yang berkelanjutan ke depannya. Ismail juga menekankan bahwa kolaborasi dengan Satu University akan membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen dalam mengeksplorasi inovasi pembelajaran berbasis teknologi informasi.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk mengalokasikan sumber daya yang diperlukan guna menyukseskan agenda bersama ini. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan peta jalan strategis agar poin-poin kesepakatan dalam diskusi terpumpun tersebut dapat segera dieksekusi di lapangan. Dukungan administratif dan anggaran juga dipastikan akan berjalan beriringan dengan target pencapaian akademik yang telah ditetapkan.

Dalam sesi diskusi tersebut, Ismail Suardi Wekke menyatakan terkait visi kolaborasi ini. “Kami melihat Satu University sebagai mitra strategis yang memiliki kesamaan visi dalam mencetak generasi unggul yang adaptif terhadap perubahan zaman,” ujar Ismail dengan penuh optimisme. 

Beliau menambahkan, “Diskusi ini adalah langkah awal dari rangkaian proyek bersama yang mencakup penelitian lintas disiplin dan program magang bersertifikat bagi mahasiswa.” Menutup pernyataannya, Ismail menegaskan, “Sinergi ini membuktikan bahwa jarak geografis bukan lagi penghalang untuk membangun keunggulan akademik yang inklusif dan progresif.”

Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi ekosistem pendidikan di Konawe Selatan. Dengan menggandeng Satu University, IAI Rawa Aopa optimistis dapat menghadirkan standar mutu internasional dalam bingkai nilai-nilai lokal. Pertemuan daring tersebut ditutup dengan kesepakatan untuk segera merumuskan nota kesepahaman yang lebih teknis sebagai payung hukum aktivitas kolaboratif di masa mendatang.

Young Scholar (ISW)

IYSSAMB 2026 as The Pillar for Fostering Collaboration in Research and Publication

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – The International Young Scholar Symposium on Accountancy, Management, and Business (IYSSAMB), serves as a pillar to bridge between undergraduate curiosity and professional academic rigor. By positioning itself as a collaborative ecosystem, it transforms the often-intimidating world of research into an accessible, mentored experience.

The Core Mission: Collaboration & Mentorship

Unlike traditional conferences that focus purely on the final result, the YSS emphasizes the process. It functions as a “sandbox” where students can test their theories under the watchful eye of experienced academics.

  • Student-Led, Faculty-Guided: While students take the lead in data collection and drafting, lecturer supervision ensures that the methodology remains sound and the conclusions are grounded in existing literature.
  • Peer-to-Peer Synergy: The platform encourages students from different disciplines to cross-pollinate ideas, fostering a community of practice rather than a siloed competitive environment.

Training Ground for Publication

One of the most significant barriers for young researchers is the “black box” of academic publishing. The YSS demystifies this through structured training:

  1. Drafting & Formatting: Students learn the nuances of IMRaD (Introduction, Methods, Results, and Discussion) structures.
  2. The Peer-Review Cycle: Participants often receive constructive feedback that mimics the professional peer-review process, allowing them to refine their work before it hits a public repository.
  3. Ethics and Integrity: Training includes critical modules on plagiarism, citation standards, and ethical data handling.

Breaking Barriers: The “Free” Advantage

Financial constraints often prevent talented students from participating in high-tier symposiums. By remaining free of charge, the Young Scholar Symposium ensures that:

  • Inclusivity is prioritized over institutional wealth.
  • Meritocracy thrives, as the quality of the research is the only “currency” required for entry.
  • Open Access principles are instilled in students early, viewing knowledge as a public good rather than a gated commodity.

Impact on Career After Graduation

Participating in the symposium isn’t just about adding a line to a CV; it’s about building the “Soft Skills” of Science:

  • Public Speaking: Defending a thesis in front of an audience builds immense confidence.
  • Networking: Connecting with lecturers and peers can lead to future graduate school recommendations or joint research ventures.
  • Professional Identity: Students begin to see themselves not just as “learners,” but as active contributors to the global knowledge base.

The Symposium will serve as a catalyst, turning student potential into scholarly presence by removing the price tag and adding the guidance.

Young Scholar (ISW)

Announcement International Young Scholar Symposium on Accountancy, Management, and Business, (3-5 June 2026)

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – We are grateful to announce the upcoming International Young Scholar Symposium on Accountancy, Management, and Business (IYSSAMB), scheduled to take place (online) from June 3rd to 5th, 2026. This premier event serves as a global stage for emerging researchers, doctoral students, and early-career professionals to showcase their innovative work and engage in high-level academic discourse. Hosted in a hybrid format, the symposium aims to bridge the gap between theoretical research and practical application in the ever-evolving landscape of global commerce.

The theme for this year’s symposium, “Digital Frontier: Ethics, Sustainability, and Innovation,” reflects the urgent need for multidisciplinary approaches to modern economic challenges. Participants will have the opportunity to explore a wide range of topics, including green accounting practices, the integration of AI in management, and the resilience of global supply chains. By fostering a collaborative environment, we hope to inspire new perspectives that will shape the future of the corporate and academic worlds.

Attendees can look forward to a robust program featuring keynote addresses from world-renowned scholars, interactive paper presentations, and specialized workshops designed to hone research methodologies. Beyond the formal sessions, the symposium offers extensive networking opportunities, allowing young scholars to connect with seasoned mentors and peers from diverse cultural and academic backgrounds. These interactions are curated to spark long-term research collaborations and professional friendships.

We invite interested scholars to submit their original research papers, case studies, or conceptual frameworks for peer review. Submissions are officially open, and we encourage early applications to take advantage of our discounted registration rates. Detailed guidelines regarding formatting, submission deadlines, and the full schedule of events are available on our official symposium portal. All accepted papers will be published in the symposium proceedings, with select high-quality manuscripts fast-tracked for consideration in partner international journals.

Join us this June as we gather to celebrate intellectual curiosity and professional excellence. Whether you are presenting your latest findings or attending to stay at the forefront of industry trends, your voice is a vital part of this academic community. Let us work together to build a more sustainable and innovative future for accountancy, management, and business. We look forward to welcoming you to an inspiring three days of discovery and growth.