Turkiye (ISW)

NITRO dan IAI Rawa Aopa Perkuat Sinergi Global Melalui Program Kolaborasi di Istanbul

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO bersama Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempersiapkan langkah internasionalisasi mereka dengan mempersiapkan rangkaian kegiatan kolaboratif yang akan dipusatkan di Istanbul, Turki, pada November yang akan datang. Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari berbagai inisiatif bersama yang telah dilakukan sebelumnya, guna meningkatkan rekognisi global bagi kedua institusi pendidikan tinggi tersebut. 

Fokus utama dari agenda di Istanbul ini mencakup pengembangan riset bersama, seminar internasional, serta penguatan tata kelola institusi melalui studi banding lintas budaya. Demikian terungkap dalam pembukaan ICon-FiBank yang dilaksanakan di Kampus NITRO Makassar, 27 April 2026.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari peta jalan institusi untuk menghadirkan pengalaman akademik yang melampaui batas nasional. Menurut Ismail, pemilihan Istanbul sebagai lokasi kegiatan tidak lepas dari posisi strategis kota tersebut sebagai titik temu peradaban dunia yang menawarkan banyak perspektif bagi pengembangan ilmu pengetahuan. 

Ia berharap kolaborasi dengan NITRO ini mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus masing-masing. “Kegiatan di Istanbul ini adalah langkah konkret kami dalam menerjemahkan visi internasionalisasi menjadi aksi nyata yang melibatkan dosen dan peneliti,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam sesi wawancara. 

Beliau juga menambahkan bahwa kemitraan strategis dengan NITRO menjadi katalisator penting untuk saling berbagi sumber daya dan keahlian di tingkat global. Ismail menegaskan, “Kami ingin memastikan bahwa setiap kerja sama luar negeri yang dibangun memiliki output yang terukur bagi pengembangan institusi di masa depan.”

Secara teknis, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan di Turki tersebut direncanakan mencakup berbagai agenda yang bersifat integratif antara ilmu sosial dan ekonomi. Beliau menyampaikan bahwa persiapan telah memasuki tahap finalisasi koordinasi dengan mitra lokal di Istanbul untuk menjamin kelancaran seluruh rangkaian acara.

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya sinergi antara IAI Rawa Aopa dan NITRO sebagai upaya bersama dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis di era global saat ini. Kehadiran delegasi dari kampus di Turki diharapkan tidak hanya sekadar formalitas akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun jejaring yang lebih luas dengan perguruan tinggi di kawasan Eropa dan Timur Tengah. 

Melalui program kolaboratif ini, NITRO dan IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus berinovasi dalam penyelenggaraan pendidikan yang inklusif dan berwawasan internasional. Agenda ini sekaligus menjadi momentum penting bagi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk menunjukkan eksistensinya dalam kancah ilmiah internasional melalui kemitraan yang berkelanjutan.

SEA-AFSID (ISW)

IAI Rawa Aopa Bersama SEAAM Mulai Gelar Rangkaian Acara SEA-AFSID, Dilaksanakan di 8 Negara, 17 Kota

Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bekerja sama dengan Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) memulai rangkaian acara Southeast Asia Academic Forum on Sustainable Integrated Development (SEA-AFSID). Agenda besar berskala internasional ini dijadwalkan berlangsung secara maraton di 17 kota yang tersebar di 8 negara kawasan Asia Tenggara, sebagai upaya memperkuat sinergi akademik dan pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.

Dimulai pada Kamis, 23 April s.d. Kamis, 7 Mei 2026. Berlangsung hybrid dengan kemitraan perguruan tinggi dari 8 negara. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke yang juga Komite Saintifik SEA-AFSID, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis kampus untuk menembus batas-batas lokal menuju panggung dunia. 

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan di 17 titik berbeda tersebut bertujuan untuk memotret beragam persoalan pembangunan secara langsung di lapangan serta membangun jejaring peneliti antarnegara yang lebih solid. “Ini merupakan adaptasi dari pasca pandemi, sehingga keikutsertaan bisa lebih luas dan juga mendapatkan kontribusi secara luas,” papar Ismail Suardi Wekke yang menjelaskan bahwa SEA-AFSID telah dilaksanakan sejak 2017 di Jambi.

Lebih lanjut, Ismail menekankan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh dalam memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat luas melalui forum internasional ini. “Kegiatan ini merupakan ikhtiar kolektif kami untuk memastikan bahwa kampus-kampus di daerah memiliki daya saing global melalui kolaborasi lintas negara yang konkret,” ujar Ismail Suardi Wekke saat ditemui di sela-sela persiapan pembukaan acara.

Ismail juga menambahkan pentingnya integrasi riset dalam setiap sesi yang digelar di berbagai kota tersebut agar hasil pemikiran akademisi dapat diaplikasikan secara praktis. “Kami sengaja memilih 17 kota agar perspektif yang dihasilkan tidak terpusat pada satu wilayah saja, melainkan mencakup keragaman dinamika sosial dan ekonomi di Asia Tenggara dan Asia,” ungkapnya.

Menutup keterangannya, Ismail menegaskan bahwa sinergi dengan SEAAM adalah kunci dalam memperluas jangkauan publikasi dan mobilitas dosen maupun mahasiswa di masa depan. “SEA-AFSID bukan sekadar seremonial, melainkan jembatan bagi IAI Rawa Aopa untuk terlibat aktif dalam merumuskan solusi atas tantangan integrasi pembangunan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Rangkaian SEA-AFSID ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekosistem akademik yang lebih dinamis di Asia Tenggara. Dengan keterlibatan delapan negara, forum ini diproyeksikan akan menghasilkan berbagai kesepakatan strategis dan publikasi ilmiah yang akan menjadi rujukan dalam kebijakan pembangunan terintegrasi di kawasan tersebut.

PBAK (ISW)

IAI Rawa Aopa Siap Gelar PBAK Akhir Pekan Ini, Fokus pada Pembentukan Karakter Mahasiswa

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menjadwalkan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa baru pada akhir pekan ini tertanggal 17-19 April 2026. Agenda tahunan tersebut dirancang sebagai gerbang utama bagi para akademisi muda untuk memahami ekosistem pendidikan tinggi di lingkungan kampus hijau tersebut (Rabu, 15 April 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa seluruh perangkat pendukung telah disiapkan secara matang. Beliau menegaskan bahwa panitia saat ini sedang melakukan sinkronisasi akhir guna memastikan seluruh alur kegiatan berjalan sesuai rencana tanpa kendala teknis yang berarti.

Dalam sela-sela persiapan, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus terkait tujuan utama dari pelaksanaan PBAK tahun ini. Berikut adalah pernyataan langsung beliau: “Kami ingin memastikan bahwa PBAK ini bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan fondasi awal bagi mahasiswa untuk mengenal nilai-nilai integritas dan intelektualitas yang dijunjung tinggi oleh IAI Rawa Aopa,” ujar Ismail saat ditemui di persiapan tempat pelaksanaan.

Lebih lanjut, beliau juga menyoroti pentingnya adaptasi teknologi bagi mahasiswa baru di era digital saat ini. “Mahasiswa baru harus segera bertransformasi dari pola pikir sekolah menengah ke pola pikir akademik yang kritis, sehingga mereka mampu menjawab tantangan zaman melalui riset dan inovasi sejak dini,” tambahnya.

Ismail pun menutup pernyataannya dengan pesan semangat bagi para peserta yang akan mengikuti prosesi tersebut. “Selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru di kampus perjuangan ini, mari jadikan akhir pekan besok sebagai langkah pertama untuk meniti jalan pengabdian bagi bangsa dan agama,” pungkasnya.

Selain memberikan arahan secara langsung, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan beberapa poin teknis dan filosofis terkait kebijakan kampus. Beliau menyampaikan bahwa pihak rektorat berkomitmen penuh untuk mengawal jalannya PBAK agar tetap berada dalam koridor edukatif dan jauh dari praktik perpeloncoan yang tidak produktif. Menurutnya, orientasi kampus harus diisi dengan pengenalan budaya literasi serta penguatan moderasi beragama bagi seluruh civitas akademika.

Ismail juga menginstruksikan kepada seluruh panitia pelaksana agar mengedepankan aspek pelayanan dan keramahan dalam menyambut para mahasiswa baru. Beliau berharap atmosfer kampus yang hangat dapat membantu proses adaptasi mahasiswa dari berbagai latar belakang daerah di Sulawesi Tenggara menjadi lebih cepat dan nyaman.

Terakhir, sang Wakil Rektor mengungkapkan bahwa pengelolaan anggaran untuk kegiatan ini telah dilakukan secara transparan dan akuntabel guna menunjang fasilitas terbaik bagi mahasiswa. Ia meyakini bahwa dengan perencanaan keuangan yang tepat, kualitas materi dan output dari PBAK ini dapat melahirkan generasi emas yang kompeten dan berkarakter unggul di masa depan.

Matching Grant (ISW)

Meneruskan Kolaborasi Dengan UCYP University Malaysia, IAI Rawa Aopa Rencanakan Matching Grant

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus mempertahankan langkahnya di kancah internasional dengan memperpanjang kerja sama strategis bersama University College of Yayasan Pahang (UCYP) Malaysia. Kolaborasi yang telah terjalin lama ini kini memasuki babak baru melalui perencanaan program matching grant yang difokuskan pada penguatan riset dan pengabdian masyarakat lintas negara. Dilaksanakan sebuah kegiatan FGD daring di kedua institusi (Senin, 13 April 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa keberlanjutan kolaborasi ini merupakan manifestasi dari visi kampus untuk bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang kompetitif secara global. Menurutnya, sinergi dengan UCYP University dilaksanakan dengan upaya nyata dalam meningkatkan kualitas akademik melalui pendanaan riset bersama yang kompetitif.

Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa skema matching grant yang tengah dirancang akan menjadi stimulus penting bagi para dosen di kedua institusi untuk melakukan penelitian kolaboratif. Ia menyatakan bahwa melalui skema pendanaan bersama ini, IAI Rawa Aopa dan UCYP Malaysia berkomitmen untuk mendukung inovasi yang memiliki dampak langsung terhadap pengembangan keilmuan dan solusi bagi persoalan sosial di tingkat regional Asia Tenggara.

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya internasionalisasi kampus dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di masa depan. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan aktif dalam jaringan akademik luar negeri, seperti dengan Malaysia, akan membuka ruang pertukaran ide dan budaya kerja yang lebih luas bagi sivitas akademika. Hal ini diharapkan dapat memacu produktivitas publikasi ilmiah internasional yang menjadi indikator utama kemajuan sebuah perguruan tinggi.

Dalam keterangannya secara langsung, Ismail Suardi Wekke menyatakan, “Kolaborasi ini merupakan langkah konkret kami untuk memastikan bahwa IAI Rawa Aopa tidak hanya tumbuh di tingkat lokal, tetapi juga memiliki resonansi di tingkat internasional melalui kemitraan strategis dengan UCYP Malaysia.”

Ia juga menambahkan mengenai teknis pendanaan yang akan dikelola bersama. “Kami sedang merumuskan mekanisme matching grant yang transparan dan akuntabel, sehingga setiap sen investasi penelitian yang dikeluarkan oleh kedua belah pihak dapat menghasilkan output jurnal bereputasi yang berkualitas tinggi,” ujar Ismail.

Sebagai penutup perihal komitmen institusi, Ismail menegaskan, “Sinergi ini adalah jembatan bagi para dosen dan peneliti kami untuk mengeksplorasi isu-isu global bersama rekan-rekan di Malaysia, yang pada akhirnya akan memperkaya khazanah intelektual di kampus IAI Rawa Aopa.”

Diskusi (ISW)

Laksanakan Diskusi Terpumpun Daring, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan Satu University Siap Melaksanakan Kegiatan Kolaboratif

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat jejaring akademik berskala nasional. Langkah terbaru ditandai dengan pelaksanaan Diskusi Terpumpun (Focus Group Discussion) secara daring yang dilakukan bersama Satu University (Senin, 13 April 2026). Pertemuan daring ini menjadi babak baru bagi kedua institusi untuk menyelaraskan visi dalam berbagai program kolaboratif yang akan diimplementasikan dalam waktu dekat.

Sinergi ini bertujuan untuk menggabungkan keunggulan masing-masing lembaga dalam ranah pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Fokus utama diskusi mencakup pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri serta pertukaran sumber daya akademik untuk meningkatkan kualitas lulusan di wilayah Sulawesi Tenggara maupun secara nasional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa momentum ini merupakan langkah konkret dalam mempercepat transformasi kampus. Beliau menyatakan bahwa pertemuan daring ini bukan sekadar seremoni, melainkan fondasi kokoh untuk kerja sama yang berkelanjutan ke depannya. Ismail juga menekankan bahwa kolaborasi dengan Satu University akan membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen dalam mengeksplorasi inovasi pembelajaran berbasis teknologi informasi.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk mengalokasikan sumber daya yang diperlukan guna menyukseskan agenda bersama ini. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan peta jalan strategis agar poin-poin kesepakatan dalam diskusi terpumpun tersebut dapat segera dieksekusi di lapangan. Dukungan administratif dan anggaran juga dipastikan akan berjalan beriringan dengan target pencapaian akademik yang telah ditetapkan.

Dalam sesi diskusi tersebut, Ismail Suardi Wekke menyatakan terkait visi kolaborasi ini. “Kami melihat Satu University sebagai mitra strategis yang memiliki kesamaan visi dalam mencetak generasi unggul yang adaptif terhadap perubahan zaman,” ujar Ismail dengan penuh optimisme. 

Beliau menambahkan, “Diskusi ini adalah langkah awal dari rangkaian proyek bersama yang mencakup penelitian lintas disiplin dan program magang bersertifikat bagi mahasiswa.” Menutup pernyataannya, Ismail menegaskan, “Sinergi ini membuktikan bahwa jarak geografis bukan lagi penghalang untuk membangun keunggulan akademik yang inklusif dan progresif.”

Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi ekosistem pendidikan di Konawe Selatan. Dengan menggandeng Satu University, IAI Rawa Aopa optimistis dapat menghadirkan standar mutu internasional dalam bingkai nilai-nilai lokal. Pertemuan daring tersebut ditutup dengan kesepakatan untuk segera merumuskan nota kesepahaman yang lebih teknis sebagai payung hukum aktivitas kolaboratif di masa mendatang.

Young Scholar (ISW)

Announcement International Young Scholar Symposium on Accountancy, Management, and Business, (3-5 June 2026)

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – We are grateful to announce the upcoming International Young Scholar Symposium on Accountancy, Management, and Business (IYSSAMB), scheduled to take place (online) from June 3rd to 5th, 2026. This premier event serves as a global stage for emerging researchers, doctoral students, and early-career professionals to showcase their innovative work and engage in high-level academic discourse. Hosted in a hybrid format, the symposium aims to bridge the gap between theoretical research and practical application in the ever-evolving landscape of global commerce.

The theme for this year’s symposium, “Digital Frontier: Ethics, Sustainability, and Innovation,” reflects the urgent need for multidisciplinary approaches to modern economic challenges. Participants will have the opportunity to explore a wide range of topics, including green accounting practices, the integration of AI in management, and the resilience of global supply chains. By fostering a collaborative environment, we hope to inspire new perspectives that will shape the future of the corporate and academic worlds.

Attendees can look forward to a robust program featuring keynote addresses from world-renowned scholars, interactive paper presentations, and specialized workshops designed to hone research methodologies. Beyond the formal sessions, the symposium offers extensive networking opportunities, allowing young scholars to connect with seasoned mentors and peers from diverse cultural and academic backgrounds. These interactions are curated to spark long-term research collaborations and professional friendships.

We invite interested scholars to submit their original research papers, case studies, or conceptual frameworks for peer review. Submissions are officially open, and we encourage early applications to take advantage of our discounted registration rates. Detailed guidelines regarding formatting, submission deadlines, and the full schedule of events are available on our official symposium portal. All accepted papers will be published in the symposium proceedings, with select high-quality manuscripts fast-tracked for consideration in partner international journals.

Join us this June as we gather to celebrate intellectual curiosity and professional excellence. Whether you are presenting your latest findings or attending to stay at the forefront of industry trends, your voice is a vital part of this academic community. Let us work together to build a more sustainable and innovative future for accountancy, management, and business. We look forward to welcoming you to an inspiring three days of discovery and growth.

ICIELC 2026 (ISW)

Announcement ICIELC 2026, Maros, 2-3 May 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – With thankfully to Allah, we announce that the International Conference on Islamic Education, Law, and Civilization (ICIELC) 2026 will be held in the scenic regency of Maros, South Sulawesi, on May 2–3, 2026. The ICIELC 2026 will be conduct with organizing committee STAI DDI Maros and BOLT. A kind support of IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Universitas Muhammadiyah Barru, and Dewan Mahasiswa UIN Alauddin Makassar.

As global educational landscapes continue to evolve, this year’s conference focuses on the intersection of technological advancement and cultural preservation. We invite educators, researchers, policymakers, and practitioners from around the world to gather in the “Land of the Karst” to share groundbreaking insights and foster collaborative solutions for the future of global learning.

ICIELC 2026 (ISW)
ICIELC 2026 (ISW)

The two-day program is designed to be both intellectually stimulating and culturally immersive. Attendees can look forward to a diverse range of sessions, including keynote addresses from industry leaders, peer-reviewed paper presentations, and interactive workshops centered on pedagogical innovation. Beyond the academic schedule, the location in Maros offers a unique opportunity to explore the historical and natural wonders of the region, such as the Leang-Leang Prehistoric Park and the majestic Bantimurung waterfalls, providing a breathtaking backdrop for networking and professional growth.

Proposals for oral presentations, posters, and virtual sessions are now being accepted. We encourage submissions that explore themes such as digital transformation in classrooms, inclusive education strategies, and the role of indigenous wisdom in modern curricula. Please visit our official website to register and submit your abstracts by the upcoming deadline. Join us in Maros this May to be part of a transformative dialogue that aims to redefine the boundaries of education and celebrate the richness of our shared global heritage.

BOLT (ISW)

FGD BOLT Partnership with Higher Education of Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – The Focus Group Discussion (FGD) regarding the BOLT (Balsamo Outreach for Learning and Teaching) Partnership with Higher Education of Indonesia marks a significant step toward integrating global educational standards with local academic rigor. These discussions serve as a collaborative forum where university leaders and Balsamo representatives synchronize their visions for social and educational advancement. By focusing on the “Outreach” pillar of the BOLT initiative, the partnership seeks to empower Indonesian institutions with innovative teaching methodologies and resources that might otherwise be inaccessible, ensuring that higher education remains a powerful engine for social mobility.

A central theme of these FGDs is the formalization of Implementation Agreements that detail how the Balsamo Outreach program will be integrated into the Indonesian collegiate landscape. Participants work to define the scope of faculty development and the specific teaching tools to be shared, ensuring that the “Learning and Teaching” components are culturally and linguistically adapted to the Indonesian context. These agreements are not merely administrative; they are blueprints for a sustainable exchange of knowledge that aims to elevate the pedagogical standards of participating universities to a competitive international level.

The partnership emphasizes educational equity and inclusive growth across the Indonesian archipelago. During these FGD sessions, special attention is often given to regional universities, such as those in South Sulawesi, to ensure that the benefits of the Balsamo Outreach are distributed beyond the major metropolitan hubs of Indonesian island. By fostering a network of “Teaching Excellence,” BOLT encourages a peer-to-peer support system among Indonesian HEIs. This collective approach helps bridge the resource gap, allowing smaller institutions to benefit from the same high-quality instructional frameworks as their larger counterparts.

Furthermore, the FGDs address the practical application of teaching innovations in a digital-first world. The Balsamo Outreach model prioritizes modern instructional design, and the discussions focus on how to implement these strategies within the existing Indonesian curriculum. This includes training sessions for lecturers on how to engage students more effectively and the use of technology to facilitate better learning outcomes. By focusing on the “Teaching” aspect of BOLT, the partnership ensures that Indonesian educators are not just consumers of information, but pioneers of new, effective classroom experiences.

In the long term, the BOLT (Balsamo Outreach for Learning and Teaching) partnership serves as a transformative catalyst for Indonesian graduates. Through the continuous dialogue maintained in these FGDs, the partnership remains responsive to the evolving needs of both students and the broader community. The ultimate goal is to produce graduates who are not only academically proficient but also socially conscious and equipped with the critical thinking skills championed by the Balsamo Outreach mission. This collaboration reinforces Indonesia’s commitment to developing a “Golden Generation” capable of contributing to global progress through education.

Pendidikan slam (ISW)

Menyongsong 67 Tahun AGH Prof Dr KH Nasaruddin Umar, Undangan Menulis Terkait Pendidikan Islam

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Menjelang capaian usia 67 tahun AGH Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, M.A., dunia pendidikan Islam di Indonesia seakan diingatkan kembali pada sosok yang mampu menjembatani kedalaman tradisi pesantren dengan ketajaman analisis akademis modern. Beliau bukan sekadar tokoh agama, melainkan arsitek pemikiran yang gigih memperjuangkan moderasi dan inklusivitas. Melalui undangan menulis ini, kita diajak untuk merefleksikan bagaimana gagasan-gagasan beliau telah mewarnai kurikulum kehidupan, di mana nilai-nilai spiritualitas tidak pernah dipisahkan dari semangat kemajuan intelektual.

Pendidikan Islam dalam kacamata Prof. Nasaruddin Umar selalu menitikberatkan pada aspek humanisasi dan spiritualitas yang mendalam. Beliau sering menekankan bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer pengetahuan (transfer of knowledge), melainkan juga transformasi karakter (transformation of character). Di bawah kepemimpinan dan pengaruh pemikirannya, institusi pendidikan Islam didorong untuk melahirkan generasi yang tidak hanya mahir dalam ilmu tekstual keagamaan, tetapi juga peka terhadap realitas sosial dan perkembangan ilmu pengetahuan kontemporer.

Salah satu kontribusi monumental beliau yang patut diulas dalam tema pendidikan adalah pengarusutamaan kesetaraan gender dalam bingkai teologi Islam. Melalui karya-karya akademisnya, beliau membuktikan bahwa pendidikan Islam yang autentik adalah pendidikan yang membebaskan dan menghargai martabat setiap insan tanpa sekat gender. Bagi beliau, akses pendidikan yang merata adalah kunci untuk membangun peradaban Islam yang kuat, di mana perempuan dan laki-laki berdiri sejajar sebagai subjek pembangunan intelektual yang beradab.

Lebih lanjut, kiprah beliau di Masjid Istiqlal sebagai Imam Besar telah mengubah wajah rumah ibadah menjadi pusat pendidikan peradaban. Program-program pendidikan kader ulama yang beliau inisiasi mencerminkan visi tentang pentingnya mencetak pemimpin agama yang berwawasan global namun tetap mengakar pada tradisi luhur Nusantara. Di tangan beliau, pendidikan Islam tampil sebagai instrumen perdamaian, yang mampu menjawab tantangan radikalisme dengan pendekatan tasawuf yang menyejukkan dan dialog antarumat beragama yang konstruktif.

Menginjak usia 67 tahun, dedikasi AGH Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar tetap menjadi obor bagi para pendidik dan pencari ilmu di tanah air. Undangan menulis ini merupakan momentum bagi kita semua untuk mendokumentasikan jejak pemikiran beliau, sekaligus membedah relevansi metodologi pendidikan yang beliau tawarkan di era disrupsi digital ini. Semoga melalui refleksi karya ini, kita dapat terus merawat warisan intelektual beliau demi masa depan pendidikan Islam yang lebih mencerahkan, moderat, dan berdampak bagi kemanusiaan universal.

Editor
Muhammad AKbar
Ismail Suardi Wekke

IMG_20260331_195749

Pimpinan IAI Rawa Aopa: Kebersamaan dengan Pemerintah dan Masyarakat Adalah Kunci Menuju Universitas Islam

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar acara Halal Bilhalal yang dihadiri oleh jajaran Pemerintah Daerah, tokoh masyarakat, serta keluarga besar sivitas akademika bertempat di Aula Al Asri Kampus Andoolo, Sabtu (28/3/2026).

Agenda yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum penting bagi institusi untuk memperkuat sinergi sekaligus menegaskan komitmen dalam bertransformasi menjadi Universitas Islam di masa depan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang mewakili Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, dalam sambutan menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tradisi rutin pasca-Lebaran.

Menurutnya, kerukunan yang terjalin antara kampus, pemerintah, dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam membangun iklim pendidikan yang sehat di Sulawesi Tenggara. Beliau meyakini bahwa kebersamaan yang kokoh akan memudahkan langkah institusi dalam memenuhi segala persyaratan administratif dan kualitatif guna mencapai status universitas.

“Kegiatan Halal Bilhalal ini merupakan manifestasi dari tekad kita untuk terus merawat kebersamaan dan memperkuat jejaring dengan seluruh pemangku kepentingan demi kemajuan pendidikan tinggi di Konawe Selatan,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan dari Pemerintah Daerah sangat krusial karena pengembangan kampus menjadi universitas adalah bagian dari cita-cita bersama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa di daerah. “Kami berkomitmen penuh untuk melakukan akselerasi dalam segala lini, mulai dari penataan sumber daya manusia hingga infrastruktur, agar transisi menuju Universitas Islam dapat terwujud dalam waktu dekat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa transformasi menjadi universitas menuntut adanya kesiapan mental dan profesionalisme dari seluruh staf serta pengajar. Ia menyatakan bahwa pihak rektorat saat ini tengah fokus pada penguatan kapasitas kepegawaian agar selaras dengan standar nasional pendidikan tinggi yang lebih tinggi.

Selain itu, Ismail menyampaikan bahwa semangat gotong royong yang tercermin dalam kehadiran masyarakat dan keluarga besar IAI dalam acara ini menjadi energi tambahan bagi pihak manajemen untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi putra-putri daerah.

Acara yang berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan ini ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama. Kehadiran elemen Pemerintah Daerah dalam forum tersebut juga memberikan sinyal positif akan adanya kolaborasi berkelanjutan antara dunia akademis dan birokrasi dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia yang unggul di Kabupaten Konawe Selatan.