Webinar Series (ISW)

Perkuat Kapasitas Akademisi, IAI Rawa Aopa dan IBK NITRO Bedah Strategi Komunikasi Sains Menuju ICon-FiBank dan IPRC 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bekerja sama dengan Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO terus mematangkan persiapan menjelang perhelatan akbar International Conference on Finance and Banking (ICon-FiBank) serta International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026. Sebagai langkah menuju perhelatan tersebut, kedua institusi kembali menggelar Webinar Series seri kedua yang secara khusus menyoroti urgensi komunikasi publik bagi kalangan akademisi dalam mempresentasikan ide-ide inovatif mereka di kancah internasional (Selasa, 14 April 2026).

Fokus utama pada sesi kali ini adalah komunikasi sains, sebuah keterampilan yang seringkali menjadi tantangan bagi para peneliti dalam menyederhanakan kompleksitas data menjadi narasi yang mudah dipahami. Melalui forum ini, para peserta dibekali teknik presentasi yang efektif agar gagasan yang disampaikan tidak hanya berhenti sebagai tumpukan berkas laporan, namun mampu memberikan dampak nyata dan meyakinkan para pemangku kepentingan dalam berbagai forum ilmiah.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, yang juga Komite Saintifik kedua konferensi tersebut menekankan bahwa kemampuan berbicara di depan publik adalah instrumen vital bagi setiap pendidik. Beliau menyatakan bahwa seorang akademisi harus memiliki kecakapan dalam menerjemahkan bahasa teknis penelitian ke dalam bahasa yang lebih membumi agar manfaat ilmu pengetahuan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. 

Menurutnya, kegagalan dalam mengomunikasikan riset sama saja dengan menyembunyikan kebenaran ilmiah itu sendiri. Selain itu, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi bahwa webinar ini merupakan bagian dari ekosistem persiapan mental dan teknis sebelum para dosen terjun ke ajang ICon-FiBank dan IPRC mendatang. 

Ia menyatakan bahwa konferensi internasional bukan sekadar tempat bertukar jurnal, melainkan panggung diplomasi akademik di mana citra institusi dipertaruhkan melalui kualitas presentasi para delegasinya. Dengan persiapan yang matang melalui seri webinar ini, ia optimis kualitas diseminasi riset dari Sulawesi Tenggara akan semakin kompetitif di level global.

Lebih lanjut, dalam sesi tersebut Ismail Suardi Wekke menyampaikan beberapa poin kunci secara lugas kepada para peserta webinar. “Komunikasi sains bukan sekadar berbicara, melainkan bagaimana kita mentransfer energi dan keyakinan atas temuan riset kita kepada audiens,” tegas Ismail usai kegiatan. 

Ia juga menambahkan pernyataan penting mengenai esensi presentasi ilmiah dengan menyebutkan bahwa setiap slide yang ditampilkan harus mampu bercerita secara visual tanpa harus membuat audiens merasa jenuh dengan angka-angka yang rumit. Sebagai penutup pernyataannya, ia menegaskan, “Kita ingin ICon-FiBank dan IPRC 2026 menjadi momentum di mana akademisi lokal mampu berdiri sejajar dengan peneliti dunia melalui kekuatan narasi sains yang kuat dan argumentatif.”

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sosialisasi bagi para civitas akademika untuk terus mengasah kemampuan soft skills mereka. Dengan sinergi yang terjalin antara IAI Rawa Aopa dan IBK NITRO, persiapan menuju konferensi internasional tahun 2026 diprediksi akan semakin solid, sekaligus memperkuat posisi kedua institusi dalam peta pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia Timur.

Webinar (ISW)

Undangan Partisipasi Dalam Webinar Series Atdikbud di 15 Negara, dan Wakil Delegasi Tetap RI-UNESCO

Webinar Atdikbud (ISW)
Webinar Atdikbud (ISW)

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kolaborasi Atase Pendidikan dan Kebudayaan bersiap menggelar rangkaian kegiatan intelektual melalui Webinar Series Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud). Perhelatan yang dijadwalkan berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026 ini akan menghadirkan para diplomat pendidikan dari 15 negara serta Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO sebagai narasumber utama. 

Acara strategis ini rencananya akan disertai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang bertindak sebagai pembicara kunci untuk memberikan arah kebijakan pendidikan Indonesia di kancah global. “Terima kasih kepada Atdikbud yang telah memberikan kesempatan untuk partisipasi,” kata Ismail Suardi Wekke

Inisiatif besar ini mendapat apresiasi positif dari berbagai kalangan akademisi di daerah, termasuk dari Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa keterlibatan para Atdikbud dari 15 negara merupakan langkah konkret dalam memperluas cakrawala berpikir mahasiswa dan dosen di Indonesia. 

Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi jembatan emas bagi perguruan tinggi di daerah untuk memahami kondisi pendidikan internasional langsung dari para praktisinya di luar negeri. Selain itu, Ismail juga menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan pusat dengan implementasi di tingkat institut guna menyongsong digitalisasi pendidikan yang menjadi tema besar dalam rangkaian webinar tersebut.

Dalam sebuah sesi wawancara, Ismail Suardi Wekke memberikan penegasan terkait urgensi partisipasi aktif dalam agenda ini. “Kami melihat webinar series ini bukan sekadar rutinitas diskusi, melainkan momentum bagi kampus-kampus di pelosok untuk menyerap sari pati kebijakan global yang dibawa oleh para delegasi kita di UNESCO dan para Atase Pendidikan,” ujar Ismail dengan antusias. 

Ia juga menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk mendorong seluruh sivitas akademika agar terlibat penuh dalam setiap sesi. “Kehadiran dua menteri sebagai keynote speakers menunjukkan betapa krusialnya penyelarasan visi antara pendidikan dasar hingga tinggi dalam menghadapi tantangan sains dan teknologi di masa depan,” tegasnya. 

Lebih lanjut, Ismail memberikan pesan kuat bagi para pengelola pendidikan di daerah. “Jangan sampai peluang emas ini terlewatkan, karena akses informasi langsung dari 15 negara ini adalah modal sosial untuk pengembangan mutu sumber daya manusia kita di Konawe Selatan,” pungkasnya.

Rangkaian webinar ini diharapkan mampu menjadi platform untuk memperkuat jejaring internasional bagi lembaga pendidikan di seluruh pelosok tanah air. Dengan menghadirkan perspektif dari berbagai negara, mulai dari kawasan Asia, Eropa, hingga Amerika, para peserta akan diajak untuk membedah praktik terbaik (best practices) pendidikan yang dapat diadaptasi dalam konteks lokal Indonesia. 

Sinergi antara kementerian pusat, delegasi internasional, dan akademisi daerah seperti yang ditunjukkan oleh IAI Rawa Aopa menjadi bagian dari kunci keberhasilan transformasi pendidikan nasional yang berdaya saing global. “Sekali lagi, terima kasih kepada Atdikbud yang telah membuka peluang untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Matching Grant (ISW)

Meneruskan Kolaborasi Dengan UCYP University Malaysia, IAI Rawa Aopa Rencanakan Matching Grant

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus mempertahankan langkahnya di kancah internasional dengan memperpanjang kerja sama strategis bersama University College of Yayasan Pahang (UCYP) Malaysia. Kolaborasi yang telah terjalin lama ini kini memasuki babak baru melalui perencanaan program matching grant yang difokuskan pada penguatan riset dan pengabdian masyarakat lintas negara. Dilaksanakan sebuah kegiatan FGD daring di kedua institusi (Senin, 13 April 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa keberlanjutan kolaborasi ini merupakan manifestasi dari visi kampus untuk bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang kompetitif secara global. Menurutnya, sinergi dengan UCYP University dilaksanakan dengan upaya nyata dalam meningkatkan kualitas akademik melalui pendanaan riset bersama yang kompetitif.

Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa skema matching grant yang tengah dirancang akan menjadi stimulus penting bagi para dosen di kedua institusi untuk melakukan penelitian kolaboratif. Ia menyatakan bahwa melalui skema pendanaan bersama ini, IAI Rawa Aopa dan UCYP Malaysia berkomitmen untuk mendukung inovasi yang memiliki dampak langsung terhadap pengembangan keilmuan dan solusi bagi persoalan sosial di tingkat regional Asia Tenggara.

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya internasionalisasi kampus dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di masa depan. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan aktif dalam jaringan akademik luar negeri, seperti dengan Malaysia, akan membuka ruang pertukaran ide dan budaya kerja yang lebih luas bagi sivitas akademika. Hal ini diharapkan dapat memacu produktivitas publikasi ilmiah internasional yang menjadi indikator utama kemajuan sebuah perguruan tinggi.

Dalam keterangannya secara langsung, Ismail Suardi Wekke menyatakan, “Kolaborasi ini merupakan langkah konkret kami untuk memastikan bahwa IAI Rawa Aopa tidak hanya tumbuh di tingkat lokal, tetapi juga memiliki resonansi di tingkat internasional melalui kemitraan strategis dengan UCYP Malaysia.”

Ia juga menambahkan mengenai teknis pendanaan yang akan dikelola bersama. “Kami sedang merumuskan mekanisme matching grant yang transparan dan akuntabel, sehingga setiap sen investasi penelitian yang dikeluarkan oleh kedua belah pihak dapat menghasilkan output jurnal bereputasi yang berkualitas tinggi,” ujar Ismail.

Sebagai penutup perihal komitmen institusi, Ismail menegaskan, “Sinergi ini adalah jembatan bagi para dosen dan peneliti kami untuk mengeksplorasi isu-isu global bersama rekan-rekan di Malaysia, yang pada akhirnya akan memperkaya khazanah intelektual di kampus IAI Rawa Aopa.”

Diskusi (ISW)

Laksanakan Diskusi Terpumpun Daring, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan Satu University Siap Melaksanakan Kegiatan Kolaboratif

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat jejaring akademik berskala nasional. Langkah terbaru ditandai dengan pelaksanaan Diskusi Terpumpun (Focus Group Discussion) secara daring yang dilakukan bersama Satu University (Senin, 13 April 2026). Pertemuan daring ini menjadi babak baru bagi kedua institusi untuk menyelaraskan visi dalam berbagai program kolaboratif yang akan diimplementasikan dalam waktu dekat.

Sinergi ini bertujuan untuk menggabungkan keunggulan masing-masing lembaga dalam ranah pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Fokus utama diskusi mencakup pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri serta pertukaran sumber daya akademik untuk meningkatkan kualitas lulusan di wilayah Sulawesi Tenggara maupun secara nasional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa momentum ini merupakan langkah konkret dalam mempercepat transformasi kampus. Beliau menyatakan bahwa pertemuan daring ini bukan sekadar seremoni, melainkan fondasi kokoh untuk kerja sama yang berkelanjutan ke depannya. Ismail juga menekankan bahwa kolaborasi dengan Satu University akan membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen dalam mengeksplorasi inovasi pembelajaran berbasis teknologi informasi.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk mengalokasikan sumber daya yang diperlukan guna menyukseskan agenda bersama ini. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan peta jalan strategis agar poin-poin kesepakatan dalam diskusi terpumpun tersebut dapat segera dieksekusi di lapangan. Dukungan administratif dan anggaran juga dipastikan akan berjalan beriringan dengan target pencapaian akademik yang telah ditetapkan.

Dalam sesi diskusi tersebut, Ismail Suardi Wekke menyatakan terkait visi kolaborasi ini. “Kami melihat Satu University sebagai mitra strategis yang memiliki kesamaan visi dalam mencetak generasi unggul yang adaptif terhadap perubahan zaman,” ujar Ismail dengan penuh optimisme. 

Beliau menambahkan, “Diskusi ini adalah langkah awal dari rangkaian proyek bersama yang mencakup penelitian lintas disiplin dan program magang bersertifikat bagi mahasiswa.” Menutup pernyataannya, Ismail menegaskan, “Sinergi ini membuktikan bahwa jarak geografis bukan lagi penghalang untuk membangun keunggulan akademik yang inklusif dan progresif.”

Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi ekosistem pendidikan di Konawe Selatan. Dengan menggandeng Satu University, IAI Rawa Aopa optimistis dapat menghadirkan standar mutu internasional dalam bingkai nilai-nilai lokal. Pertemuan daring tersebut ditutup dengan kesepakatan untuk segera merumuskan nota kesepahaman yang lebih teknis sebagai payung hukum aktivitas kolaboratif di masa mendatang.

Young Scholar (ISW)

IYSSAMB 2026 as The Pillar for Fostering Collaboration in Research and Publication

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – The International Young Scholar Symposium on Accountancy, Management, and Business (IYSSAMB), serves as a pillar to bridge between undergraduate curiosity and professional academic rigor. By positioning itself as a collaborative ecosystem, it transforms the often-intimidating world of research into an accessible, mentored experience.

The Core Mission: Collaboration & Mentorship

Unlike traditional conferences that focus purely on the final result, the YSS emphasizes the process. It functions as a “sandbox” where students can test their theories under the watchful eye of experienced academics.

  • Student-Led, Faculty-Guided: While students take the lead in data collection and drafting, lecturer supervision ensures that the methodology remains sound and the conclusions are grounded in existing literature.
  • Peer-to-Peer Synergy: The platform encourages students from different disciplines to cross-pollinate ideas, fostering a community of practice rather than a siloed competitive environment.

Training Ground for Publication

One of the most significant barriers for young researchers is the “black box” of academic publishing. The YSS demystifies this through structured training:

  1. Drafting & Formatting: Students learn the nuances of IMRaD (Introduction, Methods, Results, and Discussion) structures.
  2. The Peer-Review Cycle: Participants often receive constructive feedback that mimics the professional peer-review process, allowing them to refine their work before it hits a public repository.
  3. Ethics and Integrity: Training includes critical modules on plagiarism, citation standards, and ethical data handling.

Breaking Barriers: The “Free” Advantage

Financial constraints often prevent talented students from participating in high-tier symposiums. By remaining free of charge, the Young Scholar Symposium ensures that:

  • Inclusivity is prioritized over institutional wealth.
  • Meritocracy thrives, as the quality of the research is the only “currency” required for entry.
  • Open Access principles are instilled in students early, viewing knowledge as a public good rather than a gated commodity.

Impact on Career After Graduation

Participating in the symposium isn’t just about adding a line to a CV; it’s about building the “Soft Skills” of Science:

  • Public Speaking: Defending a thesis in front of an audience builds immense confidence.
  • Networking: Connecting with lecturers and peers can lead to future graduate school recommendations or joint research ventures.
  • Professional Identity: Students begin to see themselves not just as “learners,” but as active contributors to the global knowledge base.

The Symposium will serve as a catalyst, turning student potential into scholarly presence by removing the price tag and adding the guidance.

Young Scholar (ISW)

Announcement International Young Scholar Symposium on Accountancy, Management, and Business, (3-5 June 2026)

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – We are grateful to announce the upcoming International Young Scholar Symposium on Accountancy, Management, and Business (IYSSAMB), scheduled to take place (online) from June 3rd to 5th, 2026. This premier event serves as a global stage for emerging researchers, doctoral students, and early-career professionals to showcase their innovative work and engage in high-level academic discourse. Hosted in a hybrid format, the symposium aims to bridge the gap between theoretical research and practical application in the ever-evolving landscape of global commerce.

The theme for this year’s symposium, “Digital Frontier: Ethics, Sustainability, and Innovation,” reflects the urgent need for multidisciplinary approaches to modern economic challenges. Participants will have the opportunity to explore a wide range of topics, including green accounting practices, the integration of AI in management, and the resilience of global supply chains. By fostering a collaborative environment, we hope to inspire new perspectives that will shape the future of the corporate and academic worlds.

Attendees can look forward to a robust program featuring keynote addresses from world-renowned scholars, interactive paper presentations, and specialized workshops designed to hone research methodologies. Beyond the formal sessions, the symposium offers extensive networking opportunities, allowing young scholars to connect with seasoned mentors and peers from diverse cultural and academic backgrounds. These interactions are curated to spark long-term research collaborations and professional friendships.

We invite interested scholars to submit their original research papers, case studies, or conceptual frameworks for peer review. Submissions are officially open, and we encourage early applications to take advantage of our discounted registration rates. Detailed guidelines regarding formatting, submission deadlines, and the full schedule of events are available on our official symposium portal. All accepted papers will be published in the symposium proceedings, with select high-quality manuscripts fast-tracked for consideration in partner international journals.

Join us this June as we gather to celebrate intellectual curiosity and professional excellence. Whether you are presenting your latest findings or attending to stay at the forefront of industry trends, your voice is a vital part of this academic community. Let us work together to build a more sustainable and innovative future for accountancy, management, and business. We look forward to welcoming you to an inspiring three days of discovery and growth.

ICIELC 2026 (ISW)

Announcement ICIELC 2026, Maros, 2-3 May 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – With thankfully to Allah, we announce that the International Conference on Islamic Education, Law, and Civilization (ICIELC) 2026 will be held in the scenic regency of Maros, South Sulawesi, on May 2–3, 2026. The ICIELC 2026 will be conduct with organizing committee STAI DDI Maros and BOLT. A kind support of IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Universitas Muhammadiyah Barru, and Dewan Mahasiswa UIN Alauddin Makassar.

As global educational landscapes continue to evolve, this year’s conference focuses on the intersection of technological advancement and cultural preservation. We invite educators, researchers, policymakers, and practitioners from around the world to gather in the “Land of the Karst” to share groundbreaking insights and foster collaborative solutions for the future of global learning.

ICIELC 2026 (ISW)
ICIELC 2026 (ISW)

The two-day program is designed to be both intellectually stimulating and culturally immersive. Attendees can look forward to a diverse range of sessions, including keynote addresses from industry leaders, peer-reviewed paper presentations, and interactive workshops centered on pedagogical innovation. Beyond the academic schedule, the location in Maros offers a unique opportunity to explore the historical and natural wonders of the region, such as the Leang-Leang Prehistoric Park and the majestic Bantimurung waterfalls, providing a breathtaking backdrop for networking and professional growth.

Proposals for oral presentations, posters, and virtual sessions are now being accepted. We encourage submissions that explore themes such as digital transformation in classrooms, inclusive education strategies, and the role of indigenous wisdom in modern curricula. Please visit our official website to register and submit your abstracts by the upcoming deadline. Join us in Maros this May to be part of a transformative dialogue that aims to redefine the boundaries of education and celebrate the richness of our shared global heritage.

BOLT (ISW)

FGD BOLT Partnership with Higher Education of Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – The Focus Group Discussion (FGD) regarding the BOLT (Balsamo Outreach for Learning and Teaching) Partnership with Higher Education of Indonesia marks a significant step toward integrating global educational standards with local academic rigor. These discussions serve as a collaborative forum where university leaders and Balsamo representatives synchronize their visions for social and educational advancement. By focusing on the “Outreach” pillar of the BOLT initiative, the partnership seeks to empower Indonesian institutions with innovative teaching methodologies and resources that might otherwise be inaccessible, ensuring that higher education remains a powerful engine for social mobility.

A central theme of these FGDs is the formalization of Implementation Agreements that detail how the Balsamo Outreach program will be integrated into the Indonesian collegiate landscape. Participants work to define the scope of faculty development and the specific teaching tools to be shared, ensuring that the “Learning and Teaching” components are culturally and linguistically adapted to the Indonesian context. These agreements are not merely administrative; they are blueprints for a sustainable exchange of knowledge that aims to elevate the pedagogical standards of participating universities to a competitive international level.

The partnership emphasizes educational equity and inclusive growth across the Indonesian archipelago. During these FGD sessions, special attention is often given to regional universities, such as those in South Sulawesi, to ensure that the benefits of the Balsamo Outreach are distributed beyond the major metropolitan hubs of Indonesian island. By fostering a network of “Teaching Excellence,” BOLT encourages a peer-to-peer support system among Indonesian HEIs. This collective approach helps bridge the resource gap, allowing smaller institutions to benefit from the same high-quality instructional frameworks as their larger counterparts.

Furthermore, the FGDs address the practical application of teaching innovations in a digital-first world. The Balsamo Outreach model prioritizes modern instructional design, and the discussions focus on how to implement these strategies within the existing Indonesian curriculum. This includes training sessions for lecturers on how to engage students more effectively and the use of technology to facilitate better learning outcomes. By focusing on the “Teaching” aspect of BOLT, the partnership ensures that Indonesian educators are not just consumers of information, but pioneers of new, effective classroom experiences.

In the long term, the BOLT (Balsamo Outreach for Learning and Teaching) partnership serves as a transformative catalyst for Indonesian graduates. Through the continuous dialogue maintained in these FGDs, the partnership remains responsive to the evolving needs of both students and the broader community. The ultimate goal is to produce graduates who are not only academically proficient but also socially conscious and equipped with the critical thinking skills championed by the Balsamo Outreach mission. This collaboration reinforces Indonesia’s commitment to developing a “Golden Generation” capable of contributing to global progress through education.

Ngaji Artikel (ISW)

Kerjasama IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dengan UIN Ponorogo Dalam Pengelolaan Jurnal dan Publikasi Hasil Riset

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kerja sama antara Ikatan Alumni IAI (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan dengan Universitas Islam Negeri (UIN)  Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menandai langkah strategis dalam penguatan ekosistem akademik, khususnya di bidang publikasi ilmiah. Kolaborasi ini difokuskan pada standarisasi pengelolaan jurnal serta peningkatan kualitas artikel hasil riset dosen dan mahasiswa. 

Dengan menyatukan sumber daya dan keahlian dari kedua institusi, diharapkan publikasi yang dihasilkan tidak hanya memenuhi kriteria nasional tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional melalui manajemen tata kelola jurnal yang lebih profesional dan sistematis. Fokus utama dari kemitraan ini terletak pada transfer pengetahuan mengenai manajemen Penerbitan Berkala Ilmiah dan proses review artikel yang kredibel. 

Tim ahli dari UIN Ponorogo melalui Rumah Jurnal menjadi bagian dalam pendampingan teknis dan upgrading pengelola jurnal di IAI Rawa Aopa, mulai dari proses penyuntingan, pemeriksaan orisinalitas karya, hingga strategi indeksasi jurnal pada basis data bereputasi. Sinergi ini bertujuan untuk menciptakan platform publikasi yang menjadi wadah bagi peneliti untuk menyebarluaskan temuan-temuan inovatif mereka kepada khalayak luas secara efektif.

Sebagai bagian dari implementasi nyata kerja sama tersebut, kedua lembaga menyelenggarakan program bertajuk “Ngaji Artikel” sepanjang bulan suci Ramadhan. Terlaksana selama empat kali pertemuan daring dengan juga mengundang pihak eksternal baik perguruan tinggi maupun penerbit. 

Program ini dirancang sebagai wadah edukasi intensif yang memadukan semangat spiritualitas bulan puasa dengan semangat intelektualitas akademik. Melalui pendekatan yang lebih santai namun berbobot, para peserta diajak untuk mendalami teknik penulisan karya tulis ilmiah yang sesuai dengan standar jurnal akademik terkini. Kegiatan “Ngaji Artikel” ini berlangsung sebanyak empat kali pertemuan yang dilaksanakan secara daring setiap hari Jumat. 

Dalam setiap sesinya, para pemateri membedah berbagai aspek krusial dalam penulisan, mulai dari cara menentukan novelty (kebaruan) riset, teknik menyusun tinjauan pustaka yang kuat, hingga metodologi penelitian yang presisi. Diskusi interaktif yang terjadi antar peserta dan narasumber memberikan ruang bagi para peneliti muda untuk mendapatkan umpan balik langsung atas draf artikel yang mereka siapkan.

Hasil dari serangkaian pertemuan online ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dan peningkatan pemahaman peserta terhadap struktur publikasi ilmiah. Melalui konsistensi kegiatan yang diadakan setiap pekan tersebut, kolaborasi IAI Rawa Aopa dan UIN Ponorogo berhasil memfasilitasi lahirnya draf-draf riset yang lebih matang dan siap diterbitkan. Inisiatif ini membuktikan bahwa keterbatasan jarak dan waktu ibadah tidak menjadi penghalang untuk tetap produktif dalam menghasilkan karya akademik yang berkualitas bagi kemajuan ilmu pengetahuan.

Pendidikan slam (ISW)

Menyongsong 67 Tahun AGH Prof Dr KH Nasaruddin Umar, Undangan Menulis Terkait Pendidikan Islam

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Menjelang capaian usia 67 tahun AGH Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, M.A., dunia pendidikan Islam di Indonesia seakan diingatkan kembali pada sosok yang mampu menjembatani kedalaman tradisi pesantren dengan ketajaman analisis akademis modern. Beliau bukan sekadar tokoh agama, melainkan arsitek pemikiran yang gigih memperjuangkan moderasi dan inklusivitas. Melalui undangan menulis ini, kita diajak untuk merefleksikan bagaimana gagasan-gagasan beliau telah mewarnai kurikulum kehidupan, di mana nilai-nilai spiritualitas tidak pernah dipisahkan dari semangat kemajuan intelektual.

Pendidikan Islam dalam kacamata Prof. Nasaruddin Umar selalu menitikberatkan pada aspek humanisasi dan spiritualitas yang mendalam. Beliau sering menekankan bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer pengetahuan (transfer of knowledge), melainkan juga transformasi karakter (transformation of character). Di bawah kepemimpinan dan pengaruh pemikirannya, institusi pendidikan Islam didorong untuk melahirkan generasi yang tidak hanya mahir dalam ilmu tekstual keagamaan, tetapi juga peka terhadap realitas sosial dan perkembangan ilmu pengetahuan kontemporer.

Salah satu kontribusi monumental beliau yang patut diulas dalam tema pendidikan adalah pengarusutamaan kesetaraan gender dalam bingkai teologi Islam. Melalui karya-karya akademisnya, beliau membuktikan bahwa pendidikan Islam yang autentik adalah pendidikan yang membebaskan dan menghargai martabat setiap insan tanpa sekat gender. Bagi beliau, akses pendidikan yang merata adalah kunci untuk membangun peradaban Islam yang kuat, di mana perempuan dan laki-laki berdiri sejajar sebagai subjek pembangunan intelektual yang beradab.

Lebih lanjut, kiprah beliau di Masjid Istiqlal sebagai Imam Besar telah mengubah wajah rumah ibadah menjadi pusat pendidikan peradaban. Program-program pendidikan kader ulama yang beliau inisiasi mencerminkan visi tentang pentingnya mencetak pemimpin agama yang berwawasan global namun tetap mengakar pada tradisi luhur Nusantara. Di tangan beliau, pendidikan Islam tampil sebagai instrumen perdamaian, yang mampu menjawab tantangan radikalisme dengan pendekatan tasawuf yang menyejukkan dan dialog antarumat beragama yang konstruktif.

Menginjak usia 67 tahun, dedikasi AGH Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar tetap menjadi obor bagi para pendidik dan pencari ilmu di tanah air. Undangan menulis ini merupakan momentum bagi kita semua untuk mendokumentasikan jejak pemikiran beliau, sekaligus membedah relevansi metodologi pendidikan yang beliau tawarkan di era disrupsi digital ini. Semoga melalui refleksi karya ini, kita dapat terus merawat warisan intelektual beliau demi masa depan pendidikan Islam yang lebih mencerahkan, moderat, dan berdampak bagi kemanusiaan universal.

Editor
Muhammad AKbar
Ismail Suardi Wekke