Asera (ISW)

Integrasi Pembelajaran dengan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Asera, Konawe Utara

Rawaaopakonsel.ac.id, Asera – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat langkah strategisnya dalam pengembangan institusi melalui penguatan integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam kunjungan kerja yang dilaksanakan di wilayah Asera, Konawe Utara, kampus ini menekankan pentingnya menyatukan aspek pembelajaran di kelas dengan kegiatan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat agar dampak kehadiran akademisi dapat dirasakan langsung oleh warga lokal (Asera, Minggu, 10 Mei 2026).

Upaya ini dipandang sebagai langkah konkret dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi saat ini yang menuntut adanya relevansi antara teori akademik dengan kebutuhan praktis di lapangan. Dengan menjadikan Asera sebagai salah satu pusat kegiatan integratif, IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan keterampilan riset yang mumpuni.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan komitmen lembaga dalam mendukung penuh inisiatif ini. Menurutnya, integrasi ini merupakan kunci bagi perguruan tinggi untuk bertransformasi menjadi lembaga yang lebih produktif dan inovatif.

“Kegiatan di Asera ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari desain besar kami untuk memastikan bahwa setiap dosen dan mahasiswa mampu menerjemahkan hasil penelitian mereka ke dalam bentuk pengabdian yang solutif bagi masyarakat,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan di lokasi kegiatan.

Beliau juga menambahkan bahwa manajemen universitas telah menyiapkan alokasi sumber daya yang memadai untuk mendukung program-program lintas disiplin di Konawe Utara. Ismail menyatakan, “Kami telah merancang skema pendanaan dan dukungan sumber daya manusia yang terfokus agar integrasi pembelajaran dan pengabdian ini memiliki keberlanjutan serta standar mutu yang terjaga secara konsisten.”

Lebih lanjut, Ismail menekankan bahwa kolaborasi ini juga berfungsi sebagai laboratorium hidup bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi mereka secara riil. “Saya sangat berharap pola integrasi ini menjadi model percontohan bagi wilayah lain, di mana kampus hadir sebagai penyulut inovasi di tingkat pedesaan melalui riset-riset yang aplikatif,” tegasnya menutup pernyataan.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke secara tidak langsung menjelaskan bahwa penyelarasan antara kurikulum akademik dan fenomena sosial di Asera akan membantu mempercepat pencapaian akreditasi institusi yang unggul. Beliau menyampaikan bahwa data yang dikumpulkan melalui riset di lapangan harus segera dikonversi menjadi bahan ajar yang kontekstual bagi mahasiswa. Selain itu, Ismail menggarisbawahi bahwa efektivitas tata kelola keuangan kampus saat ini diarahkan untuk mendukung mobilitas dosen dalam menjalankan pengabdian masyarakat yang berbasis pada temuan-temuan ilmiah terbaru.

Ismail juga memberikan pandangan bahwa sinergi antara pihak kampus dan pemerintah daerah di Konawe Utara menjadi fondasi penting bagi keberhasilan program ini. Beliau menekankan perlunya keterbukaan akses informasi dan kemitraan strategis agar setiap rekomendasi dari hasil penelitian perguruan tinggi dapat diimplementasikan menjadi kebijakan publik yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Asera secara luas.

Langkah integrasi ini diharapkan mampu membawa IAI Rawa Aopa menjadi pelopor dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis wilayah di Sulawesi Tenggara. Dengan semangat kolaborasi, kegiatan di Asera ini menandai babak baru bagi kampus dalam mengoptimalkan peran intelektual demi kemajuan daerah.

Sultan Hasanuddin (ISW)

Perkuat Peran Regional di Sulawesi, IAI Rawa Aopa Ajukan Kemitraan Dengan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan berupaya memperkokoh eksistensinya di level regional Sulawesi dengan menginisiasi kemitraan strategis bersama pengelola Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Langkah ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan penyelenggaraan Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation (SHFRI) yang baru-baru ini digelar di lokasi yang sama, sebagai upaya mendekatkan dunia akademik dengan sektor layanan publik dan industri transportasi udara.

“Kita sementara menyiapkan sebuah kegiatan kolaboratif Celebes Summit on Education and Culture, yang diusulkan untuk dilaksanakan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin,” kata Ismail Suardi Wekke di Kampus Lamooso, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan usai mengikuti pertemuan koordinasi pimpinan dan yayasan.

Upaya penguatan peran regional ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa institusi pendidikan tinggi tidak hanya berfokus pada kegiatan internal kampus, tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi di fasilitas publik berskala internasional. Kehadiran forum riset tersebut membuktikan bahwa sinergi antara akademisi dan pengelola infrastruktur vital mampu melahirkan gagasan-gagasan segar bagi pembangunan wilayah di Indonesia Timur.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah bagian dari peta jalan besar institusi dalam memperluas kemitraan luar daerah. Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa Bandara Sultan Hasanuddin merupakan gerbang utama yang sangat strategis untuk mengimplementasikan hasil riset terapan secara nyata. Beliau juga menambahkan bahwa melalui kemitraan resmi yang diajukan ini, kedua belah pihak akan memiliki payung hukum yang kuat untuk menjalankan program-program inovasi berkelanjutan di masa depan.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke menjelaskan lebih lanjut mengenai visi besar di balik kerja sama ini. “Kami melihat Bandara Internasional Sultan Hasanuddin bukan sekadar tempat pemberangkatan dan kedatangan penumpang, melainkan ruang interaksi global yang membutuhkan sentuhan riset serta inovasi agar pelayanannya semakin unggul,” ujar Ismail. 

Ia juga menyampaikan antusiasmenya terhadap respon positif dari pihak pengelola bandara. “Langkah pengajuan kemitraan ini adalah wujud nyata IAI Rawa Aopa untuk keluar dari zona nyaman dan memberikan kontribusi langsung pada peningkatan kualitas ekosistem transportasi di Sulawesi,” tegasnya. 

Terkait kesuksesan forum yang telah berjalan, Ismail menekankan pentingnya tindak lanjut yang konkret. “Keberhasilan Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation kemarin hanyalah awal, dan kami berkomitmen agar gagasan yang lahir di sana segera bertransformasi menjadi aksi kolaboratif yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

Pihak universitas berharap dengan adanya penguatan peran ini, IAI Rawa Aopa dapat menjadi mitra utama bagi pengelola bandara dalam hal pengembangan sumber daya manusia maupun tata kelola berbasis pengetahuan. Ismail Suardi Wekke meyakini bahwa keterlibatan kampus dalam sektor strategis seperti penerbangan akan meningkatkan daya saing lulusan serta relevansi penelitian yang dilakukan oleh para dosen. 

Sinergi ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan, mengingat posisi Bandara Sultan Hasanuddin sebagai hub utama di wilayah timur Indonesia. “Terima kasih kepada pihak otoritas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang telah memberikan kesempatan untuk berkolaborasi dan juga mengembangkan ekosistem pendidikan melalui konektivitas bandara,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Ujian Skripsi (ISW)

Matangkan Persiapan Wisuda, IAI Rawa Aopa Gelar Ujian Skripsi

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa mempertahankan akselerasi akademik bagi para mahasiswa tingkat akhir. Sebagai langkah menuju prosesi wisuda yang dijadwalkan dalam waktu dekat, kampus hijau ini resmi menggelar rangkaian ujian skripsi atau munaqasyah bagi puluhan mahasiswa dari berbagai program studi (Sabtu, 9 Mei 2026).

Pelaksanaan ujian ini menjadi momentum penting dalam memvalidasi kompetensi intelektual mahasiswa sebelum menyandang gelar sarjana. Suasana khidmat menyelimuti ruang-ruang ujian, di mana para peserta mempresentasikan hasil penelitian mereka di hadapan dewan penguji.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah rutinitas akademik administratif. Beliau menyampaikan bahwa ujian ini adalah muara dari seluruh proses akademik yang telah ditempuh mahasiswa selama bertahun-tahun di bangku perkuliahan.

Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa pelaksanaan munaqasyah kali ini dilakukan dengan standar evaluasi yang ketat guna menjamin kualitas lulusan yang berdaya saing. Menurutnya, pihak rektorat berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap karya ilmiah yang diujikan memiliki kontribusi nyata, baik secara teoritis maupun praktis bagi masyarakat luas. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kelancaran ujian skripsi ini menjadi indikator kesiapan institusi dalam menyelenggarakan wisuda akbar yang akan menjadi tonggak sejarah baru bagi kampus.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke juga memberikan motivasi langsung kepada para peserta ujian agar tetap tenang dan percaya diri. “Ujian skripsi ini adalah ruang bagi kalian untuk membuktikan integritas akademik dan ketajaman berpikir yang telah diasah selama di IAI Rawa Aopa,” ujarnya saat meninjau lokasi ujian.

Ia juga menekankan pentingnya akurasi data dalam setiap naskah yang dipresentasikan mahasiswa. “Kami ingin memastikan bahwa setiap lulusan IAI Rawa Aopa memiliki standar penulisan karya ilmiah yang mumpuni dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral maupun intelektual,” tegas Ismail. Selain itu, ia menyampaikan harapan besarnya terhadap masa depan para calon wisudawan. “Segera selesaikan seluruh revisi pasca-ujian agar proses administrasi menuju wisuda tidak terhambat dan kalian bisa segera mengabdi di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Dengan tuntasnya gelaran ujian skripsi ini, IAI Rawa Aopa kini memfokuskan seluruh sumber daya untuk mematangkan persiapan teknis wisuda. Langkah ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kesiapan mental dalam menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.

ICLASH (ISW)

IAI Rawa Aopa dan IAI DDI Maros Siap Laksanakan ICLASH 2026, Didukung 11 Institusi dari 9 Negara

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersama IAI DDI Maros mengumumkan kesiapan mereka untuk menyelenggarakan konferensi internasional bergengsi bertajuk International Conference on Law, Accountability, Sustainability, and Halal (ICLASH) 2026. Perhelatan akademik ini mendapat dukungan penuh dari 11 institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset yang tersebar di 9 negara, mempertegas posisi kedua institusi dalam kancah intelektual global.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan rekognisi internasional terhadap institusi di daerah. Beliau menekankan bahwa kehadiran mitra dari sembilan negara tersebut membuktikan bahwa batas geografis bukan lagi penghalang dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan riset kolaboratif. 

Ismail menambahkan bahwa agenda ini juga menjadi momentum bagi para dosen dan peneliti lokal untuk mendiseminasikan hasil pemikiran mereka di panggung dunia. Terkait persiapan teknis dan dukungan manajerial, Ismail Suardi Wekke menegaskan komitmen institusinya dalam memastikan kelancaran acara tersebut. 

“Kami telah mengalokasikan sumber daya, baik dari sisi anggaran maupun personel, guna menjamin standar pelaksanaan konferensi ini setara dengan pertemuan ilmiah internasional lainnya,” tegas Ismail saat ditemui di ruang kerjanya (Jumat, 8 Mei 2026). 

“Insya Allah kita rencanakan di Oktober mendatang, sebagai bentuk kolaborasi dan juga s=momentum alih status STAI DDI Maros menjadi IAI DDI Maros, dimana sejak pelaksanakan ICLASH kali pertama merupakan rekan strategis,” ungkap Ismail.

Beliau juga menambahkan, “Dukungan dari sebelas institusi lintas negara ini adalah modal sosial yang sangat berharga bagi pengembangan program pascasarjana dan peningkatan akreditasi kami ke depan.” Lebih lanjut, Ismail menyampaikan optimisme tinggi terhadap luaran konferensi ini dengan mengatakan, “ICLASH 2026 bukan sekadar seremoni akademik, melainkan jembatan bagi lahirnya inovasi kebijakan yang berbasis pada hukum dan kemanusiaan.”

Sinergi antara IAI Rawa Aopa dan IAI DDI Maros dalam mengelola dukungan internasional ini diharapkan dapat menghasilkan konsorsium riset jangka panjang. Dengan melibatkan pakar dari berbagai latar belakang budaya dan yurisdiksi hukum, konferensi ini diprediksi akan menjadi salah satu forum diskusi paling berpengaruh di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2026.

Rawa Aopa (ISW)

Civitas Akademika IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Sampaikan Selamat Penerimaan KMA Alih Status IAI DDI Maros

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Segenap civitas akademika Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang mendalam atas terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) mengenai alih status IAI DDI Maros. Momentum ini dipandang sebagai tonggak sejarah baru bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam di Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat jejaring akademik di tingkat regional (Jumat, 8 Mei 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja keras dan dedikasi panjang seluruh elemen di IAI DDI Maros. Beliau menegaskan bahwa perubahan status ini akan membawa dampak signifikan pada perluasan akses pendidikan dan peningkatan kualitas riset di lingkungan institusi tersebut.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke mengungkapkan bahwa keberhasilan IAI DDI Maros dalam meraih alih status menjadi sumber motivasi bagi perguruan tinggi lain di wilayah sekitarnya untuk terus melakukan pembenahan tata kelola. Menurutnya, transformasi institusi merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman dan memenuhi standar mutu pendidikan nasional yang semakin kompetitif.

Ismail Suardi Wekke juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarlembaga pasca-perubahan status ini. Ia meyakini bahwa dengan posisi yang baru, IAI DDI Maros akan semakin lincah dalam membangun kemitraan strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini diharapkan dapat mempercepat akselerasi inovasi pendidikan di Indonesia Timur secara berkelanjutan.

“Kami atas nama pimpinan dan seluruh civitas akademika IAI Rawa Aopa menyampaikan selamat yang setinggi-tingginya kepada IAI DDI Maros atas terbitnya KMA alih status ini yang menjadi bukti pengakuan atas kualitas tata kelola yang dijalankan selama ini.”

Lebih lanjut Ismail menyampaikan bahwa transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan tanggung jawab baru untuk meningkatkan standar layanan akademik dan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan di masyarakat.” Dalam kesempatan yang sama Ismail mengemukakan “Besar harapan kami agar momentum ini membuka pintu kolaborasi yang lebih luas antara IAI Rawa Aopa dan IAI DDI Maros dalam memajukan pendidikan tinggi Islam yang moderat dan inovatif.”

Ismail Suardi Wekke menyatakan bahwa pencapaian IAI DDI Maros dalam meraih status institut merupakan hasil dari komitmen kolektif seluruh elemen kampus dalam menjaga mutu pendidikan tinggi. Beliau menekankan bahwa dengan perubahan status tersebut, IAI DDI Maros diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi peningkatan daya saing lulusan di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya.

Ia juga menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa menyampaikan terima kasih selama ini atas keterbukaan IAI DDI Maros dalam menjalin sinergi lebih dalam di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat guna merespons dinamika sosial melalui perspektif akademik yang kuat.

Turkiye (ISW)

NITRO dan IAI Rawa Aopa Perkuat Sinergi Global Melalui Program Kolaborasi di Istanbul

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO bersama Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempersiapkan langkah internasionalisasi mereka dengan mempersiapkan rangkaian kegiatan kolaboratif yang akan dipusatkan di Istanbul, Turki, pada November yang akan datang. Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari berbagai inisiatif bersama yang telah dilakukan sebelumnya, guna meningkatkan rekognisi global bagi kedua institusi pendidikan tinggi tersebut. 

Fokus utama dari agenda di Istanbul ini mencakup pengembangan riset bersama, seminar internasional, serta penguatan tata kelola institusi melalui studi banding lintas budaya. Demikian terungkap dalam pembukaan ICon-FiBank yang dilaksanakan di Kampus NITRO Makassar, 27 April 2026.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari peta jalan institusi untuk menghadirkan pengalaman akademik yang melampaui batas nasional. Menurut Ismail, pemilihan Istanbul sebagai lokasi kegiatan tidak lepas dari posisi strategis kota tersebut sebagai titik temu peradaban dunia yang menawarkan banyak perspektif bagi pengembangan ilmu pengetahuan. 

Ia berharap kolaborasi dengan NITRO ini mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus masing-masing. “Kegiatan di Istanbul ini adalah langkah konkret kami dalam menerjemahkan visi internasionalisasi menjadi aksi nyata yang melibatkan dosen dan peneliti,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam sesi wawancara. 

Beliau juga menambahkan bahwa kemitraan strategis dengan NITRO menjadi katalisator penting untuk saling berbagi sumber daya dan keahlian di tingkat global. Ismail menegaskan, “Kami ingin memastikan bahwa setiap kerja sama luar negeri yang dibangun memiliki output yang terukur bagi pengembangan institusi di masa depan.”

Secara teknis, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan di Turki tersebut direncanakan mencakup berbagai agenda yang bersifat integratif antara ilmu sosial dan ekonomi. Beliau menyampaikan bahwa persiapan telah memasuki tahap finalisasi koordinasi dengan mitra lokal di Istanbul untuk menjamin kelancaran seluruh rangkaian acara.

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya sinergi antara IAI Rawa Aopa dan NITRO sebagai upaya bersama dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis di era global saat ini. Kehadiran delegasi dari kampus di Turki diharapkan tidak hanya sekadar formalitas akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun jejaring yang lebih luas dengan perguruan tinggi di kawasan Eropa dan Timur Tengah. 

Melalui program kolaboratif ini, NITRO dan IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus berinovasi dalam penyelenggaraan pendidikan yang inklusif dan berwawasan internasional. Agenda ini sekaligus menjadi momentum penting bagi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk menunjukkan eksistensinya dalam kancah ilmiah internasional melalui kemitraan yang berkelanjutan.

Ponorogo (ISW)

Mulai Dengan Pelaksanaan Kegiatan Ngaji Artikel, IAI Rawa Aopa dan UIN Ponorogo Kini Tandatangani MoU dan MoA

Rawaaopakonsel.ac.id, Ponorogo –

Ponorogo – Mengawali langkah dengan kegiatan bernuansa akademik-religius melalui “Ngaji Artikel” selama bulan suci Ramadhan, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan kini memperkuat sinergi institusionalnya dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), serta Implementation Agreement (IA) yang berlangsung di Gedung Rektorat UIN Ponorogo pada Rabu, 22 April 2026.

Rangkaian acara ini tidak sekadar menjadi seremoni formalitas birokrasi. Setelah prosesi penandatanganan dokumen kerja sama usai, agenda langsung dilanjutkan dengan sesi Sharing Session yang melibatkan jajaran pimpinan dan staf akademika dari kedua belah pihak. 

Diskusi tersebut membahas berbagai peluang kolaborasi di bidang penelitian, pengabdian masyarakat, hingga pengembangan jurnal ilmiah yang sebelumnya telah diinisiasi melalui program Ngaji Artikel. “Salah satu bentuk pelaksanaan kegiatan yaitu perhelatan ICIS 2026 yang akan datang” ungkap Ismail Suardi Wekke.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa penandatanganan ini merupakan bentuk komitmen serius dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi Islam di wilayah Sulawesi Tenggara. Beliau menjelaskan bahwa kerja sama ini sengaja dirancang agar tidak berhenti pada dokumen di atas kertas saja, melainkan langsung menyentuh aspek teknis pelaksanaan kegiatan akademik. 

Ismail juga menambahkan bahwa pemilihan UIN Ponorogo sebagai mitra strategis didasari oleh kesamaan visi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul sekaligus memiliki kedalaman ilmu keislaman yang moderat. Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya keberlanjutan program. 

“Kerja sama ini adalah jembatan emas bagi kami untuk mengakselerasi kualitas publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa melalui pendampingan intensif dari para pakar di UIN Ponorogo,” tegas Ismail. 

Ia juga menyampaikan bahwa momentum Ramadhan dengan kegiatan Ngaji Artikel telah menjadi fondasi spiritual dan intelektual yang sangat baik sebelum kedua lembaga ini melangkah lebih jauh. Di akhir pernyataannya, Ismail menekankan, 

“Kami berharap implementasi dari MoA dan IA ini segera melahirkan karya-karya akademik yang berdampak luas, tidak hanya bagi kampus namun juga bagi masyarakat di Konawe Selatan.”

Kehadiran Pimpinan IAI Rawa Aopa di Bumi Reog ini disambut hangat oleh pimpinan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem akademik yang lebih dinamis, di mana pertukaran ide dan riset kolaboratif menjadi motor penggerak utama dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan di masa depan.

SEA-AFSID (ISW)

IAI Rawa Aopa Bersama SEAAM Mulai Gelar Rangkaian Acara SEA-AFSID, Dilaksanakan di 8 Negara, 17 Kota

Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bekerja sama dengan Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) memulai rangkaian acara Southeast Asia Academic Forum on Sustainable Integrated Development (SEA-AFSID). Agenda besar berskala internasional ini dijadwalkan berlangsung secara maraton di 17 kota yang tersebar di 8 negara kawasan Asia Tenggara, sebagai upaya memperkuat sinergi akademik dan pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.

Dimulai pada Kamis, 23 April s.d. Kamis, 7 Mei 2026. Berlangsung hybrid dengan kemitraan perguruan tinggi dari 8 negara. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke yang juga Komite Saintifik SEA-AFSID, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis kampus untuk menembus batas-batas lokal menuju panggung dunia. 

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan di 17 titik berbeda tersebut bertujuan untuk memotret beragam persoalan pembangunan secara langsung di lapangan serta membangun jejaring peneliti antarnegara yang lebih solid. “Ini merupakan adaptasi dari pasca pandemi, sehingga keikutsertaan bisa lebih luas dan juga mendapatkan kontribusi secara luas,” papar Ismail Suardi Wekke yang menjelaskan bahwa SEA-AFSID telah dilaksanakan sejak 2017 di Jambi.

Lebih lanjut, Ismail menekankan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh dalam memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat luas melalui forum internasional ini. “Kegiatan ini merupakan ikhtiar kolektif kami untuk memastikan bahwa kampus-kampus di daerah memiliki daya saing global melalui kolaborasi lintas negara yang konkret,” ujar Ismail Suardi Wekke saat ditemui di sela-sela persiapan pembukaan acara.

Ismail juga menambahkan pentingnya integrasi riset dalam setiap sesi yang digelar di berbagai kota tersebut agar hasil pemikiran akademisi dapat diaplikasikan secara praktis. “Kami sengaja memilih 17 kota agar perspektif yang dihasilkan tidak terpusat pada satu wilayah saja, melainkan mencakup keragaman dinamika sosial dan ekonomi di Asia Tenggara dan Asia,” ungkapnya.

Menutup keterangannya, Ismail menegaskan bahwa sinergi dengan SEAAM adalah kunci dalam memperluas jangkauan publikasi dan mobilitas dosen maupun mahasiswa di masa depan. “SEA-AFSID bukan sekadar seremonial, melainkan jembatan bagi IAI Rawa Aopa untuk terlibat aktif dalam merumuskan solusi atas tantangan integrasi pembangunan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Rangkaian SEA-AFSID ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekosistem akademik yang lebih dinamis di Asia Tenggara. Dengan keterlibatan delapan negara, forum ini diproyeksikan akan menghasilkan berbagai kesepakatan strategis dan publikasi ilmiah yang akan menjadi rujukan dalam kebijakan pembangunan terintegrasi di kawasan tersebut.

UIN Ponorogo (ISW)

Kerjasama UIN Ponorogo dengan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan: Dari Pelaksanaan Kegiatan ke Penandatanganan MoU

Rawaaopakonsel.ac.id, Ponorogo – Sinergi strategis dalam pengembangan tridharma perguruan tinggi kembali terwujud melalui kesepakatan kerjasama antara Universitas Islam Negeri (UIN) Ponorogo dengan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Langkah formal ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kolaborasi produktif yang telah diinisiasi sejak bulan suci Ramadhan lalu melalui kegiatan peningkatan kapasitas akademik bagi sivitas akademika.

Sebelum kesepakatan ini diresmikan dalam dokumen hukum, kedua belah pihak telah sukses menyelenggarakan program “Ngaji Penulisan Artikel” yang dilaksanakan sebanyak empat pertemuan secara daring. Antusiasme peserta dalam mendalami teknik penulisan karya ilmiah bertaraf internasional menjadi pemantik utama bagi kedua lembaga untuk mempermanenkan hubungan tersebut. 

Kini, komitmen itu dituangkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerjasama (MoA) yang mencakup berbagai aspek pengembangan institusi. “Kami baru saja tiba di Ponorogo, salah satu agendanya adalah penandatanganan MoU dan MoA atas pelaksanaan kegiatan yang sudah terselenggara,” kata Ismail Suardi Wekke, Senin, 21 April 2026 di Ponorogo.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, memberikan apresiasi tinggi atas tercapainya titik temu ini. Beliau menekankan bahwa formalisasi kerjasama ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan sebuah ikhtiar besar dalam membangun peradaban melalui tulisan. 

Menurutnya, kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari upaya meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam. Dalam pernyataannya, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya kontinuitas program yang telah berjalan sebelumnya. 

“Kegiatan Ngaji Penulisan Artikel yang kita mulai di bulan Ramadhan lalu adalah fondasi kokoh, dan MoU ini merupakan atap yang memayungi keberlanjutan tradisi intelektual kita ke depan,” ujarnya saat memberi keterangan sebelum kegiatan berlangsung. 

Ia juga menambahkan bahwa kesepakatan ini akan membuka pintu lebih lebar bagi dosen dan mahasiswa untuk saling bertukar gagasan tanpa terhalang jarak geografis. “Kami melihat UIN Ponorogo sebagai mitra strategis yang memiliki visi sejalan dalam memajukan literasi akademik di Indonesia Timur maupun Jawa,” tegas Ismail.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar penandatanganan MoA ini segera ditindaklanjuti dengan aksi-aksi nyata lainnya. “MoU dan MoA ini jangan sampai hanya menjadi dokumen di atas meja, tetapi harus menjadi penggerak bagi lahirnya karya-karya ilmiah yang bereputasi global,” tuturnya dengan penuh optimisme. 

Beliau meyakini bahwa dengan menyatukan potensi kedua kampus, tantangan digitalisasi dan standar publikasi ilmiah yang semakin ketat akan lebih mudah untuk dihadapi secara bersama-sama. Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa pihak IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk mengalokasikan sumber daya yang ada demi menyukseskan butir-butir kesepakatan yang telah ditandatangani. 

Ia menyampaikan pula bahwa sinergi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan akreditasi institusi melalui penguatan jurnal dan penelitian kolaboratif. Selain itu, Ismail memaparkan bahwa model kerjasama seperti ini sangat relevan untuk mempercepat transformasi perguruan tinggi keagamaan di daerah dalam mengejar ketertinggalan di bidang riset.

Melalui penandatanganan MoU dan MoA ini, UIN Ponorogo dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sepakat untuk terus memperluas jangkauan kerjasama, tidak hanya terbatas pada penulisan artikel, tetapi juga mencakup pertukaran dosen, pengabdian masyarakat lintas wilayah, hingga pengembangan tata kelola manajemen perguruan tinggi yang lebih modern dan akuntabel.

Pertemuan IFI (ISW)

IAI Rawa Aopa Rintis Rencana Kerja Sama Global Lewat Program Bahasa Prancis

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa mempersiapkan langkah strategis dalam memperluas jejaring internasional melalui pengembangan kelembagaan berbasis bahasa. Pada Jumat, 17 April 2026, pimpinan IAI Rawa Aopa memenuhi undangan pertemuan awal guna membahas rencana teknis terkait program pembelajaran Bahasa Prancis di lingkungan kampus dan juga sekolah & madrasah mitra.

Langkah ini merupakan tindak lanjut nyata dari upaya korespondensi yang telah dilakukan sebelumnya. Pada Selasa, 7 April 2026, pihak kampus telah melayangkan surat resmi kepada Institut Français Indonésie (IFI) sebagai permohonan kesediaan untuk menjalin kemitraan strategis. Kerja sama ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi civitas akademika untuk mengakses literatur global serta program-program pendidikan di Prancis, dan juga negara-negara frankofon.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing selain Arab dan Inggris kini menjadi kebutuhan mendesak. Beliau menyatakan bahwa Bahasa Prancis dipilih karena posisinya sebagai salah satu bahasa resmi diplomasi internasional yang akan memberikan nilai tambah bagi lulusan. 

Selain itu, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar kursus bahasa biasa, melainkan bagian dari desain besar transformasi institusi menuju standar global yang lebih kompetitif. Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa pihak rektorat berkomitmen penuh untuk mengalokasikan sumber daya yang diperlukan demi keberhasilan program ini. 

Beliau juga memaparkan bahwa sinergi dengan institusi dari Prancis dapat menjadi peluang untuk pengembangan kurikulum, penyediaan tenaga pengajar ahli, hingga standarisasi ujian kompetensi bahasa bagi mahasiswa dan dosen. Menurutnya, keberadaan program bahasa ini nantinya akan memperkuat posisi IAI Rawa Aopa sebagai pusat keunggulan akademik di Sulawesi Tenggara dan Indonesia Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menyatakan urgensi program ini bagi masa depan kampus. “Kami memandang bahwa keterbukaan terhadap budaya dan bahasa Eropa, khususnya Prancis, akan membuka pintu riset kolaboratif yang lebih luas bagi para dosen kami di kancah internasional,” ujarnya. 

Beliau juga menambahkan mengenai status surat permohonan yang telah dikirimkan ke IFI. “Surat yang kami kirimkan pada tanggal 7 April lalu adalah komitmen awal kami, dan hari ini kami menyampaikan terima kasih bahwa IFI merespon dengan kesediaan untuk mengundang kami menyampaikan apa yang menjadi identifikasi keperluan ataupun tujuan yang hendak dicapai,” tegas Ismail.

Menutup keterangannya, Ismail Suardi Wekke menyampaikan optimisme bahwa langkah ini semoga membuahkan hasil dalam waktu dekat. “Visi kami adalah menjadikan IAI Rawa Aopa sebagai institusi yang berakar kuat pada nilai lokal namun memiliki sayap yang mampu terbang tinggi di kancah global melalui kemampuan linguistik yang mumpuni,” pungkasnya.