Binus (ISW)

Turut dalam Kegiatan Bersama di Binus University, IAI Rawa Aopa Persiapkan Usulan Tindak Lanjut

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism (FDCHT) Binus University terus memperkuat jejaring globalnya melalui kolaborasi internasional yang inovatif. Bertempat di Kampus Anggrek Binus University, Kamis (2/7/2026), digelar rangkaian kegiatan akademik satu hari penuh yang bekerja sama dengan Sydney University, Australia. 

Acara yang memadukan ujian praktik dan diskusi ilmiah ini turut menggandeng 27 perguruan tinggi di Indonesia sebagai co-host, salah satunya adalah Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Sebagai bentuk partisipasi aktif dalam forum strategis ini, IAI Rawa Aopa kini tengah mempersiapkan usulan tindak lanjut program konkret demi mengoptimalkan hasil kolaborasi tersebut di masa depan. 

Keterlibatan ini dinilai menjadi momentum penting bagi kampus dalam menyusun draf program kerja sama lanjutan yang lebih aplikatif. Rangkaian acara diawali pada pagi hari dengan pelaksanaan ujian akhir semester (UAS) yang unik, yakni dalam bentuk coffee making exam. Setelah itu, agenda berlanjut ke sesi utama berupa seminar bersama faculty member yang berlangsung secara hibrida (hybrid) di Lantai 8 Kampus Anggrek. 

Seminar ini menjadi ruang diskursus yang dinamis karena mempertemukan para akademisi lintas negara dan lintas institusi guna membahas perkembangan terbaru di sektor komunikasi digital, perhotelan, dan pariwisata. Mengenai inisiatif strategis ini, Head of Internationalization & Partnership Program (HIPP) FDCHT Binus University, Dr. R.A. Aryanti Wardaya Puspokusumo, B.Sc, M.B.M., memberikan penjelasan komprehensif.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antarperguruan tinggi yang bergerak dalam kerangka NUNI (Nationwide University Network in Indonesia) dan juga diperkuat dengan dukungan penuh dari Sydney University, Australia, khususnya melalui kehadiran Prof. John Connell,” ujar Aryanti di sela-sela acara.

Aryanti menambahkan bahwa sinergi seperti ini sangat penting untuk membangun ekosistem akademik yang inklusif di Indonesia. Melalui jaringan NUNI, Binus University berkomitmen untuk tidak hanya maju secara mandiri, melainkan juga bertumbuh bersama dengan puluhan perguruan tinggi mitra di berbagai daerah. 

Keterlibatan pembicara internasional kelas dunia seperti Prof. John Connell pun diharapkan mampu memberikan perspektif global yang segar bagi para dosen dan mahasiswa yang hadir, baik secara luring maupun daring. Apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kolaborasi internasional ini juga datang dari salah satu perguruan tinggi mitra yang bertindak sebagai co-host

Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan pandangannya mengenai nilai penting dari platform akademik ini bagi institusi di luar Pulau Jawa, sekaligus menegaskan langkah taktis ke depan.

“Kami melihat kegiatan ini sebagai langkah transformatif bagi tata kelola akademik dan sangat mengapresiasi Binus University yang telah memberikan kesempatan luar biasa bagi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk bergabung sebagai co-host,” ungkap Ismail Suardi Wekke.

Ismail juga menekankan bahwa keterlibatan perguruan tinggi daerah dalam forum berskala internasional seperti ini merupakan momentum berharga untuk mempercepat peningkatan mutu dan eksposur institusi. Kerja sama ini membuktikan bahwa batas geografis bukan lagi halangan untuk mengakses diseminasi keilmuan tingkat global. Sebagai langkah konkret pasca-acara, pihak IAI Rawa Aopa berkomitmen agar kolaborasi berbasis jejaring NUNI ini dapat segera dirumuskan ke dalam draf usulan tindak lanjut program-program akademis maupun riset bersama di masa yang akan datang.

ACER-N 2026 (ISW)

Call for Partnerships on ACER-N International Conference 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – This is the call for partnerships on the event ACER-N International Conference 2026 (Jakarta, 23-25 September 2026)

Call for Partnerships: ACER-N International Conference 2026

Empowering Innovation, Connecting Leaders, Shaping the Future

The Organizing Committee of the ACER-N International Conference 2026 cordially invites corporate leaders, academic institutions, non-profit organizations, and industry innovators to join us as official partners for this year’s landmark event.

About ACER-N 2026

The ACER-N International Conference is a regional forum of Southeast Asia that brings together leading researchers, practitioners, policymakers, and industry experts to exchange groundbreaking ideas, share cutting-edge research, and foster cross-disciplinary collaboration. This year’s conference will focus on driving sustainable solutions, technological advancements, and impactful global networks.

  • Date: 23-25 September, 2026
  • Venue: Jakarta (hybrid)

Why Partner with ACER-N 2026?

Partnering with ACER-N offers your organization a unique platform to enhance visibility, demonstrate thought leadership, and connect directly with a highly targeted international audience.

  • Global Visibility: Elevate your brand presence among top-tier academics, industry executives, and decision-makers worldwide.
  • Networking Opportunities: Access exclusive networking sessions, panel discussions, and B2B matchmaking opportunities.
  • Thought Leadership: Showcase your organization’s latest innovations, products, or services through dedicated exhibition spaces or speaking slots.
  • Talent Acquisition: Connect with emerging researchers and top-tier professionals shaping the future of the industry.

Partnership Opportunities

We offer a range of tailored partnership packages designed to meet your organization’s specific marketing and corporate social responsibility (CSR) objectives.

Partnership Level Key Benefits Availability
Platinum (Keynote Partner) Premium branding on all main stages, opening keynote address slot, complimentary VIP passes, and prime exhibition space. Exclusive (1)
Gold Partner Prominent logo placement, panel session sponsorship, exhibition booth, and regular social media features. Limited (3)
Silver Partner Standard logo placement on promotional materials, exhibition table, and complimentary delegate passes. Available
Session / Workshop Partner Exclusive branding of a specific technical session, workshop, or track aligned with your industry expertise. Subject to Track
In-Kind / Media Partner Customized branding in exchange for media coverage, technological support, or delegate amenities. Open

Custom Packages: We understand that every organization has unique goals. We are more than happy to customize a partnership package that aligns perfectly with your strategic vision.

How to Apply

Join us in shaping the narrative of tomorrow. To express your interest or receive our detailed Partnership Brochure (including pricing and full benefits), please contact our partnership team:

Deadline for Partnership Applications: August 15, 2026

Let’s build a smarter, more connected future together. We look forward to welcoming you as a valued partner of ACER-N 2026!

ACER-N (ISW)

Announcement: Launching from Bandung ACER-N International Conference, Jakarta 23-25 September 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – We are pleased to announce the upcoming ACER-N International Conference, scheduled to take place from September 23rd to 25th, 2026, in the vibrant capital city of Jakarta, Indonesia. This premier three-day event will serve as a global stage for academics, researchers, industry professionals, and policymakers to converge and share groundbreaking insights. Under this year’s core theme, the conference aims to address the most pressing challenges and pioneering advancements shaping our world today.

Jakarta, a dynamic metropolis where rich cultural heritage meets rapid modern development, provides the perfect backdrop for this prestigious gathering. Attendees will have the unique opportunity to experience Indonesia’s world-class hospitality while engaging in high-level academic discourse. The venue has been carefully selected to offer state-of-the-art facilities, ensuring a seamless, comfortable, and inspiring environment for all participants traveling from various corners of the globe.

The ACER-N 2026 program features a meticulously curated agenda designed to foster innovation and cross-disciplinary collaboration. The event will kick off with keynote addresses from internationally renowned experts, followed by a series of parallel tracks, technical sessions, and interactive panel discussions. Participants can look forward to presenting their latest research findings, discovering emerging trends, and gaining valuable feedback from a distinguished panel of peer reviewers.

Beyond the formal presentations, the conference places a strong emphasis on networking and community building. Dedicated networking sessions, coffee breaks, and an exclusive gala dinner will allow delegates to connect with leading minds, forge strategic partnerships, and spark collaborations that extend far beyond the duration of the event. Whether you are an established scholar or an emerging researcher, the connections made here promise to be invaluable for your professional journey.

We warmly invite authors to submit their original research papers and abstracts for presentation. Registration is now officially open, with early-bird discounts available for those who secure their seats ahead of time. Don’t miss this chance to contribute to the global academic dialogue and experience the energy of Jakarta—mark your calendars for September 23–25, 2026, and join us for an unforgettable intellectual experience.

Turnitin (ISW)

Undangan Workshop: Optimalisasi Turnitin Sebagai Alat Bantu Integritas Riset

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Dalam era perkembangan ilmu pengetahuan kontemporer, integritas akademik dan orisinalitas riset menjadi fondasi utama dalam menjaga kredibilitas institusi maupun peneliti. Plagiarisme, baik yang disengaja maupun tidak, tetap menjadi tantangan besar yang dapat meruntuhkan reputasi ilmiah ilmiah seseorang. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai etika penulisan dan pemanfaatan teknologi deteksi kesamaan (similarity check) menjadi sebuah urgensi yang tidak dapat ditawar lagi bagi seluruh civitas akademika.

Sebagai langkah antisipasi untuk menjawab tantangan tersebut, kami menghadirkan Workshop: Optimalisasi Turnitin Sebagai Alat Bantu Integritas Riset. Kegiatan ini dirancang khusus untuk menjembatani kebutuhan para dosen, peneliti, dan mahasiswa dalam mengenal fungsi Turnitin secara komprehensif. Bukan sekadar alat untuk “menangkap” plagiarisme, workshop ini akan mengupas tuntas bagaimana Turnitin dapat dioptimalkan sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas penulisan ilmiah sebelum dipublikasikan ke jurnal bereputasi.

Sepanjang sesi workshop, para peserta akan diajak untuk membedah berbagai fitur mutakhir yang dimiliki oleh Turnitin. Materi yang disampaikan mencakup teknik membaca dan menginterpretasikan Similarity Report secara akurat, membedakan antara kesamaan teks (similarity) dengan plagiarisme aktual, hingga strategi menurunkan persentase kemiripan tanpa mengurangi substansi ilmiah. Selain itu, kegiatan ini juga akan memberikan simulasi langsung (hands-on experience) agar peserta dapat mempraktikkan langsung etika pengutipan (sitasi) dan parafrase yang benar sesuai standar internasional.

Mengapa Anda Harus Hadir?

Melalui bimbingan langsung dari praktisi dan ahli yang kompeten (dari perusahaan Turnitin), peserta tidak hanya akan menguasai aspek teknis perangkat lunak, tetapi juga memperkuat pemahaman substantif mengenai konsep research integrity. Workshop ini menjadi ruang diskusi interaktif untuk membedah studi kasus nyata, kendala yang sering dihadapi saat proses pengunggahan dokumen, serta solusi praktis dalam menghadapi algoritma Turnitin yang dinamis.

Sebagai penutup, partisipasi aktif dalam workshop ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya akademik yang bersih, jujur, dan berdaya saing tinggi. Dengan menguasai optimalisasi Turnitin, para peneliti akan lebih percaya diri dalam menghasilkan karya-karya orisinal yang diakui secara global. Mari bersama-sama menjaga marwah dunia pendidikan dan riset Indonesia dengan mendaftarkan diri Anda segera melalui tautan yang telah disediakan. Kami tunggu kehadiran Anda!

10 tahun (ISW)

Dies Natalis X (2026), IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Menyongsong Dua Dasawarsa

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Satu dekade bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah institusi pendidikan tinggi untuk menancapkan akarnya di tengah dinamika zaman. Memasuki usia yang kesepuluh pada tahun 2026 ini, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tidak sekadar merayakan sebuah seremoni angka, melainkan sebuah momentum refleksi sosiologis yang mendalam. Perayaan Dies Natalis X ini menjadi jembatan krusial yang menghubungkan fondasi awal pendirian dengan visi besar menuju dua dasawarsa ke depan, di mana tantangan global dan lokal menuntut resiliensi institusional yang lebih tinggi.

Sebagai episentrum intelektual baru di Sulawesi Tenggara, perguruan tinggi ini memikul tanggung jawab moral untuk menjembatani jurang antara idealisme akademik dan realitas sosial masyarakat. Menyongsong dua dasawarsa, IAI Rawa Aopa dihadapkan pada transformasi lanskap pendidikan yang bergerak cepat secara eksponensial akibat digitalisasi dan pergeseran kebutuhan pasar kerja. Oleh karena itu, satu dekade pertama ini harus diletakkan sebagai landasan pacu (launchpad) untuk melakukan lompatan strategis berikutnya demi mewujudkan tata kelola kampus yang adaptif dan berdampak luas.

Transformasi Tata Kelola dan Ekosistem Digital Kampus

Menghadapi sepuluh tahun kedua, tata kelola perguruan tinggi tidak lagi bisa dijalankan dengan metode konvensional yang kaku. IAI Rawa Aopa perlu mengadopsi prinsip knowledge management yang terintegrasi berbasis ekosistem digital untuk mempercepat proses akreditasi dan transparansi kelembagaan. Pendekatan manajemen modern yang memadukan sentralisasi operasi infrastruktur dengan desentralisasi otonomi akademik menjadi kunci untuk melahirkan inovasi dari setiap program studi. Melalui penguatan repositori digital dan pemanfaatan identitas peneliti global seperti ORCID ID, visibilitas kontribusi ilmiah dosen dan mahasiswa akan semakin diakui di panggung internasional.

Kurikulum masa depan harus mampu menjawab persoalan riil di tengah masyarakat, bukan sekadar menumpuk teori di ruang kelas. Penerapan metode Design Thinking dalam manajemen sekolah dan pengelolaan program studi dapat menjadi instrumen efektif untuk mengidentifikasi sekaligus memecahkan tantangan administratif maupun akademik secara kreatif. Mahasiswa tidak hanya dididik untuk menjadi menara gading, melainkan agen perubahan yang dibekali kemampuan memetakan masalah secara empatik. Ke depan, integrasi sains, agama, dan humaniora dalam kurikulum interdisipliner akan menjadi keunggulan kompetitif bagi lulusan IAI Rawa Aopa.

Komitmen pengabdian kepada masyarakat harus digeser dari sekadar formalitas runtutan pemenuhan Tri Dharma menjadi sebuah gerakan inovasi sosial yang nyata. Transformasi ini dapat diwujudkan dengan menjadikan ruang-ruang publik, seperti pasar rakyat atau pusat pendidikan komunitas, sebagai laboratorium pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Melalui skema kolaborasi penta-helix yang melibatkan akademisi, pemerintah daerah, industri, komunitas, dan media, program kerja sama internasional maupun regional dapat langsung menyentuh akar rumput. Forum-forum riset strategis yang melibatkan lintas sektor akan mempercepat diseminasi produk inovasi yang dihasilkan kampus.

Salah satu pilar penting dalam mewujudkan kemandirian masyarakat lokal adalah penguatan literasi keuangan yang inklusif melalui kemitraan strategis. IAI Rawa Aopa memiliki peluang besar untuk memimpin riset kolaboratif dan forum edukasi mengenai akses keuangan yang adil bagi pelaku usaha mikro di pedesaan. Melalui kerja sama dengan lembaga standarisasi dan institusi keuangan nasional, mahasiswa dapat dilibatkan aktif sebagai fasilitator literasi keuangan di lapangan. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kapasitas intelektual mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang terukur bagi ketahanan finansial masyarakat Konawe Selatan.

Menyongsong dua dasawarsa, IAI Rawa Aopa harus berani memperluas cakrawala dengan melompat melampaui batas-batas geografis regional. Rekam jejak kemitraan strategis melalui penandatanganan MoU dan MoA dengan berbagai universitas terkemuka di tingkat nasional maupun Asia Tenggara perlu diwujudkan dalam program-program konkret. Kolaborasi nyata seperti konferensi internasional bersama, simposium pemuda, dan pengabdian masyarakat lintas negara akan membentuk atmosfer akademik yang kosmopolitan. Keterlibatan aktif dalam jejaring ilmiah global ini secara langsung akan mengatrol reputasi kelembagaan menuju distingsi akademik yang disegani.

Penutup: Ikhtiar Kolektif Menuju Pusat Keunggulan

Perjalanan sepuluh tahun pertama IAI Rawa Aopa Konawe Selatan telah membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi dan kontribusi. Menyongsong dua dasawarsa di masa depan, komitmen untuk memadukan nilai-nilai luhur keagamaan dengan inovasi sains mutakhir harus tetap menjadi kompas utama. Dengan soliditas internal, keterbukaan terhadap ekosistem digital, serta perluasan jejaring kemitraan strategis global, institusi ini berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi menjadi pusat keunggulan (center of excellence) yang mandiri, berdaya saing tinggi, dan senantiasa relevan bagi kemaslahatan umat dan bangsa.

Pre Conference (ISW)

Pengumuman Acara: Pre Conference ICOSBE 2026, Tips for Publishing Book Chapter

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Dunia akademik modern tidak hanya menuntut riset yang mendalam, tetapi juga strategi diseminasi atau penyebaran ilmu yang efektif. Salah satu jalur kontribusi ilmiah yang kian mendapat perhatian tinggi adalah penulisan book chapter (bab dalam buku ilmiah). Berbeda dengan artikel jurnal yang sering kali memiliki batasan ruang yang ketat dan fokus riset yang sangat spesifik, book chapter memberikan ruang bagi para akademisi untuk mengulas sebuah fenomena secara lebih komprehensif, kaya akan konteks, dan integratif. Format ini menjadi jembatan penting untuk menyatukan berbagai perspektif riset ke dalam satu tema besar yang kohesif dan berdampak luas.

Namun, menembus penerbit bereputasi global layaknya memecahkan teka-teki yang rumit. Mulai dari merumuskan proposisi nilai yang unik agar dilirik oleh editor, hingga menavigasi proses peer-review (peninjauan sejawat) yang ketat, para peneliti sering kali dihadapkan pada standar metodologi dan penulisan yang sangat menuntut. Guna mengurai benang kusut tersebut, program studi terkait di BINUS University menginisiasi sebuah ruang diskusi strategis melalui gelaran Pre-Conference ICOSBE 2026 yang bertajuk “Tips for Publishing Book Chapter”. Acara ini dirancang khusus untuk membedah anatomi penulisan bab buku yang sukses dari sudut pandang sains populer dan praktis.

Agenda ilmiah yang dinantikan ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 14 Juli 2026. Melalui pendekatan interaktif, forum ini akan mempertemukan para akademisi lintas disiplin untuk membagikan taktik jitu dalam menyusun draf yang memikat. Peserta tidak hanya akan diajak memahami aspek teknis struktur tulisan, melainkan juga aspek psikologis dalam meyakinkan penerbit internasional mengenai urgensi dan kebaruan materi yang ditawarkan.

Guna memastikan aksesibilitas ilmu pengetahuan tanpa batas geografis, konferensi awal ini akan diselenggarakan secara hybrid. Pertemuan fisik atau tatap muka akan dipusatkan di Kampus BINUS @ Anggrek, sebuah episentrum akademik yang dilengkapi dengan fasilitas teknologi modern. Sementara itu, platform digital interaktif disiapkan bagi para peneliti dan praktisi dari berbagai penjuru dunia yang ingin bergabung secara virtual, menciptakan ruang sinergi yang dinamis antara ekosistem luring dan daring.

Pada akhirnya, Pre-Conference ICOSBE 2026 bukan sekadar pengumuman acara rutin, melainkan sebuah katalisator penting bagi peningkatan kualitas publikasi ilmiah tanah air di panggung global. Dengan menghadiri forum ini, para ilmuwan dan pengajar akan dibekali kompas strategis untuk mengubah hasil observasi laboratorium maupun kajian teoretis menjadi untaian literatur yang diakui secara internasional. Langkah awal menuju ekosistem riset yang berdampak nyata akan dimulai dari ruang-ruang diskusi seperti ini.

ITB (ISW)

Hadir dalam Simposium Indonesia-Australia di ITB, Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Siap Menjadi Bagian Akselerasi Agrivoltaics di Indonesia Timur

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung — Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama jaringan universitas terkemuka asal Australia resmi memulai kolaborasi strategis untuk menjawab tantangan krisis energi di wilayah pelosok. Melalui simposium bertajuk “Agrivoltaics and energy challenge in Rural and Remote Islands In Eastern Indonesia”, kemitraan bilateral ini berfokus pada penerapan teknologi agrivoltaics—sistem yang memadukan panel surya (PLTS) dengan lahan pertanian—di pulau-pulau terpencil Indonesia Timur.

Acara yang digelar pada Kamis (25/6/2026) di Gedung Labtek XV, Kampus ITB Bandung ini menandai dimulainya (kick-off meeting) program Simposium Bilateral KONEKSI LPDP Indonesia-Australia. Riset multidisiplin ini dipimpin langsung oleh Dr. Acep Purqon, dosen Fisika FMIPA ITB dari Kelompok Keahlian Fisika Bumi dan Sistem Kompleks.

Proyek ambisius ini melibatkan konsorsium besar dari berbagai institusi akademik dan riset kedua negara. Dari Australia, delegasi dipimpin oleh para pakar dari Murdoch University (seperti Prof. GM Shafiullah dan Prof. Martin Anda) serta Griffith University (Prof. Andrea Haefner dan Anya Phelan).

Sementara dari Indonesia, ITB berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Cendrawasih (Uncen), Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong, Politeknik Negeri Fakfak (Polinef), IAIN Sorong, serta Purnomo Yusgiantoro Center.

“Transisi energi membuka ruang yang sangat luas bagi riset, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat. Ini adalah titik temu lintas ilmu—mulai dari pertanian, kehutanan, teknik mesin, hingga manajemen bisnis—untuk menyelesaikan krisis energi dengan konsep jembatan (bridging) transisi energi,” ujar Dr. Acep Purqon dalam pemaparannya.

Wakil Dekan Bidang Akademik FMIPA ITB, Dr. Dwi Irwanto, menjelaskan bahwa ITB terus mendorong berbagai pendekatan inovatif untuk menemukan formulasi pemanfaatan energi yang optimum di berbagai wilayah unik Indonesia yang bercorak kepulauan.

Teknologi agrivoltaics dinilai menjadi solusi jitu untuk wilayah yang sulit dijangkau oleh listrik jaringan (off-grid). Selain memproduksi energi bersih, sistem ini menjaga ketahanan pangan lokal karena tidak mengalihkan fungsi lahan hijau.

Menariknya, program ini tidak hanya fokus pada aspek teknis. Proyek ini dirancang inklusif dengan memadukan inovasi ilmiah bersama kearifan lokal (indigenous knowledge). Program ini juga membuka ruang setara bagi kelompok pemuda dan keterlibatan aktif perempuan, khususnya dalam adopsi teknologi alat dan mesin pertanian (alsintan) yang ergonomis dan ramah pengguna.

Turut hadir sebagai pembicara kunci, M. Irfan Saleh selaku Deputi Investasi dan Pendanaan BOPPJ (Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa), yang mengupas tuntas peluang skema pendanaan serta tantangan regulasi dalam mengimplementasikan agrivoltaics di pulau terpencil.

Langkah taktis yang digagas oleh tim peniliti dua negara ini mengakar pada agenda besar nasional. Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, Indonesia menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 GW hingga 2034, di mana 61% (lebih dari 42 GW) diproyeksikan bersumber dari Energi Baru Terbarukan (EBT) dan sistem penyimpanan energi (energy storage).

Transformasi ini krusial demi mengejar komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) 2030 dan target besar Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Melalui model kerja sama pentahelix—yang menyatukan akademisi, pemerintah, komunitas, dan sektor bisnis—paradigma hubungan desa dan penyedia energi diubah secara total. 

Desa di pelosok Indonesia Timur tidak lagi sekadar menjadi konsumen pasif di ujung jaringan, melainkan mitra strategis penyuplai energi bersih mandiri yang mampu menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Parana Ari Santi (Perwakilan Program KONEKSI LPDP Indonesia-Australia) yang menekankan pentingnya kontinuitas komunikasi antar-peneliti, dan resmi ditutup oleh Erlin Puspaputri selaku perwakilan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Turut hadir Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan dalam simposium tersebut. Selain menyajikan presentasi awal terkait dengan penelitian kolaboratif ini, Ismail juga mengemukakan bahwa topik agrivoltaics dapat menjadi penelitian bersama dengan civitas akademika IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

“Kita akan mulai memproses kolaborasi ini dan emnyelaraskan dengan tim yang sudah ada, sehingga bisa direpilkasi di Sulawesi Tenggara, dan juga Sulawesi secara umum,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

IWDN (ISW)

Penguatan Kapasitas Mahasiswa, IAI Rawa Aopa Proyeksikan Mahasiswa untuk Berinteraksi Dalam Kerangka IWDN

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta — Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempertahankan komitmennya dalam membawa civitas akademika menuju panggung internasional. Langkah strategis ini dipertegas melalui pertemuan penting antara pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan Pendiri sekaligus Presiden Islamic World Development Network (IWDN), Fakih Fadilah Muttaqin, di Jakarta pada Senin (22/6).

Pertemuan ini menjadi tonggak krusial karena IAI Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi memulai komunikasi dalam jaringan global tersebut, Begitu pula IAI Rawa Aopa bergabung bersama 19 perguruan tinggi terkemuka lainnya di Indonesia dalam mempersiapkan kolaborasi dengan NUNI.

Dengan total aliansi 20 perguruan tinggi, kolaborasi ini dirancang sebagai katalisator utama dalam memperluas cakrawala pergaulan dan kompetensi mahasiswa di level internasional. Presiden IWDN, Fakih Fadilah Muttaqin, menyambut baik visi besar yang diusung oleh IAI Rawa Aopa. Ia menilai keterlibatan kampus dari Sulawesi Tenggara ini akan memberikan warna baru dalam diplomasi pemuda.

“Kami percaya bahwa potensi kepemimpinan muda tidak boleh dibatasi oleh sekat geografis. Kehadiran IAI Rawa Aopa sebagai bagian dari jejaring akan memperkaya perspektif inklusif dalam kerangka kerja IWDN, sekaligus membuka akses bagi mahasiswa daerah untuk terlibat langsung dalam forum-forum global,” ujar Ismail Suardi Wekke setelah pertemuan.

Ismail juga menambahkan bahwa kemitraan strategis ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem akademis yang dinamis, di mana mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, melainkan aktor aktif dalam merespons berbagai isu kontemporer dunia.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., yang hadir dalam pertemuan tersebut, menegaskan bahwa internasionalisasi kampus adalah agenda mutlak. Menurutnya, pergaulan internasional bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan instrumen fundamental dalam struktur pengembangan kapasitas mahasiswa era modern.

“Kami tidak ingin mahasiswa kami canggung saat berinteraksi dengan dunia luar. Kerangka kerja bersama IWDN ini adalah karpet merah bagi mereka untuk mengasah global mindset, memperluas jaringan, dan membangun kepercayaan diri di lingkungan internasional,” tegas Ismail.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa status co-host yang disandang bersama 19 perguruan tinggi lainnya merupakan bukti nyata kepercayaan publik terhadap tata kelola institusi. Beliau menekankan bahwa kolaborasi lintas kampus ini akan menjadi wadah pertukaran pengetahuan, riset bersama, serta program pengabdian masyarakat yang memiliki dampak dan gaung secara global.

Melalui sinergi erat bersama IWDN dan jejaring NUNI (Nationwide University Network Indonesia) bersama 20 perguruan tinggi ini, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan optimistis mampu mentransformasi pola pembinaan mahasiswa. Institusi kini memproyeksikan seluruh program penguatan kapasitas untuk berbasis pada standar internasional, guna melahirkan lulusan yang berkarakter lokal namun berkemampuan global.

NUNI (ISW)

Pengumuman Kegiatan Bersama NUNI dan BINUS University dengan Prof. Dr. John Connell (Australia)

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Pengumuman kegiatan bersama Nation University Network in Indonesia (NUNI) dan BINUS University menghadirkan akademisi internasional terkemuka, Prof. Dr. John Connell dari Australia. Kolaborasi strategis ini dirancang sebagai wadah diseminasi riset global yang mempertemukan pemikiran inovatif antarperguruan tinggi lintas negara. 

Melalui sinergi ini, para peserta diajak mengeksplorasi perspektif baru dalam menjawab tantangan kontemporer di bidang pembangunan dan dinamika regional. Kemitraan akademik global kini menjadi pilar utama dalam mendongkrak visibilitas riset institusi di kancah internasional. 

Ketika perguruan tinggi lokal berkolaborasi dengan pakar dunia, transfer pengetahuan tidak lagi berjalan satu arah, melainkan bertransformasi menjadi dialog interaktif yang subur. Fenomena inilah yang melandasi pentingnya kolaborasi teranyar antara NUNI dan BINUS University.

Hadirnya Prof. Dr. John Connell, seorang pakar human geography terkemuka dari University of Sydney, memberikan bobot ilmiah yang signifikan pada agenda ini. Rekam jejak beliau dalam meneliti dinamika sosial-ekonomi dan migrasi di wilayah Asia-Pasifik menawarkan metodologi empiris yang relevan bagi peneliti domestik. Forum ini sekaligus menjadi ruang bedah teoretis untuk memetakan solusi lokal atas problematika global.

Sebagai wadah yang inklusif, NUNI secara konsisten mendorong penguatan kapasitas riset nasional lewat jejaring antaruniversitas di Indonesia. Bersama BINUS University yang dikenal kuat dalam ekosistem riset digital dan teknologi, integrasi keilmuan ini diharapkan mampu melahirkan inovasi yang berdampak nyata. Pertemuan kelembagaan semacam ini mempercepat akselerasi tata kelola pengetahuan (knowledge management) di era keterbukaan informasi.

Kegiatan ini bertujuan untuk meruntuhkan dinding tebal antara menara gading akademik dan masyarakat umum. Gagasan-gagasan kompleks mengenai pembangunan berkelanjutan dikemas dengan narasi yang scannable, segar, dan mudah dicerna tanpa kehilangan esensi metodologisnya. Pendekatan ini terbukti efektif dalam memantik minat generasi muda untuk terjun ke dunia penelitian.

Dari sudut pandang strategis, luaran atau output dari kegiatan bersama ini diproyeksikan mampu memperkaya khazanah publikasi ilmiah yang bereputasi. Melalui diskusi intensif, para peneliti lokal berpeluang membangun kemitraan riset lanjutan yang berbasis Open Science, sehingga memperluas jangkauan sitasi global. Identitas peneliti yang mapan kini tidak hanya dinilai dari gelar, melainkan dari kontribusi nyatanya dalam jaringan kerja global.

Sebagai penutup, pengumuman ini sekaligus menjadi panggilan terbuka bagi para akademisi, praktisi, dan mahasiswa untuk kolaborasi kegiatan dalam bentuk pelaksana bersama (co-host). Kolaborasi internasional bukan lagi sebuah opsi mewah, melainkan suatu keniscayaan di tengah interkonektivitas global saat ini. Mari bersiap menyerap inspirasi dan metodologi segar langsung dari sang pakar demi kemajuan riset nusantara.

Doa Syukur (ISW)

Usai Wisuda 2026, Dewan Pembina Adakan Doa Bersama dan Syukuran

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Begitu pula dengan kehadiran para karyawan badan usaha. Acara doa bersama dan syukuran dengan selesainya wisuda 2026, diadakan di kampus Andoolo, Jumat, 12 Juni 2026.

Menandai rasa syukur atas suksesnya gelaran Wisuda Tahun 2026, Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Al Asri Konawe Selatan, Al Asri, S.Pd.I, M.Si., menggelar acara doa bersama dan syukuran.

Suasana kebersamaan begitu kental terasa sejak bakda maghrib. Tidak hanya dihadiri oleh jajaran dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, acara ini juga diramaikan oleh kehadiran para karyawan dari berbagai badan usaha yang selama ini menjadi badan usaha kampus. Dari lini perwakilan mahasiswa, tampak hadir pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) serta Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ HTN).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Al Asri Konawe Selatan, Al Asri, M.Si., menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga soliditas internal. Ia menegaskan bahwa keberlangsungan dan kemajuan sebuah lembaga pendidikan sangat bergantung pada kekuatan fondasi kebersamaan seluruh elemen di dalamnya.

“Wisuda yang baru saja kita lalui bukan sekadar akhir dari proses akademik, melainkan bukti nyata dari kerja keras kolektif kita. Di tengah dinamika tantangan eksternal yang makin kompleks, soliditas adalah harga mati yang harus kita pertahankan demi menjaga tegaknya lembaga pendidikan ini,” ujar Al Asri di hadapan hadirin dan hadirat.

Lebih lanjut, Al Asri juga menyatakan secara tidak langsung bahwa yayasan berkomitmen penuh untuk terus memperkuat sinergi antara pihak kampus dan badan usaha penggerak ekonomi di sekitarnya. Menurutnya, integrasi antara dunia akademik, mahasiswa melalui wadah DEMA dan HMJ, serta sektor industri akan menjadi benteng pertahanan yang kuat dalam menghadapi kompetisi global, sekaligus memastikan institusi tetap memberikan dampak nyata bagi masyarakat Konawe Selatan.

Acara syukuran ini kemudian ditutup dengan pemotongan makan malam bersama yang sebelumnya diawali dengan doa dipimpin dengan khusyuk oleh Ketua Dewan Pembina yayasan. Sekaligus memohon keberkahan untuk para alumni baru yang akan terjun ke masyarakat serta keberlanjutan kejayaan kampus ke depan.