China (ISW)

IAI Rawa Aopa Siap Berpartisipasi Dalam The 23rd China-ASEAN Expo, 17-21 September 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta — Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa memastikan akan berpartisipasi aktif dalam pameran internasional bergengsi The 23rd China–ASEAN Expo (CAEXPO) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 17–21 September 2026 di Nanning International Convention and Exhibition Center, Nanning, Tiongkok. Keikutsertaan institusi pendidikan tinggi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi akademik, riset terapan, serta pengembangan potensi ekonomi dan industri halal di kancah global.

Kesiapan dan keterlibatan IAI Rawa Aopa ini sejalan dengan agenda nasional yang diusung Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI. Sebelumnya, Kemendag telah menggelar acara Kick-off Partisipasi Indonesia pada CAEXPO 2026 di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada 13 Maret 2026.

Dalam sambutannya pada acara kick-off tersebut, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, menyampaikan bahwa CAEXPO 2026 merupakan platform ideal yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai elemen bangsa, termasuk akademisi dan pelaku usaha lokal, untuk memperkenalkan produk unggulan serta inovasi masa depan.

“CAEXPO 2026 dapat dimanfaatkan pelaku usaha dan lembaga strategis untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan Indonesia sekaligus memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, dan industri antara Indonesia dan Tiongkok,” tegas Puntodewi.

Pada gelaran tahun ini, Paviliun Indonesia direncanakan menempati Hall D5 dengan area seluas 2.000 m². Indonesia akan menampilkan tiga paviliun utama sebagai representasi kekuatan ekonomi, potensi unggulan daerah, serta inovasi nasional. Kehadiran IAI Rawa Aopa di ajang ini diharapkan mampu menampilkan karya riset inovatif, produk binaan UMKM, serta gagasan pengembangan SDM daerah yang siap bersaing di pasar ASEAN dan Tiongkok.

Kegiatan Kick-off CAEXPO 2026 sendiri diisi oleh sesi paparan dan testimoni dari berbagai tokoh lintas sektor, seperti Wakil Ketua Umum Bidang Diplomasi Multilateral Kadin Indonesia Andi Anzhar Cakra Wijaya; perwakilan PT Pandu Arjuna Nusantara (PAR) Indonesia Guspiabri Sumowigeno; Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) Sarwoto Atmosutarno; perwakilan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Provinsi Kalimantan Utara Heri Siampa; serta Officer II Small and Medium Enterprise Partnership Program Pertamina Ujang Supriadi.

Melalui sinergi antara kementerian, lembaga, pemerintah daerah, asosiasi, dan perguruan tinggi seperti IAI Rawa Aopa, Indonesia optimistis dapat mengoptimalkan peluang kerja sama ekonomi dan investasi internasional sepanjang gelaran CAEXPO 2026 mendatang.

Ismail Suardi Wekke, Wakil rektor di Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2026 menyatakan kesiapan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam mengikuti kegiatan tersebut. “Usai KKN yang sementara dilaksanakan, maka hasil-hasil KKN dan juga KKA itu, akan didiseminasikan di tingkat internasional,” pungkas Ismail. (*)

NR (ISW)

IAI Rawa Aopa Jalin Kerjasama dengan NR Institute, Dorong Ekosistem Koperasi di Desa

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Musyawarah Nasional (Munas) resmi dibuka dengan menggelar Rapat Pleno I pada Selasa (4/8/2026). Turut hadir Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, termasuk hadir dalam agenda utama rapat pleno pertama. Agenda Pleno I berfokus pada pengukuhan visi dan misi organisasi serta pembahasan strategis mengenai pengembangan ekosistem koperasi.

Pelaksanaan Munas kali ini digelar secara hybrid, mengombinasikan kehadiran tatap muka terbatas di Sekretariat Organisasi kawasan Tebet, Jakarta Selatan, serta partisipasi dalam jaringan (daring) bagi para peserta dari berbagai daerah.

Dalam kepemimpinannya pada Pleno I, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya penyelarasan visi dan misi agar seluruh jajaran organisasi memiliki fondasi yang kokoh, khususnya dalam mendorong penguatan ekonomi anggota melalui koperasi.

“Pengukuhan visi dan misi ini menjadi dasar sebelum kita melangkah ke program kerja strategis, terutama dalam membangun ekosistem koperasi yang tangguh dan relevan. Format hybrid ini memastikan seluruh anggota tetap memiliki hak dan ruang yang sama untuk mengawal arah gerak organisasi,” ujar Ismail saat memimpin jalannya sidang.

Agenda dilanjutkan dengan diskusi mendalam terkait rancangan ekosistem koperasi. Para peserta menyoroti pentingnya modernisasi tata kelola, digitalisasi layanan koperasi, hingga perluasan jaringan kemitraan guna memperkuat daya saing usaha bersama di tengah ketidakpastian ekonomi.

Suasana rapat berlangsung dinamis. Peserta yang hadir secara fisik di Tebet maupun secara virtual aktif memberikan masukan untuk penajaman draf visi-misi serta poin-poin krusial terkait pengembangan koperasi tersebut.

Setelah melalui serangkaian tanggapan dan penyempurnaan substansial, Rapat Pleno I secara resmi mengesahkan rumusan visi dan misi organisasi yang baru sekaligus menyepakati kerangka awal pengembangan ekosistem koperasi. Pengesahan ini menjadi pijakan untuk melanjutkan ke agenda Rapat Pleno berikutnya dalam rangkaian Musyawarah Nasional tahun ini.

Sebagaimana diketahui, IAI Rawa Aopa sementara menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) terpadu dengan nama utama Kuliah Kerja Amaliah. “Kesempatan ini bisa diseleraskan antara NR Institute dengan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk mendorong ekosiostem koperasi,” pungkas Ismail usai Pleno I selesai.

Sambasule (ISW)

Hari Kedua KKA di Meluhu, Ragam Aktivitas Mahasiswa di Lapangan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe — Menginjak hari kedua pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), para mahasiswa peserta KKN mulai menerjunkan diri secara aktif dalam beragam program kemasyarakatan di Desa Sambasule, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Selasa (4/8/2026).

Rangkaian agenda KKA yang secara resmi telah dimulai sejak Senin (3/8/2026) lalu—diawali dengan sesi pembekalan serta pelepasan menuju posko—kini memasuki tahap pembagian fokus kerja dan adaptasi lingkungan.

Pada hari kedua ini, dinamika kegiatan mahasiswa tampak makin memadat. Sebagian peserta KKA langsung membaur bersama aparatur desa dan warga setempat untuk mengikuti forum rembuk pencegahan stunting. Kehadiran mahasiswa dalam rembuk ini diharapkan mampu memperkuat edukasi kesehatan masyarakat sekaligus mendukung program percepatan penurunan angka stunting di kawasan pedesaan.

Baca Juga: IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Bersiap Laksanakan KKA, Integrasi antara KKN dengan Pengabdian Masyarakat
https://rawaaopakonsel.ac.id/berita/iai-rawa-aopa-konawe-selatan-bersiap-laksanakan-kka-integrasi-antara-kkn-dengan-pengabdian-masyarakat/

Di samping agenda kemasyarakatan, para mahasiswa juga disibukkan dengan penataan logistik dan pemindahan posko utama dari rumah warga yang sebelumnya dijadikan penampungan sementara. Langkah ini dilakukan guna memastikan kelancaran operasional program kerja selama masa pengabdian berlangsung.

“Memasuki hari kedua ini, beragam kegiatan mahasiswa sudah mulai berjalan, mulai dari keterlibatan dalam rembuk pencegahan stunting hingga proses kepindahan posko,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangannya, Selasa (4/8).

Kehadiran mahasiswa KKA di Meluhu (Kabupaten Konawe) diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata serta dampak positif yang berkelanjutan bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Meluhu.

Prodi (ISW)

Mengenal Program Studi di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan Program Fasilitasi Studi Lanjut di Pascasarjana

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan berkomitmen menyelenggarakan pendidikan tinggi berkualitas yang mengintegrasikan nilai-nilai keIslaman, keilmuan, lingkungan, dan kearifan lokal. Berikut adalah program studi jenjang Sarjana (S1) beserta profil lulusannya:

1. Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Gelar Lulusan S.Pd.

Program studi ini mencetak pendidik dan tenaga kependidikan Islam yang memiliki kedalaman spiritual, keluasan ilmu, dan kecakapan pedagogis modern.

  • Profil Lulusan:

    • Pendidik Agama Islam: Guru PAI profesional di sekolah (SD, SMP, SMA/SMK) maupun madrasah (MI, MTs, MA).

    • Peneliti Bidang Pendidikan Islam: Pengembang model dan metode pembelajaran PAI berbasis inovasi.

    • Pengembang Bahan Ajar & Kurikulum: Penyusun materi pendidikan Islam berbasis media digital.

    • Konsultan & Edupreneur Pendidikan: Pengelola lembaga pendidikan Islam mandiri atau konsultan edukasi.

2. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Gelar Lulusan S.Pd.

Menyiapkan tenaga pendidik profesional yang fokus pada pengembangan tumbuh kembang anak tingkat dasar secara holistik.

  • Profil Lulusan:

    • Guru Kelas MI/SD: Pendidik utama yang terampil mengajar mata pelajaran umum dan keIslaman di tingkat dasar.

    • Pengembang Media & Alat Peraga Pembelajaran: Kreator sarana belajar interaktif untuk anak usia dasar.

    • Peneliti Pendidikan Dasar: Mengkaji dan mengembangkan teori serta praktik pembelajaran dasar.

3. Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Gelar Lulusan S.Pd.

Menghasilkan pendidik PAUD/RA yang berkarakter, kreatif, serta memahami tahap perkembangan fisik dan psikologis anak usia dini.

  • Profil Lulusan:

    • Guru/Pendidik PAUD, RA, & TK: Pengajar yang sabar, inovatif, dan memahami karakter dasar anak.

    • Pengelola/Pengembang Lembaga PAUD: Pengusaha dan manajer taman kanak-kanak/RA berbasis keIslaman.

    • Konsultan Tumbuh Kembang Anak: Pembimbing dan pendamping pendidik serta orang tua dalam pendidikan anak usia dini.

4. Program Studi Hukum Tata Negara (Siyasah Syar’iyyah), Gelar Lulusan S.H.

Membekali mahasiswa dengan keahlian di bidang hukum positif, hukum Islam, serta tata kelola pemerintahan dan politik Islam.

  • Profil Lulusan:

    • Praktisi Hukum: Pengacara, konsultan hukum, atau paralegal di bidang konstitusi dan tata negara.

    • Analis Hukum & Kebijakan Publik: Peneliti atau staf ahli lembaga pemerintahan, parlemen, dan non-pemerintah.

    • Aparat Hukum/Pemerintahan: Tenaga profesional di lingkungan Kementerian Agama, Badan Pertanahan, Lembaga Peradilan, dan instansi daerah.

5. Program Studi Ekonomi Syariah, Gelar Lulusan S.E.

Menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menguasai prinsip-prinsip ekonomi Islam, perbankan syariah, serta kewirausahaan berbasis nilai syariah.

  • Profil Lulusan:

    • Praktisi Lembaga Keuangan Syariah: Analis dan pengelola di Bank Syariah, BMT, Asuransi Syariah, serta lembaga zakat dan wakaf (BAZNAS/LAZ).

    • Entrepreneur/Pengusaha Muda Syariah: Pelaku bisnis mandiri berlandaskan etika dan hukum ekonomi Islam.

    • Analis Ekonomi Islam: Peneliti dan perencana ekonomi makro/mikro syariah.

Fasilitasi & Akses Keberlanjutan Studi Alumni (Program Pascasarjana), Termasuk Persiapan Melanjutkan ke Jenjang Pascasarjana

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan memfasilitasi para alumni untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi melalui jalur kemitraan, rekrutmen khusus, dan pendampingan akademik menuju jenjang Magister (S2) hingga Doktor (S3) pada berbagai bidang program studi:

  1. (Magister) Program Studi Pendidikan Agama Islam (S2)

    • Memperdalam keahlian akademik alumni lulusan PAI, PGMI, dan PIAUD dalam pengembangan kurikulum, kepemimpinan pendidikan, dan penelitian pendidikan Islam tingkat lanjut.

  2. (Magister) Ilmu Manajemen / Magister Manajemen (S2)

    • Menyiapkan lulusan Ekonomi Syariah dan program studi lainnya menjadi manajer, pimpinan lembaga, dan strategis bisnis yang profesional.

  3. Doktor Ilmu Manajemen (S3)

    • Fasilitasi dan rekomendasi riset bagi alumni magister untuk meraih jenjang tertinggi dalam tata kelola organisasi, bisnis, dan kepemimpinan manajerial.

  4. Doktor Ilmu Pemerintahan (S3)

    • Peluang studi lanjut bagi alumni rumpun Hukum Tata Negara dan kebijakan publik untuk mendalami kepemimpinan sektor publik, tata kelola pemerintahan daerah, dan analisis kebijakan strategis.

  5. Program Studi Hukum Jenjang Magister (LL.M.) dan Doktor (Ph.D.) – Universiti Sultan Zainal Abidin (Malaysia)

    • Akses dan fasilitasi bagi alumni (khususnya rumpun Hukum Tata Negara/Siyasah) untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister hukum (Master of Laws) dan doktor (Ph.D.) dengan fokus hukum internasional, hukum Islam, serta perbandingan hukum di Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia.

  6. Program Studi Interdisipliner Kelautan dan Pesisir Jenjang Magister (Master) dan Doktor (Ph.D.) – Universiti Malaysia Terengganu (Malaysia)

    • Kemitraan studi tingkat lanjut jenjang Magister dan Doktor untuk kajian interdisipliner sumber daya pesisir, kelautan, dan lingkungan hayati di Universiti Malaysia Terengganu, yang sangat relevan dengan pengembangan potensi wilayah pesisir dan kelautan regional.

  7. Doktor Studi Islam Peminatan Ekoteologi – UCYP University (Malaysia)

    • Program doktor (S3) Studi Islam dengan peminatan khusus Ekoteologi bekerja sama dengan UCYP University, Malaysia. Program ini memadukan kedalaman nilai-nilai keIslaman dengan perhatian terhadap pelestarian lingkungan, keberlanjutan ekosistem, serta isu-isu ekologi global.

  8. International Master in Security, Intelligence and Strategic Studies (Magister) – Dublin City University (Irlandia)

    • Program Magister Internasional dalam Studi Keamanan, Intelijen, dan Strategis di Dublin City University bersama Prof. Christian Kaunert. Mahasiswa akan mengkaji berbagai tantangan keamanan kontemporer, seperti terorisme, perang saudara dan konflik internal negara, migrasi massal, keamanan energi, keamanan siber, hingga kejahatan transnasional.

  9. Jaringan Doktoral EU-GLOCTER (EUropean GLOCal Counter-TERrorism Doctoral Network)

    • Program Doktoral Riset (Ph.D.) berskala global dalam jaringan EU-GLOCTER di bawah koordinasi Prof. Christian Kaunert. Program ini berfokus pada topik utama penanggulangan terorisme global Uni Eropa, keamanan, dan respon terhadap ancaman, yang melibatkan konsorsium universitas mitra dunia seperti Dublin City University (Irlandia), University of South Wales (Inggris), Metropolitan University Prague (Ceko), dan Rey Juan Carlos University (Spanyol).

Proker (ISW)

Penguatan Kapasitas Masyarakat Berbasis Digital, Hukum, dan Inovasi: Optimalisasi Program Kuliah Kerja Amaliah

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Kuliah Kerja Amaliah (KKA) merupakan wujud nyata dari pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi, yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan di luar ruang kuliah, tetapi juga sebagai laboratorium lapangan untuk menghasilkan riset aplikatif dan inovasi berbasis potensi lokal di tingkat desa serta komunitas.

Di era transformasi digital dan ekonomi berbasis pengetahuan saat ini, tantangan masyarakat makin kompleks. Kebutuhan akan tata kelola informasi, perlindungan atas hasil riset dan karya inovatif lokal, serta literasi digital yang inklusif menjadi prioritas. Oleh karena itu, program KKA dirancang secara strategis untuk menjawab tantangan tersebut melalui intervensi yang terukur, relevan, berbasis data (research-based), dan berkelanjutan.

Melalui pengintegrasian aspek sains, teknologi, hukum, keagamaan, serta pemetaan potensi riset, pelaksanaan KKA difokuskan pada penguatan infrastruktur digital dasar, komersialisasi inovasi warga, serta pendampingan kapasitas sosial-hukum masyarakat.

1. Target Program

Target utama dari pelaksanaan KKA ini mencakup empat pilar utama:

  • Penguatan Identitas & Infrastruktur Digital: Mendorong digitalisasi lembaga pendidikan (sekolah/madrasah), komunitas warga, dan pemerintahan desa melalui penyediaan media informasi resmi berbasis web (Information and Communication Technology / ICT paling dasar).

  • Pengembangan Riset Terapan & Inovasi Lokal: Mengidentifikasi, memetakan, dan mentransformasikan potensi lokal menjadi produk inovasi terapan yang berdaya saing serta berbasis riset saintifik.

  • Perlindungan Aset Kekayaan Intelektual: Membangun kesadaran serta memfasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas hasil riset, produk inovasi lokal, dan karya kreatif warga melalui Sentra Kekayaan Intelektual.

  • Harmonisasi Sosial & Ketertiban: Menguatkan peran tokoh agama lokal (Dai Kamtibmas) dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat berbasis nilai-nilai dakwah yang edukatif dan solutif.

2. Rincian Kegiatan

Untuk mencapai target di atas, serangkaian kegiatan terstruktur berbasis riset dan aksi (action research) dilaksanakan selama periode KKA:

  • Eksplorasi Riset Potensi Desa & Inkubasi Inovasi:

    • Pelaksanaan pemetaan partisipatif (participatory mapping) dan penelitian lapangan sederhana untuk mengenali masalah utama serta potensi unggulan desa/komunitas.

    • Pendampingan inovasi produk lokal (misalnya: diversifikasi olahan pangan, teknologi tepat guna sederhana, atau pemanfaatan limbah) agar memenuhi standar kualitas dan kebutuhan pasar.

  • Inisiasi & Pendampingan Sentra Kekayaan Intelektual (KI):

    • Sosialisasi pentingnya perlindungan hasil riset, merek, hak cipta, dan potensi Indikasi Geografis bagi pelaku usaha dan kreator lokal.

    • Pendataan karya riset, invensi tepat guna, serta identifikasi potensi HKI berbasis inovasi desa.

    • Pendampingan teknis pemberkasan dan permohonan pendaftaran HKI ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

  • Pembinaan dan Penguatan Dai Kamtibmas:

    • Pengorganisasian wadah silaturahmi para dai, penyuluh agama, dan tokoh masyarakat lokal.

    • Pelatihan materi dakwah yang mengintegrasikan literasi hukum, kesadaran Kamtibmas, pencegahan hoaks, serta responsif terhadap isu-isu sosial berbasis data riil lapangan.

    • Kolaborasi antara dai, aparatur kepolisian/keamanan setempat, dan pemerintah desa dalam menjaga kondusivitas wilayah.

  • Pengembangan ICT Dasar (Website Sekolah, Madrasah, Komunitas, dan Desa):

    • Pelatihan dan pendampingan pembuatan platform website sederhana, responsif, dan mudah dikelola (User-Friendly).

    • Pelatihan tata kelola konten, publikasi kegiatan riset/inovasi desa, serta pengarsipan data digital bagi operator lokal.

    • Optimalisasi situs web sebagai sarana transparansi publik, etalase hasil riset/inovasi desa, dan media informasi akademik sekolah/madrasah.

3. Luaran (Output & Outcome) Program

Pelaksanaan kegiatan KKA ini menghasilkan luaran berwujud (tangible) maupun takberwujud (intangible), antara lain:

  • Luaran Fisik, Digital, & Inovasi:

    • Terbangunnya website aktif dan siap pakai untuk sekolah, madrasah, komunitas, serta pemerintah desa.

    • Terciptanya prototipe atau produk inovasi tepat guna berbasis potensi desa yang ramah lingkungan dan ekonomis.

    • Dokumen pendaftaran/sertifikat HKI (Hak Cipta, Merek, atau Paten Sederhana) atas produk inovasi lokal yang didampingi.

    • Laporan riset berbasis aksi (Action Research Report) atau draf artikel ilmiah yang mencatat dinamika dan solusi pembangunan desa.

  • Luaran Dampak (Outcome):

    • Peningkatan nilai tambah ekonomi masyarakat melalui komersialisasi produk inovasi terdaftar HKI.

    • Terbentuknya jejaring Dai Kamtibmas yang aktif menyampaikan pesan ketertiban dan kemajuan berbasis data sosial.

    • Meningkatnya kemandirian literasi digital dan tradisi berbasis riset/inovasi dalam pengambilan keputusan di tingkat lokal.

Penutup

Program Kuliah Kerja Amaliah (KKA) bukan selain sebagai kegiatan rutin akademik, juga menjadi sebuah ikhtiar pemandirian masyarakat yang memadukan kekuatan riset, inovasi, dan nilai-nilai pengabdian. Melalui penyediaan infrastruktur ICT paling dasar berupa website, perlindungan karya melalui Sentra Kekayaan Intelektual, hilirisasi inovasi lokal, serta penguatan peran Dai Kamtibmas, KKA berhasil meletakkan fondasi penting bagi pembangunan desa yang inovatif, aman, dan berdaya saing tinggi.

Sehingga, bukan berarti berhenti ketika KKA berakhir. Kesinambungan program ini memerlukan kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan komunitas lokal untuk terus merawat serta mengembangkan potensi berbasis riset yang telah diinisiasi.

Binus (ISW)

Usai Bertemu Pimpinan Binus University, IAI Rawa Aopa Nayatakan Kesiapan Melaksanakan ASEAN Symposium on Higher Education

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta — Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus melangkah maju dalam memperkuat kolaborasi akademik di tingkat regional. Bertempat di Kampus Binus at JWC Senayan, Jakarta, pimpinan IAI Rawa Aopa menggelar pertemuan strategis bersama pimpinan Binus University untuk mematangkan persiapan penyelenggaraan ASEAN Symposium on Higher Education, Senin (3/8/2026).

Kegiatan berskala internasional ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Binus University dan Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM), yang dirancang untuk menjadi wadah diskursus pengembangan serta transformasi pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara.

“ASEAN Symposium on Higher Education merupakan platform kerjasama antara perguruan tinggi di Asia Tenggara. Selain kesyukuran terhadap 11 tahun SEAAM bersama mintra-mitra perguruan tinggi, ini juga menjadi kesempatan mengukuhkan kerjasama perguruan tinggi selama ini. Kita juga menyongsong ASEAN Day yang akan diperingati pada akhir pekan ini,” tegas Ismail Suardi Wekke kepada awak media.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa yang juga bertindak sebagai Komite Saintifik SEAAM, Ismail Suardi Wekke, mengungkapkan bahwa pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam menyelaraskan visi antarlembaga demi menyukseskan simposium tersebut. Menurutnya, kolaborasi antar-perguruan tinggi di ASEAN merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan globalisasi pendidikan.

“Pertemuan hari ini membicarakan kerangka strategis dan kesiapan teknis pelaksanaan simposium. ASEAN Symposium on Higher Education bukan sekadar agenda akademis rutin, melainkan ruang kolaboratif untuk merumuskan arah tata kelola, inovasi riset, dan mobilitas akademik yang inklusif di Asia Tenggara,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela pertemuan di Senayan.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan IAI Rawa Aopa dalam konsorsium ini menegaskan komitmen kampus untuk terus berkontribusi aktif dalam jejaring internasional serta membawa isu-isu strategis pengembangan daerah ke panggung regional.

Simposium ini diharapkan dapat menghadirkan para akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan tinggi dari berbagai negara di ASEAN. Melalui diskusi terarah dan pertukaran gagasan, agenda ini ditargetkan mampu melahirkan rekomendasi konkrit bagi peningkatan mutu serta daya saing perguruan tinggi di kawasan.

KKA (ISW)

Pesan Kepada Peserta KKN untuk Belajar dari Lapangan, KKN IAI Rawa Aopa Diawali dengan Pembekalan

Rawaaopakonsel.ac.id, Meluhu – Suasana khidmat dan penuh nilai kearifan lokal mewarnai pembukaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang diselenggarakan di Rumah Adat pada Senin, 3 Agustus 2026. Mengusung nilai-nilai kebudayaan dan pengabdian masyarakat, rangkaian kegiatan KKN kali ini diawali secara resmi melalui agenda pembekalan intensif bagi seluruh mahasiswa peserta.

Kegiatan pembekalan ini dirancang untuk memberikan kesiapan mental, metodologi pengabdian, serta pemahaman tata krama kemasyarakatan sebelum para mahasiswa diterjunkan langsung ke lokasi penempatan.

Dalam pengarahannya, Ketua Dewan Pembina yang juga merupakan Pendiri Yayasan Penyelenggara IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Al Asri, M.Si., menyampaikan arahan mendalam serta pesan kunci kepada seluruh peserta. Ia menekankan bahwa KKN bukan sekadar pemenuhan SKS akademik, melainkan wahana transformasi diri untuk menyerap realitas kehidupan bermasyarakat.

“KKN adalah kesempatan emas bagi mahasiswa untuk belajar dari lapangan secara langsung. Teori yang didapat di bangku kuliah harus diuji dan disesuaikan dengan kearifan lokal serta kebutuhan masyarakat di lapangan,” tegas Al Asri di hadapan peserta pembekalan.

Beliau juga berpesan agar para mahasiswa senantiasa menjaga integritas, etika, dan nama baik almamater selama berinteraksi dengan warga desa. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu menghidupkan semangat gotong royong dan memberikan kontribusi yang nyata serta berkelanjutan.

Pada periode kali ini, para peserta KKN IAI Rawa Aopa akan ditempatkan secara terdistribusi di 9 posko yang tersebar di 9 desa se-Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Pemilihan wilayah Meluhu sebagai fokus pengabdian ditujukan untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendorong potensi desa, baik dari sektor sosial, keagamaan, pendidikan, maupun pemberdayaan ekonomi lokal.

Dengan mengawali kegiatan di Rumah Adat, diharapkan para mahasiswa memiliki pijakan kultural yang kuat serta mampu beradaptasi dengan cepat, inklusif, dan penuh rasa hormat terhadap adat istiadat setempat selama menjalankan program pengabdian.

KKA(ISW)

Gambaran Program Kerja, Sebuah Kegiatan yang Berdampak Jangka Panjang

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Dalam dinamika pengabdian kepada masyarakat, keberhasilan sebuah program kerja sering kali diukur hanya dari kemeriahan seremoni pelaksanaannya. Padahal, secara teoritis dan praktis, indikator utama keberhasilan pengabdian bukanlah aspek output jangka pendek, melainkan outcome dan impact yang berkelanjutan (sustainable impact).

Pengabdian masyarakat yang ideal dirancang untuk tidak sekadar “datang, memberi, lalu pergi.” Sebaliknya, ia berfungsi sebagai katalisator perubahan sistemik—sebuah intervensi terukur yang mampu membangun kemandirian lokal, memperkuat tata kelola kelembagaan, mendorong keberlanjutan lingkungan, serta menumbuhkan budaya inovasi dan pendidikan inklusif.

Berikut adalah gambaran bagaimana serangkaian program intervensi berbasis pemberdayaan dapat meletakkan fondasi perubahan yang berdampak jangka panjang bagi masyarakat:

1. Penguatan Ekosistem Finansial, Ekonomi Lokal, dan Kemandirian Desa

  • Pembentukan UPZ BAZNAS: Merupakan bentuk sistematisasi penggalangan dana sosial (zakat, infak, dan sedekah) agar pengelolaannya legal, transparan, dan dapat disalurkan secara tepat sasaran untuk menanggulangi kemiskinan serta pemberdayaan ekonomi lokal.
  • Pengembangan UMKM untuk Ekosistem Halal: Pendampingan UMKM dalam mendapatkan sertifikasi halal dan integrasi ke dalam ekosistem industri halal nasional guna meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memperluas akses pasar.
  • Perluasan Keuangan Inklusif (Inclusive Finance): Edukasi dan pemanfaatan produk finansial resmi bagi seluruh lapisan masyarakat—termasuk kelompok rentan—agar memiliki akses terhadap tabungan, pembiayaan mikro, serta sistem pembayaran digital yang aman untuk memutus ketergantungan pada jeratan tengkulak atau pinjaman ilegal.
  • Pengembangan Koperasi Desa Wisata: Mengonsolidasikan potensi pariwisata berbasis komunitas melalui kelembagaan koperasi. Keberadaan koperasi desa wisata memastikan pengelolaan destinasi dilakukan secara kolektif, profesional, dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.

2. Kepastian Hukum dan Tata Kelola Keagamaan

  • Pendataan Tanah Wakaf: Bentuk mitigasi risiko hukum dan perlindungan aset publik melalui inventarisasi serta sertifikasi aset wakaf, guna mencegah sengketa dan memfasilitasi optimalisasi aset untuk fungsi sosial maupun ekonomi produktif.
  • Mendorong Rekening atas Nama Masjid: Modernisasi manajemen tempat ibadah dari rekening pribadi pengurus menjadi rekening lembaga berbadan hukum demi menjamin akuntabilitas, transparansi pencatatan, dan membuka kemitraan strategis secara resmi.

3. Akses, Kualitas Pendidikan, dan Keberlanjutan SDM

  • Pendirian & Penguatan PAUD/TK serta Beasiswa Pendidikan Guru: Memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini sekaligus membuka akses kesempatan kuliah bagi guru dan calon guru PAUD agar memiliki kualifikasi pedagogis yang mumpuni.
  • Sosialisasi Perguruan Tinggi bagi Lulusan SMA/SMK: Memberikan edukasi, pemetaan jalur masuk, dan informasi beasiswa perguruan tinggi bagi siswa kelas akhir guna memotivasi mereka melanjutkan studi dan meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi.
  • Fasilitasi Deep Learning di Sekolah: Mendorong transformasi cara mengajar guru dari sekadar transfer informasi menjadi fasilitator pembelajaran mendalam (surface to deep learning) yang melatih daya kritis dan pemecahan masalah (problem solving).
  • Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah: Menghadirkan pendekatan humanis dalam proses belajar-mengajar guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak, sekaligus membina karakter serta empati peserta didik.

4. Digitalisasi Berkelanjutan dan Ruang Digital yang Aman

  • Digitalisasi Desa Berbasis Website: Pembangunan website resmi desa sebagai portal transparansi publik, pelayanan administrasi digital, dan media promosi potensi desa menuju smart village.
  • Digitalisasi Sekolah dan Madrasah: Mengawali transformasi digital melalui peluncuran website sekolah/madrasah sebagai sarana informasi, transparansi akademik, portofolio lembaga, dan media komunikasi warga sekolah.
  • Edukasi Ruang Digital yang Aman dan Nyaman: Mengimbangi digitalisasi dengan pemahaman literasi digital, keamanan data pribadi, pencegahan cyberbullying, serta etika berinternet. Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan digital yang produktif, sehat, dan bebas dari disinformasi maupun kejahatan siber.

5. Tata Kelola Data, Demokrasi, Inovasi, dan Transisi Energi

  • Pemetaan Sekolah, Kecukupan Guru, dan Integrasi Digital: Pengumpulan data terpadu untuk memetakan kondisi fisik sekolah, rasio kebutuhan guru, serta ketersediaan sarana digital sebagai basis pengambilan keputusan berbasis data (evidence-based policy).
  • Sosialisasi dan Edukasi Demokrasi Bersama KPU: Kolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam rangka pendidikan pemilih (voter education), khususnya bagi pemilih pemula, untuk meningkatkan literasi politik dan kesadaran hak sipil.
  • Pengembangan Inovasi Daerah Berkelanjutan bersama BRIDA: Bermitra dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) untuk mengidentifikasi potensi lokal, mengkaji permasalahan daerah, dan merumuskan inovasi berbasis riset yang dapat diterapkan secara nyata.
  • Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT): Edukasi dan penerapannya di tingkat lokal (seperti penggunaan lampu jalan tenaga surya, pengolahan biomassa, atau mikrohidro). Langkah ini mendidik masyarakat untuk mulai mengadopsi energi bersih, ramah lingkungan, dan hemat biaya dalam jangka panjang.

Penutup

Program kerja pengabdian yang berdampak jangka panjang adalah program yang berani berinvestasi pada dua fondasi utama: kelembagaan yang akuntabel dan sumber daya manusia yang berdaya serta berwawasan lingkungan.

Melalui kombinasi legalitas aset, keuangan inklusif, penguatan koperasi desa wisata, digitalisasi yang aman, hingga adopsi Energi Baru dan Terbarukan (EBT), kita sedang meletakkan dasar bagi kemandirian komunitas yang tangguh dan berkelanjutan. Di sisi lain, melalui pembinaan pendidikan dari PAUD hingga perguruan tinggi, pelatihan pedagogi deep learning, literasi demokrasi bersama KPU, serta riset daerah bersama BRIDA, kita sedang mencetak generasi masa depan yang bernalar kritis, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Keberhasilan sejati dari sebuah pengabdian masyarakat tidak pernah diukur saat program tersebut selesai dilaksanakan, melainkan ketika sistem yang telah dibangun terus berjalan, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat secara mandiri.

HIDI (ISW)

IAI Rawa Aopa Bersiap Melaksanakan KKA, Mendapatkan Dukungan dari HIDI Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersiap menerjunkan ratusan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Amaliah (KKA) mendatang. Sebagai kelanjutan dari pelaksanaan sebelumnya, program pengabdian masyarakat terpadu ini mendapatkan amunisi dan dukungan penuh dari Halal Industry Development of Indonesia (HIDI) Indonesia, khususnya dalam akselerasi literasi serta regulasi halal di tingkat masyarakat.

Kepastian sinergi strategis ini dicapai setelah Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menjalin komunikasi intensif dengan Direktur HIDI Indonesia, Assoc. Prof. Dr. Muhammad Nusran. Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapan menghadapi pemberlakuan ketentuan wajib halal yang ditargetkan mulai berlaku penuh pada Oktober mendatang.

Melalui kerja sama ini, para mahasiswa peserta KKA tidak hanya akan menyerap aspirasi dan mendampingi warga, tetapi juga dibekali peran khusus sebagai agen penyebar informasi mengenai regulasi dan pentingnya kesadaran produk halal di kawasan pedesaan.

Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa KKA tahun ini didesain agar memberikan dampak konkrit, tidak hanya bagi kurikulum akademik mahasiswa, tetapi juga bagi kebutuhan praktis masyarakat dan para pelaku usaha kecil di daerah.

“KKA bukan sekadar rutinitas akademik tahunan, melainkan bentuk nyata integrasi ilmu dan pengabdian. Melalui kolaborasi dengan HIDI Indonesia, mahasiswa IAI Rawa Aopa akan menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat dan mendampingi pelaku usaha lokal agar siap menghadapi kewajiban sertifikasi halal Oktober mendatang,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Sementara itu, pihak HIDI Indonesia menyambut baik langkah proaktif yang diambil oleh manajemen IAI Rawa Aopa. Direktur HIDI Indonesia, Assoc. Prof. Dr. Muhammad Nusran, menyatakan komitmennya untuk memberikan pendampingan materi hingga pembekalan teknis bagi mahasiswa sebelum diterjunkan ke lapangan.

Nusran menilai perguruan tinggi memiliki peran kunci sebagai jembatan informasi antara regulasi pemerintah — terkait ekosistem halal — dengan realitas para pelaku UMKM di akar rumput.

Dengan adanya sinergi antara IAI Rawa Aopa dan HIDI Indonesia ini, pelaksanaan KKA diharapkan dapat mempercepat terbentuknya ekosistem desa sadar halal, sekaligus memastikan para pelaku usaha lokal siap dan terfasilitasi sebelum regulasi wajib halal diberlakukan secara menyeluruh.

KKA (ISW)

KKN di Bulan Kemerdekaan, IAI Rawa Aopa Siap Tempatkan Mahasiswa di Desa atau Kelurahan

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari — Menyambut bulan kemerdekaan, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menetapkan pelaksanaan program Kuliah Kerja Amaliah (KKA). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) terpadu ini dijadwalkan berlangsung sepanjang bulan Agustus sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pembangunan desa dan kelurahan.

Keputusan pelaksanaan serta penjadwalan kegiatan tersebut diambil berdasarkan keputusan jajaran pimpinan IAI Rawa Aopa. Melalui skema terstruktur ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga hadir memberikan dampak sosial di tengah masyarakat.

Sebagai langkah awal, pimpinan dan tim panitia pelaksana telah menerjunkan tim untuk melakukan survei lapangan ke sejumlah lokasi yang menjadi calon penempatan. Langkah ini diambil untuk memetakan potensi wilayah sekaligus mengidentifikasi kebutuhan riil masyarakat setempat sebelum mahasiswa diterjunkan secara resmi.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan bahwa tahapan survei ini menjadi langkah awal agar program kerja mahasiswa nantinya relevan dan tepat sasaran.

“Survei lapangan ini merupakan bagian dari pemetaan awal. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran mahasiswa KKA benar-benar menjawab kebutuhan desa, sekaligus menjadi sarana belajar yang kontekstual bagi mereka di tengah dinamika masyarakat,” ujar Ismail.

Usai survei lapangan, rangkaian persiapan dilanjutkan dengan pembekalan melalui pelatihan online. Pelatihan berbasis digital ini dirancang untuk membekali calon peserta KKA dengan pemahaman metodologi pengabdian masyarakat, etika berinteraksi di tengah warga, hingga teknik penyusunan program kerja yang efektif dan berkelanjutan.

Rangkaian alur persiapan tersebut kemudian difinalisasi dalam rapat koordinasi internal. Rapat ini membahas kesiapan teknis, pembagian dosen pembimbing lapangan (DPL), serta skema mitigasi dan pendampingan selama mahasiswa berada di lokasi penempatan.

Program KKA sendiri merupakan manifestasi dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang memadukan prinsip akademik dengan pengabdian masyarakat berbasis nilai-nilai Amaliah. Melalui momentum bulan kemerdekaan ini, IAI Rawa Aopa berkomitmen melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berjiwa sosial dan siap mengabdi untuk kemajuan daerah.