Halal (ISW)

Pelatihan Pendamping PPH, Halal Center Politeknik AKA Bogor

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (PPH) yang diselenggarakan oleh Halal Center Politeknik AKA Bogor merupakan program yang dirancang untuk mencetak tenaga ahli yang kompeten dalam mendukung percepatan sertifikasi halal di Indonesia. Program ini bertujuan membekali para peserta dengan pemahaman mendalam mengenai regulasi Jaminan Produk Halal (JPH), kriteria Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), serta teknik verifikasi dan validasi lapangan.

Sebagai lembaga di bawah naungan institusi pendidikan vokasi yang berfokus pada analisis kimia dan industri, pelatihan ini menjamin kualitas kurikulum yang selaras dengan standar teknis dan hukum yang berlaku. Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi komprehensif yang mencakup kebijakan pemerintah terkait sertifikasi halal jalur Self Declare bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

Fokus utama instruksi meliputi tata cara pemeriksaan bahan, pemantauan proses produksi, hingga penggunaan sistem informasi Sihalal. Dengan pendekatan praktis, Halal Center Politeknik AKA Bogor memastikan setiap calon Pendamping PPH tidak hanya memahami teori secara tekstual, tetapi juga mampu melakukan pendampingan secara presisi agar produk yang dihasilkan pelaku usaha benar-benar memenuhi kriteria kehalalan yang mutlak.

Melalui inisiatif ini, Halal Center Politeknik AKA Bogor berperan aktif dalam membangun ekosistem halal nasional yang kuat dan terpercaya. Lulusan pelatihan ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam membantu UMKM memperoleh sertifikat halal, yang pada gilirannya akan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.

Sinergi antara keahlian teknis laboratorium yang dimiliki Politeknik AKA dengan integritas proses sertifikasi menjadikan pelatihan ini sebagai salah satu rujukan utama bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam industri halal di Indonesia.

Silahkan mendaftar dengan mengisi link pendaftaran melalui tautan: https://bit.ly/Pendaftaran_P3H_24

UKM (ISW)

Kerjasama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia, Perkuat Kajian Islam

Rawaaopakonsel.ac.id, Bangi, – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tetap mempertahankan langkahnya di kancah internasional dengan menjalin kolaborasi strategis bersama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kerja sama ini difokuskan pada penguatan kajian Islam dan pengembangan riset akademik yang relevan dengan tantangan global saat ini. Kemitraan tersebut diharapkan mampu membuka cakrawala baru bagi sivitas akademika dalam menghasilkan pemikiran Islam yang moderat dan inovatif.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari peta jalan institusi untuk menjadi pusat unggulan kajian Islam di Asia Tenggara. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan universitas kelas dunia seperti UKM akan memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kualitas publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa. 

Ismail yang saat ini berada di Universiti Kebangsaan Malaysia untuk acara Youth leadership Dialogue, juga menggunakan kesempatan untuk bertemu dengan dosen dari Fakutas Pengajian Islam UKM. “Salah satu mitra yang dekat dengan secara keilmuan adalah FKI,” kata Ismail di Bangi, Selasa, 10 Februari 2026.

Selain itu, Ismail menyampaikan bahwa melalui pertukaran gagasan ini, IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan metodologi riset internasional yang mutakhir. Dalam sebuah yang sama, Ismail Suardi Wekke secara lugas memberikan pandangannya terkait visi besar di balik kerja sama ini. 

“Kemitraan dengan UKM bukan sekadar seremoni tanda tangan, melainkan jembatan intelektual untuk memperdalam kajian Islam yang inklusif dan transformatif,” ujar Ismail menekankan substansi kolaborasi tersebut. 

Ia juga menambahkan, “Kami ingin memastikan bahwa setiap riset yang dihasilkan dari kerja sama ini mampu menjawab problematika sosial keagamaan yang sedang berkembang di kedua negara.” 

Lebih lanjut, Ismail menyatakan, “IAI Rawa Aopa siap menyediakan sumber daya terbaik guna menyukseskan agenda riset bersama demi kemajuan peradaban Islam di kawasan regional.”

Ismail juga panduan teknis terkait implementasi program tersebut ke depannya. Beliau memaparkan bahwa akan ada agenda rutin berupa simposium bersama dan workshop penulisan jurnal internasional yang akan melibatkan pakar-pakar dari kedua belah pihak. 

Menurutnya, fokus utama dalam waktu dekat adalah penyelarasan kurikulum berbasis riset yang dapat diakses oleh mahasiswa di kedua institusi. Beliau mengharapkan agar seluruh elemen di IAI Rawa Aopa dapat merespons peluang emas ini dengan meningkatkan kompetensi akademik mereka di level global.

Langkah progresif ini menandai era baru bagi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam memperluas jejaring internasionalnya. Dengan dukungan penuh dari jajaran rektorat, institusi ini optimis dapat melahirkan ilmuwan-ilmuwan Muslim yang tidak hanya kompeten secara teologis, tetapi juga memiliki daya saing tinggi dalam dunia riset internasional.

Penelitian Kolaboratif (ISW)

Jalin Kerja Sama Penelitian dengan Binus dan UKM Malaysia

Rawaaopakonsel.ac.id, Kuala Lumpur – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan berikhtiar memperluas jejaring akademiknya di kancah internasional melalui keterlibatan dalam proyek penelitian kolaboratif lintas negara. Dalam perencanaan awal tahun ini, institusi ini menggandeng dua perguruan tinggi ternama, yakni Binus University dari Indonesia dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kolaborasi ini dirancang untuk memadukan berbagai keahlian multidisiplin guna menjawab tantangan regional di Asia Tenggara.

Keterlibatan IAI Rawa Aopa dalam konsorsium penelitian ini menandai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas luaran akademik dan reputasi institusi. Melalui kemitraan ini, ketiga universitas berkomitmen untuk melakukan pertukaran data, pengembangan metodologi bersama, hingga publikasi karya ilmiah pada jurnal bereputasi internasional. Langkah ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah pesisir dan perdesaan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari peta jalan institusi untuk menjadi pusat keunggulan riset. Menurutnya, kolaborasi dengan Binus University dan UKM Malaysia akan memberikan warna baru bagi iklim akademik di IAI Rawa Aopa. Ia menilai bahwa kehadiran mitra internasional seperti UKM akan memperkuat aspek komparatif dalam riset yang dilakukan, sehingga hasil penelitian memiliki dampak yang lebih luas secara global.

Dalam kesempatan saat tiba di Kuala Lumpur, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya kolaborasi ini bagi masa depan dosen dan peneliti di lingkungan kampus. “Kerja sama ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas, melainkan langkah nyata bagi dosen kami untuk mendalami standar riset internasional bersama pakar dari Binus dan UKM,” ungkap Ismail Suardi Wekke di Bangi (Malaysia), Senin, 9 Februari 2026. 

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sangat antusias menyambut kolaborasi ini karena menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa perguruan tinggi di daerah mampu bersaing di panggung dunia. “Kami percaya bahwa jarak geografis justru menjadi peluang untuk melahirkan karya ilmiah yang berkualitas tinggi dan relevan bagi publik global,” tuturnya dengan optimis.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa alokasi sumber daya institusi akan diarahkan untuk mendukung penuh setiap tahapan penelitian kolaboratif ini. Ia menyatakan bahwa pihak rektorat telah menyiapkan skema pendukung agar para peneliti dapat fokus bekerja sama dengan mitra dari Malaysia dan Jakarta tanpa terkendala urusan administratif. 

Dengan komitmen yang kuat tersebut, IAI Rawa Aopa berharap hasil riset ini nantinya dapat menjadi rujukan bagi para pengambil kebijakan dalam menyusun program pembangunan yang berbasis data dan ilmu pengetahuan. “Terima kasih kepada BINUS dan Universiti Kebangsaan Malaysia yang bersedia menerima kehadiran kami,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Ramadhan (ISW)

IAI Rawa Aopa dan STIT Sunan Giri Bima Perkuat Sinergi Lewat Program Kolaboratif Ramadhan

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Menyambut bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima. Kedua institusi pendidikan tinggi Islam ini sepakat untuk meluncurkan serangkaian program kolaboratif yang fokus pada pengembangan pengabdian masyarakat dan penguatan literasi keagamaan.

“Kita bertemu di Jakarta, dan mendiskusikan sebuah program untuk belajar bersama sepanjang Ramadhan dengan kegiatan intensif bagi penelitian dan publikasi,” papar Ismail Suardi Wekke di Jakarta, Minggu, 8 Februari 2026.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk memperluas jangkauan syiar akademik di luar batas wilayah masing-masing kampus. Menurutnya, momentum Ramadhan adalah waktu yang paling tepat untuk mengimplementasikan nilai-nilai pengabdian yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi secara lebih bermakna.

Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa sinergi ini akan menjadi sarana dalam penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa. Beliau juga menekankan pentingnya bagi perguruan tinggi untuk tidak hanya menjadi menara gading, melainkan harus hadir dimulai dari soliditas internal. 

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa luaran dari program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kompetensi dosen dan mahasiswa dalam menuliskan program riset yang telah dijalankan melalui program-program yang inovatif dan relevan.

Dalam sebuah sesi wawancara, Ismail menegaskan komitmen institusinya terhadap keberlanjutan program ini. “Kami ingin memastikan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa dan STIT Sunan Giri Bima dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, Dalam kesempatan selama Ramadhan justru kita bisa terus belajar,” ujar Ismail yang bersiap berangkat ke Kuala Lumpur.

Ia juga menambahkan mengenai aspek teknis pelaksanaan kegiatan tersebut di lapangan. “Kerja sama ini telah berjalan dan justru meomentum Ramadhan menjadi kesempatan mempertahankan kerjasama yang sudah berlangsung selama ini,” tegasnya. 

Menutup pernyataannya, Ismail memberikan pesan mengenai visi jangka panjang dari kemitraan ini. “Momentum ini adalah awal dari kolaborasi lintas provinsi yang akan menjadi pola kerja dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat berbasis keagamaan di Indonesia Timur,” pungkasnya.

Program kolaboratif ini rencananya akan dilaksanakan sepanjang bulan suci Ramadhan, dan tidak terbatas pada dua kampus. “Kita sebagai pelaksana teknis saja, namun justru menjadi platform kerjasama lintas kampus,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Women (ISW)

IAI Rawa Aopa Perkuat Ekosistem Wirausaha Perempuan Melalui Program EMPOWHER

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menginisiasi program EMPOWHER, sebuah langkah strategis yang dirancang khusus untuk memperkuat peran perempuan dalam sektor kewirausahaan. Program ini hadir sebagai respons terhadap dinamika ekonomi digital yang menuntut kemandirian serta inovasi dari pelaku usaha kreatif, khususnya di kalangan perempuan di Sulawesi Tenggara.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menegaskan bahwa keberadaan program ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan sebuah gerakan pemberdayaan yang sistematis. Menurutnya, EMPOWHER bertujuan untuk menjembatani kesenjangan akses sumber daya yang selama ini sering menjadi hambatan bagi perempuan dalam memulai maupun mengembangkan bisnis mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan pandangan mendalam mengenai visi besar di balik program ini. “Kami percaya bahwa ketika seorang perempuan berdaya secara ekonomi, maka dampak positifnya akan dirasakan langsung oleh keluarga dan masyarakat luas di sekitarnya,” ujar Ismail Suardi Wekke saat mendiskusikan acara tersebut di sela-sela acara ICOBAR-SMART di Binus University, Jakarta, 5 Februari 2026.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam kurikulum program ini. “EMPOWHER dirancang untuk memastikan bahwa para peserta tidak hanya mahir dalam memproduksi barang, tetapi juga unggul dalam menaklukkan pasar digital yang kian kompetitif,” tegasnya. 

Ismail juga menambahkan komitmen institusinya dalam pengawalan program tersebut dengan menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa akan menjadi inkubator yang menyediakan pendampingan berkelanjutan bagi setiap peserta hingga mereka mampu berdiri mandiri di atas kaki sendiri.

Secara teknis, Ismail menjelaskan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah memetakan potensi lokal yang bisa diangkat ke skala nasional melalui sentuhan kewirausahaan modern. Ia menyampaikan bahwa pihak universitas telah menyiapkan skema dukungan infrastruktur dan jaringan yang luas untuk memfasilitasi kebutuhan para srikandi wirausaha ini. 

Selain itu, Ismail mengungkapkan harapannya agar program ini mampu menciptakan model bisnis yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Konawe Selatan. “Sehingga kita juga berupaya mendatapkan dukungan dari institusi yang memiliki program terkait keuangan inklusif,” papar Ismail.

Melalui sinergi antara akademisi dan praktisi, EMPOWHER diharapkan menjadi katalisator bagi lahirnya pengusaha perempuan yang tangguh. Ismail meyakini bahwa penguatan kapasitas intelektual dan manajerial melalui program ini akan menjadi modal utama bagi perempuan untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi di masa depan dengan rasa percaya diri yang tinggi. “Begitu pula keterlibatan perguruan tinggi di Jakarta, semisal Binus University, dan juga Jakarta Business School, sehingga wirausaha kita memiliki kesempatan melihat Jakarta,” pungkas Ismail.

 

MUI (ISW)

Presiden Prabowo Saksikan Pengukuhan Pengurus MUI Masa Khidmat 2025–2030, Pimpinan IAI Rawa Turut Hadir

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri dan menyaksikan langsung prosesi pengukuhan kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa khidmat 2025–2030. Acara yang berlangsung khidmat di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu (7 Februari 2026) ini mengusung tema besar “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa”. Kehadiran jajaran pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan dalam perhelatan nasional ini menegaskan keikutsertaan perguruan tinggi di Konawe Selatan dalam agenda nasional.

Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB dengan didampingi sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih, termasuk Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa pengukuhan ini merupakan simbol vital persatuan antara ulama dan umara (pemimpin pemerintahan). Ia meyakini bahwa bersatunya kedua elemen ini adalah kunci utama untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang besar, makmur, dan berdaulat.

Momentum ini juga mendapat perhatian khusus dari akademisi, salah satunya Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke. Dalam keterangannya di sela acara, Ismail Suardi Wekke memberikan apresiasi mendalam atas pengukuhan ini. Ia menyatakan bahwa pengukuhan pengurus MUI periode 2025–2030 bukan sekadar pergantian struktur, melainkan energi baru dalam memperkokoh ukhuwah Islamiyah di seluruh pelosok tanah air. 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menyelaraskan program-program akademik dan pengabdian masyarakat dengan visi besar MUI dalam menjaga moralitas bangsa. Ismail juga menekankan bahwa kehadiran Presiden Prabowo memberikan legitimasi kuat bahwa kolaborasi antara kepemimpinan politik dan bimbingan spiritual ulama adalah fondasi tak tergoyahkan bagi stabilitas nasional.

Senada dengan pengamatan tersebut, Ismail Suardi Wekke secara lugas memberikan pernyataan langsung terkait signifikansi acara ini. “Kami melihat pengukuhan ini sebagai tonggak penting di mana nilai-nilai agama dan kebijakan negara berjalan beriringan untuk kemaslahatan umat,” ujar Ismail. 

Ia juga menambahkan, “IAI Rawa Aopa akan terus menjadi mitra strategis MUI dalam melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang luhur.” Menutup pernyatannya, Ismail menegaskan bahwa sinergi ini adalah cerminan nyata dari semangat gotong royong yang menjadi identitas bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Pengukuhan pengurus MUI ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan bernomor Kep-1/DP-MUI/XI/2025 yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan. Dengan formasi kepengurusan baru ini, MUI diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam membimbing umat serta mendukung komitmen pemerintah, termasuk dalam upaya pemberantasan korupsi dan perlindungan kekayaan sumber daya alam Indonesia.

ICOBAR (ISW)

BINUS University Gandeng IAI Rawa Aopa, Sajikan Publikasi Bersama dan Perkuat Riset Global di ICOBAR-SMART 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – IAI Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperluas cakrawala kolaborasi akademik internasional. Pekan ini dengan turut menghadiri penyelenggaraan ICOBAR–SMART 2026 pada 5–6 Februari 2026 di Jakarta. ICOBAR 2026, Mengusung tema “Convergence 2026: Smart Governance, Intelligent Business, and Revolutionary Mobility for a Sustainable Global Ecosystem,” konferensi ini menjadi momentum spesial berkat kolaborasi erat antara BINUS University, dengan Korean Institute of Information Technology (KIIT) dari Korea Selatan. 

Sementara itu, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, mendapatkan peluang untuk digandeng oleh BINUS University. Kehadiran IAI Rawa Aopa dalam konferensi ini menandai langkah dalam mengintegrasikan perspektif teknologi modern dengan nilai-nilai tata kelola yang inklusif. Dengan melibatkan kontribusi melalui publikasi 261 paper, konferensi ini menyoroti bagaimana teknologi digital harus mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat secara adil.

Tema tahun ini mencerminkan urgensi global dalam memastikan percepatan teknologi—mulai dari kecerdasan buatan (AI) hingga sistem mobilitas cerdas—berjalan selaras dengan tata kelola yang adaptif. Keterlibatan IAI Rawa Aopa memperkuat dimensi sosial-humaniora dalam riset-riset yang dipresentasikan, memastikan bahwa inovasi teknologi tetap berorientasi pada pemberdayaan manusia.

Vice Rector of Research and Technology Transfer BINUS University, Prof. Dr. Juneman Abraham, M.Psi., menekankan bahwa teknologi tidak boleh hanya menjadi milik elit. “Bersama mitra strategis kami, kami berkomitmen memastikan inovasi digital benar-benar menjadi milik publik dan digunakan untuk mempersempit jurang kesenjangan sosial. Kami berupaya agar teknologi masa depan tidak memperlakukan manusia sekadar sebagai data, melainkan sebagai subjek yang berdaya,” ujar Juneman.

ICOBAR–SMART 2026 menghadirkan rangkaian diskusi lintas disiplin yang mencakup: Kecerdasan Buatan (AI) & Internet of Things (IoT), Smart Mobility & Digitalisasi Rantai Pasok, Tata Kelola & Kebijakan Publik, dan Pengembangan Keterampilan Masa Depan & Keberlanjutan.

Dr. Joice Yulinda Luke, Chair Organizing Committee, menyambut hangat kolaborasi ini. Ia menyatakan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa bersama KIIT Korea Selatan memperkaya kualitas akademik dan memperluas jejaring internasional yang berlandaskan keberagaman perspektif.

Kemitraan dengan KIIT, yang menaungi 7.500 peneliti dari 200 universitas, semakin memperkokoh posisi Indonesia dalam ekosistem riset global. Prof. Insik Choi, President KIIT, menambahkan bahwa tantangan keberlanjutan menuntut kolaborasi lintas negara yang kuat. Sinergi antara BINUS, IAI Rawa Aopa, dan KIIT diharapkan menjadi jembatan bagi lahirnya solusi praktis yang relevan dengan kebutuhan industri dan pembangunan berkelanjutan di tingkat dunia.

Sementara itu, Ismail Suardi Wekke yang turut hadir, tidak saja dalam kaitan kolaborasi riset dengan faculty member Binus University, tetapi turut berkolaborasi dalam penyiapan outlet publikasi. “Kami menawarkan kepada komite saintifik ICOBAR 2026, untuk memberikan rekomendasi kepada para pemakalah dalam menyiapkan publikasi,” pungkas Ismail Suardi Wekke di Jakarta, usai mengikuti kegiatan tersebut di Kampus BINUS @kemanggisan. 

YLD (ISW)

Bersiap Menghadiri Youth Leadership di Universiti Kebangsaan Malaysia, Pimpinan IAI Rawa Aopa Meneruskan Kerjasama dengan UKM

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat jejaring internasionalnya dengan mempererat kemitraan strategis bersama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Langkah ini ditandai dengan persiapan keberangkatan delegasi pimpinan institusi untuk menghadiri ajang bergengsi Youth Leadership yang akan diselenggarakan di kampus UKM, Bangi, Malaysia (11 Februari 2026). 

Kunjungan ini tidak sekadar menghadiri undangan seremonial, melainkan menjadi momentum krusial dalam menindaklanjuti serta mempererat kerja sama akademik yang telah terjalin selama ini. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari tindak lanjut terkait peta jalan institusi menuju rekognisi global. 

Ismail menjelaskan bahwa kehadiran pimpinan di Malaysia bertujuan untuk memastikan bahwa setiap butir kesepakatan yang akan ditandatangani dapat diimplementasikan dalam program konkret yang menyentuh kebutuhan mahasiswa dan dosen. Menurutnya, sinergi dengan perguruan tinggi papan atas seperti UKM akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan standar mutu di lingkungan IAI Rawa Aopa.

“Kehadiran kami di UKM adalah bukti nyata komitmen institusi dalam membekali mahasiswa dengan wawasan kepemimpinan internasional yang relevan dengan tantangan zaman,” tegas Ismail Suardi Wekke saat menerima konfirmasi bahwa akan hadir di sana, usai menerima undangan setelah menghadiri kegiatan pengukuhan Majelis Ulama Indonesia di Masjid Istiqlal (Sabtu, 7 Februari 2026). 

Beliau menambahkan bahwa penguatan kerja sama ini mencakup pertukaran riset dan pengembangan sumber daya manusia yang terintegrasi. “Kami tidak ingin kerja sama ini sebagai pemenuhan akreditasi saja. Sehingga pertemuan di Bangi nanti akan fokus pada kolaborasi penelitian lintas negara yang lebih mendalam,” lanjutnya dengan penuh optimisme.

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya platform kepemimpinan pemuda sebagai sarana bagi mahasiswa untuk membangun jejaring lintas budaya. Ismail menyebutkan bahwa forum Youth Leadership di UKM akan menjadi jembatan bagi mahasiswa IAI Rawa Aopa untuk belajar langsung dari ekosistem akademik internasional. 

Ia berpendapat bahwa keterlibatan aktif dalam agenda internasional akan membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa yang inklusif dan berdaya saing global. Ismail berharap kunjungan ini dapat mempercepat proses transformasi IAI Rawa Aopa menjadi pusat keunggulan akademik di Sulawesi Tenggara yang diakui secara internasional.

Menutup keterangannya, Ismail menggarisbawahi pentingnya kesinambungan hubungan baik dengan institusi di luar negeri. “Hubungan antara IAI Rawa Aopa dan UKM telah melewati fase perkenalan, dan saat ini adalah momentum untuk melangkah ke level berikutnya,” pungkas Ismail. Melalui kunjungan ini, IAI Rawa Aopa menargetkan adanya pembaharuan LoI yang lebih spesifik pada bidang inovasi digital dan tata kelola perguruan tinggi, guna mendukung percepatan akreditasi institusi di masa mendatang.

SEASIHE (ISW)

Dapatkan Dukungan BKSPTIS dan UniSZA, IAI Rawa Aopa Siap Gelar SEASIHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempertahankan langkah dalam kancah akademik internasional melalui persiapan penyelenggaraan Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026. Momentum ini dipertahankan setelah perguruan tinggi tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS) se-Indonesia serta Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia, yang akan memperluas jejaring riset dan kolaborasi antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa sinergi antara BKSPTIS dan UniSZA merupakan fondasi dalam memastikan pelaksanaan simposium mendatang. Beliau menekankan bahwa kolaborasi ini akan menjadi sebuah ikhtiar strategis untuk mengangkat posisi perguruan tinggi Islam lokal ke tingkat global. 

Menurutnya, dukungan dari lembaga besar seperti UniSZA memberikan kepercayaan diri lebih bagi IAI Rawa Aopa dalam mengelola perhelatan ilmiah berskala internasional. “Kita akan mengkomunikasikan ini semakin luas ke pelbagai perguruan tinggi Islam. Termasuk dalam jejaring Al Washliyah,” ungkap Ismail di Masjid Istiqlal setelah menghadiri pengukuhan Majelis Ulama Indonesia, Sabtu, 7 Februari 2026.

Sebagaimana diketahui bahwa SEASIHE 2026 akan dilaksanakan di Kendari-Andoolo, Sulawesi Tenggara, pada bulan Mei yang akan datang. Sekaligus sebuah kesempatan mendorong wujudnya kerjasama perguruan tinggi luar negeri dengan pemerintah kabupaten Konawe Selatan.

“Penyelenggaraan SEASIHE 2026 adalah manifestasi dari komitmen kami untuk menjadikan Konawe Selatan sebagai salah satu titik temu pemikiran interdisipliner Islam di Asia Tenggara,” ujar Ismail Suardi Wekke sesaat setelah menyapa Ketua Umum PB Al Wahliyah yang dilantik menjadi pengurus MUI. 

Ismail menambahkan bahwa keterlibatan BKSPTIS akan menjadi jembatan bagi berbagai kampus swasta di Indonesia untuk turut serta dalam diskursus global. “Kami ingin memastikan bahwa setiap gagasan yang lahir dari simposium ini memiliki dampak bagi pengembangan kurikulum dan tata kelola perguruan tinggi Islam,” tegasnya.

Selain itu, Ismail juga menjelaskan bahwa persiapan aspek infrastruktur dan sumber daya manusia terus dikebut guna menyambut para delegasi dari mancanegara. Beliau menyampaikan bahwa dukungan administratif dan anggaran telah dialokasikan secara proporsional demi kelancaran acara tersebut. Pihak IAI Rawa Aopa optimis bahwa dengan dukungan teknis dari mitra luar negeri, SEASIHE 2026 akan mampu menghasilkan luaran publikasi ilmiah yang kompetitif dan diakui secara internasional.

Menutup keterangannya, Ismail menggarisbawahi pentingnya momentum ini bagi pengembangan institusi di masa depan. “Dukungan UniSZA dan BKSPTIS adalah bukti bahwa IAI Rawa Aopa dapat menjadi motor penggerak kolaborasi akademik lintas batas,” ucap Ismail secara optimis. Kehadiran simposium ini diharapkan tidak hanya memperkuat profil kampus, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas melalui penyebaran ilmu pengetahuan yang relevan dengan tantangan zaman.

Koperasi (ISW)

Program Sarjana Penggerak Koperasi melalui Kuliah di Program Studi Hukum Tata Negara

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Program ini fokus pada akselerasi talenta muda. Target utamanya adalah lulusan sarjana berpotensi tinggi dan dengan minat khusus. Ini sebagai kesempatan membangun ekosistem profesional di lingkungan koperasi. Tujuannya adalah memperkuat daya saing kelembagaan secara nasional.

Para peserta akan menjalani pelatihan intensif dalam kerangka program sarjana di program studi Hukum Tata Negara, lulusan akan memperoleh gelar S.H. Materi diantaranya mencakup manajemen modern dan teknologi digital. Kami mengasah jiwa intelektual. Mereka disiapkan untuk menjadi motor inovasi. Kompetensi SDM menjadi prioritas utama dalam program ini.

Selama kuliah, peserta akan ditempatkan langsung bergabung dengan Koperasi Rawa Aopa. Mereka juga dapat bertugas mendampingi koperasi di berbagai daerah. Peran mereka adalah memperbaiki tata kelola organisasi. Selain itu, mereka membantu pengembangan unit bisnis baru. Transformasi koperasi dimulai dari tangan para profesional muda.

Daya saing koperasi akan meningkat secara signifikan. Digitalisasi sistem menjadi agenda kerja nyata. Efisiensi operasional akan tercipta melalui ide-ide segar. Koperasi tidak lagi dipandang sebelah mata. Lembaga ini bertransformasi menjadi entitas bisnis yang tangguh.

Sinergi ini menciptakan keberlanjutan ekonomi rakyat. Sarjana penggerak menjadi jembatan modernitas dan tradisi. Kualitas pelayanan anggota akan semakin profesional. Program ini adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. Masa depan koperasi ada di tangan generasi terpelajar.

Penyiapan SDM bagi menyukseskan kegiatan “Sarjana Penggerak Koperasi” merupakan program Kementerian Koperasi RI yang akan menjadi fasilitator dalam kurikulum dan juga magang di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Sementara itu, akselerasi juga akan mendapatkan dukungan NR Institute dan PT. Nusantara Multiglobal Sinergi yang merupakan bagian dari Nusantara Group.