Tunas Cendekia (ISW)

Tunas Cendekia: Memupuk Ekosistem Talenta Intelektual Masa Depan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Tunas Cendekia merujuk pada generasi muda yang memiliki potensi (atau peminatan) pada aktivitas intelektual. Mereka adalah bibit unggul yang dapat dilatih untuk menjadi warga masa depan bangsa. Istilah ini dikaitkan dengan program beasiswa atau pengembangan bakat. Fokus utamanya adalah pada pengasahan nalar dan karakter sejak usia dini.

Pendidikan berkesinambungan menjadi nutrisi utama bagi para Tunas Cendekia. Tanpa sistem belajar yang tepat, potensi besar mereka bisa layu sebelum berkembang. Kurikulum yang adaptif sangat diperlukan untuk merespons kecepatan berpikir mereka. Guru berperan sebagai pemandu yang menjaga agar semangat eksplorasi tetap menyala.

Lingkungan sosial juga memegang peranan krusial dalam pertumbuhan ini. Tunas Cendekia membutuhkan ekosistem yang mendukung rasa ingin tahu mereka. Diskusi yang sehat di rumah dan sekolah membantu membentuk pola pikir kritis. Dukungan emosional memastikan mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental.

Pemanfaatan teknologi menjadi katalisator penting bagi perkembangan Tunas Cendekia. Akses terhadap informasi global kini terbuka lebar melalui internet. Mereka dapat mempelajari berbagai disiplin ilmu melampaui batas ruang kelas. Namun, literasi digital tetap diperlukan agar mereka bijak dalam menyaring informasi.

Aspek etika dan moral tidak boleh diabaikan dalam proses ini. Kecerdasan intelektual tanpa integritas dapat berdampak buruk bagi masyarakat. Tunas Cendekia diarahkan untuk memiliki rasa empati yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Mereka diharapkan menjadi pemecah masalah, bukan sekadar pengumpul gelar akademik.

Pemerintah dan sektor swasta memiliki tanggung jawab bersama dalam penyediaan fasilitas dan memastikan habitat tumbung kembang talenta dapat terjaga. Laboratorium, perpustakaan, dan ruang kreatif adalah investasi jangka panjang yang vital. Beasiswa pendidikan membantu meratakan peluang bagi mereka yang kurang mampu. Kolaborasi berbagai pihak akan menciptakan jalan bagi potensi yang terpendam.

Tantangan di era globalisasi menuntut adaptabilitas dari Tunas Cendekia. Mereka harus mampu bersaing di tingkat internasional tanpa kehilangan identitas nasional. Penguasaan bahasa asing dan keterampilan interpersonal menjadi senjata tambahan yang wajib dimiliki. Kemampuan belajar sepanjang hayat (lifelong learning) adalah kunci untuk tetap relevan.

Sebagai penutup, Tunas Cendekia adalah aset warga negara. Investasi pada pengembangan mereka akan membuahkan kemajuan peradaban di masa depan. Mari kita jaga agar setiap tunas dapat tumbuh menjadi pohon yang rimbun dan bermanfaat. Masa depan Indonesia ada di tangan mereka yang terus belajar dan berkarya.

ICEASD (ISW)

Agenda: ICEASD 2026, Madrasah Riset, dan Tunas Cendekia, Sekaligus Pembukaan Rangkaian Dies Natalis X

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, tahun ini menuju tahun yang kesepuluh. Untuk itu, direncanakan akan dilaksanakan kegiatan International Conference on Environmental Awareness for Sustainable Development (ICEASD) 2026 sebagai sebuah forum ilmiah yang mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai belahan dunia. 

Konferensi ini menjadi wadah strategis untuk mendiskusikan inovasi terbaru serta tantangan global dalam pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Melalui pertukaran ide dan hasil penelitian, ICEASD diharapkan dapat melahirkan solusi konkret yang mampu menyeimbangkan kemajuan peradaban dengan kelestarian ekosistem di masa depan.

Kegiatan ini menjadi kian istimewa karena diselenggarakan bersamaan dengan seremoni pembukaan rangkaian perayaan Dies Natalis ke-X. Dekade pertama perjalanan institusi ini menandai tonggak sejarah penting dalam dedikasinya terhadap dunia pendidikan dan pengabdian masyarakat. Penggabungan agenda konferensi lingkungan internasional dengan peringatan “ulang tahun” ini mencerminkan semangat institusi untuk terus tumbuh secara global tanpa melupakan akar historis dan visi besarnya dalam menjaga bumi.

Prosesi pembukaan rangkaian Dies Natalis X mengundang jajaran pimpinan, mitra strategis, dan tamu undangan mancanegara. Atmosfer kemeriahan ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk syukur, tetapi juga sebagai pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk meningkatkan kontribusi nyata bagi lingkungan. Integrasi kedua acara ini menunjukkan sinergi antara tradisi akademik yang kuat dengan ambisi riset yang progresif demi keberlanjutan global.

Selain aspek kebijakan dan sains lingkungan, agenda ini juga memberikan ruang khusus bagi pengembangan pendidikan dasar dan menengah melalui partisipasi dalam menyukseskan program Madrasah Riset yang merupakan bagian dari kegiatan Kementerian Agama RI. Integrasi ini bertujuan untuk menanamkan kepedulian lingkungan dan nalar kritis sejak dini, di mana madrasah tidak hanya menjadi pusat ilmu agama tetapi juga pusat inkubasi penelitian lingkungan bagi generasi muda. 

Penyelenggaraan ICEASD 2026 dan perayaan Dies Natalis ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi strategis melalui inisiasi program Tunas Cendekia. Sekaligus mengenalkan kembali Akademi Tunas Cendekia. Program ini merupakan hasil sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan yang dirancang khusus untuk memajukan kualitas pendidikan di jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah melalui penguatan literasi serta pendidikan berbasis karakter.

Dengan adanya Tunas Cendekia, pemerintah daerah dan institusi berkomitmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan progresif. Sehingga bakat-bakat muda dari Konawe Selatan dapat berkembang menjadi generasi unggul yang siap berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan turut menyukseskan program Madrasah Riset dan menginisiasi Tunas Cendekia, diharapkan tercipta generasi yang mampu bersaing secara global dengan bekal integritas moral serta kesadaran ekologis yang kuat. Selain pemaparan makalah ilmiah, rangkaian acara ini juga mencakup diskusi panel, keynote speech dari pakar lingkungan internasional, dan pameran inovasi teknologi ramah lingkungan. 

Para peserta diberikan kesempatan untuk memperluas jaringan kolaborasi lintas disiplin ilmu, yang menjadi esensi dari tema pembangunan berkelanjutan yang diangkat. Di sisi lain, kemeriahan Dies Natalis diisi dengan berbagai kompetisi bertema lingkungan dan kegiatan sosial yang melibatkan komunitas internal maupun masyarakat luas.

Sebagai penutup, penyelenggaraan ICEASD 2026 dan pembukaan Dies Natalis X ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi reputasi institusi di kancah internasional. Keberhasilan acara ini menjadi bukti nyata bahwa institusi telah siap menghadapi tantangan sepuluh tahun ke depan dengan pondasi ilmu pengetahuan yang kokoh dan komitmen tinggi terhadap keberlanjutan alam. Peringatan selain sebagai sebuah seremoni kesyukuran, juga akan momentum transformasi menuju masa depan yang lebih hijau dan gemilang.

Research Network (ISW)

Pertahankan Jejaring Riset, IAI Rawa Aopa Kembali Dapatkan Dana Hibah Penelitian dari Australia

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkokoh eksistensinya di kancah internasional. Kampus ini kembali berhasil mengamankan dana hibah penelitian dari lembaga donor Australia. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata terhubungnya jejaring riset yang dibangun oleh sivitas akademika IAI Rawa Aopa.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan pengumuman tersebut usai silaturahmi dengan Kementerian Agama RI Kabupaten Konawe Selatan di Andoolo (Kamis, 22 Januari 2026). Ismail menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari konsistensi dalam menjaga kualitas kemitraan global. 

Ia menyampaikan sekali lagi bahwa kerja sama riset dengan Australia telah berlangsung dalam beberapa siklus program. “Kepercayaan ini tidak datang tiba-tiba, melainkan melalui proses seleksi yang sangat ketat dan kompetitif di tingkat internasional,” ujar Ismail Suardi Wekke yang juga Distinguished Professor di North Bangkok University (Thailand).

Menurut Ismail, dana hibah tersebut akan dialokasikan untuk mendukung proyek riset yang berfokus pada pengembangan masyarakat lokal. Ia juga menyampaikan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah dari dana hibah ini berdampak langsung pada kualitas akademik. 

“Kami memastikan bahwa seluruh pendanaan ini akan dikelola secara transparan dan akuntabel guna menunjang produktivitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas,” tambahnya.

Ismail turut menekankan pentingnya bagi perguruan tinggi untuk memiliki daya saing yang melampaui batas wilayah. Baginya, hibah riset internasional bukan sekadar soal nilai finansial yang diterima kampus. 

“Ini adalah pengakuan dunia terhadap kapasitas intelektual peneliti kita di Konawe Selatan yang mampu bersaing di level dunia,” tegas Ismail dengan penuh optimisme.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa pihaknya terus mendorong seluruh dosen untuk aktif mencari peluang kolaborasi di luar negeri. Ia menilai bahwa jejaring riset merupakan instrumen penting bagi institusi untuk meningkatkan akreditasi dan reputasi akademik. Dengan adanya hibah ini, Ismail berharap akan lahir inovasi-inovasi baru yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan sosial di Sulawesi Tenggara.

Ia pun menambahkan bahwa pihak rektorat akan memberikan pendampingan khusus bagi tim peneliti yang terlibat dalam proyek ini. Pendampingan tersebut meliputi aspek administratif hingga penguatan metodologi riset agar sesuai dengan standar global. Ismail menginginkan agar momentum ini menjadi pemicu bagi program studi lain di IAI Rawa Aopa untuk segera menyusul kesuksesan yang sama.

Keberhasilan meraih dana dari Australia ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi IAI Rawa Aopa dalam peta pendidikan tinggi di Indonesia Timur. Ismail memaparkan bahwa riset kolaboratif ini juga akan melibatkan pertukaran data dan publikasi bersama pada jurnal bereputasi. Hal ini dianggap penting untuk meningkatkan sitasi karya ilmiah dari para akademisi kampus tersebut.

Manajemen kampus kini tengah mempersiapkan jadwal pelaksanaan riset yang akan segera dimulai dalam waktu dekat. Ismail meyakini bahwa dengan kepemimpinan yang solid dan dukungan penuh dari yayasan, program ini akan berjalan sukses. Sinergi antara pendanaan internasional dan semangat peneliti lokal diharapkan mampu membawa IAI Rawa Aopa menuju kampus yang unggul dan berkelanjutan.

Sebagai penutup, Ismail Suardi Wekke menyampaikan terima kasih kepada kolega dari pelbagai perguruan tinggi yang turut mendukung kolaborasi ini. “Diantaranya dari Institut Teknologi Bandung,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

BRIDA (ISW)

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Siap Menyukseskan Temu Inovasi Bisnis BRIDA Konsel

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung agenda daerah. Kampus hijau ini berkomitmen menyukseskan gelaran Temu Inovasi Bisnis yang diinisiasi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Konawe Selatan. Kegiatan strategis ini dijadwalkan berlangsung di dua titik lokasi, yakni Kecamatan Moramo dan Kecamatan Laeya pada pekan mendatang.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret akademisi (Kamis, 22 Januari 2026) di Kampus Andoolo usai menerima undangan untuk kegiatan tersebut. Ia menilai pertemuan tersebut menjadi jembatan penting antara hasil riset kampus dan kebutuhan dunia usaha di daerah. Ismail menyebutkan bahwa keterlibatan perguruan tinggi akan memberikan bobot saintifik dalam setiap inovasi bisnis yang dipamerkan.

“Kami menyambut baik inisiatif BRIDA Konsel ini sebagai ruang hilirisasi riset,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan di kampus. Ia menambahkan bahwa persiapan internal IAI Rawa Aopa telah dilakukan secara maksimal untuk menyongsong acara tersebut. “Rektor IAI Rawa Aopa sudah menugaskan SDM terbaik yang akan hadir di acara tersebut, baik di Moramo maupun Laeya,” tegasnya kembali dengan penuh optimisme.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan unit terkait untuk memetakan potensi inovasi yang relevan dengan karakteristik wilayah setempat. Ia menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku bisnis adalah kunci pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Menurutnya, IAI Rawa Aopa tidak ingin hanya menjadi penonton, melainkan motor penggerak dalam ekosistem inovasi di Konawe Selatan.

Ismail juga memberikan arahan khusus agar partisipasi kampus mampu memberikan solusi nyata bagi tantangan bisnis di lapangan. “Visi kami adalah memastikan setiap ide inovatif memiliki nilai komersial dan manfaat sosial,” kata Ismail menekankan pentingnya output kegiatan tersebut. Ia berharap Temu Inovasi Bisnis ini menjadi titik balik bagi penguatan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.

Dalam tinjauan organisasinya, Ismail memaparkan bahwa dukungan anggaran dan sumber daya manusia telah dialokasikan secara proporsional untuk agenda ini. Ia menekankan pentingnya kehadiran kampus dalam setiap sendi pembangunan di Konawe Selatan melalui fungsi tridharma perguruan tinggi. Ismail meyakini bahwa pemilihan lokasi di Moramo dan Laeya sangat strategis untuk menjangkau potensi maritim dan pertanian yang melimpah.

Kegiatan pekan mendatang diprediksi akan menyedot perhatian banyak pihak, mulai dari investor hingga pengembang teknologi tepat guna. BRIDA Konsel sendiri menggandeng IAI Rawa Aopa guna memastikan setiap inovasi yang muncul telah melalui proses kurasi intelektual. Hal ini diharapkan mampu meminimalisir kegagalan bisnis bagi para pelaku usaha pemula di daerah tersebut.

Kehadiran IAI Rawa Aopa dalam Temu Inovasi Bisnis ini mempertegas posisi kampus sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan. Kolaborasi yang terjalin diharapkan terus berlanjut pada program-program pemberdayaan masyarakat lainnya. Dengan persiapan yang matang, ajang di Moramo dan Laeya ini optimis akan melahirkan terobosan ekonomi baru bagi masyarakat Konawe Selatan.

UniSZA (ISW)

UniSZA and Indonesian Islamic Higher Institutions Foster Strategic Postgraduate Partnership

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – The Graduate School of Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) has signaled a new era of regional academic synergy following a high-level strategic dialogue with four prominent Indonesian Islamic Higher Education Institutions (HEIs).

The virtual meeting, held on January 19, 2026, focused on establishing a sustainable research and mobility ecosystem across Southeast Asia. Led by Assoc. Prof. Dr. Mutia Sobihah Abd Halim, Dean of the UniSZA Graduate School, the meeting resulted in a concrete roadmap for student exchange, joint seminars, and matching grant initiatives.

The Indonesian delegation was moderated by Prof. Ismail Suardi Wekke, Director of the Postgraduate Program at IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, representing a broad network that includes STAI DDI Makassar, STIT Sunan Giri Bima, Universitas Muhammadiyah Bima, and the extensive Darul Dakwah Wal Irsyad (DDI) network, which oversees 12 HEIs and approximately 700 madrasahs.

Prof. Wekke emphasized that this partnership aims to move beyond ad-hoc projects. “We are building an annual forum designed to efficiently serve 20 to 30 Indonesian universities,” he stated, citing the success of the Southeast Asia Student Symposium (ISOFSEAS), which has already generated over 200 Scopus-indexed articles. “The ISOFSEAS is the instrumen for collaboration under the mobility student program,” said Ismail Suardi Wekke that appointed as reserach fellow of INTI International University (Malaysia) last week.

“This collaboration is a strategic milestone for IAI Rawa Aopa and our partner institutions in Indonesia. By aligning our research agendas with UniSZA, we are not just pursuing academic credentials, but creating a bridge for our students to compete at a global level while maintaining our unique Islamic identity,” Prof. Ismail remarked during the session.

He further emphasized the operational improvements of the partnership, stating, “Alhamdulillah, we are seeing a remarkable transformation in institutional governance. Communication via WhatsApp and email with the UniSZA Graduate School is now swift and highly responsive—a far improved experience from previous years that allows us to execute our joint programs with much higher precision.”

“Our focus for 2026 is sustainability and tangible impact. Through the matching grant schemes and the series of international symposia we have planned, we are ensuring that the collaboration produces high-quality Scopus publications and fosters a genuine intellectual exchange that benefits the entire ASEAN academic community,” he added.

The collaboration has outlined a rigorous schedule for the coming year to ensure measurable academic output. The agenda begins with the activation of matching grants for collaborative research from February through November, followed closely by the ASEAN Symposium at Binus University in Jakarta, scheduled for March 31 to April 3 or the official announcement will be coming soon. These initiatives will be complemented by UniSZA student mobility programs taking place in April and August.

Furthering this momentum, the Southeast Asian Symposium on Higher Education (SEASIHE) is set to be hosted in Southeast Sulawesi from May 6 to 10. The year’s strategic activities will culminate in December with an interdisciplinary academic program held in Vietnam.

Assoc. Prof. Dr. Mutia introduced her newly restructured administrative team, pledging expedited processes for Letters of Intent (LoI) and Memoranda of Understanding (MoU). To support Indonesian students, the meeting discussed grouping MAIDAM scholarships and establishing MoUs with three regencies in Southeast Sulawesi—Konawe Selatan, Bombana, and Konawe—to facilitate dedicated funding channels.

The partners agreed to finalize LoI signings via an online ceremony prior to the month of Ramadan. Additionally, a promotional seminar targeting the “Sulawesi cluster” is scheduled for the near future.

The collaboration sets ambitious targets for 2026, including more than 30 new postgraduate enrollments at UniSZA and the publication of at least 20 Scopus-indexed papers. This alliance solidifies UniSZA’s standing as an innovative hub for Islamic postgraduate excellence in the ASEAN region.

Undangan (ISW)

Undangan Kegiatan Recharger & Upgrading Skill – Peningkatan Kapasitas 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Memasuki dinamika kerja tahun 2026 yang semakin kompleks, perusahaan menyadari bahwa sumber daya manusia adalah aset paling berharga yang memerlukan perhatian khusus. Kegiatan Recharger & Upgrading Skill ini dirancang sebagai momentum kolektif untuk menyegarkan kembali semangat kerja sekaligus meningkatkan standar kompetensi profesional seluruh anggota tim. Melalui tema “Peningkatan Kapasitas”, kita akan menyelaraskan visi pribadi dengan target besar organisasi demi mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

Kegiatan difokuskan pada aspek Recharger, di mana peserta diajak untuk melepaskan penat sejenak dari rutinitas harian melalui berbagai aktivitas reflektif dan motivasional. Tahapan ini bertujuan untuk memulihkan energi mental, memperkuat ketahanan emosional, serta membangun kembali kohesi antarkaryawan. Dengan semangat yang telah terisi penuh, diharapkan setiap individu dapat kembali bekerja dengan perspektif yang lebih positif, kreatif, dan penuh antusiasme.

Memasuki inti acara, agenda Upgrading Skill akan menghadirkan serangkaian lokakarya intensif yang relevan dengan tren industri terkini. Fokus utama pengembangan kali ini mencakup penguasaan teknologi mutakhir, strategi komunikasi persuasif, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar. Peserta tidak hanya akan menerima teori, tetapi juga terlibat langsung dalam simulasi kasus nyata yang akan mengasah ketajaman analisis dan kecepatan dalam pengambilan keputusan di lapangan.

Selain peningkatan kompetensi teknis, kegiatan ini juga menekankan pada pentingnya kolaborasi lintas departemen untuk meruntuhkan silo-silo organisasi. Melalui permainan tim dan diskusi panel, setiap peserta didorong untuk memahami peran rekan kerja lainnya sehingga tercipta sinergi yang lebih harmonis. Peningkatan kapasitas secara kolektif ini merupakan kunci utama dalam membangun ekosistem kerja yang lincah dan mampu merespons tantangan global dengan lebih efektif.

Sebagai penutup, seluruh peserta akan bersama-sama merumuskan komitmen baru dan rencana aksi berupa Rencana Kerja Tahunan (RKT) 2026 yang akan diimplementasikan sekembalinya ke unit kerja masing-masing. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan investasi strategis untuk memastikan setiap individu memiliki bekal yang cukup dalam menghadapi tahun 2026. Dengan kapasitas yang meningkat dan energi yang terbarukan, kita optimis dapat melampaui target yang telah ditetapkan dan membawa organisasi menuju level kesuksesan yang baru.

Silaturahmi dengan Kemenag (ISW)

Silaturahmi Yayasan dan Pimpinan IAI Rawa Aopa dengan Kemenag Kab Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo –

Jajaran pengurus Yayasan (Ketua Dewan Pembina, Al Asri) dan unsur pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa (Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor) melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe Selatan. Pertemuan yang berlangsung pada Kamis, 22 Januari 2026 ini bertujuan untuk memperkuat sinergi sektor pendidikan keagamaan. 

Kehadiran rombongan kampus disambut hangat oleh jajaran pejabat Kemenag setempat dalam suasana penuh kekeluargaan. Diterima langsung Kepala Kementerian Agama RI, Kabupaten Konawe Selatan, dan Kepala Seksi Pendidikan Islam, Hidayat, S.Ag., M.Pd.

Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis bagi kedua lembaga dalam menyelaraskan program-program pengembangan sumber daya manusia. IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus menjadi mitra garda terdepan bagi Kemenag dalam mencetak generasi unggul. Pihak yayasan menegaskan bahwa kolaborasi ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas literasi keagamaan di wilayah Konawe Selatan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, turut memberikan pandangannya dalam kesempatan tersebut. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran kampus di tengah masyarakat harus mampu memberikan solusi nyata terhadap tantangan zaman. Ismail juga menjelaskan bahwa manajemen kampus sedang melakukan akselerasi besar-besaran untuk memperbaiki tata kelola keuangan dan kepegawaian demi menunjang kualitas akademik.

Ismail Suardi Wekke juga menekankan pentingnya standar mutu pelayanan yang tinggi bagi seluruh civitas akademika di IAI Rawa Aopa. Menurutnya, setiap langkah perencanaan yang diambil institusi saat ini selalu berorientasi pada kemajuan jangka panjang bagi para mahasiswa. Ia berharap kerja sama dengan Kemenag ini dapat membuka akses beasiswa dan fasilitas pendidikan yang lebih luas bagi putra-putri daerah.

“Kami datang ke sini dengan niat silaturahmi untuk merajut kerja sama yang lebih erat demi kemajuan pendidikan Islam di daerah kita,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan pernyataan resminya usai pertemuan tersebut. Dirinya yakin bahwa hubungan harmonis antara perguruan tinggi dan pemerintah akan membawa perubahan positif bagi masyarakat luas. Semangat kolaboratif ini menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan yang diambil oleh jajaran rektorat IAI Rawa Aopa.

Ismail kembali menegaskan posisi kampus dalam ekosistem pendidikan melalui pernyataan langsungnya di hadapan para pejabat Kemenag. “IAI Rawa Aopa siap menjadi laboratorium pemikiran dan pengembangan dakwah yang modern di Konawe Selatan,” tegasnya. 

Beliau menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan inovasi di bidang kurikulum agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Dalam sesi diskusi yang lebih mendalam, Ismail kembali memberikan penekanan terkait transparansi dan akuntabilitas lembaga. 

“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah dan setiap pegawai di kampus kami bekerja maksimal untuk melayani umat,” tuturnya dengan penuh keyakinan. Pernyataan ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa IAI Rawa Aopa sedang bertransformasi menjadi institusi yang profesional dan terpercaya.

Pihak Kemenag Kabupaten Konawe Selatan menyambut positif seluruh rencana strategis dan komitmen yang disampaikan oleh pimpinan IAI Rawa Aopa. Pertemuan ini diakhiri dengan respon untuk mengajukan permohonan rekomendasi sebagai tindak lanjut untuk kerja sama konkret di masa mendatang. 

Sinergi ini diharapkan dapat memperkokoh fondasi pendidikan Islam dan kerukunan umat beragama di wilayah Sulawesi Tenggara. “Kita juga akan turut berpatisipasi dalam memperkuat program Madrasah Riset di Kementerian Agama secara umum,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga Distingished Professor di North Bangkok University (Thailand)

Wisuda 2026 (ISW)

Undangan Wisuda Tahun 2026, Direncanakan Tanggal 16 Mei 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan akan menyelenggarakan prosesi Wisuda Sarjana. Acara ini merupakan momentum kesyukuran bagi para lulusan yang telah menyelesaikan studi. Seluruh civitas akademika turut bersukacita merayakan keberhasilan akademik mahasiswa. Direncanakan, Sabtu 16 Mei 2026 di Kendari.

Momen wisuda tahun ini terasa sangat istimewa bagi institusi. Kegiatan ini dirangkaikan dengan perayaan Dies Natalis ke-10 (X) IAI Rawa Aopa. Satu dekade perjalanan kampus menjadi bukti dedikasi dan partisipasi dalam dunia pendidikan.

Dies Natalis X tahun 2026 mengusung semangat kesyukuran yang mendalam. Kampus telah melewati berbagai dinamika pertumbuhan selama sepuluh tahun terakhir. Pencapaian ini dirayakan sebagai bentuk syukur atas dukungan untuk keberlanjutan visi pendidikan di Indonesia melalui Kabupaten Konawe Selatan.

Maklumat ini menjadi informasi awal bagi calon wisudawan dan tamu kehormatan. Kehadiran para tokoh masyarakat dan mitra strategis sangat diharapkan. Acara ini menjadi ajang silaturahmi akbar bagi seluruh keluarga besar kampus.

Panitia telah menyiapkan rangkaian acara dengan penuh khidmat dan kebanggaan. Harapannya, lulusan dapat berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah. Selamat atas wisuda dan selamat hari jadi yang X untuk IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Pertemuan dengan BRIDA (ISW)

Silaturahmi ke BRIDA Konsel, Pimpinan IAI Rawa Aopa Sampaikan Kesiapan Berkolaborasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Konawe Selatan. Pertemuan ini berlangsung di gedung perkantoran Andoolo dengan agenda utama memperkuat sinergi antara dunia akademisi dan pemerintah daerah (Rabu, 21 Januari 2026). Kedatangan Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan diterima Kepala BRIDA Konawe Selatan, Drs. I Putu Darta, MT.

Suasana hangat menyelimuti pertemuan yang membahas berbagai peluang kerja sama strategis untuk kemajuan daerah. IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga mitra penelitian bagi pemerintah. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan dampak konkret bagi pembangunan berbasis data dan riset di wilayah Konawe Selatan.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, dalam pertemuan tersebut memberikan pernyataan kesediaan untuk berkolaborasi. Ismail yang juga Direktur Pascasarjana, menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung inovasi di daerah. Ia melihat BRIDA sebagai mitra strategis dalam mengimplementasikan hasil-hasil riset para akademisi dan mahasiswa.

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen untuk menyelaraskan kurikulum dan riset kampus dengan kebutuhan pembangunan di Konawe Selatan,” ujar Ismail di hadapan Kepala BRIDA. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi ini akan menjadi jalan bagi kampus untuk berkontribusi lebih nyata. 

“Kami siap menerjunkan dosen dan mahasiswa yang dapat berfungsi sebagai peneliti untuk belajar bersama BRIDA dalam merumuskan kebijakan yang berbasis pada data ilmiah,” tegasnya. 

Terakhir, ia menyatakan bahwa sinergi ini merupakan langkah awal dari transformasi IAI Rawa Aopa sebagai institusi yang responsif terhadap isu-isu lokal.

Selain itu, Ismail juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan mahasiswa pascasarjana dalam program-program inovasi daerah. Ia menyebutkan bahwa mahasiswa pascasarjana memiliki potensi besar untuk melakukan pemetaan masalah sosial dan ekonomi di Konawe Selatan. Menurutnya, hasil studi tersebut nantinya dapat menjadi rujukan penting bagi BRIDA dalam menyusun rekomendasi kebijakan bagi Bupati.

Ismail turut menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dapat bersama-sama BRIDA menyiapkan peta jalan riset yang relevan dengan visi pembangunan daerah dan didukung dengan keberadaan habitat pendidikan, diantaranya melalui perguruan tinggi. Ia berpendapat bahwa integrasi antara keahlian akademis dan kewenangan pemerintah daerah akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat. 

Lebih lanjut, ia meyakini bahwa keberadaan BRIDA dalam memberi pendampingan untuk aktivitas kampus akan menciptakan ekosistem inovasi yang sehat di Andoolo. “BRIDA Konsel dapat menjadi mitra strategis bagi keberadaan lembaga penelitian, dan pengabdian masyarakat di kampus kami,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang juga Distinguished Professor di North Bangkok University. 

Kepala BRIDA Konawe Selatan, I Putu Darta, menerima kedatangan pimpinan IAI Rawa Rawa Aopa Konawe Selatan dengan penuh keterbukaan. Ismail menyampaikan bahwa Kepala BRIDA, memberikan eksplorasi dan juga kesediaan untuk bekerja bersama. 

Pertemuan ini menjadi momentum awal untuk merumuskan nota kesepahaman yang lebih teknis dalam waktu dekat. Silaturahmi ini diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk segera menindaklanjuti poin-poin diskusi dalam program kerja nyata. 

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan BRIDA Konawe Selatan dapat melanjutkan dengan pertemuan berikutnya dengan salah satu agenda terkait inovasi daerah. Langkah ini diproyeksikan akan membawa wajah baru bagi pembangunan Konawe Selatan yang lebih modern dan terukur.

Apresiasi dari Busan (ISW)

Unggah Ucapan Pelantikan Rektor Media Sosial, Pimpinan IAI Rawa Aopa Apresiasi Guru Besar Busan University Korea Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo –

Pelantikan Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa periode 2026-2030 mendapatkan atensi luas dari dunia internasional. Hal ini terlihat dari deretan ucapan selamat yang membanjiri berbagai kanal media sosial kampus. Salah satu yang memberi perhatian adalah ungkapan apresiasi dari Guru Besar Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan, Prof. Dr. H. Ali Mochtar Ngabalin, M.Si..

Unggahan ucapan tersebut segera mendapatkan respons positif dari jajaran pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Pimpinan kampus menilai dukungan dari kampus internasional ini menjadi energi baru bagi pengembangan institusi di masa depan. Kolaborasi lintas negara kini menjadi fokus utama dalam membangun reputasi akademik yang lebih kompetitif.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, memberikan apresiasi mendalam atas kiriman ucapan tersebut. “Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Guru Besar dari Busan University of Foreign Studies melalui media sosial,” ujar Ismail saat memberikan pernyataan kepada media usai silaturahmi dengan Bupati Konawe Selatan di Andoolo (Rabu, 21 Januari 2026). Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa eksistensi IAI Rawa Aopa dapat dikenali oleh perguruan tinggi di tingkat global.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa apresiasi dari mancanegara tersebut menunjukkan bahwa batas geografis bukan lagi penghalang dalam membangun jejaring intelektual. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran dukungan digital ini menjadi bukti nyata kekuatan konektivitas akademik antara Indonesia dan Korea Selatan. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengakuan dari profesor di Busan University of Foreign Studies tersebut akan menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus berinovasi.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai jembatan diplomasi kampus. “Unggahan ini bukan sekadar seremoni digital, melainkan bentuk pengakuan tulus terhadap proses transisi kepemimpinan di kampus kami,” tegas Ismail dengan nada optimis. Ia memandang fenomena ini sebagai langkah awal yang baik untuk memperkuat hubungan bilateral dalam bidang riset dan pengajaran.

Terkait dengan rencana pengembangan kampus kedepan, Ismail memaparkan bahwa pihak rektorat akan menindaklanjuti dukungan ini dengan komunikasi yang lebih intensif. Ia menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk membuka pintu kerja sama yang lebih luas, terutama dalam program pertukaran dosen dan mahasiswa. Hal ini sejalan dengan visi rektor yang baru dilantik untuk membawa kampus menuju standar internasional.

Ismail Suardi Wekke juga menambahkan komitmennya untuk mendukung penuh fasilitas penunjang akademik yang memadai. “Melalui perencanaan yang matang, kami akan memastikan bahwa kolaborasi internasional seperti ini dapat terakomodasi dalam program kerja tahunan,” pungkasnya. 

Ia berharap momentum pelantikan ini menjadi kesempatan meneruskan posisi IAI Rawa Aopa untuk bertransformasi menjadi pusat unggulan studi Islam di tingkat global. “Kita sudah ada kerjasama, dan kita pertahankan. Senyampang itu, terus menggalang dukungan perguruan tinggi lainnya,” imbuh Ismail Suardi Wekke yang baru saj amendapatkan pelantikan sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia).

Sebagaimana diketahui, Pelaksanaan rangkaian pelantikan yang berlangsung pelan lalu ditandai dengan semangat optimisme dari seluruh staf dan pimpinan. Kehadiran tokoh-tokoh penting di kolom komentar media sosial kampus memberikan warna tersendiri bagi kemeriahan acara. IAI Rawa Aopa kini bersiap melangkah lebih jauh di bawah kepemimpinan baru dengan dukungan moral yang kuat dari mitra domestik maupun internasional.