Profile (ISW)

Profile of Ismail Suardi Wekke, Ph.D., Vice Rector Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Ismail Suardi Wekke, Ph.D., serves as a dynamic force in modern academia, driving institutional excellence as the Vice Rector for Planning, Finance, and Personnel at Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Through his innovative integration of digital knowledge management and global partnerships, he continuously reshapes higher education to foster both academic autonomy and impactful community development.

Ismail Suardi Wekke, Ph.D.

Vice Rector for Planning, Finance, and Personnel | Director of Postgraduate Program

Ismail Suardi Wekke, Ph.D., is an academic leader, researcher, and consultant specializing in higher education management, regional development, and social innovation. Serving as the Vice Rector for Planning, Finance, and Personnel, as well as the Director of the Postgraduate Program at IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, he has been instrumental in driving institutional modernization and establishing strategic global networks.

Through an approach that bridges digital transformation with community engagement, his work redefines how modern higher education institutions operate and serve society.

Strategic Roles & Institutional Impact

1. Modernizing Higher Education Governance

At IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke champions an operational model that balances centralized operations with decentralized academic autonomy. This structural approach maximizes resource efficiency while giving individual academic departments the freedom to innovate. His governance strategies emphasize:

  • Digital Knowledge Management: Implementing cloud-based ecosystems and website-centric workflows to streamline institutional accreditation and internal operations.
  • Global Visibility: Promoting Open Science initiatives and advocating for the use of digital research identifiers (such as ORCID) to amplify the global footprint of local research.

2. Global Networks and Academic Alliances

Believing that modern universities must operate without borders, he actively fosters international partnerships across Southeast Asia and beyond. His leadership extends through multiple global designations:

  • President of BOLT (Balsamo Outreach for Learning and Teaching).
  • Research Fellow at INTI International University, Malaysia.
  • Distinguished Professor at North Bangkok University, Thailand.

These networks directly translate into tangible institutional collaborations, driving joint international conferences, student forums, and high-impact cross-border research initiatives.

3. Community-Centric Social Innovation

A core pillar of his philosophy is that higher education must serve as an active innovator within society. He frequently pioneers initiatives that transform community spaces into real-world learning laboratories, such as village-based developments and market-centered student learning hubs. By integrating Design Thinking into educational administration, he works to solve complex regional challenges while cultivating inclusive financial literacy through collaborative research partnerships.

Working Philosophy

“Higher education institutions should not exist as isolated ivory towers. True academic excellence is achieved when centralized, modern digital governance enables decentralized scholarly freedom, ultimately driving tangible innovation directly into the communities we serve.”

Asta Cita (ISW)

Pengumuman Simposium Asta Cita 2026, Penta Helix Partisipasi Pembangunan Menuju Indonesia Maju

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Dengan senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan YME, Allah SWT, kami umumkan pelaksanaan Simposium Asta Cita 2026 sebagai forum nasional yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan. Pertemuan ilmiah berskala besar ini dirancang khusus untuk merumuskan langkah taktis menuju visi Indonesia Maju. Seluruh rangkaian acara akan berfokus pada hilirisasi riset dan penyelarasan kebijakan pembangunan jangka panjang.

Tema utama yang diangkat tahun ini menekankan pentingnya implementasi kolaborasi lintas sektor yang inklusif. Gagasan tersebut dinilai sangat relevan untuk menjawab tantangan dinamika ekonomi global yang kian kompleks. Melalui integrasi pemikiran, simposium ini diharapkan mampu menghasilkan cetak biru transformasi yang adaptif.

Konsep Penta Helix dipilih sebagai roda penggerak utama dalam setiap sesi diskusi panel yang digelar. Sinergi ini menyatukan kekuatan kolektif dari unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media. Kelima pilar tersebut akan saling melengkapi untuk meruntuhkan ego sektoral dalam pembangunan nasional.

Partisipasi aktif dari seluruh elemen tersebut dinilai sangat krusial demi menciptakan inovasi yang berdampak nyata. Melalui ruang dialog yang setara, ide-ide segar dari masyarakat dapat langsung direspons oleh pembuat kebijakan. Pendekatan berbasis data ini diyakini mampu mempercepat pemerataan kesejahteraan di berbagai daerah.

Sejumlah artikel ilmiah populer dan hasil riset terapan mutakhir akan dipresentasikan secara komprehensif. Para pakar lintas disiplin ilmu dijadwalkan membedah peta jalan transformasi digital dan keberlanjutan lingkungan. Selain itu, strategi penguatan sektor pangan dan energi juga menjadi topik bahasan yang intensif.

Panitia pelaksana mengundang para peneliti, birokrat, praktisi industri, serta aktivis komunitas untuk berbagi gagasan solutif. Pendaftaran peserta dan pengumpulan abstrak karya tulis kini telah dibuka secara resmi melalui kanal daring. Proses seleksi akan dilakukan secara ketat oleh dewan penasihat ilmiah yang kompeten di bidangnya.

Rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari simposium ini nantinya akan diserahkan langsung kepada pemerintah pusat. Luaran konkret tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan ilmiah dalam menyusun regulasi yang berpihak pada publik. Dengan demikian, sains tidak hanya berhenti di laboratorium tetapi menjelma menjadi solusi konkret.

Agenda ini dijadwalkan berlangsung mulai dari pertengahan tahun di Juni 2026 secara hibrida untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Forum ini menjadi momentum emas untuk membuktikan bahwa sinergi horizontal mampu mengakselerasi kemajuan bangsa. Kehadiran seluruh elemen bangsa sangat diharapkan demi menyongsong era baru Indonesia yang mandiri.

SATU University (ISW)

Annoucement International Young Scholar Symposium on Accountancy, Management, and Business, Bandung-Andoolo; (3-5 June) 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – We are pleased to announce the International Young Scholar Symposium on Accountancy, Management, and Business. This prestigious global event brings together bright minds to share innovative research and insights.

Introduction

The International Young Scholar Symposium on Accountancy, Management, and Business is officially open for registration. This prestigious event brings together bright minds to share innovative research and insights.

A Premier Platform for Young Scholar

This symposium serves as an inspiring arena for university students and young scientists to showcase their brilliant ideas. It offers a dedicated space for the next generation of researchers to present their latest findings.

Event Details

The symposium will be hosted concurrently across two distinct locations. Sessions will take place in the vibrant cities of Bandung and Andoolo.

Conclusion: The Position of the Symposium

First and foremost, this symposium functions as a catalyst for knowledge dissemination and intellectual growth. It allows participants to exchange critical feedback and refine their research methodologies.

Additionally, the event acts as a powerful networking bridge connecting global peers and experienced mentors. These interactions help bridge the gap between academic theory and real-world business practices.

Ultimately, the symposium serves to inspire sustainable solutions for future global economic challenges. It empowers young leaders to drive meaningful change through evidence-based research.

Akreditasi (ISW)

Menengok Dapur Mutu Perguruan Tinggi: Penjelasan Terkait Akreditasi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Kita sampai pada era globalisasi dan kompetisi kerja yang kian ketat, memilih perguruan tinggi bukan lagi sekadar urusan “yang penting kuliah.” Ada satu indikator objektif yang wajib dipelajari oleh calon mahasiswa, orang tua, hingga elemen masyarakat: Akreditasi.

KMA RI (ISW)
KMA RI (ISW)

Salah satu institusi keagamaan yang sedang tumbuh di wilayah Sulawesi Tenggara adalah Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa — yang sebelumnya dengan nama institusi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Sebagai lembaga pendidikan tinggi satu-satunya di Konawe Selatan dan juga dalam pendiriannya sepenuhnya diprakarsai oleh masyarakat Konawe Selatan maka tugas strategisnya adalah mencetak sarjana humaniora, pendidikan, dan hukum Islam di daerah ini (dimana merupakan rumah bagi masyarakat Tolaki), maka muncul pertanyaan “bagaimanakah status penjaminan mutu atau akreditasi dari kampus ini”?

Mari kita bedah berdasarkan mekanisme penjaminan mutu nasional, baik dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) maupun Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).

Dua “Penjaga Gawang” Mutu: Peran BAN-PT dan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM)

Sebelum melihat data spesifik institusi, kita perlu memahami terlebih dahulu transformasi sistem akreditasi di Indonesia. Sejak bergulirnya regulasi baru mengenai pendidikan tinggi, sistem penilaian mutu kini terbagi menjadi dua poros utama:

  1. BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi): Lembaga ini berfokus pada penilaian akreditasi Institusi/Perguruan Tinggi secara makro (Akreditasi Institusi).
  2. LAM (Lembaga Akreditasi Mandiri): Lembaga yang dibentuk oleh masyarakat atau asosiasi profesi yang bertugas menilai mutu pada level Program Studi (Prodi) secara spesifik. Karena IAI Rawa Aopa merupakan perguruan tinggi keagamaan Islam, rumpun program studinya berada di bawah payung LAMDIK (untuk prodi kependidikan Islam) dan LAMGAMA yang baru saja melewati pelantikan Direktur Eksekutif,  AG Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya, MA (untuk prodi rumpun keagamaan non-kependidikan, syariah, dan ekonomi Islam).

Status Akreditasi Institusi IAI Rawa Aopa (Data BAN-PT)

Berdasarkan data resmi penjaminan mutu mutu pendidikan tinggi, peralihan bentuk dari Sekolah Tinggi (STAI) menjadi Institut (IAI) Rawa Aopa membawa konsekuensi pada pembaharuan administrasi sistem akreditasi.

  • Status Akreditasi Kampus: Secara institusional, kampus ini telah melewati proses pemenuhan syarat minimum akreditasi saat transformasi bentuk dan terus memelihara status akreditasi melalui mekanisme peringkat yang diakui oleh BAN-PT (dalam predikat Baik).
  • Fungsi bagi Mahasiswa: Akreditasi institusi dari BAN-PT ini menjadi jaminan hukum (legalitas) bahwa manajemen tata kelola organisasi kampus di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan telah memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti). Ini adalah jaminan konkrit bahwa ijazah yang dikeluarkan sah dan diakui negara.

Akreditasi Program Studi: Sentuhan Lembaga Akreditasi Mandiri

Jika institusi melihat rumahnya secara keseluruhan, maka akreditasi program studi (prodi) melihat isi dari setiap kamarnya. Di IAI Rawa Aopa, program studi yang tersedia diarahkan untuk mengisi kebutuhan guru agama, sarjana hukum Islam (syariah), serta ekonomi syariah di Sulawesi Tenggara.

Mekanisme akreditasi prodi di kampus ini mengikuti aturan klasterisasi:

1. Rumpun Tarbiyah / Keguruan (Melalui LAMDIK)

Untuk program studi seperti Pendidikan Agama Islam (PAI) atau prodi keguruan lainnya, penilaiannya tidak lagi dilakukan oleh BAN-PT melainkan oleh LAMDIK (Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan).

  • Indikator Penilaian: LAMDIK menilai aspek kelulusan mahasiswa, kompetensi pedagogik dosen, hingga kualitas praktik pengalaman lapangan (PPL). Prodi kependidikan di IAI Rawa Aopa dipastikan berada dalam status aktif dan terakreditasi untuk menjamin lulusannya dapat langsung bersaing dalam seleksi Guru ASN, PPPK, maupun guru profesional bersertifikasi.

2. Rumpun Syariah dan Ushuluddin (Melalui BAN-PT / LAM Keagamaan)

Untuk program studi non-kependidikan seperti Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyah) atau Ekonomi Syariah, penilaian mutunya berpatokan pada standar BAN-PT atau instrumen transisi keagamaan Islam. Aspek yang diuji mencakup kedalaman kurikulum fikih kontemporer, hukum positif di Indonesia, serta keterapannya di pengadilan agama maupun lembaga keuangan syariah.

Mengapa Data Ini Penting?

Bagi masyarakat Konawe Selatan dan sekitarnya, mengetahui bahwa IAI Rawa Aopa taat pada siklus akreditasi BAN-PT dan LAM memberikan tiga kepastian ilmiah:

  1. Akuntabilitas Kurikulum: Apa yang dipelajari mahasiswa di kelas bukan sekadar rancangan dosen lokal, melainkan kurikulum yang sudah lolos uji standar mutu nasional.
  2. Karier Masa Depan: Berbagai instansi pemerintah, BUMN, dan perusahaan swasta mensyaratkan bukti akreditasi prodi dan institusi saat pendaftaran kerja. Ketaatan IAI Rawa Aopa dalam memperbarui akreditasi menyelamatkan masa depan alumni.
  3. Fasilitas Pembiayaan: Status akreditasi yang sehat memungkinkan mahasiswa IAI Rawa Aopa untuk terus mengakses beasiswa negara, seperti beasiswa KIP-Kuliah dari Kementerian Agama (Kemenag).

Penutup

Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan manifestasi pendidikan tinggi yang terus berbenah secara mutu. Melalui pemenuhan dokumen evaluasi diri dan penilaian lapangan yang terekam di database BAN-PT serta Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) terkait, kampus ini membuktikan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi menara gading di tengah keindahan kawasan Rawa Aopa, melainkan menjadi motor penggerak intelektual yang legal, bermutu, dan kompetitif di Sulawesi Tenggara.

Layar BANPT (ISW)
Layar BANPT (ISW)

Informasi Teknis

Pendirian Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI, dengan nomor 332 tahun 2025, tertanggal 19 Maret 2025

Tercantum dalam KEPUTUSAN DIREKTUR DEWAN EKSEKUTIF BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI dalam NOMOR : 004/SK/BAN-PT/C/VI/2023, tertanggal tanggal 13 Juni 2023 ditandatagani Direktur Dewan Eksekutif BANPT, Prof. Ari Purbayanto, Ph.D.

Untuk program studi Pendidikan Agama Islam Nomor SK: 716/SK/BAN-PT/Ak-PKP/S/II/2022

Sementara Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini SK: 759/SK/BAN-PT/Ak-PKP/S/II/2022

Adapun Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah SK 760/SK/BAN-PT/Ak-PKP/S/II/2022

Jikalau mau melihat secara detail keaktifan IAI Rawa Aopa, dapat dilihat melalui tautan berikut ini: https://service.banpt.or.id/bianglala/bianglala.php 

Status aktif, dengan tanggal SK 2022-09-20 berstatus Baik, berlaku sampai dengan 2027-09-20.

Workshop (ISW)

Sakinah Finance Gelar Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi di Jakarta, Perkuat Sinergi Akademik dan Industri

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Sakinah Finance sukses menyelenggarakan Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 16–17 Mei 2026, bertempat di Sofyan Hotel Cut Meutia, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Forum strategis ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari jajaran pimpinan perguruan tinggi, perwakilan sekolah, kepala madrasah, pelaku industri, hingga praktisi perbankan syariah dari berbagai daerah di Indonesia.

Pertemuan intensif ini dirancang untuk merumuskan langkah taktis dalam mengintegrasikan dunia akademik dengan dinamika industri modern. Melalui kolaborasi ini, diharapkan implementasi pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan mampu menjawab kebutuhan riil pasar serta tantangan literasi keuangan di tengah masyarakat.

Di sela-sela kegiatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, memberikan pandangan mendalam mengenai urgensi acara ini. Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi perguruan tinggi saat ini tidak bisa lagi diselesaikan dengan cara-cara konvensional yang bersifat eksklusif. Menurutnya, akselerasi mutu institusi hanya dapat dicapai melalui jalinan kemitraan yang kokoh dan berdampak luas dengan dunia usaha serta industri.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menguraikan bahwa skema Tri Dharma Perguruan Tinggi harus bertransformasi menjadi sebuah ekosistem yang bersifat inklusif. Ia menyampaikan pandangannya bahwa keterlibatan aktif dari sektor perbankan dan dunia sekolah akan mempercepat proses transfer pengetahuan sekaligus mempersempit kesenjangan antara teori akademik dan praktik di lapangan.

Pada akhir penyampaiannya, Ismail Suardi Wekke mengingatkan pentingnya menindaklanjuti forum ini dengan langkah-langkah yang konkret dan terukur. Beliau menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan serta pemikiran yang lahir di Jakarta ini akan menjadi fondasi kuat untuk melahirkan inovasi pengabdian masyarakat yang berbasis pada penguatan ekonomi umat di tingkat daerah.

Menutup pandangannya, Ismail Suardi Wekke memberikan penegasan langsung mengenai posisi strategis agenda yang diinisiasi oleh Sakinah Finance ini. “Workshop yang diinisiasi oleh Sakinah Finance ini merupakan momentum krusial bagi lembaga pendidikan tinggi untuk keluar dari menara gading dan mulai membangun jembatan kolaborasi yang riil dengan sektor industri,” ujarnya secara lugas di hadapan media.

Ismail Suardi Wekke juga menambahkan poin penting terkait relevansi kurikulum pendidikan tinggi di masa depan dengan keterlibatan mitra strategis. “Kita tidak bisa lagi menyusun peta jalan riset dan pengabdian masyarakat tanpa melibatkan perspektif perbankan dan madrasah, karena dari sanalah kebutuhan nyata masyarakat bermula,” kata Ismail menekankan pentingnya integrasi tersebut.

Sebagai penegasan komitmen kelembagaan, Ismail Suardi Wekke menyatakan kesiapan institusinya untuk mengawal hasil dari pertemuan dua hari ini agar dapat segera diimplementasikan secara nyata. “Kami di IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk mengonversi setiap gagasan dari workshop ini menjadi program kerja nyata yang berdampak langsung pada tata kelola keuangan dan kesejahteraan masyarakat di Konawe Selatan,” pungkasnya optimis.

Workshop yang berlangsung dinamis ini diisi dengan pemaparan materi dari para pakar ekonomi syariah, diskusi panel interaktif, serta sesi penyusunan program bersama. Kehadiran unsur sekolah dan madrasah dalam forum ini juga dinilai menjadi angin segar untuk memulai edukasi perencanaan keuangan syariah sejak usia dini secara terstruktur.

Bakti Sosial (ISW)

Perencanaan Kegiatan Bakti Sosial 2026 – Idul Adha 1447 H, Kolaborasi Kampus dengan Masyarakat

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Perayaan Idul Adha 1447 H menjadi momentum tepat untuk mempererat kedekatan akademisi dengan masyarakat luas. Kolaborasi nyata ini diwujudkan melalui perencanaan matang program bakti sosial terintegrasi menjelang hari raya. Mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mengasah empati langsung di lapangan.

Langkah awal dimulai dengan melakukan survei mendalam untuk memetakan wilayah yang dapat menjadi mitra bakti sosial. Data mengenai kondisi ekonomi dan distribusi hewan kurban dikumpulkan dari lapangan. Pendekatan ilmiah ini memastikan seluruh bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak yang maksimal.

Kesuksesan acara ini bertumpu pada transparansi pengelolaan dana yang dihimpun dari berbagai pihak. Kampus membuka peluang donasi bagi alumni, institusi mitra, serta masyarakat umum yang ingin berbagi. Sistem pelaporan keuangan dikelola digital dan diperbarui secara berkala demi menjaga kepercayaan para donatur.

Kolaborasi ini juga menghadirkan penyuluhan ilmiah dalam bidang Hukum Tata Negara. Dosen sekaligus memberikan pelatihan praktis kepada panitia masjid setempat dalam rangka penguatan institusi hukum masjid. Langkah preventif ini penting untuk menjamin kualitas daging yang aman dikonsumsi masyarakat.

Pihak kampus dan warga dapat mendiskusikan untuk meninggalkan kantong plastik sekali pakai dalam distribusi daging. Distribusi logistik dirancang menggunakan daun yang ramah terhadap lingkungan sekitar. Strategi hijau ini menjadi contoh nyata penerapan gaya hidup berkelanjutan di tingkat lokal.

Selain pembagian daging kurban, bakti sosial ini dimeriahkan dengan pengenalan layanan perbankan melalui Bank BSN. Dosen dan mahasiswa baik dari jurusan Hukum Tata Negara maupun Ekonomi Syariah diminta untuk memeriksa berdiskusi dengan warga masyarakat. Layanan ini mencakup fasilitasi pembukaan rekening di Bank BSN.

Setiap tahapan pelaksanaan kegiatan akan dicatat dan dianalisis sebagai bahan kajian ilmiah. Pengukuran kepuasan masyarakat dilakukan melalui pengisian kuesioner sederhana setelah seluruh rangkaian acara selesai. Hasil evaluasi ini menjadi cetak biru berharga untuk perbaikan program di tahun mendatang.

Kegiatan bakti sosial Idul Adha 1447 H ini membuktikan bahwa ilmu pengetahuan harus keluar dari kampus. Hubungan harmonis antara kampus dan masyarakat tidak boleh terputus saat program ini berakhir. Sinergi mulia ini diharapkan terus tumbuh menjadi pilar kekuatan sosial yang berkelanjutan.

Kita Bisa (ISW)

Tandatangani MoU Dengan Kita Bisa, IAI Rawa Aopa Siapkan Langkah untuk Implementasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menjalin kerja sama strategis dengan platform penggalangan dana dan kemaslahatan publik, Kita Bisa. Kerja sama tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang menjadi momentum awal bagi kedua belah pihak untuk bersinergi dalam berbagai program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. 

Pascapenandatanganan ini, institusi kampus langsung bergerak cepat menyusun langkah-langkah konkret demi memastikan implementasi program dapat berjalan secara efektif dan akuntabel. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar seremonial di atas kertas, melainkan sebuah langkah nyata untuk memperluas akses kebermanfaatan bagi civitas akademika dan masyarakat luas. 

Menurutnya, ekosistem digital yang dimiliki oleh Kita Bisa akan sangat membantu kampus dalam mengelola potensi filantropi Islam modern secara lebih transparan. “Kemitraan dengan Kita Bisa adalah jembatan inovatif untuk mengintegrasikan nilai-nilai akademis dengan aksi kepedulian sosial yang nyata,” ujar Ismail Suardi Wekke saat ditemui seusai acara penandatanganan Hotel Sofyan Betawi; Jakarta, 16 Mei 2026).

Ia juga menambahkan bahwa pihak rektorat dan seluruh jajaran terkait sedang mematangkan peta jalan agar seluruh klausul dalam dokumen kerja sama tersebut segera mewujud dalam program kerja di lapangan.

“Kami tidak ingin menunda waktu, sehingga minggu ini tim kerja khusus langsung dibentuk untuk merumuskan teknis pelaksanaan di sektor beasiswa dan pemberdayaan ekonomi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan optimismenya bahwa sinergi ini akan membawa dampak masif bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan finansial dalam menyelesaikan studinya.

“Melalui kolaborasi ini, kita membuka pintu peluang yang lebih luas bagi mahasiswa kurang mampu agar tetap bisa mengakses pendidikan tinggi berkualitas tanpa terkendala biaya,” pungkasnya.

Di sisi lain, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting bagi IAI Rawa Aopa untuk melakukan transformasi dalam tata kelola keuangan sosial institusi. Ia menekankan bahwa kehadiran platform digital seperti Kita Bisa akan memberikan transparansi yang lebih tinggi, sehingga tingkat kepercayaan publik dan akuntabilitas kampus dalam penyaluran bantuan dapat terus meningkat.

Terkait dengan kesiapan sumber daya manusia di internal kampus, Ismail menerangkan bahwa pihak manajemen perguruan tinggi akan segera menggelar lokakarya bagi staf perencanaan dan kemahasiswaan. Langkah ini dinilai sangat krusial agar personel yang ditunjuk memiliki pemahaman yang mendalam mengenai sistem kerja dan mekanisme program bersama yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Terakhir, Ismail juga menggarisbawahi bahwa program kerja sama ini nantinya akan diintegrasikan dengan kegiatan pengabdian masyarakat. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa dan dosen untuk terlibat aktif dalam merancang solusi kreatif atas permasalahan sosial yang dihadapi oleh masyarakat di sekitar wilayah Konawe Selatan.

Jakarta (ISW)

IAI Rawa Aopa Konsel Konsisten Jalankan Tri Dharma, Mahasiswa PPL Tersebar di Berbagai Kabupaten

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tetap menunjukkan komitmennya dalam menjaga ritme aktivitas akademik secara konsisten. Memasuki pertengahan semester, kampus yang dikenal dengan julukan kampus hijau ini tetap aktif menjalankan agenda Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik di lingkungan internal kampus maupun melalui kegiatan lapangan yang melibatkan masyarakat luas.

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas pembelajaran tatap muka berjalan sebagaimana jadwal yang ada di dua lokasi utama, yakni Kampus Lamooso dan Kampus Andoolo. Selain kegiatan di ruang kelas, IAI Rawa Aopa juga tengah menerjunkan ratusan mahasiswa Program Studi Tarbiyah semester 6 untuk melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).

Mahasiswa tersebut tersebar di berbagai sekolah yang berada di pelbagai kabupaten, sebagai bentuk nyata implementasi pengabdian dan pengasahan kompetensi pedagogik. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa seluruh gerak langkah institusi saat ini difokuskan pada penguatan kualitas layanan pendidikan.

Beliau menyatakan bahwa dinamika aktivitas di Kampus Lamooso dan Andoolo merupakan cerminan dari dedikasi dosen dan mahasiswa dalam menjaga marwah akademik. “Kita juga sepekan yang lalu menyelesaikan rangkaian SEA-AFSID yang berlangsung sukses, dilaksanakan dari 8 negara dan 17 kota di Asia,” ungkap Ismail yang menjalin kerjasama dengan BOLT (Balsamo Outreach for Learning and Teaching).

Selain itu, Ismail menggarisbawahi bahwa pelaksanaan PPL di berbagai daerah bukan sekadar tugas rutin, melainkan jembatan bagi kampus untuk berkontribusi langsung pada peningkatan mutu pendidikan di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, manajemen kampus berkomitmen penuh untuk mendukung setiap kegiatan yang menunjang akreditasi dan pengembangan sumber daya manusia melalui alokasi perencanaan yang tepat sasaran.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menyampaikan instruksi langsung terkait kesinambungan program ini. “Kita harus memastikan bahwa setiap proses pembelajaran, baik yang berlangsung di dalam kelas maupun praktik di lapangan, memiliki standar kualitas yang sama tingginya,” tegas Ismail usai melaksanakan pemantauan PPL TERPADU. 

Ia juga menambahkan, “Keaktifan mahasiswa semester 6 di lokasi PPL adalah bukti bahwa IAI Rawa Aopa hadir dan berpartisipasi pada institusi mitra di berbagai kabupaten.”

Di akhir penyampaiannya, Ismail menekankan pentingnya sinergi kolektif dengan berujar, “Manajemen akan terus mengawal ketersediaan fasilitas dan dukungan administratif agar seluruh sivitas akademika dapat menjalankan tugasnya tanpa hambatan teknis.”

Dengan pembagian fokus antara penguatan teori di pusat kampus dan praktik lapangan di daerah-daerah, IAI Rawa Aopa optimistis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga cekatan dalam menghadapi realitas profesi di masa depan.

“Dosen yang memiliki tuas mengajar tetap mengajar. Sementara itu, bagi yang membimbing PPL, juga tetap membimbing PPL,” kata Ismail. Sementara itu, PPL TERPADU, dilaksanakan dengan integrasi penelitian kolaboratif antara mahasiswa dan dosen.

Ismail merujuk kepada pesan Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri bahwa hidup senantiasa disertai dengan ujian dan cobaan. “Dalam dinamika kehidupan, adanya ujian dan cobaan, kita tetap mempertahankan komitmen untuk menjalankan tri dharma perguruan tinggi,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Sultan Hasanuddin (ISW)

Perkuat Peran Regional di Sulawesi, IAI Rawa Aopa Ajukan Kemitraan Dengan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan berupaya memperkokoh eksistensinya di level regional Sulawesi dengan menginisiasi kemitraan strategis bersama pengelola Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Langkah ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan penyelenggaraan Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation (SHFRI) yang baru-baru ini digelar di lokasi yang sama, sebagai upaya mendekatkan dunia akademik dengan sektor layanan publik dan industri transportasi udara.

“Kita sementara menyiapkan sebuah kegiatan kolaboratif Celebes Summit on Education and Culture, yang diusulkan untuk dilaksanakan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin,” kata Ismail Suardi Wekke di Kampus Lamooso, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan usai mengikuti pertemuan koordinasi pimpinan dan yayasan.

Upaya penguatan peran regional ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa institusi pendidikan tinggi tidak hanya berfokus pada kegiatan internal kampus, tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi di fasilitas publik berskala internasional. Kehadiran forum riset tersebut membuktikan bahwa sinergi antara akademisi dan pengelola infrastruktur vital mampu melahirkan gagasan-gagasan segar bagi pembangunan wilayah di Indonesia Timur.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah bagian dari peta jalan besar institusi dalam memperluas kemitraan luar daerah. Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa Bandara Sultan Hasanuddin merupakan gerbang utama yang sangat strategis untuk mengimplementasikan hasil riset terapan secara nyata. Beliau juga menambahkan bahwa melalui kemitraan resmi yang diajukan ini, kedua belah pihak akan memiliki payung hukum yang kuat untuk menjalankan program-program inovasi berkelanjutan di masa depan.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke menjelaskan lebih lanjut mengenai visi besar di balik kerja sama ini. “Kami melihat Bandara Internasional Sultan Hasanuddin bukan sekadar tempat pemberangkatan dan kedatangan penumpang, melainkan ruang interaksi global yang membutuhkan sentuhan riset serta inovasi agar pelayanannya semakin unggul,” ujar Ismail. 

Ia juga menyampaikan antusiasmenya terhadap respon positif dari pihak pengelola bandara. “Langkah pengajuan kemitraan ini adalah wujud nyata IAI Rawa Aopa untuk keluar dari zona nyaman dan memberikan kontribusi langsung pada peningkatan kualitas ekosistem transportasi di Sulawesi,” tegasnya. 

Terkait kesuksesan forum yang telah berjalan, Ismail menekankan pentingnya tindak lanjut yang konkret. “Keberhasilan Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation kemarin hanyalah awal, dan kami berkomitmen agar gagasan yang lahir di sana segera bertransformasi menjadi aksi kolaboratif yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

Pihak universitas berharap dengan adanya penguatan peran ini, IAI Rawa Aopa dapat menjadi mitra utama bagi pengelola bandara dalam hal pengembangan sumber daya manusia maupun tata kelola berbasis pengetahuan. Ismail Suardi Wekke meyakini bahwa keterlibatan kampus dalam sektor strategis seperti penerbangan akan meningkatkan daya saing lulusan serta relevansi penelitian yang dilakukan oleh para dosen. 

Sinergi ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan, mengingat posisi Bandara Sultan Hasanuddin sebagai hub utama di wilayah timur Indonesia. “Terima kasih kepada pihak otoritas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang telah memberikan kesempatan untuk berkolaborasi dan juga mengembangkan ekosistem pendidikan melalui konektivitas bandara,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Ujian Skripsi (ISW)

Matangkan Persiapan Wisuda, IAI Rawa Aopa Gelar Ujian Skripsi

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa mempertahankan akselerasi akademik bagi para mahasiswa tingkat akhir. Sebagai langkah menuju prosesi wisuda yang dijadwalkan dalam waktu dekat, kampus hijau ini resmi menggelar rangkaian ujian skripsi atau munaqasyah bagi puluhan mahasiswa dari berbagai program studi (Sabtu, 9 Mei 2026).

Pelaksanaan ujian ini menjadi momentum penting dalam memvalidasi kompetensi intelektual mahasiswa sebelum menyandang gelar sarjana. Suasana khidmat menyelimuti ruang-ruang ujian, di mana para peserta mempresentasikan hasil penelitian mereka di hadapan dewan penguji.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah rutinitas akademik administratif. Beliau menyampaikan bahwa ujian ini adalah muara dari seluruh proses akademik yang telah ditempuh mahasiswa selama bertahun-tahun di bangku perkuliahan.

Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa pelaksanaan munaqasyah kali ini dilakukan dengan standar evaluasi yang ketat guna menjamin kualitas lulusan yang berdaya saing. Menurutnya, pihak rektorat berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap karya ilmiah yang diujikan memiliki kontribusi nyata, baik secara teoritis maupun praktis bagi masyarakat luas. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kelancaran ujian skripsi ini menjadi indikator kesiapan institusi dalam menyelenggarakan wisuda akbar yang akan menjadi tonggak sejarah baru bagi kampus.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke juga memberikan motivasi langsung kepada para peserta ujian agar tetap tenang dan percaya diri. “Ujian skripsi ini adalah ruang bagi kalian untuk membuktikan integritas akademik dan ketajaman berpikir yang telah diasah selama di IAI Rawa Aopa,” ujarnya saat meninjau lokasi ujian.

Ia juga menekankan pentingnya akurasi data dalam setiap naskah yang dipresentasikan mahasiswa. “Kami ingin memastikan bahwa setiap lulusan IAI Rawa Aopa memiliki standar penulisan karya ilmiah yang mumpuni dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral maupun intelektual,” tegas Ismail. Selain itu, ia menyampaikan harapan besarnya terhadap masa depan para calon wisudawan. “Segera selesaikan seluruh revisi pasca-ujian agar proses administrasi menuju wisuda tidak terhambat dan kalian bisa segera mengabdi di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Dengan tuntasnya gelaran ujian skripsi ini, IAI Rawa Aopa kini memfokuskan seluruh sumber daya untuk mematangkan persiapan teknis wisuda. Langkah ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kesiapan mental dalam menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.