Dirgahayu (ISW)

Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia 2026, Sekali Merdeka Tetap Merdeka

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum untuk mengontekstualisasikan kembali semboyan historis “Sekali Merdeka Tetap Merdeka”. Di tengah dinamika globalisasi dan transformasi digital, esensi kemerdekaan menuntut interpretasi baru: dari perjuangan fisik merebut kedaulatan menuju ketahanan epistemik dan sosial.

Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni kalender, melainkan proses evaluasi atas kapasitas bangsa dalam merawat nalar kritis dan kemandirian intelektual.

Dalam perspektif sosiologi pendidikan, kedaulatan sebuah bangsa berakar pada kekuatan institusi lokal dalam memproduksi dan mendistribusikan pengetahuan. Kemerdekaan sejati di era modern diukur dari seberapa inklusif akses pendidikan menjangkau wilayah rural dan kawasan penyangga.

“Kemerdekaan hari ini adalah bagaimana kita membebaskan generasi muda dari keterbelakangan literasi dan ketergantungan teknologi tanpa batas. Wilayah seperti Konawe Selatan memiliki potensi lokal melimpah yang harus dikelola dengan pendekatan saintifik dan etika keagamaan yang kokoh,” ujar Ismail Suardi Wekke.
Poin-poin strategis yang menjadi sorotan dalam penguatan kemerdekaan berbasis akademik meliputi:
  • Desentralisasi Keilmuan: Mendorong kampus-kampus di daerah untuk menjadi pusat kajian berbasis kearifan lokal (local wisdom) yang berdaya saing nasional.
  • Integrasi Nilai Agama dan Sains: Membangun paradigma keilmuan yang adaptif terhadap sains modern tanpa mereduksi nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas.
  • Kemandirian Berpikir Generasi Muda: Membekali mahasiswa dengan kecakapan berpikir analitis (critical thinking) guna menyaring disinformasi di era digital.

Slogan “Sekali Merdeka Tetap Merdeka” diposisikan sebagai imperatif moral yang menuntut kontribusi nyata di sektor pendidikan tinggi. Melalui penguatan riset aplikatif, pengabdian masyarakat, dan penguatan karakter, perguruan tinggi di daerah memegang peranan krusial sebagai pilar kedaulatan bangsa.

Peringatan Dirgahayu Kemerdekaan RI 2026 ini menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pusat-pusat metropolitan, tetapi juga oleh denyut inovasi dan dedikasi akademis yang tumbuh dari kawasan seperti Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Alih Status (ISW)

IAI Rawa Aopa Siap Transformasi ke Universitas Islam Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, — Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyatakan kesiapannya untuk bertransformasi menjadi Universitas Islam Rawa Aopa Konawe Selatan. Komitmen alih status kelembagaan ini menjadi agenda dalam Rapat Pimpinan (Rapim) yang berlangsung di Kampus Andoolo, Jumat (14/8/2026).

Rapat kerja intensif yang dimulai sejak pukul 08.00 hingga 15.00 WITA tersebut menindaklanjuti arahan langsung dari jajaran Dewan Pembina dan Ketua Yayasan perihal peningkatan mutu perguruan tinggi dengan salah satunya kegiatan alih status dari institut ke universitas.

Merespons agenda rapat tersebut, Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, langsung merespon dengan akselerasi langkah teknis melalui pembentukan tim kerja. Tim ini akan bertugas menyusun dokumen kelayakan akademik, penguatan tata kelola, hingga pemenuhan regulasi alih bentuk sesuai standar kementerian terkait.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan hal yang sama terkait dengan penetapan langkah strategis tersebut saat memberikan keterangan di Kampus 3 IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Kota Kendari, Sabtu (15/8/2026).

“Transformasi menjadi Universitas Islam Rawa Aopa merupakan respons nyata institusi terhadap kebutuhan pembangunan sumber daya manusia di Indonesia, tidak lagi di Indonesia Timur saja. Arahan dari Dewan Pembina dan Ketua Yayasan langsung disambut dengan langkah konkret melalui penetapan panitia kerja oleh Bapak Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan,” terang Ismail.

Ismail menambahkan, transformasi ini akan mencakup akselerasi sumber daya manusia untuk menjamin kesiapan sarana-prasarana serta kapasitas dosen dalam mendukung pembukaan program-program studi baru lintas disiplin di masa mendatang.

China (ISW)

IAI Rawa Aopa Siap Berpartisipasi Dalam The 23rd China-ASEAN Expo, 17-21 September 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta — Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa memastikan akan berpartisipasi aktif dalam pameran internasional bergengsi The 23rd China–ASEAN Expo (CAEXPO) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 17–21 September 2026 di Nanning International Convention and Exhibition Center, Nanning, Tiongkok. Keikutsertaan institusi pendidikan tinggi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi akademik, riset terapan, serta pengembangan potensi ekonomi dan industri halal di kancah global.

Kesiapan dan keterlibatan IAI Rawa Aopa ini sejalan dengan agenda nasional yang diusung Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI. Sebelumnya, Kemendag telah menggelar acara Kick-off Partisipasi Indonesia pada CAEXPO 2026 di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada 13 Maret 2026.

Dalam sambutannya pada acara kick-off tersebut, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, menyampaikan bahwa CAEXPO 2026 merupakan platform ideal yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai elemen bangsa, termasuk akademisi dan pelaku usaha lokal, untuk memperkenalkan produk unggulan serta inovasi masa depan.

“CAEXPO 2026 dapat dimanfaatkan pelaku usaha dan lembaga strategis untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan Indonesia sekaligus memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, dan industri antara Indonesia dan Tiongkok,” tegas Puntodewi.

Pada gelaran tahun ini, Paviliun Indonesia direncanakan menempati Hall D5 dengan area seluas 2.000 m². Indonesia akan menampilkan tiga paviliun utama sebagai representasi kekuatan ekonomi, potensi unggulan daerah, serta inovasi nasional. Kehadiran IAI Rawa Aopa di ajang ini diharapkan mampu menampilkan karya riset inovatif, produk binaan UMKM, serta gagasan pengembangan SDM daerah yang siap bersaing di pasar ASEAN dan Tiongkok.

Kegiatan Kick-off CAEXPO 2026 sendiri diisi oleh sesi paparan dan testimoni dari berbagai tokoh lintas sektor, seperti Wakil Ketua Umum Bidang Diplomasi Multilateral Kadin Indonesia Andi Anzhar Cakra Wijaya; perwakilan PT Pandu Arjuna Nusantara (PAR) Indonesia Guspiabri Sumowigeno; Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) Sarwoto Atmosutarno; perwakilan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Provinsi Kalimantan Utara Heri Siampa; serta Officer II Small and Medium Enterprise Partnership Program Pertamina Ujang Supriadi.

Melalui sinergi antara kementerian, lembaga, pemerintah daerah, asosiasi, dan perguruan tinggi seperti IAI Rawa Aopa, Indonesia optimistis dapat mengoptimalkan peluang kerja sama ekonomi dan investasi internasional sepanjang gelaran CAEXPO 2026 mendatang.

Ismail Suardi Wekke, Wakil rektor di Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2026 menyatakan kesiapan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam mengikuti kegiatan tersebut. “Usai KKN yang sementara dilaksanakan, maka hasil-hasil KKN dan juga KKA itu, akan didiseminasikan di tingkat internasional,” pungkas Ismail. (*)

Prodi (ISW)

Mengenal Program Studi di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan Program Fasilitasi Studi Lanjut di Pascasarjana

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan berkomitmen menyelenggarakan pendidikan tinggi berkualitas yang mengintegrasikan nilai-nilai keIslaman, keilmuan, lingkungan, dan kearifan lokal. Berikut adalah program studi jenjang Sarjana (S1) beserta profil lulusannya:

1. Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Gelar Lulusan S.Pd.

Program studi ini mencetak pendidik dan tenaga kependidikan Islam yang memiliki kedalaman spiritual, keluasan ilmu, dan kecakapan pedagogis modern.

  • Profil Lulusan:

    • Pendidik Agama Islam: Guru PAI profesional di sekolah (SD, SMP, SMA/SMK) maupun madrasah (MI, MTs, MA).

    • Peneliti Bidang Pendidikan Islam: Pengembang model dan metode pembelajaran PAI berbasis inovasi.

    • Pengembang Bahan Ajar & Kurikulum: Penyusun materi pendidikan Islam berbasis media digital.

    • Konsultan & Edupreneur Pendidikan: Pengelola lembaga pendidikan Islam mandiri atau konsultan edukasi.

2. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Gelar Lulusan S.Pd.

Menyiapkan tenaga pendidik profesional yang fokus pada pengembangan tumbuh kembang anak tingkat dasar secara holistik.

  • Profil Lulusan:

    • Guru Kelas MI/SD: Pendidik utama yang terampil mengajar mata pelajaran umum dan keIslaman di tingkat dasar.

    • Pengembang Media & Alat Peraga Pembelajaran: Kreator sarana belajar interaktif untuk anak usia dasar.

    • Peneliti Pendidikan Dasar: Mengkaji dan mengembangkan teori serta praktik pembelajaran dasar.

3. Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Gelar Lulusan S.Pd.

Menghasilkan pendidik PAUD/RA yang berkarakter, kreatif, serta memahami tahap perkembangan fisik dan psikologis anak usia dini.

  • Profil Lulusan:

    • Guru/Pendidik PAUD, RA, & TK: Pengajar yang sabar, inovatif, dan memahami karakter dasar anak.

    • Pengelola/Pengembang Lembaga PAUD: Pengusaha dan manajer taman kanak-kanak/RA berbasis keIslaman.

    • Konsultan Tumbuh Kembang Anak: Pembimbing dan pendamping pendidik serta orang tua dalam pendidikan anak usia dini.

4. Program Studi Hukum Tata Negara (Siyasah Syar’iyyah), Gelar Lulusan S.H.

Membekali mahasiswa dengan keahlian di bidang hukum positif, hukum Islam, serta tata kelola pemerintahan dan politik Islam.

  • Profil Lulusan:

    • Praktisi Hukum: Pengacara, konsultan hukum, atau paralegal di bidang konstitusi dan tata negara.

    • Analis Hukum & Kebijakan Publik: Peneliti atau staf ahli lembaga pemerintahan, parlemen, dan non-pemerintah.

    • Aparat Hukum/Pemerintahan: Tenaga profesional di lingkungan Kementerian Agama, Badan Pertanahan, Lembaga Peradilan, dan instansi daerah.

5. Program Studi Ekonomi Syariah, Gelar Lulusan S.E.

Menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menguasai prinsip-prinsip ekonomi Islam, perbankan syariah, serta kewirausahaan berbasis nilai syariah.

  • Profil Lulusan:

    • Praktisi Lembaga Keuangan Syariah: Analis dan pengelola di Bank Syariah, BMT, Asuransi Syariah, serta lembaga zakat dan wakaf (BAZNAS/LAZ).

    • Entrepreneur/Pengusaha Muda Syariah: Pelaku bisnis mandiri berlandaskan etika dan hukum ekonomi Islam.

    • Analis Ekonomi Islam: Peneliti dan perencana ekonomi makro/mikro syariah.

Fasilitasi & Akses Keberlanjutan Studi Alumni (Program Pascasarjana), Termasuk Persiapan Melanjutkan ke Jenjang Pascasarjana

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan memfasilitasi para alumni untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi melalui jalur kemitraan, rekrutmen khusus, dan pendampingan akademik menuju jenjang Magister (S2) hingga Doktor (S3) pada berbagai bidang program studi:

  1. (Magister) Program Studi Pendidikan Agama Islam (S2)

    • Memperdalam keahlian akademik alumni lulusan PAI, PGMI, dan PIAUD dalam pengembangan kurikulum, kepemimpinan pendidikan, dan penelitian pendidikan Islam tingkat lanjut.

  2. (Magister) Ilmu Manajemen / Magister Manajemen (S2)

    • Menyiapkan lulusan Ekonomi Syariah dan program studi lainnya menjadi manajer, pimpinan lembaga, dan strategis bisnis yang profesional.

  3. Doktor Ilmu Manajemen (S3)

    • Fasilitasi dan rekomendasi riset bagi alumni magister untuk meraih jenjang tertinggi dalam tata kelola organisasi, bisnis, dan kepemimpinan manajerial.

  4. Doktor Ilmu Pemerintahan (S3)

    • Peluang studi lanjut bagi alumni rumpun Hukum Tata Negara dan kebijakan publik untuk mendalami kepemimpinan sektor publik, tata kelola pemerintahan daerah, dan analisis kebijakan strategis.

  5. Program Studi Hukum Jenjang Magister (LL.M.) dan Doktor (Ph.D.) – Universiti Sultan Zainal Abidin (Malaysia)

    • Akses dan fasilitasi bagi alumni (khususnya rumpun Hukum Tata Negara/Siyasah) untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister hukum (Master of Laws) dan doktor (Ph.D.) dengan fokus hukum internasional, hukum Islam, serta perbandingan hukum di Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia.

  6. Program Studi Interdisipliner Kelautan dan Pesisir Jenjang Magister (Master) dan Doktor (Ph.D.) – Universiti Malaysia Terengganu (Malaysia)

    • Kemitraan studi tingkat lanjut jenjang Magister dan Doktor untuk kajian interdisipliner sumber daya pesisir, kelautan, dan lingkungan hayati di Universiti Malaysia Terengganu, yang sangat relevan dengan pengembangan potensi wilayah pesisir dan kelautan regional.

  7. Doktor Studi Islam Peminatan Ekoteologi – UCYP University (Malaysia)

    • Program doktor (S3) Studi Islam dengan peminatan khusus Ekoteologi bekerja sama dengan UCYP University, Malaysia. Program ini memadukan kedalaman nilai-nilai keIslaman dengan perhatian terhadap pelestarian lingkungan, keberlanjutan ekosistem, serta isu-isu ekologi global.

  8. International Master in Security, Intelligence and Strategic Studies (Magister) – Dublin City University (Irlandia)

    • Program Magister Internasional dalam Studi Keamanan, Intelijen, dan Strategis di Dublin City University bersama Prof. Christian Kaunert. Mahasiswa akan mengkaji berbagai tantangan keamanan kontemporer, seperti terorisme, perang saudara dan konflik internal negara, migrasi massal, keamanan energi, keamanan siber, hingga kejahatan transnasional.

  9. Jaringan Doktoral EU-GLOCTER (EUropean GLOCal Counter-TERrorism Doctoral Network)

    • Program Doktoral Riset (Ph.D.) berskala global dalam jaringan EU-GLOCTER di bawah koordinasi Prof. Christian Kaunert. Program ini berfokus pada topik utama penanggulangan terorisme global Uni Eropa, keamanan, dan respon terhadap ancaman, yang melibatkan konsorsium universitas mitra dunia seperti Dublin City University (Irlandia), University of South Wales (Inggris), Metropolitan University Prague (Ceko), dan Rey Juan Carlos University (Spanyol).

KKA (ISW)

Buletin KKA, Portal Terintegrasi untuk Dokumentasi dan Pelaporan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Selamat datang di portal dokumentasi dan pelaporan Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Laman ini secara khusus didedikasikan sebagai ruang terpadu untuk merekam seluruh jejak langkah, rekam jejak program, serta evaluasi pelaksanaan KKA. Melalui wadah digital ini, seluruh civitas akademika dan masyarakat luas dapat mengakses informasi secara transparan mengenai kontribusi nyata akademisi dalam menjalankan salah satu pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi.

KKA merupakan flagship program unggulan yang dirancang khusus oleh IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk memadukan konsep Kuliah Kerja Nyata (KKN) konvensional dengan nilai-nilai Pengabdian Kepada Masyarakat berbasis amaliah. Program ini tidak hanya menerjunkan mahasiswa ke tengah publik, tetapi juga mengintegrasikan kepedulian sosial, keilmuan Islam, dan pemberdayaan masyarakat secara holistik. Melalui pendekatan ini, mahasiswa ditempa untuk menjadi agen perubahan yang solutif, humanis, dan berkarakter.

Di dalam laman ini, tersaji berbagai dokumentasi kegiatan yang mencakup perancangan program kerja, proses interaksi sosial di lapangan, hingga hasil konkrit yang dicapai di setiap wilayah pengabdian. Setiap foto, narasi, dan catatan lapangan yang diunggah menjadi bukti komitmen mahasiswa dan dosen pembimbing dalam merespons dinamika serta kebutuhan riil masyarakat Konawe Selatan dan sekitarnya. Dokumentasi ini disusun secara sistematis agar dapat menjadi rekam jejak yang berharga bagi pengembangan program di masa mendatang.

“Melalui page ini, maka informasi dan pelaporan terkait dengan KKA yang dilaksanakan Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, selain mudah diakses oleh publik. Juga, untuk menjadi dokumentasi internal. Sehingga memudahkan untuk pelaporan akreditasi”

Selain sebagai media publikasi dan dokumentasi visual, laman ini juga berfungsi sebagai sarana pelaporan resmi yang akuntabel. Melalui sistem pelaporan terstruktur yang dimuat di portal ini, perkembangan program kerja, evaluasi berkala, hingga laporan akhir pengabdian dapat dipantau secara berkala oleh pihak institut. Hal ini memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan KKA berjalan sesuai dengan standar akademik dan memberikan dampak positif yang terukur bagi masyarakat penerima manfaat.

Akhir kata, hadirnya laman ini diharapkan dapat menjadi sarana inspirasi, edukasi, dan transparansi publik atas dedikasi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Semoga setiap pilar kegiatan yang terangkum di sini tidak hanya menjadi catatan administratif semata, tetapi juga menjadi bukti nyata kemanfaat ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai amaliah demi kemajuan masyarakat, bangsa, dan agama.

ISOFSEAS (ISW)

Usai FGD, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Bersiap Laksanakan ISOFSEAS Bersama UniSZA Malaysia

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari — Usai sukses menggelar Focus Group Discussion (FGD) antara Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan dengan Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia, kini bersiap melangkah ke panggung akademis internasional. Perguruan tinggi keagamaan Islam di Sulawesi Tenggara ini menggalang kolaborasi strategis bersama UniSZA untuk menyelenggararakan The International Student Symposium on Frontiers of Southeast Asia (ISOFSEAS).

Simposium mahasiswa internasional yang telah konsisten dilaksanakan sejak tahun 2016 ini kini resmi memasuki penyelenggaraan tahun ke-11. Kepastian dan pematangan agenda tersebut didiskusikan dalam pertemuan koordinasi secara daring yang berlangsung pada Rabu (29/7/2026).

Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kunci dari kedua institusi. Dari pihak UniSZA Malaysia, hadir Timbalan Naib Canselor (Wakil Rektor), Dekan Fakulti Undang-Undang dan Hubungan Antarabangsa, serta jajaran International Centre. Sementara delegasi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dipimpin oleh Wakil Rektor, didampingi Penanggung Jawab Kampus Kendari, serta perwakilan dosen.

Penyelenggaraan ISOFSEAS edisi ke-11 ini menandai sejarah penting keterlibatan IAI Rawa Aopa dalam konsorsium simposium mahasiswa bereputasi regional tersebut. Forum ini dirancang khusus untuk memfasilitasi mahasiswa dan peneliti muda dalam mendiseminasikan gagasan ilmiah terkait dinamika Asia Tenggara.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menegaskan pentingnya kolaborasi ini bagi penguatan kapasitas mahasiswa:

“Menjelang edisi ke-11 ISOFSEAS, keterlibatan IAI Rawa Aopa merupakan langkah nyata untuk membawa mahasiswa kami ke panggung dunia. Kolaborasi dengan UniSZA ini membuktikan bahwa institusi kita siap memfasilitasi riset mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat regional Asia Tenggara.”

Ia menguraikan bahwa hasil dari FGD yang telah dilaksanakan sebelumnya menjadi bahan penyusunan topik-topik strategis yang akan ditawarkan kepada para peserta simposium. Menurutnya, kesiapan internal kampusnya sangat matang untuk menyambut simposium bereputasi ini.

Sementara itu, Timbalan Naib Canselor UniSZA mengapresiasi rekam jejak panjang ISOFSEAS yang terus bertahan dan berkembang sejak 2016:

“ISOFSEAS telah membuktikan keberlanjutannya selama lebih dari satu dekade sebagai wadah bertukar pikiran bagi generasi muda. Sinergi bersama IAI Rawa Aopa akan memberikan warna baru dan memperluas jangkauan dampak akademis simposium ini di kawasan.”

Dekan Fakulti Undang-Undang dan Hubungan Antarabangsa UniSZA turut menyatakan kesediaan untuk menjadi mitra dalam kegiatan mendatang:

Selanjutnya Dekan FUHA UniSZA menyampaikan “Isu-isu perbatasan dan masa depan Asia Tenggara memerlukan gagasan segar dari para mahasiswa. Melalui ISOFSEAS, kami mendorong integrasi antara kajian hukum, hubungan internasional, serta nilai-nilai keislaman untuk menjawab tantangan kawasan.”

Selaras dengan hal tersebut, perwakilan International Centre UniSZA menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal manajemen pendaftaran peserta dari berbagai negara serta dukungan teknis pelaksanaan simposium secara internasional.

Dari pihak IAI Rawa Aopa, Penanggung Jawab Kampus Kendari menjelaskan bahwa Kampus Kendari siap menjadi pusat kendali operasional dan penyediaan fasilitas pendukung bagi kelancaran seluruh rangkaian kegiatan ISOFSEAS.

Perwakilan dosen IAI Rawa Aopa yang hadir juga menambahkan bahwa para dosen saat ini aktif memberikan pendampingan intensif kepada mahasiswa yang akan mengirimkan abstract dan makalah. Diharapkan karya-karya ilmiah mahasiswa IAI Rawa Aopa dapat memberikan kontribusi pemikiran yang signifikan dalam simposium internasional edisi ke-11 tersebut.

Kendari (ISW)

Persiapan KKA, Dewan Pembina Sampaikan Arahan untuk Tranformasi Budaya Kerja

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari — Menyambut pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), civitas akademika Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar rapat koordinasi panitia bersama jajaran dosen dan tenaga kependidikan. Pertemuan strategis yang berlangsung di Kampus III (Kampus Penghubung) Kendari pada Kamis (30/7/2026) tersebut berfokus pada penguatan tata kelola lembaga serta percepatan transformasi budaya kerja di lingkungan kampus.

Ketua Dewan Pendiri sekaligus Dewan Pembina Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri Konawe Selatan, Al Asri, M.Si., hadir secara langsung memberikan arahan komprehensif. Dalam pandangannya, kesiapan pelaksanaan KKA harus beriringan dengan pembenahan mindset, profesionalisme, serta peningkatan integritas seluruh pengelola perguruan tinggi.

Dalam forum koordinasi tersebut, Al Asri menegaskan bahwa program KKA memegang peranan kunci dalam mengukur kualitas pengabdian institusi kepada masyarakat. Ia mengimbau seluruh panitia dan tenaga pengajar untuk mengawal jalannya kegiatan dengan komitmen penuh.

“KKA bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan etalase utama kualitas tata kelola dan dedikasi akademis kampus kita di tengah masyarakat,” ujar Al Asri di hadapan peserta rapat.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam bekerja demi merespons dinamika pendidikan tinggi modern. Menurutnya, keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kesiapan internal dalam beradaptasi dan berinovasi.

“Setiap dosen dan tenaga kependidikan harus berani keluar dari zona nyaman; transformasi budaya kerja yang disiplin, inovatif, dan berintegritas adalah harga mati,” tegasnya.

Al Asri juga berpesan agar seluruh civitas akademika menyadari peran strategis mahasiswa yang diturunkan ke masyarakat. Setiap program kerja di lapangan diharapkan mampu mencerminkan nilai keunggulan institusi secara konsisten.

“Kita tidak hanya melepas mahasiswa ke lapangan, tetapi kita sedang mengutus duta-duta perubahan yang membawa nama baik dan nilai-nilai keunggulan IAI Rawa Aopa,” tambahnya.

Selain memberikan imbauan secara langsung, Al Asri menekankan pentingnya penyelarasan antara perencanaan akademik dan eksekusi administratif. Ia menjelaskan bahwa pelayanan publik serta administrasi kampus yang efektif dan responsif akan menjadi fondasi utama dalam mendukung tercapainya sasaran KKA yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Guna menunjang kelancaran seluruh proses tri dharma perguruan tinggi, pihak yayasan berkomitmen penuh untuk terus memperkuat ketersediaan fasilitas, sarana penunjang, serta pengembangan sistem tata kelola secara berkelanjutan. Dukungan infrastruktur ini diharapkan dapat mempermudah koordinasi lintas unit kerja di lingkungan IAI Rawa Aopa.

Di akhir arahannya, Al Asri menginstruksikan seluruh jajaran kepanitiaan untuk menjalankan sistem evaluasi secara berkala pada setiap tahapan kegiatan KKA. Langkah ini dinilai sangat krusial untuk memastikan bahwa seluruh program pengabdian yang dirancang tetap relevan, terukur, dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di wilayah sasaran. Pertemuan di Kampus III Kendari ini kemudian dilanjutkan dengan pembahasan teknis operasional hingga penutupan agenda koordinasi.

Dokumentasi (ISW)

Pertemuan IAI Rawa Aopa Bersama UniSZA, Menyiapkan Simposium Bersama Sebagai Implementasi MoU dan MoA

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus mempertahankan langkahnya di kancah internasional. Sebagai bentuk implementasi nyata dari rintisan kesepakatan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA), IAI Rawa Aopa menggelar pertemuan strategis bersama pimpinan Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia dengan salah satu agenda untuk mematangkan persiapan penyelenggaran International Student Symposium on Frontiers of Southeast Asia (ISOFSEAS) 2026 (Rabu, 29 Juli 2026) dilaksanakan daring.

Pertemuan lintas negara tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan dan dosen IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, termasuk tim penanggung jawab kampus operasional Kendari. Sementara itu, pihak UniSZA dihadiri oleh Timbalan Naib Canselor (Wakil Rektor), Dekan Fakulti Undang-Undang dan Hubungan Antarabangsa, serta perwakilan dari Kantor Urusan Internasional (KUI) UniSZA.

Jalinan kerja sama dalam penyelenggaraan forum ilmiah ini bukanlah hal baru. Kolaborasi pelaksanaan ISOFSEAS telah terjalin kokoh sejak tahun 2016, dan penyelenggaraan tahun ini menandai perjalanan sejarah tahun ke-11 bagi simposium internasional berskala kawasan tersebut.

Kemitraan strategis ini juga diperkuat melalui kerangka program student mobility pada tahun 2023 dan 2024. Dalam kurun waktu tersebut, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan telah aktif mengirimkan jajaran dosen dan pimpinan kampus untuk mengikuti agenda student mobility, dengan UniSZA di Malaysia sebagai salah satu tujuan utama kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi tidak boleh berhenti sebatas dokumen formal di atas kertas.

“Kerja sama internasional yang kami bangun bukan dokumen administratif di atas kertas, juga menjadi kerangka kekeluargaan dan persahabatan yang diwujudkan melalui aksi akademik yang berdampak nyata,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela kegiatan.

Ismail menyampaikan bahwa penyelenggaraan ISOFSEAS 2026 yang telah memasuki dekade kedua ini dirancang sebagai wadah pertukaran gagasan dan hasil riset unggulan antara mahasiswa serta akademisi di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, kolaborasi yang telah bertahan sejak 2016 serta diperkuat oleh pengalaman pertukaran dan kunjungan pimpinan pada 2023–2024 ini membuka peluang emas bagi para mahasiswa dan peneliti lokal untuk meningkatkan reputasi akademik serta memperluas jangkauan publikasi ilmiah di tingkat global.

“Simposium internasional ISOFSEAS 2026 ini adalah panggung bersama untuk menguji gagasan, memperluas jejaring publikasi, dan mengangkat isu-isu strategis kawasan ke tingkat global,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ismail mengungkapkan bahwa keterlibatan aktif dosen dari kampus Kendari dan Konawe Selatan menunjukkan kesiapan sumber daya manusia internal IAI Rawa Aopa dalam mengawal agenda riset internasional mahasiswa. Ia menilai sinergi dengan keahlian UniSZA di bidang hukum dan hubungan internasional akan memberikan dimensi analisis yang lebih kaya dan komprehensif bagi gelaran ke-11 ISOFSEAS (Kuala Terengganu, 29 Oktober 2026).

“Kehadiran jajaran lengkap dari UniSZA, mulai dari kepemimpinan rektorat hingga Fakultas Hukum dan Hubungan Antarabangsa, membuktikan komitmen kuat kedua pihak untuk tumbuh bersama,” tambah Ismail.

Ismail juga menggarisbawahi pentingnya peran Kantor Urusan Internasional dari kedua perguruan tinggi sebagai motor penggerak teknis. Hal ini dilakukan agar seluruh rangkaian persiapan menuju peluncuran ISOFSEAS 2026 dapat berjalan sistematis serta terencana dengan baik.

Pertemuan ini ditutup dengan penyusunan kerangka kerja teknis dan penentuan garis waktu pelaksanaan International Student Symposium on Frontiers of Southeast Asia (ISOFSEAS) 2026, termasuk pelaksanaan Celebes International Summit on Education and Culture (Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, 9-11 Oktober 2026), yang diharapkan dapat memperkuat tradisi akademik yang telah terbangun selama 11 tahun serta memicu lahirnya berbagai kolaborasi riset lanjutan antara IAI Rawa Aopa dan UniSZA.

STABN Sriwijaya (ISW)

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan STABN Sriwijaya, Inisiasi The Indonesian Centre for Muslim-Buddhist Understanding

Rawaaopakonsel.ac.id, Tangerang — Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersama Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Sriwijaya merintis langkah transformatif dalam penguatan moderasi beragama dan kajian lintas iman di Indonesia. Kedua lembaga perguruan tinggi keagamaan tersebut menginisiasi pembentukan The Indonesian Centre for Muslim-Buddhist Understanding sebagai wadah kolaborasi akademis dan penelitian keberagamaan.

Buddha (ISW)
STABN Sriwijaya (ISW)

Gagasan strategis ini mengemuka saat Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, melakukan kunjungan resmi ke kampus STABN Sriwijaya pada Kamis, 16 Juli 2026. Kunjungan tersebut menjadi pemicu awal dalam merumuskan agenda bersama yang mengintegrasikan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan pendekatan riset interdisipliner.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa keberadaan pusat studi ini sangat krusial untuk membangun pemahaman yang lebih komprehensif antara komunitas Muslim dan Buddha di Indonesia melalui pendekatan ilmiah yang terstruktur.

“Inisiasi The Indonesian Centre for Muslim-Buddhist Understanding ini bukan sekadar wadah akademis biasa, melainkan jembatan dialog ilmiah yang menempatkan riset interdisipliner sebagai fondasi utama dalam merawat kerukunan bangsa,” ujar Ismail.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa kerja sama ini dirancang untuk mewujudkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang lebih inklusif dan berdampak nyata bagi pengembangan perguruan tinggi keagamaan (PTK) di Indonesia. Menurutnya, sinergi antar-PTK berbasis keragaman keagamaan akan memperkaya khazanah keilmuan sekaligus memperkuat tata kelola akademik yang adaptif terhadap dinamika zaman.

“Perguruan tinggi keagamaan memiliki tanggung jawab moral dan akademis untuk memberikan kontribusi nyata bagi peradaban. Melalui kolaborasi antara IAI Rawa Aopa dan STABN Sriwijaya, kita ingin menunjukkan bahwa perbedaan fokus keagamaan justru menjadi kekuatan untuk saling melengkapi,” tegas Ismail.

Ismail juga menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk segera menindaklanjuti inisiasi ini ke dalam program-program konkret, seperti penelitian bersama (joint research), publikasi ilmiah terpadu, hingga pengabdian masyarakat berbasis kebhinekaan. Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem akademik yang mampu menjawab tantangan keberagaman global melalui tradisi intelektual yang kuat.

“Kami optimistis bahwa sinergi ini akan menjadi model pembelajaran dan pengembangan riset interdisipliner bagi perguruan tinggi keagamaan lainnya di Indonesia,” pungkasnya.

Pertemuan FGD (ISW)
Pertemuan FGD (ISW)

Inisiasi pembentukan pusat studi ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (MoA) formal, guna mempercepat implementasi program-program strategis yang telah direncanakan kedua institusi.

KKA (ISW)

KKA Segera Dilaksanakan Dalam Bulan Agustus, Mahasiswa Diminta Registrasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo — Mengawali rangkaian kegiatan akademik tahun ajaran 2026/2027, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersiap menggelar agenda Kuliah Kerja Amaliah (KKA) yang dijadwalkan berlangsung sepanjang bulan Agustus 2026. Seiring dengan penetapan jadwal tersebut, seluruh mahasiswa yang memenuhi syarat diimbau untuk segera menyelesaikan proses registrasi administrasi dan akademik.

Guna memastikan kesiapan lokasi dan efektivitas program pengabdian masyarakat, jajaran pimpinan civitas akademika turun langsung ke lapangan pada Rabu (22/7/2026). Peninjauan ini melibatkan Rektor IAI Rawa Aopa Dr. Basrin Melamba, M.A., Ketua Dewan Pembina sekaligus Pendiri Yayasan Al Asri, M.Si., Wakil Rektor Ismail Suardi Wekke, Ph.D., serta jajaran dosen dan tenaga kependidikan. Tim gabungan tersebut menyisir sejumlah titik strategis di wilayah Kabupaten Bombana dan Kabupaten Konawe Selatan.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan pentingnya tahapan pendaftaran bagi para calon peserta KKA. Menurutnya, penetapan jumlah peserta secara presisi akan sangat menentukan pemetaan lokasi pengabdian di lapangan.

“Kami meminta seluruh mahasiswa peserta KKA untuk segera melakukan registrasi sesuai jadwal yang ditetapkan agar pemetaan kelompok dan penempatan lokasi berjalan optimal,” ujar Ismail di sela-sela peninjauan lapangan.

Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan KKA pada Agustus mendatang merupakan wujud komitmen perguruan tinggi dalam menyelaraskan kurikulum akademik dengan kebutuhan riil masyarakat. Ismail menggarisbawahi bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat Bombana dan Konawe Selatan diharapkan membawa dampak positif yang berkelanjutan.

“KKA bukan sekadar pemenuhan SKS formal, melainkan ruang pembuktian kepedulian sosial dan integrasi keilmuan civitas akademika IAI Rawa Aopa di tengah masyarakat,” tegasnya.

Di samping itu, Ismail juga menjelaskan bahwa survei lapangan yang dilaksanakan bersama jajaran pimpinan yayasan, rektorat, dan dosen bertujuan untuk memetakan potensi serta tantangan lokal di daerah tujuan. Dengan pemetaan awal yang matang, program kerja yang diusung mahasiswa diyakini dapat tepat sasaran dan memberikan solusi konkret bagi warga setempat.

Selanjutnya, Ismail menerangkan bahwa integrasi antara sektor keagamaan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan tata kelola desa akan menjadi pilar utama dalam agenda KKA tahun ini. Pendekatan berbasis kebutuhan lokal tersebut dinilai penting agar program kerja mahasiswa selaras dengan arah pembangunan daerah target.

Sebagai penutup, ia berpesan kepada seluruh calon peserta untuk mempersiapkan fisik, mental, serta konsep program secara matang sebelum diterjunkan langsung ke lokasi pengabdian.

“Persiapkan diri dengan baik, jaga integritas almamater, dan jadikan momentum KKA ini sebagai sarana belajar serta mengabdi secara tulus,” tutup Ismail.

Sebagaimana diketahui KKA (Kuliah Kerja Amaliah) merupakan flagship Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan. Dimana perguruan tinggi lain menyebutnya KKN (Kuliah Kerja Nyata). Pada tahun ini, merupakan pelaksanaan yang kedelapan, sejak pendirian pada 10 tahun yang lalu.