Sultan Hasanuddin (ISW)

Perkuat Peran Regional di Sulawesi, IAI Rawa Aopa Ajukan Kemitraan Dengan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan berupaya memperkokoh eksistensinya di level regional Sulawesi dengan menginisiasi kemitraan strategis bersama pengelola Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Langkah ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan penyelenggaraan Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation (SHFRI) yang baru-baru ini digelar di lokasi yang sama, sebagai upaya mendekatkan dunia akademik dengan sektor layanan publik dan industri transportasi udara.

“Kita sementara menyiapkan sebuah kegiatan kolaboratif Celebes Summit on Education and Culture, yang diusulkan untuk dilaksanakan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin,” kata Ismail Suardi Wekke di Kampus Lamooso, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan usai mengikuti pertemuan koordinasi pimpinan dan yayasan.

Upaya penguatan peran regional ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa institusi pendidikan tinggi tidak hanya berfokus pada kegiatan internal kampus, tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi di fasilitas publik berskala internasional. Kehadiran forum riset tersebut membuktikan bahwa sinergi antara akademisi dan pengelola infrastruktur vital mampu melahirkan gagasan-gagasan segar bagi pembangunan wilayah di Indonesia Timur.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah bagian dari peta jalan besar institusi dalam memperluas kemitraan luar daerah. Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa Bandara Sultan Hasanuddin merupakan gerbang utama yang sangat strategis untuk mengimplementasikan hasil riset terapan secara nyata. Beliau juga menambahkan bahwa melalui kemitraan resmi yang diajukan ini, kedua belah pihak akan memiliki payung hukum yang kuat untuk menjalankan program-program inovasi berkelanjutan di masa depan.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke menjelaskan lebih lanjut mengenai visi besar di balik kerja sama ini. “Kami melihat Bandara Internasional Sultan Hasanuddin bukan sekadar tempat pemberangkatan dan kedatangan penumpang, melainkan ruang interaksi global yang membutuhkan sentuhan riset serta inovasi agar pelayanannya semakin unggul,” ujar Ismail. 

Ia juga menyampaikan antusiasmenya terhadap respon positif dari pihak pengelola bandara. “Langkah pengajuan kemitraan ini adalah wujud nyata IAI Rawa Aopa untuk keluar dari zona nyaman dan memberikan kontribusi langsung pada peningkatan kualitas ekosistem transportasi di Sulawesi,” tegasnya. 

Terkait kesuksesan forum yang telah berjalan, Ismail menekankan pentingnya tindak lanjut yang konkret. “Keberhasilan Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation kemarin hanyalah awal, dan kami berkomitmen agar gagasan yang lahir di sana segera bertransformasi menjadi aksi kolaboratif yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

Pihak universitas berharap dengan adanya penguatan peran ini, IAI Rawa Aopa dapat menjadi mitra utama bagi pengelola bandara dalam hal pengembangan sumber daya manusia maupun tata kelola berbasis pengetahuan. Ismail Suardi Wekke meyakini bahwa keterlibatan kampus dalam sektor strategis seperti penerbangan akan meningkatkan daya saing lulusan serta relevansi penelitian yang dilakukan oleh para dosen. 

Sinergi ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan, mengingat posisi Bandara Sultan Hasanuddin sebagai hub utama di wilayah timur Indonesia. “Terima kasih kepada pihak otoritas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang telah memberikan kesempatan untuk berkolaborasi dan juga mengembangkan ekosistem pendidikan melalui konektivitas bandara,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Ujian Skripsi (ISW)

Matangkan Persiapan Wisuda, IAI Rawa Aopa Gelar Ujian Skripsi

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa mempertahankan akselerasi akademik bagi para mahasiswa tingkat akhir. Sebagai langkah menuju prosesi wisuda yang dijadwalkan dalam waktu dekat, kampus hijau ini resmi menggelar rangkaian ujian skripsi atau munaqasyah bagi puluhan mahasiswa dari berbagai program studi (Sabtu, 9 Mei 2026).

Pelaksanaan ujian ini menjadi momentum penting dalam memvalidasi kompetensi intelektual mahasiswa sebelum menyandang gelar sarjana. Suasana khidmat menyelimuti ruang-ruang ujian, di mana para peserta mempresentasikan hasil penelitian mereka di hadapan dewan penguji.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah rutinitas akademik administratif. Beliau menyampaikan bahwa ujian ini adalah muara dari seluruh proses akademik yang telah ditempuh mahasiswa selama bertahun-tahun di bangku perkuliahan.

Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa pelaksanaan munaqasyah kali ini dilakukan dengan standar evaluasi yang ketat guna menjamin kualitas lulusan yang berdaya saing. Menurutnya, pihak rektorat berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap karya ilmiah yang diujikan memiliki kontribusi nyata, baik secara teoritis maupun praktis bagi masyarakat luas. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kelancaran ujian skripsi ini menjadi indikator kesiapan institusi dalam menyelenggarakan wisuda akbar yang akan menjadi tonggak sejarah baru bagi kampus.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke juga memberikan motivasi langsung kepada para peserta ujian agar tetap tenang dan percaya diri. “Ujian skripsi ini adalah ruang bagi kalian untuk membuktikan integritas akademik dan ketajaman berpikir yang telah diasah selama di IAI Rawa Aopa,” ujarnya saat meninjau lokasi ujian.

Ia juga menekankan pentingnya akurasi data dalam setiap naskah yang dipresentasikan mahasiswa. “Kami ingin memastikan bahwa setiap lulusan IAI Rawa Aopa memiliki standar penulisan karya ilmiah yang mumpuni dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral maupun intelektual,” tegas Ismail. Selain itu, ia menyampaikan harapan besarnya terhadap masa depan para calon wisudawan. “Segera selesaikan seluruh revisi pasca-ujian agar proses administrasi menuju wisuda tidak terhambat dan kalian bisa segera mengabdi di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Dengan tuntasnya gelaran ujian skripsi ini, IAI Rawa Aopa kini memfokuskan seluruh sumber daya untuk mematangkan persiapan teknis wisuda. Langkah ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kesiapan mental dalam menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.

ICLASH (ISW)

IAI Rawa Aopa dan IAI DDI Maros Siap Laksanakan ICLASH 2026, Didukung 11 Institusi dari 9 Negara

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersama IAI DDI Maros mengumumkan kesiapan mereka untuk menyelenggarakan konferensi internasional bergengsi bertajuk International Conference on Law, Accountability, Sustainability, and Halal (ICLASH) 2026. Perhelatan akademik ini mendapat dukungan penuh dari 11 institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset yang tersebar di 9 negara, mempertegas posisi kedua institusi dalam kancah intelektual global.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan rekognisi internasional terhadap institusi di daerah. Beliau menekankan bahwa kehadiran mitra dari sembilan negara tersebut membuktikan bahwa batas geografis bukan lagi penghalang dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan riset kolaboratif. 

Ismail menambahkan bahwa agenda ini juga menjadi momentum bagi para dosen dan peneliti lokal untuk mendiseminasikan hasil pemikiran mereka di panggung dunia. Terkait persiapan teknis dan dukungan manajerial, Ismail Suardi Wekke menegaskan komitmen institusinya dalam memastikan kelancaran acara tersebut. 

“Kami telah mengalokasikan sumber daya, baik dari sisi anggaran maupun personel, guna menjamin standar pelaksanaan konferensi ini setara dengan pertemuan ilmiah internasional lainnya,” tegas Ismail saat ditemui di ruang kerjanya (Jumat, 8 Mei 2026). 

“Insya Allah kita rencanakan di Oktober mendatang, sebagai bentuk kolaborasi dan juga s=momentum alih status STAI DDI Maros menjadi IAI DDI Maros, dimana sejak pelaksanakan ICLASH kali pertama merupakan rekan strategis,” ungkap Ismail.

Beliau juga menambahkan, “Dukungan dari sebelas institusi lintas negara ini adalah modal sosial yang sangat berharga bagi pengembangan program pascasarjana dan peningkatan akreditasi kami ke depan.” Lebih lanjut, Ismail menyampaikan optimisme tinggi terhadap luaran konferensi ini dengan mengatakan, “ICLASH 2026 bukan sekadar seremoni akademik, melainkan jembatan bagi lahirnya inovasi kebijakan yang berbasis pada hukum dan kemanusiaan.”

Sinergi antara IAI Rawa Aopa dan IAI DDI Maros dalam mengelola dukungan internasional ini diharapkan dapat menghasilkan konsorsium riset jangka panjang. Dengan melibatkan pakar dari berbagai latar belakang budaya dan yurisdiksi hukum, konferensi ini diprediksi akan menjadi salah satu forum diskusi paling berpengaruh di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2026.

Rawa Aopa (ISW)

Civitas Akademika IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Sampaikan Selamat Penerimaan KMA Alih Status IAI DDI Maros

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Segenap civitas akademika Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang mendalam atas terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) mengenai alih status IAI DDI Maros. Momentum ini dipandang sebagai tonggak sejarah baru bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam di Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat jejaring akademik di tingkat regional (Jumat, 8 Mei 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja keras dan dedikasi panjang seluruh elemen di IAI DDI Maros. Beliau menegaskan bahwa perubahan status ini akan membawa dampak signifikan pada perluasan akses pendidikan dan peningkatan kualitas riset di lingkungan institusi tersebut.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke mengungkapkan bahwa keberhasilan IAI DDI Maros dalam meraih alih status menjadi sumber motivasi bagi perguruan tinggi lain di wilayah sekitarnya untuk terus melakukan pembenahan tata kelola. Menurutnya, transformasi institusi merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman dan memenuhi standar mutu pendidikan nasional yang semakin kompetitif.

Ismail Suardi Wekke juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarlembaga pasca-perubahan status ini. Ia meyakini bahwa dengan posisi yang baru, IAI DDI Maros akan semakin lincah dalam membangun kemitraan strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini diharapkan dapat mempercepat akselerasi inovasi pendidikan di Indonesia Timur secara berkelanjutan.

“Kami atas nama pimpinan dan seluruh civitas akademika IAI Rawa Aopa menyampaikan selamat yang setinggi-tingginya kepada IAI DDI Maros atas terbitnya KMA alih status ini yang menjadi bukti pengakuan atas kualitas tata kelola yang dijalankan selama ini.”

Lebih lanjut Ismail menyampaikan bahwa transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan tanggung jawab baru untuk meningkatkan standar layanan akademik dan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan di masyarakat.” Dalam kesempatan yang sama Ismail mengemukakan “Besar harapan kami agar momentum ini membuka pintu kolaborasi yang lebih luas antara IAI Rawa Aopa dan IAI DDI Maros dalam memajukan pendidikan tinggi Islam yang moderat dan inovatif.”

Ismail Suardi Wekke menyatakan bahwa pencapaian IAI DDI Maros dalam meraih status institut merupakan hasil dari komitmen kolektif seluruh elemen kampus dalam menjaga mutu pendidikan tinggi. Beliau menekankan bahwa dengan perubahan status tersebut, IAI DDI Maros diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi peningkatan daya saing lulusan di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya.

Ia juga menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa menyampaikan terima kasih selama ini atas keterbukaan IAI DDI Maros dalam menjalin sinergi lebih dalam di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat guna merespons dinamika sosial melalui perspektif akademik yang kuat.

Turkiye (ISW)

NITRO dan IAI Rawa Aopa Perkuat Sinergi Global Melalui Program Kolaborasi di Istanbul

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO bersama Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempersiapkan langkah internasionalisasi mereka dengan mempersiapkan rangkaian kegiatan kolaboratif yang akan dipusatkan di Istanbul, Turki, pada November yang akan datang. Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari berbagai inisiatif bersama yang telah dilakukan sebelumnya, guna meningkatkan rekognisi global bagi kedua institusi pendidikan tinggi tersebut. 

Fokus utama dari agenda di Istanbul ini mencakup pengembangan riset bersama, seminar internasional, serta penguatan tata kelola institusi melalui studi banding lintas budaya. Demikian terungkap dalam pembukaan ICon-FiBank yang dilaksanakan di Kampus NITRO Makassar, 27 April 2026.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari peta jalan institusi untuk menghadirkan pengalaman akademik yang melampaui batas nasional. Menurut Ismail, pemilihan Istanbul sebagai lokasi kegiatan tidak lepas dari posisi strategis kota tersebut sebagai titik temu peradaban dunia yang menawarkan banyak perspektif bagi pengembangan ilmu pengetahuan. 

Ia berharap kolaborasi dengan NITRO ini mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus masing-masing. “Kegiatan di Istanbul ini adalah langkah konkret kami dalam menerjemahkan visi internasionalisasi menjadi aksi nyata yang melibatkan dosen dan peneliti,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam sesi wawancara. 

Beliau juga menambahkan bahwa kemitraan strategis dengan NITRO menjadi katalisator penting untuk saling berbagi sumber daya dan keahlian di tingkat global. Ismail menegaskan, “Kami ingin memastikan bahwa setiap kerja sama luar negeri yang dibangun memiliki output yang terukur bagi pengembangan institusi di masa depan.”

Secara teknis, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan di Turki tersebut direncanakan mencakup berbagai agenda yang bersifat integratif antara ilmu sosial dan ekonomi. Beliau menyampaikan bahwa persiapan telah memasuki tahap finalisasi koordinasi dengan mitra lokal di Istanbul untuk menjamin kelancaran seluruh rangkaian acara.

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya sinergi antara IAI Rawa Aopa dan NITRO sebagai upaya bersama dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis di era global saat ini. Kehadiran delegasi dari kampus di Turki diharapkan tidak hanya sekadar formalitas akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun jejaring yang lebih luas dengan perguruan tinggi di kawasan Eropa dan Timur Tengah. 

Melalui program kolaboratif ini, NITRO dan IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus berinovasi dalam penyelenggaraan pendidikan yang inklusif dan berwawasan internasional. Agenda ini sekaligus menjadi momentum penting bagi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk menunjukkan eksistensinya dalam kancah ilmiah internasional melalui kemitraan yang berkelanjutan.

Petani (ISW)

Beasiswa Bagi Anak Petani, Kerjasama Antara IAI Rawa Aopa dengan Gerakan Pemuda Tani Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta –

Program beasiswa bagi anak petani merupakan inisiatif strategis yang lahir dari kolaborasi antara Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa dengan Gerakan Pemuda Tani Indonesia (GEMPITA). Program ini dirancang sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan regenerasi sektor pertanian di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara. 

Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk memutus mata rantai kemiskinan di perdesaan dengan memberikan akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi putra-putri petani yang berprestasi namun memiliki keterbatasan ekonomi. Tujuan utama dari beasiswa ini adalah untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap pembangunan daerah. 

Dengan menempuh pendidikan di IAI Rawa Aopa, para mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan ilmu pengetahuan modern. Hal ini sangat penting agar setelah lulus nanti, mereka dapat kembali ke kampung halaman untuk mengabdi dan membawa inovasi baru dalam mengelola potensi sumber daya alam di desa masing-masing.

Gerakan Pemuda Tani Indonesia (GEMPITA) berperan aktif dalam melakukan kurasi dan identifikasi terhadap calon penerima beasiswa agar tepat sasaran. Kerjasama ini memastikan bahwa bantuan pendidikan menjangkau keluarga petani yang benar-benar membutuhkan dukungan untuk menyekolahkan anak-anak mereka hingga jenjang sarjana. 

Selain bantuan biaya kuliah, para penerima beasiswa juga seringkali mendapatkan pembinaan khusus mengenai kewirausahaan pertanian dan pengembangan karakter guna mempersiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan di sektor agraris.

Dari sisi institusi, IAI Rawa Aopa menyediakan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan lokal dan tantangan zaman. Dukungan fasilitas pembelajaran dan tenaga pengajar yang mumpuni diharapkan dapat menumbuhkan semangat kritis dan kreatif pada mahasiswa. Sinergi ini juga menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi swasta dapat menjadi motor penggerak perubahan sosial dengan menjalin kemitraan erat bersama organisasi kemasyarakatan yang fokus pada pemberdayaan sektor akar rumput.

Secara keseluruhan, program beasiswa ini tidak sebatas bantuan finansial, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi kedaulatan pangan dan kesejahteraan masyarakat petani. Dengan memberikan kesempatan bagi anak petani untuk meraih gelar sarjana, IAI Rawa Aopa dan Gempita sedang membangun fondasi ekonomi perdesaan yang lebih kokoh. 

Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi prakarsa untuk turut berkontribusi dalam memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat yang selama ini sering terpinggirkan.

ICERTP 2026 (ISW)

UMMA dan Dewan Pendidikan Kab Maros Persiapkan Menggelar ICERTP 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Universitas Muslim Maros bersama Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, dengan dukungan Universiti Kebangsaan Malaysia dan Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan akan menggelar kembali kegiatan International Conference on Educational Research and Teacher Practice (ICERTP) 2026.

Kegiatan yang sama, ICERTP telah dilaksanakan kali pertama, pada tahun sebelumnya dengan kehadiran mitra dari Tohoku University (Jepang), UCYP University (Malaysia), dan Necmettin Erbakan University (Turkiye).

Pelaksanaan ICERTP juga akan menyertakan sesi paralel menjadi ajang “Forum Literasi Keuangan Syariah” yang dilaksanakan bersama dengan perbankan dan juga institusi keuangan, diantaranya Bank Aladin Syariah, Koperasi Syariah Bakti Hurriyah, dan CIDES ICMI.

Komite Saintifik ICERTP, Ismail Suardi Wekke, yang juga Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, menyampaikan bahwa ini merupakan platform kerjasama yang menjadi fasilitasi Dewan Pendidikan Kab Maros bagi perguruan tinggi. “Tidak lagi sebatas perguruan tinggi di Maros saja, tetapi juga dengan perguruan tinggi regional Sulawesi Selatan,dan Asia Tenggara,” tutur Ismail.

Selanjutnya, kegiatan ICERTP akan diteruskan dengan agenda rutin yang juga menjadi wadah bagi penelitian kolaboratif. Sejak awal, ICERTP telah mendapatkan dukungan Tohoku University (Jepang) dan BOLT (mitra kolaborasi dalam pengajaran dan pembelajaran yang didirikan di Jepang).

“Terima kasih atas dukungan Universiti Kebangsaan Malaysia melalui Graduate School of Business, sehingga kegiatan ICERTP bisa terlaksana kembali tahun ini. IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, siap untuk menjadi bagian kegiatan ini dan turut menyukseskannya,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa,

Prodi Eksyar (ISW)

IAI Rawa Aopa Siap Menerima Mahasiswa Baru Program Studi Ekonomi Syariah

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyatakan kesiapannya untuk menjaring bibit unggul melalui pembukaan pendaftaran mahasiswa baru pada Program Studi Ekonomi Syariah. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan tenaga profesional yang memahami integrasi antara prinsip keterbukaan ekonomi global dengan nilai-nilai keislaman.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa persiapan sarana dan prasarana telah rampung dilakukan demi menunjang kenyamanan belajar. Ia menjelaskan bahwa pendaftaran tahun ini didesain lebih inklusif agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, prodi ini tidak hanya menawarkan teori, tetapi juga praktik keuangan sosial yang relevan dengan kebutuhan industri halal masa kini.

“Kami telah menyiapkan kurikulum yang adaptif terhadap perubahan teknologi finansial agar lulusan kami memiliki daya saing yang tinggi di pasar kerja,” ujar Ismail Suardi Wekke saat mendapatkan kabar bahwa Surat Keputusan dari Kementerian Agama telah diterima yayasan (Jakarta, 10 Maret 2026). 

Selain itu, ia menambahkan bahwa pihak kampus memberikan perhatian khusus pada pengembangan karakter mahasiswa. “Visi kami adalah mencetak sarjana ekonomi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang berlandaskan syariat,” tegasnya. 

Terkait aksesibilitas pendidikan, Ismail juga memastikan adanya kemudahan bagi pendaftar. “Pintu IAI Rawa Aopa terbuka lebar bagi seluruh calon mahasiswa yang memiliki semangat untuk memajukan ekonomi umat melalui jalur akademik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke memaparkan bahwa pihak rektorat saat ini tengah memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga keuangan syariah untuk memfasilitasi program magang mahasiswa. Hal ini sejalan dengan komitmen institusi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat lokal. 

Dengan dibukanya program ini, IAI Rawa Aopa optimis dapat berkontribusi signifikan dalam mencetak praktisi ekonomi yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi religius. “Kita siap menjadi bagian dalam ekosistem ekonomi syariah Indonesia, dan dunia muslim,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang lulusan Universiti Kebangsaan Malaysia.

Istanbul (ISW)

Announcement: International Congress on Islamic Education, Istanbul, 5-7 November 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – We are pleased to announce the International Congress on Islamic Education, set to take place in the historic city of Istanbul from 5–7 November 2026. This landmark event will gather scholars, researchers, and educators from across the globe to explore the evolving landscape of pedagogical practices within the Islamic tradition. 

As we navigate an era of rapid technological and social change, the congress serves as a vital platform for synthesizing traditional values with modern educational demands, ensuring that Islamic education remains both authentic and relevant.

International Congress on Islamic Education: Istanbul, 5-7 November 2026

The theme for this year’s congress, “Bridging Tradition and Innovation,” focuses on how Islamic educational institutions can adapt to the digital age without compromising their foundational ethical principles. Participants will engage in deep dives into curriculum development, the role of artificial intelligence in the classroom, and the promotion of critical thinking within a faith-based framework. 

By fostering a dialogue between classical scholarship and contemporary science, we aim to provide a roadmap for nurturing holistic individuals who are equipped to contribute positively to global society.

Istanbul, a city that has served as a bridge between East and West for centuries, provides the perfect backdrop for this intellectual exchange. The venue will host a variety of keynote speeches, panel discussions, and interactive workshops designed to spark collaboration and cross-cultural understanding. Attendees will have the unique opportunity to network with leading figures in the field, share their latest research findings, and observe firsthand the diverse educational models currently being implemented in different Muslim-majority countries and minority contexts.

Key Areas of Focus

  • Curriculum Reform: Integrating STEM and the humanities into Islamic schools.
  • Ethics in Technology: Addressing the challenges of AI and social media in student life.
  • Teacher Training: Enhancing the pedagogical skills of educators in Madrasas and universities.
  • Identity Construction: Supporting youth in developing a confident identity in a globalized world.

We invite researchers and practitioners to submit their abstracts for presentation by June 30, 2026. Submissions may cover a wide range of topics, including historical perspectives on Islamic pedagogy, case studies on innovative school systems, or theoretical frameworks for moral education. All accepted papers will be published in the official congress proceedings, and selected works will be considered for a special edition of the International Journal of Islamic Educational Research.

Registration will be opened soon, with early-bird discounts available until the end of August. We encourage all who are passionate about the future of learning to join us in Istanbul for these three days of rigorous academic inquiry and spiritual reflection. Together, we can shape an educational future that honors our rich heritage while embracing the possibilities of tomorrow. We look forward to welcoming you to the heart of the world in November 2026.

Fostering Colaboration (ISW)

IPRC 2026, Fostering Collaboration with 4 Countries

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – The 2026 International Postgraduate Research Conference (IPRC 2026) is set to be a landmark event for interdisciplinary academic exchange. Hosted by Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) on April 27-28, 2026, the conference theme is “Advancing Innovation through Interdisciplinary Collaboration: Transparency, Policy, and Political Discourse.”

Indeed, closely related series — the 2026 IPRC — is being co-organized by Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan and Institut Bisnis dan Keuangan Nitro (Makassar).

These platforms are specifically designed to bridge the gap between young researchers and established scholars across Asia and Eurasia, with a heavy emphasis on regional synergy between Japan, Thailand, Turkiye, and Malaysia.

Country Contributions & Collaborative Highlights

The following table outlines how these key nations are contributing to the 2026 research landscape and their specific collaborative links within the IPRC framework:

Country Key Research Contributions Collaborative Focus for 2026
Japan Interdisciplinary studies, language education, disaster mitigation, and human security Human Capital Exchange: Through programs like Wartec, Japan is funding the exchange of researchers.
Thailand Behavioral Sciences: Specialized in the intersection of indigenous wisdom and modern technology to enhance human well-being. Co-Hosting & Tradition: As a strategic partner of the IPRC colloquium series, Thailand (ALPS) provides the historical and structural backbone for the event.
Turkiye Public Policy & Governance: Focus on political discourse, transparency, and the socioeconomic impact of interdisciplinary research. Eurasian Bridge: Turkiye acts as a key contributor to the 2026 theme of “Policy and Political Discourse,” bringing Mediterranean and European academic perspectives to the Asian forum.
Malaysia Multidisciplinary Innovation: Strong focus on digital transformation, STEM, and sustainable “Green Technology” research. Regional Hub: Hosting major pitch events (e.g., Malaysia-Japan Fast Track Pitch) that align with IPRC goals to turn postgraduate research into industry solutions.

Key Thematic Pillars for 2026

The collaboration between these four nations at IPRC 2026 centers on three primary pillars:

  1. Interdisciplinary Innovation: Moving beyond “siloed” research. For example, combining Japan’s AI expertise with Thailand’s behavioral research to create more human-centric technology.
  2. Sustainability & Policy: Turkiye and Malaysia are leading discussions on how academic transparency can influence government policy, particularly in “Green Tech” and environmental governance.
  3. Digital Inclusion: Ensuring that the rapid advancement of technology in Japan and Malaysia does not leave behind the cultural and social values emphasized by researchers in Thailand and Turkiye.

Note for Researchers: Full paper submissions for the main IPRC 2026 conference open from January 2, 2026 to March 26, 2026, with a deadline of April 15, 2026.