RKT 2026 (ISW)

Usai Kegiatan Pengembangan Kapasitas, Dosen dan Unsur Pimpinan Diskusikan RKT 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Setelah pelaksanaan kegiatan Pengembangan Kapasitas, peserta bersama-sama unsur pimpinan mengadakan sesi diskusi informal. Mereka bersama-sama diskusi terkait dengan Rencana Kerja Tahunan 2026.

“Ini sebagai upaya awal untuk proyeksi kegiatan yang menjadi kebutuhan 2026,” ujar Ismail usai penutupan kegiatan di aula kampus Andoolo (23 Januari 2026).

Dalam kegiatan Pengembangan Kapasitas, tantangan akreditasi menjadi materi utama. Baik akreditasi institusi, maupun akreditasi program studi.

Flyer Kegiatan (ISW)

Kegiatan Pengembangan Kapasitas Pimpinan dan Dosen IAI Rawa Aopa Menyamakan Perspesi untuk Penyusunan RKT 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kegiatan Pengembangan Kapasitas yang dilaksanakan yayasan pendidikan Al Asri bertempat di Aula Kampus Andoolo, sukses terselenggara (Jumat, 23 Januari 2026). Kegiatan yang dibuka oleh Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menghadirkan panel pembicara.

Dr. Basrin Melamba, S.Pd., M.A., dalam sambutan pembukaan menyampaikan amanah untuk kesatuan gerak dalam mutu tri dharma.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyamakan persepsi pimpinan dan dosen dalam menghadapi rencana kerja tahunan, 2026,” ujar rektor.

Kegiatan tersebut juga diteruskan dengan pembekalan dari Prof. La Ino (Universitas Halu Oleo), salah satu assesor akreditasi.

Kuliah Umum (ISW)

Kuliah Umum Kolaboratif: Kerjasama Perguruan Tinggi dengan CIDES ICMI dan UNESCO Chair COSDEV

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Memperkuat sinergi akademik dan wawasan global, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar Kuliah Umum Kolaboratif yang bekerja sama dengan Center for Information and Development Studies (CIDES) ICMI. Acara yang berlangsung daring khidmat ini menghadirkan Direktur CIDES ICMI, Prof. Dr. Andi Faisal Bakti, sebagai pemateri (Selasa, 20 Januari 2026). 

Kehadiran beliau yang juga merupakan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus pemegang takhta UNESCO Chair in Communication and Sustainable Development (COSDEV) memberikan bobot strategis bagi pengembangan institusi di Sulawesi Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang menjadi moderator kuliah umum ini, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus. 

“Pelaksanaan kuliah umum dengan kolaborasi lintas perguruan tinggi diantaranya Universitas Muhammadiyah Barru, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, STIT Al Chaeriyah Mamuju, STIT Sunan Giri Bima, STEBI Al Muhsin Yogyakarta,” kata Ismail Suardi Wekke.

Beliau menyatakan bahwa kehadiran pakar kaliber internasional seperti Prof. Andi Faisal Bakti menjadi pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi. Ismail menjelaskan bahwa kerja sama dengan CIDES ICMI adalah bagian dari peta jalan besar universitas untuk memperluas jejaring intelektual yang berdampak pada pembangunan daerah secara berkelanjutan. Lebih lanjut, ia juga menguraikan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif demi memperkaya cakrawala berpikir mahasiswa dan dosen dalam menghadapi tantangan zaman.

Dalam sesi penyampaian kuliah umum, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus pada pentingnya transfer pengetahuan melalui kemitraan strategis. “Kuliah umum kolaboratif ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan jembatan bagi mahasiswa kami untuk mengakses pemikiran-pemikiran global dari tokoh sekaliber Prof. Andi Faisal Bakti,” tegas Ismail dalam pernyataan langsungnya. 

Ia menambahkan bahwa institusi saat ini tengah fokus pada penguatan fondasi akademik yang berbasis pada pembangunan berkelanjutan sesuai dengan semangat yang diusung oleh UNESCO. “Kami ingin memastikan bahwa setiap kerja sama yang dijalin, termasuk dengan CIDES ICMI, memberikan kontribusi konkret bagi akselerasi kapasitas kelembagaan IAI Rawa Aopa menuju standar internasional,” lanjutnya. 

Menutup pernyataannya, Ismail menegaskan komitmen manajerialnya dengan berujar, “Sinergi antara praktisi kebijakan dari ICMI dan akademisi kampus harus terus dipupuk agar melahirkan solusi-solusi nyata bagi permasalahan di Konawe Selatan dan Indonesia secara luas.”

Prof. Dr. Andi Faisal Bakti dalam paparannya mengupas tuntas mengenai peran komunikasi dan pembangunan berkelanjutan sebagai pilar utama kemajuan bangsa. Sebagai pimpinan CIDES ICMI, beliau menyambut baik antusiasme IAI Rawa Aopa dalam menginisiasi kerja sama ini. Melalui forum ini, diharapkan lahir kesepahaman baru mengenai bagaimana perguruan tinggi di daerah dapat berperan aktif sebagai pusat keunggulan (center of excellence) melalui kolaborasi lintas sektor yang kuat dan terukur.

Pembukaan Peningkatan Kapasitas (ISW)

IAI Rawa Aopa Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas 2026, Rektor Tekankan Profesionalisme Civitas Akademika

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas (Capacity Building) tahun 2026. Acara yang menjadi agenda awal athun dibuka langsung oleh Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, S.Pd., M.A. (Jumat, 23 Januari 2026). Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat sinergi dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi tersebut dalam menghadapi tantangan pendidikan global.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kampus Andoolo, IAI Rawa Aopa, Kabupaten Konawe Selatan. Ruangan yang menjadi pusat kegiatan akademik ini dipenuhi oleh jajaran dosen, tenaga kependidikan, serta pimpinan yayasan yang antusias mengikuti jalannya kegiatan yang direncanakan dilangsungkan selama dua hari. Lokasi ini dipilih guna memperkuat atmosfer akademik dan kedekatan antar unit kerja di dalam lingkungan internal kampus.

Dalam sambutannya, Dr. Basrin Melamba menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas menjadi agenda kegiatan rutin tahunan, juga sebuah kebutuhan mendesak. Beliau menekankan bahwa sebagai lembaga pendidikan tinggi, IAI Rawa Aopa harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan metodologi pengajaran terkini. Hal ini penting demi menjaga mutu lulusan agar tetap kompetitif di pasar kerja nasional maupun internasional.

Dr. Basrin juga menyoroti pentingnya integritas dan profesionalisme bagi setiap civitas akademika. Menurutnya, kapasitas individu yang mumpuni harus dibarengi dengan etika kerja yang baik serta semangat pengabdian kepada masyarakat. Beliau berharap melalui pelatihan ini, akan lahir inovasi-inovasi baru dalam tata kelola administrasi maupun teknik instruksional di ruang-ruang kelas.

Selain aspek manajerial, kegiatan Peningkatan Kapasitas 2026 ini juga menitikberatkan pada pengembangan kemampuan riset dan publikasi ilmiah bagi para dosen. Rektor menegaskan bahwa reputasi IAI Rawa Aopa sangat bergantung pada karya-karya akademik yang dihasilkan oleh para pengajarnya. Oleh karena itu, dukungan institusi terhadap kegiatan penelitian akan terus ditingkatkan sejalan dengan visi misi kampus ke depan.

Selama kegiatan berlangsung di Aula Kampus Andoolo, para peserta akan disuguhkan berbagai materi yang relevan, mulai dari kepemimpinan hingga penguasaan perangkat digital pendukung pendidikan. Panitia penyelenggara telah menyiapkan narasumber kompeten yang diharapkan mampu memicu diskusi kritis dan solutif. Dinamika kelompok juga menjadi bagian penting untuk mempererat silaturahmi antar pegawai.

Pihak rektorat berharap, pasca pelaksanaan kegiatan ini, ada perubahan signifikan dalam budaya kerja di IAI Rawa Aopa. Efisiensi pelayanan administrasi kepada mahasiswa diharapkan meningkat, sementara kualitas pengajaran diharapkan menjadi lebih interaktif dan inspiratif. Momentum tahun 2026 ini dipandang sebagai titik tolak bagi kampus untuk melangkah lebih jauh menuju akreditasi unggul.

Acara pembukaan diakhiri dengan doa bersama, menandai dimulainya rangkaian agenda peningkatan kapasitas tersebut secara formal. Dr. Basrin Melamba menutup arahannya dengan optimisme bahwa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan akan terus tumbuh menjadi mercusuar pendidikan di Sulawesi Tenggara. Semangat kolaborasi yang terbangun di Aula Kampus Andoolo menjadi modal utama bagi kemajuan institusi di masa depan.

Kegiatan Peningkatan Kapasitas 2026 dengan nara sumber Prof. Dr. La Ino, M.Hum., Dr. Sarman, S.Pd., M.Pd., dengan kegiatan yang berlangsung selama dua hari. “Kegiatan ditujukan untuk menjadi upgrading skill dan sekaligus recharger,” pungkas ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., yang hadir sepanjang acara berlangsung.

Tunas Cendekia (ISW)

Tunas Cendekia: Memupuk Ekosistem Talenta Intelektual Masa Depan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Tunas Cendekia merujuk pada generasi muda yang memiliki potensi (atau peminatan) pada aktivitas intelektual. Mereka adalah bibit unggul yang dapat dilatih untuk menjadi warga masa depan bangsa. Istilah ini dikaitkan dengan program beasiswa atau pengembangan bakat. Fokus utamanya adalah pada pengasahan nalar dan karakter sejak usia dini.

Pendidikan berkesinambungan menjadi nutrisi utama bagi para Tunas Cendekia. Tanpa sistem belajar yang tepat, potensi besar mereka bisa layu sebelum berkembang. Kurikulum yang adaptif sangat diperlukan untuk merespons kecepatan berpikir mereka. Guru berperan sebagai pemandu yang menjaga agar semangat eksplorasi tetap menyala.

Lingkungan sosial juga memegang peranan krusial dalam pertumbuhan ini. Tunas Cendekia membutuhkan ekosistem yang mendukung rasa ingin tahu mereka. Diskusi yang sehat di rumah dan sekolah membantu membentuk pola pikir kritis. Dukungan emosional memastikan mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental.

Pemanfaatan teknologi menjadi katalisator penting bagi perkembangan Tunas Cendekia. Akses terhadap informasi global kini terbuka lebar melalui internet. Mereka dapat mempelajari berbagai disiplin ilmu melampaui batas ruang kelas. Namun, literasi digital tetap diperlukan agar mereka bijak dalam menyaring informasi.

Aspek etika dan moral tidak boleh diabaikan dalam proses ini. Kecerdasan intelektual tanpa integritas dapat berdampak buruk bagi masyarakat. Tunas Cendekia diarahkan untuk memiliki rasa empati yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Mereka diharapkan menjadi pemecah masalah, bukan sekadar pengumpul gelar akademik.

Pemerintah dan sektor swasta memiliki tanggung jawab bersama dalam penyediaan fasilitas dan memastikan habitat tumbung kembang talenta dapat terjaga. Laboratorium, perpustakaan, dan ruang kreatif adalah investasi jangka panjang yang vital. Beasiswa pendidikan membantu meratakan peluang bagi mereka yang kurang mampu. Kolaborasi berbagai pihak akan menciptakan jalan bagi potensi yang terpendam.

Tantangan di era globalisasi menuntut adaptabilitas dari Tunas Cendekia. Mereka harus mampu bersaing di tingkat internasional tanpa kehilangan identitas nasional. Penguasaan bahasa asing dan keterampilan interpersonal menjadi senjata tambahan yang wajib dimiliki. Kemampuan belajar sepanjang hayat (lifelong learning) adalah kunci untuk tetap relevan.

Sebagai penutup, Tunas Cendekia adalah aset warga negara. Investasi pada pengembangan mereka akan membuahkan kemajuan peradaban di masa depan. Mari kita jaga agar setiap tunas dapat tumbuh menjadi pohon yang rimbun dan bermanfaat. Masa depan Indonesia ada di tangan mereka yang terus belajar dan berkarya.

ICEASD (ISW)

Agenda: ICEASD 2026, Madrasah Riset, dan Tunas Cendekia, Sekaligus Pembukaan Rangkaian Dies Natalis X

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, tahun ini menuju tahun yang kesepuluh. Untuk itu, direncanakan akan dilaksanakan kegiatan International Conference on Environmental Awareness for Sustainable Development (ICEASD) 2026 sebagai sebuah forum ilmiah yang mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai belahan dunia. 

Konferensi ini menjadi wadah strategis untuk mendiskusikan inovasi terbaru serta tantangan global dalam pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Melalui pertukaran ide dan hasil penelitian, ICEASD diharapkan dapat melahirkan solusi konkret yang mampu menyeimbangkan kemajuan peradaban dengan kelestarian ekosistem di masa depan.

Kegiatan ini menjadi kian istimewa karena diselenggarakan bersamaan dengan seremoni pembukaan rangkaian perayaan Dies Natalis ke-X. Dekade pertama perjalanan institusi ini menandai tonggak sejarah penting dalam dedikasinya terhadap dunia pendidikan dan pengabdian masyarakat. Penggabungan agenda konferensi lingkungan internasional dengan peringatan “ulang tahun” ini mencerminkan semangat institusi untuk terus tumbuh secara global tanpa melupakan akar historis dan visi besarnya dalam menjaga bumi.

Prosesi pembukaan rangkaian Dies Natalis X mengundang jajaran pimpinan, mitra strategis, dan tamu undangan mancanegara. Atmosfer kemeriahan ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk syukur, tetapi juga sebagai pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk meningkatkan kontribusi nyata bagi lingkungan. Integrasi kedua acara ini menunjukkan sinergi antara tradisi akademik yang kuat dengan ambisi riset yang progresif demi keberlanjutan global.

Selain aspek kebijakan dan sains lingkungan, agenda ini juga memberikan ruang khusus bagi pengembangan pendidikan dasar dan menengah melalui partisipasi dalam menyukseskan program Madrasah Riset yang merupakan bagian dari kegiatan Kementerian Agama RI. Integrasi ini bertujuan untuk menanamkan kepedulian lingkungan dan nalar kritis sejak dini, di mana madrasah tidak hanya menjadi pusat ilmu agama tetapi juga pusat inkubasi penelitian lingkungan bagi generasi muda. 

Penyelenggaraan ICEASD 2026 dan perayaan Dies Natalis ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi strategis melalui inisiasi program Tunas Cendekia. Sekaligus mengenalkan kembali Akademi Tunas Cendekia. Program ini merupakan hasil sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan yang dirancang khusus untuk memajukan kualitas pendidikan di jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah melalui penguatan literasi serta pendidikan berbasis karakter.

Dengan adanya Tunas Cendekia, pemerintah daerah dan institusi berkomitmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan progresif. Sehingga bakat-bakat muda dari Konawe Selatan dapat berkembang menjadi generasi unggul yang siap berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan turut menyukseskan program Madrasah Riset dan menginisiasi Tunas Cendekia, diharapkan tercipta generasi yang mampu bersaing secara global dengan bekal integritas moral serta kesadaran ekologis yang kuat. Selain pemaparan makalah ilmiah, rangkaian acara ini juga mencakup diskusi panel, keynote speech dari pakar lingkungan internasional, dan pameran inovasi teknologi ramah lingkungan. 

Para peserta diberikan kesempatan untuk memperluas jaringan kolaborasi lintas disiplin ilmu, yang menjadi esensi dari tema pembangunan berkelanjutan yang diangkat. Di sisi lain, kemeriahan Dies Natalis diisi dengan berbagai kompetisi bertema lingkungan dan kegiatan sosial yang melibatkan komunitas internal maupun masyarakat luas.

Sebagai penutup, penyelenggaraan ICEASD 2026 dan pembukaan Dies Natalis X ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi reputasi institusi di kancah internasional. Keberhasilan acara ini menjadi bukti nyata bahwa institusi telah siap menghadapi tantangan sepuluh tahun ke depan dengan pondasi ilmu pengetahuan yang kokoh dan komitmen tinggi terhadap keberlanjutan alam. Peringatan selain sebagai sebuah seremoni kesyukuran, juga akan momentum transformasi menuju masa depan yang lebih hijau dan gemilang.

Research Network (ISW)

Pertahankan Jejaring Riset, IAI Rawa Aopa Kembali Dapatkan Dana Hibah Penelitian dari Australia

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkokoh eksistensinya di kancah internasional. Kampus ini kembali berhasil mengamankan dana hibah penelitian dari lembaga donor Australia. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata terhubungnya jejaring riset yang dibangun oleh sivitas akademika IAI Rawa Aopa.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan pengumuman tersebut usai silaturahmi dengan Kementerian Agama RI Kabupaten Konawe Selatan di Andoolo (Kamis, 22 Januari 2026). Ismail menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari konsistensi dalam menjaga kualitas kemitraan global. 

Ia menyampaikan sekali lagi bahwa kerja sama riset dengan Australia telah berlangsung dalam beberapa siklus program. “Kepercayaan ini tidak datang tiba-tiba, melainkan melalui proses seleksi yang sangat ketat dan kompetitif di tingkat internasional,” ujar Ismail Suardi Wekke yang juga Distinguished Professor di North Bangkok University (Thailand).

Menurut Ismail, dana hibah tersebut akan dialokasikan untuk mendukung proyek riset yang berfokus pada pengembangan masyarakat lokal. Ia juga menyampaikan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah dari dana hibah ini berdampak langsung pada kualitas akademik. 

“Kami memastikan bahwa seluruh pendanaan ini akan dikelola secara transparan dan akuntabel guna menunjang produktivitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas,” tambahnya.

Ismail turut menekankan pentingnya bagi perguruan tinggi untuk memiliki daya saing yang melampaui batas wilayah. Baginya, hibah riset internasional bukan sekadar soal nilai finansial yang diterima kampus. 

“Ini adalah pengakuan dunia terhadap kapasitas intelektual peneliti kita di Konawe Selatan yang mampu bersaing di level dunia,” tegas Ismail dengan penuh optimisme.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa pihaknya terus mendorong seluruh dosen untuk aktif mencari peluang kolaborasi di luar negeri. Ia menilai bahwa jejaring riset merupakan instrumen penting bagi institusi untuk meningkatkan akreditasi dan reputasi akademik. Dengan adanya hibah ini, Ismail berharap akan lahir inovasi-inovasi baru yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan sosial di Sulawesi Tenggara.

Ia pun menambahkan bahwa pihak rektorat akan memberikan pendampingan khusus bagi tim peneliti yang terlibat dalam proyek ini. Pendampingan tersebut meliputi aspek administratif hingga penguatan metodologi riset agar sesuai dengan standar global. Ismail menginginkan agar momentum ini menjadi pemicu bagi program studi lain di IAI Rawa Aopa untuk segera menyusul kesuksesan yang sama.

Keberhasilan meraih dana dari Australia ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi IAI Rawa Aopa dalam peta pendidikan tinggi di Indonesia Timur. Ismail memaparkan bahwa riset kolaboratif ini juga akan melibatkan pertukaran data dan publikasi bersama pada jurnal bereputasi. Hal ini dianggap penting untuk meningkatkan sitasi karya ilmiah dari para akademisi kampus tersebut.

Manajemen kampus kini tengah mempersiapkan jadwal pelaksanaan riset yang akan segera dimulai dalam waktu dekat. Ismail meyakini bahwa dengan kepemimpinan yang solid dan dukungan penuh dari yayasan, program ini akan berjalan sukses. Sinergi antara pendanaan internasional dan semangat peneliti lokal diharapkan mampu membawa IAI Rawa Aopa menuju kampus yang unggul dan berkelanjutan.

Sebagai penutup, Ismail Suardi Wekke menyampaikan terima kasih kepada kolega dari pelbagai perguruan tinggi yang turut mendukung kolaborasi ini. “Diantaranya dari Institut Teknologi Bandung,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

BRIDA (ISW)

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Siap Menyukseskan Temu Inovasi Bisnis BRIDA Konsel

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung agenda daerah. Kampus hijau ini berkomitmen menyukseskan gelaran Temu Inovasi Bisnis yang diinisiasi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Konawe Selatan. Kegiatan strategis ini dijadwalkan berlangsung di dua titik lokasi, yakni Kecamatan Moramo dan Kecamatan Laeya pada pekan mendatang.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret akademisi (Kamis, 22 Januari 2026) di Kampus Andoolo usai menerima undangan untuk kegiatan tersebut. Ia menilai pertemuan tersebut menjadi jembatan penting antara hasil riset kampus dan kebutuhan dunia usaha di daerah. Ismail menyebutkan bahwa keterlibatan perguruan tinggi akan memberikan bobot saintifik dalam setiap inovasi bisnis yang dipamerkan.

“Kami menyambut baik inisiatif BRIDA Konsel ini sebagai ruang hilirisasi riset,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan di kampus. Ia menambahkan bahwa persiapan internal IAI Rawa Aopa telah dilakukan secara maksimal untuk menyongsong acara tersebut. “Rektor IAI Rawa Aopa sudah menugaskan SDM terbaik yang akan hadir di acara tersebut, baik di Moramo maupun Laeya,” tegasnya kembali dengan penuh optimisme.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan unit terkait untuk memetakan potensi inovasi yang relevan dengan karakteristik wilayah setempat. Ia menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku bisnis adalah kunci pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Menurutnya, IAI Rawa Aopa tidak ingin hanya menjadi penonton, melainkan motor penggerak dalam ekosistem inovasi di Konawe Selatan.

Ismail juga memberikan arahan khusus agar partisipasi kampus mampu memberikan solusi nyata bagi tantangan bisnis di lapangan. “Visi kami adalah memastikan setiap ide inovatif memiliki nilai komersial dan manfaat sosial,” kata Ismail menekankan pentingnya output kegiatan tersebut. Ia berharap Temu Inovasi Bisnis ini menjadi titik balik bagi penguatan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.

Dalam tinjauan organisasinya, Ismail memaparkan bahwa dukungan anggaran dan sumber daya manusia telah dialokasikan secara proporsional untuk agenda ini. Ia menekankan pentingnya kehadiran kampus dalam setiap sendi pembangunan di Konawe Selatan melalui fungsi tridharma perguruan tinggi. Ismail meyakini bahwa pemilihan lokasi di Moramo dan Laeya sangat strategis untuk menjangkau potensi maritim dan pertanian yang melimpah.

Kegiatan pekan mendatang diprediksi akan menyedot perhatian banyak pihak, mulai dari investor hingga pengembang teknologi tepat guna. BRIDA Konsel sendiri menggandeng IAI Rawa Aopa guna memastikan setiap inovasi yang muncul telah melalui proses kurasi intelektual. Hal ini diharapkan mampu meminimalisir kegagalan bisnis bagi para pelaku usaha pemula di daerah tersebut.

Kehadiran IAI Rawa Aopa dalam Temu Inovasi Bisnis ini mempertegas posisi kampus sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan. Kolaborasi yang terjalin diharapkan terus berlanjut pada program-program pemberdayaan masyarakat lainnya. Dengan persiapan yang matang, ajang di Moramo dan Laeya ini optimis akan melahirkan terobosan ekonomi baru bagi masyarakat Konawe Selatan.

UniSZA (ISW)

UniSZA and Indonesian Islamic Higher Institutions Foster Strategic Postgraduate Partnership

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – The Graduate School of Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) has signaled a new era of regional academic synergy following a high-level strategic dialogue with four prominent Indonesian Islamic Higher Education Institutions (HEIs).

The virtual meeting, held on January 19, 2026, focused on establishing a sustainable research and mobility ecosystem across Southeast Asia. Led by Assoc. Prof. Dr. Mutia Sobihah Abd Halim, Dean of the UniSZA Graduate School, the meeting resulted in a concrete roadmap for student exchange, joint seminars, and matching grant initiatives.

The Indonesian delegation was moderated by Prof. Ismail Suardi Wekke, Director of the Postgraduate Program at IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, representing a broad network that includes STAI DDI Makassar, STIT Sunan Giri Bima, Universitas Muhammadiyah Bima, and the extensive Darul Dakwah Wal Irsyad (DDI) network, which oversees 12 HEIs and approximately 700 madrasahs.

Prof. Wekke emphasized that this partnership aims to move beyond ad-hoc projects. “We are building an annual forum designed to efficiently serve 20 to 30 Indonesian universities,” he stated, citing the success of the Southeast Asia Student Symposium (ISOFSEAS), which has already generated over 200 Scopus-indexed articles. “The ISOFSEAS is the instrumen for collaboration under the mobility student program,” said Ismail Suardi Wekke that appointed as reserach fellow of INTI International University (Malaysia) last week.

“This collaboration is a strategic milestone for IAI Rawa Aopa and our partner institutions in Indonesia. By aligning our research agendas with UniSZA, we are not just pursuing academic credentials, but creating a bridge for our students to compete at a global level while maintaining our unique Islamic identity,” Prof. Ismail remarked during the session.

He further emphasized the operational improvements of the partnership, stating, “Alhamdulillah, we are seeing a remarkable transformation in institutional governance. Communication via WhatsApp and email with the UniSZA Graduate School is now swift and highly responsive—a far improved experience from previous years that allows us to execute our joint programs with much higher precision.”

“Our focus for 2026 is sustainability and tangible impact. Through the matching grant schemes and the series of international symposia we have planned, we are ensuring that the collaboration produces high-quality Scopus publications and fosters a genuine intellectual exchange that benefits the entire ASEAN academic community,” he added.

The collaboration has outlined a rigorous schedule for the coming year to ensure measurable academic output. The agenda begins with the activation of matching grants for collaborative research from February through November, followed closely by the ASEAN Symposium at Binus University in Jakarta, scheduled for March 31 to April 3 or the official announcement will be coming soon. These initiatives will be complemented by UniSZA student mobility programs taking place in April and August.

Furthering this momentum, the Southeast Asian Symposium on Higher Education (SEASIHE) is set to be hosted in Southeast Sulawesi from May 6 to 10. The year’s strategic activities will culminate in December with an interdisciplinary academic program held in Vietnam.

Assoc. Prof. Dr. Mutia introduced her newly restructured administrative team, pledging expedited processes for Letters of Intent (LoI) and Memoranda of Understanding (MoU). To support Indonesian students, the meeting discussed grouping MAIDAM scholarships and establishing MoUs with three regencies in Southeast Sulawesi—Konawe Selatan, Bombana, and Konawe—to facilitate dedicated funding channels.

The partners agreed to finalize LoI signings via an online ceremony prior to the month of Ramadan. Additionally, a promotional seminar targeting the “Sulawesi cluster” is scheduled for the near future.

The collaboration sets ambitious targets for 2026, including more than 30 new postgraduate enrollments at UniSZA and the publication of at least 20 Scopus-indexed papers. This alliance solidifies UniSZA’s standing as an innovative hub for Islamic postgraduate excellence in the ASEAN region.

Undangan (ISW)

Undangan Kegiatan Recharger & Upgrading Skill – Peningkatan Kapasitas 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Memasuki dinamika kerja tahun 2026 yang semakin kompleks, perusahaan menyadari bahwa sumber daya manusia adalah aset paling berharga yang memerlukan perhatian khusus. Kegiatan Recharger & Upgrading Skill ini dirancang sebagai momentum kolektif untuk menyegarkan kembali semangat kerja sekaligus meningkatkan standar kompetensi profesional seluruh anggota tim. Melalui tema “Peningkatan Kapasitas”, kita akan menyelaraskan visi pribadi dengan target besar organisasi demi mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

Kegiatan difokuskan pada aspek Recharger, di mana peserta diajak untuk melepaskan penat sejenak dari rutinitas harian melalui berbagai aktivitas reflektif dan motivasional. Tahapan ini bertujuan untuk memulihkan energi mental, memperkuat ketahanan emosional, serta membangun kembali kohesi antarkaryawan. Dengan semangat yang telah terisi penuh, diharapkan setiap individu dapat kembali bekerja dengan perspektif yang lebih positif, kreatif, dan penuh antusiasme.

Memasuki inti acara, agenda Upgrading Skill akan menghadirkan serangkaian lokakarya intensif yang relevan dengan tren industri terkini. Fokus utama pengembangan kali ini mencakup penguasaan teknologi mutakhir, strategi komunikasi persuasif, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar. Peserta tidak hanya akan menerima teori, tetapi juga terlibat langsung dalam simulasi kasus nyata yang akan mengasah ketajaman analisis dan kecepatan dalam pengambilan keputusan di lapangan.

Selain peningkatan kompetensi teknis, kegiatan ini juga menekankan pada pentingnya kolaborasi lintas departemen untuk meruntuhkan silo-silo organisasi. Melalui permainan tim dan diskusi panel, setiap peserta didorong untuk memahami peran rekan kerja lainnya sehingga tercipta sinergi yang lebih harmonis. Peningkatan kapasitas secara kolektif ini merupakan kunci utama dalam membangun ekosistem kerja yang lincah dan mampu merespons tantangan global dengan lebih efektif.

Sebagai penutup, seluruh peserta akan bersama-sama merumuskan komitmen baru dan rencana aksi berupa Rencana Kerja Tahunan (RKT) 2026 yang akan diimplementasikan sekembalinya ke unit kerja masing-masing. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan investasi strategis untuk memastikan setiap individu memiliki bekal yang cukup dalam menghadapi tahun 2026. Dengan kapasitas yang meningkat dan energi yang terbarukan, kita optimis dapat melampaui target yang telah ditetapkan dan membawa organisasi menuju level kesuksesan yang baru.