Pelantikan Rektor (ISW)

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Rintis Kerjasama Strategis Dengan PW Al Washliyah Sultra

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat jejaring kelembagaan guna meningkatkan kualitas pendidikan dan pengabdian masyarakat. Dalam kesempatan mendatang, IAI Rawa Aopa akan menjajaki rintisan kerjasama strategis dengan pengurus Wilayah (PW) Al Washliyah Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pernyataan ini disampaikan Ismail Suardi Wekke usai turut hadir dalam kegiatan pelantikan Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan (Sabtu, 17 Januari 2026) di Hotel Zam Zam, Andoolo. Komunikasi dengan PW Al Washliyah telah terjalin selama ini. “Sehingga kita akan mulai merintis kerjasama yang strategis dan komprehenisf,” ungkap Ismail Suari Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kuangan, dan Kepegawaian. 

Kerjasama ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai program kolaboratif, mulai dari beasiswa pendidikan bagi kader Al Washliyah, penelitian bersama, hingga pemberdayaan masyarakat di wilayah pelosok Konawe Selatan. “Al Washilyah, salah satu kekuatan ormas Indonesia. Untuk itu, menjadi peluang untuk bersinergi dan berjalan bersama untuk kemajuan Indonesia melalui institusi pendidikan tinggi,” lanjut Ismail Suardi Wekke yang pekan lalu mendapatkan pelantikan sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia).

Ismail Suardi Wekke, dalam kesempatan tersebut, menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan organisasi kemasyarakatan Islam untuk menghadapi tantangan zaman.

“Kerjasama ini bukan sekadar urusan administratif di atas kertas, melainkan langkah nyata dalam mengintegrasikan potensi akademik kampus dengan basis massa organisasi. IAI Rawa Aopa dan Al Washliyah memiliki napas yang sama dalam memajukan umat melalui pendidikan yang inklusif dan berakar pada nilai-nilai keislaman,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa menegaskan bahwa sinergi ini akan diarahkan pada beberapa agenda krusial yang menyentuh langsung aspek akademik dan sosial. Salah satu fokus utamanya adalah penguatan literasi keagamaan melalui pengembangan kurikulum dakwah yang relevan dengan dinamika masyarakat kontemporer saat ini.

Selain itu, kolaborasi ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi putra-putri daerah, khususnya bagi mereka yang berada di bawah naungan Al Washliyah, agar mendapatkan peluang lebih besar untuk menempuh pendidikan tinggi di IAI Rawa Aopa. Di sisi lain, kedua belah pihak juga berencana mengintegrasikan program pengabdian masyarakat melalui skema KKN tematik yang akan difokuskan pada wilayah-wilayah binaan Al Washliyah di Sulawesi Tenggara.

“Kita akans egera bertemu dengan pihak PW Al Washliyah Sultra. Sekaligus berkomitmen untuk segera menindaklanjuti poin-poin kesepakatan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) yang lebih teknis. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan IAI Rawa Aopa semakin kokoh sebagai pusat keunggulan (center of excellence) di Sulawesi Tenggara, dan juga dalam dunia akademik global.

Rawa Aopa (ISW)

Rawa Aopa: Dari Ekosistem Ekologis Menjadi Instrumen Keilmuan Global

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) merupakan hamparan lahan basah di Sulawesi Tenggara; ia adalah laboratorium alam raksasa yang menyimpan keanekaragaman hayati tak ternilai. Terletak di lima wilayah administratif, termasuk Kabupaten Konawe Selatan, taman nasional ini menjadi ikon geografis dan ekologis yang mendefinisikan karakter wilayah tersebut. 

Nama “Rawa Aopa” sendiri kini telah melampaui batas-batas biofisik, bertransformasi menjadi identitas bagi Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai simbol integrasi antara nilai spiritual dan kelestarian alam. Sehingga nama Rawa Aopa bukan saja terpatri dalam nama sebuah taman nasional, tetapi juga merupakan nama institusi keilmuan.

Secara ekologis, Rawa Aopa merupakan rawa air tawar terluas di daratan Sulawesi yang memiliki fungsi hidrologis vital bagi kehidupan masyarakat sekitarnya. Rawa ini berperan sebagai penyimpan cadangan air dan pengendali banjir alami yang menjaga keseimbangan ekosistem semenanjung tenggara Sulawesi. 

Dengan karakteristik gambut dan vegetasi khas seperti teratai serta hutan bakau pedalaman, kawasan ini menjadi rumah bagi berbagai spesies endemik yang tidak ditemukan di belahan dunia lain. Diantaranya, ada dua yang khas yaitu anoa dan rusa. 

Keanekaragaman fauna di TNRAW menjadi penyanggah yang memberikan nilai ilmiah tinggi. Kawasan ini merupakan habitat penting bagi burung migran serta satwa ikonik seperti Anoa (Bubalus sp.) dan Babirusa. 

Selain itu, burung Maleo yang legendaris juga kerap ditemukan bersarang di area ini. Kehadiran spesies-spesies ini menandakan bahwa Rawa Aopa adalah “jantung” bagi biodiversitas Wallacea yang harus dijaga keberlangsungannya demi ilmu pengetahuan masa depan.

Penggunaan nama “Rawa Aopa” oleh Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memiliki filosofi yang mendalam. Dalam perspektif akademis, pengambilan nama dari entitas lokal bertujuan untuk membumikan institusi pendidikan pada realitas lingkungannya. Sebagaimana rawa yang memberi kehidupan bagi ribuan spesies, perguruan tinggi ini diharapkan mampu menjadi sumber “mata air” ilmu pengetahuan dan kearifan bagi masyarakat di jazirah Sulawesi. 

Namun, cita-citanya, tidak hanya sampai di pulau Sulawesi, yang kadang dilekatkan pula celebes. Peran dan partisipasi global menjadi bagian dalam gerak langkah setiap saat. Jejaring kerjasama dan juga keikutsertaan dalam skala internasional, merupakan bagian dari wawasan akademik.

Integrasi nama ini juga mencerminkan konsep Eco-Theology atau ekoteologi dalam pendidikan Islam. IAI Rawa Aopa memikul tanggung jawab moral untuk menanamkan kesadaran lingkungan kepada para mahasiswanya. 

Dengan menyandang nama taman nasional tersebut, institusi ini secara implisit berkomitmen untuk menyelaraskan ajaran agama dengan aksi pelestarian alam, memandang bahwa menjaga Rawa Aopa adalah bagian dari manifestasi ketaatan kepada Sang Pencipta.

Dari sisi sosiologis, kehadiran IAI Rawa Aopa memperkuat kebanggaan identitas lokal masyarakat Konawe Selatan. Nama “Rawa Aopa” yang sudah dikenal secara internasional di kalangan peneliti lingkungan kini memiliki dimensi intelektual baru. 

Hal ini menciptakan sinergi antara konservasi alam dan pembangunan sumber daya manusia, di mana masyarakat tidak hanya melihat rawa sebagai sumber ekonomi fisik, tetapi juga sebagai simbol kemajuan pendidikan dan peradaban.

Tantangan ke depan bagi institusi ini adalah bagaimana mewujudkan nama besar “Rawa Aopa” dalam bentuk kontribusi nyata terhadap kelestarian taman nasional tersebut. Melalui riset-riset pengabdian masyarakat, IAI Rawa Aopa dapat menjadi jembatan antara kebijakan konservasi pemerintah dengan kearifan lokal penduduk setempat. Pendidikan agama yang inklusif terhadap isu lingkungan akan menjadi modal utama dalam mencegah degradasi lahan dan perburuan liar di kawasan tersebut.

Sebagai penutup, Rawa Aopa adalah warisan alam yang kini berkelindan dengan warisan intelektual. Nama tersebut mengingatkan kita bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak boleh melepaskan diri dari akar alamiahnya. 

Melalui IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, semangat pelestarian Rawa Aopa diharapkan terus menyala, menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara spiritual dan intelektual, tetapi juga peduli pada keberlanjutan bumi pertiwi. Dengan adanya IAI Rawa Aopa, maka keberagamaan dan keberislaman yang sudah dipegang erat, dipertahankan melalui instrumen ilmu pengetahuan.

Kampus (ISW)

Program Studi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mengelola empat program studi, yaitu:

  1. Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan gelar lulusan S.Pd.
  2. Program Studi Pendidikan Islam Usia Dini (PIAUD), dengan gelar lulusan S.Pd.
  3. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dengan gelar lulusan S.Pd.
  4. Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), dengan gelar lulusan S.H.

Saat ini, sementara menunggu Surat Keputusan (SK) persetujuan Kementerian Agama RI, untuk program studi Ekonomi Syariah dengan gelar lulusan S.E.

Kampus (ISW)

Alamat Kampus

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kampus Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, sebanyak 3 lokasi.

Pertama, di Kampus Induk, Kampus Lamooso, terletak di Kecamatan Lamooso, Kab. Konawe Selatan.

Kedua, di Kampus Ibukota Kabupaten, Kampus Andoolo, di Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, Kab. Konawe Selatan.

Ketiga, di Kampus Penghubung Kota Kendari, di Jalan THR, Kota Kendari.

Sesi FGD bersama Mitra Perguruan Tinggi (ISW)

Tindak Lanjut MoU dan MoA dengan STIT Padang Lawas Gunung Tua, Sumatera Utara, Mempersiapkan Seminar Kolaboratif

Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat jejaring akademik lintas pulau. Sebagai langkah konkret pasca diskusi untuk persiapan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Padang Lawas, Gunung Tua, Sumatera Utara (Selasa, 13 Januari 2026). Kedua institusi kini tengah mematangkan persiapan penyelenggaraan seminar bersama (joint seminar) yang akan berlangsung sabtu pekan mendatang.

Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan riset dan publikasi ilmiah bagi dosen serta mahasiswa di kedua belah pihak. Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremonial di atas kertas. Menurutnya, pertemuan dan koordinasi intensif terus dilakukan untuk memastikan poin-poin kesepakatan segera terwujud dalam aksi nyata.

Dalam pernyataannya, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kerja sama dengan STIT Padang Lawas merupakan langkah bagi IAI Rawa Aopa dalam memperluas cakrawala akademik. Ismail juga menyatakan bahwa pihak IAI Rawa Aopa Konawe Selatan tidak ingin MoU ini hanya berhenti di penandatanganan saja. 

“Seminar bersama yang sedang kami siapkan adalah bukti bahwa ada semangat berbagi pengetahuan (knowledge sharing) antara Sulawesi Tenggara dan Sumatera Utara. Ini adalah upaya kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan rekognisi institusi di level nasional,” ujar Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Administrasi Keuangan dan Kerjasama.

Seminar yang direncanakan akan mengangkat isu-isu kontemporer di bidang pendidikan Islam dan tantangan lokalitas di era digital. Selain seminar, MoA ini juga diproyeksikan mencakup: pertukaran naskah jurnal: Mendorong dosen kedua institusi untuk saling berkontribusi dalam jurnal ilmiah masing-masing.

Berikutnya, kolaborasi riset: Melakukan penelitian bersama yang membandingkan fenomena sosial keagamaan di wilayah Sumatera dan Sulawesi. Termasuk juga pengabdian masyarakat: Program kolaborasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di sekitar kampus.

Dengan adanya tindak lanjut yang cepat ini, diharapkan hubungan antara IAI Rawa Aopa dan STIT Padang Lawas dapat menjadi model kolaborasi yang produktif bagi perguruan tinggi keagamaan Islam swasta di Indonesia.

Guangzhou (ISW)

Memajukan Kolaborasi Akademik Global di Asia: Pimpinan IAI Rawa Aopa Kunjungi Guangzhou

Rawaaopakonsel.ac.id, Guangzhou – Dalam misi untuk memperluas jangkauan internasional akademisi Asia, Ismail Suardi Wekke baru saja menyelesaikan serangkaian kegiatan di Guangzhou, Tiongkok. Kunjungan ini merupakan upaya eksplorasi terhadap institusi akademik transformatif, yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengadopsi model fasilitasi yang dapat meningkatkan visibilitas global serta dampak penelitian universitas-universitas di tingkat regional (Selasa, 23 Desember 2025).

“Sudah saatnya kita mulai memperluas kerja sama regional dari Asia Tenggara ke Asia secara luas,” ujar Wekke setelah menyelesaikan kunjungannya ke Guangzhou di kantor AiScholar. Kunjungan Wekke ke Guangzhou merupakan kelanjutan dari dedikasinya terhadap integrasi regional. Ismail Suardi Wekke, saat ini juga menjabat sebagai wakil rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Sebagai tokoh ilmiah kunci dan pendiri Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) yang didirikan pada tahun 2016, beliau telah menghabiskan hampir satu dekade membangun jembatan antar institusi di kawasan Asia Tenggara, mulai dari Indonesia, Malaysia, Thailand, hingga Singapura. SEAAM lahir dari visi untuk mendobrak sekat-sekat akademik tradisional, memfasilitasi pertukaran mahasiswa dan dosen yang bersifat swadaya dan didorong oleh komunitas. 

Di bawah jejaring SEAAM, persahabatan ini telah bertransformasi dari jaringan sarjana menjadi platform kokoh untuk kolokium internasional dan penelitian bersama. Misinya ke Tiongkok kali ini memperluas filosofi “mobilitas” tersebut ke panggung global, menghubungkan koridor akademik Asia Tenggara dengan pusat pendidikan Asia Timur yang berkembang pesat.

Sementara itu, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang dalam bulan November 2025 lalu, memeringati Dies Natali IX (2025) menjadikan itu sebagai tonggak dalam menapaki perjalanan dari STAI ke IAI. “Insya Allah dalam kurun waktu di bawah 5 tahun, semoga kita mendapatkan pertolongan Allah untuk menuju universitas Islam,” papar Ismail Suardi Wekke yang juga Research Fellow di INTI International University (Malaysia).

Salah satu agenda utama Dr. Wekke adalah observasi langsung terhadap institusi transformatif di Guangzhou, seperti KEO. Pusat ini berada di garda terdepan dalam menggabungkan pedagogi teknologi tinggi dengan kerangka penelitian internasional. Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa institusi-institusi ini tidak hanya fokus pada mobilitas keluar, tetapi unggul dalam “Internationalization at Home” (Internasionalisasi di Dalam Negeri).

Konsep ini melibatkan integrasi standar global, kurikulum berbasis kecerdasan buatan (AI), dan repositori digital lintas batas langsung ke dalam budaya kampus. Hal ini memastikan setiap mahasiswa mendapatkan manfaat dari pendidikan global tanpa harus terkendala kemampuan untuk bepergian ke luar negeri.

Misi ini disusun berdasarkan pendekatan berlapis untuk pertumbuhan institusional: antara lain pertama, Peningkatan Visibilitas: Prof. Wekke mengeksplorasi penggunaan arsip digital global agar kontribusi akademik lokal mendapatkan audiens dunia dan meningkatkan dampak sitasi.

 

Selanjutnya, Fasilitasi Institusional: Mempelajari bagaimana universitas di Guangzhou mengelola kompleksitas finansial dan budaya dalam membangun kemitraan internasional berkelas dunia sebagai model bagi perguruan tinggi di Asia Tenggara.

Ketiga, Revolusi AI dan Masyarakat Pendidikan Tinggi: Diskusi mengenai model di mana AI bertindak sebagai katalis bagi literasi sains maupun agama, menghasilkan lulusan yang mahir secara teknis namun tetap memiliki landasan etika yang kuat.

Melalui diskusi meja bundar dengan administrator akademik Tiongkok, Dr. Wekke mempertegas pentingnya “lintas wilayah akademik.” Model Guangzhou menunjukkan bahwa ketika sebuah institusi berfungsi sebagai simpul dalam jaringan global, hal itu secara alami akan menarik talenta internasional, prestise, dan pendanaan yang lebih besar.

Kunjungan ini telah meletakkan dasar bagi potensi Nota Kesepahaman (MoU) dan proyek penelitian bersama yang berfokus pada Pendidikan Interdisipliner. Dengan mengadopsi filosofi “Double First-Class” yang diterapkan dalam kebijakan pendidikan tinggi Tiongkok, Prof. Wekke berniat menerapkan kerangka kerja yang memungkinkan institusi Asia Tenggara bersaing dan berkolaborasi secara setara dengan mitra global.

Strategi transformatif ini rencananya akan diintegrasikan ke dalam program fellowship pengembangan akademik SEAAM dan kolokium penelitian internasional sepanjang tahun 2026. Peta jalan ini bukan sekadar tentang pertumbuhan institusi, melainkan komitmen untuk memastikan masa depan di mana pendidikan interdisipliner dan pembangunan berkelanjutan menjadi pilar keamanan manusia dan keunggulan akademik.

IPRC (ISW)

Call for Papers, International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Welcome to the official announcement for the International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026. This academic gathering serves as a dynamic platform for postgraduate scholars, early-career researchers, and seasoned academics to showcase innovative research and engage in interdisciplinary dialogue.

This year, IPRC will conduct in cooperation Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM), and Institut Bisnis dan Keuangan Nitro (Makassar).

IPRC 2026 (ISW)
IPRC 2026 (ISW)

Introduction

The International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026 is dedicated to fostering global academic excellence and collaborative innovation. This year’s conference, themed “Advancing Innovation through Interdisciplinary Collaboration,” seeks to bridge the gap between theoretical research and practical application. By bringing together diverse perspectives from around the world, IPRC 2026 aims to address contemporary global challenges through rigorous inquiry and evidence-based discourse.

The conference provides a supportive environment for postgraduate students to refine their research methodologies and present their findings to an international audience. Participants will have the opportunity to engage with keynote addresses from distinguished scholars, participate in thematic parallel sessions, and build professional networks that transcend geographical boundaries. It is more than just a presentation venue; it is a community built on shared intellectual curiosity and the pursuit of impactful scholarship.

We invite researchers from all academic domains—including STEM, Social Sciences, Humanities, and Business—to contribute to this vibrant exchange of ideas. Whether you are presenting a full paper, a poster, or attending as a delegate, your presence will contribute to the rich tapestry of knowledge that defines IPRC. Join us as we explore new frontiers in research and empower the next generation of academic leaders.

Abstract Submission

Abstract and presentation should be registered through the Google Form below: (latest submission is March 26, 2026)

https://forms.gle/JWoCKmWEYSiw4yz67

Registration Fees

Registration is required for all presenters and attendees. Please refer to the table below for the applicable rates based on your category.

Category

USD Rate 

Rupiah Rate 

Faculty Member / Academic $ 150 USD Rp. 4.000.000
Student $ 100 USD Rp. 2.000.000

> Note: Student registrants must provide a valid University ID or a letter from their department to qualify for the student rate.

Call for Papers

We welcome original research contributions in the following tracks:

  • Track 1: Science, Technology, Engineering, and Medicine (STEM)
  • Track 2: Accounting, Business, and Management
  • Track 3: Humanities and Social Sciences
  • Track 4: Multidisciplinary & Interdisciplinary Studies

Conference Timeline

To ensure your work is considered for the conference proceedings and special journal issues, please adhere to the following deadlines:

  • Abstract Submission Opens: January 2 – March 26, 2026
  • Full Paper Submission Opens: January 2 – April 15, 2026
  • Submission Deadline: April 15, 2026
  • Author Notification: January 2 – April 15, 2026
  • Revised Paper Submission: April 20, 2026
  • Registration Deadline: March 30, 2026
  • Conference Dates: April 26-27, 2026

Contact Person

For any inquiries regarding submissions, registration, or logistics, please contact the Conference Secretariat:

  • Name: Ir. Arifuddin Rachmat Fisu (Conference Co-Chair)
  • Email: informasi@rawaaopakonsel.ac.id 
  • Office: Director Partnership, Southeast Asia Academic Mobility
MoU (ISW)

IAI Rawa Aopa Konawe dan UNISSA Brunei Darussalam Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe, Sulawesi Tenggara, secara resmi memperkuat jaringan internasionalnya melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam. Prosesi penandatanganan ini berlangsung pada Kamis, 20 November 2025, di Kampus UNISSA (Brunei Darussalam), yang dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kedua institusi.

Rektor UNISSA, Yang Mulia Dato Seri Setia Dr. Haji Norarfan bin Haji Zainal, menyambut hangat kunjungan muhibah delegasi dari Sulawesi tersebut. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi formal, tetapi juga merupakan langkah konkret dalam membangun sinergi pendidikan tinggi Islam di Asia Tenggara. Delegasi IAI Rawa Aopa sendiri dipimpin oleh Ketua Dewan Pembina, Al Asri, M.Si.,

MoU (ISW)
MoU (ISW)

Ketua Dewan Penyantun IAI Rawa Aopa Konawe, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan optimisme tinggi terhadap kemitraan ini. “Kami memandang UNISSA sebagai mitra strategis yang memiliki reputasi akademik internasional yang sangat baik, sehingga kolaborasi ini akan menjadi jembatan bagi mahasiswa dan dosen kami untuk memperluas cakrawala di kancah global,” ujarnya di sela-sela acara.

Ia juga menambahkan bahwa kesepakatan ini mencakup berbagai poin penting, termasuk pertukaran pelajar dan kolaborasi riset lintas negara. “Fokus utama kami adalah memastikan bahwa implementasi dari MoU ini dapat segera dirasakan manfaatnya, terutama dalam meningkatkan kualitas literasi dan kajian keislaman yang relevan dengan tantangan zaman saat ini,” tegas Al Asri.

Lebih lanjut, Al Asri menekankan pentingnya adopsi kurikulum yang adaptif namun tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman. “Melalui sinergi dengan UNISSA, IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus berinovasi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat sesuai dengan visi besar institusi kami,” pungkasnya.

Di sisi lain, Al Asri menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program kerja besar yayasan dalam melakukan akselerasi mutu sumber daya manusia di Sulawesi Tenggara melalui jalur kerja sama internasional. Ia menyatakan bahwa pihak IAI Rawa Aopa telah menyiapkan peta jalan yang jelas untuk menindaklanjuti setiap poin kesepakatan agar tidak berhenti pada seremoni penandatanganan semata.

Beliau pun menyebutkan bahwa pihak UNISSA menyambut baik inisiatif kolaborasi ini, terutama dalam hal pengembangan dakwah dan pendidikan Islam yang inklusif di wilayah regional. Menurutnya, kesamaan visi dalam mencetak generasi rabbani menjadi alasan kuat mengapa kedua institusi ini memutuskan untuk saling mengikatkan diri dalam dokumen Nota Kesepahaman tersebut.

Sebagai penutup, Al Asri mengungkapkan harapannya agar kerja sama ini dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi swasta lainnya di Indonesia untuk berani melangkah ke level internasional. Ia meyakini bahwa dengan terjalinnya hubungan formal ini, akses terhadap referensi akademik dari Brunei Darussalam akan semakin terbuka lebar bagi sivitas akademika IAI Rawa Aopa Konawe.

Raker (Rawa Aopa)

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Rampungkan Raker Akademik: Perkuat Budaya Mutu dan Atmosfer Akademik

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan (Konsel) telah sukses merampungkan Rapat Kerja Akademik (Raker Akademik) tahunan yang berlangsung dalam Sabtu, 26 Juli 2025 bertempat di gedung akademik, kampus Andoolo. 

Pertemuan strategis ini difokuskan pada penguatan kerangka kerja akademik, peningkatan kualitas pendidikan, serta pembangunan budaya mutu dan atmosfer akademik yang kondusif di lingkungan kampus. Raker Akademik ini dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan, dekan, ketua program studi, dosen, dan staf tenaga kependidikan, menunjukkan komitmen kolektif terhadap kemajuan institusi.

Dalam sambutan pembukanya, Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Dr. Ismail Suardi Wekke, menegaskan urgensi Raker Akademik sebagai platform krusial untuk mengevaluasi kinerja tahun sebelumnya dan merumuskan langkah-langkah strategis ke depan. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah institusi pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, melainkan juga dari kualitas proses pembelajaran dan lingkungan akademik yang mendukung inovasi dan pengembangan diri.

Ismail Suardi Wekke secara khusus menyoroti pentingnya membangun budaya mutu sebagai pilar utama dalam mencapai visi institusi. Menurutnya, budaya mutu bukanlah sekadar slogan atau standar administratif semata, melainkan sebuah filosofi yang harus meresap dalam setiap lini kegiatan akademik dan non-akademik di kampus.

“Budaya mutu adalah ketika setiap individu di IAI Rawa Aopa, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan, merasa memiliki tanggung jawab personal terhadap kualitas pekerjaan dan layanan yang mereka berikan,” ujar Ismail. 

“Ini berarti komitmen untuk terus belajar, berinovasi, dan tidak pernah puas dengan status quo. Mutu harus menjadi napas kita, baik dalam penyusunan kurikulum, proses pengajaran, penelitian, hingga pelayanan kemahasiswaan. Kita harus memastikan bahwa setiap lulusan IAI Rawa Aopa tidak hanya memiliki pengetahuan yang mumpuni, tetapi juga karakter yang kuat dan daya saing yang tinggi.”

Rektor menambahkan bahwa implementasi budaya mutu memerlukan sistem evaluasi internal yang kuat dan berkelanjutan, serta kesediaan untuk menerima umpan balik dan melakukan perbaikan secara terus-menerus. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan mutu ini, menjadikan IAI Rawa Aopa sebagai pusat keunggulan yang diakui secara regional maupun nasional.

Selain budaya mutu, Prof. Ismail Suardi Wekke juga menekankan pentingnya menciptakan atmosfer akademik yang inklusif dan kondusif. Atmosfer ini, jelasnya, adalah fondasi bagi terciptanya proses pembelajaran yang efektif dan lingkungan penelitian yang produktif.

“Atmosfer akademik yang baik adalah suasana di mana mahasiswa merasa nyaman untuk bertanya, berdiskusi, dan mengembangkan ide-ide mereka tanpa rasa takut atau canggung,” kata Ismail. “Ini adalah lingkungan di mana dosen dan mahasiswa dapat berkolaborasi dalam penelitian, saling menginspirasi, dan mendorong batas-batas pengetahuan. Kita harus menciptakan ruang di mana perbedaan pendapat dihargai, inovasi didukung, dan setiap individu merasa menjadi bagian dari komunitas ilmiah yang dinamis.”

Untuk mencapai hal ini, Rektor meminta agar fasilitas perpustakaan diperkaya, akses terhadap sumber daya digital ditingkatkan, serta kegiatan-kegiatan ilmiah seperti seminar, lokakarya, dan diskusi rutin digalakkan. Ia juga mendorong pengembangan program mentoring bagi mahasiswa, serta kesempatan bagi dosen untuk terus mengembangkan kapasitas keilmuan mereka melalui studi lanjut dan partisipasi dalam konferensi internasional.

“Atmosfer akademik juga berarti menjunjung tinggi etika akademik, integritas, dan objektivitas dalam setiap penelitian dan publikasi,” tambahnya. “Ini adalah tentang membangun kepercayaan antara dosen dan mahasiswa, serta menciptakan lingkungan yang bebas dari plagiarisme dan praktik-praktik tidak etis lainnya.”

Raker Akademik ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan menjadi panduan bagi seluruh unit kerja di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan selama satu tahun ke depan. Rekomendasi tersebut mencakup peningkatan digitalisasi layanan akademik, penguatan jejaring kemitraan dengan institusi lain, serta pengembangan program studi baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

Penutupan Raker Akademik ini ditandai dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk mengimplementasikan hasil-hasil yang telah disepakati. Dengan semangat kebersamaan dan visi yang jelas, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan siap melangkah maju menuju masa depan yang lebih cerah, menghasilkan lulusan berkualitas yang mampu berkontribusi nyata bagi bangsa dan agama.

NASA Challenge (Rawa Aopa)

IAI Rawa Aopa Menjadi Mitra Pelaksanaan NASA Challenge 2025

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, menjadi institusi pendidikan tinggi yang dikenal dengan fokusnya pada integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan, kini menorehkan capaian yang perlu disyukuri. IAI Rawa Aopa secara resmi terpilih sebagai mitra pelaksana NASA Challenge 2025, sebuah kompetisi inovasi global yang diselenggarakan oleh National Aeronautics and Space Administration (NASA). 

Kemitraan ini bukan hanya pengakuan atas potensi akademik dan riset IAI Rawa Aopa, tetapi juga menjadi jembatan penting bagi mahasiswa dan peneliti Indonesia untuk berkontribusi langsung pada eksplorasi antariksa dan pengembangan teknologi mutakhir yang relevan dengan tantangan global.

Keterlibatan IAI Rawa Aopa dalam NASA Challenge 2025 akan membuka peluang kolaborasi multidisiplin yang unik. Kompetisi ini biasanya mendorong partisipan untuk mengembangkan solusi inovatif terhadap permasalahan nyata, mulai dari tantangan teknis dalam misi luar angkasa hingga aplikasi data antariksa untuk mengatasi isu-isu lingkungan di Bumi. 

Dengan demikian, IAI Rawa Aopa akan berperan dalam memfasilitasi partisipasi aktif dari sivitas akademika, terutama dalam bidang-bidang yang mungkin bersentuhan dengan teknologi informasi, analisis data, keberlanjutan lingkungan, dan bahkan etika dalam eksplorasi antariksa. Ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa institusi yang berakar pada nilai-nilai lokal dapat menghasilkan inovasi berkelas dunia.

Sebagai mitra pelaksana, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan diharapkan akan menyediakan platform, sumber daya, dan bimbingan bagi para peserta NASA Challenge 2025. Keterlibatan ini juga akan memperkuat jaringan kolaborasi internasional IAI Rawa Aopa dengan lembaga-lembaga riset dan teknologi terkemuka di seluruh dunia. 

Diharapkan, kemitraan ini tidak hanya meningkatkan profil IAI Rawa Aopa di kancah global, tetapi juga menginspirasi generasi muda Indonesia untuk mengejar karier di bidang STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika), sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya eksplorasi ilmiah dan inovasi demi kemajuan peradaban.