dari Gontor ke Rawa Aopa (ISW)

Dari Gontor ke Rawa Aopa: Mengadaptasi Arsitektur Kelembagaan Gontor untuk Akselerasi Menara Pendidikan Islam

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Ini merupakan catatan, dalam kaitan untuk eksplorasi kerjasama antara Universitas Darussalam Gontor dan Gontor Kampus 6 (Pudahoa, Konawe Selatan) dengan Institut Agama Islam Rawa Konawe Selatan.

Dalam peta pendidikan Islam di Indonesia, Pondok Modern Darussalam Gontor beserta Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor telah bertransformasi menjadi “Menara Pendidikan”. Keberhasilannya dalam menjaga tradisi sekaligus beradaptasi dengan modernitas menjadi role model bagi institusi baru. 

Bagi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menyerap energi dan metodologi dari Gontor bukan sekadar kerja sama biasa, melainkan langkah strategis untuk melakukan lompatan kualitas (quantum leap) dalam penguatan kapasitas internal. Berikut adalah pilar-pilar penguatan yang dapat diadaptasi melalui kolaborasi strategis tersebut:

Pertama: Standarisasi Manajemen Tata Kelola (Total Quality Management)

Gontor memiliki sistem tata kelola yang mandiri, disiplin, dan berkelanjutan. IAI Rawa Aopa dapat belajar mengenai sistem administrasi dan manajemen organisasi yang berbasis pada nilai keikhlasan namun dijalankan dengan profesionalisme tinggi. Pendampingan dari UNIDA Gontor dalam hal penjaminan mutu internal akan membantu IAI Rawa Aopa membangun sistem kelembagaan yang kokoh, transparan, dan akuntabel sejak dini.

Kedua: Pengembangan Kapasitas SDM melalui “Kaderisasi” Akademik

Salah satu kekuatan utama Gontor adalah sistem kaderisasinya yang tak pernah putus. Melalui kolaborasi ini, dosen dan staf IAI Rawa Aopa dapat mengikuti program short course atau magang manajerial di UNIDA Gontor. Tujuannya adalah untuk mentransfer etos kerja, kedisiplinan, dan pola pikir pengabdian yang menjadi ciri khas tenaga pendidik di Gontor, sehingga tercipta SDM yang memiliki loyalitas tinggi terhadap visi institusi.

Ketiga: Internalisasi “Panca Jiwa” dalam Budaya Kampus

Pendidikan Islam bukan hanya soal transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter. IAI Rawa Aopa dapat mengadopsi nilai-nilai “Panca Jiwa” (Keikhlasan, Kesederhanaan, Berdikari, Ukhuwah Islamiyah, dan Kebebasan) ke dalam budaya kampus. Dengan belajar dari Gontor, IAI Rawa Aopa dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga membentuk integritas moral mahasiswa di Konawe Selatan.

Keempat: Pendampingan Akreditasi dan Publikasi Ilmiah

Sebagai institusi yang telah mapan, UNIDA Gontor memiliki pengalaman luas dalam menavigasi regulasi pendidikan tinggi dan standar akreditasi nasional maupun internasional. Gontor dapat memberikan asistensi teknis bagi IAI Rawa Aopa dalam memetakan borang akreditasi, pengelolaan jurnal ilmiah, hingga strategi peningkatan jabatan fungsional dosen, sehingga proses penguatan status kelembagaan dapat berjalan lebih cepat dan terukur.

Kelima: Pemanfaatan Jaringan Global Gontor untuk Aksesibilitas

Gontor memiliki jejaring alumni dan kemitraan internasional yang sangat luas di Timur Tengah maupun Barat. Dengan bernaung di bawah bimbingan “Menara” ini, IAI Rawa Aopa mendapatkan akses untuk terhubung dengan mitra-mitra internasional tersebut. Hal ini membuka peluang bagi IAI Rawa Aopa untuk terlibat dalam forum-forum ilmiah dunia, program beasiswa, dan kolaborasi global yang sebelumnya sulit dijangkau secara mandiri.

Penutup

Belajar dari Gontor berarti belajar tentang ketahanan dan visi jangka panjang. Dengan memposisikan Gontor sebagai mentor kelembagaan, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan tidak perlu memulai semuanya dari nol. 

Melalui bimbingan dari UNIDA Gontor dan dukungan kewilayahan dari Gontor Kampus 6, IAI Rawa Aopa siap bertransformasi menjadi pusat keunggulan pendidikan Islam di Sulawesi Tenggara yang berakar kuat pada tradisi dan menjulang tinggi dalam prestasi.

 

Padang Lawas (ISW)

Implementasi MoU dan MoA dengan STIT Padang Lawas Gunung Tua Sumatera Utara, IAI Rawa Aopa Laksanakan Seminar Nasional Kolaboratif

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus mempertahankan jejaring akademik di tingkat nasional. Langkah konkret ini diwujudkan melalui implementasi kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Padang Lawas Gunung Tua, Sumatera Utara. Kedua lembaga sepakat menggelar Seminar Nasional Kolaboratif sebagai tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) yang telah disepakati sebelumnya (Sabtu, 24 Januari 2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kedua institusi dalam meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi. Seminar tersebut menghadirkan berbagai narasumber kompeten untuk membahas tantangan pendidikan Islam di era transformasi digital. Sinergi antara perguruan tinggi dari Sulawesi Tenggara dan Sumatera Utara ini diharapkan mampu melahirkan inovasi baru dalam pengembangan kurikulum.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa pertemuan akademik lintas pulau adalah kunci kemajuan institusi. 

“Kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa jarak geografis bukan lagi penghalang untuk membangun kekuatan intelektual bersama,” ujar Ismail Suardi Wekke yang turut menjadi salah satu pembicara dalam seminar nasional tersebut.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa fokus utama dari kerja sama ini adalah akselerasi kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, dosen dan mahasiswa harus memiliki wawasan yang luas melampaui batas daerah masing-masing. Ia menyebutkan bahwa seminar nasional ini menjadi wadah pertukaran ide yang segar bagi para akademisi dari kedua kampus yang terlibat.

Pihak rektorat IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk memastikan setiap butir kesepahaman tidak berhenti di atas kertas saja. Ismail menekankan pentingnya keberlanjutan program pasca-seminar agar dampak positifnya terasa bagi masyarakat luas. 

“Kami ingin memastikan bahwa setiap MoA yang ditandatangani segera dikonversi menjadi aksi nyata yang produktif bagi sivitas akademika,” tegas lulusan Universiti Kebangsaan Malaysia tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail menguraikan bahwa penguatan tata kelola kelembagaan menjadi salah satu prioritas dalam kemitraan ini. Ia berharap adanya transfer pengetahuan mengenai manajemen perguruan tinggi antara IAI Rawa Aopa dan STIT Padang Lawas. Upaya ini dipandang strategis untuk mendorong percepatan akreditasi program studi menuju predikat unggul di masa mendatang.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan pesan optimistis mengenai masa depan pendidikan Islam di Indonesia melalui kolaborasi yang inklusif. Ia berpendapat bahwa kemandirian kampus dapat dicapai dengan cara saling mendukung antarlembaga pendidikan. “Sinergi ini adalah langkah awal dari rangkaian panjang riset bersama dan publikasi ilmiah yang akan kita garap di tahun ini,” tambahnya dengan penuh semangat.

Seminar nasional ini ditutup dengan penyusunan rencana aksi bersama untuk program pertukaran dosen tamu dan penelitian kolaboratif. Keberhasilan acara ini menandai babak baru bagi IAI Rawa Aopa dalam memperluas pengaruh akademisnya hingga ke wilayah Sumatera. Kerja sama ini diharapkan menjadi role model bagi institusi lain dalam membangun konektivitas pendidikan di tingkat nasional.

Boepinang (ISW)

Implementasi MoU Dengan Pemkab Bombana, Pimpinan dan Dosen IAI Rawa Aopa Laksanakan Pendampingan Mahasiswa di Boepinang

Rawaaopakonsel.ac.id, Boepinang – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan merealisasikan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bombana. Langkah nyata ini diwujudkan melalui kegiatan pendampingan mahasiswa yang dilaksanakan oleh jajaran pimpinan dan dosen di Boepinang, Kabupaten Bombana (Sabtu, 24 Januari 2026). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Nota Kesepahaman (MoU) yang telah disepakati kedua belah pihak sebelumnya dalam kaitan memberi bantuan pembiayaan untuk mahasiswa asal Bombana. “Namun, bukan soal biaya saja, kita juga memastikan mahasiswa selesai tepat waktu,” kata Ismail Suardi Wekke.

Kehadiran pimpinan dan IAI Rawa Aopa di wilayah tersebut bertujuan untuk memastikan kegiatan mahasiswa terkait dengan program pengabdian masyarakat berjalan optimal. Dosen pendamping lapangan memberikan arahan langsung kepada mahasiswa agar program yang dijalankan relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Bombana.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, turut hadir memantau langsung proses pendampingan tersebut. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar soal biaya kuliah. Menurutnya, aksi nyata di lapangan adalah kunci dari keberhasilan sebuah kemitraan institusi pendidikan dengan pemerintah daerah.

“Kehadiran kami di Boepinang merupakan bukti komitmen kampus dalam mengawal setiap butir kesepakatan dengan Pemkab Bombana agar berdaya guna,” ujar Ismail Suardi Wekke saat ditemui di sela kegiatan. 

Ismail menjelaskan bahwa keterlibatan dosen secara aktif diharapkan mampu mentransfer pengetahuan praktis kepada mahasiswa dan warga sekitar. Ia juga menekankan bahwa melalui pendampingan ini, mahasiswa dapat belajar memecahkan masalah sosial secara lebih sistematis dan terukur.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa pihaknya ingin memastikan seluruh sumber daya kampus dikerahkan untuk mendukung program prioritas daerah di wilayah Bombana. Beliau juga mengungkapkan harapannya agar sinergi ini melahirkan inovasi baru yang muncul dari hasil interaksi antara akademisi dan realitas sosial di lapangan. 

Selain itu, Ismail menambahkan bahwa penguatan kapasitas mahasiswa di Boepinang akan menjadi pilot project bagi implementasi MoU di wilayah-wilayah lainnya. Sekolah setempat menyambut baik kehadiran tim dari IAI Rawa Aopa yang turun langsung ke masyarakat. 

Kolaborasi ini dinilai strategis dalam ikhtiar mempercepat pembangunan di sektor pendidikan dan sosial keagamaan. Mahasiswa yang sedang bertugas merasa terbantu dengan adanya arahan teknis dari para pimpinan dan dosen yang hadir.

Kegiatan pendampingan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pemberdayaan ekonomi umat hingga penguatan literasi pendidikan. Dosen yang terlibat tidak hanya memantau, tetapi juga ikut serta dalam diskusi-diskusi bersama tokoh masyarakat setempat. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa program yang dijalankan memiliki keberlanjutan jangka panjang bagi warga Boepinang.

Implementasi MoU ini diharapkan terus berkembang ke berbagai sektor pembangunan lainnya di masa depan. IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mencetak generasi unggul. Penutupan kegiatan pendampingan hari ini menandai babak baru kolaborasi aktif antara dunia akademik dan birokrasi di Sulawesi Tenggara.

 

Diskusi dengan Binus (ISW)

Pertemuan dengan SOA Binus University, Usulkan Persiapan Kolaborasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa berusaha mempertahankan jejaring akademik di tingkat nasional. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, memenuhi undangan diskusi daring dari School of Accounting (SOA) Bina Nusantara University (Sabtu, Januari 2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mematangkan draf kerja sama formal antar kedua institusi.

Diskusi tersebut berfokus pada pengembangan kualitas riset dan penguatan kapasitas dosen. Ismail Suardi Wekke menilai kolaborasi dengan Binus University sangat strategis bagi pengembangan institusi di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, sinergi ini akan membuka akses bagi dosen IAI Rawa Aopa untuk mendalami tata kelola akuntansi modern dan publikasi ilmiah berstandar internasional.

Dalam forum tersebut, Ismail menyampaikan antusiasmenya terhadap penyelarasan program akademik. “Pertemuan ini adalah momentum penting bagi kami untuk mengadopsi praktik terbaik dalam manajemen pendidikan tinggi dari Binus University,” ujar Ismail Suardi Wekke di tengah sesi diskusi. Ia berharap draf kolaborasi ini segera rampung untuk diimplementasikan pada semester mendatang.

Lebih lanjut, Ismail menekankan bahwa kerja sama ini menjadi peluang untuk bersama-sama dalam pelbagai bentuk kolaborasi. “Kami mengusulkan persiapan kolaborasi yang menyentuh aspek fundamental, terutama dalam pengabdian masyarakat berbasis literasi keuangan,” tegasnya. Baginya, IAI Rawa Aopa membutuhkan mitra yang kuat untuk mengakselerasi transformasi digital di lingkungan kampus.

Ismail juga memberikan arahan khusus mengenai target yang ingin dicapai melalui kemitraan ini. “Saya ingin memastikan bahwa setiap dosen di IAI Rawa Aopa mendapatkan manfaat nyata dari jejaring dengan School of Accounting Binus,” kata Ismail Suardi Wekke yang mengikuti diskusi (daring) saat berada di Bombana dalam kegiatan pengabdian masyarakat terintegrasi dengan penelitian dan publikasi. 

Hal ini menjadi komitmen pimpinan untuk terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Konawe Selatan. Ismail Suardi Wekke turut menjelaskan bahwa tindak lanjut dari pertemuan ini akan melibatkan penyusunan poin-poin kesepahaman (MoU) yang lebih detail. 

Ia menyatakan bahwa pihak kampus sangat terbuka terhadap masukan teknologi dari Binus yang dapat diterapkan pada kurikulum lokal. Pihaknya berencana mengundang tim SOA Binus untuk melakukan pendampingan teknis secara daring maupun luring.

Rencana kolaborasi ini juga mencakup bidang penulisan buku dan artikel jurnal secara bersama. Ismail menyebutkan bahwa potensi riset di Sulawesi Tenggara sangat melimpah namun memerlukan metodologi yang lebih tajam. 

Melalui kemitraan ini, ia meyakini karya-karya akademisi IAI Rawa Aopa akan mempelajari teknis dalam menembus indeksasi global dengan bimbingan dari pakar di Binus University. Pertemuan daring ini berakhir dengan catatan untuk mengadakan pertemuan lagi berikutnya dalam terkait teknis. 

IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus bergerak progresif dalam menjalin aliansi strategis. Langkah ini dipandang sebagai upaya nyata Ismail Suardi Wekke dalam membawa kampus tersebut menjadi pusat unggulan untuk berperan dalam ekosistem keilmuan.

RKT 2026 (ISW)

Usai Kegiatan Pengembangan Kapasitas, Dosen dan Unsur Pimpinan Diskusikan RKT 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Setelah pelaksanaan kegiatan Pengembangan Kapasitas, peserta bersama-sama unsur pimpinan mengadakan sesi diskusi informal. Mereka bersama-sama diskusi terkait dengan Rencana Kerja Tahunan 2026.

“Ini sebagai upaya awal untuk proyeksi kegiatan yang menjadi kebutuhan 2026,” ujar Ismail usai penutupan kegiatan di aula kampus Andoolo (23 Januari 2026).

Dalam kegiatan Pengembangan Kapasitas, tantangan akreditasi menjadi materi utama. Baik akreditasi institusi, maupun akreditasi program studi.

Flyer Kegiatan (ISW)

Kegiatan Pengembangan Kapasitas Pimpinan dan Dosen IAI Rawa Aopa Menyamakan Perspesi untuk Penyusunan RKT 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kegiatan Pengembangan Kapasitas yang dilaksanakan yayasan pendidikan Al Asri bertempat di Aula Kampus Andoolo, sukses terselenggara (Jumat, 23 Januari 2026). Kegiatan yang dibuka oleh Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menghadirkan panel pembicara.

Dr. Basrin Melamba, S.Pd., M.A., dalam sambutan pembukaan menyampaikan amanah untuk kesatuan gerak dalam mutu tri dharma.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyamakan persepsi pimpinan dan dosen dalam menghadapi rencana kerja tahunan, 2026,” ujar rektor.

Kegiatan tersebut juga diteruskan dengan pembekalan dari Prof. La Ino (Universitas Halu Oleo), salah satu assesor akreditasi.

Kuliah Umum (ISW)

Kuliah Umum Kolaboratif: Kerjasama Perguruan Tinggi dengan CIDES ICMI dan UNESCO Chair COSDEV

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Memperkuat sinergi akademik dan wawasan global, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar Kuliah Umum Kolaboratif yang bekerja sama dengan Center for Information and Development Studies (CIDES) ICMI. Acara yang berlangsung daring khidmat ini menghadirkan Direktur CIDES ICMI, Prof. Dr. Andi Faisal Bakti, sebagai pemateri (Selasa, 20 Januari 2026). 

Kehadiran beliau yang juga merupakan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus pemegang takhta UNESCO Chair in Communication and Sustainable Development (COSDEV) memberikan bobot strategis bagi pengembangan institusi di Sulawesi Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang menjadi moderator kuliah umum ini, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus. 

“Pelaksanaan kuliah umum dengan kolaborasi lintas perguruan tinggi diantaranya Universitas Muhammadiyah Barru, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, STIT Al Chaeriyah Mamuju, STIT Sunan Giri Bima, STEBI Al Muhsin Yogyakarta,” kata Ismail Suardi Wekke.

Beliau menyatakan bahwa kehadiran pakar kaliber internasional seperti Prof. Andi Faisal Bakti menjadi pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi. Ismail menjelaskan bahwa kerja sama dengan CIDES ICMI adalah bagian dari peta jalan besar universitas untuk memperluas jejaring intelektual yang berdampak pada pembangunan daerah secara berkelanjutan. Lebih lanjut, ia juga menguraikan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif demi memperkaya cakrawala berpikir mahasiswa dan dosen dalam menghadapi tantangan zaman.

Dalam sesi penyampaian kuliah umum, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus pada pentingnya transfer pengetahuan melalui kemitraan strategis. “Kuliah umum kolaboratif ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan jembatan bagi mahasiswa kami untuk mengakses pemikiran-pemikiran global dari tokoh sekaliber Prof. Andi Faisal Bakti,” tegas Ismail dalam pernyataan langsungnya. 

Ia menambahkan bahwa institusi saat ini tengah fokus pada penguatan fondasi akademik yang berbasis pada pembangunan berkelanjutan sesuai dengan semangat yang diusung oleh UNESCO. “Kami ingin memastikan bahwa setiap kerja sama yang dijalin, termasuk dengan CIDES ICMI, memberikan kontribusi konkret bagi akselerasi kapasitas kelembagaan IAI Rawa Aopa menuju standar internasional,” lanjutnya. 

Menutup pernyataannya, Ismail menegaskan komitmen manajerialnya dengan berujar, “Sinergi antara praktisi kebijakan dari ICMI dan akademisi kampus harus terus dipupuk agar melahirkan solusi-solusi nyata bagi permasalahan di Konawe Selatan dan Indonesia secara luas.”

Prof. Dr. Andi Faisal Bakti dalam paparannya mengupas tuntas mengenai peran komunikasi dan pembangunan berkelanjutan sebagai pilar utama kemajuan bangsa. Sebagai pimpinan CIDES ICMI, beliau menyambut baik antusiasme IAI Rawa Aopa dalam menginisiasi kerja sama ini. Melalui forum ini, diharapkan lahir kesepahaman baru mengenai bagaimana perguruan tinggi di daerah dapat berperan aktif sebagai pusat keunggulan (center of excellence) melalui kolaborasi lintas sektor yang kuat dan terukur.

Pembukaan Peningkatan Kapasitas (ISW)

IAI Rawa Aopa Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas 2026, Rektor Tekankan Profesionalisme Civitas Akademika

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas (Capacity Building) tahun 2026. Acara yang menjadi agenda awal athun dibuka langsung oleh Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, S.Pd., M.A. (Jumat, 23 Januari 2026). Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat sinergi dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi tersebut dalam menghadapi tantangan pendidikan global.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kampus Andoolo, IAI Rawa Aopa, Kabupaten Konawe Selatan. Ruangan yang menjadi pusat kegiatan akademik ini dipenuhi oleh jajaran dosen, tenaga kependidikan, serta pimpinan yayasan yang antusias mengikuti jalannya kegiatan yang direncanakan dilangsungkan selama dua hari. Lokasi ini dipilih guna memperkuat atmosfer akademik dan kedekatan antar unit kerja di dalam lingkungan internal kampus.

Dalam sambutannya, Dr. Basrin Melamba menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas menjadi agenda kegiatan rutin tahunan, juga sebuah kebutuhan mendesak. Beliau menekankan bahwa sebagai lembaga pendidikan tinggi, IAI Rawa Aopa harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan metodologi pengajaran terkini. Hal ini penting demi menjaga mutu lulusan agar tetap kompetitif di pasar kerja nasional maupun internasional.

Dr. Basrin juga menyoroti pentingnya integritas dan profesionalisme bagi setiap civitas akademika. Menurutnya, kapasitas individu yang mumpuni harus dibarengi dengan etika kerja yang baik serta semangat pengabdian kepada masyarakat. Beliau berharap melalui pelatihan ini, akan lahir inovasi-inovasi baru dalam tata kelola administrasi maupun teknik instruksional di ruang-ruang kelas.

Selain aspek manajerial, kegiatan Peningkatan Kapasitas 2026 ini juga menitikberatkan pada pengembangan kemampuan riset dan publikasi ilmiah bagi para dosen. Rektor menegaskan bahwa reputasi IAI Rawa Aopa sangat bergantung pada karya-karya akademik yang dihasilkan oleh para pengajarnya. Oleh karena itu, dukungan institusi terhadap kegiatan penelitian akan terus ditingkatkan sejalan dengan visi misi kampus ke depan.

Selama kegiatan berlangsung di Aula Kampus Andoolo, para peserta akan disuguhkan berbagai materi yang relevan, mulai dari kepemimpinan hingga penguasaan perangkat digital pendukung pendidikan. Panitia penyelenggara telah menyiapkan narasumber kompeten yang diharapkan mampu memicu diskusi kritis dan solutif. Dinamika kelompok juga menjadi bagian penting untuk mempererat silaturahmi antar pegawai.

Pihak rektorat berharap, pasca pelaksanaan kegiatan ini, ada perubahan signifikan dalam budaya kerja di IAI Rawa Aopa. Efisiensi pelayanan administrasi kepada mahasiswa diharapkan meningkat, sementara kualitas pengajaran diharapkan menjadi lebih interaktif dan inspiratif. Momentum tahun 2026 ini dipandang sebagai titik tolak bagi kampus untuk melangkah lebih jauh menuju akreditasi unggul.

Acara pembukaan diakhiri dengan doa bersama, menandai dimulainya rangkaian agenda peningkatan kapasitas tersebut secara formal. Dr. Basrin Melamba menutup arahannya dengan optimisme bahwa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan akan terus tumbuh menjadi mercusuar pendidikan di Sulawesi Tenggara. Semangat kolaborasi yang terbangun di Aula Kampus Andoolo menjadi modal utama bagi kemajuan institusi di masa depan.

Kegiatan Peningkatan Kapasitas 2026 dengan nara sumber Prof. Dr. La Ino, M.Hum., Dr. Sarman, S.Pd., M.Pd., dengan kegiatan yang berlangsung selama dua hari. “Kegiatan ditujukan untuk menjadi upgrading skill dan sekaligus recharger,” pungkas ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., yang hadir sepanjang acara berlangsung.

Tunas Cendekia (ISW)

Tunas Cendekia: Memupuk Ekosistem Talenta Intelektual Masa Depan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Tunas Cendekia merujuk pada generasi muda yang memiliki potensi (atau peminatan) pada aktivitas intelektual. Mereka adalah bibit unggul yang dapat dilatih untuk menjadi warga masa depan bangsa. Istilah ini dikaitkan dengan program beasiswa atau pengembangan bakat. Fokus utamanya adalah pada pengasahan nalar dan karakter sejak usia dini.

Pendidikan berkesinambungan menjadi nutrisi utama bagi para Tunas Cendekia. Tanpa sistem belajar yang tepat, potensi besar mereka bisa layu sebelum berkembang. Kurikulum yang adaptif sangat diperlukan untuk merespons kecepatan berpikir mereka. Guru berperan sebagai pemandu yang menjaga agar semangat eksplorasi tetap menyala.

Lingkungan sosial juga memegang peranan krusial dalam pertumbuhan ini. Tunas Cendekia membutuhkan ekosistem yang mendukung rasa ingin tahu mereka. Diskusi yang sehat di rumah dan sekolah membantu membentuk pola pikir kritis. Dukungan emosional memastikan mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental.

Pemanfaatan teknologi menjadi katalisator penting bagi perkembangan Tunas Cendekia. Akses terhadap informasi global kini terbuka lebar melalui internet. Mereka dapat mempelajari berbagai disiplin ilmu melampaui batas ruang kelas. Namun, literasi digital tetap diperlukan agar mereka bijak dalam menyaring informasi.

Aspek etika dan moral tidak boleh diabaikan dalam proses ini. Kecerdasan intelektual tanpa integritas dapat berdampak buruk bagi masyarakat. Tunas Cendekia diarahkan untuk memiliki rasa empati yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Mereka diharapkan menjadi pemecah masalah, bukan sekadar pengumpul gelar akademik.

Pemerintah dan sektor swasta memiliki tanggung jawab bersama dalam penyediaan fasilitas dan memastikan habitat tumbung kembang talenta dapat terjaga. Laboratorium, perpustakaan, dan ruang kreatif adalah investasi jangka panjang yang vital. Beasiswa pendidikan membantu meratakan peluang bagi mereka yang kurang mampu. Kolaborasi berbagai pihak akan menciptakan jalan bagi potensi yang terpendam.

Tantangan di era globalisasi menuntut adaptabilitas dari Tunas Cendekia. Mereka harus mampu bersaing di tingkat internasional tanpa kehilangan identitas nasional. Penguasaan bahasa asing dan keterampilan interpersonal menjadi senjata tambahan yang wajib dimiliki. Kemampuan belajar sepanjang hayat (lifelong learning) adalah kunci untuk tetap relevan.

Sebagai penutup, Tunas Cendekia adalah aset warga negara. Investasi pada pengembangan mereka akan membuahkan kemajuan peradaban di masa depan. Mari kita jaga agar setiap tunas dapat tumbuh menjadi pohon yang rimbun dan bermanfaat. Masa depan Indonesia ada di tangan mereka yang terus belajar dan berkarya.

ICEASD (ISW)

Agenda: ICEASD 2026, Madrasah Riset, dan Tunas Cendekia, Sekaligus Pembukaan Rangkaian Dies Natalis X

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, tahun ini menuju tahun yang kesepuluh. Untuk itu, direncanakan akan dilaksanakan kegiatan International Conference on Environmental Awareness for Sustainable Development (ICEASD) 2026 sebagai sebuah forum ilmiah yang mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai belahan dunia. 

Konferensi ini menjadi wadah strategis untuk mendiskusikan inovasi terbaru serta tantangan global dalam pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Melalui pertukaran ide dan hasil penelitian, ICEASD diharapkan dapat melahirkan solusi konkret yang mampu menyeimbangkan kemajuan peradaban dengan kelestarian ekosistem di masa depan.

Kegiatan ini menjadi kian istimewa karena diselenggarakan bersamaan dengan seremoni pembukaan rangkaian perayaan Dies Natalis ke-X. Dekade pertama perjalanan institusi ini menandai tonggak sejarah penting dalam dedikasinya terhadap dunia pendidikan dan pengabdian masyarakat. Penggabungan agenda konferensi lingkungan internasional dengan peringatan “ulang tahun” ini mencerminkan semangat institusi untuk terus tumbuh secara global tanpa melupakan akar historis dan visi besarnya dalam menjaga bumi.

Prosesi pembukaan rangkaian Dies Natalis X mengundang jajaran pimpinan, mitra strategis, dan tamu undangan mancanegara. Atmosfer kemeriahan ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk syukur, tetapi juga sebagai pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk meningkatkan kontribusi nyata bagi lingkungan. Integrasi kedua acara ini menunjukkan sinergi antara tradisi akademik yang kuat dengan ambisi riset yang progresif demi keberlanjutan global.

Selain aspek kebijakan dan sains lingkungan, agenda ini juga memberikan ruang khusus bagi pengembangan pendidikan dasar dan menengah melalui partisipasi dalam menyukseskan program Madrasah Riset yang merupakan bagian dari kegiatan Kementerian Agama RI. Integrasi ini bertujuan untuk menanamkan kepedulian lingkungan dan nalar kritis sejak dini, di mana madrasah tidak hanya menjadi pusat ilmu agama tetapi juga pusat inkubasi penelitian lingkungan bagi generasi muda. 

Penyelenggaraan ICEASD 2026 dan perayaan Dies Natalis ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi strategis melalui inisiasi program Tunas Cendekia. Sekaligus mengenalkan kembali Akademi Tunas Cendekia. Program ini merupakan hasil sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan yang dirancang khusus untuk memajukan kualitas pendidikan di jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah melalui penguatan literasi serta pendidikan berbasis karakter.

Dengan adanya Tunas Cendekia, pemerintah daerah dan institusi berkomitmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan progresif. Sehingga bakat-bakat muda dari Konawe Selatan dapat berkembang menjadi generasi unggul yang siap berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan turut menyukseskan program Madrasah Riset dan menginisiasi Tunas Cendekia, diharapkan tercipta generasi yang mampu bersaing secara global dengan bekal integritas moral serta kesadaran ekologis yang kuat. Selain pemaparan makalah ilmiah, rangkaian acara ini juga mencakup diskusi panel, keynote speech dari pakar lingkungan internasional, dan pameran inovasi teknologi ramah lingkungan. 

Para peserta diberikan kesempatan untuk memperluas jaringan kolaborasi lintas disiplin ilmu, yang menjadi esensi dari tema pembangunan berkelanjutan yang diangkat. Di sisi lain, kemeriahan Dies Natalis diisi dengan berbagai kompetisi bertema lingkungan dan kegiatan sosial yang melibatkan komunitas internal maupun masyarakat luas.

Sebagai penutup, penyelenggaraan ICEASD 2026 dan pembukaan Dies Natalis X ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi reputasi institusi di kancah internasional. Keberhasilan acara ini menjadi bukti nyata bahwa institusi telah siap menghadapi tantangan sepuluh tahun ke depan dengan pondasi ilmu pengetahuan yang kokoh dan komitmen tinggi terhadap keberlanjutan alam. Peringatan selain sebagai sebuah seremoni kesyukuran, juga akan momentum transformasi menuju masa depan yang lebih hijau dan gemilang.