Pasca Pelantikan (ISW)

Usai Pelantikan Pejabat di Jajaran IAI Rawa Aopa, Di Pekan Pertama Siap Laksanakan Upgrading dan Peningkatan Kapasitas

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa bergerak cepat pasca pelantikan jajaran pejabat struktural baru. Memasuki pekan pertama masa kerja, manajemen kampus telah menjadwalkan agenda strategis berupa kegiatan Upgrading dan Peningkatan Kapasitas yang ditargetkan berlangsung pada akhir pekan ini.

Langkah taktis ini diputuskan setelah adanya pertemuan koordinasi intensif antara rektorat dengan jajaran yayasan. Bertempat di kediaman Ketua Yayasan di Andoolo, Senin (19 Januari 2026), Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, melakukan pertemuan khusus dengan Ketua Yayasan, Mardan, SkM., M.Si., serta Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., guna mematangkan ritme kerja organisasi ke depan.

Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa momentum setelah pelantikan harus segera diisi dengan penyamaan persepsi melalui program pengembangan SDM. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memastikan seluruh pejabat yang baru dilantik memiliki kesiapan mental dan manajerial yang mumpuni dalam menjalankan tugas-tugas akademik maupun administratif. Menurutnya, sinergi antara yayasan dan rektorat menjadi kunci utama agar target-target institusi dapat tercapai secara akseleratif.

Selain itu, Ismail menjelaskan bahwa fokus utama dari upgrading ini adalah penguatan tata kelola keuangan dan perencanaan yang lebih transparan dan akuntabel di lingkungan IAI Rawa Aopa. Ia menyebutkan bahwa setiap pejabat harus mengakselerasi regulasi terbaru serta mekanisme kerja internal agar tidak terjadi hambatan birokrasi yang tidak perlu. Pihaknya berkomitmen untuk menjadikan pekan pertama ini sebagai fondasi kuat bagi transformasi kampus di masa depan.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke secara lugas menekankan pentingnya eksekusi cepat setelah seremoni pelantikan berakhir. “Kita tidak memiliki waktu untuk sekadar bertepuk tangan, sebab setelah pelantikan ini, tanggung jawab besar sudah menanti dan upgrading di akhir pekan nanti adalah langkah awal kita untuk bertahan pada jalur transformasi,” tegas Ismail saat ditemui di usai pertemuan di Andoolo.

Lebih lanjut, Ismail mengingatkan bahwa kualitas pelayanan kepada mahasiswa sangat bergantung pada kapasitas para pengelolanya. “Peningkatan kapasitas ini sebagai silaturahmi, juga merupakan upaya sadar untuk meningkatkan standar mutu pelayanan di IAI Rawa Aopa agar semakin kompetitif,” ujarnya dengan penuh optimisme.

Menutup pernyataannya, ia menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari pihak yayasan terhadap program-program akselerasi ini. “Hasil koordinasi hari ini memastikan bahwa Ketua Yayasan dan Ketua Dewan Pembina memberikan lampu hijau sepenuhnya agar kami segera melakukan konsolidasi internal demi kemajuan institusi yang kita cintai ini,” pungkas Ismail.

Seminar Proposal (ISW)

Mahasiswa IAI Rawa Aopa yang Memprogramkan Skripsi, Ditargetkan Sampai ke Publikasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus mempertahankan program dalam meningkatkan mutu akademik, khususnya bagi mahasiswa tingkat akhir yang tengah menempuh penyelesaian tugas akhir. Saat ini, kampus tersebut melatih mahasiswa yang memprogramkan skripsi untuk tidak sekadar menuntaskan penelitian di atas kertas, melainkan harus menargetkan luaran hingga ke tahap publikasi ilmiah pada jurnal-jurnal bereputasi.

Langkah ini diambil guna memastikan kontribusi intelektual mahasiswa IAI Rawa Aopa dapat diakses oleh masyarakat luas dan diakui secara akademis di level nasional maupun internasional. Transformasi skripsi menjadi artikel jurnal ini menjadi salah satu indikator utama dalam pemenuhan standar kualitas perguruan tinggi di era digital.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa mahasiswa harus mulai mengubah pola pikir dari sekadar menggugurkan kewajiban akademik menjadi upaya diseminasi ilmu pengetahuan. Menurutnya, publikasi adalah bukti otentik bahwa sebuah penelitian memiliki nilai kebermanfaatan yang nyata bagi perkembangan disiplin ilmu terkait.

“Kita tidak ingin karya ilmiah mahasiswa hanya berakhir menjadi pajangan di rak perpustakaan, melainkan harus menjadi rujukan bagi peneliti lain melalui publikasi jurnal yang terakreditasi,” ujar Ismail Suardi Wekke saat membuka Seminar Proposal yang terintegrasi dengan Pengabdian Masyarakat, di Poleang Timur (Kamis, 15 Januari 2026).

Ia juga menambahkan bahwa pihak rektorat telah menyiapkan skema dukungan bagi mahasiswa dan dosen pembimbing agar proses konversi skripsi ke artikel jurnal dapat berjalan lebih sistematis. Ismail menekankan pentingnya kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam menjaga standar kualitas tulisan agar layak tembus ke jurnal bereputasi.

“Proses publikasi ini adalah jembatan bagi mahasiswa untuk memasuki ekosistem ilmiah yang lebih luas, sehingga kemampuan menulis mereka akan teruji secara objektif oleh para reviewer,” tambahnya dalam sebuah sesi diskusi usai kegiatan.

Selain itu, Ismail Suardi Wekke menguraikan bahwa target publikasi ini juga berdampak positif pada akreditasi institusi dan program studi. Ia meyakini bahwa dengan meningkatnya jumlah publikasi dari mahasiswa, reputasi IAI Rawa Aopa akan semakin kuat sebagai lembaga pendidikan yang produktif dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas.

“Saya berharap setiap mahasiswa yang memprogramkan skripsi tahun ini memiliki semangat yang sama untuk menembus batas-batas ruang kelas melalui tulisan yang dipublikasikan secara daring,” tegasnya menutup pernyataan.

Kebijakan ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya mahir secara teoritis, tetapi juga memiliki rekam jejak digital yang positif dalam dunia akademik. Pihak kampus berkomitmen untuk terus mendampingi mahasiswa dalam setiap tahap penyusunan hingga naskah mereka berhasil diterbitkan.

Pascasarjana IAI Rawa Aopa (ISW)

Fasilitasi Studi Lanjut Magister dan Doktor bagi Masyarakat Konsel, IAI Rawa Aopa Bentuk Direktorat Pascasarjana

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan membentuk Direktorat Pascasarjana sebagai langkah strategis untuk memfasilitasi kebutuhan studi lanjut bagi masyarakat di wilayah Konawe Selatan dan Sulawesi Tenggara. Kehadiran direktorat baru ini diproyeksikan menjadi katalisator bagi peningkatan kualifikasi akademik masyarakat, khususnya bagi mereka yang ingin menempuh jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3).

Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., usai dilantik, (Sabtu, 17 Januari 2026) menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam mendekatkan akses pendidikan tinggi berkualitas kepada masyarakat lokal. Menurutnya, selama ini kendala jarak dan akses seringkali menjadi hambatan utama bagi putra daerah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan adanya direktorat ini, IAI Rawa Aopa berupaya memangkas hambatan tersebut melalui program-program yang adaptif terhadap kebutuhan daerah.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus mengenai visi besar di balik pembentukan unit ini. “Pembentukan Direktorat Pascasarjana ini adalah jawaban konkret kami untuk memastikan bahwa masyarakat Konawe Selatan memiliki wadah yang representatif guna meningkatkan kapasitas keilmuan mereka tanpa harus meninggalkan daerah,” ujar Ismail saat ditemui di kampus IAI Rawa Aopa (Andoolo), usai acara pelantikan Rektor dan Direktur Pascasarjana. 

Ia juga menambahkan bahwa institusi sedang merancang kurikulum yang relevan dengan dinamika sosial dan potensi ekonomi di Sulawesi Tenggara. “Kami ingin lulusan pascasarjana nantinya bukan sekadar meraih gelar, tetapi benar-benar menjadi pakar yang mampu memberikan solusi nyata bagi pembangunan di Konsel,” imbuhnya. 

Terkait kolaborasi, Ismail menyatakan komitmennya untuk membangun jejaring luas. “Langkah awal kami adalah memperkuat sinergi dengan berbagai mitra strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional, guna menjamin mutu akademik yang kompetitif,” tegasnya.

Selain pernyataan langsung tersebut, Ismail juga menjelaskan bahwa keberadaan direktorat ini diharapkan dapat memacu semangat para aparatur sipil negara (ASN) dan praktisi pendidikan di Konawe Selatan untuk terus belajar. Ia menyampaikan bahwa pihak kampus akan memberikan kemudahan administratif dan bimbingan yang intensif bagi para calon mahasiswa agar mereka dapat menyelesaikan studi tepat waktu dengan standar kualitas yang terjaga. 

Lebih lanjut, Ismail mengutarakan optimismenya bahwa dalam beberapa tahun ke depan, Konawe Selatan akan memiliki stok sumber daya manusia unggul yang melimpah berkat fasilitasi pendidikan yang sistematis melalui pemberian bantuan UKT oleh Bupati Konawe Selatan.

Pendirian Direktorat Pascasarjana ini juga merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) pengembangan kampus untuk bertransformasi menjadi pusat keunggulan akademik di wilayah selatan Sulawesi Tenggara. Dengan manajemen yang terfokus di bawah kepemimpinan Direktur Pascasarjana Ismail Suardi Wekke, IAI Rawa Aopa kini tengah mempersiapkan proses pengembangan program studi baru yang linear dengan kebutuhan pasar kerja global namun tetap berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.

Beasiswa (ISW)

Beasiswa Bagi Mahasiswa IAI Rawa Aopa untuk Tahun Akademik Mendatang

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus memperkuat komitmennya dalam mendukung keberlanjutan pendidikan tinggi di wilayah Sulawesi Tenggara. Untuk tahun akademik mendatang, pihak kampus mengumumkan ketersediaan program beasiswa komprehensif yang diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi maupun mahasiswa yang membutuhkan bantuan finansial guna memastikan tidak ada anak bangsa yang putus kuliah karena kendala ekonomi.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa alokasi anggaran untuk bantuan pendidikan ini merupakan bagian dari visi strategis institusi. Dalam penjelasannya, Ismail menyampaikan bahwa pihaknya telah merancang skema bantuan yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. 

“Kami telah mengalokasikan anggaran khusus yang cukup signifikan untuk memastikan bahwa mahasiswa berbakat dari keluarga kurang mampu dapat terus melanjutkan studi mereka tanpa terbebani biaya pendidikan,” ujar Ismail saat ditemui di ruang kerjanya usai peluncuran pembukaan Penerimaan Mahasiswa Baru, Andoolo (Selasa, 20 Januari 2026).

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya integrasi antara prestasi akademik dengan kemudahan akses pendidikan bagi para mahasiswa di IAI Rawa Aopa. Ia menyebutkan bahwa beasiswa ini tidak hanya menyasar mereka yang berprestasi di dalam kelas, tetapi juga mencakup potensi bakat di bidang lain. 

“Target utama kami adalah mencetak lulusan yang unggul secara intelektual dan memiliki daya saing global, sehingga beasiswa ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus stimulus bagi mereka untuk terus berkarya,” tuturnya dengan optimis.

Menyangkut proses distribusi dan transparansi, Ismail Suardi Wekke menjamin bahwa seluruh tahapan seleksi akan dilakukan secara terbuka dan akuntabel. Ia menyampaikan komitmen institusi dalam menjaga integritas pemberian bantuan tersebut agar tepat sasaran sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. 

“Seluruh proses verifikasi data hingga penetapan penerima akan dilakukan secara transparan oleh tim khusus agar setiap bantuan yang keluar benar-benar jatuh ke tangan mahasiswa yang paling membutuhkan dan berhak,” tegas Ismail mengakhiri keterangannya.

Selain memberikan pernyataan secara lugas, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan beberapa poin penting terkait teknis pelaksanaan program ini. Ia memaparkan bahwa pihak universitas saat ini tengah menjalin komunikasi intensif dengan berbagai mitra strategis, baik dari sektor pemerintahan maupun swasta, untuk memperluas cakupan sumber pendanaan beasiswa bagi para mahasiswa. 

Langkah ini diambil guna menambah kuota penerima manfaat di masa depan sehingga jangkauan bantuan pendidikan di lingkungan IAI Rawa Aopa dapat menyentuh lebih banyak individu. Dalam kesempatan yang sama, Ismail menerangkan bahwa kriteria penilaian untuk calon penerima beasiswa tahun ini akan mengalami penyesuaian yang lebih adaptif terhadap kondisi ekonomi terkini di Konawe Selatan. 

Ia menyebutkan bahwa faktor keberlanjutan studi menjadi poin krusial dalam penilaian, di mana mahasiswa yang menunjukkan konsistensi dalam nilai akademik akan mendapatkan prioritas lebih tinggi. Hal ini dimaksudkan agar bantuan yang diberikan efektif dalam menjaga performa pendidikan mahasiswa hingga meraih gelar sarjana.

Terakhir, Ismail Suardi Wekke menginformasikan bahwa seluruh informasi terkait syarat dan prosedur pendaftaran akan segera dipublikasikan melalui kanal resmi kampus. Ia menghimbau kepada seluruh mahasiswa agar segera mempersiapkan dokumen-dokumen pendukung yang diperlukan sejak dini supaya tidak terhambat kendala administrasi saat pendaftaran resmi dibuka. Upaya jemput bola ini diharapkan dapat mempercepat proses sinkronisasi data keuangan kampus dengan kebutuhan riil mahasiswa di lapangan.

Koperasi Jasa (ISW)

IAI Rawa Aopa Siapkan Koperasi, Segera Dikenalkan ke Publik Melalui Peluncuran

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa bergerak cepat dalam melakukan penguatan kelembagaan pasca prosesi pelantikan Rektor yang berlangsung pada Sabtu, 17 Januari 2026 di Aula Kampus Andoolo. Salah satu langkah strategis yang kini tengah dimatangkan adalah pendirian Koperasi Jasa Rawa Aopa, sebuah unit usaha yang dirancang untuk mendukung ekosistem ekonomi di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian integral dari peta jalan pengembangan institusi yang lebih mandiri. Dalam pernyataan dalam kesempatan yang sama, Ismail menjelaskan bahwa kehadiran koperasi ini menjadi simbol kemandirian lembaga dalam mengelola sumber daya yang dimiliki secara profesional.

“Koperasi Jasa Rawa Aopa kami persiapkan sebagai pilar ekonomi yang akan menopang berbagai kegiatan strategis di kampus serta menjadi wadah kolaborasi bagi seluruh civitas akademika,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam pernyataan usai kegiatan pelantikan.

Melanjutkan pemaparannya, Ismail juga mengungkapkan secara tidak langsung bahwa persiapan peluncuran perdana koperasi tersebut kini tengah memasuki tahap akhir dan akan segera diperkenalkan secara luas kepada publik dalam waktu dekat dengan target sekitar bulan Syawal. Hal ini sejalan dengan upaya kampus untuk memperkuat struktur keuangan internal melalui unit bisnis yang legal dan terorganisir.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh regulasi dan struktur manajemen koperasi sudah siap sepenuhnya sebelum diperkenalkan secara resmi kepada publik agar peluncurannya nanti memberikan dampak yang berkelanjutan,” tegas Ismail Suardi Wekke yang juga Distinguished Professor di North Bangkok University, Thailand.

Pada pernyataan di kesempatan yang sama Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa melalui koperasi ini, sinergi antara aspek akademik dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan beriringan demi kemajuan IAI Rawa Aopa di masa depan. Beliau berharap unit usaha ini menjadi motor penggerak bagi inovasi-inovasi lain yang sedang direncanakan oleh pihak rektorat dalam masa jabatan baru ini.

“Peluncuran ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata dalam mewujudkan kesejahteraan civitas akademika dan masyarakat luas melalui model ekonomi berbasis keumatan,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang turut hadir dalam kegiatan pelantikan tersebut, dimana melantik struktur pejabat di lingkup institusi Rawa Aopa.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Organisasi Koperasi, Abdul Kadir, S.Sos., S.H., M.H., menyatakan bahwa fokus utama tim saat ini adalah mematangkan koordinasi internal. Ia menegaskan bahwa pendirian koperasi ini merupakan langkah konkret pengembangan kelembagaan yang diambil segera setelah pelantikan Rektor baru. Sementara itu, pihak Humas Koperasi mengonfirmasi bahwa persiapan peluncuran perdana kini menjadi prioritas agar seluruh pemangku kepentingan dapat memahami manfaat strategis dari kehadiran Koperasi Jasa Rawa Aopa.

Jepang (ISW)

Fasilitasi Magang ke Jepang, IAI Rawa Aopa Tawarkan Bagian dari Merdeka Belajar

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus melakukan langkah progresif dalam meningkatkan kualitas lulusan melalui penguatan kerja sama internasional. Salah satu program unggulan yang kini tengah digalakkan adalah fasilitasi magang mahasiswa ke Jepang. Program ini tidak hanya sekadar praktik kerja, namun dirancang secara sistematis sebagai bagian integral dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memperpendek jarak antara dunia akademik dan kebutuhan industri global. “Kami berkomitmen untuk menyediakan jembatan bagi mahasiswa agar mereka bisa mencicipi atmosfer kerja di negara maju seperti Jepang,” ungkap Ismail Suardi Wekke sebagai pernyataan pertamanya.

Implementasi program ini dipastikan akan mempermudah mahasiswa dalam penyelesaian studi karena sistem konversi nilai yang jelas. Ismail Suardi Wekke menegaskan dalam pernyataan kedua bahwa melalui skema MBKM, pengalaman praktis yang didapatkan mahasiswa di luar negeri akan diakui sepenuhnya sebagai pemenuhan beban SKS, sehingga mahasiswa tidak perlu khawatir akan keterlambatan kelulusan selama menjalani magang.

Terkait teknis pelaksanaan, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa pihak kampus sedang menyusun regulasi pendukung agar sinkronisasi antara kurikulum prodi dengan aktivitas di lokasi magang dapat berjalan tanpa hambatan teknis. Beliau optimis bahwa rekognisi pengalaman internasional ini akan menjadi nilai tambah yang signifikan bagi portofolio akademik mahasiswa saat mereka menyelesaikan pendidikan nanti.

Lebih lanjut, program ini menitikberatkan pada pengembangan karakter dan etos kerja yang menjadi ciri khas industri di Negeri Sakura. “Magang ini merupakan laboratorium kehidupan bagi mahasiswa untuk mengadopsi kedisiplinan dan budaya kerja profesional yang sangat ketat,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Ia berharap sekembalinya dari Jepang, mahasiswa membawa pola pikir baru yang dapat memicu inovasi di daerah asal mereka. “Kita punya kesempatan belajar ke negara lain,” lanjut Ismail Suardi Wekke yang juga beberapa kali menerima undangan menyajikan makalah di Jepang melalui Tohoku University.

Sebagai penutup, Ismail Suardi Wekke dalam pernyataan menekankan pentingnya jejaring internasional dalam membangun karier di masa depan. “Di era disrupsi ini, memiliki ijazah saja tidak cukup; mahasiswa membutuhkan koneksi dan pemahaman lintas budaya untuk dapat bersaing di tingkat global,” lanjutnya.

Dengan adanya program ini, IAI Rawa Aopa memposisikan diri sebagai institusi yang tanggap terhadap dinamika global demi masa depan generasi muda Sulawesi Tenggara. “Awalnya Oxford, Cambdridge, dan lokasi-lokasi kampus masyhur hari ini berawal dari kampung juga. Maka, dengan aktifasi kegiatan ini, menjadikan Andoolo juga masyhur di pentas global,” pungkas Ismail.

Pelantikan PP IAPIM (ISW)

Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Sampaikan Selamat Atas Pengukuhan PP IAPIM

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Direktur Pascasarjana Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. menyampaikan ucapan selamat dan sukses secara resmi atas pengukuhan jajaran Pengurus Pusat Ikatan Alumni Pesantren IMMIM (IAPIM). Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk apresiasi terhadap keberlanjutan regenerasi kepemimpinan dalam organisasi alumni pesantren tersebut, disampaikan Ismail Suardi Wekke di sela-sela pelaksanaan ujian akhir semester IAI Rawa Aopa (Sabtu, 17 Januari 2026).

Dalam keterangan persnya, Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menekankan bahwa pengukuhan ini merupakan momentum krusial untuk memperkuat jejaring alumni pesantren yang kini telah berkiprah di berbagai sektor strategis. Ia menilai bahwa alumni pesantren memiliki keunggulan komparatif karena mampu memadukan kedalaman spiritual dengan kecerdasan intelektual dalam menjawab tantangan zaman.

“Dalam pelbagai kesempatan, alumnus pesantren merupakan bagian dalam memajukan pendidikan tinggi Indonesia,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang juga alumnus pesantren IMMIM.

Beliau berharap agar amanah yang diemban oleh pengurus baru dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi membawa organisasi IAPIM menjadi lebih besar dan memberikan manfaat nyata bagi umat. Lebih lanjut, ia juga melihat adanya potensi besar bagi kedua belah pihak untuk menjalin sinergi di masa depan, terutama dalam hal peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jenjang pendidikan tinggi.

“Melalui pesantren kita bisa belajar banyak. Ketika duduk di bangku pesantren, saat itu kami mendapatkan peluang belajar banyak hal semisal bahasa Inggris dan Arab sehingga kini mendapatkan pelbagai peluang di tingkat global,” tutur Ismail yang kini juga memegang jabatan sebagai Distinguished Professor di North Bangkok University (Thailand).

Selain urusan akademik, Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam program pengabdian masyarakat yang melibatkan pakar serta praktisi dari kalangan alumni. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat literasi Islam dan moderasi beragama, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara dan sekitarnya.

Pengukuhan ini diyakini akan menjadi titik awal bagi IAPIM untuk semakin solid dalam menjalin ukhuwah antaralumni. Dengan kepemimpinan yang baru, organisasi ini diharapkan terus menjadi mitra strategis bagi lembaga pendidikan dan pemerintah dalam upaya mencetak generasi emas yang berakhlak mulia.

“Dengan adanya regenerasi ini, menjadi peluang bagi IAPIM untuk tetap berkontribusi bagi pemajuan ilmu pengetahuan,” lanjut Ismail Suardi Wekke yang menulis disertasi terkait pembelajaran bahasa di Pesantren IMMIM.

Sebagai catatan, tegas Ismail bahwa pesantren menjadi sarana dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. “Pada saat yang sama, kita perlu mempertahankan bahwa pesantren menyediakan akses pendidikan yang selama ini tidak dapat dipenuhi seluruhnya oleh pemerintah dan negara,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga research fellow INTI International University (Malaysia).

Pelantikan Rektor (ISW)

Transformasi IAI Rawa Aopa: Perkuat Struktur Kelembagaan Melalui Pelantikan Rektor dan Direktorat Pascasarjana

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa tengah memasuki babak baru dalam sejarah perkembangannya. Seiring dengan pelantikan rektor (periode 2026-2030), institusi ini secara progresif menetapkan langkah strategis dengan mempersiapkan pembentukan Direktorat Pascasarjana (Sabtu, 17 Januari 2026) bersama dengan pelantikan rektor di aula kampus Andoolo. 

Langkah besar ini merupakan respon konkret terhadap meningkatnya permintaan akan akses pendidikan tinggi pada level magister. Sekaligus menjadi upaya institusi dalam memperkuat posisi tawarnya sebagai pusat keunggulan akademik di wilayah Sulawesi Tenggara.

Fokus utama dari pembentukan direktorat ini adalah melakukan akselerasi pada sistem penjaminan mutu dan standarisasi akreditasi. Melalui manajemen yang terintegrasi, Direktorat Pascasarjana bertugas untuk menyiapkan instrumen pembukaan program studi baru yang ketat secara kualifikasi, sehingga nantinya program-program magister yang dilahirkan mampu menjawab tantangan industri dan kebutuhan sosial-keagamaan masyarakat. 

Upaya ini dilakukan dengan memastikan seluruh kelengkapan administratif dan akademik memenuhi standar nasional pendidikan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah. “Kita menyiapkan pendidikan magister, dan segera mengajukan permohonan izin ke direktur pendidikan tinggi Islam di Kementerian Agama,” ujar Ismail Suardi Wekke, usai pelantikan.

Selain penguatan internal, direktorat ini dirancang untuk menjadi motor penggerak dalam membangun jejaring kolaborasi internasional. Di bawah kepemimpinan yang baru, IAI Rawa Aopa memproyeksikan transformasi menjadi universitas Islam. 

Begitu pula, perluasan kemitraan strategis dengan berbagai universitas ternama di luar negeri. Kolaborasi ini tidak hanya mencakup pertukaran mahasiswa atau dosen, tetapi juga difokuskan pada program riset bersama (joint research) yang mampu memberikan kontribusi pada pemecahan masalah global. Transformasi ini diharapkan dapat membawa atmosfer akademik internasional ke lingkungan kampus Rawa Aopa secara lebih intensif.

Aspek literasi ilmiah juga menjadi prioritas yang ditekankan dalam pengembangan struktur baru ini. Direktorat Pascasarjana berkomitmen untuk menciptakan ekosistem riset yang produktif dengan mendorong para dosen dan mahasiswa untuk aktif menghasilkan karya ilmiah yang kompetitif. Fokusnya adalah memastikan hasil-hasil penelitian dari IAI Rawa Aopa dapat menembus jurnal-jurnal bereputasi internasional. 

Dengan meningkatnya output publikasi ilmiah, institusi ini optimistis dapat mempercepat proses transformasi kelembagaan serta memberikan dampak nyata melalui inovasi pemikiran yang dihasilkan dari rahim akademis IAI Rawa Aopa. “Penambahan jumlah mahasiswa yang tetap stabil dan signifikan, menjadi pondasi yang kuat untuk menuju universitas,” kata Ismail Suardi Wekke.

Dalam momentum yang bersejarah ini, IAI Rawa Aopa secara resmi menunjuk Ismail Suardi Wekke, S.Ag., M.A., Ph.D. untuk menakhodai Direktorat Pascasarjana tersebut. Penunjukan beliau dinilai sebagai langkah yang sangat tepat mengingat latar belakang akademisnya yang mumpuni sebagai alumnus Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). 

Dengan pengalaman panjang dalam tata kelola pendidikan tinggi dan jaringan luas di tingkat regional Asia Tenggara, Ismail diharapkan mampu mentransfer nilai-nilai profesionalisme dan standar internasional ke dalam struktur pascasarjana yang sedang dirintis. Kehadiran beliau dipandang sebagai katalisator yang akan mempercepat visi IAI Rawa Aopa untuk tumbuh menjadi institusi yang berdaya saing global.

Pelantikan Rektor (ISW)

Pelantikan Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Periode 2026-2030

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi memulai babak baru kepemimpinan. Tokoh pendidik sekaligus budayawan Tolaki, Dr. Basrin Melamba, S.Pd., M.A., dijadwalkan melangsungkan prosesi pelantikan sebagai Rektor pada hari ini, Sabtu (17 Januari 2026).

Acara sakral tersebut digelar pukul 09.00 WITA bertempat di Kampus Andoolo IAI Rawa Aopa, Jalan Poros Andoolo-Kendari, Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan. Seebelum acara dimulai, Dr. Basrin Melamba mengonfirmasi kesiapannya untuk mengemban amanah tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan dukungan dan terima kasih bagi kerabat serta pihak-pihak terkait yang telah hadir menyaksikan momen penting ini.

“Alhamdulillah, pelantikan saya sebagai Rektor Institut Agama Islam Rawa Aopa berjalan lancar. Dalam kesempatan ini, kami sangat mengharapkan dukungan dan tegur sapa rekan-rekan sekalian,” ujar Dr. Basrin.

Terpilihnya Dr. Basrin bukan tanpa alasan. Beliau dikenal luas sebagai akademisi yang memiliki rekam jejak panjang di berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara. Selain dedikasinya di dunia pendidikan, ia merupakan salah satu tokoh sentral dalam pelestarian budaya Suku Tolaki. “Kita telah melaksanakan pemilihan melalui senat, dan senat merekomendasikan Dr. Basrin Melamba sebagai figur yang tepat,” kata ketua yayasan, Mardan, S.KM., M.Si.

Masyarakat Sulawesi Tenggara menyambut positif penunjukan ini. Kehadiran Dr. Basrin diharapkan mampu mempertahankan kondisi pembangunan sumber daya manusia. “Sekaligus merupakan kesempatan untuk mengupayakan peningkatan kualitas literasi budaya dan pendidikan agama di Sulawesi Tenggara,” demikian harapan Ketua Dewan Pembina yayasan yang juga pendiri, Al Asri, S.Pd.I, M.Si..

Dalam sambutannya, Dr. Basrin menekankan pentingnya sinergi kolektif untuk membangun IAI Rawa Aopa ke depan. Ia berkomitmen menjadikan institusi ini sebagai pusat keunggulan (center of excellence) yang berkontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap IAI Rawa Aopa dapat menjadi lembaga pendidikan tinggi yang unggul dan berperan aktif dalam pengembangan masyarakat Sulawesi Tenggara,” tegasnya.

Sebagai institusi yang berfokus pada integrasi ilmu agama Islam dan kearifan lokal, pelantikan ini diharapkan memperkuat posisi IAI Rawa Aopa di kancah global dalam partisipasi intelektual namun tetap berakar pada nilai-nilai kebudayaan daerah. “Selamat dan sukses, melalui pelantikan ini, akan menjadi kesempatan untuk mempertahankan posisi Rawa Aopa saat ini. Sementara itu, ada peluang untuk berinovasi dan membawa Sulawesi Tenggara sebagai bagian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkas Ismail Suardi Wekke Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kuangan, dan Kepegawaian, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang turut dilantik pada kesempatan tersebut..

Pertemuan Yayasan dengan Tenaga Kependidikan (ISW)

Biaya Kuliah 2026/2027

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Untuk biaya kuliah tahun akademik 2026/2027, menggunakan dasar keputusan yayasan dengan 04/YPPT-AL ASRI/SK/V/2025 yang ditetapkan di Konawe Selatan tertanggal 02 Mei 2025 bertepatan dengan tanggal 4 Dzulqa’Dah 1446 H tentang Penetapan Biaya Penyelenggaraan Akademik Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan Tahun Akademik 2025/2026. Sehingga dengan dasar surat keputusan tersebut, pembiayaan Pendidikan i lingkungan IAI Rawa Aopa megacu kepada SK yang terbit terakhir.

Biaya Kuliah (ISW)
                                                        Biaya Kuliah (admin)

Dalam pertemuan, tertanggal 16 Januari 2026 disampaikan oleh pihak yayasan bahwa biaya perkuliahan dapat dicicil. Namun, pembayaran terakhir pada tanggal 10 pada bulan terakhir setiap semester. “Sehingga kesejehateraan dosen juga tetap senantiasa diperhatikan,” ungkap Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kuangan, dan Kepegawaian, IAI Rawa Aopa.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan menegaskan komitmen untuk mengikuti standar nasional pendidikan. “Sekaligus akan mulai implementasi siakad, sehingga penataan keuangan berbasis aktivitas akademik akan semakin terintegrasi” kata Ketua Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri Konawe Selatan, Mardan, S.KM., M.Si.