IMG-20260509-WA0031

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Jalin Kemitraan Strategis dengan Unmuh Barru

Kabar Panrita.com, Barru – Kerja sama antara Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan dan Universitas Muhammadiyah Barru (Unmuh Barru) terus diperkuat pascapelaksanaan Seminar Internasional I-CELEBES 2026 yang berlangsung di Aula KH Ahmad Dahlan, Barru, Minggu (3/5/2026).

Kegiatan yang turut melibatkan STIKES Bina Bangsa Majene dan Universitas Muhammadiyah Bone tersebut menjadi momentum penting dalam memperluas jejaring akademik internasional bersama mitra dari Jepang, termasuk akademisi Tohoku University, Prof. Dr. Peter John Wanner.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut implementasi nota kesepahaman (MoU) dan nota kesepakatan (MoA) yang sebelumnya telah dirintis antarlembaga pendidikan tinggi di kawasan Sulawesi.

Dalam seminar tersebut, Ismail Suardi Wekke yang bertindak sebagai moderator menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kampus untuk membuka akses pendidikan dan jejaring internasional yang lebih luas.

“Kita sedang membangun fondasi agar mahasiswa dan dosen di Barru, Bone, Majene, hingga Konawe Selatan memiliki akses yang setara terhadap jejaring intelektual di Jepang,” ujar Ismail saat kegiatan berlangsung.

Menurutnya, kehadiran mitra internasional menjadi peluang besar bagi perguruan tinggi di Sulawesi untuk meningkatkan kualitas riset, pengembangan kurikulum, dan mobilitas akademik mahasiswa maupun dosen.

“Keberlanjutan kerja sama ini adalah kunci bagi kita untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain aktif dalam diskursus keilmuan global di masa depan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, saat dikonfirmasi oleh awak media hari ini, Sabtu (9/5/2026), menegaskan bahwa hasil pertemuan tersebut akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret antarkampus.

“Kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata. Kami sedang menyiapkan sejumlah agenda lanjutan seperti kolaborasi riset, publikasi ilmiah bersama, pertukaran akademik, hingga penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa,” kata Ismail.

Ia juga menyebut konsorsium perguruan tinggi di Sulawesi yang terbangun melalui I-CELEBES 2026 menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi kampus daerah di tingkat internasional.

“Kampus-kampus di Sulawesi memiliki potensi besar. Dengan jejaring yang tepat dan kolaborasi berkelanjutan, kita optimistis mampu menghadirkan inovasi pendidikan yang kompetitif secara global tanpa meninggalkan kearifan lokal,” tambahnya.

Melalui sinergi tersebut, seluruh perguruan tinggi yang terlibat berkomitmen untuk segera menerjemahkan poin-poin kerja sama ke dalam program nyata yang berdampak langsung terhadap penguatan mutu pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia.

IMG-20260508-WA0051

Pimpinan dan Civitas Akademika IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Menyampaikan Duka Atas Wafatnya Haerul Saleh, Anggota BPK RI Asal Sulawesi Tenggara

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Kabar duka yang menyelimuti Sulawesi Tenggara atas wafatnya Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Haerul Saleh, memicu gelombang simpati dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari jajaran pimpinan dan segenap civitas akademika Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Pihak kampus secara resmi menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya tokoh nasional putra daerah terbaik asal Bumi Anoa tersebut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, mengungkapkan bahwa sosok Haerul Saleh merupakan figur yang memiliki dedikasi tinggi bagi bangsa, khususnya dalam pengawalan transparansi keuangan negara.

“Kami keluarga besar IAI Rawa Aopa turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Haerul Saleh. Sulawesi Tenggara kehilangan salah satu putra terbaiknya yang telah berkiprah di kancah nasional,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam keterangan resminya, Jumat (8/5/2026).

Ismail menambahkan bahwa rekam jejak almarhum, baik saat duduk di parlemen maupun sebagai anggota BPK RI, menjadi teladan bagi generasi muda di Sulawesi Tenggara, termasuk bagi para mahasiswa di IAI Rawa Aopa.

Segenap Civitas Akademika mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Keluarga yang ditinggalkan diharapkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi masa sulit ini.

Dedikasi Almarhum diharapkan terus menginspirasi pembangunan di Sulawesi Tenggara dan Indonesia pada umumnya.
Kepergian Haerul Saleh meninggalkan duka yang mendalam tidak hanya bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi institusi pendidikan yang melihat beliau sebagai sosok yang gigih dalam menjalankan amanah negara. Selamat jalan, Bapak Haerul Saleh.

IMG_20260508_143138

Bangun Kemitraan Akademik Internasional, IAI Rawa Aopa Gandeng UKM Malaysia dan STAI Al-Ittihad Cianjur

Rawaaopakonsel.ac.id, Malaysia– Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kolaborasi akademik lintas negara. IAI Rawa Aopa turut bermitra dalam pelaksanaan kunjungan strategis STAI Al-Ittihad Cianjur ke Graduate School of Business (GSB), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Rabu (6/5/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Bangi, Selangor, Malaysia, tersebut menjadi momentum penting dalam memperluas jaringan kerja sama perguruan tinggi keagamaan Islam swasta (PTKIS) Indonesia di tingkat internasional. Kunjungan ini juga merupakan implementasi sinergi antara STAI Al-Ittihad Cianjur dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai mitra strategis.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari peta jalan institusi dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan kolaboratif.

“STAI Al-Ittihad Cianjur merupakan salah satu mitra kerjasama perguruan tinggi kita di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Dalam kesempatan yang akan datang, kami merencanakan sebuah kolaborasi yang lebih luas dengan perguruan tinggi se-Jawa Barat,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam keterangannya usai pertemuan dengan GSB UKM, Kamis (7/5/2026).

Ia menambahkan, agenda di Malaysia tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diarahkan untuk merumuskan kesepakatan formal yang dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan akademik di Indonesia.

“Salah satu agenda ke depan bersama UKM adalah agar bisa mewujudkan kolaborasi di Indonesia dengan PTKIS Jawa Barat dan Indonesia secara umum melalui nota kesepahaman (MoU) yang komprehensif,” tambahnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan mencakup berbagai bidang, mulai dari pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, hingga peningkatan kapasitas dosen. Dengan melibatkan UKM sebagai salah satu universitas riset terkemuka di Malaysia, IAI Rawa Aopa berharap dapat menghadirkan standar pendidikan global dalam pengembangan institusi lokal, khususnya di Sulawesi Tenggara dan Jawa Barat.

IMG-20260507-WA0014

Binus University dan IAI Rawa Aopa Perkuat Kolaborasi Akademik Lewat Workshop Penulisan Ilmiah

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan –  Binus University menggelar workshop penulisan bab buku terindeks secara daring pada Kamis (7/5/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi Ismail Suardi Wekke sebagai pemateri utama.

Workshop ini diikuti sekitar 40 peserta dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti dengan target menghasilkan bab buku terindeks sebagai bagian dari penguatan budaya publikasi ilmiah.

Dalam pemaparannya, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya kemampuan menulis akademik yang terstruktur dan berkualitas untuk mendukung pengembangan keilmuan di lingkungan perguruan tinggi.

“Penulisan bab buku terindeks bukan hanya soal publikasi, tetapi juga upaya membangun tradisi akademik yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Ismail dalam kegiatan tersebut, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan, workshop ini merupakan bagian dari tindak lanjut kerja sama antara Binus University dan Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan yang sebelumnya telah menandatangani Letter of Intent (LoI) pada awal April 2026 lalu.

Menurutnya, kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah di Indonesia.

“Kerja sama ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, terutama dalam pengembangan riset dan publikasi akademik,” katanya.

Selain membahas teknik penulisan, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai strategi memilih tema yang relevan dan memiliki peluang untuk dipublikasikan dalam buku terindeks. Materi tersebut dinilai penting agar hasil karya akademik tidak hanya memenuhi standar ilmiah, tetapi juga memiliki kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Suasana workshop berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait proses penyusunan naskah hingga tahapan penerbitan. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman antara akademisi dan penulis dalam menghadapi tantangan publikasi ilmiah di era digital.

Selama workshop berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan terkait teknik penyusunan bab buku ilmiah, strategi publikasi, hingga tata kelola penulisan yang sesuai standar penerbitan terindeks.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan sesi tanya jawab selama kegiatan daring berlangsung. Para peserta berharap pelatihan semacam ini dapat terus dilaksanakan guna meningkatkan kapasitas akademik dan produktivitas publikasi ilmiah.

“Ini bagian dari kerja sama antara Binus University dengan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang sudah menandatangani LoI pada awal April lalu,” tutup Ismail Suardi Wekke.

IMG-20260506-WA0030

FKIP UHO dan IAI Rawa Aopa Teken Kerja Sama, Perkuat Kolaborasi Pendidikan di Sultra

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) bersama Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi menandatangani nota kesepakatan (MoA/PKS) dan Implementation Agreement (IA) sebagai bentuk penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi di Sulawesi Tenggara.

Penandatanganan yang berlangsung di Kendari ini menjadi langkah strategis dalam mendorong sinergi di bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat antara kedua institusi.

Dekan Fakultas Tarbiyah IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Mahrus Ali, M.Pd., menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen nyata untuk membangun kolaborasi berkelanjutan.

“Ini merupakan kolaborasi antara kampus di Sulawesi Tenggara yang diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Mahrus Ali dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).

Ia menambahkan, sinergi ini menjadi penting di tengah tuntutan peningkatan mutu lulusan dan kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pendokumentasian program pengabdian masyarakat yang selama ini dijalankan kedua kampus. Melalui kerja sama ini, berbagai program kolaboratif akan lebih terstruktur dan berdampak luas bagi masyarakat.

“Penandatanganan ini sekaligus menjadi bagian dari pendokumentasian kegiatan pengabdian masyarakat antara kedua institusi, sehingga ke depan program yang dijalankan bisa lebih terarah dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Kerja sama FKIP UHO dan Fakultas Tarbiyah IAI Rawa Aopa diharapkan mampu membuka peluang baru, baik dalam pertukaran akademik, riset kolaboratif, maupun implementasi program pemberdayaan masyarakat di wilayah Sulawesi Tenggara.

“Kami optimistis kerja sama ini akan menjadi fondasi kuat dalam menghadirkan inovasi pendidikan serta memperluas manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Tenggara,” tutup Mahrus Ali.

IMG-20260510-WA0011

SEAAM Bersama IAI Rawa Aopa, Gelar English Fun Day 2026 di Bantimurung, Kolaborasi Internasional dan Penguatan Kompetensi Global

Kabar Panrita.com, Maros – SEAAM bersama perguruan tinggi mitra, diantaranya Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DDI Maros kembali menggelar kegiatan English Fun Day 2026 sebagai  bagian dari rangkaian kegiatan International Conference on Islamic Education, Law, and Civilization (ICIELC) 2026, yang berfokus pada penguatan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa dalam konteks global.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 3 Mei 2026 pukul 08.00–12.00 WITA, bertempat di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Kabupaten Maros, dengan menghadirkan suasana pembelajaran berbasis alam yang interaktif dan komunikatif.

English Fun Day 2026 merupakan kegiatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak, di antaranya STAI DDI Maros, BOLT (Balsamo Outreach for Learning and Teaching, Jepang), serta SEAAM (South East Asia Academic Mobility), dan didukung oleh organisasi kepemudaan seperti FIM PII Sulsel dan FAM PII UNHAS. Selain mahasiswa STAI DDI Maros, kegiatan ini juga dihadiri oleh siswa dari MAN 2 Makassar dan Madrasah Arifah Gowa, sehingga memperkuat jejaring akademik lintas lembaga.

Peserta kegiatan berjumlah sekitar 60 orang, termasuk 20 mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah STAI DDI Maros, yang didampingi oleh dosen-dosen STAI DDI Maros, yaitu Andi Asdar, S.Pd.I., M.Hum, Emi Sri Rahayu Fatimah, S.E., M.E, dan Rizal, S.Pd., M.Pd. Ahsan Taqwim, S.Pd.I., M.Pd., Dr Haeruddin, MH, Mujahidah, S.Pd., M.Pd., Abd Rahman, S.Pd., M.Pd., dan Wahyuni, S.Pd.I, M.Pd.I Kegiatan ini menghadirkan Prof. Peter John Wanner, Ph.D dari BOLT sebagai narasumber utama yang memberikan wawasan internasional dalam pengembangan kemampuan bahasa Inggris. Kegiatan ini difasilitasi oleh Prof Dr Ismail Suardi Wekke dari Sekertaris Dewan Pendidikan Maros.

Berbagai aktivitas edukatif dilaksanakan dalam kegiatan ini, seperti Focus Group Discussion, Conversation, dan English Survival, yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris peserta secara aktif, praktis, dan kontekstual sesuai dengan tema “From Local to Global: Your English Journey Starts Here” serta konsep “Madrasah Riset.”

Melalui pendekatan pembelajaran partisipatif di ruang terbuka, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. STAI DDI Maros berharap kegiatan ini dapat mencetak generasi yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di tingkat global melalui penguasaan bahasa Inggris serta penguatan jejaring akademik internasional.

IMG-20260511-WA0007

STAI DDI Maros Gelar The 2nd International Conference on Islamic Education, Law, and Civilization (ICIELC) 2026, IAI Rawa Aopa Turut Serta

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DDI Maros kembali sukses menyelenggarakan The 2nd International Conference on Islamic Education, Law, and Civilization (ICIELC) 2026. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 2–3 Mei 2026 di kampus STAI DDI Maros, Sulawesi Selatan.

Mengusung tema “Reimagining Islamic Education, Law, and Civilization in the Digital and Sustainable Era”, konferensi ini menjadi wadah strategis dalam merespons tantangan perkembangan zaman, khususnya dalam bidang pendidikan, hukum, dan peradaban di era digital yang terus berkembang.

Kegiatan ini diikuti oleh akademisi, peneliti, dosen, guru dan mahasiswa dari berbagai daerah dan negara. Tercatat sebanyak 54 pembicara dari tingkat lokal, nasional, hingga internasional turut ambil bagian dalam forum ilmiah ini.

ICIELC 2026 menghadirkan sejumlah pembicara terkemuka dari dalam dan luar negeri. Pada sesi pembukaan (opening speech), tampil Muhammad Azmi, S.Pd.I., M.Pd.I selaku Ketua STAI DDI Maros, bersama Prof. Ismail Suardi Wekke, Ph.D dari Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) yang juga Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Maros.

Ismail menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada STAI DDI Maros yang secara konsisten telah menjalankan konferensi ini. Begitu pula telah menjadi mitra perguruan tinggi diantaranya Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan. Sementara itu, pada sesi utama (keynote speakers), konferensi ini menghadirkan Prof. Peter John Wanner, Ph.D dari Tohoku University Jepang, serta Assoc. Prof. Dr. Yazid Saleh dari Universitas Pendidikan Sultan Idris Malaysia.

Selain menghadirkan pembicara utama, konferensi ini juga diramaikan oleh berbagai presenter dari STAI DDI Maros, di antaranya Dr. Dideng Kadir, M.Pd., Abdul Rahman, S.Pd., M.Pd., Dr. Haeruddin, MH., Emi Sri Rahayu Fatimah, SE., ME., Dr. Salmia M.Pd., Nuraeni, serta puluhan mahasiswa lainnya seperti Nur Fitri Ramadani, Nurhidayah, Nurwinda Pratiwi, Nur Anisa, hingga Fadilah Maharani yang mengangkat beragam tema penelitian di bidang pendidikan, hukum, dan budaya lokal.

Tidak hanya dari internal kampus, partisipasi juga datang dari berbagai institusi luar daerah dan internasional, seperti Sudarmin dari SDN 57 Bulu-Bulu Maros, serta dari perguruan tinggi lain seperti Muh. Bambang Taufik dari University of London, Muhammad Ikram Nur Fuady dari University of Liverpool, dan Nurbaeti dari Politeknik Negeri Ujung Pandang, Sri Fatta Meldawati dari IAI Yapnas Jeneponto, Abu Sahman Nasim dari IAIN Ternate dan Hardiyanti Ridwan dari UIAD Sinjai. Kehadiran para presenter ini menunjukkan kuatnya kolaborasi akademik lintas institusi dan negara, sekaligus memperkaya diskusi ilmiah yang berlangsung selama konferensi.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring kerja sama internasional. STAI DDI Maros secara aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai mitra, di antaranya BOLT (Japan) dan SEAAM, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas akademik dan daya saing institusi di tingkat global.

Dalam sambutannya, Ketua STAI DDI Maros, Muhammad Azmi, S.Pd.I., M.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan penyelenggaraan yang kedua setelah sukses dilaksanakan pada tahun 2024. “Kegiatan ICIELC ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan setelah sukses pada tahun 2024. Output dari kegiatan ini telah melahirkan prosiding internasional dan menjadi ajang berbagi hasil penelitian bagi para akademisi,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan konferensi meliputi sesi pembukaan, pemaparan materi oleh keynote speaker, serta sesi paralel presentasi ilmiah yang berlangsung secara offline dan online. Diskusi yang berlangsung menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta dalam bertukar ide dan pengalaman.

Melalui kegiatan ini, STAI DDI Maros menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan keilmuan Islam yang relevan dengan kebutuhan zaman. ICIELC 2026 diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan dalam memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun peradaban yang unggul dan berkelanjutan.

IMG-20260501-WA0023

IAI Rawa Aopa Ambil Peran di Sultan Hasanuddin Forum, Perkuat Daya Saing Riset Nasional

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation sukses digelar di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Rabu (29/4/2026). Forum ini menjadi momentum penting dalam mendorong akselerasi riset dan inovasi nasional melalui kolaborasi lintas lembaga dan wilayah.

Kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah kolaboratif untuk mempercepat hilirisasi riset serta pengembangan inovasi. Pemilihan lokasi di bandara dinilai strategis karena merepresentasikan konektivitas nasional dan sinergi antarpene­liti serta institusi dari berbagai daerah.

Keberhasilan penyelenggaraan forum ini tidak terlepas dari peran aktif Dewan Pendidikan Kabupaten Maros dalam kolaborasi berskala nasional. Keterlibatan tersebut mencerminkan komitmen dalam membangun ekosistem keilmuan yang inklusif dan dinamis.

Partisipasi IAI Rawa Aopa turut mempertegas peran perguruan tinggi daerah dalam mendukung kemajuan riset nasional. Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu melahirkan terobosan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan global.

Forum ini tidak hanya menjadi ruang pertemuan formal, tetapi juga berfungsi sebagai katalisator pertukaran gagasan antara akademisi dan praktisi. Fokus utamanya adalah memastikan setiap inovasi memiliki dampak nyata bagi pembangunan.

Komite Saintifik forum, Ismail Suardi Wekke, mengapresiasi peran Southeast Asian Academic Mobility (SEAAM) dalam mendukung kesuksesan kegiatan tersebut. Ia menilai capaian ini sebagai indikasi kebangkitan kedaulatan intelektual dari kawasan timur Indonesia.

“Forum ini melampaui ekspektasi dalam membangun konektivitas global bagi para peneliti, sekaligus membuka akses lebih luas terhadap jejaring akademik internasional,” ujar Ismail.

Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut terlihat dari kemampuan forum dalam menjembatani peneliti lokal ke jaringan global melalui peran strategis SEAAM, sehingga meningkatkan daya saing riset Indonesia di tingkat internasional.

Selain itu, Ismail menekankan pentingnya relevansi inovasi terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan riset tidak lagi diukur dari banyaknya teori, melainkan dari kontribusi nyata dalam menjawab tantangan pembangunan.

Dari sisi manajerial, ia juga menyoroti pentingnya tata kelola institusi yang kuat untuk mendukung riset berkelanjutan, termasuk transparansi perencanaan keuangan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di perguruan tinggi.

IAI Rawa Aopa, lanjutnya, berkomitmen mengadopsi model kolaborasi forum ini dalam perencanaan strategis kampus guna menciptakan ruang tumbuh optimal bagi dosen dan peneliti.

“Momentum ini harus segera ditindaklanjuti melalui penguatan sinergi lintas sektor agar hasil inovasi tidak berhenti pada tahap presentasi, tetapi diwujudkan dalam kerja sama konkret untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045,” kata Ismail.

IMG-20260429-WA0031

Kolaborasi Multinasional, NITRO dan IAI Rawa Aopa dan Tohoku Gelar PkM Kolaboratif Internasional di Maros

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Suasana Madrasah Aliyah Darul Ulum Ammessangeng, Maros, tampak berbeda pada Selasa, 28 April 2026. Rangkaian pelaksanaan International Conference on Finance and Banking (ICon-FiBank) secara resmi menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan skala internasional.

Agenda ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara institusi madrasah, perguruan tinggi, dan organisasi kemahasiswaan dalam memajukan kualitas pendidikan di daerah.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pakar dari dalam dan luar negeri. Selain melibatkan jajaran akademisi dari perguruan tinggi di Makassar, hadir pula delegasi dari IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Tak tanggung-tanggung, nuansa global kian terasa dengan kehadiran dosen dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Para delegasi luar negeri lainnya yang turut serta meliputi perwakilan dari Jepang, yang bergabung bersama mitra perguruan tinggi lokal lainnya.

Sementara itu, dosen dan mahasiswa secara bersama-sama turut hadir. Mereka menjalin kolaborasi dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat Kolaboratif Internasional dengan memilih madrasah sebagai lokasi. Panitia Pelaksana turut terlibat Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam, HMI Cabang Makassar Timur.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiasi ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran para akademisi lintas negara di tengah siswa madrasah bukan sekadar seremoni, melainkan upaya mentransfer energi akademik lintas negara.

Ismail menekankan pentingnya membangun jejaring sejak dini bagi para siswa agar mereka memiliki wawasan yang tidak lagi terbatas pada batas-batas administratif wilayah, melainkan global. Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan terkait dampak kegiatan ini bagi institusi. “Kolaborasi ini adalah jembatan emas bagi IAI Rawa Aopa untuk memperluas jangkauan pengabdian kami hingga ke level internasional melalui mitra di Maros,” ujarnya.

Ia kemudian melanjutkan bahwa kehadiran dosen dari Jepang dan Malaysia memberikan perspektif baru bagi para pendidik di madrasah. “Kami ingin memastikan bahwa inovasi keuangan dan perbankan yang dibahas di konferensi dapat membumi dan dipahami oleh generasi muda di tingkat sekolah menengah,” tambah Ismail dengan optimis.

Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke juga mengemukakan bahwa integrasi antara organisasi kemahasiswaan dan perguruan tinggi merupakan kunci keberlanjutan program pengabdian di masa depan. Ia berpendapat bahwa keterlibatan aktif mahasiswa dalam mendampingi delegasi asing akan mengasah kemampuan komunikasi internasional mereka.

Selain itu, Ismail memandang bahwa pemilihan Madrasah Aliyah Darul Ulum Ammessangeng sebagai lokasi kegiatan menunjukkan bahwa pendidikan agama dan sains modern dapat berjalan beriringan melalui dukungan kemitraan strategis global yang dibawa oleh jejaring ICon-FiBank.

IMG-20260428-WA0035

Kampus Nitro Jadi Tuan Rumah ICon-FiBank, Pererat Kerja Sama Akademik Lintas Benua

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Upaya memperkuat sinergi akademik lintas benua kembali ditegaskan dalam pembukaan International Conference on Finance and Banking (ICon-FiBank) yang berlangsung di Kampus Nitro, Makassar. Perhelatan bergengsi yang digelar secara hibrida pada 27-28 April 2026 ini mempertemukan para akademisi dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi ternama di Asia dan Eropa guna mendiskusikan transformasi sektor keuangan global.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan Pendidikan Fajar Ujungpandang, Dr. Ridwan Arif. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi internasional sebagai kunci bagi perguruan tinggi lokal untuk tetap relevan di tengah dinamika ekonomi global yang kian kompleks.

Kehadiran delegasi dari luar negeri, seperti Thailand, Turkiye, Jepang, dan Malaysia, menjadi bukti nyata bahwa Makassar telah menjadi titik temu strategis bagi diskursus intelektual di bidang perbankan dan keuangan.
Partisipasi institusi dalam negeri pun tidak kalah signifikan. Selain tuan rumah, tercatat delegasi dari Binus University dan mitra perguruan tinggi lainnya di Makassar turut hadir secara luring.

Salah satu keikutsertaan perguruan tinggi dalam konferensi ini IAI Rawa Aopa yang dihadiri Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Kehadiran beliau mempertegas komitmen institusi pendidikan di daerah untuk terlibat aktif dalam level internasional.

Dalam sebuah sesi diskusi, Ismail Suardi Wekke secara lugas menyatakan dukungannya terhadap forum ini. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan standar akademik nasional.

“Pertemuan lintas negara ini adalah jembatan bagi kita untuk menyelaraskan kurikulum dan riset keuangan dengan standar global yang berlaku saat ini,” ungkap Ismail.

Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa keterlibatan IAI Rawa Aopa merupakan bentuk nyata dari upaya kampus daerah untuk melakukan internasionalisasi demi mutu lulusan yang kompetitif. Menurutnya, ICon-FiBank dan IPRC menjadi momentum yang sangat tepat bagi setiap peserta untuk memperluas jejaring profesional yang melampaui batas-batas geografis negara.

Melanjutkan pandangannya secara lebih mendalam, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa integrasi antara perguruan tinggi di Asia dan Eropa akan membawa perspektif baru bagi pengembangan ekonomi syariah dan keuangan digital di Indonesia. Beliau berpendapat bahwa transfer pengetahuan yang terjadi selama dua hari ini akan memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan kebijakan keuangan di kampus masing-masing.

Lebih jauh, beliau meyakini bahwa kolaborasi semacam ini akan mempercepat proses transformasi digital di sektor perbankan nasional melalui adopsi praktik-praktik terbaik dari mitra luar negeri. Penyelenggaraan ICon-FiBank di Kampus Nitro ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi strategis yang aplikatif.

Dengan format hibrida, konferensi ini berhasil memfasilitasi dialog yang intens antara peserta yang hadir langsung di Makassar dengan para ahli yang terhubung secara daring dari berbagai belahan dunia, memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam ekosistem pendidikan tinggi di tingkat global.