Sinergi 7 Kampus Lintas Pulau: Sukses Gelar Semiloka Nasional di Makassar untuk Petakan Kolaborasi Menuju Perguruan Tinggi Unggul

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Sebanyak tujuh perguruan tinggi lintas provinsi dan lintas pulau menyatukan sinergi dalam Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Nasional Kemitraan Perguruan Tinggi yang digelar di Makassar pada 16–17 Juni 2026.

Forum strategis ini berhasil diselenggarakan sebagai langkah konkret dalam memetakan potensi kegiatan kolaboratif untuk satu semester ke depan.

Kegiatan akbar ini diinisiasi dalam rangka penguatan kapasitas kelembagaan, di mana setiap institusi berkomitmen untuk saling memperkuat satu sama lain demi mencapai predikat perguruan tinggi unggul. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan momentum krusial bagi perguruan tinggi daerah untuk melompat lebih tinggi.

Menurutnya, era kompetisi yang kaku sudah harus digantikan dengan era kerja sama yang inklusif demi kemajuan bersama.

“Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri di tengah tuntutan global yang semakin kompleks. Kolaborasi lintas pulau ini adalah kunci untuk saling melengkapi kekurangan dan melejitkan potensi yang kita miliki,” ujar Ismail di sela-sela kegiatan.

Selama dua hari pelaksanaan, delegasi dari tujuh kampus secara intensif menyusun cetak biru (blueprint) program kerja bersama. Ismail menjelaskan bahwa pertemuan di Makassar ini tidak hanya menghasilkan kesepakatan di atas kertas, melainkan langsung menghasilkan rencana aksi nyata yang akan dieksekusi sepanjang enam bulan ke depan.

Ia menambahkan bahwa fokus utama dalam satu semester mendatang adalah pertukaran dosen, kolaborasi riset nasional, hingga pengabdian masyarakat berbasis lintas budaya. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung baik bagi mahasiswa maupun masyarakat luas.

“Kami berkumpul di sini dengan target yang jelas. Pertemuan ini berhasil memetakan agenda kerja konkret untuk satu semester ke depan, sehingga setelah dari Makassar, kita langsung tancap gas beraksi,” tegas Ismail.

Semiloka ini menjadi bukti nyata bahwa sekat geografis bukan lagi penghalang untuk maju bersama. Melalui pembagian sumber daya dan keahlian antar-perguruan tinggi, akselerasi mutu pendidikan tinggi di Indonesia diharapkan dapat berjalan lebih merata.

Ismail menegaskan bahwa muara dari seluruh rangkaian kerja sama lintas provinsi ini adalah peningkatan akreditasi dan kapasitas institusi menuju kampus yang unggul. Ia meyakini, dengan saling menopang, perguruan tinggi yang berada di daerah pun mampu bersaing di level nasional maupun internasional.

“Tujuan akhir kita sangat jelas, yaitu penguatan kapasitas bersama guna melahirkan perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya optimis.

IMG-20260619-WA0026

IAI Rawa Aopa Siap Gelar Workshop Turnitin Guna Mendukung Integritas Riset

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tengah bersiap menggelar Workshop Optimalisasi Penggunaan Turnitin sebagai Instrumen Mencapai Integritas Riset. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan kampus dalam menegakkan nilai-nilai kejujuran akademik dan meningkatkan kualitas karya ilmiah secara masif.

Secara teknis, kegiatan ini akan dikomandoi langsung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAI Rawa Aopa. Guna memastikan program berjalan optimal, institusi telah menjalin kerja sama resmi dengan pihak Turnitin.

Kolaborasi ini dirancang tidak hanya untuk memperkuat kapasitas civitas akademika internal, tetapi juga memperluas manfaatnya bagi para mitra perguruan tinggi yang turut diundang dalam agenda tersebut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa lokakarya ini merupakan momentum krusial bagi transformasi ekosistem riset di kampus. Menurutnya, pemanfaatan teknologi seperti Turnitin bukan sekadar alat pengecek, melainkan fondasi utama untuk membangun reputasi institusi.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap lembar karya ilmiah yang lahir dari rahim IAI Rawa Aopa memiliki standar moral dan kualitas yang tidak diragukan lagi,” ujar Ismail saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (18/6/2026) usai menghadiri pengukuhan Guru Besar di BINUS University.

Ismail juga menjelaskan bahwa kerja sama dengan Turnitin sengaja dirancang secara inklusif. Ia menyatakan bahwa penguatan kapasitas ini tidak boleh eksklusif hanya untuk lingkungan internal IAI Rawa Aopa, melainkan harus merangkul jaringan mitra perguruan tinggi agar tumbuh bersama dalam iklim akademik yang sehat.

“Turnitin adalah instrumen, tetapi komitmen pada orisinalitas adalah jiwa dari sebuah riset,” tambah Ismail menekankan pentingnya kesadaran kolektif.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar lokakarya teknis ini dapat mengubah cara pandang dosen dan mahasiswa terhadap proses penulisan ilmiah. Beliau memaparkan bahwa dengan memahami cara kerja Turnitin secara optimal, civitas akademika akan lebih terbantu dalam melakukan koreksi mandiri dan menghindari praktik plagiarisme yang tidak disengaja sejak dini.

“Workshop ini adalah langkah nyata kami untuk melahirkan peneliti-peneliti yang jujur, kompeten, dan siap bersaing di kancah global,” pungkasnya optimis.

Dengan persiapan yang matang dari LPPM, workshop ini diharapkan menjadi batu loncatan penting bagi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam mengukuhkan posisinya sebagai pusat keunggulan akademik yang menjunjung tinggi integritas di Sulawesi Tenggara.