IMG-20260618-WA0066

Perkuat Riset Global, IAI Rawa Aopa Diundang BINUS University Gelar Pertemuan Strategis Bersama Pakar Ekonomi USIM Malaysia

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Upaya akselerasi mutu akademik dan penguatan ekosistem riset internasional terus dipacu oleh perguruan tinggi di Indonesia. Langkah konkret ini diwujudkan melalui pertemuan strategis bersama Faculty Member Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) yang berlangsung di BINUS University Kampus Anggrek, Jl. Raya Kebon Jeruk No. 27, Kemanggisan, Jakarta Barat, Kamis (17/6/2026).

Kegiatan akademis tersebut menghadirkan Prof. Dato’ Dr. Hasnah Hj. Haron, seorang Research Consultant dari Faculty of Economics and Muamalat USIM, Malaysia. Kehadiran pakar ekonomi syariah ini menjadi magnet bagi para akademisi untuk membedah strategi publikasi global serta memperluas jejaring riset di kawasan Asia Tenggara.

Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan turut mengambil peran penting dalam forum internasional ini. Sebagai institusi yang tengah berkembang, IAI Rawa Aopa membawa modal rekam jejak yang kuat, khususnya dalam pengalaman keberhasilan pengelolaan penerbitan buku yang sukses terindeks di database bereputasi global, Scopus.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., turut hadir secara online (daring) untuk mengawal jalannya pertemuan penting tersebut. Kehadiran beliau dalam forum ini sekaligus menegaskan kedekatan hubungan akademis yang telah terjalin lama, di mana Ismail selama ini bertindak sebagai learning partner bagi BINUS University. Rekam jejak kolaborasinya mencakup kepercayaan yang diberikan oleh BINUS kepada dirinya untuk duduk sebagai komite saintifik dalam berbagai konferensi ilmiah, hingga keterlibatannya dalam program learning development bagi pengembangan kapasitas staf di lingkungan BINUS University.

Dalam pemaparannya secara virtual, Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa kehadiran institusinya dalam forum ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk membawa iklim akademik lokal ke panggung dunia. Beliau menyatakan bahwa kolaborasi lintas institusi dan negara sudah bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk mengejar ketertinggalan publikasi ilmiah di tingkat global.

“Kami hadir dengan memenuhi undangan BINUS Kampus Anggrek membawa misi besar untuk menyerap praktik terbaik dari USIM sekaligus menawarkan kolaborasi taktis yang saling menguatkan,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam paparannya melalui kehadiran daring.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa pengalaman kolaborasi BINUS University dengan IAI Rawa Aopa dalam mengawal pengelolaan buku hingga menembus indeksasi Scopus dapat menjadi pemantik diskusi yang produktif bersama Prof. Hasnah Haron dan tim peneliti USIM. Pihaknya meyakini bahwa manajemen pengetahuan yang kokoh dan kemitraan yang inklusif akan mempercepat pengakuan internasional terhadap karya-karya akademik dosen dalam negeri.

“Pengalaman kami dalam mengelola buku terindeks Scopus membuktikan bahwa perguruan tinggi mampu bersaing di level global jika dikelola dengan fokus, konsistensi, dan jejaring kemitraan yang kuat,” tambahnya.

Di akhir sesi, Ismail Suardi Wekke menggarisbawahi bahwa tindak lanjut dari pertemuan ini dapat melahirkan kerja sama riset yang konkret, khususnya di bidang ekonomi, muamalat, dan tata kelola kelembagaan. Ia berharap peran sinergisnya sebagai learning partner BINUS sekaligus pimpinan IAI Rawa Aopa dapat mempercepat implementasi draf riset bersama dan program joint publication yang berdampak langsung pada nilai akreditasi kedua lembaga.

“Pertemuan dengan Prof. Hasnah hari ini harus segera kita konversikan menjadi langkah nyata, baik dalam penguatan komite saintifik konferensi maupun program pengembangan staf yang berkelanjutan,” pungkas Ismail. Acara yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan sesi diskusi terbatas mengenai peluang kolaborasi pengelolaan konferensi, serta fasilitasi riset di masa mendatang.

IMG-20260618-WA0063

Pertahankan Kerjasama dengan Binus University, Pimpinan IAI Rawa Aopa Hadiri Pengukuhan Guru Besar

Rawaaopakonsel.ac.id, Tangerang – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menghadiri pengukuhan Guru Besar Tetap Binus University yang digelar di Kampus Alam Sutera, Tangerang, Kamis (18/6/2026). Prosesi sakral ini mengukuhkan Prof. Retno Dewanti, S.Si., M.M., Ph.D., sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Digital Marketing.

Acara ini menjadi momentum penting yang mempertemukan para akademisi dari berbagai belahan dunia. Selain dihadiri oleh jajaran civitas akademika Binus University, tampak hadir pula sejumlah guru besar tamu dari pelbagai perguruan tinggi lintas wilayah Indonesia, serta delegasi internasional termasuk dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi yang mendalam atas pencapaian ilmiah ini. Menurutnya, kepakaran Prof. Retno di bidang pemasaran digital sangat relevan dengan kebutuhan industri dan dunia pendidikan modern saat ini.

“Kehadiran kami di selain memenuhi undangan, juga dalam kaitan untuk mempertahankan sinergi strategis antarinstitusi dalam menghadapi era disrupsi digital yang kian masif,” ujar Ismail Suardi Wekke saat ditemui di sela-sela acara.

Lebih lanjut, Ismail menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus menyerap praktik-praktik terbaik dari perguruan tinggi terkemuka seperti Binus University guna meningkatkan mutu tata kelola lembaga mereka di daerah. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi lintas kampus, baik dalam skala nasional maupun internasional, kini menjadi sebuah keharusan demi mendongkrak kualitas lulusan yang berdaya saing global.
Ismail juga menambahkan bahwa keterlibatan guru besar tamu dari luar negeri, seperti Universiti Sains Islam Malaysia, membuktikan bahwa ekosistem akademik Indonesia semakin diakui dan terintegrasi di kancah internasional.

“Kami berharap gagasan-gagasan segar Prof. Retno Dewanti dalam orasi ilmiahnya hari ini dapat diadopsi, tidak hanya di kota besar, melainkan juga menyentuh pengembangan literasi digital di kawasan Indonesia Timur,” tutur Ismail menutup pernyataannya.

NUNI (ISW)

Pengumuman Kegiatan Bersama NUNI dan BINUS University dengan Prof. Dr. John Connell (Australia)

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Pengumuman kegiatan bersama Nation University Network in Indonesia (NUNI) dan BINUS University menghadirkan akademisi internasional terkemuka, Prof. Dr. John Connell dari Australia. Kolaborasi strategis ini dirancang sebagai wadah diseminasi riset global yang mempertemukan pemikiran inovatif antarperguruan tinggi lintas negara. 

Melalui sinergi ini, para peserta diajak mengeksplorasi perspektif baru dalam menjawab tantangan kontemporer di bidang pembangunan dan dinamika regional. Kemitraan akademik global kini menjadi pilar utama dalam mendongkrak visibilitas riset institusi di kancah internasional. 

Ketika perguruan tinggi lokal berkolaborasi dengan pakar dunia, transfer pengetahuan tidak lagi berjalan satu arah, melainkan bertransformasi menjadi dialog interaktif yang subur. Fenomena inilah yang melandasi pentingnya kolaborasi teranyar antara NUNI dan BINUS University.

Hadirnya Prof. Dr. John Connell, seorang pakar human geography terkemuka dari University of Sydney, memberikan bobot ilmiah yang signifikan pada agenda ini. Rekam jejak beliau dalam meneliti dinamika sosial-ekonomi dan migrasi di wilayah Asia-Pasifik menawarkan metodologi empiris yang relevan bagi peneliti domestik. Forum ini sekaligus menjadi ruang bedah teoretis untuk memetakan solusi lokal atas problematika global.

Sebagai wadah yang inklusif, NUNI secara konsisten mendorong penguatan kapasitas riset nasional lewat jejaring antaruniversitas di Indonesia. Bersama BINUS University yang dikenal kuat dalam ekosistem riset digital dan teknologi, integrasi keilmuan ini diharapkan mampu melahirkan inovasi yang berdampak nyata. Pertemuan kelembagaan semacam ini mempercepat akselerasi tata kelola pengetahuan (knowledge management) di era keterbukaan informasi.

Kegiatan ini bertujuan untuk meruntuhkan dinding tebal antara menara gading akademik dan masyarakat umum. Gagasan-gagasan kompleks mengenai pembangunan berkelanjutan dikemas dengan narasi yang scannable, segar, dan mudah dicerna tanpa kehilangan esensi metodologisnya. Pendekatan ini terbukti efektif dalam memantik minat generasi muda untuk terjun ke dunia penelitian.

Dari sudut pandang strategis, luaran atau output dari kegiatan bersama ini diproyeksikan mampu memperkaya khazanah publikasi ilmiah yang bereputasi. Melalui diskusi intensif, para peneliti lokal berpeluang membangun kemitraan riset lanjutan yang berbasis Open Science, sehingga memperluas jangkauan sitasi global. Identitas peneliti yang mapan kini tidak hanya dinilai dari gelar, melainkan dari kontribusi nyatanya dalam jaringan kerja global.

Sebagai penutup, pengumuman ini sekaligus menjadi panggilan terbuka bagi para akademisi, praktisi, dan mahasiswa untuk kolaborasi kegiatan dalam bentuk pelaksana bersama (co-host). Kolaborasi internasional bukan lagi sebuah opsi mewah, melainkan suatu keniscayaan di tengah interkonektivitas global saat ini. Mari bersiap menyerap inspirasi dan metodologi segar langsung dari sang pakar demi kemajuan riset nusantara.