IMG_20260508_143138

Bangun Kemitraan Akademik Internasional, IAI Rawa Aopa Gandeng UKM Malaysia dan STAI Al-Ittihad Cianjur

Rawaaopakonsel.ac.id, Malaysia– Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kolaborasi akademik lintas negara. IAI Rawa Aopa turut bermitra dalam pelaksanaan kunjungan strategis STAI Al-Ittihad Cianjur ke Graduate School of Business (GSB), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Rabu (6/5/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Bangi, Selangor, Malaysia, tersebut menjadi momentum penting dalam memperluas jaringan kerja sama perguruan tinggi keagamaan Islam swasta (PTKIS) Indonesia di tingkat internasional. Kunjungan ini juga merupakan implementasi sinergi antara STAI Al-Ittihad Cianjur dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai mitra strategis.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari peta jalan institusi dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan kolaboratif.

“STAI Al-Ittihad Cianjur merupakan salah satu mitra kerjasama perguruan tinggi kita di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Dalam kesempatan yang akan datang, kami merencanakan sebuah kolaborasi yang lebih luas dengan perguruan tinggi se-Jawa Barat,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam keterangannya usai pertemuan dengan GSB UKM, Kamis (7/5/2026).

Ia menambahkan, agenda di Malaysia tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diarahkan untuk merumuskan kesepakatan formal yang dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan akademik di Indonesia.

“Salah satu agenda ke depan bersama UKM adalah agar bisa mewujudkan kolaborasi di Indonesia dengan PTKIS Jawa Barat dan Indonesia secara umum melalui nota kesepahaman (MoU) yang komprehensif,” tambahnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan mencakup berbagai bidang, mulai dari pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, hingga peningkatan kapasitas dosen. Dengan melibatkan UKM sebagai salah satu universitas riset terkemuka di Malaysia, IAI Rawa Aopa berharap dapat menghadirkan standar pendidikan global dalam pengembangan institusi lokal, khususnya di Sulawesi Tenggara dan Jawa Barat.

IMG-20260507-WA0014

Binus University dan IAI Rawa Aopa Perkuat Kolaborasi Akademik Lewat Workshop Penulisan Ilmiah

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan –  Binus University menggelar workshop penulisan bab buku terindeks secara daring pada Kamis (7/5/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi Ismail Suardi Wekke sebagai pemateri utama.

Workshop ini diikuti sekitar 40 peserta dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti dengan target menghasilkan bab buku terindeks sebagai bagian dari penguatan budaya publikasi ilmiah.

Dalam pemaparannya, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya kemampuan menulis akademik yang terstruktur dan berkualitas untuk mendukung pengembangan keilmuan di lingkungan perguruan tinggi.

“Penulisan bab buku terindeks bukan hanya soal publikasi, tetapi juga upaya membangun tradisi akademik yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Ismail dalam kegiatan tersebut, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan, workshop ini merupakan bagian dari tindak lanjut kerja sama antara Binus University dan Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan yang sebelumnya telah menandatangani Letter of Intent (LoI) pada awal April 2026 lalu.

Menurutnya, kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah di Indonesia.

“Kerja sama ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, terutama dalam pengembangan riset dan publikasi akademik,” katanya.

Selain membahas teknik penulisan, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai strategi memilih tema yang relevan dan memiliki peluang untuk dipublikasikan dalam buku terindeks. Materi tersebut dinilai penting agar hasil karya akademik tidak hanya memenuhi standar ilmiah, tetapi juga memiliki kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Suasana workshop berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait proses penyusunan naskah hingga tahapan penerbitan. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman antara akademisi dan penulis dalam menghadapi tantangan publikasi ilmiah di era digital.

Selama workshop berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan terkait teknik penyusunan bab buku ilmiah, strategi publikasi, hingga tata kelola penulisan yang sesuai standar penerbitan terindeks.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan sesi tanya jawab selama kegiatan daring berlangsung. Para peserta berharap pelatihan semacam ini dapat terus dilaksanakan guna meningkatkan kapasitas akademik dan produktivitas publikasi ilmiah.

“Ini bagian dari kerja sama antara Binus University dengan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang sudah menandatangani LoI pada awal April lalu,” tutup Ismail Suardi Wekke.

IMG-20260506-WA0030

FKIP UHO dan IAI Rawa Aopa Teken Kerja Sama, Perkuat Kolaborasi Pendidikan di Sultra

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) bersama Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi menandatangani nota kesepakatan (MoA/PKS) dan Implementation Agreement (IA) sebagai bentuk penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi di Sulawesi Tenggara.

Penandatanganan yang berlangsung di Kendari ini menjadi langkah strategis dalam mendorong sinergi di bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat antara kedua institusi.

Dekan Fakultas Tarbiyah IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Mahrus Ali, M.Pd., menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen nyata untuk membangun kolaborasi berkelanjutan.

“Ini merupakan kolaborasi antara kampus di Sulawesi Tenggara yang diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Mahrus Ali dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).

Ia menambahkan, sinergi ini menjadi penting di tengah tuntutan peningkatan mutu lulusan dan kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pendokumentasian program pengabdian masyarakat yang selama ini dijalankan kedua kampus. Melalui kerja sama ini, berbagai program kolaboratif akan lebih terstruktur dan berdampak luas bagi masyarakat.

“Penandatanganan ini sekaligus menjadi bagian dari pendokumentasian kegiatan pengabdian masyarakat antara kedua institusi, sehingga ke depan program yang dijalankan bisa lebih terarah dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Kerja sama FKIP UHO dan Fakultas Tarbiyah IAI Rawa Aopa diharapkan mampu membuka peluang baru, baik dalam pertukaran akademik, riset kolaboratif, maupun implementasi program pemberdayaan masyarakat di wilayah Sulawesi Tenggara.

“Kami optimistis kerja sama ini akan menjadi fondasi kuat dalam menghadirkan inovasi pendidikan serta memperluas manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Tenggara,” tutup Mahrus Ali.

IMG-20260501-WA0023

IAI Rawa Aopa Ambil Peran di Sultan Hasanuddin Forum, Perkuat Daya Saing Riset Nasional

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation sukses digelar di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Rabu (29/4/2026). Forum ini menjadi momentum penting dalam mendorong akselerasi riset dan inovasi nasional melalui kolaborasi lintas lembaga dan wilayah.

Kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah kolaboratif untuk mempercepat hilirisasi riset serta pengembangan inovasi. Pemilihan lokasi di bandara dinilai strategis karena merepresentasikan konektivitas nasional dan sinergi antarpene­liti serta institusi dari berbagai daerah.

Keberhasilan penyelenggaraan forum ini tidak terlepas dari peran aktif Dewan Pendidikan Kabupaten Maros dalam kolaborasi berskala nasional. Keterlibatan tersebut mencerminkan komitmen dalam membangun ekosistem keilmuan yang inklusif dan dinamis.

Partisipasi IAI Rawa Aopa turut mempertegas peran perguruan tinggi daerah dalam mendukung kemajuan riset nasional. Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu melahirkan terobosan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan global.

Forum ini tidak hanya menjadi ruang pertemuan formal, tetapi juga berfungsi sebagai katalisator pertukaran gagasan antara akademisi dan praktisi. Fokus utamanya adalah memastikan setiap inovasi memiliki dampak nyata bagi pembangunan.

Komite Saintifik forum, Ismail Suardi Wekke, mengapresiasi peran Southeast Asian Academic Mobility (SEAAM) dalam mendukung kesuksesan kegiatan tersebut. Ia menilai capaian ini sebagai indikasi kebangkitan kedaulatan intelektual dari kawasan timur Indonesia.

“Forum ini melampaui ekspektasi dalam membangun konektivitas global bagi para peneliti, sekaligus membuka akses lebih luas terhadap jejaring akademik internasional,” ujar Ismail.

Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut terlihat dari kemampuan forum dalam menjembatani peneliti lokal ke jaringan global melalui peran strategis SEAAM, sehingga meningkatkan daya saing riset Indonesia di tingkat internasional.

Selain itu, Ismail menekankan pentingnya relevansi inovasi terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan riset tidak lagi diukur dari banyaknya teori, melainkan dari kontribusi nyata dalam menjawab tantangan pembangunan.

Dari sisi manajerial, ia juga menyoroti pentingnya tata kelola institusi yang kuat untuk mendukung riset berkelanjutan, termasuk transparansi perencanaan keuangan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di perguruan tinggi.

IAI Rawa Aopa, lanjutnya, berkomitmen mengadopsi model kolaborasi forum ini dalam perencanaan strategis kampus guna menciptakan ruang tumbuh optimal bagi dosen dan peneliti.

“Momentum ini harus segera ditindaklanjuti melalui penguatan sinergi lintas sektor agar hasil inovasi tidak berhenti pada tahap presentasi, tetapi diwujudkan dalam kerja sama konkret untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045,” kata Ismail.

IMG-20260428-WA0035

Kampus Nitro Jadi Tuan Rumah ICon-FiBank, Pererat Kerja Sama Akademik Lintas Benua

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Upaya memperkuat sinergi akademik lintas benua kembali ditegaskan dalam pembukaan International Conference on Finance and Banking (ICon-FiBank) yang berlangsung di Kampus Nitro, Makassar. Perhelatan bergengsi yang digelar secara hibrida pada 27-28 April 2026 ini mempertemukan para akademisi dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi ternama di Asia dan Eropa guna mendiskusikan transformasi sektor keuangan global.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan Pendidikan Fajar Ujungpandang, Dr. Ridwan Arif. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi internasional sebagai kunci bagi perguruan tinggi lokal untuk tetap relevan di tengah dinamika ekonomi global yang kian kompleks.

Kehadiran delegasi dari luar negeri, seperti Thailand, Turkiye, Jepang, dan Malaysia, menjadi bukti nyata bahwa Makassar telah menjadi titik temu strategis bagi diskursus intelektual di bidang perbankan dan keuangan.
Partisipasi institusi dalam negeri pun tidak kalah signifikan. Selain tuan rumah, tercatat delegasi dari Binus University dan mitra perguruan tinggi lainnya di Makassar turut hadir secara luring.

Salah satu keikutsertaan perguruan tinggi dalam konferensi ini IAI Rawa Aopa yang dihadiri Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Kehadiran beliau mempertegas komitmen institusi pendidikan di daerah untuk terlibat aktif dalam level internasional.

Dalam sebuah sesi diskusi, Ismail Suardi Wekke secara lugas menyatakan dukungannya terhadap forum ini. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan standar akademik nasional.

“Pertemuan lintas negara ini adalah jembatan bagi kita untuk menyelaraskan kurikulum dan riset keuangan dengan standar global yang berlaku saat ini,” ungkap Ismail.

Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa keterlibatan IAI Rawa Aopa merupakan bentuk nyata dari upaya kampus daerah untuk melakukan internasionalisasi demi mutu lulusan yang kompetitif. Menurutnya, ICon-FiBank dan IPRC menjadi momentum yang sangat tepat bagi setiap peserta untuk memperluas jejaring profesional yang melampaui batas-batas geografis negara.

Melanjutkan pandangannya secara lebih mendalam, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa integrasi antara perguruan tinggi di Asia dan Eropa akan membawa perspektif baru bagi pengembangan ekonomi syariah dan keuangan digital di Indonesia. Beliau berpendapat bahwa transfer pengetahuan yang terjadi selama dua hari ini akan memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan kebijakan keuangan di kampus masing-masing.

Lebih jauh, beliau meyakini bahwa kolaborasi semacam ini akan mempercepat proses transformasi digital di sektor perbankan nasional melalui adopsi praktik-praktik terbaik dari mitra luar negeri. Penyelenggaraan ICon-FiBank di Kampus Nitro ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi strategis yang aplikatif.

Dengan format hibrida, konferensi ini berhasil memfasilitasi dialog yang intens antara peserta yang hadir langsung di Makassar dengan para ahli yang terhubung secara daring dari berbagai belahan dunia, memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam ekosistem pendidikan tinggi di tingkat global.

IMG-20260422-WA0006

IBK NITRO Perkuat Sinergi Global, Siapkan Kolaborasi ICon-FiBank 2026 dan Pengabdian Masyarakat di Maros

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO semakin memantapkan langkah menuju perhelatan ilmiah internasional. Melalui kunjungan media ke Graha Pena pada Senin (20/4/2026), Panitia dan Komite Saintifik memaparkan kesiapan International Conference on Finance, Banking, and Kinship (ICon-FiBank) 2026 yang akan digelar secara kolaboratif.

Kegiatan ini merupakan prakarsa IBK NITRO yang dirancang berjalan paralel dengan International Professional Resources Conference (IPRC) 2026. Selain pertemuan ilmiah, agenda besar ini juga mencakup International Collaborative Community Service yang akan dilaksanakan di Kabupaten Maros sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat.

Komite Saintifik ICon-FiBank 2026, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa esensi dari kegiatan ini terletak pada kekuatan jejaring. “Kegiatan ini adalah kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan organisasi kemahasiswaan untuk menciptakan dampak akademik yang lebih luas,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada pers.

Ismail memaparkan bahwa jangkauan konferensi ini mencakup skala global. Ismail menyatakan bahwa para pembicara yang hadir melibatkan pakar mancanegara seperti dari Thailand, Turkiye, Malaysia, dan Jepang untuk memperkaya perspektif internasional.

Kehadiran para ahli dari lima negara tersebut diharapkan mampu membedah tantangan keuangan dan perbankan dari berbagai sudut pandang geopolitik.

Menjelang acara puncak, panitia telah melakukan serangkaian kegiatan pendahulu. Ismail mengungkapkan bahwa rangkaian webinar series telah terlaksana dalam dua sesi dan berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan panitia. Tren positif ini akan berlanjut pada agenda terdekat untuk merampungkan fase pemanasan diskusi.

“Besok kami akan memasuki sesi terakhir dari target tiga sesi webinar yang telah direncanakan sebagai pembuka menuju konferensi utama,” tambah Ismail mengenai jadwal kegiatan terdekat.

Tidak hanya berhenti pada diskusi di ruang sidang, ICon-FiBank 2026 juga memiliki misi sosial. Ismail menyebutkan bahwa integrasi konferensi dengan pengabdian masyarakat di Maros bertujuan agar hasil pemikiran akademis memiliki dampak nyata di masyarakat.

Hal ini selaras dengan semangat pengabdian lintas batas yang diusung oleh para kolaborator. Sebagai penutup, Ismail mengajak seluruh elemen untuk turut serta mengawal kesuksesan acara ini.

“Kami mengundang seluruh pihak untuk ikut menyukseskan agenda ini, karena ICon-FiBank bukan sekadar konferensi, melainkan jembatan inovasi bagi para peneliti dan praktisi,” pungkasnya.

 

IMG-20260417-WA0032

Gelar PBAK di Pasar Potoro, Rektor IAI Rawa Aopa Dorong Mahasiswa Baru Berperan di Masyarakat

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa memulai kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2026. Acara yang dipusatkan di kawasan Pasar Potoro ini dibuka langsung oleh Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, M.A., dengan dihadiri oleh jajaran civitas akademika serta tokoh masyarakat setempat, termasuk Lurah Potoro yang turut memberikan dukungan atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut, Jumat (17/4/2026).

Dalam sambutannya di hadapan mahasiswa baru, Dr. Basrin Melamba menekankan pentingnya membangun mentalitas pembelajar sejak dini. Beliau menyampaikan bahwa kecerdasan intelektual semata tidaklah cukup tanpa dibarengi dengan karakter yang kuat. Menurutnya, kunci keberhasilan dalam menempuh studi di perguruan tinggi terletak pada kedisiplinan dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi setiap dinamika akademik yang ada.

Rektor juga memotivasi para mahasiswa agar memanfaatkan waktu kuliah dengan sebaik-baiknya melalui sikap rajin dan tekun. Ia menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas moral. Pemilihan Pasar Potoro sebagai lokasi pembukaan pun memiliki filosofi tersendiri, yakni untuk mendekatkan institusi pendidikan dengan realitas sosial masyarakat sejak hari pertama mahasiswa menginjakkan kaki di dunia kampus.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, turut memberikan pandangan strategis mengenai pelaksanaan kegiatan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari ini. Dalam pernyataannya, Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa seluruh pembiayaan dan fasilitas pendukung PBAK telah dialokasikan secara transparan demi menjamin kenyamanan mahasiswa baru selama mengikuti proses pengenalan kampus.

Ia juga menyampaikan bahwa manajemen kampus tengah melakukan pembenahan infrastruktur digital untuk mendukung sistem administrasi yang lebih efisien bagi angkatan baru ini. Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa keterlibatan staf kepegawaian dalam acara ini merupakan bentuk dedikasi institusi dalam memberikan pelayanan prima sejak tahap orientasi.

Selain penjelasan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus mengenai etos kerja dan pengelolaan sumber daya kampus. “Kami telah menyusun kerangka anggaran yang fleksibel namun akuntabel agar setiap agenda pengembangan mahasiswa dapat berjalan tanpa kendala teknis,” tegas Ismail saat ditemui di lokasi acara.

Ia juga menambahkan, “Kehadiran mahasiswa baru adalah investasi masa depan bagi daerah, sehingga kami di jajaran wakil rektor memastikan seluruh hak administratif mereka terpenuhi secara cepat dan tepat.”

Menutup pernyataannya, Ismail menegaskan komitmen manajerialnya dengan berujar, “PBAK ini bukan sekadar seremoni, melainkan fondasi bagi kami untuk mengukur sejauh mana kesiapan sumber daya manusia internal dalam menyambut lonjakan jumlah mahasiswa tahun ini.”

Kegiatan PBAK 2026 ini diharapkan mampu menjadi gerbang awal bagi mahasiswa untuk mengenal nilai-nilai luhur IAI Rawa Aopa. Selama tiga hari ke depan, para peserta akan menerima berbagai materi terkait wawasan kebangsaan, kode etik mahasiswa, hingga strategi pembelajaran efektif yang akan dibawakan oleh para dosen dan praktisi pendidikan terkemuka.

IMG-20260416-WA0046

Kombinasi Karakter Lokal dan Wawasan Global dalam PBAK IAI Rawa Aopa 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersiap menyelenggarakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2026. Kegiatan rutin tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 17 hingga 19 April 2026.

Adapun tahun ini, pelaksanaan PBAK dipusatkan di Pasar Potoro, sebuah lokasi yang memiliki nilai strategis bagi pengembangan kompetensi mahasiswa dan pengabdian masyarakat. “Kita siap menggelar PBAK, sebuah ajang silaturahmi bagi mahasiswa dan dosen,” ungkap Ismail Suardi Wekke usai mendampingi panitia menyiapkan acara, Kamis, 16 April 2026.

Tema utama yang diusung dalam PBAK 2026 adalah penguatan wawasan global yang dipadukan dengan karakter kearifan lokal. Pemilihan tema ini bertujuan untuk mencetak generasi akademisi yang tidak hanya mampu bersaing di kancah internasional, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai luhur budaya setempat. Langkah ini dinilai krusial di tengah arus modernisasi yang semakin dinamis agar mahasiswa memiliki jati diri yang kuat.

Pemilihan Pasar Potoro sebagai lokasi utama bukan tanpa alasan. Pasar ini merupakan laboratorium lapangan bagi kampus yang berfungsi sebagai pusat pemberdayaan masyarakat serta pengembangan keuangan inklusi. Melalui integrasi kegiatan akademik di pasar, mahasiswa diharapkan dapat berinteraksi langsung dengan realitas ekonomi masyarakat dan memahami mekanisme literasi keuangan secara praktis sejak dini.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia kampus dan realitas sosial. Ia menyatakan bahwa Pasar Potoro menjadi simbol laboratorium hidup di mana mahasiswa bisa mempraktikkan teori pemberdayaan secara langsung.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa di pasar tersebut akan membuka cakrawala mereka mengenai pentingnya keuangan inklusif bagi masyarakat perdesaan. Ismail juga menekankan bahwa melalui PBAK ini, kampus ingin memastikan setiap mahasiswa baru memiliki semangat untuk berkontribusi pada kemajuan daerah melalui inovasi yang relevan dengan kebutuhan warga.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus pada esensi kegiatan tersebut. “PBAK 2026 adalah momentum bagi mahasiswa baru untuk menyadari bahwa dunia akademik tidak hanya berada di dalam ruang kelas, tetapi juga hadir di tengah denyut nadi ekonomi masyarakat seperti di Pasar Potoro ini,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, “Kami ingin membentuk karakter mahasiswa yang memiliki cara pandang global namun tetap menjunjung tinggi kearifan lokal sebagai fondasi utama dalam bertindak.”

Terakhir, Ismail menegaskan komitmen institusi dalam pemberdayaan dengan mengatakan, “Pemanfaatan Pasar Potoro sebagai lokasi PBAK merupakan langkah nyata kami dalam memperkuat ekosistem keuangan inklusi melalui peran aktif civitas akademika.”

Penyelenggaraan PBAK selama tiga hari ini akan diisi dengan berbagai materi kepemimpinan, pengenalan budaya kampus, serta sesi khusus mengenai literasi keuangan. Dengan melibatkan Pasar Potoro sebagai latar utama, IAI Rawa Aopa berharap dapat menciptakan pengalaman belajar yang transformatif, sekaligus mempererat hubungan antara lembaga pendidikan dengan masyarakat luas di Konawe Selatan.

IMG-20260411-WA0013

Jajaki Kerjasama, Pertemuan Awal Satu University IAI Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara mempertahankan spirit kolaborasi lintas institusi. Baru-baru ini, Satu University melakukan kunjungan awal guna menemui jajaran pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Pertemuan awal ini menjadi momentum krusial dalam menginisiasi rencana kerja sama strategis yang diharapkan mampu memperkuat ekosistem akademik dan pengabdian masyarakat di wilayah tersebut, Rabu (8/4/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan ini membahas berbagai potensi integrasi program, mulai dari pertukaran mahasiswa hingga kolaborasi riset antar-dosen. Kedua belah pihak sepakat bahwa tantangan pendidikan di era digital memerlukan tangan-tangan yang saling menggenggam agar mampu menghadirkan kualitas lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan industri maupun sosial.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah nyata dalam memperluas jejaring institusi. Ia menekankan bahwa sinergi antara universitas umum dan institut berbasis keagamaan akan menciptakan perpaduan keilmuan yang unik dan komprehensif bagi para mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan pandangannya secara lugas.

“Pertemuan ini merupakan fondasi awal bagi kami untuk menyatukan visi dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Konawe Selatan,” tegas Ismail saat ditemui di lokasi pertemuan.

Ia juga menambahkan bahwa pihak kampus sangat terbuka terhadap setiap peluang inovasi yang dibawa oleh Satu University.

“Kami percaya bahwa kolaborasi ini tidak hanya akan berhenti di atas kertas, tetapi akan segera bertransformasi menjadi aksi nyata yang berdampak luas bagi masyarakat,” lanjutnya dengan optimis.

Lebih jauh lagi, ia menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan sumber daya bersama dengan menyatakan, “Sinergi antara Satu University dan IAI Rawa Aopa adalah kunci untuk menciptakan akselerasi dalam bidang penelitian dan pengabdian di tingkat lokal maupun nasional”.

Selain pernyataan langsung tersebut, Ismail juga menyampaikan sejumlah poin penting terkait arah kebijakan kampus di masa depan. Ia menjelaskan bahwa pihak IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk memfasilitasi segala bentuk administrasi dan perencanaan keuangan guna mendukung program kerja sama yang akan disepakati nantinya.

Menurutnya, kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia menjadi prioritas utama agar implementasi kolaborasi dapat berjalan tanpa kendala teknis yang berarti. Ismail juga memaparkan bahwa integrasi sistem pendidikan antara kedua lembaga ini diharapkan mampu menjawab tantangan disrupsi teknologi yang saat ini tengah dihadapi oleh dunia akademis di Indonesia.

Pertemuan ini ditutup dengan kesepakatan untuk segera merumuskan rencana kerjasama yang lebih detail. Baik Satu University maupun IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berharap agar kerja sama ini dapat segera diresmikan dalam waktu dekat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh sivitas akademika dan masyarakat luas di Sulawesi Tenggara.

IMG-20260411-WA0008

Gelar FGD, IAI Rawa Aopa dan FISIP Unibos Fokus pada Penguatan Riset dan Pengabdian

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memacu langkah dalam memperluas jejaring institusional. Terbaru, pimpinan IAI Rawa Aopa menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bosowa (Unibos) guna menginisiasi rencana kerjasama strategis dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di antai 7 Gedung Rektorat Universitas Bosowa, Jumat (10/4/ 2026).

Pertemuan yang berlangsung akrab tersebut menjadi momentum penting bagi kedua belah pihak untuk menyelaraskan visi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah Sulawesi.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi institusi menuju standar keunggulan yang lebih tinggi.

Beliau menyampaikan bahwa pertemuan dengan FISIP Unibos merupakan langkah awal yang konkret untuk membangun ekosistem akademik yang inklusif dan kolaboratif.

Ismail Suardi Wekke mengungkapkan bahwa melalui sinergi ini, IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk menyerap praktik terbaik dari Unibos guna memperkuat tata kelola lembaga yang mandiri dan profesional.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan antarlembaga dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era digital.

“Kami melihat FISIP Unibos sebagai mitra strategis yang memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan ilmu sosial, sehingga kolaborasi ini akan memberikan dampak positif yang nyata bagi mahasiswa dan dosen kami,” ujarnya saat ditemui usai kegiatan FGD tersebut.

Lebih lanjut, Ismail menekankan bahwa rencana kerjasama ini tidak hanya akan berhenti di atas kertas, tetapi akan diimplementasikan melalui program-program nyata.

“Fokus utama kami adalah bagaimana inisiasi ini dapat segera diwujudkan dalam bentuk pertukaran dosen serta kolaborasi riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di Konawe Selatan dan sekitarnya,” tutur Ismail dengan nada optimis.

Beliau juga menambahkan sebuah harapan besar agar kesepakatan ini menjadi pintu pembuka bagi inovasi-inovasi akademik lainnya. “Saya berharap penandatanganan nota kesepahaman nantinya menjadi momentum sejarah bagi IAI Rawa Aopa untuk sejajar dengan perguruan tinggi besar lainnya di Indonesia,” pungkasnya.

Pihak FISIP Unibos menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan kesiapan untuk berbagi sumber daya serta pengalaman demi kemajuan bersama. Diskusi tersebut juga mencakup rencana pengembangan kurikulum yang lebih adaptif dan program pengabdian masyarakat lintas provinsi. Dengan adanya pertemuan ini, kedua institusi sepakat untuk segera menyusun draf perjanjian kerjasama teknis yang akan ditandatangani dalam waktu dekat sebagai payung hukum aktivitas kolaboratif di masa depan.