IMG-20260612-WA0003

FGD Usai Wisuda, Diskusi Pembelajaran Berbasis Outcome-Based Education (OBE) untuk Memenuhi Standar Akreditasi IAI Rawa Aopa

Rawaaopakonsel.ac.id/, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses menggelar Wisuda VII Angkatan I pada Rabu (10/62026). Momentum sakral kelulusan ini tidak membuat jajaran civitas akademika larut dalam euforia, melainkan langsung tancap gas mempertahankan sistem penjaminan mutu eksternal.

Langkah konkret tersebut dibuktikan dengan langsung digelarnya Focus Group Discussion (FGD) prodi di lingkungan Fakultas Hukum pasca-prosesi wisuda guna mematangkan persiapan akreditasi program studi. Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa akselerasi mutu pasca-wisuda ini merupakan komitmen institusi dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

“Wisuda bukanlah akhir, melainkan gerbang awal bagi kampus untuk membuktikan bahwa lulusan kami dicetak dari sistem akademik yang teruji. Oleh karena itu, penjaminan mutu eksternal dan persiapan akreditasi prodi di Fakultas Hukum menjadi prioritas utama yang langsung kami eksekusi hari ini,” ujar Ismail usai kegiatan tersebut.

“Kami menyadari betul bahwa tantangan dunia hukum di luar sana semakin kompleks, sehingga validasi mutu melalui akreditasi program studi menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi,” kata Ismail Suardi Wekke saat memberikan pengantar dalam forum FGD Fakultas Hukum.

“Melalui FGD yang digelar segera setelah prosesi wisuda ini, kami memetakan seluruh instrumen akreditasi secara detail agar Fakultas Hukum IAI Rawa Aopa mampu meraih predikat unggul yang mencerminkan kualitas riil proses belajar-mengajar di kampus kita,” lanjutnya di hadapan para dosen dan jajaran dekanat.

“Kerja keras ini bukan sekadar mengejar status di atas kertas, melainkan sebuah bentuk tanggung jawab moral lembaga kepada para alumni yang baru saja dikukuhkan hari ini serta para mahasiswa aktif agar masa depan akademik mereka benar-benar terjamin,” pungkas Al Asri dengan optimistis.

Dalam kesempatan yang sama, Al Asri menjelaskan bahwa konsistensi dalam mempertahankan penjaminan mutu eksternal merupakan jangkar utama bagi fakultas untuk tetap relevan dengan kebutuhan dinamika hukum kontemporer. Ia menilai bahwa momentum kelulusan angkatan pertama ini harus dijadikan batu pijakan untuk meningkatkan standardisasi kurikulum dan pelayanan akademik secara menyeluruh.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara seluruh elemen dosen dan tenaga kependidikan dalam menyusun borang akreditasi prodi hukum yang komprehensif. Al Asri mengingatkan bahwa objektivitas penilaian dari lembaga akreditasi eksternal hanya bisa dipenuhi jika seluruh dokumen pendukung dan implementasi tri dharma perguruan tinggi terintegrasi dengan baik.

Di akhir penjelasannya, Al Asri menyampaikan optimisme tinggi bahwa Fakultas Hukum IAI Rawa Aopa mampu melewati proses akreditasi ini dengan hasil yang memuaskan. Menurutnya, kesiapan instrumen dan solidnya komitmen tim yang langsung bekerja pasca-wisuda menjadi indikator kuat bahwa fakultas siap naik kelas ke level penjaminan mutu yang lebih tinggi.

IMG-20260611-WA0065

Tingkatkan Kualifikasi Akademik, Alumni Diajak Manfaatkan Fasilitas Studi Lanjut Pascasarjana

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa selesai menggelar Wisuda VII Angkatan I yang berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Claro, Kendari, Rabu (10/6/2026).

Momentum sakral yang meluluskan sebanyak 438 wisudawan dan wisudawati ini menjadi kian istimewa dengan disampaikannya kerja sama strategis antara IAI Rawa Aopa dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Furqan Makassar dalam memfasilitasi alumni untuk studi lanjut di sela-sela acara tersebut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa pihak kampus berkomitmen penuh untuk mengawal keberlanjutan akademik para lulusan. Beliau menjelaskan bahwa jalinan kemitraan dengan Pascasarjana STAI Al Furqan Makassar sengaja dirancang sebagai jembatan bagi para alumni yang memiliki komitmen kuat untuk memperdalam keilmuan mereka di tingkat magister.

“Kami di jajaran rektorat tidak ingin mengantar bapak, ibu, dan saudara-saudari sekalian hanya sampai pada gerbang kelulusan sarjana hari ini saja. Kerja sama dengan Pascasarjana STAI Al Furqan Makassar ini adalah bukti konkret bahwa IAI Rawa Aopa bertanggung jawab moral atas masa depan akademik para alumni kami,” ujar Ismail di hadapan wisudawan yang memadati ruangan usai kegiatan wisuda.

Lebih lanjut, Ismail mengungkapkan bahwa kerja sama ini mencakup berbagai fasilitas kemudahan, mulai dari sinkronisasi kurikulum, efisiensi proses pendaftaran, hingga penyediaan program beasiswa kemitraan. Menurutnya, langkah taktis ini diambil institusi untuk merespons dinamika dunia profesional modern yang semakin kompetitif, sehingga para alumni IAI Rawa Aopa memiliki daya saing tinggi.

“Melalui kolaborasi ini, para alumni akan mendapatkan jalur khusus, kemudahan administratif, serta skema beasiswa yang telah kita sepakati bersama demi menunjang kelancaran studi lanjut mereka. Tantangan di dunia kerja saat ini menuntut penguatan kapasitas keilmuan yang tidak boleh terhenti, dan Pascasarjana STAI Al Furqan adalah mitra yang sangat tepat untuk menjawab tantangan tersebut,” tambahnya dengan penuh optimisme.

Ia juga menitipkan pesan mendalam kepada seluruh wisudawan agar senantiasa merawat tradisi literasi dan akademik dengan tidak berhenti belajar.

Di akhir pertemuan dengan pekerja media, Ismail menegaskan, “Oleh karena itu, saya mengetuk semangat 438 wisudawan yang dikukuhkan hari ini untuk tidak cepat berpuas diri dengan gelar sarjana yang baru saja diraih. Manfaatkan peluang emas hasil sinergi antarinstitusi ini dengan sebaik-baiknya agar ke depan, lahir lebih banyak magister-magister baru yang siap memajukan umat dan mengabdi bagi bangsa,” pungkasnya.

IMG-20260611-WA0009

Wisuda IAI Rawa Aopa: Mengukuhkan Sarjana Penggerak Pemajuan Ilmu Pengetahuan dari Konawe Selatan untuk Dunia

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses mengukuhkan 438 sarjana baru dalam rapat senat terbuka Wisuda Sarjana ke-VII Tahun 2026. Prosesi yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Ballroom Hotel Claro, Kendari, pada Rabu (10/6/2026).

Ratusan wisudawan tersebut berasal dari tiga program studi (Prodi), yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua Kopertais Wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua) Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D.; Sekretaris Kopertais Wilayah VIII AGH. Dr. Nur Taufik, M.Ag.; serta Bupati Konawe Selatan yang diwakili oleh Asisten III Setda Konsel, Suwardi, S.Pt., M.Si. Turut hadir jajaran Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, serta keluarga para wisudawan.

Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Al Asri sekaligus pendiri IAI Rawa Aopa, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan para wisudawan merupakan hasil kolaborasi dari kerja keras mahasiswa, dedikasi dosen, dan dukungan orang tua.

“Saya berpesan agar ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi benar-benar diamalkan untuk kemaslahatan umat. Jadilah sarjana yang berintegritas, berakhlak mulia, dan mampu menghadirkan solusi,” ujar Al Asri.

Senada dengan hal tersebut, Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, M.A., mengingatkan para lulusan bahwa gelar akademik membawa tanggung jawab sosial yang besar. Ia meminta alumni untuk terus menjaga integritas dan nama baik almamater di tengah masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi IAI Rawa Aopa dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah. Mewakili Bupati, Asisten III Setda Konawe Selatan, Suwardi, S.Pt., M.Si., mengajak para lulusan baru untuk bersinergi membangun daerah.

“Kami berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan, pelopor pembangunan, dan mitra pemerintah dalam mewujudkan Konawe Selatan yang maju dan sejahtera,” kata Suwardi.
Sementara itu, Ketua Kopertais Wilayah VIII, Prof. Dr. H. Hamdan Juhanis, Ph.D., dalam orasi ilmiahnya menyoroti tantangan berat di era transformasi digital dan globalisasi. Ia menekankan pentingnya lima modal utama bagi lulusan perguruan tinggi Islam agar tidak berhenti belajar setelah lulus.

“Dunia saat ini berubah sangat cepat. Kompetensi akademik saja tidak cukup. Jangan pernah berhenti belajar setelah diwisuda. Jadilah agen perubahan yang membawa manfaat,” tegas Prof. Hamdan, yang juga memuji perkembangan pesat IAI Rawa Aopa dalam meraih kepercayaan masyarakat Sulawesi Tenggara.

Dalam kesempatan yang sama Prof. Hamdan menyampaikan bahwa Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan salah satu perguruan tinggi tersehat di wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua). “Dengan mahasiswa yang mencapai 2000-an dan juga lulusan yang diwisuda hari ini, membuktikan bahwa keberadaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan bagian dari perguruan tinggi yang tersehat,” ungkap Prof. Hamdan.

Prosesi wisuda ke-VII ini ditutup dengan momen haru saat para wisudawan memberikan penghormatan kepada orang tua mereka. Momentum ini menandai langkah baru IAI Rawa Aopa dalam melahirkan generasi intelektual muslim yang siap mengabdi demi kemajuan bangsa dan agama.

IMG-20260528-WA0039

Rayakan Dies Natalis X, IAI Rawa Aopa Siapkan Agenda Akademik, Momentum Idul Adha Sekaligus Penyerahan Hewan Kurban

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tengah bersiap menyambut momentum bersejarah. Tahun ini, kampus tersebut resmi menginjak usia kesepuluh dalam perayaan Dies Natalis X. Sebagai langkah awal dari seluruh rangkaian perayaan, pihak kampus akan memprioritaskan pelaksanaan Wisuda 2026.

Jadwal pasti pengukuhan para sarjana baru tersebut segera ditetapkan melalui mekanisme rapat kepanitiaan yang telah resmi dibentuk. Langkah taktis ini diambil agar seluruh tahapan acara dapat berjalan dengan matang dan sistematis.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa penentuan tanggal momentum ini memerlukan koordinasi yang solid. Beliau menyampaikan bahwa penetapan jadwal wisuda tersebut akan diputuskan secara bersama-sama dalam rapat panitia khusus yang sudah diberikan mandat.

Melalui forum formal tersebut, seluruh kebutuhan teknis dan administratif akan diselaraskan demi kelancaran hari bahagia para wisudawan. Selain agenda akademik, momentum satu dekade ini juga diwarnai dengan aksi sosial nyata di tengah masyarakat. Kampus melibatkan peran aktif alumni dan mahasiswa untuk menyelenggarakan program pengabdian yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Salah satu agenda yang telah terlaksana adalah penyerahan hewan kurban kepada masyarakat di Kelurahan Potoro. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk rasa syukur institusi atas pencapaian dan eksistensinya selama sepuluh tahun terakhir di Sulawesi Tenggara.

Ismail Suardi Wekke menyampaikan apresiasi yang mendalam saat menyapa langsung para alumni dan mahasiswa yang sedang sibuk mempersiapkan aksi sosial tersebut.

“Kami bersyukur melihat antusiasme alumni dan mahasiswa yang bergotong-royong menyiapkan penyerahan hewan kurban ini sebagai wujud nyata pengabdian kampus,” ujar Ismail dengan penuh semangat usai mendapatkan informasi selesainya kegiatan tersebut.

Dirinya menilai sinergi ini membuktikan bahwa nilai-nilai kepedulian sosial telah tertanam kuat dalam civitas akademika. Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa perayaan satu dekade ini harus menjadi jembatan yang memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan dan masyarakat lokal.

“Dies Natalis ke-10 ini bukan sekadar perayaan seremonial bagi internal kampus, melainkan momentum penting untuk mempererat silaturahmi dengan warga sekitar,” kata Ismail.

Oleh karena itu, kehadiran kampus melalui program kurban di Kelurahan Potoro diharapkan mampu memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat luas.

Pihak manajemen kampus juga berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh program, baik yang bersifat seremonial akademik maupun aksi sosial, berjalan seimbang dan saling mendukung.

“Seluruh rangkaian kegiatan, dimulai dari prosesi wisuda hingga aksi sosial di lapangan, ditujukan untuk menegaskan komitmen kontribusi IAI Rawa Aopa bagi kemajuan daerah,” tutur Ismail mengakhiri pernyataannya. Melalui persiapan yang matang, kampus optimis perayaan Dies Natalis X ini akan meletakkan fondasi yang lebih kokoh untuk dekade berikutnya.

IMG-20260528-WA0018

Pimpinan IAI Rawa Aopa Mulai Sosialisasikan Panduan Wisuda 2026 Sekaligus Awal Rangkaian Dies Natalis X

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bergerak cepat mematangkan persiapan wisuda sarjana tahun 2026. Momentum pengukuhan kelulusan tersebut dijadwalkan berlangsung setelah perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.

Sebagai langkah awal, pihak rektorat kini mulai menggencarkan sosialisasi panduan akademik dan teknis. Panduan ini perlu dibaca dan dilaksanakan oleh seluruh calon wisudawan dan wisudawati.

Selain agenda pengukuhan, manajemen kampus juga tengah merancang sebuah simposium strategis untuk menyemarakkan rangkaian perhelatan akbar tersebut dengan rangkaian awal sebagai pelaksanaan Dies Natalis X 2026.

Demi memastikan kelancaran acara berskala besar ini, delegasi kampus telah mengadakam kunjungan resmi ke Kopertais. Begitu pula, mereka akan mendatangi Kementerian Sekretariat Negara untuk mendapatkan arahan serta panduan keprotokolan.

Konsultasi ini dinilai sangat penting karena simposium yang dirancang melibatkan aspek tata kelola tingkat nasional. Manajemen lembaga ingin memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai standar baku pemerintahan.

Langkah proaktif ini diambil untuk menjaga reputasi institusi di tingkat nasional. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa sosialisasi panduan ini sangat krusial.

Menurutnya, pemahaman yang baik dari para lulusan akan membuat seluruh prosesi berjalan dengan khidmat dan tertib. Momentum kelulusan tahun ini memang sengaja dirangkaikan dengan forum ilmiah berskala besar.

Hal tersebut bertujuan agar atmosfer akademik kampus tetap kuat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pihak otoritas kampus berharap kegiatan ini menjadi tolok ukur baru bagi kemajuan institusi.

Dalam penjelasannya, Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa persiapan yang matang sejak dini akan meminimalkan kendala teknis pada hari pelaksanaan nanti. Beliau juga menjelaskan bahwa konsultasi ke Kementerian Sekretariat Negara menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan tata laksana kegiatan.

Manajemen lembaga berkomitmen penuh untuk memfasilitasi kebutuhan para alumni baru dalam menyongsong fase transisi ke dunia kerja. Sinergi antara bagian keuangan, perencanaan, dan kepegawaian terus dipacu demi menyukseskan agenda besar ini. Seluruh panitia kini bekerja ekstra untuk merampungkan modul panduan tersebut.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh rangkaian acara, mulai dari prosesi sakral wisuda hingga diskusi dalam simposium nanti, berjalan dengan tata kelola yang profesional,” ujar Ismail Suardi Wekke usai menyapa alumni dan mahasiswa melalui ruang digital (Kamis, 28 Mei 2026).

Beliau menekankan pentingnya disiplin dan koordinasi yang kuat di antara seluruh panitia pelaksana. “Wisuda bukan sekadar momentum perayaan, tetapi juga etalase kesiapan institusi dalam melahirkan SDM yang siap berkontribusi bagi daerah,” tegasnya menambahkan.

Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan mutu pelayanan administrasi kepada para alumni. “Persiapan yang dilakukan secara terukur ini akan menjadi standar baru bagi pelaksanaan kegiatan protokoler di lingkungan kampus kami pada masa mendatang,” pungkasnya menutup penjelasan.

IMG-20260522-WA0035

Forum Diskusi Nasional, IAI Rawa Aopa Matangkan Simposium Asta Cita 2026 di Jakarta

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus bergerak taktis dalam membuka ruang kolaborasi antara dunia akademik dan pengambil kebijakan. Sebagai langkah nyata, jajaran pimpinan perguruan tinggi tersebut menggelar kunjungan dinas ke Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) serta Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Kunjungan ini dilakukan khusus untuk mematangkan persiapan agenda besar bertajuk Simposium Asta Cita 2026. Forum akbar ini dirancang sebagai jembatan kolaborasi jangka panjang antara sektor pendidikan tinggi dan pemerintah dalam mengawal program-program strategis nasional. Melalui simposium ini, hasil riset dari kampus diharapkan bisa langsung diadopsi menjadi solusi kebijakan publik yang nyata.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kampus tidak boleh lagi menjadi “menara gading” yang asing dari realitas pembangunan masyarakat. Menurutnya, Simposium Asta Cita 2026 akan mempertemukan keahlian para ilmuwan dengan kebutuhan praktis pemerintah dalam mengeksekusi visi pembangunan nasional.

Ismail menyebut koordinasi langsung dengan Kemensetneg dan Kemenag merupakan modal penting agar output simposium ini memiliki dampak kenegaraan yang konkret. Langkah ini sekaligus membuktikan keseriusan IAI Rawa Aopa dalam membangun ekosistem akademik yang responsif terhadap tantangan zaman melalui rekomendasi berbasis data ilmiah.

“Simposium ini adalah manifesto tanggung jawab moral perguruan tinggi untuk mengawal agenda besar nasional secara ilmiah sekaligus aplikatif,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela kunjungannya di Jakarta.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan lintas kementerian menjadi kunci sukses jalannya forum ini. Pihaknya sangat mengapresiasi sambutan hangat dari Kemensetneg dan Ditjen Pendis Kemenag. Sinergi ini memastikan setiap pemikiran dari dunia kampus bisa mendarat tepat pada kebutuhan regulasi pemerintah.

Menutup keterangannya, Ismail optimis forum ini akan melahirkan peta jalan kolaborasi yang kokoh bagi kemajuan bangsa. Lewat pertemuan koordinasi di Jakarta ini, struktur kepanitiaan dan materi substansi simposium akan semakin matang, sehingga siap melahirkan naskah akademik serta rekomendasi strategis yang berdampak luas bagi masyarakat.

IMG-20260521-WA0036

Satu Pintu Menuju Scopus, LPPM Untirta dan IAI Rawa Aopa Bedah Strategi Pengelolaan Jurnal Modern

Rawaaopakonsel.ac.id, Serang – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) terus mematangkan langkah strategis dalam mentransformasi ekosistem publikasi ilmiahnya. Melalui kolaborasi lintas institusi, LPPM Untirta menggelar kegiatan “Pengembangan Sistem Pengelolaan Jurnal Satu Pintu Tahun 2026” dengan menggandeng Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Agenda krusial yang dihelat di Ruang Multimedia Convention Hall, Kampus Untirta Sindangsari, Serang, pada Kamis (21/5/2026), ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan universitas. Tampak hadir Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Rusmana, Ir., MP., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Prof. Dr.-Ing. Ir. Asep Ridwan, ST., MT., IPU., Kepala LPPM Untirta Prof. Dr. Meutia, S.E., M.P., serta Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Dr. H. Fadlullah, M.Si. Forum ini juga diikuti secara intensif oleh Kepala LPMPP beserta jajaran dosen dan staf pengelola jurnal di lingkungan Untirta.

Untuk membedah tantangan tata kelola jurnal modern, panitia pelaksana yang dikomandoi oleh R. Ahmad Zaky El Islami, Ph.D., selaku Kepala Pusat Pengelola Hibah Eksternal, Internal, dan Publikasi Ilmiah LPPM Untirta, menghadirkan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. menyampaikan apresiasi yang mendalam atas undangan dan inisiatif progresif yang diusung oleh Untirta. Ia menilai forum silaturahmi akademik ini merupakan momentum penting untuk saling menguatkan jejaring riset nasional.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan universitas dan khususnya jajaran LPPM Untirta atas kesempatan silaturahmi yang berharga ini. Forum ini bukan sekadar ruang berbagi teknis, melainkan jembatan kolaborasi untuk membangun ekosistem publikasi yang kuat. Transformasi tata kelola jurnal yang dilakukan Untirta melalui sistem satu pintu merupakan langkah strategis yang sangat tepat dalam menjawab tantangan globalisasi akademik,” ujar pakar manajemen perguruan tinggi tersebut.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Moderator, R. Ahmad Zaky El Islami, Ph.D., dalam sambutan pembukanya menggarisbawahi bahwa pengelola jurnal saat ini dituntut memiliki wawasan global. Zaky membeberkan rekam jejak pengelolaan jurnal di Untirta yang sempat menghadapi berbagai kendala teknis serius, seperti serangan siber pada sistem Open Journal Systems (OJS), hilangnya berkas PDF artikel, hingga karut-marutnya situs web jurnal yang ganda.

Namun, berkat komitmen bersama, Untirta berhasil melakukan pembenahan besar-besaran lewat penyatuan situs web, pengelolaan DOI yang tertib, hingga penguatan akreditasi. Upaya tersebut membuahkan hasil signifikan dengan melonjaknya jumlah jurnal terakreditasi di Untirta, dari yang semula hanya 33 jurnal pada tahun 2023 menjadi 59 jurnal pada tahun berikutnya.

Langkah akselerasi ini didukung penuh oleh Ketua LPPM Untirta, Prof. Dr. Meutia, S.E., M.P. Ia menjelaskan bahwa lompatan performa jurnal Untirta sejak 2023 tidak hanya terlihat dari kenaikan peringkat Sinta, melainkan juga keberhasilan melahirkan dua jurnal internasional bereputasi. Untuk mempercepat internasionalisasi, Prof. Meutia mendorong pemanfaatan skema *book chapter* terindeks Scopus yang dinilai lebih adaptif untuk mengonversi karya ilmiah mahasiswa, seperti skripsi, tesis, dan disertasi di tingkat fakultas.

Dari sisi akuntabilitas tata kelola finansial, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Prof. Dr.-Ing. Ir. Asep Ridwan, mengingatkan bahwa reputasi kampus sangat dipengaruhi oleh transparansi manajerialnya. Oleh karena itu, keuangan pengelolaan jurnal kini diwajibkan menggunakan sistem satu pintu melalui virtual account khusus. Mekanisme ini memastikan seluruh pendapatan jurnal tercatat rapi sebagai bagian dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) universitas. Prof. Asep juga mengingatkan agar sistem pengupahan pengelola disesuaikan dengan regulasi remunerasi yang berlaku demi tertib administrasi.

Menutup rangkaian arahan, Wakil Rektor Bidang Akademik Untirta, Dr. Rusmana, Ir., MP., menegaskan bahwa standardisasi adalah kunci utama dalam mengelola 77 jurnal yang ada di bawah naungan Untirta. Guna memastikan program ini berjalan berkelanjutan, pihak rektorat mendorong pembentukan pusat koordinasi jurnal yang komprehensif.

Pusat koordinasi tersebut nantinya akan bertanggung jawab penuh dalam memberikan pelatihan berkala, monitoring, pendampingan akreditasi, serta menyediakan tim dukungan profesional yang terdiri atas managing editor, copy editor, proofreader, hingga IT support. Dr.

Rusmana meminta seluruh pengelola jurnal menyeragamkan platform operasional mereka, mulai dari penggunaan template artikel, kebijakan plagiarisme, hingga ketepatan jadwal terbit. Evaluasi berkala akan dipantau langsung melalui dashboard monitoring* guna memastikan seluruh jurnal Untirta sukses menembus indeksasi internasional bereputasi seperti Scopus dan Web of Science (WoS).

IMG-20260520-WA0020

Sinergi Nasional: IAI Rawa Aopa Penuhi Undangan Kemitraan dengan Untirta Banten

Rawaaopakonsel.ac.id, Serang – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus melebarkan sayap kemitraan akademiknya di tingkat nasional. Memenuhi undangan resmi dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), jajaran pimpinan IAI Rawa Aopa menyambangi kampus Untirta di Banten untuk merintis kolaborasi strategis dalam bidang tri dharma perguruan tinggi, Rabu (20/5/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kedua institusi untuk menyatukan visi dalam pengembangan riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat yang berdampak luas. Langkah taktis ini diambil sebagai bagian dari komitmen IAI Rawa Aopa untuk mempercepat peningkatan mutu kelembagaan dan daya saing dosen. Penjajakan kerja sama dengan Untirta, yang dikenal memiliki rekam jejak kuat dalam publikasi ilmiah dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, diharapkan mampu membawa perspektif baru dalam tata kelola riset di Konawe Selatan.

Kehadiran pimpinan IAI Rawa Aopa disambut hangat oleh jajaran pengelola LPPM Untirta, yang juga menyatakan keterbukaannya untuk saling berbagi praktik baik (best practices) interdisipliner. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan peletakan batu pertama bagi rangkaian program kerja bersama yang konkret.

Beliau menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas undangan kerja sama ini dan melihat potensi besar yang bisa digarap bersama. “Kehadiran kami di Untirta Banten hari ini adalah langkah nyata untuk membuka ruang-ruang bertumbuh bagi dosen dan peneliti dari kedua belah pihak melalui sinergi yang inklusif,” ujar Ismail saat memberikan sambutan dalam pertemuan tersebut.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi masa kini, universitas tidak lagi bisa bergerak secara terisolasi. Kolaborasi antarwilayah menjadi kunci utama untuk melahirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat. Beliau menyatakan secara tidak langsung bahwa integrasi keilmuan berbasis riset komparatif antara wilayah barat dan timur Indonesia akan memberikan pemahaman yang lebih kaya mengenai penyelesaian masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan di tingkat regional.

Dalam sesi diskusi yang berlangsung dinamis, Ismail juga menyoroti pentingnya akselerasi tata kelola riset institusi yang berbasis pada penguatan ekosistem digital dan peningkatan visibilitas global peneliti. Upaya ini dinilai sangat krusial agar hasil-hasil penelitian dari daerah, seperti Konawe Selatan, dapat diakses dan diakui di panggung internasional. “Kami berkomitmen untuk langsung menindaklanjuti pertemuan ini ke dalam draf nota kesepahaman formal, sehingga kolaborasi riset interdisipliner dan publikasi bersama bisa segera kita eksekusi dalam waktu dekat,” tegas Ismail di hadapan para forum ilmiah tersebut.

Terkait dengan pengembangan sumber daya manusia, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi bahwa kemitraan strategis dengan institusi mapan seperti Untirta akan mempercepat peningkatan kapasitas manajerial institusi serta mutu akademik secara berkelanjutan. Beliau menambahkan bahwa skema pertukaran pemikiran, pendampingan jurnal, serta kolaborasi pengabdian masyarakat akan menjadi program prioritas yang segera dirumuskan.

Melalui kerja sama ini, diharapkan dosen-dosen dari IAI Rawa Aopa dapat berkolaborasi langsung dengan para peneliti Untirta untuk melahirkan kajian-kajian yang aplikatif. Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama untuk segera membentuk tim kecil guna menyusun dokumen Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA).

Ismail Suardi Wekke menutup pernyataannya dengan menekankan optimisme tinggi bahwa kolaborasi lintas pulau ini akan memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan bangsa lewat jalur pendidikan. “Sinergi ini adalah jembatan akademik yang akan menghubungkan potensi lokal Konawe Selatan dengan keahlian riset Untirta, demi melahirkan inovasi pengabdian yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Ismail.

IMG_20260520_105040

IAI Rawa Aopa dan SEAAM Mempertahankan Kolaborasi Asia Tenggara

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Dinamika politik di kawasan Asia Tenggara kembali menghangat menyusul ancaman Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, untuk membubarkan parlemen demi mengatasi keretakan koalisi pemerintahannya. Menanggapi situasi regional yang dinamis ini, Komite Saintifik Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM), Ismail Suardi Wekke, memberikan pandangan strategisnya langsung dari Jakarta, Senin (18/5/2026).

Ismail menegaskan bahwa ketidakpastian politik di tingkat negara justru menjadi momentum bagi SEAAM untuk hadir sebagai jangkar stabilitas melalui jalur keilmuan. Saat ini, SEAAM tengah bersiap mengambil langkah besar dengan mentransformasikan diri menjadi badan hukum resmi berbentuk perkumpulan. Langkah ini diambil untuk memberikan payung hukum yang lebih solid, profesional, dan berkelanjutan bagi seluruh anggotanya.

Dalam pernyataan resminya di Jakarta, Ismail Suardi Wekke menggarisbawahi bahwa keterlibatan dalam komunitas internasional seperti SEAAM bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keperluan mutlak bagi institusi pendidikan tinggi. Terutama dalam upaya program studi (prodi) dan universitas untuk meraih serta mempertahankan akreditasi dengan status Unggul.

“Status ‘Unggul’ bagi sebuah program studi maupun perguruan tinggi tidak akan bisa dicapai tanpa adanya rekognisi dan jejaring internasional yang aktif. Komunitas internasional seperti SEAAM menyediakan ekosistem pendukung melalui riset kolaboratif, publikasi bersama, hingga mobilitas dosen dan mahasiswa lintas negara. Dengan wadah legal perkumpulan yang sedang kita siapkan, akselerasi menuju status unggul ini akan semakin memiliki fondasi yang kuat,” ujar Ismail Suardi Wekke di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Pernyataan ini mencuat di tengah perhatian publik terhadap situasi politik Malaysia. Ancaman pembubaran parlemen oleh PM Anwar Ibrahim dipicu oleh ketegangan internal, di mana Barisan Nasional (BN) Johor memutuskan bertanding secara independen pada pemilu negara bagian mendatang. Selain itu, penarikan dukungan dari anggota dewan UMNO di Negeri Sembilan terhadap Menteri Besar Datuk Seri Aminuddin Harun kian memperkeruh suasana.

Tantangan bagi PM Anwar bertambah berat menyusul mundurnya dua mantan menteri, Rafizi Ramli dan Nik Nazmi Nik Ahmad, dari kursi parlemen dan partai PKR untuk mengambil alih kepengurusan partai baru. Spekulasi mengenai pemilu dini di Malaysia pun kini merebak luas.

Menghadapi situasi di atas, Komite Saintifik SEAAM merumuskan langkah taktis agar jaringan akademik tetap solid sekaligus mampu mendongkrak mutu perguruan tinggi mitranya:

Institusionalisasi Wadah (Legalitas): Mengubah bentuk gerakan mobilitas menjadi perkumpulan berbadan hukum resmi untuk mempermudah kemitraan formal dan pengakuan internasional yang diperlukan dalam borang akreditasi kampus.

Fasilitator Rekognisi Internasional: Menjadi jembatan bagi dosen-dosen lokal untuk bertindak sebagai visiting professor, reviewer jurnal internasional, atau pembicara kunci (keynote speaker) di tingkat regional.

Independensi dan Ketahanan Akademik: Memastikan fokus riset dan kerja sama tetap berjalan secara objektif dan netral dari intervensi politik praktis di kawasan ASEAN.

Melalui wadah hukum yang baru, SEAAM berkomitmen tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya para peneliti, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi perguruan tinggi di Asia Tenggara dalam mencetak generasi emas melalui prodi-prodi berstatus Unggul.

Screenshot_2026_0518_231509

Akselerasi Mutu Akademik, IAI Rawa Aopa Gelar International Young Scholar Symposium

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus melebarkan sayap akademiknya di kancah internasional. Kali ini, perguruan tinggi tersebut resmi menjalin kerja sama strategis dengan SATU University, yang merupakan bagian dari jaringan BINUS Higher Education, untuk menyelenggarakan perhelatan ilmiah bertajuk International Young Scholar Symposium on Accountancy, Management, and Business (IYSSAMB).

Kolaborasi ini dirancang untuk menjadi wadah bagi para peneliti muda, akademisi, dan praktisi dalam mendiseminasikan inovasi serta gagasan mutakhir di bidang akuntansi, manajemen, dan bisnis. “Terima kasih kepada SATU University atas kesediaan menjalin kolaborasi,” kata Ismail Suardi Wekke di Jakarta, Senin (18/5/2026), usai mengikuti kegiatan Workshop Tri Dharma yang dilaksanakan Sakinah Finance.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan langkah nyata institusi dalam membangun ekosistem akademik yang tangguh dan adaptif terhadap perkembangan global. Melalui simposium ini, kedua institusi berkomitmen untuk mendorong kualitas riset yang berdampak langsung pada masyarakat sekaligus memperkuat posisi tawar mahasiswa serta dosen di tingkat internasional.

Informasi resmi mengenai rekam jejak dan program-program institusi juga dapat diakses lebih lanjut melalui laman resmi kampus. Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke menyampaikan pandangan mendalam mengenai urgensi dan arah dari pelaksanaan agenda internasional ini.

“Simposium ini selain sebagai sebuah forum akademik biasa, juga sebuah jembatan emas bagi para sarjana muda untuk menguji gagasan mereka di hadapan komunitas global,” ujar Ismail saat memberikan keterangan pers terkait persiapan acara.

Lebih lanjut, beliau juga menggarisbawahi pentingnya aliansi strategis dengan institusi mapan. Ismail menyatakan bahwa kerja sama dengan SATU University sebagai bagian dari BINUS Higher Education adalah momentum krusial untuk mengadopsi tata kelola serta standar akademik yang berorientasi mutu tinggi.

Di akhir penjelasannya, beliau menekankan dampak jangka panjang dari kegiatan ini terhadap institusi. “Kami ingin memastikan bahwa setiap kolaborasi yang dijalin IAI Rawa Aopa senantiasa bermuara pada peningkatan kapasitas SDM dan pencapaian akreditasi yang unggul,” tegas Ismail.

Di samping itu, Ismail Suardi Wekke secara tidak langsung memaparkan bahwa sinergi ini merefleksikan keseriusan kampus dalam mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan perkembangan ilmu pengetahuan di bidang bisnis dan manajemen modern. Beliau juga menambahkan bahwa keterlibatan aktif para peneliti muda dalam simposium internasional akan membuka peluang kolaborasi riset lintas negara yang lebih luas di masa depan.

Menurutnya, akselerasi reputasi institusi hanya bisa dicapai melalui konsistensi dalam menyelenggarakan forum-forum ilmiah bermutu yang melibatkan jejaring perguruan tinggi terkemuka. Kehadiran SATU University dalam kemitraan ini membawa angin segar bagi penguatan atmosfer akademik di Sulawesi Tenggara.

Dengan reputasi besar yang dimiliki BINUS Higher Education, simposium ini diharapkan mampu menarik minat ratusan peserta dari berbagai negara. Fokus utama kegiatan akan diarahkan pada transformasi digital dalam bisnis, tantangan manajemen keberlanjutan, serta adaptasi ilmu akuntansi di era kecerdasan buatan, yang semuanya akan dibahas secara komprehensif dalam sesi paralel simposium.