IMG-20260621-WA0021

Partisipasi IAI Rawa Aopa Dalam Hadiri Workshop Hukum Perdagangan Internasional di Universitas Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Depok – Jajaran pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menghadiri program penguatan kapasitas (capacity building) di bidang hukum perdagangan internasional. Kegiatan bertajuk Capacity Building Programme on International Trade Law: PhD and Researcher Workshop tersebut diselenggarakan di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jumat (19/6/2026).

Workshop berskala internasional ini menghadirkan pakar hukum terkemuka, Prof. Peter Van de Bossche dari School of Law, Xi’an Jiaotong University (XJTU), China, yang mengupas tuntas dinamika serta tantangan terkini dalam sistem penyelesaian sengketa Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization / WTO Dispute Settlement).

Kehadiran IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam forum akademik bergengsi ini direalisasikan melalui keterlibatan aktif Program Studi Hukum Tata Negara (HTN). Partisipasi ini menjadi langkah strategis kampus dalam memperluas jejaring global serta memperkuat kompetensi riset para dosen dan peneliti di bidang hukum internasional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa keterlibatan ini merupakan komitmen institusi untuk membawa pemikiran global ke tingkat lokal.

“Kami ingin memastikan bahwa dosen dan periset di Program Studi Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa memiliki pemahaman yang kuat dan kontekstual mengenai mekanisme WTO Dispute Settlement yang terus berkembang,” ujarnya usai acara.

Ismail juga memaparkan bahwa workshop bersama Prof. Peter Van de Bossche memberikan perspektif baru yang sangat berharga bagi pengembangan kurikulum. Menurutnya, pemikiran dari mantan Ketua Badan Banding WTO tersebut akan membantu institusi dalam merumuskan metode pembelajaran hukum perdagangan internasional yang lebih aplikatif dan relevan dengan tantangan zaman.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar kolaborasi akademik seperti ini dapat terus berlanjut demi mendongkrak reputasi kampus di kancah nasional maupun internasional. “Keikutsertaan dalam capacity building di UI ini adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan riset-riset berkualitas yang mampu berkontribusi pada penyelesaian isu-isu hukum kontemporer,” pungkasnya.

Terkait dengan dampak jangka panjang, Ismail Suardi Wekke menyatakan bahwa hasil dari lokakarya ini akan segera diintegrasikan ke dalam ekosistem riset prodi HTN, sehingga para mahasiswa dapat ikut merasakan pembaruan keilmuan hukum perdagangan global. Ia menambahkan pula bahwa interaksi langsung dengan periset dari berbagai universitas dalam forum ini telah membuka peluang kolaborasi publikasi ilmiah yang lebih luas bagi civitas akademika IAI Rawa Aopa.

Di akhir penjelasannya, Ismail menggarisbawahi bahwa pemahaman komprehensif mengenai hukum internasional kini bukan lagi monopoli perguruan tinggi di kota besar, melainkan kebutuhan mutlak bagi kampus-kampus di daerah demi mencetak lulusan yang berdaya saing global.

Forum PhD and Researcher Workshop ini berlangsung interaktif dengan membedah berbagai studi kasus sengketa dagang antarnegara. Melalui program ini, prodi HTN IAI Rawa Aopa diproyeksikan mampu menjadi salah satu pusat kajian hukum tata negara dan internasional yang juga menyertakan akademisi dari kawasan Sulawesi Tenggara.

Sinergi 7 Kampus Lintas Pulau: Sukses Gelar Semiloka Nasional di Makassar untuk Petakan Kolaborasi Menuju Perguruan Tinggi Unggul

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Sebanyak tujuh perguruan tinggi lintas provinsi dan lintas pulau menyatukan sinergi dalam Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Nasional Kemitraan Perguruan Tinggi yang digelar di Makassar pada 16–17 Juni 2026.

Forum strategis ini berhasil diselenggarakan sebagai langkah konkret dalam memetakan potensi kegiatan kolaboratif untuk satu semester ke depan.

Kegiatan akbar ini diinisiasi dalam rangka penguatan kapasitas kelembagaan, di mana setiap institusi berkomitmen untuk saling memperkuat satu sama lain demi mencapai predikat perguruan tinggi unggul. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan momentum krusial bagi perguruan tinggi daerah untuk melompat lebih tinggi.

Menurutnya, era kompetisi yang kaku sudah harus digantikan dengan era kerja sama yang inklusif demi kemajuan bersama.

“Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri di tengah tuntutan global yang semakin kompleks. Kolaborasi lintas pulau ini adalah kunci untuk saling melengkapi kekurangan dan melejitkan potensi yang kita miliki,” ujar Ismail di sela-sela kegiatan.

Selama dua hari pelaksanaan, delegasi dari tujuh kampus secara intensif menyusun cetak biru (blueprint) program kerja bersama. Ismail menjelaskan bahwa pertemuan di Makassar ini tidak hanya menghasilkan kesepakatan di atas kertas, melainkan langsung menghasilkan rencana aksi nyata yang akan dieksekusi sepanjang enam bulan ke depan.

Ia menambahkan bahwa fokus utama dalam satu semester mendatang adalah pertukaran dosen, kolaborasi riset nasional, hingga pengabdian masyarakat berbasis lintas budaya. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung baik bagi mahasiswa maupun masyarakat luas.

“Kami berkumpul di sini dengan target yang jelas. Pertemuan ini berhasil memetakan agenda kerja konkret untuk satu semester ke depan, sehingga setelah dari Makassar, kita langsung tancap gas beraksi,” tegas Ismail.

Semiloka ini menjadi bukti nyata bahwa sekat geografis bukan lagi penghalang untuk maju bersama. Melalui pembagian sumber daya dan keahlian antar-perguruan tinggi, akselerasi mutu pendidikan tinggi di Indonesia diharapkan dapat berjalan lebih merata.

Ismail menegaskan bahwa muara dari seluruh rangkaian kerja sama lintas provinsi ini adalah peningkatan akreditasi dan kapasitas institusi menuju kampus yang unggul. Ia meyakini, dengan saling menopang, perguruan tinggi yang berada di daerah pun mampu bersaing di level nasional maupun internasional.

“Tujuan akhir kita sangat jelas, yaitu penguatan kapasitas bersama guna melahirkan perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya optimis.

IMG-20260619-WA0026

IAI Rawa Aopa Siap Gelar Workshop Turnitin Guna Mendukung Integritas Riset

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tengah bersiap menggelar Workshop Optimalisasi Penggunaan Turnitin sebagai Instrumen Mencapai Integritas Riset. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan kampus dalam menegakkan nilai-nilai kejujuran akademik dan meningkatkan kualitas karya ilmiah secara masif.

Secara teknis, kegiatan ini akan dikomandoi langsung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAI Rawa Aopa. Guna memastikan program berjalan optimal, institusi telah menjalin kerja sama resmi dengan pihak Turnitin.

Kolaborasi ini dirancang tidak hanya untuk memperkuat kapasitas civitas akademika internal, tetapi juga memperluas manfaatnya bagi para mitra perguruan tinggi yang turut diundang dalam agenda tersebut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa lokakarya ini merupakan momentum krusial bagi transformasi ekosistem riset di kampus. Menurutnya, pemanfaatan teknologi seperti Turnitin bukan sekadar alat pengecek, melainkan fondasi utama untuk membangun reputasi institusi.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap lembar karya ilmiah yang lahir dari rahim IAI Rawa Aopa memiliki standar moral dan kualitas yang tidak diragukan lagi,” ujar Ismail saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (18/6/2026) usai menghadiri pengukuhan Guru Besar di BINUS University.

Ismail juga menjelaskan bahwa kerja sama dengan Turnitin sengaja dirancang secara inklusif. Ia menyatakan bahwa penguatan kapasitas ini tidak boleh eksklusif hanya untuk lingkungan internal IAI Rawa Aopa, melainkan harus merangkul jaringan mitra perguruan tinggi agar tumbuh bersama dalam iklim akademik yang sehat.

“Turnitin adalah instrumen, tetapi komitmen pada orisinalitas adalah jiwa dari sebuah riset,” tambah Ismail menekankan pentingnya kesadaran kolektif.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar lokakarya teknis ini dapat mengubah cara pandang dosen dan mahasiswa terhadap proses penulisan ilmiah. Beliau memaparkan bahwa dengan memahami cara kerja Turnitin secara optimal, civitas akademika akan lebih terbantu dalam melakukan koreksi mandiri dan menghindari praktik plagiarisme yang tidak disengaja sejak dini.

“Workshop ini adalah langkah nyata kami untuk melahirkan peneliti-peneliti yang jujur, kompeten, dan siap bersaing di kancah global,” pungkasnya optimis.

Dengan persiapan yang matang dari LPPM, workshop ini diharapkan menjadi batu loncatan penting bagi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam mengukuhkan posisinya sebagai pusat keunggulan akademik yang menjunjung tinggi integritas di Sulawesi Tenggara.

IMG-20260618-WA0066

Perkuat Riset Global, IAI Rawa Aopa Diundang BINUS University Gelar Pertemuan Strategis Bersama Pakar Ekonomi USIM Malaysia

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Upaya akselerasi mutu akademik dan penguatan ekosistem riset internasional terus dipacu oleh perguruan tinggi di Indonesia. Langkah konkret ini diwujudkan melalui pertemuan strategis bersama Faculty Member Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) yang berlangsung di BINUS University Kampus Anggrek, Jl. Raya Kebon Jeruk No. 27, Kemanggisan, Jakarta Barat, Kamis (17/6/2026).

Kegiatan akademis tersebut menghadirkan Prof. Dato’ Dr. Hasnah Hj. Haron, seorang Research Consultant dari Faculty of Economics and Muamalat USIM, Malaysia. Kehadiran pakar ekonomi syariah ini menjadi magnet bagi para akademisi untuk membedah strategi publikasi global serta memperluas jejaring riset di kawasan Asia Tenggara.

Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan turut mengambil peran penting dalam forum internasional ini. Sebagai institusi yang tengah berkembang, IAI Rawa Aopa membawa modal rekam jejak yang kuat, khususnya dalam pengalaman keberhasilan pengelolaan penerbitan buku yang sukses terindeks di database bereputasi global, Scopus.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., turut hadir secara online (daring) untuk mengawal jalannya pertemuan penting tersebut. Kehadiran beliau dalam forum ini sekaligus menegaskan kedekatan hubungan akademis yang telah terjalin lama, di mana Ismail selama ini bertindak sebagai learning partner bagi BINUS University. Rekam jejak kolaborasinya mencakup kepercayaan yang diberikan oleh BINUS kepada dirinya untuk duduk sebagai komite saintifik dalam berbagai konferensi ilmiah, hingga keterlibatannya dalam program learning development bagi pengembangan kapasitas staf di lingkungan BINUS University.

Dalam pemaparannya secara virtual, Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa kehadiran institusinya dalam forum ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk membawa iklim akademik lokal ke panggung dunia. Beliau menyatakan bahwa kolaborasi lintas institusi dan negara sudah bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk mengejar ketertinggalan publikasi ilmiah di tingkat global.

“Kami hadir dengan memenuhi undangan BINUS Kampus Anggrek membawa misi besar untuk menyerap praktik terbaik dari USIM sekaligus menawarkan kolaborasi taktis yang saling menguatkan,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam paparannya melalui kehadiran daring.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa pengalaman kolaborasi BINUS University dengan IAI Rawa Aopa dalam mengawal pengelolaan buku hingga menembus indeksasi Scopus dapat menjadi pemantik diskusi yang produktif bersama Prof. Hasnah Haron dan tim peneliti USIM. Pihaknya meyakini bahwa manajemen pengetahuan yang kokoh dan kemitraan yang inklusif akan mempercepat pengakuan internasional terhadap karya-karya akademik dosen dalam negeri.

“Pengalaman kami dalam mengelola buku terindeks Scopus membuktikan bahwa perguruan tinggi mampu bersaing di level global jika dikelola dengan fokus, konsistensi, dan jejaring kemitraan yang kuat,” tambahnya.

Di akhir sesi, Ismail Suardi Wekke menggarisbawahi bahwa tindak lanjut dari pertemuan ini dapat melahirkan kerja sama riset yang konkret, khususnya di bidang ekonomi, muamalat, dan tata kelola kelembagaan. Ia berharap peran sinergisnya sebagai learning partner BINUS sekaligus pimpinan IAI Rawa Aopa dapat mempercepat implementasi draf riset bersama dan program joint publication yang berdampak langsung pada nilai akreditasi kedua lembaga.

“Pertemuan dengan Prof. Hasnah hari ini harus segera kita konversikan menjadi langkah nyata, baik dalam penguatan komite saintifik konferensi maupun program pengembangan staf yang berkelanjutan,” pungkas Ismail. Acara yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan sesi diskusi terbatas mengenai peluang kolaborasi pengelolaan konferensi, serta fasilitasi riset di masa mendatang.

IMG-20260612-WA0003

FGD Usai Wisuda, Diskusi Pembelajaran Berbasis Outcome-Based Education (OBE) untuk Memenuhi Standar Akreditasi IAI Rawa Aopa

Rawaaopakonsel.ac.id/, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses menggelar Wisuda VII Angkatan I pada Rabu (10/62026). Momentum sakral kelulusan ini tidak membuat jajaran civitas akademika larut dalam euforia, melainkan langsung tancap gas mempertahankan sistem penjaminan mutu eksternal.

Langkah konkret tersebut dibuktikan dengan langsung digelarnya Focus Group Discussion (FGD) prodi di lingkungan Fakultas Hukum pasca-prosesi wisuda guna mematangkan persiapan akreditasi program studi. Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa akselerasi mutu pasca-wisuda ini merupakan komitmen institusi dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

“Wisuda bukanlah akhir, melainkan gerbang awal bagi kampus untuk membuktikan bahwa lulusan kami dicetak dari sistem akademik yang teruji. Oleh karena itu, penjaminan mutu eksternal dan persiapan akreditasi prodi di Fakultas Hukum menjadi prioritas utama yang langsung kami eksekusi hari ini,” ujar Ismail usai kegiatan tersebut.

“Kami menyadari betul bahwa tantangan dunia hukum di luar sana semakin kompleks, sehingga validasi mutu melalui akreditasi program studi menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi,” kata Ismail Suardi Wekke saat memberikan pengantar dalam forum FGD Fakultas Hukum.

“Melalui FGD yang digelar segera setelah prosesi wisuda ini, kami memetakan seluruh instrumen akreditasi secara detail agar Fakultas Hukum IAI Rawa Aopa mampu meraih predikat unggul yang mencerminkan kualitas riil proses belajar-mengajar di kampus kita,” lanjutnya di hadapan para dosen dan jajaran dekanat.

“Kerja keras ini bukan sekadar mengejar status di atas kertas, melainkan sebuah bentuk tanggung jawab moral lembaga kepada para alumni yang baru saja dikukuhkan hari ini serta para mahasiswa aktif agar masa depan akademik mereka benar-benar terjamin,” pungkas Al Asri dengan optimistis.

Dalam kesempatan yang sama, Al Asri menjelaskan bahwa konsistensi dalam mempertahankan penjaminan mutu eksternal merupakan jangkar utama bagi fakultas untuk tetap relevan dengan kebutuhan dinamika hukum kontemporer. Ia menilai bahwa momentum kelulusan angkatan pertama ini harus dijadikan batu pijakan untuk meningkatkan standardisasi kurikulum dan pelayanan akademik secara menyeluruh.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara seluruh elemen dosen dan tenaga kependidikan dalam menyusun borang akreditasi prodi hukum yang komprehensif. Al Asri mengingatkan bahwa objektivitas penilaian dari lembaga akreditasi eksternal hanya bisa dipenuhi jika seluruh dokumen pendukung dan implementasi tri dharma perguruan tinggi terintegrasi dengan baik.

Di akhir penjelasannya, Al Asri menyampaikan optimisme tinggi bahwa Fakultas Hukum IAI Rawa Aopa mampu melewati proses akreditasi ini dengan hasil yang memuaskan. Menurutnya, kesiapan instrumen dan solidnya komitmen tim yang langsung bekerja pasca-wisuda menjadi indikator kuat bahwa fakultas siap naik kelas ke level penjaminan mutu yang lebih tinggi.

IMG-20260611-WA0065

Tingkatkan Kualifikasi Akademik, Alumni Diajak Manfaatkan Fasilitas Studi Lanjut Pascasarjana

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa selesai menggelar Wisuda VII Angkatan I yang berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Claro, Kendari, Rabu (10/6/2026).

Momentum sakral yang meluluskan sebanyak 438 wisudawan dan wisudawati ini menjadi kian istimewa dengan disampaikannya kerja sama strategis antara IAI Rawa Aopa dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Furqan Makassar dalam memfasilitasi alumni untuk studi lanjut di sela-sela acara tersebut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa pihak kampus berkomitmen penuh untuk mengawal keberlanjutan akademik para lulusan. Beliau menjelaskan bahwa jalinan kemitraan dengan Pascasarjana STAI Al Furqan Makassar sengaja dirancang sebagai jembatan bagi para alumni yang memiliki komitmen kuat untuk memperdalam keilmuan mereka di tingkat magister.

“Kami di jajaran rektorat tidak ingin mengantar bapak, ibu, dan saudara-saudari sekalian hanya sampai pada gerbang kelulusan sarjana hari ini saja. Kerja sama dengan Pascasarjana STAI Al Furqan Makassar ini adalah bukti konkret bahwa IAI Rawa Aopa bertanggung jawab moral atas masa depan akademik para alumni kami,” ujar Ismail di hadapan wisudawan yang memadati ruangan usai kegiatan wisuda.

Lebih lanjut, Ismail mengungkapkan bahwa kerja sama ini mencakup berbagai fasilitas kemudahan, mulai dari sinkronisasi kurikulum, efisiensi proses pendaftaran, hingga penyediaan program beasiswa kemitraan. Menurutnya, langkah taktis ini diambil institusi untuk merespons dinamika dunia profesional modern yang semakin kompetitif, sehingga para alumni IAI Rawa Aopa memiliki daya saing tinggi.

“Melalui kolaborasi ini, para alumni akan mendapatkan jalur khusus, kemudahan administratif, serta skema beasiswa yang telah kita sepakati bersama demi menunjang kelancaran studi lanjut mereka. Tantangan di dunia kerja saat ini menuntut penguatan kapasitas keilmuan yang tidak boleh terhenti, dan Pascasarjana STAI Al Furqan adalah mitra yang sangat tepat untuk menjawab tantangan tersebut,” tambahnya dengan penuh optimisme.

Ia juga menitipkan pesan mendalam kepada seluruh wisudawan agar senantiasa merawat tradisi literasi dan akademik dengan tidak berhenti belajar.

Di akhir pertemuan dengan pekerja media, Ismail menegaskan, “Oleh karena itu, saya mengetuk semangat 438 wisudawan yang dikukuhkan hari ini untuk tidak cepat berpuas diri dengan gelar sarjana yang baru saja diraih. Manfaatkan peluang emas hasil sinergi antarinstitusi ini dengan sebaik-baiknya agar ke depan, lahir lebih banyak magister-magister baru yang siap memajukan umat dan mengabdi bagi bangsa,” pungkasnya.

IMG-20260611-WA0009

Wisuda IAI Rawa Aopa: Mengukuhkan Sarjana Penggerak Pemajuan Ilmu Pengetahuan dari Konawe Selatan untuk Dunia

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses mengukuhkan 438 sarjana baru dalam rapat senat terbuka Wisuda Sarjana ke-VII Tahun 2026. Prosesi yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Ballroom Hotel Claro, Kendari, pada Rabu (10/6/2026).

Ratusan wisudawan tersebut berasal dari tiga program studi (Prodi), yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua Kopertais Wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua) Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D.; Sekretaris Kopertais Wilayah VIII AGH. Dr. Nur Taufik, M.Ag.; serta Bupati Konawe Selatan yang diwakili oleh Asisten III Setda Konsel, Suwardi, S.Pt., M.Si. Turut hadir jajaran Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, serta keluarga para wisudawan.

Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Al Asri sekaligus pendiri IAI Rawa Aopa, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan para wisudawan merupakan hasil kolaborasi dari kerja keras mahasiswa, dedikasi dosen, dan dukungan orang tua.

“Saya berpesan agar ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi benar-benar diamalkan untuk kemaslahatan umat. Jadilah sarjana yang berintegritas, berakhlak mulia, dan mampu menghadirkan solusi,” ujar Al Asri.

Senada dengan hal tersebut, Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, M.A., mengingatkan para lulusan bahwa gelar akademik membawa tanggung jawab sosial yang besar. Ia meminta alumni untuk terus menjaga integritas dan nama baik almamater di tengah masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi IAI Rawa Aopa dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah. Mewakili Bupati, Asisten III Setda Konawe Selatan, Suwardi, S.Pt., M.Si., mengajak para lulusan baru untuk bersinergi membangun daerah.

“Kami berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan, pelopor pembangunan, dan mitra pemerintah dalam mewujudkan Konawe Selatan yang maju dan sejahtera,” kata Suwardi.
Sementara itu, Ketua Kopertais Wilayah VIII, Prof. Dr. H. Hamdan Juhanis, Ph.D., dalam orasi ilmiahnya menyoroti tantangan berat di era transformasi digital dan globalisasi. Ia menekankan pentingnya lima modal utama bagi lulusan perguruan tinggi Islam agar tidak berhenti belajar setelah lulus.

“Dunia saat ini berubah sangat cepat. Kompetensi akademik saja tidak cukup. Jangan pernah berhenti belajar setelah diwisuda. Jadilah agen perubahan yang membawa manfaat,” tegas Prof. Hamdan, yang juga memuji perkembangan pesat IAI Rawa Aopa dalam meraih kepercayaan masyarakat Sulawesi Tenggara.

Dalam kesempatan yang sama Prof. Hamdan menyampaikan bahwa Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan salah satu perguruan tinggi tersehat di wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua). “Dengan mahasiswa yang mencapai 2000-an dan juga lulusan yang diwisuda hari ini, membuktikan bahwa keberadaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan bagian dari perguruan tinggi yang tersehat,” ungkap Prof. Hamdan.

Prosesi wisuda ke-VII ini ditutup dengan momen haru saat para wisudawan memberikan penghormatan kepada orang tua mereka. Momentum ini menandai langkah baru IAI Rawa Aopa dalam melahirkan generasi intelektual muslim yang siap mengabdi demi kemajuan bangsa dan agama.

IMG-20260528-WA0039

Rayakan Dies Natalis X, IAI Rawa Aopa Siapkan Agenda Akademik, Momentum Idul Adha Sekaligus Penyerahan Hewan Kurban

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tengah bersiap menyambut momentum bersejarah. Tahun ini, kampus tersebut resmi menginjak usia kesepuluh dalam perayaan Dies Natalis X. Sebagai langkah awal dari seluruh rangkaian perayaan, pihak kampus akan memprioritaskan pelaksanaan Wisuda 2026.

Jadwal pasti pengukuhan para sarjana baru tersebut segera ditetapkan melalui mekanisme rapat kepanitiaan yang telah resmi dibentuk. Langkah taktis ini diambil agar seluruh tahapan acara dapat berjalan dengan matang dan sistematis.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa penentuan tanggal momentum ini memerlukan koordinasi yang solid. Beliau menyampaikan bahwa penetapan jadwal wisuda tersebut akan diputuskan secara bersama-sama dalam rapat panitia khusus yang sudah diberikan mandat.

Melalui forum formal tersebut, seluruh kebutuhan teknis dan administratif akan diselaraskan demi kelancaran hari bahagia para wisudawan. Selain agenda akademik, momentum satu dekade ini juga diwarnai dengan aksi sosial nyata di tengah masyarakat. Kampus melibatkan peran aktif alumni dan mahasiswa untuk menyelenggarakan program pengabdian yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Salah satu agenda yang telah terlaksana adalah penyerahan hewan kurban kepada masyarakat di Kelurahan Potoro. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk rasa syukur institusi atas pencapaian dan eksistensinya selama sepuluh tahun terakhir di Sulawesi Tenggara.

Ismail Suardi Wekke menyampaikan apresiasi yang mendalam saat menyapa langsung para alumni dan mahasiswa yang sedang sibuk mempersiapkan aksi sosial tersebut.

“Kami bersyukur melihat antusiasme alumni dan mahasiswa yang bergotong-royong menyiapkan penyerahan hewan kurban ini sebagai wujud nyata pengabdian kampus,” ujar Ismail dengan penuh semangat usai mendapatkan informasi selesainya kegiatan tersebut.

Dirinya menilai sinergi ini membuktikan bahwa nilai-nilai kepedulian sosial telah tertanam kuat dalam civitas akademika. Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa perayaan satu dekade ini harus menjadi jembatan yang memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan dan masyarakat lokal.

“Dies Natalis ke-10 ini bukan sekadar perayaan seremonial bagi internal kampus, melainkan momentum penting untuk mempererat silaturahmi dengan warga sekitar,” kata Ismail.

Oleh karena itu, kehadiran kampus melalui program kurban di Kelurahan Potoro diharapkan mampu memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat luas.

Pihak manajemen kampus juga berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh program, baik yang bersifat seremonial akademik maupun aksi sosial, berjalan seimbang dan saling mendukung.

“Seluruh rangkaian kegiatan, dimulai dari prosesi wisuda hingga aksi sosial di lapangan, ditujukan untuk menegaskan komitmen kontribusi IAI Rawa Aopa bagi kemajuan daerah,” tutur Ismail mengakhiri pernyataannya. Melalui persiapan yang matang, kampus optimis perayaan Dies Natalis X ini akan meletakkan fondasi yang lebih kokoh untuk dekade berikutnya.

IMG-20260528-WA0018

Pimpinan IAI Rawa Aopa Mulai Sosialisasikan Panduan Wisuda 2026 Sekaligus Awal Rangkaian Dies Natalis X

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bergerak cepat mematangkan persiapan wisuda sarjana tahun 2026. Momentum pengukuhan kelulusan tersebut dijadwalkan berlangsung setelah perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.

Sebagai langkah awal, pihak rektorat kini mulai menggencarkan sosialisasi panduan akademik dan teknis. Panduan ini perlu dibaca dan dilaksanakan oleh seluruh calon wisudawan dan wisudawati.

Selain agenda pengukuhan, manajemen kampus juga tengah merancang sebuah simposium strategis untuk menyemarakkan rangkaian perhelatan akbar tersebut dengan rangkaian awal sebagai pelaksanaan Dies Natalis X 2026.

Demi memastikan kelancaran acara berskala besar ini, delegasi kampus telah mengadakam kunjungan resmi ke Kopertais. Begitu pula, mereka akan mendatangi Kementerian Sekretariat Negara untuk mendapatkan arahan serta panduan keprotokolan.

Konsultasi ini dinilai sangat penting karena simposium yang dirancang melibatkan aspek tata kelola tingkat nasional. Manajemen lembaga ingin memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai standar baku pemerintahan.

Langkah proaktif ini diambil untuk menjaga reputasi institusi di tingkat nasional. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa sosialisasi panduan ini sangat krusial.

Menurutnya, pemahaman yang baik dari para lulusan akan membuat seluruh prosesi berjalan dengan khidmat dan tertib. Momentum kelulusan tahun ini memang sengaja dirangkaikan dengan forum ilmiah berskala besar.

Hal tersebut bertujuan agar atmosfer akademik kampus tetap kuat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pihak otoritas kampus berharap kegiatan ini menjadi tolok ukur baru bagi kemajuan institusi.

Dalam penjelasannya, Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa persiapan yang matang sejak dini akan meminimalkan kendala teknis pada hari pelaksanaan nanti. Beliau juga menjelaskan bahwa konsultasi ke Kementerian Sekretariat Negara menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan tata laksana kegiatan.

Manajemen lembaga berkomitmen penuh untuk memfasilitasi kebutuhan para alumni baru dalam menyongsong fase transisi ke dunia kerja. Sinergi antara bagian keuangan, perencanaan, dan kepegawaian terus dipacu demi menyukseskan agenda besar ini. Seluruh panitia kini bekerja ekstra untuk merampungkan modul panduan tersebut.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh rangkaian acara, mulai dari prosesi sakral wisuda hingga diskusi dalam simposium nanti, berjalan dengan tata kelola yang profesional,” ujar Ismail Suardi Wekke usai menyapa alumni dan mahasiswa melalui ruang digital (Kamis, 28 Mei 2026).

Beliau menekankan pentingnya disiplin dan koordinasi yang kuat di antara seluruh panitia pelaksana. “Wisuda bukan sekadar momentum perayaan, tetapi juga etalase kesiapan institusi dalam melahirkan SDM yang siap berkontribusi bagi daerah,” tegasnya menambahkan.

Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan mutu pelayanan administrasi kepada para alumni. “Persiapan yang dilakukan secara terukur ini akan menjadi standar baru bagi pelaksanaan kegiatan protokoler di lingkungan kampus kami pada masa mendatang,” pungkasnya menutup penjelasan.

IMG-20260522-WA0035

Forum Diskusi Nasional, IAI Rawa Aopa Matangkan Simposium Asta Cita 2026 di Jakarta

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus bergerak taktis dalam membuka ruang kolaborasi antara dunia akademik dan pengambil kebijakan. Sebagai langkah nyata, jajaran pimpinan perguruan tinggi tersebut menggelar kunjungan dinas ke Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) serta Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Kunjungan ini dilakukan khusus untuk mematangkan persiapan agenda besar bertajuk Simposium Asta Cita 2026. Forum akbar ini dirancang sebagai jembatan kolaborasi jangka panjang antara sektor pendidikan tinggi dan pemerintah dalam mengawal program-program strategis nasional. Melalui simposium ini, hasil riset dari kampus diharapkan bisa langsung diadopsi menjadi solusi kebijakan publik yang nyata.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kampus tidak boleh lagi menjadi “menara gading” yang asing dari realitas pembangunan masyarakat. Menurutnya, Simposium Asta Cita 2026 akan mempertemukan keahlian para ilmuwan dengan kebutuhan praktis pemerintah dalam mengeksekusi visi pembangunan nasional.

Ismail menyebut koordinasi langsung dengan Kemensetneg dan Kemenag merupakan modal penting agar output simposium ini memiliki dampak kenegaraan yang konkret. Langkah ini sekaligus membuktikan keseriusan IAI Rawa Aopa dalam membangun ekosistem akademik yang responsif terhadap tantangan zaman melalui rekomendasi berbasis data ilmiah.

“Simposium ini adalah manifesto tanggung jawab moral perguruan tinggi untuk mengawal agenda besar nasional secara ilmiah sekaligus aplikatif,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela kunjungannya di Jakarta.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan lintas kementerian menjadi kunci sukses jalannya forum ini. Pihaknya sangat mengapresiasi sambutan hangat dari Kemensetneg dan Ditjen Pendis Kemenag. Sinergi ini memastikan setiap pemikiran dari dunia kampus bisa mendarat tepat pada kebutuhan regulasi pemerintah.

Menutup keterangannya, Ismail optimis forum ini akan melahirkan peta jalan kolaborasi yang kokoh bagi kemajuan bangsa. Lewat pertemuan koordinasi di Jakarta ini, struktur kepanitiaan dan materi substansi simposium akan semakin matang, sehingga siap melahirkan naskah akademik serta rekomendasi strategis yang berdampak luas bagi masyarakat.