IMG-20260531-WA0027

Selain Pembelajaran Bahasa Prancis, Akademisi Respon dengan Indonesia-France Forum on Higher Education

Rawaaopakonsel.ac.id, Paris – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mendorong penguatan kemitraan strategis antara Indonesia dan Prancis di tengah eskalasi ketegangan geopolitik dan ketidakpastian global. Penegasan tersebut disampaikan dalam pernyataan pers bersama Presiden Prancis, Emmanuel Macron, usai pertemuan bilateral di Istana Élysée, Paris, Kamis (28/5/2026) waktu setempat.

Dalam pertemuan kenegaraan tersebut, kedua pemimpin negara membahas perluasan kerja sama komprehensif, mulai dari stabilitas ekonomi, resolusi konflik geopolitik, hingga penguatan sektor pendidikan.

Presiden Prabowo menggarisbawahi bahwa di tengah situasi dunia yang dipenuhi konflik, kolaborasi antara Jakarta dan Paris dapat memberikan dampak positif bagi perdamaian dunia.

“Melihat perkembangan dunia ke depan, kita yakin di keadaan global yang penuh ketidakpastian, penuh ketegangan, penuh konflik, kedua negara kita bisa memainkan suatu peranan yang positif,” ujar Presiden Prabowo. Ia juga menambahkan bahwa kemajuan sains dan teknologi seharusnya mempererat hubungan antarnegara, karena perang tidak akan membawa kebaikan bagi pihak mana pun.

Selain isu bilateral, kedua kepala negara secara khusus menyoroti stabilitas di Timur Tengah yang berdampak langsung pada rantai pasok global dan ketahanan energi. Presiden Prabowo menyampaikan apresiasinya terhadap sikap Prancis yang konsisten mendukung solusi dua negara (*two-state solution*) demi keadilan dan kemerdekaan Palestina.

Di sektor ekonomi, kunjungan ini memperkuat komitmen implementasi kemitraan strategis komprehensif atau *Comprehensive Strategic Partnership* (CEPA). Presiden Prabowo menyambut baik dukungan Presiden Macron dalam memfasilitasi peningkatan investasi Prancis di Indonesia, yang salah satunya diwujudkan melalui pembentukan *France Indonesia High Level Business Council*.

“Kita akan sangat gembira dengan partisipasi dan kehadiran perusahaan-perusahaan Prancis terus di ekonomi Indonesia. Prancis sebagai pemimpin Eropa akan terus memainkan peranan yang sangat penting di kawasan Asia Tenggara,” imbuh Kepala Negara.

Sinergi bilateral ini tidak hanya menyasar sektor ekonomi dan politik, tetapi juga menyentuh penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan tinggi. Saat ini, praktisi dan Akademisi kedua negara tengah mematangkan persiapan penyelenggaraan Indonesia-France Forum on Higher Education  yang dirancang untuk memperluas jejaring akademik, riset bersama, dan mobilitas mahasiswa antar kedua negara.

Pengamat dan akademisi kerja sama internasional, Ismail Suardi Wekke, menilai forum ini menjadi momentum krusial bagi digitalisasi dan internasionalisasi kampus-kampus di Indonesia.

“Persiapan *Indonesia-France Forum on Higher Education* ini merupakan langkah taktis untuk menjembatani standarisasi akademik nasional dengan inovasi global. Prancis memiliki keunggulan riset di bidang sains dan teknologi, sementara Indonesia menawarkan ruang kolaborasi riset yang kaya. Forum ini bukan sekadar seremonial, melainkan peta jalan (roadmap) baru untuk mencetak talenta global yang adaptif,” kata Ismail Suardi Wekke saat dihubungi terpisah.

Menutup rangkaian kunjungan di Istana Élysée, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memandang Prancis dan Eropa sebagai mitra strategis penting untuk menciptakan tatanan dunia multipolar yang seimbang, adil, dan stabil.

IMG-20260529-WA0019

Pasca-Kurban, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Bersiap Gelar Seminar Hukum Internasional di Vietnam

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Momentum Hari Raya Idul Adha tidak menyurutkan langkah Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan dalam memacu pengembangan institusi. Usai menuntaskan agenda sosial keagamaan melalui penyerahan dan penyaluran satu ekor hewan kurban berupa kambing kepada masyarakat, perguruan tinggi ini langsung mengalihkan fokus pada penguatan jejaring akademik internasional, Jumat (29/5/2026).

IAI Rawa Aopa kini tengah mematangkan persiapan matang untuk merealisasikan kolaborasi strategis dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Vietnam.
Kerja sama lintas negara tersebut akan diawali dengan pelaksanaan sebuah agenda besar, yakni seminar hukum internasional yang menyoroti berbagai dinamika regulasi di kawasan Asia Tenggara.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen kampus dalam meningkatkan mutu akademik serta memperluas kontribusi ilmiah di tingkat regional. Pihak kampus menilai bahwa kolaborasi dengan institusi pendidikan di Vietnam akan membuka ruang diplomasi kebudayaan dan intelektual yang lebih luas bagi kedua belah pihak.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kepedulian sosial yang tecermin dalam ibadah kurban harus berjalan beriringan dengan peningkatan mutu akademik universitas.

“Kami tidak ingin berhenti pada kegiatan sosial keagamaan saja, melainkan langsung bergerak cepat menyongsong program internasionalisasi kampus,” ujar Ismail usai memantau rampungnya kegiatan Bakti Sosial dalam rangka idul adha.

Beliau juga menambahkan bahwa kerja sama dengan pihak Vietnam ini akan berfokus pada kajian hukum kontemporer demi merespons dinamika yang berkembang cepat di kawasan Asia Tenggara. Ismail menegaskan, kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan yang berdampak nyata bagi penguatan regulasi di tingkat regional.

Menurut Ismail, kemitraan lintas negara ini menjadi langkah nyata dalam mentransformasi institusi menuju panggung global yang lebih inklusif. Ia menjelaskan bahwa pemilihan Vietnam sebagai mitra strategis didasarkan pada kesamaan komitmen dalam mengembangkan riset hukum yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Ke depan, proyeksi kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada seminar ilmiah, melainkan akan dikembangkan ke arah pertukaran dosen dan publikasi riset bersama. Melalui forum ilmiah ini, manajemen kampus berkomitmen untuk memfasilitasi para peneliti lokal agar mampu berbicara banyak di forum internasional.

“Melalui forum ilmiah ini, kami ingin memastikan bahwa dosen dan mahasiswa kita memiliki cakrawala berpikir yang luas serta berdaya sanding secara internasional,” pungkas Ismail.

Di akhir keterangannya, Ismail menyampaikan harapan besar agar seluruh sivitas akademika IAI Rawa Aopa dapat mengambil peran aktif dalam seminar internasional tersebut guna memperkaya khazanah keilmuan mereka. Dengan persiapan yang mulai berjalan intensif, seminar hukum Asia Tenggara ini diharapkan menjadi batu loncatan penting bagi IAI Rawa Aopa dalam membangun reputasi akademik yang disegani di kawasan Asia Tenggara

FGD (ISW)

Undangan FGD, Mengawali Kerjasama IAI Rawa Aopa dengan STAI Sirojul Falah Bogor

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kolaborasi antarperguruan tinggi kini menjadi bagian dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi nasional. IAI Rawa Aopa Konawe Selatan terus berkomitmen memperluas jaringan kemitraan strategisnya di berbagai daerah. Langkah nyata kali ini diwujudkan melalui inisiasi kerja sama dengan STAI Sirojul Falah Bogor.

Sebagai momentum awal, kedua institusi sepakat untuk menggelar sebuah forum diskusi ilmiah. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) yang dirancang secara partisipatif. Pertemuan tersebut bertujuan untuk merumuskan ruang lingkup sinergi akademik yang berdampak luas.

Undangan FGD ini menandai komitmen bersama untuk bergerak menuju perguruan tinggi unggul. Melalui forum ini, para akademisi akan bertukar gagasan mengenai standar mutu kelembagaan. Kolaborasi lintas pulau ini diharapkan mampu meningkatkan daya sanding institusi di tingkat nasional.

Fokus utama diskusi akan diarahkan pada pengembangan riset bersama dan pengabdian masyarakat. Kedua kampus memiliki keunggulan lokal yang dapat saling melengkapi secara sinergis. Integrasi potensi ini menjadi modal penting untuk membangun reputasi akademik yang kompetitif.

Selain bidang penelitian, forum ini juga akan membahas peluang pertukaran mahasiswa dan dosen. Program tersebut penting untuk membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif dan dinamis. Pengalaman kolaboratif ini akan melahirkan lulusan yang memiliki daya sanding tinggi di dunia kerja.

Manajemen tata kelola berbasis digital turut menjadi agenda penting dalam pembahasan FGD ini. Penguatan sistem penjaminan mutu internal memerlukan adaptasi teknologi yang berkelanjutan dan terukur. Tata kelola yang modern menjadi prasyarat mutlak dalam mewujudkan kampus yang unggul.

Secara sosiologis, kemitraan ini menjembatani tantangan pendidikan antara kawasan barat dan timur Indonesia. Jarak geografis tidak lagi menjadi penghalang untuk saling meningkatkan kapasitas institusional. Forum FGD ini merupakan langkah strategis dalam memosisikan kedua kampus sebagai pusat keunggulan baru.

Kegiatan diskusi terpumpun ini dijadwalkan akan berlangsung dalam waktu dekat secara intensif. Seluruh pemangku kepentingan akademik dari kedua belah pihak diundang untuk berkontribusi aktif. Sinergi awal ini diharapkan menjadi fondasi kokoh untuk mencapai predikat unggul dan berdaya sanding.

FB_IMG_1779980102446

Perlunya Panduan Etika Riset dan Implementasi, Ini Kata Akademisi Ismail Suardi Wekke

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Dugaan pemalsuan riset yang melibatkan sejumlah warga negara Indonesia dalam forum ilmiah internasional di Denmark menuai sorotan tajam dari akademisi Institut Agama Islam (IAI) Rawa Opa, Ismail Suardi Wekke. Ia menilai kasus tersebut bukan sekadar pelanggaran etik, melainkan alarm krisis integritas akademik di Indonesia.

Kasus itu mencuat setelah muncul dugaan manipulasi data penelitian, pemalsuan identitas peserta konferensi, hingga penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk merekayasa artikel ilmiah demi memperoleh bantuan perjalanan (travel grant). Praktik tersebut dinilai mencoreng citra akademik Indonesia di tingkat internasional.

Ismail Suardi Wekke menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai ilmu pengetahuan.

“Ketika riset dijadikan tiket jalan-jalan gratis ke luar negeri, maka ilmu pengetahuan telah kehilangan kehormatannya,” kata Ismail, Kamis (28/5/2026).

Menurut dia, fenomena tersebut tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan tumbuh dari budaya akademik instan yang lebih berorientasi pada sertifikat internasional, angka publikasi, dan gengsi seminar luar negeri dibanding kualitas riset serta kejujuran ilmiah.

“Kampus jangan berubah menjadi pabrik CV akademik. Hari ini orang berlomba mengoleksi seminar dan publikasi, tetapi lupa bahwa fondasi utama ilmu adalah kejujuran,” ujarnya.

Ia menilai obsesi administratif terhadap publikasi internasional tanpa penguatan etika akademik telah membuka ruang bagi praktik manipulasi ilmiah.

“Kondisi yang sedang kita hadapi bukan sekadar pelaku nakal, tetapi krisis moral akademik yang perlahan dianggap normal,” katanya.

Terkait dugaan penggunaan AI untuk membuat artikel dan data penelitian palsu, Ismail menegaskan bahwa teknologi bukan sumber utama persoalan. Menurut dia, masalah terletak pada penyalahgunaan teknologi tanpa tanggung jawab moral.

“Artificial Intelligence tidak berbahaya. Posisi yang berbahaya adalah manusia malas berpikir tetapi ingin terlihat ilmiah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti maraknya budaya akademik yang lebih menekankan pencitraan intelektual dibanding membangun tradisi riset yang otentik.

“Ada orang ingin terlihat sebagai ilmuwan internasional, padahal yang dibangun hanya panggung pencitraan akademik,” ungkapnya.

Selain itu, Pimpinan IAI Rawa Opa menilai pengawasan terhadap konferensi predator, publikasi abal-abal, serta distribusi travel grant masih lemah dan rentan disalahgunakan.

“Selama ukuran keberhasilan dosen hanya dihitung dari stempel seminar luar negeri dan jumlah publikasi instan, maka industri akademik palsu akan terus hidup dan berkembang,” terangnya.

Melalui institusi perguruan tinggi seperti IAI Rawa Opa mendesak pemerintah, perguruan tinggi, asosiasi ilmiah, dan lembaga akreditasi untuk melakukan audit integritas akademik secara menyeluruh. Evaluasi juga dinilai perlu dilakukan terhadap mekanisme hibah perjalanan akademik serta penggunaan AI dalam penulisan ilmiah.

“Saatnya kita menginternalisasi nilai integritas akademik. Sekaligus keperluan untuk tidak menjadikan rangking sebagai tolok ukur utama dan tunggal,” urai Ismail Suardi Wekke yang menerima posisi Distinguished Professor di North Bangkok University (Thailand) sejak 2025.

Menurut Ismail, kasus tersebut harus menjadi momentum pembenahan serius bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia, bukan sekadar klarifikasi administratif untuk meredam sorotan publik.

“Indonesia tidak kekurangan orang pintar. Yang mulai langka adalah keberanian untuk jujur dalam dunia ilmu pengetahuan,” katanya.

Ia mengingatkan, jika praktik semacam itu terus dibiarkan, masyarakat akan kehilangan kepercayaan terhadap perguruan tinggi dan dunia akademik nasional.

“Ketika kebohongan diberi panggung akademik, maka generasi muda akan belajar bahwa kepalsuan lebih cepat dihargai daripada proses ilmiah yang jujur,” ujarnya.

Dalam.kapasitas sebagai Wakil Rektor IAI Rawa Opa menegaskan, pemulihan martabat akademik Indonesia hanya dapat dilakukan melalui keberanian membersihkan budaya manipulasi di lingkungan pendidikan tinggi.

“Perlunya mengutamakan riset sederhana dan jujur, menghindari penelitian terlihat canggih tetapi dibangun di atas kebohongan,” tegas Ismail.

IMG-20260528-WA0039

Rayakan Dies Natalis X, IAI Rawa Aopa Siapkan Agenda Akademik, Momentum Idul Adha Sekaligus Penyerahan Hewan Kurban

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tengah bersiap menyambut momentum bersejarah. Tahun ini, kampus tersebut resmi menginjak usia kesepuluh dalam perayaan Dies Natalis X. Sebagai langkah awal dari seluruh rangkaian perayaan, pihak kampus akan memprioritaskan pelaksanaan Wisuda 2026.

Jadwal pasti pengukuhan para sarjana baru tersebut segera ditetapkan melalui mekanisme rapat kepanitiaan yang telah resmi dibentuk. Langkah taktis ini diambil agar seluruh tahapan acara dapat berjalan dengan matang dan sistematis.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa penentuan tanggal momentum ini memerlukan koordinasi yang solid. Beliau menyampaikan bahwa penetapan jadwal wisuda tersebut akan diputuskan secara bersama-sama dalam rapat panitia khusus yang sudah diberikan mandat.

Melalui forum formal tersebut, seluruh kebutuhan teknis dan administratif akan diselaraskan demi kelancaran hari bahagia para wisudawan. Selain agenda akademik, momentum satu dekade ini juga diwarnai dengan aksi sosial nyata di tengah masyarakat. Kampus melibatkan peran aktif alumni dan mahasiswa untuk menyelenggarakan program pengabdian yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Salah satu agenda yang telah terlaksana adalah penyerahan hewan kurban kepada masyarakat di Kelurahan Potoro. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk rasa syukur institusi atas pencapaian dan eksistensinya selama sepuluh tahun terakhir di Sulawesi Tenggara.

Ismail Suardi Wekke menyampaikan apresiasi yang mendalam saat menyapa langsung para alumni dan mahasiswa yang sedang sibuk mempersiapkan aksi sosial tersebut.

“Kami bersyukur melihat antusiasme alumni dan mahasiswa yang bergotong-royong menyiapkan penyerahan hewan kurban ini sebagai wujud nyata pengabdian kampus,” ujar Ismail dengan penuh semangat usai mendapatkan informasi selesainya kegiatan tersebut.

Dirinya menilai sinergi ini membuktikan bahwa nilai-nilai kepedulian sosial telah tertanam kuat dalam civitas akademika. Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa perayaan satu dekade ini harus menjadi jembatan yang memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan dan masyarakat lokal.

“Dies Natalis ke-10 ini bukan sekadar perayaan seremonial bagi internal kampus, melainkan momentum penting untuk mempererat silaturahmi dengan warga sekitar,” kata Ismail.

Oleh karena itu, kehadiran kampus melalui program kurban di Kelurahan Potoro diharapkan mampu memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat luas.

Pihak manajemen kampus juga berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh program, baik yang bersifat seremonial akademik maupun aksi sosial, berjalan seimbang dan saling mendukung.

“Seluruh rangkaian kegiatan, dimulai dari prosesi wisuda hingga aksi sosial di lapangan, ditujukan untuk menegaskan komitmen kontribusi IAI Rawa Aopa bagi kemajuan daerah,” tutur Ismail mengakhiri pernyataannya. Melalui persiapan yang matang, kampus optimis perayaan Dies Natalis X ini akan meletakkan fondasi yang lebih kokoh untuk dekade berikutnya.

IMG-20260528-WA0018

Pimpinan IAI Rawa Aopa Mulai Sosialisasikan Panduan Wisuda 2026 Sekaligus Awal Rangkaian Dies Natalis X

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bergerak cepat mematangkan persiapan wisuda sarjana tahun 2026. Momentum pengukuhan kelulusan tersebut dijadwalkan berlangsung setelah perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.

Sebagai langkah awal, pihak rektorat kini mulai menggencarkan sosialisasi panduan akademik dan teknis. Panduan ini perlu dibaca dan dilaksanakan oleh seluruh calon wisudawan dan wisudawati.

Selain agenda pengukuhan, manajemen kampus juga tengah merancang sebuah simposium strategis untuk menyemarakkan rangkaian perhelatan akbar tersebut dengan rangkaian awal sebagai pelaksanaan Dies Natalis X 2026.

Demi memastikan kelancaran acara berskala besar ini, delegasi kampus telah mengadakam kunjungan resmi ke Kopertais. Begitu pula, mereka akan mendatangi Kementerian Sekretariat Negara untuk mendapatkan arahan serta panduan keprotokolan.

Konsultasi ini dinilai sangat penting karena simposium yang dirancang melibatkan aspek tata kelola tingkat nasional. Manajemen lembaga ingin memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai standar baku pemerintahan.

Langkah proaktif ini diambil untuk menjaga reputasi institusi di tingkat nasional. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa sosialisasi panduan ini sangat krusial.

Menurutnya, pemahaman yang baik dari para lulusan akan membuat seluruh prosesi berjalan dengan khidmat dan tertib. Momentum kelulusan tahun ini memang sengaja dirangkaikan dengan forum ilmiah berskala besar.

Hal tersebut bertujuan agar atmosfer akademik kampus tetap kuat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pihak otoritas kampus berharap kegiatan ini menjadi tolok ukur baru bagi kemajuan institusi.

Dalam penjelasannya, Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa persiapan yang matang sejak dini akan meminimalkan kendala teknis pada hari pelaksanaan nanti. Beliau juga menjelaskan bahwa konsultasi ke Kementerian Sekretariat Negara menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan tata laksana kegiatan.

Manajemen lembaga berkomitmen penuh untuk memfasilitasi kebutuhan para alumni baru dalam menyongsong fase transisi ke dunia kerja. Sinergi antara bagian keuangan, perencanaan, dan kepegawaian terus dipacu demi menyukseskan agenda besar ini. Seluruh panitia kini bekerja ekstra untuk merampungkan modul panduan tersebut.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh rangkaian acara, mulai dari prosesi sakral wisuda hingga diskusi dalam simposium nanti, berjalan dengan tata kelola yang profesional,” ujar Ismail Suardi Wekke usai menyapa alumni dan mahasiswa melalui ruang digital (Kamis, 28 Mei 2026).

Beliau menekankan pentingnya disiplin dan koordinasi yang kuat di antara seluruh panitia pelaksana. “Wisuda bukan sekadar momentum perayaan, tetapi juga etalase kesiapan institusi dalam melahirkan SDM yang siap berkontribusi bagi daerah,” tegasnya menambahkan.

Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan mutu pelayanan administrasi kepada para alumni. “Persiapan yang dilakukan secara terukur ini akan menjadi standar baru bagi pelaksanaan kegiatan protokoler di lingkungan kampus kami pada masa mendatang,” pungkasnya menutup penjelasan.

IMG-20260528-WA0012

Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa, Mendaftarkan Kepengurusan di Kesbangpol Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ-HTN) secara resmi mendaftarkan kepengurusan organisasi ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Konawe Selatan, Kamis (21/05/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk upaya memperkenalkan keberadaan Institut Agama Islam Rawa Aopa maupun organisasi HMJ-HTN kepada publik, masyarakat luas dan pemerintah daerah, meskipun secara aturan organisasi mahasiswa tidak diwajibkan untuk melakukan pendaftaran tersebut.

Organisasi kemahasiswaan pada dasarnya berada dalam naungan struktur dan statuta perguruan tinggi, dan secara administratif cukup memiliki Surat Keputusan (SK) dari pihak kampus,yaitu Rektor/Dekan yang membidangi kemahasiswaan.

Ketua Umum HMJ-HTN, Hendarwan Sepriyadi, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan inisiatif strategis untuk membangun sinergi dengan pemerintah daerah.

“Selaku Ketua Umum, saya menegaskan bahwa organisasi mahasiswa tidak wajib mendaftarkan keberadaannya, termasuk HMJ-HTN. Namun demikian, akan lebih baik jika keberadaan pengurus HMJ-HTN diketahui oleh pemerintah daerah Konawe Selatan, sehingga eksistensi Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara di bawah naungan Institut Agama Islam Rawa Aopa dapat diakui secara luas,” ujar Hendarwan.

Ia juga menambahkan bahwa pendaftaran ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi antara HMJ-HTN dengan pemerintah daerah, khususnya dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan edukasi hukum, penguatan demokrasi, dan partisipasi publik di Konawe Selatan.

Dengan terdaftarnya kepengurusan HMJ-HTN di Kesbangpol, organisasi ini menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam mendukung pembangunan daerah melalui peran mahasiswa sebagai agen perubahan.

Lebih lanjut Ketua Umum menyampaikan, dengan terdaftarnya organisasi mahasiswa jurusan hukum tata negara di Kesbangpol merupakan sejarah baru sejak berdirinya kabupaten Konawe Selatan.

Ditempat yang sama Sekretaris Umum HMJ-HTN. Yusdar menyampaikan bahwa, organisasi kemahasiswaan secara resmi sudah diketahui oleh pemerintah daerah kabupaten Konawe Selatan Melalui Kesbangpol tentang keberadaan organisasi kemahasiswaan. Sehingga peran mahasiswa dalam mendukung Program-program maupun kebijakan pemerintah daerah wajib diberi dukungan dan siap berkolaborasi, ujarnya

Untuk itu sebagai Sekretaris Umum, menegaskan kepada seluruh pengurus HMJ-HTN agar taat dengan Aturan Dasar dan Aturan Rumah Tangga (Ad/Art) organisasi, tutupnya.

IMG-20260527-WA0044

Tebar Semangat Berbagi, HMJ-HTN IAI Rawa Aopa Salurkan Kambing Kurban kepada Masyarakat

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selan  – Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ-HTN) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyerahkan satu ekor kambing kepada masyarakat Kelurahan Potoro dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H.

Penyerahan hewan kurban tersebut merupakan bagian dari program sosial kemahasiswaan yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan.

Ketua Umum HMJ-HTN, Hendarwan Sepriyadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi teman-teman mahasiswa kepada masyarakat.

“Momentum Idul Adha merupakan waktu yang tepat untuk saling berbagi dan memperkuat rasa solidaritas antar sesama. Kami berharap apa yang kami berikan ini dapat bermanfaat dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat Kelurahan Potoro,” ujarnya kepada media ini, Rabu (27/05/26).

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Umum HMJ-HTN, Yusdar. Ia menuturkan bahwa Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan semata, tetapi juga sebagai sarana untuk menanamkan nilai keikhlasan, pengorbanan, serta kepedulian sosial di kalangan mahasiswa.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan semangat berbagi dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, khususnya di lingkungan mahasiswa Hukum Tata Negara,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Ketua Program Studi Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa. Suriyansyah, S.Sos.I.,M.H turut memberikan apresiasi atas langkah konkret yang dilakukan oleh mahasiswa.

Ia menilai bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai akademik dan sosial yang selama ini dipelajari di bangku perkuliahan.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa HMJ-HTN yang telah menunjukkan aksi nyata di tengah masyarakat. Ini adalah contoh positif yang patut dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai agenda rutin tahunan, sekaligus menjadi inspirasi bagi organisasi kemahasiswaan lainnya untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.

IMG-20260527-WA0036

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Jadikan Idul Adha Momentum Penguatan Pendidikan dan PMB 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melanjutkan pembukaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026. Informasi tersebut disampaikan bertepatan dengan momentum peringatan Idul Adha 1447 Hijriah yang juga menjadi sarana menyampaikan pesan nilai keislaman, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam publikasi yang disampaikan pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail  Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, bahwa sejak 1 Mei, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan membuka kesempatan bagi generasi muda untuk bergabung pada sejumlah program studi, di antaranya Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Hukum Tata Negara, serta Ekonomi Syariah.

Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, mengatakan bahwa momentum Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai ruang refleksi untuk memperkuat komitmen terhadap pendidikan.

“Idul Adha mengajarkan nilai pengorbanan, keikhlasan, serta kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan penting dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ujarnya, Rabu (27/5/2026).

Penerimaan mahasiswa baru dijadwalkan berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi kampus sehingga memudahkan calon mahasiswa memperoleh informasi terkait proses administrasi maupun persyaratan akademik.

Menurut Ismail, kampus memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.

“Kami ingin menghadirkan pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya,” katanya.

Ia menambahkan, pendidikan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang yang akan menentukan arah masa depan generasi bangsa.

“Pendidikan merupakan jalan untuk membangun peradaban, memperluas wawasan, dan menciptakan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat,” tambahnya.

Melalui semangat Idul Adha 1447 H, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berharap masyarakat dapat semakin memperkuat kesadaran akan pentingnya pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul.

“Mari jadikan Idul Adha ini sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat niat menuntut ilmu, dan menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi umat,” tutur smail Suardi Wekke.

Menutup pernyataannya Ismail Suardi Wekke menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang digerakkan melalui HMJ Hukum Tata Negara dalam mempersiapkan penyerahan hewan kurban kepada masyarakat Kelurahan Potoro (Andoolo, Konawe Selatan).

Wisuda (ISW)

Panduan Persiapan Buat Wisudawan atau Wisudawati Dalam Mengikuti Wisuda 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Wisuda bukan sekadar acara seremonial memakai toga dan berfoto bersama keluarga. Momen ini adalah tanda bahwa perjalanan panjang sebagai mahasiswa telah sampai pada satu titik penting: pengakuan atas kerja keras, doa, dan perjuangan selama menempuh pendidikan. Karena itu, agar hari wisuda berjalan lancar dan tanpa hambatan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh seluruh wisudawan dan wisudawati Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan tahun 2026.

  1. Pastikan Nama Anda Sudah Terdaftar di Panitia Wisuda

Langkah pertama yang paling penting adalah memastikan nama Anda benar-benar sudah masuk dalam daftar peserta wisuda. Jangan hanya berasumsi bahwa semua proses administrasi otomatis selesai. Segera hubungi panitia wisuda untuk mengecek status pendaftaran sekaligus mendapatkan nomor urut peserta.

Nomor urut ini nantinya sangat penting karena berkaitan dengan posisi duduk, urutan pemanggilan, hingga kelancaran proses acara. Semakin cepat Anda memastikan data, semakin kecil kemungkinan terjadi kesalahan administratif di hari pelaksanaan.

  1. Siapkan Toga untuk Foto Ijazah dan Acara Wisuda

Toga bukan hanya pakaian resmi wisuda, tetapi juga simbol pencapaian akademik. Karena itu, pastikan toga sudah dipersiapkan jauh hari sebelum acara berlangsung.

Biasanya toga akan digunakan dalam dua kegiatan penting:

  • Foto ijazah dan dokumentasi resmi kampus.
  • Sesi utama acara wisuda.

Periksa kembali kelengkapan atribut seperti topi toga, medali, samir, dan ukuran pakaian agar nyaman digunakan. Jangan menunggu hari terakhir karena sering kali terjadi antrean atau keterlambatan pengambilan perlengkapan wisuda.

  1. Ambil Undangan sebagai Tanda Masuk

Undangan wisuda bukan hanya formalitas, tetapi juga menjadi tanda masuk resmi ke area acara. Oleh sebab itu, setiap peserta diwajibkan mengambil undangan dari panitia sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Selain untuk peserta, biasanya tersedia juga undangan bagi orang tua atau pendamping. Simpan undangan dengan baik dan hindari kehilangan karena hal ini bisa menyulitkan saat proses registrasi pada hari wisuda.

  1. Hadir Sehari Sebelum Wisuda untuk Mengikuti Yudisium Bersama dan Gladi Bersih

Banyak mahasiswa menganggap yudisium hanya acara tambahan. Padahal, kegiatan ini sangat penting karena menjadi bagian dari rangkaian resmi sebelum wisuda. Sekaligus juga gladi bersih, sehingga kegiatan wisuda nantinya berjalan tertib dan lancar.

Dalam yudisium, peserta biasanya akan mendapatkan:

  • Arahan teknis pelaksanaan wisuda.
  • Informasi tata tertib acara.
  • Gladi atau simulasi proses wisuda.
  • Pengumuman penting dari panitia dan pimpinan kampus.

Kehadiran sehari sebelum wisuda juga membantu peserta lebih siap secara mental dan teknis sehingga tidak bingung saat hari pelaksanaan.

  1. Selesaikan Pembayaran Biaya Dokumentasi

Momen wisuda adalah kenangan yang akan dikenang sepanjang hidup. Karena itu, dokumentasi menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Pastikan pembayaran biaya dokumentasi dilakukan melalui pengelola atau pihak resmi yang telah ditunjuk panitia.

Dokumentasi biasanya mencakup:

  • Foto resmi ijazah, wisuda dengan dua momen (pemindahan kuncir & penyerahan ijazah).
  • Album atau file digital kenangan wisuda.

Melakukan pembayaran tepat waktu akan membantu proses dokumentasi berjalan lebih tertib dan memudahkan distribusi hasil foto maupun video setelah acara selesai.

Panitia pelaksana juga memfasilitasi dokumentasi bersama keluarga, dan itu terpisah dari pembayaran biaya photo ijazah dan dokumentasi photo. Untuk keperluan ini, wisudawan atau wisudawati dapat memesan langsung di booth yang disediakan.

Penutup

Wisuda adalah puncak perjalanan akademik yang penuh perjuangan. Persiapan yang baik akan membuat momen ini menjadi pengalaman yang lebih nyaman, tertib, dan membahagiakan. Jadi, jangan menunda urusan administrasi, siapkan semua kebutuhan sejak awal, dan tetap jaga kesehatan menjelang hari besar nanti.

Selamat kepada seluruh Wisudawan dan Wisudawati Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan Tahun 2026. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama.