Semiloka (ISW)

Seminar dan Lokakarya Nasional “Strategi Pengembangan dan Kolaborasi Pendidikan Tinggi”, Makassar (Hybrid) 16-17 Juni 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Menjelang perhelatan Seminar dan Lokakarya Nasional (Semiloka Nasional) bertajuk “Strategi Pengembangan dan Kolaborasi Pendidikan Tinggi” yang akan digelar secara hybrid di Makassar pada 16–17 Juni 2026 mendatang, gelombang penguatan sinergi antar-perguruan tinggi terus digaungkan. 

Momentum ini dipandang krusial bagi akselerasi mutu akademik nasional, terutama dalam menghadapi dinamika tata kelola kelembagaan di era digital. Dalam kaitan tersebut, Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kolaborasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi setiap institusi yang ingin bertahan. 

Penguatan jaringan ini harus dimulai sejak dini, bahkan diintegrasikan dalam setiap seremoni akademik termasuk pelepasan alumni baru. “Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri dalam mengelola perguruan tinggi di era modern ini. Melalui momentum Semiloka Nasional di Makassar pekan depan, IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk membuka ruang kerja sama seluas-luasnya dengan berbagai mitra strategis demi mendongkrak mutu lulusan yang adaptif,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan pengarahan internal.

“Saya melihat tantangan terbesar universitas saat ini adalah bagaimana mentransformasikan kurikulum agar selaras dengan kebutuhan industri tanpa kehilangan akar moralitasnya. Oleh karena itu, skema kolaborasi yang konkret, baik dalam bidang riset bersama maupun pertukaran dosen, harus segera kita rumuskan secara taktis,” lanjutnya secara tegas.

“Pendidikan tinggi harus menjadi motor penggerak inovasi di tengah masyarakat, bukan sekadar menara gading yang memproduksi ijazah. Kita harus memastikan bahwa setiap kesepakatan yang lahir dari forum nasional nanti mampu diimplementasikan secara nyata di tingkat program studi,” pungkas Ismail menutup pernyataannya.

Lebih lanjut, pengurus dewan pendidikan ini juga menyoroti perlunya standardisasi mutu yang inklusif agar perguruan tinggi di daerah dapat sejajar dengan kampus-kampus di kota besar. Ia menambahkan bahwa forum Semiloka Nasional di Makassar nanti menjadi ajang yang sangat tepat untuk merumuskan cetak biru pengembangan kelembagaan yang berbasis pada keunggulan lokal namun berwawasan global.

Di akhir penjelasannya, Ismail optimis bahwa sinergi pentahelix yang melibatkan akademisi, pemerintah, dan sektor industri akan mempercepat pencapaian akreditasi unggul bagi institusi di kawasan timur Indonesia. Ia berharap ajang nasional pertengahan Juni tersebut mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang taktis bagi kementerian terkait.

Sementara itu, dari ranah pelaksanaan akademis, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan baru saja sukses menyelenggarakan sidang senat terbuka dalam rangka Wisuda VII Angkatan I yang berlangsung khidmat pada Rabu, 10 Juni 2026. Acara tersebut menjadi bukti nyata kesiapan institusi dalam melahirkan sumber daya manusia baru yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Ismail Suardi Wekke mengingatkan pentingnya kesiapan infrastruktur digital dan tata kelola pengetahuan (knowledge management) untuk mendukung integrasi akademik tersebut. Menurutnya, sebuah kolaborasi antar-kampus hanya akan menjadi dokumen di atas kertas jika tidak ditopang oleh sistem keterbukaan informasi dan komitmen manajerial yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan.

IMG-20260611-WA0065

Tingkatkan Kualifikasi Akademik, Alumni Diajak Manfaatkan Fasilitas Studi Lanjut Pascasarjana

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa selesai menggelar Wisuda VII Angkatan I yang berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Claro, Kendari, Rabu (10/6/2026).

Momentum sakral yang meluluskan sebanyak 438 wisudawan dan wisudawati ini menjadi kian istimewa dengan disampaikannya kerja sama strategis antara IAI Rawa Aopa dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Furqan Makassar dalam memfasilitasi alumni untuk studi lanjut di sela-sela acara tersebut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa pihak kampus berkomitmen penuh untuk mengawal keberlanjutan akademik para lulusan. Beliau menjelaskan bahwa jalinan kemitraan dengan Pascasarjana STAI Al Furqan Makassar sengaja dirancang sebagai jembatan bagi para alumni yang memiliki komitmen kuat untuk memperdalam keilmuan mereka di tingkat magister.

“Kami di jajaran rektorat tidak ingin mengantar bapak, ibu, dan saudara-saudari sekalian hanya sampai pada gerbang kelulusan sarjana hari ini saja. Kerja sama dengan Pascasarjana STAI Al Furqan Makassar ini adalah bukti konkret bahwa IAI Rawa Aopa bertanggung jawab moral atas masa depan akademik para alumni kami,” ujar Ismail di hadapan wisudawan yang memadati ruangan usai kegiatan wisuda.

Lebih lanjut, Ismail mengungkapkan bahwa kerja sama ini mencakup berbagai fasilitas kemudahan, mulai dari sinkronisasi kurikulum, efisiensi proses pendaftaran, hingga penyediaan program beasiswa kemitraan. Menurutnya, langkah taktis ini diambil institusi untuk merespons dinamika dunia profesional modern yang semakin kompetitif, sehingga para alumni IAI Rawa Aopa memiliki daya saing tinggi.

“Melalui kolaborasi ini, para alumni akan mendapatkan jalur khusus, kemudahan administratif, serta skema beasiswa yang telah kita sepakati bersama demi menunjang kelancaran studi lanjut mereka. Tantangan di dunia kerja saat ini menuntut penguatan kapasitas keilmuan yang tidak boleh terhenti, dan Pascasarjana STAI Al Furqan adalah mitra yang sangat tepat untuk menjawab tantangan tersebut,” tambahnya dengan penuh optimisme.

Ia juga menitipkan pesan mendalam kepada seluruh wisudawan agar senantiasa merawat tradisi literasi dan akademik dengan tidak berhenti belajar.

Di akhir pertemuan dengan pekerja media, Ismail menegaskan, “Oleh karena itu, saya mengetuk semangat 438 wisudawan yang dikukuhkan hari ini untuk tidak cepat berpuas diri dengan gelar sarjana yang baru saja diraih. Manfaatkan peluang emas hasil sinergi antarinstitusi ini dengan sebaik-baiknya agar ke depan, lahir lebih banyak magister-magister baru yang siap memajukan umat dan mengabdi bagi bangsa,” pungkasnya.

Wisuda 2026 (ISW)

Menyongsong Dies Natalis X, IAI Rawa Aopa Telah Awali dengan Istigasah Akbar di Kampus Lamooso

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Menyambut momentum bersejarah satu dekade berdirinya kampus, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi memulai rangkaian perayaan Dies Natalis X. Mengawali momentum sakral ini, civitas akademika menggelar Istigasah Akbar yang berlangsung khusyuk di Kampus Lamooso. Kegiatan doa bersama ini menjadi penanda dimulainya berbagai agenda strategis kampus, yang puncaknya disinergikan dengan pelaksanaan Wisuda VII Angkatan I yang digelar pada Rabu (10 Juni 2026).

Rangkaian Dies Natalis X ini dirancang bukan sekadar sebagai selebrasi, melainkan sebagai refleksi mendalam atas capaian institusi selama sepuluh tahun terakhir. Istigasah Akbar di Kampus Lamooso sengaja dipilih sebagai pembuka untuk meletakkan fondasi spiritual sebelum memasuki rangkaian kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat lainnya. Pihak rektorat menegaskan bahwa usia dua digit ini menjadi titik balik bagi IAI Rawa Aopa untuk bertransformasi menjadi pusat peradaban Islam yang unggul di Sulawesi Tenggara.

“Rangkaian Dies Natalis X dan Wisuda VII Angkatan I ini adalah bukti keteguhan kita semua dalam menjaga mutu pendidikan Islam di Konawe Selatan. Hari ini, para wisudawan bukan hanya menerima ijazah, melainkan juga menerima tanggung jawab besar untuk menjadi agen perubahan yang membawa kedamaian dan kemajuan di lingkungan tempat mereka mengabdi nanti,” ujar Ismail Suardi Wekke di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.

Di tengah atmosfer khidmat pelaksanaan wisuda yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis tersebut, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, memberikan orasi yang membakar semangat para lulusan. Beliau menggarisbawahi pentingnya peran alumni baru dalam menjaga nama baik almamater serta kontribusi nyata mereka di tengah masyarakat setelah menyelesaikan proses pembelajaran di Kampus Lamooso.

“Kita memulai seluruh rangkaian ini dengan Istigasah Akbar di Kampus Lamooso karena kita sadar, perjalanan sepuluh tahun ke depan akan jauh lebih menantang. Oleh karena itu, kekuatan spiritual harus berjalan beriringan dengan keunggulan intelektual agar institusi ini terus melahirkan generasi yang berkarakter mulia dan berdaya saing global,” lanjut Ismail dengan nada optimis.

Ismail juga menambahkan, “Saya berpesan kepada seluruh alumni Angkatan I Wisuda VII ini, jadikan momentum satu dekade kampus kita sebagai motivasi tambahan. Jangan pernah berhenti belajar, jagalah integritas keilmuan kalian, dan buktikan bahwa lulusan IAI Rawa Aopa mampu menjadi solusi atas berbagai dinamika sosial keagamaan yang ada di masyarakat saat ini.”

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, juga memaparkan visi strategis kampus ke depan, di mana beliau menyatakan bahwa momentum satu dekade ini harus dijadikan pijakan utama bagi seluruh civitas akademika untuk meningkatkan akreditasi dan kualitas riset. Menurutnya, sinergi antara alumni, dosen, dan pemerintah daerah akan menjadi kunci utama dalam mempercepat transformasi kelembagaan institusi tersebut.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa pelaksanaan Wisuda VII Angkatan I yang bertepatan dengan rangkaian Dies Natalis X ini merupakan tonggak sejarah yang membanggakan bagi seluruh masyarakat Konawe Selatan. Beliau menegaskan bahwa pencapaian sejauh ini tidak terlepas dari dukungan penuh orang tua mahasiswa dan dedikasi tanpa pamrih dari para staf pengajar di Kampus Lamooso.

Menutup penyampaiannya, Ismail menekankan pentingnya para lulusan baru untuk segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan identitas nilai-nilai keislaman. Beliau berharap agar para alumni tidak hanya fokus mencari lapangan kerja, melainkan juga mampu menciptakan inovasi dan peluang baru yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat.

Wisuda (ISW)

Pimpinan IAI Rawa Aopa Sampaikan Selamat dan Sukses Kepada Wisudawan dan Wisudawati

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati dalam sidang senat terbuka Wisuda VII Angkatan I yang digelar pada Rabu (10 Juni 2026). Momentum sakral yang berlangsung khidmat tersebut menandai lahirnya generasi baru intelektual muslim yang siap berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menyatakan kesyukuran setinggi-tingginya atas dedikasi para lulusan yang telah berhasil menyelesaikan masa studinya. Beliau menekankan bahwa gelar sarjana yang diraih hari ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab moral yang lebih besar di tengah masyarakat.

“Kami mengucapkan selamat dan sukses yang setinggi-tingginya kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas pencapaian luar biasa ini. Perjalanan akademik yang kalian lalui dengan penuh ketekunan kini telah membuahkan hasil, dan hari ini adalah bukti nyata dari kerja keras serta doa yang tidak pernah putus,” ujar Ismail Suardi Wekke saat menyapa para wisudawan dan tamu undangan usai Wisuda VII.

“Tantangan di luar sana tidak lagi sama dengan apa yang kalian hadapi di dalam ruang kuliah, sebab dunia nyata menuntut adaptasi dan inovasi yang cepat. Oleh karena itu, jadikan ilmu yang telah diperoleh di kampus ini sebagai fondasi utama untuk terus belajar, berkarya, dan menjadi agen perubahan yang membawa kemaslahatan bagi umat,” lanjut Ismail dengan nada penuh optimisme.

“Jangan pernah melupakan peran dan pengorbanan orang tua serta keluarga yang telah menjadi pilar pendukung utama hingga kalian bisa berdiri di podium kelulusan ini. Bawalah nama baik almamater IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dengan penuh integritas, dan buktikan bahwa lulusan institusi ini mampu bersaing serta memberikan warna positif di berbagai sektor kehidupan,” tegas Wakil Rektor dalam menutup pertemuan dalam acara wisuda tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke juga menyampaikan bahwa pihak rektorat menaruh harapan besar agar para lulusan Angkatan I ini tidak hanya menjadi pencari kerja, melainkan mampu menciptakan peluang kerja baru yang inovatif. Beliau menegaskan pentingnya penguasaan teknologi dan pemahaman keagamaan yang moderat sebagai modal utama dalam menghadapi era disrupsi global saat ini.

Lebih lanjut, Wakil Rektor menjelaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Wisuda VII ini merupakan tonggak sejarah penting bagi perkembangan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, pihak kampus berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas kurikulum agar selalu relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan dinamika sosial masyarakat.

Di akhir penyampaiannya, Ismail mengingatkan para wisudawan akan pentingnya menjaga jaringan alumni yang kuat demi saling mendukung dalam pengembangan karier ke depan. Beliau menambahkan bahwa kontribusi nyata di masyarakat adalah indikator utama keberhasilan dari sebuah proses pendidikan yang sesungguhnya di kampus IAI Rawa Aopa.

Pengambilan Ijazah (ISW)

Panduan Pengambilan Ijazah, Pasca Wisuda IAI Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Prosesi wisuda sering kali dianggap sebagai titik akhir dari sebuah perjalanan akademis. Namun, secara administratif, status kelulusan seorang sarjana baru benar-benar paripurna ketika selembar ijazah telah berada di tangan. Ijazah bukan sekadar kertas biasa; ia merupakan dokumen hukum yang memvalidasi kepakaran, kompetensi, dan kerja keras selama bertahun-tahun di bangku kuliah.

Untuk memastikan transisi dari status mahasiswa menjadi alumni berjalan lancar, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan telah menetapkan sebuah mekanisme penyerahan dokumen yang sistematis. Pendekatan ini dirancang untuk menjaga validitas data sekaligus memastikan seluruh kewajiban institusional telah terpenuhi.

Bagi para wisudawan, berikut adalah panduan taktis dan ilmiah dalam menempuh empat tahapan penting pengambilan ijazah pasca-wisuda:

Tahap 1: Menyelesaikan Prosesi Wisuda dan Administrasi Dokumentasi

Fase pertama dalam siklus ini adalah partisipasi penuh dalam sidang senat terbuka atau seremonial wisuda. Di balik kekhidmatan prosesi pemindahan kuncir toga, terdapat aspek manajemen logistik dan dokumentasi yang harus diselesaikan.

Setiap wisudawan diwajibkan menyelesaikan segala hal yang berkaitan dengan prosesi tersebut, termasuk biaya dokumentasi wisuda. Secara populer, tahapan ini bisa disebut sebagai fase konklusi ritualistis. Biaya dokumentasi ini berfungsi untuk memfasilitasi pencatatan momen bersejarah Anda, baik dalam bentuk foto, video, maupun atribut kelulusan resmi yang dikelola oleh panitia institusi.

Tahap 2: Verifikasi Finansial dan Administrasi Dokumen Ijazah

Setelah prosesi seremonial usai, langkah berikutnya berpindah ke ranah birokrasi keuangan dan data. Wisudawan wajib melakukan konfirmasi pembayaran dan administrasi dokumen ijazah pada bagian keuangan an. Ibu Fitri Tahang, S.Pd., Gr.,  (Biro Akademik dan Kemahasiswaan) dan pemutakhiran data akademik.

Mengapa proses ini krusial? Dalam manajemen perguruan tinggi, akurasi data pada ijazah harus selaras dengan PDDIKTI (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi). Pada tahap ini, petugas akan memastikan:

  • Seluruh tagihan akademik (UKT/SPP) dari semester awal hingga akhir telah lunas.
  • Data personal (nama, tempat tanggal lahir, nama orang tua) sudah terverifikasi bebas dari kesalahan ketik (typo). Pastikan tanggal lahir di PDDIKTI sesuai dengan dokumen yang sudah ada sebelumnya.

Pastikan Anda membawa seluruh bukti slip pembayaran asli guna mempercepat proses audit finansial internal ini.

Tahap 3: Konfirmasi Bebas Pustaka dan Kontribusi Pengembangan Bahan Pustaka (Sumbangan Alumni)

Sebuah perguruan tinggi tegak berdiri di atas pilar-pilar pustaka dan secara umum literasi. Oleh karena itu, hubungan hukum dan akademis antara mahasiswa dengan perpustakaan kampus harus diselesaikan secara resmi. Pada tahap ketiga, wisudawan diwajibkan mengantongi Surat Konfirmasi dari Kepala Perpustakaan terkait Bebas Pustaka dan Sumbangan Buku.

Tahapan ini memiliki dua fungsi utama:

  1. Bebas Pustaka: Memastikan bahwa wisudawan tidak lagi memiliki pinjaman buku perpustakaan atau denda terutang.
  2. Sumbangan Buku: Merupakan bentuk sirkulasi pengetahuan (knowledge sharing). Buku yang disumbangkan oleh alumni akan menjadi modal literasi bagi generasi mahasiswa berikutnya, sekaligus membantu meningkatkan instrumen akreditasi institusi dalam aspek kecukupan koleksi pustaka.

Tahap 4: Dokumen Akademik (Menerima Ijazah dan Dokumentasi Wisuda)

Setelah melewati tiga tahapan verifikasi di atas — mulai dari seremonial, finansial, hingga kontribusi alumni — maka wisudawan berhak menuju tahap akhir: Menerima Ijazah dan Dokumentasi Wisuda. (Pengambilan ijazah wajib mengkonfirmasi kepada Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan (atas nama Akbar Amina, S.H., M.Pd.), bersama-sama dengan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan (atas nama Ismail Suardi Wekke, Ph.D.). 

Pada fase akhir ini, Anda akan menerima dokumen asli berupa:

  • Ijazah Resmi lengkap dengan nomor seri nasional.
  • Transkrip Nilai Akademik kumulatif.
  • Paket Dokumentasi Wisuda (Foto sebanyak 2 lembar dengan ukuran 10R dan juga file photo).

Catatan Penting saat Menerima Dokumen:

Sebelum meninggalkan loket penyerahan, lakukan self-check secara teliti. Periksa kembali kesesuaian penulisan nama dan gelar, tanda tangan rektor/dekan, serta stempel institusi. Jika ditemukan ketidaksesuaian, segera laporkan hari itu juga untuk dilakukan perbaikan.

Penutup

Mengurus pengambilan ijazah di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menjadi latihan manajerial bagi alumni sebelum terjun ke dunia profesional. Dengan mengikuti alur yang terstruktur ini secara disiplin — menyelesaikan wisuda, verifikasi keuangan, penuntasan bebas pustaka (termasuk sumbangan alumni), hingga serah terima dokumen — para alumni baru dipastikan siap melangkah ke fase berikutnya dengan modal administrasi yang legal dan solid. Selamat atas kelulusan Anda!

IMG-20260611-WA0009

Wisuda IAI Rawa Aopa: Mengukuhkan Sarjana Penggerak Pemajuan Ilmu Pengetahuan dari Konawe Selatan untuk Dunia

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses mengukuhkan 438 sarjana baru dalam rapat senat terbuka Wisuda Sarjana ke-VII Tahun 2026. Prosesi yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Ballroom Hotel Claro, Kendari, pada Rabu (10/6/2026).

Ratusan wisudawan tersebut berasal dari tiga program studi (Prodi), yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua Kopertais Wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua) Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D.; Sekretaris Kopertais Wilayah VIII AGH. Dr. Nur Taufik, M.Ag.; serta Bupati Konawe Selatan yang diwakili oleh Asisten III Setda Konsel, Suwardi, S.Pt., M.Si. Turut hadir jajaran Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, serta keluarga para wisudawan.

Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Al Asri sekaligus pendiri IAI Rawa Aopa, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan para wisudawan merupakan hasil kolaborasi dari kerja keras mahasiswa, dedikasi dosen, dan dukungan orang tua.

“Saya berpesan agar ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi benar-benar diamalkan untuk kemaslahatan umat. Jadilah sarjana yang berintegritas, berakhlak mulia, dan mampu menghadirkan solusi,” ujar Al Asri.

Senada dengan hal tersebut, Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, M.A., mengingatkan para lulusan bahwa gelar akademik membawa tanggung jawab sosial yang besar. Ia meminta alumni untuk terus menjaga integritas dan nama baik almamater di tengah masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi IAI Rawa Aopa dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah. Mewakili Bupati, Asisten III Setda Konawe Selatan, Suwardi, S.Pt., M.Si., mengajak para lulusan baru untuk bersinergi membangun daerah.

“Kami berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan, pelopor pembangunan, dan mitra pemerintah dalam mewujudkan Konawe Selatan yang maju dan sejahtera,” kata Suwardi.
Sementara itu, Ketua Kopertais Wilayah VIII, Prof. Dr. H. Hamdan Juhanis, Ph.D., dalam orasi ilmiahnya menyoroti tantangan berat di era transformasi digital dan globalisasi. Ia menekankan pentingnya lima modal utama bagi lulusan perguruan tinggi Islam agar tidak berhenti belajar setelah lulus.

“Dunia saat ini berubah sangat cepat. Kompetensi akademik saja tidak cukup. Jangan pernah berhenti belajar setelah diwisuda. Jadilah agen perubahan yang membawa manfaat,” tegas Prof. Hamdan, yang juga memuji perkembangan pesat IAI Rawa Aopa dalam meraih kepercayaan masyarakat Sulawesi Tenggara.

Dalam kesempatan yang sama Prof. Hamdan menyampaikan bahwa Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan salah satu perguruan tinggi tersehat di wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua). “Dengan mahasiswa yang mencapai 2000-an dan juga lulusan yang diwisuda hari ini, membuktikan bahwa keberadaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan bagian dari perguruan tinggi yang tersehat,” ungkap Prof. Hamdan.

Prosesi wisuda ke-VII ini ditutup dengan momen haru saat para wisudawan memberikan penghormatan kepada orang tua mereka. Momentum ini menandai langkah baru IAI Rawa Aopa dalam melahirkan generasi intelektual muslim yang siap mengabdi demi kemajuan bangsa dan agama.

Mentri Pendidikan (ISW)

Pelantikan Timbalan Menteri Brunei Darussalam, Dewan Pembina Yayasan Sampaikan Selamat

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Kendari — Dewan Pembina Yayasan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Al Asri, menyampaikan ucapan selamat yang mendalam atas dilantiknya Yang Mulia Dato Seri Setia Dr. Haji Norarfan bin Haji Zainal sebagai Timbalan Menteri Brunei Darussalam. Ia mengungkapkan salah satu perluasan kerjasama perguruan tinggi dalam sambutan pada kegiatan Wisuda VII Angkatan I IAI Rawa Aopa yang diselenggarakan pada Rabu (10 Juni 2026). 

Al Asri menegaskan apresiasinya atas pencapaian tersebut  bahwa pelantikan yang dilakukan langsung oleh Sultan Hassanal Bolkiah pada 4 Juni 2026 lalu merupakan sebuah peristiwa penting yang turut disyukuri oleh segenap civitas akademika di Konawe Selatan.

Di hadapan ratusan wisudawan dan tamu undangan yang hadir, Al Asri mengungkapkan kebanggaan institusinya yang pernah menjalin kerja sama erat dengan tokoh penting Brunei tersebut. 

“Kami, keluarga besar IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, merasa sangat bersyukur dan bangga mendengar kabar pelantikan Yang Mulia Dato Seri Setia Dr. Haji Norarfan bin Haji Zainal. Beliau adalah sosok akademisi sekaligus pemimpin yang visioner, dan pengangkatannya sebagai Timbalan Menteri menjadi bukti nyata dari dedikasi panjang beliau bagi negara dan dunia pendidikan Islam,” sambung Al Asri usai acara wisuda.

Lebih lanjut, Al Asri menuturkan rekam jejak kerja sama historis yang sangat berkesan ketika Dato Norarfan masih menjabat sebagai Rektor Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA). Ia memaparkan bahwa delegasi IAI Rawa Aopa berkunjung dan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan pihak UNISSA pada November 2025 silam. 

Menurutnya, momentum peresmian kemitraan di bawah kepemimpinan rektor kala itu telah berhasil membuka gerbang kolaborasi internasional yang berkontribusi signifikan bagi pengembangan kualitas akademik di kampus IAI Rawa Aopa.

Dalam kesempatan yang penuh khidmat tersebut, Al Asri juga mengirimkan doa khusus bagi kelancaran tugas sang pejabat baru di lingkungan pemerintahan Brunei Darussalam. “Atas nama Dewan Pembina Yayasan, kami mendoakan agar Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, keberkahan, dan kekuatan kepada Yang Mulia dalam mengemban amanah kenegaraan yang baru ini. Kami sangat meyakini bahwa kapabilitas serta visi beliau yang teruji selama memimpin UNISSA akan membawa dampak positif yang besar bagi kemajuan pemerintahan Brunei,” tegasnya dengan penuh keyakinan.

Terkait kelanjutan kemitraan antar lembaga pasca pergantian tampuk kepemimpinan, Al Asri memastikan bahwa naiknya jabatan Dato Norarfan tidak akan menyurutkan tali silaturahmi akademik yang telah terbangun kokoh. Ia menyatakan komitmen teguhnya bahwa ikatan kerja sama yang sebelumnya disepakati bersama mantan rektor UNISSA tersebut akan terus dikawal dan diimplementasikan secara berkelanjutan. 

Al Asri sangat berharap prestasi gemilang yang ditorehkan oleh Dato Norarfan di tingkat kementerian dapat menjadi katalisator bagi semangat kolaborasi pendidikan lintas negara yang lebih erat di masa depan.

Sebagai penutup, Al Asri menjadikan kesuksesan mantan pimpinan kampus terkemuka Brunei itu sebagai teladan nyata bagi para sarjana baru yang memadati ruang upacara. “Jadikanlah perjalanan karir, dedikasi, dan integritas Yang Mulia Dato Norarfan sebagai sumber inspirasi bagi kalian semua. 

Beliau berangkat dari seorang pendidik dan rektor yang gigih mengurus umat hingga kini dipercaya mengemban jabatan strategis sebagai Timbalan Menteri. Oleh karena itu, jangan pernah ragu untuk terus berkarya dan lebarkan sayap pengabdian kalian hingga ke kancah global,” urai Al Asri di hadapan para pekerja media dan civitas akademika dalam momen ramah tamah usai pelaksanaan wisuda.