Screenshot_2026_0518_231509

Akselerasi Mutu Akademik, IAI Rawa Aopa Gelar International Young Scholar Symposium

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus melebarkan sayap akademiknya di kancah internasional. Kali ini, perguruan tinggi tersebut resmi menjalin kerja sama strategis dengan SATU University, yang merupakan bagian dari jaringan BINUS Higher Education, untuk menyelenggarakan perhelatan ilmiah bertajuk International Young Scholar Symposium on Accountancy, Management, and Business (IYSSAMB).

Kolaborasi ini dirancang untuk menjadi wadah bagi para peneliti muda, akademisi, dan praktisi dalam mendiseminasikan inovasi serta gagasan mutakhir di bidang akuntansi, manajemen, dan bisnis. “Terima kasih kepada SATU University atas kesediaan menjalin kolaborasi,” kata Ismail Suardi Wekke di Jakarta, Senin (18/5/2026), usai mengikuti kegiatan Workshop Tri Dharma yang dilaksanakan Sakinah Finance.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan langkah nyata institusi dalam membangun ekosistem akademik yang tangguh dan adaptif terhadap perkembangan global. Melalui simposium ini, kedua institusi berkomitmen untuk mendorong kualitas riset yang berdampak langsung pada masyarakat sekaligus memperkuat posisi tawar mahasiswa serta dosen di tingkat internasional.

Informasi resmi mengenai rekam jejak dan program-program institusi juga dapat diakses lebih lanjut melalui laman resmi kampus. Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke menyampaikan pandangan mendalam mengenai urgensi dan arah dari pelaksanaan agenda internasional ini.

“Simposium ini selain sebagai sebuah forum akademik biasa, juga sebuah jembatan emas bagi para sarjana muda untuk menguji gagasan mereka di hadapan komunitas global,” ujar Ismail saat memberikan keterangan pers terkait persiapan acara.

Lebih lanjut, beliau juga menggarisbawahi pentingnya aliansi strategis dengan institusi mapan. Ismail menyatakan bahwa kerja sama dengan SATU University sebagai bagian dari BINUS Higher Education adalah momentum krusial untuk mengadopsi tata kelola serta standar akademik yang berorientasi mutu tinggi.

Di akhir penjelasannya, beliau menekankan dampak jangka panjang dari kegiatan ini terhadap institusi. “Kami ingin memastikan bahwa setiap kolaborasi yang dijalin IAI Rawa Aopa senantiasa bermuara pada peningkatan kapasitas SDM dan pencapaian akreditasi yang unggul,” tegas Ismail.

Di samping itu, Ismail Suardi Wekke secara tidak langsung memaparkan bahwa sinergi ini merefleksikan keseriusan kampus dalam mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan perkembangan ilmu pengetahuan di bidang bisnis dan manajemen modern. Beliau juga menambahkan bahwa keterlibatan aktif para peneliti muda dalam simposium internasional akan membuka peluang kolaborasi riset lintas negara yang lebih luas di masa depan.

Menurutnya, akselerasi reputasi institusi hanya bisa dicapai melalui konsistensi dalam menyelenggarakan forum-forum ilmiah bermutu yang melibatkan jejaring perguruan tinggi terkemuka. Kehadiran SATU University dalam kemitraan ini membawa angin segar bagi penguatan atmosfer akademik di Sulawesi Tenggara.

Dengan reputasi besar yang dimiliki BINUS Higher Education, simposium ini diharapkan mampu menarik minat ratusan peserta dari berbagai negara. Fokus utama kegiatan akan diarahkan pada transformasi digital dalam bisnis, tantangan manajemen keberlanjutan, serta adaptasi ilmu akuntansi di era kecerdasan buatan, yang semuanya akan dibahas secara komprehensif dalam sesi paralel simposium.

Screenshot_2026_0518_195543

Integrasikan Riset dan Pengabdian, IAI Rawa Aopa dan Mitra Inisiasi Forum ICLASH 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Gelaran akademik berskala internasional siap dihelat pada akhir tahun ini. International Conference on Law, Accountability, Sustainability, and Halal (ICLASH) secara resmi diumumkan akan berlangsung pada 14 hingga 16 October 2026. Konferensi ini bakal diselenggarakan di dua kota sekaligus, yakni Turikale yang merupakan ibu kota Kabupaten Maros, dan Andoolo sebagai ibu kota Kabupaten Konawe Selatan.

Sebagai teknis kegiatan, penyelenggaraan forum ilmiah ini bukan sebatas pada ruang diskusi akademik, juga diintegrasikan secara langsung dengan berbagai program pengabdian kepada masyarakat demi memberikan dampak nyata bagi penduduk lokal. Tahun ini, ICLASH mengusung tema besar “Synergizing Law, Accountability, and Sustainable Innovation for a Resilient Global Halal Ecosystem.”

Fokus utama dari perhelatan ini adalah membangun fondasi industri halal yang lebih kuat di kancah global. Seluruh peserta yang hadir akan membedah bagaimana kerangka hukum dapat menyokong pertumbuhan yang berkelanjutan, sekaligus mengeksplorasi ragam inovasi baru di bidang akuntabilitas. Melalui setiap sesi yang dijadwalkan, konferensi ini ditargetkan mampu melahirkan solusi-solusi praktis dalam menjawab tantangan global saat ini.

Keberhasilan proyek akademik ini merupakan buah dari kolaborasi erat antara empat institusi besar. ICLASH 2026 diprakarsai secara bersama oleh Institut Agama Islam Darul Dakwah Wal Irsyad (IAI DDI) Maros dan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Perhelatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Dewan Pendidikan Kabupaten Maros serta Universitas Muhammadiyah Barru yang bertindak sebagai mitra penyelenggara.

Guna menjangkau partisipasi yang lebih luas, panitia menerapkan format hibrida (hybrid). Sistem ini memungkinkan para presenter dan peserta untuk bergabung secara daring, sehingga jarak geografis tidak lagi menjadi penghalang bagi peminat dari luar Maros dan Andoolo. Format ini menawarkan platform jejaring global yang aman untuk berbagi riset terbaru, menghadiri pidato utama, serta terlibat dalam diskusi interaktif dari mana saja.

Pihak panitia kini telah resmi membuka pendaftaran bagi para presenter maupun peserta umum. Menariknya, agenda tahun ini juga menghadirkan sesi khusus bertajuk Young Scholar Symposium on Law, Accountability, Sustainability, and Halal. Sesi ini dirancang khusus untuk memberikan panggung internasional bagi para ilmuwan dan peneliti muda guna mempresentasikan gagasan-gagasan segar mereka.

Co-chair ICLASH 2026, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa integrasi pengabdian masyarakat dalam konferensi ini menjadi pembeda utama dari gelaran serupa lainnya. Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan ini menegaskan komitmen institusinya dalam mendorong hilirisasi riset ke tengah masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa ICLASH 2026 menjadi menara air dan bukan lagid engan gaya menara gading, tetapi menjadi katalisator perubahan yang dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat di Maros dan Konawe Selatan,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan terkait dengan persiapan kegiatan.

“Kami sampaikan terima kasih kepada mitra-mitra yang pada inisiasi awal telah bergabung dan menjadi pemrakarsa bersama kegiatan ini. IAI DDI Maros dan Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai, sehingga sampai sekarang tetap dapat berlangsung,” ungkap Ismail terkait dengan gagasan pelaksanaan kegiatan.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa pemilihan format hibrida didasari oleh keinginan untuk menyatukan pemikiran global demi penguatan ekosistem halal lokal. Beliau menyampaikan bahwa kombinasi kehadiran fisik di daerah dan akses digital internasional akan memperkaya perspektif solusi yang dihasilkan selama tiga hari perhelatan.

“Format hibrida sengaja kami pilih untuk meruntuhkan batasan geografis, sehingga pakar dunia bisa berdiskusi langsung dengan praktisi lokal mengenai masa depan industri halal kita,” tutur Ismail Suardi Wekke.

Terkait dengan pelibatan peneliti muda, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya regenerasi akademisi di bidang hukum dan ekosistem halal. Beliau menuturkan bahwa simposium khusus pemuda sengaja disiapkan agar pemikiran-pemikiran inovatif dari generasi baru mendapat panggung yang layak di level internasional.

“Melalui Young Scholar Symposium, kami membuka pintu lebar-lebar bagi peneliti muda untuk menunjukkan taji dan menyumbang ide segar demi ketahanan ekosistem halal global,” tegas Ismail Suardi Wekke.

Screenshot_2026_0517_155232

Wujudkan Strategi Penguatan Literasi Keuangan Syariah berbasis Tri Dharma, IAI Rawa Aopa dan Sakinah Finance Jalin Sinergi

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Dalam upaya nyata mendongkrak literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa membangun kolaborasi strategis bersama Sakinah Finance. Sinergi ini dikukuhkan dalam perhelatan Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi 2026 bertajuk “Integrating Islamic Financial Literacy, Research Excellence, and Community Service” yang berlangsung pada 16–17 Mei 2026 di Sofyan Hotel Cut Meutia, Jakarta.

Sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan ekosistem akademik berbasis nilai-nilai Islam, IAI Rawa Aopa turut ambil bagian dalam momentum krusial ini. Kehadiran IAI Rawa Aopa berfokus pada implementasi tiga pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang diintegrasikan dengan pendekatan perencanaan keuangan syariah ala Sakinah Finance.

Pendiri Sakinah Finance, Murniati Mukhlisin, menggarisbawahi bahwa kondisi literasi keuangan syariah nasional saat ini masih memerlukan perhatian serius dari dunia akademik.

“Kami berharap workshop ini menjadi ruang kolaborasi dan penguatan kapasitas bagi institusi pendidikan untuk membangun program yang lebih aplikatif dan berdampak terutama dalam meningkatkan literasi keuangan syariah dari 43 persen dan inklusi keuangan syariah dari 13 persen,” ujar Murniati.

Merespons tantangan tersebut, keterlibatan aktif IAI Rawa Aopa diharapkan mampu melahirkan jejaring riset baru, kolaborasi pengabdian masyarakat lintas institusi, serta penguatan kurikulum literasi keuangan syariah yang lebih membumi di lingkungan kampus.

Workshop dua hari ini diikuti oleh lebih dari 100 dosen, peneliti, praktisi, dan pimpinan institusi pendidikan dari seluruh Indonesia. Acara ini juga menghadirkan pembicara internasional terkemuka, Ryan M. Calder (Director Program of Islamic Studies, Johns Hopkins University, USA), serta dibuka langsung oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin.

Sebagai puncak dari komitmen bersama, dilakukan penandatanganan kerja sama (MoU) formal antara Sakinah Finance, AFSI, IFPA, Kitabisa, dan QS399 dengan 42 perguruan tinggi mitra dari seluruh Indonesia, termasuk di dalamnya IAI Rawa Aopa. Dalam kesempatan tersebut, pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, mewakili perguruan tinggi dalam penandatanganan MoU dengan Kita Bisa.

Melalui kerja sama ini, IAI Rawa Aopa dan Sakinah Finance siap bergerak bersama mengikis kesenjangan literasi keuangan syariah melalui program-program berbasis pendidikan, publikasi ilmiah, dan pemberdayaan masyarakat yang konkret dan berkelanjutan.

Screenshot_2026_0516_153026

Perkuat Sinergi Akademik, 42 Perguruan Tinggi Hadiri Workshop Tri Dharma dan Penandatanganan MoU di Jakarta

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Sebanyak 42 perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Indonesia berkumpul di Jakarta untuk menghadiri pembukaan Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berlangsung selama dua hari. Kegiatan ini tidak hanya menyajikan diskusi teoretis, tetapi juga menghadirkan aksi nyata melalui rangkaian lokakarya intensif serta penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Agreement/MoA) antar-institusi, Sabtu (16/5/2026).

Agenda hari pertama dibuka dengan sesi panel talk show yang menghadirkan para pakar pendidikan nasional untuk membedah tantangan kontemporer pendidikan tinggi. Setelah sesi diskusi panel selesai, kegiatan langsung bergeser pada pelaksanaan workshop tematis yang berfokus pada peningkatan mutu penelitian dan pengabdian masyarakat. Di sela-sela workshop tersebut, para pimpinan perguruan tinggi juga memanfaatkan momentum untuk meresmikan kemitraan strategis melalui penandatanganan dokumen MoU dan MoA guna memastikan keberlanjutan program kolaboratif ke depan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang hadir langsung dalam acara tersebut memberikan apresiasi besar terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Beliau menyatakan bahwa pertemuan berskala besar seperti ini menjadi momentum krusial bagi kampus-kampus di daerah untuk meningkatkan kualitas tata kelola institusinya.

“Kegiatan ini merupakan langkah konkret bagi kita semua untuk saling bergandengan tangan dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia, terutama dalam mengimplementasikan poin-poin Tri Dharma secara konsisten,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela acara.

Lebih lanjut, Ismail juga menekankan pentingnya komitmen pasca-penandatanganan kerja sama agar kesepakatan yang dibuat tidak berakhir di atas kertas semata. Menurutnya, penandatanganan MoU dan MoA ini harus segera ditindaklanjuti dengan program kerja yang nyata dan terukur di kampus masing-masing.

“Kami berharap kolaborasi yang diinisiasi hari ini tidak berhenti sampai di atas kertas saja, melainkan harus segera diwujudkan dalam bentuk program kerja nyata yang berdampak langsung pada mahasiswa dan masyarakat,” tegas Ismail.

Ismail kemudian menambahkan bahwa tantangan dunia akademik di masa depan akan semakin kompleks, sehingga sinergi antar-kampus menjadi sebuah keharusan. Beliau meyakini bahwa dengan adanya kerja sama yang solid antar-42 perguruan tinggi ini, akselerasi inovasi dan riset bersama akan lebih mudah tercapai.

“Di tengah era disrupsi seperti sekarang, ego sektoral antar-kampus harus dibuang jauh-jauhan karena hanya melalui kerja sama yang solid kita bisa melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman,” tambahnya.

Di sisi lain, dalam pernyataan tidak langsungnya, Ismail menyampaikan pandangan bahwa kehadiran puluhan perguruan tinggi dalam workshop dua hari ini menunjukkan adanya semangat yang sama untuk memajukan dunia pendidikan nasional secara merata. Beliau juga menggarisbawahi bahwa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sendiri berkomitmen penuh untuk mengintegrasikan hasil workshop ini ke dalam sistem perencanaan dan keuangan kampus agar implementasinya berjalan optimal.

Selain itu, Ismail mengingatkan bahwa keberhasilan dari dokumen kerja sama yang telah disepakati bersama hari ini akan sangat bergantung pada konsistensi serta komunikasi aktif yang dibangun oleh seluruh program studi yang terlibat ke depannya. Pelaksanaan workshop pada hari kedua esok direncanakan akan langsung berfokus pada penyusunan rencana aksi dari MoA yang telah ditandatangani, serta perumusan rekomendasi kebijakan akademik yang akan dibawa ke tingkat kementerian.

Screenshot_2026_0516_093139

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan SEAAM Bersiap Jadi Pelaksana Bersama, Bandara Sultan Hasanuddin Dukung Penuh Celebes Summit Oktober 2026 Mendatang

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Sinergi strategis demi kemajuan kawasan Timur Indonesia terus digagas oleh institusi pendidikan tinggi. Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) bersama Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan agenda akbar “Celebes Summit” yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.

Langkah besar ini dipastikan mendapat dukungan penuh serta fasilitas strategis dari pihak otoritas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai pintu gerbang utama perhelatan tersebut. “Terima kasih pada Bandara Internasional Sultan Hasanuddin atas dukungannya,” kata Ismail Suardi Wekke, Sabtu (16/5/2026) usai bertemu Komite Saintifik di Makassar.

Pertemuan lintas sektor ini dirancang untuk mendiskusikan berbagai tantangan global serta peluang pengembangan riset, manajemen kelembagaan, dan inovasi di wilayah Sulawesi dan sekitarnya. Kehadiran para akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara Asia Tenggara dalam forum ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi konkret bagi pembangunan daerah.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk menyejajarkan perguruan tinggi keagamaan di daerah dengan perkembangan global. Penyelenggaraan acara internasional seperti ini membutuhkan fondasi yang kuat, baik dari sisi tata kelola internal kampus maupun kerja sama dengan jaringan eksternal yang mencakup skala regional dan internasional.

“Kami memandang Celebes Summit sebagai sebuah kemitraan penta helix, juga menjadi sebuah jembatan strategis untuk membawa inovasi lokal dari Konawe Selatan menuju panggung Asia Tenggara,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan terkait persiapan acara.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa keterlibatan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai mitra pendukung utama logistik dan penyambutan delegasi akan memastikan aksesibilitas para peserta berjalan dengan lancar dan profesional. Integrasi antara kesiapan akademik dari kampus dan dukungan infrastruktur transportasi udara yang prima menjadi kunci utama dalam menyukseskan acara berskala besar tersebut.

“Dukungan penuh dari pihak bandara internasional adalah bentuk nyata dari hubungan penta-helix, di mana sektor akademisi dan pengelola fasilitas publik bersatu demi nama baik bangsa,” tegas Ismail Suardi Wekke.

Selain kesiapan infrastruktur, manajemen internal kampus juga terus diakselerasi guna menyambut para tamu internasional. Penataan aspek perencanaan program dan pengelolaan sumber daya manusia di IAI Rawa Aopa menjadi prioritas utama agar seluruh civitas akademika mampu mengambil peran aktif dan memberikan impresi terbaik selama konferensi berlangsung.

“Celebes Summit Oktober nanti akan kesempatan bahwa perguruan tinggi yang berada di daerah juga mampu mengorkestrasi sebuah forum internasional yang bermutu tinggi dan berdampak luas,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Ismail Suardi Wekke turut menyatakan bahwa manajemen IAI Rawa Aopa Konawe Selatan saat ini tengah fokus mengoptimalkan seluruh sumber daya internal demi memastikan standar pelaksanaan acara memenuhi ekspektasi internasional. Beliau menambahkan pula bahwa sinergi yang terbangun antara SEAAM, pihak kampus, dan pengelola bandara diharapkan dapat menjadi cetak biru baru bagi penyelenggaraan event-event akademis global di masa yang akan datang.

IMG-20260515-WA0003

IAI Rawa Aopa Dorong Mahasiswa PPL Hasilkan Karya Intelektual Melalui Forum Akhir Kegiatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa yang sementara ini dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa dengan orientasi yang lebih komprehensif. Selain fokus pada pencapaian output praktikum di sekolah, program PPL kali ini dirancang dengan pendekatan integrasi antarunsur Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang akan dipuncaki dengan penyelenggaraan seminar akademik di akhir kegiatan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa PPL tidak boleh sekadar menjadi rutinitas administratif bagi mahasiswa. Saat meninjau jalannya pemantauan PPL, beliau menyatakan bahwa program ini merupakan momentum bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus melakukan pengabdian yang terukur, Selasa (12/5/2026).

Ia menyebutkan bahwa melalui integrasi ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengajar, tetapi juga mampu memetakan masalah di lapangan untuk kemudian didiskusikan dalam forum ilmiah yang telah disiapkan pihak fakultas. Ismail Suardi Wekke secara lugas memberikan arahan mengenai arah kebijakan institusi dalam mendukung program ini.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah aktivitas mahasiswa di lokasi PPL merupakan wujud nyata dari penyatuan antara pendidikan, penelitian sederhana, dan pengabdian masyarakat,” tegas Ismail.

Beliau juga menambahkan bahwa pelaksanaan seminar di akhir kegiatan adalah cara lembaga untuk mendokumentasikan pengalaman lapangan menjadi karya intelektual. “Mahasiswa harus mampu mengonversi temuan lapangan menjadi laporan akademik yang berkualitas, sehingga seminar tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan panggung diseminasi hasil praktik,” tambahnya dengan penuh optimisme.

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya sinergi antarunit dalam menyukseskan agenda ini, terutama dalam hal kesiapan sumber daya. Beliau menyatakan bahwa pihak rektorat berkomitmen penuh dalam memberikan dukungan fasilitas dan perencanaan yang matang agar seminar akhir ini menjadi standar baru dalam pelaksanaan PPL.

“Seminar ini adalah bukti komitmen kami bahwa lulusan IAI Rawa Aopa tidak hanya mahir secara praktik, tetapi juga tangguh secara teoretis dan analitis dalam melihat dinamika di dunia pendidikan,” pungkasnya.

Integrasi dharma yang satu dengan dharma lainnya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi ini diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi sekolah-sekolah mitra. Pihak fakultas menilai, dengan adanya seminar akhir, hasil-hasil inovasi pembelajaran yang ditemukan mahasiswa selama PPL dapat diadopsi kembali oleh sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Konawe Selatan.

IMG-20260512-WA0017

Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Ucapkan Selamat atas Pelantikan Tujuh Pimpinan PTKN

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, melantik tujuh pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta, pada Senin (11/5/2026).

Dalam prosesi yang berlangsung khidmat tersebut, Menag menekankan pentingnya integritas dan kemandirian bagi setiap pimpinan institusi pendidikan di bawah naungan Kemenag.

Menag menegaskan bahwa seorang pimpinan perguruan tinggi merupakan representasi tertinggi institusi yang harus berani berdiri tegak di atas kepentingan apa pun. Ia meminta para pimpinan PTKN untuk memposisikan diri layaknya “Menteri Agama” di lingkungan kerjanya masing-masing, dengan memahami fungsi sebagai penanggung jawab totalitas institusi serta tidak membiarkan diri dikendalikan oleh kepentingan pihak luar.

Selain aspek kepemimpinan, Menag juga menyoroti pentingnya penguasaan aturan perundang-undangan dan tata kelola keuangan. Ia mewajibkan para pimpinan untuk mempelajari seluruh peraturan terkait guna menghindari pelanggaran yang disebabkan oleh ketidaktahuan prosedur. Menag menekankan bahwa tidak boleh ada alasan bagi pimpinan untuk tidak memahami regulasi yang berlaku.

Terkait peningkatan mutu akademik, Menag menginstruksikan para pimpinan yang baru dilantik untuk segera melakukan akselerasi peningkatan status institusi. Hal ini mencakup transformasi dari Sekolah Tinggi menjadi Institut, serta Institut menjadi Universitas. Ia juga mewanti-wanti agar kualitas akreditasi minimal dipertahankan dan terus ditingkatkan demi menjaga citra dan kualitas program tinggi di masa depan.

Dalam daftar pimpinan yang dilantik, Janawi resmi menjabat sebagai Rektor IAIN Abdurrahman Sidik Bangka Belitung, Lukman Arake sebagai Rektor IAIN Bone, dan Idi Warsah sebagai Rektor IAIN Curup. Sementara itu, jabatan Rektor IAIN Pare-pare kini diemban oleh Darmawati, Rektor IAKN Ambon oleh Elka Anakotta, Rektor IAKN Tarutung oleh Haposan Silalahi, dan Mara Samin Lubis resmi menjabat sebagai Ketua STAIN Mandailing Natal.

Sehubungan dengan pelantikan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, turut memberikan pernyataan dukungan. Beliau menyampaikan ucapan selamat bekerja kepada rekan-rekan sejawat yang baru saja mengambil sumpah jabatan. Ismail Suardi Wekke juga mendoakan agar para pimpinan tersebut senantiasa diberikan kesehatan dalam mengemban amanah besar demi kemajuan pendidikan keagamaan di Indonesia.

Prosesi pelantikan ini disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Suyitno, serta dihadiri oleh para Staf Khusus, Tenaga Ahli Menteri Agama, dan jajaran pejabat Eselon I Kementerian Agama. Di akhir arahannya, Menag mengingatkan agar pimpinan baru tidak goyah oleh tekanan dari pihak mana pun, termasuk urusan pribadi atau keluarga, yang dapat mencederai peraturan.

IMG_20260511_220426

Dukung Pembangunan Konawe Utara, IAI Rawa Aopa Luncurkan Kegiatan TERPADU di Kecamatan Asera

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Utara – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa sukses menyelenggarakan program Kegiatan TERPADU yang dipusatkan di Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, pada Minggu (10/5/2025). Program yang merupakan akronim dari “Tri Dharma Perguruan Tinggi Terintegrasi dan Berkelanjutan”.

Kegiatan ini dirancang untuk memadukan proses pembelajaran mahasiswa secara langsung dengan agenda penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu rangkaian ekosistem akademik yang utuh. Langkah inovatif ini diambil untuk memastikan bahwa setiap aktivitas akademik di kampus tidak berdiri sendiri, melainkan memiliki dampak nyata bagi pengembangan wilayah di Sulawesi Tenggara.

Dalam pelaksanaannya, civitas akademika IAI Rawa Aopa berinteraksi langsung dengan mitra untuk memetakan potensi daerah sekaligus memberikan solusi berbasis keilmuan terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat Asera. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari transformasi perguruan tinggi.

Ismail menyampaikan bahwa melalui TERPADU, kampus ingin memastikan bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di dalam ruang kelas, tetapi juga mampu diimplementasikan dalam bentuk riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa program ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai komitmen institusi dalam mengawal pembangunan daerah berbasis pengetahuan. Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menyatakan secara lugas mengenai visi besar di balik agenda tersebut.

“Kegiatan TERPADU ini adalah manifestasi dari tekad kami untuk meruntuhkan sekat antara teori akademik dan praktik di lapangan,” ujar Ismail di sela-sela kegiatan.

Beliau juga menambahkan bahwa Asera dipilih sebagai lokasi karena potensi strategisnya dalam pengembangan riset interdisipliner yang mampu memberikan kontribusi balik bagi kemajuan Konawe Utara.

“Kami ingin mahasiswa dan dosen tidak hanya datang sebagai tamu, tetapi sebagai mitra kolaboratif bagi masyarakat dalam menciptakan inovasi yang berkelanjutan,” tegasnya.

Ismail menjelaskan bahwa integrasi tri dharma ini juga berfungsi sebagai mekanisme penjaminan mutu kualitas lulusan perguruan tinggi. Melalui skema ini, para dosen diharapkan dapat menghasilkan publikasi ilmiah yang berangkat dari persoalan riil di tengah masyarakat, sementara mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Hal ini dipandang penting untuk membangun kesadaran sosial sekaligus profesionalisme sejak dini di lingkungan kampus.

Kegiatan yang berlangsung sepanjang hari ini ditutup dengan penyusunan draf rencana aksi kolaboratif antara pihak kampus dengan tokoh masyarakat setempat. Dengan adanya program TERPADU ini, IAI Rawa Aopa optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi dalam mendukung kemajuan daerah secara menyeluruh.

IMG-20260509-WA0031

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Jalin Kemitraan Strategis dengan Unmuh Barru

Kabar Panrita.com, Barru – Kerja sama antara Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan dan Universitas Muhammadiyah Barru (Unmuh Barru) terus diperkuat pascapelaksanaan Seminar Internasional I-CELEBES 2026 yang berlangsung di Aula KH Ahmad Dahlan, Barru, Minggu (3/5/2026).

Kegiatan yang turut melibatkan STIKES Bina Bangsa Majene dan Universitas Muhammadiyah Bone tersebut menjadi momentum penting dalam memperluas jejaring akademik internasional bersama mitra dari Jepang, termasuk akademisi Tohoku University, Prof. Dr. Peter John Wanner.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut implementasi nota kesepahaman (MoU) dan nota kesepakatan (MoA) yang sebelumnya telah dirintis antarlembaga pendidikan tinggi di kawasan Sulawesi.

Dalam seminar tersebut, Ismail Suardi Wekke yang bertindak sebagai moderator menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kampus untuk membuka akses pendidikan dan jejaring internasional yang lebih luas.

“Kita sedang membangun fondasi agar mahasiswa dan dosen di Barru, Bone, Majene, hingga Konawe Selatan memiliki akses yang setara terhadap jejaring intelektual di Jepang,” ujar Ismail saat kegiatan berlangsung.

Menurutnya, kehadiran mitra internasional menjadi peluang besar bagi perguruan tinggi di Sulawesi untuk meningkatkan kualitas riset, pengembangan kurikulum, dan mobilitas akademik mahasiswa maupun dosen.

“Keberlanjutan kerja sama ini adalah kunci bagi kita untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain aktif dalam diskursus keilmuan global di masa depan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, saat dikonfirmasi oleh awak media hari ini, Sabtu (9/5/2026), menegaskan bahwa hasil pertemuan tersebut akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret antarkampus.

“Kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata. Kami sedang menyiapkan sejumlah agenda lanjutan seperti kolaborasi riset, publikasi ilmiah bersama, pertukaran akademik, hingga penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa,” kata Ismail.

Ia juga menyebut konsorsium perguruan tinggi di Sulawesi yang terbangun melalui I-CELEBES 2026 menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi kampus daerah di tingkat internasional.

“Kampus-kampus di Sulawesi memiliki potensi besar. Dengan jejaring yang tepat dan kolaborasi berkelanjutan, kita optimistis mampu menghadirkan inovasi pendidikan yang kompetitif secara global tanpa meninggalkan kearifan lokal,” tambahnya.

Melalui sinergi tersebut, seluruh perguruan tinggi yang terlibat berkomitmen untuk segera menerjemahkan poin-poin kerja sama ke dalam program nyata yang berdampak langsung terhadap penguatan mutu pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia.

IMG-20260508-WA0051

Pimpinan dan Civitas Akademika IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Menyampaikan Duka Atas Wafatnya Haerul Saleh, Anggota BPK RI Asal Sulawesi Tenggara

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Kabar duka yang menyelimuti Sulawesi Tenggara atas wafatnya Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Haerul Saleh, memicu gelombang simpati dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari jajaran pimpinan dan segenap civitas akademika Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Pihak kampus secara resmi menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya tokoh nasional putra daerah terbaik asal Bumi Anoa tersebut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, mengungkapkan bahwa sosok Haerul Saleh merupakan figur yang memiliki dedikasi tinggi bagi bangsa, khususnya dalam pengawalan transparansi keuangan negara.

“Kami keluarga besar IAI Rawa Aopa turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Haerul Saleh. Sulawesi Tenggara kehilangan salah satu putra terbaiknya yang telah berkiprah di kancah nasional,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam keterangan resminya, Jumat (8/5/2026).

Ismail menambahkan bahwa rekam jejak almarhum, baik saat duduk di parlemen maupun sebagai anggota BPK RI, menjadi teladan bagi generasi muda di Sulawesi Tenggara, termasuk bagi para mahasiswa di IAI Rawa Aopa.

Segenap Civitas Akademika mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Keluarga yang ditinggalkan diharapkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi masa sulit ini.

Dedikasi Almarhum diharapkan terus menginspirasi pembangunan di Sulawesi Tenggara dan Indonesia pada umumnya.
Kepergian Haerul Saleh meninggalkan duka yang mendalam tidak hanya bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi institusi pendidikan yang melihat beliau sebagai sosok yang gigih dalam menjalankan amanah negara. Selamat jalan, Bapak Haerul Saleh.