Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Center for Information and Development Studies Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (CIDES ICMI) melakukan audiensi sebagai kesempatan silaturahmi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di Kantor Kementerian, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Pertemuan ini secara khusus membahas agenda transformasi kurikulum masa depan melalui penguatan literasi komprehensif menggunakan model pembelajaran berbasis STEMPreneur.
Dalam pertemuan formal tersebut, CIDES ICMI menawarkan sebuah formula alternatif inovatif yang memadukan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dengan penguatan karakter kewirausahaan (entrepreneurship). Formula terpadu ini dinilai krusial untuk mendongkrak capaian literasi sains, matematika, membaca, serta literasi finansial para siswa di jenjang pendidikan dasar dan menengah secara simultan.
Direktur CIDES ICMI, Prof. Dr. Andi Faisal Bakti, menegaskan bahwa tantangan global hari ini menuntut lompatan besar dalam metode pengajaran di lembaga pendidikan. Indonesia tidak bisa lagi sekadar mengandalkan model hafalan teks yang kaku di dalam kelas.
“Model STEMPreneur yang kami formulasikan ini dirancang agar siswa tidak sekadar menghafal rumus, melainkan mampu menerapkan ilmu sains dan matematika untuk memecahkan persoalan nyata yang bernilai ekonomi,” ujar Prof. Andi Faisal Bakti di Kantor Kementerian, Senayan, Kamis (4/6/2026).
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa integrasi literasi finansial sejak dini yang dikemas dalam konsep kewirausahaan akan menjadi pilar penguat utama bagi kemampuan literasi lainnya, seperti membaca dan numerasi. Menurutnya, ketika siswa dihadapkan pada proyek berbasis masalah, seluruh instrumen literasi dasar tersebut akan terasah secara bersamaan.
Prof. Andi juga menambahkan bahwa model pembelajaran ini diharapkan mampu melahirkan generasi baru yang memiliki daya nalar kritis tinggi sekaligus adaptif terhadap perkembangan ekosistem ekonomi digital.
“Kami ingin memastikan anak didik kita di jenjang dasar dan menengah memiliki ketahanan literasi yang kokoh demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya menutup pernyataan resmi di depan awak media.
Pertemuan silaturahmi ini juga menjadi momentum penguatan kerja sama riset dan penyediaan bahan ajar berstandar internasional. Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa turut ambil bagian sebagai bagian dari mitra CIDES ICMI. Keterlibatan kampus asal Sulawesi Tenggara ini membawa misi penguatan literasi melalui pendidikan akademik melalui fakultas tarbiyah untuk calon guru.
Pihak kementerian menyambut baik kehadiran lintas institusi tersebut, mengingat IAI Rawa Aopa telah memiliki rekam jejak dan pengalaman nyata yang solid dalam tata kelola pendidikan tinggi. Pengalaman internasional ini diharapkan dapat direplikasi dalam penyusunan modul, buku ajar, serta panduan kurikulum STEMPreneur yang berstandar global namun tetap berpijak pada kearifan budaya di Indonesia.
Selain fokus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, pertemuan ini mempercakapkan konsep di tingkat pendidikan tinggi. CIDES ICMI dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan telah mengadakan kemitraan dalam pelaksanaan implementasi model STEMPreneur secara nyata di dalam kampus, khususnya bagi mahasiswa di Jurusan Tarbiyah.
Langkah ini diambil guna menyiapkan calon-calon pendidik masa depan yang tidak hanya menguasai teori pedagogi Islam, melainkan juga memiliki keterampilan STEM terapan dan berjiwa wirausaha. Melalui integrasi kurikulum ini, mahasiswa Tarbiyah IAI Rawa Aopa diproyeksikan menjadi agen perubahan (agent of change) yang siap menerapkan metode pengajaran literasi mutakhir saat terjun langsung mengajar di sekolah-sekolah masyarakat.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., memberikan apresiasi terhadap gagasan komprehensif ini. Rekomendasi konsep dari CIDES ICMI, dukungan literatur berstandar global, serta kesiapan implementasi model di Jurusan Tarbiyah IAI Rawa Aopa akan dikaji lebih lanjut sebagai materi pengayaan program penguatan literasi nasional yang sedang digalakkan pemerintah.
Kemitraan strategis antara CIDES ICMI dan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa merupakan bagian dari ikhtiar perguruan tinggi keagamaan dalam menyongsong transformasi pendidikan nasional. Melalui Fakultas Tarbiyah, institusi berkomitmen penuh untuk mereformasi kurikulum demi mencetak calon-calon guru masa depan yang adaptif.
Para pendidik ini dirancang agar tidak hanya kokoh dalam penguasaan pedagogi Islam, tetapi juga memiliki keahlian terapan dalam pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) serta berjiwa kewirausahaan. Implementasi model pembelajaran STEMPreneur di lingkungan kampus akan menjadi pilar utama dalam mendukung program akselerasi literasi nasional yang digalakkan pemerintah.
Dengan pengalaman tata kelola akademik yang solid, pihak kampus siap berkontribusi dalam merumuskan bahan ajar dan modul berstandar internasional yang tetap relevan dengan kearifan lokal. Calon guru lulusan Tarbiyah IAI Rawa Aopa diproyeksikan menjadi agen perubahan yang mampu membimbing siswa jenjang dasar dan menengah agar memiliki daya nalar kritis serta ketahanan literasi yang kokoh.
