Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus bergerak aktif dalam memperluas jejaring dan menjaring calon mahasiswa baru. Momentum strategis ini dimanfaatkan jajaran rektorat saat menghadiri acara penamatan santri di Pondok Pesantren Hajjah Haniah, Maros. Kehadiran ini sekaligus menjadi ajang sosialisasi intensif mengenai berbagai program studi unggulan yang ditawarkan oleh kampus terkemuka di Sulawesi Tenggara tersebut, Rabu, (17/6/2026).
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh ratusan santri, wali murid, serta tokoh masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, delegasi IAI Rawa Aopa memaparkan secara komprehensif mengenai visi akademik, fasilitas penunjang kuliah, hingga prospek karier lulusan kepada para santri yang bersiap melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., yang hadir langsung dalam acara tersebut menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan pesantren dan perguruan tinggi Islam. Menurutnya, alumni pesantren memiliki fondasi karakter yang sangat kuat untuk melanjutkan studi di IAI Rawa Aopa.
“Kami melihat potensi dari para santri di Pesantren Hajjah Haniah ini. IAI Rawa Aopa hadir bukan sekadar menawarkan program studi, tetapi menyediakan ekosistem akademik yang siap menempa mereka menjadi sarjana yang unggul dan berdaya saing global,” ujar Ismail saat memberikan sambutan di hadapan para wisudawan.
Ismail juga menjelaskan bahwa institusinya saat ini tengah fokus mengembangkan tata kelola kampus yang modern untuk mendukung kenyamanan belajar mahasiswa. Ia menambahkan bahwa transformasi digital dan penguatan kurikulum berbasis kebutuhan zaman menjadi prioritas utama pihak rektorat guna memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang relevan di dunia kerja.
Lebih lanjut, pihak rektorat berkomitmen penuh untuk memberikan akses pendidikan yang inklusif dan merata, termasuk menyediakan berbagai skema beasiswa bagi santri berprestasi yang memiliki keterbatasan finansial. Langkah ini diambil agar tidak ada anak bangsa yang kehilangan kesempatan mengecap pendidikan tinggi berkualitas.
“Jangan ragu untuk melangkah ke jenjang perguruan tinggi. Kami di IAI Rawa Aopa telah menyiapkan jalur-jalur beasiswa khusus bagi para kader pesantren yang berkomitmen tinggi untuk belajar dan mengabdi pada masyarakat,” tegas Ismail.
Kehadiran IAI Rawa Aopa di Sulawesi Selatan ini juga menandai komitmen kampus untuk menjangkau calon mahasiswa di luar wilayah Sulawesi Tenggara, sekaligus mempererat hubungan emosional dan akademis dengan jaringan pondok pesantren di berbagai daerah. Melalui sosialisasi tatap muka ini, para santri diharapkan mendapat gambaran utuh mengenai masa depan akademik yang mapan.
Ismail optimistis bahwa kolaborasi lintas wilayah ini akan membawa dampak positif jangka panjang bagi kedua belah pihak. Di akhir pernyataannya, ia menyampaikan harapan besar agar para lulusan Pesantren Hajjah Haniah dapat menjadi bagian dari civitas akademika IAI Rawa Aopa pada tahun akademik baru ini.
“Sinergi antara Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan melalui jalur pendidikan ini adalah langkah nyata kita dalam membangun peradaban umat. Kami tunggu kiprah dan kontribusi terbaik kalian di kampus IAI Rawa Aopa Konawe Selatan,” pungkasnya.
