Screenshot_2026_0516_153026

Perkuat Sinergi Akademik, 42 Perguruan Tinggi Hadiri Workshop Tri Dharma dan Penandatanganan MoU di Jakarta

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Sebanyak 42 perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Indonesia berkumpul di Jakarta untuk menghadiri pembukaan Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berlangsung selama dua hari. Kegiatan ini tidak hanya menyajikan diskusi teoretis, tetapi juga menghadirkan aksi nyata melalui rangkaian lokakarya intensif serta penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Agreement/MoA) antar-institusi, Sabtu (16/5/2026).

Agenda hari pertama dibuka dengan sesi panel talk show yang menghadirkan para pakar pendidikan nasional untuk membedah tantangan kontemporer pendidikan tinggi. Setelah sesi diskusi panel selesai, kegiatan langsung bergeser pada pelaksanaan workshop tematis yang berfokus pada peningkatan mutu penelitian dan pengabdian masyarakat. Di sela-sela workshop tersebut, para pimpinan perguruan tinggi juga memanfaatkan momentum untuk meresmikan kemitraan strategis melalui penandatanganan dokumen MoU dan MoA guna memastikan keberlanjutan program kolaboratif ke depan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang hadir langsung dalam acara tersebut memberikan apresiasi besar terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Beliau menyatakan bahwa pertemuan berskala besar seperti ini menjadi momentum krusial bagi kampus-kampus di daerah untuk meningkatkan kualitas tata kelola institusinya.

“Kegiatan ini merupakan langkah konkret bagi kita semua untuk saling bergandengan tangan dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia, terutama dalam mengimplementasikan poin-poin Tri Dharma secara konsisten,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela acara.

Lebih lanjut, Ismail juga menekankan pentingnya komitmen pasca-penandatanganan kerja sama agar kesepakatan yang dibuat tidak berakhir di atas kertas semata. Menurutnya, penandatanganan MoU dan MoA ini harus segera ditindaklanjuti dengan program kerja yang nyata dan terukur di kampus masing-masing.

“Kami berharap kolaborasi yang diinisiasi hari ini tidak berhenti sampai di atas kertas saja, melainkan harus segera diwujudkan dalam bentuk program kerja nyata yang berdampak langsung pada mahasiswa dan masyarakat,” tegas Ismail.

Ismail kemudian menambahkan bahwa tantangan dunia akademik di masa depan akan semakin kompleks, sehingga sinergi antar-kampus menjadi sebuah keharusan. Beliau meyakini bahwa dengan adanya kerja sama yang solid antar-42 perguruan tinggi ini, akselerasi inovasi dan riset bersama akan lebih mudah tercapai.

“Di tengah era disrupsi seperti sekarang, ego sektoral antar-kampus harus dibuang jauh-jauhan karena hanya melalui kerja sama yang solid kita bisa melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman,” tambahnya.

Di sisi lain, dalam pernyataan tidak langsungnya, Ismail menyampaikan pandangan bahwa kehadiran puluhan perguruan tinggi dalam workshop dua hari ini menunjukkan adanya semangat yang sama untuk memajukan dunia pendidikan nasional secara merata. Beliau juga menggarisbawahi bahwa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sendiri berkomitmen penuh untuk mengintegrasikan hasil workshop ini ke dalam sistem perencanaan dan keuangan kampus agar implementasinya berjalan optimal.

Selain itu, Ismail mengingatkan bahwa keberhasilan dari dokumen kerja sama yang telah disepakati bersama hari ini akan sangat bergantung pada konsistensi serta komunikasi aktif yang dibangun oleh seluruh program studi yang terlibat ke depannya. Pelaksanaan workshop pada hari kedua esok direncanakan akan langsung berfokus pada penyusunan rencana aksi dari MoA yang telah ditandatangani, serta perumusan rekomendasi kebijakan akademik yang akan dibawa ke tingkat kementerian.