IMG_20260408_075005

Langkah Strategis IAI Rawa Aopa Perkuat Transformasi Akademik Melalui Kolaborasi dengan BINUS University

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Bina Nusantara (BINUS) University secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI). Prosesi yang menandai awal kerja sama lintas institusi ini dilaksanakan di Kampus Anggrek, BINUS University, Jakarta, dengan dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua perguruan tinggi guna membahas penguatan riset dan pengembangan teknologi, Selasa (7/4/2026).

Hadir mewakili BINUS University, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Transfer Teknologi, Prof. Dr. Juneman Abraham, menyambut baik inisiatif kolaborasi ini sebagai langkah nyata dalam memperluas jejaring transfer teknologi di tingkat nasional. Di sisi lain, IAI Rawa Aopa diwakili secara langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. Pertemuan ini juga menjadi ruang diskusi intensif mengenai peluang implementasi program-program inovatif yang dapat memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak dan masyarakat luas.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya kolaborasi ini bagi perkembangan institusi di daerah. “Kerja sama dengan BINUS University merupakan langkah transformatif bagi IAI Rawa Aopa untuk mengakselerasi standar akademik dan tata kelola perguruan tinggi kami ke level yang lebih kompetitif,” tegas Ismail saat memberikan sambutan.

Beliau juga menambahkan bahwa komitmen ini diharapkan dapat membuka pintu bagi para dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam proyek penelitian bersama dengan isu interdisipliner.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap poin dalam LoI ini diterjemahkan ke dalam aksi nyata, khususnya dalam hal peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Konawe Selatan,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke memberikan penjelasan mendalam mengenai visi jangka panjang dari kesepakatan ini secara tidak langsung. Beliau memaparkan bahwa integrasi antara keilmuan agama dan teknologi merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era digital saat ini.

Menurutnya, IAI Rawa Aopa memandang BINUS University sebagai mitra ideal dalam mendalami mekanisme transfer teknologi yang efektif agar dapat diadaptasi di lingkungan kampus mereka. Selain itu, beliau meyakini bahwa sinergi ini akan memperkuat posisi IAI Rawa Aopa dalam menjalankan fungsi pengabdian masyarakat yang berbasis pada data dan inovasi terkini.

Pertemuan yang berlangsung hangat di Kampus Anggrek ini diakhiri dengan pertukaran cinderamata dan komitmen untuk segera menyusun nota kesepakatan yang lebih teknis. Penandatanganan LoI ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam hubungan antara universitas swasta terkemuka di Jakarta dengan institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara, guna menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan progresif di masa depan.

IMG-20260402-WA0029

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Tegaskan Keperluan Jejaring Internasional dalam ASHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Semangat integrasi akademik di kawasan Asia Tenggara kembali diperkuat melalui perhelatan “Indonesia-Malaysia Week of Academic Friendship”. Agenda besar ini menjadi panggung bagi para akademisi dan mahasiswa melalui dua kegiatan utama, yakni ASEAN Symposium on Higher Education (ASHE) 2026 dan ASEAN Student Leadership Forum.

Penyelenggaraan tahun ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) dengan Pusat Strategi PERMATA Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), serta mendapat dukungan diantaranya dari Bina Nusantara University (Jakarta).

“Terima kasih kepada semua mitra yang sudah mendukung, diantaranya Universiti Kebangsaan Malaysia dan Bina Nusantara University (Jakarta),” kata Ismail Suardi Wekke, usai pertemuan daring dengan pihak UKM, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk mempertahankan jejaring intelektual yang lebih solid di antara negara-negara serumpun, sekaligus menjadi wadah pertukaran gagasan dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi global. Keterlibatan institusi dari berbagai wilayah, termasuk partisipasi aktif dari perwakilan perguruan tinggi di daerah, menunjukkan bahwa semangat persahabatan akademik ini telah merambah luas melampaui batas administratif dan geografis.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, yang hadir dalam rangkaian acara tersebut memberikan pandangannya mengenai nilai strategis kolaborasi ini. Ismail menyatakan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi di ASEAN bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia secara global.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi institusi pendidikan di Indonesia untuk belajar sekaligus berbagi praktik terbaik dalam tata kelola akademik. Ia juga menekankan bahwa melalui forum kepemimpinan mahasiswa, generasi muda dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan yang memiliki wawasan regional yang inklusif dan progresif.

Lebih lanjut, dalam wawancara di sela-sela pertemuan daring, Ismail menyampaikan aspirasinya secara lugas bagi pengembangan pendidikan tinggi di tanah air. “Kegiatan persahabatan akademik ini adalah jembatan emas bagi kampus-kampus di pelosok Indonesia untuk meraih standar internasional melalui kemitraan strategis dengan Malaysia,” tegas Ismail.

Ia juga menambahkan mengenai pentingnya mobilitas intelektual bagi dosen dan mahasiswa demi memperkaya perspektif keilmuan. “Kami sangat mengapresiasi dukungan Bina Nusantara University dan peran SEAAM yang konsisten membuka ruang bagi penguatan kapasitas kepemimpinan di tingkat ASEAN,” lanjutnya.

Menutup pernyataannya, Ismail memberikan penekanan pada dampak jangka panjang dari pertemuan ini. “Ini bukan sekadar acara seremoni, melainkan investasi peradaban untuk memastikan Asia Tenggara menjadi pusat keunggulan akademik dunia,” pungkasnya.

ASHE 2026 adalah salah satu rangkaian Indonesia-Malaysia Week dan forum kepemimpinan tersebut, diharapkan akan lahir rekomendasi-rekomendasi kebijakan pendidikan yang aplikatif. Kerjasama antara SEAAM dan PERMATA UKM ini diproyeksikan akan terus berlanjut menjadi program rutin yang mampu mengakomodasi pertumbuhan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih dinamis di kawasan ASEAN.

Strategi IAI Rawa Aopa Tingkatkan Mutu Kampus Lewat Kemitraan dengan PT Sarajevo

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring global melalui rencana ekspansi kerja sama ke wilayah Eropa Tenggara. Institusi yang berbasis di Konawe Selatan ini kini tengah menjajaki kolaborasi strategis dengan sejumlah perguruan tinggi di Sarajevo, Bosnia-Herzegovina, sebagai langkah nyata dalam meningkatkan mutu akademik dan daya saing lulusan di level internasional.

“Kita sementara berdikusi intensif dengan perguruan tinggi di Sarajevo, Bosnia – Herzegovina, untuk melaksanakan kemitraan perguruan tinggi,” paparan awal Ismail Suardi Wekke sekaitan dengan aspek pengembangan program studi ekonomi syariah, di Andoolo, Rabu (1/4/2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari desain besar pengembangan kampus. Ia menyatakan bahwa Sarajevo dipilih karena memiliki akar sejarah dan tradisi akademik yang kuat, terutama dalam studi keislaman dan kemanusiaan yang relevan dengan visi IAI Rawa Aopa. Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak diharapkan dapat saling bertukar perspektif dalam pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perubahan global.

“Kami memandang Sarajevo sebagai mitra strategis yang memiliki kemiripan nilai kultural sekaligus keunggulan akademik di wilayah Balkan untuk memperkuat posisi institusi kami,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan mengenai rencana tersebut.

Beliau juga menambahkan bahwa kolaborasi ini akan mencakup berbagai aspek fundamental pendidikan tinggi.

“Langkah ini adalah upaya konkret kami untuk memastikan bahwa dosen dan mahasiswa IAI Rawa Aopa memiliki wawasan global yang inklusif dan kompetitif,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya implementasi yang berkelanjutan. “Kami berkomitmen agar rencana ini segera dituangkan dalam dokumen kerja sama resmi sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh civitas akademika dalam waktu dekat,” tegas Ismail.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan secara mendalam mengenai teknis dan arah kebijakan yang akan diambil. Beliau menyampaikan bahwa penjajakan ini bertujuan untuk membuka peluang pertukaran dosen dan mahasiswa, yang nantinya akan memberikan pengalaman belajar di lingkungan internasional bagi seluruh komponen kampus.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa kolaborasi riset antarnegara menjadi salah satu poin utama dalam draf kerja sama tersebut guna meningkatkan jumlah publikasi ilmiah IAI Rawa Aopa di jurnal bereputasi internasional. Terakhir, beliau menguraikan bahwa rencana ini merupakan bagian dari akselerasi transformasi IAI Rawa Aopa menuju universitas yang memiliki rekognisi internasional, sejalan dengan rencana strategis pengembangan kepegawaian dan infrastruktur akademik.

Rencana kolaborasi ini disambut positif oleh berbagai pihak di lingkungan kampus. Dengan terjalinnya kemitraan dengan perguruan tinggi di Bosnia-Herzegovina, IAI Rawa Aopa optimis dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih dinamis. Kerja sama lintas benua ini diharapkan mampu melahirkan inovasi-inovasi baru dalam metode pembelajaran serta mempererat hubungan diplomatik melalui jalur pendidikan antara Indonesia dan Bosnia-Herzegovina.

IMG-20260401-WA0028

Sinergi Kampus dan Rakyat: Pasar Potoro Jadi Pusat Riset Mahasiswa Ekonomi Syariah IAI Rawa Aopa

Kabar Panrita.com, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melakukan terobosan signifikan dalam menyambut tahun akademik baru. Program Studi Ekonomi Syariah kini secara resmi mengintegrasikan Pasar Rakyat Potoro sebagai laboratorium pembelajaran lapangan bagi para mahasiswa.

Langkah strategis ini diambil untuk memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya menguasai teori di dalam kelas, tetapi juga memahami dinamika transaksi ekonomi riil yang bernafaskan nilai-nilai islami di tengah masyarakat.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kesiapan menyambut mahasiswa baru tahun ini ditandai dengan penguatan fasilitas praktik yang aplikatif.

Menurutnya, keberadaan Pasar Rakyat Potoro akan menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk melihat langsung bagaimana etika bisnis syariah diimplementasikan dalam skala ekonomi kerakyatan.

“Pasar Rakyat Potoro menjadi laboratorium terpadu,” ungkap Ismail Suardi Wekke di Potoro, usai meninjau akselerasi pasar, Rabu (1/4/2026).

Ia menyatakan bahwa kampus berkomitmen penuh untuk menghadirkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman, di mana pasar tradisional menjadi pusat riset dan pengembangan kemitraan strategis. Dalam sebuah kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus mengenai peran laboratorium hidup ini.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa Ekonomi Syariah memiliki kepekaan terhadap denyut nadi ekonomi masyarakat melalui kehadiran laboratorium di Pasar Rakyat Potoro ini,” ujar Ismail.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara akademisi dan pedagang pasar akan menciptakan ekosistem pendidikan yang saling menguntungkan.

“Laboratorium ini bukan sekadar tempat observasi, melainkan ruang pengabdian di mana mahasiswa memberikan edukasi terkait tata kelola keuangan syariah kepada para pedagang,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya inovasi dalam pembelajaran tinggi. “Kesiapan kami menerima mahasiswa baru adalah janji kualitas, di mana teori di bangku kuliah akan langsung diuji dengan realitas pasar yang dinamis,” pungkas Ismail.

Secara teknis, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa kurikulum Prodi Ekonomi Syariah telah dirancang sedemikian rupa agar jadwal perkuliahan terintegrasi dengan aktivitas di pasar tersebut.

Beliau menyampaikan pula bahwa pihak rektorat telah menjalin koordinasi dengan pengelola pasar guna menjamin kenyamanan dan keamanan mahasiswa selama melakukan praktik lapangan.

Selain itu, Ismail memaparkan bahwa melalui laboratorium ini, IAI Rawa Aopa bercita-cita mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mahir dalam melakukan pendampingan ekonomi syariah di tingkat akar rumput.

Dengan adanya fasilitas laboratorium di Pasar Rakyat Potoro, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan optimis dapat menarik minat calon mahasiswa yang menginginkan pengalaman belajar yang nyata dan berdampak luas.

Penggabungan antara tradisi pasar rakyat dan prinsip ekonomi modern berbasis syariah ini diharapkan mampu melahirkan inovator-inovator ekonomi baru dari Sulawesi Tenggara.

IMG-20260401-WA0007

Tali Silaturahmi, Pimpinan IAI Rawa Aopa Berkunjung ke Wakil Bupati Konsel di Momentum Syawal

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Memanfaatkan momentum hangat Bulan Syawal 1447 H, jajaran pengurus Yayasan bersama pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Wakil Bupati Konawe Selatan, H. Wahyu Ade Pratama Imran, S.H. Pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus memperkuat kolaborasi strategis antara institusi pendidikan tinggi dengan pemerintah daerah demi kemajuan sumber daya manusia di Bumi Syekh Yusuf, Senin (30/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dewan Pembina Yayasan dan Pendiri, Al Asri, M.Si., bersama dengan Pimpinan IAI Rawa Aopa, Wakil Rektor, Ismail Suardi Wekke. “Kita silaturahmi, sekaligus menyampaikan terima kasih atas dukungannya selama ini,” papar Ismail.

Wakil Bupati Konawe Selatan, H. Wahyu Ade Pratama Imran, menyambut hangat kehadiran rombongan akademisi tersebut. Dalam dialog yang mengalir santai, Wahyu menekankan pentingnya peran perguruan tinggi lokal dalam memberikan kontribusi pemikiran dan mencetak kader-kader daerah yang religius serta kompeten secara intelektual. Kehadiran IAI Rawa Aopa dipandang sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong indeks pembangunan manusia di wilayah tersebut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya institusi untuk menyelaraskan visi pengembangan kampus dengan arah pembangunan daerah. Ismail menegaskan bahwa momen Syawal merupakan waktu yang tepat untuk membuka lembaran baru kerja sama yang lebih erat dan produktif.

“Kami datang membawa semangat Idulfitri untuk memperbarui komitmen dalam memajukan pendidikan di Konawe Selatan melalui koordinasi yang lebih intensif dengan pemerintah kabupaten,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan di sela-sela pertemuan.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa pihak kampus memiliki harapan besar agar kolaborasi ini mampu menyentuh aspek-aspek mendasar bagi kesejahteraan masyarakat. Ia menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjadi motor penggerak transformasi sosial dan keagamaan di bawah bimbingan dan arahan pemerintah daerah agar setiap program pendidikan yang dijalankan selaras dengan kebutuhan masyarakat lokal.

Ismail juga memberikan pandangannya mengenai integrasi akademik dan birokrasi dalam memajukan daerah. Menurutnya, IAI Rawa Aopa ingin memastikan bahwa lulusan mereka nantinya bukan sekadar pencari kerja, melainkan sosok yang mampu menjawab tantangan riil di Konawe Selatan dengan dukungan kebijakan dari pimpinan daerah seperti Wakil Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail turut menjelaskan bahwa institusinya kini tengah memfokuskan diri pada penguatan struktur organisasi dan peningkatan kualitas layanan akademik guna menunjang target besar kampus. Ia menyebutkan bahwa proses penguatan internal ini membutuhkan dukungan moral dan administratif dari pemerintah daerah agar IAI Rawa Aopa dapat terus berkembang sebagai ikon pendidikan Islam di wilayah tersebut.

Ismail pun menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya harmoni antara ulama dan umara yang tercermin dalam silaturahmi ini. Ia menekankan bahwa sinergi antara dunia kampus dan pemerintah kabupaten adalah kunci utama dalam menciptakan stabilitas sosial serta mengakselerasi program pembangunan yang berkelanjutan di segala bidang.

“Silaturahmi ini adalah langkah mempertahankan program kolaboratif yang sudah dan akan tetap kita laksanakan ke depan. Terima kasih, kepada Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan yang telah menganggarkan bantuan UKT bagi mahasiswa. Ini merupakan langkah stategis demi masa depan generasi muda Konawe Selatan yang lebih gemilang,” pungkas Ismail.

IMG-20260401-WA0006

Berkunjung ke Bupati Konsel, IAI Rawa Aopa Bahas Keberlanjutan Dukungan Pendidikan Tinggi

Rawaaopakonsel.ac.id, Selatan, Konawe Selatan – Jajaran pengurus yayasan dan pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa melakukan kunjungan silaturahmi kepada Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, di Rumah Jabatan Bupati, Andoolo, Senin (30/32026).

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah, sekaligus menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan terhadap sektor pendidikan tinggi di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dalam suasana bulan Syawal tersebut, pimpinan IAI Rawa Aopa secara khusus menyoroti peran strategis pemerintah daerah dalam membantu meringankan beban mahasiswa melalui kebijakan dukungan Uang Kuliah Tunggal (UKT).  Turut hadir bersama pimpinan IAI Rawa Aopa, Dewan Pembina Yayasan yang juga Pendiri, Al Asri, M.Si.

Kerja sama ini dinilai menjadi angin segar bagi keberlangsungan studi putra-putri daerah di Konawe Selatan. “Kita sampaikan terima kasih, atas dukungan pembiayaan UKT bagi mahasiswa,” papar Al Asri usai pertemuan tersebiut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk nyata dari koordinasi institusi dengan pemangku kepentingan daerah. Ia menyampaikan bahwa dukungan Pemkab Konawe Selatan sangat berarti bagi penguatan kapasitas akademik kampus.

“Kami hadir untuk menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati atas komitmen nyata dalam menyokong pendidikan melalui kebijakan UKT ini,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan di sela-sela kunjungan tersebut.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa bantuan yang dialokasikan oleh pemerintah daerah selain sola angka, juga merupakan investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia di Konawe Selatan. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi antara IAI Rawa Aopa dan Pemerintah Kabupaten adalah langkah strategis dalam mewujudkan visi daerah yang cerdas dan kompetitif.

Ismail Suardi Wekke juga menekankan pentingnya keberlanjutan program ini. “Dukungan pemerintah daerah terhadap biaya kuliah mahasiswa menjadi motor penggerak bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di IAI Rawa Aopa,” tegasnya.

Selain menyampaikan apresiasi, pihak kampus juga memaparkan rencana pengembangan institusi ke depan yang memerlukan sinkronisasi dengan program-program pembangunan daerah. Ismail menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus mencetak lulusan yang mampu berkontribusi langsung pada pembangunan di Konawe Selatan.

“Sinergi ini membuktikan bahwa pemerintah daerah memiliki visi yang sangat tajam dalam melihat pendidikan sebagai kunci utama kemajuan masyarakat,” imbuh Ismail menutup pernyataannya.

Melalui pertemuan ini, diharapkan hubungan antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah semakin solid, sehingga akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Konawe Selatan tetap terjamin dan berkualitas.

IMG-20260331-WA0044

IAI Rawa Aopa Dorong Mobilitas Mahasiswa Melalui Program KKN Internasional Terintegrasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Kolaka Timur – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses menyelenggarakan serangkaian kegiatan akademik dan sosial di wilayah Kabupaten Kolaka Timur pada Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini mencakup pengabdian masyarakat di TK Tobaru serta Workshop Peningkatan Kualitas Penulisan Skripsi yang menitikberatkan pada integritas karya ilmiah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pembina Yayasan Penyelenggara IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Al Asri, M.Si., menyatakan komitmen penuh yayasan dalam mendukung pengembangan pendidikan di daerah.

“Kami memastikan bahwa yayasan akan terus mengawal setiap program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik melalui pengabdian langsung di lapangan maupun penguatan kapasitas akademik mahasiswa,” ujar Al Asri.

Secara tidak langsung, ia juga menekankan bahwa keberadaan yayasan bertujuan untuk menjadi pilar pendukung bagi kampus dalam mencetak lulusan yang kompetitif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Workshop yang digelar juga fokus pada sosialisasi pencegahan plagiarisme melalui penggunaan perangkat Turnitin. Hal ini dilakukan sebagai langkah nyata menjaga kualitas karya tulis ilmiah mahasiswa, terutama bagi mereka yang tengah menyusun skripsi. Selain itu, kegiatan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur dalam mengimplementasikan Wajib Belajar 13 Tahun.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Ismail Suardi Wekke, turut memberikan pandangan strategisnya mengenai arah pengembangan institusi. Dalam pernyataan pertamanya, Ismail menekankan pentingnya pengalaman global bagi mahasiswa.

“Bagi mahasiswa yang memasuki semester 7, kami menyediakan pilihan strategis melalui skema PPL dan KKN Internasional yang nantinya akan terintegrasi dengan program student mobility,” kata Ismail.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya penguatan karakter intelektual di lingkungan kampus. “Budaya akademik dan pemahaman mendalam mengenai proses perkuliahan adalah fondasi utama agar mahasiswa tidak hanya sekadar lulus, tetapi juga memiliki integritas keilmuan yang kuat,” tegasnya.

Terkait keberlanjutan pendidikan bagi lulusan, Ismail menambahkan dalam pernyataan ketiganya bahwa institusi sangat peduli pada masa depan alumni.

“Kami memfasilitasi para alumni untuk melanjutkan studi ke jenjang Pascasarjana, khususnya pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) di STAI Al Furqan, sebagai bagian dari pengembangan karier akademik mereka,” ungkapnya.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa seluruh rangkaian program ini merupakan upaya sistematis kampus dalam menyelaraskan kurikulum dengan tantangan global, sembari tetap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah di Sulawesi Tenggara.

Kegiatan yang berlangsung di Rate-Rate ini dihadiri oleh jajaran civitas akademika, mahasiswa semester akhir, serta tokoh masyarakat setempat, yang menyambut baik inisiatif IAI Rawa Aopa dalam memajukan sektor pendidikan di Kolaka Timur.

IMG-20260331-WA0040

Pimpinan IAI Rawa Aopa Tekankan Pentingnya Deteksi Mandiri Karya Ilmiah Mahasiswa

Rawaaopakonsel.ac.id, Kolaka – Integritas penelitian menjadi sorotan utama dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat dan Workshop Integritas Penelitian yang diselenggarakan hari ini. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai pencegahan plagiarisme dalam penulisan skripsi bagi para mahasiswa guna memastikan kualitas karya ilmiah yang dihasilkan berlangsung di Kolaka, Selasa (31/3 //2026).

Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, M.Si., dalam arahannya menekankan bahwa kejujuran akademik adalah fondasi utama seorang sarjana. Beliau melontarkan pertanyaan retoris mengenai kemungkinan lahirnya inovasi jika fondasi pemikirannya hanya sekadar menyalin karya orang lain. Al Asri menambahkan bahwa workshop ini merupakan bentuk tanggung jawab moral lembaga dalam menjaga mutu lulusan agar memiliki daya saing yang sehat secara intelektual.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Ismail Suardi Wekke, menjelaskan bahwa pihak kampus telah menyiapkan infrastruktur teknologi untuk mendukung kebijakan tersebut. Ia mempertanyakan sejauh mana kesiapan mahasiswa dalam memanfaatkan sistem Turnitin secara mandiri sebelum naskah mereka diuji.

Ismail menegaskan bahwa penggunaan teknologi ini bukan bertujuan untuk mempersulit proses kelulusan, melainkan untuk memudahkan deteksi kemiripan naskah secara transparan dan akurat.

Terkait teknis pelaksanaan, pihak kampus kini mewajibkan setiap skripsi untuk melalui tahap verifikasi Turnitin guna memastikan tingkat orisinalitas naskah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Melalui sistem ini, kemiripan teks dapat dipetakan secara detail sehingga potensi plagiarisme dapat dihindari sedini mungkin sebelum mahasiswa menyelesaikan studinya.

Sebagai langkah akhir dari siklus akademik, naskah yang telah terverifikasi kemudian akan diproses melalui digitalisasi dalam sistem repository kampus. Seluruh karya ilmiah tersebut akan diunggah ke database digital sebagai bagian dari penguatan pendataan alumni. Langkah ini tidak hanya berfungsi sebagai pengarsipan, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi pengetahuan nyata bagi publik serta rekam jejak akademik yang dapat dipertanggungjawabkan di masa depan.

IMG-20260403-WA0004

Pimpinan IAI Rawa Aopa Tekankan Pentingnya Desain Pembelajaran Bahasa dalam Partisipasi Simposium di Marok

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Simposium ALIF yang berlangsung pada 27-28 Maret 2026 di Maroko resmi dibuka dengan malam jejaring yang hangat dan alunan musik tradisional yang meriah. Memasuki hari kedua, suasana akademik semakin kental saat para peserta menyimak aspirasi mahasiswa yang menjadi titik tolak diskusi mengenai cara mendorong pembelajar keluar dari zona nyaman mereka menuju kontak nyata dengan bahasa, budaya, dan masyarakat lokal.

Isu mengenai realitas multibahasa di Maroko, keseimbangan antara Bahasa Arab Fusha (MSA) dan Darija, hingga peran pembelajaran berbasis pengalaman menjadi topik hangat yang terus bergulir sepanjang pertemuan. Kegiatan yang dilaksanakan oleh konsorsium perguruan tinggi berlangsung dua hari di Maroko.

Di tengah diskusi yang dinamis tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menekankan bahwa kunci utama dari efektivitas studi di luar negeri adalah niat yang terencana atau intentionality. Beliau berpendapat bahwa pembelajaran bahasa strategis dalam program luar negeri tidak terjadi secara kebetulan, melainkan harus melalui proses perancangan yang sistematis, terstruktur, dan peka terhadap konteks lokal.

Menurut Ismail, masa depan studi internasional di Maroko sangat bergantung pada seberapa baik institusi mampu membangun jembatan budaya yang kokoh.

“Kehadiran kami dalam simposium ini merupakan langkah konkret IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk memperluas cakrawala kerja sama internasional, khususnya dengan institusi pendidikan di Maroko yang memiliki kekayaan linguistik,” ujar Ismail Suardi Wekke, Ahad (29/3/2026).

Beliau kemudian menambahkan, “Kita harus memastikan bahwa setiap pertukaran mahasiswa bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan sebuah desain instruksional yang matang agar mereka mampu menyerap esensi budaya dan bahasa setempat secara mendalam.”

Di akhir sesi, Ismail menegaskan, “Kolaborasi dengan Maroko akan membuka pintu bagi pengembangan riset kolaboratif dan penguatan kompetensi bahasa Arab bagi sivitas akademika kami di Sulawesi Tenggara.”

Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa partisipasi IAI Rawa Aopa dalam Simposium ALIF ini bertujuan untuk memetakan potensi kemitraan strategis yang dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan institusi. Beliau menekankan perlunya pergeseran paradigma dalam pembelajaran bahasa di luar negeri, di mana aspek kenyamanan mahasiswa harus mulai ditantang dengan interaksi komunitas yang lebih bermakna.

Selain itu, Ismail juga menyampaikan optimisme terkait perluasan jaringan kerja sama ke wilayah Afrika Utara sebagai bagian dari rencana strategis kampus dalam meningkatkan daya saing global. Lebih lanjut, Ismail menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari misi besar IAI Rawa Aopa untuk memperluas kerja sama ke Maroko.

Ia melihat Maroko sebagai mitra strategis dalam pengembangan akademik, terutama dalam memperkuat metodologi pembelajaran bahasa Arab dan kajian keislaman. Dengan adanya kesepahaman yang terjalin dalam simposium ini, diharapkan akan lahir program-program kolaboratif yang mampu membawa mahasiswa dan dosen IAI Rawa Aopa terlibat lebih aktif dalam kancah pendidikan internasional yang inklusif dan transformatif.

IMG-20260401-WA0068

Menatap Masa Depan Sains: Pesan Inspirasi dari Webinar Women in Science IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan Bank BSN

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses menggelar webinar bertajuk “Women in Science” yang berkolaborasi dengan Bank BSN Cabang Kendari. Kegiatan ini menjadi momentum krusial dalam menyoroti peran strategis perempuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era modern. Dilaksanakan secara hybrid dari kampus IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Senin (16/3/2026).

Rektorat IAI Rawa Aopa menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam ranah saintifik bukan sekadar pemenuhan kuota, melainkan kebutuhan esensial bagi kemajuan inovasi daerah. Kolaborasi dengan sektor perbankan seperti Bank BSN juga diharapkan mampu membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis literasi digital dan sains bagi kaum perempuan.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi lintas sektor ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa melalui integrasi antara akademisi dan praktisi keuangan, hambatan struktural yang selama ini dihadapi ilmuwan perempuan dapat diminimalisir secara bertahap.

Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan dan sektor perbankan merupakan langkah konkret untuk memastikan keberlanjutan riset yang inklusif. Ia juga menyampaikan bahwa keterlibatan perempuan dalam dunia sains akan menjadi motor penggerak transformasi sosial di wilayah Konawe Selatan. Selain itu, beliau menambahkan bahwa pihak rektorat berkomitmen penuh untuk mengalokasikan sumber daya guna mendukung ekosistem akademik yang ramah bagi peneliti perempuan.

“Webinar ini adalah jembatan emas bagi para perempuan di Sulawesi Tenggara untuk membuktikan bahwa kontribusi mereka di dunia sains sejajar dengan peran mereka di sektor pembangunan lainnya,” ujar Ismail Suardi Wekke saat membuka sesi diskusi utama.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya dukungan finansial dan pendampingan dalam setiap inovasi yang dihasilkan. “Kami tidak ingin riset perempuan hanya berakhir di perpustakaan; dukungan Bank BSN adalah kunci agar inovasi tersebut memiliki nilai ekonomi dan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Ismail mengajak seluruh peserta untuk melihat sains sebagai instrumen pengabdian. “Sinergi hari ini menunjukkan bahwa Women in Science bukan sekadar tema seremonial, melainkan panggilan bagi kita semua untuk menciptakan keadilan akses dalam penguasaan teknologi,” pungkasnya.

Acara yang berlangsung secara hybrid ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga praktisi perbankan. Diskusi mengalir hangat dengan fokus pada tantangan serta peluang masa depan bagi perempuan dalam meniti karier di bidang sains dan teknologi.