Pre Conference (ISW)

Pengumuman Acara: Pre Conference ICOSBE 2026, Tips for Publishing Book Chapter

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Dunia akademik modern tidak hanya menuntut riset yang mendalam, tetapi juga strategi diseminasi atau penyebaran ilmu yang efektif. Salah satu jalur kontribusi ilmiah yang kian mendapat perhatian tinggi adalah penulisan book chapter (bab dalam buku ilmiah). Berbeda dengan artikel jurnal yang sering kali memiliki batasan ruang yang ketat dan fokus riset yang sangat spesifik, book chapter memberikan ruang bagi para akademisi untuk mengulas sebuah fenomena secara lebih komprehensif, kaya akan konteks, dan integratif. Format ini menjadi jembatan penting untuk menyatukan berbagai perspektif riset ke dalam satu tema besar yang kohesif dan berdampak luas.

Namun, menembus penerbit bereputasi global layaknya memecahkan teka-teki yang rumit. Mulai dari merumuskan proposisi nilai yang unik agar dilirik oleh editor, hingga menavigasi proses peer-review (peninjauan sejawat) yang ketat, para peneliti sering kali dihadapkan pada standar metodologi dan penulisan yang sangat menuntut. Guna mengurai benang kusut tersebut, program studi terkait di BINUS University menginisiasi sebuah ruang diskusi strategis melalui gelaran Pre-Conference ICOSBE 2026 yang bertajuk “Tips for Publishing Book Chapter”. Acara ini dirancang khusus untuk membedah anatomi penulisan bab buku yang sukses dari sudut pandang sains populer dan praktis.

Agenda ilmiah yang dinantikan ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 14 Juli 2026. Melalui pendekatan interaktif, forum ini akan mempertemukan para akademisi lintas disiplin untuk membagikan taktik jitu dalam menyusun draf yang memikat. Peserta tidak hanya akan diajak memahami aspek teknis struktur tulisan, melainkan juga aspek psikologis dalam meyakinkan penerbit internasional mengenai urgensi dan kebaruan materi yang ditawarkan.

Guna memastikan aksesibilitas ilmu pengetahuan tanpa batas geografis, konferensi awal ini akan diselenggarakan secara hybrid. Pertemuan fisik atau tatap muka akan dipusatkan di Kampus BINUS @ Anggrek, sebuah episentrum akademik yang dilengkapi dengan fasilitas teknologi modern. Sementara itu, platform digital interaktif disiapkan bagi para peneliti dan praktisi dari berbagai penjuru dunia yang ingin bergabung secara virtual, menciptakan ruang sinergi yang dinamis antara ekosistem luring dan daring.

Pada akhirnya, Pre-Conference ICOSBE 2026 bukan sekadar pengumuman acara rutin, melainkan sebuah katalisator penting bagi peningkatan kualitas publikasi ilmiah tanah air di panggung global. Dengan menghadiri forum ini, para ilmuwan dan pengajar akan dibekali kompas strategis untuk mengubah hasil observasi laboratorium maupun kajian teoretis menjadi untaian literatur yang diakui secara internasional. Langkah awal menuju ekosistem riset yang berdampak nyata akan dimulai dari ruang-ruang diskusi seperti ini.

ITB (ISW)

Hadir dalam Simposium Indonesia-Australia di ITB, Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Siap Menjadi Bagian Akselerasi Agrivoltaics di Indonesia Timur

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung — Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama jaringan universitas terkemuka asal Australia resmi memulai kolaborasi strategis untuk menjawab tantangan krisis energi di wilayah pelosok. Melalui simposium bertajuk “Agrivoltaics and energy challenge in Rural and Remote Islands In Eastern Indonesia”, kemitraan bilateral ini berfokus pada penerapan teknologi agrivoltaics—sistem yang memadukan panel surya (PLTS) dengan lahan pertanian—di pulau-pulau terpencil Indonesia Timur.

Acara yang digelar pada Kamis (25/6/2026) di Gedung Labtek XV, Kampus ITB Bandung ini menandai dimulainya (kick-off meeting) program Simposium Bilateral KONEKSI LPDP Indonesia-Australia. Riset multidisiplin ini dipimpin langsung oleh Dr. Acep Purqon, dosen Fisika FMIPA ITB dari Kelompok Keahlian Fisika Bumi dan Sistem Kompleks.

Proyek ambisius ini melibatkan konsorsium besar dari berbagai institusi akademik dan riset kedua negara. Dari Australia, delegasi dipimpin oleh para pakar dari Murdoch University (seperti Prof. GM Shafiullah dan Prof. Martin Anda) serta Griffith University (Prof. Andrea Haefner dan Anya Phelan).

Sementara dari Indonesia, ITB berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Cendrawasih (Uncen), Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong, Politeknik Negeri Fakfak (Polinef), IAIN Sorong, serta Purnomo Yusgiantoro Center.

“Transisi energi membuka ruang yang sangat luas bagi riset, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat. Ini adalah titik temu lintas ilmu—mulai dari pertanian, kehutanan, teknik mesin, hingga manajemen bisnis—untuk menyelesaikan krisis energi dengan konsep jembatan (bridging) transisi energi,” ujar Dr. Acep Purqon dalam pemaparannya.

Wakil Dekan Bidang Akademik FMIPA ITB, Dr. Dwi Irwanto, menjelaskan bahwa ITB terus mendorong berbagai pendekatan inovatif untuk menemukan formulasi pemanfaatan energi yang optimum di berbagai wilayah unik Indonesia yang bercorak kepulauan.

Teknologi agrivoltaics dinilai menjadi solusi jitu untuk wilayah yang sulit dijangkau oleh listrik jaringan (off-grid). Selain memproduksi energi bersih, sistem ini menjaga ketahanan pangan lokal karena tidak mengalihkan fungsi lahan hijau.

Menariknya, program ini tidak hanya fokus pada aspek teknis. Proyek ini dirancang inklusif dengan memadukan inovasi ilmiah bersama kearifan lokal (indigenous knowledge). Program ini juga membuka ruang setara bagi kelompok pemuda dan keterlibatan aktif perempuan, khususnya dalam adopsi teknologi alat dan mesin pertanian (alsintan) yang ergonomis dan ramah pengguna.

Turut hadir sebagai pembicara kunci, M. Irfan Saleh selaku Deputi Investasi dan Pendanaan BOPPJ (Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa), yang mengupas tuntas peluang skema pendanaan serta tantangan regulasi dalam mengimplementasikan agrivoltaics di pulau terpencil.

Langkah taktis yang digagas oleh tim peniliti dua negara ini mengakar pada agenda besar nasional. Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, Indonesia menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 GW hingga 2034, di mana 61% (lebih dari 42 GW) diproyeksikan bersumber dari Energi Baru Terbarukan (EBT) dan sistem penyimpanan energi (energy storage).

Transformasi ini krusial demi mengejar komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) 2030 dan target besar Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Melalui model kerja sama pentahelix—yang menyatukan akademisi, pemerintah, komunitas, dan sektor bisnis—paradigma hubungan desa dan penyedia energi diubah secara total. 

Desa di pelosok Indonesia Timur tidak lagi sekadar menjadi konsumen pasif di ujung jaringan, melainkan mitra strategis penyuplai energi bersih mandiri yang mampu menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Parana Ari Santi (Perwakilan Program KONEKSI LPDP Indonesia-Australia) yang menekankan pentingnya kontinuitas komunikasi antar-peneliti, dan resmi ditutup oleh Erlin Puspaputri selaku perwakilan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Turut hadir Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan dalam simposium tersebut. Selain menyajikan presentasi awal terkait dengan penelitian kolaboratif ini, Ismail juga mengemukakan bahwa topik agrivoltaics dapat menjadi penelitian bersama dengan civitas akademika IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

“Kita akan mulai memproses kolaborasi ini dan emnyelaraskan dengan tim yang sudah ada, sehingga bisa direpilkasi di Sulawesi Tenggara, dan juga Sulawesi secara umum,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

IMG-20260626-WA0025

Bahas Peta Jalan Riset Indonesia Timur dalam Simposium Indonesia-Australia di ITB: Pimpinan IAI Rawa Aopa Bergabung Dalam Riset Kolaboratif

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Kolaborasi riset antara Indonesia dan Australia kembali diperkuat melalui penyelenggaraan Kick Off Meeting yang dirangkaikan dengan Indonesia-Australia Symposium di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri delegasi dari Murdoch University, Australia, bersama tim peneliti dari Indonesia yang akan menjalankan program penelitian kolaboratif. Riset ini memperoleh dukungan pendanaan dari program KONEKSI, hasil kerja sama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dengan LPDP untuk memperkuat kemitraan riset internasional.

Salah satu anggota tim peneliti, Ismail Suardi Wekke yang juga Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan memaparkan tiga fokus utama yang menjadi perhatian dalam simposium tersebut. Menurutnya, penelitian diarahkan untuk memperkuat pemahaman terhadap dinamika kawasan Indonesia Timur sekaligus menyusun arah pengembangan riset yang lebih kolaboratif.

“Ada tiga hal yang menjadi fokus pembahasan, yakni memahami Indonesia Timur, belajar dari keberhasilan program Keluarga Berencana dan SD Inpres, serta menyusun peta jalan riset dan pengembangan model bersama perguruan tinggi di Indonesia Timur,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam pemaparannya.

Ia menjelaskan, kajian mengenai Indonesia Timur menjadi fondasi penting untuk merumuskan kebijakan dan model pengembangan yang sesuai dengan karakteristik wilayah. Selain itu, pengalaman keberhasilan program Keluarga Berencana dan pembangunan SD Inpres dinilai dapat menjadi referensi dalam menyusun strategi pembangunan berbasis riset.

Melalui kolaborasi ini, tim peneliti Indonesia dan Australia diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi ilmiah yang mendukung pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Indonesia Timur.

“Tiga fokus tersebut menjadi pijakan untuk membangun peta jalan riset dan mengembangkan model kolaborasi bersama perguruan tinggi di Indonesia Timur,” tutup Ismail Suardi Wekke.

IMG-20260622-WA0025

Perkuat Studi Hukum Tata Negara, IAI Rawa Aopa Jajaki Kemitraan dengan Istiqlal Fatwa Centre

Rawaaopakonsel.ac.id, Ciputat – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tengah menjajaki kerja sama strategis dengan Istiqlal Fatwa Centre (IFTA). Langkah ini diambil guna memperkuat implementasi keilmuan, khususnya pada Program Studi Hukum Tata Negara di bawah naungan Fakultas Syariah.

Keinginan kolaborasi tersebut mengemuka setelah momentum hangat di sela-sela Majelis Ikatan Alumni Pesantren IMMIM (IAPIM) Jabodetabek yang berlangsung di Ciputat, Sabtu (19/6/2026). Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., yang juga merupakan alumni Pesantren IMMIM, berkesempatan menyapa langsung narasumber pengajian bulanan tersebut, Dr. H. Mahkama Mahdin, Lc., MA.

Dr. Mahkama Mahdin, seorang alumnus Universitas Al-Azhar Kairo, saat ini mengemban amanah sebagai Direktur Istiqlal Fatwa Centre. Dalam perbincangan usai acara, Ismail Suardi Wekke menyatakan bahwa kehadiran IFTA di berbagai daerah merupakan kebutuhan mendesak untuk mencerahkan umat.

Ia menegaskan kesiapan institusinya untuk menjadi perpanjangan tangan program tersebut di wilayah Sulawesi Tenggara. Sekaligus, IAI Rawa Aopa dapat belajar bersama dengan perangkat institusi di Masjid Istiqlal.

“Kami melihat visi besar Imam Besar Masjid Istiqlal untuk mengembangkan IFTA ke pelbagai wilayah dan penjuru Indonesia sebagai peluang strategis yang harus disambut baik oleh perguruan tinggi daerah,” ujar Ismail.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa keunikan kurikulum dan fokus akademik yang dimiliki oleh IAI Rawa Aopa, terutama di ranah Hukum Tata Negara, akan menjadi modal utama yang sangat kokoh dalam menyokong dan mempercepat realisasi perluasan jaringan Istiqlal Fatwa Centre di tingkat lokal.

Menurutnya, sinergi antara otoritas fatwa nasional dan institusi akademik akan menghasilkan kajian yang berdampak luas. Keberadaan IAI Rawa Aopa dapat menjadi bagian dalam perluasan IFTA ke berbagai wilayah.

“Fakultas Syariah kami, khususnya Program Studi Hukum Tata Negara, memiliki kekhasan yang sangat kontekstual untuk menjadi mitra strategis dalam mendiseminasikan serta mengembangkan kajian-kajian dari Istiqlal Fatwa Centre,” tambahnya.

Ismail juga memaparkan pandangannya mengenai pentingnya kolaborasi ini sebagai jembatan ilmu. Ia menilai, kemitraan ini bukan sekadar kerja sama di atas kertas, melainkan sebuah ikhtiar nyata untuk menghadirkan rujukan hukum Islam yang otoritatif dan adaptif bagi dinamika tata negara di daerah.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap IAI Rawa Aopa dapat menjadi pusat pertumbuhan dan mitra utama IFTA di kawasan, guna menghadirkan kajian hukum Islam yang moderat dan integratif,” pungkas Ismail.

Pertemuan dalam bingkai silaturahmi alumni ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti menjadi kesepahaman formal, demi mendukung desentralisasi edukasi dan pelayanan fatwa sebagaimana amanat yang dicanangkan oleh Masjid Istiqlal Jakarta.

IWDN (ISW)

Penguatan Kapasitas Mahasiswa, IAI Rawa Aopa Proyeksikan Mahasiswa untuk Berinteraksi Dalam Kerangka IWDN

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta — Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempertahankan komitmennya dalam membawa civitas akademika menuju panggung internasional. Langkah strategis ini dipertegas melalui pertemuan penting antara pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan Pendiri sekaligus Presiden Islamic World Development Network (IWDN), Fakih Fadilah Muttaqin, di Jakarta pada Senin (22/6).

Pertemuan ini menjadi tonggak krusial karena IAI Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi memulai komunikasi dalam jaringan global tersebut, Begitu pula IAI Rawa Aopa bergabung bersama 19 perguruan tinggi terkemuka lainnya di Indonesia dalam mempersiapkan kolaborasi dengan NUNI.

Dengan total aliansi 20 perguruan tinggi, kolaborasi ini dirancang sebagai katalisator utama dalam memperluas cakrawala pergaulan dan kompetensi mahasiswa di level internasional. Presiden IWDN, Fakih Fadilah Muttaqin, menyambut baik visi besar yang diusung oleh IAI Rawa Aopa. Ia menilai keterlibatan kampus dari Sulawesi Tenggara ini akan memberikan warna baru dalam diplomasi pemuda.

“Kami percaya bahwa potensi kepemimpinan muda tidak boleh dibatasi oleh sekat geografis. Kehadiran IAI Rawa Aopa sebagai bagian dari jejaring akan memperkaya perspektif inklusif dalam kerangka kerja IWDN, sekaligus membuka akses bagi mahasiswa daerah untuk terlibat langsung dalam forum-forum global,” ujar Ismail Suardi Wekke setelah pertemuan.

Ismail juga menambahkan bahwa kemitraan strategis ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem akademis yang dinamis, di mana mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, melainkan aktor aktif dalam merespons berbagai isu kontemporer dunia.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., yang hadir dalam pertemuan tersebut, menegaskan bahwa internasionalisasi kampus adalah agenda mutlak. Menurutnya, pergaulan internasional bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan instrumen fundamental dalam struktur pengembangan kapasitas mahasiswa era modern.

“Kami tidak ingin mahasiswa kami canggung saat berinteraksi dengan dunia luar. Kerangka kerja bersama IWDN ini adalah karpet merah bagi mereka untuk mengasah global mindset, memperluas jaringan, dan membangun kepercayaan diri di lingkungan internasional,” tegas Ismail.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa status co-host yang disandang bersama 19 perguruan tinggi lainnya merupakan bukti nyata kepercayaan publik terhadap tata kelola institusi. Beliau menekankan bahwa kolaborasi lintas kampus ini akan menjadi wadah pertukaran pengetahuan, riset bersama, serta program pengabdian masyarakat yang memiliki dampak dan gaung secara global.

Melalui sinergi erat bersama IWDN dan jejaring NUNI (Nationwide University Network Indonesia) bersama 20 perguruan tinggi ini, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan optimistis mampu mentransformasi pola pembinaan mahasiswa. Institusi kini memproyeksikan seluruh program penguatan kapasitas untuk berbasis pada standar internasional, guna melahirkan lulusan yang berkarakter lokal namun berkemampuan global.

IMG-20260620-WA0006(1)

CIDES ICMI Silaturahmi Bersama Menteri Dikdasmen Dorong Transformasi Literasi Berbasis STEMPreneur, IAI Rawa Aopa Siap Berpartisipasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Center for Information and Development Studies Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (CIDES ICMI) melakukan audiensi sebagai kesempatan silaturahmi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di Kantor Kementerian, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Pertemuan ini secara khusus membahas agenda transformasi kurikulum masa depan melalui penguatan literasi komprehensif menggunakan model pembelajaran berbasis STEMPreneur.

Dalam pertemuan formal tersebut, CIDES ICMI menawarkan sebuah formula alternatif inovatif yang memadukan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dengan penguatan karakter kewirausahaan (entrepreneurship). Formula terpadu ini dinilai krusial untuk mendongkrak capaian literasi sains, matematika, membaca, serta literasi finansial para siswa di jenjang pendidikan dasar dan menengah secara simultan.

Direktur CIDES ICMI, Prof. Dr. Andi Faisal Bakti, menegaskan bahwa tantangan global hari ini menuntut lompatan besar dalam metode pengajaran di lembaga pendidikan. Indonesia tidak bisa lagi sekadar mengandalkan model hafalan teks yang kaku di dalam kelas.

“Model STEMPreneur yang kami formulasikan ini dirancang agar siswa tidak sekadar menghafal rumus, melainkan mampu menerapkan ilmu sains dan matematika untuk memecahkan persoalan nyata yang bernilai ekonomi,” ujar Prof. Andi Faisal Bakti di Kantor Kementerian, Senayan, Kamis (4/6/2026).

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa integrasi literasi finansial sejak dini yang dikemas dalam konsep kewirausahaan akan menjadi pilar penguat utama bagi kemampuan literasi lainnya, seperti membaca dan numerasi. Menurutnya, ketika siswa dihadapkan pada proyek berbasis masalah, seluruh instrumen literasi dasar tersebut akan terasah secara bersamaan.

Prof. Andi juga menambahkan bahwa model pembelajaran ini diharapkan mampu melahirkan generasi baru yang memiliki daya nalar kritis tinggi sekaligus adaptif terhadap perkembangan ekosistem ekonomi digital.

“Kami ingin memastikan anak didik kita di jenjang dasar dan menengah memiliki ketahanan literasi yang kokoh demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya menutup pernyataan resmi di depan awak media.

Pertemuan silaturahmi ini juga menjadi momentum penguatan kerja sama riset dan penyediaan bahan ajar berstandar internasional. Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa turut ambil bagian sebagai bagian dari mitra CIDES ICMI. Keterlibatan kampus asal Sulawesi Tenggara ini membawa misi penguatan literasi melalui pendidikan akademik melalui fakultas tarbiyah untuk calon guru.

Pihak kementerian menyambut baik kehadiran lintas institusi tersebut, mengingat IAI Rawa Aopa telah memiliki rekam jejak dan pengalaman nyata yang solid dalam tata kelola pendidikan tinggi. Pengalaman internasional ini diharapkan dapat direplikasi dalam penyusunan modul, buku ajar, serta panduan kurikulum STEMPreneur yang berstandar global namun tetap berpijak pada kearifan budaya di Indonesia.

Selain fokus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, pertemuan ini mempercakapkan konsep di tingkat pendidikan tinggi. CIDES ICMI dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan telah mengadakan kemitraan dalam pelaksanaan implementasi model STEMPreneur secara nyata di dalam kampus, khususnya bagi mahasiswa di Jurusan Tarbiyah.

Langkah ini diambil guna menyiapkan calon-calon pendidik masa depan yang tidak hanya menguasai teori pedagogi Islam, melainkan juga memiliki keterampilan STEM terapan dan berjiwa wirausaha. Melalui integrasi kurikulum ini, mahasiswa Tarbiyah IAI Rawa Aopa diproyeksikan menjadi agen perubahan (agent of change) yang siap menerapkan metode pengajaran literasi mutakhir saat terjun langsung mengajar di sekolah-sekolah masyarakat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., memberikan apresiasi terhadap gagasan komprehensif ini. Rekomendasi konsep dari CIDES ICMI, dukungan literatur berstandar global, serta kesiapan implementasi model di Jurusan Tarbiyah IAI Rawa Aopa akan dikaji lebih lanjut sebagai materi pengayaan program penguatan literasi nasional yang sedang digalakkan pemerintah.

Kemitraan strategis antara CIDES ICMI dan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa merupakan bagian dari ikhtiar perguruan tinggi keagamaan dalam menyongsong transformasi pendidikan nasional. Melalui Fakultas Tarbiyah, institusi berkomitmen penuh untuk mereformasi kurikulum demi mencetak calon-calon guru masa depan yang adaptif.

Para pendidik ini dirancang agar tidak hanya kokoh dalam penguasaan pedagogi Islam, tetapi juga memiliki keahlian terapan dalam pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) serta berjiwa kewirausahaan. Implementasi model pembelajaran STEMPreneur di lingkungan kampus akan menjadi pilar utama dalam mendukung program akselerasi literasi nasional yang digalakkan pemerintah.

Dengan pengalaman tata kelola akademik yang solid, pihak kampus siap berkontribusi dalam merumuskan bahan ajar dan modul berstandar internasional yang tetap relevan dengan kearifan lokal. Calon guru lulusan Tarbiyah IAI Rawa Aopa diproyeksikan menjadi agen perubahan yang mampu membimbing siswa jenjang dasar dan menengah agar memiliki daya nalar kritis serta ketahanan literasi yang kokoh.

IMG-20260618-WA0063

Pertahankan Kerjasama dengan Binus University, Pimpinan IAI Rawa Aopa Hadiri Pengukuhan Guru Besar

Rawaaopakonsel.ac.id, Tangerang – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menghadiri pengukuhan Guru Besar Tetap Binus University yang digelar di Kampus Alam Sutera, Tangerang, Kamis (18/6/2026). Prosesi sakral ini mengukuhkan Prof. Retno Dewanti, S.Si., M.M., Ph.D., sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Digital Marketing.

Acara ini menjadi momentum penting yang mempertemukan para akademisi dari berbagai belahan dunia. Selain dihadiri oleh jajaran civitas akademika Binus University, tampak hadir pula sejumlah guru besar tamu dari pelbagai perguruan tinggi lintas wilayah Indonesia, serta delegasi internasional termasuk dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi yang mendalam atas pencapaian ilmiah ini. Menurutnya, kepakaran Prof. Retno di bidang pemasaran digital sangat relevan dengan kebutuhan industri dan dunia pendidikan modern saat ini.

“Kehadiran kami di selain memenuhi undangan, juga dalam kaitan untuk mempertahankan sinergi strategis antarinstitusi dalam menghadapi era disrupsi digital yang kian masif,” ujar Ismail Suardi Wekke saat ditemui di sela-sela acara.

Lebih lanjut, Ismail menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus menyerap praktik-praktik terbaik dari perguruan tinggi terkemuka seperti Binus University guna meningkatkan mutu tata kelola lembaga mereka di daerah. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi lintas kampus, baik dalam skala nasional maupun internasional, kini menjadi sebuah keharusan demi mendongkrak kualitas lulusan yang berdaya saing global.
Ismail juga menambahkan bahwa keterlibatan guru besar tamu dari luar negeri, seperti Universiti Sains Islam Malaysia, membuktikan bahwa ekosistem akademik Indonesia semakin diakui dan terintegrasi di kancah internasional.

“Kami berharap gagasan-gagasan segar Prof. Retno Dewanti dalam orasi ilmiahnya hari ini dapat diadopsi, tidak hanya di kota besar, melainkan juga menyentuh pengembangan literasi digital di kawasan Indonesia Timur,” tutur Ismail menutup pernyataannya.

IMG-20260617-WA0025

Hadiri Penamatan di Pesantren Hajjah Haniah, Pimpinan Gencarkan Sosialisasi Program Studi di Lingkungan IAI Rawa Aopa

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus bergerak aktif dalam memperluas jejaring dan menjaring calon mahasiswa baru. Momentum strategis ini dimanfaatkan jajaran rektorat saat menghadiri acara penamatan santri di Pondok Pesantren Hajjah Haniah, Maros. Kehadiran ini sekaligus menjadi ajang sosialisasi intensif mengenai berbagai program studi unggulan yang ditawarkan oleh kampus terkemuka di Sulawesi Tenggara tersebut, Rabu, (17/6/2026).

Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh ratusan santri, wali murid, serta tokoh masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, delegasi IAI Rawa Aopa memaparkan secara komprehensif mengenai visi akademik, fasilitas penunjang kuliah, hingga prospek karier lulusan kepada para santri yang bersiap melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., yang hadir langsung dalam acara tersebut menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan pesantren dan perguruan tinggi Islam. Menurutnya, alumni pesantren memiliki fondasi karakter yang sangat kuat untuk melanjutkan studi di IAI Rawa Aopa.

“Kami melihat potensi dari para santri di Pesantren Hajjah Haniah ini. IAI Rawa Aopa hadir bukan sekadar menawarkan program studi, tetapi menyediakan ekosistem akademik yang siap menempa mereka menjadi sarjana yang unggul dan berdaya saing global,” ujar Ismail saat memberikan sambutan di hadapan para wisudawan.

Ismail juga menjelaskan bahwa institusinya saat ini tengah fokus mengembangkan tata kelola kampus yang modern untuk mendukung kenyamanan belajar mahasiswa. Ia menambahkan bahwa transformasi digital dan penguatan kurikulum berbasis kebutuhan zaman menjadi prioritas utama pihak rektorat guna memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang relevan di dunia kerja.

Lebih lanjut, pihak rektorat berkomitmen penuh untuk memberikan akses pendidikan yang inklusif dan merata, termasuk menyediakan berbagai skema beasiswa bagi santri berprestasi yang memiliki keterbatasan finansial. Langkah ini diambil agar tidak ada anak bangsa yang kehilangan kesempatan mengecap pendidikan tinggi berkualitas.

“Jangan ragu untuk melangkah ke jenjang perguruan tinggi. Kami di IAI Rawa Aopa telah menyiapkan jalur-jalur beasiswa khusus bagi para kader pesantren yang berkomitmen tinggi untuk belajar dan mengabdi pada masyarakat,” tegas Ismail.

Kehadiran IAI Rawa Aopa di Sulawesi Selatan ini juga menandai komitmen kampus untuk menjangkau calon mahasiswa di luar wilayah Sulawesi Tenggara, sekaligus mempererat hubungan emosional dan akademis dengan jaringan pondok pesantren di berbagai daerah. Melalui sosialisasi tatap muka ini, para santri diharapkan mendapat gambaran utuh mengenai masa depan akademik yang mapan.

Ismail optimistis bahwa kolaborasi lintas wilayah ini akan membawa dampak positif jangka panjang bagi kedua belah pihak. Di akhir pernyataannya, ia menyampaikan harapan besar agar para lulusan Pesantren Hajjah Haniah dapat menjadi bagian dari civitas akademika IAI Rawa Aopa pada tahun akademik baru ini.

“Sinergi antara Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan melalui jalur pendidikan ini adalah langkah nyata kita dalam membangun peradaban umat. Kami tunggu kiprah dan kontribusi terbaik kalian di kampus IAI Rawa Aopa Konawe Selatan,” pungkasnya.

IMG-20260615-WA0045

Perkuat Kerja Sama Pendidikan, Pimpinan IAI Rawa Aopa Diterima Silaturahmi Wakil Bupati Morowali

Rawaaopakonsel.ac.id, Morowali – Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, menerima kunjungan dari pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan di Kantor Pemerintahan Kabupaten Morowali pada Senin (15/6/2026).

Kunjungan silaturahmi ini dihadiri Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D.. yang didampingi sejumlah tenaga kependidikan dan dosen tamu, Andi Suleha Bahar, M.Pd., dan Arianti, M.Pd..

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi di bidang pendidikan tinggi antara pihak kampus dan Pemerintah Kabupaten Morowali. Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Morowali.

Dukungan pemerintah daerah dinilai krusial bagi keberlanjutan studi mahasiswa asal Morowali yang menempuh pendidikan di IAI Rawa Aopa. Ismail menyampaikan bahwa wisuda baru saja dilaksanakan pekan lalu, dari 438 lulusa, diantaranya ada 12 alumni dari masyarakat Kabupaten Morowali.

“Kami datang ke sini utamanya untuk menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan luar biasa dari Pemerintah Kabupaten Morowali bagi kelangsungan pendidikan 16 mahasiswa kami yang baru saja resmi diwisuda,” ujar Ismail di hadapan Wakil Bupati.

Selain membahas alumni yang baru lulus, Ismail juga melaporkan perkembangan akademis mahasiswa aktif yang saat ini sedang menempuh tahapan akhir perkuliahan. Ia menjelaskan bahwa saat ini ada enam mahasiswa semester enam yang tengah menjalani program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan membutuhkan sinergi berkelanjutan agar program tersebut berjalan lancar.

Selain membawa agenda evaluasi dan apresiasi, kunjungan ini juga menjadi ajang bagi IAI Rawa Aopa untuk memperluas jangkauan kebermanfaatan pendidikan mereka di wilayah Morowali. Ismail Suardi Wekke mengutarakan niatnya untuk kembali melakukan pendekatan ke masyarakat setempat guna menjaring calon mahasiswa baru. Ismail menyampaikan bahwa sosialisasi akan digelar dalam rangka penerimaan mahasiswa baru.

“Saat ini kami, memohon izin kepada Pemerintah Daerah untuk melakukan sosialisasi kembali di tengah masyarakat Kabupaten Morowali terkait program studi yang ada di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan,” kata Ismail.

Lebih lanjut, Ismail menerangkan bahwa institusinya kini tidak hanya fokus pada program sarjana (S1), tetapi juga tengah membuka program fasilitas studi lanjut untuk jenjang magister (S2). Langkah ini diambil guna memfasilitasi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Morowali secara lebih masif.

Tidak terbatas pada bidang keagamaan dan sosial yang menjadi pilar utama IAI Rawa Aopa, dalam pertemuan tersebut juga dipaparkan peluang pengembangan minat di bidang olahraga. Ismail mengonfirmasi adanya peluang emas bagi putra-putri Morowali yang ingin mendalami ilmu olahraga melalui jaringan kerja sama antar-perguruan tinggi.

“Bagi pemuda Morowali yang memiliki minat dan bakat di bidang olahraga, kami juga membuka kesempatan perkuliahan di program studi kepelatihan olahraga dengan merekomendasikan Universitas Muhammadiyah Barru,” turut Ismail dalam kesempatan tersebut.

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut diakhiri dengan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Morowali dan IAI Rawa Aopa untuk terus mengawal keberlanjutan pendidikan generasi muda demi kemajuan daerah.

“Kami memohon kesediaan Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Wakil Bupati, untuk mendapatkan izin dalam penandatanganan MoU antara IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dengan Pemerintah Kabupaten Morowali,” pungkas Ismail.

Doa Syukur (ISW)

Usai Wisuda 2026, Dewan Pembina Adakan Doa Bersama dan Syukuran

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Begitu pula dengan kehadiran para karyawan badan usaha. Acara doa bersama dan syukuran dengan selesainya wisuda 2026, diadakan di kampus Andoolo, Jumat, 12 Juni 2026.

Menandai rasa syukur atas suksesnya gelaran Wisuda Tahun 2026, Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Al Asri Konawe Selatan, Al Asri, S.Pd.I, M.Si., menggelar acara doa bersama dan syukuran.

Suasana kebersamaan begitu kental terasa sejak bakda maghrib. Tidak hanya dihadiri oleh jajaran dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, acara ini juga diramaikan oleh kehadiran para karyawan dari berbagai badan usaha yang selama ini menjadi badan usaha kampus. Dari lini perwakilan mahasiswa, tampak hadir pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) serta Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ HTN).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Al Asri Konawe Selatan, Al Asri, M.Si., menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga soliditas internal. Ia menegaskan bahwa keberlangsungan dan kemajuan sebuah lembaga pendidikan sangat bergantung pada kekuatan fondasi kebersamaan seluruh elemen di dalamnya.

“Wisuda yang baru saja kita lalui bukan sekadar akhir dari proses akademik, melainkan bukti nyata dari kerja keras kolektif kita. Di tengah dinamika tantangan eksternal yang makin kompleks, soliditas adalah harga mati yang harus kita pertahankan demi menjaga tegaknya lembaga pendidikan ini,” ujar Al Asri di hadapan hadirin dan hadirat.

Lebih lanjut, Al Asri juga menyatakan secara tidak langsung bahwa yayasan berkomitmen penuh untuk terus memperkuat sinergi antara pihak kampus dan badan usaha penggerak ekonomi di sekitarnya. Menurutnya, integrasi antara dunia akademik, mahasiswa melalui wadah DEMA dan HMJ, serta sektor industri akan menjadi benteng pertahanan yang kuat dalam menghadapi kompetisi global, sekaligus memastikan institusi tetap memberikan dampak nyata bagi masyarakat Konawe Selatan.

Acara syukuran ini kemudian ditutup dengan pemotongan makan malam bersama yang sebelumnya diawali dengan doa dipimpin dengan khusyuk oleh Ketua Dewan Pembina yayasan. Sekaligus memohon keberkahan untuk para alumni baru yang akan terjun ke masyarakat serta keberlanjutan kejayaan kampus ke depan.