IMG-20260528-WA0012

Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa, Mendaftarkan Kepengurusan di Kesbangpol Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ-HTN) secara resmi mendaftarkan kepengurusan organisasi ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Konawe Selatan, Kamis (21/05/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk upaya memperkenalkan keberadaan Institut Agama Islam Rawa Aopa maupun organisasi HMJ-HTN kepada publik, masyarakat luas dan pemerintah daerah, meskipun secara aturan organisasi mahasiswa tidak diwajibkan untuk melakukan pendaftaran tersebut.

Organisasi kemahasiswaan pada dasarnya berada dalam naungan struktur dan statuta perguruan tinggi, dan secara administratif cukup memiliki Surat Keputusan (SK) dari pihak kampus,yaitu Rektor/Dekan yang membidangi kemahasiswaan.

Ketua Umum HMJ-HTN, Hendarwan Sepriyadi, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan inisiatif strategis untuk membangun sinergi dengan pemerintah daerah.

“Selaku Ketua Umum, saya menegaskan bahwa organisasi mahasiswa tidak wajib mendaftarkan keberadaannya, termasuk HMJ-HTN. Namun demikian, akan lebih baik jika keberadaan pengurus HMJ-HTN diketahui oleh pemerintah daerah Konawe Selatan, sehingga eksistensi Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara di bawah naungan Institut Agama Islam Rawa Aopa dapat diakui secara luas,” ujar Hendarwan.

Ia juga menambahkan bahwa pendaftaran ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi antara HMJ-HTN dengan pemerintah daerah, khususnya dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan edukasi hukum, penguatan demokrasi, dan partisipasi publik di Konawe Selatan.

Dengan terdaftarnya kepengurusan HMJ-HTN di Kesbangpol, organisasi ini menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam mendukung pembangunan daerah melalui peran mahasiswa sebagai agen perubahan.

Lebih lanjut Ketua Umum menyampaikan, dengan terdaftarnya organisasi mahasiswa jurusan hukum tata negara di Kesbangpol merupakan sejarah baru sejak berdirinya kabupaten Konawe Selatan.

Ditempat yang sama Sekretaris Umum HMJ-HTN. Yusdar menyampaikan bahwa, organisasi kemahasiswaan secara resmi sudah diketahui oleh pemerintah daerah kabupaten Konawe Selatan Melalui Kesbangpol tentang keberadaan organisasi kemahasiswaan. Sehingga peran mahasiswa dalam mendukung Program-program maupun kebijakan pemerintah daerah wajib diberi dukungan dan siap berkolaborasi, ujarnya

Untuk itu sebagai Sekretaris Umum, menegaskan kepada seluruh pengurus HMJ-HTN agar taat dengan Aturan Dasar dan Aturan Rumah Tangga (Ad/Art) organisasi, tutupnya.

IMG-20260527-WA0044

Tebar Semangat Berbagi, HMJ-HTN IAI Rawa Aopa Salurkan Kambing Kurban kepada Masyarakat

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selan  – Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ-HTN) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyerahkan satu ekor kambing kepada masyarakat Kelurahan Potoro dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H.

Penyerahan hewan kurban tersebut merupakan bagian dari program sosial kemahasiswaan yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan.

Ketua Umum HMJ-HTN, Hendarwan Sepriyadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi teman-teman mahasiswa kepada masyarakat.

“Momentum Idul Adha merupakan waktu yang tepat untuk saling berbagi dan memperkuat rasa solidaritas antar sesama. Kami berharap apa yang kami berikan ini dapat bermanfaat dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat Kelurahan Potoro,” ujarnya kepada media ini, Rabu (27/05/26).

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Umum HMJ-HTN, Yusdar. Ia menuturkan bahwa Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan semata, tetapi juga sebagai sarana untuk menanamkan nilai keikhlasan, pengorbanan, serta kepedulian sosial di kalangan mahasiswa.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan semangat berbagi dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, khususnya di lingkungan mahasiswa Hukum Tata Negara,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Ketua Program Studi Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa. Suriyansyah, S.Sos.I.,M.H turut memberikan apresiasi atas langkah konkret yang dilakukan oleh mahasiswa.

Ia menilai bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai akademik dan sosial yang selama ini dipelajari di bangku perkuliahan.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa HMJ-HTN yang telah menunjukkan aksi nyata di tengah masyarakat. Ini adalah contoh positif yang patut dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai agenda rutin tahunan, sekaligus menjadi inspirasi bagi organisasi kemahasiswaan lainnya untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.

IMG-20260527-WA0036

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Jadikan Idul Adha Momentum Penguatan Pendidikan dan PMB 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melanjutkan pembukaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026. Informasi tersebut disampaikan bertepatan dengan momentum peringatan Idul Adha 1447 Hijriah yang juga menjadi sarana menyampaikan pesan nilai keislaman, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam publikasi yang disampaikan pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail  Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, bahwa sejak 1 Mei, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan membuka kesempatan bagi generasi muda untuk bergabung pada sejumlah program studi, di antaranya Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Hukum Tata Negara, serta Ekonomi Syariah.

Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, mengatakan bahwa momentum Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai ruang refleksi untuk memperkuat komitmen terhadap pendidikan.

“Idul Adha mengajarkan nilai pengorbanan, keikhlasan, serta kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan penting dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ujarnya, Rabu (27/5/2026).

Penerimaan mahasiswa baru dijadwalkan berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi kampus sehingga memudahkan calon mahasiswa memperoleh informasi terkait proses administrasi maupun persyaratan akademik.

Menurut Ismail, kampus memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.

“Kami ingin menghadirkan pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya,” katanya.

Ia menambahkan, pendidikan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang yang akan menentukan arah masa depan generasi bangsa.

“Pendidikan merupakan jalan untuk membangun peradaban, memperluas wawasan, dan menciptakan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat,” tambahnya.

Melalui semangat Idul Adha 1447 H, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berharap masyarakat dapat semakin memperkuat kesadaran akan pentingnya pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul.

“Mari jadikan Idul Adha ini sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat niat menuntut ilmu, dan menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi umat,” tutur smail Suardi Wekke.

Menutup pernyataannya Ismail Suardi Wekke menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang digerakkan melalui HMJ Hukum Tata Negara dalam mempersiapkan penyerahan hewan kurban kepada masyarakat Kelurahan Potoro (Andoolo, Konawe Selatan).

Workshop (ISW)

Sakinah Finance Gelar Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi di Jakarta, Perkuat Sinergi Akademik dan Industri

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Sakinah Finance sukses menyelenggarakan Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 16–17 Mei 2026, bertempat di Sofyan Hotel Cut Meutia, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Forum strategis ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari jajaran pimpinan perguruan tinggi, perwakilan sekolah, kepala madrasah, pelaku industri, hingga praktisi perbankan syariah dari berbagai daerah di Indonesia.

Pertemuan intensif ini dirancang untuk merumuskan langkah taktis dalam mengintegrasikan dunia akademik dengan dinamika industri modern. Melalui kolaborasi ini, diharapkan implementasi pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan mampu menjawab kebutuhan riil pasar serta tantangan literasi keuangan di tengah masyarakat.

Di sela-sela kegiatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, memberikan pandangan mendalam mengenai urgensi acara ini. Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi perguruan tinggi saat ini tidak bisa lagi diselesaikan dengan cara-cara konvensional yang bersifat eksklusif. Menurutnya, akselerasi mutu institusi hanya dapat dicapai melalui jalinan kemitraan yang kokoh dan berdampak luas dengan dunia usaha serta industri.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menguraikan bahwa skema Tri Dharma Perguruan Tinggi harus bertransformasi menjadi sebuah ekosistem yang bersifat inklusif. Ia menyampaikan pandangannya bahwa keterlibatan aktif dari sektor perbankan dan dunia sekolah akan mempercepat proses transfer pengetahuan sekaligus mempersempit kesenjangan antara teori akademik dan praktik di lapangan.

Pada akhir penyampaiannya, Ismail Suardi Wekke mengingatkan pentingnya menindaklanjuti forum ini dengan langkah-langkah yang konkret dan terukur. Beliau menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan serta pemikiran yang lahir di Jakarta ini akan menjadi fondasi kuat untuk melahirkan inovasi pengabdian masyarakat yang berbasis pada penguatan ekonomi umat di tingkat daerah.

Menutup pandangannya, Ismail Suardi Wekke memberikan penegasan langsung mengenai posisi strategis agenda yang diinisiasi oleh Sakinah Finance ini. “Workshop yang diinisiasi oleh Sakinah Finance ini merupakan momentum krusial bagi lembaga pendidikan tinggi untuk keluar dari menara gading dan mulai membangun jembatan kolaborasi yang riil dengan sektor industri,” ujarnya secara lugas di hadapan media.

Ismail Suardi Wekke juga menambahkan poin penting terkait relevansi kurikulum pendidikan tinggi di masa depan dengan keterlibatan mitra strategis. “Kita tidak bisa lagi menyusun peta jalan riset dan pengabdian masyarakat tanpa melibatkan perspektif perbankan dan madrasah, karena dari sanalah kebutuhan nyata masyarakat bermula,” kata Ismail menekankan pentingnya integrasi tersebut.

Sebagai penegasan komitmen kelembagaan, Ismail Suardi Wekke menyatakan kesiapan institusinya untuk mengawal hasil dari pertemuan dua hari ini agar dapat segera diimplementasikan secara nyata. “Kami di IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk mengonversi setiap gagasan dari workshop ini menjadi program kerja nyata yang berdampak langsung pada tata kelola keuangan dan kesejahteraan masyarakat di Konawe Selatan,” pungkasnya optimis.

Workshop yang berlangsung dinamis ini diisi dengan pemaparan materi dari para pakar ekonomi syariah, diskusi panel interaktif, serta sesi penyusunan program bersama. Kehadiran unsur sekolah dan madrasah dalam forum ini juga dinilai menjadi angin segar untuk memulai edukasi perencanaan keuangan syariah sejak usia dini secara terstruktur.

Kita Bisa (ISW)

Tandatangani MoU Dengan Kita Bisa, IAI Rawa Aopa Siapkan Langkah untuk Implementasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menjalin kerja sama strategis dengan platform penggalangan dana dan kemaslahatan publik, Kita Bisa. Kerja sama tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang menjadi momentum awal bagi kedua belah pihak untuk bersinergi dalam berbagai program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. 

Pascapenandatanganan ini, institusi kampus langsung bergerak cepat menyusun langkah-langkah konkret demi memastikan implementasi program dapat berjalan secara efektif dan akuntabel. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar seremonial di atas kertas, melainkan sebuah langkah nyata untuk memperluas akses kebermanfaatan bagi civitas akademika dan masyarakat luas. 

Menurutnya, ekosistem digital yang dimiliki oleh Kita Bisa akan sangat membantu kampus dalam mengelola potensi filantropi Islam modern secara lebih transparan. “Kemitraan dengan Kita Bisa adalah jembatan inovatif untuk mengintegrasikan nilai-nilai akademis dengan aksi kepedulian sosial yang nyata,” ujar Ismail Suardi Wekke saat ditemui seusai acara penandatanganan Hotel Sofyan Betawi; Jakarta, 16 Mei 2026).

Ia juga menambahkan bahwa pihak rektorat dan seluruh jajaran terkait sedang mematangkan peta jalan agar seluruh klausul dalam dokumen kerja sama tersebut segera mewujud dalam program kerja di lapangan.

“Kami tidak ingin menunda waktu, sehingga minggu ini tim kerja khusus langsung dibentuk untuk merumuskan teknis pelaksanaan di sektor beasiswa dan pemberdayaan ekonomi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan optimismenya bahwa sinergi ini akan membawa dampak masif bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan finansial dalam menyelesaikan studinya.

“Melalui kolaborasi ini, kita membuka pintu peluang yang lebih luas bagi mahasiswa kurang mampu agar tetap bisa mengakses pendidikan tinggi berkualitas tanpa terkendala biaya,” pungkasnya.

Di sisi lain, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting bagi IAI Rawa Aopa untuk melakukan transformasi dalam tata kelola keuangan sosial institusi. Ia menekankan bahwa kehadiran platform digital seperti Kita Bisa akan memberikan transparansi yang lebih tinggi, sehingga tingkat kepercayaan publik dan akuntabilitas kampus dalam penyaluran bantuan dapat terus meningkat.

Terkait dengan kesiapan sumber daya manusia di internal kampus, Ismail menerangkan bahwa pihak manajemen perguruan tinggi akan segera menggelar lokakarya bagi staf perencanaan dan kemahasiswaan. Langkah ini dinilai sangat krusial agar personel yang ditunjuk memiliki pemahaman yang mendalam mengenai sistem kerja dan mekanisme program bersama yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Terakhir, Ismail juga menggarisbawahi bahwa program kerja sama ini nantinya akan diintegrasikan dengan kegiatan pengabdian masyarakat. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa dan dosen untuk terlibat aktif dalam merancang solusi kreatif atas permasalahan sosial yang dihadapi oleh masyarakat di sekitar wilayah Konawe Selatan.

Kita Bisa (ISW)

Wakili Perguruan Tinggi, IAI Rawa Aopa Tandatangani MoU Dengan Kita Bisa

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memperkuat capaian strategis di tingkat nasional dengan menjadi representasi dari puluhan institusi akademis dalam jalinan kerja sama strategis. Di sela-sela agenda Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Sakinah Finance, IAI Rawa Aopa secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan platform filantropi terkemuka, Kitabisa (Jakarta, 16 Mei 2026). 

Prosesi penandatanganan ini menjadi sangat prestisius lantaran IAI Rawa Aopa dipercaya untuk mewakili total 42 perguruan tinggi yang hadir dalam forum tersebut. Langkah kolaboratif ini diambil sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan implementasi pengabdian masyarakat dan digitalisasi pendanaan sosial di lingkungan kampus. 

Kehadiran Kitabisa sebagai mitra strategis dinilai membuka ruang inovasi yang lebih luas bagi perguruan tinggi untuk mengintegrasikan nilai-nilai akademis dengan aksi sosial nyata yang akuntabel dan berdampak luas. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah amanah besar bagi institusinya. 

Beliau menyatakan, “Penunjukan IAI Rawa Aopa untuk mewakili 42 perguruan tinggi dalam penandatanganan MoU dengan Kitabisa ini merupakan bentuk kepercayaan nasional sebagai apresiasi terhadap komitmen kita dalam memajukan Tri Dharma.” Ismail menambahkan bahwa integrasi antara sektor akademis dan platform filantropi digital mutakhir seperti Kitabisa akan menjadi katalisator penting bagi pembiayaan program sosial keagamaan serta riset yang berorientasi pada kemaslahatan publik. 

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya aksi nyata pasca-penandatanganan dengan menegaskan, “Kami tidak ingin kerja sama ini berhenti di atas kertas, sehingga setelah workshop ini selesai, kami akan segera merumuskan program konkret agar dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat luas dan sivitas akademika.”

Dalam penjelasannya yang lain, Ismail Suardi Wekke menguraikan bahwa sinergi yang diinisiasi bersama Sakinah Finance dan Kitabisa ini memuat cetak biru yang sangat relevan dengan tantangan modernisasi tata kelola keuangan sosial di lingkungan kampus. Beliau menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut dirancang untuk membuka akses yang lebih inklusif terhadap program-program beasiswa, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan tanggap bencana berbasis komunitas akademik. 

Pihaknya juga berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa kerangka kerja sama ini dapat menjadi pemantik bagi perguruan tinggi lain dalam mengadopsi sistem filantropi yang transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi modern. Di akhir keterangannya, Ismail menekankan bahwa IAI Rawa Aopa siap menjadi pionir sekalgus laboratorium percontohan dalam menyukseskan program-program sosial yang lahir dari kesepakatan besar ini.

Sinergi tripartit antara IAI Rawa Aopa, Sakinah Finance, dan Kitabisa ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem baru dalam dunia pendidikan tinggi, di mana kegiatan edukasi literasi keuangan syariah dapat berjalan beriringan dengan aksi solidaritas sosial yang terstruktur digital. Dengan penandatanganan MoU ini, 42 perguruan tinggi yang terafiliasi kini memiliki jembatan strategis untuk mengeskalasi program pengabdian masyarakat mereka ke skala yang lebih masif.

Workshop Tri Dharma (ISW)

Turut Hadir Dalam Akselerasi Ekonomi Syariah, IAI Rawa Aopa Jalin Kerjasama Dengan 42 Perguruan Tinggi

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tetap menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Langkah strategis ini dibuktikan melalui jalinan kerjasama monumental yang disepakati bersama 42 perguruan tinggi terkemuka. Kolaborasi berskala besar ini dirancang untuk mempercepat implementasi, riset, serta pengembangan sumber daya manusia di sektor ekonomi berbasis syariah demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, Jakarta, 16 Mei 2026.

Kegiatan Tri Dharma PT (ISW)
Kegiatan Tri Dharma PT (ISW)

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi besar kampus untuk tidak sekadar menjadi lembaga menara gading. Beliau menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah momentum krusial bagi IAI Rawa Aopa untuk mengambil peran aktif di garis depan dalam mempercepat pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah di wilayah Sulawesi Tenggara.

Sekaligus Ismail Suardi Wekke turut hadir dalam kegiatan Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta. Kegiatan yang menjadi wadah kolaborasi industri keuangan, dengan bersama-sama perguruan tinggi dan juga sekolah & madrasah.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa melalui aliansi akademik yang luas ini, perguruan tinggi akan bertindak sebagai laboratorium inovasi yang mampu melahirkan solusi-solusi praktis bagi tantangan keuangan Islam kontemporer. Pihak rektorat juga optimis bahwa penguatan sinergi antar-kampus ini secara otomatis akan mendongkrak kualitas tata kelola kelembagaan dan mutu lulusan, sehingga mereka siap bersaing di industri syariah global.

Kehadiran 42 perguruan tinggi dalam kesepakatan ini membawa angin segar bagi dunia akademis dan praktisi ekonomi Islam. Jaringan yang luas ini memungkinkan terjadinya pertukaran dosen, kolaborasi riset multisentris, hingga program magang mahasiswa yang lebih terstruktur di berbagai lembaga keuangan syariah.

Menutup penjelasannya, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan kuat mengenai urgensi dari implementasi nyata setelah penandatanganan berkas kerjasama ini selesai dilakukan. “Kami tidak ingin nota kesepahaman ini hanya berakhir di atas kertas formalitas belaka, melainkan harus segera diwujudkan dalam bentuk aksi nyata yang dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat luas,” tegas Ismail.

Beliau juga menambahkan bahwa tantangan ekonomi syariah ke depan semakin kompleks, sehingga membutuhkan pemikiran kolektif dari berbagai pakar lintas kampus. “Melalui sinergi masif bersama 42 perguruan tinggi ini, kita sedang membangun fondasi intelektual yang kokoh untuk mengawal transisi menuju sistem ekonomi yang lebih berkeadilan,” ujar Ismail optimis.

Di sela-sela kegiatan tersebut, Ismail Suardi Wekke mengajak seluruh civitas akademika untuk bergerak cepat menyusun program kerja turunan dari kesepakatan besar ini. “Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran program studi di IAI Rawa Aopa untuk segera merumuskan langkah taktis mingguan agar poin-poin kerjasama ini langsung berjalan efektif mulai bulan depan,” pungkasnya.

Screenshot_2026_0516_093139

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan SEAAM Bersiap Jadi Pelaksana Bersama, Bandara Sultan Hasanuddin Dukung Penuh Celebes Summit Oktober 2026 Mendatang

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Sinergi strategis demi kemajuan kawasan Timur Indonesia terus digagas oleh institusi pendidikan tinggi. Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) bersama Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan agenda akbar “Celebes Summit” yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.

Langkah besar ini dipastikan mendapat dukungan penuh serta fasilitas strategis dari pihak otoritas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai pintu gerbang utama perhelatan tersebut. “Terima kasih pada Bandara Internasional Sultan Hasanuddin atas dukungannya,” kata Ismail Suardi Wekke, Sabtu (16/5/2026) usai bertemu Komite Saintifik di Makassar.

Pertemuan lintas sektor ini dirancang untuk mendiskusikan berbagai tantangan global serta peluang pengembangan riset, manajemen kelembagaan, dan inovasi di wilayah Sulawesi dan sekitarnya. Kehadiran para akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara Asia Tenggara dalam forum ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi konkret bagi pembangunan daerah.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk menyejajarkan perguruan tinggi keagamaan di daerah dengan perkembangan global. Penyelenggaraan acara internasional seperti ini membutuhkan fondasi yang kuat, baik dari sisi tata kelola internal kampus maupun kerja sama dengan jaringan eksternal yang mencakup skala regional dan internasional.

“Kami memandang Celebes Summit sebagai sebuah kemitraan penta helix, juga menjadi sebuah jembatan strategis untuk membawa inovasi lokal dari Konawe Selatan menuju panggung Asia Tenggara,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan terkait persiapan acara.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa keterlibatan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai mitra pendukung utama logistik dan penyambutan delegasi akan memastikan aksesibilitas para peserta berjalan dengan lancar dan profesional. Integrasi antara kesiapan akademik dari kampus dan dukungan infrastruktur transportasi udara yang prima menjadi kunci utama dalam menyukseskan acara berskala besar tersebut.

“Dukungan penuh dari pihak bandara internasional adalah bentuk nyata dari hubungan penta-helix, di mana sektor akademisi dan pengelola fasilitas publik bersatu demi nama baik bangsa,” tegas Ismail Suardi Wekke.

Selain kesiapan infrastruktur, manajemen internal kampus juga terus diakselerasi guna menyambut para tamu internasional. Penataan aspek perencanaan program dan pengelolaan sumber daya manusia di IAI Rawa Aopa menjadi prioritas utama agar seluruh civitas akademika mampu mengambil peran aktif dan memberikan impresi terbaik selama konferensi berlangsung.

“Celebes Summit Oktober nanti akan kesempatan bahwa perguruan tinggi yang berada di daerah juga mampu mengorkestrasi sebuah forum internasional yang bermutu tinggi dan berdampak luas,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Ismail Suardi Wekke turut menyatakan bahwa manajemen IAI Rawa Aopa Konawe Selatan saat ini tengah fokus mengoptimalkan seluruh sumber daya internal demi memastikan standar pelaksanaan acara memenuhi ekspektasi internasional. Beliau menambahkan pula bahwa sinergi yang terbangun antara SEAAM, pihak kampus, dan pengelola bandara diharapkan dapat menjadi cetak biru baru bagi penyelenggaraan event-event akademis global di masa yang akan datang.

IMG-20260512-WA0017

Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Ucapkan Selamat atas Pelantikan Tujuh Pimpinan PTKN

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, melantik tujuh pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta, pada Senin (11/5/2026).

Dalam prosesi yang berlangsung khidmat tersebut, Menag menekankan pentingnya integritas dan kemandirian bagi setiap pimpinan institusi pendidikan di bawah naungan Kemenag.

Menag menegaskan bahwa seorang pimpinan perguruan tinggi merupakan representasi tertinggi institusi yang harus berani berdiri tegak di atas kepentingan apa pun. Ia meminta para pimpinan PTKN untuk memposisikan diri layaknya “Menteri Agama” di lingkungan kerjanya masing-masing, dengan memahami fungsi sebagai penanggung jawab totalitas institusi serta tidak membiarkan diri dikendalikan oleh kepentingan pihak luar.

Selain aspek kepemimpinan, Menag juga menyoroti pentingnya penguasaan aturan perundang-undangan dan tata kelola keuangan. Ia mewajibkan para pimpinan untuk mempelajari seluruh peraturan terkait guna menghindari pelanggaran yang disebabkan oleh ketidaktahuan prosedur. Menag menekankan bahwa tidak boleh ada alasan bagi pimpinan untuk tidak memahami regulasi yang berlaku.

Terkait peningkatan mutu akademik, Menag menginstruksikan para pimpinan yang baru dilantik untuk segera melakukan akselerasi peningkatan status institusi. Hal ini mencakup transformasi dari Sekolah Tinggi menjadi Institut, serta Institut menjadi Universitas. Ia juga mewanti-wanti agar kualitas akreditasi minimal dipertahankan dan terus ditingkatkan demi menjaga citra dan kualitas program tinggi di masa depan.

Dalam daftar pimpinan yang dilantik, Janawi resmi menjabat sebagai Rektor IAIN Abdurrahman Sidik Bangka Belitung, Lukman Arake sebagai Rektor IAIN Bone, dan Idi Warsah sebagai Rektor IAIN Curup. Sementara itu, jabatan Rektor IAIN Pare-pare kini diemban oleh Darmawati, Rektor IAKN Ambon oleh Elka Anakotta, Rektor IAKN Tarutung oleh Haposan Silalahi, dan Mara Samin Lubis resmi menjabat sebagai Ketua STAIN Mandailing Natal.

Sehubungan dengan pelantikan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, turut memberikan pernyataan dukungan. Beliau menyampaikan ucapan selamat bekerja kepada rekan-rekan sejawat yang baru saja mengambil sumpah jabatan. Ismail Suardi Wekke juga mendoakan agar para pimpinan tersebut senantiasa diberikan kesehatan dalam mengemban amanah besar demi kemajuan pendidikan keagamaan di Indonesia.

Prosesi pelantikan ini disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Suyitno, serta dihadiri oleh para Staf Khusus, Tenaga Ahli Menteri Agama, dan jajaran pejabat Eselon I Kementerian Agama. Di akhir arahannya, Menag mengingatkan agar pimpinan baru tidak goyah oleh tekanan dari pihak mana pun, termasuk urusan pribadi atau keluarga, yang dapat mencederai peraturan.

Jakarta (ISW)

IAI Rawa Aopa Konsel Konsisten Jalankan Tri Dharma, Mahasiswa PPL Tersebar di Berbagai Kabupaten

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tetap menunjukkan komitmennya dalam menjaga ritme aktivitas akademik secara konsisten. Memasuki pertengahan semester, kampus yang dikenal dengan julukan kampus hijau ini tetap aktif menjalankan agenda Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik di lingkungan internal kampus maupun melalui kegiatan lapangan yang melibatkan masyarakat luas.

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas pembelajaran tatap muka berjalan sebagaimana jadwal yang ada di dua lokasi utama, yakni Kampus Lamooso dan Kampus Andoolo. Selain kegiatan di ruang kelas, IAI Rawa Aopa juga tengah menerjunkan ratusan mahasiswa Program Studi Tarbiyah semester 6 untuk melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).

Mahasiswa tersebut tersebar di berbagai sekolah yang berada di pelbagai kabupaten, sebagai bentuk nyata implementasi pengabdian dan pengasahan kompetensi pedagogik. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa seluruh gerak langkah institusi saat ini difokuskan pada penguatan kualitas layanan pendidikan.

Beliau menyatakan bahwa dinamika aktivitas di Kampus Lamooso dan Andoolo merupakan cerminan dari dedikasi dosen dan mahasiswa dalam menjaga marwah akademik. “Kita juga sepekan yang lalu menyelesaikan rangkaian SEA-AFSID yang berlangsung sukses, dilaksanakan dari 8 negara dan 17 kota di Asia,” ungkap Ismail yang menjalin kerjasama dengan BOLT (Balsamo Outreach for Learning and Teaching).

Selain itu, Ismail menggarisbawahi bahwa pelaksanaan PPL di berbagai daerah bukan sekadar tugas rutin, melainkan jembatan bagi kampus untuk berkontribusi langsung pada peningkatan mutu pendidikan di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, manajemen kampus berkomitmen penuh untuk mendukung setiap kegiatan yang menunjang akreditasi dan pengembangan sumber daya manusia melalui alokasi perencanaan yang tepat sasaran.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menyampaikan instruksi langsung terkait kesinambungan program ini. “Kita harus memastikan bahwa setiap proses pembelajaran, baik yang berlangsung di dalam kelas maupun praktik di lapangan, memiliki standar kualitas yang sama tingginya,” tegas Ismail usai melaksanakan pemantauan PPL TERPADU. 

Ia juga menambahkan, “Keaktifan mahasiswa semester 6 di lokasi PPL adalah bukti bahwa IAI Rawa Aopa hadir dan berpartisipasi pada institusi mitra di berbagai kabupaten.”

Di akhir penyampaiannya, Ismail menekankan pentingnya sinergi kolektif dengan berujar, “Manajemen akan terus mengawal ketersediaan fasilitas dan dukungan administratif agar seluruh sivitas akademika dapat menjalankan tugasnya tanpa hambatan teknis.”

Dengan pembagian fokus antara penguatan teori di pusat kampus dan praktik lapangan di daerah-daerah, IAI Rawa Aopa optimistis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga cekatan dalam menghadapi realitas profesi di masa depan.

“Dosen yang memiliki tuas mengajar tetap mengajar. Sementara itu, bagi yang membimbing PPL, juga tetap membimbing PPL,” kata Ismail. Sementara itu, PPL TERPADU, dilaksanakan dengan integrasi penelitian kolaboratif antara mahasiswa dan dosen.

Ismail merujuk kepada pesan Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri bahwa hidup senantiasa disertai dengan ujian dan cobaan. “Dalam dinamika kehidupan, adanya ujian dan cobaan, kita tetap mempertahankan komitmen untuk menjalankan tri dharma perguruan tinggi,” pungkas Ismail Suardi Wekke.