IMG-20260629-WA0032

Perkuat Integritas Akademik, LPPM IAI Rawa Aopa Sukses Gelar Workshop Bersama Turnitin

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses menyelenggarakan workshop akademik berbasis digital, Senin (29/6/2026).

Acara yang berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting ini terlaksana berkat dukungan penuh dari platform deteksi plagiarisme global, Turnitin.

Agenda strategis ini dihadiri dari berbagai elemen. Tercatat, kegiatan tidak hanya diikuti oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan jajaran pengurus yayasan internal, tetapi juga dihadiri oleh perwakilan civitas akademika lintas kampus. Kehadiran peserta dari berbagai institusi luar ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi kerja sama antar-perguruan tinggi yang diinisiasi oleh LPPM.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa agenda ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan institusi dalam menjaga mutu ilmiah. Beliau menekankan bahwa penanaman nilai kejujuran di lingkungan kampus tidak boleh berhenti pada tataran teori.

“Ini merupakan ikhtiar dalam mendukung integritas. Bagaimanapun integritas perlu diikhtiarkan, diimplementasikan, dan dijadikan sebagai nilai, bahkan tradisi,” tegas Ismail dalam acara tersebut yang bertindak selaku moderator.

Sejalan dengan hal tersebut, Ismail mengemukakan bahwa LPPM IAI Rawa Aopa senantiasa kolaborasi dengan institusi luar merupakan langkah taktis untuk mengakselerasi adaptasi teknologi digital dalam proses penjaminan mutu karya ilmiah.

Ismail di sela-sela acara menambahkan, “Kehadiran teknologi seperti Turnitin bukan untuk membatasi kreativitas, melainkan menjadi panduan agar karya ilmiah yang dilahirkan mahasiswa dan dosen kita benar-benar orisinal serta dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Menanggapi animo peserta lintas kampus, Ismail menyebutkan bahwa kehadiran partisipan daring ini membuktikan besarnya kebutuhan akan standardisasi antiprosedur plagiat di era digital. Salah satu peserta yang mengikuti jalannya workshop secara penuh menuturkan.

“Kami sangat mengapresiasi partisipasi rekan-rekan dari lintas kampus yang hadir hari ini, karena upaya menjaga muruah akademik ini tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus kolektif,” ungkapnya.

Di sisi lain, materi yang disampaikan memberikan perspektif baru bagi para peserta. Perwakilan peserta dari kampus mitra mengungkapkan bahwa pemaparan dalam workshop ini memberikan pemahaman yang sangat aplikatif mengenai batasan plagiarisme dan teknik sitasi yang benar.

Apresiasi juga datang dari kalangan pengajar. Salah seorang dosen senior mengapresiasi inisiatif LPPM yang menggandeng Turnitin karena menurutnya sistem pelacakan ini sangat membantu proses bimbingan.

“Melalui sistem ini, proses verifikasi tugas akhir mahasiswa menjadi jauh lebih objektif dan transparan,” ujarnya.

Melalui suksesnya workshop virtual ini, LPPM IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berharap pemanfaatan Turnitin dapat dioptimalkan secara menyeluruh oleh seluruh civitas akademika, sekaligus menjadi motor penggerak lahirnya generasi peneliti yang menjunjung tinggi etika penulisan ilmiah.

IMG-20260628-WA0014

Melebarkan Sayap Pendidikan Tinggi, IAI Rawa Aopa Buka Peluang Lebih Luas bagi Generasi Muda Sulawesi Tenggara

 

 

rawaaopakonsel.ac.id; –  Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas dengan melebarkan sayap melalui pembukaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027, kegiatan dipusatkan di kediaman Ketua Umum HMJ-HTN Desa Anduna Kecamatan Laeya Minggu (28/06/26).

Antusiasme sangat luar biasa hal itu dibuktikan hadirnya masyarakat maupun yang baru lulus ditingkat SMA serta dibuktikan beberapa pendaftar sudah masukan persyaratannya.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya IAI Rawa Aopa untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, berlandaskan nilai-nilai keislaman, serta mampu mencetak lulusan yang berintegritas, kompeten, dan siap menghadapi tantangan zaman. Dengan dukungan tenaga pengajar yang profesional dan lingkungan akademik yang kondusif, IAI Rawa Aopa optimistis dapat menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.

Ketua Dewan Pendiri/Pembina IAI Rawa Aopa. Al Asri, S.Pd.I., M.Si menyampaikan bahwa perluasan jangkauan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru dilakukan hingga ke berbagai daerah, sekolah menengah atas, madrasah aliyah, dan pesantren. Hal ini bertujuan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada generasi muda untuk memperoleh pendidikan tinggi yang bermutu.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap Putra-putri daerah memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan tinggi. IAI Rawa Aopa hadir sebagai institusi yang tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga membentuk karakter, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain menawarkan program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, IAI Rawa Aopa juga terus berupaya meningkatkan kualitas layanan akademik, memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, serta mengembangkan inovasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui penerimaan mahasiswa baru tahun ini, IAI Rawa Aopa mengajak para lulusan SMA, SMK, MA, dan sederajat untuk bergabung menjadi bagian dari keluarga besar kampus yang berkomitmen mencetak generasi islami, cerdas, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Pendaftaran mahasiswa baru telah dibuka. Calon mahasiswa diharapkan segera melengkapi persyaratan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Mari Bergabung Bersama IAI Rawa Aopa, Membangun Masa Depan Gemilang dengan Ilmu, Iman, dan Akhlak.”

 

Laporan:MC-IAIRA

IMG-20260628-WA0021

Menuju Panggung Dunia, UIN Ponorogo Bersiap Gelar ICIS 2026 Kolaborasi Rumah Jurnal PTKI, IAI Rawa Aopa Siap Berpartisipasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Ponorogo – Universitas Islam Negeri (UIN) Ponorogo terus mematangkan persiapan untuk menyambut gelaran akbar The 4th International Conference on Islamic Studies (ICIS) 2026. Sebagai tuan rumah, UIN Ponorogo berkomitmen menjadikan konferensi internasional ini sebagai batu loncatan penting dalam penguatan tradisi akademik dan publikasi ilmiah di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Penyelenggaraan ICIS tahun ini terasa sangat spesial karena mengusung semangat kolaborasi yang kuat antarrumah jurnal dari berbagai PTKI di Indonesia. Aliansi strategis ini dibentuk untuk memastikan bahwa artikel-artikel ilmiah yang dipresentasikan nantinya mampu menembus jurnal-jurnal bereputasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Komite Saintifik The 4th ICIS 2026, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa persiapan yang dilakukan telah memasuki tahapan akhir, terutama dalam menyelaraskan visi bersama para pengelola jurnal.

Ismail Suardi Wekke juga menegaskan komitmen IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk turut berpartisipasi. “Melalui Rumah Jurnal IAI Rawa Aopa Konawe Selatan kita siap berpartisipasi,” kata Ismail di Jakarta, Minggu (28/6/2026).

“Kami sedang merancang sebuah ekosistem konferensi yang tidak hanya sekadar menjadi tempat berkumpulnya para pemikir, tetapi juga sebagai mesin penggerak lahirnya publikasi ilmiah yang berkualitas global,” ujarnya saat memberikan keterangan terkait kesiapan panitia.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan kekuatan akademik PTKI ke mata dunia. Menurutnya, keterlibatan aktif Rumah Jurnal dari berbagai perguruan tinggi akan menjadi pilar utama dalam menyaring dan mengurasi karya-karya terbaik yang masuk ke meja panitia. Hal ini diharapkan dapat mendongkrak indeks sitasi dan reputasi lembaga secara kolektif.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya standar tinggi yang diterapkan dalam seleksi naskah pada konferensi kali ini.

“Melalui kerja sama dengan Rumah Jurnal PTKI, kita menerapkan standar penelaahan sejawat (peer-review) yang sangat ketat agar luaran dari ICIS 2026 ini benar-benar memiliki dampak akademik yang signifikan,” tambah Ismail.

Terkait dengan kesiapan teknis dan substansi acara, Ismail menyatakan optimismenya terhadap komitmen UIN Ponorogo sebagai pusat kegiatan. Ia melihat koordinasi yang solid antara panitia lokal dan komite saintifik menjadi modal utama kelancaran acara.

“UIN Ponorogo telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam menyiapkan infrastruktur dan atmosfer akademik yang kondusif, sehingga kami optimistis The 4th ICIS 2026 akan berjalan sukses dan menghadirkan kebaruan ilmiah (novelty) yang dicari dunia internasional,” pungkasnya mantap.

Dengan perpaduan persiapan yang matang dan sinergi lintas Rumah Jurnal PTKI, ICIS 2026 di UIN Ponorogo diproyeksikan akan menjadi salah satu langkah dalam perkembangan dan pengembangan studi Islam dunia, sekaligus meneguhkan posisi PTKI sebagai pusat keunggulan akademik global.

IMG-20260628-WA0003

Jelang ICOSBE 2026, Binus Business School Siap Gelar Pre-Conference Workshop di Kampus Anggrek

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Menjelang perhelatan The 3rd International Conference on Sustainable Business and Entrepreneurship (ICOSBE) 2026, Binus Business School (BBS) bergerak cepat mematangkan persiapan. Sebagai langkah awal, BBS dijadwalkan akan menggelar Pre-Conference Workshop pada 14 Juli 2026 mendatang yang dipusatkan di Kampus Anggrek, Universitas Bina Nusantara, Jakarta.

Forum ilmiah ini diproyeksikan menjadi wadah strategis bagi para akademisi dan peneliti untuk memperdalam metodologi serta strategi publikasi global sebelum konferensi utama dimulai. Research Coordinator Binus Business School, Sambudi Hamali, menegaskan di Jakarta, Sabtu (27/6/2026) bahwa lokakarya ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari ekosistem konferensi tahunan tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini dirancang khusus untuk memberikan fondasi yang kuat bagi para peserta agar artikel ilmiah mereka mampu menembus standar global. “Sebuah rangkaian dengan kegiatan ICOSBE 2026,” kata Sambudi di Jakarta, di sela-sela konsinyering publikasi ICOSBE.

“Kami ingin memastikan bahwa ICOSBE bukan sekadar wadah presentasi, melainkan ruang inkubasi riset yang berdampak luas,” ujar Sambudi saat memberikan keterangan pada media.

Lebih lanjut, Sambudi menjelaskan bahwa pelaksanaan workshop ini merupakan komitmen berkelanjutan dari Binus Business School dalam menjaga mutu dan reputasi akademik ICOSBE yang telah berjalan dari tahun ke tahun. Guna mencapai target tersebut, BBS tidak tanggung-tanggung dalam menghadirkan narasumber utama.

Pada edisi kali ini, lokakarya akan menghadirkan kembali Ismail Suardi Wekke, Ph.D., yang merupakan Managing Editor dari penerbit global, sebuah penerbit internasional bereputasi. Kehadiran pakar publikasi ini diharapkan dapat mengupas tuntas teknik menembus jurnal dan buku ilmiah tingkat dunia.

“Kehadiran Ismail Suardi Wekke sebagai pembicara akan meneruskan diskursus kontemporer mengenai lanskap publikasi global yang dinamis,” kata Sambudi optimis.

Sambudi juga menambahkan bahwa melalui rekam jejak narasumber, para peserta akan mendapatkan panduan praktis dan langsung dari dapur redaksi penerbit internasional. Pihak manajemen BBS pun meyakini, melalui persiapan yang matang di Kampus Anggrek ini, kualitas luaran (output) riset dari para delegasi ICOSBE tahun ini akan meningkat secara signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Di akhir penjelasannya, Sambudi menekankan signifikansi tradisi akademik ini bagi universitas. Ia menyebutkan bahwa pre-conference ini telah bertransformasi menjadi jangkar mutu bagi ICOSBE, memastikan bahwa setiap gagasan yang dipresentasikan memiliki daya saing tinggi.

“Lokakarya pra-konferensi ini telah menjadi agenda tahunan wajib ICOSBE untuk terus mengawal kualitas luaran riset para akademisi kita,” pungkas Sambudi menutup pernyataannya.

IMG-20260627-WA0032

Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Ikuti Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 yang Dibuka Presiden Prabowo

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi keagamaan. Hal ini dibuktikan dengan partisipasi aktif pimpinan kampus dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Kegiatan tingkat nasional yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Jumat (26/6/2026) tersebut dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Kehadiran Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan bersama jajaran pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia dalam forum ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan arah pendidikan tinggi keagamaan Islam dengan prioritas pembangunan nasional yang tengah dijalankan pemerintah.

Keterlibatan perguruan tinggi Islam dinilai sangat krusial dalam merumuskan arah pembangunan bangsa, terutama dalam aspek penguatan SDM yang unggul, berkarakter, dan inovatif.

“Kami hadir dengan komitmen tinggi untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi keagamaan dengan agenda prioritas pemerintah. Melalui forum ini, kita memperoleh arahan langsung dari Presiden RI mengenai peran strategis ilmuwan dan akademisi dalam mendukung ketahanan pangan, energi, hingga hilirisasi industri,” ujar Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke.

Menurut beliau, berbagai isu strategis yang dibahas mulai dari sektor pertanian, ekonomi dan keuangan syariah, hingga ketahanan pangan akan menjadi referensi penting bagi IAI Rawa Aopa dalam memperkuat riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat yang relevan dengan kebutuhan riil di daerah Konawe Selatan dan Indonesia pada umumnya.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, dalam laporan pembukaannya menyampaikan bahwa Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 kali ini berhasil menghimpun lebih dari 2.600 peserta dari berbagai unsur akademisi dan praktisi. Di antaranya tercatat kehadiran 219 rektor, 44 direktur perguruan tinggi vokasi, serta 1.596 dosen dan peneliti dari seluruh penjuru Indonesia.

Mengusung tema besar “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia”, konvensi yang diisiasi langsung oleh Presiden Prabowo sejak tahun lalu ini dirancang untuk menempatkan ilmu pengetahuan sebagai fondasi utama kebijakan negara. Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta intensif membedah sektor-sektor krusial seperti pertanian, energi, ekonomi, ketahanan pangan, kelautan, perikanan, hingga hilirisasi industri. Seluruh gagasan dari para rektor dan ilmuwan ini nantinya akan dirumuskan secara konkret menjadi rekomendasi kebijakan pemerintah berbasis sains.

Dalam pengarahannya yang disambut antusias oleh para peserta, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kebangkitan sebuah negara sangat bergantung pada optimalisasi potensi riset dan pemikiran yang ada di lingkungan kampus.

“Kalau negara mau bangkit, negara mau maju, memang harus dimanfaatkan dan digerakkan potensi serta kemampuan dari kampus-kampus,” tegas Presiden Prabowo di hadapan para pimpinan perguruan tinggi.

Acara berskala nasional ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, serta jajaran mitra industri se-Indonesia.

Pre Conference (ISW)

Pengumuman Acara: Pre Conference ICOSBE 2026, Tips for Publishing Book Chapter

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Dunia akademik modern tidak hanya menuntut riset yang mendalam, tetapi juga strategi diseminasi atau penyebaran ilmu yang efektif. Salah satu jalur kontribusi ilmiah yang kian mendapat perhatian tinggi adalah penulisan book chapter (bab dalam buku ilmiah). Berbeda dengan artikel jurnal yang sering kali memiliki batasan ruang yang ketat dan fokus riset yang sangat spesifik, book chapter memberikan ruang bagi para akademisi untuk mengulas sebuah fenomena secara lebih komprehensif, kaya akan konteks, dan integratif. Format ini menjadi jembatan penting untuk menyatukan berbagai perspektif riset ke dalam satu tema besar yang kohesif dan berdampak luas.

Namun, menembus penerbit bereputasi global layaknya memecahkan teka-teki yang rumit. Mulai dari merumuskan proposisi nilai yang unik agar dilirik oleh editor, hingga menavigasi proses peer-review (peninjauan sejawat) yang ketat, para peneliti sering kali dihadapkan pada standar metodologi dan penulisan yang sangat menuntut. Guna mengurai benang kusut tersebut, program studi terkait di BINUS University menginisiasi sebuah ruang diskusi strategis melalui gelaran Pre-Conference ICOSBE 2026 yang bertajuk “Tips for Publishing Book Chapter”. Acara ini dirancang khusus untuk membedah anatomi penulisan bab buku yang sukses dari sudut pandang sains populer dan praktis.

Agenda ilmiah yang dinantikan ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 14 Juli 2026. Melalui pendekatan interaktif, forum ini akan mempertemukan para akademisi lintas disiplin untuk membagikan taktik jitu dalam menyusun draf yang memikat. Peserta tidak hanya akan diajak memahami aspek teknis struktur tulisan, melainkan juga aspek psikologis dalam meyakinkan penerbit internasional mengenai urgensi dan kebaruan materi yang ditawarkan.

Guna memastikan aksesibilitas ilmu pengetahuan tanpa batas geografis, konferensi awal ini akan diselenggarakan secara hybrid. Pertemuan fisik atau tatap muka akan dipusatkan di Kampus BINUS @ Anggrek, sebuah episentrum akademik yang dilengkapi dengan fasilitas teknologi modern. Sementara itu, platform digital interaktif disiapkan bagi para peneliti dan praktisi dari berbagai penjuru dunia yang ingin bergabung secara virtual, menciptakan ruang sinergi yang dinamis antara ekosistem luring dan daring.

Pada akhirnya, Pre-Conference ICOSBE 2026 bukan sekadar pengumuman acara rutin, melainkan sebuah katalisator penting bagi peningkatan kualitas publikasi ilmiah tanah air di panggung global. Dengan menghadiri forum ini, para ilmuwan dan pengajar akan dibekali kompas strategis untuk mengubah hasil observasi laboratorium maupun kajian teoretis menjadi untaian literatur yang diakui secara internasional. Langkah awal menuju ekosistem riset yang berdampak nyata akan dimulai dari ruang-ruang diskusi seperti ini.

ITB (ISW)

Hadir dalam Simposium Indonesia-Australia di ITB, Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Siap Menjadi Bagian Akselerasi Agrivoltaics di Indonesia Timur

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung — Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama jaringan universitas terkemuka asal Australia resmi memulai kolaborasi strategis untuk menjawab tantangan krisis energi di wilayah pelosok. Melalui simposium bertajuk “Agrivoltaics and energy challenge in Rural and Remote Islands In Eastern Indonesia”, kemitraan bilateral ini berfokus pada penerapan teknologi agrivoltaics—sistem yang memadukan panel surya (PLTS) dengan lahan pertanian—di pulau-pulau terpencil Indonesia Timur.

Acara yang digelar pada Kamis (25/6/2026) di Gedung Labtek XV, Kampus ITB Bandung ini menandai dimulainya (kick-off meeting) program Simposium Bilateral KONEKSI LPDP Indonesia-Australia. Riset multidisiplin ini dipimpin langsung oleh Dr. Acep Purqon, dosen Fisika FMIPA ITB dari Kelompok Keahlian Fisika Bumi dan Sistem Kompleks.

Proyek ambisius ini melibatkan konsorsium besar dari berbagai institusi akademik dan riset kedua negara. Dari Australia, delegasi dipimpin oleh para pakar dari Murdoch University (seperti Prof. GM Shafiullah dan Prof. Martin Anda) serta Griffith University (Prof. Andrea Haefner dan Anya Phelan).

Sementara dari Indonesia, ITB berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Cendrawasih (Uncen), Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong, Politeknik Negeri Fakfak (Polinef), IAIN Sorong, serta Purnomo Yusgiantoro Center.

“Transisi energi membuka ruang yang sangat luas bagi riset, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat. Ini adalah titik temu lintas ilmu—mulai dari pertanian, kehutanan, teknik mesin, hingga manajemen bisnis—untuk menyelesaikan krisis energi dengan konsep jembatan (bridging) transisi energi,” ujar Dr. Acep Purqon dalam pemaparannya.

Wakil Dekan Bidang Akademik FMIPA ITB, Dr. Dwi Irwanto, menjelaskan bahwa ITB terus mendorong berbagai pendekatan inovatif untuk menemukan formulasi pemanfaatan energi yang optimum di berbagai wilayah unik Indonesia yang bercorak kepulauan.

Teknologi agrivoltaics dinilai menjadi solusi jitu untuk wilayah yang sulit dijangkau oleh listrik jaringan (off-grid). Selain memproduksi energi bersih, sistem ini menjaga ketahanan pangan lokal karena tidak mengalihkan fungsi lahan hijau.

Menariknya, program ini tidak hanya fokus pada aspek teknis. Proyek ini dirancang inklusif dengan memadukan inovasi ilmiah bersama kearifan lokal (indigenous knowledge). Program ini juga membuka ruang setara bagi kelompok pemuda dan keterlibatan aktif perempuan, khususnya dalam adopsi teknologi alat dan mesin pertanian (alsintan) yang ergonomis dan ramah pengguna.

Turut hadir sebagai pembicara kunci, M. Irfan Saleh selaku Deputi Investasi dan Pendanaan BOPPJ (Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa), yang mengupas tuntas peluang skema pendanaan serta tantangan regulasi dalam mengimplementasikan agrivoltaics di pulau terpencil.

Langkah taktis yang digagas oleh tim peniliti dua negara ini mengakar pada agenda besar nasional. Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, Indonesia menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 GW hingga 2034, di mana 61% (lebih dari 42 GW) diproyeksikan bersumber dari Energi Baru Terbarukan (EBT) dan sistem penyimpanan energi (energy storage).

Transformasi ini krusial demi mengejar komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) 2030 dan target besar Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Melalui model kerja sama pentahelix—yang menyatukan akademisi, pemerintah, komunitas, dan sektor bisnis—paradigma hubungan desa dan penyedia energi diubah secara total. 

Desa di pelosok Indonesia Timur tidak lagi sekadar menjadi konsumen pasif di ujung jaringan, melainkan mitra strategis penyuplai energi bersih mandiri yang mampu menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Parana Ari Santi (Perwakilan Program KONEKSI LPDP Indonesia-Australia) yang menekankan pentingnya kontinuitas komunikasi antar-peneliti, dan resmi ditutup oleh Erlin Puspaputri selaku perwakilan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Turut hadir Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan dalam simposium tersebut. Selain menyajikan presentasi awal terkait dengan penelitian kolaboratif ini, Ismail juga mengemukakan bahwa topik agrivoltaics dapat menjadi penelitian bersama dengan civitas akademika IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

“Kita akan mulai memproses kolaborasi ini dan emnyelaraskan dengan tim yang sudah ada, sehingga bisa direpilkasi di Sulawesi Tenggara, dan juga Sulawesi secara umum,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

IMG-20260626-WA0025

Bahas Peta Jalan Riset Indonesia Timur dalam Simposium Indonesia-Australia di ITB: Pimpinan IAI Rawa Aopa Bergabung Dalam Riset Kolaboratif

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Kolaborasi riset antara Indonesia dan Australia kembali diperkuat melalui penyelenggaraan Kick Off Meeting yang dirangkaikan dengan Indonesia-Australia Symposium di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri delegasi dari Murdoch University, Australia, bersama tim peneliti dari Indonesia yang akan menjalankan program penelitian kolaboratif. Riset ini memperoleh dukungan pendanaan dari program KONEKSI, hasil kerja sama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dengan LPDP untuk memperkuat kemitraan riset internasional.

Salah satu anggota tim peneliti, Ismail Suardi Wekke yang juga Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan memaparkan tiga fokus utama yang menjadi perhatian dalam simposium tersebut. Menurutnya, penelitian diarahkan untuk memperkuat pemahaman terhadap dinamika kawasan Indonesia Timur sekaligus menyusun arah pengembangan riset yang lebih kolaboratif.

“Ada tiga hal yang menjadi fokus pembahasan, yakni memahami Indonesia Timur, belajar dari keberhasilan program Keluarga Berencana dan SD Inpres, serta menyusun peta jalan riset dan pengembangan model bersama perguruan tinggi di Indonesia Timur,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam pemaparannya.

Ia menjelaskan, kajian mengenai Indonesia Timur menjadi fondasi penting untuk merumuskan kebijakan dan model pengembangan yang sesuai dengan karakteristik wilayah. Selain itu, pengalaman keberhasilan program Keluarga Berencana dan pembangunan SD Inpres dinilai dapat menjadi referensi dalam menyusun strategi pembangunan berbasis riset.

Melalui kolaborasi ini, tim peneliti Indonesia dan Australia diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi ilmiah yang mendukung pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Indonesia Timur.

“Tiga fokus tersebut menjadi pijakan untuk membangun peta jalan riset dan mengembangkan model kolaborasi bersama perguruan tinggi di Indonesia Timur,” tutup Ismail Suardi Wekke.

IMG-20260622-WA0025

Perkuat Studi Hukum Tata Negara, IAI Rawa Aopa Jajaki Kemitraan dengan Istiqlal Fatwa Centre

Rawaaopakonsel.ac.id, Ciputat – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tengah menjajaki kerja sama strategis dengan Istiqlal Fatwa Centre (IFTA). Langkah ini diambil guna memperkuat implementasi keilmuan, khususnya pada Program Studi Hukum Tata Negara di bawah naungan Fakultas Syariah.

Keinginan kolaborasi tersebut mengemuka setelah momentum hangat di sela-sela Majelis Ikatan Alumni Pesantren IMMIM (IAPIM) Jabodetabek yang berlangsung di Ciputat, Sabtu (19/6/2026). Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., yang juga merupakan alumni Pesantren IMMIM, berkesempatan menyapa langsung narasumber pengajian bulanan tersebut, Dr. H. Mahkama Mahdin, Lc., MA.

Dr. Mahkama Mahdin, seorang alumnus Universitas Al-Azhar Kairo, saat ini mengemban amanah sebagai Direktur Istiqlal Fatwa Centre. Dalam perbincangan usai acara, Ismail Suardi Wekke menyatakan bahwa kehadiran IFTA di berbagai daerah merupakan kebutuhan mendesak untuk mencerahkan umat.

Ia menegaskan kesiapan institusinya untuk menjadi perpanjangan tangan program tersebut di wilayah Sulawesi Tenggara. Sekaligus, IAI Rawa Aopa dapat belajar bersama dengan perangkat institusi di Masjid Istiqlal.

“Kami melihat visi besar Imam Besar Masjid Istiqlal untuk mengembangkan IFTA ke pelbagai wilayah dan penjuru Indonesia sebagai peluang strategis yang harus disambut baik oleh perguruan tinggi daerah,” ujar Ismail.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa keunikan kurikulum dan fokus akademik yang dimiliki oleh IAI Rawa Aopa, terutama di ranah Hukum Tata Negara, akan menjadi modal utama yang sangat kokoh dalam menyokong dan mempercepat realisasi perluasan jaringan Istiqlal Fatwa Centre di tingkat lokal.

Menurutnya, sinergi antara otoritas fatwa nasional dan institusi akademik akan menghasilkan kajian yang berdampak luas. Keberadaan IAI Rawa Aopa dapat menjadi bagian dalam perluasan IFTA ke berbagai wilayah.

“Fakultas Syariah kami, khususnya Program Studi Hukum Tata Negara, memiliki kekhasan yang sangat kontekstual untuk menjadi mitra strategis dalam mendiseminasikan serta mengembangkan kajian-kajian dari Istiqlal Fatwa Centre,” tambahnya.

Ismail juga memaparkan pandangannya mengenai pentingnya kolaborasi ini sebagai jembatan ilmu. Ia menilai, kemitraan ini bukan sekadar kerja sama di atas kertas, melainkan sebuah ikhtiar nyata untuk menghadirkan rujukan hukum Islam yang otoritatif dan adaptif bagi dinamika tata negara di daerah.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap IAI Rawa Aopa dapat menjadi pusat pertumbuhan dan mitra utama IFTA di kawasan, guna menghadirkan kajian hukum Islam yang moderat dan integratif,” pungkas Ismail.

Pertemuan dalam bingkai silaturahmi alumni ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti menjadi kesepahaman formal, demi mendukung desentralisasi edukasi dan pelayanan fatwa sebagaimana amanat yang dicanangkan oleh Masjid Istiqlal Jakarta.

IWDN (ISW)

Penguatan Kapasitas Mahasiswa, IAI Rawa Aopa Proyeksikan Mahasiswa untuk Berinteraksi Dalam Kerangka IWDN

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta — Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempertahankan komitmennya dalam membawa civitas akademika menuju panggung internasional. Langkah strategis ini dipertegas melalui pertemuan penting antara pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan Pendiri sekaligus Presiden Islamic World Development Network (IWDN), Fakih Fadilah Muttaqin, di Jakarta pada Senin (22/6).

Pertemuan ini menjadi tonggak krusial karena IAI Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi memulai komunikasi dalam jaringan global tersebut, Begitu pula IAI Rawa Aopa bergabung bersama 19 perguruan tinggi terkemuka lainnya di Indonesia dalam mempersiapkan kolaborasi dengan NUNI.

Dengan total aliansi 20 perguruan tinggi, kolaborasi ini dirancang sebagai katalisator utama dalam memperluas cakrawala pergaulan dan kompetensi mahasiswa di level internasional. Presiden IWDN, Fakih Fadilah Muttaqin, menyambut baik visi besar yang diusung oleh IAI Rawa Aopa. Ia menilai keterlibatan kampus dari Sulawesi Tenggara ini akan memberikan warna baru dalam diplomasi pemuda.

“Kami percaya bahwa potensi kepemimpinan muda tidak boleh dibatasi oleh sekat geografis. Kehadiran IAI Rawa Aopa sebagai bagian dari jejaring akan memperkaya perspektif inklusif dalam kerangka kerja IWDN, sekaligus membuka akses bagi mahasiswa daerah untuk terlibat langsung dalam forum-forum global,” ujar Ismail Suardi Wekke setelah pertemuan.

Ismail juga menambahkan bahwa kemitraan strategis ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem akademis yang dinamis, di mana mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, melainkan aktor aktif dalam merespons berbagai isu kontemporer dunia.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., yang hadir dalam pertemuan tersebut, menegaskan bahwa internasionalisasi kampus adalah agenda mutlak. Menurutnya, pergaulan internasional bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan instrumen fundamental dalam struktur pengembangan kapasitas mahasiswa era modern.

“Kami tidak ingin mahasiswa kami canggung saat berinteraksi dengan dunia luar. Kerangka kerja bersama IWDN ini adalah karpet merah bagi mereka untuk mengasah global mindset, memperluas jaringan, dan membangun kepercayaan diri di lingkungan internasional,” tegas Ismail.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa status co-host yang disandang bersama 19 perguruan tinggi lainnya merupakan bukti nyata kepercayaan publik terhadap tata kelola institusi. Beliau menekankan bahwa kolaborasi lintas kampus ini akan menjadi wadah pertukaran pengetahuan, riset bersama, serta program pengabdian masyarakat yang memiliki dampak dan gaung secara global.

Melalui sinergi erat bersama IWDN dan jejaring NUNI (Nationwide University Network Indonesia) bersama 20 perguruan tinggi ini, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan optimistis mampu mentransformasi pola pembinaan mahasiswa. Institusi kini memproyeksikan seluruh program penguatan kapasitas untuk berbasis pada standar internasional, guna melahirkan lulusan yang berkarakter lokal namun berkemampuan global.