Mentri Pendidikan (ISW)

Pelantikan Timbalan Menteri Brunei Darussalam, Dewan Pembina Yayasan Sampaikan Selamat

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Kendari — Dewan Pembina Yayasan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Al Asri, menyampaikan ucapan selamat yang mendalam atas dilantiknya Yang Mulia Dato Seri Setia Dr. Haji Norarfan bin Haji Zainal sebagai Timbalan Menteri Brunei Darussalam. Ia mengungkapkan salah satu perluasan kerjasama perguruan tinggi dalam sambutan pada kegiatan Wisuda VII Angkatan I IAI Rawa Aopa yang diselenggarakan pada Rabu (10 Juni 2026). 

Al Asri menegaskan apresiasinya atas pencapaian tersebut  bahwa pelantikan yang dilakukan langsung oleh Sultan Hassanal Bolkiah pada 4 Juni 2026 lalu merupakan sebuah peristiwa penting yang turut disyukuri oleh segenap civitas akademika di Konawe Selatan.

Di hadapan ratusan wisudawan dan tamu undangan yang hadir, Al Asri mengungkapkan kebanggaan institusinya yang pernah menjalin kerja sama erat dengan tokoh penting Brunei tersebut. 

“Kami, keluarga besar IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, merasa sangat bersyukur dan bangga mendengar kabar pelantikan Yang Mulia Dato Seri Setia Dr. Haji Norarfan bin Haji Zainal. Beliau adalah sosok akademisi sekaligus pemimpin yang visioner, dan pengangkatannya sebagai Timbalan Menteri menjadi bukti nyata dari dedikasi panjang beliau bagi negara dan dunia pendidikan Islam,” sambung Al Asri usai acara wisuda.

Lebih lanjut, Al Asri menuturkan rekam jejak kerja sama historis yang sangat berkesan ketika Dato Norarfan masih menjabat sebagai Rektor Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA). Ia memaparkan bahwa delegasi IAI Rawa Aopa berkunjung dan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan pihak UNISSA pada November 2025 silam. 

Menurutnya, momentum peresmian kemitraan di bawah kepemimpinan rektor kala itu telah berhasil membuka gerbang kolaborasi internasional yang berkontribusi signifikan bagi pengembangan kualitas akademik di kampus IAI Rawa Aopa.

Dalam kesempatan yang penuh khidmat tersebut, Al Asri juga mengirimkan doa khusus bagi kelancaran tugas sang pejabat baru di lingkungan pemerintahan Brunei Darussalam. “Atas nama Dewan Pembina Yayasan, kami mendoakan agar Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, keberkahan, dan kekuatan kepada Yang Mulia dalam mengemban amanah kenegaraan yang baru ini. Kami sangat meyakini bahwa kapabilitas serta visi beliau yang teruji selama memimpin UNISSA akan membawa dampak positif yang besar bagi kemajuan pemerintahan Brunei,” tegasnya dengan penuh keyakinan.

Terkait kelanjutan kemitraan antar lembaga pasca pergantian tampuk kepemimpinan, Al Asri memastikan bahwa naiknya jabatan Dato Norarfan tidak akan menyurutkan tali silaturahmi akademik yang telah terbangun kokoh. Ia menyatakan komitmen teguhnya bahwa ikatan kerja sama yang sebelumnya disepakati bersama mantan rektor UNISSA tersebut akan terus dikawal dan diimplementasikan secara berkelanjutan. 

Al Asri sangat berharap prestasi gemilang yang ditorehkan oleh Dato Norarfan di tingkat kementerian dapat menjadi katalisator bagi semangat kolaborasi pendidikan lintas negara yang lebih erat di masa depan.

Sebagai penutup, Al Asri menjadikan kesuksesan mantan pimpinan kampus terkemuka Brunei itu sebagai teladan nyata bagi para sarjana baru yang memadati ruang upacara. “Jadikanlah perjalanan karir, dedikasi, dan integritas Yang Mulia Dato Norarfan sebagai sumber inspirasi bagi kalian semua. 

Beliau berangkat dari seorang pendidik dan rektor yang gigih mengurus umat hingga kini dipercaya mengemban jabatan strategis sebagai Timbalan Menteri. Oleh karena itu, jangan pernah ragu untuk terus berkarya dan lebarkan sayap pengabdian kalian hingga ke kancah global,” urai Al Asri di hadapan para pekerja media dan civitas akademika dalam momen ramah tamah usai pelaksanaan wisuda.

Vietnam (ISW)

Pertahankan Kerjasama dengan Vietnam Bersiap Acara Seminar di Desember Mendatang

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus mempertahankan komitmen di kancah internasional. Berkomitmen menjaga kesinambungan kolaborasi global, kampus ini bersiap menggelar seminar internasional berskala besar di Vietnam pada Desember mendatang. Agenda strategis tersebut digarap melalui kemitraan erat dengan Balsamo Outreach for Teaching and Learning (BOLT) dan Da Lat University, Vietnam.

Langkah akselerasi internasional ini mencuat di akhir kekhidmatan Sidang Senat Terbuka Wisuda VII Angkatan I IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang digelar pada Rabu (10 Juni 2026). Momentum kelulusan para wisudawan kali ini tidak hanya menjadi panggung selebrasi akademik lokal, melainkan juga penanda komitmen institusi dalam memperluas jejaring kontribusi ilmiah melintasi batas negara.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa konsistensi hubungan bilateral dengan institusi di Vietnam merupakan langkah krusial untuk membangun ekosistem akademik yang kompetitif. Kemitraan ini sengaja dirawat demi memastikan seluruh civitas akademika mendapatkan eksposur global yang berkelanjutan.

“Kerjasama yang kita jalin dengan Vietnam, khususnya melalui rencana seminar bersama Da Lat University pada Desember nanti, adalah bukti nyata bahwa IAI Rawa Aopa tidak pernah berhenti bergerak di level internasional. Kita ingin memastikan bahwa lulusan kita, termasuk yang diwisuda hari ini, lahir dari iklim akademik yang terkoneksi global,” ujar Ismail Suardi Wekke saat melepas tamu undangan yang hadir dalam acara wisudaw.

Lebih lanjut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian ini menerangkan bahwa pemilihan Vietnam sebagai mitra strategis didasarkan pada kesamaan visi dalam mentransformasi manajemen pendidikan tinggi. Menurutnya, IAI Rawa Aopa ingin menyerap praktik-praktik terbaik dari Da Lat University dalam mengintegrasikan nilai-nilai lokal ke dalam kurikulum yang berdaya saing global.

“Lewat kolaborasi strategis bersama BOLT, seminar ini dirancang bukan sekadar forum diskusi seremonial. Kami menargetkan adanya pertukaran gagasan yang konkret, riset kolaboratif, serta penguatan metodologi pengajaran kontemporer yang dapat langsung diadopsi oleh dosen dan mahasiswa kita sekembalinya dari Vietnam,” tambahnya dengan nada optimistis.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke juga memaparkan bahwa persiapan menuju seminar internasional di Da Lat University sudah mulai berjalan matang. Ia menjelaskan bahwa sinergi dengan bOLT menjadi katalisator penting untuk menyusun agenda-agenda akademik yang visioner, yang diharapkan mampu mendongkrak reputasi riset universitas di tingkat regional Asia Tenggara.

“Oleh karena itu, momentum Wisuda VII Angkatan I ini harus menjadi refleksi bagi kita semua. Tantangan di luar sana semakin kompleks, dan IAI Rawa Aopa menjawabnya dengan membuka pintu-pintu kemitraan internasional seluas-luasnya agar institusi ini terus adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman,” tegas Ismail menutup pernyataannya.

Mengakhiri penjelasannya terkait diplomasi akademik tersebut, Ismail menyampaikan harapan besarnya agar atmosfer internasional ini dapat menular kepada para alumni baru. Ia menekankan pentingnya bagi para sarjana yang baru dikukuhkan untuk memiliki kepercayaan diri tinggi, mengingat kampus tempat mereka bernaung telah membuktikan diri mampu sejajar dan aktif berkolaborasi dengan lembaga-lembaga terkemuka di luar negeri.

FGD (ISW)

Usai Wisuda IAI Rawa Aopa Pertahankan Penjaminan Mutu Eksternal, Bersiap Akreditasi Prodi

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses menggelar Wisuda VII Angkatan I pada Rabu (10 Juni 2026). Momentum sakral kelulusan ini tidak membuat jajaran civitas akademika larut dalam euforia, melainkan langsung tancap gas mempertahankan sistem penjaminan mutu eksternal. Langkah konkret tersebut dibuktikan dengan langsung digelarnya Focus Group Discussion (FGD) prodi di lingkungan Fakultas Hukum pasca-prosesi wisuda guna mematangkan persiapan akreditasi program studi.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa akselerasi mutu pasca-wisuda ini merupakan komitmen institusi dalam menjaga kepercayaan masyarakat. “Wisuda bukanlah akhir, melainkan gerbang awal bagi kampus untuk membuktikan bahwa lulusan kami dicetak dari sistem akademik yang teruji. Oleh karena itu, penjaminan mutu eksternal dan persiapan akreditasi prodi di Fakultas Hukum menjadi prioritas utama yang langsung kami eksekusi hari ini,” ujar Ismail usai kegiatan tersebut.

“Kami menyadari betul bahwa tantangan dunia hukum di luar sana semakin kompleks, sehingga validasi mutu melalui akreditasi program studi menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi,” kata Ismail Suardi Wekke saat memberikan pengantar dalam forum FGD Fakultas Hukum.

“Melalui FGD yang digelar segera setelah prosesi wisuda ini, kami memetakan seluruh instrumen akreditasi secara detail agar Fakultas Hukum IAI Rawa Aopa mampu meraih predikat unggul yang mencerminkan kualitas riil proses belajar-mengajar di kampus kita,” lanjutnya di hadapan para dosen dan jajaran dekanat. Turut hadir Dekan Fakultas Hukum IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Aminuddin, SH., MH.

“Kerja keras ini bukan sekadar mengejar status di atas kertas, melainkan sebuah bentuk tanggung jawab moral lembaga kepada para alumni yang baru saja dikukuhkan hari ini serta para mahasiswa aktif agar masa depan akademik mereka benar-benar terjamin,” pungkas Al Asri dengan optimistis.

Dalam kesempatan yang sama, Al Asri menjelaskan bahwa konsistensi dalam mempertahankan penjaminan mutu eksternal merupakan jangkar utama bagi fakultas untuk tetap relevan dengan kebutuhan dinamika hukum kontemporer. Ia menilai bahwa momentum kelulusan angkatan pertama IAI Rawa ini harus dijadikan batu pijakan untuk meningkatkan standardisasi kurikulum dan pelayanan akademik secara menyeluruh.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara seluruh elemen dosen dan tenaga kependidikan dalam menyusun borang akreditasi prodi hukum yang komprehensif. Al Asri mengingatkan bahwa objektivitas penilaian dari lembaga akreditasi eksternal hanya bisa dipenuhi jika seluruh dokumen pendukung dan implementasi tri dharma perguruan tinggi terintegrasi dengan baik.

Di akhir penjelasannya, Al Asri menyampaikan optimisme tinggi bahwa Fakultas Hukum IAI Rawa Aopa mampu melewati proses akreditasi ini dengan hasil yang memuaskan. Menurutnya, kesiapan instrumen dan solidnya komitmen tim yang langsung bekerja pasca-wisuda menjadi indikator kuat bahwa fakultas siap naik kelas ke level penjaminan mutu yang lebih tinggi.

Poski (ISW)

IAI Rawa Aopa Siap Menjadi Tuan Rumah POSKI, Tegas Dewan Pembina di Acara Wisuda

Kendari – Perhelatan Pekan Olahraga, Seni, dan Karya Ilmiah (POSKI) II tingkat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di lingkungan Kopertais Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua telah dilaksanakan dalam beberapa kesempatan. Momentum tersebut direspons cepat oleh Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan yang menyatakan kesiapannya untuk mengambil tongkat estafet sebagai penanggung jawab pelaksanaan POSKI berikutnya.

Kesiapan strategis ini disampaikan langsung oleh Dewan Pembina Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri yang merupakan pengelola IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Al Asri, saat memberikan sambutan dalam acara Wisuda VII Angkatan I yang digelar pada Rabu (10 Juni 2026). Di hadapan para wisudawan, orang tua, dan jajaran senat akademik, ia menegaskan bahwa pihak yayasan telah melakukan konsolidasi internal guna memastikan seluruh fasilitas penunjang siap menyambut gelaran akbar regional tersebut.

Dalam sambutannya, Al Asri menjelaskan bahwa penunjukan sebagai lokasi penyelenggaraan POSKI bukan sekadar kehormatan bagi kampus, melainkan sebuah peluang besar untuk memperkenalkan potensi daerah. Ia menilai kehadiran ratusan kontingen dari berbagai provinsi tidak hanya akan menjadi panggung unjuk bakat bagi mahasiswa, tetapi juga diyakini mampu mendongkrak perputaran ekonomi lokal di wilayah Konawe Selatan.

“Dalam momentum khidmat Wisuda VII Angkatan I ini, saya selaku Dewan Pembina secara resmi menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa siap untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan POSKI berikutnya. Terlaksanaya POSKI dalam beberapa kesempatan sebelumnya menjadi sinyal bagi kami untuk mengambil peran dan tanggung jawab besar ini demi bersama-sama memajukan mutiara akademik di Indonesia Timur,” ujar Al Asri di atas podium.

Di tengah riuh tepuk tangan wisudawan, ia menambahkan bahwa persiapan sarana dan prasarana akan segera digenjot agar mampu menyambut seluruh kontingen dari Sulawesi, Maluku, dan Papua dengan representatif. “Kami tidak ingin sekadar menjadi penyelenggara formalitas. Melalui mimbar akademik ini, saya instruksikan jajaran rektorat untuk segera membuka koordinasi intensif dengan Kopertais Wilayah VIII dan pemerintah daerah,” tegasnya.

“Hari kelulusan ini menjadi saksi komitmen kita bersama bahwa IAI Rawa Aopa siap naik kelas. Kita tidak hanya fokus pada penguatan mutu alumni, tetapi juga siap menjadi episentrum kegiatan kemahasiswaan skala regional. Saya optimistis, dengan dukungan seluruh civitas akademika yang hadir di ruangan ini, kita mampu menjadi tuan rumah yang sukses dan berkesan,” pungkas Al Asri menutup sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, IAI Rawa Aopa mewisuda 438 alumni dari tiga program studi di fakultas tarbiyah. “Sementara ini dengan 5 prodi, kita sudah meluluskan di tiga program studi,” papar Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, dalam kesempatan usai kegiatan wisuda.

Pasca Sarjana (ISW)

Dalam Momen Wisuda IAI Rawa Aopa, Sampaikan Kerjasama dengan Pascasarjana STAI Al Furqan Makassar dalam Fasilitasi Alumni Studi Lanjut

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari — Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa selesai menggelar Wisuda VII Angkatan I yang berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Claro, Kendari, pada Rabu (10 Juni 2026). Momentum sakral yang meluluskan sebanyak 438 wisudawan dan wisudawati ini menjadi kian istimewa dengan disampaikannya kerja sama strategis antara IAI Rawa Aopa dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Furqan Makassar dalam memfasilitasi alumni untuk studi lanjut di sela-sela acara tersebut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa pihak kampus berkomitmen penuh untuk mengawal keberlanjutan akademik para lulusan. Beliau menjelaskan bahwa jalinan kemitraan dengan Pascasarjana STAI Al Furqan Makassar sengaja dirancang sebagai jembatan bagi para alumni yang memiliki komitmen kuat untuk memperdalam keilmuan mereka di tingkat magister.

“Kami di jajaran rektorat tidak ingin mengantar bapak, ibu, dan saudara-saudari sekalian hanya sampai pada gerbang kelulusan sarjana hari ini saja. Kerja sama dengan Pascasarjana STAI Al Furqan Makassar ini adalah bukti konkret bahwa IAI Rawa Aopa bertanggung jawab moral atas masa depan akademik para alumni kami,” ujar Ismail di hadapan wisudawan yang memadati ruangan usai kegiatan wisuda.

Lebih lanjut, Ismail mengungkapkan bahwa kerja sama ini mencakup berbagai fasilitas kemudahan, mulai dari sinkronisasi kurikulum, efisiensi proses pendaftaran, hingga penyediaan program beasiswa kemitraan. Menurutnya, langkah taktis ini diambil institusi untuk merespons dinamika dunia profesional modern yang semakin kompetitif, sehingga para alumni IAI Rawa Aopa memiliki daya saing tinggi.

“Melalui kolaborasi ini, para alumni akan mendapatkan jalur khusus, kemudahan administratif, serta skema beasiswa yang telah kita sepakati bersama demi menunjang kelancaran studi lanjut mereka. Tantangan di dunia kerja saat ini menuntut penguatan kapasitas keilmuan yang tidak boleh terhenti, dan Pascasarjana STAI Al Furqan adalah mitra yang sangat tepat untuk menjawab tantangan tersebut,” tambahnya dengan penuh optimisme.

Ia juga menitipkan pesan mendalam kepada seluruh wisudawan agar senantiasa merawat tradisi literasi dan akademik dengan tidak berhenti belajar. 

Di akhir pertemuan dengan pekerja media, Ismail menegaskan, “Oleh karena itu, saya mengetuk semangat 438 wisudawan yang dikukuhkan hari ini untuk tidak cepat berpuas diri dengan gelar sarjana yang baru saja diraih. Manfaatkan peluang emas hasil sinergi antarinstitusi ini dengan sebaik-baiknya agar ke depan, lahir lebih banyak magister-magister baru yang siap memajukan umat dan mengabdi bagi bangsa.”

Al Asri (ISW)

Pesan Ketua Dewan Pembina Yayasan Penyelenggara IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Dalam Momen Wisuda 2026: Ilmu untuk Kemaslahatan Kemanusiaan

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Momen sakral ini menjadi panggung penegasan komitmen moral bagi para lulusan. Ketua Dewan Pendiri sekaligus Pembina Yayasan Pendidikan Al Asri yang menaungi IAI Rawa Aopa, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan rasa syukur mendalam atas capaian monumental ini.

Dalam sambutannya, Al Asri menekankan bahwa keberhasilan para wisudawan merupakan buah dari kolaborasi epik antara kerja keras mahasiswa, dedikasi dosen, dan dukungan tanpa henti dari orang tua. Secara khusus, ia menitipkan pesan mendalam agar para lulusan tidak terjebak pada kebanggaan gelar semata.

“Saya berpesan agar ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi benar-benar diamalkan untuk kemaslahatan kemanusiaan. Jadilah sarjana yang berintegritas, berakhlak mulia, dan mampu menghadirkan solusi di tengah masyarakat,” tegas Al Asri.

Senada dengan pesan yayasan, Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, M.A., mengingatkan bahwa gelar akademik melekat dengan tanggung jawab sosial yang besar. Ia meminta alumni untuk terus menjaga integritas dan nama baik almamater di mana pun berada.

Kehadiran Ketua Kopertais Wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua), Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., menyemarakkan acara ini. Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Hamdan memberikan apresiasi tinggi dengan menyebut IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai salah satu perguruan tinggi tersehat di wilayah VIII.

“Dengan jumlah mahasiswa yang mencapai 2.000-an dan juga lulusan yang diwisuda hari ini, membuktikan bahwa keberadaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan bagian dari perguruan tinggi yang tersehat,” ungkap Prof. Hamdan.

Ia juga menantang para lulusan untuk menjadi “sarjana organik” yang adaptif di era transformasi digital. “Dunia saat ini berubah sangat cepat. Kompetensi akademik saja tidak cukup. Jangan pernah berhenti belajar setelah diwisuda,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan turut memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi nyata IAI Rawa Aopa dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah. Mewakili Bupati, Asisten III Setda Konawe Selatan, Suwardi, S.Pt., M.Si., mengajak para lulusan baru untuk bersinergi membangun daerah.

“Kami berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan, pelopor pembangunan, dan mitra pemerintah dalam mewujudkan Konawe Selatan yang maju dan sejahtera,” kata Suwardi.

Acara yang turut dihadiri oleh Sekretaris Kopertais Wilayah VIII AGH. Dr. Nur Taufik, M.Ag., jajaran Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat ini juga melangsungkan pemberian penghargaan kepada wisudawan terbaik dari masing-masing prodi, didampingi oleh orang tua mereka dalam suasana haru.

Usai acara, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang menyukseskan jalannya institusi hingga mencapai titik ini.

“Momen wisuda dan proses-proses sebelumnya merupakan dukungan semua pihak. Untuk itu, terima kasih atas dukungan semua pihak, dan mohon maaf jika ada kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan wisuda ini,” pungkas Ismail yang juga anggota senat institut tersebut.

Wisuda 2026 (ISW)

Wisuda VII Angkatan I 2026, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Meluluskan 438 Alumni

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Hari ini, sebagai momentum Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mengukuhkan 438 sarjana dalam kegiatan rapat senat terbuka Wisuda Sarjana ke-VII Tahun 2026. Prosesi yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Ballroom Hotel Claro, Kendari, pada Rabu (10 Juni 2026).

Wisudawan tersebut berasal dari tiga program studi (Prodi), yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, antara lain Ketua Kopertais Wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua) Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D. yang juga menyampaikan Orasi Ilmiah; Sekretaris Kopertais Wilayah VIII AGH. Dr. Nur Taufik, M.Ag.; serta Bupati Konawe Selatan yang diwakili oleh Asisten III Setda Konsel, Suwardi, S.Pt., M.Si. Turut hadir jajaran Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, serta keluarga para wisudawan.

Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Al Asri sekaligus pendiri IAI Rawa Aopa, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan para wisudawan merupakan hasil kolaborasi dari kerja keras mahasiswa, dedikasi dosen, dan dukungan orang tua.

“Saya berpesan agar ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi benar-benar diamalkan untuk kemaslahatan umat. Jadilah sarjana yang berintegritas, berakhlak mulia, dan mampu menghadirkan solusi,” ujar Al Asri.

Senada dengan hal tersebut, Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, M.A., mengingatkan para lulusan bahwa gelar akademik membawa tanggung jawab sosial yang besar. Ia meminta alumni untuk terus menjaga integritas dan nama baik almamater di tengah masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi IAI Rawa Aopa dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah. Mewakili Bupati, Asisten III Setda Konawe Selatan, Suwardi, S.Pt., M.Si., mengajak para lulusan baru untuk bersinergi membangun daerah.

“Kami berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan, pelopor pembangunan, dan mitra pemerintah dalam mewujudkan Konawe Selatan yang maju dan sejahtera,” kata Suwardi.

Sementara itu, Ketua Kopertais Wilayah VIII, Prof. Dr. H. Hamdan Juhanis, Ph.D., dalam orasi ilmiahnya menyoroti tantangan berat di era transformasi digital dan globalisasi. Ia menekankan pentingnya lima modal utama bagi lulusan perguruan tinggi Islam agar tidak berhenti belajar setelah lulus.

“Dunia saat ini berubah sangat cepat. Kompetensi akademik saja tidak cukup. Jangan pernah berhenti belajar setelah diwisuda. Jadilah agen perubahan yang membawa manfaat,” tegas Prof. Hamdan, yang menyebutnya dengan sarjana organik.

Dalam kesempatan yang sama Prof. Hamdan menyampaikan bahwa Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan salah satu perguruan tinggi tersehat di wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua). “Dengan mahasiswa yang mencapai 2000-an dan juga lulusan yang diwisuda hari ini, membuktikan bahwa keberadaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan bagian dari perguruan tinggi yang tersehat,” ungkap Prof. Hamdan.

Prosesi wisuda juga menyampaikan apresiasi kepada wisudawan terbaik masing-masing program studi. Wisudawan terbaik masing-masing didampingi oleh orang tua ataupun pendamping.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan menyampaikan bahwa dalam momen wisuda dan begitu pula proses-proses sebelumnya merupakan dukungan semua pihak.

“Untuk itu, terima kasih atas dukungan semua pihak, dan mohon maaf jika ada kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan wisuda ini,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga anggota senat Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

Wisuda 2026 (ISW)

Koordinator Perguruan Tinggi Islam Swasta Wilayah VIII, Mengapresiasi IAI Rawa Aopa Sebagai Salah Satu Perguruan Tinggi Tersehat

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses mengukuhkan 438 sarjana baru dalam rapat senat terbuka Wisuda Sarjana ke-VII Tahun 2026. Prosesi yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Ballroom Hotel Claro, Kendari, pada Rabu (10 Juni 2026).

Ratusan wisudawan tersebut berasal dari tiga program studi (Prodi), yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua Kopertais Wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua) Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D.; Sekretaris Kopertais Wilayah VIII AGH. Dr. Nur Taufik, M.Ag.; serta Bupati Konawe Selatan yang diwakili oleh Asisten III Setda Konsel, Suwardi, S.Pt., M.Si. Turut hadir jajaran Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, serta keluarga para wisudawan.

Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Al Asri sekaligus pendiri IAI Rawa Aopa, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan para wisudawan merupakan hasil kolaborasi dari kerja keras mahasiswa, dedikasi dosen, dan dukungan orang tua.

“Saya berpesan agar ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi benar-benar diamalkan untuk kemaslahatan umat. Jadilah sarjana yang berintegritas, berakhlak mulia, dan mampu menghadirkan solusi,” ujar Al Asri.

Senada dengan hal tersebut, Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, M.A., mengingatkan para lulusan bahwa gelar akademik membawa tanggung jawab sosial yang besar. Ia meminta alumni untuk terus menjaga integritas dan nama baik almamater di tengah masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi IAI Rawa Aopa dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah. Mewakili Bupati, Asisten III Setda Konawe Selatan, Suwardi, S.Pt., M.Si., mengajak para lulusan baru untuk bersinergi membangun daerah.

“Kami berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan, pelopor pembangunan, dan mitra pemerintah dalam mewujudkan Konawe Selatan yang maju dan sejahtera,” kata Suwardi.

Sementara itu, Ketua Kopertais Wilayah VIII, Prof. Dr. H. Hamdan Juhanis, Ph.D., dalam orasi ilmiahnya menyoroti tantangan berat di era transformasi digital dan globalisasi. Ia menekankan pentingnya lima modal utama bagi lulusan perguruan tinggi Islam agar tidak berhenti belajar setelah lulus.

“Dunia saat ini berubah sangat cepat. Kompetensi akademik saja tidak cukup. Jangan pernah berhenti belajar setelah diwisuda. Jadilah agen perubahan yang membawa manfaat,” tegas Prof. Hamdan, yang juga memuji perkembangan pesat IAI Rawa Aopa dalam meraih kepercayaan masyarakat Sulawesi Tenggara.

Dalam kesempatan yang sama Prof. Hamdan menyampaikan bahwa Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan salah satu perguruan tinggi tersehat di wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua). “Dengan mahasiswa yang mencapai 2000-an dan juga lulusan yang diwisuda hari ini, membuktikan bahwa keberadaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan bagian dari perguruan tinggi yang tersehat,” ungkap Prof. Hamdan.

Prosesi wisuda ke-VII ini ditutup dengan momen haru saat para wisudawan memberikan penghormatan kepada orang tua mereka. Momentum ini menandai langkah baru IAI Rawa Aopa dalam melahirkan generasi intelektual muslim yang siap mengabdi demi kemajuan bangsa dan agama.

IMG-20260605-WA0066

Gandeng Akademisi IAI Rawa Aopa, Pre-Conference ICTIM 2026 Dorong Kompetensi Menulis Bab Buku Ilmiah

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Dalam rangka menyambut perhelatan ilmiah berskala internasional, Binus Online menyelenggarakan Pre-Conference International Conference on Information Technology and Information Management (ICTIM) 2026. Agenda strategis tersebut dilaksanakan secara daring pada Jumat (5/6/2026).

Kegiatan ini dirancang khusus untuk memberikan pembekalan komprehensif bagi para akademisi dan peneliti sebelum menuju acara puncak konferensi. Acara resmi dibuka oleh Dr. Hartiwi Prabowo, S.E., M.M., selaku Deputy Director Binus Online. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya wadah ilmiah seperti ICTIM dalam memfasilitasi diseminasi hasil riset terkini di bidang teknologi informasi dan manajemen.

Beliau juga berharap pra-konferensi ini dapat memotivasi para peserta untuk menghasilkan luaran publikasi yang berkualitas tinggi serta bereputasi global. Rangkaian diskusi ilmiah ini terbagi ke dalam tiga sesi utama yang dipandu secara interaktif. Sesi pertama diawali dengan pengenalan mendalam mengenai ICTIM 2026 yang dijadwalkan berlangsung secara daring pada 4-5 Agustus 2026 mendatang.

Penjelasan tersebut disampaikan langsung oleh Conference Chair, Dr. Yulius Denny Prabowo, S.T., M.T.I., yang juga merupakan dosen senior dari program studi Computer Science. Beliau memaparkan tema besar, sub-tema, serta peluang jejaring akademik yang dapat dioptimalkan oleh seluruh delegasi.

Memasuki sesi kedua, fokus diskusi beralih pada strategi teknis penulisan karya ilmiah dengan tajuk “Bagaimana Menulis Bab dalam Buku”. Sesi ini menghadirkan nara sumber utama, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. Beliau merupakan Komite Saintifik ICTIM 2026 yang juga aktif sebagai dosen senior di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Kehadiran beliau memberikan perspektif mendalam mengenai standarisasi dan metodologi penyusunan book chapter yang menjadi salah satu luaran utama dari konferensi ini. Dalam pemaparannya, Ismail Suardi Wekke yang menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menggarisbawahi pentingnya adaptasi teknologi dalam ekosistem riset modern.

Beliau menyatakan bahwa forum pra-konferensi seperti ini menjadi kesempatan untuk menyelaraskan persepsi antara komite saintifik dan para penulis. Menurutnya, pemanfaatan platform digital yang tepat akan mempercepat proses penelaahan naskah ilmiah.

Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan secara tidak langsung bahwa luaran konferensi yang berbentuk bab buku memiliki nilai strategis bagi rekognisi institusi. Beliau menegaskan kembali kepada seluruh peserta mengenai komitmen komite untuk menjaga standar kualitas penulisan agar dapat menembus indeksasi global.

Di samping itu, beliau mengapresiasi langkah Binus Online yang konsisten membangun kolaborasi akademik lintas pulau dan lintas institusi di Indonesia. Sebagai bentuk motivasi langsung kepada para peneliti muda, Ismail Suardi Wekke membagikan kutipan penting terkait konsistensi menulis.

“Menulis bab dalam buku ilmiah bukan sekadar menyusun kata, melainkan seni mendokumentasikan pemikiran strategis yang dapat diakses oleh peradaban global,” ujar Ismail di sela-sela presentasinya.

Beliau juga menambahkan sebuah penegasan akademis yang kuat untuk memacu semangat peserta. “Kita harus bergeser dari ego sektoral menuju kolaborasi riset, di mana ICTIM 2026 menjadi jembatan emas bagi hilirisasi inovasi tersebut,” tegasnya.

Pada akhir sesinya, beliau menyimpulkan tantangan riset masa kini dengan sebuah pesan penutup. “Kualitas luaran sebuah konferensi ditentukan oleh ketajaman metodologi dan relevansi solusi yang ditawarkan terhadap masalah nyata di masyarakat,” pungkasnya.

Sesi ketiga kemudian dilanjutkan oleh Stefanus Rumangkit, SE., M.Sc., yang memberikan panduan praktis mengenai tata cara registrasi kepesertaan. Beliau membedah langkah demi langkah penggunaan platform Conference Management Toolkit (CMT) yang menjadi sistem pengelolaan resmi ICTIM 2026.

Penjelasan ini bertujuan untuk meminimalisir kendala teknis yang sering dihadapi oleh para pendaftar saat mengunggah abstrak maupun manuskrip lengkap mereka. Setelah pemaparan dari ketiga sesi utama tersebut selesai disampaikan, agenda pra-konferensi langsung ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.

Para peserta memanfaatkan momentum ini dengan mengajukan berbagai pertanyaan kritis seputar substansi penulisan dan teknis pelaksanaan konferensi. Kegiatan pra-konferensi ini diharapkan dapat menjadi fondasi kokoh demi kesuksesan penyelenggaraan ICTIM 2026 pada bulan Agustus mendatang.

IMG-20260604-WA0025

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Bersiap Gabung Jejaring ACER-N untuk Penguatan Riset Regional

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menunjukkan komitmennya dalam memperluas jangkauan kerja sama di tingkat regional. Kali ini, institusi pendidikan tinggi tersebut secara resmi menyatakan minatnya untuk bergabung dalam jaringan ASEAN Council for Educational Research Network (ACER-N). Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu riset, publikasi ilmiah, serta pengabdian masyarakat yang berbasis pada kolaborasi antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa momentum ini menjadi titik balik yang sangat penting bagi akselerasi akademik kampus. Penguatan jaringan internasional dipandang bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mutlak untuk menjawab tantangan global.

Pihak manajemen kampus pun telah mempersiapkan seluruh instrumen pendukung demi kelancaran proses integrasi ke dalam ekosistem ACER-N tersebut. Mengenai kesiapan institusi, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan langsung terkait komitmen penuh kampus dalam penjajakan ini.

“Kami melihat ACER-N sebagai platform yang sangat strategis untuk mengintegrasikan potensi riset yang dimiliki oleh dosen dan peneliti IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dengan lanskap akademik di Asia Tenggara,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya. Beliau juga menambahkan mengenai orientasi pengembangan kelembagaan yang sedang berjalan saat ini.

“Bergabungnya kami dalam jejaring ini akan membuka pintu lebar bagi kolaborasi riset multilateral yang berdampak langsung pada akselerasi mutu lulusan serta reputasi kampus di kancah internasional,” kata Ismail, Kamis (4/6/2026).

Lebih lanjut, beliau menggarisbawahi kesiapan tata kelola internal untuk menyambut kemitraan besar tersebut.

“Seluruh jajaran di bidang perencanaan dan keuangan telah dialokasikan secara optimal untuk mendukung implementasi program-program kerja sama internasional yang produktif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Di sisi lain, terdapat beberapa poin krusial yang disampaikan melalui pernyataan tidak langsung dari sang Wakil Rektor. Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam jaringan kerja sama regional seperti ACER-N menjadi sebuah kesempatan untuk meningkatkan peluang mendapatkan jejaring penelitian kolaboratif global yang dihasilkan oleh sivitas akademika kampus secara signifikan.

Selain itu, beliau menyampaikan bahwa manajemen IAI Rawa Aopa Konawe Selatan tengah menyusun peta jalan integrasi kurikulum berbasis riset yang relevan dengan standar serta dinamika pendidikan di kawasan ASEAN. Dalam kesempatan yang sama, beliau memaparkan bahwa keterlibatan ini juga diharapkan mampu menarik minat para peneliti luar negeri untuk melakukan kolaborasi riset terapan di wilayah Konawe Selatan.

Langkah penjajakan ini langsung mendapat respons positif dari seluruh elemen di internal senat dan fakultas. Kehadiran IAI Rawa Aopa Konawe Selatan di dalam ACER-N diproyeksikan akan memperkuat posisi tawar institusi dalam berbagai forum ilmiah internasional formal. Dengan komitmen yang kuat serta dukungan tata kelola kepegawaian yang profesional, proses aplikasi keanggotaan ini diharapkan dapat segera rampung dalam waktu dekat.