IMG-20260705-WA0036

Perluas Jejaring Strategis, Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Hadiri Seminar di SAPPK ITB

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus bergerak progresif dalam memperluas cakupan kerja sama akademis dan kelembagaan di tingkat nasional. Langkah strategis ini ditandai dengan partisipasi aktif pimpinan IAI Rawa Aopa dalam forum seminar ilmiah yang diselenggarakan oleh Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB), di Kampus ITB Ganesha, Bandung, Jumat (3/7/2026).

Kehadiran delegasi pimpinan ini bukan sekadar pemenuhan undangan akademis biasa, melainkan bagian dari cetak biru (blueprint) perluasan kemitraan strategis interdisipliner antara rumpun ilmu agama dan sains teknologi. SAPPK ITB, yang dikenal bereputasi tinggi dalam bidang perencanaan wilayah dan kebijakan publik, dipandang sebagai mitra ideal bagi IAI Rawa Aopa untuk mendorong akselerasi pembangunan serta tata kelola organisasi yang berbasis pada riset komprehensif.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa keterlibatan institusinya di ITB merupakan momentum krusial untuk menyerap inovasi tata kelola kelembagaan dan metodologi riset kontemporer. Pihaknya menyatakan tekad untuk menyelaraskan perspektif pengembangan institusi di daerah dengan pusat-pusat keunggulan akademik nasional.

“Kami berkomitmen penuh untuk membawa visi IAI Rawa Aopa melampaui batas-batas regional melalui kolaborasi erat dengan kampus bereputasi seperti ITB,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela kegiatan seminar.

Di tempat yang sama, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menambahkan bahwa implementasi nyata dari kehadiran ini akan langsung ditindaklanjuti dalam bentuk rancangan program konkret.

Ismail menekankan pentingnya adopsi knowledge management dan ekosistem tata kelola berbasis digital untuk menunjang mutu serta akreditasi kelembagaan di masa depan.

“Langkah awal pasca-seminar ini adalah menyusun formula kemitraan formal yang mencakup joint research dan pengembangan kebijakan publik lokal,” jelas Ismail Suardi Wekke yang juga menjabat sebagai Direktur Direktorat Pascasarjana IAI Rawa Aopa tersebut.

Pihak SAPPK ITB menyambut hangat kehadiran pimpinan dari Konawe Selatan ini.
Melalui perwakilan panitia seminar, SAPPK ITB menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif kolaboratif ini karena mereka melihat adanya potensi besar dalam mengintegrasikan pendekatan tata ruang dan kebijakan publik dengan kearifan lokal serta sosiologi keagamaan yang menjadi kekuatan utama IAI Rawa Aopa.

“SAPPK ITB senantiasa membuka pintu bagi sinergi interdisipliner yang mampu memberikan dampak nyata bagi tata ruang dan kemajuan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia,” ungkap salah satu pimpinan sidang dalam seminar tersebut.

Pertemuan intensif di lingkungan kampus legendaris ini diharapkan segera membuahkan nota kesepahaman formal (MoU) dan perjanjian kerja sama yang adaptif, guna memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor inovasi sosial sekaligus penggerak literasi di wilayah Sulawesi Tenggara.

IMG-20260705-WA0018

Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Hadiri Sidang Promosi Doktor Yusril Ihza Mahendra di Universitas Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Depok – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menghadiri sidang terbuka promosi doktor pakar hukum tata negara, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc. Sidang yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Kamis (2/7/2026).

Dalam sidang terbuka tersebut, Yusril Ihza Mahendra yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Penafsiran Kembali Pemikiran Mohammad Natsir tentang Relasi Islam dengan Negara: Sebuah Telaah Filsafat dengan Pendekatan Hermeneutika Fenomenologis-Eksistensial”. Melalui karya ilmiah tersebut, ia mengkaji secara mendalam gagasan Mohammad Natsir mengenai konsep teistik demokrasi sebagai jalan tengah antara Islam dan sekulerisme.

Di bawah bimbingan Promotor Prof. Manneke Budiman, Ph.D., dan Co-Promotor Dr. Bondan Kanumoyoso, M.Hum., Yusril dinyatakan lulus oleh tim penguji dan resmi menyandang gelar Doktor di bidang Ilmu Filsafat dengan predikat Sangat Memuaskan.

Kehadiran pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam forum akademik ini menegaskan komitmen institusi dalam mendukung pengembangan iklim akademik sekaligus memperkuat jaringan kelembagaan di tingkat nasional. Sidang promosi doktor ini turut dihadiri oleh deretan tokoh penting nasional, pejabat negara, serta tokoh lintas sektor. Di kursi undangan VIP tampak hadir sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga tinggi negara, politisi senior, hingga para pakar hukum kenamaan tanah air.

Kehadiran para tokoh ini merefleksikan besarnya atensi publik dan dunia akademik terhadap pemikiran filsafat politik yang diangkat dalam sidang tersebut. Tak hanya dari kalangan pemerintahan, atmosfer akademis di aula FIB UI juga diperkuat oleh kehadiran sejumlah kolega dan juga Keluarga Muhammad Natsir.

Selain pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, terlihat pula perwakilan akademisi dari universitas-universitas di Jakarta dan sekitarnya yang hadir untuk memberikan apresiasi sekaligus menyimak langsung perdebatan ilmiah dalam ruang sidang.

Suasana haru dan syukur menyelimuti ruangan saat keluarga besar Yusril Ihza Mahendra, termasuk kerabat dekat dan kolega setianya di jajaran Partai Bulan Bintang (PBB), turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas pencapaian akademik tertinggi yang diraih oleh tokoh hukum nasional tersebut. Pemikiran dan rekam jejak Yusril dinilai dapat menjadi inspirasi besar bagi civitas akademika di Sulawesi Tenggara.

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk penghormatan terhadap tradisi intelektual. Sosok pemikiran hukum dan filsafat politik di Indonesia sangat melekat pada beliau. Capaian ini diharapkan mampu memotivasi dunia pendidikan di daerah, termasuk di IAI Rawa Aopa, untuk terus melahirkan pemikir-pemikir besar,” ujar Pimpinan IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, di sela-sela jalannya acara.

Sebagaimana kita ketahui, Yusril Ihza Mahendra merupakan salah satu pemikir hukum tata negara berpengaruh di Indonesia pasca-Reformasi yang memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan. Selain aktif di dunia politik dan pernah menduduki berbagai kursi menteri di beberapa era presiden, ia juga dikenal konsisten merawat karier akademiknya sebagai Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, hingga kini berhasil melengkapi kepakarannya dengan meraih gelar doktor di bidang Ilmu Filsafat.

Selain menghadiri prosesi promosi doktor, momentum ini juga dimanfaatkan oleh pihak IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk menyapa dan berdiskusi singkat dengan berbagai tokoh pendidikan dan keagamaan yang hadir. Langkah ini diharapkan dapat membuka jalan bagi kolaborasi tridarma perguruan tinggi yang lebih luas, termasuk peluang kuliah umum maupun pengembangan riset hukum dan humaniora di masa depan.

IMG-20260704-WA0017

BINUS University dan Kemenpar Bersama 27+ PT Perkuat Kolaborasi, AI Jadi Andalan Transformasi Pariwisata Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Penguatan sumber daya manusia (SDM), pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta pengembangan pariwisata berkelanjutan menjadi fokus utama dalam audiensi antara BINUS University dan Kementerian Pariwisata yang berlangsung di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Pertemuan yang digelar oleh Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur dan Pendidikan Vokasi itu berlangsung di Ruang Rapat Lantai 11 Gedung Sapta Pesona. Audiensi dihadiri Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Prof. Dr. John Connell dari Sydney University, Australia, bersama tim BINUS University.

Pertemuan tersebut membahas strategi memperkuat promosi pariwisata Indonesia di tengah keterbatasan anggaran pemasaran pada tahun ini. Salah satu solusi yang didorong adalah optimalisasi teknologi digital berbasis perangkat seluler untuk menjangkau wisatawan secara lebih efektif.

Dalam kesempatan itu, turut diperkenalkan inovasi MaiA, asisten virtual berbasis kecerdasan buatan yang dirancang membantu wisatawan merencanakan perjalanan ke Indonesia secara lebih personal. Teknologi tersebut mampu memberikan rekomendasi berdasarkan durasi kunjungan, destinasi yang diminati, hingga aktivitas wisata yang sesuai dengan preferensi pengguna.

Selain membahas transformasi digital, forum juga menyoroti pentingnya pengembangan pariwisata berkelanjutan melalui penguatan desa wisata berbasis komunitas. Evaluasi penyelenggaraan berbagai event pariwisata juga menjadi perhatian agar mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi sektor perhotelan, restoran, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Para peserta juga mengidentifikasi masih adanya kesenjangan antara kebutuhan industri pariwisata yang berkembang sangat cepat dengan kesiapan SDM. Karena itu, penyesuaian kurikulum pendidikan tinggi dan vokasi dinilai menjadi langkah strategis untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Wakil Rektor I Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menilai pertemuan tersebut menunjukkan arah baru pembangunan pariwisata nasional yang semakin menempatkan inovasi dan kolaborasi sebagai fondasi utama.

“Pariwisata Indonesia tidak lagi cukup mengandalkan keindahan alam semata. Diperlukan transformasi SDM yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan artificial intelligence, agar mampu menjawab tantangan industri yang terus berubah,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan sekaligus kompetitif di tingkat global.

“Kampus memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan pengetahuan, riset, dan inovasi. Karena itu, sinergi dengan pemerintah dan pelaku industri harus diterjemahkan dalam program-program konkret yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, seluruh peserta membahas tiga langkah tindak lanjut. Pertama, menjadikan transformasi SDM, penyelenggaraan event, safety tourism, dan teknologi AI sebagai pilar utama menjawab tantangan industri menuju Indonesia Emas 2045. Kedua, mendorong pendekatan yang lebih terukur, tepat sasaran, dan berbasis kebutuhan lapangan. Ketiga, mengimplementasikan kolaborasi melalui program percontohan (pilot project) yang dikoordinasikan melalui satu pintu agar lebih efektif dan terarah.

Menutup pandangannya, Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa implementasi nyata dari hasil audiensi akan menjadi kunci keberhasilan transformasi sektor pariwisata nasional.

“Bagian yang paling penting bukan hanya menghasilkan gagasan, tetapi memastikan setiap kesepakatan diwujudkan dalam aksi nyata. Kolaborasi yang berkelanjutan akan menjadi modal utama untuk membangun pariwisata Indonesia yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global,” tutup Ismail Suardi Wekke.

IMG-20260704-WA0014

Kemenpar Menerima 27+ Perguruan Tinggi, Siapkan Kolaborasi Strategis Desa Wisata dan Sumber Daya Wisata

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengawali langkah kolaborasi strategis bersama lebih dari 27 perguruan tinggi di Indonesia melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD). Pertemuan yang fokus pada pengembangan Desa Wisata dan Sumber Daya Wisata ini digelar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, pada Kamis (2/7/2026).

FGD ini diinisiasi sebagai bentuk akselerasi pembangunan pariwisata berbasis masyarakat dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pariwisata, khususnya di tingkat pedesaan yang menjadi pilar baru ekonomi kreatif nasional.

Co-Chair kegiatan tersebut, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa keterlibatan institusi pendidikan tinggi sangat vital dalam memberikan landasan ilmiah serta pendampingan praktis bagi pertumbuhan desa wisata.

“Kolaborasi ini bukan sekadar pertemuan formal di atas kertas, melainkan sebuah langkah awal yang konkret untuk memetakan, mendampingi, dan mengawal desa-desa wisata di Indonesia agar mampu mandiri serta memiliki daya saing yang tinggi,” ujar Ismail saat memberikan pemaparannya di Gedung Sapta Pesona.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki instrumen Tri Dharma pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang sangat cocok untuk diterapkan langsung dalam mendiversifikasi sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya wisata yang ada di daerah.

Komitmen serupa juga datang dari sektor akademisi swasta. Dr. R.A. Aryanti Wardaya Puspokusumo, yang menjabat sebagai Head of Internationalisation and Partnership FDCHT Binus University, menyambut positif langkah proaktif yang diambil oleh Kementerian Pariwisata.

Ia menyatakan bahwa Binus University siap mendukung penuh program ini dengan membawa jejaring kemitraan dan perspektif global ke dalam pengembangan ekosistem pariwisata lokal.

“Kami di FDCHT Binus University berkomitmen untuk membawa perspektif internasional dan standar kemitraan yang kuat demi mendukung program Desa Wisata ini. Potensi lokal yang kita miliki sebenarnya sangat luar biasa, dan dengan pendampingan yang tepat dari akademisi, desa-desa ini akan siap bersaing di kancah internasional,” tutur Dr. Aryanti.

Melalui FGD ini, Kementerian Pariwisata bersama seluruh perwakilan perguruan tinggi yang hadir sepakat untuk menyusun peta jalan (roadmap) aksi nyata. Langkah terdekat mencakup sinkronisasi program magang mahasiswa, riset terapan untuk solusi pariwisata daerah, serta pelatihan manajemen tata kelola destinasi bagi kelompok sadar wisata (pokdarwis) di berbagai wilayah Indonesia.

IMG-20260703-WA0017

FDCHT Binus University Sukses Gelar Rangkaian Kegiatan Bersama Sydney University, Turut Berpartisipasi 27 Perguruan Tinggi

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism (FDCHT) Binus University terus memperkuat jejaring globalnya melalui kolaborasi internasional yang inovatif. Bertempat di Kampus Anggrek Binus University, Kamis (2/7/2026), digelar rangkaian kegiatan akademik satu hari penuh yang bekerja sama dengan Sydney University, Australia.

Acara yang memadukan ujian praktik dan diskusi ilmiah ini turut menggandeng lebih dari 27 perguruan tinggi di Indonesia sebagai co-host, salah satunya adalah Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Rangkaian acara diawali pada pagi hari dengan pelaksanaan ujian akhir semester (UAS) yang unik, yakni dalam bentuk coffee making exam.

Sebelum itu, acara dibuka Dekan FDCHT Binus University, Dr. Yanti Tong. Dalam sambutan itu, Dr. Yanti menekankan terima kasih kepada semua pihak yang telah mempersiapkan acara. Begitu pula Dr Yanti berharap bahwa kolaborasi ke depan dapat diteruskan.

Setelah itu, agenda berlanjut ke sesi utama berupa seminar bersama faculty member yang berlangsung secara hibrida (hybrid) di Lantai 8 Kampus Anggrek. Seminar ini menjadi ruang diskursus yang dinamis karena mempertemukan para akademisi lintas negara dan lintas institusi guna membahas perkembangan terbaru di sektor komunikasi digital, perhotelan, dan pariwisata.

Mengenai inisiatif strategis ini, Head of Internationalization & Partnership Program (HIPP) FDCHT Binus University, Dr. R.A. Aryanti Wardaya Puspokusumo, B.Sc, M.B.M., memberikan penjelasan yang komprehensif.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antarperguruan tinggi yang bergerak dalam kerangka NUNI (Nationwide University Network in Indonesia) dan juga diperkuat dengan dukungan penuh dari Sydney University, Australia, khususnya melalui kehadiran Prof. John Connell,” ujar Aryanti di sela-sela acara.

Aryanti menambahkan bahwa sinergi seperti ini sangat penting untuk membangun ekosistem akademik yang inklusif di Indonesia. Melalui jaringan NUNI, Binus University berkomitmen untuk tidak hanya maju secara mandiri, melainkan juga bertumbuh bersama dengan puluhan perguruan tinggi mitra di berbagai daerah.

Keterlibatan pembicara internasional kelas dunia seperti Prof. John Connell pun diharapkan mampu memberikan perspektif global yang segar bagi para dosen dan mahasiswa yang hadir, baik secara luring maupun daring. Apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kolaborasi internasional ini juga datang dari salah satu perguruan tinggi mitra yang bertindak sebagai co-host.

Unsur pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan pandangannya mengenai nilai penting dari platform akademik ini bagi institusi di luar Pulau Jawa.

“Kami melihat kegiatan ini sebagai langkah transformatif bagi tata kelola akademik dan sangat mengapresiasi Binus University yang telah memberikan kesempatan luar biasa bagi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan perguruan tinggi di Tanah Papua untuk bergabung sebagai co-host,” ungkap Ismail Suardi Wekke.

Ismail juga menekankan bahwa keterlibatan perguruan tinggi daerah dalam forum berskala internasional seperti ini merupakan momentum berharga untuk mempercepat peningkatan mutu dan eksposur institusi. Kerja sama ini membuktikan bahwa batas geografis bukan lagi halangan untuk mengakses diseminasi keilmuan tingkat global.

Pihaknya berharap kolaborasi berbasis jejaring NUNI ini dapat terus berlanjut ke dalam program-program konkret lainnya di masa depan. “Terima kasih Binus University dan terima kasih NUNI atas kesempatan ini. Sebuah kehormatan bagi kita, bisa menjadi bagian dari acara,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Binus (ISW)

Turut dalam Kegiatan Bersama di Binus University, IAI Rawa Aopa Persiapkan Usulan Tindak Lanjut

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism (FDCHT) Binus University terus memperkuat jejaring globalnya melalui kolaborasi internasional yang inovatif. Bertempat di Kampus Anggrek Binus University, Kamis (2/7/2026), digelar rangkaian kegiatan akademik satu hari penuh yang bekerja sama dengan Sydney University, Australia. 

Acara yang memadukan ujian praktik dan diskusi ilmiah ini turut menggandeng 27 perguruan tinggi di Indonesia sebagai co-host, salah satunya adalah Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Sebagai bentuk partisipasi aktif dalam forum strategis ini, IAI Rawa Aopa kini tengah mempersiapkan usulan tindak lanjut program konkret demi mengoptimalkan hasil kolaborasi tersebut di masa depan. 

Keterlibatan ini dinilai menjadi momentum penting bagi kampus dalam menyusun draf program kerja sama lanjutan yang lebih aplikatif. Rangkaian acara diawali pada pagi hari dengan pelaksanaan ujian akhir semester (UAS) yang unik, yakni dalam bentuk coffee making exam. Setelah itu, agenda berlanjut ke sesi utama berupa seminar bersama faculty member yang berlangsung secara hibrida (hybrid) di Lantai 8 Kampus Anggrek. 

Seminar ini menjadi ruang diskursus yang dinamis karena mempertemukan para akademisi lintas negara dan lintas institusi guna membahas perkembangan terbaru di sektor komunikasi digital, perhotelan, dan pariwisata. Mengenai inisiatif strategis ini, Head of Internationalization & Partnership Program (HIPP) FDCHT Binus University, Dr. R.A. Aryanti Wardaya Puspokusumo, B.Sc, M.B.M., memberikan penjelasan komprehensif.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antarperguruan tinggi yang bergerak dalam kerangka NUNI (Nationwide University Network in Indonesia) dan juga diperkuat dengan dukungan penuh dari Sydney University, Australia, khususnya melalui kehadiran Prof. John Connell,” ujar Aryanti di sela-sela acara.

Aryanti menambahkan bahwa sinergi seperti ini sangat penting untuk membangun ekosistem akademik yang inklusif di Indonesia. Melalui jaringan NUNI, Binus University berkomitmen untuk tidak hanya maju secara mandiri, melainkan juga bertumbuh bersama dengan puluhan perguruan tinggi mitra di berbagai daerah. 

Keterlibatan pembicara internasional kelas dunia seperti Prof. John Connell pun diharapkan mampu memberikan perspektif global yang segar bagi para dosen dan mahasiswa yang hadir, baik secara luring maupun daring. Apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kolaborasi internasional ini juga datang dari salah satu perguruan tinggi mitra yang bertindak sebagai co-host

Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan pandangannya mengenai nilai penting dari platform akademik ini bagi institusi di luar Pulau Jawa, sekaligus menegaskan langkah taktis ke depan.

“Kami melihat kegiatan ini sebagai langkah transformatif bagi tata kelola akademik dan sangat mengapresiasi Binus University yang telah memberikan kesempatan luar biasa bagi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk bergabung sebagai co-host,” ungkap Ismail Suardi Wekke.

Ismail juga menekankan bahwa keterlibatan perguruan tinggi daerah dalam forum berskala internasional seperti ini merupakan momentum berharga untuk mempercepat peningkatan mutu dan eksposur institusi. Kerja sama ini membuktikan bahwa batas geografis bukan lagi halangan untuk mengakses diseminasi keilmuan tingkat global. Sebagai langkah konkret pasca-acara, pihak IAI Rawa Aopa berkomitmen agar kolaborasi berbasis jejaring NUNI ini dapat segera dirumuskan ke dalam draf usulan tindak lanjut program-program akademis maupun riset bersama di masa yang akan datang.

IMG-20260629-WA0032

Perkuat Integritas Akademik, LPPM IAI Rawa Aopa Sukses Gelar Workshop Bersama Turnitin

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses menyelenggarakan workshop akademik berbasis digital, Senin (29/6/2026).

Acara yang berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting ini terlaksana berkat dukungan penuh dari platform deteksi plagiarisme global, Turnitin.

Agenda strategis ini dihadiri dari berbagai elemen. Tercatat, kegiatan tidak hanya diikuti oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan jajaran pengurus yayasan internal, tetapi juga dihadiri oleh perwakilan civitas akademika lintas kampus. Kehadiran peserta dari berbagai institusi luar ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi kerja sama antar-perguruan tinggi yang diinisiasi oleh LPPM.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa agenda ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan institusi dalam menjaga mutu ilmiah. Beliau menekankan bahwa penanaman nilai kejujuran di lingkungan kampus tidak boleh berhenti pada tataran teori.

“Ini merupakan ikhtiar dalam mendukung integritas. Bagaimanapun integritas perlu diikhtiarkan, diimplementasikan, dan dijadikan sebagai nilai, bahkan tradisi,” tegas Ismail dalam acara tersebut yang bertindak selaku moderator.

Sejalan dengan hal tersebut, Ismail mengemukakan bahwa LPPM IAI Rawa Aopa senantiasa kolaborasi dengan institusi luar merupakan langkah taktis untuk mengakselerasi adaptasi teknologi digital dalam proses penjaminan mutu karya ilmiah.

Ismail di sela-sela acara menambahkan, “Kehadiran teknologi seperti Turnitin bukan untuk membatasi kreativitas, melainkan menjadi panduan agar karya ilmiah yang dilahirkan mahasiswa dan dosen kita benar-benar orisinal serta dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Menanggapi animo peserta lintas kampus, Ismail menyebutkan bahwa kehadiran partisipan daring ini membuktikan besarnya kebutuhan akan standardisasi antiprosedur plagiat di era digital. Salah satu peserta yang mengikuti jalannya workshop secara penuh menuturkan.

“Kami sangat mengapresiasi partisipasi rekan-rekan dari lintas kampus yang hadir hari ini, karena upaya menjaga muruah akademik ini tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus kolektif,” ungkapnya.

Di sisi lain, materi yang disampaikan memberikan perspektif baru bagi para peserta. Perwakilan peserta dari kampus mitra mengungkapkan bahwa pemaparan dalam workshop ini memberikan pemahaman yang sangat aplikatif mengenai batasan plagiarisme dan teknik sitasi yang benar.

Apresiasi juga datang dari kalangan pengajar. Salah seorang dosen senior mengapresiasi inisiatif LPPM yang menggandeng Turnitin karena menurutnya sistem pelacakan ini sangat membantu proses bimbingan.

“Melalui sistem ini, proses verifikasi tugas akhir mahasiswa menjadi jauh lebih objektif dan transparan,” ujarnya.

Melalui suksesnya workshop virtual ini, LPPM IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berharap pemanfaatan Turnitin dapat dioptimalkan secara menyeluruh oleh seluruh civitas akademika, sekaligus menjadi motor penggerak lahirnya generasi peneliti yang menjunjung tinggi etika penulisan ilmiah.

IMG-20260628-WA0014

Melebarkan Sayap Pendidikan Tinggi, IAI Rawa Aopa Buka Peluang Lebih Luas bagi Generasi Muda Sulawesi Tenggara

 

 

rawaaopakonsel.ac.id; –  Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas dengan melebarkan sayap melalui pembukaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027, kegiatan dipusatkan di kediaman Ketua Umum HMJ-HTN Desa Anduna Kecamatan Laeya Minggu (28/06/26).

Antusiasme sangat luar biasa hal itu dibuktikan hadirnya masyarakat maupun yang baru lulus ditingkat SMA serta dibuktikan beberapa pendaftar sudah masukan persyaratannya.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya IAI Rawa Aopa untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, berlandaskan nilai-nilai keislaman, serta mampu mencetak lulusan yang berintegritas, kompeten, dan siap menghadapi tantangan zaman. Dengan dukungan tenaga pengajar yang profesional dan lingkungan akademik yang kondusif, IAI Rawa Aopa optimistis dapat menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.

Ketua Dewan Pendiri/Pembina IAI Rawa Aopa. Al Asri, S.Pd.I., M.Si menyampaikan bahwa perluasan jangkauan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru dilakukan hingga ke berbagai daerah, sekolah menengah atas, madrasah aliyah, dan pesantren. Hal ini bertujuan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada generasi muda untuk memperoleh pendidikan tinggi yang bermutu.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap Putra-putri daerah memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan tinggi. IAI Rawa Aopa hadir sebagai institusi yang tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga membentuk karakter, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain menawarkan program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, IAI Rawa Aopa juga terus berupaya meningkatkan kualitas layanan akademik, memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, serta mengembangkan inovasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui penerimaan mahasiswa baru tahun ini, IAI Rawa Aopa mengajak para lulusan SMA, SMK, MA, dan sederajat untuk bergabung menjadi bagian dari keluarga besar kampus yang berkomitmen mencetak generasi islami, cerdas, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Pendaftaran mahasiswa baru telah dibuka. Calon mahasiswa diharapkan segera melengkapi persyaratan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Mari Bergabung Bersama IAI Rawa Aopa, Membangun Masa Depan Gemilang dengan Ilmu, Iman, dan Akhlak.”

 

Laporan:MC-IAIRA

IMG-20260628-WA0021

Menuju Panggung Dunia, UIN Ponorogo Bersiap Gelar ICIS 2026 Kolaborasi Rumah Jurnal PTKI, IAI Rawa Aopa Siap Berpartisipasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Ponorogo – Universitas Islam Negeri (UIN) Ponorogo terus mematangkan persiapan untuk menyambut gelaran akbar The 4th International Conference on Islamic Studies (ICIS) 2026. Sebagai tuan rumah, UIN Ponorogo berkomitmen menjadikan konferensi internasional ini sebagai batu loncatan penting dalam penguatan tradisi akademik dan publikasi ilmiah di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Penyelenggaraan ICIS tahun ini terasa sangat spesial karena mengusung semangat kolaborasi yang kuat antarrumah jurnal dari berbagai PTKI di Indonesia. Aliansi strategis ini dibentuk untuk memastikan bahwa artikel-artikel ilmiah yang dipresentasikan nantinya mampu menembus jurnal-jurnal bereputasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Komite Saintifik The 4th ICIS 2026, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa persiapan yang dilakukan telah memasuki tahapan akhir, terutama dalam menyelaraskan visi bersama para pengelola jurnal.

Ismail Suardi Wekke juga menegaskan komitmen IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk turut berpartisipasi. “Melalui Rumah Jurnal IAI Rawa Aopa Konawe Selatan kita siap berpartisipasi,” kata Ismail di Jakarta, Minggu (28/6/2026).

“Kami sedang merancang sebuah ekosistem konferensi yang tidak hanya sekadar menjadi tempat berkumpulnya para pemikir, tetapi juga sebagai mesin penggerak lahirnya publikasi ilmiah yang berkualitas global,” ujarnya saat memberikan keterangan terkait kesiapan panitia.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan kekuatan akademik PTKI ke mata dunia. Menurutnya, keterlibatan aktif Rumah Jurnal dari berbagai perguruan tinggi akan menjadi pilar utama dalam menyaring dan mengurasi karya-karya terbaik yang masuk ke meja panitia. Hal ini diharapkan dapat mendongkrak indeks sitasi dan reputasi lembaga secara kolektif.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya standar tinggi yang diterapkan dalam seleksi naskah pada konferensi kali ini.

“Melalui kerja sama dengan Rumah Jurnal PTKI, kita menerapkan standar penelaahan sejawat (peer-review) yang sangat ketat agar luaran dari ICIS 2026 ini benar-benar memiliki dampak akademik yang signifikan,” tambah Ismail.

Terkait dengan kesiapan teknis dan substansi acara, Ismail menyatakan optimismenya terhadap komitmen UIN Ponorogo sebagai pusat kegiatan. Ia melihat koordinasi yang solid antara panitia lokal dan komite saintifik menjadi modal utama kelancaran acara.

“UIN Ponorogo telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam menyiapkan infrastruktur dan atmosfer akademik yang kondusif, sehingga kami optimistis The 4th ICIS 2026 akan berjalan sukses dan menghadirkan kebaruan ilmiah (novelty) yang dicari dunia internasional,” pungkasnya mantap.

Dengan perpaduan persiapan yang matang dan sinergi lintas Rumah Jurnal PTKI, ICIS 2026 di UIN Ponorogo diproyeksikan akan menjadi salah satu langkah dalam perkembangan dan pengembangan studi Islam dunia, sekaligus meneguhkan posisi PTKI sebagai pusat keunggulan akademik global.

IMG-20260628-WA0003

Jelang ICOSBE 2026, Binus Business School Siap Gelar Pre-Conference Workshop di Kampus Anggrek

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Menjelang perhelatan The 3rd International Conference on Sustainable Business and Entrepreneurship (ICOSBE) 2026, Binus Business School (BBS) bergerak cepat mematangkan persiapan. Sebagai langkah awal, BBS dijadwalkan akan menggelar Pre-Conference Workshop pada 14 Juli 2026 mendatang yang dipusatkan di Kampus Anggrek, Universitas Bina Nusantara, Jakarta.

Forum ilmiah ini diproyeksikan menjadi wadah strategis bagi para akademisi dan peneliti untuk memperdalam metodologi serta strategi publikasi global sebelum konferensi utama dimulai. Research Coordinator Binus Business School, Sambudi Hamali, menegaskan di Jakarta, Sabtu (27/6/2026) bahwa lokakarya ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari ekosistem konferensi tahunan tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini dirancang khusus untuk memberikan fondasi yang kuat bagi para peserta agar artikel ilmiah mereka mampu menembus standar global. “Sebuah rangkaian dengan kegiatan ICOSBE 2026,” kata Sambudi di Jakarta, di sela-sela konsinyering publikasi ICOSBE.

“Kami ingin memastikan bahwa ICOSBE bukan sekadar wadah presentasi, melainkan ruang inkubasi riset yang berdampak luas,” ujar Sambudi saat memberikan keterangan pada media.

Lebih lanjut, Sambudi menjelaskan bahwa pelaksanaan workshop ini merupakan komitmen berkelanjutan dari Binus Business School dalam menjaga mutu dan reputasi akademik ICOSBE yang telah berjalan dari tahun ke tahun. Guna mencapai target tersebut, BBS tidak tanggung-tanggung dalam menghadirkan narasumber utama.

Pada edisi kali ini, lokakarya akan menghadirkan kembali Ismail Suardi Wekke, Ph.D., yang merupakan Managing Editor dari penerbit global, sebuah penerbit internasional bereputasi. Kehadiran pakar publikasi ini diharapkan dapat mengupas tuntas teknik menembus jurnal dan buku ilmiah tingkat dunia.

“Kehadiran Ismail Suardi Wekke sebagai pembicara akan meneruskan diskursus kontemporer mengenai lanskap publikasi global yang dinamis,” kata Sambudi optimis.

Sambudi juga menambahkan bahwa melalui rekam jejak narasumber, para peserta akan mendapatkan panduan praktis dan langsung dari dapur redaksi penerbit internasional. Pihak manajemen BBS pun meyakini, melalui persiapan yang matang di Kampus Anggrek ini, kualitas luaran (output) riset dari para delegasi ICOSBE tahun ini akan meningkat secara signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Di akhir penjelasannya, Sambudi menekankan signifikansi tradisi akademik ini bagi universitas. Ia menyebutkan bahwa pre-conference ini telah bertransformasi menjadi jangkar mutu bagi ICOSBE, memastikan bahwa setiap gagasan yang dipresentasikan memiliki daya saing tinggi.

“Lokakarya pra-konferensi ini telah menjadi agenda tahunan wajib ICOSBE untuk terus mengawal kualitas luaran riset para akademisi kita,” pungkas Sambudi menutup pernyataannya.