Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus mempertahankan komitmen di kancah internasional. Berkomitmen menjaga kesinambungan kolaborasi global, kampus ini bersiap menggelar seminar internasional berskala besar di Vietnam pada Desember mendatang. Agenda strategis tersebut digarap melalui kemitraan erat dengan Balsamo Outreach for Teaching and Learning (BOLT) dan Da Lat University, Vietnam.
Langkah akselerasi internasional ini mencuat di akhir kekhidmatan Sidang Senat Terbuka Wisuda VII Angkatan I IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang digelar pada Rabu (10 Juni 2026). Momentum kelulusan para wisudawan kali ini tidak hanya menjadi panggung selebrasi akademik lokal, melainkan juga penanda komitmen institusi dalam memperluas jejaring kontribusi ilmiah melintasi batas negara.
Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa konsistensi hubungan bilateral dengan institusi di Vietnam merupakan langkah krusial untuk membangun ekosistem akademik yang kompetitif. Kemitraan ini sengaja dirawat demi memastikan seluruh civitas akademika mendapatkan eksposur global yang berkelanjutan.
“Kerjasama yang kita jalin dengan Vietnam, khususnya melalui rencana seminar bersama Da Lat University pada Desember nanti, adalah bukti nyata bahwa IAI Rawa Aopa tidak pernah berhenti bergerak di level internasional. Kita ingin memastikan bahwa lulusan kita, termasuk yang diwisuda hari ini, lahir dari iklim akademik yang terkoneksi global,” ujar Ismail Suardi Wekke saat melepas tamu undangan yang hadir dalam acara wisudaw.
Lebih lanjut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian ini menerangkan bahwa pemilihan Vietnam sebagai mitra strategis didasarkan pada kesamaan visi dalam mentransformasi manajemen pendidikan tinggi. Menurutnya, IAI Rawa Aopa ingin menyerap praktik-praktik terbaik dari Da Lat University dalam mengintegrasikan nilai-nilai lokal ke dalam kurikulum yang berdaya saing global.
“Lewat kolaborasi strategis bersama BOLT, seminar ini dirancang bukan sekadar forum diskusi seremonial. Kami menargetkan adanya pertukaran gagasan yang konkret, riset kolaboratif, serta penguatan metodologi pengajaran kontemporer yang dapat langsung diadopsi oleh dosen dan mahasiswa kita sekembalinya dari Vietnam,” tambahnya dengan nada optimistis.
Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke juga memaparkan bahwa persiapan menuju seminar internasional di Da Lat University sudah mulai berjalan matang. Ia menjelaskan bahwa sinergi dengan bOLT menjadi katalisator penting untuk menyusun agenda-agenda akademik yang visioner, yang diharapkan mampu mendongkrak reputasi riset universitas di tingkat regional Asia Tenggara.
“Oleh karena itu, momentum Wisuda VII Angkatan I ini harus menjadi refleksi bagi kita semua. Tantangan di luar sana semakin kompleks, dan IAI Rawa Aopa menjawabnya dengan membuka pintu-pintu kemitraan internasional seluas-luasnya agar institusi ini terus adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman,” tegas Ismail menutup pernyataannya.
Mengakhiri penjelasannya terkait diplomasi akademik tersebut, Ismail menyampaikan harapan besarnya agar atmosfer internasional ini dapat menular kepada para alumni baru. Ia menekankan pentingnya bagi para sarjana yang baru dikukuhkan untuk memiliki kepercayaan diri tinggi, mengingat kampus tempat mereka bernaung telah membuktikan diri mampu sejajar dan aktif berkolaborasi dengan lembaga-lembaga terkemuka di luar negeri.
