Prof Retno (ISW)

Hadiri Pengukuhan Guru Besar Binus University, Pimpinan IAI Rawa Aopa Rintis Kerjasama dengan USIM Malaysia

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan berkomitmen memperluas jejaring akademik internasional. Di sela-sela menghadiri agenda Pengukuhan Guru Besar Universitas Bina Nusantara (Binus University) pada Kamis (18/7/2026), pimpinan IAI Rawa Aopa memanfaatkan momentum tersebut untuk merintis kerja sama strategis dengan delegasi Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).

Pertemuan tatap muka yang berlangsung hangat ini merupakan tindak lanjut dari diskusi awal yang telah dilakukan secara daring pada Rabu (17/7/2026). Diskusi pendahuluan tersebut berfokus pada pemetaan potensi dan pemetaan peluang kolaborasi antarlembaga.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa langkah ini menjadi bagian dari agenda prioritas kampus dalam membangun ekosistem akademik bertaraf global.

“Kehadiran kami dalam pengukuhan Guru Besar Binus University tidak hanya untuk memberi apresiasi akademik, tetapi juga memanfaatkannya sebagai momentum membuka ruang-ruang diplomasi dan kolaborasi antar institusi pendidikan tinggi,” tegas Ismail Suardi Wekke di lokasi acara.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa penjajakan awal yang dilakukan via daring sehari sebelumnya memberi landasan kuat bagi skema kerja sama yang konkret.

“Melalui pertemuan daring kemarin, kami telah memetakan kebutuhan dan potensi bersama, sehingga pertemuan hari ini dapat langsung memfokuskan pembicaraan pada poin-poin kerja sama yang realistis dan saling menguntungkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemitraan dengan perguruan tinggi luar negeri seperti USIM diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu kelembagaan.

“Kami optimis, sinergi dengan USIM Malaysia akan memberikan dorongan signifikan bagi penguatan kapasitas kelembagaan, pengembangan riset bersama, serta mobilitas akademik di IAI Rawa Aopa,” tambah Ismail.

Secara terpisah, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa penjajakan kemitraan ini difokuskan pada pengembangan tri dharma perguruan tinggi yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Menurutnya, pemanfaatan ekosistem digital dalam diskusi pendahuluan telah membuktikan efisiensi koordinasi lintas negara sebelum menuju pada komitmen formal. 

Ia juga menegaskan komitmen IAI Rawa Aopa untuk terus aktif membangun jejaring dengan universitas bereputasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, guna membuka peluang yang lebih luas bagi sivitas akademika.

Inisiasi kerja sama antara IAI Rawa Aopa dan USIM Malaysia ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti melalui penyusunan kerjasama serta implementasi program nyata dalam waktu dekat.

IMG-20260725-WA0008

KKA Segera Dilaksanakan Agustus 2026 Ini, Mahasiswa IAI Rawa Aopa Diminta Segera Registrasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Mengawali rangkaian kegiatan akademik tahun ajaran 2026/2027, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersiap menggelar agenda Kuliah Kerja Amaliah (KKA) yang dijadwalkan berlangsung sepanjang bulan Agustus 2026. Seiring dengan penetapan jadwal tersebut, seluruh mahasiswa yang memenuhi syarat diimbau untuk segera menyelesaikan proses registrasi administrasi dan akademik.

Guna memastikan kesiapan lokasi dan efektivitas program pengabdian masyarakat, jajaran pimpinan civitas akademika turun langsung ke lapangan pada Rabu (22/7/2026). Peninjauan ini melibatkan Rektor IAI Rawa Aopa Dr. Basrin Melamba, M.A., Ketua Dewan Pembina sekaligus Pendiri Yayasan Al Asri, M.Si., Wakil Rektor Ismail Suardi Wekke, Ph.D., serta jajaran dosen dan tenaga kependidikan. Tim gabungan tersebut menyisir sejumlah titik strategis di wilayah Kabupaten Bombana dan Kabupaten Konawe Selatan.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan pentingnya tahapan pendaftaran bagi para calon peserta KKA. Menurutnya, penetapan jumlah peserta secara presisi akan sangat menentukan pemetaan lokasi pengabdian di lapangan.

“Kami meminta seluruh mahasiswa peserta KKA untuk segera melakukan registrasi sesuai jadwal yang ditetapkan agar pemetaan kelompok dan penempatan lokasi berjalan optimal,” ujar Ismail di sela-sela peninjauan lapangan.

Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan KKA pada Agustus mendatang merupakan wujud komitmen perguruan tinggi dalam menyelaraskan kurikulum akademik dengan kebutuhan riil masyarakat. Ismail menggarisbawahi bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat Bombana dan Konawe Selatan diharapkan membawa dampak positif yang berkelanjutan.

“KKA bukan sekadar pemenuhan SKS formal, melainkan ruang pembuktian kepedulian sosial dan integrasi keilmuan civitas akademika IAI Rawa Aopa di tengah masyarakat,” tegasnya.

Di samping itu, Ismail juga menjelaskan bahwa survei lapangan yang dilaksanakan bersama jajaran pimpinan yayasan, rektorat, dan dosen bertujuan untuk memetakan potensi serta tantangan lokal di daerah tujuan. Dengan pemetaan awal yang matang, program kerja yang diusung mahasiswa diyakini dapat tepat sasaran dan memberikan solusi konkret bagi warga setempat.

Selanjutnya, Ismail menerangkan bahwa integrasi antara sektor keagamaan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan tata kelola desa akan menjadi pilar utama dalam agenda KKA tahun ini. Pendekatan berbasis kebutuhan lokal tersebut dinilai penting agar program kerja mahasiswa selaras dengan arah pembangunan daerah target.

Sebagai penutup, ia berpesan kepada seluruh calon peserta untuk mempersiapkan fisik, mental, serta konsep program secara matang sebelum diterjunkan langsung ke lokasi pengabdian.

“Persiapkan diri dengan baik, jaga integritas almamater, dan jadikan momentum KKA ini sebagai sarana belajar serta mengabdi secara tulus,” tutup Ismail.

KKA (ISW)

KKA Segera Dilaksanakan Dalam Bulan Agustus, Mahasiswa Diminta Registrasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo — Mengawali rangkaian kegiatan akademik tahun ajaran 2026/2027, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersiap menggelar agenda Kuliah Kerja Amaliah (KKA) yang dijadwalkan berlangsung sepanjang bulan Agustus 2026. Seiring dengan penetapan jadwal tersebut, seluruh mahasiswa yang memenuhi syarat diimbau untuk segera menyelesaikan proses registrasi administrasi dan akademik.

Guna memastikan kesiapan lokasi dan efektivitas program pengabdian masyarakat, jajaran pimpinan civitas akademika turun langsung ke lapangan pada Rabu (22/7/2026). Peninjauan ini melibatkan Rektor IAI Rawa Aopa Dr. Basrin Melamba, M.A., Ketua Dewan Pembina sekaligus Pendiri Yayasan Al Asri, M.Si., Wakil Rektor Ismail Suardi Wekke, Ph.D., serta jajaran dosen dan tenaga kependidikan. Tim gabungan tersebut menyisir sejumlah titik strategis di wilayah Kabupaten Bombana dan Kabupaten Konawe Selatan.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan pentingnya tahapan pendaftaran bagi para calon peserta KKA. Menurutnya, penetapan jumlah peserta secara presisi akan sangat menentukan pemetaan lokasi pengabdian di lapangan.

“Kami meminta seluruh mahasiswa peserta KKA untuk segera melakukan registrasi sesuai jadwal yang ditetapkan agar pemetaan kelompok dan penempatan lokasi berjalan optimal,” ujar Ismail di sela-sela peninjauan lapangan.

Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan KKA pada Agustus mendatang merupakan wujud komitmen perguruan tinggi dalam menyelaraskan kurikulum akademik dengan kebutuhan riil masyarakat. Ismail menggarisbawahi bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat Bombana dan Konawe Selatan diharapkan membawa dampak positif yang berkelanjutan.

“KKA bukan sekadar pemenuhan SKS formal, melainkan ruang pembuktian kepedulian sosial dan integrasi keilmuan civitas akademika IAI Rawa Aopa di tengah masyarakat,” tegasnya.

Di samping itu, Ismail juga menjelaskan bahwa survei lapangan yang dilaksanakan bersama jajaran pimpinan yayasan, rektorat, dan dosen bertujuan untuk memetakan potensi serta tantangan lokal di daerah tujuan. Dengan pemetaan awal yang matang, program kerja yang diusung mahasiswa diyakini dapat tepat sasaran dan memberikan solusi konkret bagi warga setempat.

Selanjutnya, Ismail menerangkan bahwa integrasi antara sektor keagamaan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan tata kelola desa akan menjadi pilar utama dalam agenda KKA tahun ini. Pendekatan berbasis kebutuhan lokal tersebut dinilai penting agar program kerja mahasiswa selaras dengan arah pembangunan daerah target.

Sebagai penutup, ia berpesan kepada seluruh calon peserta untuk mempersiapkan fisik, mental, serta konsep program secara matang sebelum diterjunkan langsung ke lokasi pengabdian.

“Persiapkan diri dengan baik, jaga integritas almamater, dan jadikan momentum KKA ini sebagai sarana belajar serta mengabdi secara tulus,” tutup Ismail.

Sebagaimana diketahui KKA (Kuliah Kerja Amaliah) merupakan flagship Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan. Dimana perguruan tinggi lain menyebutnya KKN (Kuliah Kerja Nyata). Pada tahun ini, merupakan pelaksanaan yang kedelapan, sejak pendirian pada 10 tahun yang lalu.

IMG-20260724-WA0012

Perkuat Pengawasan Korporasi, IAI Rawa Aopa Gandeng MP-TJSL Dorong Akuntabilitas Sosial dan Lingkungan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menegaskan komitmennya untuk memperkuat keterlibatan akademisi dalam tata kelola sosial dan lingkungan regional. Komitmen ini ditunjukkan melalui partisipasi aktif kampus dalam Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Masyarakat Pemantau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (MP-TJSL), Kamis (23/7/2026).

FGD yang mempertemukan pemangku kepentingan dari unsur masyarakat, praktisi, dan akademisi tersebut berfokus pada evaluasi serta pengawasan pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSL/CSR) agar berjalan efisien, transparan, dan berdampak langsung bagi masyarakat lokal.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan bahwa keterlibatan perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk memastikan program sosial korporasi memiliki basis data ilmiah yang kuat. Menurutnya, kampus tidak boleh hanya berdiri sebagai penonton di tengah dinamika pembangunan daerah.

“Kolaborasi antara MP-TJSL dan perguruan tinggi adalah kunci utama agar pengawasan serta penyaluran program tanggung jawab sosial memiliki landasan akademik yang akurat dan terukur,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela kegiatan.

Ismail juga menilai bahwa keberadaan forum warga seperti MP-TJSL membutuhkan dukungan analisis riset mendalam agar rekomendasi kebijakan yang dihasilkan memiliki bobot rasionalitas dan keberlanjutan yang tinggi. Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi siap membuka pintunya untuk mendampingi masyarakat dalam memetakan kebutuhan riil di lapangan.

Dalam sesi diskusi, Ismail kembali menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana dan program lingkungan oleh perusahaan yang beroperasi di wilayah Konawe Selatan dan sekitarnya.

“Pengawasan berbasis komunitas harus diperkuat dengan metodologi evaluasi yang objektif. Tanpa adanya keterbukaan, keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar akan sulit dijamin,” tegasnya.

Lebih jauh, Ismail mengungkapkan bahwa pihak IAI Rawa Aopa siap menerjunkan tim peneliti maupun mahasiswa melalui program pengabdian masyarakat guna mendukung pemetaan potensi dampaknya secara berkala. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisasi potensi konflik sosial antara dunia usaha dan warga sekitar.

Guna memperkuat dampak nyata dari kolaborasi ini, Ismail menyampaikan pesan penutup mengenai komitmen institusi dalam jangka panjang.

“Kami di IAI Rawa Aopa siap merancang program kerja sama berkelanjutan dengan MP-TJSL, baik dalam bentuk pendampingan riset lapangan maupun formulasi rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah,” pungkasnya.

FGD ini diakhiri dengan perumusan poin-poin kesepakatan bersama antara MP-TJSL dan pihak kampus untuk menindaklanjuti rencana aksi riset partisipatif dalam waktu dekat. Synergitas ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan dan keadilan sosial.

Matangkan KKA 2026, IAI Rawa Aopa Gelar Survey Lapangan di Poleang

Rawaaopakonsel.ac.id, Bombana – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mematangkan persiapan program pengabdian masyarakat unggulannya melalui kegiatan Survey Lapangan Kuliah Kerja Amaliyah (KKA) 2026. Berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bombana, peninjauan lapangan ini dilaksanakan secara intensif pada Rabu (22/7/2026) di dua wilayah Kabupaten Bombana, yakni Kecamatan Poleang Timur dan Kecamatan Poleang Utara.

Kegiatan survey ini dipimpin langsung oleh jajaran kepemimpinan IAI Rawa Aopa, meliputi Rektor, Dr. Basrin Melamba, M.A., Ketua Dewan Pembina Yayasan Al Asri, M.Si., serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Ismail Suardi Wekke, Ph.D. Turut hadir mendampingi, rombongan dosen dan tenaga kependidikan untuk memetakan potensi wilayah dan kebutuhan masyarakat setempat.

Program KKA, yang merupakan penamaan khas flagship IAI Rawa Aopa untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN), dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 mendatang. Pelaksanaan tahun ini terasa istimewa karena selain diikuti oleh tiga program studi (prodi) awal, kegiatan juga diperkuat oleh keterlibatan mahasiswa prodi Hukum Tata Negara (HTN) yang kini telah memasuki semester kelima atau tahun ketiga secara akademik.

Peninjauan langsung ke Bombana ini dilakukan untuk memastikan bahwa orientasi program KKA selaras dengan agenda pembangunan pemerintah daerah serta dinamika sosial di tingkat kecamatan hingga desa. Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan pentingnya tahapan survey ini sebagai pijakan awal perancangan program yang terukur dan berdampak nyata.

“Survey ini bukan selain sebagai agenda rutin jug abukan hanya perpindahan tempat belajar mahasiswa, melainkan langkah krusial untuk memastikan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa di Bombana memberikan solusi atas kebutuhan nyata masyarakat lokal,” ujar Ismail di sela-sela peninjauan di Poleang Timur.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi kunci suksesnya transformasi sosial di wilayah pedesaan.
“Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bombana adalah fondasi utama agar seluruh program yang dirancang mahasiswa memiliki dampak berkelanjutan, baik di bidang tata kelola maupun pemberdayaan ekonomi warga,” tegasnya.

Menanggapi keterlibatan prodi baru dalam KKA 2026, Ismail mengungkapkan optimismenya terhadap kontribusi keilmuan yang semakin beragam.

“Tahun depan, kehadiran mahasiswa Hukum Tata Negara yang kini memasuki tahun ketiga akan memperkuat dimensi pendampingan tata kelola kelembagaan desa serta kesadaran hukum masyarakat di lokasi KKA,” tambahnya.

Selain memberikan arahan langsung di lapangan, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan gambaran strategis pelaksanaan KKA tahun ini. Ia menyampaikan bahwa pihak rektorat telah menginstruksikan seluruh tim dosen pembimbing untuk menyusun peta kebutuhan desa berbasis data hasil pemetaan di Poleang Timur dan Poleang Utara.

Ismail juga menandaskan bahwa pelaksanaan KKA pada Agustus 2026 mendatang akan dirancang dengan pendekatan action research, sehingga mahasiswa tidak hanya menjalankan rutinitas program kerja, tetapi juga menghasilkan kajian yang bermanfaat bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan berbasis komunitas.

Di samping itu, ia menyebutkan bahwa konsistensi IAI Rawa Aopa dalam menerjunkan mahasiswa dari prodi awal hingga prodi yang terus berkembang seperti HTN merupakan wujud komitmen kampus dalam melahirkan lulusan yang responsif terhadap tantangan sosial, hukum, dan keagamaan di kawasan Sulawesi Tenggara.

Melalui persiapan matang ini, kolaborasi antara IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan Pemkab Bombana diharapkan mampu menjadikan KKA 2026 sebagai wahana pengabdian yang tidak hanya mengasah kapasitas kepemimpinan mahasiswa, tetapi juga membawa perubahan positif bagi masyarakat di Kecamatan Poleang Timur dan Poleang Utara.

Workshop (ISW)

Pasca ICOSBE 2026, Kolaborasi Binus Business School Berlanjut Dengan IAI Rawa Aopa

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo — Momentum usainya perhelatan International Conference on Sustainable Business and Entrepreneurship (ICOSBE) 2026 tidak lantas menyurutkan langkah sinergi antarperguruan tinggi. Binus Business School resmi melanjutkan kolaborasi strategisnya dengan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melalui gelaran Workshop Penerbitan Publikasi Pasca-Konferensi pada Senin (20/7/2026) yang dilaksanakan daring.

Kegiatan akademis yang berfokus pada pendampingan konversi makalah ilmiah menjadi bab buku berstandar internasional (book chapter) tersebut dipandu langsung oleh Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, yang bertindak sebagai moderator.

Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa forum ilmiah ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan dalam memperkuat tradisi riset di lingkungan perguruan tinggi swasta dan keagamaan.

“Kami ingin memastikan bahwa karya ilmiah yang dipresentasikan dalam ICOSBE 2026 tidak berhenti sebagai dokumen konferensi saja, melainkan berlanjut hingga menjadi karya kolektif berupa book chapter yang terindeks dan dapat diakses oleh publik global,” tegas Ismail usai kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail turut menegaskan pentingnya membangun ekosistem kolaborasi lintas kampus untuk mendongkrak reputasi akademis nasional.

“Kemitraan antara Binus Business School dan IAI Rawa Aopa adalah bukti konkret bahwa batas geografis dan bentuk kelembagaan bukan penghalang untuk melahirkan karya riset bereputasi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa luaran dari pelatihan ini dirancang khusus untuk memberi dampak langsung pada peningkatan rekam jejak publikasi para dosen dan peneliti.

“Melalui pendampingan terstruktur ini, kami menargetkan luaran berupa naskah berkualitas tinggi yang siap dipublikasikan oleh penerbit bereputasi internasional dalam kurun waktu dekat,” tambahnya.

Selain memberikan pernyataan secara langsung, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan gambaran teknis serta arah kebijakan dari kemitraan strategis ini. Ia mengungkapkan bahwa workshop konversi makalah ini dirancang untuk membantu para peneliti dalam menyusun argumentasi ilmiah yang lebih mendalam dan sesuai dengan standar penerbitan buku akademik global.

Lebih lanjut, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa tersebut menyebutkan bahwa kolaborasi pasca-ICOSBE 2026 ini akan dijadikan sebagai pilar utama dalam memperkuat program riset kolaboratif antara IAI Rawa Aopa dan mitra jejaring nasional maupun internasional. Ismail menggarisbawahi bahwa sinergi seperti ini penting untuk terus dirawat agar akademisi dari daerah memiliki ruang dan kesempatan yang sejajar di panggung karya ilmiah global.

Workshop yang berlangsung interaktif ini diisi dengan pemaparan strategi penyuntingan naskah, penyesuaian gaya selingkung penerbit internasional, hingga tips menembus penerbit berpenghargaan global. Sinergi ini diharapkan menjadi model kerja sama berkelanjutan dalam pengembangan kapasitas publikasi ilmiah di Indonesia.

IMG_20260721_155926

Perkuat Solidaritas Mahasiswa, Mahasiswa IAI Rawa Aopa Konsel Gelar Bina Akrab di Pantai Nambo

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar kegiatan Bina Akrab di kawasan Pantai Nambo, Selasa (21/7/2026). Kegiatan rutin tersebut menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat solidaritas dan kekompakan antarmahasiswa.

Suasana penuh keakraban mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Selain menjadi ajang rekreasi, Bina Akrab juga dimanfaatkan sebagai sarana membangun kerja sama, meningkatkan komunikasi, serta menumbuhkan rasa saling memiliki di lingkungan akademik.

Dosen Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan yang juga Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Dr. (Cand.) Jaswan, S.Pd.I., M.Pd., hadir bersama sejumlah dosen lainnya untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada seluruh peserta.

Kehadiran para dosen menunjukkan komitmen IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam mendampingi mahasiswa, tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter, kepemimpinan, serta penguatan nilai-nilai kebersamaan.

Turut hadir Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ-HTN) IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Hendarwan Sepryadi, yang mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, Bina Akrab menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan semangat berorganisasi, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab di kalangan mahasiswa.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat rasa persaudaraan, meningkatkan semangat organisasi, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab di kalangan mahasiswa,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diisi dengan sesi perkenalan, diskusi kelompok, permainan edukatif, penyampaian motivasi, hingga dokumentasi bersama. Seluruh peserta mengikuti setiap agenda dengan antusias hingga kegiatan berakhir.

Melalui kegiatan Bina Akrab ini, mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan akan semakin solid, mampu membangun komunikasi yang efektif, serta terus menjaga semangat kebersamaan dalam menjalani proses perkuliahan di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

IMG-20260720-WA0052

Akselerasi Tri Dharma dari Pelandia: Kemitraan Global IAI Rawa Aopa dan Koperasi Teluk Ketapang untuk Transformasi Desa Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Desa Pelandia, Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan, menjadi titik awal penguatan kolaborasi internasional untuk mendorong transformasi desa berbasis pemberdayaan masyarakat. Memasuki paruh kedua tahun 2026, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menginisiasi kemitraan strategis yang mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah desa, dan jejaring ekonomi regional dari Malaysia, Senin (20/7/2026).

Kolaborasi tersebut ditandai dengan pertemuan antara Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, dan Pengerusi Koperasi Homestay Teluk Ketapang Malaysia, Md Azmi A. Azis, yang diterima secara resmi oleh Kepala Desa Pelandia bersama Sekretaris Kecamatan Buke. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kolaboratif dalam gerakan Transformasi Desa Indonesia.

Bagi IAI Rawa Aopa, kemitraan ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang dipadukan dengan riset dan jejaring internasional.

“Transformasi desa tidak boleh berhenti sebagai wacana di ruang-ruang seminar. Perguruan tinggi harus hadir sebagai penggerak perubahan yang bekerja bersama masyarakat,” tegas Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke.

Menurut Ismail, Desa Pelandia dipilih sebagai titik awal untuk membangun ekosistem pembangunan yang mengintegrasikan pengalaman internasional dengan potensi lokal. Kehadiran Koperasi Homestay Teluk Ketapang Malaysia diharapkan memperkaya praktik pengembangan ekonomi desa, khususnya pada sektor pariwisata berbasis masyarakat.

“Dari Desa Pelandia, kami ingin meletakkan batu pertama bagi ekosistem baru yang menghubungkan perspektif global dengan kearifan lokal. Pengalaman Koperasi Teluk Ketapang akan disinergikan dengan potensi masyarakat Kecamatan Buke sehingga pengetahuan benar-benar memberi manfaat langsung bagi warga,” ujarnya.

Sebagai lembaga yang berpengalaman mengembangkan community-based tourism, Koperasi Homestay Teluk Ketapang diproyeksikan mendampingi masyarakat dalam membangun tata kelola ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Pengerusi Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Md Azmi A. Azis, menekankan bahwa keberhasilan pembangunan desa sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif masyarakat sebagai pelaku utama.

“Warga desa harus menjadi pemilik saham utama dalam pembangunan daerahnya sendiri. Ketika masyarakat menjadi aktor utama, manfaat pembangunan akan dirasakan secara berkelanjutan,” katanya.

Kerja sama ini dirancang mencakup penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan pengelolaan akomodasi lokal, digitalisasi promosi potensi desa, hingga pendampingan kelembagaan bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi lokal. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing desa di tengah perkembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Inisiatif tersebut juga memperoleh dukungan penuh dari pemerintah setempat. Kepala Desa Pelandia bersama Sekretaris Kecamatan Buke menyatakan kesiapan menjadikan wilayah mereka sebagai laboratorium hidup bagi pengembangan riset dan pengabdian masyarakat.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan mitra internasional ini diharapkan melahirkan model pembangunan desa yang adaptif, berdaya saing, serta mampu menjadi referensi bagi pengembangan desa-desa lain di Indonesia.

IMG-20260719-WA0073

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan Koperasi Homestay Teluk Ketapang Malaysia Siapkan MoU Kolaborasi Internasional

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menjalin kerja sama strategis dengan Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Malaysia. Kemitraan ini dikukuhkan melalui Persiapan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, bersama Ketua Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Azmi Mohd Aziz.

Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kolaborasi ini mencakup pilar-pilar penting seperti pengabdian masyarakat internasional, pengembangan ekonomi berbasis komunitas, serta program akademik lintas negara. Sinergi ini dinilai sangat sejalan dengan arah transformasi IAI Rawa Aopa menuju kampus yang berkemajuan dan bereputas,

“Kerja sama ini akan memberikan manfaat besar bagi program-program strategis kampus dalam mendorong pengabdian masyarakat yang berdampak global sekaligus memajukan daerah,” ujar Ismail Suardi Wekke di Andoolo dalam jamuan makan malam, Minggu (19/7/2026).

Menurutnya, Malaysia dan Indonesia, khususnya wilayah Sulawesi Tenggara, memiliki kedekatan emosional dan budaya yang kuat. Karakter masyarakat yang serumpun dan ramah menjadi modal utama dalam membangun kolaborasi jangka panjang ini.

Ismail mengungkapkan, kedua belah pihak berkomitmen agar kesepakatan ini tidak berhenti di atas kertas, melainkan langsung ditindaklanjuti dengan program-program konkret. Salah satunya adalah membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa IAI Rawa Aopa untuk melakukan riset kolaboratif dan pengabdian di Malaysia.

“Kita harus membangun sektor pendidikan dan pengabdian dengan semangat transformasi, bukan sekadar rutinitas. Tanpa langkah progresif, kita tidak akan mencapai kemajuan yang nyata,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Azmi Mohd Aziz, menyambut baik kemitraan ini. Ia menjelaskan bahwa Koperasi Homestay Teluk Ketapang berfokus pada pengembangan ekowisata dan ekonomi berbasis komunitas yang telah diakui secara luas.

Azmi berharap, melalui kerja sama ini, IAI Rawa Aopa dapat mengirimkan akademisi dan mahasiswanya untuk belajar sekaligus berkontribusi dalam pengembangan manajemen homestay dan pemberdayaan masyarakat di Teluk Ketapang.

“Saya sangat gembira dengan penandatanganan MoU ini. Kerja sama ini akan menjadi jembatan kokoh yang mempererat hubungan akademik dan budaya antara Indonesia dan Malaysia,” pungkas Azmi.

IMG-20260719-WA0059

Kerja Sama Internasional, Koperasi Homestay Teluk Ketapang Malaysia Sambangi Kampus IAI Rawa Aopa

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Delegasi Koperasi Homestay Teluk Ketapang Kuala Terengganu, Malaysia, telah tiba di Bandara Haluoleo Kendari, Minggu (19/7/2026). Kedatangan mereka di ibu kota Sulawesi Tenggara ini merupakan agenda awal sebelum bertolak menuju kampus Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa di Konawe Selatan untuk menjajaki peluang kolaborasi strategis di bidang pengabdian masyarakat dan pariwisata syariah.

Setibanya di bandara, Azmi Bin Abd Azis yang akrab dipanggil Cikgu Azmi menyatakan bahwa mereka sangat antusias untuk segera bertukar pikiran dengan civitas akademika di Konawe Selatan. Pihak delegasi juga menyebutkan bahwa perjalanan dari Terengganu ke Kendari ini menjadi jembatan penting untuk mempererat hubungan bilateral berbasis komunitas.

“Kami sangat bersyukur telah tiba di Kendari dengan selamat. Saat ini kami sedang bersiap penuh untuk melanjutkan perjalanan ke IAI Rawa Aopa Konawe Selatan demi mendiskusikan program pemberdayaan ekonomi warga secara langsung,” ujar Pimpinan Koperasi Homestay saat ditemui di area kedatangan bandara.

Pihak IAI Rawa Aopa yang menyambut di Kendari menjelaskan bahwa seluruh persiapan penyambutan di kampus utama telah rampung. Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke mengonfirmasi bahwa pertemuan ini akan berfokus pada integrasi konsep eco-tourism dengan program pengabdian masyarakat yang selama ini dijalankan oleh para dosen dan mahasiswa.

“Ini adalah momentum emas bagi kami. Kami sudah bersiap menyambut kehadiran para pengelola Koperasi Homestay Teluk Ketapang untuk belajar langsung mengenai tata kelola pariwisata berbasis komunitas yang telah sukses diterapkan di Malaysia,” ungkap Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, melalui saluran telepon saat mengoordinasikan persiapan akhir.

Setelah beristirahat sejenak di Kendari, rombongan langsung bersiap menempuh jalur darat menuju Konawe Selatan. Salah seorang perwakilan mahasiswa yang ikut dalam tim penjemput mengaku tidak sabar untuk membawa para tamu melihat langsung potensi desa binaan kampus yang berbatasan dengan kawasan taman nasional.

“Peluang diskusi langsung dengan praktisi internasional ini sungguh luar biasa bagi kami. Saya berharap kunjungan ke kampus kami nanti bisa melahirkan program magang internasional yang membuka wawasan mahasiswa,” kata perwakilan mahasiswa tersebut dengan penuh semangat.