IPRC (ISW)

Call for Papers, International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Welcome to the official announcement for the International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026. This academic gathering serves as a dynamic platform for postgraduate scholars, early-career researchers, and seasoned academics to showcase innovative research and engage in interdisciplinary dialogue.

This year, IPRC will conduct in cooperation Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM), and Institut Bisnis dan Keuangan Nitro (Makassar).

IPRC 2026 (ISW)
IPRC 2026 (ISW)

Introduction

The International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026 is dedicated to fostering global academic excellence and collaborative innovation. This year’s conference, themed “Advancing Innovation through Interdisciplinary Collaboration,” seeks to bridge the gap between theoretical research and practical application. By bringing together diverse perspectives from around the world, IPRC 2026 aims to address contemporary global challenges through rigorous inquiry and evidence-based discourse.

The conference provides a supportive environment for postgraduate students to refine their research methodologies and present their findings to an international audience. Participants will have the opportunity to engage with keynote addresses from distinguished scholars, participate in thematic parallel sessions, and build professional networks that transcend geographical boundaries. It is more than just a presentation venue; it is a community built on shared intellectual curiosity and the pursuit of impactful scholarship.

We invite researchers from all academic domains—including STEM, Social Sciences, Humanities, and Business—to contribute to this vibrant exchange of ideas. Whether you are presenting a full paper, a poster, or attending as a delegate, your presence will contribute to the rich tapestry of knowledge that defines IPRC. Join us as we explore new frontiers in research and empower the next generation of academic leaders.

Abstract Submission

Abstract and presentation should be registered through the Google Form below: (latest submission is March 26, 2026)

https://forms.gle/JWoCKmWEYSiw4yz67

Registration Fees

Registration is required for all presenters and attendees. Please refer to the table below for the applicable rates based on your category.

Category

USD Rate 

Rupiah Rate 

Faculty Member / Academic $ 150 USD Rp. 4.000.000
Student $ 100 USD Rp. 2.000.000

> Note: Student registrants must provide a valid University ID or a letter from their department to qualify for the student rate.

Call for Papers

We welcome original research contributions in the following tracks:

  • Track 1: Science, Technology, Engineering, and Medicine (STEM)
  • Track 2: Accounting, Business, and Management
  • Track 3: Humanities and Social Sciences
  • Track 4: Multidisciplinary & Interdisciplinary Studies

Conference Timeline

To ensure your work is considered for the conference proceedings and special journal issues, please adhere to the following deadlines:

  • Abstract Submission Opens: January 2 – March 26, 2026
  • Full Paper Submission Opens: January 2 – April 15, 2026
  • Submission Deadline: April 15, 2026
  • Author Notification: January 2 – April 15, 2026
  • Revised Paper Submission: April 20, 2026
  • Registration Deadline: March 30, 2026
  • Conference Dates: April 26-27, 2026

Contact Person

For any inquiries regarding submissions, registration, or logistics, please contact the Conference Secretariat:

  • Name: Ir. Arifuddin Rachmat Fisu (Conference Co-Chair)
  • Email: informasi@rawaaopakonsel.ac.id 
  • Office: Director Partnership, Southeast Asia Academic Mobility
MoU (ISW)

IAI Rawa Aopa Konawe dan UNISSA Brunei Darussalam Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe, Sulawesi Tenggara, secara resmi memperkuat jaringan internasionalnya melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam. Prosesi penandatanganan ini berlangsung pada Kamis, 20 November 2025, di Kampus UNISSA (Brunei Darussalam), yang dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kedua institusi.

Rektor UNISSA, Yang Mulia Dato Seri Setia Dr. Haji Norarfan bin Haji Zainal, menyambut hangat kunjungan muhibah delegasi dari Sulawesi tersebut. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi formal, tetapi juga merupakan langkah konkret dalam membangun sinergi pendidikan tinggi Islam di Asia Tenggara. Delegasi IAI Rawa Aopa sendiri dipimpin oleh Ketua Dewan Pembina, Al Asri, M.Si.,

MoU (ISW)
MoU (ISW)

Ketua Dewan Penyantun IAI Rawa Aopa Konawe, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan optimisme tinggi terhadap kemitraan ini. “Kami memandang UNISSA sebagai mitra strategis yang memiliki reputasi akademik internasional yang sangat baik, sehingga kolaborasi ini akan menjadi jembatan bagi mahasiswa dan dosen kami untuk memperluas cakrawala di kancah global,” ujarnya di sela-sela acara.

Ia juga menambahkan bahwa kesepakatan ini mencakup berbagai poin penting, termasuk pertukaran pelajar dan kolaborasi riset lintas negara. “Fokus utama kami adalah memastikan bahwa implementasi dari MoU ini dapat segera dirasakan manfaatnya, terutama dalam meningkatkan kualitas literasi dan kajian keislaman yang relevan dengan tantangan zaman saat ini,” tegas Al Asri.

Lebih lanjut, Al Asri menekankan pentingnya adopsi kurikulum yang adaptif namun tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman. “Melalui sinergi dengan UNISSA, IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus berinovasi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat sesuai dengan visi besar institusi kami,” pungkasnya.

Di sisi lain, Al Asri menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program kerja besar yayasan dalam melakukan akselerasi mutu sumber daya manusia di Sulawesi Tenggara melalui jalur kerja sama internasional. Ia menyatakan bahwa pihak IAI Rawa Aopa telah menyiapkan peta jalan yang jelas untuk menindaklanjuti setiap poin kesepakatan agar tidak berhenti pada seremoni penandatanganan semata.

Beliau pun menyebutkan bahwa pihak UNISSA menyambut baik inisiatif kolaborasi ini, terutama dalam hal pengembangan dakwah dan pendidikan Islam yang inklusif di wilayah regional. Menurutnya, kesamaan visi dalam mencetak generasi rabbani menjadi alasan kuat mengapa kedua institusi ini memutuskan untuk saling mengikatkan diri dalam dokumen Nota Kesepahaman tersebut.

Sebagai penutup, Al Asri mengungkapkan harapannya agar kerja sama ini dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi swasta lainnya di Indonesia untuk berani melangkah ke level internasional. Ia meyakini bahwa dengan terjalinnya hubungan formal ini, akses terhadap referensi akademik dari Brunei Darussalam akan semakin terbuka lebar bagi sivitas akademika IAI Rawa Aopa Konawe.

Dies Natalis IX 2025 (ISW)

Pertahankan Jejaring Global, IAI Rawa Aopa Rayakan Dies Natalis IX dengan Dialog Publik Internasional Rangkaian ICEASD

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memasuki usia sembilan tahun dalam pengabdian akademik di Sulawesi Tenggara. Peringatan Dies Natalis IX (11 November 2017 – 2025) ini dirayakan dengan menggelar Dialog Publik Internasional yang menghadirkan akademisi dari Tohoku University, Jepang, sebagai bentuk nyata komitmen kampus dalam menembus kancah dunia. Pelaksanaan dialog publik internasional ini menjadi rangkaian ICEASD 2025.

Bertempat di Auditorium Al Asri (Hotel Zam Zam, Andoolo), acara yang berlangsung secara hybrid ini dihadiri oleh jajaran civitas akademika, perwakilan pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat. Selain menghadirkan narasumber dari Jepang, kegiatan ini juga melibatkan akademisi Universitas Halu Oleo yang juga merupakan Sekretaris Jenderal Lembaga Adat Tolaki, Dr. Basri Melamba, M.A.

Dewan Pembina IAI Rawa Aopa, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa usia sembilan tahun adalah bukti keteguhan institusi. “Ini adalah penanda komitmen kami untuk terus hadir sebagai mercusuar pendidikan tinggi Islam di Konawe Selatan, bahkan di wilayah 3T,” tegasnya.

Sekretaris Dewan Pembina Yayasan, Ismail Suardi Wekke yang bertindak selaku moderator, turut memberikan pandangan mendalam mengenai peta jalan institusi. Beliau menyampaikan bahwa integrasi antara nilai-nilai lokal dan wawasan internasional menjadi kunci utama dalam memajukan institusi di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.

“Kehadiran kolega dari Tohoku University hari ini bukan sekadar tamu, melainkan simbol bahwa IAI Rawa Aopa siap meletakkan standar akademik kita pada level global demi kemajuan mahasiswa di Konawe Selatan,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela acara (Selasa, 11 November 2025).

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa pihak rektorat berkomitmen untuk terus mendukung pendanaan riset kolaboratif yang melibatkan mitra luar negeri guna meningkatkan reputasi akademik IAI Rawa Aopa di kancah dunia. Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dengan organisasi kepemudaan seperti HMI Cabang Persiapan Konawe Selatan untuk memastikan mahasiswa memiliki daya kritis dan jejaring luas.

“Kami sedang merancang tata kelola keuangan dan perencanaan yang lebih adaptif agar setiap program studi mampu melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat internasional,” tambahnya.

Ismail Suardi Wekke juga menuturkan bahwa Dies Natalis kesembilan ini menjadi bagian pihak kampus untuk mempercepat digitalisasi layanan serta pengembangan SDM unggul melalui kemitraan strategis. Dalam pernyataannya, ia menegaskan, “Dies Natalis kesembilan ini menjadi titik tolak bagi kami untuk mempercepat digitalisasi layanan kampus dan pengembangan SDM unggul melalui kemitraan strategis seperti ICEASD (International Conference on Environmental Awareness for Sustainable Development) yang akan datang.”

Dialog internasional ini terlaksana atas kerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Konawe Selatan. Kolaborasi ini merupakan langkah awal menuju agenda yang lebih besar ICEASD 2025.

Dengan suksesnya perayaan ini, IAI Rawa Aopa semakin memperkokoh posisinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada pengembangan lokal di Konawe Selatan, tetapi juga aktif berkontribusi dalam diskursus akademik internasional.

APTIKIS (Dok IAI Rawa Aopa)

APTIKIS dan UCYP University Jalin Kemitraan Strategis, IAI Rawa Aopa Turut dalam Delegasi 14 Perguruan Tinggi

Rawaaopakonsel.ac.id, Kuantan, Pahang – Asosiasi Perguruan Tinggi Keagamaan islam Swasta (APTIKIS) secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan UCYP University dari Malaysia. Kemitraan ini ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) yang disaksikan oleh 14 perwakilan perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia. Momentum ini menjadi titik awal bagi APTIKIS untuk memperkuat jejaring internasional dan mendorong kemajuan di bidang teknologi.

Usai pelaksanaan simposium terkait dengan Ai dan pedagogi, Ketua Umum APTIKIS menerima surat LoI dari UCYP University, dan menjadi dokumen awal bagi pelaksanaan kerjasama strategis kedua lembaga, Selasa, 5 Agustus 2025.

Ketua Umum APTIKIS, Dr. Maslim Halimin, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah krusial untuk meningkatkan mutu pendidikan dan penelitian. “LoI ini bukan hanya formalitas, melainkan gerbang bagi dosen dan mahasiswa kami untuk terlibat dalam program-program global,” ujar Dr. Maslim.

Dalam rangkaian acara penandatanganan LoI tersebut, diselenggarakan pula sebuah simposium internasional yang mengupas tuntas perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan tantangannya. Simposium ini menjadi ajang bagi para akademisi dan praktisi untuk berbagi pandangan mengenai masa depan AI.

Dr. Maslim menekankan bahwa topik AI menjadi bagian fokus utama dalam kerja sama ini. “Kami melihat AI bukan hanya sebagai tren, tetapi sebagai fondasi masa depan teknologi. Melalui kolaborasi dengan UCYP University, kami ingin memastikan bahwa perguruan tinggi di Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengembang AI yang kompeten,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, “Kerja sama ini akan membuka peluang untuk riset bersama di bidang AI, pertukaran pakar, dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri 4.0. Kami ingin memastikan lulusan kami memiliki keahlian yang dibutuhkan untuk bersaing di era digital.”

Ismail Suardi Wekke, Dewan Pakar APTIKIS, yang juga Academic Development Fellowship Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan turut memberikan pandangannya mengenai kerja sama ini. Menurutnya, kolaborasi dengan institusi luar negeri sangat vital untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di perguruan tinggi.

“Kemitraan ini adalah kesempatan emas bagi kita untuk belajar dari praktik terbaik di tingkat internasional, khususnya dalam implementasi AI di bidang pendidikan dan penelitian. Kami berharap para dosen dan mahasiswa dapat memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan kapasitas diri,” kata Ismail.

Penandatanganan LoI dan simposium ini menjadi bukti nyata dari komitmen APTIKIS untuk membawa perguruan tinggi anggotanya ke level yang lebih tinggi. Dengan dukungan dari UCYP University dan antusiasme dari 14 PTS yang hadir, diharapkan kolaborasi ini akan menghasilkan inovasi-inovasi penting yang bermanfaat bagi seluruh civitas akademika di Indonesia.

Kunjungan ke UKM (Dok UKM)

APTIKIS dan 14 PT Berkunjung ke Universiti Kebangsaan Malaysia, IAI Rawa Aopa Tutut Serta

Rawaaopakonsel.ac.id, Bangi – Asosiasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (APTIKIS) dan 14 perguruan tinggi swasta (PTS) mulai merintis menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) dalam program lanjutan yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian. Diterima di ruangan Canselori Universiti Kebangsaan Malaysia, Senin, 4 Agustus 2025, Lembaga Pengarah Universiti, Prof. Emeritus Dr. Dato’ Mohamad Abd Razak 

Kolaborasi ini akan membuka jalan bagi para dosen dan mahasiswa dari 14 PTS untuk melanjutkan studi mereka di UKM, salah satu universitas terkemuka di Asia Tenggara. Program yang ditawarkan mencakup berbagai bidang, terutama di bidang kajian Islam, yang merupakan fokus utama APTIKIS.

Ketua Umum APTIKIS, dalam pernyataannya, menyambut baik kesempatan emas ini. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih, dengan 14 PTS anggota kami untuk program kolaborasi dengan UKM. Ini adalah langkah-langkah untuk kerjasama internasional dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang kami tawarkan dan komitmen kami untuk terus berkembang,” ujar Dr. H. Maslim Halimin. 

“Kerja sama ini tidak hanya akan meningkatkan kompetensi para dosen dan mahasiswa kami, tetapi juga memperkuat jaringan akademis antara Indonesia dan Malaysia,” Kata Dr. Maslim yang juga ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Darul Dakwah Wal Irsyad Pasang Kayu, Sulawesi Barat.

Program ini juga merupakan rangkaian kunjungan ke Malaysia-Thailand-Singapura. Untuk Malaysia, selain UKM juga mengadakan simposium bersama dengan UCYP University di Pahang yang direncanakan besok hari, Selasa, 5 Agustus 2025.

Salah satu yang turut serta adalah Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan. Ismail Suardi Wekke, Academic Development Fellowship menyatakan bahwa dengan adanya kunjungan ini, merupakan kelanjutan dalam kerjasama dengan UKM. “Untuk perjalanan Agustus ini dalam kerangka APTIKIS,” kata Ismail Suardi Wekke.

Sebagaimana diketahui, dalam tahun 2022, IAI Rawa Rawa Aopa Konawe Selatan, ketika itu dengan status kelembagaan STAI Rawa Aopa Konawe Selatan telah turut dalam kegiatan Student Mobility ke UKM. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga workshop penulisan buku.

“Sehingga bagi IAI Rawa Aopa, ini meneruskan kerjasama yang sudah ada sebelumnya,” lanjut Ismail yang juga alumnus Universiti Kebangsaan Malaysia.

“Terima kasih kepada UKM yang telah berkenan menerima delegasi APTIKIS. Dengan kunjungan ini memulai babak baru bagi kerjasama APTIKIS dengan perguruan tinggi global,” pungkas Ismail.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi kerja sama pendidikan lintas negara lainnya, mendorong inovasi, dan menghasilkan sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di kancah global.

FGD Persiapan Seminar (Raawa Aopa)

FGD Persiapan Pelaksanaan Webinar Internasional Kolaboratif: STIKES Panrita Husada dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Bersinergi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Panrita Husada Makassar dan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan hari ini menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah awal persiapan pelaksanaan webinar internasional kolaboratif (Ahad, 27 Juli 2025) yang berlangsung daring. 

Pertemuan ini bertujuan untuk mematangkan konsep, materi, dan teknis penyelenggaraan webinar yang akan menjadi wadah pertukaran ilmu dan pengalaman di kancah global. Kolaborasi strategis antara dua institusi pendidikan tinggi ini diharapkan mampu menghasilkan kegiatan yang berkualitas dan memberikan dampak positif bagi civitas akademika maupun masyarakat luas, khususnya dalam pengembangan keilmuan di bidang kesehatan dan keagamaan yang saling mendukung.

FGD yang berlangsung hangat dan produktif ini dihadiri oleh perwakilan dari kedua belah pihak, termasuk panitia pengarah, dan panitia pelaksana dari kalangan mahasiswa. Diskusi intensif meliputi penentuan tema-tema relevan untuk diskursus internasional, identifikasi pembicara kunci dari berbagai negara, serta penjadwalan agar webinar dapat diakses secara optimal oleh peserta dari zona waktu yang berbeda. 

Aspek teknis seperti platform webinar, promosi, dan mekanisme pendaftaran juga menjadi fokus pembahasan untuk memastikan kelancaran acara. Komitmen kuat dari kedua institusi terlihat jelas dalam upaya bersama menyukseskan inisiatif penting ini.

Webinar internasional kolaboratif ini tidak hanya menjadi ajang diseminasi ilmu pengetahuan, tetapi juga merupakan manifestasi dari komitmen STIKES Panrita Husada dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta memperluas jejaring akademik di tingkat global. 

Dengan menghadirkan narasumber internasional dan memfasilitasi diskusi lintas budaya, diharapkan webinar ini dapat membuka wawasan baru bagi peserta, mendorong riset kolaboratif, serta memperkuat reputasi kedua institusi di mata dunia internasional. Persiapan yang matang melalui FGD ini menjadi fondasi kuat bagi penyelenggaraan webinar yang sukses dan berdaya guna.

Dalam kesempatan FGD tersebut, Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, dan Pembina Kegiatan Kemahasiswaan STIKES Panrita Husada, Dr. A. Suswani Makmur, SKM, S.Kep, Ns, M.Kes, secara bersama-sama menyampaikan pernyataan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan emas bagi mahasiswa untuk belajar dan meneruskan aktivitas di ruang kuliah ke dalam skala yang lebih luas. 

Mereka menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam setiap tahapan persiapan hingga pelaksanaan webinar, sebagai bekal pengalaman berharga yang tidak dapat diperoleh hanya di dalam kelas. Inisiatif ini diharapkan dapat memacu semangat mahasiswa untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam dunia akademik dan profesional di masa depan.

Kuliah (Rawa Aopa)

Peluang Melanjutkan Pendidikan Magister atau Doktoral di ESERI-UniSZA

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Bagi para akademisi dan peneliti yang berhasrat untuk mendalami studi di bidang energi lestari dan industri hijau, East Coast Environmental Research Institute (ESERI) di bawah naungan Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia, menawarkan prospek yang sangat menarik. ESERI merupakan pusat penelitian (dengan status Centre of Excellent) terkemuka yang berfokus pada inovasi dan solusi berkelanjutan untuk tantangan lingkungan dan energi global. 

Dengan lingkungan akademik yang kondusif dan fasilitas riset yang mumpuni, mahasiswa magister dan doktoral akan memiliki kesempatan untuk terlibat dalam proyek-proyek mutakhir, berkontribusi pada publikasi ilmiah bereputasi, serta mengembangkan jaringan profesional yang luas di tingkat internasional. Ini adalah kesempatan emas untuk mengasah keahlian riset dan memperluas cakrawala keilmuan di salah satu institusi yang paling relevan dalam pengembangan energi lestari.

ESERI-UniSZA menyediakan berbagai program pascasarjana yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan mendalam dan keterampilan praktis dalam berbagai disiplin ilmu terkait energi lestari dan lingkungan. Mulai dari energi terbarukan, efisiensi energi, pengelolaan limbah, hingga kebijakan lingkungan, kurikulum yang komprehensif didukung oleh staf pengajar yang ahli di bidangnya. Mahasiswa akan didorong untuk melakukan penelitian independen yang inovatif, seringkali berkolaborasi dengan mitra industri dan lembaga penelitian lain, memastikan relevansi dan dampak dari temuan mereka. 

Fleksibilitas program juga memungkinkan mahasiswa untuk menyesuaikan fokus studi mereka sesuai dengan minat dan tujuan karir pribadi, mempersiapkan mereka untuk peran kepemimpinan di sektor akademik, industri, maupun pemerintahan.

Melanjutkan pendidikan di ESERI-UniSZA bukan hanya tentang memperoleh gelar, melainkan juga tentang menjadi bagian dari komunitas ilmiah yang dinamis dan berdedikasi. Selain dukungan akademik yang kuat, ESERI juga berkomitmen untuk mengembangkan kemampuan presentasi, penulisan ilmiah, dan jaringan profesional mahasiswa. 

Lulusan dari program magister dan doktoral ESERI akan siap untuk menghadapi tantangan global dalam bidang energi dan lingkungan, membawa dampak positif melalui penelitian dan inovasi mereka. Kesempatan ini sangat ideal bagi mereka yang ingin menjadi agen perubahan dan berkontribusi secara signifikan terhadap masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan dan ESERI-UniSZA telah dirintis melalui pertemuan bersama (9 Juli 2025 di Kantor ESERI-UniSZA), kemudian dilanjutkan dengan FGD membahas peluang kerjasama yang dapat dilakukan (16 Juli 2025 di Kampus UniSZA, Gong Badak).

Selanjutnya, melalui sambungan telepon (27 Juli 2025) pihak ESERI-UniSZA menawarkan peluang studi lanjut bagi calon magister atau doktor, dengan dalam tiga orang, untuk mendaftar pada semester yang akan datang (September 2025).

Diklat DSI (Rawa Aopa)

Persiapan Diklat Mediator dengan Sertifikat dari Dewan Sengketa Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Sebagai kompetensi tambahan, keterampilan profesional “mediaor” menjadi sebuah solusi bagi wujudnya sengketa. Ini, bisa diikuit oleh semua kalangan (sarjana). Tidak harus dengan menyelesaikan pendidikan sarjana hukum.

Bahkan bagi mahasiswa sekalipun, untuk menjadi bagian dalam surat keterangan pendamping ijazah (SKPI). Untuk itu, sebagai kesempatan meneruskan hasil Rapat Kerja Akademik 2025/2026, akan dilaksanakan Diklat Mediator (online) bersertifikat dari Dewan Sengketa Indonesia (DSI).

Untuk itu, pendaftaran mulai dibuka sampai terpenuhi minimal 10 orang. Kemudian diajukan ke DSI untuk mendapatkan persetujuan jadwal.

Mengenal Profesi Mediator

Seorang mediator adalah seorang profesional netral yang membantu pihak-pihak yang berselisih mencapai kesepakatan secara damai di luar jalur litigasi tradisional. Peran utama mediator adalah memfasilitasi komunikasi yang efektif, mengidentifikasi akar masalah, dan membantu para pihak menjelajahi berbagai opsi penyelesaian. 

Berbeda dengan hakim atau arbiter, mediator tidak memiliki wewenang untuk membuat keputusan atau memaksakan solusi. Sebaliknya, mereka bertindak sebagai fasilitator, membimbing diskusi dan memastikan bahwa semua suara didengar, dengan tujuan akhir mencapai resolusi yang disepakati bersama oleh semua pihak yang terlibat.

Profesi mediator mencakup berbagai bidang, mulai dari sengketa keluarga seperti perceraian dan hak asuh anak, sengketa bisnis, perselisihan perburuhan, hingga konflik komunitas. Keterampilan yang sangat penting bagi seorang mediator meliputi kemampuan mendengarkan secara aktif, empati, objektivitas, dan keterampilan negosiasi yang kuat. 

Mereka juga harus mampu menjaga kerahasiaan dan menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghormati agar para pihak merasa nyaman untuk berterus terang dan mencari solusi yang konstruktif. Mediator seringkali memiliki latar belakang di bidang hukum, psikologi, atau hubungan masyarakat, dan banyak yang menjalani pelatihan khusus serta sertifikasi untuk mengembangkan keahlian mereka.

Pemanfaatan jasa mediator semakin populer karena menawarkan alternatif yang lebih cepat, lebih efisien (berbasis pada kearifan lokal), dan seringkali lebih efektif dibandingkan proses pengadilan yang panjang dan mahal. Mediasi memberdayakan para pihak untuk tetap memegang kendali atas hasil akhir, yang dapat menghasilkan solusi yang lebih kreatif dan tangguh karena disepakati oleh mereka sendiri. 

Dengan fokus pada penyelesaian masalah dan pembangunan kembali hubungan, profesi mediator berperan penting dalam mempromosikan keadilan restoratif dan mengurangi beban pada sistem peradilan formal, membantu individu dan organisasi mencapai resolusi yang berkelanjutan dan memuaskan.

Raker (Rawa Aopa)

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Rampungkan Raker Akademik: Perkuat Budaya Mutu dan Atmosfer Akademik

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan (Konsel) telah sukses merampungkan Rapat Kerja Akademik (Raker Akademik) tahunan yang berlangsung dalam Sabtu, 26 Juli 2025 bertempat di gedung akademik, kampus Andoolo. 

Pertemuan strategis ini difokuskan pada penguatan kerangka kerja akademik, peningkatan kualitas pendidikan, serta pembangunan budaya mutu dan atmosfer akademik yang kondusif di lingkungan kampus. Raker Akademik ini dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan, dekan, ketua program studi, dosen, dan staf tenaga kependidikan, menunjukkan komitmen kolektif terhadap kemajuan institusi.

Dalam sambutan pembukanya, Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Dr. Ismail Suardi Wekke, menegaskan urgensi Raker Akademik sebagai platform krusial untuk mengevaluasi kinerja tahun sebelumnya dan merumuskan langkah-langkah strategis ke depan. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah institusi pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, melainkan juga dari kualitas proses pembelajaran dan lingkungan akademik yang mendukung inovasi dan pengembangan diri.

Ismail Suardi Wekke secara khusus menyoroti pentingnya membangun budaya mutu sebagai pilar utama dalam mencapai visi institusi. Menurutnya, budaya mutu bukanlah sekadar slogan atau standar administratif semata, melainkan sebuah filosofi yang harus meresap dalam setiap lini kegiatan akademik dan non-akademik di kampus.

“Budaya mutu adalah ketika setiap individu di IAI Rawa Aopa, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan, merasa memiliki tanggung jawab personal terhadap kualitas pekerjaan dan layanan yang mereka berikan,” ujar Ismail. 

“Ini berarti komitmen untuk terus belajar, berinovasi, dan tidak pernah puas dengan status quo. Mutu harus menjadi napas kita, baik dalam penyusunan kurikulum, proses pengajaran, penelitian, hingga pelayanan kemahasiswaan. Kita harus memastikan bahwa setiap lulusan IAI Rawa Aopa tidak hanya memiliki pengetahuan yang mumpuni, tetapi juga karakter yang kuat dan daya saing yang tinggi.”

Rektor menambahkan bahwa implementasi budaya mutu memerlukan sistem evaluasi internal yang kuat dan berkelanjutan, serta kesediaan untuk menerima umpan balik dan melakukan perbaikan secara terus-menerus. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan mutu ini, menjadikan IAI Rawa Aopa sebagai pusat keunggulan yang diakui secara regional maupun nasional.

Selain budaya mutu, Prof. Ismail Suardi Wekke juga menekankan pentingnya menciptakan atmosfer akademik yang inklusif dan kondusif. Atmosfer ini, jelasnya, adalah fondasi bagi terciptanya proses pembelajaran yang efektif dan lingkungan penelitian yang produktif.

“Atmosfer akademik yang baik adalah suasana di mana mahasiswa merasa nyaman untuk bertanya, berdiskusi, dan mengembangkan ide-ide mereka tanpa rasa takut atau canggung,” kata Ismail. “Ini adalah lingkungan di mana dosen dan mahasiswa dapat berkolaborasi dalam penelitian, saling menginspirasi, dan mendorong batas-batas pengetahuan. Kita harus menciptakan ruang di mana perbedaan pendapat dihargai, inovasi didukung, dan setiap individu merasa menjadi bagian dari komunitas ilmiah yang dinamis.”

Untuk mencapai hal ini, Rektor meminta agar fasilitas perpustakaan diperkaya, akses terhadap sumber daya digital ditingkatkan, serta kegiatan-kegiatan ilmiah seperti seminar, lokakarya, dan diskusi rutin digalakkan. Ia juga mendorong pengembangan program mentoring bagi mahasiswa, serta kesempatan bagi dosen untuk terus mengembangkan kapasitas keilmuan mereka melalui studi lanjut dan partisipasi dalam konferensi internasional.

“Atmosfer akademik juga berarti menjunjung tinggi etika akademik, integritas, dan objektivitas dalam setiap penelitian dan publikasi,” tambahnya. “Ini adalah tentang membangun kepercayaan antara dosen dan mahasiswa, serta menciptakan lingkungan yang bebas dari plagiarisme dan praktik-praktik tidak etis lainnya.”

Raker Akademik ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan menjadi panduan bagi seluruh unit kerja di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan selama satu tahun ke depan. Rekomendasi tersebut mencakup peningkatan digitalisasi layanan akademik, penguatan jejaring kemitraan dengan institusi lain, serta pengembangan program studi baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

Penutupan Raker Akademik ini ditandai dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk mengimplementasikan hasil-hasil yang telah disepakati. Dengan semangat kebersamaan dan visi yang jelas, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan siap melangkah maju menuju masa depan yang lebih cerah, menghasilkan lulusan berkualitas yang mampu berkontribusi nyata bagi bangsa dan agama.

NASA Challenge (Rawa Aopa)

IAI Rawa Aopa Menjadi Mitra Pelaksanaan NASA Challenge 2025

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, menjadi institusi pendidikan tinggi yang dikenal dengan fokusnya pada integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan, kini menorehkan capaian yang perlu disyukuri. IAI Rawa Aopa secara resmi terpilih sebagai mitra pelaksana NASA Challenge 2025, sebuah kompetisi inovasi global yang diselenggarakan oleh National Aeronautics and Space Administration (NASA). 

Kemitraan ini bukan hanya pengakuan atas potensi akademik dan riset IAI Rawa Aopa, tetapi juga menjadi jembatan penting bagi mahasiswa dan peneliti Indonesia untuk berkontribusi langsung pada eksplorasi antariksa dan pengembangan teknologi mutakhir yang relevan dengan tantangan global.

Keterlibatan IAI Rawa Aopa dalam NASA Challenge 2025 akan membuka peluang kolaborasi multidisiplin yang unik. Kompetisi ini biasanya mendorong partisipan untuk mengembangkan solusi inovatif terhadap permasalahan nyata, mulai dari tantangan teknis dalam misi luar angkasa hingga aplikasi data antariksa untuk mengatasi isu-isu lingkungan di Bumi. 

Dengan demikian, IAI Rawa Aopa akan berperan dalam memfasilitasi partisipasi aktif dari sivitas akademika, terutama dalam bidang-bidang yang mungkin bersentuhan dengan teknologi informasi, analisis data, keberlanjutan lingkungan, dan bahkan etika dalam eksplorasi antariksa. Ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa institusi yang berakar pada nilai-nilai lokal dapat menghasilkan inovasi berkelas dunia.

Sebagai mitra pelaksana, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan diharapkan akan menyediakan platform, sumber daya, dan bimbingan bagi para peserta NASA Challenge 2025. Keterlibatan ini juga akan memperkuat jaringan kolaborasi internasional IAI Rawa Aopa dengan lembaga-lembaga riset dan teknologi terkemuka di seluruh dunia. 

Diharapkan, kemitraan ini tidak hanya meningkatkan profil IAI Rawa Aopa di kancah global, tetapi juga menginspirasi generasi muda Indonesia untuk mengejar karier di bidang STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika), sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya eksplorasi ilmiah dan inovasi demi kemajuan peradaban.