Dokumentasi (ISW)

Pertemuan IAI Rawa Aopa Bersama UniSZA, Menyiapkan Simposium Bersama Sebagai Implementasi MoU dan MoA

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus mempertahankan langkahnya di kancah internasional. Sebagai bentuk implementasi nyata dari rintisan kesepakatan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA), IAI Rawa Aopa menggelar pertemuan strategis bersama pimpinan Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia dengan salah satu agenda untuk mematangkan persiapan penyelenggaran International Student Symposium on Frontiers of Southeast Asia (ISOFSEAS) 2026 (Rabu, 29 Juli 2026) dilaksanakan daring.

Pertemuan lintas negara tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan dan dosen IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, termasuk tim penanggung jawab kampus operasional Kendari. Sementara itu, pihak UniSZA dihadiri oleh Timbalan Naib Canselor (Wakil Rektor), Dekan Fakulti Undang-Undang dan Hubungan Antarabangsa, serta perwakilan dari Kantor Urusan Internasional (KUI) UniSZA.

Jalinan kerja sama dalam penyelenggaraan forum ilmiah ini bukanlah hal baru. Kolaborasi pelaksanaan ISOFSEAS telah terjalin kokoh sejak tahun 2016, dan penyelenggaraan tahun ini menandai perjalanan sejarah tahun ke-11 bagi simposium internasional berskala kawasan tersebut.

Kemitraan strategis ini juga diperkuat melalui kerangka program student mobility pada tahun 2023 dan 2024. Dalam kurun waktu tersebut, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan telah aktif mengirimkan jajaran dosen dan pimpinan kampus untuk mengikuti agenda student mobility, dengan UniSZA di Malaysia sebagai salah satu tujuan utama kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi tidak boleh berhenti sebatas dokumen formal di atas kertas.

“Kerja sama internasional yang kami bangun bukan dokumen administratif di atas kertas, juga menjadi kerangka kekeluargaan dan persahabatan yang diwujudkan melalui aksi akademik yang berdampak nyata,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela kegiatan.

Ismail menyampaikan bahwa penyelenggaraan ISOFSEAS 2026 yang telah memasuki dekade kedua ini dirancang sebagai wadah pertukaran gagasan dan hasil riset unggulan antara mahasiswa serta akademisi di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, kolaborasi yang telah bertahan sejak 2016 serta diperkuat oleh pengalaman pertukaran dan kunjungan pimpinan pada 2023–2024 ini membuka peluang emas bagi para mahasiswa dan peneliti lokal untuk meningkatkan reputasi akademik serta memperluas jangkauan publikasi ilmiah di tingkat global.

“Simposium internasional ISOFSEAS 2026 ini adalah panggung bersama untuk menguji gagasan, memperluas jejaring publikasi, dan mengangkat isu-isu strategis kawasan ke tingkat global,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ismail mengungkapkan bahwa keterlibatan aktif dosen dari kampus Kendari dan Konawe Selatan menunjukkan kesiapan sumber daya manusia internal IAI Rawa Aopa dalam mengawal agenda riset internasional mahasiswa. Ia menilai sinergi dengan keahlian UniSZA di bidang hukum dan hubungan internasional akan memberikan dimensi analisis yang lebih kaya dan komprehensif bagi gelaran ke-11 ISOFSEAS (Kuala Terengganu, 29 Oktober 2026).

“Kehadiran jajaran lengkap dari UniSZA, mulai dari kepemimpinan rektorat hingga Fakultas Hukum dan Hubungan Antarabangsa, membuktikan komitmen kuat kedua pihak untuk tumbuh bersama,” tambah Ismail.

Ismail juga menggarisbawahi pentingnya peran Kantor Urusan Internasional dari kedua perguruan tinggi sebagai motor penggerak teknis. Hal ini dilakukan agar seluruh rangkaian persiapan menuju peluncuran ISOFSEAS 2026 dapat berjalan sistematis serta terencana dengan baik.

Pertemuan ini ditutup dengan penyusunan kerangka kerja teknis dan penentuan garis waktu pelaksanaan International Student Symposium on Frontiers of Southeast Asia (ISOFSEAS) 2026, termasuk pelaksanaan Celebes International Summit on Education and Culture (Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, 9-11 Oktober 2026), yang diharapkan dapat memperkuat tradisi akademik yang telah terbangun selama 11 tahun serta memicu lahirnya berbagai kolaborasi riset lanjutan antara IAI Rawa Aopa dan UniSZA.