PPL (ISW)

Fakultas Tarbiyah IAI Rawa Aopa Melaksanakan PPL di 56 Lokasi Dengan Peserta 232 Mahasiswa

Rawaaopakonsel.ac.id, Sulawesi Tenggara – Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa secara resmi memulai agenda Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Terpadu tahun ini dengan skala yang cukup masif. Tercatat sebanyak 232 mahasiswa diterjunkan langsung ke tengah masyarakat yang tersebar di 56 lokasi berbeda. Program ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman komprehensif bagi calon pendidik dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan dan sosial yang semakin kompleks.

Sebagai bagian dari inovasi, praktik lapangan kali ini mengusung konsep PPL Terpadu. Dalam skema ini, para mahasiswa tidak hanya dituntut untuk melaksanakan praktik pembelajaran di kelas, tetapi juga diwajibkan mengintegrasikan aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara bersamaan. Pendekatan holistik ini bertujuan agar setiap kegiatan yang dilakukan di lokasi PPL memiliki dasar saintifik yang kuat sekaligus memberikan dampak nyata bagi pengembangan warga sekitar.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menekankan bahwa program ini merupakan pengejawantahan dari nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dijunjung tinggi oleh setiap sivitas akademika. Beliau menyatakan bahwa PPL Terpadu menjadi jembatan krusial antara teori yang didapatkan di bangku kuliah dengan realitas yang ada di lapangan kerja.

“PPL Terpadu ini adalah ruang bagi mahasiswa untuk membuktikan bahwa kompetensi pedagogik mereka bisa sejalan dengan kepekaan sosial,” ujar Ismail Suardi Wekke usai bertemu Dekan Fakultas Tarbiyah di kampus Andoolo (Selasa, 12 Mei 2026). Beliau juga menambahkan bahwa pelaksanaan di 56 lokasi ini menuntut fleksibilitas dan dedikasi yang tinggi dari setiap peserta. “Kami menitipkan nama baik institusi di pundak kalian, maka jadikanlah setiap interaksi di lokasi sebagai sarana dakwah dan edukasi yang santun,” tegasnya di hadapan ratusan mahasiswa.

Selain memberikan pesan langsung, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi pentingnya aspek penelitian dalam kegiatan ini. Beliau menjelaskan bahwa hasil observasi mahasiswa selama di lapangan harus mampu dikonversi menjadi data akademik yang bermanfaat bagi pengembangan kurikulum di masa depan. Menurutnya, melalui integrasi penelitian, mahasiswa diajak untuk berpikir kritis dalam memetakan masalah pendidikan di lokasi masing-masing.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar unsur pengabdian masyarakat tidak sekadar menjadi formalitas administratif belaka. Beliau berpendapat bahwa kontribusi mahasiswa harus dirasakan langsung oleh masyarakat setempat, baik melalui program penguatan keagamaan maupun pendampingan sosial lainnya. Dengan demikian, kehadiran IAI Rawa Aopa melalui para mahasiswa ini dapat menjadi solusi bagi berbagai tantangan yang dihadapi oleh sekolah maupun desa mitra.

Kegiatan yang melibatkan 232 mahasiswa ini diharapkan mampu menciptakan luaran yang berkualitas, baik bagi mahasiswa itu sendiri maupun bagi para pemangku kepentingan di 56 titik lokasi tersebut. Pihak rektorat memastikan akan terus melakukan pemantauan berkala guna menjamin kualitas pelaksanaan PPL Terpadu ini tetap berada pada standar akademik yang telah ditetapkan.

Workshop Tri Dharma (ISW)

Turut Hadir Dalam Akselerasi Ekonomi Syariah, IAI Rawa Aopa Jalin Kerjasama Dengan 42 Perguruan Tinggi

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tetap menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Langkah strategis ini dibuktikan melalui jalinan kerjasama monumental yang disepakati bersama 42 perguruan tinggi terkemuka. Kolaborasi berskala besar ini dirancang untuk mempercepat implementasi, riset, serta pengembangan sumber daya manusia di sektor ekonomi berbasis syariah demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, Jakarta, 16 Mei 2026.

Kegiatan Tri Dharma PT (ISW)
Kegiatan Tri Dharma PT (ISW)

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi besar kampus untuk tidak sekadar menjadi lembaga menara gading. Beliau menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah momentum krusial bagi IAI Rawa Aopa untuk mengambil peran aktif di garis depan dalam mempercepat pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah di wilayah Sulawesi Tenggara.

Sekaligus Ismail Suardi Wekke turut hadir dalam kegiatan Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta. Kegiatan yang menjadi wadah kolaborasi industri keuangan, dengan bersama-sama perguruan tinggi dan juga sekolah & madrasah.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa melalui aliansi akademik yang luas ini, perguruan tinggi akan bertindak sebagai laboratorium inovasi yang mampu melahirkan solusi-solusi praktis bagi tantangan keuangan Islam kontemporer. Pihak rektorat juga optimis bahwa penguatan sinergi antar-kampus ini secara otomatis akan mendongkrak kualitas tata kelola kelembagaan dan mutu lulusan, sehingga mereka siap bersaing di industri syariah global.

Kehadiran 42 perguruan tinggi dalam kesepakatan ini membawa angin segar bagi dunia akademis dan praktisi ekonomi Islam. Jaringan yang luas ini memungkinkan terjadinya pertukaran dosen, kolaborasi riset multisentris, hingga program magang mahasiswa yang lebih terstruktur di berbagai lembaga keuangan syariah.

Menutup penjelasannya, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan kuat mengenai urgensi dari implementasi nyata setelah penandatanganan berkas kerjasama ini selesai dilakukan. “Kami tidak ingin nota kesepahaman ini hanya berakhir di atas kertas formalitas belaka, melainkan harus segera diwujudkan dalam bentuk aksi nyata yang dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat luas,” tegas Ismail.

Beliau juga menambahkan bahwa tantangan ekonomi syariah ke depan semakin kompleks, sehingga membutuhkan pemikiran kolektif dari berbagai pakar lintas kampus. “Melalui sinergi masif bersama 42 perguruan tinggi ini, kita sedang membangun fondasi intelektual yang kokoh untuk mengawal transisi menuju sistem ekonomi yang lebih berkeadilan,” ujar Ismail optimis.

Di sela-sela kegiatan tersebut, Ismail Suardi Wekke mengajak seluruh civitas akademika untuk bergerak cepat menyusun program kerja turunan dari kesepakatan besar ini. “Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran program studi di IAI Rawa Aopa untuk segera merumuskan langkah taktis mingguan agar poin-poin kerjasama ini langsung berjalan efektif mulai bulan depan,” pungkasnya.

Screenshot_2026_0516_093139

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan SEAAM Bersiap Jadi Pelaksana Bersama, Bandara Sultan Hasanuddin Dukung Penuh Celebes Summit Oktober 2026 Mendatang

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Sinergi strategis demi kemajuan kawasan Timur Indonesia terus digagas oleh institusi pendidikan tinggi. Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) bersama Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan agenda akbar “Celebes Summit” yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.

Langkah besar ini dipastikan mendapat dukungan penuh serta fasilitas strategis dari pihak otoritas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai pintu gerbang utama perhelatan tersebut. “Terima kasih pada Bandara Internasional Sultan Hasanuddin atas dukungannya,” kata Ismail Suardi Wekke, Sabtu (16/5/2026) usai bertemu Komite Saintifik di Makassar.

Pertemuan lintas sektor ini dirancang untuk mendiskusikan berbagai tantangan global serta peluang pengembangan riset, manajemen kelembagaan, dan inovasi di wilayah Sulawesi dan sekitarnya. Kehadiran para akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara Asia Tenggara dalam forum ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi konkret bagi pembangunan daerah.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk menyejajarkan perguruan tinggi keagamaan di daerah dengan perkembangan global. Penyelenggaraan acara internasional seperti ini membutuhkan fondasi yang kuat, baik dari sisi tata kelola internal kampus maupun kerja sama dengan jaringan eksternal yang mencakup skala regional dan internasional.

“Kami memandang Celebes Summit sebagai sebuah kemitraan penta helix, juga menjadi sebuah jembatan strategis untuk membawa inovasi lokal dari Konawe Selatan menuju panggung Asia Tenggara,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan terkait persiapan acara.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa keterlibatan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai mitra pendukung utama logistik dan penyambutan delegasi akan memastikan aksesibilitas para peserta berjalan dengan lancar dan profesional. Integrasi antara kesiapan akademik dari kampus dan dukungan infrastruktur transportasi udara yang prima menjadi kunci utama dalam menyukseskan acara berskala besar tersebut.

“Dukungan penuh dari pihak bandara internasional adalah bentuk nyata dari hubungan penta-helix, di mana sektor akademisi dan pengelola fasilitas publik bersatu demi nama baik bangsa,” tegas Ismail Suardi Wekke.

Selain kesiapan infrastruktur, manajemen internal kampus juga terus diakselerasi guna menyambut para tamu internasional. Penataan aspek perencanaan program dan pengelolaan sumber daya manusia di IAI Rawa Aopa menjadi prioritas utama agar seluruh civitas akademika mampu mengambil peran aktif dan memberikan impresi terbaik selama konferensi berlangsung.

“Celebes Summit Oktober nanti akan kesempatan bahwa perguruan tinggi yang berada di daerah juga mampu mengorkestrasi sebuah forum internasional yang bermutu tinggi dan berdampak luas,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Ismail Suardi Wekke turut menyatakan bahwa manajemen IAI Rawa Aopa Konawe Selatan saat ini tengah fokus mengoptimalkan seluruh sumber daya internal demi memastikan standar pelaksanaan acara memenuhi ekspektasi internasional. Beliau menambahkan pula bahwa sinergi yang terbangun antara SEAAM, pihak kampus, dan pengelola bandara diharapkan dapat menjadi cetak biru baru bagi penyelenggaraan event-event akademis global di masa yang akan datang.

IMG-20260515-WA0003

IAI Rawa Aopa Dorong Mahasiswa PPL Hasilkan Karya Intelektual Melalui Forum Akhir Kegiatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa yang sementara ini dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa dengan orientasi yang lebih komprehensif. Selain fokus pada pencapaian output praktikum di sekolah, program PPL kali ini dirancang dengan pendekatan integrasi antarunsur Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang akan dipuncaki dengan penyelenggaraan seminar akademik di akhir kegiatan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa PPL tidak boleh sekadar menjadi rutinitas administratif bagi mahasiswa. Saat meninjau jalannya pemantauan PPL, beliau menyatakan bahwa program ini merupakan momentum bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus melakukan pengabdian yang terukur, Selasa (12/5/2026).

Ia menyebutkan bahwa melalui integrasi ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengajar, tetapi juga mampu memetakan masalah di lapangan untuk kemudian didiskusikan dalam forum ilmiah yang telah disiapkan pihak fakultas. Ismail Suardi Wekke secara lugas memberikan arahan mengenai arah kebijakan institusi dalam mendukung program ini.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah aktivitas mahasiswa di lokasi PPL merupakan wujud nyata dari penyatuan antara pendidikan, penelitian sederhana, dan pengabdian masyarakat,” tegas Ismail.

Beliau juga menambahkan bahwa pelaksanaan seminar di akhir kegiatan adalah cara lembaga untuk mendokumentasikan pengalaman lapangan menjadi karya intelektual. “Mahasiswa harus mampu mengonversi temuan lapangan menjadi laporan akademik yang berkualitas, sehingga seminar tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan panggung diseminasi hasil praktik,” tambahnya dengan penuh optimisme.

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya sinergi antarunit dalam menyukseskan agenda ini, terutama dalam hal kesiapan sumber daya. Beliau menyatakan bahwa pihak rektorat berkomitmen penuh dalam memberikan dukungan fasilitas dan perencanaan yang matang agar seminar akhir ini menjadi standar baru dalam pelaksanaan PPL.

“Seminar ini adalah bukti komitmen kami bahwa lulusan IAI Rawa Aopa tidak hanya mahir secara praktik, tetapi juga tangguh secara teoretis dan analitis dalam melihat dinamika di dunia pendidikan,” pungkasnya.

Integrasi dharma yang satu dengan dharma lainnya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi ini diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi sekolah-sekolah mitra. Pihak fakultas menilai, dengan adanya seminar akhir, hasil-hasil inovasi pembelajaran yang ditemukan mahasiswa selama PPL dapat diadopsi kembali oleh sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Konawe Selatan.

IMG-20260512-WA0017

Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Ucapkan Selamat atas Pelantikan Tujuh Pimpinan PTKN

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, melantik tujuh pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta, pada Senin (11/5/2026).

Dalam prosesi yang berlangsung khidmat tersebut, Menag menekankan pentingnya integritas dan kemandirian bagi setiap pimpinan institusi pendidikan di bawah naungan Kemenag.

Menag menegaskan bahwa seorang pimpinan perguruan tinggi merupakan representasi tertinggi institusi yang harus berani berdiri tegak di atas kepentingan apa pun. Ia meminta para pimpinan PTKN untuk memposisikan diri layaknya “Menteri Agama” di lingkungan kerjanya masing-masing, dengan memahami fungsi sebagai penanggung jawab totalitas institusi serta tidak membiarkan diri dikendalikan oleh kepentingan pihak luar.

Selain aspek kepemimpinan, Menag juga menyoroti pentingnya penguasaan aturan perundang-undangan dan tata kelola keuangan. Ia mewajibkan para pimpinan untuk mempelajari seluruh peraturan terkait guna menghindari pelanggaran yang disebabkan oleh ketidaktahuan prosedur. Menag menekankan bahwa tidak boleh ada alasan bagi pimpinan untuk tidak memahami regulasi yang berlaku.

Terkait peningkatan mutu akademik, Menag menginstruksikan para pimpinan yang baru dilantik untuk segera melakukan akselerasi peningkatan status institusi. Hal ini mencakup transformasi dari Sekolah Tinggi menjadi Institut, serta Institut menjadi Universitas. Ia juga mewanti-wanti agar kualitas akreditasi minimal dipertahankan dan terus ditingkatkan demi menjaga citra dan kualitas program tinggi di masa depan.

Dalam daftar pimpinan yang dilantik, Janawi resmi menjabat sebagai Rektor IAIN Abdurrahman Sidik Bangka Belitung, Lukman Arake sebagai Rektor IAIN Bone, dan Idi Warsah sebagai Rektor IAIN Curup. Sementara itu, jabatan Rektor IAIN Pare-pare kini diemban oleh Darmawati, Rektor IAKN Ambon oleh Elka Anakotta, Rektor IAKN Tarutung oleh Haposan Silalahi, dan Mara Samin Lubis resmi menjabat sebagai Ketua STAIN Mandailing Natal.

Sehubungan dengan pelantikan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, turut memberikan pernyataan dukungan. Beliau menyampaikan ucapan selamat bekerja kepada rekan-rekan sejawat yang baru saja mengambil sumpah jabatan. Ismail Suardi Wekke juga mendoakan agar para pimpinan tersebut senantiasa diberikan kesehatan dalam mengemban amanah besar demi kemajuan pendidikan keagamaan di Indonesia.

Prosesi pelantikan ini disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Suyitno, serta dihadiri oleh para Staf Khusus, Tenaga Ahli Menteri Agama, dan jajaran pejabat Eselon I Kementerian Agama. Di akhir arahannya, Menag mengingatkan agar pimpinan baru tidak goyah oleh tekanan dari pihak mana pun, termasuk urusan pribadi atau keluarga, yang dapat mencederai peraturan.

Jakarta (ISW)

IAI Rawa Aopa Konsel Konsisten Jalankan Tri Dharma, Mahasiswa PPL Tersebar di Berbagai Kabupaten

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tetap menunjukkan komitmennya dalam menjaga ritme aktivitas akademik secara konsisten. Memasuki pertengahan semester, kampus yang dikenal dengan julukan kampus hijau ini tetap aktif menjalankan agenda Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik di lingkungan internal kampus maupun melalui kegiatan lapangan yang melibatkan masyarakat luas.

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas pembelajaran tatap muka berjalan sebagaimana jadwal yang ada di dua lokasi utama, yakni Kampus Lamooso dan Kampus Andoolo. Selain kegiatan di ruang kelas, IAI Rawa Aopa juga tengah menerjunkan ratusan mahasiswa Program Studi Tarbiyah semester 6 untuk melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).

Mahasiswa tersebut tersebar di berbagai sekolah yang berada di pelbagai kabupaten, sebagai bentuk nyata implementasi pengabdian dan pengasahan kompetensi pedagogik. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa seluruh gerak langkah institusi saat ini difokuskan pada penguatan kualitas layanan pendidikan.

Beliau menyatakan bahwa dinamika aktivitas di Kampus Lamooso dan Andoolo merupakan cerminan dari dedikasi dosen dan mahasiswa dalam menjaga marwah akademik. “Kita juga sepekan yang lalu menyelesaikan rangkaian SEA-AFSID yang berlangsung sukses, dilaksanakan dari 8 negara dan 17 kota di Asia,” ungkap Ismail yang menjalin kerjasama dengan BOLT (Balsamo Outreach for Learning and Teaching).

Selain itu, Ismail menggarisbawahi bahwa pelaksanaan PPL di berbagai daerah bukan sekadar tugas rutin, melainkan jembatan bagi kampus untuk berkontribusi langsung pada peningkatan mutu pendidikan di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, manajemen kampus berkomitmen penuh untuk mendukung setiap kegiatan yang menunjang akreditasi dan pengembangan sumber daya manusia melalui alokasi perencanaan yang tepat sasaran.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menyampaikan instruksi langsung terkait kesinambungan program ini. “Kita harus memastikan bahwa setiap proses pembelajaran, baik yang berlangsung di dalam kelas maupun praktik di lapangan, memiliki standar kualitas yang sama tingginya,” tegas Ismail usai melaksanakan pemantauan PPL TERPADU. 

Ia juga menambahkan, “Keaktifan mahasiswa semester 6 di lokasi PPL adalah bukti bahwa IAI Rawa Aopa hadir dan berpartisipasi pada institusi mitra di berbagai kabupaten.”

Di akhir penyampaiannya, Ismail menekankan pentingnya sinergi kolektif dengan berujar, “Manajemen akan terus mengawal ketersediaan fasilitas dan dukungan administratif agar seluruh sivitas akademika dapat menjalankan tugasnya tanpa hambatan teknis.”

Dengan pembagian fokus antara penguatan teori di pusat kampus dan praktik lapangan di daerah-daerah, IAI Rawa Aopa optimistis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga cekatan dalam menghadapi realitas profesi di masa depan.

“Dosen yang memiliki tuas mengajar tetap mengajar. Sementara itu, bagi yang membimbing PPL, juga tetap membimbing PPL,” kata Ismail. Sementara itu, PPL TERPADU, dilaksanakan dengan integrasi penelitian kolaboratif antara mahasiswa dan dosen.

Ismail merujuk kepada pesan Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri bahwa hidup senantiasa disertai dengan ujian dan cobaan. “Dalam dinamika kehidupan, adanya ujian dan cobaan, kita tetap mempertahankan komitmen untuk menjalankan tri dharma perguruan tinggi,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

IMG_20260511_220426

Dukung Pembangunan Konawe Utara, IAI Rawa Aopa Luncurkan Kegiatan TERPADU di Kecamatan Asera

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Utara – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa sukses menyelenggarakan program Kegiatan TERPADU yang dipusatkan di Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, pada Minggu (10/5/2025). Program yang merupakan akronim dari “Tri Dharma Perguruan Tinggi Terintegrasi dan Berkelanjutan”.

Kegiatan ini dirancang untuk memadukan proses pembelajaran mahasiswa secara langsung dengan agenda penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu rangkaian ekosistem akademik yang utuh. Langkah inovatif ini diambil untuk memastikan bahwa setiap aktivitas akademik di kampus tidak berdiri sendiri, melainkan memiliki dampak nyata bagi pengembangan wilayah di Sulawesi Tenggara.

Dalam pelaksanaannya, civitas akademika IAI Rawa Aopa berinteraksi langsung dengan mitra untuk memetakan potensi daerah sekaligus memberikan solusi berbasis keilmuan terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat Asera. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari transformasi perguruan tinggi.

Ismail menyampaikan bahwa melalui TERPADU, kampus ingin memastikan bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di dalam ruang kelas, tetapi juga mampu diimplementasikan dalam bentuk riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa program ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai komitmen institusi dalam mengawal pembangunan daerah berbasis pengetahuan. Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menyatakan secara lugas mengenai visi besar di balik agenda tersebut.

“Kegiatan TERPADU ini adalah manifestasi dari tekad kami untuk meruntuhkan sekat antara teori akademik dan praktik di lapangan,” ujar Ismail di sela-sela kegiatan.

Beliau juga menambahkan bahwa Asera dipilih sebagai lokasi karena potensi strategisnya dalam pengembangan riset interdisipliner yang mampu memberikan kontribusi balik bagi kemajuan Konawe Utara.

“Kami ingin mahasiswa dan dosen tidak hanya datang sebagai tamu, tetapi sebagai mitra kolaboratif bagi masyarakat dalam menciptakan inovasi yang berkelanjutan,” tegasnya.

Ismail menjelaskan bahwa integrasi tri dharma ini juga berfungsi sebagai mekanisme penjaminan mutu kualitas lulusan perguruan tinggi. Melalui skema ini, para dosen diharapkan dapat menghasilkan publikasi ilmiah yang berangkat dari persoalan riil di tengah masyarakat, sementara mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Hal ini dipandang penting untuk membangun kesadaran sosial sekaligus profesionalisme sejak dini di lingkungan kampus.

Kegiatan yang berlangsung sepanjang hari ini ditutup dengan penyusunan draf rencana aksi kolaboratif antara pihak kampus dengan tokoh masyarakat setempat. Dengan adanya program TERPADU ini, IAI Rawa Aopa optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi dalam mendukung kemajuan daerah secara menyeluruh.

Asera (ISW)

Integrasi Pembelajaran dengan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Asera, Konawe Utara

Rawaaopakonsel.ac.id, Asera – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat langkah strategisnya dalam pengembangan institusi melalui penguatan integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam kunjungan kerja yang dilaksanakan di wilayah Asera, Konawe Utara, kampus ini menekankan pentingnya menyatukan aspek pembelajaran di kelas dengan kegiatan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat agar dampak kehadiran akademisi dapat dirasakan langsung oleh warga lokal (Asera, Minggu, 10 Mei 2026).

Upaya ini dipandang sebagai langkah konkret dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi saat ini yang menuntut adanya relevansi antara teori akademik dengan kebutuhan praktis di lapangan. Dengan menjadikan Asera sebagai salah satu pusat kegiatan integratif, IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan keterampilan riset yang mumpuni.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan komitmen lembaga dalam mendukung penuh inisiatif ini. Menurutnya, integrasi ini merupakan kunci bagi perguruan tinggi untuk bertransformasi menjadi lembaga yang lebih produktif dan inovatif.

“Kegiatan di Asera ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari desain besar kami untuk memastikan bahwa setiap dosen dan mahasiswa mampu menerjemahkan hasil penelitian mereka ke dalam bentuk pengabdian yang solutif bagi masyarakat,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan di lokasi kegiatan.

Beliau juga menambahkan bahwa manajemen universitas telah menyiapkan alokasi sumber daya yang memadai untuk mendukung program-program lintas disiplin di Konawe Utara. Ismail menyatakan, “Kami telah merancang skema pendanaan dan dukungan sumber daya manusia yang terfokus agar integrasi pembelajaran dan pengabdian ini memiliki keberlanjutan serta standar mutu yang terjaga secara konsisten.”

Lebih lanjut, Ismail menekankan bahwa kolaborasi ini juga berfungsi sebagai laboratorium hidup bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi mereka secara riil. “Saya sangat berharap pola integrasi ini menjadi model percontohan bagi wilayah lain, di mana kampus hadir sebagai penyulut inovasi di tingkat pedesaan melalui riset-riset yang aplikatif,” tegasnya menutup pernyataan.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke secara tidak langsung menjelaskan bahwa penyelarasan antara kurikulum akademik dan fenomena sosial di Asera akan membantu mempercepat pencapaian akreditasi institusi yang unggul. Beliau menyampaikan bahwa data yang dikumpulkan melalui riset di lapangan harus segera dikonversi menjadi bahan ajar yang kontekstual bagi mahasiswa. Selain itu, Ismail menggarisbawahi bahwa efektivitas tata kelola keuangan kampus saat ini diarahkan untuk mendukung mobilitas dosen dalam menjalankan pengabdian masyarakat yang berbasis pada temuan-temuan ilmiah terbaru.

Ismail juga memberikan pandangan bahwa sinergi antara pihak kampus dan pemerintah daerah di Konawe Utara menjadi fondasi penting bagi keberhasilan program ini. Beliau menekankan perlunya keterbukaan akses informasi dan kemitraan strategis agar setiap rekomendasi dari hasil penelitian perguruan tinggi dapat diimplementasikan menjadi kebijakan publik yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Asera secara luas.

Langkah integrasi ini diharapkan mampu membawa IAI Rawa Aopa menjadi pelopor dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis wilayah di Sulawesi Tenggara. Dengan semangat kolaborasi, kegiatan di Asera ini menandai babak baru bagi kampus dalam mengoptimalkan peran intelektual demi kemajuan daerah.

Sultan Hasanuddin (ISW)

Perkuat Peran Regional di Sulawesi, IAI Rawa Aopa Ajukan Kemitraan Dengan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan berupaya memperkokoh eksistensinya di level regional Sulawesi dengan menginisiasi kemitraan strategis bersama pengelola Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Langkah ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan penyelenggaraan Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation (SHFRI) yang baru-baru ini digelar di lokasi yang sama, sebagai upaya mendekatkan dunia akademik dengan sektor layanan publik dan industri transportasi udara.

“Kita sementara menyiapkan sebuah kegiatan kolaboratif Celebes Summit on Education and Culture, yang diusulkan untuk dilaksanakan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin,” kata Ismail Suardi Wekke di Kampus Lamooso, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan usai mengikuti pertemuan koordinasi pimpinan dan yayasan.

Upaya penguatan peran regional ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa institusi pendidikan tinggi tidak hanya berfokus pada kegiatan internal kampus, tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi di fasilitas publik berskala internasional. Kehadiran forum riset tersebut membuktikan bahwa sinergi antara akademisi dan pengelola infrastruktur vital mampu melahirkan gagasan-gagasan segar bagi pembangunan wilayah di Indonesia Timur.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah bagian dari peta jalan besar institusi dalam memperluas kemitraan luar daerah. Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa Bandara Sultan Hasanuddin merupakan gerbang utama yang sangat strategis untuk mengimplementasikan hasil riset terapan secara nyata. Beliau juga menambahkan bahwa melalui kemitraan resmi yang diajukan ini, kedua belah pihak akan memiliki payung hukum yang kuat untuk menjalankan program-program inovasi berkelanjutan di masa depan.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke menjelaskan lebih lanjut mengenai visi besar di balik kerja sama ini. “Kami melihat Bandara Internasional Sultan Hasanuddin bukan sekadar tempat pemberangkatan dan kedatangan penumpang, melainkan ruang interaksi global yang membutuhkan sentuhan riset serta inovasi agar pelayanannya semakin unggul,” ujar Ismail. 

Ia juga menyampaikan antusiasmenya terhadap respon positif dari pihak pengelola bandara. “Langkah pengajuan kemitraan ini adalah wujud nyata IAI Rawa Aopa untuk keluar dari zona nyaman dan memberikan kontribusi langsung pada peningkatan kualitas ekosistem transportasi di Sulawesi,” tegasnya. 

Terkait kesuksesan forum yang telah berjalan, Ismail menekankan pentingnya tindak lanjut yang konkret. “Keberhasilan Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation kemarin hanyalah awal, dan kami berkomitmen agar gagasan yang lahir di sana segera bertransformasi menjadi aksi kolaboratif yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

Pihak universitas berharap dengan adanya penguatan peran ini, IAI Rawa Aopa dapat menjadi mitra utama bagi pengelola bandara dalam hal pengembangan sumber daya manusia maupun tata kelola berbasis pengetahuan. Ismail Suardi Wekke meyakini bahwa keterlibatan kampus dalam sektor strategis seperti penerbangan akan meningkatkan daya saing lulusan serta relevansi penelitian yang dilakukan oleh para dosen. 

Sinergi ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan, mengingat posisi Bandara Sultan Hasanuddin sebagai hub utama di wilayah timur Indonesia. “Terima kasih kepada pihak otoritas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang telah memberikan kesempatan untuk berkolaborasi dan juga mengembangkan ekosistem pendidikan melalui konektivitas bandara,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Ujian Skripsi (ISW)

Matangkan Persiapan Wisuda, IAI Rawa Aopa Gelar Ujian Skripsi

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa mempertahankan akselerasi akademik bagi para mahasiswa tingkat akhir. Sebagai langkah menuju prosesi wisuda yang dijadwalkan dalam waktu dekat, kampus hijau ini resmi menggelar rangkaian ujian skripsi atau munaqasyah bagi puluhan mahasiswa dari berbagai program studi (Sabtu, 9 Mei 2026).

Pelaksanaan ujian ini menjadi momentum penting dalam memvalidasi kompetensi intelektual mahasiswa sebelum menyandang gelar sarjana. Suasana khidmat menyelimuti ruang-ruang ujian, di mana para peserta mempresentasikan hasil penelitian mereka di hadapan dewan penguji.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah rutinitas akademik administratif. Beliau menyampaikan bahwa ujian ini adalah muara dari seluruh proses akademik yang telah ditempuh mahasiswa selama bertahun-tahun di bangku perkuliahan.

Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa pelaksanaan munaqasyah kali ini dilakukan dengan standar evaluasi yang ketat guna menjamin kualitas lulusan yang berdaya saing. Menurutnya, pihak rektorat berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap karya ilmiah yang diujikan memiliki kontribusi nyata, baik secara teoritis maupun praktis bagi masyarakat luas. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kelancaran ujian skripsi ini menjadi indikator kesiapan institusi dalam menyelenggarakan wisuda akbar yang akan menjadi tonggak sejarah baru bagi kampus.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke juga memberikan motivasi langsung kepada para peserta ujian agar tetap tenang dan percaya diri. “Ujian skripsi ini adalah ruang bagi kalian untuk membuktikan integritas akademik dan ketajaman berpikir yang telah diasah selama di IAI Rawa Aopa,” ujarnya saat meninjau lokasi ujian.

Ia juga menekankan pentingnya akurasi data dalam setiap naskah yang dipresentasikan mahasiswa. “Kami ingin memastikan bahwa setiap lulusan IAI Rawa Aopa memiliki standar penulisan karya ilmiah yang mumpuni dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral maupun intelektual,” tegas Ismail. Selain itu, ia menyampaikan harapan besarnya terhadap masa depan para calon wisudawan. “Segera selesaikan seluruh revisi pasca-ujian agar proses administrasi menuju wisuda tidak terhambat dan kalian bisa segera mengabdi di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Dengan tuntasnya gelaran ujian skripsi ini, IAI Rawa Aopa kini memfokuskan seluruh sumber daya untuk mematangkan persiapan teknis wisuda. Langkah ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kesiapan mental dalam menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.