Bakti Sosial (ISW)

Perencanaan Kegiatan Bakti Sosial 2026 – Idul Adha 1447 H, Kolaborasi Kampus dengan Masyarakat

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Perayaan Idul Adha 1447 H menjadi momentum tepat untuk mempererat kedekatan akademisi dengan masyarakat luas. Kolaborasi nyata ini diwujudkan melalui perencanaan matang program bakti sosial terintegrasi menjelang hari raya. Mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mengasah empati langsung di lapangan.

Langkah awal dimulai dengan melakukan survei mendalam untuk memetakan wilayah yang dapat menjadi mitra bakti sosial. Data mengenai kondisi ekonomi dan distribusi hewan kurban dikumpulkan dari lapangan. Pendekatan ilmiah ini memastikan seluruh bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak yang maksimal.

Kesuksesan acara ini bertumpu pada transparansi pengelolaan dana yang dihimpun dari berbagai pihak. Kampus membuka peluang donasi bagi alumni, institusi mitra, serta masyarakat umum yang ingin berbagi. Sistem pelaporan keuangan dikelola digital dan diperbarui secara berkala demi menjaga kepercayaan para donatur.

Kolaborasi ini juga menghadirkan penyuluhan ilmiah dalam bidang Hukum Tata Negara. Dosen sekaligus memberikan pelatihan praktis kepada panitia masjid setempat dalam rangka penguatan institusi hukum masjid. Langkah preventif ini penting untuk menjamin kualitas daging yang aman dikonsumsi masyarakat.

Pihak kampus dan warga dapat mendiskusikan untuk meninggalkan kantong plastik sekali pakai dalam distribusi daging. Distribusi logistik dirancang menggunakan daun yang ramah terhadap lingkungan sekitar. Strategi hijau ini menjadi contoh nyata penerapan gaya hidup berkelanjutan di tingkat lokal.

Selain pembagian daging kurban, bakti sosial ini dimeriahkan dengan pengenalan layanan perbankan melalui Bank BSN. Dosen dan mahasiswa baik dari jurusan Hukum Tata Negara maupun Ekonomi Syariah diminta untuk memeriksa berdiskusi dengan warga masyarakat. Layanan ini mencakup fasilitasi pembukaan rekening di Bank BSN.

Setiap tahapan pelaksanaan kegiatan akan dicatat dan dianalisis sebagai bahan kajian ilmiah. Pengukuran kepuasan masyarakat dilakukan melalui pengisian kuesioner sederhana setelah seluruh rangkaian acara selesai. Hasil evaluasi ini menjadi cetak biru berharga untuk perbaikan program di tahun mendatang.

Kegiatan bakti sosial Idul Adha 1447 H ini membuktikan bahwa ilmu pengetahuan harus keluar dari kampus. Hubungan harmonis antara kampus dan masyarakat tidak boleh terputus saat program ini berakhir. Sinergi mulia ini diharapkan terus tumbuh menjadi pilar kekuatan sosial yang berkelanjutan.

Screenshot_2026_0516_153026

Perkuat Sinergi Akademik, 42 Perguruan Tinggi Hadiri Workshop Tri Dharma dan Penandatanganan MoU di Jakarta

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Sebanyak 42 perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Indonesia berkumpul di Jakarta untuk menghadiri pembukaan Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berlangsung selama dua hari. Kegiatan ini tidak hanya menyajikan diskusi teoretis, tetapi juga menghadirkan aksi nyata melalui rangkaian lokakarya intensif serta penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Agreement/MoA) antar-institusi, Sabtu (16/5/2026).

Agenda hari pertama dibuka dengan sesi panel talk show yang menghadirkan para pakar pendidikan nasional untuk membedah tantangan kontemporer pendidikan tinggi. Setelah sesi diskusi panel selesai, kegiatan langsung bergeser pada pelaksanaan workshop tematis yang berfokus pada peningkatan mutu penelitian dan pengabdian masyarakat. Di sela-sela workshop tersebut, para pimpinan perguruan tinggi juga memanfaatkan momentum untuk meresmikan kemitraan strategis melalui penandatanganan dokumen MoU dan MoA guna memastikan keberlanjutan program kolaboratif ke depan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang hadir langsung dalam acara tersebut memberikan apresiasi besar terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Beliau menyatakan bahwa pertemuan berskala besar seperti ini menjadi momentum krusial bagi kampus-kampus di daerah untuk meningkatkan kualitas tata kelola institusinya.

“Kegiatan ini merupakan langkah konkret bagi kita semua untuk saling bergandengan tangan dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia, terutama dalam mengimplementasikan poin-poin Tri Dharma secara konsisten,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela acara.

Lebih lanjut, Ismail juga menekankan pentingnya komitmen pasca-penandatanganan kerja sama agar kesepakatan yang dibuat tidak berakhir di atas kertas semata. Menurutnya, penandatanganan MoU dan MoA ini harus segera ditindaklanjuti dengan program kerja yang nyata dan terukur di kampus masing-masing.

“Kami berharap kolaborasi yang diinisiasi hari ini tidak berhenti sampai di atas kertas saja, melainkan harus segera diwujudkan dalam bentuk program kerja nyata yang berdampak langsung pada mahasiswa dan masyarakat,” tegas Ismail.

Ismail kemudian menambahkan bahwa tantangan dunia akademik di masa depan akan semakin kompleks, sehingga sinergi antar-kampus menjadi sebuah keharusan. Beliau meyakini bahwa dengan adanya kerja sama yang solid antar-42 perguruan tinggi ini, akselerasi inovasi dan riset bersama akan lebih mudah tercapai.

“Di tengah era disrupsi seperti sekarang, ego sektoral antar-kampus harus dibuang jauh-jauhan karena hanya melalui kerja sama yang solid kita bisa melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman,” tambahnya.

Di sisi lain, dalam pernyataan tidak langsungnya, Ismail menyampaikan pandangan bahwa kehadiran puluhan perguruan tinggi dalam workshop dua hari ini menunjukkan adanya semangat yang sama untuk memajukan dunia pendidikan nasional secara merata. Beliau juga menggarisbawahi bahwa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sendiri berkomitmen penuh untuk mengintegrasikan hasil workshop ini ke dalam sistem perencanaan dan keuangan kampus agar implementasinya berjalan optimal.

Selain itu, Ismail mengingatkan bahwa keberhasilan dari dokumen kerja sama yang telah disepakati bersama hari ini akan sangat bergantung pada konsistensi serta komunikasi aktif yang dibangun oleh seluruh program studi yang terlibat ke depannya. Pelaksanaan workshop pada hari kedua esok direncanakan akan langsung berfokus pada penyusunan rencana aksi dari MoA yang telah ditandatangani, serta perumusan rekomendasi kebijakan akademik yang akan dibawa ke tingkat kementerian.

Kita Bisa (ISW)

Tandatangani MoU Dengan Kita Bisa, IAI Rawa Aopa Siapkan Langkah untuk Implementasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menjalin kerja sama strategis dengan platform penggalangan dana dan kemaslahatan publik, Kita Bisa. Kerja sama tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang menjadi momentum awal bagi kedua belah pihak untuk bersinergi dalam berbagai program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. 

Pascapenandatanganan ini, institusi kampus langsung bergerak cepat menyusun langkah-langkah konkret demi memastikan implementasi program dapat berjalan secara efektif dan akuntabel. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar seremonial di atas kertas, melainkan sebuah langkah nyata untuk memperluas akses kebermanfaatan bagi civitas akademika dan masyarakat luas. 

Menurutnya, ekosistem digital yang dimiliki oleh Kita Bisa akan sangat membantu kampus dalam mengelola potensi filantropi Islam modern secara lebih transparan. “Kemitraan dengan Kita Bisa adalah jembatan inovatif untuk mengintegrasikan nilai-nilai akademis dengan aksi kepedulian sosial yang nyata,” ujar Ismail Suardi Wekke saat ditemui seusai acara penandatanganan Hotel Sofyan Betawi; Jakarta, 16 Mei 2026).

Ia juga menambahkan bahwa pihak rektorat dan seluruh jajaran terkait sedang mematangkan peta jalan agar seluruh klausul dalam dokumen kerja sama tersebut segera mewujud dalam program kerja di lapangan.

“Kami tidak ingin menunda waktu, sehingga minggu ini tim kerja khusus langsung dibentuk untuk merumuskan teknis pelaksanaan di sektor beasiswa dan pemberdayaan ekonomi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan optimismenya bahwa sinergi ini akan membawa dampak masif bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan finansial dalam menyelesaikan studinya.

“Melalui kolaborasi ini, kita membuka pintu peluang yang lebih luas bagi mahasiswa kurang mampu agar tetap bisa mengakses pendidikan tinggi berkualitas tanpa terkendala biaya,” pungkasnya.

Di sisi lain, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting bagi IAI Rawa Aopa untuk melakukan transformasi dalam tata kelola keuangan sosial institusi. Ia menekankan bahwa kehadiran platform digital seperti Kita Bisa akan memberikan transparansi yang lebih tinggi, sehingga tingkat kepercayaan publik dan akuntabilitas kampus dalam penyaluran bantuan dapat terus meningkat.

Terkait dengan kesiapan sumber daya manusia di internal kampus, Ismail menerangkan bahwa pihak manajemen perguruan tinggi akan segera menggelar lokakarya bagi staf perencanaan dan kemahasiswaan. Langkah ini dinilai sangat krusial agar personel yang ditunjuk memiliki pemahaman yang mendalam mengenai sistem kerja dan mekanisme program bersama yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Terakhir, Ismail juga menggarisbawahi bahwa program kerja sama ini nantinya akan diintegrasikan dengan kegiatan pengabdian masyarakat. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa dan dosen untuk terlibat aktif dalam merancang solusi kreatif atas permasalahan sosial yang dihadapi oleh masyarakat di sekitar wilayah Konawe Selatan.

Celebes Summit (ISW)

Pengumuman Kegiatan di Oktober yang Akan Datang, Celebes Summit on Education and Culture

Rawaaopakonsel,ac.id, Jakarta – SEAAM (Southeast Asia Academic Mobility), Universitas Muhammadiyah Barru, dan Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan dengan dukungan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dengan syukur mengumumkan penyelenggaraan Celebes Summit on Education and Culture yang akan datang. Acara kolaboratif ini dijadwalkan berlangsung pertengahan bulan Oktober untuk merayakan kekayaan budaya dan kemajuan akademis di pulau Sulawesi.

Pertemuan hybrid ini dirancang sebagai wadah strategis untuk mempertemukan para akademisi, praktisi budaya, dan pembuat kebijakan dari berbagai daerah. Melalui sinergi ini, diharapkan lahir inovasi baru yang dapat memajukan mutu pendidikan berbasis kearifan lokal di era digital.

Rangkaian kegiatan akan diisi dengan seminar internasional yang menghadirkan pembicara berkompeten di bidang edukasi global. Selain itu, para peserta juga dapat mengikuti lokakarya interaktif yang berfokus pada pelestarian tradisi dan seni khas Celebes.

Festival budaya mutakhir juga siap digelar guna menampilkan mahakarya seni, musik tradisional, dan pameran literasi bagi masyarakat umum. Kehadiran ruang ekspresi ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa bangga sekaligus mengenalkan identitas kultural Sulawesi kepada generasi muda.

Pendaftaran bagi peserta dan delegasi resmi kini telah dibuka melalui situs panitia pelaksana. Jangan lewatkan kesempatan berharga ini untuk menjadi bagian dari agen perubahan dalam masa depan pendidikan dan kebudayaan Indonesia. Untuk sementara pendaftaran dan kesediaan berkolaborasi dapat disampaikan ke STIT Al Chaeriyah Mamuju (mitra perguruan tinggi di Sulawesi Barat). 

Kita Bisa (ISW)

Wakili Perguruan Tinggi, IAI Rawa Aopa Tandatangani MoU Dengan Kita Bisa

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memperkuat capaian strategis di tingkat nasional dengan menjadi representasi dari puluhan institusi akademis dalam jalinan kerja sama strategis. Di sela-sela agenda Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Sakinah Finance, IAI Rawa Aopa secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan platform filantropi terkemuka, Kitabisa (Jakarta, 16 Mei 2026). 

Prosesi penandatanganan ini menjadi sangat prestisius lantaran IAI Rawa Aopa dipercaya untuk mewakili total 42 perguruan tinggi yang hadir dalam forum tersebut. Langkah kolaboratif ini diambil sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan implementasi pengabdian masyarakat dan digitalisasi pendanaan sosial di lingkungan kampus. 

Kehadiran Kitabisa sebagai mitra strategis dinilai membuka ruang inovasi yang lebih luas bagi perguruan tinggi untuk mengintegrasikan nilai-nilai akademis dengan aksi sosial nyata yang akuntabel dan berdampak luas. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah amanah besar bagi institusinya. 

Beliau menyatakan, “Penunjukan IAI Rawa Aopa untuk mewakili 42 perguruan tinggi dalam penandatanganan MoU dengan Kitabisa ini merupakan bentuk kepercayaan nasional sebagai apresiasi terhadap komitmen kita dalam memajukan Tri Dharma.” Ismail menambahkan bahwa integrasi antara sektor akademis dan platform filantropi digital mutakhir seperti Kitabisa akan menjadi katalisator penting bagi pembiayaan program sosial keagamaan serta riset yang berorientasi pada kemaslahatan publik. 

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya aksi nyata pasca-penandatanganan dengan menegaskan, “Kami tidak ingin kerja sama ini berhenti di atas kertas, sehingga setelah workshop ini selesai, kami akan segera merumuskan program konkret agar dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat luas dan sivitas akademika.”

Dalam penjelasannya yang lain, Ismail Suardi Wekke menguraikan bahwa sinergi yang diinisiasi bersama Sakinah Finance dan Kitabisa ini memuat cetak biru yang sangat relevan dengan tantangan modernisasi tata kelola keuangan sosial di lingkungan kampus. Beliau menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut dirancang untuk membuka akses yang lebih inklusif terhadap program-program beasiswa, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan tanggap bencana berbasis komunitas akademik. 

Pihaknya juga berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa kerangka kerja sama ini dapat menjadi pemantik bagi perguruan tinggi lain dalam mengadopsi sistem filantropi yang transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi modern. Di akhir keterangannya, Ismail menekankan bahwa IAI Rawa Aopa siap menjadi pionir sekalgus laboratorium percontohan dalam menyukseskan program-program sosial yang lahir dari kesepakatan besar ini.

Sinergi tripartit antara IAI Rawa Aopa, Sakinah Finance, dan Kitabisa ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem baru dalam dunia pendidikan tinggi, di mana kegiatan edukasi literasi keuangan syariah dapat berjalan beriringan dengan aksi solidaritas sosial yang terstruktur digital. Dengan penandatanganan MoU ini, 42 perguruan tinggi yang terafiliasi kini memiliki jembatan strategis untuk mengeskalasi program pengabdian masyarakat mereka ke skala yang lebih masif.

PPL (ISW)

Fakultas Tarbiyah IAI Rawa Aopa Melaksanakan PPL di 56 Lokasi Dengan Peserta 232 Mahasiswa

Rawaaopakonsel.ac.id, Sulawesi Tenggara – Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa secara resmi memulai agenda Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Terpadu tahun ini dengan skala yang cukup masif. Tercatat sebanyak 232 mahasiswa diterjunkan langsung ke tengah masyarakat yang tersebar di 56 lokasi berbeda. Program ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman komprehensif bagi calon pendidik dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan dan sosial yang semakin kompleks.

Sebagai bagian dari inovasi, praktik lapangan kali ini mengusung konsep PPL Terpadu. Dalam skema ini, para mahasiswa tidak hanya dituntut untuk melaksanakan praktik pembelajaran di kelas, tetapi juga diwajibkan mengintegrasikan aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara bersamaan. Pendekatan holistik ini bertujuan agar setiap kegiatan yang dilakukan di lokasi PPL memiliki dasar saintifik yang kuat sekaligus memberikan dampak nyata bagi pengembangan warga sekitar.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menekankan bahwa program ini merupakan pengejawantahan dari nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dijunjung tinggi oleh setiap sivitas akademika. Beliau menyatakan bahwa PPL Terpadu menjadi jembatan krusial antara teori yang didapatkan di bangku kuliah dengan realitas yang ada di lapangan kerja.

“PPL Terpadu ini adalah ruang bagi mahasiswa untuk membuktikan bahwa kompetensi pedagogik mereka bisa sejalan dengan kepekaan sosial,” ujar Ismail Suardi Wekke usai bertemu Dekan Fakultas Tarbiyah di kampus Andoolo (Selasa, 12 Mei 2026). Beliau juga menambahkan bahwa pelaksanaan di 56 lokasi ini menuntut fleksibilitas dan dedikasi yang tinggi dari setiap peserta. “Kami menitipkan nama baik institusi di pundak kalian, maka jadikanlah setiap interaksi di lokasi sebagai sarana dakwah dan edukasi yang santun,” tegasnya di hadapan ratusan mahasiswa.

Selain memberikan pesan langsung, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi pentingnya aspek penelitian dalam kegiatan ini. Beliau menjelaskan bahwa hasil observasi mahasiswa selama di lapangan harus mampu dikonversi menjadi data akademik yang bermanfaat bagi pengembangan kurikulum di masa depan. Menurutnya, melalui integrasi penelitian, mahasiswa diajak untuk berpikir kritis dalam memetakan masalah pendidikan di lokasi masing-masing.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar unsur pengabdian masyarakat tidak sekadar menjadi formalitas administratif belaka. Beliau berpendapat bahwa kontribusi mahasiswa harus dirasakan langsung oleh masyarakat setempat, baik melalui program penguatan keagamaan maupun pendampingan sosial lainnya. Dengan demikian, kehadiran IAI Rawa Aopa melalui para mahasiswa ini dapat menjadi solusi bagi berbagai tantangan yang dihadapi oleh sekolah maupun desa mitra.

Kegiatan yang melibatkan 232 mahasiswa ini diharapkan mampu menciptakan luaran yang berkualitas, baik bagi mahasiswa itu sendiri maupun bagi para pemangku kepentingan di 56 titik lokasi tersebut. Pihak rektorat memastikan akan terus melakukan pemantauan berkala guna menjamin kualitas pelaksanaan PPL Terpadu ini tetap berada pada standar akademik yang telah ditetapkan.

Workshop Tri Dharma (ISW)

Turut Hadir Dalam Akselerasi Ekonomi Syariah, IAI Rawa Aopa Jalin Kerjasama Dengan 42 Perguruan Tinggi

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tetap menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Langkah strategis ini dibuktikan melalui jalinan kerjasama monumental yang disepakati bersama 42 perguruan tinggi terkemuka. Kolaborasi berskala besar ini dirancang untuk mempercepat implementasi, riset, serta pengembangan sumber daya manusia di sektor ekonomi berbasis syariah demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, Jakarta, 16 Mei 2026.

Kegiatan Tri Dharma PT (ISW)
Kegiatan Tri Dharma PT (ISW)

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi besar kampus untuk tidak sekadar menjadi lembaga menara gading. Beliau menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah momentum krusial bagi IAI Rawa Aopa untuk mengambil peran aktif di garis depan dalam mempercepat pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah di wilayah Sulawesi Tenggara.

Sekaligus Ismail Suardi Wekke turut hadir dalam kegiatan Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta. Kegiatan yang menjadi wadah kolaborasi industri keuangan, dengan bersama-sama perguruan tinggi dan juga sekolah & madrasah.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa melalui aliansi akademik yang luas ini, perguruan tinggi akan bertindak sebagai laboratorium inovasi yang mampu melahirkan solusi-solusi praktis bagi tantangan keuangan Islam kontemporer. Pihak rektorat juga optimis bahwa penguatan sinergi antar-kampus ini secara otomatis akan mendongkrak kualitas tata kelola kelembagaan dan mutu lulusan, sehingga mereka siap bersaing di industri syariah global.

Kehadiran 42 perguruan tinggi dalam kesepakatan ini membawa angin segar bagi dunia akademis dan praktisi ekonomi Islam. Jaringan yang luas ini memungkinkan terjadinya pertukaran dosen, kolaborasi riset multisentris, hingga program magang mahasiswa yang lebih terstruktur di berbagai lembaga keuangan syariah.

Menutup penjelasannya, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan kuat mengenai urgensi dari implementasi nyata setelah penandatanganan berkas kerjasama ini selesai dilakukan. “Kami tidak ingin nota kesepahaman ini hanya berakhir di atas kertas formalitas belaka, melainkan harus segera diwujudkan dalam bentuk aksi nyata yang dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat luas,” tegas Ismail.

Beliau juga menambahkan bahwa tantangan ekonomi syariah ke depan semakin kompleks, sehingga membutuhkan pemikiran kolektif dari berbagai pakar lintas kampus. “Melalui sinergi masif bersama 42 perguruan tinggi ini, kita sedang membangun fondasi intelektual yang kokoh untuk mengawal transisi menuju sistem ekonomi yang lebih berkeadilan,” ujar Ismail optimis.

Di sela-sela kegiatan tersebut, Ismail Suardi Wekke mengajak seluruh civitas akademika untuk bergerak cepat menyusun program kerja turunan dari kesepakatan besar ini. “Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran program studi di IAI Rawa Aopa untuk segera merumuskan langkah taktis mingguan agar poin-poin kerjasama ini langsung berjalan efektif mulai bulan depan,” pungkasnya.

Screenshot_2026_0516_093139

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan SEAAM Bersiap Jadi Pelaksana Bersama, Bandara Sultan Hasanuddin Dukung Penuh Celebes Summit Oktober 2026 Mendatang

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Sinergi strategis demi kemajuan kawasan Timur Indonesia terus digagas oleh institusi pendidikan tinggi. Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) bersama Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan agenda akbar “Celebes Summit” yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.

Langkah besar ini dipastikan mendapat dukungan penuh serta fasilitas strategis dari pihak otoritas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai pintu gerbang utama perhelatan tersebut. “Terima kasih pada Bandara Internasional Sultan Hasanuddin atas dukungannya,” kata Ismail Suardi Wekke, Sabtu (16/5/2026) usai bertemu Komite Saintifik di Makassar.

Pertemuan lintas sektor ini dirancang untuk mendiskusikan berbagai tantangan global serta peluang pengembangan riset, manajemen kelembagaan, dan inovasi di wilayah Sulawesi dan sekitarnya. Kehadiran para akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara Asia Tenggara dalam forum ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi konkret bagi pembangunan daerah.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk menyejajarkan perguruan tinggi keagamaan di daerah dengan perkembangan global. Penyelenggaraan acara internasional seperti ini membutuhkan fondasi yang kuat, baik dari sisi tata kelola internal kampus maupun kerja sama dengan jaringan eksternal yang mencakup skala regional dan internasional.

“Kami memandang Celebes Summit sebagai sebuah kemitraan penta helix, juga menjadi sebuah jembatan strategis untuk membawa inovasi lokal dari Konawe Selatan menuju panggung Asia Tenggara,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan terkait persiapan acara.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa keterlibatan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai mitra pendukung utama logistik dan penyambutan delegasi akan memastikan aksesibilitas para peserta berjalan dengan lancar dan profesional. Integrasi antara kesiapan akademik dari kampus dan dukungan infrastruktur transportasi udara yang prima menjadi kunci utama dalam menyukseskan acara berskala besar tersebut.

“Dukungan penuh dari pihak bandara internasional adalah bentuk nyata dari hubungan penta-helix, di mana sektor akademisi dan pengelola fasilitas publik bersatu demi nama baik bangsa,” tegas Ismail Suardi Wekke.

Selain kesiapan infrastruktur, manajemen internal kampus juga terus diakselerasi guna menyambut para tamu internasional. Penataan aspek perencanaan program dan pengelolaan sumber daya manusia di IAI Rawa Aopa menjadi prioritas utama agar seluruh civitas akademika mampu mengambil peran aktif dan memberikan impresi terbaik selama konferensi berlangsung.

“Celebes Summit Oktober nanti akan kesempatan bahwa perguruan tinggi yang berada di daerah juga mampu mengorkestrasi sebuah forum internasional yang bermutu tinggi dan berdampak luas,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Ismail Suardi Wekke turut menyatakan bahwa manajemen IAI Rawa Aopa Konawe Selatan saat ini tengah fokus mengoptimalkan seluruh sumber daya internal demi memastikan standar pelaksanaan acara memenuhi ekspektasi internasional. Beliau menambahkan pula bahwa sinergi yang terbangun antara SEAAM, pihak kampus, dan pengelola bandara diharapkan dapat menjadi cetak biru baru bagi penyelenggaraan event-event akademis global di masa yang akan datang.