IMG-20260512-WA0017

Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Ucapkan Selamat atas Pelantikan Tujuh Pimpinan PTKN

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, melantik tujuh pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta, pada Senin (11/5/2026).

Dalam prosesi yang berlangsung khidmat tersebut, Menag menekankan pentingnya integritas dan kemandirian bagi setiap pimpinan institusi pendidikan di bawah naungan Kemenag.

Menag menegaskan bahwa seorang pimpinan perguruan tinggi merupakan representasi tertinggi institusi yang harus berani berdiri tegak di atas kepentingan apa pun. Ia meminta para pimpinan PTKN untuk memposisikan diri layaknya “Menteri Agama” di lingkungan kerjanya masing-masing, dengan memahami fungsi sebagai penanggung jawab totalitas institusi serta tidak membiarkan diri dikendalikan oleh kepentingan pihak luar.

Selain aspek kepemimpinan, Menag juga menyoroti pentingnya penguasaan aturan perundang-undangan dan tata kelola keuangan. Ia mewajibkan para pimpinan untuk mempelajari seluruh peraturan terkait guna menghindari pelanggaran yang disebabkan oleh ketidaktahuan prosedur. Menag menekankan bahwa tidak boleh ada alasan bagi pimpinan untuk tidak memahami regulasi yang berlaku.

Terkait peningkatan mutu akademik, Menag menginstruksikan para pimpinan yang baru dilantik untuk segera melakukan akselerasi peningkatan status institusi. Hal ini mencakup transformasi dari Sekolah Tinggi menjadi Institut, serta Institut menjadi Universitas. Ia juga mewanti-wanti agar kualitas akreditasi minimal dipertahankan dan terus ditingkatkan demi menjaga citra dan kualitas program tinggi di masa depan.

Dalam daftar pimpinan yang dilantik, Janawi resmi menjabat sebagai Rektor IAIN Abdurrahman Sidik Bangka Belitung, Lukman Arake sebagai Rektor IAIN Bone, dan Idi Warsah sebagai Rektor IAIN Curup. Sementara itu, jabatan Rektor IAIN Pare-pare kini diemban oleh Darmawati, Rektor IAKN Ambon oleh Elka Anakotta, Rektor IAKN Tarutung oleh Haposan Silalahi, dan Mara Samin Lubis resmi menjabat sebagai Ketua STAIN Mandailing Natal.

Sehubungan dengan pelantikan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, turut memberikan pernyataan dukungan. Beliau menyampaikan ucapan selamat bekerja kepada rekan-rekan sejawat yang baru saja mengambil sumpah jabatan. Ismail Suardi Wekke juga mendoakan agar para pimpinan tersebut senantiasa diberikan kesehatan dalam mengemban amanah besar demi kemajuan pendidikan keagamaan di Indonesia.

Prosesi pelantikan ini disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Suyitno, serta dihadiri oleh para Staf Khusus, Tenaga Ahli Menteri Agama, dan jajaran pejabat Eselon I Kementerian Agama. Di akhir arahannya, Menag mengingatkan agar pimpinan baru tidak goyah oleh tekanan dari pihak mana pun, termasuk urusan pribadi atau keluarga, yang dapat mencederai peraturan.

Jakarta (ISW)

IAI Rawa Aopa Konsel Konsisten Jalankan Tri Dharma, Mahasiswa PPL Tersebar di Berbagai Kabupaten

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tetap menunjukkan komitmennya dalam menjaga ritme aktivitas akademik secara konsisten. Memasuki pertengahan semester, kampus yang dikenal dengan julukan kampus hijau ini tetap aktif menjalankan agenda Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik di lingkungan internal kampus maupun melalui kegiatan lapangan yang melibatkan masyarakat luas.

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas pembelajaran tatap muka berjalan sebagaimana jadwal yang ada di dua lokasi utama, yakni Kampus Lamooso dan Kampus Andoolo. Selain kegiatan di ruang kelas, IAI Rawa Aopa juga tengah menerjunkan ratusan mahasiswa Program Studi Tarbiyah semester 6 untuk melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).

Mahasiswa tersebut tersebar di berbagai sekolah yang berada di pelbagai kabupaten, sebagai bentuk nyata implementasi pengabdian dan pengasahan kompetensi pedagogik. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa seluruh gerak langkah institusi saat ini difokuskan pada penguatan kualitas layanan pendidikan.

Beliau menyatakan bahwa dinamika aktivitas di Kampus Lamooso dan Andoolo merupakan cerminan dari dedikasi dosen dan mahasiswa dalam menjaga marwah akademik. “Kita juga sepekan yang lalu menyelesaikan rangkaian SEA-AFSID yang berlangsung sukses, dilaksanakan dari 8 negara dan 17 kota di Asia,” ungkap Ismail yang menjalin kerjasama dengan BOLT (Balsamo Outreach for Learning and Teaching).

Selain itu, Ismail menggarisbawahi bahwa pelaksanaan PPL di berbagai daerah bukan sekadar tugas rutin, melainkan jembatan bagi kampus untuk berkontribusi langsung pada peningkatan mutu pendidikan di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, manajemen kampus berkomitmen penuh untuk mendukung setiap kegiatan yang menunjang akreditasi dan pengembangan sumber daya manusia melalui alokasi perencanaan yang tepat sasaran.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menyampaikan instruksi langsung terkait kesinambungan program ini. “Kita harus memastikan bahwa setiap proses pembelajaran, baik yang berlangsung di dalam kelas maupun praktik di lapangan, memiliki standar kualitas yang sama tingginya,” tegas Ismail usai melaksanakan pemantauan PPL TERPADU. 

Ia juga menambahkan, “Keaktifan mahasiswa semester 6 di lokasi PPL adalah bukti bahwa IAI Rawa Aopa hadir dan berpartisipasi pada institusi mitra di berbagai kabupaten.”

Di akhir penyampaiannya, Ismail menekankan pentingnya sinergi kolektif dengan berujar, “Manajemen akan terus mengawal ketersediaan fasilitas dan dukungan administratif agar seluruh sivitas akademika dapat menjalankan tugasnya tanpa hambatan teknis.”

Dengan pembagian fokus antara penguatan teori di pusat kampus dan praktik lapangan di daerah-daerah, IAI Rawa Aopa optimistis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga cekatan dalam menghadapi realitas profesi di masa depan.

“Dosen yang memiliki tuas mengajar tetap mengajar. Sementara itu, bagi yang membimbing PPL, juga tetap membimbing PPL,” kata Ismail. Sementara itu, PPL TERPADU, dilaksanakan dengan integrasi penelitian kolaboratif antara mahasiswa dan dosen.

Ismail merujuk kepada pesan Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri bahwa hidup senantiasa disertai dengan ujian dan cobaan. “Dalam dinamika kehidupan, adanya ujian dan cobaan, kita tetap mempertahankan komitmen untuk menjalankan tri dharma perguruan tinggi,” pungkas Ismail Suardi Wekke.