IMG-20260529-WA0019

Pasca-Kurban, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Bersiap Gelar Seminar Hukum Internasional di Vietnam

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Momentum Hari Raya Idul Adha tidak menyurutkan langkah Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan dalam memacu pengembangan institusi. Usai menuntaskan agenda sosial keagamaan melalui penyerahan dan penyaluran satu ekor hewan kurban berupa kambing kepada masyarakat, perguruan tinggi ini langsung mengalihkan fokus pada penguatan jejaring akademik internasional, Jumat (29/5/2026).

IAI Rawa Aopa kini tengah mematangkan persiapan matang untuk merealisasikan kolaborasi strategis dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Vietnam.
Kerja sama lintas negara tersebut akan diawali dengan pelaksanaan sebuah agenda besar, yakni seminar hukum internasional yang menyoroti berbagai dinamika regulasi di kawasan Asia Tenggara.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen kampus dalam meningkatkan mutu akademik serta memperluas kontribusi ilmiah di tingkat regional. Pihak kampus menilai bahwa kolaborasi dengan institusi pendidikan di Vietnam akan membuka ruang diplomasi kebudayaan dan intelektual yang lebih luas bagi kedua belah pihak.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kepedulian sosial yang tecermin dalam ibadah kurban harus berjalan beriringan dengan peningkatan mutu akademik universitas.

“Kami tidak ingin berhenti pada kegiatan sosial keagamaan saja, melainkan langsung bergerak cepat menyongsong program internasionalisasi kampus,” ujar Ismail usai memantau rampungnya kegiatan Bakti Sosial dalam rangka idul adha.

Beliau juga menambahkan bahwa kerja sama dengan pihak Vietnam ini akan berfokus pada kajian hukum kontemporer demi merespons dinamika yang berkembang cepat di kawasan Asia Tenggara. Ismail menegaskan, kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan yang berdampak nyata bagi penguatan regulasi di tingkat regional.

Menurut Ismail, kemitraan lintas negara ini menjadi langkah nyata dalam mentransformasi institusi menuju panggung global yang lebih inklusif. Ia menjelaskan bahwa pemilihan Vietnam sebagai mitra strategis didasarkan pada kesamaan komitmen dalam mengembangkan riset hukum yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Ke depan, proyeksi kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada seminar ilmiah, melainkan akan dikembangkan ke arah pertukaran dosen dan publikasi riset bersama. Melalui forum ilmiah ini, manajemen kampus berkomitmen untuk memfasilitasi para peneliti lokal agar mampu berbicara banyak di forum internasional.

“Melalui forum ilmiah ini, kami ingin memastikan bahwa dosen dan mahasiswa kita memiliki cakrawala berpikir yang luas serta berdaya sanding secara internasional,” pungkas Ismail.

Di akhir keterangannya, Ismail menyampaikan harapan besar agar seluruh sivitas akademika IAI Rawa Aopa dapat mengambil peran aktif dalam seminar internasional tersebut guna memperkaya khazanah keilmuan mereka. Dengan persiapan yang mulai berjalan intensif, seminar hukum Asia Tenggara ini diharapkan menjadi batu loncatan penting bagi IAI Rawa Aopa dalam membangun reputasi akademik yang disegani di kawasan Asia Tenggara

FGD (ISW)

Undangan FGD, Mengawali Kerjasama IAI Rawa Aopa dengan STAI Sirojul Falah Bogor

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kolaborasi antarperguruan tinggi kini menjadi bagian dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi nasional. IAI Rawa Aopa Konawe Selatan terus berkomitmen memperluas jaringan kemitraan strategisnya di berbagai daerah. Langkah nyata kali ini diwujudkan melalui inisiasi kerja sama dengan STAI Sirojul Falah Bogor.

Sebagai momentum awal, kedua institusi sepakat untuk menggelar sebuah forum diskusi ilmiah. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) yang dirancang secara partisipatif. Pertemuan tersebut bertujuan untuk merumuskan ruang lingkup sinergi akademik yang berdampak luas.

Undangan FGD ini menandai komitmen bersama untuk bergerak menuju perguruan tinggi unggul. Melalui forum ini, para akademisi akan bertukar gagasan mengenai standar mutu kelembagaan. Kolaborasi lintas pulau ini diharapkan mampu meningkatkan daya sanding institusi di tingkat nasional.

Fokus utama diskusi akan diarahkan pada pengembangan riset bersama dan pengabdian masyarakat. Kedua kampus memiliki keunggulan lokal yang dapat saling melengkapi secara sinergis. Integrasi potensi ini menjadi modal penting untuk membangun reputasi akademik yang kompetitif.

Selain bidang penelitian, forum ini juga akan membahas peluang pertukaran mahasiswa dan dosen. Program tersebut penting untuk membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif dan dinamis. Pengalaman kolaboratif ini akan melahirkan lulusan yang memiliki daya sanding tinggi di dunia kerja.

Manajemen tata kelola berbasis digital turut menjadi agenda penting dalam pembahasan FGD ini. Penguatan sistem penjaminan mutu internal memerlukan adaptasi teknologi yang berkelanjutan dan terukur. Tata kelola yang modern menjadi prasyarat mutlak dalam mewujudkan kampus yang unggul.

Secara sosiologis, kemitraan ini menjembatani tantangan pendidikan antara kawasan barat dan timur Indonesia. Jarak geografis tidak lagi menjadi penghalang untuk saling meningkatkan kapasitas institusional. Forum FGD ini merupakan langkah strategis dalam memosisikan kedua kampus sebagai pusat keunggulan baru.

Kegiatan diskusi terpumpun ini dijadwalkan akan berlangsung dalam waktu dekat secara intensif. Seluruh pemangku kepentingan akademik dari kedua belah pihak diundang untuk berkontribusi aktif. Sinergi awal ini diharapkan menjadi fondasi kokoh untuk mencapai predikat unggul dan berdaya sanding.