IMG-20260429-WA0031

Kolaborasi Multinasional, NITRO dan IAI Rawa Aopa dan Tohoku Gelar PkM Kolaboratif Internasional di Maros

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Suasana Madrasah Aliyah Darul Ulum Ammessangeng, Maros, tampak berbeda pada Selasa, 28 April 2026. Rangkaian pelaksanaan International Conference on Finance and Banking (ICon-FiBank) secara resmi menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan skala internasional.

Agenda ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara institusi madrasah, perguruan tinggi, dan organisasi kemahasiswaan dalam memajukan kualitas pendidikan di daerah.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pakar dari dalam dan luar negeri. Selain melibatkan jajaran akademisi dari perguruan tinggi di Makassar, hadir pula delegasi dari IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Tak tanggung-tanggung, nuansa global kian terasa dengan kehadiran dosen dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Para delegasi luar negeri lainnya yang turut serta meliputi perwakilan dari Jepang, yang bergabung bersama mitra perguruan tinggi lokal lainnya.

Sementara itu, dosen dan mahasiswa secara bersama-sama turut hadir. Mereka menjalin kolaborasi dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat Kolaboratif Internasional dengan memilih madrasah sebagai lokasi. Panitia Pelaksana turut terlibat Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam, HMI Cabang Makassar Timur.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiasi ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran para akademisi lintas negara di tengah siswa madrasah bukan sekadar seremoni, melainkan upaya mentransfer energi akademik lintas negara.

Ismail menekankan pentingnya membangun jejaring sejak dini bagi para siswa agar mereka memiliki wawasan yang tidak lagi terbatas pada batas-batas administratif wilayah, melainkan global. Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan terkait dampak kegiatan ini bagi institusi. “Kolaborasi ini adalah jembatan emas bagi IAI Rawa Aopa untuk memperluas jangkauan pengabdian kami hingga ke level internasional melalui mitra di Maros,” ujarnya.

Ia kemudian melanjutkan bahwa kehadiran dosen dari Jepang dan Malaysia memberikan perspektif baru bagi para pendidik di madrasah. “Kami ingin memastikan bahwa inovasi keuangan dan perbankan yang dibahas di konferensi dapat membumi dan dipahami oleh generasi muda di tingkat sekolah menengah,” tambah Ismail dengan optimis.

Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke juga mengemukakan bahwa integrasi antara organisasi kemahasiswaan dan perguruan tinggi merupakan kunci keberlanjutan program pengabdian di masa depan. Ia berpendapat bahwa keterlibatan aktif mahasiswa dalam mendampingi delegasi asing akan mengasah kemampuan komunikasi internasional mereka.

Selain itu, Ismail memandang bahwa pemilihan Madrasah Aliyah Darul Ulum Ammessangeng sebagai lokasi kegiatan menunjukkan bahwa pendidikan agama dan sains modern dapat berjalan beriringan melalui dukungan kemitraan strategis global yang dibawa oleh jejaring ICon-FiBank.

IMG-20260428-WA0035

Kampus Nitro Jadi Tuan Rumah ICon-FiBank, Pererat Kerja Sama Akademik Lintas Benua

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Upaya memperkuat sinergi akademik lintas benua kembali ditegaskan dalam pembukaan International Conference on Finance and Banking (ICon-FiBank) yang berlangsung di Kampus Nitro, Makassar. Perhelatan bergengsi yang digelar secara hibrida pada 27-28 April 2026 ini mempertemukan para akademisi dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi ternama di Asia dan Eropa guna mendiskusikan transformasi sektor keuangan global.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan Pendidikan Fajar Ujungpandang, Dr. Ridwan Arif. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi internasional sebagai kunci bagi perguruan tinggi lokal untuk tetap relevan di tengah dinamika ekonomi global yang kian kompleks.

Kehadiran delegasi dari luar negeri, seperti Thailand, Turkiye, Jepang, dan Malaysia, menjadi bukti nyata bahwa Makassar telah menjadi titik temu strategis bagi diskursus intelektual di bidang perbankan dan keuangan.
Partisipasi institusi dalam negeri pun tidak kalah signifikan. Selain tuan rumah, tercatat delegasi dari Binus University dan mitra perguruan tinggi lainnya di Makassar turut hadir secara luring.

Salah satu keikutsertaan perguruan tinggi dalam konferensi ini IAI Rawa Aopa yang dihadiri Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Kehadiran beliau mempertegas komitmen institusi pendidikan di daerah untuk terlibat aktif dalam level internasional.

Dalam sebuah sesi diskusi, Ismail Suardi Wekke secara lugas menyatakan dukungannya terhadap forum ini. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan standar akademik nasional.

“Pertemuan lintas negara ini adalah jembatan bagi kita untuk menyelaraskan kurikulum dan riset keuangan dengan standar global yang berlaku saat ini,” ungkap Ismail.

Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa keterlibatan IAI Rawa Aopa merupakan bentuk nyata dari upaya kampus daerah untuk melakukan internasionalisasi demi mutu lulusan yang kompetitif. Menurutnya, ICon-FiBank dan IPRC menjadi momentum yang sangat tepat bagi setiap peserta untuk memperluas jejaring profesional yang melampaui batas-batas geografis negara.

Melanjutkan pandangannya secara lebih mendalam, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa integrasi antara perguruan tinggi di Asia dan Eropa akan membawa perspektif baru bagi pengembangan ekonomi syariah dan keuangan digital di Indonesia. Beliau berpendapat bahwa transfer pengetahuan yang terjadi selama dua hari ini akan memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan kebijakan keuangan di kampus masing-masing.

Lebih jauh, beliau meyakini bahwa kolaborasi semacam ini akan mempercepat proses transformasi digital di sektor perbankan nasional melalui adopsi praktik-praktik terbaik dari mitra luar negeri. Penyelenggaraan ICon-FiBank di Kampus Nitro ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi strategis yang aplikatif.

Dengan format hibrida, konferensi ini berhasil memfasilitasi dialog yang intens antara peserta yang hadir langsung di Makassar dengan para ahli yang terhubung secara daring dari berbagai belahan dunia, memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam ekosistem pendidikan tinggi di tingkat global.

IMG-20260427-WA0044

IAI Rawa Aopa Turut Mendorong Integrasi Riset Asia-Eropa dalam Forum ICon-FiBank di Kampus Nitro

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Kampus Nitro Makassar menjadi pusat perhelatan dunia akademik dengan diselenggarakannya International Conference of Finance and Banking (ICon-FiBank) 2026 yang berlangsung selama dua hari, 27-28 April 2026. Forum ini menghadirkan kolaborasi lintas benua antara perguruan tinggi dari Asia dan Eropa dalam format hybrid, memungkinkan partisipasi luas dari para pakar keuangan dan perbankan internasional meski berada di lokasi berbeda.

Acara resmi dibuka oleh Ketua Yayasan Pendidikan Fajar Ujungpandang, Dr. Ridwan Arif. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi internasional untuk menjawab tantangan ekonomi global yang kian kompleks. Kehadiran perwakilan dari berbagai negara ini menjadi bukti nyata bahwa institusi pendidikan tinggi di Indonesia semakin diakui sebagai mitra strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan di kancah global.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, turut memberikan kontribusi sebagai Komite Saintifik dalam forum tersebut.

Melalui serangkaian kegiatansebelumnya, Ismail menegaskan urgensi adaptasi institusi pendidikan.

“Konferensi ini bukan sekadar ajang kumpul akademik, melainkan jembatan konkret untuk menyatukan standar riset antara perguruan tinggi di Asia dan Eropa demi menghadapi disrupsi ekonomi,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi ini harus memberikan dampak langsung bagi kebijakan keuangan di tingkat lokal. “Kita harus memastikan bahwa setiap hasil pemikiran di ICon-FiBank mampu diterjemahkan menjadi solusi praktis bagi penguatan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan Timur Indonesia,” tambah Ismail.

Dalam kesempatan tersebut, ia pun menggarisbawahi peran penting teknologi dalam pendidikan dengan menyatakan bahwa pelaksanaan kegiatan secara hybrid membuktikan bahwa batasan geografis tidak lagi menjadi penghalang bagi pengembangan kapasitas sumber daya manusia di perguruan tinggi.

Selain memberikan pernyataan secara lugas, Ismail Suardi Wekke juga menyampaikan pandangannya mengenai arah pengembangan institusi ke depan. Ia menjelaskan bahwa kemitraan strategis dalam ICon-FiBank ini merupakan langkah awal bagi IAI Rawa Aopa dan institusi mitra lainnya untuk memperluas jangkauan publikasi ilmiah di tingkat internasional.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar pertukaran pengetahuan antara pakar dari Asia dan Eropa dapat memperkaya kurikulum keuangan di tanah air sehingga lulusan perguruan tinggi memiliki daya saing global. Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program kolaboratif semacam ini agar momentum kerja sama akademik tidak berhenti hanya pada seremoni konferensi, melainkan berlanjut dalam bentuk riset bersama yang konsisten.

Pelaksanaan ICon-FiBank 2026 yang paralel dengan IPRC 2026 ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekosistem riset yang lebih sehat dan integratif. Dengan dukungan penuh dari berbagai yayasan pendidikan dan tokoh akademik, Makassar kembali membuktikan posisinya sebagai simpul penting dalam diplomasi intelektual di kawasan Asia Tenggara.

Turkiye (ISW)

NITRO dan IAI Rawa Aopa Perkuat Sinergi Global Melalui Program Kolaborasi di Istanbul

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO bersama Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempersiapkan langkah internasionalisasi mereka dengan mempersiapkan rangkaian kegiatan kolaboratif yang akan dipusatkan di Istanbul, Turki, pada November yang akan datang. Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari berbagai inisiatif bersama yang telah dilakukan sebelumnya, guna meningkatkan rekognisi global bagi kedua institusi pendidikan tinggi tersebut. 

Fokus utama dari agenda di Istanbul ini mencakup pengembangan riset bersama, seminar internasional, serta penguatan tata kelola institusi melalui studi banding lintas budaya. Demikian terungkap dalam pembukaan ICon-FiBank yang dilaksanakan di Kampus NITRO Makassar, 27 April 2026.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari peta jalan institusi untuk menghadirkan pengalaman akademik yang melampaui batas nasional. Menurut Ismail, pemilihan Istanbul sebagai lokasi kegiatan tidak lepas dari posisi strategis kota tersebut sebagai titik temu peradaban dunia yang menawarkan banyak perspektif bagi pengembangan ilmu pengetahuan. 

Ia berharap kolaborasi dengan NITRO ini mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus masing-masing. “Kegiatan di Istanbul ini adalah langkah konkret kami dalam menerjemahkan visi internasionalisasi menjadi aksi nyata yang melibatkan dosen dan peneliti,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam sesi wawancara. 

Beliau juga menambahkan bahwa kemitraan strategis dengan NITRO menjadi katalisator penting untuk saling berbagi sumber daya dan keahlian di tingkat global. Ismail menegaskan, “Kami ingin memastikan bahwa setiap kerja sama luar negeri yang dibangun memiliki output yang terukur bagi pengembangan institusi di masa depan.”

Secara teknis, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan di Turki tersebut direncanakan mencakup berbagai agenda yang bersifat integratif antara ilmu sosial dan ekonomi. Beliau menyampaikan bahwa persiapan telah memasuki tahap finalisasi koordinasi dengan mitra lokal di Istanbul untuk menjamin kelancaran seluruh rangkaian acara.

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya sinergi antara IAI Rawa Aopa dan NITRO sebagai upaya bersama dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis di era global saat ini. Kehadiran delegasi dari kampus di Turki diharapkan tidak hanya sekadar formalitas akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun jejaring yang lebih luas dengan perguruan tinggi di kawasan Eropa dan Timur Tengah. 

Melalui program kolaboratif ini, NITRO dan IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus berinovasi dalam penyelenggaraan pendidikan yang inklusif dan berwawasan internasional. Agenda ini sekaligus menjadi momentum penting bagi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk menunjukkan eksistensinya dalam kancah ilmiah internasional melalui kemitraan yang berkelanjutan.

Ponorogo (ISW)

Mulai Dengan Pelaksanaan Kegiatan Ngaji Artikel, IAI Rawa Aopa dan UIN Ponorogo Kini Tandatangani MoU dan MoA

Rawaaopakonsel.ac.id, Ponorogo –

Ponorogo – Mengawali langkah dengan kegiatan bernuansa akademik-religius melalui “Ngaji Artikel” selama bulan suci Ramadhan, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan kini memperkuat sinergi institusionalnya dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), serta Implementation Agreement (IA) yang berlangsung di Gedung Rektorat UIN Ponorogo pada Rabu, 22 April 2026.

Rangkaian acara ini tidak sekadar menjadi seremoni formalitas birokrasi. Setelah prosesi penandatanganan dokumen kerja sama usai, agenda langsung dilanjutkan dengan sesi Sharing Session yang melibatkan jajaran pimpinan dan staf akademika dari kedua belah pihak. 

Diskusi tersebut membahas berbagai peluang kolaborasi di bidang penelitian, pengabdian masyarakat, hingga pengembangan jurnal ilmiah yang sebelumnya telah diinisiasi melalui program Ngaji Artikel. “Salah satu bentuk pelaksanaan kegiatan yaitu perhelatan ICIS 2026 yang akan datang” ungkap Ismail Suardi Wekke.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa penandatanganan ini merupakan bentuk komitmen serius dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi Islam di wilayah Sulawesi Tenggara. Beliau menjelaskan bahwa kerja sama ini sengaja dirancang agar tidak berhenti pada dokumen di atas kertas saja, melainkan langsung menyentuh aspek teknis pelaksanaan kegiatan akademik. 

Ismail juga menambahkan bahwa pemilihan UIN Ponorogo sebagai mitra strategis didasari oleh kesamaan visi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul sekaligus memiliki kedalaman ilmu keislaman yang moderat. Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya keberlanjutan program. 

“Kerja sama ini adalah jembatan emas bagi kami untuk mengakselerasi kualitas publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa melalui pendampingan intensif dari para pakar di UIN Ponorogo,” tegas Ismail. 

Ia juga menyampaikan bahwa momentum Ramadhan dengan kegiatan Ngaji Artikel telah menjadi fondasi spiritual dan intelektual yang sangat baik sebelum kedua lembaga ini melangkah lebih jauh. Di akhir pernyataannya, Ismail menekankan, 

“Kami berharap implementasi dari MoA dan IA ini segera melahirkan karya-karya akademik yang berdampak luas, tidak hanya bagi kampus namun juga bagi masyarakat di Konawe Selatan.”

Kehadiran Pimpinan IAI Rawa Aopa di Bumi Reog ini disambut hangat oleh pimpinan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem akademik yang lebih dinamis, di mana pertukaran ide dan riset kolaboratif menjadi motor penggerak utama dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan di masa depan.

SEA-AFSID (ISW)

IAI Rawa Aopa Bersama SEAAM Mulai Gelar Rangkaian Acara SEA-AFSID, Dilaksanakan di 8 Negara, 17 Kota

Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bekerja sama dengan Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) memulai rangkaian acara Southeast Asia Academic Forum on Sustainable Integrated Development (SEA-AFSID). Agenda besar berskala internasional ini dijadwalkan berlangsung secara maraton di 17 kota yang tersebar di 8 negara kawasan Asia Tenggara, sebagai upaya memperkuat sinergi akademik dan pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.

Dimulai pada Kamis, 23 April s.d. Kamis, 7 Mei 2026. Berlangsung hybrid dengan kemitraan perguruan tinggi dari 8 negara. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke yang juga Komite Saintifik SEA-AFSID, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis kampus untuk menembus batas-batas lokal menuju panggung dunia. 

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan di 17 titik berbeda tersebut bertujuan untuk memotret beragam persoalan pembangunan secara langsung di lapangan serta membangun jejaring peneliti antarnegara yang lebih solid. “Ini merupakan adaptasi dari pasca pandemi, sehingga keikutsertaan bisa lebih luas dan juga mendapatkan kontribusi secara luas,” papar Ismail Suardi Wekke yang menjelaskan bahwa SEA-AFSID telah dilaksanakan sejak 2017 di Jambi.

Lebih lanjut, Ismail menekankan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh dalam memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat luas melalui forum internasional ini. “Kegiatan ini merupakan ikhtiar kolektif kami untuk memastikan bahwa kampus-kampus di daerah memiliki daya saing global melalui kolaborasi lintas negara yang konkret,” ujar Ismail Suardi Wekke saat ditemui di sela-sela persiapan pembukaan acara.

Ismail juga menambahkan pentingnya integrasi riset dalam setiap sesi yang digelar di berbagai kota tersebut agar hasil pemikiran akademisi dapat diaplikasikan secara praktis. “Kami sengaja memilih 17 kota agar perspektif yang dihasilkan tidak terpusat pada satu wilayah saja, melainkan mencakup keragaman dinamika sosial dan ekonomi di Asia Tenggara dan Asia,” ungkapnya.

Menutup keterangannya, Ismail menegaskan bahwa sinergi dengan SEAAM adalah kunci dalam memperluas jangkauan publikasi dan mobilitas dosen maupun mahasiswa di masa depan. “SEA-AFSID bukan sekadar seremonial, melainkan jembatan bagi IAI Rawa Aopa untuk terlibat aktif dalam merumuskan solusi atas tantangan integrasi pembangunan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Rangkaian SEA-AFSID ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekosistem akademik yang lebih dinamis di Asia Tenggara. Dengan keterlibatan delapan negara, forum ini diproyeksikan akan menghasilkan berbagai kesepakatan strategis dan publikasi ilmiah yang akan menjadi rujukan dalam kebijakan pembangunan terintegrasi di kawasan tersebut.

IMG-20260422-WA0006

IBK NITRO Perkuat Sinergi Global, Siapkan Kolaborasi ICon-FiBank 2026 dan Pengabdian Masyarakat di Maros

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO semakin memantapkan langkah menuju perhelatan ilmiah internasional. Melalui kunjungan media ke Graha Pena pada Senin (20/4/2026), Panitia dan Komite Saintifik memaparkan kesiapan International Conference on Finance, Banking, and Kinship (ICon-FiBank) 2026 yang akan digelar secara kolaboratif.

Kegiatan ini merupakan prakarsa IBK NITRO yang dirancang berjalan paralel dengan International Professional Resources Conference (IPRC) 2026. Selain pertemuan ilmiah, agenda besar ini juga mencakup International Collaborative Community Service yang akan dilaksanakan di Kabupaten Maros sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat.

Komite Saintifik ICon-FiBank 2026, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa esensi dari kegiatan ini terletak pada kekuatan jejaring. “Kegiatan ini adalah kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan organisasi kemahasiswaan untuk menciptakan dampak akademik yang lebih luas,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada pers.

Ismail memaparkan bahwa jangkauan konferensi ini mencakup skala global. Ismail menyatakan bahwa para pembicara yang hadir melibatkan pakar mancanegara seperti dari Thailand, Turkiye, Malaysia, dan Jepang untuk memperkaya perspektif internasional.

Kehadiran para ahli dari lima negara tersebut diharapkan mampu membedah tantangan keuangan dan perbankan dari berbagai sudut pandang geopolitik.

Menjelang acara puncak, panitia telah melakukan serangkaian kegiatan pendahulu. Ismail mengungkapkan bahwa rangkaian webinar series telah terlaksana dalam dua sesi dan berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan panitia. Tren positif ini akan berlanjut pada agenda terdekat untuk merampungkan fase pemanasan diskusi.

“Besok kami akan memasuki sesi terakhir dari target tiga sesi webinar yang telah direncanakan sebagai pembuka menuju konferensi utama,” tambah Ismail mengenai jadwal kegiatan terdekat.

Tidak hanya berhenti pada diskusi di ruang sidang, ICon-FiBank 2026 juga memiliki misi sosial. Ismail menyebutkan bahwa integrasi konferensi dengan pengabdian masyarakat di Maros bertujuan agar hasil pemikiran akademis memiliki dampak nyata di masyarakat.

Hal ini selaras dengan semangat pengabdian lintas batas yang diusung oleh para kolaborator. Sebagai penutup, Ismail mengajak seluruh elemen untuk turut serta mengawal kesuksesan acara ini.

“Kami mengundang seluruh pihak untuk ikut menyukseskan agenda ini, karena ICon-FiBank bukan sekadar konferensi, melainkan jembatan inovasi bagi para peneliti dan praktisi,” pungkasnya.

 

UIN Ponorogo (ISW)

Kerjasama UIN Ponorogo dengan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan: Dari Pelaksanaan Kegiatan ke Penandatanganan MoU

Rawaaopakonsel.ac.id, Ponorogo – Sinergi strategis dalam pengembangan tridharma perguruan tinggi kembali terwujud melalui kesepakatan kerjasama antara Universitas Islam Negeri (UIN) Ponorogo dengan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Langkah formal ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kolaborasi produktif yang telah diinisiasi sejak bulan suci Ramadhan lalu melalui kegiatan peningkatan kapasitas akademik bagi sivitas akademika.

Sebelum kesepakatan ini diresmikan dalam dokumen hukum, kedua belah pihak telah sukses menyelenggarakan program “Ngaji Penulisan Artikel” yang dilaksanakan sebanyak empat pertemuan secara daring. Antusiasme peserta dalam mendalami teknik penulisan karya ilmiah bertaraf internasional menjadi pemantik utama bagi kedua lembaga untuk mempermanenkan hubungan tersebut. 

Kini, komitmen itu dituangkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerjasama (MoA) yang mencakup berbagai aspek pengembangan institusi. “Kami baru saja tiba di Ponorogo, salah satu agendanya adalah penandatanganan MoU dan MoA atas pelaksanaan kegiatan yang sudah terselenggara,” kata Ismail Suardi Wekke, Senin, 21 April 2026 di Ponorogo.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, memberikan apresiasi tinggi atas tercapainya titik temu ini. Beliau menekankan bahwa formalisasi kerjasama ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan sebuah ikhtiar besar dalam membangun peradaban melalui tulisan. 

Menurutnya, kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari upaya meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam. Dalam pernyataannya, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya kontinuitas program yang telah berjalan sebelumnya. 

“Kegiatan Ngaji Penulisan Artikel yang kita mulai di bulan Ramadhan lalu adalah fondasi kokoh, dan MoU ini merupakan atap yang memayungi keberlanjutan tradisi intelektual kita ke depan,” ujarnya saat memberi keterangan sebelum kegiatan berlangsung. 

Ia juga menambahkan bahwa kesepakatan ini akan membuka pintu lebih lebar bagi dosen dan mahasiswa untuk saling bertukar gagasan tanpa terhalang jarak geografis. “Kami melihat UIN Ponorogo sebagai mitra strategis yang memiliki visi sejalan dalam memajukan literasi akademik di Indonesia Timur maupun Jawa,” tegas Ismail.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar penandatanganan MoA ini segera ditindaklanjuti dengan aksi-aksi nyata lainnya. “MoU dan MoA ini jangan sampai hanya menjadi dokumen di atas meja, tetapi harus menjadi penggerak bagi lahirnya karya-karya ilmiah yang bereputasi global,” tuturnya dengan penuh optimisme. 

Beliau meyakini bahwa dengan menyatukan potensi kedua kampus, tantangan digitalisasi dan standar publikasi ilmiah yang semakin ketat akan lebih mudah untuk dihadapi secara bersama-sama. Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa pihak IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk mengalokasikan sumber daya yang ada demi menyukseskan butir-butir kesepakatan yang telah ditandatangani. 

Ia menyampaikan pula bahwa sinergi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan akreditasi institusi melalui penguatan jurnal dan penelitian kolaboratif. Selain itu, Ismail memaparkan bahwa model kerjasama seperti ini sangat relevan untuk mempercepat transformasi perguruan tinggi keagamaan di daerah dalam mengejar ketertinggalan di bidang riset.

Melalui penandatanganan MoU dan MoA ini, UIN Ponorogo dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sepakat untuk terus memperluas jangkauan kerjasama, tidak hanya terbatas pada penulisan artikel, tetapi juga mencakup pertukaran dosen, pengabdian masyarakat lintas wilayah, hingga pengembangan tata kelola manajemen perguruan tinggi yang lebih modern dan akuntabel.

IMG-20260417-WA0032

Gelar PBAK di Pasar Potoro, Rektor IAI Rawa Aopa Dorong Mahasiswa Baru Berperan di Masyarakat

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa memulai kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2026. Acara yang dipusatkan di kawasan Pasar Potoro ini dibuka langsung oleh Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, M.A., dengan dihadiri oleh jajaran civitas akademika serta tokoh masyarakat setempat, termasuk Lurah Potoro yang turut memberikan dukungan atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut, Jumat (17/4/2026).

Dalam sambutannya di hadapan mahasiswa baru, Dr. Basrin Melamba menekankan pentingnya membangun mentalitas pembelajar sejak dini. Beliau menyampaikan bahwa kecerdasan intelektual semata tidaklah cukup tanpa dibarengi dengan karakter yang kuat. Menurutnya, kunci keberhasilan dalam menempuh studi di perguruan tinggi terletak pada kedisiplinan dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi setiap dinamika akademik yang ada.

Rektor juga memotivasi para mahasiswa agar memanfaatkan waktu kuliah dengan sebaik-baiknya melalui sikap rajin dan tekun. Ia menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas moral. Pemilihan Pasar Potoro sebagai lokasi pembukaan pun memiliki filosofi tersendiri, yakni untuk mendekatkan institusi pendidikan dengan realitas sosial masyarakat sejak hari pertama mahasiswa menginjakkan kaki di dunia kampus.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, turut memberikan pandangan strategis mengenai pelaksanaan kegiatan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari ini. Dalam pernyataannya, Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa seluruh pembiayaan dan fasilitas pendukung PBAK telah dialokasikan secara transparan demi menjamin kenyamanan mahasiswa baru selama mengikuti proses pengenalan kampus.

Ia juga menyampaikan bahwa manajemen kampus tengah melakukan pembenahan infrastruktur digital untuk mendukung sistem administrasi yang lebih efisien bagi angkatan baru ini. Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa keterlibatan staf kepegawaian dalam acara ini merupakan bentuk dedikasi institusi dalam memberikan pelayanan prima sejak tahap orientasi.

Selain penjelasan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus mengenai etos kerja dan pengelolaan sumber daya kampus. “Kami telah menyusun kerangka anggaran yang fleksibel namun akuntabel agar setiap agenda pengembangan mahasiswa dapat berjalan tanpa kendala teknis,” tegas Ismail saat ditemui di lokasi acara.

Ia juga menambahkan, “Kehadiran mahasiswa baru adalah investasi masa depan bagi daerah, sehingga kami di jajaran wakil rektor memastikan seluruh hak administratif mereka terpenuhi secara cepat dan tepat.”

Menutup pernyataannya, Ismail menegaskan komitmen manajerialnya dengan berujar, “PBAK ini bukan sekadar seremoni, melainkan fondasi bagi kami untuk mengukur sejauh mana kesiapan sumber daya manusia internal dalam menyambut lonjakan jumlah mahasiswa tahun ini.”

Kegiatan PBAK 2026 ini diharapkan mampu menjadi gerbang awal bagi mahasiswa untuk mengenal nilai-nilai luhur IAI Rawa Aopa. Selama tiga hari ke depan, para peserta akan menerima berbagai materi terkait wawasan kebangsaan, kode etik mahasiswa, hingga strategi pembelajaran efektif yang akan dibawakan oleh para dosen dan praktisi pendidikan terkemuka.

Pertemuan IFI (ISW)

IAI Rawa Aopa Rintis Rencana Kerja Sama Global Lewat Program Bahasa Prancis

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa mempersiapkan langkah strategis dalam memperluas jejaring internasional melalui pengembangan kelembagaan berbasis bahasa. Pada Jumat, 17 April 2026, pimpinan IAI Rawa Aopa memenuhi undangan pertemuan awal guna membahas rencana teknis terkait program pembelajaran Bahasa Prancis di lingkungan kampus dan juga sekolah & madrasah mitra.

Langkah ini merupakan tindak lanjut nyata dari upaya korespondensi yang telah dilakukan sebelumnya. Pada Selasa, 7 April 2026, pihak kampus telah melayangkan surat resmi kepada Institut Français Indonésie (IFI) sebagai permohonan kesediaan untuk menjalin kemitraan strategis. Kerja sama ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi civitas akademika untuk mengakses literatur global serta program-program pendidikan di Prancis, dan juga negara-negara frankofon.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing selain Arab dan Inggris kini menjadi kebutuhan mendesak. Beliau menyatakan bahwa Bahasa Prancis dipilih karena posisinya sebagai salah satu bahasa resmi diplomasi internasional yang akan memberikan nilai tambah bagi lulusan. 

Selain itu, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar kursus bahasa biasa, melainkan bagian dari desain besar transformasi institusi menuju standar global yang lebih kompetitif. Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa pihak rektorat berkomitmen penuh untuk mengalokasikan sumber daya yang diperlukan demi keberhasilan program ini. 

Beliau juga memaparkan bahwa sinergi dengan institusi dari Prancis dapat menjadi peluang untuk pengembangan kurikulum, penyediaan tenaga pengajar ahli, hingga standarisasi ujian kompetensi bahasa bagi mahasiswa dan dosen. Menurutnya, keberadaan program bahasa ini nantinya akan memperkuat posisi IAI Rawa Aopa sebagai pusat keunggulan akademik di Sulawesi Tenggara dan Indonesia Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menyatakan urgensi program ini bagi masa depan kampus. “Kami memandang bahwa keterbukaan terhadap budaya dan bahasa Eropa, khususnya Prancis, akan membuka pintu riset kolaboratif yang lebih luas bagi para dosen kami di kancah internasional,” ujarnya. 

Beliau juga menambahkan mengenai status surat permohonan yang telah dikirimkan ke IFI. “Surat yang kami kirimkan pada tanggal 7 April lalu adalah komitmen awal kami, dan hari ini kami menyampaikan terima kasih bahwa IFI merespon dengan kesediaan untuk mengundang kami menyampaikan apa yang menjadi identifikasi keperluan ataupun tujuan yang hendak dicapai,” tegas Ismail.

Menutup keterangannya, Ismail Suardi Wekke menyampaikan optimisme bahwa langkah ini semoga membuahkan hasil dalam waktu dekat. “Visi kami adalah menjadikan IAI Rawa Aopa sebagai institusi yang berakar kuat pada nilai lokal namun memiliki sayap yang mampu terbang tinggi di kancah global melalui kemampuan linguistik yang mumpuni,” pungkasnya.