ICSHAIS (ISW)

Persiapan ICSHAIS 2026, Kolaborasi Perguruan Tinggi Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – ICSHAIS (International Conference on Social and Humanities Approach to Islamic Studies) telah menjadi agenda tahunan perguruan tinggi sebagai platform kolaborasi. Maka, tahun 2026 kali ini, juga dilaksanakan kembali sebagai bentuk keberlanjutan kegiatan tersebut.

Ismail Suardi Wekke dalam kapasitas Komite Saintifik di Jakarta (Ahad, 17 Mei 2026) menyatakan bahwa kini, sementara mempersiapkan kegiatan tersebut. “Terima kasih kepada semua pihak yang bersedia menjadi mitra selama ini, kita akan teruskan kemitraan ini,” kata Ismail Suardi Wekke, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

Sebagaimana diketahui bahwa ICSHAIS pada tahun 2020 pertama kali digagas bersama Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Dakwah Wal Irsyad (DDI) Makassar bersama dengan Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo. Sejak itu, dilaksanakan secara berkelanjutan.

Pada tahun 2021 dilaksanakan kembali di Turkiye. Selanjutnya, perhelatan 2022 dilaksanakan di Kuala Lumpur (Malaysia). Kemudian edisi 2023 dilaksanakan di Hatyai (Thailand). Adapun 2024 dilaksanakan di Maros (Yogyakarta, Indonesia). Pelaksanaan tahun lalu 2025, di Makassar. Untuk kesempatan yang akan datang 2026, akan dilaksanakan di kota yang akan ditentukan sesegera mungkin dengan perencanaan pada bulan September 2026.

“Sekali lagi, terima kasih kepada semua pihak yang telah  membantu atas terselenggaranya kegiatan ini, sehingga sejak 202o telah terlaksana dengan baik.” ungkap Ismai. Dalam kesempatan yang sama Ismail menyatakan bahwa telah berkomunikasi dengan pemrakarsa yaitu STAI DDI Makassar dan IAI Sultan Amai Gorontalo, untuk mendiskusikan peluang melaksanakan kembali penyelenggaraan pada tahun ini.

Kita akan segera mengundang mitra yang bersedia menjadi panitia bersama. “Untuk itu, mulai saat ini akami akan membentuk panitia dan segera mengumumkan kepada publik persiapan demi persiapan sehingga sebagaimana kesuksesan yang lalu, partisipasi publik akan tetap dipertahankan,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Screenshot_2026_0517_155232

Wujudkan Strategi Penguatan Literasi Keuangan Syariah berbasis Tri Dharma, IAI Rawa Aopa dan Sakinah Finance Jalin Sinergi

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Dalam upaya nyata mendongkrak literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa membangun kolaborasi strategis bersama Sakinah Finance. Sinergi ini dikukuhkan dalam perhelatan Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi 2026 bertajuk “Integrating Islamic Financial Literacy, Research Excellence, and Community Service” yang berlangsung pada 16–17 Mei 2026 di Sofyan Hotel Cut Meutia, Jakarta.

Sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan ekosistem akademik berbasis nilai-nilai Islam, IAI Rawa Aopa turut ambil bagian dalam momentum krusial ini. Kehadiran IAI Rawa Aopa berfokus pada implementasi tiga pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang diintegrasikan dengan pendekatan perencanaan keuangan syariah ala Sakinah Finance.

Pendiri Sakinah Finance, Murniati Mukhlisin, menggarisbawahi bahwa kondisi literasi keuangan syariah nasional saat ini masih memerlukan perhatian serius dari dunia akademik.

“Kami berharap workshop ini menjadi ruang kolaborasi dan penguatan kapasitas bagi institusi pendidikan untuk membangun program yang lebih aplikatif dan berdampak terutama dalam meningkatkan literasi keuangan syariah dari 43 persen dan inklusi keuangan syariah dari 13 persen,” ujar Murniati.

Merespons tantangan tersebut, keterlibatan aktif IAI Rawa Aopa diharapkan mampu melahirkan jejaring riset baru, kolaborasi pengabdian masyarakat lintas institusi, serta penguatan kurikulum literasi keuangan syariah yang lebih membumi di lingkungan kampus.

Workshop dua hari ini diikuti oleh lebih dari 100 dosen, peneliti, praktisi, dan pimpinan institusi pendidikan dari seluruh Indonesia. Acara ini juga menghadirkan pembicara internasional terkemuka, Ryan M. Calder (Director Program of Islamic Studies, Johns Hopkins University, USA), serta dibuka langsung oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin.

Sebagai puncak dari komitmen bersama, dilakukan penandatanganan kerja sama (MoU) formal antara Sakinah Finance, AFSI, IFPA, Kitabisa, dan QS399 dengan 42 perguruan tinggi mitra dari seluruh Indonesia, termasuk di dalamnya IAI Rawa Aopa. Dalam kesempatan tersebut, pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, mewakili perguruan tinggi dalam penandatanganan MoU dengan Kita Bisa.

Melalui kerja sama ini, IAI Rawa Aopa dan Sakinah Finance siap bergerak bersama mengikis kesenjangan literasi keuangan syariah melalui program-program berbasis pendidikan, publikasi ilmiah, dan pemberdayaan masyarakat yang konkret dan berkelanjutan.

Workshop (ISW)

Sakinah Finance Gelar Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi di Jakarta, Perkuat Sinergi Akademik dan Industri

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Sakinah Finance sukses menyelenggarakan Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 16–17 Mei 2026, bertempat di Sofyan Hotel Cut Meutia, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Forum strategis ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari jajaran pimpinan perguruan tinggi, perwakilan sekolah, kepala madrasah, pelaku industri, hingga praktisi perbankan syariah dari berbagai daerah di Indonesia.

Pertemuan intensif ini dirancang untuk merumuskan langkah taktis dalam mengintegrasikan dunia akademik dengan dinamika industri modern. Melalui kolaborasi ini, diharapkan implementasi pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan mampu menjawab kebutuhan riil pasar serta tantangan literasi keuangan di tengah masyarakat.

Di sela-sela kegiatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, memberikan pandangan mendalam mengenai urgensi acara ini. Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi perguruan tinggi saat ini tidak bisa lagi diselesaikan dengan cara-cara konvensional yang bersifat eksklusif. Menurutnya, akselerasi mutu institusi hanya dapat dicapai melalui jalinan kemitraan yang kokoh dan berdampak luas dengan dunia usaha serta industri.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menguraikan bahwa skema Tri Dharma Perguruan Tinggi harus bertransformasi menjadi sebuah ekosistem yang bersifat inklusif. Ia menyampaikan pandangannya bahwa keterlibatan aktif dari sektor perbankan dan dunia sekolah akan mempercepat proses transfer pengetahuan sekaligus mempersempit kesenjangan antara teori akademik dan praktik di lapangan.

Pada akhir penyampaiannya, Ismail Suardi Wekke mengingatkan pentingnya menindaklanjuti forum ini dengan langkah-langkah yang konkret dan terukur. Beliau menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan serta pemikiran yang lahir di Jakarta ini akan menjadi fondasi kuat untuk melahirkan inovasi pengabdian masyarakat yang berbasis pada penguatan ekonomi umat di tingkat daerah.

Menutup pandangannya, Ismail Suardi Wekke memberikan penegasan langsung mengenai posisi strategis agenda yang diinisiasi oleh Sakinah Finance ini. “Workshop yang diinisiasi oleh Sakinah Finance ini merupakan momentum krusial bagi lembaga pendidikan tinggi untuk keluar dari menara gading dan mulai membangun jembatan kolaborasi yang riil dengan sektor industri,” ujarnya secara lugas di hadapan media.

Ismail Suardi Wekke juga menambahkan poin penting terkait relevansi kurikulum pendidikan tinggi di masa depan dengan keterlibatan mitra strategis. “Kita tidak bisa lagi menyusun peta jalan riset dan pengabdian masyarakat tanpa melibatkan perspektif perbankan dan madrasah, karena dari sanalah kebutuhan nyata masyarakat bermula,” kata Ismail menekankan pentingnya integrasi tersebut.

Sebagai penegasan komitmen kelembagaan, Ismail Suardi Wekke menyatakan kesiapan institusinya untuk mengawal hasil dari pertemuan dua hari ini agar dapat segera diimplementasikan secara nyata. “Kami di IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk mengonversi setiap gagasan dari workshop ini menjadi program kerja nyata yang berdampak langsung pada tata kelola keuangan dan kesejahteraan masyarakat di Konawe Selatan,” pungkasnya optimis.

Workshop yang berlangsung dinamis ini diisi dengan pemaparan materi dari para pakar ekonomi syariah, diskusi panel interaktif, serta sesi penyusunan program bersama. Kehadiran unsur sekolah dan madrasah dalam forum ini juga dinilai menjadi angin segar untuk memulai edukasi perencanaan keuangan syariah sejak usia dini secara terstruktur.