PPL (ISW)

Fakultas Tarbiyah IAI Rawa Aopa Melaksanakan PPL di 56 Lokasi Dengan Peserta 232 Mahasiswa

Rawaaopakonsel.ac.id, Sulawesi Tenggara – Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa secara resmi memulai agenda Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Terpadu tahun ini dengan skala yang cukup masif. Tercatat sebanyak 232 mahasiswa diterjunkan langsung ke tengah masyarakat yang tersebar di 56 lokasi berbeda. Program ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman komprehensif bagi calon pendidik dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan dan sosial yang semakin kompleks.

Sebagai bagian dari inovasi, praktik lapangan kali ini mengusung konsep PPL Terpadu. Dalam skema ini, para mahasiswa tidak hanya dituntut untuk melaksanakan praktik pembelajaran di kelas, tetapi juga diwajibkan mengintegrasikan aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara bersamaan. Pendekatan holistik ini bertujuan agar setiap kegiatan yang dilakukan di lokasi PPL memiliki dasar saintifik yang kuat sekaligus memberikan dampak nyata bagi pengembangan warga sekitar.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menekankan bahwa program ini merupakan pengejawantahan dari nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dijunjung tinggi oleh setiap sivitas akademika. Beliau menyatakan bahwa PPL Terpadu menjadi jembatan krusial antara teori yang didapatkan di bangku kuliah dengan realitas yang ada di lapangan kerja.

“PPL Terpadu ini adalah ruang bagi mahasiswa untuk membuktikan bahwa kompetensi pedagogik mereka bisa sejalan dengan kepekaan sosial,” ujar Ismail Suardi Wekke usai bertemu Dekan Fakultas Tarbiyah di kampus Andoolo (Selasa, 12 Mei 2026). Beliau juga menambahkan bahwa pelaksanaan di 56 lokasi ini menuntut fleksibilitas dan dedikasi yang tinggi dari setiap peserta. “Kami menitipkan nama baik institusi di pundak kalian, maka jadikanlah setiap interaksi di lokasi sebagai sarana dakwah dan edukasi yang santun,” tegasnya di hadapan ratusan mahasiswa.

Selain memberikan pesan langsung, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi pentingnya aspek penelitian dalam kegiatan ini. Beliau menjelaskan bahwa hasil observasi mahasiswa selama di lapangan harus mampu dikonversi menjadi data akademik yang bermanfaat bagi pengembangan kurikulum di masa depan. Menurutnya, melalui integrasi penelitian, mahasiswa diajak untuk berpikir kritis dalam memetakan masalah pendidikan di lokasi masing-masing.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar unsur pengabdian masyarakat tidak sekadar menjadi formalitas administratif belaka. Beliau berpendapat bahwa kontribusi mahasiswa harus dirasakan langsung oleh masyarakat setempat, baik melalui program penguatan keagamaan maupun pendampingan sosial lainnya. Dengan demikian, kehadiran IAI Rawa Aopa melalui para mahasiswa ini dapat menjadi solusi bagi berbagai tantangan yang dihadapi oleh sekolah maupun desa mitra.

Kegiatan yang melibatkan 232 mahasiswa ini diharapkan mampu menciptakan luaran yang berkualitas, baik bagi mahasiswa itu sendiri maupun bagi para pemangku kepentingan di 56 titik lokasi tersebut. Pihak rektorat memastikan akan terus melakukan pemantauan berkala guna menjamin kualitas pelaksanaan PPL Terpadu ini tetap berada pada standar akademik yang telah ditetapkan.

Jakarta (ISW)

IAI Rawa Aopa Konsel Konsisten Jalankan Tri Dharma, Mahasiswa PPL Tersebar di Berbagai Kabupaten

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tetap menunjukkan komitmennya dalam menjaga ritme aktivitas akademik secara konsisten. Memasuki pertengahan semester, kampus yang dikenal dengan julukan kampus hijau ini tetap aktif menjalankan agenda Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik di lingkungan internal kampus maupun melalui kegiatan lapangan yang melibatkan masyarakat luas.

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas pembelajaran tatap muka berjalan sebagaimana jadwal yang ada di dua lokasi utama, yakni Kampus Lamooso dan Kampus Andoolo. Selain kegiatan di ruang kelas, IAI Rawa Aopa juga tengah menerjunkan ratusan mahasiswa Program Studi Tarbiyah semester 6 untuk melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).

Mahasiswa tersebut tersebar di berbagai sekolah yang berada di pelbagai kabupaten, sebagai bentuk nyata implementasi pengabdian dan pengasahan kompetensi pedagogik. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa seluruh gerak langkah institusi saat ini difokuskan pada penguatan kualitas layanan pendidikan.

Beliau menyatakan bahwa dinamika aktivitas di Kampus Lamooso dan Andoolo merupakan cerminan dari dedikasi dosen dan mahasiswa dalam menjaga marwah akademik. “Kita juga sepekan yang lalu menyelesaikan rangkaian SEA-AFSID yang berlangsung sukses, dilaksanakan dari 8 negara dan 17 kota di Asia,” ungkap Ismail yang menjalin kerjasama dengan BOLT (Balsamo Outreach for Learning and Teaching).

Selain itu, Ismail menggarisbawahi bahwa pelaksanaan PPL di berbagai daerah bukan sekadar tugas rutin, melainkan jembatan bagi kampus untuk berkontribusi langsung pada peningkatan mutu pendidikan di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, manajemen kampus berkomitmen penuh untuk mendukung setiap kegiatan yang menunjang akreditasi dan pengembangan sumber daya manusia melalui alokasi perencanaan yang tepat sasaran.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menyampaikan instruksi langsung terkait kesinambungan program ini. “Kita harus memastikan bahwa setiap proses pembelajaran, baik yang berlangsung di dalam kelas maupun praktik di lapangan, memiliki standar kualitas yang sama tingginya,” tegas Ismail usai melaksanakan pemantauan PPL TERPADU. 

Ia juga menambahkan, “Keaktifan mahasiswa semester 6 di lokasi PPL adalah bukti bahwa IAI Rawa Aopa hadir dan berpartisipasi pada institusi mitra di berbagai kabupaten.”

Di akhir penyampaiannya, Ismail menekankan pentingnya sinergi kolektif dengan berujar, “Manajemen akan terus mengawal ketersediaan fasilitas dan dukungan administratif agar seluruh sivitas akademika dapat menjalankan tugasnya tanpa hambatan teknis.”

Dengan pembagian fokus antara penguatan teori di pusat kampus dan praktik lapangan di daerah-daerah, IAI Rawa Aopa optimistis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga cekatan dalam menghadapi realitas profesi di masa depan.

“Dosen yang memiliki tuas mengajar tetap mengajar. Sementara itu, bagi yang membimbing PPL, juga tetap membimbing PPL,” kata Ismail. Sementara itu, PPL TERPADU, dilaksanakan dengan integrasi penelitian kolaboratif antara mahasiswa dan dosen.

Ismail merujuk kepada pesan Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri bahwa hidup senantiasa disertai dengan ujian dan cobaan. “Dalam dinamika kehidupan, adanya ujian dan cobaan, kita tetap mempertahankan komitmen untuk menjalankan tri dharma perguruan tinggi,” pungkas Ismail Suardi Wekke.