Awal Pembuatan Kebun Dasawisma Posko 6 Desa Larowiu

[Desa Larowiu Kec. Meluhu], [08/08/26] — Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) melaksanakan salah satu program kerja berupa pengambilan bambu yang akan dimanfaatkan untuk mendukung pembuatan Kebun Dasawisma Desa. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia di desa.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKA IAI RAWA AOPA bersama masyarakat melakukan pengambilan dan pengumpulan bambu di lokasi yang telah ditentukan. Bambu yang diperoleh nantinya akan digunakan sebagai bahan bahan inti dalam pembuatan kebun yang nanti nya bertujuan sebagai pagar.

Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau sekaligus mendukung pemanfaatan lahan untuk kegiatan produktif. Selain itu, keterlibatan mahasiswa KKA menjadi salah satu upaya untuk mempererat hubungan dan kerja sama dengan masyarakat selama pelaksanaan KKA.

Melalui program kerja tersebut, mahasiswa KKA IAI RAWA AOPA berharap Kebun Dasawisma Desa dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan pemanfaatan lahan secara berkelanjutan.

Yasinan Pembuatan Kebun Dasawisma Posko 6 Larowiu

[Desa Larowiu Kec.Meluhu], [07/08/26] — Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) turut aktif mengikuti kegiatan yasinan yang dilaksanakan rutin setiap hari Jumat bersama masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk partisipasi mahasiswa dalam kehidupan sosial dan keagamaan di lingkungan tempat mereka melaksanakan KKA IAI RAWA AOPA .
Yasinan yang diikuti oleh mahasiswa KKA IAI RAWA AOPA berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Selain membaca Surah Yasin dan doa bersama, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk bersilaturahmi serta berinteraksi lebih dekat dengan warga.

Kehadiran mahasiswa KKA Ini, mendapat sambutan positif dari masyarakat. Partisipasi tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan selama pelaksanaan program KKA.

Bagi mahasiswa, mengikuti yasinan setiap Jumat bukan hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi masyarakat setempat, tetapi juga menjadi pengalaman berharga untuk belajar memahami kehidupan sosial dan budaya di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, mahasiswa KKA IAI RAWA AOPA berharap dapat terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan selama masa pengabdian mereka di Desa larowiu Kec. Meluhu

Mahasiswa Posko 6 Merencanakan Pembuatan Kebun Dasawisma

 

Mahasiswa KKA Lakukan Observasi Pembuatan Kebun Dasawisma

[Desa.Larowiu Kec.Meluhu], [06/08/2026] — Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) melakukan observasi terkait rencana pembuatan Kebun Dasawisma di lingkungan warga . Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi lingkungan, potensi lahan, serta kebutuhan masyarakat dalam pengembangan kebun tersebut.

Dalam kegiatan observasi, mahasiswa KKA bersama Ibu Sekdes meninjau lokasi yang akan dimanfaatkan sebagai kebun. Selain melihat kondisi lahan, mahasiswa juga berdiskusi dengan masyarakat mengenai jenis tanaman yang sesuai untuk dibudidayakan, seperti sayuran, tanaman obat keluarga, dan tanaman kebutuhan rumah tangga lainnya.

Kebun Dasawisma diharapkan dapat menjadi salah satu upaya dalam memanfaatkan lahan secara produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga. Keberadaan kebun ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan yang hijau, sehat, dan bermanfaat.

Salah satu mahasiswa KKA menyampaikan bahwa observasi ini merupakan tahap awal sebelum pelaksanaan pembuatan kebun. “Kami ingin mengetahui kondisi dan potensi lahan terlebih dahulu agar nantinya kebun Dasawisma dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat,”.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKA berharap dapat bekerja sama dengan kader Dasawisma dan masyarakat dalam mewujudkan kebun yang produktif dan berkelanjutan. Kegiatan selanjutnya akan diarahkan pada persiapan lahan, penyediaan bibit, serta proses penanaman bersama masyarakat.

Mahasiswa KKA Ikut Memeriakan Acarah Defile, Unaaha Kabupaten Konawe

[5 Agustus 2026] Mahasiswa KKA desa larowiu kecamatan meluhu dan Warga Bersinergi Meriahkan Parade Defile Kecamatan di Kabupaten Konawe Keikutsertaan barisan gabungan mahasiswa Kuliah Kerja amalia (KKA) bersama jajaran aparat desa dan masyarakat dalam parade parade defile resmi.

Parade ini dilangsungkan di jalan poros utama kecamatan, melintasi landmark daerah setempat termasuk di depan salah satu masjid ikonik di wilayah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2026, bertepatan dengan momentum pelaksanaan rangkaian festival olahraga, seni, atau peringatan hari besar daerah di tingkat kecamatan.
Untuk membangun sinergi, mempererat tali silaturahmi serta kekompakkan

Rapat Antar Mahasiswa Dan Aparat Desa, Dengan Tujuan Membahas Program Kerja

04 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Posko 6 Desa larowiu,Kecamatan Meluhu, melaksanakan kegiatan program kerja (proker) kepada masyarakat Desa larowiu . Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa larowiu dan dihadiri oleh Kepala Desa larowiu ,bapak A.samiarjda bersama sejumlah aparat desa.

 

Pemaparan program kerja menjadi salah satu tahapan penting bagi mahasiswa KKA dalam memulai rangkaian kegiatan pengabdian di Desa larowiu . Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selama masa KKA, sekaligus membuka ruang diskusi bersama pemerintah desa dan masyarakat.

 

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Melalui pemaparan dan diskusi, mahasiswa menerima masukan serta arahan

 

ADKI (ISW)

Deklarasi Asosiasi Dosen Keagamaan Indonesia di Hari Kemerdekaan, Pimpinan IAI Rawa Aopa Sambut dengan Apresiasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari — Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 menjadi tonggak penting bagi akademisi perguruan tinggi keagamaan. Bertepatan dengan peringatan kemerdekaan 17 Agustus 2026, deklarasi pembentukan Asosiasi Dosen Keagamaan Indonesia (ADKI) digelar, menandai langkah strategis dalam penguatan kapasitas riset dan advokasi profesi dosen keagamaan secara nasional.

Langkah bersejarah tersebut disambut antusias oleh pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa. Wakil Rektor IAI Rawa Aopa menyampaikan apresiasi mendalam atas terbentuknya wadah profesi yang dinilai relevan dengan tantangan pendidikan tinggi keagamaan saat ini.

“Momen 17 Agustus membawa semangat independensi dan pembaruan. Hadirnya Asosiasi Dosen Keagamaan Indonesia di hari kemerdekaan ini menjadi energi baru bagi para dosen keagamaan di seluruh nusantara untuk semakin solid, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi peradaban bangsa,” ungkap Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Senin (17/8/2026).

Pihak pimpinan IAI Rawa Aopa menegaskan bahwa pembentukan asosiasi ini memiliki beberapa fokus penting:

  • Penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi: Mendorong kolaborasi riset lintas kampus, publikasi jurnal bereputasi, serta pengabdian masyarakat berbasis moderasi beragama.
  • Pengembangan Profesionalisme: Menjadi ruang peningkatan kompetensi pedagogik, digital, dan kepangkatan akademik dosen keagamaan.
  • Jejaring dan Advokasi: Menyediakan wadah aspirasi bersama bagi sivitas akademika perguruan tinggi keagamaan swasta maupun negeri di seluruh daerah.
Dengan dideklarasikannya asosiasi tersebut, IAI Rawa Aopa menyatakan kesiapan penuh untuk berkolaborasi dan berkontribusi aktif dalam berbagai program strategis yang diinisiasi Asosiasi Dosen Keagamaan Indonesia ke depan.
Alih Status (ISW)

IAI Rawa Aopa Siap Transformasi ke Universitas Islam Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, — Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyatakan kesiapannya untuk bertransformasi menjadi Universitas Islam Rawa Aopa Konawe Selatan. Komitmen alih status kelembagaan ini menjadi agenda dalam Rapat Pimpinan (Rapim) yang berlangsung di Kampus Andoolo, Jumat (14/8/2026).

Rapat kerja intensif yang dimulai sejak pukul 08.00 hingga 15.00 WITA tersebut menindaklanjuti arahan langsung dari jajaran Dewan Pembina dan Ketua Yayasan perihal peningkatan mutu perguruan tinggi dengan salah satunya kegiatan alih status dari institut ke universitas.

Merespons agenda rapat tersebut, Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, langsung merespon dengan akselerasi langkah teknis melalui pembentukan tim kerja. Tim ini akan bertugas menyusun dokumen kelayakan akademik, penguatan tata kelola, hingga pemenuhan regulasi alih bentuk sesuai standar kementerian terkait.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan hal yang sama terkait dengan penetapan langkah strategis tersebut saat memberikan keterangan di Kampus 3 IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Kota Kendari, Sabtu (15/8/2026).

“Transformasi menjadi Universitas Islam Rawa Aopa merupakan respons nyata institusi terhadap kebutuhan pembangunan sumber daya manusia di Indonesia, tidak lagi di Indonesia Timur saja. Arahan dari Dewan Pembina dan Ketua Yayasan langsung disambut dengan langkah konkret melalui penetapan panitia kerja oleh Bapak Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan,” terang Ismail.

Ismail menambahkan, transformasi ini akan mencakup akselerasi sumber daya manusia untuk menjamin kesiapan sarana-prasarana serta kapasitas dosen dalam mendukung pembukaan program-program studi baru lintas disiplin di masa mendatang.

China (ISW)

IAI Rawa Aopa Siap Berpartisipasi Dalam The 23rd China-ASEAN Expo, 17-21 September 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta — Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa memastikan akan berpartisipasi aktif dalam pameran internasional bergengsi The 23rd China–ASEAN Expo (CAEXPO) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 17–21 September 2026 di Nanning International Convention and Exhibition Center, Nanning, Tiongkok. Keikutsertaan institusi pendidikan tinggi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi akademik, riset terapan, serta pengembangan potensi ekonomi dan industri halal di kancah global.

Kesiapan dan keterlibatan IAI Rawa Aopa ini sejalan dengan agenda nasional yang diusung Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI. Sebelumnya, Kemendag telah menggelar acara Kick-off Partisipasi Indonesia pada CAEXPO 2026 di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada 13 Maret 2026.

Dalam sambutannya pada acara kick-off tersebut, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, menyampaikan bahwa CAEXPO 2026 merupakan platform ideal yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai elemen bangsa, termasuk akademisi dan pelaku usaha lokal, untuk memperkenalkan produk unggulan serta inovasi masa depan.

“CAEXPO 2026 dapat dimanfaatkan pelaku usaha dan lembaga strategis untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan Indonesia sekaligus memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, dan industri antara Indonesia dan Tiongkok,” tegas Puntodewi.

Pada gelaran tahun ini, Paviliun Indonesia direncanakan menempati Hall D5 dengan area seluas 2.000 m². Indonesia akan menampilkan tiga paviliun utama sebagai representasi kekuatan ekonomi, potensi unggulan daerah, serta inovasi nasional. Kehadiran IAI Rawa Aopa di ajang ini diharapkan mampu menampilkan karya riset inovatif, produk binaan UMKM, serta gagasan pengembangan SDM daerah yang siap bersaing di pasar ASEAN dan Tiongkok.

Kegiatan Kick-off CAEXPO 2026 sendiri diisi oleh sesi paparan dan testimoni dari berbagai tokoh lintas sektor, seperti Wakil Ketua Umum Bidang Diplomasi Multilateral Kadin Indonesia Andi Anzhar Cakra Wijaya; perwakilan PT Pandu Arjuna Nusantara (PAR) Indonesia Guspiabri Sumowigeno; Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) Sarwoto Atmosutarno; perwakilan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Provinsi Kalimantan Utara Heri Siampa; serta Officer II Small and Medium Enterprise Partnership Program Pertamina Ujang Supriadi.

Melalui sinergi antara kementerian, lembaga, pemerintah daerah, asosiasi, dan perguruan tinggi seperti IAI Rawa Aopa, Indonesia optimistis dapat mengoptimalkan peluang kerja sama ekonomi dan investasi internasional sepanjang gelaran CAEXPO 2026 mendatang.

Ismail Suardi Wekke, Wakil rektor di Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2026 menyatakan kesiapan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam mengikuti kegiatan tersebut. “Usai KKN yang sementara dilaksanakan, maka hasil-hasil KKN dan juga KKA itu, akan didiseminasikan di tingkat internasional,” pungkas Ismail. (*)

KKA Tudameaso

HMJ HTN IAI Rawa Aopa Bersama Kepala Desa Sambahule Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Rumah

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Tata Negara (HTN) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa bersama Kepala Desa Sambahule menyalurkan bantuan sosial kepada keluarga korban kebakaran rumah di lokasi kebakaran, Desa Sambahule, Kecamatan Baito, Kabupaten Konawe Selatan, Selasa (4/8/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum HMJ HTN IAI Rawa Aopa, Hendarwan Supriyadi, dan diterima oleh Ibu Neni Astrianingsih, istri dari Ali Takdir, yang rumahnya hangus dilalap api.

Kegiatan kemanusiaan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah. Penyaluran bantuan juga menjadi wujud sinergi antara organisasi kemahasiswaan dengan Pemerintah Desa Sambahule dalam membantu warga yang membutuhkan.

Ketua Umum HMJ Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa, Hendarwan Supriyadi, berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi keluarga korban.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga korban dan menjadi bukti bahwa kepedulian serta gotong royong masih hidup di tengah masyarakat,” ujar Hendarwan.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari komitmen HMJ HTN IAI Rawa Aopa untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam kegiatan akademik, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi sesama.

Sementara itu, keluarga korban menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada HMJ Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa bersama Pemerintah Desa Sambahule atas perhatian dan bantuan yang diberikan.

Kepala Desa Sambahule turut mengapresiasi kepedulian mahasiswa yang telah bersinergi dengan pemerintah desa dalam membantu warganya yang tertimpa musibah.

Melalui kegiatan ini, HMJ Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan pengabdian.

Kolaborasi bersama Pemerintah Desa Sambahule diharapkan dapat memperkuat semangat kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong dalam membantu warga yang sedang menghadapi musibah.