IMG-20260719-WA0073

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan Koperasi Homestay Teluk Ketapang Malaysia Siapkan MoU Kolaborasi Internasional

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menjalin kerja sama strategis dengan Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Malaysia. Kemitraan ini dikukuhkan melalui Persiapan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, bersama Ketua Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Azmi Mohd Aziz.

Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kolaborasi ini mencakup pilar-pilar penting seperti pengabdian masyarakat internasional, pengembangan ekonomi berbasis komunitas, serta program akademik lintas negara. Sinergi ini dinilai sangat sejalan dengan arah transformasi IAI Rawa Aopa menuju kampus yang berkemajuan dan bereputas,

“Kerja sama ini akan memberikan manfaat besar bagi program-program strategis kampus dalam mendorong pengabdian masyarakat yang berdampak global sekaligus memajukan daerah,” ujar Ismail Suardi Wekke di Andoolo dalam jamuan makan malam, Minggu (19/7/2026).

Menurutnya, Malaysia dan Indonesia, khususnya wilayah Sulawesi Tenggara, memiliki kedekatan emosional dan budaya yang kuat. Karakter masyarakat yang serumpun dan ramah menjadi modal utama dalam membangun kolaborasi jangka panjang ini.

Ismail mengungkapkan, kedua belah pihak berkomitmen agar kesepakatan ini tidak berhenti di atas kertas, melainkan langsung ditindaklanjuti dengan program-program konkret. Salah satunya adalah membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa IAI Rawa Aopa untuk melakukan riset kolaboratif dan pengabdian di Malaysia.

“Kita harus membangun sektor pendidikan dan pengabdian dengan semangat transformasi, bukan sekadar rutinitas. Tanpa langkah progresif, kita tidak akan mencapai kemajuan yang nyata,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Homestay Teluk Ketapang, Azmi Mohd Aziz, menyambut baik kemitraan ini. Ia menjelaskan bahwa Koperasi Homestay Teluk Ketapang berfokus pada pengembangan ekowisata dan ekonomi berbasis komunitas yang telah diakui secara luas.

Azmi berharap, melalui kerja sama ini, IAI Rawa Aopa dapat mengirimkan akademisi dan mahasiswanya untuk belajar sekaligus berkontribusi dalam pengembangan manajemen homestay dan pemberdayaan masyarakat di Teluk Ketapang.

“Saya sangat gembira dengan penandatanganan MoU ini. Kerja sama ini akan menjadi jembatan kokoh yang mempererat hubungan akademik dan budaya antara Indonesia dan Malaysia,” pungkas Azmi.

IMG-20260719-WA0059

Kerja Sama Internasional, Koperasi Homestay Teluk Ketapang Malaysia Sambangi Kampus IAI Rawa Aopa

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Delegasi Koperasi Homestay Teluk Ketapang Kuala Terengganu, Malaysia, telah tiba di Bandara Haluoleo Kendari, Minggu (19/7/2026). Kedatangan mereka di ibu kota Sulawesi Tenggara ini merupakan agenda awal sebelum bertolak menuju kampus Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa di Konawe Selatan untuk menjajaki peluang kolaborasi strategis di bidang pengabdian masyarakat dan pariwisata syariah.

Setibanya di bandara, Azmi Bin Abd Azis yang akrab dipanggil Cikgu Azmi menyatakan bahwa mereka sangat antusias untuk segera bertukar pikiran dengan civitas akademika di Konawe Selatan. Pihak delegasi juga menyebutkan bahwa perjalanan dari Terengganu ke Kendari ini menjadi jembatan penting untuk mempererat hubungan bilateral berbasis komunitas.

“Kami sangat bersyukur telah tiba di Kendari dengan selamat. Saat ini kami sedang bersiap penuh untuk melanjutkan perjalanan ke IAI Rawa Aopa Konawe Selatan demi mendiskusikan program pemberdayaan ekonomi warga secara langsung,” ujar Pimpinan Koperasi Homestay saat ditemui di area kedatangan bandara.

Pihak IAI Rawa Aopa yang menyambut di Kendari menjelaskan bahwa seluruh persiapan penyambutan di kampus utama telah rampung. Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke mengonfirmasi bahwa pertemuan ini akan berfokus pada integrasi konsep eco-tourism dengan program pengabdian masyarakat yang selama ini dijalankan oleh para dosen dan mahasiswa.

“Ini adalah momentum emas bagi kami. Kami sudah bersiap menyambut kehadiran para pengelola Koperasi Homestay Teluk Ketapang untuk belajar langsung mengenai tata kelola pariwisata berbasis komunitas yang telah sukses diterapkan di Malaysia,” ungkap Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, melalui saluran telepon saat mengoordinasikan persiapan akhir.

Setelah beristirahat sejenak di Kendari, rombongan langsung bersiap menempuh jalur darat menuju Konawe Selatan. Salah seorang perwakilan mahasiswa yang ikut dalam tim penjemput mengaku tidak sabar untuk membawa para tamu melihat langsung potensi desa binaan kampus yang berbatasan dengan kawasan taman nasional.

“Peluang diskusi langsung dengan praktisi internasional ini sungguh luar biasa bagi kami. Saya berharap kunjungan ke kampus kami nanti bisa melahirkan program magang internasional yang membuka wawasan mahasiswa,” kata perwakilan mahasiswa tersebut dengan penuh semangat.

IMG-20260716-WA0047

Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Hadiri Peluncuran Buku Seri Pemikiran Menteri Agama

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar Office (NUO), UIN Sumatera Utara Medan, Universitas PTIQ Jakarta, dan Prodeleader Global Media menggelar peluncuran dan bedah Buku Seri Pemikiran Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. di Auditorium Harun Nasution, Kampus I UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Tiga buku yang diluncurkan dalam kegiatan tersebut ialah Pikiran yang Memurnikan: Jejak Mahakarya Prof. Nasaruddin Umar karya Rahmat Taufik Sipahutar, Simpul Pemikiran Prof. Nasaruddin Umar, dan Artikel dan Opini Pilihan Prof. Nasaruddin Umar. Ketiga buku itu memuat gagasan intelektual Menteri Agama RI, mulai dari epistemologi Logika Rasa, hermeneutika gender dan ekologi, hingga visi peradaban yang memadukan kemajuan teknologi dengan kedalaman spiritual.

Acara menghadirkan Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar dan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra sebagai keynote speaker. Sementara sambutan pembuka disampaikan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar.

Sesi bedah buku menghadirkan Prof. Dr. H. Amin Suyitno, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, Dr. Budhy Munawar Rachman, dan Rahmat Taufik Sipahutar, dengan moderator Prof. Arif Zamhari. Pada kesempatan tersebut, buku juga diserahkan secara simbolis kepada sepuluh tokoh nasional.

Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, turut menghadiri peluncuran buku tersebut. Menurut Ismail, Buku Seri Pemikiran Menteri Agama merupakan cetak biru penting bagi masa depan pendidikan Islam di Indonesia, khususnya bagi perguruan tinggi keagamaan di daerah.

“Buku ini bukan sekadar narasi teks biasa, melainkan kompas ideologis yang akan memandu kami dalam melakukan transformasi institusi ke arah yang lebih modern,” ujar Ismail saat ditemui di sela-sela acara peluncuran.

Ia menambahkan, gagasan dalam buku tersebut memberikan arah yang jelas mengenai pentingnya adaptasi digital dan penguatan tata kelola kampus yang adaptif.

“Buku ini bukan sekadar narasi teks biasa, melainkan kompas ideologis yang akan memandu kami dalam melakukan transformasi institusi ke arah yang lebih modern,” ujar Ismail saat ditemui di sela-sela acara peluncuran.

Lebih lanjut, Ismail menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen membumikan pokok-pokok pemikiran Menteri Agama ke dalam kurikulum dan ekosistem akademik kampus.

“Kami optimistis integrasi pemikiran ini akan melahirkan generasi akademisi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam pemahaman moderasi beragama,” pungkasnya.

IMG-20260715-WA0039

Perkuat Keberdayaan Ekonomi, Koperasi Malaysia Bakal Sambangi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Tangerang – Hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia di sektor ekonomi kerakyatan terus diperkuat melalui kolaborasi akademis dan praktis. Salah satu langkah terbarunya adalah rencana kunjungan strategis delegasi Koperasi Malaysia ke Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Rencana besar ini dibeberkan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke.

Pertemuan ini diproyeksikan menjadi jembatan pertukaran ilmu dan adopsi program-program unggulan pengelolaan koperasi dari kedua belah pihak. Terlebih, Koperasi Malaysia dikenal memiliki tata kelola yang sangat maju di kawasan Asia Tenggara. Ismail mengungkapkan di Tangerang, Selasa (14/7/2026).

“Kunjungan mitra dari Koperasi Malaysia ke kampus kami di Konawe Selatan bukan sekadar seremoni biasa, melainkan momentum penting untuk menyinergikan potensi pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis syariah,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan resmi di Kampus Binus University, Alam Sutera, Tangerang, usai menjadi narasumber dalam acara Pre-Conference ICOSBE 2026.

Ismail menjelaskan bahwa pemilihan IAI Rawa Aopa sebagai lokus kunjungan didasarkan pada posisi strategis kampus dalam mendorong penguatan ekonomi di wilayah pesisir dan pedesaan. Menurutnya, pihak institusi sedang mempersiapkan cetak biru laboratorium koperasi mahasiswa yang nantinya akan mengadopsi beberapa modul sukses dari ekosistem koperasi di Malaysia.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara ini untuk mempercepat peningkatan kompetensi sumber daya manusia di Konawe Selatan.

“Kami ingin mahasiswa dan pelaku usaha lokal di Sulawesi Tenggara bisa belajar langsung bagaimana Koperasi Malaysia mampu menembus pasar global dan mengelola aset hingga miliaran ringgit,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa tindak lanjut dari kunjungan tersebut akan diwujudkan dalam program Pengabdian Masyarakat Tematik Internasional. Mahasiswa IAI Rawa Aopa nantinya akan dilibatkan langsung dalam mendampingi koperasi-koperasi desa dengan supervisi bersama pakar ekonomi dari Malaysia.

Pihak rektorat berkomitmen penuh untuk memfasilitasi seluruh rangkaian agenda kerja sama ini agar memberikan dampak konkret bagi masyarakat sekitar.

“Kami targetkan setelah kunjungan ini selesai, akan lahir sebuah pilot project koperasi modern berbasis digital di Konawe Selatan yang dibina bersama oleh IAI Rawa Aopa dan Koperasi Malaysia,” tegas Ismail menutup pembicaraan.

IMG-20260714-WA0003

Binus Business School Gelar Workshop Bersama IAI Rawa Aopa, Wujud Nyata Implementasi LoI

Rawaaopakonsel.ac.id, Tangerang – Dalam rangka menyambut perhelatan konferensi internasional, Binus Business School menggelar workshop khusus sebagai bagian dari rangkaian pre-conference. Acara strategis ini dijadwalkan berlangsung di Kampus Binus University Alam Sutera, Tangerang, pada Selasa, 14 Juli 2026.

Workshop ini menghadirkan akademisi, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., yang bertindak sebagai narasumber. Selain mengemban amanah sebagai Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, ia juga aktif sebagai Editor IGI Publisher serta tugas Distinguished Professor di North Bangkok University, Thailand. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan cakrawala baru bagi para peserta dalam memetakan riset kontemporer.
Penyelenggaraan workshop ini agenda akademik, juga wujud nyata dari komitmen kolaborasi yang telah dibangun sebelumnya. Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dari komitmen tertulis yang telah disepakati kedua belah pihak.

“Workshop hari ini merupakan implementasi nyata dari Letter of Intent (LoI) yang sudah ditandatangani antara Binus University dengan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan beberapa waktu lalu,” ujar Ismail di sela-sela persiapan acara. Lebih lanjut, Ismail menyampaikan pandangannya mengenai esensi dari kemitraan akademis yang sehat.

Ia menyatakan rasa apresiasi dan kesyukuran yang mendalam karena kerja sama ini dapat terus berlangsung secara berkelanjutan melalui platform konferensi yang inklusif. Menurutnya, keberlanjutan adalah kunci utama dalam membangun ekosistem akademik yang berdampak luas.

Sebagai editor jurnal dan akademisi, Ismail juga menyoroti pentingnya aksesibilitas ilmiah bagi seluruh lapisan akademisi. Ia menjelaskan bahwa forum-forum ilmiah global sudah semestinya meruntuhkan sekat eksklusivitas agar para peneliti dari berbagai daerah, termasuk Indonesia Timur, dapat saling bertukar gagasan secara setara.

“Kita memerlukan ruang-ruang akademik yang inklusif, di mana kolaborasi riset tidak lagi memandang batasan geografis institusi, melainkan fokus pada kualitas kontribusi ilmiah yang dihasilkan,” tegas Distinguished Professor North Bangkok University tersebut.

Di sisi lain, pihak Binus Business School menyambut baik sinergi ini. Workshop pre-conference ini dirancang khusus untuk membekali para peserta baik dosen maupun peneliti muda dengan metodologi mutakhir serta strategi publikasi di jurnal internasional bereputasi.

Menutup pemaparannya, Ismail berharap agar momentum workshop di Kampus Alam Sutera ini memicu lahirnya proyek riset bersama (joint research) yang lebih masif ke depan. Ia mengutarakan harapannya agar luaran dari workshop ini tidak berhenti pada dokumen presensi saja, melainkan bermuara pada publikasi kolaboratif yang diakui dunia.

“Saya berharap sinergi ini terus bergulir. Setelah workshop ini, target kita adalah melahirkan publikasi-publikasi berkualitas yang mampu menjawab tantangan bisnis dan sosial di tingkat global,” pungkas Ismail optimis.

Dengan terlaksananya workshop ini, hubungan kelembagaan antara Binus University dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan semakin solid, sekaligus menegaskan peran aktif keduanya dalam penguatan dampak pendidikan tinggi Indonesia.

IMG-20260712-WA0038

Jawa Barat dan Selangor Malaysia Perkuat Kolaborasi Ekonomi Melalui SIBS@ASEAN 2026, Sulawesi Diusulkan Jadi Pelaksana Bersama Tahun Depan

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Indonesia) dan Pemerintah Negara Bagian Selangor (Malaysia) resmi meluncurkan Selangor International Business Summit, SIBS@ASEAN 2026 Edisi Bandung. Pertemuan bisnis tingkat regional yang berlangsung selama dua hari di Bandung pada 9–10 Juli 2026 ini dihadiri oleh 425 delegasi, terdiri dari 225 delegasi asal Malaysia dan 200 delegasi dari Indonesia.

Forum strategis ini bertujuan untuk membuka peluang kerja sama perdagangan dan investasi bilateral, mendorong investasi di sektor industri, serta membangun kemitraan jangka panjang di tingkat ASEAN. Di tengah jalannya forum, kehadiran akademisi sekaligus tokoh pendidikan nasional, Ismail Suardi Wekke, memberikan warna baru pada arah kolaborasi regional ini.

Hadir langsung dalam acara tersebut, Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan mengapresiasi tinggi sinergi yang terbangun antara Jawa Barat dan Selangor. Tidak sekadar hadir, ia secara resmi mengusulkan agar Sulawesi dapat digandeng sebagai pelaksana bersama (co-host) untuk penyelenggaraan SIBS@ASEAN di tahun berikutnya.

Usulan ini dinilai strategis untuk memperluas jangkauan kerja sama ekonomi dan pendidikan ke wilayah Indonesia Timur, sekaligus membuka gerbang investasi baru yang lebih inklusif bagi Malaysia di sektor maritim, komoditas unggulan, dan pengembangan kapasitas SDM.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya atas terpilihnya Jawa Barat sebagai tuan rumah SIBS 2026. Ia menekankan bahwa Malaysia merupakan salah satu investor terbesar bagi Jawa Barat, dengan realisasi investasi mencapai Rp47 triliun dalam lima tahun terakhir, serta menyumbang 12,5% dari total kunjungan wisatawan mancanegara.

Menteri Besar Selangor, Dato’ Seri Amirudin Shari, juga berharap agar pertemuan ini melahirkan tindak lanjut nyata yang berkelanjutan dari para pelaku usaha kedua belah pihak.nSebagai wujud konkret, acara ini diwarnai dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) penting, di antaranya:Wanita Berdaya Selangor (WBS) dengan BAPPENAS, Tourism Selangor dengan Batik Air dan ASITA.Letter of Intent (LoI) antara GreatAsic Technology dan Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDeC).

Selain memaparkan potensi kawasan Rebana Metropolitan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Jabar Dedi Taufik serta Helmy Yahya, ajang SIBS@ASEAN 2026 kali ini juga menghadirkan Selangor Medical Tourism and Education Expo yang menampilkan 30 booth layanan kesehatan dan pendidikan tinggi, mempertegas bahwa kolaborasi ini tidak hanya bergerak di sektor industri, melainkan juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat serumpun.

IMG-20260712-WA0027

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Jadi Panggung NASA Space Apps Challenge 2026, Pacu Inovasi Global dari Daerah

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi menjadi salah satu pusat penyelenggaraan NASA International Space Apps Challenge 2026, kompetisi inovasi berbasis data terbuka terbesar di dunia. Rangkaian kegiatan akan berlangsung sejak Juni 2026 hingga November 2026, membuka peluang bagi mahasiswa, pelajar, peneliti, hingga komunitas teknologi di Sulawesi Tenggara untuk berkolaborasi menyelesaikan tantangan global menggunakan data terbuka milik NASA.

Penunjukan IAI Rawa Aopa sebagai mitra lokal menandai semakin besarnya peran perguruan tinggi di daerah dalam membangun ekosistem inovasi berkelas dunia. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga ruang kolaborasi lintas disiplin yang mempertemukan sains, teknologi, lingkungan, dan humaniora dalam merumuskan solusi nyata bagi berbagai persoalan global.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang juga bertindak sebagai Local Partner NASA Space Apps Challenge 2026, Ismail Suardi Wekke, mengatakan bahwa kepercayaan tersebut merupakan kesempatan besar bagi generasi muda Indonesia Timur untuk menunjukkan kapasitasnya di tingkat internasional.

“Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukan halangan untuk berinovasi di level dunia. Melalui ajang ini, mahasiswa dan komunitas lokal bisa langsung berinteraksi dengan tantangan global,” ujar Ismail Suardi Wekke saat ditemui awak media, Minggu (12/7/2026).

Menurut Ismail, panitia lokal telah menyiapkan berbagai tahapan pendukung agar peserta mampu bersaing secara optimal. Sosialisasi, lokakarya, pendampingan teknis, hingga pembentukan tim akan dilaksanakan secara bertahap sejak Juni hingga Oktober 2026 sebelum memasuki puncak hackathon internasional pada November mendatang.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan IAI Rawa Aopa tidak semata-mata menjadi tuan rumah penyelenggaraan, tetapi juga mendorong lahirnya budaya kolaborasi lintas disiplin ilmu. Data satelit dan berbagai sumber data terbuka NASA diharapkan mampu melahirkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari sektor pertanian, perubahan iklim, hingga mitigasi bencana.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peserta, pihak kampus akan membuka laboratorium komputer serta fasilitas jaringan internet selama rangkaian kegiatan berlangsung. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat proses inkubasi ide sehingga karya peserta memiliki daya saing saat dinilai oleh panel juri internasional.

Keikutsertaan IAI Rawa Aopa dalam NASA International Space Apps Challenge 2026 juga menjadi momentum penting bagi Sulawesi Tenggara untuk tampil sebagai salah satu pusat pengembangan talenta digital di Indonesia Timur. Melalui kolaborasi global ini, kampus berharap semakin banyak inovator muda yang lahir dari daerah dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian berbagai persoalan dunia berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Target kami bukan sekadar memenangkan kompetisi, melainkan menumbuhkan kultur riset berbasis data di Indonesia Timur. NASA menyediakan datanya, dan tugas kita adalah merumuskan solusi nyata untuk pertanian, iklim, hingga mitigasi bencana di sekitar kita,” tegas Ismail Suardi Wekke.

IMG-20260712-WA0001

Menjadi Penguatan Kapasitas Mahasiswa, Pimpinan IAI Rawa Aopa Berkunjung ke Jimly School

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Dalam upaya strategis meningkatkan mutu akademis dan memperluas daya saing mahasiswa di bidang hukum, pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melakukan kunjungan ke Jimly School of Law and Government di Jakarta. Kunjungan ini bertepatan dengan momentum penguatan sinergi nasional, Jumat (9/7/2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi langkah nyata institusi dalam mengadopsi model fasilitasi pembelajaran hukum yang aplikatif. Melalui jejaring strategis dengan lembaga pendidikan hukum terkemuka seperti Jimly School yang didirikan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, IAI Rawa Aopa berkomitmen membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa dalam menguasai praktik hukum kontemporer.

“Penguatan kapasitas mahasiswa tidak boleh hanya bertumpu pada teori di dalam kelas, melainkan harus diintegrasikan dengan ekosistem praktik profesional agar melahirkan lulusan yang berintegritas dan siap menjawab tantangan penegakan hukum di daerah maupun nasional,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Langkah IAI Rawa Aopa ini selaras dengan komitmen Kementerian Agama RI dan organisasi profesi dalam membangun ekosistem keadilan terpadu berbasis triple helix—menghubungkan dunia akademik, pemerintah, dan praktisi. Sinergi ini dirancang untuk memfasilitasi berbagai program berkelanjutan, mulai dari Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), program praktisi mengajar, magang klinis, hingga pembentukan klinik bantuan hukum.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, dalam berbagai kesempatan forum hukum nasional menegaskan pentingnya keterlibatan aktif perguruan tinggi keagamaan untuk melahirkan penegak hukum yang kompeten dan beretika tinggi. Bagi IAI Rawa Aopa, penjajakan dan kunjungan ke lembaga-lembaga bereputasi di Jakarta menjadi tonggak penting dalam mempercepat peningkatan mutu akademik.

Langkah ini sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai inovator sosial yang mampu mencetak lulusan berdaya saing global dengan basis nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal yang kokoh.

IMG-20260711-WA0007

Muktamar Al Washliyah Resmi Ditutup, Pimpinan IAI Rawa Aopa Sampaikan Selamat Bekerja kepada Ketua Umum Terpilih

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta Timur – Perhelatan akbar Muktamar Al Jam’iyatul Washliyah secara resmi ditutup pada Kamis malam (9/7/2026). Acara yang berlangsung khidmat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur tersebut berhasil melahirkan kepemimpinan baru yang siap membawa organisasi keagamaan ini menghadapi tantangan zaman.

Pasca-terpilihnya Ketua Umum yang baru, berbagai ucapan selamat dan harapan mulai mengalir dari berbagai tokoh akademisi dan praktisi pendidikan. Salah satunya datang dari Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang hadir langsung di lokasi acara.
Ismail Suardi Wekke menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kelancaran seluruh rangkaian muktamar.

Ismail menilai momentum ini sebagai tonggak awal bagi Al Washliyah untuk terus memperkuat kontribusinya di bidang pendidikan dan dakwah Islam di Indonesia. “Kami bersama-sama dengan civitas akademika IAI Rawa Aopa mengucapkan selamat bekerja kepada Ketua Umum terpilih. Semoga amanah besar ini dapat dijalankan dengan penuh integritas demi kemajuan umat,” ujar Ismail di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis malam (9/7/2026).

Lebih lanjut, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa tersebut juga menyatakan kesiapan lembaga pendidikannya untuk bersinergi. Menurutnya, kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan organisasi kemasyarakatan Islam seperti Al Washliyah sangat krusial dalam mencetak generasi muda yang unggul secara intelektual dan spiritual.

Sinergi ini dinilai penting agar program-program strategis kemasyarakatan yang dirumuskan dalam muktamar dapat diimplementasikan secara konkret di tingkat daerah, termasuk di Sulawesi Tenggara. Ismail menekankan bahwa tantangan keumatan ke depan akan semakin kompleks, terutama dalam menjaga moderasi beragama dan meningkatkan kualitas pendidikan.

“Dunia pendidikan dan organisasi Islam harus berjalan beriringan. Kami optimis di bawah nakhoda baru, Al Washliyah akan semakin progresif dalam menjawab tantangan zaman modern ini,” pungkasnya di akhir wawancara.
Penutupan muktamar ini menandai dimulainya babak baru bagi kepengurusan Al Washliyah. Acara yang berakhir menjelang tengah malam tersebut ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kesuksesan pengurus yang baru terpilih.

IMG-20260710-WA0040

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Suarakan Pentingnya Mutu Global di Selangor Business Summit

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Koridor kerja sama akademik antara Indonesia dan Malaysia memasuki babak baru. Melalui gelaran International Education Forum yang menjadi bagian dari rangkaian Selangor Business Summit, para akademisi dan pimpinan perguruan tinggi dari kedua negara berkumpul untuk merumuskan langkah strategis. Pertemuan tingkat tinggi ini berlangsung khidmat di Hotel Pullman Bandung pada Kamis, (9/7/2026).

Fokus utama dalam forum tersebut adalah pembahasan mengenai rencana tindak lanjut program gelar ganda (double degree) yang diharapkan dapat mempercepat peningkatan mutu lulusan di kedua negara. Hadir sebagai salah satu tokoh sentral, Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke.

Dalam pandangannya, Ismail menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan sebuah jembatan nyata bagi masa depan generasi muda.
“Program double degree ini adalah langkah konkret untuk menyatukan potensi akademik dua negara serumpun. Kita tidak hanya bertukar mahasiswa, tetapi juga menyelaraskan standar kompetensi global,” ujar Ismail di sela-sela acara.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa implementasi program ini harus segera dikonkretkan agar kurikulum antara perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia dapat saling melengkapi. Menurutnya, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sendiri berkomitmen penuh untuk menjadi bagian dari ekosistem pendidikan internasional ini demi membuka cakrawala baru bagi mahasiswa di daerah.

Forum ini juga dihadiri Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang bertindak sebagai pembicara panel. Dalam pemaparannya, Rektor IPDN menyoroti pentingnya integrasi ilmu tata kelola pemerintahan dengan wawasan internasional dalam menghadapi tantangan global yang kian kompleks.

“Transformasi pendidikan tinggi di era sekarang menuntut kita untuk keluar dari zona nyaman dan membangun jejaring lintas negara yang kokoh,” kata Rektor IPDN saat memaparkan materinya di depan forum.

Ia juga menambahkan bahwa lembaga pendidikan kedinasan seperti IPDN sangat terbuka terhadap kolaborasi strategis yang mampu memperkaya perspektif para praja, terutama dalam memahami tata kelola publik di tingkat regional ASEAN.
Pertemuan yang diinisiasi sebagai bagian dari Selangor Business Summit ini menghasilkan beberapa poin kesepakatan penting, termasuk pembentukan tim kerja bersama untuk merumuskan regulasi teknis double degree.
Menutup pernyataannya kepada media, Ismail Suardi Wekke mengingatkan bahwa tantangan terbesar berada pada tahap eksekusi pasca-forum.

“Tantangan kita ke depan adalah birokrasi dan penyelarasan kredit akademik. Namun, dengan semangat persaudaraan yang kuat di forum ini, saya optimis dokumen kerja sama ini akan segera mewujud jadi aksi nyata di ruang-ruang kelas,” pungkas Ismail optimis.