Mahasiswa KKA Ikut Memeriakan Acarah Defile, Unaaha Kabupaten Konawe

[5 Agustus 2026] Mahasiswa KKA desa larowiu kecamatan meluhu dan Warga Bersinergi Meriahkan Parade Defile Kecamatan di Kabupaten Konawe Keikutsertaan barisan gabungan mahasiswa Kuliah Kerja amalia (KKA) bersama jajaran aparat desa dan masyarakat dalam parade parade defile resmi.

Parade ini dilangsungkan di jalan poros utama kecamatan, melintasi landmark daerah setempat termasuk di depan salah satu masjid ikonik di wilayah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2026, bertepatan dengan momentum pelaksanaan rangkaian festival olahraga, seni, atau peringatan hari besar daerah di tingkat kecamatan.
Untuk membangun sinergi, mempererat tali silaturahmi serta kekompakkan

Rapat Antar Mahasiswa Dan Aparat Desa, Dengan Tujuan Membahas Program Kerja

04 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Posko 6 Desa larowiu,Kecamatan Meluhu, melaksanakan kegiatan program kerja (proker) kepada masyarakat Desa larowiu . Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa larowiu dan dihadiri oleh Kepala Desa larowiu ,bapak A.samiarjda bersama sejumlah aparat desa.

 

Pemaparan program kerja menjadi salah satu tahapan penting bagi mahasiswa KKA dalam memulai rangkaian kegiatan pengabdian di Desa larowiu . Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selama masa KKA, sekaligus membuka ruang diskusi bersama pemerintah desa dan masyarakat.

 

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Melalui pemaparan dan diskusi, mahasiswa menerima masukan serta arahan

 

ADKI (ISW)

Deklarasi Asosiasi Dosen Keagamaan Indonesia di Hari Kemerdekaan, Pimpinan IAI Rawa Aopa Sambut dengan Apresiasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari — Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 menjadi tonggak penting bagi akademisi perguruan tinggi keagamaan. Bertepatan dengan peringatan kemerdekaan 17 Agustus 2026, deklarasi pembentukan Asosiasi Dosen Keagamaan Indonesia (ADKI) digelar, menandai langkah strategis dalam penguatan kapasitas riset dan advokasi profesi dosen keagamaan secara nasional.

Langkah bersejarah tersebut disambut antusias oleh pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa. Wakil Rektor IAI Rawa Aopa menyampaikan apresiasi mendalam atas terbentuknya wadah profesi yang dinilai relevan dengan tantangan pendidikan tinggi keagamaan saat ini.

“Momen 17 Agustus membawa semangat independensi dan pembaruan. Hadirnya Asosiasi Dosen Keagamaan Indonesia di hari kemerdekaan ini menjadi energi baru bagi para dosen keagamaan di seluruh nusantara untuk semakin solid, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi peradaban bangsa,” ungkap Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Senin (17/8/2026).

Pihak pimpinan IAI Rawa Aopa menegaskan bahwa pembentukan asosiasi ini memiliki beberapa fokus penting:

  • Penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi: Mendorong kolaborasi riset lintas kampus, publikasi jurnal bereputasi, serta pengabdian masyarakat berbasis moderasi beragama.
  • Pengembangan Profesionalisme: Menjadi ruang peningkatan kompetensi pedagogik, digital, dan kepangkatan akademik dosen keagamaan.
  • Jejaring dan Advokasi: Menyediakan wadah aspirasi bersama bagi sivitas akademika perguruan tinggi keagamaan swasta maupun negeri di seluruh daerah.
Dengan dideklarasikannya asosiasi tersebut, IAI Rawa Aopa menyatakan kesiapan penuh untuk berkolaborasi dan berkontribusi aktif dalam berbagai program strategis yang diinisiasi Asosiasi Dosen Keagamaan Indonesia ke depan.
Alih Status (ISW)

IAI Rawa Aopa Siap Transformasi ke Universitas Islam Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, — Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyatakan kesiapannya untuk bertransformasi menjadi Universitas Islam Rawa Aopa Konawe Selatan. Komitmen alih status kelembagaan ini menjadi agenda dalam Rapat Pimpinan (Rapim) yang berlangsung di Kampus Andoolo, Jumat (14/8/2026).

Rapat kerja intensif yang dimulai sejak pukul 08.00 hingga 15.00 WITA tersebut menindaklanjuti arahan langsung dari jajaran Dewan Pembina dan Ketua Yayasan perihal peningkatan mutu perguruan tinggi dengan salah satunya kegiatan alih status dari institut ke universitas.

Merespons agenda rapat tersebut, Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, langsung merespon dengan akselerasi langkah teknis melalui pembentukan tim kerja. Tim ini akan bertugas menyusun dokumen kelayakan akademik, penguatan tata kelola, hingga pemenuhan regulasi alih bentuk sesuai standar kementerian terkait.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan hal yang sama terkait dengan penetapan langkah strategis tersebut saat memberikan keterangan di Kampus 3 IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Kota Kendari, Sabtu (15/8/2026).

“Transformasi menjadi Universitas Islam Rawa Aopa merupakan respons nyata institusi terhadap kebutuhan pembangunan sumber daya manusia di Indonesia, tidak lagi di Indonesia Timur saja. Arahan dari Dewan Pembina dan Ketua Yayasan langsung disambut dengan langkah konkret melalui penetapan panitia kerja oleh Bapak Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan,” terang Ismail.

Ismail menambahkan, transformasi ini akan mencakup akselerasi sumber daya manusia untuk menjamin kesiapan sarana-prasarana serta kapasitas dosen dalam mendukung pembukaan program-program studi baru lintas disiplin di masa mendatang.

China (ISW)

IAI Rawa Aopa Siap Berpartisipasi Dalam The 23rd China-ASEAN Expo, 17-21 September 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta — Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa memastikan akan berpartisipasi aktif dalam pameran internasional bergengsi The 23rd China–ASEAN Expo (CAEXPO) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 17–21 September 2026 di Nanning International Convention and Exhibition Center, Nanning, Tiongkok. Keikutsertaan institusi pendidikan tinggi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi akademik, riset terapan, serta pengembangan potensi ekonomi dan industri halal di kancah global.

Kesiapan dan keterlibatan IAI Rawa Aopa ini sejalan dengan agenda nasional yang diusung Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI. Sebelumnya, Kemendag telah menggelar acara Kick-off Partisipasi Indonesia pada CAEXPO 2026 di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada 13 Maret 2026.

Dalam sambutannya pada acara kick-off tersebut, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, menyampaikan bahwa CAEXPO 2026 merupakan platform ideal yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai elemen bangsa, termasuk akademisi dan pelaku usaha lokal, untuk memperkenalkan produk unggulan serta inovasi masa depan.

“CAEXPO 2026 dapat dimanfaatkan pelaku usaha dan lembaga strategis untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan Indonesia sekaligus memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, dan industri antara Indonesia dan Tiongkok,” tegas Puntodewi.

Pada gelaran tahun ini, Paviliun Indonesia direncanakan menempati Hall D5 dengan area seluas 2.000 m². Indonesia akan menampilkan tiga paviliun utama sebagai representasi kekuatan ekonomi, potensi unggulan daerah, serta inovasi nasional. Kehadiran IAI Rawa Aopa di ajang ini diharapkan mampu menampilkan karya riset inovatif, produk binaan UMKM, serta gagasan pengembangan SDM daerah yang siap bersaing di pasar ASEAN dan Tiongkok.

Kegiatan Kick-off CAEXPO 2026 sendiri diisi oleh sesi paparan dan testimoni dari berbagai tokoh lintas sektor, seperti Wakil Ketua Umum Bidang Diplomasi Multilateral Kadin Indonesia Andi Anzhar Cakra Wijaya; perwakilan PT Pandu Arjuna Nusantara (PAR) Indonesia Guspiabri Sumowigeno; Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) Sarwoto Atmosutarno; perwakilan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Provinsi Kalimantan Utara Heri Siampa; serta Officer II Small and Medium Enterprise Partnership Program Pertamina Ujang Supriadi.

Melalui sinergi antara kementerian, lembaga, pemerintah daerah, asosiasi, dan perguruan tinggi seperti IAI Rawa Aopa, Indonesia optimistis dapat mengoptimalkan peluang kerja sama ekonomi dan investasi internasional sepanjang gelaran CAEXPO 2026 mendatang.

Ismail Suardi Wekke, Wakil rektor di Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2026 menyatakan kesiapan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam mengikuti kegiatan tersebut. “Usai KKN yang sementara dilaksanakan, maka hasil-hasil KKN dan juga KKA itu, akan didiseminasikan di tingkat internasional,” pungkas Ismail. (*)

KKA Tudameaso

HMJ HTN IAI Rawa Aopa Bersama Kepala Desa Sambahule Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Rumah

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Tata Negara (HTN) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa bersama Kepala Desa Sambahule menyalurkan bantuan sosial kepada keluarga korban kebakaran rumah di lokasi kebakaran, Desa Sambahule, Kecamatan Baito, Kabupaten Konawe Selatan, Selasa (4/8/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum HMJ HTN IAI Rawa Aopa, Hendarwan Supriyadi, dan diterima oleh Ibu Neni Astrianingsih, istri dari Ali Takdir, yang rumahnya hangus dilalap api.

Kegiatan kemanusiaan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah. Penyaluran bantuan juga menjadi wujud sinergi antara organisasi kemahasiswaan dengan Pemerintah Desa Sambahule dalam membantu warga yang membutuhkan.

Ketua Umum HMJ Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa, Hendarwan Supriyadi, berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi keluarga korban.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga korban dan menjadi bukti bahwa kepedulian serta gotong royong masih hidup di tengah masyarakat,” ujar Hendarwan.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari komitmen HMJ HTN IAI Rawa Aopa untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam kegiatan akademik, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi sesama.

Sementara itu, keluarga korban menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada HMJ Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa bersama Pemerintah Desa Sambahule atas perhatian dan bantuan yang diberikan.

Kepala Desa Sambahule turut mengapresiasi kepedulian mahasiswa yang telah bersinergi dengan pemerintah desa dalam membantu warganya yang tertimpa musibah.

Melalui kegiatan ini, HMJ Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan pengabdian.

Kolaborasi bersama Pemerintah Desa Sambahule diharapkan dapat memperkuat semangat kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong dalam membantu warga yang sedang menghadapi musibah.

Aksi kemanusiaan di Pertigaan Pasar Palangga menjadi wujud kepedulian mahasiswa HTN IAI Rawa Aopa terhadap warga yang terdampak musibah kebakaran Rumah di Kecamatan Baito

Peduli Sosial Mahasiswa HTN IAI Rawa Aopa, Galang Dana untuk Korban Kebakaran di Baito

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Tata Negara (HTN) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu korban kebakaran rumah di Kecamatan Baito, Kabupaten Konawe Selatan, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di pertigaan Pasar Palangga itu dipimpin Ketua HMJ HTN Hendarwan Supriyadi, didampingi Sekretaris Umum Yusdar bersama sejumlah pengurus HMJ HTN.

Aksi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat yang turut memberikan donasi secara sukarela.

Ketua HMJ HTN Hendarwan Supriyadi mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

“Kami ingin hadir dan berbagi untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang menjadi korban kebakaran,” ujar Hendarwan.

Seluruh dana yang terkumpul diserahkan kepada Bendahara Umum HMJ HTN untuk didata, kemudian dilaporkan kepada Wakil Rektor III IAI Rawa Aopa selaku pembina HMJ sebagai bentuk transparansi sebelum disalurkan kepada para korban.

Wakil Rektor III IAI Rawa Aopa mengapresiasi aksi sosial yang dilakukan mahasiswa.

“Ini adalah wujud kepedulian dan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi para korban,” katanya.

Penggalangan dana berlangsung tertib dan mendapat dukungan dari masyarakat yang melintas di pertigaan Pasar Palangga. Bantuan yang terkumpul selanjutnya akan disalurkan kepada korban kebakaran di Kecamatan Baito.

ISOFSEAS (ISW)

Usai FGD, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Bersiap Laksanakan ISOFSEAS Bersama UniSZA Malaysia

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari — Usai sukses menggelar Focus Group Discussion (FGD) antara Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan dengan Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia, kini bersiap melangkah ke panggung akademis internasional. Perguruan tinggi keagamaan Islam di Sulawesi Tenggara ini menggalang kolaborasi strategis bersama UniSZA untuk menyelenggararakan The International Student Symposium on Frontiers of Southeast Asia (ISOFSEAS).

Simposium mahasiswa internasional yang telah konsisten dilaksanakan sejak tahun 2016 ini kini resmi memasuki penyelenggaraan tahun ke-11. Kepastian dan pematangan agenda tersebut didiskusikan dalam pertemuan koordinasi secara daring yang berlangsung pada Rabu (29/7/2026).

Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kunci dari kedua institusi. Dari pihak UniSZA Malaysia, hadir Timbalan Naib Canselor (Wakil Rektor), Dekan Fakulti Undang-Undang dan Hubungan Antarabangsa, serta jajaran International Centre. Sementara delegasi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dipimpin oleh Wakil Rektor, didampingi Penanggung Jawab Kampus Kendari, serta perwakilan dosen.

Penyelenggaraan ISOFSEAS edisi ke-11 ini menandai sejarah penting keterlibatan IAI Rawa Aopa dalam konsorsium simposium mahasiswa bereputasi regional tersebut. Forum ini dirancang khusus untuk memfasilitasi mahasiswa dan peneliti muda dalam mendiseminasikan gagasan ilmiah terkait dinamika Asia Tenggara.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menegaskan pentingnya kolaborasi ini bagi penguatan kapasitas mahasiswa:

“Menjelang edisi ke-11 ISOFSEAS, keterlibatan IAI Rawa Aopa merupakan langkah nyata untuk membawa mahasiswa kami ke panggung dunia. Kolaborasi dengan UniSZA ini membuktikan bahwa institusi kita siap memfasilitasi riset mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat regional Asia Tenggara.”

Ia menguraikan bahwa hasil dari FGD yang telah dilaksanakan sebelumnya menjadi bahan penyusunan topik-topik strategis yang akan ditawarkan kepada para peserta simposium. Menurutnya, kesiapan internal kampusnya sangat matang untuk menyambut simposium bereputasi ini.

Sementara itu, Timbalan Naib Canselor UniSZA mengapresiasi rekam jejak panjang ISOFSEAS yang terus bertahan dan berkembang sejak 2016:

“ISOFSEAS telah membuktikan keberlanjutannya selama lebih dari satu dekade sebagai wadah bertukar pikiran bagi generasi muda. Sinergi bersama IAI Rawa Aopa akan memberikan warna baru dan memperluas jangkauan dampak akademis simposium ini di kawasan.”

Dekan Fakulti Undang-Undang dan Hubungan Antarabangsa UniSZA turut menyatakan kesediaan untuk menjadi mitra dalam kegiatan mendatang:

Selanjutnya Dekan FUHA UniSZA menyampaikan “Isu-isu perbatasan dan masa depan Asia Tenggara memerlukan gagasan segar dari para mahasiswa. Melalui ISOFSEAS, kami mendorong integrasi antara kajian hukum, hubungan internasional, serta nilai-nilai keislaman untuk menjawab tantangan kawasan.”

Selaras dengan hal tersebut, perwakilan International Centre UniSZA menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal manajemen pendaftaran peserta dari berbagai negara serta dukungan teknis pelaksanaan simposium secara internasional.

Dari pihak IAI Rawa Aopa, Penanggung Jawab Kampus Kendari menjelaskan bahwa Kampus Kendari siap menjadi pusat kendali operasional dan penyediaan fasilitas pendukung bagi kelancaran seluruh rangkaian kegiatan ISOFSEAS.

Perwakilan dosen IAI Rawa Aopa yang hadir juga menambahkan bahwa para dosen saat ini aktif memberikan pendampingan intensif kepada mahasiswa yang akan mengirimkan abstract dan makalah. Diharapkan karya-karya ilmiah mahasiswa IAI Rawa Aopa dapat memberikan kontribusi pemikiran yang signifikan dalam simposium internasional edisi ke-11 tersebut.

Kendari (ISW)

Persiapan KKA, Dewan Pembina Sampaikan Arahan untuk Tranformasi Budaya Kerja

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari — Menyambut pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), civitas akademika Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar rapat koordinasi panitia bersama jajaran dosen dan tenaga kependidikan. Pertemuan strategis yang berlangsung di Kampus III (Kampus Penghubung) Kendari pada Kamis (30/7/2026) tersebut berfokus pada penguatan tata kelola lembaga serta percepatan transformasi budaya kerja di lingkungan kampus.

Ketua Dewan Pendiri sekaligus Dewan Pembina Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri Konawe Selatan, Al Asri, M.Si., hadir secara langsung memberikan arahan komprehensif. Dalam pandangannya, kesiapan pelaksanaan KKA harus beriringan dengan pembenahan mindset, profesionalisme, serta peningkatan integritas seluruh pengelola perguruan tinggi.

Dalam forum koordinasi tersebut, Al Asri menegaskan bahwa program KKA memegang peranan kunci dalam mengukur kualitas pengabdian institusi kepada masyarakat. Ia mengimbau seluruh panitia dan tenaga pengajar untuk mengawal jalannya kegiatan dengan komitmen penuh.

“KKA bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan etalase utama kualitas tata kelola dan dedikasi akademis kampus kita di tengah masyarakat,” ujar Al Asri di hadapan peserta rapat.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam bekerja demi merespons dinamika pendidikan tinggi modern. Menurutnya, keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kesiapan internal dalam beradaptasi dan berinovasi.

“Setiap dosen dan tenaga kependidikan harus berani keluar dari zona nyaman; transformasi budaya kerja yang disiplin, inovatif, dan berintegritas adalah harga mati,” tegasnya.

Al Asri juga berpesan agar seluruh civitas akademika menyadari peran strategis mahasiswa yang diturunkan ke masyarakat. Setiap program kerja di lapangan diharapkan mampu mencerminkan nilai keunggulan institusi secara konsisten.

“Kita tidak hanya melepas mahasiswa ke lapangan, tetapi kita sedang mengutus duta-duta perubahan yang membawa nama baik dan nilai-nilai keunggulan IAI Rawa Aopa,” tambahnya.

Selain memberikan imbauan secara langsung, Al Asri menekankan pentingnya penyelarasan antara perencanaan akademik dan eksekusi administratif. Ia menjelaskan bahwa pelayanan publik serta administrasi kampus yang efektif dan responsif akan menjadi fondasi utama dalam mendukung tercapainya sasaran KKA yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Guna menunjang kelancaran seluruh proses tri dharma perguruan tinggi, pihak yayasan berkomitmen penuh untuk terus memperkuat ketersediaan fasilitas, sarana penunjang, serta pengembangan sistem tata kelola secara berkelanjutan. Dukungan infrastruktur ini diharapkan dapat mempermudah koordinasi lintas unit kerja di lingkungan IAI Rawa Aopa.

Di akhir arahannya, Al Asri menginstruksikan seluruh jajaran kepanitiaan untuk menjalankan sistem evaluasi secara berkala pada setiap tahapan kegiatan KKA. Langkah ini dinilai sangat krusial untuk memastikan bahwa seluruh program pengabdian yang dirancang tetap relevan, terukur, dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di wilayah sasaran. Pertemuan di Kampus III Kendari ini kemudian dilanjutkan dengan pembahasan teknis operasional hingga penutupan agenda koordinasi.