IMG-20260403-WA0004

Pimpinan IAI Rawa Aopa Tekankan Pentingnya Desain Pembelajaran Bahasa dalam Partisipasi Simposium di Marok

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Simposium ALIF yang berlangsung pada 27-28 Maret 2026 di Maroko resmi dibuka dengan malam jejaring yang hangat dan alunan musik tradisional yang meriah. Memasuki hari kedua, suasana akademik semakin kental saat para peserta menyimak aspirasi mahasiswa yang menjadi titik tolak diskusi mengenai cara mendorong pembelajar keluar dari zona nyaman mereka menuju kontak nyata dengan bahasa, budaya, dan masyarakat lokal.

Isu mengenai realitas multibahasa di Maroko, keseimbangan antara Bahasa Arab Fusha (MSA) dan Darija, hingga peran pembelajaran berbasis pengalaman menjadi topik hangat yang terus bergulir sepanjang pertemuan. Kegiatan yang dilaksanakan oleh konsorsium perguruan tinggi berlangsung dua hari di Maroko.

Di tengah diskusi yang dinamis tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menekankan bahwa kunci utama dari efektivitas studi di luar negeri adalah niat yang terencana atau intentionality. Beliau berpendapat bahwa pembelajaran bahasa strategis dalam program luar negeri tidak terjadi secara kebetulan, melainkan harus melalui proses perancangan yang sistematis, terstruktur, dan peka terhadap konteks lokal.

Menurut Ismail, masa depan studi internasional di Maroko sangat bergantung pada seberapa baik institusi mampu membangun jembatan budaya yang kokoh.

“Kehadiran kami dalam simposium ini merupakan langkah konkret IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk memperluas cakrawala kerja sama internasional, khususnya dengan institusi pendidikan di Maroko yang memiliki kekayaan linguistik,” ujar Ismail Suardi Wekke, Ahad (29/3/2026).

Beliau kemudian menambahkan, “Kita harus memastikan bahwa setiap pertukaran mahasiswa bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan sebuah desain instruksional yang matang agar mereka mampu menyerap esensi budaya dan bahasa setempat secara mendalam.”

Di akhir sesi, Ismail menegaskan, “Kolaborasi dengan Maroko akan membuka pintu bagi pengembangan riset kolaboratif dan penguatan kompetensi bahasa Arab bagi sivitas akademika kami di Sulawesi Tenggara.”

Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa partisipasi IAI Rawa Aopa dalam Simposium ALIF ini bertujuan untuk memetakan potensi kemitraan strategis yang dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan institusi. Beliau menekankan perlunya pergeseran paradigma dalam pembelajaran bahasa di luar negeri, di mana aspek kenyamanan mahasiswa harus mulai ditantang dengan interaksi komunitas yang lebih bermakna.

Selain itu, Ismail juga menyampaikan optimisme terkait perluasan jaringan kerja sama ke wilayah Afrika Utara sebagai bagian dari rencana strategis kampus dalam meningkatkan daya saing global. Lebih lanjut, Ismail menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari misi besar IAI Rawa Aopa untuk memperluas kerja sama ke Maroko.

Ia melihat Maroko sebagai mitra strategis dalam pengembangan akademik, terutama dalam memperkuat metodologi pembelajaran bahasa Arab dan kajian keislaman. Dengan adanya kesepahaman yang terjalin dalam simposium ini, diharapkan akan lahir program-program kolaboratif yang mampu membawa mahasiswa dan dosen IAI Rawa Aopa terlibat lebih aktif dalam kancah pendidikan internasional yang inklusif dan transformatif.

IMG-20260401-WA0068

Menatap Masa Depan Sains: Pesan Inspirasi dari Webinar Women in Science IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan Bank BSN

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses menggelar webinar bertajuk “Women in Science” yang berkolaborasi dengan Bank BSN Cabang Kendari. Kegiatan ini menjadi momentum krusial dalam menyoroti peran strategis perempuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era modern. Dilaksanakan secara hybrid dari kampus IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Senin (16/3/2026).

Rektorat IAI Rawa Aopa menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam ranah saintifik bukan sekadar pemenuhan kuota, melainkan kebutuhan esensial bagi kemajuan inovasi daerah. Kolaborasi dengan sektor perbankan seperti Bank BSN juga diharapkan mampu membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis literasi digital dan sains bagi kaum perempuan.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi lintas sektor ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa melalui integrasi antara akademisi dan praktisi keuangan, hambatan struktural yang selama ini dihadapi ilmuwan perempuan dapat diminimalisir secara bertahap.

Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan dan sektor perbankan merupakan langkah konkret untuk memastikan keberlanjutan riset yang inklusif. Ia juga menyampaikan bahwa keterlibatan perempuan dalam dunia sains akan menjadi motor penggerak transformasi sosial di wilayah Konawe Selatan. Selain itu, beliau menambahkan bahwa pihak rektorat berkomitmen penuh untuk mengalokasikan sumber daya guna mendukung ekosistem akademik yang ramah bagi peneliti perempuan.

“Webinar ini adalah jembatan emas bagi para perempuan di Sulawesi Tenggara untuk membuktikan bahwa kontribusi mereka di dunia sains sejajar dengan peran mereka di sektor pembangunan lainnya,” ujar Ismail Suardi Wekke saat membuka sesi diskusi utama.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya dukungan finansial dan pendampingan dalam setiap inovasi yang dihasilkan. “Kami tidak ingin riset perempuan hanya berakhir di perpustakaan; dukungan Bank BSN adalah kunci agar inovasi tersebut memiliki nilai ekonomi dan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Ismail mengajak seluruh peserta untuk melihat sains sebagai instrumen pengabdian. “Sinergi hari ini menunjukkan bahwa Women in Science bukan sekadar tema seremonial, melainkan panggilan bagi kita semua untuk menciptakan keadilan akses dalam penguasaan teknologi,” pungkasnya.

Acara yang berlangsung secara hybrid ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga praktisi perbankan. Diskusi mengalir hangat dengan fokus pada tantangan serta peluang masa depan bagi perempuan dalam meniti karier di bidang sains dan teknologi.

IMG-20260314-WA0043

IAI Rawa Aopa dan GSB UKM Sepakati Kerjasama Akademik demi Pengembangan Ekonomi Islam

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas cakrawala akademik di kancah internasional. Seiring dengan momentum pembukaan dan pengembangan ekonomi syariah yang kian masif, IAI Rawa Aopa secara resmi menjalin kerjasama strategis dengan Graduate School of Business (GSB) Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk menyelaraskan kurikulum dan riset institusi dengan standar global di sektor ekonomi Islam.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan jembatan emas bagi institusi untuk meningkatkan kualitas lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri syariah saat ini. Ismail menyampaikan bahwa kerjasama dengan GSB UKM bukan sekadar seremoni di atas kertas, melainkan langkah konkret untuk menghadirkan atmosfer akademik internasional di Sulawesi Tenggara.

“Kita baru saja menerima SK untuk izin penerimaan mahasiswa program studi Ekonomi Syariah. Maka, sejak awal sudah disiapkan untuk melampaui standar nasional, sebagaimana panduan lembaga akreditasi mandiri,” papar Ismail Suardi Wekke yang menyatakan kegembiraannya seiring dengan kesediaan UKM untuk meneruskan kerjasama.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan langsung terkait urgensi kemitraan ini.

“Kerjasama ini adalah tonggak sejarah bagi IAI Rawa Aopa dalam memperkuat fondasi ekonomi syariah melalui sinergi pendidikan lintas negara,” tegas Ismail Suardi Wekke di Jakarta, Sabtu (14/3 2026).

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sangat optimis kolaborasi ini akan melahirkan riset-riset inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kajian ekonomi Islam yang lahir dari kampus ini memiliki standar kualitas yang dapat bersanding di dunia internasional, khususnya dari pakar di GSB UKM,” imbuhnya.

Selain pernyataan tersebut, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi beberapa poin penting secara tidak langsung. Beliau menjelaskan bahwa kemitraan ini diharapkan mampu membuka peluang pertukaran pelajar dan dosen yang akan memperkaya pengalaman akademik kedua belah pihak.

Selain itu, Ismail memaparkan bahwa pengembangan kurikulum ekonomi syariah di IAI Rawa Aopa nantinya akan banyak mengadopsi modul-modul mutakhir dari Malaysia yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat ekonomi Islam dunia. Ia pun menuturkan bahwa sinergi ini akan diarahkan pada penguatan tata kelola lembaga keuangan syariah di tingkat regional agar lebih profesional dan transparan.

Kerjasama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada level manajerial, tetapi juga merambah ke program-program pengabdian masyarakat berbasis ekonomi syariah. Dengan adanya dukungan dari GSB Universiti Kebangsaan Malaysia, IAI Rawa Aopa optimis dapat menjadi pusat keunggulan (center of excellence) dalam pengembangan ekonomi Islam di wilayah Indonesia Timur.

Terakhir, ia menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah mengintegrasikan kearifan lokal dengan praktik ekonomi global.

“Dengan dukungan GSB UKM, kami berkomitmen mencetak sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di pasar ekonomi syariah global tanpa melupakan akar budaya kita,” ujar Ismail.

IMG-20260314-WA0034

Wujud Kepedulian HMI IAI Rawa Aopa: Tebar Kebaikan di Bulan Suci Ramadhan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan, puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat IAI Rawa Aopa Cabang Konawe Selatan turun ke jalan untuk menggelar aksi sosial berbagi takjil. Kegiatan ini menyasar masyarakat dan pengguna jalan di Desa Motaha, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, Kamis (5/3/2026).

Aksi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam mempererat solidaritas serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.

Ketua HMI Komisariat IAI Rawa Aopa, Cabang Konawe Selatan, Muslim Hidayat R., menegaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mengamalkan nilai-nilai keislaman. Menurutnya, kepedulian sosial harus menjadi identitas yang melekat pada diri setiap kader HMI.

“Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian. Melalui kegiatan berbagi takjil ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat,” ujar Muslim dalam pernyataan resminya usai kegiatan.

Senada dengan hal tersebut, Muslim juga menyampaikan secara tidak langsung bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menjadi jembatan emosional antara kaum intelektual kampus dengan warga sekitar agar tercipta sinergi yang harmonis.

Keberhasilan agenda ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Ketua Panitia yang juga menjabat sebagai Ketua Kohati HMI Cabang Konawe Selatan, Putri Susanti, mengungkapkan bahwa dana kegiatan ini bersumber dari kontribusi kolektif.

Putri menyebutkan bahwa terselenggaranya pembagian takjil ini berkat adanya sumbangsih dari para alumni serta dukungan dari pihak birokrasi kampus IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Ia menambahkan bahwa suntikan dana yang diberikan sangat membantu kelancaran acara sehingga kegiatan dapat berjalan dengan sangat baik dan tertib.

Inisiatif para mahasiswa ini disambut hangat oleh warga setempat. Banyak pengendara yang merasa terbantu, terutama mereka yang masih menempuh perjalanan jauh saat waktu berbuka puasa tiba.

Salah satu pengguna jalan menyatakan apresiasinya terhadap mahasiswa yang dinilai peka terhadap kondisi lapangan, di mana akses mendapatkan penganan berbuka terkadang sulit bagi mereka yang masih di atas kendaraan.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, HMI Komisariat IAI Rawa Aopa berharap semangat berbagi tidak berhenti di bulan Ramadhan saja, namun terus tumbuh menjadi budaya di lingkungan kampus dan menginspirasi organisasi lain untuk menebar kebaikan serupa.

IMG-20260401-WA0061

Membangun Narasi Literasi, IAI Rawa Aopa Fasilitasi Pelatihan Menulis Berita Layak Muat Media

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bekerja sama dengan Kreasi Communication menyelenggarakan pelatihan menulis berita bertajuk Pesantren Jurnalistik 2026.

Kegiatan ini akan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Ahad, 15 Maret 2026. Pelatihan tersebut bertujuan mengasah kemampuan peserta dalam mengolah potensi dunia pesantren menjadi karya jurnalistik yang informatif dan edukatif.

Managing Director Kreasi Communication, Maya Sumitradilaga, mengatakan pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis terkait teknik penulisan berita sesuai standar media massa.

“Penguasaan literasi media menjadi keterampilan penting di era digital, baik untuk menyampaikan gagasan maupun memperluas jangkauan informasi,” ujar Maya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).

Ia menambahkan, peserta akan mendapatkan materi mulai dari penggalian ide berita, penerapan kaidah jurnalistik, hingga strategi agar tulisan dapat dipublikasikan di media cetak maupun daring.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurut dia, kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat literasi sekaligus mendukung penyebaran nilai-nilai Islam melalui tulisan.

“Kampus memiliki tanggung jawab untuk memastikan aktivitas akademik dan pesantren terdokumentasi dalam bentuk karya jurnalistik yang berkualitas,” kata Ismail.

Ia berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan menulis civitas akademika, sekaligus mendorong lahirnya kontributor berita yang mampu menyampaikan informasi secara objektif kepada masyarakat.

Pelatihan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Kegiatan akan menghadirkan wartawan senior Subroto Kardjo sebagai narasumber utama.

Subroto merupakan mantan Managing Editor Republika dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di dunia jurnalistik. Ia juga telah mengantongi Sertifikasi Wartawan Utama dari Dewan Pers.

Dalam sesi yang berlangsung pukul 14.00–16.00 WIB, Subroto akan berbagi pengalaman serta kiat menghasilkan tulisan yang akurat dan bernilai berita.

IMG-20260310-WA0032

Eratkan Tali Silaturahmi, Civitas Akademika IAI Rawa Aopa Konsel Gelar Buka Puasa Bersama di Konawe

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Civitas akademika Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan kelas Hybrid Konawe menggelar kegiatan buka puasa bersama dalam rangka mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan di bulan suci Ramadhan, Senin (9/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri oleh mahasiswa kelas Hybrid Konawe serta dosen pembimbing kelas Konawe, Ipri Yanti, S.Pd., M.Pd., Gr.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut menjadi salah satu agenda kebersamaan civitas akademika yang bertujuan untuk menumbuhkan nilai ukhuwah Islamiyah, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan dosen di lingkungan kampus. Momentum Ramadhan dimanfaatkan sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas serta membangun komunikasi yang lebih baik dalam suasana santai namun tetap penuh makna.

Sebelum waktu berbuka tiba, rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari dosen pembimbing  yang mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan, memperbanyak amal ibadah, dan menumbuhkan rasa kepedulian di bulan yang penuh berkah ini. Juga beliau menyampaikan beberapa pesan terkait perkuliahan dan beasiswa yang sedang diusulkan oleh pihak kampus ke pemerintah daerah kab. Konawe. Para mahasiswa terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut, yang tidak hanya menjadi ajang berbuka puasa, tetapi juga wadah mempererat hubungan kekeluargaan di antara civitas akademika.

Dosen pembimbing kelas Konawe, Ipri Yanti, S.Pd., M.Pd., Gr, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa kegiatan buka puasa bersama memiliki nilai positif dalam membangun kedekatan antara mahasiswa dan dosen.

“Ramadhan adalah momen terbaik untuk mempererat ukhuwah dan menumbuhkan semangat kebersamaan di antara kita sebagai civitas akademika,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa mendatang karena mampu memperkuat nilai kekeluargaan di lingkungan akademik. “Kebersamaan yang terbangun hari ini semoga menjadi energi positif bagi kita semua untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Rendi, menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan inisiatif mahasiswa untuk mempererat hubungan silaturahmi di antara seluruh civitas akademika kelas Hybrid Konawe.

“Kami berharap kegiatan buka puasa bersama ini dapat menjadi sarana memperkuat persaudaraan serta menumbuhkan semangat kebersamaan di antara mahasiswa dan dosen,” ungkapnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut sehingga dapat berjalan dengan lancar dan penuh kebersamaan.

“Terima kasih kepada seluruh teman-teman mahasiswa dan juga kepada Ibu dosen pembimbing yang telah berkenan hadir. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan dan semakin mempererat silaturahmi kita semua,” tuturnya.

Suasana penuh keakraban terlihat ketika mahasiswa dan dosen duduk bersama, berbincang santai, serta saling berbagi cerita dan pengalaman. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial semata, tetapi juga mampu memperkuat nilai kebersamaan, solidaritas, serta semangat kekeluargaan di lingkungan civitas akademika IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, khususnya bagi mahasiswa kelas Hybrid Konawe.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan hubungan antara mahasiswa dan dosen dapat terus terjalin dengan baik serta menciptakan suasana akademik yang harmonis dan penuh nilai-nilai keislaman.

IMG-20260310-WA0025

IAI Rawa Aopa Konsel Gelar Aksi Berbagi Nasi dan Takjil Ramadhan di Wilayah Konawe

Rawaaopakonsel.ac.id,Konawe Selatan – Civitas Akademika Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan Hybrid Konawe menggelar kegiatan berbagi takjil kepada 1masyarakat dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Senin (9/3/2026).

Kegiatan sosial tersebut diwujudkan dengan membagikan sebanyak 200 porsi nasi takjil kepada masyarakat dan para pengguna jalan menjelang waktu berbuka puasa.

Aksi berbagi ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial civitas akademika terhadap masyarakat sekitar, sekaligus sebagai upaya menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas di bulan yang penuh berkah.

Ipri Yanti selaku Dosen pembimbing civitas akademika IAI Rawa Aopa Konsel menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mengamalkan nilai-nilai keislaman, khususnya dalam meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian. Melalui kegiatan berbagi takjil ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, sekaligus mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat,” ujar Ipri Yanti selaku dosen pembimbing.

Selain itu, M. Anang syukur selaku ketua panitia kegiatan juga menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai unsur civitas akademika, mulai dari mahasiswa hingga dosen, yang secara bersama-sama turun langsung membagikan takjil kepada masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi bentuk kebersamaan civitas akademika dalam menebar kebaikan di bulan Ramadhan. Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat membawa keberkahan dan menjadi inspirasi untuk terus berbagi kepada sesama,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para penerima takjil mengapresiasi inisiatif civitas akademika yang dinilai turut membantu masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di lingkungan kampus serta menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama menebar kebaikan di bulan suci Ramadhan.

Ipri Yanti selaku dosen pembimbing Hybrid Konawe berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membangun nilai-nilai sosial, keagamaan, dan kemanusiaan di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan kali kedua kami melaksanakan kegiatan yang sama, dan semoga bisa berlanjut ke tahun tahun berikutnya” ujar Ipri Yanti Dosen pembimbing IAI Rawa Aopa.

IMG-20260308-WA0038

Dekan Fakultas Syari’ah Dampingi Mahasiswa Hukum IAI Rawa Aopa Berbagi di Baito

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Suasana sore di Kecamatan Baito, Kabupaten Konawe Selatan, tampak berbeda hari ini, Ahad (8/3/2026). Puluhan mahasiswa Program Studi Hukum Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa memadati area jalan untuk membagikan paket takjil kepada masyarakat dan pengendara yang melintas.

Kegiatan ini didampingi langsung oleh Dekan Fakultas Syari’ah serta jajaran Ketua Program Studi (Kaprodi), sebagai wujud nyata kepedulian kampus terhadap lingkungan sekitar di bulan Ramadan. Ketua Program Studi Hukum Tata Negara menjelaskan bahwa aksi turun ke jalan di Kecamatan Baito ini dilakukan agar para mahasiswa memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap lingkungan sekitar mereka.

Beliau menilai bahwa pengalaman langsung berinteraksi dengan warga akan membentuk karakter mahasiswa hukum yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati yang kuat.

“Kegiatan berbagi takjil ini adalah bentuk kehadiran nyata mahasiswa Hukum IAI Rawa Aopa di tengah masyarakat Baito untuk mempererat silaturahmi di bulan suci,” ujar Ketua Program Studi Hukum Tata Negara, Suriansyah, saat ditemui di lokasi kegiatan.

Kehadiran jajaran pimpinan fakultas dalam agenda ini juga membawa misi literasi hukum yang lebih luas. Dekan Fakultas Syari’ah menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan hari ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam menjalankan pengabdian masyarakat secara berkelanjutan. Di sela-sela pembagian paket berbuka, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif para mahasiswa yang mampu mengorganisir kegiatan dengan tertib.

“Saya sangat bangga melihat antusiasme mahasiswa, dan kami dari jajaran dekanat sepenuhnya mendukung aksi sosial yang dibarengi dengan misi literasi hukum ini,” tutur Dekan Fakultas Syari’ah, Aminuddin, MH.

Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mensosialisasikan program strategis kampus terkait standarisasi produk masyarakat. Ketua Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) memaparkan bahwa pendirian Pusat Halal di IAI Rawa Aopa merupakan langkah strategis untuk membantu legalitas produk lokal di Konawe Selatan. Menurutnya, aspek legalitas pangan adalah bagian penting dari perlindungan konsumen yang harus dipahami oleh masyarakat luas, terutama para pelaku usaha kecil.

Lebih lanjut, rencana besar ini diharapkan dapat menjadi pusat solusi bagi warga Baito yang selama ini mengalami kendala dalam administrasi sertifikasi.

“Kami sedang menyiapkan Pusat Halal di kampus sebagai pusat edukasi dan pendampingan bagi warga yang ingin memastikan produk usahanya memiliki sertifikasi resmi,” ungkap Ketua Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) dengan optimis.

Melalui program ini, IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus hadir sebagai jembatan antara kebutuhan hukum masyarakat dan kebijakan pemerintah.

“Kita juga menyebarkan informasi terkait program studi baru yaitu Ekonomi Syariah,” pungkas Suriansyah setelah kegiatan dilaksanakan.

IMG-20260307-WA0024-768x480

Ismail Suardi Wekke Kupas Tuntas Strategi Publikasi Buku Scopus di Webinar Institut Nitro

awaaopakonsel.ac.id, Makassar – Institut Nitro Bisnis dan Keuangan Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem akademik nasional melalui penyelenggaraan Ramadhan Webinar Series 1.

Mengusung tema strategis “How to Publish Book with Scopus Index”, kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Sabtu (7/3/2026) ini menjadi oase bagi para peneliti yang ingin menembus ketatnya persaingan publikasi ilmiah di tingkat global.

Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Rektor Institut Nitro, Dr. Megawati, S.E., MHRM, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar diskusi rutin, melainkan sebuah lompatan strategis bagi institusi dan peserta. Beliau menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal menuju pelaksanaan International Conference (ICon-FiBank) yang direncanakan berlangsung pada 27–28 April 2026 di wilayah Makassar–Maros.

Dr. Megawati juga menggarisbawahi peran krusial indeks Scopus dalam memperluas jangkauan karya ilmiah hingga ke tingkat internasional, mengingat kredibilitas akademik saat ini sangat bergantung pada pengakuan global.

Dr. Megawati menegaskan secara langsung mengenai tujuan utama acara ini:

“Webinar ini menjadi ruang berbagi pengetahuan bagi kalangan akademisi untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di tingkat internasional,” ujarnya di hadapan ratusan peserta virtual.

Memasuki sesi inti, narasumber utama Ismail Suardi Wekke, S.Ag., M.A., Ph.D, yang juga merupakan anggota Komite Saintifik ICon-FiBank, membedah secara mendalam urgensi publikasi pada platform bereputasi. Beliau menjelaskan bahwa publikasi yang terindeks Scopus bukan sekadar mengejar angka kredit, melainkan membangun rekam jejak ilmiah yang abadi di dunia digital internasional. Ismail Suardi Wekke menyoroti pentingnya platform penerbit internasional seperti IGI Global sebagai gerbang bagi peneliti Indonesia untuk diakui oleh komunitas sains dunia.

Dalam pemaparannya, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya portofolio peneliti: “Publikasi pada platform bereputasi internasional tidak hanya memperluas jangkauan pembaca secara global, tetapi juga menjadi bagian dari portofolio akademik yang menunjukkan rekam jejak ilmiah seorang peneliti di tingkat internasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memberikan panduan teknis yang sangat rinci bagi para peserta. Ismail memaparkan bahwa proses penerbitan buku dimulai dari registrasi akun yang tepat, penyusunan proposal buku yang kuat, hingga manajemen revisi yang profesional sebelum naskah final dikirimkan. Penjelasan ini mencakup strategi komunikasi dengan editor internasional agar naskah memiliki peluang diterima lebih besar.

Ismail juga menambahkan detail mengenai tahapan teknis pengajuan buku: “Kita akan memaparkan secara rinci tahapan yang harus dilakukan dalam menulis dan mengajukan buku agar dapat terindeks Scopus melalui platform penerbit internasional IGI Global,” tambahnya dengan penuh semangat.

Antusiasme terhadap materi ini terlihat dari keberagaman latar belakang peserta yang hadir. Webinar ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai institusi besar di seluruh Indonesia, mulai dari STIE YPUP Makassar, STIT Sunan Giri Bima, UIN Sunan Ampel, Universitas Awal Bros, hingga STIM LPI Makassar. Tak ketinggalan, delegasi dari Universitas Muhammadiyah Bima, UMI Makassar, UPRI Makassar, UPI, UNIFA, UNITAMA, serta Universitas Siliwangi juga turut menyimak jalannya diskusi. Kehadiran peserta dari STIKOM, Universitas Bosowa, Universitas Udayana, UM Palopo, Institut PPI, Universitas Merdeka, LP3I Makassar, hingga Universitas Katolik Atma Jaya membuktikan bahwa kebutuhan akan edukasi publikasi Scopus bersifat masif di lintas disiplin ilmu.

Amin Hamdat, S.E., M.M, selaku Wakil Humas Institut Nitro yang bertindak sebagai moderator, mampu menghidupkan suasana diskusi sehingga peserta tetap fokus hingga akhir acara yang berlangsung selama hampir dua jam tersebut. Melalui kegiatan ini, pihak penyelenggara berharap para akademisi tidak hanya berhenti pada tahap penulisan, tetapi memiliki motivasi kuat untuk berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di level yang lebih tinggi.

Diharapkan, sinergi yang terbangun dalam webinar ini akan bermuara pada kesuksesan konferensi internasional ICon-FiBank 2026 mendatang. Dengan wawasan baru mengenai strategi publikasi, para peserta diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah berkualitas yang tidak hanya membanggakan institusi masing-masing, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi peradaban global.

Langkah Strategis LPPM IAI Rawa Aopa dalam Mendorong Literasi Halal di Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Nuansa keberkahan Ramadan menyelimuti Kabupaten Konawe Selatan saat civitas akademika Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAI Rawa Aopa menggelar aksi  kolaboratif bersama Polres Konawe Selatan. Kegiatan yang dimulai dengan pembagian takjil kepada pengguna jalan di area strategis ini menjadi simbol kedekatan antara dunia kampus dan institusi kepolisian.

Agenda sosial tersebut tidak berhenti di jalanan, melainkan berlanjut dengan diskusi hangat dalam balutan buka puasa bersama yang diselenggarakan di markas Polres Konawe Selatan, Jumat (6/3/2026).

Ketua Program Studi HTN IAI Rawa Aopa, Suriansyah, M.H., menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk melatih kepekaan sosial mahasiswa di luar ruang kuliah. Beliau menyampaikan bahwa kolaborasi dengan pihak kepolisian adalah langkah strategis untuk mempererat hubungan emosional serta sinergitas institusional.

Suriansyah juga menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bersama aparat keamanan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus kebahagiaan bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Ini sebuah langkah dalam menyemarakkan Ramadhan, sekaligus juga sebagai laboratorium sosial,” kata Suriansyah, Ketua Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

Dalam wawancara di sela-sela kegiatan, Suriansyah, M.H. memberikan pernyataan langsung mengenai esensi dari gerakan ini.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual dalam memahami hukum, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi melalui aksi berbagi seperti ini,” tegasnya.

Beliau menambahkan mengenai pentingnya kemitraan ini dengan berujar bahwa kerja sama dengan Polres Konawe Selatan adalah langkah positif dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan responsif terhadap kondisi sosial.

Menutup penyataannya, Suriansyah menekankan keberlanjutan program ini dengan harapan agar kegiatan tersebut menjadi titik awal bagi kolaborasi-kolaborasi berikutnya yang jauh lebih besar dan berdampak luas bagi masyarakat Konawe Selatan.

Dari tempat berbeda, akademisi Ismail Suardi Wekke turut menyoroti langkah institusional IAI Rawa Aopa yang kini tengah serius menggarap potensi ekonomi syariah. Ismail menjelaskan bahwa pengintegrasian Pusat Halal ke dalam Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) merupakan strategi untuk memastikan setiap riset memiliki output yang konkret.

Beliau juga memaparkan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjadi pusat literasi halal yang kredibel di Sulawesi Tenggara melalui pendampingan masyarakat. Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa dengan penguatan kelembagaan tersebut, kampus akan bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan industri halal mulai dari tingkat lokal.

Langkah IAI Rawa Aopa dalam memperkuat ekosistem halal memang kini dikoordinir sepenuhnya oleh LPPM sebagai motor penggerak utama. Upaya ini dilakukan bukan sekadar formalitas, melainkan sebagai bentuk partisipasi aktif dalam menyongsong regulasi wajib halal nasional.

Melalui LPPM, Pusat Halal diproyeksikan mampu menjangkau UMKM di Konawe Selatan untuk mendapatkan sertifikasi dan edukasi yang memadai. Dengan demikian, peran kampus tidak hanya terbatas pada teori hukum tata negara, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi kerakyatan yang berlandaskan nilai-nilai religius dan standar keamanan produk yang terjamin bagi seluruh lapisan masyarakat.