Binus at Bandung (ISW)

Berkunjung ke BINUS Bandung, Identifikasi Peluang Kerjasama

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Perguruan tinggi terus memperkuat jejaring akademik guna meningkatkan kualitas tridarma melalui kolaborasi lintas institusi. Senin (2 Januari 2026), pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melakukan kunjungan ke Universitas Bina Nusantara (BINUS) @Bandung dalam rangka identifikasi peluang kerja sama yang dapat diksinergikan antara kedua perguruan tinggi.

Dalam kunjungan ini bertemu dengan Komite Saintifik ICOSBE 2025, Dr. Ahmad Syamil yang bertempat tahun lalu di BINUS Bandung. “BINUS yang selama ini dikenal sebagai pionir dalam integrasi teknologi dalam pendidikan tinggi,” papar ismail Suardi Wekke, 

Pertemuan tersebut dalam diskusi informal pada pemetaan potensi sinergi, mulai dari program pengabdian masyarakat ataupun kesempatan mahasiswa untuk bergabung dalam program mobiliti hingga riset kolaboratif yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah, khususnya di Sulawesi Tenggara.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menyampaikan peluang untuk meneruskan langkah ini bagi institusinya. Beliau menyatakan bahwa kedatangan timnya ke kampus kreatif tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung bagaimana ekosistem digital dapat diimplementasikan dalam struktur kampus yang sedang berkembang. 

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa kerja sama telah dimulai dengan kesediaan pihak BINUS untuk bergabung dalam Komite Saintifik ICOSBE 2025. Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke berharap bahwa ada peluang lain yang dapat diteruskan dalam kerangka kolaborasi bersama IAI Rawa Aopa. Ia juga menegaskan komitmen institusi untuk mengadopsi standar global dalam pengelolaan perguruan tinggi melalui kemitraan dengan universitas kelas dunia seperti BINUS.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail memberikan penekanan khusus yang menggambarkan visi besar kolaborasi ini. “Kami melihat BINUS Bandung sebagai mitra dalam mengakselerasi transformasi digital di kampus kami, mengingat reputasi mereka dalam bidang teknologi yang sangat kuat,” ujar Ismail. 

Beliau juga menambahkan bahwa tantangan geografis bukan lagi hambatan asalkan ada kemauan untuk saling bersinergi dalam bidang riset dan inovasi. “Sinergi ini adalah upaya nyata IAI Rawa Aopa untuk naik kelas dan memastikan lulusan kami memiliki daya saing dengan mahasiswa di kota-kota besar,” tegasnya.

Pertemuan ini juga dengan menyapa direktur kampus BINUS Bandung. Hasil dari identifikasi peluang ini nantinya akan ditindaklanjuti dalam bentuk dokumen kerja sama formal yang diharapkan dapat segera diimplementasikan dalam waktu dekat. 

Melalui kolaborasi ini, kedua belah pihak optimistis dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan inovatif bagi seluruh civitas akademika. “Kita di IAI Rawa Aopa menyampaikan keinginan untuk bekerja bersama dengan BINUS University, termasuk dengan kampus Bandung,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Raker (ISW)

Usai Rapat Kerja, Saatnya Merencanakan Riset dan Inovasi 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara parallel juga menyusun fokus kerja ke arah pengembangan akademik fundamental usai merampungkan agenda Rapat Kerja tahunan. Dalam langkah strategis menuju tahun 2026, institusi ini memprioritaskan transformasi bidang riset dan inovasi sebagai motor penggerak utama kualitas perguruan tinggi.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa momentum pasca-Rapat Kerja harus segera diikuti dengan tindak lanjut di lapangan. Menurutnya, perencanaan riset tidak bisa ditunda karena merupakan pilar utama dalam mencapai visi kampus.

“Kita harus memastikan bahwa setiap perencanaan tahun 2026 berorientasi pada hasil riset yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat luas,” ujar Ismail saat menyampaikan catatan usai rapat kerja di kampus Andoolo (2 Februari 2026). Ia menambahkan bahwa transformasi ini memerlukan komitmen kolektif dari seluruh sivitas akademika agar target inovasi yang telah ditetapkan dapat tercapai secara presisi. 

Ismail juga menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam setiap tahapan penelitian guna menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks dengan menyatakan bahwa inovasi bukan lagi sebuah pilihan. Bahkan riset dan inovasi sebuah kebutuhan mutlak bagi IAI Rawa Aopa untuk terus bersaing di level nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa pihak rektorat kini tengah menyusun skema yang lebih kompetitif guna memicu produktivitas para dosen dalam menghasilkan jurnal-jurnal bereputasi. Beliau juga memaparkan rencana mengenai pembentukan unit inkubasi inovasi yang akan berfungsi untuk menerjemahkan hasil penelitian menjadi produk kebijakan atau teknologi tepat guna bagi daerah Konawe Selatan dan Sulawesi Tenggara. 

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar seluruh program studi dapat menyinergikan rencana operasional mereka dengan arah besar pengembangan riset nasional yang berbasis pada potensi lokal Indonesia Timur. Fokus pada tahun 2026 ini diharapkan mampu membawa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menjadi pusat unggulan dalam kajian keagamaan dan sains yang inovatif dalam kerangka keislaman. Dengan sinkronisasi antara perencanaan keuangan dan target riset, kampus optimis dapat melahirkan berbagai terobosan yang relevan dengan kebutuhan industri maupun pembangunan desa secara berkelanjutan.

PKBM (ISW)

Fasilitasi ATS, IAI Rawa Aopa Siap Jalin Kerjasama Dengan PKBM

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus mempertahankan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Konawe Selatan. Sebagai langkah taktis, kampus ini bersiap menjalin sinergi strategis dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) guna memfasilitasi penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui jalur pendidikan nonformal.

“Kita siap menjalin kerjasama dengan PKBM,” kata Ismail Suardi Wekke jelang pelaksanaan Rapat Kerja IAI Rawa Aopa Konawe Selatan (Ahad, 1 Februari 2026). Ismail yang sementara ini berada di Jakarta menyampaikan bahwa salah satu langkah yang dapat dilakukan dengan mendapatkan dukungan PKBM. “Sehingga anak-anak kita yang tidak memiliki ijazah, dapat menempuh pendidikan melalui jalur paket,” tutur Ismail yang juga pakar pendidikan.

Langkah ini dipicu oleh temuan lapangan saat Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, turun langsung ke desa-desa untuk melakukan sosialisasi program SETARA. Program SETARA sendiri merupakan inisiatif unggulan yang telah berjalan secara konsisten di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Konawe Selatan. 

Namun, dalam kesempatan tersebut, Ismail menemukan fakta bahwa masih terdapat anak-anak yang belum tersentuh layanan pendidikan formal, sehingga diperlukan solusi cepat dan tepat sasaran. Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa di tengah masyarakat bertujuan untuk memastikan program pemerintah daerah dapat dirasakan oleh seluruh lapisan warga tanpa terkecuali. 

Ia menyebutkan bahwa kolaborasi dengan PKBM menjadi salah satu aktivitas karena institusi tersebut memiliki otoritas dalam mengelola program Paket A, Paket B, dan Paket C. Melalui kerja sama ini, anak-anak yang selama ini putus sekolah diharapkan memiliki jalan kembali untuk meraih ijazah dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Terkait upaya penuntasan masalah pendidikan ini, Ismail Suardi Wekke memberikan penegasan mengenai urgensi kemitraan tersebut. “Kami melihat PKBM memiliki peran vital sebagai jembatan bagi anak-anak kita yang kehilangan akses pendidikan formal untuk mendapatkan kesetaraan melalui Paket A, B, dan C,” ujar Ismail saat ditemui di sela kegiatannya. 

Ia juga menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa tidak ingin sekadar menjadi menara gading, melainkan harus hadir memberikan solusi nyata. “Kerja sama ini adalah ikhtiar kolektif agar tidak ada lagi anak di Konawe Selatan yang tertinggal dalam hal literasi dan pendidikan dasar,” tegasnya. 

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dengan menyatakan bahwa pemenuhan hak pendidikan bagi Anak Tidak Sekolah adalah tanggung jawab moral yang harus segera dieksekusi melalui aksi nyata bersama PKBM.

Selain pernyataan langsung tersebut, Ismail juga menyampaikan beberapa poin penting secara mendalam mengenai visi institusi ke depan. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyusun skema pendampingan bagi PKBM agar mutu lulusan pendidikan kesetaraan tetap terjaga dan kompetitif di dunia kerja maupun akademik. 

Selain itu, ia menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk mengawal proses identifikasi ATS di tingkat desa agar mereka mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan hingga tuntas. Ismail pun menekankan bahwa optimalisasi program SETARA akan jauh lebih efektif jika didukung oleh jaringan pendidikan nonformal yang kuat dan terorganisir dengan baik.

Dengan adanya inisiasi kerja sama ini, IAI Rawa Aopa berharap angka putus sekolah di Konawe Selatan dapat ditekan secara signifikan. Sinergi antara akademisi dan pengelola kegiatan belajar masyarakat ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, sehingga visi besar pembangunan manusia yang dicanangkan oleh pemerintah daerah dapat terwujud secara merata hingga ke pelosok desa.

ICON FiBANK (ISW)

Announcement ICON FiBANK 2026, Fostering Collaboration on Interdisciplinary in Finance and Banking

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Welcome to the ICON FiBANK 2026…

A two-day academic program explores interdisciplinary on finance and banking through expert dialogues and interactive round table discussions. The venue of ICON FiBANK 2026 will provide side events: International Postgraduate research Conference (IPRC); visit to Rammang-rammang, and young session of interdisciplinary in technology to finance and banking.

One more opportunity, this conference will foster collaboration with Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). If you have attention to regional engagement in Southeast Asia and Asia at large, this is the right time to see you in person.

Join us on April 27-28, 2026 for an engaging and inspiring event where young leaders and senior academicians come together to discuss topics and share their ideas.

ICON (ISW)
ICON (ISW)

This event will take place at Makassar (the home of South Sulawesi). Don’t miss this opportunity to connect with like-minded individuals and be part of a conversation that can make a difference in our community.

Seats are limited! The registration is available at IBK NITRO website.

See you there!

Empat Kota (ISW)

Proyeksi Perencanaan Bermitra dengan 9 Kampus di 3 Kota Taiwan

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus mempertahankan langkah strategis dalam memperluas jejaring internasional. Dalam proyeksi perencanaan terbaru, kampus ini membidik kerja sama komprehensif dengan sembilan perguruan tinggi yang tersebar di tiga kota besar di Taiwan. 

Langkah ini diambil sebagai upaya mempercepat transformasi akademik dan peningkatan mutu sumber daya manusia melalui kolaborasi lintas negara. “Kita mulai merintis kerjasama dengan Taiwan,” kata Ismail Suardi Wekke usai menghadiri acara diskusi (daring) dengan konsultan pendidikan Taiwan (Jumat, 30 Januari 2025) yang saat itu berada di Yogyakarta.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa inisiatif ini sebagai rencana awal, juga kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan global. Beliau menyatakan bahwa kolaborasi dengan sembilan kampus di Taiwan ini merupakan langkah konkret untuk membawa atmosfer akademik internasional langsung ke jantung Sulawesi Tenggara. 

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan potensi sinergi di tiga kota utama yang memiliki keunggulan riset dan teknologi, sehingga implementasi program nantinya akan lebih terukur dan tepat sasaran. Ia juga meyakini bahwa kemitraan ini akan menjadi katalisator bagi dosen dan mahasiswa dalam mengeksplorasi inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri di masa depan.

9 Kampus (ISW)
9 Kampus (ISW)

Dalam sebuah kesempatan usai diskusi tersebut, Ismail Suardi Wekke secara gamblang memaparkan target di balik program internasionalisasi ini. “Kami menargetkan sembilan kampus di Taiwan sebagai mitra strategis karena reputasi mereka dalam integrasi teknologi dan pendidikan sangat selaras dengan visi pengembangan IAI Rawa Aopa,” ujar Ismail menegaskan rencana institusinya.

“Sekalipun dalam perjalanan di kereta api, situasinya tetap aman dan nyaman sehingga memungkinkan untuk mengikuti acara diskusi. Ini sebuah peluang emas,” papar Ismail Suardi Wekke yang baru saja menghadiri acara diskusi di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ia juga menyoroti pentingnya mobilitas akademik bagi civitas akademika dalam waktu dekat. “Proyeksi ini mencakup pertukaran dosen dan mahasiswa, di mana kami ingin memastikan bahwa pengalaman belajar di tiga kota di Taiwan tersebut memberikan dampak transformatif bagi kurikulum kita,” tambahnya. 

Selain itu, Ismail memberikan penekanan pada keberlanjutan program melalui dukungan manajerial yang kuat dengan mengatakan bahwa perencanaan anggaran dan kepegawaian telah disesuaikan untuk mendukung penuh mobilitas internasional ini guna menjamin efektivitas kemitraan jangka panjang. Strategi yang diusung IAI Rawa Aopa ini diharapkan mampu memperkuat posisi institusi dalam kerjasama global serta membuka peluang beasiswa dan riset kolaboratif. 

Dengan integrasi perencanaan yang matang, kemitraan dengan kampus-kampus di Taiwan tersebut diproyeksikan mulai berjalan pada tahun akademik mendatang, menandai babak baru bagi pendidikan tinggi di Konawe Selatan. “Terima kasih kepada GROW Consulting yang telah memberikan peluang ini,” papar Ismail Suardi Wekke.

Rapat Kerja (ISW)

Undangan Rapat Kerja IAI Rawa Aopa 2026, Awal Tahun untuk Konsolidasi Internal

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Mengawali kalender kerja tahun 2026, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa menggelar Rapat Kerja (Raker) yang difokuskan pada penguatan fondasi organisasi. Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting bagi seluruh sivitas akademika untuk melakukan konsolidasi internal guna memastikan target-target institusi sepanjang tahun dapat tercapai dengan lebih terukur dan sistematis. 

Rapat Kerja dijadwalkan sebagaimana undangan yang sudah disampaikan ke masing-masing unit, da juga civitas akademika IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Senin, 2 Februari 2026. Rencana raker akan dilangsungkan di Kampus Andoolo, Konawe Selatan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa rapat kerja kali sebagai pemenuhan administratif, juga menjadi upaya mendalam untuk menyelaraskan visi antar unit kerja. Beliau menyampaikan bahwa konsolidasi di awal tahun sangat krusial agar seluruh gerak langkah institusi berada dalam satu komando yang sama. 

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa efisiensi pengelolaan keuangan akan menjadi prioritas utama guna mendukung program-program akademik yang lebih inovatif ke depannya. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan disiplin serta profesionalisme pegawai sebagai pilar utama dalam transformasi institusi yang sedang berjalan.

Dalam penyampaiannya terkait dengan persiapan rapat, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan langsung terkait urgensi sinergi di lingkungan kampus. “Rapat kerja ini adalah fondasi utama kita untuk menyusun peta jalan yang jelas selama setahun penuh, sehingga akan menyelaraskan semua program kerja,” tegas Ismail. 

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran mengenai tanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya. “Kita harus memastikan bahwa setiap aktivitas yang direncanakan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kualitas pelayanan mahasiswa dan pengembangan riset dosen untuk bermuara pada pemenuhan akerditasi,” imbuhnya. 

Sebagai penutup pernyataannya, ia mengajak seluruh staf untuk mengubah pola pikir kerja menuju digitalisasi. “Tahun 2026 adalah tahun konsolidasi bagi IAI Rawa Aopa untuk bertransformasi menjadi universitas, sheingga lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman,” pungkasnya.

Rapat kerja yang akan berlangsung di aula kampus Andoolo ini ditargetkan untuk melahirkan rumusan kebijakan yang aplikatif dan solutif. Melalui konsolidasi yang matang, IAI Rawa Aopa optimistis dapat meningkatkan daya saingnya di tingkat regional maupun nasional, sekaligus memperkokoh eksistensinya sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam yang unggul di Kabupaten Konawe Selatan dan dunia global. “Kita ikhtiarkan, bukan saja unggul di lokal, tetapi memiliki visibility di dunia globa,” pungkas Ismail.

Pembukaan Rakernas (ISW)

Hadir dalam Pembukaan Rakernas PPMPI di Yogyakarta, Sampaikan Kesediaan untuk Berkolaborasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) melaksanakan pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) tahun ini di Yogyakarta (Rabu, 28 Januari 2026). Agenda strategis ini dihadiri oleh anggota dari seluruh penjuru Indonesia. Sementara itu, pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan turut hadir dalam acara tersebut.

Kehadiran para pimpinan program studi dari pelbagai perguruan tinggi dalam forum ini menegaskan komitmen kolektif untuk meningkatkan mutu di lingkungan pendidikan Islam. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, turut hadir langsung dalam seremoni pembukaan tersebut yang berlangsung di University Hotel UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga untuk menjawab tantangan global dalam kaitan pengelolaan program studi. Ismail menyatakan bahwa kolaborasi merupakan kunci utama agar program studi pendidikan Islam dapat bersaing secara internasional dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Dalam keterangannya di sela-sela acara, Ismail Suardi Wekke menyampaikan komitmen institusinya secara lugas. “Kami di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan memandang Rakernas ini sebagai momentum emas untuk menyelaraskan visi pengembangan kampus kami,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa kesediaan untuk berkolaborasi, juga sebagai langkah konkret untuk berbagi sumber daya dan pengetahuan. “Saya menyatakan bahwa institusi kami sangat terbuka untuk menjalin kemitraan strategis dengan anggota PPMPI lainnya demi kemajuan bersama,” tegas Ismail.

Selain pernyataan langsung tersebut, Ismail juga memaparkan visi manajerialnya terkait pengembangan sumber daya manusia sesuai dengan tekad PPMPI. Ia menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah menyiapkan skema dukungan finansial dan kebijakan untuk pembukaan prodi di kampusnya.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar Rakernas di Yogyakarta ini mampu merumuskan program kerja yang dapat diimplementasikan oleh perguruan tinggi di daerah, termasuk di Konawe Selatan. Ia pun menggarisbawahi bahwa keberhasilan sebuah program studi tidak hanya bergantung pada kualitas dosen, tetapi juga pada soliditas jaringan kerja sama antar-prodi yang tergabung dalam PPMPI.

Rakernas ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi seluruh pengelola prodi manajemen pendidikan Islam. Dengan adanya dukungan dari jajaran pimpinan rektorat seperti yang ditunjukkan oleh IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, akselerasi akreditasi di lingkungan perguruan tinggi Islam optimis dapat tercapai dalam waktu dekat.

UGM (ISW)

Dinamika Persoalan Kalangan Pemuda dan Remaja di Pascasarjana UGM, Pimpinan IAI Rawa Aopa Didaulat Menjadi Panelis

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – Seminar Nasional dengan tema Peran Strategis Pemuda dalam Kebijakan Sosial dan Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045 digelar Auditorium Sekolah Pascasarjana UGM, Jumat (30 Januari 2026). Kegiatan yang diprakarsai Ruang Kolaborasi Pemuda bersama-sama dengan KAPASGAMA dan Sekolah Pascasarjana UGM.

Forum yang mempertemukan tokoh nasional, legislator, akademisi, dan praktisi ini untuk membahas peran nyata pemuda dalam arah kebijakan dan pembangunan Indonesia. “Ruang Kolaborasi Pemuda adalah platform mempertemukan lintas profesi. Sehingga inilah yang menjadi salah satu makna Yogyakarta sebagai kota pendidikan,” awal Ismail Suardi Wekke sebelum acara dimulai.

Tampil sebagai narasumber Ahmad Syauqi Suratno Anggota DPD RI Dapil DIY, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. Scientific Committee Asian Youth Forum, Ambar Purwoko, Wakil Bupati Kulon Progo, Ruly Artha GM Bandara Internasional Yogyakarta.

Sedang sambutan disampaikan Muhamad Asruri Faishal Alam Ketua Ruang Kolaborasi Pemuda, Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M.Si Ketua KAPASGAMA UGM, Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D Dekan Sekolah Pascasarjana UGM.

Dinamika persoalan dikalangan pemuda dan remaja saat ini kian memprihatinkan, mulai dari kejahatan jalanan, tindak kekerasan, judi online dan kenakalan remaja lainnya. Kasus yang kerap kali muncul di media sosial adalah kejahatan jalanan semakin meresahkan masyarakat.

Seyogyanya generasi muda yang menjadi generasi penerus bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas, namun realita yang terjadi saat justru jauh dari harapan. M. Asruri Faishal Alam selaku Ketua Umum Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP) DIY berpendapat bahwa problematika yang terjadi tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat dan stakeholder dalam mengatasinya.

Asruri Faishal Alam atau yang akrab disapa Faishal saat ditemui awak media disela acara Seminar Nasional,) siang menyatakan siap untuk berkolaborasi bersama semua pihak untuk bergerak berdampak agar generasi muda saat ini dapat memberikan kontribusi postif dalam sosial masyarakat dan juga dalam membangun bangsa ini.

Bahwa Seminar yang digelar di Auditorium Sekolah Pascasarjana UGM bertajuk “Peran Strategis Pemuda dalam Kebijakan Sosial dan Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045” bertujuan terbangunnya ruang dialog yang konstruktif untuk memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan, wadah pertukaran gagasan guna mendorong keterlibatan aktif pemuda dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan infrastruktur, sehingga terhindar dari perilaku-perilaku negatif ataupun menyimpang,” jelas Faishal.

Dalam kegiatan yang berkolaborasi dengan Kapasgama (Keluarga Alumni Pascasarjana Universitas Gajah Mada) tersebut menghadirkan narasumber Ahmad Syauqi Soeratno(Anggota DPD RI), Ismail Suardi Wekke, Ph.D. (Scientific Committee Asian Youth Forum), Ruly Artha (GM Bandara YIA), Ambar Purwoko (Wakil Bupati Kulon Progo).

Acara ini dihadiri Dr. Khamim Zarkasih Putro (Ketua Kapasgama) dan diikuti oleh sekitar 300 orang dari kalangan mahasiswa, remaja / pelajar, komunitas, organisasi kepemudaan, dan relawan sosial. “Keberagaman latar belakang peserta diharapkan dapat memperkaya perspektif diskusi serta mendorong terciptanya dialog dan kolaborasi pemuda yang konstruktif dalam merespons arah pembangunan wilayah secara inklusif dan berkelanjutan”, ujar faishal.

Lebih lanjut Faishal menyampaikan bahwa pengaruh negatif lingkungan dan media sosial merupakan faktor yang mempengaruhi timbulnya permasalahan dikalangan generasi muda seperti kenakalan remaja, tindak kekerasan, kejahatan jalanan, miras, narkoba, judol dll. Oleh sebab itu melalui momentum kegiatan seminar ini dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkegiatan positif, begerak dan berdampak.

“Mari bersama-sama seluruh elemen masyarakat, kita bangun dan rawat generasi muda dalam kerangka pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045”, pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. yang didaulat sebagai panelis dalam acara tersebut mengemukakan bahwa salah satu instrument kemajuan adalah dengan gotong royong. “Kita perlu meneruskan semangat dan tradisi gotong royong dalam pelbagai aktivitas,” tutur Ismail yang juga Wakil Rektor Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke menuturkan bahwa sebuah kehormatan bisa turut memberikan pandangan dan gagasan dalam kegiatan ini. “Terima kasih kepada Ruang Kolaborasi Pemuda yang telah mengundang kami,” tutup Ismail Suardi Wekke.

(Bahan Berita diambil dari Harian Merapi)

Save the Date

Agenda: Public Lecture and Collaborative Research

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan (The Rawa Aopa Islamic Studies Institute of South Konawe) will host an academic session On February 20, 2026, from 1:30 PM to 3:00 PM UK time. This event brings together scholars and researchers in collaboration with Dublin City University (Ireland), University of South Wales (United Kingdom), and Institut Barcelona d’Estudis Internacionals (IBEI), Spain. The session is designed to foster international academic synergy, bridging expertise from Ireland, the United Kingdom and Spain, to address contemporary global challenges.

The first segment of the program features a Public Lecture, offering an open platform for rigorous intellectual exchange. This lecture will delve into critical themes within international studies, providing attendees with fresh perspectives and evidence-based insights. By leveraging the combined academic strengths of the participating institutions, the talk aims to stimulate critical thinking and provide a comprehensive overview of current trends and theoretical frameworks relevant to the field.

Following the lecture, the agenda shifts to a focused Discussion on Collaborative Research. This interactive session serves as a strategic planning forum for faculty and researchers to identify shared objectives and develop frameworks for future joint projects. By facilitating direct dialogue between Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, on fostering collaboration with IBEI, Dublin City University, and the University of South Wales, the session aims to formalize research pathways that enhance global academic mobility and produce impactful, cross-border scholarly contributions.

India (ISW)

Conference Announcement: The 7th International Conference, Hosted Speakingcube Foundation

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – The Speakingcube Foundation is honored to announce the 7th International Conference, a premier global gathering dedicated to fostering innovation, collaboration, and impactful discourse across diverse sectors. As we navigate an era of rapid technological and social transformation, this year’s summit serves as a vital platform for thought leaders, researchers, and practitioners to exchange ideas that transcend borders.

Speakingcube (ISW)
Speakingcube (ISW)

Hosted by Speakingcube, the event continues its legacy of bridging the gap between theoretical insights and practical applications, ensuring that every voice contributes to a larger global narrative. This year’s program features an expansive lineup of keynote addresses, interactive workshops, and panel discussions led by world-class experts. Participants can expect deep dives into emerging trends, with a particular focus on sustainable development, digital integration, and inclusive leadership. 

Beyond the formal sessions, the conference is designed to facilitate high-level networking, providing attendees with unique opportunities to forge strategic partnerships and collaborate on projects that address the most pressing challenges of our time. We cordially invite professionals, academics, and visionaries from around the world to join us for this landmark event. Registration will officially open through the Speakingcube Foundation website, with early-bird options available for those looking to secure their place in this influential community. Join the Speakingcube Foundation as we convene to inspire change, ignite curiosity, and build a more connected future. We look forward to welcoming you to an environment where innovation meets impact.