Wisuda 2026 (ISW)

Ikhtiar Menjadi Perguruan Tinggi Inklusif dan Bekerja Untuk Kemanusiaan, IAI Rawa Aopa Luluskan Alumni Dari Pemeluk Kristen dan Hindu

Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang inklusif dan humanis. Hal ini dibuktikan secara nyata dalam rapat senat terbuka Wisuda VII Angkatan I yang digelar pada Rabu (10 Juni 2026), di mana perguruan tinggi Islam tersebut turut meluluskan 4 wisudawan non-Muslim, yakni dari pemeluk agama Kristen dan Hindu.

“4 Wisudawan tersebut menjadi bagian 438 lulusan yang dikukuhkan pada kesempatan hari ini,” papar Ismail memulai penjelasannya.

Langkah ini menjadi momentum bersejarah sekaligus bukti konkrit dari visi kampus yang tidak hanya fokus pada pendidikan keagamaan internal, tetapi juga membuka ruang seluas-luasnya bagi keberagaman dan kemanusiaan.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kelulusan mahasiswa dari latar belakang agama yang berbeda ini merupakan bagian dari ikhtiar panjang kampus untuk menjadi menara suar yang inklusif serta tidak lagi menjadi menara gading tetapi menjadi menara air.

“Hari ini kami membuktikan bahwa IAI Rawa Aopa tidak hanya bekerja untuk satu golongan, melainkan bekerja untuk kemanusiaan. Kelulusan alumni dari saudara-saudara kita yang beragama Kristen dan Hindu adalah wujud nyata dari ikhtiar kami menjadi perguruan tinggi yang inklusif,” ujar Ismail Suardi Wekke usai kegiatan wisuda yang bertempat di Hotel Claro, Kendari.

Ismail menambahkan, keberadaan mahasiswa non-Muslim di kampus berbasis Islam ini tidak mengurangi nilai-nilai akademik maupun spiritual masing-masing. Sebaliknya, hal tersebut justru memperkaya ruang dialektika dan menumbuhkan toleransi yang otentik di lingkungan akademik. Kampus, menurutnya, harus menjadi laboratorium sosial yang sehat bagi generasi muda.

Wisuda VII Angkatan I ini selain ritual pengukuhan gelar akademik, juga menjadi pesan kuat dari Sulawesi Tenggara kepada Indonesia tentang indahnya merawat kebhinekaan. Pihak rektorat berharap, para alumni—tanpa memandang latar belakang suku dan agama—dapat kembali ke masyarakat sebagai agen perubahan yang membawa misi kemanusiaan, kedamaian, dan kemajuan bangsa.

Dengan kelulusan angkatan ini, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan optimistis dapat terus memperluas kontribusinya dalam dunia pendidikan tinggi nasional yang ramah terhadap keberagaman, sekaligus mencetak sarjana yang siap mengabdi demi kemaslahatan masyarakat luas.

“Kami berutang budi kepada masyarakat khususnya Konawe Selatan, dan secar aluas masyarakat Sulawesi dan Indonesia Timur. Pelaksanaan wisuda ini, tidka lepas dari dukungan dan bantuan masyarakat. Sekaligus merupakan kepercayaan mereka dalam mendaftarkan keluarganya di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Al Asri (ISW)

Pesan Ketua Dewan Pembina Yayasan Penyelenggara IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Dalam Momen Wisuda 2026: Ilmu untuk Kemaslahatan Kemanusiaan

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Momen sakral ini menjadi panggung penegasan komitmen moral bagi para lulusan. Ketua Dewan Pendiri sekaligus Pembina Yayasan Pendidikan Al Asri yang menaungi IAI Rawa Aopa, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan rasa syukur mendalam atas capaian monumental ini.

Dalam sambutannya, Al Asri menekankan bahwa keberhasilan para wisudawan merupakan buah dari kolaborasi epik antara kerja keras mahasiswa, dedikasi dosen, dan dukungan tanpa henti dari orang tua. Secara khusus, ia menitipkan pesan mendalam agar para lulusan tidak terjebak pada kebanggaan gelar semata.

“Saya berpesan agar ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi benar-benar diamalkan untuk kemaslahatan kemanusiaan. Jadilah sarjana yang berintegritas, berakhlak mulia, dan mampu menghadirkan solusi di tengah masyarakat,” tegas Al Asri.

Senada dengan pesan yayasan, Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, M.A., mengingatkan bahwa gelar akademik melekat dengan tanggung jawab sosial yang besar. Ia meminta alumni untuk terus menjaga integritas dan nama baik almamater di mana pun berada.

Kehadiran Ketua Kopertais Wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua), Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., menyemarakkan acara ini. Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Hamdan memberikan apresiasi tinggi dengan menyebut IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai salah satu perguruan tinggi tersehat di wilayah VIII.

“Dengan jumlah mahasiswa yang mencapai 2.000-an dan juga lulusan yang diwisuda hari ini, membuktikan bahwa keberadaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan bagian dari perguruan tinggi yang tersehat,” ungkap Prof. Hamdan.

Ia juga menantang para lulusan untuk menjadi “sarjana organik” yang adaptif di era transformasi digital. “Dunia saat ini berubah sangat cepat. Kompetensi akademik saja tidak cukup. Jangan pernah berhenti belajar setelah diwisuda,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan turut memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi nyata IAI Rawa Aopa dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah. Mewakili Bupati, Asisten III Setda Konawe Selatan, Suwardi, S.Pt., M.Si., mengajak para lulusan baru untuk bersinergi membangun daerah.

“Kami berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan, pelopor pembangunan, dan mitra pemerintah dalam mewujudkan Konawe Selatan yang maju dan sejahtera,” kata Suwardi.

Acara yang turut dihadiri oleh Sekretaris Kopertais Wilayah VIII AGH. Dr. Nur Taufik, M.Ag., jajaran Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat ini juga melangsungkan pemberian penghargaan kepada wisudawan terbaik dari masing-masing prodi, didampingi oleh orang tua mereka dalam suasana haru.

Usai acara, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang menyukseskan jalannya institusi hingga mencapai titik ini.

“Momen wisuda dan proses-proses sebelumnya merupakan dukungan semua pihak. Untuk itu, terima kasih atas dukungan semua pihak, dan mohon maaf jika ada kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan wisuda ini,” pungkas Ismail yang juga anggota senat institut tersebut.

Wisuda 2026 (ISW)

Wisuda VII Angkatan I 2026, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Meluluskan 438 Alumni

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Hari ini, sebagai momentum Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mengukuhkan 438 sarjana dalam kegiatan rapat senat terbuka Wisuda Sarjana ke-VII Tahun 2026. Prosesi yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Ballroom Hotel Claro, Kendari, pada Rabu (10 Juni 2026).

Wisudawan tersebut berasal dari tiga program studi (Prodi), yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, antara lain Ketua Kopertais Wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua) Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D. yang juga menyampaikan Orasi Ilmiah; Sekretaris Kopertais Wilayah VIII AGH. Dr. Nur Taufik, M.Ag.; serta Bupati Konawe Selatan yang diwakili oleh Asisten III Setda Konsel, Suwardi, S.Pt., M.Si. Turut hadir jajaran Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, serta keluarga para wisudawan.

Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Al Asri sekaligus pendiri IAI Rawa Aopa, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan para wisudawan merupakan hasil kolaborasi dari kerja keras mahasiswa, dedikasi dosen, dan dukungan orang tua.

“Saya berpesan agar ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi benar-benar diamalkan untuk kemaslahatan umat. Jadilah sarjana yang berintegritas, berakhlak mulia, dan mampu menghadirkan solusi,” ujar Al Asri.

Senada dengan hal tersebut, Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, M.A., mengingatkan para lulusan bahwa gelar akademik membawa tanggung jawab sosial yang besar. Ia meminta alumni untuk terus menjaga integritas dan nama baik almamater di tengah masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi IAI Rawa Aopa dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah. Mewakili Bupati, Asisten III Setda Konawe Selatan, Suwardi, S.Pt., M.Si., mengajak para lulusan baru untuk bersinergi membangun daerah.

“Kami berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan, pelopor pembangunan, dan mitra pemerintah dalam mewujudkan Konawe Selatan yang maju dan sejahtera,” kata Suwardi.

Sementara itu, Ketua Kopertais Wilayah VIII, Prof. Dr. H. Hamdan Juhanis, Ph.D., dalam orasi ilmiahnya menyoroti tantangan berat di era transformasi digital dan globalisasi. Ia menekankan pentingnya lima modal utama bagi lulusan perguruan tinggi Islam agar tidak berhenti belajar setelah lulus.

“Dunia saat ini berubah sangat cepat. Kompetensi akademik saja tidak cukup. Jangan pernah berhenti belajar setelah diwisuda. Jadilah agen perubahan yang membawa manfaat,” tegas Prof. Hamdan, yang menyebutnya dengan sarjana organik.

Dalam kesempatan yang sama Prof. Hamdan menyampaikan bahwa Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan salah satu perguruan tinggi tersehat di wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua). “Dengan mahasiswa yang mencapai 2000-an dan juga lulusan yang diwisuda hari ini, membuktikan bahwa keberadaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan bagian dari perguruan tinggi yang tersehat,” ungkap Prof. Hamdan.

Prosesi wisuda juga menyampaikan apresiasi kepada wisudawan terbaik masing-masing program studi. Wisudawan terbaik masing-masing didampingi oleh orang tua ataupun pendamping.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan menyampaikan bahwa dalam momen wisuda dan begitu pula proses-proses sebelumnya merupakan dukungan semua pihak.

“Untuk itu, terima kasih atas dukungan semua pihak, dan mohon maaf jika ada kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan wisuda ini,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga anggota senat Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

Wisuda 2026 (ISW)

Koordinator Perguruan Tinggi Islam Swasta Wilayah VIII, Mengapresiasi IAI Rawa Aopa Sebagai Salah Satu Perguruan Tinggi Tersehat

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses mengukuhkan 438 sarjana baru dalam rapat senat terbuka Wisuda Sarjana ke-VII Tahun 2026. Prosesi yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Ballroom Hotel Claro, Kendari, pada Rabu (10 Juni 2026).

Ratusan wisudawan tersebut berasal dari tiga program studi (Prodi), yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua Kopertais Wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua) Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D.; Sekretaris Kopertais Wilayah VIII AGH. Dr. Nur Taufik, M.Ag.; serta Bupati Konawe Selatan yang diwakili oleh Asisten III Setda Konsel, Suwardi, S.Pt., M.Si. Turut hadir jajaran Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, serta keluarga para wisudawan.

Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Al Asri sekaligus pendiri IAI Rawa Aopa, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan para wisudawan merupakan hasil kolaborasi dari kerja keras mahasiswa, dedikasi dosen, dan dukungan orang tua.

“Saya berpesan agar ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi benar-benar diamalkan untuk kemaslahatan umat. Jadilah sarjana yang berintegritas, berakhlak mulia, dan mampu menghadirkan solusi,” ujar Al Asri.

Senada dengan hal tersebut, Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, M.A., mengingatkan para lulusan bahwa gelar akademik membawa tanggung jawab sosial yang besar. Ia meminta alumni untuk terus menjaga integritas dan nama baik almamater di tengah masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi IAI Rawa Aopa dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah. Mewakili Bupati, Asisten III Setda Konawe Selatan, Suwardi, S.Pt., M.Si., mengajak para lulusan baru untuk bersinergi membangun daerah.

“Kami berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan, pelopor pembangunan, dan mitra pemerintah dalam mewujudkan Konawe Selatan yang maju dan sejahtera,” kata Suwardi.

Sementara itu, Ketua Kopertais Wilayah VIII, Prof. Dr. H. Hamdan Juhanis, Ph.D., dalam orasi ilmiahnya menyoroti tantangan berat di era transformasi digital dan globalisasi. Ia menekankan pentingnya lima modal utama bagi lulusan perguruan tinggi Islam agar tidak berhenti belajar setelah lulus.

“Dunia saat ini berubah sangat cepat. Kompetensi akademik saja tidak cukup. Jangan pernah berhenti belajar setelah diwisuda. Jadilah agen perubahan yang membawa manfaat,” tegas Prof. Hamdan, yang juga memuji perkembangan pesat IAI Rawa Aopa dalam meraih kepercayaan masyarakat Sulawesi Tenggara.

Dalam kesempatan yang sama Prof. Hamdan menyampaikan bahwa Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan salah satu perguruan tinggi tersehat di wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua). “Dengan mahasiswa yang mencapai 2000-an dan juga lulusan yang diwisuda hari ini, membuktikan bahwa keberadaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan bagian dari perguruan tinggi yang tersehat,” ungkap Prof. Hamdan.

Prosesi wisuda ke-VII ini ditutup dengan momen haru saat para wisudawan memberikan penghormatan kepada orang tua mereka. Momentum ini menandai langkah baru IAI Rawa Aopa dalam melahirkan generasi intelektual muslim yang siap mengabdi demi kemajuan bangsa dan agama.

Dokumentasi (ISW)

Pengumuman Terkait Dokumentasi Wisuda, Photo Ijazah, dan Pengembangan Repository

Rawaaopakonsel.ac.id, Lamooso – Dalam rangka pelaksanaan wisuda 2026, penerbitan ijazah, dan pengembangan repository bagi wisudawan dan wisudawati Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, disampaikan maklumat sebagai berikut:

Pertama, Calon wisudawan dan wisudawati mendapatkan nomor urut di Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan (atas nama Bapak Akbar Amina, S.Pd., M.Pd.).

Kedua, Untuk pelaksanaan wisuda, dokumentasi bagi lulusan, akan mendapatkan cetak photo sebanyak 2 lembar ukuran 10 R, dalam dua momentum yaitu pemindahan tali kuncir, dan penyerahan plakat/ijazah, masing-masing satu lembar, disertai file masing-masing.

Ketiga, Wisudawan dan wisudawati juga diminta untuk mempersiapkan photo ijazah di photographer yang sama (Iling Fotografer, tersedia dalam tautan Google Map dengan nama Iling Fotografer https://share.google/X1srCCqTcOCd2waHD.

Photo ijazah ini disampaikan untuk terpusat, supaya menjaga kualitas cetakan photo dan kriteria untuk penggunaan ijazah. Dimana sudah ada yang menyetorkan, tetapi kualitas kertas cetakan photo tidak memenuhi ketentuan kertas yang baik dan tahan lama. Sehingga diminta bagi yang sudah photo sekalipun tetapi tidak melalui Iling Fotografer untuk berphoto sekali lagi.

Keempat, Biaya keseluruhan sebesar Rp. 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) yang terpisah dari biaya wisuda.

Kelima, Adapun untuk photo bersama Bapak Ketua Dewan Pembina & Pendiri, bersama Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, dan juga bingkai, itu merupakan optional (pilihan) dan pembayaran langsung ke pihak fotografer.

Keenam, Pengambilan ijazah tidak dapat dilakukan kecuali salah satunya sudah melunasi biaya tersebut. Begitu pula dengan kriteria dan syarat lainnya yang ditentukan BAK (Biro Akademik dan Kemahasiswaan) IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Ketujuh, Untuk pembayaran dapat melalui salah satunya Bagian Keuangan (atas nama Ibu Fitri Tahang, S.Pd., atau melalui Ismail Suardi Wekke, Ph.D.), dengan mendapatkan tanda bukti penerimaan uang (kwitansi).

Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Lamooso, 8 Juni 2026

 

Ismail Suardi Wekke

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian

Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan

Binus (ISW)

Rintisan Kerjasama dengan BINUS University, Memenuhi Undangan Diskusi Terpumpun Penerbitan Buku

Rawaaopakonsel.ac.id, Bombana — Kolaborasi antar-perguruan tinggi kini tidak lagi sekadar dokumen formal di atas kertas, melainkan langkah taktis untuk mempercepat penyebaran ilmu pengetahuan. Menyadari urgensi tersebut, rintisan kerja sama strategis mulai dijajaki bersama Universitas Bina Nusantara (BINUS University). Langkah awal ini diwujudkan dengan menghadiri undangan Diskusi Terpumpun (Focus Group Discussion) yang berfokus pada pengembangan dan penerbitan buku ilmiah di Makassar.

Pertemuan ini menjadi jembatan penting untuk menyatukan visi akademik kedua institusi, khususnya dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi literatur yang berdaya saing global.

Membuka Kran Publikasi Lewat Diskusi Terpumpun

Diskusi terpumpun ini, juga sebuah ikhtiar ilmiah untuk memetakan potensi penulisan buku yang berbasis pada hasil riset terkini. Konsep kolaborasi yang digagas mengedepankan integrasi kepakaran. BINUS University, dengan reputasi global dan ekosistem digitalnya yang mapan, menjadi mitra strategis yang sangat potensial dalam mendorong hilirisasi riset menjadi bahan bacaan berkualitas.

Sinergi Akademik: penerbitan hasil riset menjadi buku populer-ilmiah adalah kunci agar hasil penelitian tidak mandek di perpustakaan, melainkan mampu mengedukasi masyarakat luas dan menjadi rujukan industri.

Dalam diskusi tersebut, dibahas berbagai peluang kerja sama, mulai dari joint writing (penulisan bersama), pendampingan sitasi, hingga pemanfaatan platform penerbitan yang memiliki jangkauan indeksasi luas. Fokus utama diarahkan pada penerbitan buku-buku interdisipliner yang mampu menjawab tantangan zaman, seperti tata kelola digital, literasi keuangan, dan inovasi sosial berbasis masyarakat.

Dampak Strategis Kemitraan

Dari perspektif ilmiah populer, kerja sama ini membawa dampak multi-dimensi bagi penguatan institusi:

Dimensi Kerja Sama Target Capaian Manfaat Nyata
Penerbitan Buku Monograf dan Buku Ajar Interdisipliner Meningkatkan angka publikasi bermutu dan memperkaya khazanah literasi.
Transfer Teknologi Pemanfaatan Ekosistem Digital Mempercepat adaptasi tata kelola knowledge management berbasis teknologi cloud.
Visibilitas Global Diseminasi Riset Bersama Menaikkan reputasi akademik institusi di kancah nasional maupun internasional.

Melalui rintisan kemitraan ini, proses transfer pengetahuan (knowledge transfer) diharapkan dapat berjalan lebih cepat. Buku yang dihasilkan nantinya tidak hanya ditujukan untuk konsumsi mahasiswa di ruang kelas, tetapi juga dirancang agar mudah dicerna oleh para praktisi, pembuat kebijakan, dan masyarakat umum selaku penerima manfaat inovasi.

Langkah awal yang diinisiasi lewat diskusi terpumpun ini menjadi fondasi kokoh bagi penandatanganan komitmen formal di masa depan. Semangatnya jelas: bergerak bersama, menulis bersama, dan mencerahkan bangsa melalui literasi yang kuat.

Wisuda (ISW)

Menuju Podium Kelulusan: Panduan Lengkap Jalur Sukses Calon Wisudawan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Momen yang dinanti akhirnya tiba. Setelah bertahun-tahun bergelut dengan tugas akhir, revisi tiada akhir, dan ujian pendadaran yang menguras emosi, gerbang kelulusan kini sudah di depan mata. Namun, sebelum Anda resmi memindahkan kuncir toga, ada satu fase krusial yang tidak boleh dilewatkan: birokrasi dan seremonial wisuda.

Agar langkah Anda menuju podium kelulusan berjalan mulus tanpa hambatan teknis, berikut adalah panduan taktis bagi para calon wisudawan dan wisudawati yang telah dirangkum dalam 6 langkah emas.

1. Selesaikan Urusan Finansial dan Administrasi

Langkah pertama dan paling fundamental adalah memastikan “rapor” Anda bersih di tingkat universitas. Pastikan seluruh kewajiban akademik, tunggakan keuangan, dan administrasi telah tuntas.

Segera lakukan konfirmasi dan pendaftaran di Biro Administrasi dan Keuangan (BAK). Mengabaikan poin ini bisa membuat nama Anda “tersangkut” di sistem, meskipun Anda sudah dinyatakan lulus secara akademik.

2. Amankan Nomor Urut Wisuda

Setelah urusan administrasi beres, langkah berikutnya adalah mendaftarkan diri ke Panitia Wisuda. Di tahap ini, Anda akan tercatat secara resmi sebagai peserta prosesi dan akan mendapatkan Nomor Wisuda. Nomor ini sangat penting karena menentukan posisi duduk Anda, urutan pemanggilan ke panggung, hingga pencetakan buku alumni.

3. Sesi Foto Ijazah (Catat Tanggalnya!)

Ijazah adalah dokumen seumur hidup, jadi pastikan foto Anda tampak prima dengan atribut toga lengkap. Sesi foto ijazah resmi dijadwalkan mulai 8 Juni 2026, tepat setelah pelaksanaan Istigasah Akbar di Kampus Lamooso.

Tips: Datanglah lebih awal dan siapkan penampilan terbaik Anda pasca-acara doa bersama agar proses pemotretan berjalan efisien.

4. Wajib Hadir Gladi Bersih

Sebuah prosesi yang agung membutuhkan latihan yang matang. Gladi bersih akan dilaksanakan pada 9 Juni 2026, mulai pukul 12.30 s.d. 18.00 WIB (menyesuaikan dengan tanggal wisuda Anda).

  • Kenapa ini penting? Anda akan dipandu mengenai simulasi alur masuk, sikap saat pemindahan kuncir toga, hingga simulasi menerima map ijazah.
  • Fasilitas Tambahan: Bagi Anda yang terlewat atau belum sempat melakukan foto ijazah pada hari sebelumnya, panitia membuka kesempatan kedua untuk berfoto di sela-sela agenda gladi bersih ini.

5. Hari-H: Hadir Tepat Waktu Sesuai Undangan

Saat hari H pelaksanaan wisuda, pastikan Anda hadir sesuai dengan waktu yang tertera pada undangan. Manajemen waktu yang baik adalah kunci. Datanglah lebih awal untuk menghindari kemacetan di sekitar area kampus dan menyempatkan diri melakukan registrasi ulang di lokasi. Jangan lupa membawa kartu undangan fisik Anda!

6. Pengambilan Ijazah dan Penyelesaian Administrasi Akhir

Setelah prosesi sakral selesai, Anda sudah sah menyandang gelar baru. Namun, lembar ijazah asli tidak langsung jatuh dari langit. Anda dapat mengambilnya melalui Staf Tenaga Kependidikan (Tendik) ataupun koordinator wilayah masing-masing.

Sebelum ijazah diserahkan, pastikan Anda telah menyelesaikan pembayaran biaya dokumentasi dan biaya repository sebesar Rp 250.000 (per orang).

Checklist Ringkas Calon Wisudawan

Untuk memudahkan Anda melakukan tracking, berikut tabel ringkasan yang bisa Anda simpan:

No Agenda Waktu / Tanggal Keterangan

1

Cleansing Administrasi Segera Biro Administrasi & Keuangan

2

Registrasi Panitia Segera Mendapatkan Nomor Wisuda

3

Foto Ijazah (Utama) 8 Juni 2026 Usai Istigasah Akbar, Kampus Lamooso

4

Gladi Bersih & Foto Susulan 9 Juni 2026 Jam 12.30 – 18.00 WIB

5

Prosesi Wisuda Sesuai Undangan Hadir tepat waktu

6

Pengambilan Ijazah Pasca-Wisuda Melalui Tendik atau Koordinator

sebesar (Biaya Rp 250.000)

Selamat mempersiapkan diri, calon wisudawan dan wisudawati! Nikmati setiap prosesnya, karena ini adalah babak penutup dari sebuah perjuangan panjang sekaligus gerbang awal menuju petualangan yang baru. Sampai jumpa di podium kelulusan!

IMG-20260605-WA0066

Gandeng Akademisi IAI Rawa Aopa, Pre-Conference ICTIM 2026 Dorong Kompetensi Menulis Bab Buku Ilmiah

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Dalam rangka menyambut perhelatan ilmiah berskala internasional, Binus Online menyelenggarakan Pre-Conference International Conference on Information Technology and Information Management (ICTIM) 2026. Agenda strategis tersebut dilaksanakan secara daring pada Jumat (5/6/2026).

Kegiatan ini dirancang khusus untuk memberikan pembekalan komprehensif bagi para akademisi dan peneliti sebelum menuju acara puncak konferensi. Acara resmi dibuka oleh Dr. Hartiwi Prabowo, S.E., M.M., selaku Deputy Director Binus Online. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya wadah ilmiah seperti ICTIM dalam memfasilitasi diseminasi hasil riset terkini di bidang teknologi informasi dan manajemen.

Beliau juga berharap pra-konferensi ini dapat memotivasi para peserta untuk menghasilkan luaran publikasi yang berkualitas tinggi serta bereputasi global. Rangkaian diskusi ilmiah ini terbagi ke dalam tiga sesi utama yang dipandu secara interaktif. Sesi pertama diawali dengan pengenalan mendalam mengenai ICTIM 2026 yang dijadwalkan berlangsung secara daring pada 4-5 Agustus 2026 mendatang.

Penjelasan tersebut disampaikan langsung oleh Conference Chair, Dr. Yulius Denny Prabowo, S.T., M.T.I., yang juga merupakan dosen senior dari program studi Computer Science. Beliau memaparkan tema besar, sub-tema, serta peluang jejaring akademik yang dapat dioptimalkan oleh seluruh delegasi.

Memasuki sesi kedua, fokus diskusi beralih pada strategi teknis penulisan karya ilmiah dengan tajuk “Bagaimana Menulis Bab dalam Buku”. Sesi ini menghadirkan nara sumber utama, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. Beliau merupakan Komite Saintifik ICTIM 2026 yang juga aktif sebagai dosen senior di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Kehadiran beliau memberikan perspektif mendalam mengenai standarisasi dan metodologi penyusunan book chapter yang menjadi salah satu luaran utama dari konferensi ini. Dalam pemaparannya, Ismail Suardi Wekke yang menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menggarisbawahi pentingnya adaptasi teknologi dalam ekosistem riset modern.

Beliau menyatakan bahwa forum pra-konferensi seperti ini menjadi kesempatan untuk menyelaraskan persepsi antara komite saintifik dan para penulis. Menurutnya, pemanfaatan platform digital yang tepat akan mempercepat proses penelaahan naskah ilmiah.

Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan secara tidak langsung bahwa luaran konferensi yang berbentuk bab buku memiliki nilai strategis bagi rekognisi institusi. Beliau menegaskan kembali kepada seluruh peserta mengenai komitmen komite untuk menjaga standar kualitas penulisan agar dapat menembus indeksasi global.

Di samping itu, beliau mengapresiasi langkah Binus Online yang konsisten membangun kolaborasi akademik lintas pulau dan lintas institusi di Indonesia. Sebagai bentuk motivasi langsung kepada para peneliti muda, Ismail Suardi Wekke membagikan kutipan penting terkait konsistensi menulis.

“Menulis bab dalam buku ilmiah bukan sekadar menyusun kata, melainkan seni mendokumentasikan pemikiran strategis yang dapat diakses oleh peradaban global,” ujar Ismail di sela-sela presentasinya.

Beliau juga menambahkan sebuah penegasan akademis yang kuat untuk memacu semangat peserta. “Kita harus bergeser dari ego sektoral menuju kolaborasi riset, di mana ICTIM 2026 menjadi jembatan emas bagi hilirisasi inovasi tersebut,” tegasnya.

Pada akhir sesinya, beliau menyimpulkan tantangan riset masa kini dengan sebuah pesan penutup. “Kualitas luaran sebuah konferensi ditentukan oleh ketajaman metodologi dan relevansi solusi yang ditawarkan terhadap masalah nyata di masyarakat,” pungkasnya.

Sesi ketiga kemudian dilanjutkan oleh Stefanus Rumangkit, SE., M.Sc., yang memberikan panduan praktis mengenai tata cara registrasi kepesertaan. Beliau membedah langkah demi langkah penggunaan platform Conference Management Toolkit (CMT) yang menjadi sistem pengelolaan resmi ICTIM 2026.

Penjelasan ini bertujuan untuk meminimalisir kendala teknis yang sering dihadapi oleh para pendaftar saat mengunggah abstrak maupun manuskrip lengkap mereka. Setelah pemaparan dari ketiga sesi utama tersebut selesai disampaikan, agenda pra-konferensi langsung ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.

Para peserta memanfaatkan momentum ini dengan mengajukan berbagai pertanyaan kritis seputar substansi penulisan dan teknis pelaksanaan konferensi. Kegiatan pra-konferensi ini diharapkan dapat menjadi fondasi kokoh demi kesuksesan penyelenggaraan ICTIM 2026 pada bulan Agustus mendatang.

IMG-20260604-WA0025

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Bersiap Gabung Jejaring ACER-N untuk Penguatan Riset Regional

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menunjukkan komitmennya dalam memperluas jangkauan kerja sama di tingkat regional. Kali ini, institusi pendidikan tinggi tersebut secara resmi menyatakan minatnya untuk bergabung dalam jaringan ASEAN Council for Educational Research Network (ACER-N). Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu riset, publikasi ilmiah, serta pengabdian masyarakat yang berbasis pada kolaborasi antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa momentum ini menjadi titik balik yang sangat penting bagi akselerasi akademik kampus. Penguatan jaringan internasional dipandang bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mutlak untuk menjawab tantangan global.

Pihak manajemen kampus pun telah mempersiapkan seluruh instrumen pendukung demi kelancaran proses integrasi ke dalam ekosistem ACER-N tersebut. Mengenai kesiapan institusi, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan langsung terkait komitmen penuh kampus dalam penjajakan ini.

“Kami melihat ACER-N sebagai platform yang sangat strategis untuk mengintegrasikan potensi riset yang dimiliki oleh dosen dan peneliti IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dengan lanskap akademik di Asia Tenggara,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya. Beliau juga menambahkan mengenai orientasi pengembangan kelembagaan yang sedang berjalan saat ini.

“Bergabungnya kami dalam jejaring ini akan membuka pintu lebar bagi kolaborasi riset multilateral yang berdampak langsung pada akselerasi mutu lulusan serta reputasi kampus di kancah internasional,” kata Ismail, Kamis (4/6/2026).

Lebih lanjut, beliau menggarisbawahi kesiapan tata kelola internal untuk menyambut kemitraan besar tersebut.

“Seluruh jajaran di bidang perencanaan dan keuangan telah dialokasikan secara optimal untuk mendukung implementasi program-program kerja sama internasional yang produktif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Di sisi lain, terdapat beberapa poin krusial yang disampaikan melalui pernyataan tidak langsung dari sang Wakil Rektor. Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam jaringan kerja sama regional seperti ACER-N menjadi sebuah kesempatan untuk meningkatkan peluang mendapatkan jejaring penelitian kolaboratif global yang dihasilkan oleh sivitas akademika kampus secara signifikan.

Selain itu, beliau menyampaikan bahwa manajemen IAI Rawa Aopa Konawe Selatan tengah menyusun peta jalan integrasi kurikulum berbasis riset yang relevan dengan standar serta dinamika pendidikan di kawasan ASEAN. Dalam kesempatan yang sama, beliau memaparkan bahwa keterlibatan ini juga diharapkan mampu menarik minat para peneliti luar negeri untuk melakukan kolaborasi riset terapan di wilayah Konawe Selatan.

Langkah penjajakan ini langsung mendapat respons positif dari seluruh elemen di internal senat dan fakultas. Kehadiran IAI Rawa Aopa Konawe Selatan di dalam ACER-N diproyeksikan akan memperkuat posisi tawar institusi dalam berbagai forum ilmiah internasional formal. Dengan komitmen yang kuat serta dukungan tata kelola kepegawaian yang profesional, proses aplikasi keanggotaan ini diharapkan dapat segera rampung dalam waktu dekat.

IMG-20260603-WA0003

Internasionalisasi Kampus, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Sambut Baik Kemitraan RI-Prancis

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Kunjungan resmi (28/05/2026) Presiden ke Prancis pekan ini menandai babak baru dalam hubungan bilateral kedua negara, khususnya dalam penguatan sektor pendidikan tinggi. Pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di Paris tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang berfokus pada peningkatan mutu akademik, kolaborasi riset, dan pertukaran talenta.

Langkah ini dipandang sebagai upaya progresif Indonesia dalam mempercepat internasionalisasi institusi pendidikan tinggi agar mampu bersaing di panggung global.
Pemerintah Indonesia dan Prancis berkomitmen untuk memperluas akses beasiswa, memfasilitasi riset bersama pada sektor sains murni dan terapan, serta mendorong implementasi teknologi dalam manajemen kampus.

Implementasi dari kesepakatan ini diharapkan dapat segera dirasakan oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk di wilayah luar Pulau Jawa. Sinergi ini juga membuka peluang besar bagi dosen dan mahasiswa tanah air untuk menyerap praktik terbaik dari sistem pendidikan modern di Eropa.

Agenda strategis ini mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan akademisi di dalam negeri, tak terkecuali dari kawasan timur Indonesia. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa momentum kerja sama internasional ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh komponen pendidikan tinggi.

Menurutnya, perluasan jaringan global merupakan kunci utama dalam meningkatkan standardisasi mutu kelembagaan nasional.
“Kerja sama antara Indonesia dan Prancis ini merupakan peluang monumental bagi perguruan tinggi, terutama di daerah, untuk melakukan lompatan kuantum dalam aspek tata kelola dan mutu akademik,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan respon dan perencanaan pasca kunjungan Presiden RI ke Prancis, Rabu (3/6/2026).

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menggarisbawahi pentingnya adaptasi teknologi dalam mendukung keberhasilan implementasi kemitraan internasional ini. Beliau menekankan bahwa penguatan tata kelola institusi berbasis digital mutlak diperlukan agar kolaborasi riset lintas negara dapat berjalan secara efisien. Kesiapan infrastruktur digital dalam negeri akan menjadi fondasi utama yang menentukan seberapa jauh program kemitraan ini dapat diakselerasi secara produktif.

“Kami di tingkat tata kelola universitas melihat bahwa ekosistem pengetahuan berbasis digital dan pengelolaan manajemen yang transparan adalah fondasi utama agar kolaborasi internasional seperti ini dapat diimplementasikan secara konkret,” tegas Ismail Suardi Wekke secara langsung.

Selain kesiapan teknologi, aspek pengembangan sumber daya manusia juga menjadi sorotan utama dalam menangkap peluang kerja sama bilateral ini. Ismail Suardi Wekke mengingatkan bahwa dosen dan peneliti lokal harus didorong untuk aktif mengambil peran dalam konsorsium riset internasional. Pelibatan aktif ini dinilai akan mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi yang menjadi inti dari kesepakatan kedua negara.

“Transformasi pendidikan tinggi tidak akan terwujud tanpa adanya peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan yang adaptif terhadap standar global,” jelas Ismail Suardi Wekke.

Di sisi lain, Ismail Suardi Wekke juga menyampaikan pandangan mendalamnya melalui terkait arah kebijakan pasca-kesepakatan tersebut. Beliau menjelaskan bahwa integrasi sistem manajemen pengetahuan di tingkat kampus akan mempermudah penyelarasan kurikulum nasional dengan standar internasional yang diterapkan di Prancis.

Menurutnya, simplifikasi birokrasi akademik dan penguatan kapasitas riset harus berjalan beriringan demi menyukseskan program pertukaran gagasan ini. Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke menyatakan pula bahwa institusi pendidikan di daerah seperti IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berkomitmen penuh untuk mengadopsi model fasilitasi pembelajaran modern yang diadopsi dari kemitraan global tersebut.

Beliau meyakini bahwa keterbatasan geografis bukan lagi penghalang utama berkat adanya dukungan ekosistem digital yang kuat. Pola kemitraan ini diharapkan mampu memangkas kesenjangan kualitas pendidikan antara pusat dan daerah secara signifikan.

Terakhir, Ismail Suardi Wekke menambahkan bahwa tindak lanjut dari kunjungan kepresidenan ini memerlukan sinergi penta-helix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dan sektor industri. Beliau mengindikasikan bahwa luaran dari kerja sama riset Indonesia-Prancis ini harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan berkontribusi langsung pada pembangunan daerah. Kemitraan strategis ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen di atas kertas, melainkan menjelma menjadi aksi nyata yang berkelanjutan.