IMG-20260417-WA0011

Perkuat Sinergi Global, Dewan Pendidikan Maros Bersama IAI Rawa Aopa Gelar Pengabdian Masyarakat Internasional di Ammesangeng

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Dewan Pendidikan Kabupaten Maros akan menggelar program International Collaborative Community Service di Madrasah Darul Ulum Ammesangeng, Kabupaten Maros, pada 28 April 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi lintas negara yang melibatkan unsur pendidikan, organisasi kemahasiswaan, dan perguruan tinggi internasional.

Program tersebut diinisiasi bersama Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI) HMI Cabang Makassar Timur serta Badan Pengelola Latihan (BPL) HMI Cabang Makassar Timur. Selain itu, sejumlah perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri turut ambil bagian, di antaranya IBK NITRO Makassar, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Universitas Bina Nusantara Jakarta, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Tohoku University Jepang.

Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, Ismail Suardi Wekke, mengatakan kegiatan ini menjadi upaya memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dan masyarakat.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bentuk nyata kolaborasi antara kampus, organisasi kemahasiswaan, Dewan Pendidikan, serta dukungan Pemerintah Kabupaten Maros,” ujar Ismail dalam keterangannya, Jumat (16/4/2026).

Ia menjelaskan, kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mendorong pertukaran gagasan dan inovasi yang berdampak langsung bagi pengembangan pendidikan di tingkat lokal, khususnya di Madrasah Darul Ulum Ammesangeng.

“Melalui sinergi ini, kami ingin menghadirkan pertukaran ide dan inovasi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat dan satuan pendidikan,” katanya.

Lebih lanjut, keterlibatan perguruan tinggi dari Malaysia hingga Jepang dinilai sebagai langkah strategis untuk menghadirkan perspektif global dalam pembangunan pendidikan daerah.

“Kehadiran mitra internasional menunjukkan komitmen bersama untuk membawa wawasan global ke dalam penguatan kualitas pendidikan lokal,” tambahnya.

Kegiatan ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Maros dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui kemitraan strategis yang inklusif dan berkelanjutan.

IMG-20260416-WA0046

Kombinasi Karakter Lokal dan Wawasan Global dalam PBAK IAI Rawa Aopa 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersiap menyelenggarakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2026. Kegiatan rutin tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 17 hingga 19 April 2026.

Adapun tahun ini, pelaksanaan PBAK dipusatkan di Pasar Potoro, sebuah lokasi yang memiliki nilai strategis bagi pengembangan kompetensi mahasiswa dan pengabdian masyarakat. “Kita siap menggelar PBAK, sebuah ajang silaturahmi bagi mahasiswa dan dosen,” ungkap Ismail Suardi Wekke usai mendampingi panitia menyiapkan acara, Kamis, 16 April 2026.

Tema utama yang diusung dalam PBAK 2026 adalah penguatan wawasan global yang dipadukan dengan karakter kearifan lokal. Pemilihan tema ini bertujuan untuk mencetak generasi akademisi yang tidak hanya mampu bersaing di kancah internasional, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai luhur budaya setempat. Langkah ini dinilai krusial di tengah arus modernisasi yang semakin dinamis agar mahasiswa memiliki jati diri yang kuat.

Pemilihan Pasar Potoro sebagai lokasi utama bukan tanpa alasan. Pasar ini merupakan laboratorium lapangan bagi kampus yang berfungsi sebagai pusat pemberdayaan masyarakat serta pengembangan keuangan inklusi. Melalui integrasi kegiatan akademik di pasar, mahasiswa diharapkan dapat berinteraksi langsung dengan realitas ekonomi masyarakat dan memahami mekanisme literasi keuangan secara praktis sejak dini.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia kampus dan realitas sosial. Ia menyatakan bahwa Pasar Potoro menjadi simbol laboratorium hidup di mana mahasiswa bisa mempraktikkan teori pemberdayaan secara langsung.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa di pasar tersebut akan membuka cakrawala mereka mengenai pentingnya keuangan inklusif bagi masyarakat perdesaan. Ismail juga menekankan bahwa melalui PBAK ini, kampus ingin memastikan setiap mahasiswa baru memiliki semangat untuk berkontribusi pada kemajuan daerah melalui inovasi yang relevan dengan kebutuhan warga.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus pada esensi kegiatan tersebut. “PBAK 2026 adalah momentum bagi mahasiswa baru untuk menyadari bahwa dunia akademik tidak hanya berada di dalam ruang kelas, tetapi juga hadir di tengah denyut nadi ekonomi masyarakat seperti di Pasar Potoro ini,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, “Kami ingin membentuk karakter mahasiswa yang memiliki cara pandang global namun tetap menjunjung tinggi kearifan lokal sebagai fondasi utama dalam bertindak.”

Terakhir, Ismail menegaskan komitmen institusi dalam pemberdayaan dengan mengatakan, “Pemanfaatan Pasar Potoro sebagai lokasi PBAK merupakan langkah nyata kami dalam memperkuat ekosistem keuangan inklusi melalui peran aktif civitas akademika.”

Penyelenggaraan PBAK selama tiga hari ini akan diisi dengan berbagai materi kepemimpinan, pengenalan budaya kampus, serta sesi khusus mengenai literasi keuangan. Dengan melibatkan Pasar Potoro sebagai latar utama, IAI Rawa Aopa berharap dapat menciptakan pengalaman belajar yang transformatif, sekaligus mempererat hubungan antara lembaga pendidikan dengan masyarakat luas di Konawe Selatan.

Pers (ISW)

IAI Rawa Aopa Siap Seret Penyebar Fitnah ke Dewan Pers: Itu Murni Pembunuhan Karakter

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara tegas memberikan bantahan keras terhadap gelombang pemberitaan miring yang menyudutkan institusi belakangan ini. Manajemen kampus menyatakan bahwa seluruh tuduhan yang beredar di media massa adalah kebohongan publik yang tidak memiliki dasar hukum dan merupakan upaya sistematis untuk merusak reputasi lembaga melalui fitnah.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi serangan informasi tersebut sebagai kampanye gelap. Menurutnya, apa yang disebarluaskan bukan lagi kritik, melainkan penyebaran berita bohong yang dirancang untuk mengelabui masyarakat.

“Apa yang berkembang di media terkait kejadian di Masjid Kampus IAI Rawa Aopa sepenuhnya adalah fitnah dan merupakan bentuk nyata dari pembunuhan karakter yang sengaja didesain untuk merugikan kami secara institusional maupun personal,” ujar Ismail saat memberikan klarifikasi resmi di kampus dalam persiapan pelaksanaan PBAK, Kamis (16/4/2026).

Ismail menegaskan bahwa seluruh operasional kampus, baik dari aspek keuangan maupun manajerial, berjalan transparan dan sesuai regulasi. Ia mencurigai ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mengembuskan kebohongan karena kebencian terhadap IAI Rawa Aopa.

“Kami tidak akan membiarkan martabat institusi ini diinjak-injak oleh narasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara faktual,” tegasnya.

Sebagai langkah nyata melawan fitnah ini, pihak rektorat tengah mempertimbangkan jalur hukum secara serius. Ismail juga menyayangkan lemahnya prinsip jurnalisme dalam pemberitaan tersebut yang tidak melakukan verifikasi (cek dan recek), sehingga justru menjadi corong bagi kebohongan publik.

“Pemberitaan yang ada dalam kaitan kejadian di Masjid Kampus sepenuhnya mengabaikan prinsip jurnalistik dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Secara prosedural, kami akan segera melapor ke Dewan Pers agar diambil tindakan tegas terhadap penyebaran fitnah ini,” pungkas Ismail.

Penelitian Kolaboratif (ISW)

Kolaborasi Riset Internasional, Peneliti IAI Rawa Aopa Sertai Penelitan bersama ITB dan Murdoch University

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa mempertahankan kemitraan di kancah riset global dengan melanjutkan agenda penelitian kolaboratif bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Murdoch University, Australia. Sebagai langkah pemantapan, tim peneliti dari IAI Rawa Aopa mengikuti pertemuan daring guna membahas progres serta langkah strategis pendalaman riset yang melibatkan lintas disiplin ilmu dan batas negara tersebut (Rabu, 15 April 2026).

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, memberikan apresiasi mendalam terhadap konsistensi tim peneliti. Dalam keterangannya, Ismail menegaskan bahwa sinergi ini merupakan jembatan bagi kampus untuk mencapai standar akademik internasional. Ia menyatakan bahwa pertemuan daring ini bukan sekadar rutinitas koordinasi, melainkan ruang krusial untuk menyelaraskan metodologi riset agar hasil penelitian nantinya memiliki dampak nyata bagi masyarakat lokal maupun literatur global.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya peran aktif dosen dalam kemitraan luar negeri ini. Ia berujar, “Kami berkomitmen penuh untuk mendukung setiap tahapan penelitian ini karena kolaborasi dengan institusi sebesar ITB dan Murdoch University adalah peluang emas untuk meningkatkan kapasitas intelektual sivitas akademika kita.” 

Ismail juga menambahkan, “Melalui diskusi intensif ini, kita ingin memastikan bahwa setiap data yang dikumpulkan di lapangan dapat dianalisis dengan standar global tanpa kehilangan kearifan lokal yang menjadi objek penelitian.” 

Dalam pernyataannya, ia menegaskan, “Keberlanjutan riset ini menjadi bukti bahwa IAI Rawa Aopa mampu bersaing secara saintifik di level internasional, dan kami akan terus mengawal proses ini hingga publikasi akhir.”

Secara teknis, Ismail juga memaparkan bagaimana pihak rektorat memberikan dukungan administratif dan finansial yang memadai demi kelancaran proyek ini. Ia menjelaskan bahwa manajemen universitas telah menyiapkan regulasi khusus yang memudahkan para peneliti dalam menjalankan tugasnya tanpa terkendala birokrasi internal. 

Menurutnya, keberhasilan riset kolaboratif ini nantinya akan menjadi modal besar bagi IAI Rawa Aopa dalam memperluas jejaring kerja sama dengan universitas-universitas top dunia lainnya di masa depan. Pertemuan daring yang berlangsung secara intensif tersebut menjadi wadah pertukaran gagasan antara para ahli dari Bandung, Perth, dan Konawe Selatan. 

Dengan fokus pada isu-isu strategis yang menyentuh kepentingan publik, penelitian ini diharapkan dapat melahirkan rekomendasi kebijakan yang berbasis data kuat serta memperkokoh posisi IAI Rawa Aopa sebagai bagian dari pusat keunggulan akademik di wilayah Sulawesi Tenggara.

UGM (ISW)

Perkuat Sinergi Akademik, IAI Rawa Aopa Gelar FGD Bahas Rencana Kerja Sama dengan UGM

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempertahankan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dan tata kelola kelembagaan. Langkah strategis terbaru diwujudkan melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) daring yang secara khusus membahas perencanaan kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta (Rabu, 15 April 2026). 

Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi IAI Rawa Aopa dalam memetakan potensi kolaborasi lintas institusi yang mencakup bidang tridarma perguruan tinggi. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari visi besar institusi untuk bertransformasi menjadi pusat keunggulan akademik di Sulawesi Tenggara. 

Menurutnya, UGM sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia memiliki ekosistem yang sangat relevan untuk menjadi mitra pendamping dalam pengembangan program-program strategis IAI Rawa Aopa ke depan. Dalam diskusi tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan mengenai urgensi pertemuan ini. “Kami menyadari bahwa untuk mencapai standar internasional, kolaborasi dengan institusi mapan seperti UGM adalah sebuah keharusan, bukan sekadar pilihan,” tegas Ismail. 

Ia juga menambahkan bahwa fokus utama dari kerja sama ini akan menyasar pada penguatan riset dan pengabdian masyarakat yang berdampak luas. “FGD ini merupakan langkah awal yang konkret untuk menyusun peta jalan kerja sama yang saling menguntungkan, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia di Konawe Selatan,” lanjutnya. 

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjalankan rencana tersebut dengan menyatakan bahwa semangat dari pertemuan ini adalah untuk memastikan potensi kolaborasi. Ismail juga menyampaikan beberapa poin secara tidak langsung terkait arah kebijakan kampus. Ia menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa saat ini tengah berupaya keras untuk melakukan sinkronisasi kurikulum dengan kondisi kontemporer masyarakat dan perkembangan zaman, sehingga pendampingan dari universitas besar akan sangat membantu. 

Ismail turut memaparkan bahwa melalui FGD ini, pihak kampus berharap dapat menyerap praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian yang transparan serta akuntabel dari UGM. Terakhir, ia mengungkapkan keyakinannya bahwa dengan adanya payung kerja sama ini, dosen-dosen di IAI Rawa Aopa akan memiliki peluang lebih besar untuk terlibat dalam proyek riset kolaboratif yang didanai secara nasional maupun internasional.

Kegiatan FGD ini dihadiri oleh kedua belah pihak IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan Universitas Gadjah Mada. Peserta mengajukan eksplorasi terkait dengan apa yang dapat dikolaborasikan. Diharapkan, hasil dari diskusi ini dapat segera diformalkan dalam waktu dekat agar program diseminasi pengetahuan, riset bersama, serta penguatan literasi hukum adat dapat segera dilaksanakan demi kemajuan daerah.

PBAK (ISW)

IAI Rawa Aopa Siap Gelar PBAK Akhir Pekan Ini, Fokus pada Pembentukan Karakter Mahasiswa

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menjadwalkan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa baru pada akhir pekan ini tertanggal 17-19 April 2026. Agenda tahunan tersebut dirancang sebagai gerbang utama bagi para akademisi muda untuk memahami ekosistem pendidikan tinggi di lingkungan kampus hijau tersebut (Rabu, 15 April 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa seluruh perangkat pendukung telah disiapkan secara matang. Beliau menegaskan bahwa panitia saat ini sedang melakukan sinkronisasi akhir guna memastikan seluruh alur kegiatan berjalan sesuai rencana tanpa kendala teknis yang berarti.

Dalam sela-sela persiapan, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus terkait tujuan utama dari pelaksanaan PBAK tahun ini. Berikut adalah pernyataan langsung beliau: “Kami ingin memastikan bahwa PBAK ini bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan fondasi awal bagi mahasiswa untuk mengenal nilai-nilai integritas dan intelektualitas yang dijunjung tinggi oleh IAI Rawa Aopa,” ujar Ismail saat ditemui di persiapan tempat pelaksanaan.

Lebih lanjut, beliau juga menyoroti pentingnya adaptasi teknologi bagi mahasiswa baru di era digital saat ini. “Mahasiswa baru harus segera bertransformasi dari pola pikir sekolah menengah ke pola pikir akademik yang kritis, sehingga mereka mampu menjawab tantangan zaman melalui riset dan inovasi sejak dini,” tambahnya.

Ismail pun menutup pernyataannya dengan pesan semangat bagi para peserta yang akan mengikuti prosesi tersebut. “Selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru di kampus perjuangan ini, mari jadikan akhir pekan besok sebagai langkah pertama untuk meniti jalan pengabdian bagi bangsa dan agama,” pungkasnya.

Selain memberikan arahan secara langsung, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan beberapa poin teknis dan filosofis terkait kebijakan kampus. Beliau menyampaikan bahwa pihak rektorat berkomitmen penuh untuk mengawal jalannya PBAK agar tetap berada dalam koridor edukatif dan jauh dari praktik perpeloncoan yang tidak produktif. Menurutnya, orientasi kampus harus diisi dengan pengenalan budaya literasi serta penguatan moderasi beragama bagi seluruh civitas akademika.

Ismail juga menginstruksikan kepada seluruh panitia pelaksana agar mengedepankan aspek pelayanan dan keramahan dalam menyambut para mahasiswa baru. Beliau berharap atmosfer kampus yang hangat dapat membantu proses adaptasi mahasiswa dari berbagai latar belakang daerah di Sulawesi Tenggara menjadi lebih cepat dan nyaman.

Terakhir, sang Wakil Rektor mengungkapkan bahwa pengelolaan anggaran untuk kegiatan ini telah dilakukan secara transparan dan akuntabel guna menunjang fasilitas terbaik bagi mahasiswa. Ia meyakini bahwa dengan perencanaan keuangan yang tepat, kualitas materi dan output dari PBAK ini dapat melahirkan generasi emas yang kompeten dan berkarakter unggul di masa depan.

Breaking News (ISW)

Terkait dengan Sorotan di Media Berhubungan Dengan IAI Rawa Aopa, Sepenuhnya Fitnah dan Pembunuhan Karakter

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi membantah berbagai pemberitaan miring yang menyudutkan institusi tersebut belakangan ini. Manajemen kampus menegaskan bahwa seluruh tuduhan yang beredar di media massa tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan cenderung mengarah pada upaya sistematis perusakan reputasi lembaga pendidikan tersebut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa pihaknya telah mencermati dinamika informasi yang berkembang. Menurutnya, serangan informasi yang dialamatkan kepada IAI Rawa Aopa bukan lagi sekadar kritik konstruktif, melainkan sudah masuk dalam kategori penyebaran berita bohong. 

Beliau menegaskan bahwa apa yang disorot oleh sejumlah pihak di media sepenuhnya adalah fitnah dan merupakan bentuk nyata dari pembunuhan karakter terhadap pimpinan maupun institusi secara keseluruhan. Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke secara lugas menyampaikan pembelaan terhadap integritas kampus. “Apa yang berkembang di media terkait IAI Rawa Aopa sepenuhnya adalah fitnah dan merupakan upaya pembunuhan karakter yang sengaja didesain untuk merugikan kami,” ujar Ismail saat memberikan klarifikasi resmi di kampus IAI Rawa Aopa. 

Ia juga menambahkan bahwa setiap langkah manajerial yang diambil selama ini selalu mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas sesuai dengan regulasi pendidikan tinggi yang berlaku. “Kami tidak akan tinggal diam melihat institusi ini dikerdilkan oleh narasi-narasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara faktual,” tegasnya dengan nada meyakinkan.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa seluruh operasional kampus, baik dari segi keuangan maupun kepegawaian, berjalan di atas rel aturan yang sah. Beliau menekankan bahwa tuduhan-tuduhan tersebut sengaja diembuskan oleh pihak tertentu yang tidak senang dengan kemajuan yang diraih oleh IAI Rawa Aopa dalam beberapa waktu terakhir. 

Ismail pun menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen kampus untuk membawa persoalan ini ke jalur hukum jika kampanye hitam ini terus berlanjut tanpa ada itikad baik dari pihak-pihak terkait. “Langkah hukum sedang kami pertimbangkan secara serius sebagai bentuk perlindungan terhadap marwah institusi pendidikan,” pungkas Ismail.

Dari pihak rektorat, Ismail Suardi Wekke meminta masyarakat dan para mahasiswa tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya. IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk tetap fokus pada peningkatan kualitas akademik dan pengabdian masyarakat, sembari memastikan bahwa kebenaran akan terungkap melalui proses yang objektif. 

Manajemen juga mengimbau media massa untuk lebih mengedepankan prinsip cek dan recek agar pemberitaan yang dihasilkan tidak menjadi sarana bagi pihak-pihak tertentu untuk melakukan pembunuhan karakter demi kepentingan sepihak. “Pemberitaan yang ada saat ini, tidak mengedepankan prinsip jurnalistik, sehingga sepenuhnya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Secara prosedural, kami akan melaporkan ke dewan pers, untuk diambil tindakan,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

IMG-20260414-WA0015

Menjelang IPRC dan ICon-FiBank 2026, Akademisi Didorong Kuasai Teknik Komunikasi Sains yang Inovatif

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Menjelang perhelatan akbar International Conference on Finance and Banking (ICon-FiBank) dan International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersama Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO terus memacu kualitas sumber daya manusianya, Selasa (14/4/2026) berlangsung daring.

Langkah ini diwujudkan melalui gelaran Webinar Series seri kedua yang dilaksanakan pada Selasa (14/4/2026). Forum ini secara khusus menyoroti vitalnya penguasaan komunikasi sains bagi akademisi yang akan berlaga di kancah internasional.

Fokus utama dalam pertemuan virtual ini adalah membedah strategi komunikasi sains sebuah keterampilan krusial yang sering menjadi titik lemah para peneliti. Peserta diajarkan untuk tidak hanya berkutat pada kompleksitas data, tetapi juga piawai dalam menyusun narasi yang mampu menyederhanakan temuan ilmiah tanpa mengurangi esensinya.

Melalui pembekalan teknik presentasi yang efektif, para akademisi didorong untuk memastikan bahwa gagasan mereka tidak berakhir sebagai tumpukan berkas laporan, melainkan mampu memberikan dampak nyata dan meyakinkan para pemangku kepentingan di panggung global.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, yang juga menjabat sebagai Komite Saintifik untuk kedua konferensi tersebut, menegaskan bahwa kecakapan retorika adalah instrumen vital bagi setiap pendidik.

“Seorang akademisi harus memiliki kemampuan menerjemahkan bahasa teknis penelitian ke dalam bahasa yang lebih membumi. Kegagalan dalam mengomunikasikan riset sama saja dengan menyembunyikan kebenaran ilmiah itu sendiri,” tegas Ismail dalam paparannya.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa konferensi internasional bukan sekadar ajang pertukaran jurnal, melainkan sebuah panggung diplomasi akademik. Di sini, reputasi institusi sangat bergantung pada kualitas presentasi para delegasinya. Persiapan mental dan teknis melalui webinar ini menjadi fondasi agar diseminasi riset dari Sulawesi Tenggara mampu tampil kompetitif di level dunia.

Ismail juga memberikan tips praktis mengenai estetika presentasi ilmiah. Menurutnya, setiap slide yang ditampilkan harus mampu bercerita secara visual sehingga audiens tidak merasa jenuh dengan deretan angka yang rumit.

“Komunikasi sains bukan sekadar berbicara, melainkan bagaimana kita mentransfer energi dan keyakinan atas temuan riset kita kepada audiens,” imbuhnya.

Menutup pernyataannya, ia optimis bahwa sinergi antara IAI Rawa Aopa dan IBK NITRO akan menjadi katalisator bagi akademisi lokal untuk berdiri sejajar dengan peneliti dunia. Dengan narasi sains yang kuat dan argumentatif, ICon-FiBank dan IPRC 2026 diprediksi akan menjadi tonggak baru bagi eksistensi intelektual Indonesia Timur di peta ilmu pengetahuan internasional.

Webinar Series (ISW)

Perkuat Kapasitas Akademisi, IAI Rawa Aopa dan IBK NITRO Bedah Strategi Komunikasi Sains Menuju ICon-FiBank dan IPRC 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bekerja sama dengan Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO terus mematangkan persiapan menjelang perhelatan akbar International Conference on Finance and Banking (ICon-FiBank) serta International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026. Sebagai langkah menuju perhelatan tersebut, kedua institusi kembali menggelar Webinar Series seri kedua yang secara khusus menyoroti urgensi komunikasi publik bagi kalangan akademisi dalam mempresentasikan ide-ide inovatif mereka di kancah internasional (Selasa, 14 April 2026).

Fokus utama pada sesi kali ini adalah komunikasi sains, sebuah keterampilan yang seringkali menjadi tantangan bagi para peneliti dalam menyederhanakan kompleksitas data menjadi narasi yang mudah dipahami. Melalui forum ini, para peserta dibekali teknik presentasi yang efektif agar gagasan yang disampaikan tidak hanya berhenti sebagai tumpukan berkas laporan, namun mampu memberikan dampak nyata dan meyakinkan para pemangku kepentingan dalam berbagai forum ilmiah.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, yang juga Komite Saintifik kedua konferensi tersebut menekankan bahwa kemampuan berbicara di depan publik adalah instrumen vital bagi setiap pendidik. Beliau menyatakan bahwa seorang akademisi harus memiliki kecakapan dalam menerjemahkan bahasa teknis penelitian ke dalam bahasa yang lebih membumi agar manfaat ilmu pengetahuan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. 

Menurutnya, kegagalan dalam mengomunikasikan riset sama saja dengan menyembunyikan kebenaran ilmiah itu sendiri. Selain itu, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi bahwa webinar ini merupakan bagian dari ekosistem persiapan mental dan teknis sebelum para dosen terjun ke ajang ICon-FiBank dan IPRC mendatang. 

Ia menyatakan bahwa konferensi internasional bukan sekadar tempat bertukar jurnal, melainkan panggung diplomasi akademik di mana citra institusi dipertaruhkan melalui kualitas presentasi para delegasinya. Dengan persiapan yang matang melalui seri webinar ini, ia optimis kualitas diseminasi riset dari Sulawesi Tenggara akan semakin kompetitif di level global.

Lebih lanjut, dalam sesi tersebut Ismail Suardi Wekke menyampaikan beberapa poin kunci secara lugas kepada para peserta webinar. “Komunikasi sains bukan sekadar berbicara, melainkan bagaimana kita mentransfer energi dan keyakinan atas temuan riset kita kepada audiens,” tegas Ismail usai kegiatan. 

Ia juga menambahkan pernyataan penting mengenai esensi presentasi ilmiah dengan menyebutkan bahwa setiap slide yang ditampilkan harus mampu bercerita secara visual tanpa harus membuat audiens merasa jenuh dengan angka-angka yang rumit. Sebagai penutup pernyataannya, ia menegaskan, “Kita ingin ICon-FiBank dan IPRC 2026 menjadi momentum di mana akademisi lokal mampu berdiri sejajar dengan peneliti dunia melalui kekuatan narasi sains yang kuat dan argumentatif.”

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sosialisasi bagi para civitas akademika untuk terus mengasah kemampuan soft skills mereka. Dengan sinergi yang terjalin antara IAI Rawa Aopa dan IBK NITRO, persiapan menuju konferensi internasional tahun 2026 diprediksi akan semakin solid, sekaligus memperkuat posisi kedua institusi dalam peta pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia Timur.

Webinar (ISW)

Undangan Partisipasi Dalam Webinar Series Atdikbud di 15 Negara, dan Wakil Delegasi Tetap RI-UNESCO

Webinar Atdikbud (ISW)
Webinar Atdikbud (ISW)

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kolaborasi Atase Pendidikan dan Kebudayaan bersiap menggelar rangkaian kegiatan intelektual melalui Webinar Series Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud). Perhelatan yang dijadwalkan berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026 ini akan menghadirkan para diplomat pendidikan dari 15 negara serta Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO sebagai narasumber utama. 

Acara strategis ini rencananya akan disertai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang bertindak sebagai pembicara kunci untuk memberikan arah kebijakan pendidikan Indonesia di kancah global. “Terima kasih kepada Atdikbud yang telah memberikan kesempatan untuk partisipasi,” kata Ismail Suardi Wekke

Inisiatif besar ini mendapat apresiasi positif dari berbagai kalangan akademisi di daerah, termasuk dari Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa keterlibatan para Atdikbud dari 15 negara merupakan langkah konkret dalam memperluas cakrawala berpikir mahasiswa dan dosen di Indonesia. 

Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi jembatan emas bagi perguruan tinggi di daerah untuk memahami kondisi pendidikan internasional langsung dari para praktisinya di luar negeri. Selain itu, Ismail juga menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan pusat dengan implementasi di tingkat institut guna menyongsong digitalisasi pendidikan yang menjadi tema besar dalam rangkaian webinar tersebut.

Dalam sebuah sesi wawancara, Ismail Suardi Wekke memberikan penegasan terkait urgensi partisipasi aktif dalam agenda ini. “Kami melihat webinar series ini bukan sekadar rutinitas diskusi, melainkan momentum bagi kampus-kampus di pelosok untuk menyerap sari pati kebijakan global yang dibawa oleh para delegasi kita di UNESCO dan para Atase Pendidikan,” ujar Ismail dengan antusias. 

Ia juga menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk mendorong seluruh sivitas akademika agar terlibat penuh dalam setiap sesi. “Kehadiran dua menteri sebagai keynote speakers menunjukkan betapa krusialnya penyelarasan visi antara pendidikan dasar hingga tinggi dalam menghadapi tantangan sains dan teknologi di masa depan,” tegasnya. 

Lebih lanjut, Ismail memberikan pesan kuat bagi para pengelola pendidikan di daerah. “Jangan sampai peluang emas ini terlewatkan, karena akses informasi langsung dari 15 negara ini adalah modal sosial untuk pengembangan mutu sumber daya manusia kita di Konawe Selatan,” pungkasnya.

Rangkaian webinar ini diharapkan mampu menjadi platform untuk memperkuat jejaring internasional bagi lembaga pendidikan di seluruh pelosok tanah air. Dengan menghadirkan perspektif dari berbagai negara, mulai dari kawasan Asia, Eropa, hingga Amerika, para peserta akan diajak untuk membedah praktik terbaik (best practices) pendidikan yang dapat diadaptasi dalam konteks lokal Indonesia. 

Sinergi antara kementerian pusat, delegasi internasional, dan akademisi daerah seperti yang ditunjukkan oleh IAI Rawa Aopa menjadi bagian dari kunci keberhasilan transformasi pendidikan nasional yang berdaya saing global. “Sekali lagi, terima kasih kepada Atdikbud yang telah membuka peluang untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” pungkas Ismail Suardi Wekke.