IMG-20260401-WA0006

Berkunjung ke Bupati Konsel, IAI Rawa Aopa Bahas Keberlanjutan Dukungan Pendidikan Tinggi

Rawaaopakonsel.ac.id, Selatan, Konawe Selatan – Jajaran pengurus yayasan dan pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa melakukan kunjungan silaturahmi kepada Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, di Rumah Jabatan Bupati, Andoolo, Senin (30/32026).

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah, sekaligus menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan terhadap sektor pendidikan tinggi di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dalam suasana bulan Syawal tersebut, pimpinan IAI Rawa Aopa secara khusus menyoroti peran strategis pemerintah daerah dalam membantu meringankan beban mahasiswa melalui kebijakan dukungan Uang Kuliah Tunggal (UKT).  Turut hadir bersama pimpinan IAI Rawa Aopa, Dewan Pembina Yayasan yang juga Pendiri, Al Asri, M.Si.

Kerja sama ini dinilai menjadi angin segar bagi keberlangsungan studi putra-putri daerah di Konawe Selatan. “Kita sampaikan terima kasih, atas dukungan pembiayaan UKT bagi mahasiswa,” papar Al Asri usai pertemuan tersebiut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk nyata dari koordinasi institusi dengan pemangku kepentingan daerah. Ia menyampaikan bahwa dukungan Pemkab Konawe Selatan sangat berarti bagi penguatan kapasitas akademik kampus.

“Kami hadir untuk menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati atas komitmen nyata dalam menyokong pendidikan melalui kebijakan UKT ini,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan di sela-sela kunjungan tersebut.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa bantuan yang dialokasikan oleh pemerintah daerah selain sola angka, juga merupakan investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia di Konawe Selatan. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi antara IAI Rawa Aopa dan Pemerintah Kabupaten adalah langkah strategis dalam mewujudkan visi daerah yang cerdas dan kompetitif.

Ismail Suardi Wekke juga menekankan pentingnya keberlanjutan program ini. “Dukungan pemerintah daerah terhadap biaya kuliah mahasiswa menjadi motor penggerak bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di IAI Rawa Aopa,” tegasnya.

Selain menyampaikan apresiasi, pihak kampus juga memaparkan rencana pengembangan institusi ke depan yang memerlukan sinkronisasi dengan program-program pembangunan daerah. Ismail menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus mencetak lulusan yang mampu berkontribusi langsung pada pembangunan di Konawe Selatan.

“Sinergi ini membuktikan bahwa pemerintah daerah memiliki visi yang sangat tajam dalam melihat pendidikan sebagai kunci utama kemajuan masyarakat,” imbuh Ismail menutup pernyataannya.

Melalui pertemuan ini, diharapkan hubungan antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah semakin solid, sehingga akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Konawe Selatan tetap terjamin dan berkualitas.

IMG-20260331-WA0044

IAI Rawa Aopa Dorong Mobilitas Mahasiswa Melalui Program KKN Internasional Terintegrasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Kolaka Timur – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses menyelenggarakan serangkaian kegiatan akademik dan sosial di wilayah Kabupaten Kolaka Timur pada Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini mencakup pengabdian masyarakat di TK Tobaru serta Workshop Peningkatan Kualitas Penulisan Skripsi yang menitikberatkan pada integritas karya ilmiah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pembina Yayasan Penyelenggara IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Al Asri, M.Si., menyatakan komitmen penuh yayasan dalam mendukung pengembangan pendidikan di daerah.

“Kami memastikan bahwa yayasan akan terus mengawal setiap program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik melalui pengabdian langsung di lapangan maupun penguatan kapasitas akademik mahasiswa,” ujar Al Asri.

Secara tidak langsung, ia juga menekankan bahwa keberadaan yayasan bertujuan untuk menjadi pilar pendukung bagi kampus dalam mencetak lulusan yang kompetitif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Workshop yang digelar juga fokus pada sosialisasi pencegahan plagiarisme melalui penggunaan perangkat Turnitin. Hal ini dilakukan sebagai langkah nyata menjaga kualitas karya tulis ilmiah mahasiswa, terutama bagi mereka yang tengah menyusun skripsi. Selain itu, kegiatan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur dalam mengimplementasikan Wajib Belajar 13 Tahun.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Ismail Suardi Wekke, turut memberikan pandangan strategisnya mengenai arah pengembangan institusi. Dalam pernyataan pertamanya, Ismail menekankan pentingnya pengalaman global bagi mahasiswa.

“Bagi mahasiswa yang memasuki semester 7, kami menyediakan pilihan strategis melalui skema PPL dan KKN Internasional yang nantinya akan terintegrasi dengan program student mobility,” kata Ismail.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya penguatan karakter intelektual di lingkungan kampus. “Budaya akademik dan pemahaman mendalam mengenai proses perkuliahan adalah fondasi utama agar mahasiswa tidak hanya sekadar lulus, tetapi juga memiliki integritas keilmuan yang kuat,” tegasnya.

Terkait keberlanjutan pendidikan bagi lulusan, Ismail menambahkan dalam pernyataan ketiganya bahwa institusi sangat peduli pada masa depan alumni.

“Kami memfasilitasi para alumni untuk melanjutkan studi ke jenjang Pascasarjana, khususnya pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) di STAI Al Furqan, sebagai bagian dari pengembangan karier akademik mereka,” ungkapnya.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa seluruh rangkaian program ini merupakan upaya sistematis kampus dalam menyelaraskan kurikulum dengan tantangan global, sembari tetap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah di Sulawesi Tenggara.

Kegiatan yang berlangsung di Rate-Rate ini dihadiri oleh jajaran civitas akademika, mahasiswa semester akhir, serta tokoh masyarakat setempat, yang menyambut baik inisiatif IAI Rawa Aopa dalam memajukan sektor pendidikan di Kolaka Timur.

IMG-20260331-WA0040

Pimpinan IAI Rawa Aopa Tekankan Pentingnya Deteksi Mandiri Karya Ilmiah Mahasiswa

Rawaaopakonsel.ac.id, Kolaka – Integritas penelitian menjadi sorotan utama dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat dan Workshop Integritas Penelitian yang diselenggarakan hari ini. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai pencegahan plagiarisme dalam penulisan skripsi bagi para mahasiswa guna memastikan kualitas karya ilmiah yang dihasilkan berlangsung di Kolaka, Selasa (31/3 //2026).

Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, M.Si., dalam arahannya menekankan bahwa kejujuran akademik adalah fondasi utama seorang sarjana. Beliau melontarkan pertanyaan retoris mengenai kemungkinan lahirnya inovasi jika fondasi pemikirannya hanya sekadar menyalin karya orang lain. Al Asri menambahkan bahwa workshop ini merupakan bentuk tanggung jawab moral lembaga dalam menjaga mutu lulusan agar memiliki daya saing yang sehat secara intelektual.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Ismail Suardi Wekke, menjelaskan bahwa pihak kampus telah menyiapkan infrastruktur teknologi untuk mendukung kebijakan tersebut. Ia mempertanyakan sejauh mana kesiapan mahasiswa dalam memanfaatkan sistem Turnitin secara mandiri sebelum naskah mereka diuji.

Ismail menegaskan bahwa penggunaan teknologi ini bukan bertujuan untuk mempersulit proses kelulusan, melainkan untuk memudahkan deteksi kemiripan naskah secara transparan dan akurat.

Terkait teknis pelaksanaan, pihak kampus kini mewajibkan setiap skripsi untuk melalui tahap verifikasi Turnitin guna memastikan tingkat orisinalitas naskah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Melalui sistem ini, kemiripan teks dapat dipetakan secara detail sehingga potensi plagiarisme dapat dihindari sedini mungkin sebelum mahasiswa menyelesaikan studinya.

Sebagai langkah akhir dari siklus akademik, naskah yang telah terverifikasi kemudian akan diproses melalui digitalisasi dalam sistem repository kampus. Seluruh karya ilmiah tersebut akan diunggah ke database digital sebagai bagian dari penguatan pendataan alumni. Langkah ini tidak hanya berfungsi sebagai pengarsipan, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi pengetahuan nyata bagi publik serta rekam jejak akademik yang dapat dipertanggungjawabkan di masa depan.

IMG_20260331_195749

Pimpinan IAI Rawa Aopa: Kebersamaan dengan Pemerintah dan Masyarakat Adalah Kunci Menuju Universitas Islam

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar acara Halal Bilhalal yang dihadiri oleh jajaran Pemerintah Daerah, tokoh masyarakat, serta keluarga besar sivitas akademika bertempat di Aula Al Asri Kampus Andoolo, Sabtu (28/3/2026).

Agenda yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum penting bagi institusi untuk memperkuat sinergi sekaligus menegaskan komitmen dalam bertransformasi menjadi Universitas Islam di masa depan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang mewakili Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, dalam sambutan menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tradisi rutin pasca-Lebaran.

Menurutnya, kerukunan yang terjalin antara kampus, pemerintah, dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam membangun iklim pendidikan yang sehat di Sulawesi Tenggara. Beliau meyakini bahwa kebersamaan yang kokoh akan memudahkan langkah institusi dalam memenuhi segala persyaratan administratif dan kualitatif guna mencapai status universitas.

“Kegiatan Halal Bilhalal ini merupakan manifestasi dari tekad kita untuk terus merawat kebersamaan dan memperkuat jejaring dengan seluruh pemangku kepentingan demi kemajuan pendidikan tinggi di Konawe Selatan,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan dari Pemerintah Daerah sangat krusial karena pengembangan kampus menjadi universitas adalah bagian dari cita-cita bersama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa di daerah. “Kami berkomitmen penuh untuk melakukan akselerasi dalam segala lini, mulai dari penataan sumber daya manusia hingga infrastruktur, agar transisi menuju Universitas Islam dapat terwujud dalam waktu dekat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa transformasi menjadi universitas menuntut adanya kesiapan mental dan profesionalisme dari seluruh staf serta pengajar. Ia menyatakan bahwa pihak rektorat saat ini tengah fokus pada penguatan kapasitas kepegawaian agar selaras dengan standar nasional pendidikan tinggi yang lebih tinggi.

Selain itu, Ismail menyampaikan bahwa semangat gotong royong yang tercermin dalam kehadiran masyarakat dan keluarga besar IAI dalam acara ini menjadi energi tambahan bagi pihak manajemen untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi putra-putri daerah.

Acara yang berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan ini ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama. Kehadiran elemen Pemerintah Daerah dalam forum tersebut juga memberikan sinyal positif akan adanya kolaborasi berkelanjutan antara dunia akademis dan birokrasi dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia yang unggul di Kabupaten Konawe Selatan.

IMG-20260403-WA0004

Pimpinan IAI Rawa Aopa Tekankan Pentingnya Desain Pembelajaran Bahasa dalam Partisipasi Simposium di Marok

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Simposium ALIF yang berlangsung pada 27-28 Maret 2026 di Maroko resmi dibuka dengan malam jejaring yang hangat dan alunan musik tradisional yang meriah. Memasuki hari kedua, suasana akademik semakin kental saat para peserta menyimak aspirasi mahasiswa yang menjadi titik tolak diskusi mengenai cara mendorong pembelajar keluar dari zona nyaman mereka menuju kontak nyata dengan bahasa, budaya, dan masyarakat lokal.

Isu mengenai realitas multibahasa di Maroko, keseimbangan antara Bahasa Arab Fusha (MSA) dan Darija, hingga peran pembelajaran berbasis pengalaman menjadi topik hangat yang terus bergulir sepanjang pertemuan. Kegiatan yang dilaksanakan oleh konsorsium perguruan tinggi berlangsung dua hari di Maroko.

Di tengah diskusi yang dinamis tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menekankan bahwa kunci utama dari efektivitas studi di luar negeri adalah niat yang terencana atau intentionality. Beliau berpendapat bahwa pembelajaran bahasa strategis dalam program luar negeri tidak terjadi secara kebetulan, melainkan harus melalui proses perancangan yang sistematis, terstruktur, dan peka terhadap konteks lokal.

Menurut Ismail, masa depan studi internasional di Maroko sangat bergantung pada seberapa baik institusi mampu membangun jembatan budaya yang kokoh.

“Kehadiran kami dalam simposium ini merupakan langkah konkret IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk memperluas cakrawala kerja sama internasional, khususnya dengan institusi pendidikan di Maroko yang memiliki kekayaan linguistik,” ujar Ismail Suardi Wekke, Ahad (29/3/2026).

Beliau kemudian menambahkan, “Kita harus memastikan bahwa setiap pertukaran mahasiswa bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan sebuah desain instruksional yang matang agar mereka mampu menyerap esensi budaya dan bahasa setempat secara mendalam.”

Di akhir sesi, Ismail menegaskan, “Kolaborasi dengan Maroko akan membuka pintu bagi pengembangan riset kolaboratif dan penguatan kompetensi bahasa Arab bagi sivitas akademika kami di Sulawesi Tenggara.”

Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa partisipasi IAI Rawa Aopa dalam Simposium ALIF ini bertujuan untuk memetakan potensi kemitraan strategis yang dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan institusi. Beliau menekankan perlunya pergeseran paradigma dalam pembelajaran bahasa di luar negeri, di mana aspek kenyamanan mahasiswa harus mulai ditantang dengan interaksi komunitas yang lebih bermakna.

Selain itu, Ismail juga menyampaikan optimisme terkait perluasan jaringan kerja sama ke wilayah Afrika Utara sebagai bagian dari rencana strategis kampus dalam meningkatkan daya saing global. Lebih lanjut, Ismail menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari misi besar IAI Rawa Aopa untuk memperluas kerja sama ke Maroko.

Ia melihat Maroko sebagai mitra strategis dalam pengembangan akademik, terutama dalam memperkuat metodologi pembelajaran bahasa Arab dan kajian keislaman. Dengan adanya kesepahaman yang terjalin dalam simposium ini, diharapkan akan lahir program-program kolaboratif yang mampu membawa mahasiswa dan dosen IAI Rawa Aopa terlibat lebih aktif dalam kancah pendidikan internasional yang inklusif dan transformatif.

Dosen Tamu (ISW)

Membangun Episentrum Intelektual: Peluang Kolaborasi Akademik di IAI Rawa Aopa Melalui Dosen Tamu

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan kini tengah memposisikan diri sebagai katalisator perubahan sosial-keagamaan di wilayah Sulawesi Tenggara. Melalui visi integrasi ilmu, lembaga ini berupaya membedah kompleksitas tantangan zaman dengan pendekatan multidisiplin yang segar. Dalam upaya memperkuat struktur diskursus akademik di kampus, kami membuka ruang kolaborasi bagi para pakar dan praktisi untuk bergabung sebagai Dosen Tamu. Kehadiran tenaga ahli eksternal diharapkan mampu memberikan stimulasi intelektual baru bagi mahasiswa dan civitas akademika dalam menghadapi dinamika global yang kian terdisrupsi.

Urgensi rekrutmen ini didasari oleh kebutuhan akan transfer pengetahuan (knowledge transfer) yang tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga aplikatif. IAI Rawa Aopa mencari individu yang memiliki rekam jejak akademik mumpuni serta kemampuan analitis yang tajam dalam bidang ekonomi syariah, pendidikan Islam, maupun hukum keluarga. Sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi yang berkembang, dosen tamu akan berperan sebagai jembatan antara kurikulum tradisional dan tren riset kontemporer, memastikan bahwa proses pedagogis di Konawe Selatan tetap relevan dan kompetitif di level nasional.

Secara metodologis, pelibatan dosen tamu di IAI Rawa Aopa diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang dialektis. Kami mencari sosok yang mampu mentransformasi ruang kelas menjadi laboratorium gagasan, di mana sintesis antara nilai-nilai kearifan lokal dan metodologi modern dapat terjadi. Calon instruktur diharapkan memiliki kualifikasi pendidikan minimal magister (S2) atau doktor (S3) dari institusi perguruan tinggi atau lembaga riset, ataupun industri, dengan preferensi pada mereka yang memiliki publikasi ilmiah bisajuga dalam bentuk publikasi populer atau pengalaman praktis yang signifikan di bidangnya masing-masing.

Selain aspek kognitif, kolaborasi ini juga menekankan pada pengembangan modal sosial dan jaringan profesional bagi institusi. Menjadi dosen tamu di IAI Rawa Aopa bukan sekadar menjalankan kewajiban mengajar, melainkan menjadi bagian dari proyek besar penguatan literasi dan pengabdian masyarakat di daerah penyangga Taman Nasional Rawa Aopa. Fleksibilitas metode pengajaran—baik secara sinkron maupun asinkron—disediakan untuk memfasilitasi para profesional yang memiliki keterbatasan waktu namun memiliki komitmen tinggi terhadap dedikasi pendidikan.

Sebagai langkah konkret dalam proses asimilasi akademik ini, para peminat diundang untuk mengajukan profil profesional dan rencana silabus singkat yang mencerminkan kebaruan topik. IAI Rawa Aopa berkomitmen memberikan iklim kerja yang suportif dan apresiatif terhadap setiap kontribusi intelektual yang diberikan. Mari bergabung dalam misi besar ini untuk mentransformasi potensi daerah menjadi kekuatan akademik yang diakui, sekaligus meninggalkan jejak pengabdian yang bermakna bagi generasi masa depan di Konawe Selatan.

Diskusi Termpumpun (ISW)

Undangan Diskusi Terpumpun, Persiapan Pembentukan Komite Etik Lintas Perguruan Tinggi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Dalam ekosistem riset kontemporer, integritas moral dan perlindungan subjek penelitian menjadi pilar utama yang tidak dapat ditawar. Seiring dengan meningkatnya kolaborasi riset antarlembaga, tuntutan akan adanya standarisasi protokol etik yang seragam semakin mendesak. Diskusi Terpumpun ini diselenggarakan sebagai langkah awal yang krusial untuk menyelaraskan visi dan misi antarperguruan tinggi dalam menjamin bahwa setiap karya ilmiah yang dihasilkan memenuhi kaidah moralitas universal tanpa mengesampingkan kekhasan konteks lokal di Indonesia.

Pembentukan Komite Etik Lintas Perguruan Tinggi bertujuan untuk mengatasi kendala birokrasi dan inkonsistensi penilaian etik yang seringkali menghambat laju penelitian kolaboratif. Selama ini, peneliti dari institusi berbeda kerap menghadapi kendala perizinan yang tumpang tindih dan memakan waktu lama. Melalui forum ini, kita akan merancang sebuah mekanisme peninjauan etik yang terintegrasi, sehingga proses ethical clearance dapat berjalan lebih efisien, transparan, dan memiliki akreditasi yang diakui secara luas baik di tingkat nasional maupun internasional.

Diskusi ini akan berfokus pada perumusan kerangka kerja operasional, mulai dari penentuan kriteria keanggotaan komite yang independen hingga penyusunan prosedur operasional standar (SOP) yang adaptif. Kita perlu memastikan bahwa komite yang terbentuk nantinya memiliki kompetensi multidisipliner untuk meninjau berbagai klaster penelitian, mulai dari ilmu kesehatan, sosial-humaniora, hingga teknologi digital. Keterlibatan para pakar dari berbagai latar belakang instansi sangat diharapkan dapat memberikan perspektif yang kaya dalam memetakan potensi risiko dan mitigasi pelanggaran etik.

Selain aspek prosedural, aspek legalitas dan keberlanjutan organisasi juga akan menjadi agenda utama dalam pertemuan ini. Pembahasan akan mencakup payung hukum yang menaungi kerja sama lintas institusi serta model pendanaan mandiri yang tidak mengintervensi independensi pengambilan keputusan etik. Hal ini penting untuk memastikan bahwa komite etik yang kita bangun memiliki posisi tawar yang kuat dan tidak terpengaruh oleh kepentingan politik maupun komersial dari pihak manapun, sehingga integritas akademik tetap terjaga di atas segalanya.

Sebagai penutup, melalui forum diskusi terpumpun ini, diharapkan terbentuk sebuah kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan formal pembentukan Komite Etik Lintas Perguruan Tinggi. Sinergi ini bukan sekadar upaya administratif, melainkan sebuah komitmen moral bersama untuk meningkatkan kualitas riset bangsa.

Kami mengundang Bapak/Ibu untuk memberikan kontribusi pemikiran terbaik demi terciptanya iklim penelitian yang aman, etis, dan bermartabat bagi kemajuan ilmu pengetahuan di masa depan. Kegiatan diskusi terpumpun akan dilaksanakan daring, Senin, 30 Maret 2026, Pukul 15.30 – 16.30 WIB | 16.30 – 17.30 WITA | 17.30 – 18.30 WIT.

IMG-20260401-WA0068

Menatap Masa Depan Sains: Pesan Inspirasi dari Webinar Women in Science IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan Bank BSN

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses menggelar webinar bertajuk “Women in Science” yang berkolaborasi dengan Bank BSN Cabang Kendari. Kegiatan ini menjadi momentum krusial dalam menyoroti peran strategis perempuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era modern. Dilaksanakan secara hybrid dari kampus IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Senin (16/3/2026).

Rektorat IAI Rawa Aopa menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam ranah saintifik bukan sekadar pemenuhan kuota, melainkan kebutuhan esensial bagi kemajuan inovasi daerah. Kolaborasi dengan sektor perbankan seperti Bank BSN juga diharapkan mampu membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis literasi digital dan sains bagi kaum perempuan.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi lintas sektor ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa melalui integrasi antara akademisi dan praktisi keuangan, hambatan struktural yang selama ini dihadapi ilmuwan perempuan dapat diminimalisir secara bertahap.

Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan dan sektor perbankan merupakan langkah konkret untuk memastikan keberlanjutan riset yang inklusif. Ia juga menyampaikan bahwa keterlibatan perempuan dalam dunia sains akan menjadi motor penggerak transformasi sosial di wilayah Konawe Selatan. Selain itu, beliau menambahkan bahwa pihak rektorat berkomitmen penuh untuk mengalokasikan sumber daya guna mendukung ekosistem akademik yang ramah bagi peneliti perempuan.

“Webinar ini adalah jembatan emas bagi para perempuan di Sulawesi Tenggara untuk membuktikan bahwa kontribusi mereka di dunia sains sejajar dengan peran mereka di sektor pembangunan lainnya,” ujar Ismail Suardi Wekke saat membuka sesi diskusi utama.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya dukungan finansial dan pendampingan dalam setiap inovasi yang dihasilkan. “Kami tidak ingin riset perempuan hanya berakhir di perpustakaan; dukungan Bank BSN adalah kunci agar inovasi tersebut memiliki nilai ekonomi dan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Ismail mengajak seluruh peserta untuk melihat sains sebagai instrumen pengabdian. “Sinergi hari ini menunjukkan bahwa Women in Science bukan sekadar tema seremonial, melainkan panggilan bagi kita semua untuk menciptakan keadilan akses dalam penguasaan teknologi,” pungkasnya.

Acara yang berlangsung secara hybrid ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga praktisi perbankan. Diskusi mengalir hangat dengan fokus pada tantangan serta peluang masa depan bagi perempuan dalam meniti karier di bidang sains dan teknologi.

Laos (ISW)

Pengabdian Masyarakat Kolaboratif Internasional di Laos, Bersama IGDA Al Washliyah

Rawaaopakonsel.ac.id, — Presiden Islamic Laos Foundation, Zakir, meminta organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam asal Indonesia, Al Jam’iyatul Washliyah (Al Washliyah), untuk mengirimkan guru-guru bidang keislaman (Islamic studies) ke Laos. Kehadiran para pengajar tersebut diharapkan dapat membina masyarakat muslim setempat sekaligus memperkuat pengembangan dakwah Islam di negara tersebut.

Permintaan itu disampaikan Zakir saat bertemu dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah (PP IGDA), H. Marjuan Ibrahim, Lc., M.A., di Kota Vientiane, Laos, Selasa (17/3/2026). Kunjungan Marjuan merupakan bagian dari kolaborasi pengabdian masyarakat kolaboratif internasional di Laos, termasuk partisipasi Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

Zakir menilai praktik dan corak keislaman di Indonesia sangat cocok menjadi role model bagi perkembangan Islam di Laos. Menurutnya, masyarakat muslim Laos lebih akrab dengan tradisi dan amaliyah Mazhab Syafi’i, serupa dengan mayoritas muslim di Indonesia. Hal ini berbeda dengan komunitas muslim keturunan Pakistan dan India di Laos yang umumnya menganut Mazhab Hanafi.

“Walaupun bahasa Siam (Thailand) memiliki kemiripan dengan bahasa Laos, beberapa imam (luar) yang pernah berkunjung ke Masjid Al Ikhlas Vientiane memiliki visi dan amaliyah yang kurang sesuai dengan masyarakat muslim di sini,” ujar Zakir.

Tak hanya meminta tenaga pendidik, Zakir juga membuka pintu bagi warga Al Washliyah yang berminat untuk berimigrasi dan menetap di Laos. Pihaknya siap memfasilitasi pembentukan komunitas muslim baru di wilayah tersebut.

Bahkan, Islamic Laos Foundation telah menyiapkan lahan seluas 20 hektar yang rencananya akan digunakan untuk pembangunan masjid keempat di Vientiane, perumahan komunitas muslim, serta sekolah Islam akhir pekan (Sabtu-Minggu). Langkah strategis ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan demografi dan memperkuat benteng budaya lokal di tengah derasnya arus imigran asing.

Menanggapi permintaan tersebut, Ketua Umum PP IGDA Marjuan Ibrahim menyambut positif dan berharap Al Washliyah dapat menjadi pionir (assabiqunal awwalin) dalam penyebaran syiar Islam serta pembangunan pondasi pendidikan Islam di Laos.

Kehadiran Marjuan Ibrahim di Laos merupakan bagian dari undangan resmi Islamic Laos Foundation. Selain bertugas sebagai Khatib Salat Idulfitri 1447 H di Masjid Al Ikhlas, Distrik Khamsavat, Vientiane, ia juga memberikan pelatihan (training) bagi imam masjid serta meletakkan dasar penguatan kegiatan kemasjidan berbasis model pengelolaan masjid di Indonesia.

Kegiatan bersama IGDA Al Washliyah dengan Ketua Umu, Marjuan dijadwalkan di Laos selama seminggu, mulai Sabtu (14/3/2026) hingga Jumat (20/3/2026).

Sebagai informasi, Masjid Al Ikhlas merupakan tempat ibadah terbaru yang baru aktif menyelenggarakan shalat fardhu lima waktu, shalat Jumat, dan shalat Tarawih pada Ramadan 1447 H. Masjid ini menjadi pusat ibadah ketiga di Vientiane setelah Masjid Al Azhar (yang didirikan komunitas Kamboja pada tahun 1968 sebelum Laos menjadi negara komunis) dan Masjid Jamiah (didirikan komunitas India pada tahun 1970).

Beasiswa UKT (ISW)

Webinar Women in Science, Peserta Aktif Mendapatkan Beasiswa UKT

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Webinar bertajuk “Women in Science: Melangkahi Batas dan Mengukir Prestasi” akan diselenggarakan (Senin, 16 Maret 2026) sebagai wadah akselerasi bagi para mahasiswa dan mahasiswa di bidang kajian interdisipliner. Acara ini bertujuan untuk mematahkan stigma gender dalam dunia penelitian serta mendorong peran perempuan agar lebih berani mengambil posisi strategis di kancah global. Melalui diskusi interaktif, para narasumber berbagi pengalaman mengenai tantangan dan peluang bagi ilmuwan perempuan di era modern yang serba digital ini.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi sepanjang acara berlangsung, terbukti dengan banyaknya pertanyaan kritis yang diajukan kepada para panelis. Penyelenggara menekankan bahwa keterlibatan aktif bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk keseriusan dalam membangun jaringan profesional sejak dini. Keaktifan ini menjadi tolok ukur utama bagi panitia untuk menyaring peserta yang benar-benar memiliki visi kuat dalam memajukan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Sebagai bentuk apresiasi nyata, panitia memberikan penghargaan khusus berupa Beasiswa UKT (Uang Kuliah Tunggal) bagi para peserta yang terpilih sebagai peserta paling aktif. Beasiswa ini diharapkan dapat meringankan beban finansial mahasiswa sehingga mereka bisa lebih fokus dalam mengejar prestasi akademik maupun riset. Proses seleksi dilakukan secara transparan berdasarkan kualitas kontribusi, pertanyaan, dan partisipasi selama sesi tanya jawab berlangsung.

Dukungan penuh dalam pemberian beasiswa ini datang dari Bank Syariah Nasional (BSN) sebagai mitra utama penyelenggara. BSN menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan nasional melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang menyasar pemberdayaan perempuan di sektor pendidikan tinggi. Kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi antara institusi keuangan syariah dan dunia akademik mampu menciptakan dampak positif bagi keberlanjutan regenerasi ilmuwan di masa depan.

Acara akan ditutup dengan pesan motivasi yang menekankan pentingnya kegigihan dan kolaborasi antarperempuan dalam dunia sains. Dengan adanya dukungan dari Bank Syariah Nasional, diharapkan semakin banyak mahasiswi yang termotivasi untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi penggerak inovasi. Webinar ini menjadi bukti nyata bahwa kesempatan emas selalu terbuka bagi mereka yang berani beraksi dan berkontribusi secara aktif dalam forum-forum ilmiah.