IMG-20260413-WA0019

Luncurkan SMP Muhammadiyah 1, PDM Konawe Selatan Percepat Pembangunan Pusat Dakwah

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan –   Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Konawe Selatan menggelar kegiatan Halalbihalal yang dirangkaikan dengan peluncuran (launching) SMP Muhammadiyah 1 Konawe Selatan di Bike, Senin (13/4/2026).

Momentum ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung pembangunan daerah melalui sektor pendidikan dan dakwah.

Sekretaris PDM Konawe Selatan, Marham, S.Pd., menegaskan bahwa Muhammadiyah konsisten menjadikan budaya sebagai sarana syiar selama tidak bertentangan dengan prinsip tauhid. Menurutnya, PDM Konawe Selatan terus bersinergi dengan visi SETARA yang diusung pemerintah daerah.

Saat ini, pihaknya tengah merampungkan pembangunan Pusat Dakwah di Pallangga yang dirancang setinggi dua lantai, di mana lantai pertama diperuntukkan sebagai perkantoran dan lantai kedua sebagai masjid.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Konawe Selatan yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Ivan Hardiansyah, S.STP., MM.

Dalam sambutannya, Ivan menyampaikan permohonan maaf Bupati yang berhalangan hadir karena agenda lain yang tidak kalah penting. Ia menekankan bahwa kehadiran pemerintah daerah merupakan bentuk pengakuan atas peran aktif Muhammadiyah yang senantiasa bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah.

Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tenggara, Drs. H. Syamsul, M.Pd., dalam tausiahnya menyampaikan bahwa Halalbihalal merupakan momen kebangsaan yang menjadi ciri khas keislaman di Nusantara. Ia menjelaskan bahwa tema kegiatan ini bertujuan mempererat ukhuwah islamiyah serta persaudaraan dalam bingkai bangsa Indonesia.

Syamsul juga mengingatkan pentingnya menempatkan konteks silaturahmi dengan tepat dan senantiasa mendoakan kebaikan bagi pemerintah.

Turut memberikan pandangan dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke. Ia menekankan pentingnya integrasi antara lembaga pendidikan dan gerakan dakwah di daerah.

Ismail menyatakan bahwa kehadiran SMP Muhammadiyah 1 harus menjadi mercusuar kualitas pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman.

“Kehadiran sekolah baru ini bukan sekadar menambah jumlah institusi, melainkan bentuk nyata kontribusi kita dalam mencetak generasi unggul di Konawe Selatan,” tegas Ismail.

Ia juga menambahkan, “Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah akan mempercepat transformasi sumber daya manusia di wilayah ini.” Lebih lanjut, ia berpesan, “Kita harus memastikan tata kelola keuangan dan perencanaan sekolah ini dilakukan secara transparan agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.”

Dalam pernyataan Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa integrasi program antara IAI Rawa Aopa dan sekolah-sekolah di bawah naungan Muhammadiyah merupakan langkah strategis untuk keberlanjutan pendidikan. Ia juga mengungkapkan harapannya agar SMP Muhammadiyah 1 mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga kuat dalam pemahaman agama.

Selain itu, Ismail menekankan bahwa dukungan sarana prasarana yang memadai di Pusat Dakwah Pallangga akan menjadi kunci utama dalam menggerakkan roda organisasi ke depan.

Matching Grant (ISW)

Meneruskan Kolaborasi Dengan UCYP University Malaysia, IAI Rawa Aopa Rencanakan Matching Grant

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus mempertahankan langkahnya di kancah internasional dengan memperpanjang kerja sama strategis bersama University College of Yayasan Pahang (UCYP) Malaysia. Kolaborasi yang telah terjalin lama ini kini memasuki babak baru melalui perencanaan program matching grant yang difokuskan pada penguatan riset dan pengabdian masyarakat lintas negara. Dilaksanakan sebuah kegiatan FGD daring di kedua institusi (Senin, 13 April 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa keberlanjutan kolaborasi ini merupakan manifestasi dari visi kampus untuk bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang kompetitif secara global. Menurutnya, sinergi dengan UCYP University dilaksanakan dengan upaya nyata dalam meningkatkan kualitas akademik melalui pendanaan riset bersama yang kompetitif.

Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa skema matching grant yang tengah dirancang akan menjadi stimulus penting bagi para dosen di kedua institusi untuk melakukan penelitian kolaboratif. Ia menyatakan bahwa melalui skema pendanaan bersama ini, IAI Rawa Aopa dan UCYP Malaysia berkomitmen untuk mendukung inovasi yang memiliki dampak langsung terhadap pengembangan keilmuan dan solusi bagi persoalan sosial di tingkat regional Asia Tenggara.

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya internasionalisasi kampus dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di masa depan. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan aktif dalam jaringan akademik luar negeri, seperti dengan Malaysia, akan membuka ruang pertukaran ide dan budaya kerja yang lebih luas bagi sivitas akademika. Hal ini diharapkan dapat memacu produktivitas publikasi ilmiah internasional yang menjadi indikator utama kemajuan sebuah perguruan tinggi.

Dalam keterangannya secara langsung, Ismail Suardi Wekke menyatakan, “Kolaborasi ini merupakan langkah konkret kami untuk memastikan bahwa IAI Rawa Aopa tidak hanya tumbuh di tingkat lokal, tetapi juga memiliki resonansi di tingkat internasional melalui kemitraan strategis dengan UCYP Malaysia.”

Ia juga menambahkan mengenai teknis pendanaan yang akan dikelola bersama. “Kami sedang merumuskan mekanisme matching grant yang transparan dan akuntabel, sehingga setiap sen investasi penelitian yang dikeluarkan oleh kedua belah pihak dapat menghasilkan output jurnal bereputasi yang berkualitas tinggi,” ujar Ismail.

Sebagai penutup perihal komitmen institusi, Ismail menegaskan, “Sinergi ini adalah jembatan bagi para dosen dan peneliti kami untuk mengeksplorasi isu-isu global bersama rekan-rekan di Malaysia, yang pada akhirnya akan memperkaya khazanah intelektual di kampus IAI Rawa Aopa.”

Diskusi (ISW)

Laksanakan Diskusi Terpumpun Daring, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan Satu University Siap Melaksanakan Kegiatan Kolaboratif

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat jejaring akademik berskala nasional. Langkah terbaru ditandai dengan pelaksanaan Diskusi Terpumpun (Focus Group Discussion) secara daring yang dilakukan bersama Satu University (Senin, 13 April 2026). Pertemuan daring ini menjadi babak baru bagi kedua institusi untuk menyelaraskan visi dalam berbagai program kolaboratif yang akan diimplementasikan dalam waktu dekat.

Sinergi ini bertujuan untuk menggabungkan keunggulan masing-masing lembaga dalam ranah pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Fokus utama diskusi mencakup pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri serta pertukaran sumber daya akademik untuk meningkatkan kualitas lulusan di wilayah Sulawesi Tenggara maupun secara nasional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa momentum ini merupakan langkah konkret dalam mempercepat transformasi kampus. Beliau menyatakan bahwa pertemuan daring ini bukan sekadar seremoni, melainkan fondasi kokoh untuk kerja sama yang berkelanjutan ke depannya. Ismail juga menekankan bahwa kolaborasi dengan Satu University akan membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen dalam mengeksplorasi inovasi pembelajaran berbasis teknologi informasi.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk mengalokasikan sumber daya yang diperlukan guna menyukseskan agenda bersama ini. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan peta jalan strategis agar poin-poin kesepakatan dalam diskusi terpumpun tersebut dapat segera dieksekusi di lapangan. Dukungan administratif dan anggaran juga dipastikan akan berjalan beriringan dengan target pencapaian akademik yang telah ditetapkan.

Dalam sesi diskusi tersebut, Ismail Suardi Wekke menyatakan terkait visi kolaborasi ini. “Kami melihat Satu University sebagai mitra strategis yang memiliki kesamaan visi dalam mencetak generasi unggul yang adaptif terhadap perubahan zaman,” ujar Ismail dengan penuh optimisme. 

Beliau menambahkan, “Diskusi ini adalah langkah awal dari rangkaian proyek bersama yang mencakup penelitian lintas disiplin dan program magang bersertifikat bagi mahasiswa.” Menutup pernyataannya, Ismail menegaskan, “Sinergi ini membuktikan bahwa jarak geografis bukan lagi penghalang untuk membangun keunggulan akademik yang inklusif dan progresif.”

Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi ekosistem pendidikan di Konawe Selatan. Dengan menggandeng Satu University, IAI Rawa Aopa optimistis dapat menghadirkan standar mutu internasional dalam bingkai nilai-nilai lokal. Pertemuan daring tersebut ditutup dengan kesepakatan untuk segera merumuskan nota kesepahaman yang lebih teknis sebagai payung hukum aktivitas kolaboratif di masa mendatang.

IMG-20260411-WA0013

Jajaki Kerjasama, Pertemuan Awal Satu University IAI Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara mempertahankan spirit kolaborasi lintas institusi. Baru-baru ini, Satu University melakukan kunjungan awal guna menemui jajaran pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Pertemuan awal ini menjadi momentum krusial dalam menginisiasi rencana kerja sama strategis yang diharapkan mampu memperkuat ekosistem akademik dan pengabdian masyarakat di wilayah tersebut, Rabu (8/4/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan ini membahas berbagai potensi integrasi program, mulai dari pertukaran mahasiswa hingga kolaborasi riset antar-dosen. Kedua belah pihak sepakat bahwa tantangan pendidikan di era digital memerlukan tangan-tangan yang saling menggenggam agar mampu menghadirkan kualitas lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan industri maupun sosial.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah nyata dalam memperluas jejaring institusi. Ia menekankan bahwa sinergi antara universitas umum dan institut berbasis keagamaan akan menciptakan perpaduan keilmuan yang unik dan komprehensif bagi para mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan pandangannya secara lugas.

“Pertemuan ini merupakan fondasi awal bagi kami untuk menyatukan visi dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Konawe Selatan,” tegas Ismail saat ditemui di lokasi pertemuan.

Ia juga menambahkan bahwa pihak kampus sangat terbuka terhadap setiap peluang inovasi yang dibawa oleh Satu University.

“Kami percaya bahwa kolaborasi ini tidak hanya akan berhenti di atas kertas, tetapi akan segera bertransformasi menjadi aksi nyata yang berdampak luas bagi masyarakat,” lanjutnya dengan optimis.

Lebih jauh lagi, ia menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan sumber daya bersama dengan menyatakan, “Sinergi antara Satu University dan IAI Rawa Aopa adalah kunci untuk menciptakan akselerasi dalam bidang penelitian dan pengabdian di tingkat lokal maupun nasional”.

Selain pernyataan langsung tersebut, Ismail juga menyampaikan sejumlah poin penting terkait arah kebijakan kampus di masa depan. Ia menjelaskan bahwa pihak IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk memfasilitasi segala bentuk administrasi dan perencanaan keuangan guna mendukung program kerja sama yang akan disepakati nantinya.

Menurutnya, kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia menjadi prioritas utama agar implementasi kolaborasi dapat berjalan tanpa kendala teknis yang berarti. Ismail juga memaparkan bahwa integrasi sistem pendidikan antara kedua lembaga ini diharapkan mampu menjawab tantangan disrupsi teknologi yang saat ini tengah dihadapi oleh dunia akademis di Indonesia.

Pertemuan ini ditutup dengan kesepakatan untuk segera merumuskan rencana kerjasama yang lebih detail. Baik Satu University maupun IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berharap agar kerja sama ini dapat segera diresmikan dalam waktu dekat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh sivitas akademika dan masyarakat luas di Sulawesi Tenggara.

IMG-20260411-WA0008

Gelar FGD, IAI Rawa Aopa dan FISIP Unibos Fokus pada Penguatan Riset dan Pengabdian

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memacu langkah dalam memperluas jejaring institusional. Terbaru, pimpinan IAI Rawa Aopa menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bosowa (Unibos) guna menginisiasi rencana kerjasama strategis dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di antai 7 Gedung Rektorat Universitas Bosowa, Jumat (10/4/ 2026).

Pertemuan yang berlangsung akrab tersebut menjadi momentum penting bagi kedua belah pihak untuk menyelaraskan visi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah Sulawesi.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi institusi menuju standar keunggulan yang lebih tinggi.

Beliau menyampaikan bahwa pertemuan dengan FISIP Unibos merupakan langkah awal yang konkret untuk membangun ekosistem akademik yang inklusif dan kolaboratif.

Ismail Suardi Wekke mengungkapkan bahwa melalui sinergi ini, IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk menyerap praktik terbaik dari Unibos guna memperkuat tata kelola lembaga yang mandiri dan profesional.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan antarlembaga dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era digital.

“Kami melihat FISIP Unibos sebagai mitra strategis yang memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan ilmu sosial, sehingga kolaborasi ini akan memberikan dampak positif yang nyata bagi mahasiswa dan dosen kami,” ujarnya saat ditemui usai kegiatan FGD tersebut.

Lebih lanjut, Ismail menekankan bahwa rencana kerjasama ini tidak hanya akan berhenti di atas kertas, tetapi akan diimplementasikan melalui program-program nyata.

“Fokus utama kami adalah bagaimana inisiasi ini dapat segera diwujudkan dalam bentuk pertukaran dosen serta kolaborasi riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di Konawe Selatan dan sekitarnya,” tutur Ismail dengan nada optimis.

Beliau juga menambahkan sebuah harapan besar agar kesepakatan ini menjadi pintu pembuka bagi inovasi-inovasi akademik lainnya. “Saya berharap penandatanganan nota kesepahaman nantinya menjadi momentum sejarah bagi IAI Rawa Aopa untuk sejajar dengan perguruan tinggi besar lainnya di Indonesia,” pungkasnya.

Pihak FISIP Unibos menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan kesiapan untuk berbagi sumber daya serta pengalaman demi kemajuan bersama. Diskusi tersebut juga mencakup rencana pengembangan kurikulum yang lebih adaptif dan program pengabdian masyarakat lintas provinsi. Dengan adanya pertemuan ini, kedua institusi sepakat untuk segera menyusun draf perjanjian kerjasama teknis yang akan ditandatangani dalam waktu dekat sebagai payung hukum aktivitas kolaboratif di masa depan.

IMG-20260409-WA0047

Targetkan Predikat Unggul, IAI Rawa Aopa Adopsi Tata Kelola Kampus Modern di Bandung

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memacu langkah dalam meningkatkan mutu institusi melalui kunjungan strategis ke dua perguruan tinggi terkemuka di Bandung, Jawa Barat. Pada Kamis, 9 April 2026, delegasi IAI Rawa Aopa menyambangi Telkom University dan Universitas Islam Bandung (Unisba) bersama dengan perguruan tinggi dari Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara guna melaksanakan program benchmarking dalam upaya akselerasi menuju predikat perguruan tinggi unggul.

Kunjungan ini berfokus pada penguatan tata kelola universitas, pengembangan ekosistem digital, serta penguatan nilai-nilai keislaman yang dipadukan dengan kemajuan teknologi modern. Pihak IAI Rawa Aopa disambut hangat oleh jajaran pimpinan kedua universitas tersebut, yang membuka ruang diskusi lebar terkait manajemen perencanaan dan keuangan berbasis efisiensi tinggi.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari peta jalan besar institusi untuk bertransformasi secara fundamental. Ismail menyebutkan bahwa pihaknya sengaja memilih Telkom University dan Unisba karena kedua kampus tersebut memiliki reputasi yang sangat solid dalam bidang tata kelola serta integrasi ilmu pengetahuan.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan langsung terkait visi kunjungan tersebut. “Kami datang ke Bandung untuk menyerap energi inovasi dan standarisasi internasional yang telah diterapkan dengan sukses di Telkom University dan Unisba,” ujar Ismail di sela-sela pertemuan.

Ia juga menambahkan bahwa komitmen IAI Rawa Aopa untuk mencapai predikat unggul bukan sekadar wacana, melainkan target terukur yang harus segera diwujudkan. “Akselerasi menuju perguruan tinggi unggul menuntut kami untuk belajar dari yang terbaik, sehingga sistem perencanaan dan keuangan kami bisa lebih akuntabel serta progresif,” tegasnya.

Selain itu, Ismail Suardi Wekke memaparkan beberapa poin penting secara tidak langsung mengenai tindak lanjut dari kunjungan ini. Beliau menjelaskan bahwa hasil dari diskusi di Bandung akan segera diadaptasi menjadi instrumen kebijakan baru dalam pengelolaan sumber daya manusia dan keuangan di lingkungan IAI Rawa Aopa.

Ismail juga mengungkapkan harapannya agar kolaborasi lintas institusi ini dapat melahirkan inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di Konawe Selatan. Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa penguatan infrastruktur digital menjadi salah satu prioritas utama yang dipelajari guna mendukung efisiensi birokrasi kampus di masa depan.

Melalui benchmarking ini, IAI Rawa Aopa berharap dapat mengimplementasikan standar-standar baru yang ditemukan di Telkom University dan Unisba untuk memperkuat daya saing di tingkat nasional. Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.

Young Scholar (ISW)

IYSSAMB 2026 as The Pillar for Fostering Collaboration in Research and Publication

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – The International Young Scholar Symposium on Accountancy, Management, and Business (IYSSAMB), serves as a pillar to bridge between undergraduate curiosity and professional academic rigor. By positioning itself as a collaborative ecosystem, it transforms the often-intimidating world of research into an accessible, mentored experience.

The Core Mission: Collaboration & Mentorship

Unlike traditional conferences that focus purely on the final result, the YSS emphasizes the process. It functions as a “sandbox” where students can test their theories under the watchful eye of experienced academics.

  • Student-Led, Faculty-Guided: While students take the lead in data collection and drafting, lecturer supervision ensures that the methodology remains sound and the conclusions are grounded in existing literature.
  • Peer-to-Peer Synergy: The platform encourages students from different disciplines to cross-pollinate ideas, fostering a community of practice rather than a siloed competitive environment.

Training Ground for Publication

One of the most significant barriers for young researchers is the “black box” of academic publishing. The YSS demystifies this through structured training:

  1. Drafting & Formatting: Students learn the nuances of IMRaD (Introduction, Methods, Results, and Discussion) structures.
  2. The Peer-Review Cycle: Participants often receive constructive feedback that mimics the professional peer-review process, allowing them to refine their work before it hits a public repository.
  3. Ethics and Integrity: Training includes critical modules on plagiarism, citation standards, and ethical data handling.

Breaking Barriers: The “Free” Advantage

Financial constraints often prevent talented students from participating in high-tier symposiums. By remaining free of charge, the Young Scholar Symposium ensures that:

  • Inclusivity is prioritized over institutional wealth.
  • Meritocracy thrives, as the quality of the research is the only “currency” required for entry.
  • Open Access principles are instilled in students early, viewing knowledge as a public good rather than a gated commodity.

Impact on Career After Graduation

Participating in the symposium isn’t just about adding a line to a CV; it’s about building the “Soft Skills” of Science:

  • Public Speaking: Defending a thesis in front of an audience builds immense confidence.
  • Networking: Connecting with lecturers and peers can lead to future graduate school recommendations or joint research ventures.
  • Professional Identity: Students begin to see themselves not just as “learners,” but as active contributors to the global knowledge base.

The Symposium will serve as a catalyst, turning student potential into scholarly presence by removing the price tag and adding the guidance.

Young Scholar (ISW)

Announcement International Young Scholar Symposium on Accountancy, Management, and Business, (3-5 June 2026)

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – We are grateful to announce the upcoming International Young Scholar Symposium on Accountancy, Management, and Business (IYSSAMB), scheduled to take place (online) from June 3rd to 5th, 2026. This premier event serves as a global stage for emerging researchers, doctoral students, and early-career professionals to showcase their innovative work and engage in high-level academic discourse. Hosted in a hybrid format, the symposium aims to bridge the gap between theoretical research and practical application in the ever-evolving landscape of global commerce.

The theme for this year’s symposium, “Digital Frontier: Ethics, Sustainability, and Innovation,” reflects the urgent need for multidisciplinary approaches to modern economic challenges. Participants will have the opportunity to explore a wide range of topics, including green accounting practices, the integration of AI in management, and the resilience of global supply chains. By fostering a collaborative environment, we hope to inspire new perspectives that will shape the future of the corporate and academic worlds.

Attendees can look forward to a robust program featuring keynote addresses from world-renowned scholars, interactive paper presentations, and specialized workshops designed to hone research methodologies. Beyond the formal sessions, the symposium offers extensive networking opportunities, allowing young scholars to connect with seasoned mentors and peers from diverse cultural and academic backgrounds. These interactions are curated to spark long-term research collaborations and professional friendships.

We invite interested scholars to submit their original research papers, case studies, or conceptual frameworks for peer review. Submissions are officially open, and we encourage early applications to take advantage of our discounted registration rates. Detailed guidelines regarding formatting, submission deadlines, and the full schedule of events are available on our official symposium portal. All accepted papers will be published in the symposium proceedings, with select high-quality manuscripts fast-tracked for consideration in partner international journals.

Join us this June as we gather to celebrate intellectual curiosity and professional excellence. Whether you are presenting your latest findings or attending to stay at the forefront of industry trends, your voice is a vital part of this academic community. Let us work together to build a more sustainable and innovative future for accountancy, management, and business. We look forward to welcoming you to an inspiring three days of discovery and growth.

IMG_20260408_075005

Langkah Strategis IAI Rawa Aopa Perkuat Transformasi Akademik Melalui Kolaborasi dengan BINUS University

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Bina Nusantara (BINUS) University secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI). Prosesi yang menandai awal kerja sama lintas institusi ini dilaksanakan di Kampus Anggrek, BINUS University, Jakarta, dengan dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua perguruan tinggi guna membahas penguatan riset dan pengembangan teknologi, Selasa (7/4/2026).

Hadir mewakili BINUS University, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Transfer Teknologi, Prof. Dr. Juneman Abraham, menyambut baik inisiatif kolaborasi ini sebagai langkah nyata dalam memperluas jejaring transfer teknologi di tingkat nasional. Di sisi lain, IAI Rawa Aopa diwakili secara langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. Pertemuan ini juga menjadi ruang diskusi intensif mengenai peluang implementasi program-program inovatif yang dapat memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak dan masyarakat luas.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya kolaborasi ini bagi perkembangan institusi di daerah. “Kerja sama dengan BINUS University merupakan langkah transformatif bagi IAI Rawa Aopa untuk mengakselerasi standar akademik dan tata kelola perguruan tinggi kami ke level yang lebih kompetitif,” tegas Ismail saat memberikan sambutan.

Beliau juga menambahkan bahwa komitmen ini diharapkan dapat membuka pintu bagi para dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam proyek penelitian bersama dengan isu interdisipliner.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap poin dalam LoI ini diterjemahkan ke dalam aksi nyata, khususnya dalam hal peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Konawe Selatan,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke memberikan penjelasan mendalam mengenai visi jangka panjang dari kesepakatan ini secara tidak langsung. Beliau memaparkan bahwa integrasi antara keilmuan agama dan teknologi merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era digital saat ini.

Menurutnya, IAI Rawa Aopa memandang BINUS University sebagai mitra ideal dalam mendalami mekanisme transfer teknologi yang efektif agar dapat diadaptasi di lingkungan kampus mereka. Selain itu, beliau meyakini bahwa sinergi ini akan memperkuat posisi IAI Rawa Aopa dalam menjalankan fungsi pengabdian masyarakat yang berbasis pada data dan inovasi terkini.

Pertemuan yang berlangsung hangat di Kampus Anggrek ini diakhiri dengan pertukaran cinderamata dan komitmen untuk segera menyusun nota kesepakatan yang lebih teknis. Penandatanganan LoI ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam hubungan antara universitas swasta terkemuka di Jakarta dengan institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara, guna menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan progresif di masa depan.

ICIELC 2026 (ISW)

Announcement ICIELC 2026, Maros, 2-3 May 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – With thankfully to Allah, we announce that the International Conference on Islamic Education, Law, and Civilization (ICIELC) 2026 will be held in the scenic regency of Maros, South Sulawesi, on May 2–3, 2026. The ICIELC 2026 will be conduct with organizing committee STAI DDI Maros and BOLT. A kind support of IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Universitas Muhammadiyah Barru, and Dewan Mahasiswa UIN Alauddin Makassar.

As global educational landscapes continue to evolve, this year’s conference focuses on the intersection of technological advancement and cultural preservation. We invite educators, researchers, policymakers, and practitioners from around the world to gather in the “Land of the Karst” to share groundbreaking insights and foster collaborative solutions for the future of global learning.

ICIELC 2026 (ISW)
ICIELC 2026 (ISW)

The two-day program is designed to be both intellectually stimulating and culturally immersive. Attendees can look forward to a diverse range of sessions, including keynote addresses from industry leaders, peer-reviewed paper presentations, and interactive workshops centered on pedagogical innovation. Beyond the academic schedule, the location in Maros offers a unique opportunity to explore the historical and natural wonders of the region, such as the Leang-Leang Prehistoric Park and the majestic Bantimurung waterfalls, providing a breathtaking backdrop for networking and professional growth.

Proposals for oral presentations, posters, and virtual sessions are now being accepted. We encourage submissions that explore themes such as digital transformation in classrooms, inclusive education strategies, and the role of indigenous wisdom in modern curricula. Please visit our official website to register and submit your abstracts by the upcoming deadline. Join us in Maros this May to be part of a transformative dialogue that aims to redefine the boundaries of education and celebrate the richness of our shared global heritage.